Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Maling!
Hei! Berhenti!
- Tangkap malingnya! - Pret!
Jangan kejar!
Apaan ini?
Hei, kampret!
Berhenti!
Lari ke mana dia?
Kau akan mati di tanganku, kampret! Ayo cepat berhenti!
Hei! Dasar!
Kusuruh kau berhenti!
Jangan mendekat!
Kubilang jangan mendekat, ini orang...
Kau akan mati di tanganku, kampret!
Hei! Berhenti kampret!
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Hei, dasar maling kampret!
Sini kau!
Jangan mendekat, sialan!
Jangan mendekat, kampret!
Sana!
- Hei, sudah berdarah-darah tuh! - Sialan! Sana!
Sana!
Ikut aku!
Cari masalah saja ini.
Hei!
Ajeossi, jangan dilepas ya!
Hyeon Ji, Hyeon Ji.
Ajeossi! Ajeossi!
Hei, Hyeon Ji.
Hari libur ini.
- Pegang bagian situ! - Ajeossi, tolong!
Maaf.
Soalnya lagi ada urusan.
Sialan, kakiku sakit sekali.
Gara-gara kau aku belum sempat ke sana.
Kalau sudah berumur, diam saja di dalam kamar.
Kenapa malah keluyuran bikin susah orang?
Sinting ya? Sinting.
Kenapa malah memperlakukan orang bagaikan kantong jerami?
Apa lihat-lihat?
Mau apa?
Mau apa?
Lagi nonton pertunjukan?
Hei tua bangka...
Bisa kena sakit jantung ya?
Mau ikut aku ke jalan akhirat?
Hei!
Tidak mau kau singkirkan?
Apa?
Apa?
Apa?
Hei tua bangka!
Budek ya kau?
Apa?
Mau apa kau?
Mm--mm--mau apa kau?
Turun.
Apa?
Kubilang aku mau turun.
Ajeossi!
Apa?
Ajeossi adalah pelatih gymnasium ini?
Terus?
Tadi kenapa tidak menolong halmeoni itu?
Kenapa aku harus?
Jangan ikut campur urusan orang lain.
Sana!
Badan bongsor 'gak guna!
Dasar ini...
Hei!
Dasar, kenapa bisa ada orang seperti ini?
Sedang apa kalian bukannya latihan, kampret?
Salam!
Ayo cepat cari pasangan untuk latihan!
Cepat latihan! Ayo latihan!
Sedang apa kau, kampret?
Gwanjang-nim, aku tidak punya pasangan.
Tidak punya pasangan ya?
Hey, Bong Goo!
Ya?
Hei, hei, hei.
- Ya? - Berdiri!
Ada apa?
Itu...
Latihan bersamanya.
Biar dia latihan sebentar.
Mana mungkin? Bagaimana cara latihannya?
Lain kali tidak perlu bayar iuran lagi.
Cepat! Cepat!
Ya, Seonsaeng-nim apa kabar?
=Satu, dua...=
Maaf?
Serius?
Iya, iya baik.
Iya.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Maaf, maaf.
Anda mau yang rebus atau yang panggang?
Cuma kami saja yang makan. Yang rebus saja.
Oke, rebus.
Begitu selesai langsung akan kami hidangkan pada Anda.
Iya.
Jual murah! Jual murah!
Harga miring!
- Di rumah punya minyak kkaennip, 'kan? - Punya. [Minyak kkaennip - minyak dari biji perila]
Pakai satu sendok sudah bisa menghilangkan bau amisnya, tahu 'kan?
Agassi usianya masih begitu muda
tidak hanya pintar dagang tapi juga cantik rupawan.
Sudah punya pacar ya?
Aigoo, wajah cantik sudah pasti punya pacar?
Belum punya. Anda mau kenalin?
Kalau memang benar belum ada, bisa kukenalin.
Serius?
Kukenalin. Sebentar ya.
Terima kasih.
Datang lagi ya.
Apa?
Kau bilang belum punya pacar?
Minggir?
'Napa begitu sih?
Aigoo...
Sungguh hebat, hebat.
Tiap hari keluar rumah hanya supaya bisa pulang dengan luka-luka?
Anu, di hari liburku penjahat 'kan tidak ikutan libur?
Bahaya itu.
Apa?
Kau mau terus memprovokasi orang yang memegang pisau di tangan?
Hong Si! [sejenis kesemek]
Tokonya ditutup saja, kita keluar makan yang enak-enak bagaimana?
Lepaskan!
Kenapa sih begitu terus?
Kita pergi makan enak yuk!
Makan enak apa?
Semua ini harus habis terjual sebelum pulang.
Dasar ikan makarel ini.
Minggir, aku jadi terganggu.
Baiklah.
Kalau begitu aku habis ganti baju baru ke sini lagi ya!
Jangan ke sini! Jangan ke sini!
Peduli amat kau datang atau tidak. Tiap hari kerjanya cuma terluka.
Hyeon Ji aku segera balik ya!
Umur sudah segini masih belum ngerti?
Syukurlah sang donor sudah muncul.
Aigoo Seonsaeng-nim. Sungguh...
Sungguh terima kasih.
Begitu beberapa pemeriksaan selesai dilakukan,
kira-kira 15 hari kemudian akan ditetapkan tanggal operasinya.
Aigoo... Seonsaeng-nim sungguh...
Sungguh terima kasih.
Benar-benar terima kasih.
Sungguh terima kasih.
Iya, iya.
Abeonim, silakan duduk dulu.
Baik.
Tapi...
Walaupun kurang etis rasanya membicarakan hal ini tapi...
...kau sanggup mengumpulkan biaya untuk operasi?
Ahh, jangan khawatir hal itu.
Aku...
...sekalipun harus menjual gymnasium itu aku pasti akan datang membawa uang operasi itu.
Jangan khwatir.
Operasi Do Kyeong kupercayakan pada dirimu, Seonsaeng-nim.
Iya, seperti itu saja.
Begitu operasi Do Kyeong sukses,
dia akan bisa berlari dan melompat tanpa masalah apapun.
Iya, aku tahu.
Seonsaeng-nim, aku... ini...
Seonsaeng-nim.
Aigoo!
Aigoo, kenapa begini? Dasar!
Do Kyeong Abeoji...
Sampai detik ini Anda sudah merawat Do Kyeong dengan sangat baik.
Sebelum operasi,
harus lebih hati-hati ya.
Baik, aku tahu.
Aku pasti akan seperti itu.
Seonsaeng-nim sungguh terima kasih. Seonsaeng-nim.
Sungguh terima kasih.
Terima kasih.
Besar sekali tenagamu.
Mau beli ikan makril?
Iya, terima kasih.
Iya.
Datang lagi ya.
Baik.
Terima kasih.
Wah! Dagangannya sudah habis terjual nih!
Kenapa ke sini?
Kenapa sih?
Sekarang kita bisa pergi makan enak, 'kan?
Kau mau makan apa?
Coba ke sini sebentar!
Ada apa?
Duduk!
Tangan.
Ah, tangan yang satunya.
Sungguh pedih hati.
Kenapa? Sakit?
Tidak, tidak, sama sekali tidak sakit.
Sial!
Sudah.
Cuma aku seorang yang baik terhadapmu, 'kan?
Rasanya lukaku langsung sembuh seketika.
Benar?
Aduh, tolong deh perhatikan keselamatanmu, oke?
Aku ganti baju baru ke sini lagi.
Hongsi...
Mau makan apa?
Makan yang Oppa pingin saja.
Hari ini kita makan apa yang Hong Si pingin makan saja.
Do Kyeong!
Do Kyeong, waktunya jalan. Sedang apa kau?
Aku sedang menjemur baju.
Sungguh aneh.
Kau habis berolah-raga lagi, 'kan?
'Nggak tuh!
Lalu kenapa beruang itu tergeletak mati seperti itu?
'Kan aku sudah bilang kau tidak boleh olah-raga?
Ayo cepat, gurumu bisa marah nanti.
Ayo cepat jalan!
Kau tidak boleh olah-raga, Do Kyeong.
Setelah tidur 15 kali, Do Kyeong kau akan menjalani operasi.
Setelah selesai operasi,
Do Kyeong boleh latihan judo.
Dan juga boleh loncat ke sana ke mari.
Benar?
Tentu.
Makanya sebelum olah-raga, tidak boleh olah-raga dulu.
Dan juga tidak boleh lari dan lompat sembarangan.
Mengerti?
- Hmm. - Baiklah.
Ayo janji sama Appa.
Janji.
Janji.
Pintar.
Pintar.
Oke, ayo sisir rambut.
Sisir rambut.
Sudah mau berangkat.
Sisir ini...
Sepertinya kita harus beli sisir yang ukurannya lebih besar, Do Kyeong.
Ya 'kan? Yang ini makin lama makin...
Dengar nasehat guru ya.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
Do Kyeong, ke sinilah.
Jangan lari!
- Jangan lari! - Pelan-pelan, pelan-pelan.
Apa itu? Apaan?
Mau mengantuk juga lepaskan dulu mouse-nya baru mengantuk.
Terima kasih.
Malam ngantuk, siang juga ngantuk.
Orang seperti ini sudah sepantasnya lekas-lekas cari isteri.
Tae Jin, kau duluan deh!
'Kan sudah punya calon.
Aku juga pingin.
Tapi Hyeon Ji bilang sebelum rumah berpintu biru tersebut dibongkar, dia belum bersedia menikah denganku.
Ah, iya.
Wah, keren sekali si Hyeon Ji.
Targetnya jelas sekali.
Iya tuh! Kontras sekali dengan seseorang yang sama sekali tidak punya target.
Ah, kau kenapa seperti ini?
Targetku adalah tidak ada target.
Anda selalu saja bilang saya tidak punya target.
Orang yang tidak punya target sudah pasti akan bilang dia tidak punya target.
Masa mau ngaku-ngaku punya?
Keterlaluan, kenapa sih orang...
Halo!
Warga mau lapor polisi.
Sudah berapa kali aku melapor ke sini?
Maaf.
Tidak peduli segetol apa pun anak aku dalam hal bermain,
pasti akan selalu pulang ke rumah.
Tapi ini sudah ada beberapa hari.
Sudah pasti ada yang terjadi dengannya.
Anu, bukannya aku tidak bisa mengerti perasaan Abeonim,
tapi kami juga sedang berusaha keras mencari.
Kalian ini...
...bekerja karena digaji dengan pajak yang kubayarkan, 'kan?
Segera cari Bok Gil sampai dapat! Bok Gil!
Mengerti?
Pasti akan kucari.
Aigoo, sungguh...
Hati-hati di jalan.
Hati-hati palamu!
Masih berani tulis penopang masyarakat. Menurutku kalian sudah menyimpang.
Kami akan berusaha maksimal bagi Anda.
Aigoo, Bok Gil...
Sudah pergi.
-= Mencari Bok Gil. Anda akan diberi imbalan. Imbalannya sejuta Won. =-
-= Mencari Bok Gil. Anda akan diberi imbalan. Imbalannya sejuta Won. =- Bok Gil!
Bok Gil!
Bok Gil, di mana kau?
Aigoo, Bok Gil sialan!
Bok Gil!
Hei!
Sebelah sini! Sebelah sini!
Pelan-pelan! Pelan-pelan!
Jangan berisik!
Sedang apa kau?
Bikin kaget!
Sedang apa kau di depan mobil orang?
Oh ini?
Ini mobilmu Ajeossi?
Tolong dimatikan dulu senternya.
Ini mobilku. Kenapa memangnya?
Ini bukan mobil yang barusan datang dari dermaga itu?
Dermaga apa?
Mobil ini daritadi di sini terus.
Kalau begitu...
Malam-malam begini
Sedang apa Anda di sini?
Anu, aku malam-malam ada di sini apa hubungannya denganmu?
Ajeossi...
Itu!
Tidak lihat?
-= Kontrol terpusat atas imigrasi ilegal =-
Ajeossi...
Tidak lihat?
Sasana olah raga judo Changsoo.
Mobil ini digunakan untuk mengantar jemput siswa di sasana olah-ragaku.
Ah, ini 'kan bisa tinggal tempel saja. Ya 'kan?
Apa maksudmu 'tinggal tempel saja?' Ini orang...
Sungguh aneh.
Ya, Do Kyeong?
Barusan mobil ini ada di dermaga.
Ah iya, waktunya kau makan obat.
Iya, iya.
- Appa akan segera ke sana. - Mobil ini barusan membawa beberapa wanita dari dermaga.
Aku lagi bicara di telepon!
Makanya aku mau tanya kalau ini mobil barusan menjemput beberapa wanita dari dermaga.
Bukan! Ini adalah mobil sasana olah-ragaku! Kampret!
Jangan menyiksa orang lagi, sana!
Aku harus segera jalan.
Cepat!
Ajeossi!
Kau tidak bisa pergi begitu saja.
Aduh, kampret ini!
Mau apa kau, kampret?
Orang hampir terluka!
Makanya mau minta Anda menurunkan kaca jendela mobilnya sebentar.
Jangan menahan orang yang tidak bersalah. Kerja kau sana!
Kalau benar kau itu polisi, kerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh polisi cepat!
Ini saya sedang melaksanakan tugas.
Dasar!
Anu...
Ajeossi!
Ajoessi satu ini.
Ajeossi!
Anda tidak bisa pergi begitu saja.
Ajeossi!
Ajeossi!
Ajeossi!
Anu...
Kenapa sih seperti ini? Dasar!
Ajeossi!
Ajeossi!
Ini 'kan mobil yang kemarin itu?
Dadah Appa!
Ke mana dia? Dasar!
Tertangkap basah olehku!
Mau kabur? Awas kau langsung kujebloskan ke dalam.
Anu, sedang apa Ada?
Hei!
Oh, si kampret itu lagi.
Aku sedang investigasi.
Anu, investigasi apa?
Kenapa investigasi terus-terusan?
Sudah kubilang ini adalah mobil untuk sasana olah-ragaku.
Dan ini adalah sasana olah-ragaku.
Aku lihat semuanya kemarin.
Mobil ini adalah buktinya.
Kalau Anda ngotot mau begitu terus,
Anda bisa diseret untuk diinterogasi.
Hei, kalau kau ngotot mau menuduh orang baik-baik jadi orang jahat,
cepat angkat kaki dari sini!
Jika kau berani menyentuh mobilku,
aku akan memberimu pelajaran.
Ngapain kau, kampret!
Hei, kampret kenapa ambil foto orang?
Sungguh menjengkelkan!
Wah, kampret ini benar-benar...
Hei pret! Jangan pernah ke sini lagi!
800 Won.
Mau satu ini juga.
Baik.
Terima kasih.
Lepaskan!
Hei!
Ya, Kim Hyeongsa-nim?
Minum-minum apaan?
Hari ini aku tidak bisa minum banyak.
Kenapa?
Bentar lagi mau bantu Hyeon Ji tutup toko.
Toko sialan itu. Tiap hari buka tutup buka tutup.
Kau tidak muak?
Kegigihan seperti itu harus ada.
Kau tidak sanggup, makanya pacaran gagal mulu.
Kau ini memang sudah solo dari lrahim. [artinya ditakdirkan melajang dari lahir]
Ini gratis, bagian dari servis.
Kenapa makarel lagi?
Badanku sekarang lagi oke. Aku 'gak mau makan ini, 'gak mau.
Kasih yang lain saja.
Cantiknya.
- Halo! - Mirip sekali dengan ayahmu.
Mau rebus atau bakar?
Bakar saja, bakar.
Baik.
Aku tidak makan hidangan laut.
Kenapa? Ini enak sekali lho!
Tidak enak.
Tidak enak juga harus dimakan.
Dengan begitu kondisimu baru bisa segera membaik.
Iya tuh! Hidangan laut sangat baik bagi kesehatan.
Kau sakit apa?
Jangan terus ngobrol dengan anak kecil. Tolong ikannya dipercepat.
Iya, baik.
Appa, kenapa sih?
Ini.
Terima kasih.
Appa akan bikin yang enak. Pulang nanti makan.
Seenak apapun itu aku tidak mau makan.
Aku akan paksa kau makan.
Akan kumuntahkan.
Kalau begitu aku cekoki ke dalam mulutmu.
Kumuntahkan lagi.
Yang pasti kau harus makan.
Kalau begitu aku muntah sambil berdiri.
Terima kasih.
Selamat jalan.
Hei Tae Jin!
Kau beli apa lagi?
- Tidak usah. - Buat adik ipar.
Hyeong, buat dinikmati sendiri saja.
Karena aku merasa bersalah.
Hyeong, kau tuh...
Ajeossi!
- Tolong bantu punguti apelnya. - Tae Jin sebelah sini, sebelah sini.
Cepat dipungut!
Appa, itu...
Jangan pegang barang orang lain!
Hyeong...
Kau tidak merasa orang itu agak aneh?
Hujan nih!
Choi Gwanjang-nim ya?
Eh?
Choi Gwanjang.
Dia kenapa memangnya?
Kau tidak merasa dia patut dicurigai?
Tampangnya juga sangar.
Apanya yang patut dicurigai?
Tampang?
Dia cuma tampangnya saja yang gahar.
Aslinya tidak seperti itu.
Duh, bagaimana ini?
Hei, hei, kantongi!
Dalam waktu dua minggu sasana olah-raga ini harus diselesaikan.
Iya.
Tolong cepat cari tahu ya.
Iya, iya.
Gwanjang-nim...
Kenapa sih ini? Bikin orang sakit jantung saja.
Bagian ini sobek.
Bukankah kau adalah atlet nasional?
Kau jebolan angkatan laut penangkap hantu?
Kok takut pada hantu?
Aku memang jebolan angkatan laut.
Tapi aku tidak suka hantu.
Tidak suka dikageti secara tiba-tiba.
Kau benci hantu ya?
Apaan? Itu adalah zombie.
Jangan bicara sembarangan.
Jangan mengacau!
Halmeoni, kau tidak apa-apa?
Iya, aku tidak apa-apa.
- Ajeossi polisi! - Ya?
Di sini ada halmeoni yang sakit.
Halmeoni?
Baik, ayo kita cek!
Apa ini?
Ngapain lagi tuh anak?
Halmeoni!
Halmeoni!
Kau tidak apa-apa?
Coba berdiri, bisa?
Aku tidak apa-apa.
Apa ini?
Do Kyeong!
Do Kyeong!
Pegang aku.
- Do Kyeong, ada apa? - Appa!
Kau tidak apa-apa? Coba kulihat.
Kau sesak nafas lagi?
Kenapa kau lari-lari? 'Kan sudah kubilang kau tidak boleh lari-lari?
Kenapa sih tidak dengar kataku?
Dasar! Ayo cepat jalan!
Lagi-lagi kau?
Putrimu?
Kenapa anak dibentak-bentak?
Dia melakukan perbuatan yang terpuji. Bukannya dipuji.
Dia tidak boleh lari-lari, kampret!
Pergi sana!
Sudah kubilang jangan suka ngurusin orang lain.
Ajeossi yang aneh.
Ayo!
Halmeoni, rumahmu di mana?
Rumahku di depan sana.
Ayo!
Selamat datang!
Anda berdua ayo masuk!
Layanan sepenuh hati.
Kunjungan Anda sangat dinantikan.
Kami akan berusaha semaksimal mungkin.
Layanan sepenuh hati.
Merokoklah sebatang.
Tidak usah.
Apa lagi itu?
Mobilnya tolong dipindahkan.
Baik.
Lima menit lagi sampai.
Sini kau!
Apaan itu?
Sialan!
Di mana kau sembunyikan hape itu?
Aku tanya, di mana kau sembunyikan hape itu!
Mana hapenya?
Tidak tahu ditaruh di mana sama perempuan itu.
Tidak ketemu.
Tidak ketemu lalu habis perkara?
Maaf.
Bagaimana caranya kalian mengawasi anak-anak?
Maaf.
Hei!
Perempuan jalang, sudah gila ya kau?
Hei!
Susah payah aku memasukkanmu dari Thailand.
Setidaknya ongkos jalannya harus kau bayar.
Jalang, habis makan apa kau sampai berani merekam diam-diam?
Hei, di mana hapenya?
Di mana hapenya?
Aku tanya kau taruh di mana!
Cepat katakan!
Sialan!
Ini... ini... ini apa ini?
Hyeong...
Beberapa waktu yang lalu aku mulai merasa jika klub malam Korea mencurigakan.
Karena itu aku mencoba mengawasinya.
Ini adalah video yang disembunyikan di dalam hape...
...oleh wanita yang bekerja di sana.
Ini adalah rekaman aslinya?
Aslinya ada padaku.
Di mana?
Tapi datanya rusak, jadi perlu dipulihkan dulu.
Ada tempat yang bisa memulihkan?
Ada.
Ada seseorang yang kukenal.
Ya, Harabeoji?
Aku segera ke sana.
- Bagaimana bagusnya ya? - Apa?
Aku harus keluar sebentar.
Oh, pergi saja.
Setelah kubicarakan dengan Inspektur Yang, aku akan meneleponmu lagi.
Baik. Maaf ya.
Tidak apa-apa. Cepat pergi.
- Kalau begitu aku cabut dulu ya. - Iya, iya.
Perbaikannya sampai begitu rapi.
Kang Sungyeong! [Sungyeong - pangkat terendah kepolisian]
Kang Sungyeong, kau di rumah?
Anda sudah datang?
Setelah kosong beberapa bulan, agak repot juga ya membersihkannya?
Telah menyusahkanmu.
Sama sekali tidak.
Ini kuncinya.
Setelah berhasil membeli rumah ini dengan susah payah,
kau harus jalani hidup dengan baik.
Terima kasih.
- Aku pamit dulu ya. - Iya.
Selamat jalan.
Hati-hati! Hati-hati!
- Hati-hati di jalan. - Iya, duluan ya.
Terima kasih.
-= Jong Sik Hyeong =-
Ya Hyeong?
Apa?
Sekarang?
Iya, Appa lagi belanja.
Ini mau langsung pulang.
Mobil di sini...
-= Pemberitahuan towing =-
-= Pemberitahuan towing =- Sialan!
Sialan!
Cuma tidak beberapa lama berhentinya.
Sialan!
Kampret itu.
Jika dia tidak mampus,
aku yang akan mampus duluan.
Dasar kampret satu itu.
Hyeong!
Jong Sik Hyeong!
Jong Sik Hyeong!
Sial!
Apa ini?
Jangan-jangan sudah mati?
Kabur ke mana?
Kampret!
Sialan!
Hei! Kenapa mobil orang diderek, kunyuk?
Apa itu?
Kampret... kau kenapa?
Apaan ini?
Minggir!
Sial, kenapa orang ini bisa di sini?
Ketemu? Sudah ketemu?
Ajeossi...
Kau bilang barangnya ada di dalam saku bajunya?
Sudah kau cek dengan benar?
Ini... dia ini kenapa?
Hei!
Hei, kunyuk!
Tae Jin, sadarkan dirimu!
Tae Jin!
Apa yang sudah kalian perbuat?
Dia melawan, kami bisa apa?
Bajingan gila!
Sudah sepakat cuma ambil barangnya saja!
'Gak usah sok jadi orang baik.
Bereskan dengan rapi!
Pusat komando! Polisi patroli diserang, polisi patroli diserang.
Ngapain kau, kampret!
- Gila ya kau? - Mohon direspon.
Malah lapor polisi?
Sudah! Ayo cepat jalan!
Hei! Masih ada orang itu! Orang itu!
Tae Jin!
Tae Jin, sadarkan dirimu!
Kampret, sadarkan dirimu!
Bagaimana ini? Bagaimana?
=Harap direspon, harap direspon.=
Pusat komando...
Di sini adalah jalan 5...51 nomor 240.
Polisi patroli diserang. Cepat ke mari! Cepat!
Tae Jin!
Tae Jin!
Sialan!
Di sini! Cepat! Cepat!
Jong Sik Hyeong!
Jong Sik Hyeong!
Jong Sik Hyeong!
Jong Sik Hyeong, tadi aku...
...diserang.
Ada apa ini?
Tae Jin, sadarkan dirimu! Tae Jin!
Apaan?
Jong Sik Hyeong! Jong Sik Hyeong!
Pelan-pelan!
Tolong minggir!
Berapa tekanan darahnya?
Tekanan darah 80/40, saturasinya...
Panggil NS, penyelamatan darurat.
Segera hubungi walinya!
Baik.
Di mana?
Oppa...
Apa yang terjadi sebenarnya?
Maaf, bagaimana kondisinya sekarang ini?
Dikarenakan pendarahan otak, sempat terjadi henti jantung.
Dia masih hidup, 'kan?
Secara medis memang masih hidup.
Lalu kapan dia baru bisa siuman?
Kalau ini masih harus dipantau lagi.
Cedera otak susah untuk diprediksi.
Karena itu tidak bisa dipastikan.
Harus dipantau sampai kapan? Dokter, tunggu sebentar.
Kau ngapain saja?
Oppa jadi begini kau ngapain saja?
Maaf, itu...
Jangan diam saja! Bicara!
Hyeon Ji.
Jangan nangis.
Hyeon Ji...
Hyeong!
Apa yang terjadi ini?
Hyeon Ji! Hyeon Ji!
Hampir saja mampus.
Anda tidak apa-apa?
Di sini... di sini tempat apa?
Anda tidak ingat?
Kemarin Anda mengalami kecelakaan.
Kecelakaan apa?
Anu...
Sekarang jam berapa?
Jam delapan lewat.
Putriku sedang menungguku.
Anda belum boleh turun dari ranjang.
Anda tidak apa-apa?
Do Kyeong! Do Kyeong!
Dia sudah menunggu semalaman.
Do Kyeong, bangun.
Appa.
Kau kenapa bisa di sini?
Sudah bangun?
Kau yang bawa dia ke sini?
Iya. Tidurmu nyenyak?
Katanya mau diet? Kenapa masih makan eskrim?
Baru satu, baru satu.
Baik-baik saja?
Iya, Appa baik-baik saja?
Coba kulihat.
Lukanya parah ya?
Berkelahi habis minum-minum ya?
Bukan.
Yang khawatir pada Appa cuma Do Kyeong seorang.
Beneran tidak berkelahi?
Tentu.
Jika Appa berkelahi karena minum-minum,
sudah pasti Appa ditangkap ajeossi polisi.
Dari kepolisian.
Sepertinya benar berkelahi sehabis minum.
Halo!
Ada orang yang sedang berada di ambang maut.
Terlebih-lebih dia seorang polisi.
'Kan sudah kubilang...
Anu... setibanya aku di sana...
Itu... siapa namanya itu...
Kang Tae Jin Sungyeong sudah telenteng di atas tanah. [Sungyeong - pangkat terendah polisi]
Orang yang mengenakan topeng aneh mendadak menyerangku.
Kalau begitu...
Kau pasti punya alasan kenapa bisa berada di sana.
Ini juga sudah kujelaskan tadi.
Mobilku diderek.
Kukira itu adalah perbuatan kunyuk satu itu.
Aku... sedikit emosi.
Jadi aku mengejar sampai ke sana.
Apaan ini? Katanya sedang di ambang maut?
Ternyata masih sehat-sehat saja tuh!
Ajeossi...
Kau bisa melihatku?
Sinting!
Ajeossi, Ajeossi.
Kau bisa melihatku?
Dasar, sungguh konyol.
Minggir!
Terima kasih!
Terima kasih Ajeossi!
Terima kasih!
Kau...
Kau sedang bicara denganku?
Ajeossi, dengar baik-baik apa yang akan kukatakan sekarang.
Aku sekarang... bukan manusia.
Terus kau itu apa?
Menurutku... aku itu bukan hantu.
Ragaku berada di sana.
Tapi aku malah berada di sini.
Sialan... bagaimana harus kujelaskan?
Kampret, minggir!
Ajeossi...
Minggir! Minggir!
Bagaimana caranya?
Kau menghindar ya?
'Kan sudah kubilang?
Sulap ya?
Kepalaku sakit.
Kaget!
Anda sudah siuman?
Ah... ternyata cuma mimpi.
Aku mimpi.
Anda tidak apa-apa?
Kenapa? Ada apa?
Kau tidak bisa melihatnya?
Maaf?
Tuh, lihat 'kan?
Kecuali Gwanjang-nim, tidak ada orang yang bisa melihatku.
Anda mengalami halusinasi pendengaran atau halusinasi penglihatan?
Anu, dia... dia... dia...
Kau benar tidak bisa melihatnya? Benar?
Aku akan memanggil dokter ke sini.
Tidak usah, tidak usah.
Tidak usah memanggil dokter ke sini.
Intinya... intinya aku sekarang sedang sendirian di sini.
Aku sendirian.
Gwanjang-nim.
Tolong bantu aku sekali ini saja.
Selain Gwanjang-nim tidak ada orang lain yang bisa membantuku. Ya?
Gwanjang-nim.
Sial, apaan ini?
Sialan!
Kenapa sih kau ini? Sialan!
Gwanjang-nim...
Aku... aku sedang berbicara dengan hantu sekarang ini.
Aku sedang berbicara dengan hantu.
Sedang apa aku ini?
Aku sudah lihat.
Lihat apa? Lihat apa?
Ceritakan dengan jujur.
Apa hubunganmu dengan Cheon Poong Gi yang di klub malam Hwanggwang?
Bisa punya hubungan apa aku dengan kipas angin klub malam? [Note: pelafalan kipas angin mirip dengan nama Poong Gi]
Apa maksudmu?
Punya hubungan apa antara kau dengan Cheon Poong Gi Sajangnya klub malam Hwanggwang.
Kau 'kan pernah bawa mobil sedan mahal ke tempat itu?
Aku?
Itu waktu aku kerja jadi supir pengganti.
Mengantar tamu ke sana. Tamu.
Terus waktu itu kenapa kau bisa berada di dermaga?
Kenapa kau mau tahu itu?
Anu, tengah malam buta nongol di tempat seperti itu...
terasa agak mencurigakan.
Almarhum isteriku ada di sana. Kenapa memangnya?
Maaf?
Aku menebar abu mendiang isteriku di sana, kunyuk.
Kenapa nanya-nanya ini terus? Kampret.
Oh, begitu.
Sepertinya aku salah paham.
Hei, sudah! Sudah!
Kau... mau aku membantumu dalam hal apa?
Kenapa sih kau nongol terus di hadapanku?
Kita harus meringkus mereka sampai ke akar-akarnya.
Mereka telah membuat kita jadi begini.
Apa maksudmu dengan 'kita'?
Aku cuma bocor kepala saja.
Yang lain-lain baik-baik saja.
Gwanjang-nim sepertinya kau terlalu menganggap remeh.
Kau pikir mereka tidak melihat wajahmu?
Masalahku bisa kuselesaikan sendiri.
Polisi 'kan juga sudah datang?
Mereka pasti akan bisa menangkapnya.
Gwanjang-nim, ini adalah masalah yang menyangkut kelangsungan hidup orang banyak.
Ah dasar... Aku lagi serius bicara.
Apa ini ya? Jangan-jangan ini kerasukan?
Tapi aku tidak bisa melihat hantu yang lain.
Duh!
Gwanjang-nim...
Bantulah aku.
Hei kunyuk...
Manusia saja aku tidak suka bantu. Kau suruh aku bantu hantu?
Aku masih belum jadi hantu. Aku belum mati.
Sudah, sudah. Masalah ini tidak ada hubungannya denganku.
- Aku tidak mau tahu. - Gwanjang-nim...
Sana! Pergi sana!
Ajeossi, sebentar sebentar!
Dia... dia... dia... Kau bisa lihat dia?
Lihat mana kau?
Lihat sini! Sini! Kau tidak lihat dia?
Tidak lihat?
Ah iya, iya. Hwaiting!
- Hwaiting apaan? - Gwanjang-nim!
Tolong bantu aku.
Dasar!
Gwanjang-nim!
Hyeong!
Adik ipar...
Kau sempat tidur?
Makanlah sedikit.
Di saat seperti ini,
kau harus makan lebih banyak supaya tetap semangat.
Maaf atas kejadian hari itu.
Tidak seharusnya aku menyalahkanmu.
Tidak apa-apa.
Aku juga bukan sengaja.
Dia pasti akan sadarkan diri.
Tae Jin tidak akan meninggalkanmu sendirian begitu saja.
Iya.
Bagaimana dengan orang itu?
Oh...
Rekan polisi sedang berusaha untuk menginterogasinya.
Tapi sepertinya dia tidak begitu ingat.
-= Cheon Sajang =-
Anu...
Tae Jin ada memberimu sebuah memory card atau yang semacamnya?
Memory card?
'Kan sudah kukasih ke dia memory cardnya?
Aku mau cek jika di dalamnya terdapat petunjuk atau semacamnya.
Sebentar ya.
Sedang apa kau ini?
'Kan sudah kubilang jangan telepon aku lagi?
Sialan!
Tae Jin...
Hyeong harus bagaimana?
Jong Sik Hyeong, kau kenapa?
Kenapa bawa pistol...
Hei!
Hei!
Kenapa menatapku seperti ini?
Sungguh melelahkan.
Kenapa menutup teleponku dengan nada suara seperti itu?
Kau bilang cuma mau ambil memory card-nya saja.
Cuma ambil memory-card...
Tapi dia sempat lihat, bagaimana dong?
Ini adalah alasanmu untuk membunuh orang?
Dasar pesakitan!
Kau masih punya waktu untuk mengkhawatirkan orang lain?
Urus saja dirimu sendiri!
Di saat kau bangkrut,
waktu itu aku yang menolongmu.
Kau sudah lupa?
Dulu...
...hubungan kita sangat baik.
Apa maksudmu 'kita'?
Kita?
Kukasih tahu kau ya...
Jangan sampai masalah ini membuatku ikut terseret, mengerti?
Ngomong apa kau? Siapa yang menyeret siapa?
Kang Sungyeong itu kau yang panggil ke sana, dasar kampret!
Memangnya aku yang panggil?
Kau yang panggil, bangsat!
Bajingan!
Dasar bajingan!
Bajingan sialan!
Kau kira aku gampang ditindas?
Jangan bertengkar!
Cheon Poong Gi!
Mengurusi wanita yang kau bawahi saja kau tidak becus.
Sehingga masalah menjadi begini.
Aku mempercayakan tempat ini padamu tapi begitu kau terhadapku.
Sungguh maaf.
Sepatah kata maaf bisa menyelesaikan?
Kenapa kau bikin kacau masalahnya?
Jika masalah ini sudah kau selesaikan dengan baik,
sudah dari dulu kampret itu berhasil dibereskan.
Dan memory card nya juga bisa diambil kembali.
Bajingan!
Jong Sik...
Karena jika Tae Jin
sempat melihatnya bagaimana?
Aku akan membujuknya.
Dia orang yang bisa dibujuk?
Jong Sik...
Tidak hanya satu atau dua orang yang takdirnya hanya sampai saling berpapasan saja.
Aku mengerti.
Poong Gi!
Ya?
Temukan memory-card itu!
Dan bereskan gudang.
Baik.
Anu...
Dan juga saksi mata.
Akan kubereskan.
Sialan!
Perempuan itu sudah pergi.
Tidak perlu menghiraukan dia.
Cari si muka bakpao itu dulu!
-= Choi Jang Soo =-
Aku ke sini untuk disuntik.
Oh, buka celanamu dan baringlah di sana.
Baik.
Gwanjang-nim, ada masalah besar!
Sudah datang! Sudah datang!
Kenapa sih kau suka banget nongol mendadak dari balik dinding?
Orang-orang itu ada di luar.
Cepat sembunyi!
Kenapa harus?
Celananya harus dibuka dulu aku baru bisa...
Tunggu sebentar!
Ah bukan, bukan. Teruskan kerjaanmu.
Sudah datang, sudah datang.
Cepat sembunyi!
Langsung lapor polisi saja, beres.
Tidak ada gunanya lapor polisi.
Lapor polisi?
Bukan.
Orang-orang di luar dan polisi...
Terus aku harus bagaimana?
...satu komplotan.
Makanya cepat sembunyi!
Aku tidak mau dengar. Keluar kau!
Menyebalkan!
Cepat keluar!
Misi! Misi! Aku mau suntik.
Jangan ikuti aku lagi! Dasar!
Misi!
Cepat sembunyi!
Gara-gara kunyuk itu.
Sebentar lagi aku akan kena penyakit halusinasi.
Hyeong, sebelah sini!
Lantai lima.
Aku ke sini untuk fisioterapi.
Harap tunggu sebentar ya.
Baik.
Ya, Bong Goo.
Do Kyeong bagaimana?
Terima kasih.
Gwanjang-nim, awas belakang!
Gwan--Gwan--Gwanjang-nim!
Makanya kau sudah kuperingatkan.
Datang! Datang! Datang!
Sialan!
Ada apa ini?
Kampret, semua ini gara-garamu.
Sialan, kabur ke mana?
Siapa mereka?
'Kan sudah kubilang?
Kau bisa bicara dengan suara normal.
Ah, iya.
Tadi 'kan sudah kuperingatkan?
Mereka adalah orang-orang jahat.
Dasar! Coba kau cek keadaan di luar bagaimana.
Cepat!
Masuk!
Sial!
Sudah pergi.
Kau naik dulu!
Sudah pergi?
Sudah pergi.
Oppaku ganteng sekali.
Ini... adalah barang-barang milik Kang Tae Jin-ssi.
-= Surat Permohonan Nikah =-
Kau mau lihat ini?
Mulai sekarang kita sudah resmi sebagai keluarga.
Coba lihat.
Ini kau, aku dan anak kita.
Aku adalah wanita yang sederhana.
Kau cepatlah siuman.
Coba lihat anak kita.
Secepat ini dia membesar lagi.
Sungguh ajaib, 'kan?
Eomma!
Eomma!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Eomma, buka pintu!
Sudah datang?
Sebelah sana, sana.
Dia kumat lagi, kumat lagi.
Tempat ini sudah bukan rumahmu lagi.
Ini adalah rumahku.
Setelah orang-tuamu meninggal
rumahmu dibeli orang lain kau pasti sangat sedih. Aku mengerti itu.
Tapi harus bagaimana?
Kau harus menatap ke depan.
Rumah itu dibangun oleh ayahku.
Dan aku lahir di situ.
Aigoo...
Aku pasti akan mendapatkan kembali rumah kami itu.
Ya, Bong Goo?
Gwanjang-nim, Do Kyeong tidak berada di sekolahnya.
=Dan juga tidak menjawab teleponnya. Bagaimana ini?=
Hei, kunyuk! Bagaimana caramu bekerja?
Maaf, sekarang aku harus bagaimana?
Cepat cari dia!
Baik, baik.
Do Kyeong!
Mau gila rasanya aku.
Hyeon Ji... Hyeon Ji...
Ya, Kim Gyeongsa. [Gyeongsa - setara dengan Letnan]
Dasar!
Yang mau kau cari itu memory-card ya?
Iya, benar. Baik.
Gwanjang-nim! Gwanjang-nim, bantu aku sebentar.
Hyeon Ji berada dalam bahaya sekarang ini.
Ya? Tolong aku sebentar.
Kumohon.
Aku minta kau bantu aku sebentar! Sialan!
Pergi kau!
Sialan!
Gwanjang-nim, hanya kau yang bisa membantuku.
Sialan!
Do Kyeong!
Duh, bagaimana ini? Aigoo...
Do Kyeong!
Bagaimana ini? Sungguh maaf.
Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Coba kau cari ulang lagi mulai dari gerbang utama taman, cepat!
Ma--maaf.
Anu, karena anak ini sama sekali tidak menjawab teleponnya.
Baik, aku mengerti.
Gwanjang-nim, harus lapor polisi dulu.
Kau jangan banyak mulut!
Sekalipun begitu, aku tetap tidak akan membantumu.
Bye-bye!
Anu, apa saja kerja kalian sebenarnya?
Aku bilang anakku menghilang dan teleponnya juga tidak dijawab.
Berhubung sudah lapor polisi, tunggulah beberapa waktu lagi.
Polisi juga sudah bilang akan menugaskan tenaga pencari.
Anu, dari tadi aku disuruh tunggu-tunggu terus.
Jika terjadi sesuatu pada anakku,
kau sanggup bertanggung-jawab?
Aku bisa mengerti perasaan Ajeossi sekarang ini.
Jika aku meninggalkan tempat ini dan berkeliaran di luar---
Apa maksudmu berkeliaran, kampret!
Kunyuk, jangan karena ini adalah masalah orang lain kau jadi asal ngomong saja.
Iya, masalah orang lain. Masalah orang lain.
Gwanjang-nim...
Sudah ketemu. Do Kyeong.
Sudah ketemu?
Sekarang ada di mana?
Do Kyeong!
Do Kyeong!
Do Kyeong! Do Kyeong kau kenapa?
Do Kyeong! Cepat!
Do Kyeong!
-= Eomma =-
Ada orang?Sebelah sini!
Sebelah sini!
Awas kepala.
Baik.
Hilang kesadaran, hilang kesadaran.
Wali, harap tunggu di luar.
Dia adalah pasien bedah toraks dokter Kim.
Kondisi jantungnya kurang bagus.
Harap tunggu di luar.
Coba cek tekanan darahnya!
Baik.
Tanda-tanda vitalnya bagaimana?
Baik, akan dicek kembali.
Bagaimana? Semuanya baik-baik saja?
Hampir saja terjadi yang tidak diinginkan.
Jika terlambat sedikit tidak akan bisa diselamatkan lagi.
Sungguh beruntung ketahuan sebelum itu.
Saat ini masa kritisnya sudah lewat.
Jadi tidak perlu terlalu khawatir lagi.
Seonsaeng-nim, sungguh terima kasih.
Terima kasih.
Sudah lama Do Kyeong sakit?
Ibunya memang pada dasarnya jantungnya kurang bagus.
Do Kyeong mewarisi penyakit ibunya.
Yang memperburuk keadaan adalah...
...empat tahun yang lalu terjadi sebuah kecelakaan besar.
Apa itu?
Sepertinya terjadi kecelakaan.
Bagaimana baiknya?
Di situ sepertinya ada o--orang.
Yeobo!
Aku coba cek ke sana sebentar.
Yeobo, hati-hati ya!
Cepat balik ke sini ya.
Iya.
Tunggu sebentar!
Istriku masih di dalam.
Ibunya Do Kyeong meninggal begitu saja.
Dengan susah payah akhirnya nyawa Do Kyeong seorang bisa diselamatkan.
Andai saja pada saat itu aku berpura-pura tidak melihat apapun dan meneruskan perjalanan,
dia tidak akan meninggal seperti itu.
Sampai sekarang setiap hari aku tidak henti-hentinya memikirkan itu.
Terima kasih karena telah menyelamatkan putriku.
Tapi mana aku punya kekuatan untuk menolong orang lain.
Aku adalah orang yang tidak sanggup melindungi keluarganya sendiri.
Maaf.
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Sialan!
Gara-gara ini oppa menjadi seperti begini?
I--Ini...
Kau lihat?
Aku... percaya polisi pasti akan menangkap orang-orang jahat itu.
Kupercayakan padamu.
Bangsat!
Hyeon Ji, kau harus lebih berhati-hati.
Maaf?
Kau harus selalu waspada, oke?
Ya?
Sudah berapa lama pasien menunjukkan gejala seperti ini?
Lebih dari dua puluh detik.
Injeksi 1 ml.
Baik, injeksi 1 ml.
Tidak apa-apa, 'kan?
Untuk saat ini dia berhasil diselamatkan.
Tapi harapannya masih sangat rendah.
Anu... sepertinya harus ada persiapan bathin.
Cepat bangun!
Kusuruh kau bangun.
Hong Si, sungguh terima kasih padamu.
Tolong jaga dirimu dengan baik.
Hyeon Ji!
Hyeon Ji!
Hyeon Ji!
Appa...
Do Kyeong...
Kau baik-baik saja?
Appa...
Do Kyeong, kau buat Appa jantungan.
Kenapa kau tidak kasih tahu Appa kalau kau ke sana?
Maaf.
Appa juga pasti sangat merindukan Eomma.
Aku takut Appa khawatir.
Baiklah.
Kelak jangan pergi ke sana tanpa memberitahukan pada Appa.
Mengerti?
Aku telah berbuat salah.
Mau apa kalian ini?
Hei, mana memory-card nya?
Orang yang membuat oppa jadi begini adalah kau?
- Apa? - Kau, 'kan?
Kau ya, bajingan!
Sepertinya dia tidak ada bedanya dengan lakinya, besar mulut.
Anu, apa maksudnya ini?
Keluarga donatur organ jantung menolak menanda-tangani.
Seonsaeng, mana boleh mendadak berubah seperti ini?
Maaf, mungkin harus menunggu munculnya donatur berikutnya.
Anu Seonsaeng-nim, Anda sungguh tidak bertanggung-jawab.
Seonsaeng-nim, empat tahun. Empat tahun lamanya kita menunggu.
Seonsaeng-nim, jangan begitu. Sungguh...
Abeonim, aku juga mengerti.
Sekarang ini aku juga kebingungan, Abeonim.
Tapi tidak ada yang dapat kita lakukan di situasi seperti ini.
Seonsaeng-nim, kalau begitu... izinkan aku bertemu dengan orang itu.
Keluarganya itu, izinkan aku menemui mereka.
Biar aku yang bicara dengan mereka.
Boleh?
Kau juga tahu, berdasarkan hukum identitas donatur tidak boleh dibocorkan.
Sungguh maaf.
Masalah Do Kyeong, aku sudah dengar.
Gwajang-nim, maaf.
Selama ini...
...tidak pernah sekalipun aku tidur dengan nyenyak.
Aku takut di saat aku lelap tertidur, terjadi sesuatu atas diri Do Kyeong.
Do Kyeong... sanggup bertahan berapa lama aku juga tidak tahu.
Gwanjang-nim...
Hyeon Ji... sudah diculik.
Hyeon Ji sama sekali tidak tahu apa-apa.
Tidak ada orang lain selain Gwanjang-nim yang dapat kuminta untuk menolongku.
Tidak lama lagi...
...aku akan mati.
Di saat aku masih bernafas...
...ini adalah permintaan terakhirku.
Hei!
Memory cardnya?
Lepaskan dia dulu.
Kau sedang bernegosiasi denganku?
Posisimu seperti apa sekarang? Masih berani macam-macam?
Sialan! Mau kau loncat ke dalam laut itu?
Mau?
Keluarkan!
Dicek dulu!
Untuk apa kau mau mendapatkan itu?
Kenapa berbeda dengan biasanya?
Benar barangnya.
Lepaskan orang itu.
Aku bisa atur sendiri, bangsat.
Gwanjang-nim!
Dasar ini anak.
Kau... berapa umurmu? Sini dulu sebentar!
Kalian tidak boleh lihat.
71...9...
5...
59...05.
Gudang pendingin Bokgyeong. Kau tahu tempatnya di mana?
Iya, tahu.
Anda sudah tiba?
Kau mau apa?
Kunyuk ini, melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan.
Mari kita bicara.
Kau mau apa?
Aku mengarungi neraka demi dirimu tapi kau malah membawa pergi semua uang yang ada.
Setelah kupikir-pikir, sepertinya tidak pantas begitu.
Bukankah sudah saatnya bagimu untuk pensiun?
Memang sudah saatnya pensiun.
Ya, 'kan? Saatnya pergi mati.
Sedang bersiap-siap pensiun.
Tidurlah dengan nyenyak.
Baik.
Mau ke mana ini? Dasar!
Gwanjang-nim, di sini tempatnya gudang pendingin Bokgyeong.
Tapi kenapa orang itu dari tadi ngikut kita terus?
Bantuannya akan dibutuhkan.
Ngomong-ngomong, Anda bicara dengan siapa dari tadi? Dasar!
Ah, terkunci. Sial!
Aku coba masuk dulu ke dalam.
Tidak ada pintu yang lain?
Eh?
Anu, Anda mau apa? Kenapa mau masuk ke dalam?
Maaf.
Oh, hujan batu es!
Hei, jangan sembarangan pegang!
Gwanjang-nim, pintu masuknya sebelah sana.
Baik.
Kenapa mau masuk ke dalam?
- Siapa? Kau siapa? - Kampret! Kaget aku!
Halo, pintunya tidak dikunci rupanya.
Anu, aku...
Kenapa? Kenapa? Kenapa berbuat begitu terhadap orang?
Hei, kecilkan suaramu!
Hei, kau jaga-jaga di sini. Mengerti?
Kenapa? Kenapa aku disuruh melakukan hal seperti ini terus?
Ini anak. Oke, kau akan kujadikan pelatih.
Dan naik gaji.
Baik, hati-hati di jalan.
Gwanjang-nim!
Oh, sudah ketemu?
Belum. Di sebelah sana ada beberapa wanita yang diikat.
Siapa?
- Kau cepat cari Hyeon Ji sana! Cepat! - Ajeossi, kau siapa?
Aku ke sini cari orang.
Kau tidak boleh ke sini, mengerti?
Kau tidak boleh masuk ke sini.
Hyeon Ji...
Hei, kunyuk! Kenapa kau ikutan masuk ke sini?
Di luar tidak ada orang sama sekali.
Situasi macam apa ini?
Bagus!
- Jangan takut. - Jangan! Jangan! - Cepat lepaskan ikatannya!
Jangan takut! Jangan takut! Aku bukan orang jahat.
Gwanjang-nim!
Sepertinya aku sudah menemukan Hyeon Ji.
Oh, ayo kita segera ke sana. Bong Goo, cepat bawa mereka keluar.
Iya, iya, iya.
Hyeongnim, ada orang yang menyelundup masuk ke sini.
Siapa?
Si saksi mata itu.
Jong Sik, kau ikut aku!
Ini aku, ada laporan jika ada orang yang sedang mengacau di gudang pendingin Bokgyeong yang di jalan Hongseong.
Kirim ke sini semua polisi patroli yang sedang berpatroli!
Anda... mau bagaimana?
Kita tidak boleh sampai terlibat. Berhubung tempat ini sudah diambil alih oleh Poong Gi,
biar Poong Gi yang menanggung semuanya.
Poong Gi tidak akan tinggal diam.
Kau pernah lihat orang mati bicara?
Gwanjang-nim, cepat! Cepat!
Sudah di jalan?
Orang itu adalah Inspektur Yang.
Kalian tetap di sini bereskan semuanya!
Kau cepat ke sana tangkap mereka.
Hei, berhenti!
Siapa lagi?
Dia adalah si saksi mata itu.
Siapa yang mengacau di sini?
Kabarnya di tempat ini Ajeossi telah berbuat kejahatan.
Kau tahu siapa aku?
Aku orang yang bertanggung-jawab atas keamanan di daerah ini.
Jangan usil mengurusi urusan orang lain. Urus saja dirimu sendiri.
Awalnya aku tidak tertarik dengan urusan orang lain.
Tapi aku akhirnya belajar jika tidak bisa hidup seperti begitu di dunia ini.
Baik, aku akan mengajarimu konsekuensi terhadap orang yang suka usil itu seperti apa.
Beri salam!
Baik.
Hyeon Ji.
Bangun! Bangun!
Kampret!
Sebelah sini! Sebelah sini! Cepat! Cepat!
Sedang apa kalian? Bukan aku, tapi orang itu yang harus kalian tangkap.
- Jangan bergerak! -Sedang apa kalian?
Duh, tidak seharusnya begini.
Kunyuk ini sudah lama kuawasi.
Dia itu satu komplotan dengan Cheon Poong Gi Sajang tempat ini. Tangkap dia!
Hei, apa maksudmu? Bukan aku! Dasar!
Ceritakan saja nanti di kantor polisi.
Wah! Benar-benar!
- Sudah kau hubungi? - Sebentar lagi tiba.
Kami dari tim kriminal Kepolisian distrik Selatan.
Kenapa kalian menggantikan polisi sipil ke sini?
Yang pasti, senang sekali bisa bertemu denganmu.
Aku Inspektur Yang dari Kepolisian Hongseong.
Kau telah bekerja keras.
Kampret, apa yang kau lakukan?
Aku sudah memutuskan untuk menerima hukuman atas perbuatanku sendiri.
Kita akhiri saja semuanya di sini.
Bebaskan dia! Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami.
Hei, bebaskan orang itu!
Atas tuduhan dugaan penyelundupan, perdagangan manusia, konten pornografi dan suap...
memberi perintah membunuh, percobaan pembunuhan, dan penculikan...
Bajingan kalian! Kalian tidak tahu siapa aku?
Inspektur Yang!
Bajingan!
- Jangan begitu! - Jangan mendekat! Jangan mendekat!
Inspektur Yang!
Jangan mendekat!
Inspektur Yang!
Kubilang jangan mendekat!
Jangan mendekat! Jangan mendekat!
Tae Jin!
Hei, kenapa kau kegirangan sendiri? Kau baik-baik saja?
Iya, baik-baik saja.
Kau harus cepat cari Hyeon Ji. Ayo cepat bangun!
Sebelah sini!
Oh, iyakah?
Di sana.
Hyeon Ji-ssi, kau tidak apa-apa?
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ https://ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~
Aku juga... menginginkan seorang anak perempuan seperti dia.
Sepertinya Gwanjang-nim dan aku sungguh berjodoh.
Oh ya?
Kelak jika tidak bisa melihatmu lagi, aku akan merasa sangat hampa.
Semuanya sudah berakhir, 'kan?
Iya, seperti itu. Gwanjang-nim...
Aku memiliki sebuah permohonan terakhir.
Aku juga ingin sekali tinggal di sini bersamamu.
Maaf?
- Aku ingin sekali memelukmu, Hyeon Ji. - Apa kau bilang?
Oh, bb--bukan aku. Aku sedang menyampaikan pesan Tae Jin.
Ppe--pesan oppa?
Iya.
Hei, kau harus menunjukkan sesuatu supaya dia percaya.
Ah, Hong Si aku ada di sini.
Oppa... Oppa ada di sini?
Anu... dia sedang berdiri di depanmu.
Hyeon Ji...
Oppa...
Aku... aku harus pergi.
Apa?
Kau... dan anak kita sudah kulindungi. Aku harus pergi.
Apa maksudmu ini, Oppa?
Kau harus sembuh.
Hyeon Ji, aku memiliki sebuah permintaan.
Aku ingin mendonorkan jantungku kepada anak perempuan Gwanjang-nim.
Tidak! Oppa, tidak!
Oppa, aku tidak bisa membiarkanmu pergi.
Kumohon, jangan tinggalkan aku seorang diri.
Hyeon Ji-ku...
Setelah aku sudah tiada siapa yang akan melindungimu?
Siapa yang akan membantumu menutup toko?
Siapa yang akan memasak untukmu?
Kumohon Oppa... jangan pergi.
Gwanjang-nim...
Hyeon Ji-ku... kutitipkan padamu ya?
Aku pamit dulu ya?
Jangan!
Jangan Oppa!
Jangan Oppa! Jangan pergi!
Oppa!
Jangan! Oppa!
Seonsaeng-nim! Seonsaeng-nim, kupercayakan Do Kyeong ke dalam tanganmu.
Ah iya.
- Seonsaeng-nim, tolong ya. - Jangan terlalu khawatir.
Seonsaeng-nim, kupercayakan Do Kyeong ke dalam tanganmu. Tolong ya.
Anu, Abeonim... Mungkinkah...
Istriku masih berada di dalam mobil.
Anda adalah orang tua waktu itu?
Iya Kami berdua sangat ingin bertemu denganmu.
Entah berapa lama kami mencarimu.
Ya Tuhan, malah bertemu seperti begini.
Bagaimana ya ini? Bertemu denganmu seperti ini.
Abeonim, aku pasti akan menyembuhkan anak ini.
Kau jangan khawatir.
Seonsaeng-nim, terima kasih.
Terima kasih. Seonsaeng-nim terima kasih.
Anastesi selesai.
Mari kita mulai.
Rumah si halmeoni punya pembatas lipat?
Pingin nyium bau dupa bakar di belakang?
Mau turun?
Hati-hati!
Maaf.
Sana!
Tidak apa-apa.
Minta ibumu mengompresnya dengan es batu.
Judo!
Halo Gwanjang-nim!
Halo!
Judo!
- Halo! - Halo! Halo!
- Do Kyeong! - Do Kyeong mau ke mana?
Gwanjang-nim, sepertinya kita perlu pindah ke tempat yang lebih luas.
Oke, coba kau cari.
Serius?
Iya, 'kan kau punya banyak duit?
Hei, kau punya banyak duit 'kan?
- Eonni! - Do Kyeong, kau sudah datang?
Apa kabarmu hari ini?
Eonni, hari ini aku juara satu di tempat judo.
Pertama.
Wah, Do Kyeong hebat sekali.
Coba aku dengar.
Bayinya juga suka dengan suara detakan jantungku ya?
Suara paling merdu di seluruh dunia ini.
Eonni.
Ya?
Hadiah.
Ini apa?
Lukisan Do Kyeong ya?
Iya.
Hebat sekali.
Appa!
Oke, sudah selesai.
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.