Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Thanks to: x t a l p l a n e t
Setahun setelah longsornya Gunung Akerneset di Geiranger,
yang sebabkan gelombang tsunami 80 meter.
248 jiwa melayang akibat kejadian itu.
Kita telah mendengar kisah-kisah perjuangan hidup & keberanian mereka.
Kejadian itu memberi kita tanda tanya besar,
bagaimana mencegah kejadian yang sama terulang lagi.
Minggu ini, Komisi Gerainger akan menyampaikan laporannya.
Kepala peneliti di Norsar, Johannes Lanberg. Selamat datang.
Bagaimana pendapatmu sebagai peneliti,
saat mencari jawaban atas pertanyaan tersebut?
Saat kekuatan alam menyerang, ia menyerang tanpa ampun.
Sayangnya, tak ada yang bisa memprediksi
kapan tepatnya, atau dimana gempa bumi akan terjadi.
Khususnya seperti gempa yang menjadi penyebab tsunami di Geiranger.
Jika dilihat secara umum, apakah tempat itu layak dihuni, atau bagaimana?
Itu pertanyaan sulit.
Namun tak ada guna hidup dalam ketakutan.
Sebab kita tak bisa kendalikan alam. Sementara kita hidup di dalamnnya.
Lanberg, kita tidak sendirian kali ini. Kami telah mengundang seseorang,
yang menjadi saksi hidup atas peristiwa tersebut.
Pemirsa, kita saksikan pariwara berikut ini.
Semoga berhasil.
Siapapun yang berada di Gerainger tanggal 6 Mei tahun lalu,
harus berterima kasih pada satu orang yang telah hadir malam ini.
Selamat datang ahli Geologis, Kristian Eikjord.
3 TAHUN SETELAH KECELAKAAN
GERAINGER 310 KM DARI IBUKOTA OSLO
Hai.
Hai.
Maaf terlambat.
Kau sudah lupa siapa aku? / Lupa? Kau gila? Tidak, aku...,
Senang berjumpa lagi.
Boleh kubantu? / Ya.
Kau lapar? / Sedikit.
Aku lama tak belanja makanan. Tapi...,
Omelet? / Ya.
Omelet dan biskuit? / Lumayan juga.
Jadi, bagaimana keadaanmu?
Kau sudah punya pacar?
Belum.
Kau punya? / Aku? Tidak.
Apa kau kangen ibumu?
Ya, kadang-kadang.
Apa itu artinya perasaanmu sudah lebih baikan sekarang?
Mungkin.
Aku sudah jauh lebih baik sekarang.
Jangan lakukan itu lagi.
Julia, ayo keluar.
Perasaan apa ini?
Sesuatu yang sudah seharusnya kau jalani.
Apa namanya?
Kita bisa terlambat. Ayo, kita harus turun.
Aku tak mengerti semua ini. / Mustahil untukmu mengerti sekarang.
Sudah banyak korban berjatuhan di sini.
Sepengetahuan kita. Sepengetahuan kita...,
Kau sudah menyelamatkan Ibu, Sondre, juga aku.
Kita harus turun saja.
Selamat pagi. Aku sudah buatkan sarapan.
Roti biskuit dengan keju kuning dan lada.
Kopi kemarin juga sudah kuhangatkan.
Aku juga sudah mandi.
Kurasa sebaiknya kau segera pergi.
Begitukah? Mengapa? / Kau sudah gadis sekarang.
Kau tahu kalau aku tak bisa menerima tamu sekarang.
Bukankah seharusnya aku pergi hari Kamis?
Kurasa ini yang terbaik untukmu. Kau harus pulang.
Aku sudah pesan tiket. / Ayo, sebaiknya segera berkemas.
TEROWONGAN OSLO 29 KM DARI IBUKOTA OSLO
Penyebab kecelakaan masih belum jelas.
Laporan dari polisi yang telah kami terima
menyatakan jika ada dua korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Terowongan Oslofjord kini ditutup untuk semua arah.
Dan belum ada kejelasan kapan akan dibuka kembali.
Terdapat 32 terowongan bawah laut di Norwegia
yang bahkan lebih terjal dari terowongan Oslo. Terdapat 32 terowongan bawah laut di Norwegia
yang bahkan lebih terjal dari terowongan Oslo.
Banyak yang mengkritik betapa terjalnya terowongan-terowongan itu.
Kami telah menerima data identifikasi kedua korban.
Keduanya iyalah Inga Hansen & Konrad Linblom. Pihak keluarga sudah dihubungi.
Linblom bekerja sebagai Geologis di Norsar.
Ia sebenarnya tidak terlibat dalam pembangunan terowongan.
Reporter kami, Mats Andersen, berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.
Terowongan Oslofjord telah di...,
[Konrad Norsar] [3 Panggilan tak terjawab.]
Kami tidak bisa masuk ke terowongan, tapi polisi telah memberi informasi
kedua korban meninggal akibat tertimpa serpihan dari atas.
NORSAR IBUKOTA OSLO
Kristian!
Hai.
Hai. / Senang bertemu lagi.
Dengan janggutmu itu, aku hampir tak mengenalimu.
Kopi? / Baiklah kalau begitu.
Inggrid, salinannya sudah ada? / Ya. Terima kasih.
Aku sudah lakukan semua yang kau pinta.
Ada data yang meragunakn? / Tidak ada.
Aku tak menjelekkan Konrad. Dia pria baik.
Tapi dia terkadang...,
Dia kadang bertindak terlalu jauh dengan teori-teori anehnya.
Kita belum pernah miliki data sedetail ini sebelumnya.
Sedetail sejauh yang bisa kita impikan.
Coba lihat skala 3,8 di Bergen tahun lalu. / Kita lihat.
Coba lihat.
Hanya ini titik guncangan yang ada?
Titik kuning adalah getaran buatan manusia.
Akibat alat berat, konstruksi dan semacamnya. Sedangkan titik merah adalah gempa alami.
Inilah data guncangan Norwegia.
Jika terjadi sesuatu, ada Inggrid di sini yang mengawasinya.
Kami juga harus awasi Geiranger.
Jadi, Kristian, kita tak bisa melakukan pengukuran sebelum itu terjadi.
Halo?
Halo? / Masuk.
Hai. / Hai.
Namaku Kristian Eikjord. Aku bekerja dengan Konrad.
Ya.
Kau pasti tahu bahwa dia tewas.
Tentu saja. Kau keluarganya?
Konrad adalah ayahku, Almarhum ayahku.
Aku turut berduka.
Jadi kalian bekerja bersama? / Ya, tepatnya..., Ya.
Konrad itu temanku. Dia sering menghubungiku.
Kukira ayah tak punya teman.
Mungkin lebih kepada rekan kerja daripada teman.
Aku tertarik dengan pekerjaannya. Aku ingin melihat catatannya dan...,
Silakan lihat-lihat ruang kerjanya. Aku mau hubungi agen pemakaman.
Tak apa? / Ya, tidak masalah.
Terima kasih.
Halo. Ini Marit. Rumahku rumah kayu,
di sebelah rumah besar warna kuning. Ya, baik. Kutunggu di sini.
Sial.
Hai, Kristian.
Bagaimana kita bisa tahu titik kuning itu bukan titik merah? / Maksudnya?
Bagaimana kita bisa tahu jika guncangan itu disebabkan oleh manusia bukan gempa alami?
Seperti yang kubilang, itu getaran akibat pekerjaan konstruksi.
Ya, tapi bagaimana kita tahu? / Perusahaannya yang melaporkan.
Mereka melaporkan getaran itu? / Ya, mereka laporkan proyek mereka.
Jadi mereka wajib melaporkan selama masa kontrak?
Ya, aturannya begitu.
Apa ada proyek konstruksi di terowongan Oslofjord? / Ya.
Hubungi kontraktor. / Kristian, tenangkan dirimu.
Kumohon, bantu aku kali ini. Setelah ini, aku takkan mengganggumu lagi.
Jika tak ada pekerjaan konstruksi pada hari itu...,
lalu getaran apa itu?
Baiklah, aku akan tanyakan mereka. / Terima kasih.
Hai, Sondre. / Hai, Ayah.
Kenalkan. Ini Mia, pacarku.
Hai. / Hai.
Senang bertemu di sini. / Aku memang tinggal di sini.
Tentu saja.
Jadi, kalian berencana keluar? / Ya, kami mau ke bioskop.
Kalau begitu, nanti kita lanjut ngobrol lagi. / Ya.
Senang bertemu denganmu.
Hai. / Hai.
Kau rapi sekali. / Terima kasih.
Ini darimu.
Mana Julia? / Dia sudah tidur.
Miliknya ketinggalan.
Besok dia ikut ujian Opera.
Sebagai apa? Penyanyi?
Penari Balet.
Kau boleh datang melihatnya.
Jika kau ada waktu. / Tentu.
Dia pasti sangat senang.
Aku menyesal telah bertindak bodoh pada Julia di Geiranger kemarin.
Kau tahu jika aku sedang dalam keadaan sulit.
Kedengaran sangat nyaman tidur terlentang dan mencoba beristirahat dengan tenang.
Kau harus mencobanya. Itu menyenangkan.
Idun.
Apa yang akan kuucapkan ini, akan terdengar sangat tak masuk akal.
Aku harap kau tidak takut.
Bangunan ini memang sudah tua, tapi minggu ini sudah 2x mati.
Kelihatannya tak ada masalah.
Agak panas. Tolong pegang.
Bisa sorotkan senternya?
Halo?
Bisa sorotkan senternya, Kristian?
Kenapa kau tadi?
Idun, sudahlah, tak... / Tidak!
Aku tak apa-apa.
Aku paham mengapa kau menjauhiku. Yang ingin kucoba adalah...,
Kristian. Bukan aku yang menjauh. Tapi kau yang menjauhi kami.
Hai. / Hai, aku sudah tak sabar.
Hmm.. Ma, apan papa datang?
Entahlah, tapi jika acaranya sudah dimulai,
Ayahmu pasti datang dan menontonmu.
Kau senang? / Semoga berhasil!
Halo? / Ya, di sini.
Apa yang kau lakukan? / Ayahmu mengerjakan sesuatu yang penting.
Dan aku hampir membuang semuanya.
Kau pernah merasakan sesuatu pasti akan terjadi, tapi kau tak tahu apa itu?
Ayah selalu punya perasaan seperti itu.
Dia tak bisa melewati bebatuan tanpa membawa sampelnya ke rumah.
Sudah pernah baca itu?
Tapi dia salah.
Ya, dia mungkin salah kala itu.
Tapi dia benar bahwa ada gempa yang terjadi di Oslo hari ini.
Mungkin memang tak sebesar pada tahun 1904. Anggap saja skala 6.
Atau 8. Itu bukan hanya 2x lebih kuat,
Tapi jutaan kali lebih kuat. Ribuan orang akan mati.
Aku harus pergi. Sudah temukan apa yang kau cari?
Kau bisa bawa jika mau. / Kau pasti sulit mendengarnya.
Tapi ada sesuatu yang lebih penting dari seorang puteri.
Seorang putera. Atau keluarga.
Baik.
Apapun itu, aku harus bergegas.
Aku harus memilih lagu untuk diputar di pemakaman ayah.
Karena dia sedang melakukan sesuatu yang penting di terowongan Oslofjord.
Kau tahu kenapa dia bisa ada di sana?
Tidak. / Karena yang dia ingin adalah menyelamatkanmu.
Kau, dan banyak orang lainnya.
Aku ingin lihat terowongan itu.
Aku tak mau ke sana.
Kau tak penasaran, apa yang dilakukannya di sana?
Ini penting.
Ada apa?
Sebaiknya kita pergi saja.
Tunggu.
Tolong pegang.
Bisa sorot senternya?
Kristian! / Sebentar.
Hai, Idun. / Hai, kau ada dimana?
Maafkan aku. Aku terlambat datang.
Aku tadi sedang menuju ke sana, namun ada sesuatu yang membuatku tertunda.
Jadi, kau kecelakaan? / Aku...,
Kristian? Kau masih di sana? Halo?
Halo? Kau dengar aku apa tidak?
Aku mendengarmu. / Kau mau datang atu tidak?
Kami sedang menuju ke sana. / Apa?
Halo? Idun?
Kau mendengarku, Idun?
Julia!
Julia!
Idun?
Kristian...,
Kau melihat Julia? / Kurasa dia di atas sana.
Jangan masuk kemari! / Julia!
Kau lihat puteriku? / Kau harus keluar!
Aku mencari anakku! Dia ikut menari.
Dengar, kau tak boleh masuk kemari. Semuanya harus keluar.
Tak aman di sini. Kau harus keluar.
Julia?
Kau tak apa-apa?
Ayo, cepat. Kita harus keluar.
Mana ayah? / Dia tak bisa datang.
Kita harus keluar. Ayo, nak. Tak apa-apa.
Kita keluar bersama.
Ayo. Bagus.
Halo, Idun? / Kami pulang sekarang. Datang ke rumah saja.
Aku segera pulang. / Baik.
Johannes. Kejadian tak biasa, ya? / Apa yang kau lakukan di sini?
Kau ditugaskan ke sana? Tadi gempa bumi, bukan?
Memang ada pergerakan. Itu yang sedang kami cari tahu.
Pergerakan masih sama?
Kau lihat apa yang baru saja terjadi?
Ini tugasku.
Hai.
Itu... bebatuan Oslo.
Kau tahu apa yang dilakukan Konrad di terowongan? Dia ambil sampel batu.
Ini sampel yang tak sempat dia ambil.
Sebentar.
Kristian, batu itu tak membuktikan apapun.
Kita tahu dari dulu jika bebatuan di terowongan Oslofjord memang rapuh.
Longsornya bebatuan di terowongan Oslofjord bukan berarti karena gempa bumi.
Peristiwa itu hanya longsoran batu yang biasa terjadi di terowongan.
John, titik kuning itu. Titik getarannya tepat di lokasi konstruksi.
Getaran alami bumi terkamuflase oleh getaran buatan dari konstruksi.
Lihat.
Lihat tembok itu. Ini bukan kamuflase atau semacamnya.
Ini hanya kegagalan struktur.
Pergerakan yang tercatat hanya saat gedung operanya runtuh.
Jika memang ada gempa, kita semua takkan ada di sini.
Seluruh bangunan di sini terbuat dari tanah liat. Itu seperti jeli makanan anak-anak.
Sedikit saja retakan di sudut, seluruh struktur ikut runtuh.
Kau lihat listrik padam berkali-kali. Ada juga...,
Ada ribuan penyebab listrik padam.
Aku tahu kau sedang dalam masa sulit.
Dan aku juga bisa merasakannya.
Namun bukan berarti ada musibah di setiap tempat dirimu berada.
Jadi, bisakah kau pergi saja?
Kristian. Kau mau kemana?
Pulang.
,...banyak penyebab kegagalan struktur.
Dan itulah yang sedang kami selidiki.
Sungguh menegangkan bagi orang-orang yang saat itu berkumpul di gedung Opera...,
Dari mana saja? Kenapa tak menyusul kami pulang?
Maaf.
Aku minta maaf.
Aku sudah di sini sekarang.
Kenapa kau ke sini lagi?
Kenapa? Apa yang kau cari?
Aku belum tahu pasti.
Astaga, aku mencari bencana di semua tempat...,
Kami merindukanmu.
Tak bisakah dirimu setidaknya mencoba menjadi seorang ayah?
Idun, kau tidak mengerti. / Apa yang tidak kumengerti?
Apa yang tidak kumengerti? Aku juga mengalami bencana itu.
Kau melakukan apa yang sudah seharusnya. Kristian, kau menyelamatkan banyak orang.
Keluargamu selamat. Nasib kita beruntung.
Kita semua berkumpul bersama.
Jadi komputermu mencatat listrik padam di Opera pukul 20:05:18?
Dan runtuhnya gedung Opera terjadi beberapa detik setelah 20:05:30?
Terima kasih sudah menelepon.
Bisa tampilkan data pergerakan di gedung Opera kemarin?
Tercatat pukul 20:04:57.
Ya.
Ah, sial. Aku menginjak genangan air.
Ya, aku ke sana sekarang. Akan kulihat.
Sepatuku basah.
Hai.
Hai juga.
Kau sudah siap dengan ini, Ayah? Kita berkumpul lagi bersama?
Kuharap juga begitu.
Jadi kau sudah berniat? / Sepertinya iya.
Baiklah kalau begitu.
Hai. / Hai.
Hai. / Hai.
Kau mau kemana? / Aku mau ke kampus.
Sekarang? / Ya.
Tidak sarapan dulu? / Tidak usah, sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kau dan ibu sudah baikan sekarang?
Sejujurnya, aku juga tak tahu.
Hai. / Hai. Aku mau tunjukkan sesuatu.
Ya, memang begitulah. Ada konstruksi di mana-mana.
Di seluruh wilayah Oslo. Tidak, tak ada yang harus dikuatirkan.
Kami selalu mengawasi dengan cermat. Terimakasih.
John? Coba lihat.
Semacam sebuah sistem.
Sistem peringatan.
Gas.
Ada semacam gas yang membunuh tikus-tikus itu. / Gas?
Ada semacam kebocoran.
Maksudmu bocor?
Gas beracun bocor melalui celah retakan pegunungan.
Danau Nyos di Kamerun, tahun 1986.
Gas? Bukankah masalah utamanya adalah gempa bumi?
Ya, memang itu yang kukhawatirkan.
Dan kekhawatiranku terjadi.
Ganti bajumu sekarang.
Nausea adalah proses psikologi yang...,
Kencangkan sabukmu. / Kita jemput ibu? / Jawablah!
Kenapa? Katakan saja, Idun.
Aku tak tahu harus bilang apa.
Bukankah dia sedang liburan musim semi? Dia sudah normal sekarang?
Saat ini memang iya.
Lalu kenapa dia masih bertingkah aneh?
Hei, kau akan baik-baik saja.
Teruslah menyetir! Terobos saja.
Kultur terpencil di Inggris dan Norwegia...,
Kau lagi? / Maaf.
Baca saja jika memang penting. Sampai dimana tadi?
JIKA KAU DI DALAM GEDUNG, KELUAR SEGERA!
Ada apa? / Tak ada.
Mengapa kita mengebut? / Layanan Emergensi.
Aku sudah pasang 4 bom di universitas.
Akan meledak 10 menit lagi. / Di universitas? / Ya, di universitas!
Belok ke kiri di sana! / Tak bisa. / Ke kiri!
Ayah, tunggu.
Aku akan kembali. / Jangan pergi.
Aku akan kembali segera. Aku janji. Aku cuma menjemput ibu.
Kau tunggu di sini bersama Marit. Kau mau janji?
Marit, jolong jaga Julia. / Ayah!
Ya, pak. Saya mengerti. Hai.
Nanti kami periksa. Bisa kami hubungi kembali nanti?
Idun Oakland, aku harus temui dia. Akan ada bencana.
Dimana dia? / Idun? / Idun.
Kurasa dia di lantai 34. / 34?
Lantai 34. / Sialan!
Liftnya ada di sebelah sana.
Hai, Kristian.
Coba sekarang lihat layarnya. Kau akan lihat hal yang luar biasa.
Jika kita tidak bersiap..., / Kami sudah...,
Hubungi yang berwenang. Nyalakan alarm peringatan.
Kita harus bicarakan ini nanti. / Tak ada nanti-nanti.
Hubungi seluruh petugas berwenang. Nyalakan alarm bencana. John?
John!
,...metaphora adalah faktanya, proses penuaan adalah...,
Mia, kita harus keluar sekarang. Aku punya firasat buruk.
Kita tunggu sebentar.
Apa sebaiknya kita keluar sekarang?
Lupakan, sudah mati. Metaphora adalah cara binatang untuk berburu...,
Minggir, aku mau antar barang. / Bisa kau cari tempat lain?
Aku bisa pindah sendiri.
Julia?
Julia?
Julia!
Tunggu sebentar.
Hai. / Kau harus keluar. Semuanya harus keluar.
Akan ada gempa! / Kristian, sudah cukup.
Kita tak bisa berada di sini. Tempat ini akan runtuh! Ayo.
Kristian, sudah cukup. Kau bisa tenang?
Jika ada gempa, pasti sudah ada peringatan sebelumnya.
Tak ada yang akan berikan peringatan. Ayo cepat!
Aku ikut denganmu, habis ini kita duduk minum kopi dan bicara. OK?
Maaf semuanya.
Tapi kita semua harus keluar!
Kau tahu apa hukuman bagi orang yang menyalakan alarm palsu?
Julia!
Kau sudah tekan alarm kebakaran. Lift ini otomatis turun ke lantai dasar.
Kenapa Julia ke sini?
Transformasi antar sesama..., / Ayo, kita keluar dari sini.
Apa? / Kau! Sudah cukup denganmu.
Tadi alarmnya menyala, bukankah semuanya harus keluar? / Alarmnya sudah mati.
Duduk, atau keluar saja.
Kalian harus ikut denganku. / Duduk, atau keluar saja.
Semuanya keluarlah dengan tenang.
Tenang dan berjalanlah ke tangga.
Semuanya harus keluar.
Tak ada sinyal?
Halo?
John?
Tiarap!
Julia!
Idun.
Idun! Idun?
Kau tak apa-apa?
Lihat aku.
Lihat aku. Kau tak apa-apa?
Katakan sesuatu. Bangun.
Idun!
Julia!
Hei, kau bisa dengar? Kau tak apa-apa, Julia?
Pegang yang kuat, dan tarik. Pegang tangannya.
Hitungan ketiga. Kita tarik bersama.
Satu, dua, tiga!
Tarik!
Julia! Julia!
Kita bisa melalui semua ini. Kita harus lalui bersama-sama.
Kita berdua.
Ada pintu terbuka di bawah sana.
Kau tak apa-apa?
Tahan, tekan sekuatnya.
Julia, lari ke sana! Lari ke sana! Lari!
Pegangan.
Tidak!
Tidak!
Raih sesuatu!
Julia!
Idun? Idun! Awas!
Idun?
Kau bisa bergerak?
Gempa ini belum selesai, jadi kita harus cepat pergi dari sini.
Pertama, kita harus turun ke pintu itu.
Lalu kita bisa ambil Julia.
Baik. / Tidak.
Idun?
Idun? Ayo naik. Aku akan lempar tali ini ke arahmu.
Kau bisa melakukannya. Aku akan menangkapmu.
Julia menunggu di atas sana. Ayo naik.
Ayo. Berusahalah.
Ya. Begitu.
Bagus sekali.
Akan kulemparkan padamu. Tangkaplah.
Akan kulemparkan sekarang.
Pegang yang kuat. Akan kutangkap, percayalah.
Tahan.
Panjatlah sedikit lagi. Aku akan meraihmu.
Kristian... , / Ayolah!
Ayolah.
Aku tak bisa.
Kumohon! Kau pasti bisa.
Aku mencintaimu.
Jangan bilang begitu, kumohon.
Tinggal sedikit lagi.
Kau harus mencari Julia. / Idun! Tidak!
Ayo naik. Sedikit lagi! Aku akan meraihmu!
Kau dengar kataku?
Beberapa senti lagi. Lalu aku akan menarikmu, dengar?
Sedikit lagi.
Ya! Ayo!
Tolong!
Tolong!
Marit? / Kami di bawah sini!
Julia! / Ayah!
Dia di sini! Tolong!
Aku datang!
Ayah!
Kukira aku sudah kehilanganmu.
Lihat aku.
Ibu mana?
Ibu mana?
Maafkan aku.
Jangan pergi lagi.
Lihat aku. Aku ada di sini. Aku janji tak pergi lagi.
Terima kasih.
Sekarang, dengar.
Kita harus pergi jauh dari sini, OK?
Ayo.
Tidak! / Julia!
Julia!
Julia!
Ayah!
Julia!
Ayah!
Ayah! / Julia! Jangan banyak bergerak!
Julia! Jangan bergerak.
Marit! / Aku datang! / Turunlah!
Ayah!
Marit!
Marit!
Tangkap Julia. / Baiklah.
Aku akan mengayunkan dia. Kau siap?
Julia, aku akan mengayunkanmu. Kuhitung sampai tiga.
Satu, dua...,
tiga.
Julia, lepaskan tangan ayah. / Aku memegangmu, Julia.
Sudah kupegang.
Lepaskan tanganmu sekarang.
Julia, lepaskan tangan ayah. / Lepaskanlah.
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.