All language subtitles for Pee.Nak.3.Indonesian-WWW.MY-SUBS.CO

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

[UPACARA DOA TAHUNAN]

Aod.

Ada apa?

Mimpi buruk?

Tidak.

Ada apa? Kenapa kau tidak memberitahuku?

Tidak ada apa-apa.

Aod.

Siapapun yang mengambil milikku harus mati!

PEE NAK 3

DO MIN JOON

Tanganmu.

Sudah dibasuh.

Benarkah pertengkaranmu dengan teman-teman membubarkan band?

Jangan bertanya begitu.

Apa kanalmu?

Sky News.

Sky News?

Sky News! Baik, silahkan. / Sky News!

Bagus sekali. Awal yang bagus.

Tunggu sebentar.

Perusahaan akan mengumumkannya nanti.

Do Min Joon sangat lelah.

Kami sungguh harus pergi.

Ayolah, tinggallah lebih lama. / Tidak, dia sangat lelah.

Dia sangat lelah. Dia sudah bilang.

Kami harus pergi sekarang.

Tolong minggir.

Minggir. Beri jalan.

Tolong beri jalan.

Jangan mendorong.

Tidak. Tahan.

Pergi. Pergi. Pergi!

Di mana kau, Yot? Di mana vannya?

Ayo cepat.

Kecelakaan?

Bagaimana kami pulang?

Ayo cepat. Pergi.

Tidak. Tolong. Berhenti.

Tenang, tenang.

Tenang, jaga jarak.

Hei! Kenapa kau berdiri di jalan?

Mau mati, bajingan?

KANAL PAMPAM OPPA

VS DO MIN JOON

Hoki! Tunggu aku. Do Min Joon.

Apa-apaan?

Beri waktu sebentar.

Berhenti.

Kena kau! Aku belajar bahasa Korea.

Luar biasa, First.

Kenapa? / Mari selfie.

Tidak ada foto. Kataku tidak ada foto.

Itu Do Min Joon.

Aku youtuber Pampam.

Aku tidak tahu.

Mau ke mana?

Mau tumpangan?

Ayo.

Ya. Ayo.

Jaga dia.

Ayo cepat.

Kacau di mal tadi.

Kau tidak akan lulus dari cobaan seperti ini.

Begitu banyak penggemar, Shon. / Ya Tuhan!

Tempat ini sudah tua.

Kami sudah berusaha.

Kita tinggal di sini?

Salam, Paman.

Salam.

Kami di sini mengunjungi Phra Nhong dan menghadiri penahbisan Aod.

Tapi kami tidak bisa menghubungi Phra Nhong.

Phra Nhong pergi ke India selama sekitar satu bulan.

Aku yang mengurus semuanya sekarang.

Bukannya dia sudah memberitahumu?

Ya, sudah.

Kami baru saja melakukan tur dan baru saja kembali ke Thailand.

Hei, Falun.

Di mana Aod dan Nott si Biksu Muda?

Mereka akan ada di sini membuat ribut.

Jika bukan karena Phra Nhong, kami tidak akan tahu dia akan ditahbiskan.

Kami harus menunda penahbisan.

Masalahnya, Aod tidak sehat.

Bisa perhatikan langkahmu?

Kau ibu atau ayah?

Ibu, jelas.

Aku punya payudara, dan ini!

Karena itu, kau tidak bisa memanggil kami ayah.

Dan pria tampan di belakangmu itu, suamimu?

Jangan katakan itu di kuil.

Tidak, Biksu Muda.

Aku yang jadi istri.

Hei!

Berhenti bercanda.

Sebenarnya, kami bertiga ditahbiskan di sini.

Kau jelek kalau bohong.

Hei, Biksu Muda.

Lebih baik dewasalah dan tinggalkan biara.

Agar kau bisa menjadi lelakiku.

Biar kulihat jika kau siap.

Kelaminmu siap?

Biar kulihat.

Biar kulihat.

Cuma sedikit.

Biar kulihat.

Tolong

Biksu Muda Nott.

Tidak.

Apa yang kau lakukan?

Cepatlah besar.

Katamu kau mau mati.

Dan kau di sini, Aod.

Halo.

Setiap kali aku bertemu kau, kau selalu punya hidung baru.

Seri baruku.

Indah, bukan?

Dukun yang mempermaknya?

Tidak serasi dengan wajahmu.

Sialan.

Dan First, berapa lama lagi umurmu?

Mulutmu itu, busuk.

Kurasa kau tidak sakit sama sekali.

Tapi kalian masih sama.

Manis seperti biasa.

Kau manis sekali.

Apa kabar, Min Joon?

Aku baik-baik saja.

Biar kuperkenalkan kau kepada seseorang di sini.

Ini Shon, manajerku dan bos First dan Bxllūn.

Aku teman Min Joon.

Kami teman.

Cukup. / Kami teman.

Cukup. Diam.

Diam.

Nott, para tante ini melecehkanku.

Siapa yang melecehkanmu?

Cukup.

Minta maaf kepada mereka.

Kenapa harus aku?

Biksu Muda.

Kau harus meminta maaf saat melakukan kesalahan.

Minta maaf kepada mereka.

Ayo.

Maaf.

Ini Namnua.

Orang tuanya bercerai dan ayahnya pindah kerja di kota.

Dia ditahbiskan di sini.

Aku menugaskannya untuk mengurus Aod.

Bagaimana dengan Biksu Muda lainnya?

Mereka meninggalkan biara untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Biksu Muda Nott baru saja diterima di Universitas Buddhis di Bangkok.

Tunggu.

Ini orang sakit?

Bagaimana bisa? Kau tidak terlihat sakit.

Dasar cengeng.

Itu sakit parah.

Ya, Aod sakit.

Aod sakit.

Ini serius. / Kupikir ini serius.

Ini serius.

Kau masalah serius.

Sejak kutemukan gelang kaki ini, aku bermimpi buruk.

Dan sisik ini…

mulai tumbuh di dadaku sampai bulan lalu…

Sakit sekali.

Panas, dan terbakar sampai aku demam dan selalu merasa sakit.

Tidak!

Jangan sentuh.

Aku cuma penasaran.

Apa akan sembuh jika kau membuangnya begitu saja?

Atau tinggalkan di tempat itu ditemukan.

Menguburnya, agar ini bisa berakhir.

Kenapa Aod pertahankan jika akan semudah itu?

Dasar cerewet.

Paman.

Aod menemukan gelang kaki dan dikutuk seperti Nak dalam mimpi.

Paman.

Apa yang kau ketahui tentang gelang kaki?

Memberikan gelang kaki kepada Nak sebelum penahbisan adalah tradisi kuil

sejak awal berdirinya

yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Semua, perhatikan baik-baik.

Apa tulisannya?

Aku tidak bisa membacanya.

Sepertinya teks kuno.

Pam. / Ya?

Bisa kau perbesar gambar dan menunjukkannya ke Paman?

Biar kulihat.

Kau yang tertua di sini.

Bisa membacanya?

Aku tidak setua itu untuk mengetahui tulisan suci ini.

Aku tidak bisa membacanya.

Baik.

Kalian tinggal bersama malam ini.

Aku pergi.

Maaf.

Paman.

Katanya dia tidak setua itu.

"Cincin ini yang Nak lepas saat..."

Apa berikutnya?

Tulisan di bagian belakang sudah pudar.

Tidak bisa dibaca.

Kupikir sisa tulisan mungkin memberi kita petunjuk.

Biksu Muda.

Bisa gosok?

Kau mungkin bisa lihat sisanya di belakang.

Bisa?

Tidak ada apa-apa.

Jika tidak bisa melihat dari yang satu ini, mari kita lihat yang lain.

Cuma ada satu.

Aku setuju dengan Biksu Muda Namnua.

Jika gelang kaki Nak, pasti ada sepasang.

Tulisannya mungkin sempurna di yang satunya lagi.

Lantas kenapa cuma ada satu?

Aod, kenapa cuma satu?

Cuma itu.

Aku kembali menggali berkali-kali tapi tidak menemukan apapun.

Kiddee meneleponku kemarin.

Katanya salah satu kerabatnya pergi ke penahbisan di sebuah kuil di Mekong.

Di kuil itu, Nak juga memakai gelang kaki seperti yang di sini.

Aod dan aku memutuskan mengunjungi Kiddee di Ubon

dan bertemu kerabatnya.

Biar aku ikut bersamamu.

Kau tidak boleh.

Ini sangat berbahaya dan terlalu berisiko.

Bagaimana jika seseorang mengambil rekamanmu lagi?

Aku punya mobil van. Aku bisa membawamu ke sana.

Kau yang terparah dan teraneh.

Kau mau merekam dan memosting video klip Min Joon di Youtube.

Ada aturan.

Dan kau harus menghormati aturan kami.

Kau tidak boleh terus merekam semuanya.

Kedengarannya aneh saat kau bicara tentang aturan.

Kami profesional sekarang.

Baik.

Song Hee.

Kumohon padamu.

Cuma beberapa hari.

Aku mencemaskan mereka.

Aku yakin kau bisa mengatasinya.

Semakin cepat kita pergi, semakin cepat kita kembali. Benar?

Tolong.

Baik.

Tapi sebagai manajer profesional, First, Bxllūn…

jaga Min Joon dengan baik.

Jika ada yang merekam video, gunakan tindakan ekstrim.

Baik, Bu. / Ya, Bu.

Hentikan itu.

Aku berharap pahala ini mencapai semua roh di dunia.

Aku berharap mereka beristirahat dengan tenang.

Aku berharap pahala ini mencapai semua hewan di dunia

Aku berharap semua setan di dunia damai, aku berharap pahala doa ini

menjangkau semua roh yang telah kusakiti dari masa lalu hingga saat ini

tidak peduli di mana kau berada.

Terimalah pahala ini, ampuni dosaku dan berkati aku

dengan kekuatan perbuatan baik ini.

Aod.

Aod!

Apa yang terjadi?

Ayo tidur.

Apa itu sakit?

Pelan-pelan dengan lukanya.

Aod.

Hati-hati. / Perlahan.

Kau baik-baik saja, Aod?

Ayo ke ranjang. / Pelan-pelan.

Aod.

Aod! Aod!

Aod!

Apa?

Hantu!

Bukannya kau Biksu Muda? Usir setannya.

Aku tidak bisa.

Aku tidak pernah berhasil.

Siapa yang mencuri milikku?

Akan kubunuh kau.

Shon, jalang!

Gelang kakinya.

Gelang kaki di kakinya. Mirip milikku.

Apa-apaan? Aku tidak tahan.

Ayo.

Sial! Jalan mana yang harus kita tempuh?

Lewat sini.

Biarkan dia berdiri di sana seperti orang tolol.

Datang jauh-jauh dari Korea, dan masih saja bodoh.

Apa-apaan?

Pintunya!

Aod.

Aod.

Biksu!

Biksu Muda!

Biksu Muda.

Biksu!

Biksu Muda.

Bxllūn.

Biksu Muda.

Kau baik-baik saja?

Kau mau gelang kakinya?

Kemari ambil!

Aod.

Mereka tidak ada hubungannya dengan ini.

Aod, apa maksudmu?

Aod.

Kau mau ini?

Aod, apa maksudmu?

Kenapa kau pertaruhkan nyawamu?

Kau tak terlibat ini.

Kuambil gelang kakinya. Ini tanggung jawabku.

Biarkan mereka pergi dan rebut ini dariku.

Kalian berempat. Kalian telah mencuri...

barang berhargaku.

Akan kubunuh kalian.

Namnua.

Biksu Muda, apa yang kau lakukan?

Biksu Muda, kenapa kau masuk?

Hatimu penuh dendam.

Jangan mendekat.

Biksu Muda, mundur.

Itu menarikku.

First.

Hei, sudah terbuka.

Apa yang kau tunggu? Pergi!

Biksu Muda, ayo keluar.

Ayo. / Ayo, Aod.

Aod. Pergi.

Pam. Pergi.

Kakiku mati rasa.

Pam. Ayo cepat.

Gelang kakiku!

Biksu Muda.

Bangun, Namnua.

Bangun.

Bangunkan semua orang.

Bangun. Sudah pagi.

First.

Bxllūn.

Tidak.

Bxllūn.

Sial!

Di kapel, sungguh?

Kau semua menindihku, First.

Yakin?

Aku sedang haid.

Aod, aku mau tanya.

Apa hantu Nak ini menghantui setiap malam?

Aku tidak bisa begini setiap malam.

Tidak, ini pertama kalinya Aod menemukan gelang emas itu.

Ini pertama kalinya aku melihatnya.

Itu hantu yang sama yang kulihat di mimpiku.

Dan dia menyebut kami berempat.

Empat?

Empat yang mana?

Aku?

Aku?

Kau cuma Kiddie.

Atau aku?

Tapi aku orang Korea.

Kau tak pernah tahu.

Mau ke mana?

Aku tidak terlibat.

Ini pertama kalinya aku mengunjungi tempat ini.

"Pertama kali mengunjungi tempat ini."

Itu yang kami pikirkan.

Lalu?

Biar kuberitahu ini, kita semua ada di sini karena di masa lalu...

kita mungkin pernah bertemu sebelumnya.

Kita mungkin telah melakukan sesuatu bersama.

Aku bicara dari pengalamanku.

Kalian di sana rupanya.

Paman dan aku mencari kalian ke mana-mana.

Paman.

Kenapa kalian terlihat lusuh?

Hantu, Paman.

Ada hantu baru.

Dan orang Korea yang mati itu. Ada hubungannya dengan ini?

Kau masih sadar?

Bangsat!

Masih.

Masih hidup.

Dan orang Korea mati yang kau sebutkan ini, siapa dia?

Semua sudah selesai.

Terima kasih. / Terima kasih.

Itu mayat Shon?

Bisa telepon kantor informasikan tentang mayat? Dan polisi juga.

Jika berita ini tersebar, itu akan kacau besar.

Cepat, agar kita bisa pergi bersama Aod.

Kau masih mau pergi dengan Aod?

Hantu itu baru saja membunuh Shon.

Betul sekali.

Hantu itu jahat.

Dia akan membunuh siapa saja.

Aku takut, Min Joon.

Inilah alasan kenapa lebih baik kita tetap bersama

agar kita bisa saling menolong.

Berikan itu, Aod.

Ini, satu lagi.

Kupikir itu berbahaya.

Jika Nak sedang mencari gelang kaki,

aku harus pergi dengan Nott.

Berbahaya di mana-mana.

Setiap orang mungkin ada hubungan dengan Nak.

Kita pergi bersama dan saling mendukung.

Benar?

Ya.

Saat katamu semua orang. Bisa tidak mengikutkanku?

Cepat sekali mau dikecualikan.

Kau orang pertama yang mau datang dan sekarang mau pergi.

Hati-hati sendirian, hantu akan mematahkan lehermu.

Kita masih tidak tahu ucapannya tentang kita berempat,

Yang mana saja dari kita berempat ini.

Ikut saja, kau bisa aman.

Turun dan rekam video Oppa bodohmu.

Ayo.

Ayo.

Turun, Biksu Muda.

Biksu Muda!

Aku tahu!

Minggir.

Biksu Muda.

Turun.

Tidak, aku mau ikut.

Biksu Muda.

Turun. / Kenapa tidak, Aod?

Ini cuma beberapa hari.

Benar sekali.

Ini berbahaya dan kau tahu itu.

Ayo, Biksu Muda.

Tunggu.

Cuma kau yang turun. Patung Buddha? Tetap di situ.

Biksu Muda.

Mereka memotretku.

Ya. Selamat pagi.

Sudah kuduga.

Pam.

Kau memposting tentang Min Joon di media sosial, bukan?

Karena itu semua orang menatap kita.

Kau gila? Aku menyetir seharian.

Tunggu.

Kurasa mereka bukan penggemar Min Joon.

Penggemarku?

Aku setuju.

Kau dan aku?

Mereka menunjuk sesuatu di atap.

Di atap?

Sial!

Apa?

Kau kerasukan lagi?

Kaki.

Di mana?

Itu si Biksu Muda. / Hati-hati.

Biksu Muda.

Ya Tuhan. / Biksu Muda.

Bagaimana kau ada di sini?

Bangun. / Hati-hati. Kau terluka?

Biksu Muda.

Bangun.

Mobilku.

Biksu Muda. Turun.

Tolong turun.

Maaf.

Biarkan aku ini.

/ Biksu Muda. / Biksu Muda, turun.

Ambil dia.

Ambil dia.

Di sini ramai. Turun.

Tidak! / Turun.

Tidak!

Ambil dia. / Tidak!

Tidak!

Ini ramai. Turun.

Turun! / Tidak!

Untukmu juga tidak, Namnua.

Pergi!

Pam. Cepat.

Pam. Orang-orang memadati kita.

Bawa saja Namnua bersama kita.

Di rumah Kiddee, kita bisa meninggalkannya.

Baik. / Ya!

Terima kasih, Min Joon.

Sabar.

Saat kita sampai di Wat Nak Nimitr, Biksu Agung bisa mencabut kutukan itu.

Siapa yang mencuri milikku?

Akan kubunuh kau.

Klae, tunggu aku.

Ada apa?

Aku bermimpi buruk.

Kurasa kau makan terlalu banyak.

Mimpi Aod tidak pernah bagus.

Halo, Kiddie. Apa kabar?

Biksu Muda Nott, kemarilah.

Kenapa kita harus datang ke kuburan ini?

Ini menyeramkan.

Paman Kiddee meninggal.

Jadi kita harus menemuinya di sana.

Paman Kiddee meninggal?

Apa yang terjadi?

Di bawah kursi, bodoh.

Aku tidak menemukannya.

Seringnya kau naik apa?

Vaginaku bergoyang.

Sebentar. Biar kutelpon Kiddee.

Anak itu?

Lihat.

Itu terbengkalai.

Tidak…

Halo, semuanya.

Lama tak jumpa.

Apa kabar, Min Joon?

Aku baik.

Dan kau, Aod?

Kau pasi Pampam.

Halo.

Senang berjumpa.

Biksu Muda Nott.

Kalian berdua, lupakan saja!

Kau tahu apa yang sedang kami pikirkan?

Anak sekolah manis.

Aku bisa dengar pikiran kalian.

Aku lajang, ke sini dengan teman-teman untuk urusan.

Kalian berani, mempertaruhkan nyawa untuk membantu Aod.

Tapi kupikir kalian meremehkan situasinya

kemari untuk melawan Nak tanpa apa-apa.

Kupikir itu berisiko.

Ya, dia mencemaskan kita.

Kupikir dia suka kau. Jangan tersipu.

Sebentar.

Kenapa dia membungkuk?

Silahkan First, Bxllūn.

Aod, duduklah.

Kupikir ini situasi yang sangat sulit.

Kalian harus mempersiapkan tubuh, pikiran,

dan asuransi untuk menjamin kesuksesanmu.

Aku sayang kalian semua.

Aku mau kalian bersiap.

Tapi Kiddee,... / Diam, Bxllūn.

Lanjutkan.

Ini yang kita bicarakan, membuat asuransi jiwa.

Agar kau bisa diasuransikan.

Tapi aku tidak punya... / Pena. Kau tidak mempersiapkannya. / Aku tahu.

Ini.

Lanjutkan.

Tapi kupikir ini agak... / Agak gelap?

Cukup terang?

Tapi aku tidak punya... / Uang tunai.

Perbankan seluler.

Ini memuaskan.

Tanda tangan di sini.

Beres, First.

Sekarang kau tidak perlu khawatir terluka atau mati.

Sekarang kau bisa mati, First.

Kemari.

Kudengar jika ibu pamanku meletakkan semua barang-barangnya di peti mati

karena dia sangat posesif.

Kupikir ponselnya ada di dalamnya.

Siapa yang mau pergi mengambilnya?

Kenapa anjingnya melolong di jam begini?

Bu?

Bu!

Selalu saja! Lampu menyebalkan ini!

Kau pernah kemari?

Setiap film seperti ini.

Anjing melolong, mati lampu.

Khas.

Lari!

First. Lewat sini.

Kita orang-orang terpilih.

Ayo.

Senyum.

Hei. Ada cermin di pintu masuk.

Ini bukan waktunya.

Ayo.

Hei. Itu.

Apa?

Jungle!

Jungle? Uncle! [Paman]

Aku orang Cina.

Berhenti main-main.

Maaf.

Kami bermaksud baik.

Apa?!

Wajahmu, aku tidak terbiasa.

Sialan.

Cukup cantik.

Baru kembali dari Korea.

Ayo.

Menyeramkan.

Kau tahu cara membukanya?

Aku belum pernah.

Bantu aku mendorongnya.

Ini akan baik-baik saja.

Yang kuat, First.

Satu, dua…

First!

Kau menarik dan aku mendorong.

Tidak, aku mendorong. Kau menarik.

Hati-hati.

Kau menarik. Aku mendorong.

Kau mendorong. Aku menarik.

Tidak. kau menarik. Aku mendorong.

Sialan!

Dengarkan aku.

Aku menarik dan kau mendorong.

Satu, dua, tiga!

Terbuka?

Terbuka?

Kalian siapa? Kenapa kalian di sini?

Kami harus menunggu para tamu untuk pergi.

Lalu kami bisa menangisi mayatnya secara diam-diam.

Sakit sekali.

Aku mengerti. Kalian tampak kesal.

Jangan menangis.

Itu benar, paman.

Dengarkan aku.

Nenek buyut dan kakek buyut tidak pernah mencintai kami.

Bibi pertama juga.

Si jalang itu.

Dia tidak bisa menerima jika kami ini orang aneh.

Dan kau tahu?

Kau tahu?

Bibi ketiga tidak pernah mendukung kami dengan uang atau biaya sekolah.

Dan bagaimana dengan bajingan itu?

Kakak laki-laki.

Kakak laki-laki.

Paman!

Jadi itu artinya, kalian anak-anak Gim?

Ya.

Tidak masalah. Jangan sedih.

Kalian boleh ganti pakaian berkabung.

Baiklah.

Ritualnya sudah selesai. Kalian pergi sekarang?

Boleh aku tinggal bersama Ayahku…

untuk terakhir kali, paman?

Aku mau merasakan saat-saat terakhir dengan, Ayahku, Jungle.

Cukup. Cukup. Cukup.

Silahkan saja. Aku segera kembali.

Menjengkelkan sekali.

Paman!

Jungle!

Kau menemukan ponsel?

Kau?

Dia suka menyanyi, sialan.

Pager? Untuk menelepon ayahmu?

Orang mati tidak bisa membawa apapun.

Ketemu.

Ketemu, First.

Hidupkan.

Aku tidak bisa.

Pindai.

Pindai sekarang.

Model terbaru butuh retina.

Buka matanya. Buka.

Pegang ini!

Retina.

Tarik dia.

Sial.

First. Cepat.

Cepat.

Pindai.

Cepat. Bantu aku menariknya.

Ayah. Maaf.

Pastikan itu terbuka.

Sudah? / Jangan mendekat.

Jangan terlalu dekat.

Sudah selaras?

Siap? / Ayo!

Satu. Dua. Tiga!

Cukup! Tutup!

Tutup!

Jangan berbalik.

Ada apa ini?

Apa yang kalian lakukan?

Ayo.

Cepat, First, cepat!

Kemari. Cepat.

Apa yang kalian lakukan? / Cepat.

Kembalikan itu.

Para bajingan ini.

Kiddee, ini.

Baiklah, First.

Kenapa berpakaian seperti itu?

Untuk meratapi kematianmu.

Menyetir saja. Berhenti bertanya.

Nama kuilnya ada?

Sebentar.

Nama kuil. Apa nama kuilnya?

Wat Nak Khum.

Di mana itu?

Sebentar, Min Joon.

Tidak, Kiddie. kau harus menemukan lokasinya.

Baik.

Ayo cepat.

Ini yang tercepat.

Itu yang tercepat, Pampam?

Ya. / Teman-teman.

Lokasinya ketemu.

Aku akan memandu.

Baik, ayo.

Lihat. Ini, Pam.

Ke mana kita akan pergi?

Aku sedang melihatnya.

Jangan, Nott. / Ada apa, Ad?

Apa? Kenapa?

Suara apa itu?

Apa di atas atap?

Aku tidak tahu. Apa itu?

Batu? / Apa?

Pam. Hati-hati!

Bxllūn!

Pam. Hati-hati!

Awas!

Pelan-pelan!

Pam! Pam!

Pam.

Aod, kau baik-baik saja? / Hidungku.

Hidungku akan patah.

Kau bagaimana?

Semua baik-baik saja?

Baik.

Teman-teman.

Itu jalan raya.

Mari ke situ.

Tolong aku.

Siapa saja. Tolong aku.

Tenang. Awas ada mobil.

Apa?

Ular!

Ular!

Biksu Muda.

Boleh minta jimat untuk membuatku tetap aman?

Ini.

Senter. Kenapa bawa ini?

Nak.

Kemari.

Siapa yang mencuri milikku, Aod?

Aod! Aod!

Gelang kakiku.

Aod. / Aod harus mati!

Aod, kau baik-baik saja?

Aod. / Jangan ganggu aku.

Aod!

Aod.

Tenang, Ad.

Aod. Aod.

Aod.

Tolong!

Aod.

Aod, di mana kau?

Semua, lewat sini.

Aod.

Aod!

Aod. Aod.

Aod.

Biksu Muda!

First!

Bxllūn.

Aku di sini!

Ini arah yang benar?

Kurasa ini benar.

Aod, di mana kau?

Ayo cepat.

Aod!

Kiddee, tunggu.

Cepat.

Lurus ke depan, First, Bxllūn.

Tolong.

Tunggu.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Mereka semua meninggalkanmu.

Lepaskan aku.

Biksu Agung!

Aod!

Aod!

Aod. / Tunggu.

Aod!

Ini aneh sekali.

Apa yang terjadi padanya?

Kenapa dia gemetar?

Aod!

Aod. / Aku capek.

Kiddie.

Kau baik saja?

Sialan kau.

Pakai mata kalau jalan.

Maaf.

Ini senterku, First. Aku ingat ini.

Ini milikku. Aku memegangnya dari tadi.

Di sana. Itu milikmu.

Kau yang paling muda. Pergi ambil itu.

Aku mengawasi.

Senternya memanggilmu.

Bukannya kau sangat mencintaiku? Sialan.

Kau lihat yang kulihat?

Tidak.

Aod.

Aod.

Apa yang terjadi?

Aod.

Aod.

Apa yang terjadi?

First.

Kiddie.

Pegang erat-erat.

Jangan biarkan siapapun membawaku.

Tunggu.

Ya, Bxllūn.

Tidak ada apa-apa di sana, First.

Jangan ikut campur.

Aod.

Jangan biarkan dia merasukimu.

Kalian akan meninggalkanku.

Tidak ada yang akan meninggalkanmu.

Aku contohnya.

Kau diterima di universitas.

Kau akan meninggalkan dia.

Meski semua orang meninggalkanmu, tapi aku tidak.

Biksu Muda!

Aod! Aod!

Aod, sadar.

Itu Namnua.

Namnua!

Namnua!

Lepaskan.

Kenapa kau melawannya?

Aku harus mengambil gelang kaki darinya.

Atau aku harus menumbangkannya.

Pam, tolong.

Aod!

Biksu Muda!

Biksu Muda!

Tangkap!

Pampam, bantu Nott.

Kau tetap di sini. / Sakit.

Sebentar.

Lakukan sesuatu.

Tenang, Biksu Muda. / Sakit.

Pinggulmu juga?

First. Bxllūn.

Di mana Pampa?

Di dalam gedung.

Apa?

Di mana gelang kakiku?

Tidak di sini.

Aod, ada apa?

Kulihat kau mengambilnya.

Tidak ada padaku. / Aod.

Aod. / Itu pasti di sini.

Aod. Gelang kakinya di sini.

Aku sudah membungkusnya. Tidak ada yang menyentuhnya.

Aku sering memanggil kalian pembuat masalah.

Saat ini, akulah pembuat masalah.

Aod…

Itu karena hantu itu merasukimu.

Kau juga tidak sehat, dan pikiranmu lemah

sampai hantu itu mudah merasukimu.

Aod.

Dengarkan aku.

Kami semua mencemaskanmu.

Kami tidak akan meninggalkanmu.

Aod.

Aod.

Jangan khawatir.

Namnua mengerti.

Biksu Muda.

Kembalikan akal sehatmu, Aod.

Kau merasa lebih baik? Ada luka di mana saja?

Biksu Muda.

Maaf.

Tidak ada yang perlu dimaafkan.

Aku mematahkan lenganmu.

Hantu itu melakukannya.

Cemaskan dirimu saja.

Mari kita pergi.

Jangan tergesa-gesa. / Pelan-pelan saja.

Diam. Sakit?

Biksu Muda.

Kiddee menelepon ibumu.

Dia segera datang.

Tapi jika aku tidak pergi, siapa yang membantu Aod?

Aku ikut dengan kalian.

Biksu Muda, itu terlalu berat bagimu. Jangan memaksakan diri.

Jika sesuatu terjadi padamu, kami akan sedih karena tak mencegahmu.

Aku akan kembali untuk menjemputmu segera.

Mataharinya!

Di mana Min Joon?

Dia pergi mengambil van dengan pak tua yang membantu kita semalam.

Ini Min Joon.

Halo, Min Joon.

Ya. Bxllūn…

Halo, Min Joon.

Suaramu!

Ya.

Lebih cepat.

Ya, hampir.

Bagus!

Permisi.

Kita mau memakai kendaraan ini?

Ya. Ini Cyclone 100-ku.

Aku tidak sering menggunakannya.

Kalian bisa memakainya dan aku akan mencari mekanik memperbaiki van kalian.

Setelah selesai dengan urusan kalian, kembalikan.

Anggap saja pertukaran.

Terima kasih, paman.

Tak masalah. / Biar aku menyetir!

Ayo. Aku akan memanggil mekanik.

Semoga sukses.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Ayo.

Naik. Ayo.

Semua naik.

Min Joon.

Ayo cepat.

Jangan keras kepala.

Kau yang keras kepala. Naik. Ayolah.

Ayo.

Naik.

Kenapa dia semangat?

Aku tukang ngebut. Pegang erat-erat.

Pam. Ayo.

Teman-teman.

Aku tidak pergi.

Ada apa?

Aku ketakutan.

Kenapa mau kuambil risiko dengan kalian?

Jika kita bertemu hantu lagi, kalian akan meninggalkanku.

Pampam, aku tahu kau takut dan tidak mempercayai kami.

Tapi kami mau kau ikut karena kami mencemaskanmu.

Kami tidak mau kau berakhir seperti…

Seperti Shon.

Hei.

Ikutlah dengan kami.

Kita sudah sehati.

Bersama-sama, kita akan selamat, Tuan Oppa.

Ayo.

Siap. Berangkat!

Ke depan, Min Joon.

Maaf.

Kalian tidak apa apa?

Kuilnya di sana.

Wat Nak Toom.

Itu Wat Nak Khum.

Kuil seperti di ponsel Gim.

Terima kasih.

Kita akhirnya sampai.

Biksu Agung. Adakah tradisi di kuil ini…

Lihat bagaimana dia mengatakan, "Biksu Agung".

Bicaralah dengan logat normal.

Tanpa logat saja kami sulit paham.

Jangan ganggu dia.

Biksu Agung.

Adakah tradisi memakai gelang kaki?

Kami masih melakukannya.

Kami temukan gelang kaki yang menghantui.

Dan kami di sini mau tahu legenda, berharap untuk mencabut kutukan.

Aod, tunjukkan gelang kaki itu pada Biksu Agung.

Yang ini.

Biksu Agung!

Jangan sentuh itu.

Itu dikutuk.

Jika kau sentuh, sisiknya akan tumbuh di tubuhmu, terbakar.

Hantu itu akan mengejarmu. Kuperingatkan kau.

Jadi kau bawa ke Biksu Agung untuk mencabut kutukan itu?

Ya.

Biksu Agung, tolong kami.

Prin, bawakan gelang kaki untuk mereka lihat.

Baik.

Baik.

Gelang kaki ini mirip dengan gelang kaki dari kuil kami.

Tapi tidak ada tulisan seperti Aod.

Sebentar.

Bisa lihat foto ini?

Apa ada kuil yang punya pintu masuk melengkung seperti ini?

Sesuatu yang kuno seperti ini,

cuma di kuil sepi yang disebut, "Wat Nak Nimit"

di atas gunung.

Kata orang tua dulu, Naga yang membangunnya.

Sekarang itu cuma kuil sepi.

Jangan ke sana. Kalian tidak akan menemukan siapapun.

Min Joon, menepi.

Min Joon. / Berhenti.

Berhenti. / Biar kucari lokasinya.

Apa katamu, Aod?

Kupikir ini dia.

Apanya?

Ikuti saja aku.

Aod, kau selalu bisa membuatku semangat.

Tidak ada tempat lebih baik untuk dikunjungi?

Ada tabir surya?

Apa lagi?

Ini dia.

Bebatuan itu. Di situ kulihat Nak kabar dari sesuatu di mimpiku

sebelum dia melompat dari tebing.

Sabar.

Saat kita tiba di Wat Nak Nimit, Biksu Agung bisa cabut kutukan itu.

Klae, tunggu aku.

Kau mencuri milikku, kau harus mati.

Juk jatuh di sini

dan memandang ke atas gunung

sebelum dia melihat api.

Tunggu, teman-teman.

Di gunung ini, menurut Biksu Agung ada kuil sepi.

Menurut Google Map, gunungnya cukup tinggi.

Dari yang kulihat, sepertinya itu terbalik.

Maaf, First.

Sepertinya tidak terlalu tinggi sekarang.

Cukup rendah sebenarnya.

Kau baik-baik saja, Aod?

Di masa lalu, gelang kakimu, mungkin ada di sekitar sini.

Karena kita sudah di sini, mari kita menemukannya.

Ayo.

Baik, Aod?

Ya.

Aod.

Gelang kakiku.

Aod. / Aod.

Ada apa?

Nak menyakitiku.

Itu berarti sisi yang sakit adalah arah di mana gelang kaki berada.

Ayo cepat temukan.

Pampam, bawa Aod untuk beristirahat di tempat teduh.

Sisanya berpisah dan mencari gelang kaki.

Begini harusnya lebih cepat.

Hantu itu mengejarku ke area reses gunung yang tinggi.

Lepaskan aku.

Aku menyerah.

Aku menyerah.

Dan aku mati di sana.

Kau ingat reses gunung itu?

Seperti apa kelihatannya?

Itu terlalu detail.

Temukan saja reses gunung bertengkorak.

Kau takut?

Ya.

Mau pegang ini?

Kau sudah punya jimat.

Hati-hati.

Berdirilah.

Aku yakin.

Aku yakin.

Aku tahu.

Di sana!

Kukumu masih cantik kok!

Bukan kukuku.

Tengkorak di sana.

Tengkorak dinosaurus!

Kita kaya, First.

Kita kaya.

Sial!

Itu tengkorak manusia.

Cepat, Aod.

Hei, Aod?

Aod!

Kau yakin?

Lihat matanya.

Kau tidak ingat?

Tidak ada mata di situ.

Dan ini gaya rambutnya saat dia masih muda.

Dia terlihat seperti biksu dengan kepala botak.

Ya.

Lihat? Sekarang kau tidak bisa berdebat denganku.

Kau lihat yang kulihat, First.

Aku tidak lihat.

Aku cuma lihat ini. Gelang kaki.

Ambil.

Kau yang ambil.

Aku tidak bisa.

Dekati.

Bagaimana cara mencapainya?

Baik, aku menyingkir.

Kau yang ambil.

Kau melihatnya duluan. Kau yang mengambilnya.

Kenapa harus aku?

Kau melihatnya terakhir. Kau memilihnya... / First.

Dapat.

Keluar! Biksu Muda! Cepat!

Cepat. Sial! Lepaskan dia.

Kau mencuri milikku, kau harus mati.

Ayo cepat.

Ayo. Biksu Muda. Keluar.

Kau harus mati.

Ayo cepat! Biksu Muda!

Biksu Muda!

Ayo. Biksu Muda.

Ayo cepat.

Apa yang terjadi?

Tolong!

Apa yang terjadi?

Tolong!

Apa yang terjadi?

Pergi, Biksu Muda. Tinggalkan saja.

Ayo.

Apa yang terjadi?

Ayo.

Hantu Nak ada di sini. Cepat, Ad.

Tunggu. Tunggu. Tunggu.

Aod, kemari.

Dia mengikuti kita? Ayo.

Lari, bangsat.

Yang mencuri milikku, akan kubunuh kau.

Aod!

Biksu Muda. Apa kau baik saja?

Aku baik saja. Aku cuma kehilangan keseimbangan.

Aod!

Aod.

Hati-hati. / Kau baik saja?

Aku baik saja.

Pergi.

Kupikir kita harus istirahat.

Mari lanjutkan.

Sebelum hantu itu menyusul.

Jangan khawatir, Biksu Muda.

Kita punya patung Buddha.

Pam, tunjukkan!

Ini dia!

Budhanya hilang!

Pam!

Sial!

Di mana kau menyimpannya?

Ke mana perginya?

Dasar ceroboh!

Tunggu, ke mana perginya?

Kau mencuri milikku?

Kau harus mati.

Tunggu Aod.

Aod. Ayo cepat.

Aku tahu.

Tunggu Aod.

Astaga! / Astaga!

Tunggu aku. Ayo cepat.

Gelang kakiku.

Itu api, teman-teman.

Itu hantu juga?

Mari kita ke sana.

Pergi. / Pergi.

Teman-teman.

Api.

Hati-hati.

Lewat sini?

Bxllūn, hati-hati.

Pam. Awas apinya.

Teman-teman, ayo.

Ayo cepat.

Aod, hati-hati.

Aod. Kau baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Aod!

Aod. Ayo. Biar kubantu.

Pegang lenganku.

Teman-teman. Lewat sini.

Ayo.

Gatal.

Aku tidak mau di belakang.

Itu biksu?

Lebih baik bertanya, apa dia itu manusia?

Kau manusia?

Aku biksu.

Berziarah dan menginap di sini malam ini.

Dia biksu, First.

Ayo cepat.

Biksu Agung! Tolong!

Biksu Agung! Tolong kami.

Hantu itu mengikuti.

Baik.

Kupikir kita harus merawat pemuda itu terlebih dahulu.

Aod.

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Bagaimana keadaanmu?

Sudah membaik?

Aku merasa lebih baik.

Boleh kulihat gelang kakimu?

Berikan saja sini.

Tidak apa-apa.

Kau tahu tentang gelang kaki ini?

Ini milik kuil besar di gunung.

Jadi, ada kuil di gunung ini?

Ada.

Dahulu kala, ada sebuah kuil di gunung.

Dan gunung ini

dilindungi oleh Naga.

Dia liar dan menyakiti begitu banyak orang sampai penduduk desa kabur.

Lalu ada seorang Biksu

yang menerima undangan dari warga untuk menaklukkan Naga.

Dia butuh waktu tujuh hari tujuh malam.

Naga akhirnya menyerah.

Dia berjanji untuk mengubah hidupnya.

Dia menebus dosa karena menyakiti manusia dan melecehkan para biksu

dengan membangun sebuah kuil besar dan mendedikasikannya untuk biksu itu.

Juga membuat gelang emas untuk Nak demi mendukung Nak menjadi biksu.

Meski kuil itu sekarang sepi, tradisi Nak-Gelang kaki sebelum penahbisan

masih dipraktekkan oleh kuil-kuil di sekitar sini.

Biksu Agung...

Hantu itu masih ada di kepalaku.

Aku takut kerasukan.

Aku takut tidak cukup kuat melawannya.

Kekuatan yang kau miliki bukan cuma dari dirimu

tapi juga dari temanmu

karena mereka tidak meninggalkanmu.

Kau tidak berjuang sendirian.

Tapi Biksu Agung, kami pernah punya patung Buddha untuk melawan hantu.

Itu hilang sekarang, tidak ketemu.

Bisa beri kami sesuatu untuk melawan?

Kau pikir hantu itu takut dengan patung Buddha?

Jika bukan karena patung Buddha, kenapa hantunya tidak menyakiti kami

saat melihat patung Buddha?

Atau dia takut pada hal lain di dalamnya?

Baik.

Kurasa tidak perlu terlalu memikirkannya.

Beristirahatlah di sini malam ini.

Ini tempat suci.

Tidak ada hantu yang akan datang.

Ya, Biksu Agung.

Aod, kau punya cerita lain, 'kan?

Kupikir kita harus beritahu Biksu Agung.

Aku akan cari Biksu Agung.

Sebentar.

Biksu Agung.

Semuanya.

Biksu Agung tidak ada di sini. Barang-barangnya hilang semua.

Semua hilang? / Semua.

Semua hilang.

Semua hilang?

Tidak ada di sini.

Tidak ada lilin, tidak ada.

Biksu Agung, kuil, biksu…

Gua!

Semua ini nyata?

Aku nyata?

Aku yakin kau nyata.

Tapi hidungmu palsu.

Sakit hatiku, brengsek.

Maaf, Min Joon.

Kau bertanya.

Mungkin Biksu Agung keluar untuk mengumpulkan sedekah.

Kau tidur seperti orang mati. Seperti latihan sekarat.

Ayo bawa Aod ke kuil.

Ayo.

Pergi.

Ayo.

Terima kasih.

Kau tahu di mana kita akan pergi?

Ke utara, Bxllūn.

Kau tahu arahnya.

Utara.

Bagaimana?

Kau baik saja?

Ada apa?

Kau baik saja?

Ya.

Lewat sini, teman-teman.

Kau lebih dulu saja.

Min Joon.

Kau baik saja?

Aku kehilangan semua energi.

Teman-teman, tunggu First.

Bxllūn.

Lanjutkan.

Cepat, First, sebelum kita tersesat.

Lanjutkan.

Awas tanganmu.

Tanganku kenapa?

Bxllūn ribut sekali.

Aku yakin kita bisa menemukan mereka.

Jatuh karena kaget?

Tidak lucu.

Ayo. Bangun.

Astaga.

Kau peduli padaku.

Kiddee, kita tersesat?

Ini jalannya, Bxllūn.

Ini jalan pintasnya.

Aku bisa mendengarmu sebelum kau sampai di sini.

First, bagaimana kau bisa sampai di sini?

Kiddie!

Apa gunanya kompas?

Maaf, Bxllūn.

Tubuhku sakit di mana-mana.

Lihat, teman-teman!

Ini laterit.

Itu tak biasa.

Ada apa?

Di sini, ada blok.

First!

Kau bodoh.

Kau tidak tahu laterit?

Lihat aku.

Aku tidak punya suami ahli geologi.

Itu artinya, pasti ada situs kuno tersembunyi di sini.

Apa ini pintu masuk kuno?

Ini yang kulihat dalam mimpiku.

Mirip pintu masuk ke kuil kita.

Persis sama.

Halo!

Bisa cabut kutukan?

Adakah promosi? Seperti cabut kutukan dengan usir setan gratis?

Kami pesan satu.

Kenapa kau bermain-main?

Lihat dia.

Aod!

Sini kubantu. / Aku baik-baik saja.

Aku baik-baik saja.

Mari masuk ke dalam.

Ayo.

Bxllūn, ayo. Apa yang kau tunggu?

Cepat, teman-teman.

Main sepakbola?

Ayo.

First, ada beberapa orang di sini.

Pastikan mereka manusia.

Mungkin mereka bisa membantu Aod.

Pergi.

Permisi.

Tolong.

Teman kami sedang sakit.

Bisa membantunya?

Bagaimana kalian bisa sampai di sini?

Ini dia.

Aod.

Kutukannya. Gelang kaki Nak.

Nak Kham!

Bagaimana keadaanmu?

Biksu yang sama? / Ya.

Apa hantu itu masih mengganggumu?

Tidak lagi.

Tapi lukaku masih sakit.

Seolah dia masih di suatu tempat dekat.

Ada apa dengan gelang kaki itu, Biksu Agung?

Dan tentang seseorang bernama,

"Nak Kham"?

Kuil sepi yang kalian lihat

dulunya kuil besar.

Namanya Wat Nak Nimit.

Penduduk desa di sepanjang Mekong, saat mereka merayakan penahbisan,

biksu di kuil itu akan tampil untuk mereka.

Nak Kham adalah seorang yatim piatu.

Biksu…

Kham merampok lagi.

Aku harus menangkapnya kali ini.

Aku seorang yatim piatu. Kepada siapa aku berpaling?

Cuma sebanyak ini, bisa ampuni sedikit?

Biksu mengasuhmu dan kau masih berani menyebut dirimu yatim piatu?

Tak tahu diuntung.

Kau tidak punya rasa hormat padanya.

Tolong lepaskan dia.

Aku memintamu.

Aku mungkin tidak mengajarimu dengan baik.

Karena itu kau serakah.

Untuk berbuat dosa dan memberi dirimu alasan

jika kau melakukannya karena kau tidak kaya

tidak memberimu alasan yang tepat.

Itu membuatmu terperosok lebih dalam.

Biksu, kami akan ikat dengan papan dan seret ke pihak berwenang nanti.

Tidak, biksu.

Di bulan berikutnya, akan ada penahbisan besar di kuil Naga.

Izinkan aku ditahbiskan untuk membalas yang kulakukan.

Dia benar.

Demi agama Buddha, biar Naga mendisiplinkannya.

Kupikir itu lebih baik daripada menjadikannya narapidana.

Tapi dia tak ikhlas menjadi biksu.

Dia mau ke ibukota

jadi dia berencana mencuri gelang emas itu lalu kabur.

Karena itu dia dikutuk dan itu menyebabkan dia gatal.

Dan menderita sampai mati.

Pemuda ini harus dikutuk karena tak sah memiliki.

Apa ada cara untuk mencabut kutukan itu?

Cuma satu cara.

Kembalikan gelang kaki ke Naga.

Bagaimana caranya?

Bukannya itu sudah tertulis di gelang kaki?

Di gelang kaki lain yang kita temukan, ada tulisannya?

Ada.

Apa tulisannya?

"Gelang kaki yang Nak kenakan, saat dilepas, kau akan jadi biksu."

Hantu itu melecehkan Aod karena dia tidak mau Aod menjadi biksu.

Karena jika Aod berhasil, kutukan itu akan tercabut.

Begini saja. Aod pakai gelang kaki, menjadi biksu dan cabut kutukan.

Ya.

Itu tidak mungkin.

Kau masih punya hubungan dengan dia.

Ikatan karma yang kau lakukan dengannya di kehidupan lampau.

Jika tidak bisa lepas ikatan itu, kau tidak bisa menjadi biksu.

Gelang kaki adalah simbol ikatan di dunia duniawi,

karma baik dan buruk.

Jika kau tidak bisa melepas ikatan ini, kau tidak bisa makmur dalam Dharma.

Jadi itu berarti, melepas gelang kaki,

kita harus melepas ikatan di pikiran kita terlebih dulu

atau kita tidak bisa menjadi biksu?

Tidak ada ikatan, tidak ada kekhawatiran...

maka kau bisa menjadi biksu.

Aku mengerti.

Di tebing di belakang desa, terdapat sebuah waduk suci.

Kenakan pakaian Nak dan gelang kaki. Pergi basuh badanmu di sana.

Luar biasa.

Kenapa kita tidak pergi ke pasar bunga saja?

Itu perjalanan 8 hari.

Permisi.

Ya?

Tolong terima jubah kuning ini untuk dapat pahala.

Tentu.

Terima kasih.

Kami akan berdoa untukmu. Sathu.

Aku punya gosip.

Menurutmu desa ini aneh?

Cuma ada orang muda dan tidak ada orang tua.

Cuma ada satu yang mirip kepala desa.

Selain itu, tidak ada anak-anak.

Bagus.

Saat kulihat mereka, orang-orang Korea yang terlihat di sekitar sini, aku suka itu.

Jangan membuatku berprasangka tidak-tidak.

Bagaimana?

Sudah mandi?

Ya.

Bagus.

Tapi itu bisa menghilangkan kutukan cuma sementara.

Aod.

Kau tahu bagaimana kita bisa melepas gelang kaki?

Aku tidak tahu.

Tapi aku merasa kasihan pada Nak Kham.

Tanpa kalian,

aku mungkin seperti dia.

Hei, Aod.

Dia hidup dengan memanfaatkan orang lain, mencuri dari orang lain,

dia tidak berbeda dengan penjahat.

Dia menyalahkan orang lain dan tidak pernah instropeksi diri.

Ya.

Mereka yang memanfaatkan tidak akan mendapat simpati.

Betul sekali. Kita harusnya tidak memaafkan diri kita

tapi kita harus meminta maaf.

Itu benar. Bahkan selama penahbisan,

ada bagian meminta maaf ke semua arwah pendendam.

Benar, minta maaf pada hantu.

Lehermu sudah patah sebelum kau sadar.

Kenapa kau melepasnya?

Jika mau meminta maaf, kita harus biarkan dia melihat niat tulus kita.

Aku dan semua orang di sini

mau meminta maaf karena mencuri milikmu

dan aku akan ditahbiskan.

Aku tidak akan membiarkanmu!

Kami di sini beritikad baik.

Kami sadar akan kesalahan kami.

Kau…

mencuri milikku?

Kau akan menjadi sepertiku!

Tapi gelang kaki itu bukan milikmu.

Gelang kaki itu milikku!

Kau mengambilnya dari pergelangan kakiku.

Kau ingat?

Gelang kaki Naga.

Nak…

kau harus melepas gelang kaki ini.

Darimana pun kau ambil, kembalikan.

Tidak.

Aku tidak mau.

Aku akan mati

dengan gelang kakiku yang berharga.

Kutukan gelang kaki…

tidak ada yang bisa membantumu

jika kau tidak akan membantu dirimu.

Ingat itu.

Aku meminta izin untuk meninggalkan kebiksuan.

Tolong anggap aku sekarang orang awam.

Juk, Klae.

Kau mencuri dari mayat lagi?

Tidak.

Tidak.

Ayo kalau begitu. Ke perahu.

Ya.

Apa yang kau tunggu? Ambil yang satunya lagi.

Kau mencuri milikku?

Siapapun yang mengambil milikku harus mati!

Kau sudah sekarat. Jangan pelit.

Di pergelangan kakimu itu, berikan padaku.

Kembalikan.

Biksu Muda.

Gelang kakinya.

Juk.

Kembalikan saja padanya.

Berikan padaku.

Tidak. / Itu milikku!

Gelang kaki itu milikku.

Juk!

Ambil.

Hei.

Hei.

Bagaimana peristiwa dari kehidupan dulu mempengaruhi kita dalam kehidupan ini?

Biksu Agung, itu kehidupan berbeda.

Apa pendapatmu tentang kemarin, hari ini, dan esok?

Bagaimana itu terhubung?

Semua terhubung.

Betul sekali.

Itu seperti sepotong kain yang sama.

Semua terhubung.

Hari ini, masa depan, kemarin.

Dan akibat ulah kita hari ini, mempengaruhi hari esok.

Kita harus menerima konsekuensinya

karena kau tidak bisa ke masa lalu untuk memperbaiki hari kemarin.

Aku tidak akan membiarkan…

kau melepas gelang kakiku.

Mohon maafkan kami.

Tolong lepaskan Aod.

Tidak.

Kalian semua harus mati sepertiku.

Aod mengakui kesalahannya.

Kami meminta ampun dengan tulus dan kami… / Berhenti!

Kami meminta maaf. / Berhenti!

Akan kubunuh dia dan membuatnya menderita.

Berhenti, Nak.

Biksu Agung.

Aod.

Biksu Agung.

Saat mereka meminta pengampunanmu,

kenapa kau tidak melepaskan ikatan dan memaafkan mereka?

Kenapa cuma aku yang harus menjadi seperti ini?

Kenapa kau menolong mereka?

Tapi aku tidak?

Dan kau…

Kau melakukan penahbisan untukku.

Aku membantumu

tapi kau tidak mau membantu dirimu.

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Tolong hentikan.

Aku meminta menahan hukuman yang ekstrem.

Tolong beri dia kesempatan untuk bertobat seperti yang terjadi padamu.

Dan jika kau menerima kesalahanmu dan meminta maaf ke pemilik gelang itu,

kau akan selamat.

Tidak.

Aku tidak mau kembalikan.

Kau tidak adil.

Mereka yang memakai gelang kaki, yang mengabdi ke agama Buddha,

Naga akan melindungi mereka…

Yang memakai gelang kaki jika mereka berani menjadi musuh agama Buddha,

Naga akan menghancurkan mereka.

Seperti caramu menyatakan dirimu sebagai pelindung agama Buddha.

Gelang kakiku.

Dahulu kala...

Naga menerima kesalahannya.

Karena itu dia buat gelang kaki ini mengingatkan generasi selanjutnya

untuk menerima kesalahan mereka yang di masa lalu.

Sedangkan untukmu…

setelah kau melepas gelang kaki,

kau bisa menjadi Nak, lalu menjadi biksu.

tataulang waktu oleh: - e i f a n s c l u b - subscene.com/u/1030893

Untuk pahala penahbisanku kali ini,

aku mau dedikasikan untuk setiap Naga

dan Nak Kham.

Tidak ada ikatan, tidak ada kekhawatiran.

Jadilah makmur dalam Dharma.

Dan semua orang juga.

Sathu.

Halo, aku Pampam Oppa.

Sekarang aku sedang berada di pameran kuil “Wat Nak Khum”.

Di mana milikku?

Ini.

Itu pacarku.

Tentu.

Enak.

Lezatnya.

Ini. / Terima kasih.

Terima kasih.

Yang ini enak.

Apa yang kau lakukan?

Drone siapa ini?

Punya ayah Kiddee. Dia membawanya hari ini.

Apa ini? / Keripik nasi bakar.

Keripik nasi bakar?

Boleh coba membuatnya?

Tentu.

Aku terus membaliknya? / Ya.

Astaga! Menakjubkan!

Seolah kau belum pernah ke pameran kuil. Apanya yang luar biasa?

Orang itu. Yang makan bakso di sana.

Di mana?

Keripik nasi bakarnya lebih manis.

First, karena ini aku di sini. Melihat bola api Naga asli.

Kenapa kau bersemangat?

Bola api, bukan lelaki.

Sungguh?

Apa?

Mereka mau bunuh diri. / Apa?

Mereka mau bunuh diri. / Di mana?

Di bebatuan yang kita datangi kemarin.

Ya.

Kenapa mereka lakukan ini?

Ayo bantu dia.

Ya. / Ayo.

Tenang, semuanya.

Jangan turun. Berbahaya.

Teman-teman.

Tenang. / Tidak.

Pak Tua.

Sampai jumpa.

Lagi? / Lagi?

Di sini, kakak.

Kuberikan padamu.

Yakin?

Aku merasa tidak enak.

Berikan saja padanya.

Ambillah, kakak.

Ini, Pam. Simpan saja.

Sebelum kau pergi, bawa ini ke Phra Aod

untuk menghormati patung Buddha di pintu masuk.

Ya.

Sudah kubilang dia tidak tua.

Biksu Muda.

Cut!

Ayo.

Wajahku.

Wajahmu kenapa?

Kau baik saja? / Ya.

Bohong.

Pergi.

Ayo.

Seperti itu.

Baik.

Bagus. Bagus. Bagus.

Biksu Muda.

Mau lihat ikan ular?

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.