All language subtitles for NONTON.MOVIE-.Train-to Busan

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole Download
ha Hausa
haw Hawaiian
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Bersama Oleh : Rizainter - Kakek Salto - Tungau Loncat - Galank87

INDOXXI Support dengan like & share :)

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Zona Karantina Harap Pelan-pelan

Apa lagi ini?

Kau mengubur babi itu lagi?

Ini bukan penyakit menular.

Ada kebocoran kecil di daerah BioTech.

- Bukan masalah. - Kau sudah mengatakannya!

Kalau kau sampai mengubur hewan ternakku lagi...

...aku akan marah!

Jangan khawatir, silakan jalan.

Silakan jalan.

Kebocoran kecil apanya.

Mereka penuh omong kosong.

Ya ampun.

Hari ini sial amat.

KERETA KE BUSAN

Pak...

...jika kita menariknya, saham bisa merosot.

Bisa jadi karena laporan palsu..

Ya, segera saya lakukan.

Apa?

Bukan. Saya karyawan baru.

Baik. Sampai jumpa di lapangan.

Ya, semoga sehat selalu.

Suruh Kim ke ruanganku.

Kematian Misterius Ikan di Waduk Jinyang

Kita mesti bagaimana?

Jual semua aset di pasar saham.

- Semuanya? - Ya.

Dampaknya akan berbahaya.

Kestabilan pasar dan trader pribadi akan..

- Kim. - Ya?

Lakukan saja yang kuperintahkan.

Segera jual semuanya.

Baik.

Tunggu.

Anak-anak zaman sekarang suka apa?

Mari kita berbaikan.

Aku tak peduli denganmu.

Aku akan merawat Soo-an.

Bagaimana caranya?

Apa kau berbicara dengannya?

Besok, dia ingin ke sini sendiri.

Kau tahu itu?

Hentikan!

Kau sebut dirimu seorang ayah?

Anak kecil tak boleh pergi sendirian.

Kalau begitu, antar dia. Dia ingin ke sini.

Jangan besok.

Kau ingat besok ulang tahunnya, 'kan?

Tentu saja!

- Kau sudah makan? - Sudah.

Mana Soo-an?

Di kamarnya.

Aku bisa naik kereta sendiri.

Ibu bisa jemput aku di stasiun.

Kututup teleponnya, Ibu.

Tak masalah kau bicara dengan ibumu.

Sudah kututup.

Kata ibu kau mau ke Busan?

Ayah sedang banyak kerjaan.

Minggu depan Ayah ada waktu.

Kau bisa menunggu?

Ini.

Kau kira Ayah lupa? Selamat ulang tahun.

Bukalah.

Kau tak suka?

Tahun ini ada Hari Anak.

Ada lagi yang kau inginkan?

Busan. Aku mau bertemu ibu.

Besok.

Sudah Ayah bilang, lain kali saja, ya?

Pokoknya besok.

Ayah selalu tak menepati janji.

Aku takkan membuang waktu Ayah. Aku bisa pergi sendiri.

Banyak kerjaan?

Ibu tahulah.

Kau akan membawanya ke Busan besok?

- Ya. - Baguslah.

Ketika kau di sana...

...bicaralah hati ke hati dengan istrimu.

Pernikahan tak boleh ditinggalkan begitu mudahnya.

Demi Soo-an juga.

Bu, akan kubereskan masalahnya.

Sekarang ini waktu krisis.

Tentu. Kau tahu itu.

Dia kecewa kau tak datang ke pertunjukan.

Itu juga waktu krisis bagi Soo-an.

Hujan deras menyapu tebing

Dan melewati pepohonan

Masih

Tak apa.

Sayang, tak apa.

Lanjutkan, Soo-an.

Ya, Bu.

Ya.

Tidak. Dengan ayah.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa di sana.

Ayah melihatmu bernyanyi di pertunjukan.

Kapan Ayah lihat? Ayah 'kan tak hadir.

Ayah memang tak hadir, tapi Ayah selalu menyaksikanmu.

Kau tak menyelesaikannya, 'kan?

Ya.

Kenapa? Kau harusnya menyelesaikannya.

Bila kau memulai sesuatu, kau harus menyelesaikannya.

Lebih buruk daripada tidak melakukan..

Nyaris saja.

Ada apa ini?

Kau tak apa?

Ayah kaget.

Sepertinya ada masalah.

Mohon perhatian.

Kereta KTX 101 akan berangkat ke Busan sebentar lagi.

- Di mana gerbong 4? - Sebelah sana.

Terima kasih.

Mohon perhatian.

Kereta KTX 101 akan berangkat ke Busan sebentar lagi.

Hye-young, dasimu.

Rapikanlah.

Semuanya tenang dan duduk!

Baik.

Ada Jin-hee.

Sedang apa kau di sini?

Aku pemandu sorak kalian.

- Sungguh? - Kau tak dengar?

Hebat. Keinginanmu terwujud.

- Duduk denganku. - Berikan yang terbaik!

Hei, Jin-hee.

Kau mendengarkan apa?

Duduklah di tempat lain.

Menyala saja tidak.

Jika kubilang aku menyukaimu, cukup katakan "terima kasih".

Sudah takdirmu.

Benar! Sudah takdirmu!

Terima! Terima!

Makan ini, Jong-Gil.

Kapan kau merebusnya?

Kita akan sampai sejam lagi, apa masalahnya?

Aku tak mau.

- Makanlah. - Tidak mau.

- Pak, sudah di kereta? - Ya, kenapa?

Kita mendapat banyak telepon. Ada penyerangan di Industri Ansan.

Apa?

Terus laporkan kepadaku.

Aku ke sana sebelum jam makan siang.

Baik, Pak.

Maaf..

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

- Permisi. - Ya?

Selamat pagi.

- Ada penumpang mencurigakan. - Di mana?

Dia masuk WC.

Entah apa yang ia lakukan.

Dari tadi belum keluar.

Maaf, Pak. Nanti saya periksa.

Permisi?

Halo?

Pak?

Semua orang mati.

Pak?

Permisi?

Anda punya tiket?

Semua orang mati.

Jika tak punya tiket, kami harus turunkan Anda di stasiun berikutnya.

Semuanya mati.

Apa?

Semuanya mati!

Hei, Nak.

Jika kau tak belajar kau akan jadi seperti dia.

Ibuku bilang tak boleh berkata begitu.

Berarti Ibumu tak pernah belajar.

Pak, ikut saya ke belakang.

Mau buang air kecil?

Dua orang sedang pipis, jadi akan lama.

Kau bisa pipis di sana. Pergilah.

Pasti masih lama.

Sayang? Bagaimana di sana?

Maaf, tak perlu terburu-buru.

Teruskan saja.

Pergilah.

Dia sudah pergi. Santai saja.

Nona, Anda baik-baik saja?

Nona! Astaga.

Ada keadaan darurat di gerbong 11!

Pak?

- Halo? - Ya, Kim?

Masalah lebih parah dari yang kami kira.

Bukan cuma terjadi di Ansan.

Entah apa yang terjadi, tapi ini bukan serangan biasa.

MILITER DIKERAHKAN UNTUK MENGATASI KERUSUHAN

Kabarnya ini berskala nasional.

- Apa sudah diangkut? - Halo?

- Dia masih bernapas? - Masih.

Kejang-kejangnya tak terkendali!

Pak, kami harus bagaimana?

Nanti kutelepon balik.

KEKERASAN TERJADI SAAT KERUSUHAN

Aduh, mereka pasti kesakitan.

Mengerikan.

Orang-orang zaman sekarang mudah sekali rusuh.

Kalau dulu, mereka pasti dididik dengan baik.

Jangan bilang begitu.

Lihat.

Kenapa mereka?

Nona?

Bagaimana ini?

Pak? Anda di mana?

Sulit dipercaya.

Pak?

Min-ji? Halo?

Apa itu?

Ada yang terjadi?

Astaga!

Tunggu sebentar.

Semuanya lari!

Kondektur, di sini ada bahaya!

Pak, terjadi kekerasan di kabin.

Lari!

- Astaga! - Apa itu?

Pergi!

Lari ke belakang!

Cepat bangun!

Ayah!

Sayang?

Sang-hwa, kau ribut sekali.

Maaf, masalahnya..

Lepaskan aku!

Bantu dia, Bodoh!

Hei!

Kenapa denganmu?

Kau sudah gila?

Sayang?

Sung-kyung!

Kau bisa lari, 'kan?

KEKERASAN MELUAS, KORBAN BERTAMBAH

Lari!

Tutup pintunya!

Tutup pintunya!

Cepat!

Tutup!

Tutup sekarang!

Tutuplah!

Aku kenal dia!

Mana kuncinya?

Bagaimana cara mengunci ini?

Kau dengar aku?

Lepaskan.

Apa?

Kurasa mereka tak tahu cara membukanya.

Mereka menyerang karena melihat kita.

Apa itu?

Makhluk apa mereka?

Soo-an, kau tak apa?

Hei, Kawan.

Ada apa?

Kau harus minta maaf padaku.

Apa maksudmu?

Lihat si bodoh ini. Kau menutup pintu di depan kami!

Bukan kau saja yang dalam bahaya.

Bagus sekali.

Sini. Akan kulempar kau ke mereka.

Hentikan!

Semua orang sudah cukup takut.

Mohon perhatian.

Karena situasi kita saat ini, kita takkan berhenti di Cheonan.

Demi keamanan, mohon duduk di kursi Anda.

Halo. Ada orang di sana?

Ya, bicaralah.

Kau tahu apa yang terjadi di belakang sini?

Kenapa tak berhenti di Cheonan?

Kami tahu, Pak. Ini perintah dari pusat.

Mohon duduk.

Tidak masuk akal. Orang-orang menggila di sini.

Berhenti di Cheonan, paham?

Permisi.

Aku mohon maaf, tapi bisakah dia duduk?

Dia sedang hamil.

Boleh.

Duduklah.

Terima kasih.

IBU

Ya, Bu?

Kau sedang dalam perjalanan?

Ya, kami dalam perjalanan.

Ibu di mana? Kenapa ribut sekali?

Apa yang terjadi? Semua orang berkelahi.

Apa kau dan Soo-an baik saja?

Kenapa napas Ibu begitu? Ibu terluka?

Seok-woo, Anakku.

Tolong jaga Soo-an.

Ibu tak apa?

Soo-an cucuku..

Ibu sangat menyayanginya, tapi dia hanya ingin ibunya.

Si jalang itu!

Ibu?

Ayah.

Ayah!

Apa nenek baik-baik saja?

Apa-apaan?

Sayang, duduklah.

Para penduduk,...

...kita mengalami kerusuhan di semua kota besar...

...yang mengakibatkan banyak korban warga serta polisi.

Kerusuhan menyebabkan penutupan beberapa distrik...

...dan para pelaku kerusuhan mencoba menghancurkan...

...dan mengambil alih pemerintahan.

Dengan ini, kami menyatakan negara dalam bahaya...

...untuk mengendalikan situasi saat ini.

Berkat respons cepat pemerintah,...

...beberapa kerusuhan berhasil dihentikan.

Penduduk sekalian,...

...mohon abaikan rumor tanpa dasar...

... seperti adanya zombi dan tetap bertahan di dalam rumah.

Kita harus tenang dan memercayai pemerintah,...

...demi melewati cobaan ini.

Kami yakin Anda aman dari bahaya.

ANALIS KIM

Ponsel ibu mati.

Yang di depan, cepatlah!

Soo-an, duduk di sini.

Tenanglah, Ayah akan telepon dia.

Jong-Gil, duduklah.

Kau lebih tua, jadi kau yang duduk.

Tidak usah. Duduklah.

Sayang, mari ke sana.

Nek, duduklah di kursiku.

- Tidak usah. - Duduklah.

Nak.

Kau mau?

Terima kasih.

Anak yang baik.

- Kita dapat duduk. - Terus jalan.

Tas itu..

Soo-an, kau tak perlu lakukan itu.

- Melakukan apa? - Bersikap ramah.

Di saat seperti ini, jagalah dirimu sendiri.

Jawab Ayah.

Lutut Nenek selalu sakit.

Sayang.

Mohon perhatian semuanya.

Kereta akan berhenti di stasiun Daejeon.

Pihak militer dikerahkan di sana dan akan mengamankan kereta.

Setelah kita sampai, mohon keluar dari kereta.

Saya ulangi,...

...Stasiun Daejeon adalah pemberhentian terakhir.

Kota mana yang bisa dimasuki?

Yeosu, Uljin, Busan. Bagaimana dengan Daejeon?

Permisi, aku harus menelepon.

Bagaimana dengan Daejeon?

Kenapa tidak?

Soo-an, tetap di sini.

Hei, Nak.

Ya?

Siapa dia? Ayahmu?

Ya.

- Ayah kandung? - Ya.

Aku hanya ingin tahu.

Apa pekerjaannya?

Dia manajer investasi.

- Manajer investasi? - Ya.

Dia tukang peras uang. Lintah darat.

Jangan katakan di depan anaknya.

Tak apa.

Semua orang berpikiran begitu.

Kau mau?

Sleepy makan ini.

Ini Sleepy. Sapalah.

Nama bayinya Sleepy?

Bukan, nama janinnya.

Ini seperti nama panggilan.

Ayahnya terlalu malas memilihkan nama.

Pegang perutnya.

Di sini.

Peganglah.

Kau merasakannya?

Aku yang buat itu.

- Dasar bodoh. - Tapi itu benar, 'kan?

Letnan Min di Daejeon

Tn. Seok, kau menelepon di waktu yang kurang tepat.

Tunggu!

Aku mau bertanya.

Apa?

Aku naik KTX ke Daejeon.

KTX? Sekarang ini?

Ya, aku hampir sampai.

Apa benar militer dikerahkan ke Daejeon?

Ya, itu benar.

Benarkah? Di sana pasti aman.

Mengenai itu..

Min, di sana aman, 'kan?

Setelah kau sampai, kau akan dikarantina.

Apa?

Aku bersama putriku.

Bisakah kau tolong kami?

Masalahnya..

Akan kubelikan kau mikroskop sungguhan. Bantulah aku.

Jangan pergi ke alun-alun. Pergilah ke bagian timur, ya?

Akan kuberi tahu anak buahku.

Terima kasih banyak.

Semuanya sudah mati.

Ada apa ini?

Sepi sekali.

Apa ini Daejeon?

Tak ada orang.

Kenapa tak ada orang?

Minggir.

Ada apa di belakang sana?

Inilah kekerasan yang kuceritakan.

Kondektur!

- Kau kondekturnya? - Ya.

Gerbong mesin muat berapa orang?

Kita harus lepaskan dan pergi ke Busan.

- Melepaskan? - Ya!

- Tidak bisa! - Kenapa?

Tidak bisa di sini.

Di mana militernya?

Entahlah.

Aku hanya dapat laporan soal itu.

Mana kartu namaku?

Aku kepala perusahaan Stallion Express,...

...dan semua rute ke Daejeon ditutup.

Jemputan dialihkan.

Tapi kenapa?

Karena kota dikarantina!

Mereka mungkin takkan membiarkan kita lewat.

Tapi Busan masih terbuka, ayo pergi ke sana!

Tunggu, jika itu benar...

- ...kita harus jemput yang lain. - Menjemput siapa?

Ayo periksa stasiun dulu.

Hei!

Sialan!

AREA TERLARANG

Biarkan saja mereka.

Ayo, Sayang.

Kita mau ke mana?

Kita pergi lewat sini.

- Hanya kita? - Ya, ayo.

Ada apa?

Aku ikut lewat sini juga.

Alun-alun lewat sana, ikuti saja yang lain.

Aku mau ikut denganmu.

Aku dengar kau menelpon.

Kalian berdua akan dijemput.

Aku tahu yang lain akan dikarantina.

Itu tak benar, Soo-an.

Akan kuberitahu yang lain.

- Soo-an, itu tak perlu. - Tentu saja perlu!

Biarkan mereka! Kita harus urus diri sendiri!

Ayah hanya mementingkan diri sendiri.

Itu sebabnya Ibu pergi.

Sayang.

Sini! Sebelah sini!

Tolong!

Soo-an, diam di sini.

Sialan!

Tahan!

Mundur! Cepat!

Letnan Min!

- Tn. Seok! - Aku di Daejeon.

Semuanya baik saja? Anak buahku tak bisa dihubungi!

Apa?

Halo?

Tolong aku.

Kumohon.

Ayo! Cepat!

Cepat!

Cepat!

Tangkap!

Lari! Cepat!

Bajingan! Ayo!

Lebih cepat!

Tahan mereka!

- Di sini! Lari! - Lewat sini! Cepat!

Di sini!

Lewat sini!

Ayo!

Cepat!

Kenapa kita belum berangkat?

Masih ada penumpang lain!

Cepat!

Lewat sini!

Cepat!

Cepat! Sini!

Nenek!

Berdiri!

Tidak, berhenti!

Kakakku!

Naik!

Aku juga!

Biarkan aku masuk!

Kumohon!

Berapa lama lagi? Kita harus berangkat!

Tidak! Temanku belum naik!

Mereka yang di sini harus selamat!

Benar, 'kan?

Kondektur.

Kita berangkat.

Lari! Ayo!

Lihat, keretanya!

Lari lebih cepat!

Sadarlah, Bodoh!

Awas!

Pusat kendali, kereta 101 tak bisa berhenti di Daejeon karena wabah.

Carikan stasiun yang aman, ganti.

Kereta 101, komunikasi tak stabil, sulit mencarikan stasiun.

Pusat kendali, kereta 101 bisa menuju Busan? Ganti.

Kereta 101, kami akan kosongkan jalur ke Busan.

Pusat kendali, keluar.

Beritahu jika kau melakukan kontak ke Busan.

Kereta 101, keluar.

Perhatian semuanya.

Demi keamanan semuanya, kita tidak akan berhenti.

Kita akan langsung menuju Busan.

Kondektur, kau dengar aku?

Ya.

Kau bisa menghubungi Busan?

Tidak, komunikasinya buruk.

Jalankan kecepatan penuh!

Atau kita takkan berhasil, paham?

Young Gook, kau di mana?

Kukira kau sudah mati!

Maafkan aku!

Yang lain tak selamat!

Maafkan aku.

- Sayang? - Tuan!

Kenapa kau yang jawab? Di mana kau?

Kami di toilet kereta!

Toilet? Gerbong berapa?

Gerbong..

Gerbong 13!

- Cepat kemari! - Sayang!

Itu tadi anakku? Dia tak apa?

Di toilet gerbong 13.

Kita bisa ke sana?

Anggaplah kau bisa ke sana dan menyelamatkan mereka,...

...bagaimana kau bisa kembali?

Di gerbong 15,...

...orang-orang berkumpul di sana.

GERBONG 9

Hanya 4 gerbong jauhnya.

Aku yang memimpin.

Kau di tengah,...

...dan kau di belakang.

Tahan mereka yang dari belakang.

Kudengar kau seorang manajer investasi.

Kau pasti ahli...

INDOXXI Support dengan like & share :)

Tunggu sampai kita keluar terowongan.

Ayo.

Cepat!

Ayo!

Minggir.

Lari!

Minggir.

Mereka diam saat kita masuk terowongan, 'kan?

Mungkin karena gelap.

Ya, kurasa begitu.

Ada lebih banyak lagi di sini.

Kita harus bagaimana?

Tak ada cara lain lagi.

Ayo.

- Apa? - Berikan ponselmu.

Jauhkan dari wajahku.

Hei, Kawan.

Merasa senang bertemu anakmu berkat diriku?

Kau senang atau tidak?

Kenapa nada deringmu jelek?

Memangnya kenapa?

Bagaimana mengubahnya?

Ada yang lucu? Dasar anak tengik!

Berapa tinggimu?

181 cm.

Panjangnya 10 km, kecepatan 300 km/jam.

Apa?

INDOXXI Support dengan like & share :)

- Kita bisa melakukannya? - Kita usahakan.

Jika kita melewatkannya, ada lagi dalam jarak 3 km..

Kuyakin kau tak pernah bermain dengan putrimu.

Saat dia dewasa,...

...dia akan mengerti kenapa kau bekerja keras.

Semua Ayah akan dimarahi dan tak dihargai,...

...tapi itu semua soal pengorbanan, 'kan?

Kenapa melihatku begitu? Apa aku terdengar bijak?

Yang lain selamat. Kami menuju ke sana.

Temanku menuju kemari!

Apa kau bilang?

Temanku dari gerbong lain menuju kemari.

- Siapa yang datang? - Temanku!

Dia di gerbong 9, dan dia menolong beberapa orang.

Menolong?

Dari sana ke sini, melewati monster itu?

Tanpa terluka?

Kau yakin mereka tak terinfeksi?

Apa kau yakin?

Apa maksudmu?

Lihatlah mereka semua.

Di saat seperti ini,...

...tak ada yang tahu apa yang terjadi pada keluarga mereka.

Kita bahkan tak tahu kalau temanmu itu terinfeksi!

Membiarkan mereka masuk ke sini?

Tak bisa kupercaya.

Pak,...

INDOXXI Support dengan like & share :)

Mereka akan tiba kemari.

Pak!

Cepat ke sini!

Satu.

Dua.

Lari!

Jin-hee! Jin-hee!

Ayo cepat!

Buka!

Hei! Buka pintunya!

Jin-hee!

Buka pintunya!

Buka!

Cepat buka!

Tak bisa dibuka!

Aku tak bisa membukanya!

Hancurkan kacanya!

Mundur!

Cepat!

Sialan.

Dasar bodoh!

Ayo!

In-gil!

Young-Gook!

Mundur!

Young-Gook!

Menjauh!

Mundur, Sayang. Pergilah!

Kawan, hei!

Bawa dia dan pergilah.

Pergilah!

Kubilang pergi, Bodoh!

Aku mulai lelah, pergilah.

Jaga dia, ya?

Akan kutahan mereka, pergilah!

Maafkan aku.

Kita harus pergi, ayo!

Yoon Su-yun!

Itu nama bayi kita!

Paham?

Kenapa kau melakukannya?

Dasar bajingan!

Kita bisa saja selamatkan mereka!

Kenapa?

Dia terinfeksi!

Dia salah satu dari mereka!

Orang ini terinfeksi!

Matanya! Lihat matanya!

Dia akan jadi seperti mereka!

Apa kalian semua ingin mati?

Kita harus usir mereka!

Kalian yang baru saja tiba,...

...kurasa tak bisa tinggal bersama kami.

Pindahlah ke ruang depan.

Pergi!

Keluar!

Keluar sekarang!

Cepat!

Ayo!

Pergi!

Tinggalkan kami!

Cepat pergi!

Keluar sekarang!

Cepat!

Kau akan lebih aman tinggal di sini.

Tidak, aku tak mau di sini.

Aku ikut denganmu.

Tapi..

Cepat pergi!

Tunggu apa lagi!

Baiklah, ayo.

Keluar! Kalian semua!

Keluar!

Pergi dari sini!

Ayo pergi.

Cepat ikat!

Tambah talinya! Dasi!

Diam! Aku sedang berusaha!

Dasar bodoh.

Baguslah.

Selalu membantu orang lain tanpa pikirkan diri sendiri.

Kenapa prinsip hidupmu begitu?

Apa gunanya?

Bodoh sekali.

Diam! Jangan berisik!

Kalian duduk saja!

Dasar sekumpulan sampah.

Selesaikan dan ikat juga di pintu satunya.

Terima kasih atas segalanya.

Wanita itu..

Hentikan dia!

Pusat kendali, ini kereta 101 menuju Busan!

Kabarkan situasi saat ini di Busan, ganti.

Pusat kendali?

Pusat kendali!

Sekarang hari ulang tahunmu.

Jangan khawatir.

Ayah akan antar kau ke Ibumu apa pun yang terjadi.

Ayah tidak takut?

Tentu saja takut.

Ayah juga takut.

Aku sangat takut.

Kukira aku takkan bertemu Ayah lagi.

Aku berlatih lagu itu hanya untuk Ayah.

Itu sebabnya aku tak teruskan nyanyiannya.

Karena aku tak melihat Ayah.

Ayah tetap mau bersamaku?

MANTAN ISTRI

Nomor yang Anda tuju tak dapat dihubungi.

ANALIS KIM

Ya, Kim.

Sudah sampai di Busan?

Belum, kau di mana? Apa di sana baik-baik saja?

Busan berhasil bertahan.

Apa? Kau yakin?

Dari mana kau dapat kabar itu?

Pak, semua ini bermula dari YS BioTech.

Proyek yang kita jalankan!

Pak,...

INDOXXI Support dengan like & share :)

Kita hanya melakukan tugas, bukan?

Apa ini salahku?

Ini..

Ini bukan salahmu.

Terima kasih.

Kim..

Mohon perhatian.

Karena jalur kita terhambat,...

...kita harus berhenti di Stasiun Timur Daegu.

Mungkin kita harus menunggu tim penyelamat,...

...atau kita harus lanjut ke Busan dengan kereta lain.

Setelah saya akhiri pengumuman ini,...

...saya akan cari kereta lain dan menjalankannya di jalur kiri.

Apa yang terjadi?

Saya ulangi, di jalur kiri.

Jika para penumpang masih hidup, pindahlah dengan hati-hati.

Semoga berhasil.

Apa di sana akan ada pertolongan?

Kudengar di Busan aman.

Kita harus pergi sekarang.

Astaga.

Sudah aman?

Ya.

Kau duluan.

Kita harus cari jalan lintas.

Apa-apaan?

Di sini!

Celaka.

Gawat.

Bagaimana ini?

Kita harus pergi, ayo!

Jin-hee, ayo!

Mundur!

Jin-hee!

Jin-hee!

Ini tidak mungkin.

Maafkan aku.

Ayah! Bangun!

Ayah! Ayah!

Apa yang terjadi?

Ayo cepat! Lebih cepat!

Lebih cepat!

Sial!

Tolong!

Sayang, kemari!

Soo-an, Soo-an!

Tuan!

Sayang!

Soo-an, kemari!

Tuan.

Pergi! Cepat!

Ayo!

Cepat!

Ayo pergi!

Cepat! Cepat!

Ayah!

Tuan.

Aku takut.

Bawa aku pulang.

Ibuku sedang menunggu.

Alamatku ada di...

...distrik Suyoung, Busan.

Selamatkan aku.

Kau...

...sudah terinfeksi.

Tidak.

Tidak.

Tidak!

Tidak, tidak!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Soo-an, kemari.

Duduk di sini.

Sung-kyung.

Dengarkan aku.

Ini tuas remnya.

Saat kau mau berhenti, tarik remnya.

Sayang.

Lihatlah Ayah, Soo-an.

Lihatlah Ayah.

Soo-an, dengarkan Ayah.

Kau harus tinggal bersamanya, paham?

Busan masih aman.

Jangan pergi!

Jangan pergi, Ayah! Ini salahku!

Jangan tinggalkan aku.

Jangan pergi.

Kumohon.

Jangan pergi.

Ayah harus ikut dengan kami.

Kumohon!

Jangan pergi!

Jangan pergi!

Jangan pergi!

Ayah!

Lihat.

Dua subyek mendekati lokasi kami.

Sepertinya wanita dan anak kecil.

Periksa apakah ada infeksi. Ganti.

Kalian dari mana?

Aku tak bisa lihat mereka dengan jelas.

Tak bisa melihat subyek dengan jelas.

Mohon perintahnya. Ganti.

Bunuh mereka. Ganti.

Hujan deras menyapu tebing

Dan melewati pepohonan

Tunas baru pun muncul

Tunas dari bunga Ahihi Lehua

Dua orang selamat mendekat!

Sampai berjumpa

Sampai jumpa saat bunga mekar

Sampai berjumpa

Sampai berjumpa

Sampai kita bertemu lagi

Diterjemahkan Bersama Oleh : Rizainter - Kakek Salto - Tungau Loncat - Galank87

INDOXXI Support dengan like & share :)

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.