Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh mifae :)
Aku tak mau lewat sini.
Semua rumah bagus ada di seberang kota.
Ini jalan tercepat.
Ayolah!
Kau mau menemui Lisa, kan?
Terus kenapa?
Ibu menyuruhmu menemaniku cari permen.
Memang. Bersama Lisa.
Aku tak mau berada di sini.
Tunggu!
Ben?
Ben?
Ben! Ini sudah tidak lucu lagi!
Ben!
Ben?
Ben!
Ben?
Ben!
Ben?
Kau harus lihat wajahmu tadi!
Astaga.
Kalian pasangan bodoh, tahu tidak?
Kalau kalian berdua cerita
tentang ini pada siapa pun, aku bersumpah...
Jangan khawatir. Aku takkan bilang siapa pun
kau menjerit seperti gadis kecil!
Jangan asal bicara, Kawan!
Jangan marahi Ben. Itu ideku.
Kurasa aku harus cari cara
untuk menebusnya padamu.
Jijik! Aku masih bisa mendengar kalian.
Masa? Mungkin kau harus jalan terus.
Tak masalah bagiku.
Kau mau ke mana?
Kantong ini takkan terisi sendiri.
Tak ada yang tinggal di sana, Bodoh. Ayo.
Kita masih harus keliling dua blok lagi.
Tapi aku lihat seseorang di jendela.
Kau hanya buang waktu.
Lihat, kan? Kita bisa pergi sekarang?
Tapi aku lihat seseorang di dalam.
Kakakmu benar, Ben. Kita harus pergi.
Ben!
- Apa yang kau lakukan? - Itu bukan kesalahanku.
Kita harus bersihkan lukanya.
Baik. Kalian merencanakan sesuatu lagi, kan?
Ini lelucon, kan?
Ben!
- Ben! - Jason!
Tipuan atau permen!
Aku mau tukar denganmu.
Seseorang, tolong.
Tolong.
Tolong.
Kau tak apa-apa?
- Dia membunuh mereka! - Siapa?
Dia membunuh mereka.
Siapa? Di mana?
Di rumah tua
di Oakwood Lane. Dekat pemakaman.
Dia tahu apa yang kau takuti.
Oh, tidak.
- Dia ada di sini! - Apa?
- Dia ada di sini! Tolong aku! - Di mana? Apa?
- Apa yang kau lihat? - Tolong aku!
- Apa? - Ular! Tolong!
- Ular apa? Aku tak lihat apa pun! - Tidak!
Pergi!
Ini Petugas Rance. Mohon segera kirim bantuan
ke 59 Oakwood Lane.
Kemungkinan pembunuhan sedang terjadi.
Kuulangi, butuh bantuan!
59 Oakwood Lane!
- [Jangan Pernah Mengetuk] - Apa ini? Ya, Tuhan!
Sudah setahun sejak penemuan mengerikan
beberapa remaja dibunuh di East End
dalam kasus yang sudah ditutup.
Polisi Autumn Ridge meminta informasi apa pun
terkait pembunuhan di 59 Oakwood Lane
tahun lalu. Berita lainnya...
Dalam peringatan 11 tahun
peristiwa yang dikenal sebagai pembunuhan Neverknock
pihak berwenang meminta pencari permen menghentikan
ritual mengetuk Neverknock
di 59 Oakwood Lane
karena rumah itu dan sebelahnya
telah dikutuk dan sangat berbahaya bagi masyarakat.
Polisi juga meminta...
Hangatkan diri Anda malam ini karena Anda punya kesempatan
mengikuti kontes Neverknock di KTMN
dan menang $1.000 jika Anda dan teman-teman
mengetuk pintu tiga kali
di 59 Oakwood Lane sambil berkata
"Jangan pernah mengetuk."
Bagi yang cukup beruntung dan selamat
pemenang akan diumumkan langsung tengah malam nanti.
$1 dapat tiga!
Hai!
Kenapa kita tak merayakan festival ini berempat saja
- seperti biasanya? - Grace tidak kenal
banyak orang. Entahlah. Kupikir
akan menyenangkan kalau dia boleh ikut.
Sepertinya ada yang naksir anak baru.
Grace ada di kelas bahasa Inggrisku. Dia memang manis.
Apa pedulimu?
Jangan tergesa-gesa.
Dengarkan aku, Leah.
Jika ingin sesuatu dalam hidup, kau harus mengejarnya.
Jangan buat dia panik.
Maksudmu, menakutinya?
Baik. Bisa berhenti membahas ini?
Apa benar...
Ibunya Grace tewas dalam kebakaran?
Tampaknya kau tahu banyak tentang gadis itu.
Apa? Semua orang tahu!
Ada kecelakaan mobil tahun lalu.
Mobilnya terbalik, terbakar, dan Grace hampir tewas.
Bagus.
Gadis piatu. Sepertinya akan sangat seru.
Tidak!
Ibu!
Apa yang dilakukannya? Tarik gadis itu!
- Tarik dia! - Ibu! Tidak!
Tidak! Lepaskan aku!
Dia ada di dalam! Tidak! Ibu!
Ya, ampun.
Apa yang kubilang tentang masuk tiba-tiba seperti itu?
Aku mencari tandukku. Kau harus makan obat.
Tidak hari ini.
Pokoknya tidak hari ini.
Aku juga merindukannya, tahu tidak?
Aku tahu.
Tunggu. Apa yang kau lakukan?
Kukira kau akan pergi keluar bersama teman-teman malam ini.
Ayah baru saja telepon.
Ada operasi mendadak
jadi, dia akan pulang larut malam dari kota.
Hei.
Sepertinya hanya ada kita berdua malam ini.
Kau bisa mengajakku. Aku takkan mengganggu.
Yang benar saja. Tidak akan.
Kau hanya cari alasan untuk tidak pergi.
Aku takkan mengajakmu.
Oke?
Mereka datang. Aku akan bilang kau segera turun.
Jangan! Tunggu! Jenna!
Hai.
- Hai. - Maaf.
Hanya sampai Ayahku pulang.
Tak masalah. Pestanya...
dimulai nanti malam.
Ini semakin seru saja.
Grace.
Ini Sydney, Gavin, dan Amy. Teman-teman, ini Grace
dan...
Jenna.
Hai.
Hai.
Nah.
Ke mana?
Kupikir mungkin Jenna
mau lihat House of Horrors.
Aku ikut.
Menuju ke House of Horrors.
Baiklah.
- Maaf. Dia memaksa. - Tak masalah.
Kalau mengganggu, kita bisa memulangkannya.
Tidak! Sungguh. Tak masalah.
- Baiklah. - Tunggu, Teman-teman.
Hot dog! Ayo beli hot dog!
Hei, kau! Ayo cepat!
Diam! Kau tahu aku benci anjing!
Ya, terutama yang galak.
Kalian benar-benar
anggap serius Halloween, ya?
Ini kota tua. Para arwah butuh
semalam saja untuk keluar dan bermain, kan?
Ya. Selamat datang di Autumn Ridge di mana sema orang
punya ceirta hantu dan penuh omong ko...
Ada anak-anak di sini!
Jenna!
Jenna!
- Jenna! - Kalian ikut tidak?
Dia sangat bersemangat.
Benar sekali.
Aku tahu kau berusaha membuktikan sesuatu
soal adiknya, tapi mungkin kita harus berpikir ulang.
Kalau kau takut melihat sedikit darah palsu
- mungkin tunggu di luar saja. - Tidak, aku...
Aku tak takut melihat sedikit darah.
Sungguh!
Bagus.
Kau yakin mau masuk?
Tentu saja! Dia pasti suka.
Ide siapa ini?
Sydney?
Amy? Leah?
Gavin?
Gavin?
Astaga!
Astaga.
- Grace? - Rupanya kau di sana!
Grace, kemarilah!
Astaga!
Aku ingin tahu Jenna di mana.
Mungkin bersama yang lain.
- Ayo pergi. - Baiklah.
Tunggu.
- Baiklah. - Lewat sini.
Astaga!
Otak.
Sydney! Ayolah.
Kumohon jangan. Apa pun selain darah.
Ya, Tuhan!
Jangan darah!
Darah ada di mana-mana!
Kumohon! Hentikan!
Hentikan!
Gavin! Kau tak apa-apa?
- Ya. - Ayo.
Gavin?
Gavin?
Sayang, di mana kau?
Baiklah.
Kami...
- Kami bukan... - Ya, ini bukan..
seperti yang terlihat.
Kau takkan bilang...
Bilang apa-apa?
Untuk apa?
Tunggu. Kalau dia beri tahu Sydney?
Apa itu begitu buruk?
Dia tidak menghargaimu.
Tidak. Jenna!
Rupanya kau di sana.
- Hei. - Sepertinya...
Jenna...
Aku baru mau beri tahu Gavin bahwa Jenna...
ternyata tidak takut.
Masa?
Aku tahu. Aku hampir
kena serangan jantung tadi.
Kita pergi ke Neverknock saja.
Kurasa dia tak berani pergi ke Neverknock.
Coba saja.
Apa itu Neverknock?
Harus melewati pemakaman.
Ayo pergi.
Kalian mendengarnya. Ayo pergi.
Baiklah.
Teman-teman.
Ayolah! Pasti seru.
Baik. Tunggu. Apa itu Neverknock?
Ayolah!
Di malam Halloween tahun 1986
tiga remaja ditemukan tewas.
Mereka semua dibunuh
di 59 Oakwood Lane.
Polisi yang temukan jasadnya
temukan tiga kata terukir di punggung jasad mereka.
Apa kata-katanya?
"Jangan pernah...
mengetuk."
Baik. Itu pasti bohong.
Itu fakta. Kau bisa mencarinya.
Baik. Lalu siapa pembunuhnya?
- Tak ada yang tahu. - Tapi dia tahu
apa yang kalian takuti.
- Siapa? - Neverknock.
Baik. Tidak mungkin
- cerita ini benar. - Ini Halloween
jadi, ketuk pintunya tiga kali dan bilang, "Never, never knock."
Kau akan tahu itu benar atau tidak.
Kalau kau cukup berani.
Baiklah.
Ayo. Kurasa sudah saatnya kau pulang.
- Ayolah. - Tidak. Tunggu!
- Aku tidak takut! - Jenna! Jangan...
Ayo lihat siapa yang menjawab!
Jenna!
Yang benar saja!
Jangan bodoh, Jenna.
Oke?
Sempurna. Keluar dari sana, Jenna!
- Kau benar-benar nakal. - Lebih baik dari penakut.
Baik. Kami mengerti.
Kau sudah membuktikannya.
Siapa yang takut sekarang?
Baiklah.
- Baiklah. - Serius?
Hei!
- Lepaskan. - Maaf. Pertunjukan selesai.
- Lepaskan! - Bagus sekali.
Ayah akan senang mendengar ini. Hei! Jangan!
- Jangan nakal, Jenna! - Never...
never...
knock.
Itu seru.
Baik. Ikut denganku sekarang.
Teman-teman!
Ini lelucon, kan?
Kalian semua...
mau bersenang-senang dan mengerjai anak baru.
Aku takkan berbuat begitu padamu.
Aku mau pergi dari sini!
Apa yang barusan terjadi?
Jenna!
Jenna!
Jenna!
Jenna!
Grace!
- Dia tak ada di dalam! - Lepaskan aku!
- Oke? - Dia tak ada di dalam!
Grace, dia benar. Lihat.
Ya. Kau...
- Mungkin dia takut dan kabur. - Ya.
- Tapi aku melihat... - Dengar. Mungkin itu
- ulah orang iseng. Benar, kan? - Ya. Itu bukan
pertama kalinya kita mengetuk pintu itu. Orang melakukannya
setiap Halloween.
Aku akan masuk dan menemanimu mencarinya kalau mau
tapi kurasa mereka benar.
Menurutku Jenna kabur.
Maaf.
Ayo.
Jenna!
Jenna!
Jenna, ini...
Ini tidak lucu, Jenna!
Ayo.
Jenna!
- Jenna! - Jenna!
- Jenna, di mana kau? - Dia masih belum menjawab.
- Kau yakin dia bawa ponsel? - Jenna tak pernah pergi
- tanpa bawa ponselnya. - Jenna!
- Di mana kau? - Jenna!
- Jenna! - Hai.
Hai, Yah. Maaf. Aku...
Kukira Ayah orang lain.
Tidak. Semuanya...
Semuanya baik-baik saja.
Ya. Dia ada di rumah.
Aku menunggunya sebelum kami pergi ke pusat kota.
Ya. Pasti seru.
Jangan khawatir. Kami akur.
Baik-baik saja.
Baiklah.
Kalau begitu...
kami takkan menunuggu.
Sampai besok.
Aku juga sayang Ayah.
Aku akan pulang.
Seharusnya aku tak tinggalkan rumah tanpa memeriksanya.
Apa yang kupikirkan?
Kalian ikut?
- Gavin! - Apa?
Kita tak bisa biarkan mereka pergi sendiri, kan?
Tentu saja bisa.
Ayo.
Jenna, di mana kau?
Jenna?
Jenna, kalau ini kau
berhentilah bercanda! Oke?
Jenna?
Halo?
Halo!
Cepat!
Tunggu. Apa yang terjadi?
Aku tak tahu! Ayo pergi.
Ayo!
Jenna, jika ini permainan, tolong hentikan!
Astaga! Cepat!
Grace, tunggu! Kau tak tahu
itu siapa!
Ayo!
Ini menyebalkan.
Grace?
Grace?
Grace?
Dengar.
Kau dengar itu?
Di sana.
Baik. Kurasa sudah saatnya kita panggil bantuan.
- Ya, aku setuju dengan Leah. - Jangan.
Jika Jenna ditangkap dan kita pergi sekarang
- kita takkan melihatnya lagi. - Baik. Bagaimana kalau ini
bukan permainan Jenna dan dia memang ditangkap?
Apa yang akan kau lakukan begitu kita temukan mereka?
Terserah kalian mau apa. Aku akan mencari adikku.
Grace, tunggu!
Ayo. Aku akan buka obrolan grup.
Siapa pun yang temukan Jenna harus beri tahu yang lain.
- Kita takkan pergi! - Harus, Sydney!
- Tidak. - Dengar. Jika ada masalah
aku tak mau jadi orang yang harus lapor polisi
bahwa kita diam saja tanpa berbuat apa-apa.
Baik, tapi bagaimana kalau...
Bagaimana kalau itu benar?
- Apanya? - Kau melihat darahnya
di pintu dan dengar suara itu. Bagaimana kalau ini...
Kalian tahu...
Itu cerita seram, Sydney.
Baik. Lalu apa penjelasannya?
Aku tak tahu apa yang terjadi
tapi aku berjanji padamu Neverknock itu tidak nyata.
Apa kalian berdua...
butuh waktu berduaan atau kita bisa pergi?
Ya.
Ayo.
Jenna!
Jenna?
Lewat sini.
Lewat mana?
- Mungkin kita harus berpencar. - Tidak bisa.
Itu tak pernah berhasil bagi siapa pun.
Aku...
- Ayo lewat sini. - Tunggu!
Jenna?
Jenna?
Tunggu.
- Lewat sini. - Ya.
Teman-teman, aku...
Aku temukan ponsel Jenna.
Grace?
Sydney!
Kau sudah temukan adikmu? Aku temukan ponselnya.
Kau bersama adikku?
Kau menemukan Jenna?
Sydney? Halo?
Sydney!
Itu jeritan Sydney!
Sydney! Kau pergi ke mana?
- Sydney! - Apa yang terjadi?
- Sydney! - Apa yang terjadi?
Aku tak tahu! Ayo!
Lewat sini!
Sydney, katakan di mana kau berada!
Apa yang terjadi?
Sydney! Di mana kau?
Sydney!
Sydney! Kau menakuti kami!
Sydney!
Tolong aku!
Tolong! Seseorang, tolong!
Tolong! Dia membunuhku!
Sydney!
Sydney! Di mana kau?
- Sydney! - Sydney!
Sydney!
Tolong aku!
Tolong aku! Dia membunuhku!
Sydney!
Sydney!
Sydney!
Kumohon.
Tolong aku. Kumohon.
Kenapa kau tak menolongku?
Tidak!
Tidak!
Baik. Kita harus pergi sekarang!
- Apa itu? - Dia menangkapnya!
Kita harus pergi dari sini!
- Ada apa? - Apa yang terjadi pada Sydney?
Kurasa...
- dia membunuhnya. - Apa?
Apa yang membunuhnya, Gavin?
Neverknock. Oke? Dia nyata.
Hentikan, Gavin. Ini tidak lucu!
Ayo kita pergi saja!
Dia tahu hal yang kita takuti.
Aku tak punya waktu untuk lelucon.
Lakukan apa yang kalian mau!
Kalau mau hidup, ikut denganku.
- Gavin! - Tidak. Tunggu!
Kau melihat Jenna?
Kau melihat adikku?
Kita harus bagaimana?
- Aku tak tahu! - Tunggu. Kau mau ke mana?
Ucapannya tidak masuk akal.
Aku harus temukan adikku.
Tapi...
Sial.
Gavin!
Gavin!
- Waktu kita sedikit! - Gavin!
Gavin! Katakan apa yang kau lihat!
Katakan apa yang terjadi. Gavin, kumohon.
Kau harus ceritakan kejadiannya padaku.
- Kumohon. - Baiklah. Dia tahu
Sydney takut jarum. Makanya dia menjerit
- dan aku... Tidak. Darah. - Apa?
- Darah apa? - Darah. Tidak.
- Gavin, ada apa? - Tidak! Jangan ganggu aku!
Ada apa?
Gavin!
Darah apa?
Gavin!
Jenna?
Tidak.
Tidak.
Kita harus telepon polisi.
Aku...
Aku harus pergi dari sini dan temukan adikku.
Grace?
Grace!
Tipuan atau permen!
Gavin!
Tipuan atau permen!
Gavin!
Gavin!
Gavin!
Gavin!
Tidak.
- Tidak! - Ada apa?
Api ada di mana-mana!
Api!
Grace! Tidak ada api!
Tidak!
Tidak!
Ibu!
- Ini tidak nyata. - Aku tidak bisa!
Api ada di mana-mana!
Apa maumu?
Aku akan bawa kita pergi dari sini! Ayo!
Tunggu!
Tunggu! Aku butuh bantuanmu!
Tidak.
Tidak!
Tidak! Tolong hentikan!
Apa kita harus tunggu polisi?
Lalu bilang apa?
Tempat itu terbakar!
Tak ada api di sana!
Apa yang kau lihat...
Api itu... Itu tidak nyata!
Apa yang terjadi?
Kenapa ini terjadi padaku?
Grace!
- Grace, aku tak bisa... - Apa?
- Aku tak sanggup lari lagi. - Apa? Ayolah! Kumohon.
Menurutmu dia sudah pergi?
Kurasa makhluk apa pun itu
yang berbuat begitu
pada Sydney
mungkin menangkap Jenna.
Aku menelantarkannya.
Aku meninggalkannya.
Aku meninggalkannya di sana.
Dengarkan aku.
Kita tak bisa menolong Jenna kalau kita mati.
Oke? Dia pintar, kan?
Sepertinya dia tak takut pada apa pun juga.
Kita akan menemukannya.
Kita akan cari bantuan.
Gavin.
Aku mencarimu ke mana-mana!
Tidak.
Gavin! Ada apa?
Jangan ganggu aku!
Kenapa kau lari dariku?
Menjauh dariku!
Ada apa?
Katakan padaku ada apa!
- Aku tak mengerti! - Tidak! Pergilah!
Gavin!
Gavin, tolonglah.
Apa yang kau inginkan dariku?
Gavin, aku tak mengerti!
Apa yang kau inginkan dariku?
Ya, Tuhan.
- Gavin, kumohon! - Ya, Tuhan!
Apa yang terjadi?
Gavin, kumohon! Apa yang terjadi?
Gavin.
Gavin, di belakangmu!
Tidak! Gavin!
Ya, Tuhan.
Tidak! Gavin!
Jangan lakukan ini padaku, Gavin!
Tolong jangan begini padaku!
Gavin!
Apa...
Tidak!
Ayo.
Ayo!
- Dia... - Astaga.
Dia akan bunuh kita semua, kan?
Tidak.
Dia takkan bunuh siapa pun lagi.
Dengarkan aku. Seperti katamu tadi
kita akan cari bantuan.
Kita akan temui polisi
dan ceritakan semuanya.
Lalu kita akan cari Jenna.
Ayo.
Petugas, aku tahu pelakunya.
Grace! Tidak!
Berhenti!
Kita harus bagaimana?
Dia takkan membiarkan kita cari bantuan.
Terus kita akan tunggu dia membunuh kita saja?
Kita bisa telepon. Ya, kita bisa...
Kita bisa telepon.
Astaga! Tidak!
Tidak! Kumohon! Astaga.
Aku pasti menjatuhkannya di labirin.
Aku bawa ponsel.
Aku bawa ponsel.
- Kita harus pergi! - Apa?
Kita harus pergi!
Lewat sini!
- Apa yang kau lihat di sana? - Aku melihat...
Aku melihat anjing.
Kurasa anjing Doberman, tapi matanya...
Kita harus jalan terus.
- Aku hanya butuh waktu sebentar. - Tidak, kita harus jalan terus.
Percayalah. Kita harus jalan terus!
Bagaimana kita tahu dia tak menunggu kita di sana?
Itu tidak nyata.
Api, anjing...
Mungkin mereka tak bisa menyakiti kalau kita tak mempercayainya.
Kalau kita tidak takut.
Oke? Kita harus...
Dia mengejar! Ada di belakang kita!
- Grace, berhenti! - Ada apa?
Apa yang kau lihat?
Ada anjing di mana-mana.
Grace, kita harus pergi!
Dia datang!
Bangun, Leah!
Cepat naik!
Naik, Leah!
Grace!
Grace, ayo!
Apa yang barusan terjadi?
Aku tak tahu.
Dia ingin kalian kemari.
Apa...
Amy?
Dia ingin kalian kemari untuk menyaksikannya.
Menyaksikan apa?
Menyaksikannya membunuhku.
Tidak!
Tak ada lagi yang akan mati!
Astaga. Kau berdarah!
Sebentar lagi, kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Diam!
Diam!
Baiklah.
Baik. Itu cukup untuk saat ini.
Kau bawa ponsel?
Dia tak mengizinkanku memakainya.
Seharusnya kita tidak mengetuk pintu itu.
- Jangan! - Apa?
Kalian tak melihatnya, ya? Belatung
dan cacing.
Kalian tak melihatnya?
Semua ini tak masuk akal! Kenapa dia berbuat begini?
Menyerap ketakutan kita.
Hentikan.
Kita akan cari jalan keluar dari semua ini.
Jangan menipu diri sendiri.
Amy!
Tidak! Amy!
Tidak! Amy!
Tidak!
Tidak!
Leah, tolong aku!
Tidak!
Leah, tolong aku!
Ayo cepat!
Ayo!
Cepat!
- Cepat! - Hei!
Naik!
Aku tahu apa yang mengejar kalian! Naik!
Lari! Cepat!
Ayo!
Cepat!
Kau mau bawa kami ke mana?
Kakimu butuh penanganan.
Ambil ini.
Apa ini?
Itu fotoku.
30 tahun yang lalu.
Aku yang temukan anak-anak itu.
Yang kalian ceritakan setiap Halloween.
Aku sudah coba peringatkan semua orang
tapi tak ada yang memperhatikanku.
Mereka pikir melihat jasad mereka
telah membuat jiwaku terganggu.
Mereka semua menganggapku gila.
Aku tidak gila.
Aku hampir berpikir begitu.
Aku mulai mempercayainya.
Mungkin itu memang khayalanku.
Lalu kalian berdua muncul.
Kalian dan teman-teman kalian.
Apa? Kau mengawasi rumah itu?
Aku mengawasi rumahnya setiap Halloween sejak pembunuhan itu
hanya untuk melihat apa itu akan terulang lagi.
Jika kau tahu ini akan terjadi, kenapa tak mencegah kami?
Karena aku harus tahu aku gila atau tidak.
Teman-temanku mati karenamu, Bajingan!
- Hentikan! - Leah!
- Kau mau membunuh kita semua? - Kau sudah melakukannya.
Tunggu!
Hentikan vannya!
- Apa? - Hentikan vannya! Itu Jenna!
- Baiklah! - Jenna!
Jenna!
Jenna!
Grace?
- Tunggu di situ! - Grace, tunggu! Itu bukan Jenna!
Grace, dengarkan aku.
- Itu bukan Jenna. - Aku tahu apa yang kulihat.
- Itu dia. - Bukan.
Bukan. Aku juga melihatnya, tapi hanya makhluk itu.
Bukan, itu Jenna! Pasti!
- Grace. - Apa?
Aku takkan membohongimu.
Aku rela melakukan apa saja untuk menemukan adikmu
tapi yang kau lihat tadi bukan Jenna.
Bukan.
Bukan.
Ayo pergi dari sini sebelum dia menemukan kita.
Ayo.
Permisi.
Dengarkan aku, kalian berdua.
- Hei! - Pelankan suara kalian!
- Lepaskan aku! - Baiklah.
- Aku hanya berusaha menolong. - Sudah terlambat.
Kalian mau melewati malam ini dengan selamat atau tidak?
Baiklah.
Kita akan mulai dengan merawat kakimu.
Ayo tangani itu. Ikut denganku lewat sini.
Masuklah ke gedung ini.
Tidak apa-apa.
Ya, lewat sini.
Baik. Di sini.
Ayo.
- Tidak apa-apa. - Di dalam sini.
- Bagaimana keadaanmu? - Sakit.
- Turunkan dia di sini. - Ini semakin memburuk!
Dengar. Ayo tuangkan ini di kakimu.
Mungkin kita bisa membersihkannya.
Kenapa kami?
Jika kau mengawasi rumah itu setiap Halloween
selama bertahun-tahun
dan tak terjadi apa-apa, kenapa malam ini berbeda?
Tolong pegangi.
Kalian lihat pintunya? Unik, kan?
Pintu ini diambil dari sebuah rumah di Midwest.
Mereka menemukan empat anak
dibunuh di sana.
Itu kejadian di tahun 1952
dan tiga lagi terbunuh tahun 1964.
Maaf.
Ini dia.
Di tahun 1949, pintu yang sama
di sebuah gudang 200 mil di timur.
Mereka temukan enam mayat yang dimutilasi di dalamnya
pada malam Halloween.
Aku hanya bisa melacaknya sampai sana.
Jika kau tahu semua ini, kenapa tidak kau hancurkan
dan singkirkan pintu sialan itu?
Entahlah.
Sebagian dari diriku...
tak mau percaya itu benar.
Ternyata itu benar.
Kita harus pergi dari sini.
Satu pertanyaan belum terjawab.
Kenapa malam ini? Kenapa kami?
Apa ada darah saat itu?
Apa?
Saat menemukan anak-anak itu, ada darah di pintunya.
Lalu aku melihat gadis kecil yang berkostum Iblis.
Dia melompati pagar dan sepertinya terluka.
Kau pasti melihat Jenna.
Katakan apa yang terjadi padanya!
Grace, kita tak boleh berisik.
- Katakan apa yang terjadi padanya. - Satu menit dia masih di sana
kemudian lenyap begitu saja.
Lenyap bagaimana?
Kalian semua berlari menjauhi pintu itu bersamaan.
Dia sudah lenyap.
Dia menjauhkan kita.
Dia menjauhkan kita selama ini.
Dia ingin kita menjauhi rumah itu!
- Grace! - Kau mau ke mana?
- Berikan botolnya padaku. - Tidak.
- Grace, apa yang kau lakukan? - Kau mau ke mana?
Aku akan menjemput adikku.
Tidak!
- Tidak! Leah! - Leah! Lawan!
Grace, kau harus selamatkan aku!
Jenna? Aku dengar suara adikku!
Jika kau mendengarnya, kau harus pergi!
Pastikan saja itu memang dia!
Kejar adikmu. Aku akan kejar Leah.
Pergi! Leah!
Jenna!
Jenna! Kau pergi ke mana?
Kenapa, Grace?
Kenapa kau tak selamatkan Ibu?
Kenapa kau tak selamatkan Ibu, Grace?
Kau bukan Ibuku.
Kenapa kau biarkan Ibu terbakar?
Mereka akan menangkapmu, Grace.
Aku tidak takut.
Kau tidak nyata.
Jika mereka mengurungmu
bagaimana kau mencari adikmu?
Tidak!
Leah?
Leah?
Leah?
- Kau harus menolongku! - Tenang.
- Kau harus menolongku! - Aku di sini. Ambil ini.
Dua tangan. Aku tak bisa melihatnya
tapi kau bisa. Kuminta kau tembak bajingan itu.
Mengerti?
Leah!
Leah!
Seharusnya aku tak bisa melihatmu.
Benar juga. Aku ada di sana.
Aku ada di sana saat mereka mengetuk.
Menjauh dariku! Jangan ganggu aku!
Tidak!
Tidak! Tolong!
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata.
Baik.
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata.
Halo, Grace.
Bergabunglah dengan kami, Grace.
Bergabunglah dengan Ibu dan adikmu.
Lepaskan aku!
Bagaimana rasanya mengetahui Ibumu
dan adikmu mati karenamu?
Adikku belum mati!
Jenna belum mati!
Semua temanmu mati karenamu. Leah...
adikmu... Kematian mereka akan membunuhmu, Grace!
Kau harus bunuh diri sekarang
agar tak perlu menderita.
Aku akan membantu dengan senang hati.
Jenna dan Leah belum mati!
Jenna!
Grace?
Grace!
Jenna?
Aku datang, Jenna!
Ini tidak nyata!
Aku tidak takut.
Aku tidak takut.
Aku tidak takut.
Grace?
Grace, ada apa? Kau tak apa-apa?
Aku tak apa-apa.
Kau pikir bisa membakarku?
Dasar bajingan!
Kau yang akan terbakar!
Kau dan pintu sialan itu!
- Grace? - Jenna!
Jenna! Katakan padaku apa yang terjadi!
Kau harus pergi sebelum terlambat.
Apa? Tidak.
Baiklah.
Jenna!
Jenna!
Aku takkan meninggalkanmu.
Kita akan keluar bersama-sama!
Jenna? Kenapa kau tak menjawabku?
Jenna? Aku datang.
Jawab aku, Jenna.
Tidak.
Tidak!
Jenna Sayang! Kumohon!
Kumohon!
Tidak! Ya, Tuhan.
Dengarkan aku.
Kau tak pernah takut pada apa pun seumur hidup.
Berjuanglah!
Lawan, Jenna!
Ya, Tuhan!
Baiklah.
Dengarkan aku. Aku akan menurunkanmu dari sini
dan ini pasti menyakitkan
tapi kau harus tetap bersamaku. Oke?
Aku tahu, Sayang!
Grace, di belakangmu!
- Tidak! - Tidak ada waktu!
Kita akan pergi bersama-sama, Sayang.
Tidak! Lari, Grace!
Grace, tak ada waktu lagi!
- Ayolah! - Tidak! Lari, Grace!
Tidak! Grace!
Tidak! Grace!
Tidak! Grace.
Tidak, Grace!
Grace!
Grace!
Tidak! Lepaskan dia!
Lepaskan dia!
Tidak! Jangan ganggu aku!
Bajingan!
Aku akan membunuhmu!
Tidak.
Tidak!
Aku tidak takut.
Aku...
tidak...
takut!
Aku tidak takut.
Aku tidak takut.
Aku tidak takut.
Kau berusaha menyerap ketakutanku
tapi tidak bisa karena aku tidak takut.
Kami semua mati karenamu.
Sekarang giliranmu, Jenna.
Kenapa kau mengetuk pintu itu, Jenna?
Kenapa hanya kau yang hidup?
- Leah? - Lepaskan dia!
Kami tak takut padamu, Keparat!
Tidak.
Jangan khawatir. Itu bukan darahmu.
Ambil ini. Selesaikan.
Kau harus mengakhiri ini
agar tidak terulang lagi.
Aku tetap akan mati.
Aku lebih suka...
Aku lebih suka tak mati sia-sia.
Kuminta kau melakukan ini...
demi Grace.
Apa kau takut mati?
Jenna, lakukan.
Tembak.
Jenna, tembak sekarang!
Bagaimana rasanya?
Aku berhasil, Grace.
Aku...
Aku membunuh keparat itu.
Kami butuh tim medis di sini sekarang juga!
Beri jalan!
Ambulans mau lewat! Ayo minggir!
Diterjemahkan oleh mifae :)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.