Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Chris John?
Bagaimana? Masih suka memukuli orang?
Tempat apa ini?
Buaya!
Tenang.
Pasti ada yang menjahili.
Sepertinya ini kita sedang ada di acara acara realitas.
Mana kameranya? Mana?
Kamera apa? Itu buaya sungguhan!
Takut. Kabur.
Buaya!
Bar.
- Kita jatuh dari mana? - Jaring.
Kenapa ada jaring, Bar?
Sepertinya kita baru ditimbang di posyandu.
- Posyandu? - Ya.
Apa yang kau cari?
- Di posyandu banyak bubur. - Jangan bercanda.
Bar, buaya!
- Kau sedang apa, Bar? - Memanjatkan doa.
Daripada memanjatkan doa lebih baik memanjat pohon, Bar.
- Kau mau ke mana? - Cari taksi.
Boleh cari makan dulu?
Jangan cari ribut, lebih baik kita cari selamat.
Bar!
Ada buaya lagi!
Lari!
Bang, santai. Jangan lari.
Pasti buaya ini jinak.
Jinak apa!
Coba kalau tidak percaya.
Coba.
- Tenang. - Kakiku!
Tenang. Sayangi dulu buayanya.
Dielus moncongnya.
Elus.
- Tanganku! - Jangan yang kiri.
Tidak sopan.
Dielus. Dibelai.
Elus.
Berengsek!
Buaya paling tidak suka orang bicara kotor!
Matilah kau dimakan buaya.
Buaya!
Buaya. Kau buaya, aku setia.
Itu buaya!
Buaya!
Jis.
- Apa? - Tunggu dulu, itu ada karung.
Aku beruntung.
Ada pengalih perhatian. Sebentar.
Kenapa daging kambingnya dilempar?
Mau kau suapi?
- Untuk aku saja, Bar. - Kenapa?
Ini sedang mahal.
Lalu, dia dilempar apa?
Daging yang murah. Jangan yang ini.
- Daging yang murah? - Ya.
- Yang murah? Ini. - Ya.
Kenapa aku tidak dimakan?
Bar! Akbar!
Bu! Ibu!
Kenapa kalian malah pergi?
Tak berselera denganku.
Aku tak membuat bernafsu?
Ernest!
Maaf, kukira lumpur.
Buaya, Nest!
- Tolong! - Ya, sabar.
Diam dulu!
- Diam bagaimana? - Diam!
Tolong aku.
Astaga. Jangan jatuh.
Rasakan bau dari Bintang Timur!
Sepertinya kita kena jebakan Batman.
Batman?
Kenapa menjebak kita?
Bukannya dia orang baik?
Itu cuma istilah, Rie. Jebakan Batman itu cuma istilah!
Bukan dia yang menjebak kita?
- Berarti Joker? - Hei!
Atau ulah Penguin?
Mencari penjahat tidak usah ke Batman,
di Senayan banyak!
- Jis. - Apa?
- Itu Jis. - Sebentar dulu.
Cepat, itu.
- Sebentar. - Jis.
Aku mau duluan.
Ini senjata. Mana yang bagus?
Tidak ada pelurunya.
Arigato.
Punya peluru?
Tidak ada?
Sama.
Lepaskan!
Ibu!
Mana pelurunya?
Kalian jahat!
Sekarang kita tidak berteman! Kalian mau memakanku!
Kalau aku makanan, pasti sudah kumakan sendiri!
Aku juga lapar!
Kau?
Kau mau makan aku?
Kau lebih dulu kumakan!
Buka dulu. Bukakan.
- Jangan pegang pantatku. - Maaf, naluri.
Cari kesempatan saja.
Itu ada orang. Itu saja.
Bang. Tolong, Bang!
Kenapa lewat sini?
Kenapa?
Maaf, Bang. Sibuk, Bang?
Minta tolong dibukakan, Bang.
- Bang, pelan-pelan. - Pelan-pelan.
Bismillahirrahmanirrahim.
- Bilang apa? - "Apa," Bang.
Bukan!
Terima kasih maksudnya.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih denganku, yang di atas.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Maksudnya Tuhan yang di atas.
Memangnya Tuhan cuma di atas?
Tuhan ada di mana-mana.
Di hati kita saja ada.
Kau tersetrum?
Buaya bodoh. Kau tobat? Kalau tidak, tersetrum.
Ada setrumnya? Bisa pakai mengecas ponsel.
Ponselku mana?
Aku siluman ular.
Kita sama-sama reptil.
Peluru semua?
Tembak. Dor!
Dor.
Habis. Dor.
Sedang bertarung dengan buaya, Be?
Buaya takut dengan yang bergerak-gerak.
Mereka akan merasa terancam.
Bukannya kalau mereka merasa terancam ekornya lepas?
Binatang apa itu?
Itu cecak!
- Cari jalan keluar. - Ayo.
Astaga.
Astaga,
ekornya putus seperti cecak.
Ini Fico yang gila, apa aku yang goblok?
Atau mungkin ini anak dari perkawinan cecak dan buaya?
Magasin.
Senjatanya mana?
Nest, tembak saja!
Tidak ada peluru. Kemarikan itu!
Hei, ini ada peluru.
Itu siapa?
Mati dia dimakan buaya.
Untung aku sering menonton Meteor Garden.
Hebat!
Kau pasti bisa.
- Pasti bisa. - Pasti bisa.
Buaya, Tang!
Tang, pistol!
Peluru!
- Benar. Ini. - Tangkap.
- Kenapa melempar pistol? - Kembalikan.
Tangkap!
- Ini kuberi. - Ini sarungnya.
Lempar!
Ini kalian lempar.
- Kau yang menembak. - Ya.
Ini pelurunya.
- Ambil itu. Aku capai. - Lempar itu!
- Cepat, Tang! - Sebentar!
Mati kau.
Gayung?
Siapa yang mandi di hutan?
Ta-ra! Aku datang!
Mudy!
Kau di mana, Dy?
Kacau.
Mudy!
Mudy!
Mudy!
Apa ini Muda Mudy?
Ge!
Sikat?
Mau membersihkan hutan?
Astaga, kukira bom.
Membuat takut saja. Ternyata beker.
Astaga. Ini ibunya, Tang!
Ini ibunya buaya, Tang!
Dia marah anaknya dibunuh!
Kabur. Jangan ditembak.
Jangan ditangkap!
Teman-teman, awas ini ada listriknya! Awas. Berhenti.
Cepat!
Ada listriknya! Saya sudah bilang!
- Mungkin itu dayanya. - Tembak.
Tidak apa-apa, bukan? Kubilang, aman.
Ini aman. Ayo.
Ernest, tembak! Ernest!
Kemal!
- Mati kau meledak! - Mal!
Mal!
DENDAM
Judi itu...
Bicara soal judi, aku sama sekali tidak mengerti.
Pelayan. Teh panas satu.
Tequilla?
- Teh panas. - Baik, Pak.
Kalau bicara masalah judi...
Judi sebenarnya pekerjaan yang paling iseng.
Aku tidak perlu cari uang dari judi.
Dari Komedi Tunggal saja pendapatanku lumayan besar.
Sekitar lima juta...
dalam setahun.
- Perkenalkan, saya Arie. - Dea.
- Diam. Tangkap. - Siap.
Apa-apaan ini?
Ikut kami.
Apa-apaan ini? Aku masih polos.
Ikut ke kantor.
Keren sekali kalian.
Surat penangkapan Anda.
Hei.
Boleh menangkap, tapi ini tutup dulu.
Hei! Itu!
Astaga.
Besok.
Jangan kabur.
Orang ini
susah sekali dicari.
NAMA BINTANG TIMUR
Tidak ada petunjuk?
CCTV jalanan, mal, swalayan, bandara, stasiun?
Tidak ada.
- Terminal, restoran? - Tidak ada.
Yang benar?
Hei.
Apa yang kalian lihat?
Hei!
Terima kasih.
Baik. Ini dia. Kami dapat orang yang kau minta.
Tapi kuberi tahu sesuatu.
Orang-orang ini... Mereka aneh.
Ada sesuatu tentang mereka, entahlah, aneh.
Itu menurutku, entahlah, tapi...
Kau akan lihat sendiri mereka ini sangat...
Namaku Cynthia.
Aku bekerja untuk Biro Pusat Nasional Asia-Pasifik Selatan.
Lalu?
Aku ditugaskan ke sini untuk menyelidiki semua kegiatan yang mencurigakan
terkait kasus perampokan Bank INI.
- Kau mendengarkan? - Ya.
- Statusmu sekarang ini... - Ya?
...masih tersangka.
Sebaiknya berikan semua info yang kubutuhkan
sebelum kau benar-benar masuk penjara. Apa kau mengerti?
Ya.
Duduk.
Berdiri saja.
Aku bilang, duduk!
Permintaanku dulu. Bagaimana?
Hentikan.
Payung CJR.
Buka, Mbak. Pakai.
- Berhenti bercanda. - Adrian.
Kalau tidak dipakai, aku tidak mau duduk.
Serius?
Bisa kita mulai, bukan?
Mbak, putus.
Aku sudah bilang lebih baik berdiri saja.
Indera keenamkah?
Kau tidak bisa kabur lagi.
Ini foto yang diambil dari TKP.
Basis data fail kasus milik polisi diretas secara misterius.
Ini hasilnya. Ini foto-fotomu, bukan?
Ini kau.
Astaga, ini bercanda.
Coba Anda lihat, aku ini ganteng.
Hidung mancung, dia pesek.
Coba Anda lihat.
Ini.
Ini foto siapa?
- Adrian! - Apa?
Ini.
Coba lihat baik-baik.
Ini foto siapa lagi?
- Apa ini yang kau beri? - Itu dia!
Lihat. Itu.
Kau ada di mana saat perampokan ini terjadi?
Kau maunya di mana?
Itu saya sedang pulang kampung.
- Menonton pertunjukan. - Pertunjukan apa?
Menonton pertunjukan...
sulap.
Apa ini? Hei!
Angkat tangan! Hei!
Aku pergi ke rumah pacar,
tiba-tiba hujan lebat.
Bajuku basah semua.
Dingin.
Kami keturunan MuSa, Muka Sama.
Ada keluarga seperti ini?
Kakak saya mirip saya.
Kau lihat, kami sekeluarga mirip semua. Ini. Mirip.
Kau sendiri
sudah punya kekasih, belum?
- Adrian. - Hei.
Kau bisa serius?
Sedang menonton ini. Itu. Lihat saja.
Alat
penambah kejantanan. Menambah ukuran...
Apa ini?
Tidak. Kejantanan saya besar. Tanya dia. Benar, bukan?
- Besar sekali, bukan? - Apa?
- Adrian. - Kenapa melihatku?
- Apa ini? - Mana aku tahu?
- Adrian, ayolah. - Apa?
Kejantananku.
- Adrian. - Apa?
Jangan pura-pura bodoh! Jawab aku!
Ayolah, Adrian. Ukuranku.
Cukup, hentikan!
- Kenapa kau panik? - Karena dia...
Bagaimana caraku menjelaskan?
Kau jelaskan kepadanya!
Kau bisa serius? Ya atau tidak?
Ya.
Aku serius, kalau denganmu.
Apa maksudmu? Ini kau atau bukan?
Jawab aku. Kau bekerja untuk siapa?
Katakan kepadaku! Kenapa susah sekali?
Aku tahu kau mengerti. Jawab aku sekarang!
Jawab!
Maaf.
Kenapa?
Mbak Siti Nurhalizah.
Siti Nurhalizah? Dia orang Malaysia, aku orang Singapura.
Apa kau tidak bisa bedakan?
Mbak Singapura,
masa itu aku? Lihat yang benar.
Matanya sipit.
Ya,
pokoknya aku cinta kau terus.
Apa kau bisa maju sedikit?
- Ya. - Maju lagi sedikit.
Maju sedikit.
- Sedikit lagi? - Cantik sekali kau.
Sedikit lagi.
Ponselnya dibaptis.
Di mana pamfletnya?
Sebentar. Mungkin di dalam sini, amplop.
Bukan.
Bukan juga.
Mana, ya?
- Kau ini mau apa? - Mencari pamflet sulap.
Hei!
Bukan.
Ini dia.
Ini tiket yang benar. Itu. Sulap.
ADMIT ONE PERTUNJUKAN SULAP
- Tolong serahkan ini ke Pak Anggi. - Siap.
Buka.
Selaku manajer dan kuasa hukum,
keberatan klien saya ditangkap.
Karena sesuai Undang-Undang Dasar 1945,
pasal 28 ayat 1 dan 2, seluruh Warga Negara Indonesia
berhak memilih kebebasan agama.
Jadi, atas alasan apa mereka ditangkap?
Mereka ditangkap karena perampokan Bank INI.
Jangan berprasangka dulu. Mana bukti autentik dan konkretnya?
Karena saat Bank INI dirampok, mereka berada di tempat lain.
Bagaimana mereka bisa...
di dua tempat sekaligus?
Anda jangan main-main.
Anda yang jangan main-main.
Saya? Main-main?
Ya.
Tidak main-main,
terutama ketika saya berhadapan dengan wanita
yang cantik, bagus, dan seksi seperti Anda. Anda tahu itu, bukan?
Maksudnya?
Maksudnya bagaimana?
Tadi kau bilang apa?
Apa, mau apa, bagaimana?
Anda bisa saya kenakan pasal bicara sembarangan kepada polisi.
Saya tidak pernah sembarangan.
Saya, 25 tahun, aquarius, golongan darah A, status lajang.
Ingin keluarga sakinah, mawadah, warahmah.
Empat anak, masing-masing dua.
Mereka hidup dengan lagu tembang kenangan Trio Kwek Kwek.
Kutakut papaku marah
Kutakut papaku marah Karena aku tidak sekolah
Papa, tidak sekolah, marah.
Saya khawatir terhadap klien saya.
Terutama mereka ditangkap sewenang-wenang oleh polisi
dan polisi tersebut memberi pin BB-nya kepada saya
secara sukarela.
Kenapa?
Kenapa apa?
Kau bilang apa?
Bilang apa lagi yang mana?
Pin BB?
39EE37.
Tidak dicatat?
39EE37.
Kita sama-sama suka mawar.
Kita membiarkan mereka pergi begitu saja?
Ini informasi dari siapa kalau itu mereka?
Tunggu sambil kita pantau mereka terus.
Baik, lalu?
Kita selidiki ulang semua kasus ini.
Kami sudah melakukannya ratusan kali.
Kau melakukannya tanpa aku.
Ya.
Di bawahku, kau akan lakukan ribuan kali. Paham?
Ada apa dengan Cynthia?
- Dia menyanyi? - Ya, dia menyanyi.
Kenapa kau menyanyi?
Aku tidak menyanyi.
Ada apa dengan kau, Cynthia? Ada apa, Cinta, dengan dia?
Ini kasus sudah ditutup berbulan-bulan lalu.
Jangan dibuka-buka lagi.
Di kita ini tidak boleh buka-bukaan, apalagi bukan muhrim.
- Lucu, tidak? - Ya, lucu.
Hei, kalian tidak pernah menangkap para penjahat itu sebelumnya?
Kami menangkapnya.
"Cat"? Tidak ada urusannya dengan kucing!
Apa?
Oh, kita sudah menangkap.
Dokter dan Cak Lontong.
- Kau menangkap mereka? - Ya.
- Kau menangkap mereka? - Ya.
Dan tidak memberitahuku siapa perampoknya?
Kejadiannya seperti apa dan siapa yang kasih data-data ke polisi?
Data? Bisa dari orang baik-baik yang mau bantu kepolisian,
bisa dari gerombolan mereka yang membelot sama kita.
Kita tidak tahu.
Kau tidak tahu? Astaga.
Makanya aku dikirim untuk cari tahu.
Bagaimana kalian bisa menangkap mereka tanpa data sama sekali?
Bagaimana ini?
Hei, Cynthia. Kau itu interpol,
kenapa berurusan di sini?
Itu buang-buang waktu.
Buang-buang waktu itu namanya mubazir.
Mubazir itu sahabat setan.
Kenapa jadi saya, Pak?
Tapi lucu, bukan? Pasti lucu.
- Ya, lucu. - Tidak lucu! Sama sekali tidak!
Pak, sebaiknya kau ganti profesi jadi komedian. Bagaimana?
- Komedian itu apa? Beri tahu dia. - Pelawak.
Benar. Pelawak.
Pelaut?
Nenek moyang kita memang orang pelaut, Adrian.
- Pelawak. - Pelawak.
Tapi gaji pelawak besar, tidak?
- Dibandingkan polisi? - Ya.
Tentu pelawak.
Kau lucu. Kau juga lucu.
Kau lucu.
MISI
Aku rapat dulu.
Hei, kau masih hidup?
Sepertinya masih.
Baik, terima kasih kedatangannya.
Jangan pernah terkecoh dengan penampilan luar
dan singkirkan penalaran yang biasa dalam menangani kasus yang luar biasa.
Orang ini mempunyai informasi mengenai The King.
Ini orang kelima yang kita periksa.
Kalau menurut logika saya,
The King itu sebenarnya cuma mitos.
Wujud aslinya sebenarnya tidak ada.
Rie, Om Indro sudah bilang tadi,
singkirkan nalar dan logika biasa.
Otakmu memang sudah sakit, Co.
Jangan buru-buru.
Bagaimana kita mau kerja kalau tidak pakai logika?
Pakai ini.
Rasa.
Rasa apa? Cokelat? Atau vanila?
Kenapa lagi?
Aku belum naik haji, Nest.
Aku juga belum. Ayo cepat.
Bismillahirrahmanirrahim.
Arie!
The King ini monster kriminal yang luar biasa
yang berjalan di seluruh tempat perjudian ilegal di seluruh Asia.
Oleh karena itu, dia dijuluki The King.
Sebagai master kriminal,
dia akan membuat seolah-olah dia tidak ada.
Hanya dongeng dan hanya mitos.
Supaya kita, penegak hukum, berpikir seolah-olah dia tidak ada
dan itu memang tugas mereka untuk mengecoh kita semua.
Saya tahu dengan tidak adanya Mudy membuat kekosongan di tim delapan ini,
sehingga menghambat pekerjaan kalian.
Tapi jangan takut saya sudah siapkan seorang agen yang cukup senior
dan sudah lama saya tanam di dunia hiburan di Indonesia ini.
Mas Dono?
Ternyata Mas Dono masih hidup?
Mukanya paling awet muda.
Jadi, ternyata Bos Indro
sengaja memanggil Dono untuk mencari kasino?
Bukan.
Ini namanya Agen Temon.
Semoga dia dapat membantu tugas kalian semua.
Agen Temon siap laksanakan tugas.
Sudah delapan orang, jadi pas namanya Comic 8.
Asalamualaikum.
Apa itu?
Senjata.
Hei.
Ada peluru.
Kemal.
Tadi kau melempar bom waktu ke buaya tidak meledak?
Bom waktu apa? Ternyata beker.
Beker?
Kau pikir buaya mau bangun sahur?
Tapi tidak ada magasin. Peluruku habis.
Magasin? Saya bawa.
Kenapa tidak dari tadi?
Pedang arab.
Ini saja untukmu.
Selamat siang.
Selamat.
Kalian telah berhasil lolos pada level pertama.
Pada level kedua ini,
kalian akan berhadapan dengan pasukan pembunuh nomor satu
di sepertiga dunia.
Sepak terjang mereka sudah teruji selama 30 tahun.
Kalian boleh ambil senjata mana yang kalian suka.
Ini permainan bertahan hidup.
Pilihannya adalah
kalau kalian tidak membunuh,
kalian yang akan dibunuh.
Dan untuk pasukan pembunuh,
selamat bersenang-senang.
KOLONEL
KEAHLIAN TANGAN KOSONG
HANTU
KEAHLIAN TANGAN KOSONG, SENPI
PENGHANCUR
KEAHLIAN SENJATA BESAR
PEMANAH
KEAHLIAN PANAH
PENJAGAL
KEAHLIAH PISAU, SENPI
MUTAN
KEAHLIAN PELACAK, PEMBICARA, PENDENGAR YANG BAIK
PARA PEMBUNUH
Ernest, dengar pengumuman tadi?
Tentu dengar. Yang sipit mataku, bukan kupingku.
Lebih baik pulang kampung.
Buka usaha atau apa.
Rie, daripada pulang kampung,
lebih baik, Nest, kita sekarang mencari pembunuhnya.
Kita bunuh sebelum mereka bunuh kita.
Ayo.
Baik. Kita harus gerak cepat. Jangan lama-lama.
Sekarang juga kita harus...
bersembunyi.
Aromanya berbeda.
Enak sekali.
Tikus ini sudah bau tanah.
Koreksi, Tante.
Bukan tikus,
serigala.
Mana ada serigala berkuping Miki Tikus?
Ini artinya saya pendengar yang baik.
Hei, Tikus.
Ke mana arah kita?
Serigala.
Mereka...
Ke sana.
Itu mereka.
Itu apa?
Capung?
Habisi!
Hei!
MATA RANTAI YANG HILANG
Junior,
aku yakin dia salah satu agen The King.
Sekarang kutanya lagi.
Di mana tempat persembunyian The King?
Di mana?
Tidak mau bicara?
Di mana markas perjudian ilegalnya?
Di mana?
Hei, Bang.
Memang harus pakai kekerasan seperti itu?
Junior.
Diam kalau senior sedang bekerja.
Tidak sopan.
Perhatikan senior bekerja.
Orang ini diberi...
Aku tahu kau kuat,
tapi asal tahu saja, setiap orang punya kelemahan
dan aku akan terus cari di mana kelemahanmu. Paham?
Masa pakai ini tidak mengaku?
Hentikan!
Pak Agen Senior, istirahat dulu sebentar.
- Memang kau bisa? - Akan kucoba.
- Istirahat saja. - Baiklah.
Ya. Nanti kena asam urat.
Mau?
Be, ini enak. Beli di mana, Be?
Pesan dari Singapura.
Ini mana ada di Indonesia?
Ini donat paling enak se-Asia Afrika.
Mau?
Beri tahu dulu.
Hei.
Di mana markas The King?
Beri tahu dulu di mana markas The King.
Hei.
- Cepat. - Cilincing Barat,
kilometer 32, jalan terus, ada pom bensin,
depan pom ada putaran, putar,
ambil perempatan kedua, ada rumah pagar hitam, masuk,
paling pojok, depan bengkel.
Depan bengkel.
Donat!
Donat! Hei!
Kalau bisa pakai donat,
kenapa pakai otot?
Benar di sini, Man?
Masa tulisan dia tulis di papan?
Tidak sesuai dengan yang kita pikirkan.
Tenang.
Jangan lupa kata Bos Indro.
Siapa tahu ini memang kamuflase,
supaya kasino tidak tercium aparat.
Baiklah. Kita cek dulu.
Kenapa pakai swafoto?
Barang bukti.
Masuk akal juga.
Kita berdua?
Ini suara tembakan.
Formasi!
Kenapa berhenti? Kenapa? Ada lampu merah?
Sepertinya bukan ini.
Coba lihat. Ini cuma orang main judi gaple.
Itu akting saja. Coba lihat. Itu cuma pura-pura.
Kamuflase.
Maju kau. Cepat.
Jangan bergerak!
Hei!
Diam!
Hei.
Duduk.
Kenapa berdiri?
Jalan-jalan ke kebun raya,
jangan lupa membeli tales.
Santai saja keles.
Pergi ke sekolah sambil beli tembakau.
Apa maksud dan tujuan kau?
Amang Bolu Jejen makan kelapa.
Kalian mau pesan apa?
Waspada.
Tidak boleh salah jawab. Jangan sampai kehilangan jejak lagi.
Bujang.
Pisang saleh dimakan Sonya,
ikan lele dimakan papak.
Kalau boleh kami bertanya,
kalau tidak boleh, tidak apa-apa.
Be, tidak usah pakai pantun. Kelamaan. Langsung tanya.
Hei.
Beli anting di pasar Cina.
The King-nya mana?
Mana tahu?
Kau mau melawan?
Tembak saja aku. Tembak.
Di sini atau tidak. Cepatlah.
Hei, pistol yang seperti ini tidak akan menembus kami.
Lecet pun tidak terasa.
Begini saja.
Coba bunyikan dulu pistolmu ini biar aku dengar suaranya,
cantik apa tidak.
Hei, senjata!
Asli rupanya, Wa.
Hei, coba kau lihat kacang itu.
Uang recehan.
Ini tempat kecil.
Hanya recehan. Ini kelas teri. Kita pulang. Pulang!
Hei.
Enteng sekali bibirmu, Anak Muda.
Kau bilang kami judi kelas teri.
Hei, kami adalah raja yang sebenarnya.
Tunjukkan, Ben. Perlihatkan.
Rajagukguk.
Bahaya.
Jadi, ada lagi yang lebih raja daripada kami?
Beri pelajaran mulut orang ini.
Kalian berani mengganggu bisnisku.
Kupecahkan kepala otak kalian itu!
Modar!
Dari mana arah tembakannya itu?
Serang balik!
Yang menyerang kita ibu-ibu, masa diserang balik? Kualat!
Tembak, Jo!
Hei, kau mau menembak atau ditembak?
Kebanyakan diskusi. Kelamaan.
Ini, perhatikan Agen Senior kalau bekerja.
Perhatikan baik-baik.
Dia cari mati.
Kalian lihat!
Rasakan ini.
Astaga.
Mati Agen Senior itu.
Alhamdu...
Innalillahi.
Kawan-Kawan, ayo tangkap sekarang!
Jadi, kalian tersasar ke Lapo Tuak?
Tapi lumayan.
Walau kelas teri, di sana juga ternyata dijadikan tempat jual beli
senjata ilegal dan narkoba.
Dan Agen Temon terbunuh.
Dia bukan team player, Bos.
Boss Power Syndrome dia, Bos.
Astaghfirullah, jangan begitu.
Lebih baik kita doakan semoga Agen Temon diterima di sisi Tuhan,
keluarganya diberi ketabahan,
dan istri mudanya diwariskan kepada salah satu dari kita.
- Amin? - Amin.
Bos, kapan Mudy selesai dari misinya di Meksiko?
Supaya kita jadi delapan lagi.
Secepatnya.
Tapi informasi keberadaan The King betul di kalangan para komik?
Itu informasi yang A1, akurat.
Baiklah.
Kalau akurat, tunggu apa lagi? Lebih baik kita selidiki.
Sekalian kita coba ikuti tur Komedi Tunggal
yang mau dibuat komik.
Ya, Bos. Kita ulik lagi para komik, sekalian dengan promotornya.
Baik.
Akan saya atur supaya kalian bisa ikut tur itu,
dan untuk sementara,
Ge Pamungkas saya taruh untuk menemani kalian di sana.
Ge!
Siap, Bos.
Ge, untuk sementara kau akan menemani mereka di lapangan.
Kau turun ke lapangan.
- Saya, Bos? - Ya.
Kau akan menemani mereka
dan melengkapi menjadi Comic 8 lagi.
Semangatnya di situ.
Serius, Bos?
Serius.
Saya kapan tidak serius?
Terima kasih, Bos.
Jadi,
anak-anak di lapangan butuh bantuan, terutama ketika kami harus berhubungan,
kau beri tahu saya apa yang terjadi di lapangan dan...
Ge!
Penyakitnya.
Kencing di celana atau pingsan.
Hei!
Kalian bedebah yang mau membunuh kami?
Mengaku saja!
Matamu katarak?
Bukannya kita sama-sama diserang bule itu?
Pikir!
Benar, bukan?
Ini pasti konspirasi. Persekongkolan.
Ayo mengaku!
Tenang, Sayang. Tidak usah marah-marah seperti itu.
Aku tidak takut.
Sepertinya aku tahu ini di mana.
Baik.
Teman-teman.
Teman-teman. Tenang.
Kita satu tim.
Nasib kita sama.
Kita sama-sama tidak tahu kenapa ada di sini.
Belum tentu!
Tidak semua dari kita tidak tahu kenapa ada di sini.
Seperti orang main keong saja.
Dari mana kau tahu bahwa tidak semua orang di sini
tidak tahu kenapa di sini?
Aku pusing.
Kau itu terlalu berbelit-belit.
Nest, kau tahu atau tidak?
Nest, beri tahu saja kita ada di mana.
Kenapa tanya aku? Mana aku tahu?
Biasanya yang selalu begitu, sebenarnya paling tahu.
Kalau aku sungguhan tidak tahu kenapa kita ada di sini.
- Ini dia. - Hei!
Aku sungguhan tidak tahu.
Kau jangan-jangan pawang buaya?
Aku lihat tadi kau mengobrol dengan buaya.
Aku paham sekarang.
Mau beri makan binatang peliharaanmu.
- Berengsek. Kubunuh dulu kau! - Hei!
Hei!
Mongol! Kemal!
Ernest! Arie! Babe! Fico! Bintang!
Fokus!
Kita satu tim.
Kenapa dia tahu namaku?
Tidak usah sok akrab.
Kenapa tahu namaku?
Benar. Kenapa kau tahu?
Jangan-jangan kau mata-mata. Kau agen?
Halo! Ini Mudy.
Aku bukan Mudy!
Siapa yang memakaikan korset?
Aku Ge Pamungkas, dan benar,
aku agen, sama seperti kalian semua.
Kau agen.
Kau agen.
Kau agen.
Kalian semua agen?
Bunuh saja. Pusing kepalaku.
Hei, tenang!
Hei, berhenti! Tenang!
Habisi, Tang!
Habisi, Tang!
Habis.
Ayo pergi.
Kita dijahili.
Benar!
Seharusnya kita merampok. Bukan jadi di tengah hutan seperti ini.
Banyak nyamuk, gatal!
Hei!
Ada pop quiz!
Aku suka sekali sejak kecil!
Dua pertanyaan, dua hadiah.
Siapa tahu seperangkat alat berias!
- Mau kutekan. - Jangan.
Ini mungkin jebakan.
Sudah kutekan.
Manusia napas dengan paru,
ikan bernapas dengan?
Insang.
Air?
Oksigen?
Paru-paru juga?
Air, oksigen di air.
- Apa? - Hei!
Aku tahu!
Manusia bernapas dengan paru-paru.
Ikan bernapas dengan...
Ini gampang sekali!
Izin Allah!
Apa-apaan ini?
Soalnya biologi, jawabannya agama!
Aku memang jagoannya!
Pertanyaan kedua.
Musang di seberang laut terlihat,
gajah di pelupuk mata...
Ini peribahasa.
Tiada nampak.
Tidak kelihatan.
Gajahnya napas.
Izin Allah!
Jangan emosi.
Aku dulu.
Musang di seberang laut terlihat.
Gajah di pelupuk mata...
- Apa jawabannya? - Gampang sekali!
Pikirkan. Astaga.
Itu tidak mungkin! Gajah itu besar, terlalu berat!
Benar, bukan?
Peribahasa apa itu?
Kuntilanak!
Bukan. Itu pocong!
Sama saja!
Ada yang aneh di pocongnya.
Di peti.
Ada senjata api.
- Itu gitar! - Senjata!
- Ambil! - Kenapa aku yang ambil?
Itu punyamu!
Bilang permisi!
Tidak bisa.
Kutahan.
Astaga...
Maaf.
Permisi, Mas.
Permisi, kain kafannya bagus.
Itu, ada punyaku.
Jangan-jangan perangkat alat berias.
Pocong!
- Masukkan! - Bagaimana caranya?
Satu, dua, tiga!
Hati-hati!
Sebentar dulu.
Kau sedang apa?
Kau kira vampir?
Taruh di situ!
Tukar tambah, Mas.
Sudah.
TUR
Jakarta dalam dua tahun terakhir
perkembangan motornya banyak.
Kelakuan pengendara motornya ajaib menurutku.
Mengobrol naik motor, di jalan yang bising pakai helm.
Apa yang didengar?
Paling cuma angguk-angguk.
Tidak mengerti obrolannya.
Wanita ini ribet dan aneh.
Bajunya ribet.
Jangankan baju luar,
baju dalamnya juga ribet.
Sebut saja inisialnya BH.
Aku pernah lihat iklan BH ini mengandung inframerah.
BH saja pakai inframerah.
Memangnya mau kirim gambar?
Nanti jangan-jangan ada BH pakai bluetooth.
Semakin maju teknologi, ada lagi BH pakai wifi.
Repot kalau begini.
Mau buka pakai kata sandi dulu.
Kulihat, cowok kalau sudah pakai baju, baru pulang dari gym sepertinya,
dia merasa seperti seorang Barry Prima yang keren.
Diteriaki dari belakang "Sayang,"
menengok semua, "Siapa, ya?"
Ternyata badan boleh kekar, tapi ngondek juga, Sayang.
Heran sama kecantikan.
Katanya kecantikan suka ada kursus kecantikan.
Kecantikan dikursuskan. Aneh.
Kalau kursus montir, bisa.
Tidak bisa membubut, diajari.
Kalau kau cantik,
kenapa ikut kursus?
Kalau tidak cantik,
mukamu mau dibubut?
Aneh.
Naik motor.
Sedang naik motor, tiba-tiba ada polisi.
Prit!
Apa, Pak?
Pretty woman
Besar kepala!
Aku pernah masuk acara komedi sketsa di TV juga.
Sutradaranya senang sekali denganku.
Aktingku bagus.
Aku hampir dapat nominasi pemeran hanoman terbaik.
Selamat hari pahlawan.
Ayah dan ibu, pahlawan sebenarnya dalam hidupku.
Kenapa ayah dan ibu jadi di situ?
Siapa ayah dan ibumu? Teuku Umar?
Zaman sekarang banyak cowok pusing tidak dapat cewek
dan ada cowok yang pusing ceweknya tidak dapat-dapat.
Cowok-cowok, kita tahu warna dasar seperti apa?
Merah, kuning, hijau, biru.
Itu saja.
Cewek, tidak begitu. Warna itu ada embel-embelnya.
Merah burgundy.
Hijau toska.
Biru dongker.
Kuning tahi.
Semua ada embel-embelnya.
Anak-anak muda sekarang suka mengganti-ganti bahasa.
"Ya kali" jadi "ya keles."
Sampai-sampai Kalimalang sekarang jadi Kelesmalang.
Pertanyaan kapan menikah lebih susah dari ujian nasional.
Kalau ujian, bisa mencontek.
Kapan perang dunia pertama terjadi?
Saya, Bu.
Sebelum perang dunia dua.
Ya!
Dari dulu, aku suka sekali film aksi.
Tapi aku kagum dengan pemain film aksi.
Karena aku yakin, syutingnya susah.
Pasti sering kali diulang adegannya.
Misalkan pas ada adegan...
Cut!
Sutradaranya datang.
Berapa kali kuberi tahu, dialognya ciat wat wat ciat wat.
Aku ini anak Bekasi.
Jadi anak Bekasi tidak enak.
Karena sejak kecil sudah dihina.
Katanya Bekasi itu jauh.
Panas, lebai, norak.
Memang benar, cuma jangan keterlaluan.
Aku bangga sekali dengan Gubernur DKI, Pak Basuki Tjahya Purnama, alias Ahok.
Tapi agak kecewa dengannya.
Begitu naik, kupikir pengawalnya akan berbeda
dari gubernur lain.
Ternyata pengawal biasa.
Kupikir karena dia jadi gubernur,
lalu pengawalnya, entahlah, mungkin pekerja lepas dari Shaolin.
Botak dan kecil.
Tampak tidak membahayakan.
Tapi kalau diludahi kacang pilus, kepalamu bolong.
Tenaga dalam.
Kalau dikeroyok orang, santai.
Tewas semuanya.
Tok tok tok, lalu ada burung,
asalamualaikum.
Kubilang, keren juga burungnya.
Temanku keluar.
Hei, ini burung apa?
Itu burung gereja.
Asalamualaikum?
Ya, itu mualaf, katanya.
Esok harinya ke rumah dia lagi.
Aku ketuk lagi.
Burungnya diam saja.
Kenapa burungnya diam?
Sekarang dia Hindu, sedang Nyepi.
Apa kabar?
Apa kabar, Teman-Teman?
Apa kabs!
Give me some beat!
Some beat!
Kenapa dilempari?
Dia minta sambit barusan.
- Bukan itu maksudnya. - Tidak apa.
Botak, give me a beat!
Disjoki Empat is in the USA.
Perkenalkan kami Skinny
Aku tahu kedua orang ini.
Mereka selebtub.
Selebritas redtube?
Mereka terlalu skinny untuk jadi selebriti redtube.
Ayo, kawan-kawan komika!
Akhirnya kita bisa bertemu muka
Silakan bicara masalah angka
Matematika yang bisa mengusir duka
Kami yakin kalian pasti suka
Sin Cos!
Anak kos!
Kalian fokus saja, tetap sebagai komika.
Ikuti saja pergerakannya atau maunya seperti apa,
lihat ujungnya di mana.
Mereka sudah ada yang mengurus.
Baik, siap.
Laksanakan.
Komika, kami cuma antar Sampai pintu terbuka
Karena Skinny hanya dibayar di muka
Jangan takut pada duka cita
Karena duka di antara suka dan cinta
Peace out! One Love!
Kau seksi sekali seperti Jakarta.
Perkenalkan nama saya Bella.
Hai, Bella.
Aku cowok, sumpah!
Kalian tahu kenapa diundang ke sini?
Sedang mencari band?
Husband!
Saya mau daftar.
Mana mau dia denganmu?
Dengan Abang saja, Neng. Masih ada slot satu.
Pan maksimal empat.
Hei, Neng-Neng!
Panggil "Ses."
Sayangnya bukan itu tujuan saya mengundang.
Tapi kos, bukan?
Saya mengundang kalian ke sini untuk menawarkan pekerjaan.
Saya akan membayar kalian
sepuluh kali lipat dari yang biasa kalian dapatkan.
Untuk melakukan pertunjukan Komedi Tunggal,
di kasino yang berada di sebuah pulau pribadi.
Tapi,
dengan beberapa syarat dan ketentuan.
Syarat dan ketentuan?
Seperti undian berhadiah.
Kalau tidak bisa kooperatif,
silakan keluar dari ruangan ini.
Tidak. Jangankan pakai syarat, pakai foto saja saya mau.
Tapi itu dibayar sepuluh kali lipatnya,
lipat ke atas atau ke bawah?
Lipat-lipat, memangnya origami!
Tentu ke atas.
Itu yang penting.
Syaratnya adalah
kalian tidak boleh memberitahukan keberadaan kalian ke siapa pun.
Semua alat komunikasi akan ditinggal di ruangan ini.
Jadi setelah ini,
kalian langsung berangkat.
Bagaimana?
Ada yang keberatan?
Saya keberatan!
Saya keberatan karena kalau diukur tinggi dan berat badan,
tidak ideal, jadi keberatan.
Maksud saya, dengan syarat yang tadi saya katakan.
Pokoknya,
tidak boleh ada yang tahu kalian di mana sampai acara ini selesai diadakan.
Cuma dua sampai tiga hari.
- Paham? - Paham.
Tapi pulaunya enak, tidak?
Kalau tidak enak, kita ke Pula-minan saja berduaan.
Itu surga yang ada di bumi.
Pantainya privat.
Uang.
Judi.
Banyak sekali makanan.
Wanita.
Laki-laki.
Kenapa laki-laki?
Semua yang mungkin kalian inginkan.
Apa ada lagi yang kalian inginkan?
Banyak sekali uangnya!
Astaga, banyak sekali.
Apa ini?
Ini peta!
Astaga!
Kasino!
Jackpot!
- Permainan rahasia kasino! - Astaga.
Astaga, kita akan dapat banyak uang!
Kita akan berjudi!
Siapa yang menodong pistol di kepala?
Maafkan aku.
Ibu.
Peta!
- Peta! - Bodoh!
Kenapa bilang bodoh ke aku?
Ini.
Aku tadi bilang beri kode,
kalau aku geleng ke mereka, kau minta peta.
Tidak begitu tadi.
Tadi kau angguk-angguk!
- Angguk-angguk? - Kau bilang mengerti!
Mana?
Aku cuma menggerakkan alis tadi.
Kau bilang gitu-gitu, bukan gitu-gitu.
- Kau ini! - Bagaimana kau ini?
Permisi.
Apa?
Ini, masih mau petanya, tidak?
Benar, maaf. Terima kasih.
Kenapa?
Selampe.
Selampe apa?
Sapu tangan!
- Sapu tangan kuberikan? - Suruh hirup!
- Hei, hirup! - Hirup ini!
Kalian berdua, hirup!
Pelan-pelan saja dulu,
mereka juga mengerti diberi pelan-pelan dihirup,
Ya, tapi kita tak perlu bicara begini di depan mereka!
Tapi yang jelas beri instruksi.
Aku jelas. Kau saja yang bodoh.
Bodoh lagi...
Cukup!
Kata "tidak" cuma aku yang boleh. Kau "ya" saja!
Mengerti?
Diktator!
Dari Kemal.
Taruh di bawah lidah, biar tidak ketahuan.
Buka.
- Jangan. Tidak baik. - Buka!
- Tidak mau. - Buka!
- Dimarahi Umi. - Buka!
Sungguhan?
Buka!
Mbak tahu Iko Uwais?
Ya.
Dia waktu dibuka, kosong tidak ada isinya.
Sama saya juga.
Buka!
Hei, jangan. Bukan muhrim.
Buka!
Tidak mau.
Tidak mau.
Nona, tidak bisakah kita saling percaya saja?
Tadi minta lihat.
- Cukup! - Diberi, terkejut.
Ini asli, bukan tiruan.
Mana?
Mau dibukakan?
Jangan!
Sama yang itu saja.
Badan besar kenapa...
Kurang dekat.
Mau menelepon?
Gagangnya di bawah.
Kenapa?
Kau ketagihan lihat hasil daun bungkus?
- Kalau pesta? - Cukup!
Baling-baling bambu!
Cinta?
Pergi begitu saja, setelah semua yang sudah kau lihat?
Ya.
Ini di mana?
Gelisah sekali.
Sebentar juga mendarat.
Pilotnya pasti tahu kalau sudah sampai.
Aku takut kelewatan.
Aku sering kelewatan turun kalau naik bus.
Aku naik bus dari Jakarta ke Bandung kelewatan sebab ketiduran.
Kelewatan sampai mana busnya?
Nganjuk!
Astaga, itu bukan kelewatan.
Tapi itu karena otak yang PA!
Tenang.
Teman-teman!
Kita belum tentu selamat.
Jadi, sebelum mati, aku harus mengaku sesuatu.
Aku ini sebenarnya homo, Teman-teman.
Homo?
Jis, sebenarnya kau ganteng.
Rif, kau selangkah di bawahnya sedikit.
Sak, perbanyak solat Jumat.
Tujuh kali seminggu boleh.
Teman-teman, tolong terima aku.
Aku ini homo!
Tapi itu dulu.
Aku sekarang sudah lebih baik. Sudah sembuh.
Bocor.
Tukar.
Mas Katon. Itu.
Makanya aku bilang sabar. Sudah mau sampai.
Ge, itu pulaunya.
Bagus sekali.
Pulaunya itu.
Tapi ini tangannya, jangan di sini!
Kalian beruntung.
The King suasana hatinya bagus.
Dia mau bertemu langsung dengan kalian.
Silakan.
RAJA-RAJA KASINO
- Emas! - Toko emas.
Lebih mirip toko bangunan.
Ini semua adalah koleksi pribadi The King.
Semua benda bersejarah dan konon memiliki kekuatan gaib yang dahsyat.
Nona, ini emas betulan?
Tidak ada yang tahu.
Kita semua dilarang menyentuhnya.
Tapi...
berdasarkan cerita rakyat,
ini adalah bukti pertama adanya peradaban sebelum manusia.
Tulang-tulangnya dibuat dari biang emas.
Biang dari emas termurni yang pernah ditemukan di seluruh negeri.
Bagus!
Menakjubkan!
Perbaiki dulu bahasa Inggrismu!
Ikuti aku.
Ayo ikut.
Selamat datang di pulau saya.
Seharusnya Queen, bukan King.
Kalian mungkin pernah mendengar soal emansipasi wanita.
Kesetaraan gender.
Daripada cuma jadi istilah
dan omong kosong belaka,
kita praktikkan saja di pulau ini.
Karena hidup adalah pilihan.
Dan saya memilih untuk menjadi seorang king.
Bukan queen.
Jadi, kenapa The King seorang wanita?
Jawabannya sederhana.
Kenapa tidak?
Kau mengerti?
Tidak.
Saya akan mengakui sesuatu.
Saya ini punya masalah dengan selera humor.
Sulit untuk membuat saya tertawa.
Yang bisa membuat saya tertawa...
akan saya berikan...
bonus.
- Asyik! - Asyik!
Kukira ada gunung emas.
Kalau gunung emas, di kampung saya juga ada.
Tapi hasilnya lebih banyak dikeruk orang asing.
Intinya besok malam, kalian akan tampil menghibur kita semua.
Bonus batangan emas
akan kami siapkan jika ada yang berhasil membuat The King tertawa.
Sekarang,
nikmatilah semua fasilitas yang ada di pulau ini.
Salah satu dari kalian yang bertaruh di pulau ini,
bisa menjadi raja kasino.
Anggap saja rumah kalian sendiri.
Selamat bersenang-senang.
Fico!
Kuperhatikan, sejak siang kau makan terus.
Kartu SIM darimu yang kau suruh taruh di bawah lidah
tertelan.
Jadi, aku harus banyak makan supaya bisa keluar.
Tidak berpengaruh, Co.
Sinyal di sini diblokir.
Kasino ini canggih.
Tetap harus dikeluarkan.
Namanya juga kartu SIM.
Ini perut, bukan ponsel.
Alasan saja kau, Mas.
Dari tadi saya lihat makan terus.
Ini perut, apa tandon?
Cak Lontong?
- Kapan dia keluar penjara? - Benar juga.
Anda keliru.
Saya Cak Lemper.
Sepupu Cak Lontong.
Kalau Cak Lontong kriminal, dia sedang di penjara.
Kalau Cak Lemper, saya pengusaha.
Ingat.
Cak Lontong kriminal, Cak Lemper pengusaha.
Jangan bingung.
Sering orang keliru. Kalau bertemu saya dikira Cak Lontong.
Dari 100 orang yang bertemu saya,
hampir 101 orang yang keliru menganggap saya Cak Lontong.
Tak masalah.
Hei, kenapa 101? Lebih satu.
Karena khusus untuk Anda, dihitung dua.
Kobra hitam masuk.
Gas tidurnya sudah bisa dimatikan.
Hei! Sedang apa?
Lama sekali cuma melakukan itu saja?
Kalian ini siapa?
Dia Issa dan saya Bella.
Issa, Bella.
Ya.
Kisah cinta dua dunia.
Terpisah karena adat yang berbeda.
Kenapa dia bisa tahu?
Saya ini dokter.
Sekolahnya lama.
Genius.
Kita bebaskan dua asisten saya dulu.
Oh, ya.
Belum disiram.
Siramkan, ya?
Nikita?
Biasa saja, Bos.
Astaga, Gung.
Jangankan kau, aku saja tidak tahu siapa bapaknya.
Hei, santai!
Sial!
Kenapa kau datang tiba-tiba, mau apa?
Aku tidak tiba-tiba. Aku sudah menelepon.
Bel kubunyikan, tak kau jawab.
Kenapa di sini?
Musikmu terlalu kencang!
Ini yang kutemukan.
Ayahmu polisi?
Dan dia meninggal karena sebuah perampokan bank.
Tidak heran kau benci sekali perampokan bank.
Masalah untukmu?
Cuma bertanya.
Masalahmu, menyelidiki orang ini.
Yang mana?
Laki-laki ini.
Itu Indro Warkop.
Dia komedian terkenal di Indonesia.
Terkenal sekali. Dia selebritas.
Jadi, dia selebritas?
Kalau orang ini selebritas, tidak mungkin jadi tersangka?
Panji sayang, ke sini.
Duduk.
Kau sudah kenal perwira-perwira saya?
Issa, pemimpin pasukan tempur.
Bella, pemimpin para pendekar dan petarung.
Dan Hantu.
HANTU
Pemimpin pasukan hantu.
Issa, Bella sudah bertemu.
Hantu di mana? Rasanya tadi ada.
Namanya juga hantu. Kadang kelihatan, kadang tidak.
Begitu.
Kasinonya makin spektakuler saja.
Kasino ini sepuluh level di atas spektakuler.
Besok akan kita gelar perjudian yang sebenarnya.
Secara langsung.
Ke seluruh dunia.
Siapa yang main?
Raja-raja di dunia.
Permainan itu masih lanjut?
Justru sekarang, ingin dihidupkan kembali.
Sejak pasokan dari Rumah Sakit Cinta Warasmu itu berhenti,
cadangan suar untuk permainan kita kosong.
Bisnis jadi sepi.
Makanya kau kami keluarkan.
Aku memang tidak bisa hidup tanpamu.
Tapi sekarang, rekomendasi saya bagus, bukan?
Jualan jadi lancar?
Luar biasa.
Kau menyelamatkan bisnis saya.
Mati kalian semua.
Tapi kurang satu.
Aku kenal orang ini.
Ini pernah jadi perawat di rumah sakit jiwaku.
Kelompok mereka juga.
Mereka terlalu lucu untuk jadi gerombolan agen kepolisian.
Mereka terlalu lucu untuk hidup, Yang Mulia.
Saya usul mereka dibagi jadi tiga kelompok.
Saya pernah memasukkan program ke kepala mereka, tinggal diaktivasi.
Apa pun yang kau mau, Dokterku.
Sebenarnya kurang satu.
Komedian legendaris.
Sosok komedian yang menyakiti hati penggemarnya.
Boleh.
Kau bilang saja ke Issa dan Bella.
Mereka akan sediakan semua kebutuhanmu.
Omong-omong, yang legendaris itu akan dikondisikan juga kepalanya?
Tidak usah. Biar lebih kompor gas.
Kau yang atur.
Kita harus cari menara transmisinya, sekalian menaranya.
Saya keliling pantai barat.
Tidak ada tanda-tandanya.
Mungkin itu.
Musik apa ini?
Perasaanku tidak enak.
Teman-teman!
Gas. Semuanya tutup hidung!
Fico!
Kemal! Ernest!
Ketika kalian merampok, keluarkan kekejaman kalian yang terhebat.
Tunjukkan bahwa kalian
sudah bertahun-tahun melakukan pekerjaan ini.
Ketika merampok, tunjukkan kebodohan kalian.
Kalian tidak kompak, kalian ragu.
Kadang kalian tidak tahu apa yang akan kalian lakukan.
Dan ketika kalian merampok,
alasannya adalah idealisme.
Karena kalian adalah penjahat paling aneh yang pernah dunia lihat.
Kenapa, tidak bisa?
Tentu tidak bisa.
Waktu itu, kepalanya belum diisi program!
Makanya jangan sok jadi perawat di rumah sakitku!
Menjahili orang saja.
Tolong bilang ke si Bella.
Semua senjata, pakaian, untuk permainan besok sudah saya siapkan.
Mereka dicelupkan atau diolesi kaldu ayam,
supaya lebih meresap.
Mi goreng?
Ya, mi goreng!
Ini mi goreng, tidak pakai kuah!
Mengerti, tidak?
Mi goreng! Kenapa mi goreng lagi?
Issa, sini, duduk dulu.
Sini, temani.
Ceritakan kenapa kau dan Bella tidak bisa bersatu?
Memangnya ada adat apa yang memisahkan kalian?
Sambil makan, ya?
Adat...
yang sudah menjadi budaya peradaban modern.
Yang sudah jadi peraturan dan disetujui oleh The King untuk pulau ini.
Dan oleh karena adat itu,
The King tidak merestui hubungan kami.
Dia berdiri.
Hubungan kami tidak direstui karena...
kami berbeda kelamin.
Hubungan yang direstui The King
dan diperbolehkan untuk warga di pulau ini
adalah hubungan sesama jenis kelamin.
Kalau berbeda jenis kelamin,
sangatlah dilarang.
Dosa besar.
SEJOLI
Baik.
Kuah juga jadinya.
PERMAINAN
Ya, halo?
Halo...
Halo? Ya?
Nomor dua!
Satu juta. Nomor tujuh.
Saya pasang nomor dua.
Di mana lagi ini?
Mari mulai permainannya.
BERSAMBUNG...
Kalian akan berhadapan dengan pasukan nomor satu di dunia.
Semuanya diam di tempat!
Semuanya tiarap!
Tiarap apa diam di tempat?
Semuanya tiarap! Lalu diam di tempat!
Ta-ra!
Astagfirullah.
- Turun! - Turun, tangkap!
Sakit!
Sakitnya di mana?
Di sini!
Satu komedian yang mematikan!
Berani kau kalau maju?
Dasar tua!
Jurus langkah seribu.
Apakah para sandera itu berani memastikan
bahwa foto-foto komika itu adalah foto yang sama dengan perampok itu?
Kau jangan bergerak!
Ini jadi tidak kena!
Hei, diam saja kau!
Saya ingin sampaikan satu proposal.
Saya ingin kau jadi My Queen.
Aku bisa merasakan.
Kau suka main belakang?
Pas, ya?
Aku tidak usah pakai senjata.
Biar gereget.
Asalamualaikum.
Banyak yang bilang aku berubah. Dulu materiku pura-pura bodoh.
Sekarang bodoh sungguhan.
Aku sempat bertemu orang, lalu aku ditegur.
Fico Komedi Tunggal, ya?
Aku jawab. Aku ramah. Kubilang...
Ya. Fico Komedi Tunggal.
Lalu dia bilang apa? Bukan.
Kenapa kau yang menentukan?
Kalau menabrak orang, usahakan marah lebih dulu.
Supaya apa? Supaya kelihatan benar.
Waktu itu, bapak-bapak itu menyetir, lalu menabrak.
Dia keluar mobil, marah lebih dulu.
Kalau menyetir yang benar. Kalau mau belok, pakai lampu sen,
bagaimana ini!
Masnya keluar.
Kenapa marah ke saya?
Ya! Kalau menyetir yang benar. Belok pakai lampu sen,
bagaimana ini?
Tapi Pak, dari tadi saya cuma lurus.
Ya, makanya belok!
Bajuku sekarang sudah tidak muat.
Apalagi baju kelas 4 SD.
Ya, itu kalau kupakai,
pentilku kelihatan.
Film Indonesia itu macam-macam. Ada layar lebar...
Ada film pendek. Tahu film pendek?
Film pendek pemerannya adalah Ucok Baba, Daus Mini.
Ini bukan sekadar untuk gaya. Ada manfaatnya.
Kantor gubernur pindah ke Mangga Dua, korupsi jadi minimal.
Terutama korupsi pengadaan alat kantor.
Mau korupsi susah, tinggal cek ruko sebelah, ya?
Aku tiap menonton TV, sinetron, paling muak dengan adegan ke kelab.
Terbayang? Cowok-cowok bertiga...
Ayo ke kelab! Itu di mana?
Di Jakarta? Tepatnya di mana?
Di rumah.
Kampung saya terkenal karena banyak nelayan.
Kita paling jago menyelam. Jago sekali menyelam.
Sampai suatu hari pernah, sore hari
bapak saya bertanya.
Arie, adikmu ke mana?
Sudah magrib kenapa belum pulang?
Saya bilang pergi cari dulu.
Lalu saya pergi cari dia.
Saya cari ke teman-temannya. Lalu tanya, lihat adik saya?
Tidak tahu! Tadi dia pergi ke laut, tapi belum balik.
Saya pergi cari dia ke laut.
Saya temukan. Saya bawa pulang ke rumah.
Pak, ini dia. Dia dimarahi Bapak.
Kau ini! Sudah magrib masih belum pulang. Kau dari mana saja?
Bapak, maaf. Tadi saya menyelam.
Saya ketiduran di dasar laut.
Alhamdulillah, sekarang aku sudah sering main film.
Film pertama dengan pemeran perempuan itu Nikita Mirzani.
Tahu Nikita Mirzani?
Yang... Aduh.
Membayangkannya saja sudah sesak dada.
Film kedua aku main bersama Julia Perez.
Aku rasanya seperti anak pencinta alam.
Naik gunung, turun gunung.
Ada seorang temanku, juru kamera.
Keren sekali! Ada Bang Adi juga di situ.
Ada cowok, six-pack, dia jalan...
Kalau normal lihat kotoran biasa...
Anjing kurang ajar, sembarangan buang air.
Itu pasti normal.
Astaga, ternyata cowok itu keduanya keren sekali tidak normal.
Astaga, ada tahi.
Tidak jadi...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.