Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEOFANI (DARI BAHASA YUNANI KUNO THEOPHÁNEIA)
PERWUJUDAN TUHAN SECARA NATURAL ATAU SUPRANATURAL
Tuhan, Engkau, yang melihat kami dari takhta-Mu di surga
dan mengindahkan doa-doa kami dengan kebaikan.
Adolfo, apa kau menerima María de los Dolores sebagai istri sahmu
dan berjanji untuk setia kepadanya dalam suka maupun duka,
dalam sakit dan sehat,
mencintai dan menyayanginya hingga maut memisahkan?
Ya.
María de los Dolores, apa kau menerima Adolfo sebagai suami sahmu
dan berjanji untuk setia kepadanya dalam suka maupun duka,
dalam sakit dan sehat,
mencintai dan menyayanginya hingga maut memisahkan?
Ya.
Semoga Tuhan dalam kebaikan-Nya
mengukuhkan sumpah yang telah kalian ucapkan di hadapan Gereja
dan menurunkan anugerah-Nya kepada kalian.
Apa yang telah dipersatukan Tuhan jangan dipisahkan.
Amin.
Amin.
Kau boleh mencium mempelai wanita.
SPANYOL 1981
Kau siap? Maksudku, kalian bertiga siap?
Ya.
Ini.
Terima kasih.
Kurasa aku tahu.
Luis dan Marta.
Terlalu pasaran.
Pasaran? Baiklah.
Eustaquio dan Candelaria.
Kurang bagus.
Aku suka nama yang melambangkan sesuatu.
Melambangkan sesuatu?
Bagaimana dengan Adam dan Hawa?
Jangan konyol.
Kau akan jadi ibu terbaik.
Selamat kepada pengantin baru!
Hore!
Selamat kepada pengantin baru!
Hore!
Hati-hati!
Ada apa?
Jangan bergerak!
Diam!
Diam!
Kemarin, pukul 18,25, telah terjadi
peristiwa paling dramatis dalam sejarah negara kita
sejak awal demokrasi.
Adolfo, apa yang terjadi?
Ada beberapa komplikasi.
Aku sungguh menyesal.
Tidak.
Aku harus memberitahumu
kau mengalami kerusakan internal parah.
Apa?
Aku khawatir kau tak bisa mengandung.
Tidak.
Aku sungguh menyesal.
- Kenapa aku? - Tenang.
- Kenapa aku? - Tenang.
Karena kesalahanku.
Karena kesalahanku.
Karena kesalahanku yang paling fatal.
TIN & TINA
Amin.
Lola, kau seperti hantu.
Lihat dirimu.
Ini sudah enam bulan.
Aku ingin kau baik-baik saja.
Aku akan melakukan apa pun yang kau butuhkan.
Apa pun.
- Kenapa kita tak kembali ke kampung kita? - Tidak.
- Tapi rumah ini... - Bukan rumah ini masalahnya.
Masa kecilku di rumah ini indah.
Anak-anak kita juga.
Sayang.
Ada biara di dekat sini.
Ada anak yatim di sana.
- Mungkin kita bisa datang... - Tidak.
Kita akan mencintai mereka seperti anak sendiri.
- Sayang. - Tidak.
Mati satu tumbuh seribu.
Apa maksudmu? Tidak.
Lola.
Aku tak bisa terus begini.
Tidak bisa.
TVE MEMPERSEMBAHKAN
SETIAP HARI KAMIS DARI PUKUL 07,00 SAMPAI PUKUL 08,00
Jika kau merasa sedih dan sendirian
Jangan khawatir, ini akan segera berakhir...
Negara ini tak terkendali.
Anak muda zaman sekarang tak paham nilai-nilai penting.
Mereka tersesat.
Abbess.
Kau baik-baik saja?
Istriku besar di biara.
Tempat suci ini dibangun pada abad ke-15 Masehi.
Gaya hidup dan doktrin kami bisa dibilang kuno.
Kami menyediakan tempat tinggal dan pendidikan untuk anak-anak telantar.
Anak-anak dari ibu tunggal,
pelacur,
anak dengan kecacatan fisik, mental.
Baik.
Berapa lama dokumennya selesai?
Itu akan diurus begitu kami menerima donasimu.
Ini.
Di mana istrimu?
Musik yang sangat indah, 'kan?
Mereka bermain bak malaikat.
Usia mereka baru tujuh tahun.
Ini dimainkan oleh anak-anak?
Sayang, kami sudah mengaturnya.
Aku ingin bertemu dengan mereka.
Tin, Tina!
Kemari!
Mereka dibuang di gerbang biara
saat berusia beberapa pekan.
Mereka
anak istimewa.
Tentu, tapi Tin dan Tina bukan nama Spanyol, 'kan?
Bukan.
Nama mereka diambil dari nama santo ordo kami,
Santo Agustinus.
Anak-anak.
Ini Pak Adolfo dan istrinya.
Lola.
- Halo. - Halo.
Halo.
Kalian memainkan organ dengan baik.
Kami berlatih setiap hari.
Kemurkaan Tuhan!
Anak-anak, itu hanya badai.
Lola. Lakukan yang harus kita lakukan di sini.
Anak-Anak, lanjutkan bermain musiknya.
Tolong jangan pergi.
Ya, kumohon. Tetaplah bersama kami.
Kami bisa memainkan banyak hal.
Aku ingin sekali.
Tapi aku tak bisa.
Tin, jangan bersedih.
Sudah kubilang tak ada yang mencintai kita.
Sebentar.
Lola, jangan.
Aku tahu pikiranmu, tapi mereka terlalu besar
dan agak aneh.
Anak-anak ini butuh kasih sayang.
Kita juga.
Mari kita saling menyayangi.
Mari menjadi keluarga.
Apa kau yakin?
Teror di supermarket Horor di toko swalayan...
Kalian tak suka musik ini?
Itu musik setan.
Baiklah.
Mau bernyanyi untuk kami?
Ya, sebuah lagu!
Baik, lagu yang mana?
Ayolah, aku yakin kalian tahu banyak lagu.
Semua bernyanyi serempak dengan riang
Kemuliaan dan pujian bagi Tuhan kita
Kemuliaan bagi Bapa
Kemuliaan bagi Putra
Kemuliaan bagi Roh Kasih Sayang
Aku akan memuji Tuhan...
Bagus sekali, Anak-Anak.
Lagu yang sangat bagus.
Apa kabar, Anjing Pintar?
Dengar, Anak-Anak.
Ini Kuki.
Kalian mau menyapanya?
- Tina! - Kuki!
Ada apa? Kalian takut?
Kuki, cukup!
Kemari. Ia anjing baik.
Namanya Kuki dan kalian harus menjaganya.
Cukup, hentikan. Tidak apa-apa.
Lihat! Ayah menerbangkan salah satunya.
- Sungguh? - Ya.
Keren sekali!
Apa kau melihat Tuhan di langit?
Aku belum pernah bertemu dengan-Nya.
Perjalanannya tak lama, 'kan?
Tidak sama sekali. Biaranya sangat dekat.
Seberapa dekat?
Sekitar lima belas kilometer.
Kalau jalan kaki?
Jalan kaki?
Melewati hutan, sekitar enam kilometer.
Tapi itu butuh waktu lama. Kenapa kalian ingin tahu?
Ayo.
Wah!
Keren sekali!
Keren!
Ini luar biasa!
- Ayo kita berkeliling. - Baik!
Mereka seperti membawa mayat di sini.
Sayang.
Sudah lama aku tak melihatmu tersenyum.
Anak-anak.
Anak-anak.
Anak-anak.
Anak-anak!
Ada apa, Ibu?
Bukan apa-apa.
Ibu, apa kami melakukan kesalahan?
Tidak.
Tapi ini bukan kamar kalian.
Kamar kalian di ujung koridor.
Ayo lihat kamar kita, Tina!
Kalau yang itu? Apa itu dari perjalanan lain?
Itu dari Tiongkok, negara yang jauh. Aku bisa menunjukkan beberapa foto.
Kalau itu? Apa itu dari perjalanan lain?
Anak-Anak, itu televisi. Kalian belum pernah melihatnya?
Baiklah.
Waktunya makan malam.
Kalian mau ke mana?
- Kita lihat hasilnya. - Aku yakin pasti lezat.
Mari cicipi.
Terima kasih sudah mengadopsi kami sebagai anak kalian.
Pejamkan matamu.
Baiklah.
Buka.
Ini mahkota Kristus
agar kau bisa membebaskan kami dari kutukan dosa.
Terima kasih.
Sekarang giliranmu, Ibu. Pejamkan matamu.
Baiklah.
Biar kupakaikan ini.
Buka matamu.
Ini Rosario Suci
agar kau, seperti Maria, bisa merenungkan misteri iman kami.
Jika kau memakainya, itu akan melindungimu dari kejahatan.
Ayo, raja lapar.
Aku rindu telur dadarmu, Sayang!
Ayo dimakan, nanti dingin.
Anak-anak.
Ada apa?
Kau belum berdoa.
Bagaimana bisa aku lupa?
Ayo. Mari kita berdoa.
Ya, Tuhan, kami bersyukur untuk hari ini dan makanan ini.
Semoga kami bisa melaksanakan kehendakmu. Demi Kristus, Tuhan kita. Amin.
- Amin. - Amin.
Sekarang kita bisa makan. Selamat makan.
Ini lezat.
Bu.
Ya?
Kenapa kau mengadopsi kami?
Karena kami mau.
Ya, tapi...
Kenapa kalian tak punya anak kandung?
Karena itu mustahil.
Tidak ada yang mustahil, Bu. Keajaiban bisa terjadi.
Kenapa kalian membawa semua ini?
Agar malaikat pemusnah tak bisa masuk ke rumah ini.
Malaikat pemusnah?
Selamat pagi, Bu.
Selamat pagi, Bu.
Selamat pagi. Kalian boleh makan duluan.
Haruskah kita menunggu Ayah?
Tidak, Ayah bangun pagi sekali untuk bekerja.
Ayo, makan sarapan kalian.
Kau tak berdoa.
Aku takkan berdoa.
Kau tak percaya Tuhan, 'kan?
Kadang ini sulit dipercaya.
"Orang bebal berkata dalam hatinya, 'Tidak ada Tuhan.'"
Aku tahu ayat itu!
Mazmur
sembilan?
- Mazmur empat belas, Bodoh! - Sial.
Kami punya cara untuk bertemu dengan Tuhan.
Kau mau tahu caranya?
Tentu.
Kau harus berjanji
apa pun yang terjadi, kau takkan bangkit dari kursimu.
Kau berjanji?
Aku janji.
Aku ingin bertemu dengan Tuhan.
Aku ingin meminta sesuatu kepadanya. Kumohon...
Baiklah.
Tina, apa yang kau lakukan?
Kau sudah berjanji.
Kau baik-baik saja?
Aku meminta keajaiban-Nya untukmu.
Dia pasti akan mengabulkannya.
"Dan apa saja yang kamu minta
dalam doa penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Aku tahu ayat itu!
Matius...
- Kena! - Anak-Anak, hentikan!
Hentikan!
Menjijikkan!
Siapa pelakunya?
SEKOLAH EL POZÓN
Seperti yang kalian lihat, di dalam tulang rusuk,
kita bisa melihat paru-paru
yang berkontraksi dan mengembang ketika kita bernapas.
Jika mengambilnya,
kita bisa melihat organ terpenting dalam tubuh manusia, yaitu...
Penis!
Anak-Anak, tenang.
Pedrito,
dengarkan aku.
Jika bercanda sekali lagi, kau keluar.
Aku janji, Pak Julián.
Jangan bercanda lagi.
Selamat pagi, Pak Julián.
Selamat pagi. Masuk.
Anak-Anak, tenang.
Hari ini, ada dua murid baru di kelas ini.
Ini Tin.
Ini Tina.
Hei, aku tahu kalian.
Kalian anak Drakula.
Pedrito. Tenang, Anak-Anak. Tenang!
TRITUNGGAL MAHAKUDUS
Kau pandai merajut, Ibu!
Ayo, giliranmu, tapi hati-hati.
Ini.
Hei, kau lumayan.
Ibu, apa kami anak Drakula?
Kau tahu siapa Drakula?
Kenapa kami berbeda?
Kenapa Tuhan menciptakan kami aneh?
Kalian mau lihat rahasia?
Baiklah.
Kau punya kaki palsu!
Lihat, aku juga aneh.
Apa yang terjadi kepadamu?
Saat aku seusia kalian,
orang tuaku biasa bepergian dari kota ke kota,
memutar film.
Kami tinggal di karavan.
Suatu malam,
aku terbangun dan kakiku terbakar.
Api di mana-mana.
Aku berhasil kabur dan selamat.
Tapi orang tuaku tidak.
Itu berkat Tuhan, Bu. Tuhan menyelamatkanmu.
Ada orang di rumah?
- Ayah! - Ayah!
Apa kau memaku semua salib itu di pintu?
Kukira itu kau.
- Anak-anak. - Apa bedanya?
Jika itu penting bagi mereka, biarkan saja.
Mereka terobsesi dengan agama. Mereka terus membicarakan Tuhan.
Itu normal.
Mereka dibesarkan oleh biarawati.
Jika mereka membicarakan sepak bola, itu baru aneh.
Baiklah.
Apa menurutmu Tuhan itu ada?
Kurasa ada dua pilihan.
Entah kita percaya ada Tuhan yang mahakuasa dan misterius
yang akan memperkenankan kita bertemu di akhirat atau...
Atau Tuhan tidak ada.
Dan kita mengarang semua itu agar tak merasa sendirian.
Tapi tak ada yang masuk akal.
Itu sebabnya kurasa...
kita tak boleh pergi ke akhirat
sebelum menikmati kehidupan ini.
Hei, hentikan! Nanti dilihat anak-anak!
Kau mulai bersikap seperti seorang ibu.
Dasar bodoh.
Hei! Kenapa kalian belum tidur?
Kami tak mengantuk. Boleh kami main perang malaikat?
Ya, ayo main perang malaikat, lalu kami akan tidur.
Kumohon.
Baiklah. Bagaimana cara mainnya?
Sangat mudah.
Pejamkan matamu, lalu kami bacakan ayat Alkitab.
Setelah kami selesai,
kau hitung sampai tiga, buka matamu, dan cari kami.
Hanya itu?
Apa yang harus kulakukan?
Berdiri saja.
Wahyu 12:7-9.
"Maka timbullah peperangan di surga.
Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga."
"Dan naga besar itu, si ular tua,
yang disebut iblis atau Setan,
yang menyesatkan seluruh dunia."
Bersiaplah!
Satu,
dua...
Dan tiga!
- Pergi dari sini, Setan! - Keluar, Setan!
Anak-anak! Mau main lagi?
Ayolah, kalian di mana?
Anak-Anak, kalian di mana?
Ayo, Tin, pegang yang erat!
Bu, minta sesuatu kepada-Nya.
Sudah kubilang pegang yang erat!
Bu! Kau hampir bisa melihat-Nya!
Itu dia!
Itu dia, Bu.
Kau merasa lebih baik?
Ya.
Lola.
Aku bisa ambil sabukku, memukuli mereka, dan omong kosong ini akan berakhir.
Mereka hanya anak-anak.
Mereka senang bermain seperti anak-anak lain.
Mereka hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Tin dan Tina!
Tenang.
Kami minta maaf, Bu.
Jika jahat kepadamu, kami pantas dihukum.
Kuki! Hentikan!
Mereka biasa memukuli kami dengan tongkat di biara.
Kami pernah sekali melakukan dosa yang amat besar,
lalu mereka memotong rambut kami.
Tidak ada keselamatan tanpa hukuman.
Kami takkan menghukum kalian.
Kuki!
Kau baik-baik saja, Ibu?
SEKOLAH EL POZÓN
Pertama, kau tahan ke belakang,
lalu saat kau lepaskan, angkat kakimu.
Lihat, seperti ini.
Ayo, ini sangat mudah.
Jangan jadi pengecut.
Aku bukan pengecut.
Lakukan.
Kawan-kawan lamaku, Drakula Kecil!
Topi kalian bagus.
Mungkin cocok dengan peti mati tempat kalian tidur.
Kami tak tidur di peti mati. Itu bohong.
Kau yakin?
Apa yang kalian lakukan? Apa...
Kalian mau apa? Tidak!
- Tidak, kumohon! Jangan! - Tidak! Jangan lakukan itu kepadanya!
- Tidak! - Lepaskan aku!
Terbanglah, Drakula Kecil! Terbang!
Tidak, hentikan!
- Terbang! - Tidak! Hentikan!
HOROR FAVORITKU
Menurut legenda, dia biasa meminum darah korbannya.
Itu sebabnya orang-orang memanggilnya "Dracul",
yang berarti naga atau iblis,
atau lebih tepatnya, putra iblis.
Dan dari Dracul itu, Bram Stoker menciptakan Drakula.
Ayah.
Aku di sini.
- Boleh kami menonton filmnya? - Tidak.
Tidak, ini film seram.
Apa maksudmu? Tentu saja boleh, Sayang.
Kami sangat lelah, jadi kami akan tidur sekarang.
Bersenang-senanglah. Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
...vampirisme memberikan rahasia kehidupan abadi.
Lupakan simbolisme...
Ini keren, Tin.
...dan jangan lewatkan akhirnya.
Kecilkan volumenya.
Batu, kertas, gunting.
Giliranmu.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
- Perlu kutambahkan lagi? - Ya. Ia akan tidur lebih nyenyak.
Giliranmu.
Cepat, Tin. Nanti mereka melihat kita!
Pengecut.
Ini, Anjing Kecil.
Ini makan malammu.
Aku tak kuat.
Sedikit lagi.
Di sini.
Ayo, Tin. Waktu kita tak banyak.
Yang ini.
Itu terlalu kecil.
Pakai...
Yang ini.
Tapi aku lebih suka yang ini.
Pegang ini.
Lalu
ambil yang ini juga.
Kau sudah melakukannya?
Belum, aku takut.
Dengar. Kau harus melakukannya di sini.
Aku tak bisa.
Kuat, Tin. Lakukan dengan kuat.
Wajahmu berlumuran darah.
Kau seperti vampir.
Dan kau seperti badut.
Rasakan ini.
Kau akan lihat.
Ayolah, Tin. Hentikan.
Aku akan membantumu.
Ini seperti memotong steik.
Seperti ini.
Sekarang masukkan tanganmu dan keluarkan itu.
Seperti apa rasanya?
Ini lunak.
Seperti spons?
Tidak. Lunak
seperti siput.
Seperti siput? Dasar bodoh.
Mazmur 51:1-2.
"Kasihanilah aku, ya Allah,
menurut kasih setia-Mu,
menurut rahmat-Mu yang besar,
hapuskanlah pelanggaranku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku
dan sucikanlah aku dari dosaku."
Masukkan lagi.
Hati-hati.
- Kau pandai menjahit. - Terima kasih.
Kau akan lihat betapa bahagianya Ibu saat dia bangun.
Selesai. Sekarang kita harus menunggu.
Membosankan. Apa yang bisa kita lakukan selagi menunggu?
Kalau begitu,
kita bisa menonton televisi seperti orang lain.
Zaman sekarang, orang tak percaya apa pun.
Mereka bahkan tak percaya penyihir.
Aku akan memberi kalian beberapa menit untuk memikirkan kalimat ini.
Aku akan segera kembali.
MALAM INI
Ada apa, Sayang?
Bukan apa-apa.
Anak-anak bermain dengan selai lagi.
Itu bukan selai.
Ia tak kunjung bangun.
Apa yang kalian lakukan?
Kuki jahat kepada Ibu, jadi kami membersihkannya.
Apa yang kalian bersihkan?
Jiwanya.
Kami membersihkan jiwanya.
Kami ingin menghormati Ibu
agar kau bangga kepada kami.
Kenapa ia tak kunjung bangun?
Ia sudah mati.
Mati?
Apa kami membunuhnya?
- Tidak... - Tidak...
Tidak!
Anak-Anak, tidak apa-apa.
Itu kecelakaan.
Bau sekali!
Kau merasa lebih baik?
Bagaimana jika mereka memotong kita untuk membersihkan jiwa kita?
Lola.
Itu kesalahpahaman.
Tragis, tapi hanya kesalahpahaman.
Anak-anak ini melihat semua hal dari sudut pandang polos.
Kau tahu apa yang mereka butuhkan?
Seorang ibu yang mengajari mereka untuk membedakan yang benar dan salah.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
Tin!
Tin, apa yang terjadi?
Kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Api.
Api abadi.
Apa ini?
Aku tak mau ada penyesalan di rumah ini.
Kalian mengerti?
Ibu, jika kita banyak berdoa, apa Kuki akan hidup kembali?
Ia takkan hidup kembali.
- Tapi Alkitab bilang... - Cukup!
Dengarkan aku.
Ini sangat penting.
Kalian tak boleh melakukan yang tertulis di Alkitab.
Kenapa? Itu firman Tuhan.
Ya, tapi kalian tak bisa menafsirkannya secara harfiah.
Kalian pernah baca cerita di sekolah, 'kan?
Ya.
Dongeng yang menceritakan kisah penyihir,
Si Tudung Merah, serigala, dan babi yang bisa bicara.
Hewan tak bisa bicara.
Memang tidak bisa.
Karena itu fantasi.
Itu dunia khayalan yang tak nyata.
Alkitab itu fantasi.
Tidak ada malaikat, iblis, surga, atau neraka.
Menurutku mereka ada.
Menurutku juga begitu.
Dan suatu hari, kau akan berpikir sama.
Apa yang lucu?
Ayah!
Kemari.
Hei.
Tebak siapa yang kulihat dari pesawat pada malam Natal?
Tuhan?
Bukan. Sinterklas.
Dengan kereta luncur. Kalian tahu dia bilang apa?
Ho, ho, ho! Selamat Natal, Adolfo!
Aku punya hadiah untuk anak-anakmu.
- Keren sekali! - Wah!
Dia juga memberiku ini.
PIRING PUTAR TIONGKOK
Piring putar Tiongkok!
Aku hampir mati karena salju.
Aku sangat sibuk.
Kau baik-baik saja?
Ya.
- Aku akan ganti baju. - Baik.
Ini salah satu lagu hit tahun 1981.
Aku yakin kalian tahu lagu apa yang kubicarakan.
Kalian siap? Mari menari.
Burung Kecil, mari menari Saat kalian baru lahir...
Ada yang mengantuk.
- Pukul 00,00 berapa lama lagi? - Sebentar lagi. Lihat.
Saat kedua jarum jam tumpang-tindih di sini, mengerti?
Tujuh, delapan, sembilan...
Ibu, kopinya sudah mendidih.
Sepuluh, sebelas, dua belas.
Selesai. Apa yang harus kulakukan sekarang?
Jika tak keberatan, kau bisa menaburkan gula di atas keik.
Gulanya di lemari.
Bukan yang itu!
Ada apa, Bu?
Itu untuk membunuh serangga.
Aku tak tahu kenapa itu ada di sini.
Ini gula.
Kamera kami akan membawa kalian...
Anggurnya sudah siap.
Bagus, Sayang. Terima kasih.
Sama-sama.
Kalian ingat ucapanku?
Tidak.
Apa maksudmu "tidak"? Kau ingat?
- Tidak. - Tidak juga?
Kopinya sudah siap.
Sempurna. Beri ruang untuk Ibu.
Mari kita bahas.
Pertama, apa yang terjadi? Kita lihat...
Menara lonceng.
Bukan menara lonceng.
- Apa yang turun? - Bola!
- Lalu bunyi apa? - Menara lonceng!
- Untuk setiap guratan... - Anggur.
Benar. Bagus.
- Ibu! - Lola!
Ibu?
Lola!
UNIT GAWAT DARURAT
María de los Dolores.
Hasil analisisnya sudah keluar.
Malam tahun barumu terganggu karena alasan yang bagus.
Aku tak paham.
Kau hamil.
Itu mustahil.
Anggap itu keajaiban.
Selamat Tahun Baru.
Pesulap hebat dari Timur Kin Khan Kun sang peramal
Menunjukkan rahasianya kepadaku Piring putar Tiongkok
Benda berkilau apa itu di atas tongkat?
Itu burung, pesawat, satelit Atau piring terbang?
Benda apakah itu yang berputar Seperti bilah kincir angin?
Itu piring, itu menakjubkan Itu piring putar Tiongkok
Piring putar Tiongkok
Permainan yang menyenangkan
Piring putar Tiongkok
Permainan yang menyenangkan
Bagus. Itu menakjubkan.
Kau menyukainya, Bu?
Sangat.
Kalau adik kami?
Tunggu, akan kuperiksa.
Dia menyukainya.
Sekarang tidur. Kalian harus istirahat untuk besok.
Kau percaya Tuhan sekarang, 'kan?
Kenapa kau berpikir begitu?
Karena adik kami akan lahir berkat keajaiban.
Itu benar. Aku meminta kepada-Nya dan Dia mengabulkannya.
Keajaiban itu tak ada.
Segala hal dalam hidup ada penjelasannya.
Bermata, tapi tak bisa melihat.
Apa yang tak kulihat?
Saat Yesus lahir, ibunya, Bunda Maria, sangat menderita
karena dia tahu putranya akan mati untuk menyelamatkan kita semua.
Pengorbanan.
Bagaimana jika Tuhan mau mengorbankan adik kami untuk menyelamatkan kita?
Sayang sekali, padahal aku tak mau dia mati. Benar, 'kan, Bu?
...aku akan memuji Tuhan
Aku akan memuji
Aku akan memuji Tuhan
Yohanes menyaksikan Orang-orang yang diselamatkan
Dan mereka semua memuji Tuhan
Ada yang bernyanyi...
Drakula Kecil.
Kalian gugup?
Hari ini, kalian akan menyambut Yesus Kristus
meski kalian mungkin lebih memilih untuk menyambut Roh Kudus yang bodoh.
Dia menghujat, Tina! Penghujatan yang tak termaafkan!
Jangan khawatir, Tin.
Tuhan akan membalasnya.
Salam, Maria, penuh rahmat
Tuhan menyertaimu
Terpujilah engkau di antara wanita...
Aku tak melihat anak-anak.
Serta terpujilah buah tubuhmu, Yesus
Santa Maria, Bunda Allah
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati
Amin
Terima kasih banyak untuk anak-anak kita di paduan suara.
Juga untuk saudara dan saudari kita, Tin dan Tina,
yang memainkan organ.
Makanlah.
Ini adalah tubuh Kristus dan akan memberimu hidup yang kekal.
Amin.
Makanlah.
Ini adalah tubuh Kristus dan akan memberimu hidup yang kekal.
Amin.
Makanlah.
Ini adalah tubuh Kristus dan akan memberimu hidup yang kekal.
Amin.
Makanlah.
Ini adalah tubuh Kristus dan akan memberimu hidup yang kekal.
Amin.
Ayolah. Ayo masuk bersama.
Ayo.
Selamat malam, Bu.
Selamat malam.
Apa itu bocah yang merundung kalian di sekolah?
Dia memanggil kami Drakula Kecil.
Apa kalian terlibat dalam insiden yang terjadi kepadanya?
Jangan berbohong.
Berbohong itu dosa.
Jangan khawatir, Bu.
Kami akan mendoakannya.
Selamat malam, Anak-Anak.
Halo?
Halo. Sekolah memberiku nomormu. Maaf mengganggumu.
Tidak, jangan khawatir.
Kau hadir di komuni tempo hari, 'kan?
Ya.
Aku ibu Pedro.
Anak yang mengalami kecelakaan.
Bagaimana keadaannya?
Buruk.
Dia koma.
Aku turut berduka.
Beberapa anak berkata, saat prosesi,
mereka melihat Pedro bersama anak-anakmu...
Tapi Garda Sipil bilang...
Ya. Garda Sipil bilang dia terpeleset
dan jatuh membentur batu.
Tapi aku ragu. Aku merasa kejadiannya tak seperti itu.
Putraku memang nakal.
Jika dia merundung anak-anakmu, aku bisa mengerti kalau mereka...
Maaf, seharusnya aku tak menelepon.
Kau tak bisa membayangkan betapa beratnya memikirkan
bahwa putramu, kapan saja,
bisa mati.
Ibu.
Siapa itu?
Bukan siapa-siapa.
KASIH AKAN ANAK DIPERTANGIS, KASIH AKAN ISTRI DIPERTINGGALKAN
Lola.
Lola.
Lalu?
Ini mungkin terdengar aneh.
Tapi aku harus tahu...
apa Tin dan Tina pernah terlibat masalah dengan anak lain.
Tidak pernah.
Apa mereka melakukan hal buruk?
Aku tak tahu.
Tapi mereka mungkin telah membuat kesalahan yang akan berakibat buruk.
Apa kau punya bukti untuk mencurigai mereka?
Apa kau yakin mereka tak pernah melakukan kekerasan?
Mungkin ada kaitannya dengan salah menafsirkan Alkitab?
Yohanes 10:14.
"Akulah gembala yang baik.
Aku mengenal domba-domba-Ku.
Dan Aku menyerahkan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku."
Mungkin caramu menggembala mereka bukan yang paling tepat.
Kasih akan anak dipertangis, kasih akan istri dipertinggalkan.
Penderitaan itu perlu.
Tidak ada yang bisa mencari Kristus tanpa menanggung rasa sakit yang sama.
Aku hanya bilang Tin dan Tina...
Tina dan Tina adalah dua makhluk cahaya.
Mereka nakal seperti anak lain.
Tapi mereka murni, adil, dan benar.
Bukan mereka yang bermasalah.
Kau yang bermasalah.
Kau menilai mereka seenaknya.
Dan itu adalah dosa.
Jangan mengada-ada.
- Seharusnya aku tak datang. - Kau salah.
Tuhan membawamu kemari untuk alasan yang baik.
Di mana Tuhan
ketika Dia membiarkan bayi yang belum lahir mati?
Di mana?
Tuhan ada di sini.
Absensi adalah kehadiran.
Itu misteri besar.
Maafkan aku.
Krisis kerohanian.
Kau tersesat dalam kegelapan.
Cari. Teruslah mencari.
Hanya itu cara guna menemukan cahaya.
Kemurkaan.
MATIUS 12
SAMUEL 17
Kemurkaan Tuhan.
Bagaimana penerbangannya?
Penerbangan? Baik-baik saja seperti biasa. Kenapa kau belum tidur?
Kau bau miras.
Aku minum-minum dengan rekan-rekanku.
Sayang, aku mau tidur. Aku sangat lelah.
Bisa turun sebentar?
Lola, sekarang pukul 04,00. Apa maumu?
Bisa kau turun sebentar?
Tentu.
Ada apa?
Seorang anak di komuni jatuh koma.
Kurasa itu ulah Tin dan Tina. Mereka memainkan permainan mengerikan.
Aku menemukan ini dan kurasa kita harus menelepon polisi.
Ini bukti.
Apa ini?
Ya ampun, Lola. Ini hanya gambar.
Bocah itu merundung mereka.
Wajar saja mereka melakukan itu, bahkan lebih buruk.
Bagaimana jika mereka bukan anak-anak lugu yang salah menafsirkan Alkitab?
Bagaimana jika sebaliknya?
Bagaimana jika mereka memakai Alkitab
untuk membenarkan perbuatan buruk mereka.
Ini semua kembali ke masalah anjing, 'kan? Kau tak bisa memaafkan mereka.
Seorang ibu harus percaya dan melindungi anak-anaknya.
Itu yang kulakukan.
Aku melindungi putra kita.
Ini omong kosong.
Saat bocah itu sadar dari koma, dia bisa menjelaskan apa yang terjadi.
Aku mau tidur.
Tina.
Tina.
Tina, bangun!
Ada apa, Tin?
Alkitab.
Hilang!
Tin. Salibnya!
Bu!
Malaikat pemusnah mengambil salib
dan mencuri...
Saat dewasa, kalian boleh buka kotaknya.
Tapi sampai saat itu tiba, tidak akan ada lagi agama di rumah ini.
Jika kalian melanggar aturan ini
dengan alasan apa pun,
kalian akan kembali ke biara.
Apa aku sudah cukup jelas?
Baiklah.
Perhatian! Kita akan melewati kantong udara!
Kita akan melewati kantong udara! Turbulensi!
Sayang.
Ada apa?
Ibu.
Ini terjadi kepada beberapa wanita hamil. Hormon, stres.
Ini ulah anak-anak.
Mereka menghukumku atas perbuatanku.
Penyimpangan ada di mana-mana.
- Mereka takkan melakukan hal seperti ini. - Kenapa kau selalu memihak mereka?
Kenapa kau tak pernah mempertimbangkan kemungkinan bahwa aku benar?
Ayah!
Ayah! Bisakah kau turun untuk bermain?
Aku datang!
SATU, DUA, TIGA
Kita semua kembali ke sini
Ini kontes menyenangkan yang dirancang Untuk menguji kecerdasanmu
Tinggalkan suasana hatimu yang buruk
Dan ubah televisimu jadi mainan
Satu, dua, tiga
Perhatikan baik-baik
Karena kami akan mulai acaranya
Selamat malam dan terima kasih sudah menyaksikan kami sekali lagi.
Malam ini, aku memperkenakan diriku memperlakukan kalian secara informal.
Karena kami mendedikasikan program hari ini untuk anak-anak...
Halo?
Hai. Ini Lola. Ibu Tin dan Tina.
Aku tak tahu apa kau ingat.
Tentu saja aku ingat.
Aku hanya ingin tahu kabar putramu.
Apa dia sudah lebih baik?
Putraku meninggal tiga hari lalu.
Lola?
Hei, ada apa?
Anak itu meninggal.
Tolong jangan pergi.
Izin sakit dan bilang kau tak bisa datang.
Kau tahu aku tak bisa melakukan itu.
Aku mohon. Jangan tinggalkan aku sendiri bersama mereka.
Lola, kau harus istirahat.
Demi kebaikanmu dan bayi ini.
Jadi, sekarang kau ke kamar dan nikmati tidur panjangmu.
Besok, saat kau bangun, aku akan ada di sini.
Kau janji?
Aku janji.
Ayo.
Ayah.
Kenapa Ibu tak menyayangi kami lagi?
Apa maksudmu?
Dia memberi kami tatapan aneh dan tak bicara.
Ibu sangat menyayangi kalian.
Masalahnya, wanita hamil mudah lelah.
Dia butuh banyak kasih sayang.
Kenapa esok kalian tak tunjukkan betapa kalian cinta dia?
Adik kalian juga.
Sekarang, cium aku. Aku harus pergi.
- Anak-Anak, kalian suka tertawa? - Ya!
Mereka suka tertawa. Itu mengerikan!
Torquemada dan anak buahnya pasti sangat marah.
Adolfo.
Adolfo!
Tin.
Tin, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!
Tin, lepaskan aku sekarang.
Selamat pagi, Ibu!
Kau harus istirahat dan makan teratur.
Jika tidak, adik kami takkan lahir.
- Ada bubuk ajaib di dalamnya. - Apa?
Dan untuk hiburanmu saat sarapan,
Rupertín akan menemanimu hari ini!
Satu, dua, tiga
Kita semua kembali ke sini
Ini kontes menyenangkan
Yang dirancang untuk menguji kecerdasanmu
Tinggalkan suasana hatimu yang buruk
Dan ubah televisimu jadi mainan
Ayo.
Tidak berhasil.
Kita harus mencari cara lain untuk memberi makan adik kita.
Aku tahu, Tina!
Kau mau ke mana?
Tina, lepaskan aku!
- Lihat. - Kau selalu membuatku takjub.
Ini perbuatan dosa. Dan Tuhan akan menghukum kalian.
Agama dilarang di rumah ini.
Satu, dua, tiga
Perhatikan baik-baik
Karena kami akan mulai acaranya
Racun.
Racun.
Racun!
- Racun. - Ibu.
Menjauh!
Itu hanya susu dengan gula.
Lola.
Lola, itu hanya permainan anak-anak,
tapi kau menodongkan pisau kepada mereka, astaga.
- Mereka ingin meracuniku. - Mereka membuatkanmu sarapan.
Itu salahku.
Aku meminta mereka menunjukkan kasih sayang.
Aku tahu kau takut keguguran lagi, tapi tidak.
Semua berjalan lancar dan bayinya ada di sini bersama kita.
Ayo mulai lagi.
Ibu dan Ayah di sini.
- Hai. - Ini bayimu.
Dia mirip aku.
Hai, Pangeran.
Astaga.
Kemari.
Ini adik kalian.
Dia seperti kacang.
Boleh aku menciumnya?
Ayolah.
Hati-hati.
Hai, Adik Kecil.
Kapan kita akan membaptisnya?
Dia takkan dibaptis.
Tapi anak-anak yang tak dibaptis akan masuk limbo.
Dan itu tempat yang mengerikan.
Lola, bayi selalu dibaptis.
Bayi ini akan memilih agamanya sendiri setelah dia dewasa.
Masa berubah.
Benar.
Setelah kita punya hal yang sangat kau cintai, yaitu demokrasi,
mayoritas memutuskan.
Siapa yang mau dia dibaptis?
Tidak.
Putusan telah ditetapkan.
Sudah muncul?
Belum!
Sekarang?
- Ya, kami bisa melihatnya sekarang! - Sempurna.
Selamat malam, Hadirin Sekalian,
dari Stadion Santiago Bernabéu di Madrid,
yang dalam beberapa menit...
Ibu!
Ibu, kemarilah!
Ibu, lihat apa yang kami lakukan!
Ibu!
Keajaiban!
Kami berjalan di atas air!
Cepat keluar. Sinar matahari tak baik untuk kalian.
- Pakai krim. - Lola.
- Apa? - Ambil satu lagi.
Ada lebih banyak juru kamera di lapangan daripada yang kalian lihat...
Mana telur dadarnya? Pertandingan akan dimulai.
Aku berusaha sebaik mungkin.
Hei!
Apa?
Apa kau melupakan sesuatu?
Urquiaga mendapatkan bola. Sekarang Santillana
mengoper bola kepada Alexanko.
Posisi para pemain ditentukan...
Tin, kurasa dia sudah pergi.
Ayah, kami akan membaptis...
Anak-Anak, aku ingin menonton pertandingan dengan tenang.
...Quini tak mampu menguasai bola.
Dia disusul Kaltz.
Lemparan ke dalam untuk tim Spanyol.
Hei, tenang!
Ini.
Hai, Adik Kecil.
Camacho ditempel Rummenigge.
Dan lagi, Dremmler menguasai bola dan mengopernya kepada Bernd Förster.
Zamora ada di sebelahnya. Kaltz menerima bola.
Tim Jerman mendominasi permainan.
Tenang.
Jangan gugup.
Kau harus tenang, ya?
...bek kanan tim Spanyol.
Ada Urquiaga.
Breitner mendapatkan bola.
Lebih baik kau pegang kakinya.
Dia berat.
Kejadian 1-2.
"Bumi belum berbentuk dan kosong,
gelap gulita menutupi samudra raya,
dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."
Sekarang?
"Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan menyucikanmu.
Dari segala kenajisan dan semua berhalamu, Aku akan menyucikanmu.
Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras
dan Kuberikan kepadamu hati yang taat."
Sekarang.
Dremmler.
Dremmler kepada Kaltz.
Tim Jerman mendominasi sekarang.
Minggir. Hus!
Bisa kutarik sekarang?
Tidak. Kita harus memurnikannya dengan baik.
Dremmler menendang.
- Tidak! - Gol!
Arconada membiarkannya.
Pertandingan ini bencana.
Ibu?
Apa yang kalian lakukan?
Ada apa?
Bayiku...
Apa yang mereka lakukan kepadamu?
Ibu.
Kami baru saja membaptis...
Tapi Ayah bilang kami boleh...
Ayah macam apa kau?
Kau tak peduli mereka menenggelamkan putramu!
- Berikan! - Tidak!
- Tidak, Ayah! - Jangan!
- Tidak, kumohon! - Tidak!
- Tidak, Ayah! - Tidak!
Kumohon, jangan.
Kalian bukan anakku.
Tidak!
Kau yakin soal ini?
Ya.
Selamat satu bulan
Selamat satu bulan
Kami semua mengucapkan selamat satu bulan
Ya!
Imut!
Ayo, tidurlah.
Kau baik-baik saja?
Anak-anak itu.
Mereka tak lagi punya keluarga untuk merayakan.
Kita berjanji untuk tak membahasnya lagi.
Aku bertanya-tanya apa aku ibu yang buruk.
- Aku yakin mereka membenciku. - Jangan menyiksa dirimu.
Mengadopsi mereka bukan ide yang bagus.
Sudah kubilang mereka aneh.
Sayang, jika ingin bahagia, kita harus melihat ke depan.
Dan itu adalah pria kecil ini.
Dia anak kandung kita.
Yesus Kecil, kau seorang anak, sama sepertiku.
Karena ini, aku sangat mencintaimu dan aku memberimu jantungku.
Ambillah. Karena itu milikmu, bukan milikku.
Yesus Kecil, kau seorang anak, sama sepertiku.
Karena ini, aku sangat mencintaimu dan aku memberimu jantungku.
Kalian dengar itu? Itu kemurkaan Tuhan.
Kemurkaan Tuhan.
Hari itu akan tiba.
Dan keadilan akan ditegakkan.
Galatia 6:7.
"Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
"Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
Selamat malam, Anak-Anak.
- Selamat malam, Abbess. - Selamat malam.
Aku akan cari pekerjaan.
Sebagai penjahit.
Sayang, jangan bicara omong kosong.
Siapa yang akan menjaga putra kita?
Kau tak mendengar tangisannya?
Lola.
Lola, bisa gendong bayinya? Dia menangis.
Ayahnya bisa menggendongnya.
Kau tahu aku tak bisa melakukannya. Aku memintamu untuk menggendong putramu.
Lola, apa aku harus marah agar kau menggendong putramu?
Kumohon.
Maaf.
Jangan terlalu cepat.
Tidak, Sayang.
Awas!
Kalian baik-baik saja?
Apa itu barusan?
Entahlah.
Pasti rusa. Ada banyak di sekitar sini.
Selamat malam, Sayang.
Kau tak menutup pintu.
Aneh. Aku bersumpah sudah menutupnya.
Duduklah.
Aku lelah. Aku mau tidur.
Lola.
Kumohon.
Memenangkan satu juta itu sangat mudah.
Mari tanyai penonton.
Siapa di antara penonton yang akan bermain dengan itu? Katakan, "Aku."
Aku!
Siapa yang mau tiramnya? Katakan, "Aku."
- Aku! - Aku!
Itu adalah pusat bagi para Impresionis.
Ada apa di baliknya?
Françoise dan Alejandra, tolong buka pintunya.
Labu yang luar biasa ini!
Kurasa kita bisa melakukan ini.
Mau coba?
Lola, ada apa?
Kenapa kau melepas cincin kawinmu?
Kau bercanda, 'kan?
Apa kau bercanda, Lola?
Sialan!
Sayang.
Aku mengabdikan hidupku untukmu.
Aku memberimu rumah, pakaian, makanan, dan seorang putra.
Dan ini balasanmu?
Lola.
Aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintai kalian berdua.
Apa karena kau berpikir aku ayah yang buruk?
Mungkin kau benar, tapi aku bisa berubah.
Aku bisa dan akan berubah.
Kau mau ke mana?
Memperbaiki parabola.
Adolfo, gambarnya sudah muncul!
Untuk berjaga-jaga jika lampunya mati,
kau bisa menikmati matahari di teras apartemen di...
...seperti bilah kincir angin?
Itu piring, itu menakjubkan Itu piring putar Tiongkok
Piring putar Tiongkok
Permainan yang menyenangkan
Piring putar Tiongkok...
Anak-anak?
...Permainan yang menyenangkan
Jika kau tak suka pekerjaan rumahmu Jika tetanggamu tak baik
Jangan bosan, jangan konyol Mainkan piring putar Tiongkok...
Anak-anak?
Benda keren apa itu? Ia terbang dan tak berbunyi
Ini piring dari Tiongkok Ini piring putar Tiongkok
Di mana kalian?
- Aku akan pinjam punyamu - Kau bisa pinjam punyaku
Ramai sekali, ramai sekali Semua orang memutar piring
Piring putar Tiongkok
Permainan yang menyenangkan
Piring putar Tiongkok
Permainan yang menyenangkan
Anak-anak!
Jangan sembunyi!
Ini bukan permainan.
Yang mana?
Adolfo, lampunya mati!
Ayolah.
Senter sialan.
Lola!
Lola!
Adolfo!
Adolfo, tunggu!
Aku akan menyelamatkanmu! Adolfo!
Adolfo!
Selimut!
Selimut.
Selimut!
Tidak! Jangan masuk!
Jangan masuk!
Tidak!
Tidak!
Bayiku.
Tolong!
Tolong aku!
TINA - TIN
Jangan takut.
Kami punya orang-orang hebat.
Rakyat Spanyol, yang pantas menerima pengorbanan kami.
Setelah ketakutan dan ketakpastian bertahun-tahun,
kini kami bisa mengumumkan secara resmi masa transisi sudah berakhir.
Lola.
Lola.
Kau bisa mendengarku?
Polisi memberitahuku kejadiannya.
Aku turut berduka atas suamimu.
Apa yang terjadi?
Mereka bilang dia tersambar petir.
Petir?
Tampaknya, beberapa petir menyambar kawasan ini semalam.
Tragedi.
Aku sudah mendoakan jiwanya dan jiwamu.
Bayiku?
Dia baik-baik saja.
Tuhan melindungi domba yang tak berdaya.
Anak-anak bagaimana?
Apa mereka ada di rumah?
Di rumah?
Tidak.
Tin dan Tina tidur di biara semalam.
Aku membangunkan mereka pagi ini.
Tapi...
Tidak. Mereka tak ada di sana.
Itu mustahil.
Anak-anak itu
tak bersalah?
Dari dulu.
Mereka tak bersalah.
Tafsiran Injil menurut Santo Matius.
Matius 18:1-5, 10.
"Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya,
'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?'
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata..."
Ibu, apa kau menyukainya?
"...dan jadi seperti anak kecil ini..."
Bunganya indah, Nak.
"...kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dia..."
Kemari, Putriku.
"...di Kerajaan Surga.
Dan barang siapa menyambut seroang anak seperti ini dalam nama-Ku..."
Bisa kau pakaikan?
"...ia menyambut Aku.
Ingatlah jangan memandang rendah seorang dari anak-anak ini.
Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga
yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."
Amin.
- Amin. - Amin.
Amin.
Terjemahan subtitle oleh Muhammad Pandu Abdillah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.