All language subtitles for dejavu2018

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Situs alternative download: www.doduhikorea.tk

Bagaimana obatnya?

Tubuhmu pasti terasa lemas tapi suasana hati jauh lebih baik.

Tapi jika kau terlalu bergantung pada obat itu, akan lebih buruk lagi nantinya.

-Hah? - Cepat sekali hujan reda.

Kalau tidak begini, mana bisa aku bekerja.

Agh, panas.

Sudah bangun? Kelihatannya kau bermimpi. Semalam aku bertanya soal mimpimu.

Cepat, makanlah.

Oh ya, aku ganti kacamata. Bagaimana? Cocok tidak?

Aku tak bisa tidur setelah kejadian itu.

Tapi kenapa kau begitu baik-baik saja?

Kita sudah menabrak orang, kau tidak ingat?

Jimin, apa yang kau bicarakan? Menabrak orang apanya?

Kakak, kita menyerahkan diri saja.

Ada apa denganmu? Aku jadi sangat khawatir.

Mimpi macam apa yang membuatmu begini?

โ€“ DEJAVU โ€“

Kenapa kau memukulnya?

Sudah aku katakan itu?

Apa yang kau katakan, suaramu keras sekali.

- Ini keterlaluan. - Memangnya aku salah apa?

Dari tadi aku lihat, bisa diam tidak?

- Diam - Berisik sekali.

Sebelah sini.

Tulis pernyataan itu di sini.

Lah, siapa yang ambil penaku?

Kau ini kenapa?

Dasar, kampret ini memang sudah pikun.

Begini, mobilku mengalami kecelakaan...

Kau harusnya ke Devisi Laka Lantas kalau soal kecelakaan kendaraan.

Bukan begitu, aku menabrak seseorang.

Kalau aku tak ada, kok selalu lakukan hal-hal ini.

Bisa tidak kerja dengan benar?

Tempat yang mana?

Yoo Jin.

Ya, aku Yoo Jin.

Apa kau bilang?

Kantor polisi?

Cuma seekor rusa?

Siapa yang menyebabkan kecelakaan ini?

Benar, saat pulang dari rumah sakit.

Aku agak hilang kendali dan menabraknya.

Ini pertama kalinya,

Karna tak memperhatikan lajurnya.

Aku belum pernah dengar, membunuh hewan dijalan ada hukumnya.

Jadi, aku menguburnya lalu pergi.

Tampaknya dia tak bisa bedakan antara manusia dengan hewan.

Kita akan segera menikah.

Belum lama ini, dia butuh obat penenang, agar tak merasa tertekan.

Selalu melihat hal-hal aneh dan merasa ketakutan.

Aku juga sangat mengkhawatirkannya.

Jika kau masih ingin menyelidikinya, bawa saja mobil itu.

Aku tanya lagi.

Hari itu, apa kau...

Yang mengendarai mobil ini?

Ya, benar itu aku.

Aku bersedia dihukum jika memang harus.

Kau mungkin kena denda atas pembunuhan binatang liar.

Dia kelihatannya sangat gelisah, bawa saja ke rumah sakit dulu.

Ayo.

Agh, aku jadi cemas.

Terus bagaimana? Apa kita terus menyelidikinya.

Baiklah, kalau begitu. Bawa itu juga.

Bagaimana membawanya sendirian?

Katanya mau terus menyelidikinya. Bawa saja rusa itu juga.

Bisa-bisanya kau katakan begitu, bukankah dia aneh sekali.

Tentu saja aneh, dia punya jantung lemah.

Sebentar ya.

Yoo Jin, kalau ada waktu...

Aku pergi.

Menurutmu bagaimana?

Mangkanya aku kasih kartu namaku.

Agar bisa mempromosikan diri?

Hei, bukannya kau memikirkan begitu juga kan?

Yoo Jin, aku tunggu ya teleponnya.

Apa sudah kau jelaskan ke polisinya?

Ya.

Pasien kebanyakan...

Alami gejala halusinasi pendengaran. Yang biasanya terjadi setelah mengalami kecelakaan.

Jadi jangan terlalu khawatir.

Yang merupakan efek melindungi otak.

Jika minum obatnya secara teratur, akan jauh lebih baik.

Iya.

Apa masih sulit?

Tidak juga, entah kenapa aku jadi menangis begini.

Dokter, apa ada cara lain agar dia cepat pulih?

Jangan terlalu khawatir, rutinlah jalani perawatan.

Itu cara terbaik.

Dengan tidur secara teratur.

Jika ada polisi datang, aku akan mengaturnya untukmu.

Perawat Lee.

Psikiater Choi Hyun Suk.

Aku mohon bantuannya, sepertinya Dr. Choi bisa membantuku.

Kau ganti mobilnya? Yang lama.

Aku cepat-cepat ganti.

Sepertnya kau tak akan nyaman dengan mobil itu.

Agar kau nyaman, dengan warna putih yang cocok denganmu.

Ayo.

Dokter.

Dokter? Siapa?

Bukannya kau harus mengangkatnya?

Tidak perlu, seseorang yang tak perlu aku hiraukan.

Oh ya, kelihatannya kau lebih baikan dengan perawatan itu?

Iya, aku merasa agak mendingan.

- Tapi apa benar itu cuma hewan liar? - Heh!

Polisi juga katakan itu, kan?

Sudahlah, jangan terus bicarakan itu.

Maaf ya, aku membuatmu kesal.

Tapi, saat itu yang kita lihat...

Maafkan aku. Aku sudah meragukannya.

Kata dokter, minum obat secara teratur.

Jalani perawatan dengan baik, kau akan segera membaik.

Aku pikir juga jika kita hidup bersama...

Kau bicara itu lagi. Kalau begitu katakan secara resmi.

Jika aku katakan begitu. Aku agak malu.

Ada baiknya, ganti jam itu.

Apa? Kapan ini, kau kan yang belikan?

Lakukan saja.

Cuma itu.

Jadi kapan kalian bisa kaya?

Berikan keuntungan pada orang-orang yang berinvestasi setiap bulannya.

Apa kalian tak merasa buruk?

Oh, tuan Joo.

Tuan Joo.

Hei, keluar, keluar, keluar.

Katanya kau tak enak badan baru-baru ini? Kau tak apa?

Tuan Joo, ada urusan apa datang tiba-tiba?

Kalau boleh buatkan aku kopi.

Kopi hitam.

Berinvestasi hanya untuk karyawan?

Lucu sekali, uang investasi saja tak akan cukup menutupi keuangan.

Agh, keparat itu selalu saja menampakkan diri.

Apa dia mau minta uangnya lagi?

Bukankah dia setiap hari kemari.

Aku sebenarnya kasihan.

Dia langsung sedih saat aku terima telepon darinya.

Hei!

Kau tak tahu jam berapa ini?

Persiapkan itu?

Akhir-akhir ini dia rewel sekali.

Tuan Joo ingin makanan Sundae, katanya.

Aku masih tak enak badan dan ada pekerjaan yang belum selasai.

Sudah aku bilang dia tak bisa minum.

Kenapa kau selalu ingin dia minum?

Begitu ya?

Kita duluan, carikan tempat. Nanti aku telepon...

Tolong diangkat.

Ayo pergi.

Uang memang terbaik, tapi kesehatan juga penting agar bisa bekerja.

Paham, kan?

Nanti aku telepon.

Siapa?

Kau dimana?

Ada dirumah.

Boleh aku kesana?

Kenapa tanya? Langsung saja.

Ada apa dengan suara bicaramu, apa yang terjadi?

Tidak apa-apa, aku kesana.

Iya, cepatlah.

Siapa kau?

Hari ini kau pakai baju hitam, ya.

Sebenarnya apa maumu?

Boleh aku kesitu sekarang?

Seoul

Wanita pergi sendirian, harusnya hati-hati.

Didunia ini sudah banyak dipenuhi pria bajingan.

Apa ada yang salah?

Dengan cara matamu melihat sesuatu.

Kau pulang terlambat.

Lagi hujan, cepat masuklah.

Cuaca begini, kebanyakan hantu akan muncul.

Sudah aku duga kau akan seperti ini.

Kau tak bawa payung, kan?

Kakak.

Kok bisa kau sampai basah kuyup begini?

Bagaimana kalau nanti demam?

Bagaimana?

Lumayan, kan.

Kau kenapa?

Apa ada sesuatu yang buruk dikantor?

Aku ambilkan handuk, ya.

Ya?

Aku tak lihat seorangpun dikantor.

Bagaimana kau tahu nomor teleponku?

Mangkanya aku ingin katakan padamu.

Kenapa kau tak mau dengarkan dulu.

Apa harus aku dengarkan, ya direktur?

Jika kau butuh uang, harusnya berbaik hatilah pada semua orang.

Kau sudah dapat uangnya, kan?

Ada sisa berapa direkeningmu?

Aku akan memastikan itu hari ini.

Siapa dia?

Apa Joo Do Sik?

Katakannya ingin dapat uang dan aku kenalkan kau padanya, tapi cuma ini.

Kau disini saja.

Joo Do Sik, sangat menakutkan.

Beritahu aku jika kau sudah tak tahan.

Tak akan aku biarkan siapapun mengganggumu.

Aku tak tahu berapa kali dia kehilangan akal sehatnya.

Dia tak bilang.

Kau menelpon cuma ingin memastikan itu, terus mau bagaimana?

Apa harus kau lakukan ini?

Apa kita selalu begitu ya?

Karna suasana disini juga menyeramkan.

Tahan dan menunggu saja.

Dan coba hubungi dia lagi.

Kau saja, dasar kampret.

Ayo cepat kasih aku uangnya.

Ruang Data Konstruksi

Ketua tim, sudah waktunya makan malam.

Ketua tim, apa yang terus saja kau lihat?

Karyawan yang datang lebih awal, beberapa hari yang lalu...

Disana dia lihat bayangan seperti hantu.

- Eun Mi dan Kyung Tae, juga... - Bisa-bisanya berkata omong kosong.

Bicara adanya hantu disini, apa hanya sekali saja?

Jika menyebarkan rumor begini, akan merugikan alokasi perumahan.

Hentikan omong kosong begini. Kembali bekerja.

Ini sudah empat kalinya kucing mati minggu ini.

Sepertinya ini lelucon Joo Do Sik ingin mempermainkan kita.

Harusnya kita lakukan sesuatu, bukan?

Kenapa kau berkata begitu? Tak usah hiraukan saja.

Oh ya, ada polisi kemari.

Ku bilang kau tak ada,

Ada yang perlu ditanyakan padamu.

Aku bilang, tunggu sampai kau datang. Mangkanya...

Hehโ€ฆ

Memangnya kau siapa?

Aku tanya apa yang telah kau lakukan?

Polisi?

Hantu?

Apa ini taman bermainmu?

Kau ingin terus buat suasana jadi begini?

Kau lakukan apa-apa tak becus, kampret ini...

Kau bisa hidup dan makan begitu,

Bukankah kau harus membalasnya, kan?

Apa kau bekerja denganku baru sehari?

Bangun.

Duduklah, duduk.

Hyun Goo...

Bukan begitu, temanku.

Ayolah, saling jaga diri.

Jika atasan tahu situasinya begini,

Apa kau tak memikirkan tentangku?

Itulah yang namanya teman, tahu kan.

Aku naik jabatan, kau kan merasakan hal yang sama. Bukan begitu?

Heh.

Cepat keluar.

Iya, bu?

Seon Woo Jin.

Oh, polisi yang datang tadi ternyata dirimu?

Maaf.

Karna aku sangat sibuk,

Kenapa kau langsung temui aku?

Aku mencarimu bukan soal kemarin.

Aku ingin pastikan sesuatu.

Kejadian hari itu, benar kucing kan?

Seharusnya aku memberimu waktu lagi.

Tak ada yang perlu dipermasalahkan, bukan?

Tapi tugas polisi, begitu banyak.

Gunakan uang ini dan kita sudahi sampai disini.

Aku masih ada janji, aku pergi dulu.

Oh iya, aku ada rekomendasi rumah sakit yang bagus untukmu.

Dokternya sangat berkualitas.

Terima kasih.

Heh, ini sushi dari restoran terkenal,

Cobalah, aku sudah kenyang.

Sushinya enak.

Heh?

Wanita itu seperti rubah.

Dia memang jagonya.

Heh, orang sudah tulus membelinya.

Cobalah makan sedikit.

Apa ini? Ini kejutan ya?

Dimana kau membeli ini?

Wow, ini sangat mahal.

Wow, benar-benar pas.

Lalu, kau ingin aku lakukan apa?

Oh, banyak sekali.

Kredit pinjaman.

Tolong jangan pegang barang milik orang lain.

Itu tak akan menghilang begitu saja.

Nona cantik.

Heh... Heh...

Awas kau ya, malam ini.

Halo, kampret ini bicaranya seolah preman.

Apa? Awas malam ini?

Awas malam ini? Malam ini?

Pak polisi sekalian bekerja keras juga.

Apa sudah ketemu?

Apa ada yang kalian temukan?

Bisakah aku lihat catatan mobil yang ditinggalkan dari minggu lalu?

Kau ingin jadi pahlawan ya?

Kenapa? Apa kau pikir aku pekerja paruh waktu juga?

Aku bertanya, ingin melihat catatannya.

Kau begitu banyak bicara, dasar preman tengil.

Aku punya ijin bisnis yang sah dan bayar pajak dengan baik.

Hanya karna aku bicara sedikit tebal, kau disebut aku preman tengil?

Aku tak tahu siapa yang pantas disebut preman.

Diamkan aku.

Cukup disini saja, hari ini.

Aku kemari cuma untuk mengkonfirmasi sesuatu.

Hari ini, percuma.

Mohon kerjasamanya.

Kerjasama?

Apa harus ya?

Apa bisa tak melakukannya?

Tapi aku tak mau loh.

Dasar keparat kau.

Pembangunan Apartemen Baru.

Kalian tak mau dengar...

Apa kau yang akan tinggal di apatemen 704?

Apa dia sudah mau pindah?

Oh tidak.

Di sana bergerak kesini saja?

Halo.

Polisi?

Kelihatannya sedikit bersahabat.

Astaga, karna masalah pribadi, kau tak bisa mengatakannya.

Silahkan melanjutkan.

Baiklah.

Jimin.

Apa sudah minum obat?

Ada orang disana.

Di balkon

Tak ada yang bisa masuk kesini.

Tak apa-apa, sekarang ada aku.

Joo Do Sik, Joo Do Sik datang.

Tak apa, ada aku?

Ayo bangun.

Ya.

Beri aku obat yang banyak lagi, dok.

Terakhir kali obatnya terlalu lemah.

Agar tak menjadi trauma psikologis,

Harusnya terus terima perawatan.

Paham kan?

Bicaralah padaku.

Berhentilah sebentar dan dengarkan aku bicara.

Ini tabungan yang aku kumpulkan untuk pernikahan kita.

Jangan merasa terbebani.

Kepemilikan apartemen ini juga aku ubah jadi milik kita.

Jika masih tak kurang, kau bisa pakai tabungan ini.

Lagipula, jika setelah menikah, kau juga harus punya ke properti umum atas namamu sendiri.

Apa ini sekarang sebagai lamaran?

Aku ingin kau melunasi utangmu dan berhenti kerja.

Dengan begitu, kau tak akan bertemu Joo Do Sik lagi.

Ibu bilang dia ingin makan bersama.

Lantai 15 Hotel Ruby, malam ini.

Katakan saja jika kau tak bisa datang.

Jika kau ingin datang, berpakaianlah yang cantik.

Hai, Shin Jimin

Apa kerja disini, enakmu saja?

Pengunduran diri?

Hei, apa kamu pikir kamu bisa keluar dari pekerjaanmu dengan ini?

Kau tahu berapa banyak uang yang kau ambil di perusahaan?

Ini jumlahnya 296.047.000.

Biar aku hitung dulu.

Heh, PC waktu itu kau...

Soal PC yang kau rusakkan.

Heh... Heh... Shin Jimin.

Aku masih hitung uangnya, mau kemana kau?

Shin Jimin.

Sekretaris Shin.

Ini kue dari toko terkenal, coba makanlah.

Enak kok.

Heh.

Kenapa? Apa keparat itu ingin kau keluar?

Wanita sialan.

Kali ini aku tak akan tinggal diam.

Aku ingin membunuhmu.

Hemb, steak disini benar-benar enak.

Gimana bu? Enak kan?

Anakku memang ada benarnya.

Buat apa aku menyukainya.

Ibu, aku permisi ke kamar mandi sebentar.

Ya.

Apa kau tahu jam berapa ini?

Pergilah sana.

Sekretaris Shin?

Kenapa kau...

Ini, hadiah.

Shin Jimin, ngapain saja kau? Kemari, kita ngobrol.

Ketika Anda sedang terburu-buru, carilah saya dan abaikan saya sekarang.

Lee Chang Woo sudah kemari, itu tanda dari penandatanganan kontrak.

Aku juga mau bagian juga.

Ku tahu jam berapa sekarang?

Malam begini kau mau buat keributan dirumah orang?

Hei, tabrakan itu...

Jimin, kau tak apa?

Apa kau terluka?

Aku pulang.

Jimin, minum obatnya.

Aku tak mau. Minum obat itu aku akan terus bicara ngelantur.

Tidak kok, kau harus minum obatnya.

- Jimin. - Aku bilang tak mau.

1 Unit Apartemen Baru Lokasi bebas bencana Konstruksi

Selamat datang.

Apa kau punya niat datang ke penampung?

Kenapa kau harus tunda waktu lagi?

Mungkin besok terlaksana.

Besok?

Berapa banyak dananya untuk besok?

Ya, tuan Joo.

Apa sudah terdaftar?

Sampai jumpa nanti.

Aku dengar karna kecelakaan itu,

Polisi sering keluar-masuk lokasi konstruksi?

Tidak lagi, itu sudah terselesaikan sebelumnya.

Situs alternative download: www.doduhikorea.tk

Dengarkan ini dengan baik.

Aku tak ingin kau membuat keributan dalam membangun proyek ini.

Karna ada banyak yang akan mampu membangunnya.

Kau ingin berhasil kan?

Lebih baik kau, binasakan siapapun yang akan memperlambat langkahmu dulu.

Atau kau yang akan mati duluan, paham?

Dasar bocah pemalas.

Kenapa? Kau tak mampu?

Mau aku ajari?

Tidak.

Aku pasti bisa melakukannya.

Kau harus mampu tunjukkan juga.

Ya ampun, dia lagi, dia lagi.

Pak Polisi, kau tak ada kerjaan? Kau tak punya kesibukkan?

Kenapa kau terus buat orang lain jadi terganggu?

Kau kenal Seon Woo Jin, kan?

Ketua Konstruksi Seon Woo Jin.

Aku tak kenal. Pergilah.

Ya ampun, bau polisi.

Sudahlah pergilah.

Apa kau polisi keparat itu?

Tidak.

Kau bawa stempelmu kan?

Heh, ini bagianmu.

Ambillah.

Tapi polisi keparat itu, kau benar tidak kenal?

Keberanian sekecil kacang,

Selama ini, bagaimana kau tak tahu cara menanganinya?

Hentikan jadi orang yang tidak berguna.

Sekarang semua sudah beres.

Jalani hidup masing-masing.

Kedepannya jangan hubungi aku lagi.

Baiklah, kita tak usah berhubungan lagi.

Tapi sebaiknya berhati-hatilah.

Jadi masalah besar jika namamu, dipanggil oleh kepolisian.

Oh ya, kau sibuk, kan? Aku siap ini untukmu.

Tolong kau kasihkan ke Jimin.

Hadiah terakhir dariku.

Bukankah aku sudah berbaik hati padamu?

Sampai menyiapkan ini pula.

Kau tinggal uang itu dulu.

Apa segitunya lakukan ini?

Sebenarnya aku sangat membencimu.

Kau tahu sendiri kan?

Keparat baik atau buruk, tetap saja aku bencinya.

Saat kau keluar dari sini, sejak itu pula kau membuatku tertekan.

Kenapa begitu? Sampai sekarangpun kau tetap seperti bedebah bagiku.

Jika kau gagal, tak akan ada hubungannya denganku.

Kakak?

Kenapa kau kemari? Apa yang kau melakukan?

Aku merindukanmu, lah.

Kau tak pernah katakan rindu padaku, kan?

Terus siapa lagi?

Siapa yang akan biarkan itu?

Tetap berbaringlah.

Kau masih ingatkan?

Mumpung aku disini, apa kau mau coba bermain-main sebentar saja?

Bagaimana?

Tak apa-apa, semua akan berakhir setelah kau minum obatnya.

Obat yang kau minum tiap hari...

Kau pikir begitu?

Benar begitu.

Itulah pesonamu.

Aku juga ingin mencobanya.

Astaga, kau ada di rumah.

Kita ketemu lagi.

Seon Woo Jin, ada di dalam?

Ada urusan apa?

Tapi dia belum pulang.

Kalau begitu, boleh kita masuk?

Mari kita pergi ke kantor polisi.

Ibunya, Seon Woo Jin telah tiba di kantor polisi.

Jimin.

Ibu.

Semalam, tubuh Joo Do Sik ditemukan di kantor milik Seon Woo Jin.

Seon Woo Jin ditetapkan sebagai tersangkanya.

Untuk menemukan dia secepat, saya meminta kalian untuk datang.

Nona Shin Jimin, semalam kau ada dimana?

Di rumah.

Aku dengar ada yang bilang, Joo Do Sik menginvestasikan uangnya padamu.

Yang lalu ia gunakan untuk selalu mengganggumu

Dan Joo Do Sik juga tahu ini.

Benar.

Tapi Seon Woo Jin tak akan menyakiti orang karena ini.

Belum lama ini, kau melaporkan bahwa Seon Woo Jin menabrak seseorang dan menelantarkan tubuhnya.

Apa kau masih berpikir dia bukan orang yang seperti itu?

Apa kau masih minum obat khusus itu akhir-akhir ini?

Saat kau minum obatnya, kau masih saja berhalusinasi?

Beberapa hari sebelum hilangnya Seon Woo Jin,

Kau menarik uang banyak dari rekeningnya.

Itu uang untuk melunasi hutangku, sebelum kita menikah.

Heh, apa yang kau katakan? Apa yang kau katakan, katakan lagi.

Kakak? Kakak?

Kau masih bisa katakan itu, setelah kau buat anakku jadi begini?

Bisa-bisanya kau katakan, jika kau bosan dengan putraku?

Dia tersangka pertamanya, kau mengerti.

Tak ada bukti, dia tak boleh bebas begitu.

Sejak kapan kita butuh barang bukti?

- Biar aku urus. - Ya.

Saat kau minum obatnya, kau masih saja berhalusinasi?

Seon Woo Jin.

Kau bilang obat ini, kau yang minum?

Pasti itu sakit pada jantung.

Apa maksudnya?

Ini obat untuk orang yang sakit parah.

Dan tak boleh meminumnya sebanyak ini.

Meski demi kehidupan sosial, disembunyikan...

Tapi Seon Woo Jin, orang yang butuh perawatan rutin.

Pasien impulsif berat.

Sejak kecil telah terima perawatan sakitnya.

Tiba-tiba tak bisa dihubungi dan tak pernah ke rumah sakit, jadi aku khawatir.

Tapi, memberikan obat ini pada Nona Jimin.

Entah kenapa dia lakukan ini?

Dokter?

Yang mana?

Yang tak perlu aku angkat teleponnya.

Aku tak tahu apa kau akan menikah dengannya.

Terus, orang-orang macam apa yang ada di sekitarnya?

Apa kau sudah tahu?

Kalau soal Seon Woo Jin,

Cepet-cepat saja keluar.

Aku minta maaf padamu,

Tapi keparat itu tak akan bisa datang kemari lagi.

Sebenarnya aku sudah tak mau berurusan dengannya.

Pasti dia bertengkar dengan Joo Do Sik.

Keparat Seon Woo Jin itu dan Joo Do Sik, itu kakak beradik...

Apa yang kau bicarakan?

Belum lama ini, Joo Do Sik menabrak seekor rusa.

Dia bilang ingin sekali meminum darah rusa itu.

Saat masih subuh.

Betapa kejamnya mereka.

Katanya, darah rusa yang masih segar sangat baik.

Rusa?

Yang polisi temukan.

Kau yang mengemudikan mobilnya kan?

Apa benar cuma hewan liar?

Polisi kan sudah bilang, bukan?

Jadi hentikan katakan itu.

Direktur bilang, mereka mencari tempat dan menguburnya. Agar siapapun tak bisa menemukannya.

Hingga polisi datang dan menemukannya.

Minum darah hewan liar ataupun memakannya pasti penuh perhitungan matang juga.

Jimin, jangan kau lakukan ini.

Jimin?

Apa semua berjalan dengan lancar?

Sepertinya polisi sering datang?

Paman... Paman.

Ada apa?

Berapa banyak polisi yang tinggal?

Polisi itu. Tinggal di 705.

Bell.

Apartemen, Seon Woo Jin.

Adegan kecelakaan.

Tolong aku.

Adikku akan masuk sekolah sebentar lagi. Tapi dia malah mati duluan.

Itu karna ulahmu.

Adikku ada dibagasi mobil, kau bahkan tak tahu namanya.

Dimana, kau tahu kan?

Aku tanya dimana adikku berada?

Kakak, kita mau kemana?

Apa yang akan kau lakukan? Kakak?

Cha Je Yi

Tak apa-apa, tak ada apa-apa.

Ini segera berakhir, sudah berakhir.

Jimin?

Aku mencintaimu.

Akhirnya, aku harus menyeret kakiku.

Kakak, kenapa kau memperlakukanku seperti ini?

Jangan mendekat... Jangan mendekat.

Aku tak ingin kau melihatku begini, jangan mendekat.

Jangan mendekat. Jangan mendekat.

Aku pikir sudah menghancurkan semua seperti ini akan melupakan segalanya?

Lalu mengapa kau lakukan ini padaku?

Kenapa kau berencana hancurkan hidupku begini?

Aku telah lakukan apapun yang kau minta.

Aku juga sudah berikan segalanya, dasar wanita sialan.

Cincin itu juga, milik Joo Do Sik.

Dasar wanita tolol.

Pak polisi bawa dia pergi.

Dengan begitu, aku akan kasih tahu dimana mayatnya.

Bukan, pelaku lain juga.

Dia juga terlibat, jadi dia harus mati bersamaku.

Heh, kau yang membunuhnya. aku ingin membunuhmu.

Jangan mendekat, jangan mendekat, jangan mendekat, wanita sialan. Jangan mendekat.

Apa ada yang ingin kau katakan?

Kau kan seorang polisi?

Dulu memang seorang polisi.

Dimana dia?

Dia masih hidup?

Pastikan dia ada di sana.

Bangun, jangan pikir itu bisa menunda waktumu.

Bangun, tunjukkan padaku.

Shin Jimin. Shin Jimin?

Cepat tunjukkan.

Dimana? Aku tanya dimana?

Dimana?

Kalau saja kau tak datang ke kantor polisi, mungkin aku tak akan terus mencarimu.

Lebih baik kau katakan secepatnya, dan mintalah maaf padaku.

Tetap saja, aku tak akan memaafkanmu.

Dia ada dimana?

Kau mau katakan padaku, kan?

Kau tak tahu?

Aku tanya dimana dia?

Kau tak bisa dibiarkan.

Je Yi.

Kenapa kau tak bilang?

Harusnya kakak cepat-cepat mencarimu.

Aku sungguh minta maaf.

Kakak lupa kau akan pergi ke sekolah.

Kata-kata maaf, bukannya tak akan cukup?

Sungguh-sungguh maaf, ya tuan putri.

Aku bukan tuan putri ya!

Tolong panggil begitu.

Kau cuma kakakku, jangan coba tandingi ayah.

Adik ya tetap seperti seorang adik, jangan tandingi kehebatan ibu.

Tapi sekarang kau dimana? Aku dalam perjalanan menjemputmu.

Dijalan. Enaknya bolos saja. Kenapa?

Teman-temanku,

Kakiku sudah tak nyaman.

Agh, sepertinya aku baru ingat.

Seolah kemarin aku mengganti popokmu.

Memang.

Cha Je Yi?

Tolong aku.

Tolong aku.

Maafkan kakak.

Ayo cepat pergi.

Tak ada waktu lagi, hei...

Berita terbaru...

Sebuah lokasi konstruksi di Incheon runtuh pada pagi hari tadi...

Menurut keterangan polisi ada tiga orang korban, yang kini telah dimakamkan.

Menurut penyelidikan polisi, korban semua korban dalam pengaruh banyak obat-obatan.

Diduga pula sebagai kasus yang disebabkan oleh dendamโ€ฆ

Yang akan polisi gunakan sebagai petunjuk untuk penyelidikan.

Hyun Suk, lindungi Je Yi selama sisa hidup kita.

Tentu saja, Je Yi juga adikku.

Aku juga bisa melindungi diri sendiri, kok.

Jimin?

Aku...

Kau tak tahu?

Tahu tidak?

Ya.

Maafkan kakak datang terlambat.

Tidak jadi! Oh iya, kakak? Belikan aku sepatu baru.

Maafkan kakak.

-*- Tunggu project subtitle film Korea dari saya, selanjutnya -*- ___________ Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.