Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MUSIM SEMI, TAHUN 1549
ISTANA NAGOYA, WILAYAH OWARI
Inuchiyo!
Jangan buat alisku terlalu tebal!
Aduh! Tentu saja!
Perbaiki!
- Katsusaburo. - Ya!
Buat lebih tinggi dan penuh.
- Lebih tinggi! - Ya!
- Runcingkan ujungnya, Bodoh! - Baik!
- Kyosuke. - Ya!
Sabuk ini membosankan.
Talinya.
- Talinya! - Tali!
- Cepat! - Baik!
Bekas luka palsu di pipimu akan tampak heroik.
Tidak.
Baiklah.
Tidak!
Aku mengerti.
Baik.
Kau sangat gagah.
Tampan, Tuanku.
Sangat perkasa.
Bagaimana penampilanku?
Aku akan terpikat.
Itu sangat modern.
Aku merinding.
Aku bisa…
melakukan ini.
Ini!
Aku merasa pusing!
Lututnya akan lemas!
Kau boleh memilikiku!
- Apa itu? - Kau boleh memilikiku.
Ada apa?
Mereka tiba!
Apa?
- Tuan Muda! - Minggir!
Jangan menghalangiku.
Jangan menghalangiku!
Cara muncul yang hebat!
Minumlah segelas sake, Yang Mulia Putri No.
Tak ada orang lain yang tahu ini, Nak.
Aku sakit parah.
Saat aku meninggalkan dunia ini,
itu akan membawa kekacauan di wilayah kita.
Viper akan melihatnya sebagai kesempatan untuk menduduki.
Aku harus menghentikannya selagi aku masih hidup.
Sudah saatnya untuk menegosiasikan gencatan senjata antara wilayah kita.
Nak…
Kau akan menikahi putrinya, Putri No dari Wilayah Mino.
Orang menyebutnya putri Viper, tapi ibunya berasal dari keluarga bangsawan.
Aku yakin dia akan jadi istri yang baik.
Masa depan dari Wilayah Owari
ada di tanganmu, Nak.
Aku melihatnya! Seperti kata ayahmu, dia sangat cantik!
Siapa peduli jika orang menyebutnya putri Viper?
Aku punya firasat dadanya besar!
Inuchiyo!
Ya?
Tenanglah.
- Maaf. - Jangan berisik.
Segera!
Milikmu juga besar, Tuanku!
Cepatlah!
Tuan Putri.
Pastikan…
Pastikan kau selalu ingat perkataan ayahmu.
Cepat atau lambat, kakakmu akan membelot melawanku.
Itu akan mengcaukan wilayah ini.
Tiger yang bersebelahan dengan kita akan memanfaatkan itu.
Putriku.
Suamimu berikutnya adalah putra dari Tuan Owari.
Jangan membantah!
Masa depan wilayah kita ada di tanganmu.
Reputasinya adalah pria paling bodoh di Owari,
tapi aku yakin dia terpelajar dan ahli pedang yang hebat.
Diam. Jangan berkata apa pun.
Tolong tutup mulutmu.
Kau terlalu terus terang tentang pemikiranmu.
Jangan bicara!
Ada apa?
Putri menunggu.
- Tuanku! - Biarkan kami lewat.
Semoga beruntung, Tuanku!
Jangan pelit.
Pijat punggungku.
Jangan begitu. Jangan melakukannya terlalu lembut.
Aduh!
Boleh aku tanya kenapa…
Kenapa aku harus menuangkan minuman serta memijat punggung dan kakimu?
Karena kau adalah istriku.
Apa kau lelah?
Aku? Tidak.
Kau mungkin tidak, tapi aku lelah setelah perjalanan jauh.
Suami yang baik akan menuangkan minuman untukku
dan memijat kakiku yang pegal.
Hanya pecundang yang melakukan itu.
Pengertian bukan berarti pecundang. Kau sangat salah paham.
Jaga bicaramu. Aku benci wanita yang tak tahu tempatnya.
Dan aku benci pria yang bodoh.
Kau tak tahu sopan santun!
Kau juga sama saja!
Apa?
Caramu berpakaian, sangat konyol!
Ini adalah…
Ini modern, dasar kampungan!
Kau sama sekali tak mengerti.
Kau bahkan tak bisa minum sake. Kau hanya anak kecil.
Anak kecil… Itu memalukan.
Kutantang kau untuk membunuhku sekarang juga!
Ayahku akan tiba dengan pasukannya.
Lalu ayahku dan aku akan membunuhnya dan menduduki wilayahnya!
Omong kosong!
Kau lupa bahwa ayahku mengalahkan ayahmu?
Dia kalah bersama dengan egonya.
Ayahmu mengatur pernikahan ini untuk menghentikan serangan kami.
Salah!
Dia mengirimku sebagai bagian dari rencana invasinya.
Ayahku sebentar lagi akan mengalahkan kalian. Ingat kata-kataku.
Sungguh?
Itu pengkhianatan.
Lepaskan!
Sial.
Tunggu!
Sial!
Dasar kau! Sial!
Tuan Hirate.
Apa Tuan Muda selalu sangat vokal dalam situasi ini?
Inuchiyo.
Dia sangat sensitif, Tuan.
Saat dia sedang tak terkendali.
Apa Putri itu… Bagaimana mengatakannya? Apa dia bergairah?
Cukup bergairah.
Tidak, itu sangat sakit!
"Tidak ada"!
Hentikan! Itu akan patah! Kau akan mematahkannya!
Kau membunuhku!
Penjaga!
Penjaga!
Penjaga!
Penjaga!
Sial!
Tuanku!
Aku sedang memijat kakinya. Kau menyukainya?
Kau ingin lebih kuat?
Jangan berdiri saja! Bunuh wanita ini!
Tunggu sebentar!
Lepaskan dia, Putri!
Ini tidak benar!
Selamatkan Tuan!
Coba saja!
- Kagamino! - Tolong maafkan dia!
Tolong jangan!
- Maafkan dia! Kumohon! - Dasar kau…
Dia liar! Kurasa dia memang pembunuh Viper!
Ini pernikahannya yang ketiga. Dua suami sebelumnya
mati tanpa diketahui sebabnya.
Rumor itu benar. Dia membunuh mereka.
Kau sebaiknya menjauh darinya, Tuanku.
- Benar! - Kami kembali.
Kenapa menatapku?
Aku, Tuan? Maafkan aku, Tuanku.
Seperti kata orang, putra pertama adalah pengecut hampa.
Kita akan merebut wilayah ini!
Baik!
Jangan terlalu cepat!
Putri, dengarkan aku.
Saat Ayah memberi perintah, aku akan membunuhnya dalam tidurnya.
Ya!
Ya!
Bisakah kalian diam?
MUSIM SEMI, TAHUN 1551
PEMAKAMAN OWARI NOBUHIDE
Apa kau berencana membunuh seseorang?
Ayo kita lanjutkan, Heisuke.
Lihat ini.
Aku yakin ayahmu tak memiliki elang seindah ini.
Itu benar.
Tak ada yang pernah melihat elang seindah itu.
Akan kuberi kau beberapa mangsanya. Siapkan pancimu.
Tak perlu repot-repot.
Kau tak pernah membawa cukup banyak untuk dibagi.
Apa yang kau katakan?
Kebenaran.
Kau tak pernah berburu dengan elang, Wanita!
Itu benar, aku belum pernah
karena aku tak pernah perlu.
Apa?
Aku habiskan seluruh hidupku di Gunung Inaba, bersama ayahku.
Berburu dengan elang hanyalah permainan.
Aku bisa dapatkan burung sebanyak itu dengan busur dan panah.
Ambilkan busur dan panahku!
Baik!
Apa yang akan kau lakukan, Tuan?
Kau tak mengerti? Ini sebuah rencana.
Membunuhnya akan menyebabkan pergolakan, tapi jika dia jatuh ke jurang…
Dia mungkin akan mati…
Karena kecelakaan!
Tuan?
Siapa pemburu yang lebih baik? Aku menantangmu.
Aku terima.
Kau temukan sesuatu?
Aduh!
Ada satu!
Di mana?
- Tuan. - Aku bisa melihatnya!
Tunggu.
Buat suara!
- Bunyikan gongnya! - Cepat.
Terlalu cepat!
Putri mendapat satu!
Tuan membiarkannya!
Benar begitu, Tuan?
Aku tak mau bicara.
- Waktumu tidak tepat. - Ambil itu.
Putri mendapat satu lagi!
Hampir!
Satu lagi!
Satu lagi!
Angin. Angin yang meniupnya.
Sial!
Tidak! Kau tak bisa lakukan itu, Tuan!
- Itu keterlaluan! - Apa!
Itu tidak lucu, Tuan!
Putri mendapat satu lagi!
Aku tak makan burung.
Busur ini tak berguna.
Kalian menghalangiku!
- Tuan. - Apa?
Tuan!
Ada seekor rusa!
Pergilah memutarinya.
Ya, Tuan!
Siapkan kuda-kuda!
Cepat!
Itu milikku.
Dekati dia dari arah barat!
Pergilah ke arah lain!
Apa kau terluka?
Panggil anak buahku!
Sekarang!
Aku tak butuh bantuan seorang wanita!
Tak ada waktu untuk itu! Pegang tanganku!
Pergilah! Aku bisa selamatkan diriku.
Jangan merengek! Jika kau jatuh, kau akan mati.
Mati lebih baik daripada menerima bantuanmu.
Oh, sungguh?
Kembalilah dan bantu aku! Aku tak bisa bertahan lagi.
Ini.
Cepatlah!
Jangan katakan ini pada siapa pun. Apa pun yang terjadi!
Apa ada yang lucu?
Lautnya.
Apa? Kenapa lautnya?
Mungkin bukan apa-apa bagimu, tapi tak ada laut di tempat asalku.
Perkapalan memberi keuntungan besar.
Kau ingin mengambil dermaga kami?
- Ya! - Takkan kubiarkan.
Aku ingin mengakses laut agar bisa mengarunginya.
Ada apa di sana?
Tanah asing.
Barbarian.
Apa yang akan kau lakukan di sana?
Entahlah.
Ada apa di sana?
Aku tak tahu.
Aku hanya…
Aku punya keinginan untuk pergi ke sana.
Cepat, bawa yang berikutnya!
Satu, dua, tiga!
TAHUN 1556 RENOVASI ISTANA KIYOSU
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Itu bangunan yang kuat.
Beri tahu ayahku tentang titik lemahnya, agar dia bisa merebut istana ini.
Sadaie, metode serangan apa yang akan kau gunakan?
Ya.
Biar kulihat…
Tuan Putri.
Kitsuno.
Aku ingin kau menjadi yang pertama tahu, Tuan Putri.
Ini memalukan… tapi aku hamil dengan anak dari Tuan.
Astaga! Selamat!
Kerja bagus.
Kuharap itu anak lelaki yang sehat.
Aku menghargai kata-kata baikmu.
Sungguh peristiwa bahagia.
Tuan Sadaie!
Benarkah begitu?
Cepat!
Sakuma dan anak buahnya terlambat!
Baiklah! Aku yang akan memenggal kepala Jenderal.
Kami akan memimpin pasukan! Bersiaplah, Prajurit!
Bersiaplah!
Tuan sudah tiba! Siapkan kudanya!
Tuan akan menunggang.
Siap, Sanzaemon.
Saat mereka tiba, bawa mereka ke sini.
Berhenti!
Kau akan ke Wilayah Mino dengan pasukanmu?
Ya.
Membatalkan gencatan senjata adalah kesalahan!
Jika kau menantang ayahku, bersiaplah untuk kalah.
Kau salah, Tuan Putri.
Dia benar.
Ayahmu dan kakakmu sedang bertarung.
Aku akan membantu ayahmu.
Bukan untukmu, tapi demi gencatan senjata kami. Jadi, minggirlah.
Aku juga ikut.
Jangan bodoh!
Pembawa pesan!
Ada apa?
Musuh telah membunuh…
ayahmu.
Kita pergi, Tuanku?
Tunggu! Kita akan menunggu.
Menunggu?
Apa kau pengecut?
Rebutlah kembali! Itu kampung halamanku!
Tak semudah itu!
Jika begitu, biar kulakukan.
Ambilkan kudaku! Kita pergi, Sadaie!
Baik!
Jangan biarkan dia pergi!
Tuan Putri…
Tuan Putri!
Tuan Putri!
Tuan Putri!
Tuan Putri!
Tuan Putri!
Jangan lakukan!
Menjauhlah.
Aku sudah penuhi tugas yang diberikan padaku.
Bukan itu saja.
Aku adalah adik dari musuh.
Aku akan digunakan sebagai keuntungan politik.
Aku lebih baik bunuh diri.
Tugasmu sekarang adalah…
menjadi istriku!
Awasi dia.
Tuan Putri…
TANGGAL 18 MEI, 1560
Shibata Gonroku.
Ya.
Aku suka jenggotmu.
Terima kasih.
Ya?
Ada apa?
ISTANA OTAKA
BENTENG MARUNE BENTENG WASHIZU
ISTANA NARUMI
Wilayah Suruga merebut Istana Narumi dan Kutsukake.
Tuan Imagawa Yoshimoto sendiri memimpin pasukan
sebanyak 45.000 prajurit.
Sebanyak 45.000 prajurit!
Besok, dia akan merebut Benteng Marune dan Washizu.
Lalu dia akan mendatangi kita!
Ini akhirnya. Tak ada harapan…
Inoko Hyosuke telah mengamankan rute evakuasi.
Pergilah sekarang.
Besok akan hujan lebat, Tuan Putri.
Sekarang adalah saatnya untuk melarikan diri.
- Tak mungkin ada 45.000… - Tuan Putri!
Tuan sedang rapat, tapi dia tak bisa memutuskan.
Apa kita punya kesempatan melawan pasukan Imagawa?
Dia pasti akan kalah. Yang dia pedulikan hanyalah penampilannya.
Pengikutnya jelas akan meninggalkannya.
Wilayah Owari akan binasa. Oh, aku mencemaskan Owari.
Itu tak seperti yang kau pikirkan.
Aku tak sedang memperolok situasinya! Jangan marah!
Tuan Putri!
Kau tampak seperti sudah dipenggal.
Sedang melakukan tawa terakhirmu?
Apa yang kau putuskan?
Aku tak tahu harus mengusulkan apa.
Sungguh tak ada harapan?
Pokoknya, pasukanku pergi.
Satu-satunya cara menghentikan perang adalah membunuh diriku sekarang.
Ini sungguh kehidupan yang membosankan.
Ayahku biasa berkata,
dia akan hancurkan Klan Oda, lalu Klan Matsudaira,
lalu Klan Imagawa
sebelum merebut Kyoto.
Khayalan yang bodoh.
- Jika aku jadi kau… - Apa yang akan kau lakukan?
Aku lebih baik
melawan Tuan Imagawa sendirian daripada duduk di sini dan mati.
Mudah menjadi wanita. Kau bisa berkhayal semaumu.
Seekor ular bisa membunuh seekor lembu dengan satu gigitan di titik yang lemah.
Pasukan mereka tak punya kelemahan!
Mereka punya.
Berpikirlah seperti mereka.
Mereka pikir pasukan mereka takkan kalah.
Itu kelemahan mereka.
Di mana mereka?
Di Istana Kutsukake, dalam perjalanan ke Istana Otaka.
Sergap mereka di Benteng Washizu dan Marune.
Omong kosong!
Mereka akan tiba di sana sebelum kita.
Aku akan menarik pasukanku dari benteng dan mempertahankan istana ini.
Tak mungkin. Kau tak punya bala bantuan.
Pasukanmu kabur. Jadi, kau akan mati jika kau tinggal di sini.
Menyeranglah.
Bagaimana jika kita berpura-pura berkumpul di benteng?
Lanjutkan.
Sementara itu, gerakkan pasukan utamaku…
Menyerang musuh di Okehazama, membunuh pimpinan mereka.
Bagaimana jika mereka tidak datang?
Itu risikonya.
Jika mereka datang, bagaimana kita menyergap mereka?
Saat hujan.
Hujan?
Besok akan hujan begitu deras sehingga mereka takkan mendengarmu mendekat.
Bintang bermunculan.
Pelayan pribadiku tak pernah salah soal hujan.
Aku tak bisa bertaruh pada itu.
Kau harus melakukannya.
Pasukan kita kalah jumlah…
Buat mereka tetap bersemangat.
Tingkatkan moral mereka!
Kuatkan mereka dengan kata-katamu!
Kata-kataku?
Dengan kata-kataku…
Aku memanggil kalian!
Berikan nyawamu padaku! Serang!
Itu takkan menyemangati siapa pun kecuali dirimu.
Apa yang akan dilakukan Viper?
Semuanya, dengarkan baik-baik.
Pasukan Imagawa lelah setelah berjalan semalaman.
Mereka tak memiliki kekuatan kalian.
Surga yang menentukan siapa yang akan menang!
Mundur saat mereka menyerang. Maju saat mereka mundur.
Dorong, tarik, dan hancurkan formasi mereka!
Itu semudah kedengarannya!
Jika kalian berdiri saat kita menang, kalian akan membawa kehormatan
bagi keluarga kalian dari generasi ke generasi!
Kemenangan adalah milik kita jika kalian menginginkannya!
Matasuke.
Jangan mengatakan aku ada di sini.
Harus tampak bahwa Tuan memutuskannya sendiri.
Biarkan orang tahu dia menari Atsumori dan memakai baju zirahnya.
Mereka kembali!
Tuan sudah kembali!
Tuan sudah kembali!
Pasukan!
Wilayah Mino selanjutnya!
Kita akan rebut kembali Mino!
- Hip hip! - Hore!
MINO MUSIM GUGUR, TAHUN 1567
Ini belum berubah. Bukitnya, ladangnya, dan sungainya.
Dan Istana Inabayama.
Tapi aku akan mengubah namanya.
Gizan… Giyou… Gifu…
Bukit dengan pemandangan luas.
Aku memberinya nama Gifu.
Ini adalah Istana Gifu.
Kau sangat mencolok.
Kau tak harus tinggal di sini.
Kau bisa miliki Gunung Sagi.
Kau tumbuh di wilayah itu.
Itu milikmu untuk kau gunakan semaumu.
Aku mengerti.
Setelah kau memiliki Wilayah Mino, aku tak berguna sebagai sandera.
Kau tak harus menjadi istri dari pria yang tak kau sukai.
Kau juga. Kau harus merayakan terbebas dari istri yang tak kau sukai.
Benar.
Apa ini artinya perceraian?
Kau hanya perlu meminta, dan akan kulakukan.
Aku tak berhak memintanya. Kau yang harus memintanya.
Kau saja yang meminta.
Kau saja.
- Keras kepala sekali… - Tuan!
Ada apa, Goroza?
Tuan Wada meminta pertemuan rahasia denganmu.
Untuk apa?
Aku curiga ini tentang kunjungan Tuan Ashikaga Yoshiaki ke Kyoto.
Tuan Ashikaga?
Dia berharap untuk diangkat menjadi shogun, dan ingin bantuanmu.
Dia ingin… siapa?
Kau, Tuan.
Aku pergi ke Kyoto dengan Tuan Ashikaga?
Dia ingin berpartner denganmu untuk merestrukturisasi keshogunan.
Tuan, kurasa ini takkan menguntungkanmu.
Tuan Takeda dan Tuan Uesugi menolak.
Dia memintamu karena kau menjadi terkenal setelah Pertempuran Okehazama.
Aku menasihatimu untuk tidak impulsif, Tuan.
Hanya orang bodoh yang akan setuju.
Aku takkan tunduk pada pujian.
Kau sangat bijak, Tuan.
Pria paling bodoh dari Owari mungkin akan melakukannya.
Diamlah. Jangan katakan hal tak relevan.
Apakah ini khayalan bodoh?
Peroleh tanah sebanyak yang kita bisa dan menggapai kekuasaan tertinggi.
Itu yang diinginkan ayahku dan aku.
Melalui kau, aku bisa mendapatkannya.
Kecepatan sangat penting. Jangan buang waktu untuk mencapai Kyoto.
Sebelum mereka membangun blokade.
Bangun jalan!
Agar kita bisa masuk dengan pasukan besar.
Akan ada musuh yang harus dikalahkan sebelum kita mencapai Kyoto.
Rekrut semua pasukan musuh yang menyerah.
Buat pasukan kita semakin besar dalam perjalanan.
Kita harus punya banyak uang dan beras.
Sungguh?
Tidak, tapi kita akan bersama klan shogun Ashikaga.
Kita bisa sita apa pun yang kita mau.
Halangan pertama kita adalah Tuan Azai. Kita membutuhkan dia sebagai sekutu.
Akan kunikahkan adikku dengannya.
Kita juga butuh baja dan kuda-kuda.
KYOTO MUSIM GUGUR, TAHUN 1568
Izinkan aku menemuimu.
Lihat ini! Ini adalah koleksi harta karun!
Cocok untuk orang dengan status sepertimu.
Dasar sok pintar.
Tokichiro.
Lihat dia.
Dia bekerja untuk misionaris Barat.
Astaga!
Dia akan jadi prajurit yang kuat.
Aku akan pekerjakan dia. Tunjukkan padanya apa yang diperlukan.
Sesuai permintaanmu, Tuan.
Omong-omong, Putri No sudah tiba.
Dia sudah tiba? Biarkan dia masuk.
Baik.
- Hei! - Ya!
Ke arah sini, Tuan Putri.
Bagaimana perjalananmu? Bagaimana Kyoto menurutmu?
Lihat tumpukan hadiah ini.
Bangsawan dan pedagang memberikan semua artefak ini padaku.
Kau lihat dia? Dia bekerja untuk orang Barat…
Apa yang terjadi?
Apa maksudmu?
Wajahmu…
Aku tak ingin terlihat kampungan. Bukankah aku anggun?
Ya.
Ya, kau ang… Angg…
Bukan aku! Tokichiro tertawa lebih dulu.
Kau lebih dulu, Tuan.
- Diam kau, Monyet! - Aku tertawa bersamamu.
Hentikan, Tuan Putri! Kau membuatnya lebih lucu!
Perutku sakit!
Aku akan pulang!
Tunggu sebentar!
Perutku sakit…
Kau tak apa, Tuan?
Tokichiro, aku minta bantuanmu.
Baik.
Dengar, Semuanya.
Aku akan bicara pribadi dengan Tuan dan Putri, semua orang harus tetap di luar.
Ya.
Sadaie, kau boleh kembali ke kamarmu.
Jangan cemas, aku akan kembali bersama Putri No.
Aku akan tetap di sini.
Kembalilah.
Turunkan pandanganmu.
Selamat datang!
Halo! Selamat datang!
Halo!
Silakan melihat-lihat. Kami punya yang kau inginkan.
Kau mau katak itu?
Berapa harganya?
Harganya 500 mon.
- Ambil. - Bolehkan aku…
Terima kasih, Pak.
Lihat orang Barat itu?
Orang Barat!
Tarian yang aneh!
Kau ingin mencoba, Pak?
Aku menyukainya!
- Ini permen. - Berapa harganya?
Aku pusing.
Apa itu?
Hati-hati!
Cobalah permen ini.
Konpei…
Pencopet!
Jangan menghalangiku! Nak, berhenti!
- Kau mencuri permenku! - Tunggu!
Mokichi.
Kau sudah kembali!
Berikan itu padaku!
- Kembalikan! - Apa itu?
Kacau sekali!
Kembalikan!
Beraninya kau mencuri dariku, Nak!
Lepaskan! Ini milikku!
Ayo pergi.
Mereka bau…
Jangan kasar!
Kita harus pergi.
- Minggirlah. - Itu sakit!
Lupakan.
Jangan!
Biarkan anak itu!
Apa maumu?
Itu tindakan bodoh.
Bunuh dia!
Apa yang kau lakukan?
Tetap tegar, Putri Viper!
Lepaskan!
Itu milikku!
- Tangkap dia! - Itu uang!
Jangan ganggu istriku!
Maafkan aku! Maafkan aku!
Ke atas sana.
Ayolah!
Ke sini.
Sini.
TANGGAL 21 MEI, 1570
Bertahanlah!
Kita hampir bisa melihat istana! Bertahanlah!
Kau pasti bisa kembali!
Tuan Akechi Jubei Mitsuhide berhasil kembali!
Saito Hideomi mati di medan perang.
Toda Genzo mati di medan perang.
Kokubo Shozaburo
dan Koichiro.
Harada Sukeroku juga mati di medan perang.
Asano Shokichi dan Heisuke mati di medan perang.
Asano Inosuke juga mati.
Kenapa mereka harus mati?
Azai Nagamasa mengkhianati kita!
Bagaimana dia bisa memberontak?
Aku menyalahkan Tuan Gonroku.
Takigawa, beraninya kau!
Tenang!
Kemarahan panglima perang melawanmu saat kau mendekati Kyoto.
Aku sudah tahu ini ide buruk…
Dan kau katakan itu pada kami sekarang, Niwa?
Lain kali, aku akan memenggalmu.
Tokichiro dan Akechi. Kalian bertarung dengan baik di belakang.
Aku menghargai pengakuanmu, Tuan!
Terlalu cepat untuk pujian.
Ini saatnya untuk menyerang.
Aku tahu. Kita akan mengatur kembali dan berangkat secepatnya.
Dan penggal Azai Nagamasa!
Aku kembali.
Kau merasa lebih baik?
Aku menyesal soal bayinya.
Kau akan punya kesempatan lain.
Kesempatan lain?
Aku terlalu tua
untuk mengandung anak lagi.
Kau tak tahu itu.
Bukankah kau sedih kehilangan seorang anak?
Kurasa tidak.
Kau sudah punya banyak anak.
Yang kau miliki bersama Kitsuno dan Nabe yang cantik.
Aku yakin kau tak pernah menginginkan anakku sejak awal.
Kau pikir kau sudah punya cukup anak!
Hentikan omong kosong itu!
Aku sedang berperang.
Aku kehilangan banyak prajurit kali ini.
Aku membawa ribuan nyawa prajurit
dan rakyatku di bahuku!
Seorang bayi tak bisa jadi perbandingan.
Tuan, jika aku boleh bicara terus terang. Tolong maafkan kekasarannya.
Dia sangat senang saat mengandung anakmu.
Setiap hari, dia menjahit baju bayi…
Lalu kenapa?
Kau bisa bicara dengannya dengan lebih lembut, Tuan.
Sadaie.
Saat ini…
aku tak punya hati.
KUIL ENRYAKU-JI, GUNUNG HIEI TAHUN 1571
Mundur sekarang! Tarik pasukan!
Itu pemikiran pecundang! Jangan mundur! Maju!
Bakar semuanya.
Pria, wanita, anak-anak. Bunuh semuanya.
Tapi, Tuan…
- Wanita dan anak-anak… - Bunuh semuanya.
Bunuh mereka…
Para biksu itu…
Kenapa mereka mendukung pengkhianat itu, Azai, dan melawanku?
Kenapa pemimpin agama mencari kekuatan politik?
Aku akan dihukum untuk dosa-dosa kalian jika perlu.
Jadi, bunuh mereka semua.
Kurasa itu bukan
hal yang akan dilakukan pria baik-baik.
Sudah lama aku tak menjadi pria baik-baik.
Aku bukanlah pria!
Aku adalah raja dari iblis Surga Keenam.
Perkataan hebat, Tuan.
Kau harus menjadi Raja Iblis
untuk menggantikan shogun atau kaisar.
Biarkan aku,
Akechi Jubei Mitsuhide, melakukan tugas ini, Tuan.
Lakukan dengan benar.
Baik!
Permisi, Tuan Putri.
Ada apa?
Kami ingin
meminta bantuanmu.
Apa yang membawamu ke sini?
Aku tak yakin soal menghancurkan sebuah kuil Buddha.
Jangan salah paham.
Para monster itu memakan daging binatang, tidur dengan wanita, dan membunuh orang.
Meski begitu, membunuh wanita dan anak-anak akan membuat marah banyak orang.
Aku tak peduli.
Kau akan membuat lebih banyak orang membencimu.
Maka akan kubunuh mereka.
Bahkan Shogun marah dengan perbuatanmu.
Dia orang bodoh tak berguna.
Akan kuusir dia dari Kyoto. Jika dia menentangku…
akan kubunuh dia.
Pasti ada cara yang lebih pintar.
Tapi kau pria paling bodoh di Owari.
Ya, aku tak cukup pintar untuk memikirkan cara lain.
Itu menyedihkan. Aku bisa membantumu jika…
Tidak.
Apa Gonroku ada di belakang ini? Atau Goroza?
Mereka pikir aku akan mendengarkanmu?
Pertempuran antara Owari dan Mino sederhana.
Tak ada waktu untuk permainan.
Tak ada tempat bagimu dalam pencapaian kami.
Tolong!
TAHUN BARU, TAHUN 1574
Kita berkumpul bersama untuk berharap lebih banyak keberuntungan di tahun baru.
Anak buahmu akan bekerja tanpa lelah
untuk mewujudkan rencana Tuan Nobunaga dan menyatukan seluruh Jepang.
Kami akan menjadi anak buahmu yang setia selamanya.
Ini saatnya untuk merayakan!
Kau akan subur Seperti pohon pinus yang tumbuh
Kau akan subur seperti pohon yang tumbuh
Saatnya untuk merayakan!
Kau tahu siapa tuan kita?
Yang terbaik di Jepang Tak ada tandingannya
Ikutlah menari, Tuan.
Sudah cukup, Monyet!
Selanjutnya!
Giliranmu, Akechi Jubei.
Kau juga cobalah.
Lakukan tipuanmu.
Apa yang kau miliki?
Aku hanya pria membosankan tanpa kemampuan menghibur.
Tak menyenangkan!
Jadi, aku mempersiapkan minuman tahun baru yang sangat spesial.
Bawa masuk!
Ini adalah terngkorak musuhmu, dilapisi dengan daun emas.
Tengkorak dari Asakura Yoshikage, Azai Hisamasa, dan Nagamasa.
Aku tak pernah minum sake senikmat ini, Akechi.
Aku berterima kasih.
Minumlah, Semuanya!
Baik!
Ini patut dirayakan!
Cepatlah!
Kau lupa bahwa kau tak bisa minum sake.
Berdirilah! Kau akan terkena flu di luar sini.
Wajahmu… menjadi sangat menakutkan.
Apa ada orang yang pernah membunuh sebanyak kau?
Berapa banyak perang yang akan kau lakukan?
Berapa banyak yang akan mati?
Apa yang ingin kau katakan?
Pelayan pribadiku memberiku buah kesemek kering.
Dia dan suaminya
pergi ke pegunungan dan menemukan pohon kesemek.
Suaminya memakan terlalu banyak kesemek dan sakit perut.
Apa inti perkataanmu?
Mereka pasangan!
Banyak suami istri menghabiskan hidup mereka seperti itu.
Kenapa kau katakan itu padaku sekarang?
Katakan.
Kau menyuruhku pergi ke Kyoto.
Itu adalah idemu!
Tak ada jalan kembali.
Hingga hari saat seluruh Jepang memperoleh kedamaian…
aku akan membunuh hingga tak ada yang bisa menentangku!
Sampai saat itu,
aku takkan bisa tidur dengan nyenyak.
Musuhku akan membunuhku
atau aku akan membunuh mereka.
Itu adalah jalan yang kupilih.
Pergilah.
Pergilah!
Aku sendiri tak mengerti.
Aku hanya menikahinya agar bisa membunuhnya,
seperti yang kulakukan pada suamiku yang lain.
Setelah ayahku meninggal, aku memanfaatkannya
untuk mencapai ambisi pribadiku.
Hasilnya, dia kini
dalam perjalanan menjadi yang terkuat.
Semuanya sesuai rencanaku.
Lalu kenapa…
Ada apa denganku?
Aku rewel.
Ini menjadi tak tertahankan.
Sesuatu menjadi
lebih penting bagimu daripada ambisimu.
Tuan Putri.
Kau telah mencintai Tuan.
Aku…
mencintainya?
Melihat pria yang kau cintai
melalui berbagai kesulitan membuatmu rewel, Tuan Putri.
Tapi dia membenciku.
Aku tak ingin
berada di sini lagi.
Kau ingin bertemu denganku, Tuan.
Ini indah,
tapi ini lagu sedih.
Kurasa aku akhirnya mengerti alasannya.
Aku selalu ingin pergi
ke tanah di seberang lautan.
Aku ingin menjalani kehidupan yang berbeda.
Di mana tak ada orang yang tahu tentang diriku.
Terbebas dari namaku
dan keluargaku.
Aku akan menjalani kehidupan yang berbeda.
Khayalan yang bodoh.
Tuanku.
Kau pernah berkata bahwa jika aku meminta bercerai, kau akan mengabulkannya.
Maka aku akan memintanya.
Aku ingin
meninggalkanmu, Tuanku.
Aku menerima.
Aku menceraikanmu sekarang juga. Lakukan apa yang kau mau.
Terima kasih, Tuan.
Carilah suami yang baik…
dan hiduplah dengan baik.
Kau pintar.
Dia memang pintar.
Ini bukan apa-apa.
NAGASHINO-SHITARAGAHARA TAHUN 1575
Selanjutnya adalah Fukao Kyubei!
Tuan!
Wanita.
Kenapa kau ingin cepat mati?
Jangan!
Jangan!
Jangan!
Bawa aku bersamamu.
Bawa aku saja!
Kembalilah!
Kembalilah!
Kembalilah!
Kembalilah!
Kembalilah!
Kembalilah.
- Kembalilah. - Tuan, kau sudah bangun.
Kembalikan!
Kau lelah. Kau hampir tidak tidur selama berhari-hari.
Ranmaru.
Ya?
Untuk apa semua ini?
Apa?
Aku membunuh semua musuh yang menantangku.
Aku membangun istana tanpa tanding di Azuchi.
Aku mencapai begitu banyak hal, hingga Kaisar mengagumiku.
Ya, Tuan.
Untuk apa?
Untuk apa semua ini?
Untuk menyatukan seluruh Jepang.
Tuan!
Bicaralah.
Tuan Sadaie telah kembali.
Akan kubuka pintunya.
Tuan Putri.
Kumohon, buka pintunya untuk tamu.
Pergilah!
Kenapa dia di sini? Aku tak ingin dia melihatku seperti ini.
Kenapa aku tak diberi tahu lebih cepat?
Dia tak ingin mengganggumu…
Sadaie, kau tak memperlakukannya selayaknya suami.
Tapi, Tuan, jika boleh.
Aku tak pernah menyentuhnya selama tujuh tahun terakhir.
Apa?
Aku memberimu perintah.
Bagaimana mungkin aku…
Mengetahui sedalam apa Putri mencintaimu, aku tak berani menyentuhnya!
Pergilah!
Jangan melihatku.
Ikutlah denganku ke Azuchi.
Kita sudah tak menikah…
Sudah cukup. Ikutlah saja!
Aku akan menyembuhkanmu.
Aku tak membutuhkannya! Aku tak ingin dikasihani.
Siapa yang membawanya ke sini?
Tuan Putri.
Tuan Putri.
Lihat wajahnya.
Bisakah kau lihat betapa lelah dan merananya dia?
Siapa yang membutuhkan bantuan?
Dialah yang membutuhkan bantuan.
Tuan meminta
bantuanmu, Tuan Putri.
Bukan begitu, Tuanku?
Kumohon…
Kumohon, tetaplah di sisiku.
Di atas sana.
Lihatlah. Ini adalah penyimpanan Istana Azuchi.
Hanya satu-satunya.
Lihat pemandangannya. Seperti melihat ke bawah dari surga.
Ini vulgar.
Vulgar?
Karena aku harus menaiki banyak tangga.
Ini adalah tampilan terbaru dari arsitektur Barat…
Hanya anak bersemangat yang akan membangun ini!
Kau seperti anak kecil! Itu memalukan!
Kau tak tampak terlalu pucat.
Kau dan keanehanmu membuat darahku mengalir ke kepalaku.
Aku membuat taman herba di Gunung Ibuki.
Aku menanam herba obat dari ribuan benih yang kukumpulkan.
Tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan.
Ini dari herba Barat.
Minumlah.
Ini…
Minumlah.
Ini bau! Bagaimana jika kau mencobanya?
Tentu saja itu tidak bau.
Lihat?
Kau tak perlu mencemaskanku.
Banyak yang perlu kau lakukan.
Tapi aku ingin melakukan ini.
Aku tahu,
tapi tak ada orang lain yang mampu mengambil tanggung jawabmu.
Semua putraku mampu.
Ada Gonroku, Niwa, Akechi, dan Hideyoshi.
Jangan cemaskan aku. Fokus saja untuk sembuh.
TAHUN 1582
Tuan.
Tuan!
Apa?
Kita akan lanjutkan sesuai usulanku jika kau setuju, Tuan?
Tentang apa?
Tentang penyambutan Tuan Tokugawa.
Benar.
Lakukan sesukamu.
Tuan!
Mempersatukan Jepang adalah topik kritis…
Aku tahu itu!
Tuan, bagaimana bisa kau biarkan seorang bawahan menguap saat berdiskusi?
Tuan Tokugawa sangat waspada.
Jika dia tak lagi melihatmu sebagai ancaman, dia akan membelot.
Aku mohon padamu.
Kau harus mengingatkan semuanya bahwa kau adalah raja iblis yang menakutkan.
Bagaimana caranya?
Dengan menunjukku untuk bertanggung jawab atas penyambutannya.
Istana yang hebat!
Aku mungkin akan jatuh saat melihat ke atas di puncaknya.
Ini seperti bersaing dengan Gunung Fuji!
Ini lezat.
Ini hidangan untuk rekan sebangsaku dari Mikawa.
Ikannya bau, Akechi Jubei.
Ya?
Begitukah, Tuan?
Jangan dimakan, Tuan Tokugawa.
Itu mungkin akan membuatmu sakit.
Maafkan aku…
Itu tidak cukup!
Jubei.
Kau hampir membahayakan nyawa Tuan Tokugawa.
Ya.
Dasar bodoh.
Itu tak bisa diampuni!
Kau mempermalukanku di depan semua orang.
Kau pikir kau siapa?
Kau takkan pernah memasuki ruangan ini lagi!
Itu enak.
Hmm, ini lezat.
Aku melakukan kesalahan.
Semua orang ketakutan.
Itu efektif.
Maafkan aku.
Bagaimana keadaanmu?
Ingat ini?
Kita melihat orang asing memainkannya di Kyoto. Aku mengambil yang ini.
Ini tidak mudah.
Peluangmu menguasainya lebih baik. Kau cepat belajar.
Kau mau ke mana?
Ke Kyoto.
Penyerbuan Shikoku tertunda. Mereka membutuhkanku untuk memimpinnya.
Ikutlah denganku ke Kyoto.
Aku akan adakan pesta teh di Kuil Honno-ji.
Aku takkan lama.
Jika operasi militer ini berhasil,
itu akan mengakhiri semuanya.
Tak ada lagi
peperangan bagiku.
Saat aku kembali,
kita akan menaiki kapal orang asing ke tanah mereka.
Di mana tak ada orang yang tahu tentang kita.
Terbebas
dari nama dan keluarga kita.
Karena itu…
kau harus sembuh.
Ada apa?
Kau mau ini?
Ini akan…
memastikan kau kembali dengan selamat.
Jimat keberuntungan.
Agar aku melompat pulang seperti katak?
Aku tak membutuhkan ini. Tentu saja aku akan pulang kepadamu.
Ini
membantuku
kembali padamu.
Kalau begitu, aku menantangmu untuk memainkan ini.
Saat aku kembali, belajarlah untuk memainkan lagu Barat.
Aku terima.
Sampai jumpa.
KUIL HONNO-JI TANGGAL 2 JUNI, 1582
Karena kesetiaan, aku mengikuti kepemimpinan raja gila.
Tapi kini, dia hanya seorang pria, bukan lagi raja iblis.
Seorang pria tak bisa memimpin Jepang yang bersatu.
Tuanku.
Akan kuselesaikan apa yang kau mulai.
Serangan musuh!
- Kita diserang. - Siapa mereka?
Sebenarnya, itu adalah pasukan Tuan Akechi.
Akechi Jubei?
Akechi!
Ke sini!
Wanita meloloskan diri dari belakang!
Cepat ke belakang!
Itu Tuan Nobunaga! Penggal dia!
Bakar!
Cepat!
Bakar!
Tuan!
Hati-hati!
Tuan!
Ke arah sini!
Jangan menghalangiku!
Aku harus kembali!
Meskipun aku mati,
takkan kubiarkan kalian mendapatkan kepalaku!
Ke belakang.
Serang!
Tuan!
Aku harus bunuh diri.
Aku sudah kembali.
Ayo kita pergi.
Vamos!
Tetaplah bersamaku.
Tetaplah di sisiku.
Jangan berhenti!
- Di mana dia? - Cari dia!
Tuan Putri?
Lima puluh tahun kehidupan
hanyalah sebuah mimpi, saat dibandingkan…
dengan kehidupan mereka yang menghuni surga.
Semua yang hidup di dunia ini
pasti akan musnah.
Kita semua musnah.
Aku selalu…
Aku selalu mencintaimu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.