All language subtitles for Sherlock The Movie (2022)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Putriku diculik-

Jumlah uang yang diminta oleh penculik tidak banyak,

tapi tempat pertemuannya sulit diakses.

Tempat itu biasanya dihuni beruang dan anjing liar di malam hari.

Banyak hewan yang terperangkap di sana.

Dan tidak bisa sembarangan menembak karena merupakan tempat berbahaya.

Aku meletakkan uangnya dalam brankas di dalam tambang.

Karena aku tidak percaya bank.

Inilah yang tertulis di catatannya:

"Pada tanggal 9 Januari, pukul 2 dini hari,

bawa 10juta yen

ke patung anjing hitam di pemakaman keluarga Hasukabe.

Hanya sang ayah yang boleh datang.



Hanya untuk uang yang sedikit itu,

mereka memintaku ke pulau ini.



Di sini!

Aku sudah sangat siap...

... untuk menangkap mereka dengan tanganku sendiri.

Tapi,

saat aku menyiapkan diri untuk bertarung dengan pelakunya....







Bersiaplah. Sekarang, dengar-

Tunggu!

- Tunggu sebentar. - Ada apa?!

Apakah kau baik-baik saja?

Bisa kau tunjukkan lagi catatannya

Ini sebulan lalu, kan?



Apakah putrimu belum kembali?

Putriku kembali dengan selamat.

Jadi, kau mau mengambil kembali uang tebusan?

Bukan. Tidak ada seorang pun yang datang mengambil uangnya.

Hah

Jadi... Apa perintahmu

Si penculik tidak muncul, makanya aku kembali bersama uangnya.

Tapi putriku dibebaskan. Aneh, 'kan?



Apakah kau tinggal hanya bertiga dengan putri dan istrimu?

Ada satu pelayan.

Jadi, alaskan penculik repot-repot memanggilmu dari Tokyo adalah....

Hanya aku yang punya kunci brankas.

Mungkin hanya pelayan yang tahu kalau aku punya kunci ini.

Begitu ya.

Apakah kau menghubungi polisi?

Mana mungkin aku percaya mereka? Lagian, kenapa pula aku menghubungimu?

Aku juga sudah menyiapkan biayanya.



- Apakah ada orang lain di sana? - Tidak.

Aku bosnya.

Kau harus membayar biaya di muka.

Wah! Tempatmu bagus juga ya.

Bukankah kau sudah gagal setelah berhenti jadi dokter?

Terima kasih banyak.



- Bisa kita bicarakan lebih rinci? - Bisa transfer lebih banyak lagi?

Aku mau ke toilet dulu.

- Kelihatannya dia mau mati. -Jangan bilang begitu.



Jadi, bagaimana kau bisa kenal dengan orang kaya dari kampung pelosok ini?

Delapan tahun lalu, dia pindah ke Tokyo untuk sekolah anaknya, dan aku menjadi dokter keluarga mereka.

Dia memintaku menolong anaknya untuk jadi dokter. Jadi aku juga mengajarinya.

Cara bagus mencari cuan.

Jadi, apakah^anaknya sekarang sudah jadi dokter?

Dia mencoba mengikuti ujian sekali lagi,

dan masuk jurusan Farmasi di Universitas Kedokteran Meiko.

Apakah dia menyontek sepertimu--

Jangan asal bicara! Apakah dia menyontek sepertimu -

Jangan asal bicara!

Hasu,kabe-san?! Hasukabe-san?!

Coba hidupkan suaranya.



Hasukabe-san?!

Hasukabe-san?! Hasukabe-san?!

Aku pfflafri g.



Senri-kun?

- Senri-kun? - Itu putranya?

Apa yang terjadi, Senri-kun?



Ayahi....



Senri-kun? Senri-kun?

Apa yangjerjadi, Senri-kun?

Apa yang terjadi, Senri-kun?

Ayahku... Ayahku....

Meninggal?

- Apa penyebab kematiannya? - Itu pertanyaanku.

Kau adalah orang terakhir

yang berkomunikasi dengan Hasukabe-san sebelum dia tewas, kan?

Itu hanya percakapan daring.

Bukankah putranya lebih mencurigakan?

Itu juga mungkin.

Kalau jadi mahasiswa farmasi, bisa mendapat berbagai macam obat, ’kan?

- Obat? - Hanya asumsi.

Apakah ini pembunuhan? Apa penyebab kematiannya?

Akulah yang bertanya!

Almarhum berkonsultasi perihal penculikan di Pulau Kasumi, 'kan?

- Aku tidak wajib menjawab pertanyaanmu. - Apakah menurutmu ada hubungannya dengan kejadian ini?

Kau sangat tertarik dengan kasus ini, ya.

Kita tidak akan menyelidiki penculikan putrinya.

Karena klien telah meninggal, kesepakatan juga batal.

Apa? Tapi bosmu bilang akan melakukannya.

Dia hanya tidak mau mengembalikan bayarannya. Aku mau mundur.

Wakamiya-chan, Shishio-sensei butuh bantuanmu.

Omong kosong!

Kau cepat sekali. Padahal aku memberi tahu toilet terjauh.

Aku tahu niat licikmu.

Cepat, tunjukkan padanya.

Ini luka yang terdapat di kaki Hasukabe.

Mungkin sejak sebulan lalu.

Inilah penyebab kematian Hasukabe Chizuo.

Kata putranya, ayahnya tampak takut terhadap air.

Rabies?

Tidak mungkin. Mustahil bisa terkena rabies di Jepang.

Ke Pulau Kasumi, yuk?

Aku tidak punya otoritas untuk melakukannya.

Beri tahu aku jika ada petunjuk.

Kau jadi sok hebat, ya.

Aku memang hebat.

Kenapa dia sangat tertarik dengan kasus ini?

Ini bukan di bawah yusrisdiksjnya.

Karena dia berasal dari Pulau Kasumi.

Dan sepertinya dia kenal dengan beberapa polisi di sana.

Kalian berdua boleh pergi.

Hah?

Inilah jalan yang kulalui sebelumnya

Oh, ya benar

Aku ingat pohon akasia di sana yangime’kar bunganya-

Den-den-den-den-den SeraDen! Aku ingat pohon akasia di sana yang mekar bunganya~

Hari ini, kami di sini! Aku ingat pohon akasia di sana yang mekar bunganya~

Hari ini, kami di sini!

Di lokasi pertambangan yang sudah tertinggal di Pulau Kasumi!

Ada lokasi pertambangan tertinggal di Pulau Kasumi, Pedalaman Laut Seto.

Di pertambangan itulah keluarga Hasukabe mendapatkan harta karun.

Dan ada brankas di suatu tempat di pertambangan ini.

Katanya, dia tidak percaya bank, kan?

Pasti uang gelap.

Ya, ada yang bilang itu uang hasil penggelapan pajak.

Siapa yang mewarisi kekayaan setelah Chizuo Hasukabe mati?

Sebentar.

Istrinya Ira-san, Senri-kun,

dan putrinya Beni-san, yang sebelumnya diculik.

Jadi ketiga orang ini ada di Pulau Kasumi?

Ini jadi menarik.

Oi! Bawa sendiri tasmu!

Wakamiya-san!

Oh, Senri-kun!

Pemakaman ayahmu berjalan lancar?

Ya, syukurlah.

Kenapa kau masih di sini?

Kenapa? Ini kampung halamanku.

Berbelanja saat berkabung?

- Bukankah kau terlalu santai? - Jangan kasar begitu.

Tidak apa. Sepatuku hilang sebelah, jadi...

Sepatu mendaki, ya? Kau berencana ke lokasi tambang?

Mahalnya.

Sebenarnya, kami tidak menemukan kunci brankas ayah.

Dia memegang kuncinya saat kami bicara daring.

Kau sedang menguji kami ya?

Maksudmu?

Tidak perlu disembunyikan.

Kau punya hak atas harta warisan.

Kalau kau berusaha menyembunyikannya, kau akan dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Pelaku? Dia ambruk di rumah, loh.

Lagian, memangnya apa yang kusembunyikan?

Aku bisa melihat kuncinya.

Ada, tuh.

Tapi apa yang akan kau lakukan setelah mendapatkan brankas itu?

- Kau berencana memonopoli asetnya? - Tentu tidak.

Ada keinginan ayah di brankas itu.

Dan kalau ayah dibunuh, si pelaku ingin mengubahnya, kan?

Bukankah kaulah yang ingin mengubahnya?

- Sudah, kau sudah kelewatan! - Tunggu ....

Kau ke sini untuk menyelidiki kasus penculikan, kan?

- Selamat datang kembali. - Kuserahkan mobilnya padamu.

Selamat datang.

- Kami turut berduka. - Terima kasih.

- Biar kubantu membawa tasmu. - Tidak perlu.

Babasan.

Apakah dia masih di sini?

Siapa? Tamumu?

Ya. Hanya seseorang yang tidak begitu kusuka.

Senri-san, aku menemukan sepatumu.

Apa? Aku baru saja beli yang baru.

Ya ampun! Kok bisa compang-camping begini?

Sebenarnya, aku menemukannya di rumah Vil.

Vil?

- Kau tidak apa-apa? - Vil! Jangan nakal!

- Maafkan aku. - Kau baik-baik saja?

Terluka. Apakah anjing itu sudah divaksin?



Bisa aku bersihkan lukanya dulu?

Silakan ke sini.

Lewat sini.

Permisi.

Aku sungguh minta maaf.

Ayo ke rumah sakit.

Tidak masalah, hanya tergores.

Anjing itu bakal menyerang orang yang pertama kali ditemuinya.

Dia juga menyerangku saat aku pertama kemari.

Tapi dia tidak pernah menggigit.

Jarang sekali dia menggigit.

Anjing itu tidak menggigitnya.

Dia hanya menyambar sepatu kesukaannya.

Maaf, kau punya disinfektan?

Maaf, baru saja habis.

Baiklah, ini saja.

Babasan, tolong buatkan mereka teh.

Baik, Nyonya.

- Aku juga mau. - Sutei-sensei.

- Terima kasih untuk hari ini. - Memang sudah seharusnya saya menolong.

Beri tahu saja jika ada yang bisa saya lakukan.

Kapan putrimu pulang?

Entahlah.

Kan situasinya sedang begini.

Bukankah berada di sini selama 2 jam itu terlalu lama?

Atau memang seorang profesor punya banyak waktu senggang?

- Apakah kalian saling kenal? - Mana mungkin.

Dia menduga saya sudah 2 jam berada di sini setelah melihat cangkir yang mengering.

Dia menebak pekerjaan dari laser pointer dan tulisan yang tersulam.

Lalu menebak profesiku dari penampilan dan panggilan "Sensei".

Benar?

Seperti yang diharapkan dari detektif swasta Tokyo.

Kalau dia,

pasti dokter terkenal.

50 poin.

Cangkir bukan sumber informasi untuk mengetahui waktu antar minuman.

Asumsiku kau berada di sini lebih dari 2 jam itu berdasarkan

waktu yang tertulis di sandal Senri-kun

ketika dia mengeluh karena kau masih belum pulang.

Selain itu, anak buahku memang mantan dokter, tapi dia menjadi dokter dengan cara curang

Jadi dia tidak lagi terkenal.

- Begitukah? - Ah, tidak.

Aku bisa tahu dia seorang dokter dari caranya merawat luka,

tapi siapa yang menduga dia menyontek?

Kalau kau peka, kau seharusnya sadar kalau Nyonya sudah lelah meladenimu di sini.

Aku juga tahu kalau kau tertarik padaku.

Aku akan kembali.

Tidak perlu mengantarku.

- Maaf. -Ya?

Aku turut bersedih, tapi..

.. mereka akan segera pindah dan tidak akan merenovasi rumahny

Apakah harganya sudah ditetapkan?



Ini rincian harganya dan lembar pemesanan.

Maaf mengganggu di saat seperti ini.

Tidak masalah. Kau sudah banyak menolong.

Ini akan segera selesai.

Bagaimana dengan kamar putrimu?

Yah, pada akhirnya perempuan akan menikah dan masuk ke keluarga suaminya.

Tapi saat itu tiba, aku yakin Anda akan kesepian.

Sebenarnya, setelah membesarkan anak-anakku,

aku berharap mereka menjadi pribadi yang independen.

Begitukah?

Maaf, ada ruangan yang harus kamu lihat.

- Tentu. - Ayo.

Apakah kontraktor renovasi itu sudah ke sini berkali-kali?

Ya.

Rumah ini besar sekali,

jadi dia datang berkali-kali untuk memberi tahu rincian harga.

Anu.

Apa hubunganmu dengan profesor itu?

Dia guru putraku saat masih SD dulu.

Sekarang, dia profesor di Universitas Nankai,

dan melakukan penelitian untuk prediksi gempa.

Dia bolak-balik dari daratan dan institut penelitian di pulau ini.

Dia bilang bakal ada gempa besar,

jadi berbahaya untuk tetap tinggal di rumah ini.

Gempa besar?

Dia selalu datang dengan membawa data ini.

- Aku pulang. - Selamat datang kembali, nona.

Kurasa, dia hanya ingin mendekati kakakmu.

Oh, begitukah?

Entahlah.

Ada tamu dari Tokyo.

Selamat datang.

Maaf membuatmu menunggu.

Halo, terima kasih telah menerima kami.

Sakit!

Biar kubawa tasmu.

Wajar kalau ada yang mendekatinya.

Hari itu sekitar jam 11 malam,

aku berjalan sendiri di pantai.

Dan tiba-tiba, seseorang menutup mataku dari belakang.

Kenapa kau berada di luar saat jam segitu?

Aku sedang perjalanan pulang dari kerja sambilan.

Maaf.

Apakah kau melihat wajah penculik?

Tidak, karena mataku ditutup.

Aku tidak tahu berapa hari yang telah berlalu,

tapi setelah meminum air pemberian mereka,

aku merasa sangat ngantuk.

Dan saat bangun, aku sudah berada di depan rumah.

Kau tidak melihat wajahnya, tapi bagaimana dengan suara?

Kalau ingat suaranya, kau bisa mengetahui jenis kelamin dan perkiraan usianya.

Aku tidak begitu ingat suaranya.

Bisa kita kesampingkan soal ini?

Aku lebih ingin tahu penyebab kematian ayah dibandingkan hal ini.

- Itu juga akan menentukan uang asuransi. - Senri.

Maaf.

Tapi ini sangat penting.



Ayahmu meninggal karena rabies.

Bohong, 'kan? Jepang sudah bebas dari rabies.

Ada bekas gigitan di lututnya yang berusia satu bulan.

Kami menemukan foto ini di album ponselnya.



Apakah ini

pemakaman keluarga kami?

Apa ini?

Ayahmu pernah ke sana, 'kan?

Untuk memberikan uang tebusan.



Saat dia tururrgunung,

Saat dia turun gunung,

lututnya berdarah.

Dia tergigit saat itu?

Nyonya, apakah kau baik-baik saja?

Itu anjing setan

. Itu anjing setan

Kutukan anjing hitam.

Kutukan anjing hitam?

Bukan apa-apa.

Itu legenda pulau ini sejak dulu.

Penduduk sini percaya bahwa orang pertama yang memasuki pemakaman di pulau ini

akan menjadi penjaga makam

dan tidak akan bisa beristirahat dengan tenang.

Jadi mereka membuat anjing hitam untuk masuk ke pemakaman pertama kali.

Akibat takhayul ini, banyak anjing hitam terbunuh.

Anjing hitam yang terbunuh karena keegoisan manusia

tidak bisa istirahat dengan tenang dan terus gentayangan.

Di tengah malam, mereka akan keluar dari bawah tanah menyerang manusia.

Dan begitulah legeTTdanya.

Ayolah! Tidak ada bukti ilmiah tentang kutukan itu!

Babasan.



Nyatanya, setelah kejadian itu,

seseorang mengirimkan benda aneh ke sini.

Ini dia.

Apa-apaan ini?

- Pasang sarung tangannya. - Tidak masalah.



"Jika kalian tidak segera pindah, kalian akan dikutuk oleh anjing hitam."

"Kalau tidak mau dikutuk oleh anjing hitam,

segeralah pindah."

Ini....

Mirip dengan catatan dari penculik, kan?

Oh, jadi begitu.

Kau menyadari sesuatu?

Pelaku yang memaksa kalian untuk pindah,

melihat ancaman mereka diabaikan,

dan penculikan Beni-san merupakan ultimatum.

Mereka tidak mengambil uangnya karena mereka hanya ingin kalian pindah.

Jadi penculiknya pasti Sutei-sensei -

Dia tidak akan melakukan itu!

Jangan dengarkan anak buahku. Nilai deduksinya nol.

Tidak 0 juga!

Surat-surat ancaman ini mungkin dari orang lain.

Surat yang meminta tebusan..

meniru surat ancaman untuk pindah.

Bagaimana kau tahu?

Kalau kau membandingkannya, kelihatan jenis tulisannya berbeda.

Betulkah?

Coba dekatkan huruf "no (0)"

Tapi,

kenapa mereka menggunakan huruf yang diambil dari koran di zaman secanggih ini?

Sulit sekali berjalan di perbukitan menggunakan sepatu kulit.

Caramu berjalan yang salah.

Hah? Kau baru saja terpeleset?

Kau barusan terjatuh, kan?



- Hati-hati melangkah. -Aduh!

Bikin kaget!

Apakah brankasnya di sini?

Oi, jangan dibuka!

Sudah kubilang jangan dibuka!





Kenapa penculik memilih tempat ini untuk menerima uang tebusan?

Ada banyak jebakan hewan di pemakaman keluarga Hasukabe.

Terlalu berbahaya untuk si penculik.

Terlebih lagi, mereka melepas putrinya tanpa mengambil uangnya.

Tujuan penculik adalah agar Hasukabe-san datang kemari.

Bukan deduksi yang buruk.

- Ada apa? - Tidak ada.

Ini tanah yang bagus.



Hah? Apaan tuh?

Teruskan dan kembangkan deduksi cemerlangmu.

Aku ada urusan.

- Urusan apa? - Kenapa? Kau takut sendirian?

- Tidak, kan cuma takhayul. - Hati-hati kalo ngomong, ya!

Lebih baik kau tak meremehkan kutukan anjing hitam.

Jangan tinggalkan siapa pun sendirian.



Dia itu kenapa sih?!

Inilah jalan yang kulalui sebelu—

Den-den-den-den-den ini SeraDen-Inilah jalan yang kulalui sebelu---

Aduh.

Oi!

Beneran? Jangan bercanda!

Kali ini, ke mana pula kau bawa sepatuku?

Ada apa?

Apakah sepatunya hilang lagi?

Apakah sepatunya hilang’lagi?

Anjing nakal!

- Kembalikan sepatuku! - Jangan pukul!

Kau menyedihkan.

Padahal kau berlagak sopan di depan para tamu.

Ngaca, dong.

Apanya bekerja sambilan?!

Kau itu pulang dari kelab malam!

Pura-pura jadi perempuan baik di depan pria tampan.

Kaulah yang berlagak baik!

Hentikan! Kaulah yang berlagak baik!

Hentikan!

Maaf.

Aku tidak melihat sepatumu di rumah Vil.

Ini berarti, kau tidak bisa ke gunung malam ini, Senri.

Padahal ini waktu yang tepat karena kabut sudah mulai hilang.

Aku pakai sepatu kulit saja.

Setidaknya tunggulah sampai dini hari.

Seseorang bisa saja melihatku kalau aku ke sana setelah matahari terbit.

Akhir-akhir ini, beberapa orang telah memiliki kamera drone.

Maaf, minta waktunya sebentar ya?

Ada apa?

Aku hanya ingin bertanya.

Apakah Senri-kun hendak mendaki gunung?

Aku sedang memintanya untuk mengurungkan niat.

Wakamiya-san, tolong bantu aku membujuknya.

Sepatu kulit tidak -

Anak yang merepotkan.



Selalu membicarakan warisan.

Dia cuma memikirkan uang.

Kayak siapa, ya?

Vil, pulanglah!

Lukisanmu bagus!

Namanya juga anak seni.

Apa ini?

Pemandangan khayalanku.

Untuk tugas.

Oh begitu. Pemandangan khayalan.

Kelihatannya menyenangkan.



Maaf ya, kamu jadi melihat kejadian kurang mengenakkan semalam.

Tidak apa-apa.

Aku lega karena keluargamu lebih normal dari yang kuduga.



Apakah itu normal?



Tentu.



Lalu, yang itu juga.

Apa?

Yah, gimana ngomongnya ya.

Kurasa itu bukan masalah, sih.

Anu.

Aku hanya penasaran

mengenai yang dibahas kemarin

tentang kelab..

Kelab malam?

Aku sudah berhenti. Aku melakukannya cuma untuk bersenang-senang.

Begitu ya.

Yah, memang lebih baik berhenti.

Kamu tipe penceramah, ya.

Tidak, aku tidak bermaksud menceramahi.

Aku tidak benci orang yang suka ceramah.

Yah.

Anjing pintar.

Kamu percaya kutukan, Wakamiya-san?

Tidak, aku tidak percaya kalau tidak melihatnya sendiri.

Sama.

Tapi sebenarnya,

yang sangat mengerikan itu adalah manusia.

Apa?

Wakamiya-san, mau tambah anggur lagi?

Tidak.

Kau beneran ingin pergi?

Ya, malam ini aku harus pergi.

Aku juga sudah menemukan sepatuku.

Tampaknya malam ini akan berkabut.

Aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir.

Kalau begitu aku ikut dengannya.

- Bahaya! - Oh? Boleh aku minta tolong?

- Tentu. - Tunggu!

Menurutku itu bukan ide bagus.



Jangan bilang, kau juga mengincar harta karun keluarga kami, Wakamiya-san?

Begitukah?

Tentu saja tidak!

Yah, aku hanya ingin tahu tentang ayahku.

Apa itu?



Aduh!

Sakit!

Kenapa tidak terhubung?

TIDAK!!

Nyonya!

Berhentilah!

Lepaskan aku!

- Senri! Tidak!!! - Nyonya!

Senri!

tinya jebakannya menusuk dalam di tubuhnya dan tidak bisa dilep

Dia mati karena kedinginan.

Ponselnya menangkap mata anjing setan, sama seperti ponsel ayahnya.

Kenapa kau meninggalkannya sendirian?



Aku mau ikut dengannya, tapi...

Kau ketidurairsampai pagi?

Hah?



Apakah sepatu barunya menghilang?

Tiba-tiba ketemu.

Bagaimana kau tahu?

Sepatu yang tercabik-cabik kemarin itu berbau cacing tanah.

Sama seperti catnip bagi kucing.

Tidak apa-apa. Dia kenalanku. Sama seperti catnip bagi kucing.

Tidak apa-apa. Dia kenalanku.

Maka dia akan digigit oleh anjing setan.

Anjing setan.

Apakah dia tidak rabies?

Hah? Apa maksudnya?

Kalau tahu sesuatu, beri tahu dong!



Kau di mana sekarang?

Barnya belum buka.

Semangat banget.

Airi-chan.

Kenapa kau mengambil foto begitu?

Cantik, kan?

Kau terlihat lebih cantik aslinya.

Shinjuku? atau Shibuya?

- Minta bulu babinya lagi. - Oke.

Kinshicho juga tidak apa-apa.

Aku mencari 2 orang.

- Begitukah? - Ya. Bagaimana dengan gadis ini?

Beryl-chan?

Dia berhenti beberapa waktu lalu.

Berhenti? Kenapa?

Tidak tahu. Padahal dia tampak menikmati pekerjaannya.

Apakah ada pelanggan yang menyebalkan?

Mereka semua menyebalkan.

Ada juga pria yang hobi ceramah

yang bilang ingin menjadi ayahnya dan memintanya untuk berhenti bekerja.

- Pria kaya? - Tidak juga. Dia tampak sangat kotor.

Dan parahnya dia mencoba mengintip gaunnya seperti ini.

Aku mengerti. Duduklah.

Oke..

Mesum juga.

Beneran.

Ah, aku sudah lelah dengan pelanggan menjijikkan seperti itu.

Tidak ada pelanggan yang baik di pelosok begini.

Dan aku harus menghibur mereka dengan gaji rendah.

Kenapa hidupku malang begini?

Kurasa ini takdir.

Tolong Sushi blackthroat seaperch dan alfonsino yang enak.

Baiklah!

Eh, tidak bisakah kau merekrutku?

Kurang segar.

- Apa maksudmu? - Aku ngomongin Sushi-nya.

Bukannya kamu cuma memesan natto roli?

Biar aku yang bayar birnya.

- Terima kasih atas makanannya. - Tunggu.

Tunggu!

Kubilang, tunggu!

Setelah berkata akan merekrutku, kau pikir bisa pergi begitu saja, hah?!

Tunggu. Aku mendapat panggilan.

Dari polisi.

Akan kuangkat.

- Halo. - - Dasar kau!

Bagaimana?

Ketua!

Kau menemukan sesuatu?

Di pulau ini hanya banyak anak kampung.

Apa maksudmu, sih?

;}np6 i6®"1

Moster buasnya bakal ngamuk. Aku harus pergi.

Kalau terjadi sesuatu, silakan hubungi Kantor Polisi Kasumi.

Jika kau menyebut namaku--

Halo?

Oi! Kau ngapain?

Salah arah! Lewat sini!

Itu namanya pembelaan diri, bodoh! Mereka duluan yang memukulku!

Dipukuli sekali lalu membalas 15 kali bukan pembelaan diri namanya!

Mereka memukulku 4 kali, bukan sekali!

Apa pun itu, pergi sana! Mereka memukulku 4 kali, bukan sekali!

Aku tidak mau bicara denganmu. Mana kepala kantornya!

Dia tidak punya waktu mengurus berandalan sepertimu!

Beri tahu dia kalau aku kenalan Eto dari Kepolisian Metropolitan!

Siapa pula Eto?

Kok kau tidak tahu dia padahal tampangmu begitu?

Seperti apa? Oi!

Berhenti’

Seperti apa, hah?

Aku sangat mengenalnya.

Dulu, aku diurus oleh ayahnya Eto-san dalam waktu lama.



Jadi, kenapa kau kemari?

Aku yakin ini bukan tempat yang kau singgahi secara kebetulan.

Ato 'j/ihb !af dfflpl VW

Aku sedang menyelidiki sesuatu.

Tentang penculikan yang terjadi di pulau ini.

Ibu, tolong makanlah sedikit saja.

Kalau ibu makan, ibu merasa bersalah pada Senri.

Dia terlambat.

Beni-san.

Sang ibu sedang sangat berduka.

Makanlah dulu. Sang ibu sedang sangat berduka.

Makanlah dulu.

Beni-san juga sepertinya cukup tertekan.

Jangan ngomongin soal itu. Aku ingin kau menyelidiki sesuatu.

Apa maksudmu?

Ada apa dengan wajah dan pakaianmu?

Aku mandi karena hari ini berkeringat sekali.



Kau juga harusnya mandi untuk perubahan suasana.

Lag>an’ pergi liha"a

Lagian, pergi dan lihatlah.

-Apa maksudmu? - Siapa yang baru saja terpikir olehmu?

Yah.

- Jangan bercanda! - Enggak bercanda!

Oke, dengar.





Gempa?

Ayo masuk.

Suara langkah kaki.

Sudah kuduga, kau datang.

- Pendengaranmu bagus. - Apa maumu, sih?

Aku tahu kau suka bermain-main.

Ada gelombang getaran yang berlangsung lama di sini, ya?

Apakah getaran berfrekuensi rendah juga terjadi?

Basa-basinya selesai.

Langsung saja ke intinya.

Penculikan Beni, kematian ayahnya, dan surat ancaman untuk pindah,

aku rasa ketiganya terhubung dengan satu ancaman.



"Bagaimana menurutmu, Profesor Terbang Sutei?"

Menarik.

Apakah kau ingin berkata kalau akulah pelakunya?

Aku hanya khawatir soal gempa dan membujuk mereka untuk pindah.

Aku mengakui kalau tulisan tanganku sangat mudah diidentifikasi.

Tapi sebagai gurunya Senri, tulisan tanganku dapat dikenali oleh mereka.

Jadi aku menggunakan huruf dari koran.

Apakah itu deduksimu?

"Kalau begitu, kenapa tidak gunakan komputer saja?" itu yang akan kau katakan.

"Kalau ada koran yang tergunting, dapat dijadikan bukti."

itulah yang kau pikirkan.

Jenis hurufnya sama dengan surat ancaman pindah.

50 poin.

Argumenmu oke juga.

Tapi jenis huruf yang lazim itu tidak dapat dijadikan bukti, 'kan?

Aku akan mengusahakannya.

Sepertinya memang tidak bisa.

Maaf! Aku sungguh-sungguh!

Aku tidak sengaja!

Maksudku, sebenarnya--

Apa yang terjadi?

Semuanya baik-baik saja?

Oh! Maaf atas kelancanganku.

Kapan kau akan pulang?

Sebelum makan malam.

Kalau aku belum kembali, taruh barang-barangku di kamar.

Baik!





pulang

pulang!

pergi-

Apakah tidak apa-apa

Sudah mati!





Ibu.

- Tentang proses pemakaman Senri--- Baba san

Bagaimana dengan makanan Senri?

Sedang kupersiapkan.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Akan segera kusiapkan sarapannya.

Terima kasih.

Wakamiya-san.

Apa kau menyembunyikan sesuatu dari kami?

Apakah Senri meninggal karena membeku?

Dia juga meninggal karena rabies, 'kan?

- Dia meninggal karena membeku. - Tapi....

Dia juga kena rabies, kan?

Nyonya, anda baik-baik saja?

Apakah Anda terluka?

Anjing setan.



Istirahatlah di kamarmu.

Lari, Senri!

Ada anjing setan, lari!

-i

Biar kutolong.

Wakamiya-san.



Apakah aku akan baik-baik saja?



Ayah ... Senri..

Siapa selanjutnya?

Kau benar-benar tertarik padaku.

Sampai menguntitku.

Menguntit, katamu?

Dalam profesi kami, ini disebut membuntuti.

Bukan membuntuti lagi kalau ketahuan.

Apa maumu?

Kaulah yang menulis surat ini untuk mengusir mereka.

Kau menggunakan koran kampus.

Dan kau melakukannya untuk Beni.

Apakah aku salah?



Aku tidak paham maksudmu.

Apakah itu juga deduksimu?

Ya, sederhana saja.



Kau tersipu setiap Beni berbicara.

Mengecewakan sekali. Apakah itu buktinya?

Cuma bercanda.

Tapi bagi seseorang yang dapat menganalisis gempa,

kau malah payah menganalisis dirimu sendiri.

Aku bisa tahu dari ekspresi polosmu itu meski kau berusaha menutupinya.

Saat aku menyentuh ini, kau merasa tidak nyaman.

Kemungkinan besar di dalamnya ..

... terdapat sisa guntingan koran yang digunakan untuk surat ancaman.

Aku sangat kecewa.

Apakah deduksi detektif hanya dari firasat?

Tapi aku mendengar suara selain koin di brankas.

Kau selalu naksir Beni,

tapi karena akhir-akhir ini tampak cuek, kau jadi galau.

Jadi kau membuat rencana.

Kau menggunakan surat ancaman untuk membuatnya pindah.

Dan saat rumahnya runtuh akibat gempa,

dia akan merasa bersyukur karena surat-surat itu.

Lalu kau akan bilang,

"Akulah yang menulis surat itu.

Lihatlah, ada lubang tergunting di sini"

Dan begitulah caramu membuatnya kembali berpaling padamu.

Apakah aku salah?

Itu sangat kekanakan, 'kan?

Naif sekali.

Aku jadi ingin mendukung perasaan cinta yang naif.

Sudah mustahil.

Dia benar-benar menghindariku.

Aku rasa, dia punya alasan sendiri.

Apakah kau tahu sesuatu?

- Alasan apa? - Kau akan segera tahu.

Hanya firasatku saja.

Aku akan jadi penjahatnya di saat itu terjadi.

Aku akan ditangkap karena pengancaman.

Aku bukan polisi.

Dan itu juga bukan surat ancaman, kan?

Sensei, kau tidak punya banyak waktu.

Pembunuhan, pencurian, penculikan, dan semacamnya.

Aku hanya menganggap pesan itu untuk memicu gairah.

Halo.

Bagaimana, sih?!

Apa yang harus kulakukan untuk melindungi Beni-san?

Aku ini..

Sial!

Ada apa, Nol?

Apakah kau akan mendaki gunung sendirian?



Kalau begitu, kemarilah.

Hati-hati.

Terima kasih.

Harap maklum ruangannya kecil.

Masuklah.

Apakah ini kamarmu, Baba san?



Polisi seharusnya sudah melepas semua perangkapnya,

tapi tolong bawa peta ini untuk jaga-jaga.

Terima kasih.

Apa ini?

Baiklah.

Aku ikut denganmu.

Jika terjadi sesuatu padamu ..

Maafkan aku.

Jangan khawatir. Sobatku bersamaku.

Semua jawaban pasti ada di gunung.

Ayo, Vil!

Ini jalan yang kulalui sebelumnya

Oh, ya ini dia

Vil, kemarilah.

Vil.

Perhatikan langkahmu.

Oke....

Ini jalan

yang kulalui sebelumnya!

Oh, ya ini dia



Anjing setan!

Mundur, Vil!

Masuklah.

Ke mana?

Ke mana?

Aku akan membunuhmu!

Kau semakin kuat, Wakamiya-chan.

Oi, keluarlah!

Sudah hentikan!

Paman dan bibi!

Aku membajak sinyalnya. Pulanglah!

Apa menurutmu kau diserang anjing setan?

Itu hanyalah buatan belaka.

Mustahil.

anusia yang sedang berada dalam kondisi terpojok mudah sekali

Sialan kau!

Apa kau membuatku kemari hanya untuk melakukan ini?

Bukan.

Aku melakukan ini untuk memancing pelakunya.

- Si kontraktor renovasi? - Benar.

Bersama suaminya, dan pemilik saluran "Daerah Pelosok".

Aku Sera Denjiro.

Saluran SeraDen?

- Apa maumu? - Buka ini!

Kenapa harus aku buka?

Ba-baik! Akan kubuka!

Parah. Sudah mati.

Aku juga mau mati.

Kurasa, sulit mengajarkan pemula untuk menggunakannya.

Aku sangat sedih.

Hei, apa cahaya merah itu?

. ga-baik-jawab aku-

ini untuk aPa?

Entahlah. Aku hanya meminjamnya.

Bukannya kau sebelumnya sudah melihat-lihat tempat ini?

Aku tidak bisa menolak.

Pamanku bilang kalau aku sudah menjadi komplotan.

Jangan khawatir, aku polisi.

Aku bisa mengurangi masa tahananmu.

Kau mungkin merasa terkhianati, tapi tolong maafkan dia.

Rasa keadilan keponakanmu baru saja bangkit.

Kau bercanda, 'kan?

Tapi kenapa mereka melakukannya?

Meski mereka membunuh Hasukabe-san dan Senri-kun,

mereka tidak bisa mendapatkan harta warisan.

Kita mungkin dapat menemukan petunjuknya di brankas.

Wow!

Aku berharap aku terlahir dalam keluarga ini.

Wah.

Apa yang kau lakukan? Itu namanya kriminal!

Keinginan dan Surat Wasiat.

Aku, Hasukabe Chizuo, membuat keinginan terakhirku dan wasiat sebagai berikut:

Pertama:

Aku memberikan seluruh properti bangunan

pada istriku, Hasukabe Ira dan putraku, Hasukabe Senri

dengan pembagian yang sama.

Kedua:

Semua aset milikku

didonasikan pada UNICEF.



Itu saja.

- Itu saja? - Itu saja?

Ada apa?

Kalau tak ada nama Beni, bukankah tak ada gunanya?

Apa maksudnya?

Ada 2 pelaku penculikan yang berhubungan dengan kasus ini.

Salah satunya dari kasus penculikan Hasukabe Beni bulan lalu.

Dan satunya lagi....

Aku sedang menyelidiki sesuatu.

Tentang penculikan yang terjadi di pulau ini.

20 tahun la|u-

Tolong, aku minta blackthroat seaperch dan alfonsino yang enak.

Nama anak yang diculik adalah Furaku Aomi.



sejarah kantor polisi Kasumi,

dan Kepala Eto sendiri yang bertugas.

? begitu*

Anak yang hilang itu berusia 1 tahun saat itu,

dan merupakan putri dari pemilik Konstruksi Furaku.

Dia adalah putri mereka berdua.

Terdapat air liur di prangko dari amplop surat ancaman

yang dilakukan uji DNA.

Dan diketahui bahwa pengirimnya orang tua kandung Beni.

Orang tua kandung? Apa maksudnya?

Beni bukan anak dari keluarga Hasukabe.

Jangan bilang kalau Beni-san...

Orang yang menggunakan drone ..

Jangan hidupkan!

... untuk menyamar menjadi anjing setan lalu membunuh Chizuo dan Senri adalah ....

- Kami.... - Itu terjadi...

.. saat ulang tahun pertama Aomi.

Dia sedang tidur nyenyak.

Kau juga bisa beristirahat.

Istirahatlah bersama Aomi.

Aku mau belanja sebentar.



Ya, sebentar!

Baiklah. Silakan.

Sampai jumpa.

Karena Aomi tidur nyenyak sekali,

kami menunggu di teras.

Tapi..

Karena kelelahan yang bertumpuk,

Maaf, lama.

Maaf, lama. aku ketiduran.

aku ketiduran.

Raita! Raita!

Di mana Aomi?

Di mana Aomi?

Permisi, apakah kau melihat bayi

Aku tidak tahu.

Aomi!

Aomi!

iiiuoV i!"0*

Aku sudah menjawab pertanyaan itu sebelumnya!

Kami butuh pernyataanmu selagi ingatanmu masih segar.

Hanya 2 minggu setelah itu ....

- Kami sungguh minta maaf! - Kami tidak butuh maafmu!

Bukannya kamu punya seorang putra?!

Kau seharusnya tahu perasaan sebagai orang tua!

Jangan minta maaf! Temukan saja dia secepatnya!

Penyelidikan dihentikan setelah 2 minggu,

Kami sungguh minta maaf! Penyelidikan dihentikan setelah 2 minggu,

Penyelidikan dihentikan setelah 2 minggu,

dan kepala kantornya mengundurkan diri sembari kabur.

Kami sungguh minta maaf! dan kepala kantornya mengundurkan diri sembari kabur.

‘iwov

Aomi



tidak pernah ditemukan.

Kami sedang mencari putri kami! Tolong bantu kami!

- Permisi, kami sedang mencari putri kami! - Tolong bantu kami!

Kami sedang mencari putri kami!

Tapi, kami tidak menyerah mencarinya.

Tolong bantu kami.

Tolong bantu kami.

Terima kasih banyak.

Kapan kejadiannya?

Tahun lalu, di pusat perbelanjaan.

Apakah kau tahu sesuatu?

Semoga beruntung.



Seharusnya, gigi susunya sudah tumbuh semua.

Pipinya juga tidak begini.

Beristirahatlah sejenak.

Menyerah sajalah.

Roko.



Roko! Roko, hentikan.

Tidak ada gunanya kita terus mencari!

Semuanya akan baik-baik saja, Roko!

Roko!

Menyingkir dari ku!

Aku mengerti! Tenanglah dulu!

Apakah kau baik-baik saja

Setiap tahun, usianya bertambah,

tapi fotonya masih saat berusia 1 tahun.

Sangat menyakitkan

karena kami tidak mengetahui penampilan terbarunya.

ft -'A** • fe 9 0 c & C0 9 • V€0> !• M

Tapi masih ada satu harapan ..

yang membuat kami terus mencarinya.

Tapi setelah 10 tahun mencari,

tidak ada hasilnya.

Bagaimana kau menemukannya?

Kebetulan saja dijalan.

Tapi dia pasti berbeda jauh dibanding saat dia berusia 1 tahun.

Matanya.

Mata?

Katanya ukuran mata

adalah organ tubuh yang tidak pernah berubah sejak lahir.

Itu ....

Cepat tolong aku.

Teruskan.

Mata kami bertemu.

Maafkan aku. Silakan.

Hei, aku menemukannya!

Dia di sini!

Apa yang kau bicarakan?

Aomi ada di sini!

Apakah kau melihat tanda lahirnya?

Matanya.

Itu matanya Aomi.

Apakah itu dia

Apa yang harus kita lakukan

Berikan dompetku.



Pekerjaanmu baru saja selesai?

Ya.

Kenapa kau melakukan pekerjaan seperti ini?

Menurutmu, kenapa aku melakukan ini?

Demi uang!

Terima kasih sudah menunggu!

Bintang kita, Airi-san, di sini!

Aku Airi, senang bertemu denganmu!

Bagaimana kalau

om ini- maksudnya, aku, menjadi...

... papamu?

Aku ingin menjadi papamu.

H o re! Kita punya Papa! Aku sangat senang!

Jadi bisakah kau berhenti dari pekerjaan ini?

- Kau terdengar seperti orang tua sungguhan. - Aku tidak tahu soal itu.

Kau masih muda, tapi...

... punggungmu terlalu terbuka.

Oh, hentikan!

- Kau akan kedinginan!- Lebih baik kedinginan-

Aku kembali!

Aku kembal'.

Haruskah kita menghubungi polisi?

Mereka mengkhianati kita, loh.

Kalau begitu,

kita beri tahu secara langsung?

Kalau kita orang tua kandungnya?

Meski tidak punya bukti?

Jadi kita harus bagaimana?

Rumah itu tampak tua, kan?

vil, diamlah!

Maaf mengganggumu saat sibuk.

Senang bertemu denganmu.

Aku bekerja di Reform Island.

- Maafkan aku. - Tidak masalah.

Sejak saat itu,

kami mengubah nama perusahaan dan nama kartu bisnis kami.

Bisakah kau membuat daftar harganya?

Terima kasih banyak.

Permisi.

Menurutku, aku harus datang kembali beberapa kali.

Maaf, rumah ini besar sekali.

Tidak masalah.

- Halo. - Selamat pagi.

Nona! Bisakah berhenti sebentar?

Rambutmu tersangkut di ritsleting.

Jangan bergerak.

Permisi.

Apakah ada masalah

Aku membantunya melepas rambutnya.

- Oh, maaf. - Terima kasih.

Aku akan mengukur kamar mandi.

Nona, biar kami antar ke pelabuhan.

Aku tidak bisa memastikan tanda lahirnya,

tapi....

Kami menerima hasil tes DNA

sepuluh hari lalu.

$yukurlnh'

H o re!

Syukurlah!

Jadi apa nama batu permatanya?

Peridot! Warna hijaunya indah sekali.

Bagaimana kau tahu?

Topikmu sangat menarik, jadi aku banyak belajar.

Lalu, pertanyaan selanjutnya.

Gempa yang disebabkan oleh- aduh!

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Mari kita lakukan lain kali.

Hah

Beni-san?

Apakah kau ke sini untuk bekerja?

Kami baru saja selesai.

Kami bisa menghantarmu pulang kalau mau.

Tapi, aku....

Halo.

ini suami--

Hah?

Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?

Apakah kita pernah bertemu sebelumnya ?

Atau hanya imajinasiku saja?

Atau hanya imajinasiku saja?

Tidak apa-apa, dia tahu, kok.

Cuma ada ini. Silakan coba.

Apa yang ingin kau beri tahu padaku?

Sebenarnya-

Ada yang ingin kami tunjukkan padamu.



* * t?

Silakan masuk.

Kami sudah menyusunnya seperti ini supaya kau bisa pulang kapan saja.

Benarkah

Kami tahu kalau mereka pasti membelikanmu barang yang lebih bagus.

Bukan berarti kau harus langsung kembali pada kami.

Maaf.

Kami tak bermaksud menyakitimu.

Bisakah...

... kalian memberikanku waktu untuk sendiri?

Lalu,

kami menyusun rencana untuk membuat Aomi

mewarisi harta keluarga Hasukabe sebelum tinggal bersama.

30 poin.

Itu hampir saja membuatku terkesan.

Tapi bagian terpenting dari cerita bukanlah di sana.

Pertama-tama, kalian menirif^urat ancaman pindah,

Pertama-tama, kalian meniru surat ancaman pindah,

dan memanggil Hasukabe Chizuo kembali dari Tokyo.

Sesuai dugaan, dia tidak memberi tahu polisi dan datang sendiri.

Karena dia tidak ingin masa lalu penculikan ketahuan.



Sial! Sakit!

Bagaimana bisa!?

Sebelumnya dia telah merekam lokasi jebakan,

jadi hanya dengan menggerakkannya, dia tertangkap dengan mudah.

Tapi, kalau dia mati di sana, kau bisa saja ketahuan.

Jadi kau memutuskan untuk menggunakan rabies.

Kau meniru legenda dengan menggunakan drone yang terlihat seperti anjing setan.

Dalam jeda waktu itu, Beni pulang.

geni'sarl’

Kau baik-baik saja

Nyonya, Benisan di sini!

Beni-san, tetaplah bersamaku!

Mau bagaimanapun juga, dia harus kembali di momen ini.

Karena...

... dia harus meletakkan virus rabies di botol disinfektan.

Dia kembali hanya untuk memberikan itu pada Chizuo.

- Tuan? - Sayang!

n

- Kau kenapa? - Bawakan kotak P3K!

n

Kenapa kau di sini?

Dia tadi ditemukan di depan pintu...

Sayang!

Lepaskan aku!

Tidak mungkin dia melakukan itu.

Dan juga,

dari mana dia mendapatkan virusnya?

Mereka memesannya dari DARTMOOR.

DARTMOOR?

Situs ilegal.

Situs perdagangan gelap tempatnya kau bisa jual beli narkoba, identitas palsu, dan barang ilegal lain.

Aku berusaha untuk membuat pesanan dan mengantarnya dalam beberapa hari.

"Rabies"?

- Rabies? - Benar.

Kau mungkin membelinya di situs ilegal,

dan memberikannya pada Beni saat Beni dilepaskan dari penculikan palsu.

Kemudian, Senri, yang mengetahui kematian Chizuo,

takut terhadap rabies dan segera mendapatkan vaksinasi,

jadi kau memutuskan untuk membekukannya hingga mati.

Aduh

Kenapa tidak terhubung?

Kau buat sepatu Senri berbau cacing tanah

agar Vil selalu mengintainya,

supaya kau tidak kehilangan jejaknya di gelap malam.

vil, hentikan

Aduh! Kau ini!

- Kau baik-baik saja? - Syukurlah.

Bikin kesal-

Lokasi jebakannya berubah.

Terlalu sempit.

Berikan padaku.

Cepat.

Darah-

Kau berdarah.

Ini darahnya Hasukabe.

Apa katamu? Cepat lepaskan!

Kenapa?

Padahal sudah repot-repot kubuat terperangkap sedalam ini.

Apa maumu?

Oi!

Apa yang kau lakukan?

OH Beni!

Sakit!

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Lepaskan ini!

Lepaskan!

Oi!

vil, diamlah!

Oi!

Ayo pergi!



Oi!

Kau siapa?

Tolong aku!

Tolong aku!



Tolong aku!

OH

Kau dengar aku?!

Heeiii!

Beni

Aku salah. Kumohon, maafkan aku.

Aku niohon!

Oi!

- Jangan pergi! - Kemarilah, Vil.

Oi, tunggu!

Sial! Percuma sudah!

Sakit. Ayah'

Ayah, sakit sekali....

Jadi mereka menciptakan ilusi anjing setan

hanya untuk menyesuaikan dengan legenda yang ada?

Di pulau ini, banyak anjing hitam yang mati karena keegoisan manusia.

Mungkin mereka sendiri yang melihat anjing hitam

yang takdirnya dipermainkan makhluk lain.

Mustahil bagimu yang tidak tinggal bersama keluarga Hasukabe

untuk dapat meniru surat ancaman pindah,

atau mengetahui pola kebiasaan mereka.

Orang yang merencanakan semuanya adalah Beni,

dan kasus kejahatan ini akan berakhir dengan terbunuhnya sang Ibu.

Tolong lepaskan kami.

- Kami harus bergegas, kalau tidak Aomi--- Jangan khawatir!

Dia sedang tidur nyenyak sekarang.

Semua jawabannya terdapat di gunung ini.

Tapi sebelum kau mendaki gunung, kau harus membuat Beni tidur.

Apa?

Kenapa

Pasti ada obat tidur di kotak P3K.

Obat yang kau minum sebelumnya dan membuatmu tertidur sampai pagi.

Lah Kenapa harus aku melakukannya?

Itulah cara melindunginya.

Saat Wakamiya-chan pergi ke gunung,

dia akan mengalihkan perhatian pelayan, dan membunuh ibunya,

kemudian menunjukkan mata dari anjing setan supaya legenda anjing hitam tersebar.

Dengan begitu, sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Setelahnya, mari kita dengar dari mulutnya langsung.

Itu hanya halusinasimu saja!

Gitu katanya.

Ini masih hidup.

Apa pun yang terlihat

semuanya sudah direkam.

Kenapa?

Kenapa?

4* *

Karena membunuh seseorang itu tidak boleh.

Kami masuk.

Aku tidak bersalah.



mereka memberikan seluruh perhatian pada Senri.

Baik festival sekolah,



guru les,

ujian masuk SMP,

dan biaya kuliah, hanya Senri yang mendapatkannya.

Bahkan pensil warna yang kumiliki adalah bekas milik Senri.

Jadi untuk bertahan hidup, kau bekerja di kelab malam?

Kupikir aku yang salah.

Kukira, tingkah lakuku, cara berbicara, semuanya jelek.

Tidak ada

yang salah denganmu, Aomi.

Maafkan kami.

Maafkan kami.

Seandainya.

Ini hanya perandaian.

Seandainya kamu berkenan,

maukah kau tinggal bersama kami

mulai sekarang?

Terima kasih.

Ayo hidup bersama.

Dan menjadi kaya.

Hei.

Maukah menuruti perkataanku?

Tunggu! Aku mohon.

Tolong.

Tolong jadikan ini salah kami,

Salahku karena tertidur.

Sekali ini saja, biarkan aku bertindak seperti orang tua sungguhan!

Bertindak seperti orang tua itu akan dilakukan mulai sekarang.

Dan menanggung dosa anak itu tidak termasuk ke dalamnya.

Kata-katamu bagus juga.

Baba san sudah seperti ayah bagi Beni-san.

Meski pasangan Hasukabe tidak pernah memanggilnya dengan namanya.

Kalian berdua harus lebih sering memanggil namanya.

Apakah dia sendiri yang berkata kalau si pelayan sudah seperti ayah baginya?

Tidak, aku melihat lukisan di kamarnya.

Itu adalah hadiah dari Beni-san saat Hari Ayah, karena aku tidak punya anak.

Dia sudah suka menggambar sejak kecil.

Dia anak yang baik.

Apakah cuma aku yang dapat 0?

Oi!

Ada apa?

Hei, Shishio!

Ada apa?

Ayo pergi!

Hei, hati-hati perangkap!

Ada apa dengannya?

’ 1 i



Percuma saja meski ditatap begitu.

Buka pintunya!

Oi, buka pintunya!

Ambil kuncinya.

Oi, bukan ke sana! Ke sini!

Beni-san.

Apa yang kau lakukan?

Tidak apa-apa, dia cuma tertidur.

Aomi!

Sstt! Dia tidur.

Di mana Shishio? Bukannya kau bersamanya?



Di mana ibu?

Selamatkan dia!

Babasan.

Baiklah, akan kuberi tahu rahasia yang telah kusimpan selama 20 tahun.

20 tahun lalu-

Aku beketija.sebagai sekretaris bagi Tuan.

Aku bekerja sebagai sekretaris bagi Tuan.

Permisi.

Saat itu,

karena Tuan sangat sibuk bekerja,

nona muda diasuh oleh Nyonya.

Suatu hari, saat Nyonya tertidur....

Beni?

Beni

Beni-chan!

Beni!

Beni!

Bagaimana ini?

Kita akan segera sampai di rumah sakit.

Sudah terlambat.

Bagaimana ini....

geni-c^arl’

Bagaimana ini...

Suamiku bakal marah....



Dia akan sangat marah padaku.

Tuan sedang dalam perjalanan bisnis,

dan setiap malam Nyonya mengirimkan foto Beni-san.

Kita pergi dulu.

Kita ke rumah sakit saja dulu.

Dia berjalan mendekati seorang bayi

seolah ia ditarik ke sana.

- Ira-sar,! . Semakin dinS"1-

Ayo kita pulang, Beni.

Terima kasih sudah menunggu! Maaf lama.



Buka.



Sudah kuputuskan untuk membawa rahasia ini hingga liang lahat.



Tapi tahun berikutnya, Senri-san lahir.

Diam! Senri tidak bisa tidur!

Kenapa kau teriak-teriak, sih?!

Selamat datang.

Semua penduduk pulau akan mendengar suaramu.

Cup, cup, cup.

Biar aku saja.

Kau kotor sekali.

- Biar aku ganti pakaiannya. - Biar aku saja.

- Biar aku saja. - Tidak, tidak apa.

Agar tidak diketahui oleh suaminya,

Nyonya mengurus semuanya,

mulai dari mandi hingga mengganti pakaian.

Kau selalu saja membuat masalah!

Bukan, ibu! Senri yang melakukannya!

Mustahil! Dia takkan melakukan itu!

Aku tidak mau di sini!

Tidurlah di sana hari ini!

Maaf! Hentikan!

Nyonya.

Sayangilah Beni-san juga.

Mustahil.

Kau bisa memahamiku, kan?

Dia anak orang lain.

Apa maksud Anda?

Presdir! Presdir!

Tuan sudah menyadarinya.

Nyonya memberi tahu kejadiannya.



Pantas saja Beni tidak cantik sama sekali.

Jangan beri tahu siapa pun.

Ini akan menjadi skandal besar bagi keluarga Hasukabe.

Kemudian, dia menghukumku dan Nyonya.

Incar kakinya!

Hentikan, Senri.

Kau menyakiti Vil. r

Kau menyakiti Vil.

Jangan asal menentukan.

Vil juga senang, \tuh.

Nyonya kehilangan kebebasannya untuk bergerak,

sedangkan akukehilangan kebebasan mental.

Bahkan, Nona yang sama sekali tidak berdosa,

terpaksa merasakan kesepian.

Gambaranmu sangat bagus.

Yang mengurusnya

hanyalah aku seorang.

Ada yang ingin kuberi tabu.

Dia menceritakan semua rencananya

karena dia menghormatiku dengan tulus.

Tetapi»

aku tidak bisa memberitahukan kebenarannya.

Bahwa aku dan ibunyalah

yang merusak hidupnya selama 20 tahun ini.

Aku takkan pernah memaafkan keluarga Hasukabe.

Kalau aku meninggalkannya sendirian,

dia akan dipenuhi dengan balas dendam.

pen9an

aku membuat

rencana untuknya.

Aku memperlakukan Beni layaknya putriku sendiri.

Dan aku tidak bisa membiarkan putriku menjadi pembunuh.

Dengan kematianku, aku akan menebus dosaku

atas pembunuhan ketiga orang itu

dan kasus penculikan 20 tahun lalu.

"Semoga, mulai sekarang, Beni menjalani hidupnya sebagai Aomi dengan bahagia."

"Baba Morio."

Surat perpisahan yang indah.

Atau memang dibuat indah.



Jadi yang membunuh Hasukabe-san dan Senri-kun adalah ....



Siapa pun pembunuhnya, bukan urusanku.



Kuserahkan sisanya pada polisi.

Tolong tunggu.

Bisakah kita

menunggu setidaknya sampai Aomi terbangun?

Saat dia bangun, kami akan melapor.

Sudah hampir waktunya dia bangun.

Tidak terlalu lama untuk menunggunya.

Lakukan sesukamu.

I

Jangan ganggu mereka, Vil.

Ayo pergi.

Aku tertipu.

Kau berbohong padaku.



Jadi kau bukan polisi?

- Hei! - Antarkan kami ke pelabuhan.

Vil!



Dia pasti sangat terluka.

Berjuang selama ini.





Tapi,

dia mampu bertahan hidup.



Tadi aku mau bilang.

Walau katanya ukuran mata kita sama sejak lahir,

- sebenarnya bola mata-- Sekitar 17 mm saat lahir,

dan 23 mm saat dewasa, berarti tumbuh 35%.

Jadi, kau sudah tahu?

Makanya, aku memanggilmu dokter tabib.

Dokter tabib.

- Sampai jumpa, Vil! - Benda ini nggak ada gunanya lagi.

Tolong buang.

Hei, kau tidak bisa membawa ini!

Ha? Kosong?

- Apa ini? - Yang asli ada di brankas.

- Bagaimana soal distribusi harta warisan ? - Mana kutahu.

Bukan urusanku.

81-34

1-94,

Ada apa?

Bukan apa-apa.

- Kita pergi sekarang? -Ya.



= 81-94

«S 1-94

Aku tahu kau akan datang.

o»Pf*M00'

Hei! Kau tidak boleh mendekatinya, penguntit.

Penguntit?

>81-94

Kalau itu kusebut "kandidat kekasih".

Bagus! Cara berpikir yang bagus.

Aku tidak datang ke sini karena pengaruhmu.

Aku sendiri yang memutuskan.

-100 poin. - Kau ngedukung siapa, sih?

Kau yakin ini ide bagus?

Lebih baik baginya jika ada seseorang yang menantinya.

Tapi dialah yang mengirim surat ancaman.

Itu bukan sunat ancaman.

Itu adalah surat cinta.

Ada apa, Vil?

Gempa?

Terjadi juga.

Gempa?

jiuioy

- Bangun! - Bangunlah, Aomi!

Di sini.

Hei, Profesor!

Cepat, masuk!

Minggir!

- Cepat! - Tidak bisa!

Benar-benar terjadi.

Oi, ayo masuk

Bahaya!

- Ayo! - Cepat!

Aku tidak bisa menunggu lagi!

Minggir!

Vil!

Beni-san!

Beni-san!

Aomi!

- Bangun, Aomi! - Aomi!

- Bangun, Aomi! - Aomi!

Aomi!

Kembali! Hentikan mobilnya!

- Tidak bisa! - Aku akan pergi sendiri!

Aku akan pergi sendiri! Turunkan aku di sini!

Tolong! Aku mohon!

Ayo, Aomi! Bangun!

Aomi, Bangun!

Aomi!

jiwov

Raita! Raita!

Ayah ..

Ibu ....

Aomi.

Berhenti!

Sial!

Kau merasa bersalah?



Kalau saja aku langsung memanggil polisi....

Tapi setidaknya, pada akhirnya mereka bertiga bersama.

Dan dia mengakhiri takdirnya sebagai anjing setan.

Dia tidak perlu menderita lagi.

Tempat yang indah.

Aku yakin hanya ada barang kuno di sini.

Lihat saja langsung kalau keadaan sudah membaik.

Ada pelayan kelab yang cantik juga.

Ayahku melarikan diri

Seolah-olah merasa bertanggung jawab saja

Aku tidak mau mengingatnya.

Dia tidak mengundurkan diri untuk bertanggung jawab.

Kepala Eto langsung mulai mencari tahu soal keluarga Hasukabe. f' fi[5

Kepala Eto langsung mulai mencari tahu soal keluarga Hasukabe.

Tapi

para petinggi di mabes ...

menolak menyelidiki itu karena...

... dapat merusak keseimbangan kehidupan masyarakat di pulau.

Pak Kepala

mengundurkan diri atas kehendaknya,

agar dia dapat melanjutkan penyelidikan sendiri.

Kurasa, itu karena dia mencintai pulau ini1.

Itulah hasil darj pertarungan ayahmu.

Tapi tetap saja, pada akhirnya । r N ia melarikan dirk

Tolong bantu karhi!

Semuanya, bantulah kami!

Bantu kami!

Kami mencari donasi untuk korban Gempa di Pulau Kasumi!

Mohon bantuan seikhlasnya!

Terima kasih atas donasinya!

Tolong bantu kami!

Maaf.

Terima Rasi h.

Aku kemari untuk rh'e'ni'emput'mu.

Cepatlah.

Ko nf e re n s i pe rs ny^mau d i m u Iaij

Baiklah.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.