All language subtitles for True to Love E13 [ID]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TRUE TO LOVE

TRUE TO LOVE

KARAKTER, ACARA, LOKASI, DAN KEJADIAN DI DRAMA INI HANYA FIKSI.

- Halo? - Suaramu kenapa?

Apa kau menangis?

Tidak.

Bukan begitu...

Kita sungguh pernah bertemu

di pernikahan.

Sekarang kau percaya.

Kenapa kau meneleponku?

Aku...

Jadi...

Saat kau merasa sedih atau bosan di malam hari,

saat kau membutuhkan pelukan gratis,

kau bisa meneleponku kapan pun.

Semoga tidurmu nyenyak.

Aku bilang kami seperti Mulder dan Scully.

Dia bilang kami seperti DiCaprio dan Kate Winslet.

Mau minum di tempatku?

Ada satu hal yang jelas.

Seperti yang dilakukan Mulder dan Scully,

aku tak ingin memintanya mendonorkan spermanya untuk punya bayi.

Apa itu?

Seperti DiCaprio dan Kate Winslet,

aku tak ingin dia mengawalku ketika aku menikah dengan pria lain.

Sebaliknya, aku ingin bergandengan dengannya ke pelaminan.

Lalu aku punya harapan

jatuh cinta dengan seseorang yang mungkin

akan mencintaiku apa adanya.

Aku berharap sesuatu yang seperti drama terjadi kepadaku.

PRODUSER PNB JUNG-EUN

Kau tahu?

Aku ingin memulai ulang.

Dalam proses restrukturisasi ini, fokus utamanya adalah...

Saksikanlah Kencan saat Siang hari ini!

Deborah telah kembali!

Aku kembali dengan segmen baru.

Aku kembali dengan "Jujur kepada Cinta".

Maukah kalian mendukung awal baruku?

PNB PENYIARAN PUNGNYEON

KENCAN SAAT SIANG

Sungguh?

Halo?

Aku akan siaran sebentar lagi.

Bagaimana ini? Aku sangat gugup.

Beri aku sedikit penyemangat. Doakan aku agar tak membuat kesalahan.

Kau mulai siaran hari ini, ya?

Tenang. Kau pasti bisa.

Lagi pula, kau genius.

Tak mungkin, apa kau lupa?

Kau mendorongku melakukan ini. Sekarang kau mengabaikanku.

Kau keterlaluan.

Kau terdengar baik-baik saja. Tak perlu khawatir.

Semangat! Kau bisa!

- Bo-ra, siaran dimulai dalam lima menit. - Lima menit.

Ada bunga untukmu.

Bunga?

Aku pasti bisa.

Baik, aku datang.

Dari siapa? Siapa penggemar nomor satumu?

- Apa ini untukku? - Ya.

AKU MENDUKUNG AWAL BARUMU DARI PENGGEMAR NOMOR SATU

Dia pura-pura lupa.

Di mana Yu-ri?

Kau belum mendengar? Dia sudah berhenti.

Suaminya akan bekerja di luar negeri, jadi, dia ikut pergi.

- Aku masuk. - Kau pasti bisa!

SIARAN BERLANGSUNG

Hubungan romantis, apakah itu sangat sulit?

Apakah kalian tak bisa jujur dan tulus dalam hubungan romantis?

Jika kalian masih merasa hubungan cinta itu sulit,

dengarkanlah Jujur kepada Cinta.

Sangat menyenangkan mendengar suaranya lagi, 'kan?

Bagi kita yang masih menganggap hubungan cinta sulit,

dia kembali ke Kencan saat Siang.

Dahulu dikenal sebagai pelatih kencan, sekarang?

Entah bagaimana kami akan memperkenalkannya sekarang.

Bisakah kau memperkenalkan diri?

Halo, Semuanya.

Sebelumnya dikenal sebagai pelatih kencan, saat ini...

aku kembali sebagai ikon perpisahan, aku Deborah.

Senang sekali bisa kembali!

Bo-ra, Bo-ra, Deborah!

Kau tak tahu betapa aku merindukanmu.

Terima kasih.

Deborah, aku sangat senang kau kembali.

Pendengar kami

benar-benar mengkhawatirkanmu selama kau pergi.

Bagaimana perasaanmu setelah kembali? Bisakah kau berbagi dengan kami?

Tentu.

Orang bilang kita belajar dari rasa sakit.

Aku tak percaya itu, karena tampaknya seperti yang ada hanyalah rasa sakit.

Tapi aku yakin aku belajar sesuatu melalui perpisahanku.

Aku bisa menemukan bagian diriku yang belum kuketahui.

Tentu saja, sangat sulit menghadapi sebagian diriku

yang tak kusukai.

Tetapi aku menyadari aku perlu belajar menerimanya sebagai bagian diriku.

Karena itu aku bisa mengatakan dengan pasti

bahwa aku telah tumbuh melalui cinta.

Saat aku sedang menderita, seseorang mengatakan ini kepadaku,

"Aku juga dicampakkan.

Tapi anggap saja itu pilek biasa.

Kau akan segera baik-baik saja."

Aku tak tahu pada saat itu, tetapi setelah dipikir-pikir,

memiliki seseorang di situasi yang sama dan berempati,

dan mendengar kata-kata itu

sangat membantuku.

Jadi, dengan harapan memberikan penghiburan semacam itu kepada orang lain,

aku mengumpulkan keberanian untuk kembali ke acara ini seperti ini.

Setelah diingat, aku belum berterima kasih kepada orang itu.

Aku ingin memanfaatkan ini untuk memberi tahu orang itu

bahwa ucapannya terasa sangat hangat dan aku sangat berterima kasih.

Juga, jika kalian sedang patah hati karena putus cinta,

aku ingin mengatakan ini kepada kalian.

Aku pernah mengalaminya.

Putus cinta itu seperti pilek biasa, itu bukan masalah besar.

Itu juga akan berlalu.

Kalian akan segera sembuh.

Kalian bisa meluangkan waktu untuk memproses perasaan menyakitkan itu.

Saat ini, pesan dukungan dan selamat

- masuk dan membanjiri kita. - Benar.

Pertama, 8854.

"Sungguh menyenangkan mendengar suara manis ini.

Deborah, aku sudah lama menunggu mendengar suaramu."

Terima kasih, 8854.

Ini dari 0501, "Kau sudah sembuh dari pilek, 'kan?

Deborah, jangan sakit lagi."

Ayo kita jaga kesehatan, Semuanya.

Lalu dari 9737.

"Aku tak percaya kau menjadi ikon perpisahan.

Tetap saja, terima kasih sudah kembali."

Terima kasih telah menungguku.

Baik.

Ada seseorang yang mengirimkan cerita pendek.

Ini sebuah cerita dari nomor telepon berakhiran 6958.

"Hai, aku penggemar lama Deborah.

Seperti Deborah, aku baru saja putus dengan wanita yang kucintai."

Dia pendengar pria.

"Aku mengalami masa-masa sulit setelah putus dengan pacarku.

Sampai kami putus, aku tak sadar betapa aku mencintainya

dan betapa berartinya dia bagiku.

Jadi, aku akan memberanikan diri dan memulai ulang.

Aku butuh dukunganmu, Deborah."

- Itu ceritanya. - Baik.

Kami akan melakukan telepon langsung dengan pendengar ini sekarang.

Bisakah kau terima teleponnya, Deborah?

Halo, 6958.

Halo, Deborah.

Senang sekali mendengar suaramu lagi.

Halo?

Halo?

Baiklah...

Pendengar 6958.

Kau bilang ingin kembali bersama mantan pacarmu.

Apa kau mengatakan perasaanmu kepadanya saat itu?

Tidak.

Aku dalam perjalanan untuk mengatakannya sekarang.

Tidak, jangan datang...

Maksudku, jangan pergi.

Karena...

kau tak tahu bagaimana perasaannya sekarang.

Dia mungkin sudah pindah hati. Jadi...

Mungkin begitu.

Tetap saja,

pasti ada cara untuk memenangkan hatinya.

Aku yakin kau bisa memberiku jawaban.

Tidak.

Tak ada jawaban.

Tak mungkin ada jawaban, bukankah begitu?

Seperti waktu tak bisa diputar kembali. Jadi...

Apa yang bisa kau putar kembali sekarang adalah mobil yang kau kendarai.

Aku tahu aku tak bisa membuat semuanya kembali normal.

Itu sangat menyakitkan,

jadi, aku mengingat waktu kami bersama.

Saat kami begitu bahagia bersama dan sangat saling mencintai.

Itu sesuatu yang tak berubah.

Aku memutuskan memercayai masa-masa itu.

Aku berasumsi bahwa Deborah

berbicara karena mencemaskanmu.

Karena mengatakan perasaanmu dengan terburu-buru kepada mantanmu

tak akan membantumu, benar?

Apa kau masih akan melakukannya?

Tentu saja.

Ada kutipan ini.

"Saat ada sesuatu yang cukup penting,

meski peluangnya tak menguntungkanmu, kau melakukannya."

Benar. Elon Musk mengatakan itu.

Aku tak bisa menghitung waktu atau peluangnya.

Karena aku menyadari apa yang sungguh penting.

Aku tak akan menyerah dengan mudah.

Jangan pernah menyerah.

Menakjubkan sekali!

Fantastis!

- Itu dia, 'kan? - Kurasa begitu.

Dia mengutip Elon Musk.

Apa dia sudah gila?

Apa yang terjadi?

Jika mantan pacarmu mengetahui betapa tulusnya dirimu,

aku yakin dia pasti akan berubah pikiran.

Aku pikir membiarkan dia mendengar siaran ini bisa membantu.

- Benar? - Mungkin.

Semoga kau beruntung.

Lalu terakhir, pendengar ini

meminta sedikit dukungan dari Deborah.

Bisakah kau memberinya dukungan?

Baik.

Semoga beruntung.

Setelah satu lagu, kami akan kembali dengan lebih banyak cerita.

Kau masih terlihat tegang.

Ya, sedikit...

Tak apa-apa. Santai saja.

Silakan menggila.

Kenapa kau tiba-tiba melakukan ini?

Bo-ra, mari kita...

mulai ulang.

Aku ingin kembali bersamamu.

Aku bisa saja langsung menolaknya.

Tidak, aku bisa saja menghindarinya sejak awal.

Tapi bagaimana aku bisa menjelaskan momen ini saat aku tak bisa melakukannya?

Gravitasi yang menahan hubungan kami sudah lama hilang.

Tapi tetap ada kekuatan momentum.

Aku tak bisa langsung berhenti setelah berlari.

Aku tak bisa langsung berhenti setelah mencintai.

EP 13 - PENTINGNYA WAKTU YANG TEPAT, COBALAH BERANI DULU

Apa kau suka bunganya?

Ya...

Apa ini darimu?

Tentu saja.

Siapa penggemar nomor satu Deborah selain aku?

Aku memesan khusus bunga ungu yang cantik.

Tentu saja, warna ungu tercantik adalah Yeon Bo-ra.

Sama seperti namamu.

Ju-wan.

Ucapanmu kepadaku...

Aku terus memikirkannya.

Kau bertanya apa aku ingin menjadi pria yang baik sampai akhir.

Kau benar.

Aku selalu ingin terlihat seperti pria baik dan orang yang baik.

Karena aku ingin menjadi pacar yang sempurna untukmu.

Aku bertingkah seolah aku orang baik.

Meski aku tahu aku tak begitu.

Saat itu, aku hanya melampiaskan amarahku. Jangan memikirkannya terlalu dalam.

Tidak.

Meminta maaf saat itu sulit.

Mengakui kesalahanku itu menakutkan. Jadi, aku menghindarinya.

Aku tak istimewa.

Aku hanya orang yang egois dan tak percaya diri.

Aku merasa seharusnya aku tak menjadi orang seperti itu di depanmu.

Aku berpura-pura tak begitu. Aku berusaha tak menunjukkannya.

Mungkin aku sudah muak dengan itu.

Kita semua begitu.

Tidak ada orang yang sempurna.

Kau sempurna.

Setidaknya, kau wanita yang sempurna bagiku.

Itu karena...

aku juga berpura-pura.

Aku bilang bahwa kau tak mengenalku dengan baik.

Benar.

Aku kira aku mengenalmu dengan baik.

Tapi sekarang, kau terlihat seperti orang yang berbeda.

Kurasa aku tak mengenalmu.

Itu sebabnya,

beri aku kesempatan

untuk mengenalmu lebih baik.

Setidaknya aku perlu tahu wanita seperti apa yang kucintai dahulu

dan yang putus denganku.

Omong-omong, apa kau yakin?

Mereka pacaran?

Tapi mereka jarang berbicara.

Itu hanya pura-pura.

Mereka tiba-tiba menjadi canggung, bahkan tak menyapa.

Itu lebih mencurigakan.

Ya, aku sudah menunjukkan catatannya.

"Dengan cinta."

Mereka bahkan punya julukan untuk satu sama lain.

Mereka menonton film berdua.

Halo, ini Penerbitan Jinlee.

Benar, kata Chun-woo dia melihat mereka minum kopi berdua hari itu.

Aku tak terkejut.

Dia dipekerjakan melalui koneksi.

Mereka minum kopi dan makan siang berdua.

Itu sudah jelas.

Terima kasih.

- U-ri. - Ya?

- Apa kau akan ke kantor Sang-jin? - Ya, apa kau butuh sesuatu?

Tidak, tak apa-apa.

Kalian dengar?

Perancangnya menelepon

dan ingin konfirmasimu soal draf yang direvisi

dan ingin kau mengirim surel ke alamat ini.

- Baik, terima kasih. - Tentu.

Sang-jin.

Hai.

Kau tak mendengar siarannya karena sedang di luar, 'kan?

Tadi aku khawatir akan ada komentar jahat, tapi reaksinya bagus.

Sekarang, kita tak perlu khawatir tentang publisitas.

Deborah itu. "Deborah, ikon perpisahan."

Dia langsung menerimanya dengan jujur.

Dia hebat.

Itu bagus.

Tahu apa yang lebih menakjubkan?

Firasatku cukup kuat soal berkencan.

Aku cukup hebat.

Dia menerima telepon langsung dari pendengar bernomor akhir 6958.

Dari ceritanya, aku pikir ada sesuatu yang terjadi di sini.

Jadi, aku memeriksanya.

Nomor terakhir telepon Deborah juga 6958.

Mantan pacar Deborah ingin kembali bersamanya.

Dia mengatakannya di siaran langsung acara itu.

Jika ini berjalan dengan baik,

itu sempurna untuk publisitas buku nanti.

Pemasaran cerita yang sempurna.

Itu hanya asumsi.

Lalu apa mengungkapkan cintanya dijamin berhasil?

Itu bukan hanya pengungkapan cinta.

Pengakuan sepenuh hati dari pria yang telah menyerah kepada cinta.

Itu hampir seperti sebuah drama.

Pemeran utama pria menyesal, tersadar,

menyatakan cintanya langsung, lalu kembali bersama.

Ini sangat romantis.

Wanita mana yang tak terbuai?

Bahkan jantungku berdebar.

Jadi, kapan kau rapat dengan Deborah?

Apa?

Besok.

Besok.

Kalau begitu, kita akan bicarakan besok.

Beli buket bunga besok sebelum rapat.

Aku seharusnya mengirim satu atas nama perusahaan.

Aku begitu sibuk hingga tak terpikirkan itu.

Ayolah.

Saat aku sibuk, kau seharusnya sudah mengirimkannya.

Kau sungguh tak peka...

Apa salahku?

Kita bisa memberikannya besok.

Dia tak menelepon sekali pun.

- Ya. - Kau selamat sampai di rumah?

Kau pasti lelah.

Kau mau makan siang bersamaku besok?

Sebagai teman. Makan siang tak ada salahnya.

Sayangnya tak bisa. Aku harus bekerja.

Kau membuat alasan untuk menolakku, 'kan?

Aku tak terbiasa dengan ini, jadi, aku bingung.

Aku menolak tawaranmu,

aku sungguh harus bekerja.

Baik, kalau begitu, ayo makan malam bersama.

Jika kau akan menolak ini juga, katakan di depanku.

Sampai jumpa.

Permisi.

- Aku ingin memesan. - Bo-ra.

Pesan roti panggang dengan stroberi di atasnya.

Pesan satu lagi untukku bersama pesananmu.

Pesan satu lagi untukku juga.

Belikanlah untuk mereka.

Lihat cara kalian berbisnis di sini.

Baiklah, untuk kalian berdua.

Lalu aku pesan dua Americano.

Baik.

Kenapa dua?

Kau ada janji hari ini?

- Halo. - Hai.

Apa kau dengar siaran kemarin? Aku rasa kau tak sempat karena pekerjaan.

Aku akan senang jika kau mendengarnya.

Aku mendengarnya.

Kau berterima kasih kepada seseorang.

Itu menyentuh.

Jika itu menyentuh, kau seharusnya bilang bahwa kau mendengarnya.

Aku terus menunggu.

Kalau begitu, apa kau juga mendengar bagian itu? Telepon langsung?

Ya.

Jadi, apa kau berbicara dengannya?

Dia datang ke stasiun radio, jadi, kami berbicara sebentar.

Jadi...

Kami berbicara dengan baik.

Selamat datang...

Bo-mi.

Kudengar kau bekerja di sini.

Bagaimana kabarmu? Lama tak bertemu.

- Apa kabar? - Hei.

Ayolah.

Kau bahkan tak mau berbicara denganku?

Kau menjadi lebih cantik, Bo-mi.

Kenapa kau tak meneleponku?

Aku merindukanmu.

Kau menjadi lebih cantik sejak terakhir kali aku melihatmu.

Bagaimana kau secantik ini?

Hadiah dari mantan pacarku.

Dijual dengan harga murah.

Kau bilang kau menjual ini murah karena sudah putus.

Ayolah, katakan sesuatu kepadaku.

Aku tak tahan dengan omong kosong menyedihkan ini.

Jika kau putus, itu berakhir. Jangan memaksa.

Apa kau tak malu?

Apa?

Kau sebaiknya menyerah.

Ini sudah terlambat. Tak ada yang akan berubah.

Siapa kau? Lalu kenapa kau mengatakan ini?

Sudahlah. Hentikan. Tak apa-apa.

Kau masih tak mengerti?

Aku pacarnya saat ini,

pacar mantan pacarmu yang tak mungkin bisa kau lupakan!

Tak mungkin. Kau pasti bercanda.

Jangan, Jin-ho. Hentikan.

Bukan begitu. Mengerti?

Apa kau cemburu?

Bo-mi sangat bahagia denganku. Jadi, bisakah kau enyah?

Hentikan.

Dia mantan pacar kakakku.

Apa?

Tak apa-apa, sepertinya sudah waktunya kita jujur.

Aku yakin kalian semua penasaran apa yang terjadi.

Aku akan mengatakannya.

Sebenarnya, kami pacaran.

Senang sekarang?

Maaf karena kami tak memberi tahu kalian.

Merahasiakannya itu sulit.

Setelah kami mengungkapkannya,

itu melegakan.

Kami akan menjadi pasangan yang baik. Aku meminta dukungan kalian.

Tentu.

Jin-woo, aku pesan kopi.

- Es kopi? - Ya.

Kenapa kau tak bilang akan rapat di sini?

Aku bilang aku akan menjemputmu.

Apa...

Apa yang kau lakukan?

Aku di sini untuk menemuimu, serta Jin-woo.

Halo.

Kita sudah berjabat tangan,

tapi belum berkenalan dengan benar.

Aku Noh Ju-wan.

Aku Lee Su-hyeok.

Kau tak meremas tanganku hari ini.

Aku dengar dari Bo-ra kau mengenalnya dari pekerjaan.

Saat mendengar ucapanmu hari itu,

aku kira kalian pacaran.

Aku sungguh menjadi waspada.

Aku salah mengira.

Ternyata kau hanya bersemangat tentang pekerjaanmu.

Aku sudah memesan restoran untuk makan malam kita nanti.

Kau akan terkejut jika kau tahu tempatnya.

Itu tempat yang biasa kita kunjungi.

Kau biasa ingin duduk di teras ketika cuacanya bagus.

Kami sedang berbicara.

Benar, kalian harus berbicara soal pekerjaan.

Aku akan membiarkan kalian bicara dahulu.

Aku juga harus menelepon seseorang.

Kau sebaiknya pergi.

Aku sedang sibuk.

- Apa? - Aku bilang pergilah.

Baik. Aku mengerti.

Aku akan bicara dengan Jin-woo.

Ayo pergi setelah selesai.

Kenapa kau datang?

Apa maksudmu? Apa aku tak boleh ke sini?

Jadi,

apa kau mencoba kembali bersama Bo-ra?

Yah...

Kau kelihatan sibuk.

Omong-omong, apa kau selalu melakukan pekerjaanmu seperti ini?

Seperti apa maksudmu?

Aku paham di Korea menggabungkan bisnis dengan kesenangan adalah hal yang umum.

Tapi itu biasanya mengarah ke pemborosan emosi yang tak perlu

serta kesalahan yang dapat dihindari.

Kau belum mengatakan maksudmu.

Kau sungguh berbelit-belit.

Aku baru akan mengatakan maksudku.

Apa kau mungkin...

menyukai Bo-ra?

Aku rasa aku tak perlu menjawab pertanyaan itu.

Benar, 'kan?

Apa mantan pacar berhak melakukan ini?

Aku tak punya hak itu saat ini.

Jika kau dengar siarannya, kau pasti sadar.

Aku akan kembali bersama Bo-ra.

Itu sebabnya aku bertanya kepadamu.

Untungnya, kau tak memberiku jawaban.

Jika kau mengatakan kau menyukainya,

aku akan memintamu berhenti.

Aku berniat memohon atau membujukmu.

Jangan tatap aku seperti aku pecundang.

Jika aku bisa memulai ulang dengannya,

aku bersedia menjadi pecundang yang lebih buruk.

Aku berniat mengawasimu dan membuatmu menyerah.

Tapi sekarang aku hanya memohon

agar kau berhenti membuat perasaannya terbuai.

Jadi, kau mengakui bahwa dia sudah terbuai?

Kau sudah tahu.

Saat seseorang mengalami putus cinta,

mereka bisa terbuai oleh seseorang yang menghibur mereka.

Tapi memanfaatkan kerapuhan itu

jelas tak adil.

Saat kami kembali bersama

dan menikah seperti yang kami rencanakan,

Bo-ra...

akan menderita karena merasa bersalah

bahwa perasaannya pernah terbuai. Aku tahu itu dengan baik.

Itu sebabnya aku memberitahumu ini.

Pertama, aku minta maaf.

Aku tahu itu bisa sangat menyesatkan.

Tolong biarkan aku menjelaskan.

Aku sama sekali tak kembali bersamanya.

Dia hanya ingin berteman.

Lalu...

Aku tak berencana menemuinya di sini...

Tidak, itu tak perlu.

Apa?

Kau tak perlu menjelaskan semuanya kepadaku.

Aku tak akan mencampuri hubunganmu, itu privasimu.

Aku hanya ingin tahu apa perlu ada perubahan

dalam rencana penerbitan bukumu selama rapat.

Aku hanya meminta konfirmasimu.

Baik...

Sekarang sepertinya

kita memang perlu membuat beberapa perubahan.

Mari kita akhiri rapat hari ini.

Aku...

Aku khawatir aku mengganggu kencanmu.

Kita rapat lagi nanti.

Ini untukmu dari perusahaan kami,

meskipun telat sehari.

Selamat karena sudah memulai ulang.

Acara radio dan hubunganmu.

Kau sudah selesai?

Hati-hati di jalan.

Masih ada banyak waktu sampai reservasi makan malam kita.

Bagaimana? Apa bioskop akan terasa canggung?

- Kau kenapa? Ini sangat kekanak-kanakan. - Apa?

Kau benar-benar tak sadar?

Aku sedang rapat soal pekerjaan.

Kenapa kau terus mengganggu?

Aku hanya... Sejak aku berkenalan dengannya,

aku tak ingin bertingkah seperti orang asing, jadi, aku menyapa.

- Itu membuatmu tak nyaman. - Aku tahu kau sengaja

untuk menyesatkan dia soal hubungan kita.

Menyesatkannya untuk apa?

Kau bilang dia hanya rekan kerja dekat.

Bukankah begitu?

Atau apa kau menyukainya?

Apa?

Jika kau tak bisa menjawab, tak apa-apa.

Dia juga tak bisa menjawab pertanyaan yang sama.

Jika kau juga tak bisa menjawabnya,

tak ada yang perlu dikhawatirkan, 'kan?

Baiklah.

Biar kutolak secara langsung. Aku tak bisa makan malam denganmu.

Aku pergi.

Aku menelan harga diriku dan berusaha.

Tapi kenapa sekarang?

Katamu kau membenciku. Kau muak dan lelah denganku.

Setelah itu berakhir, kau sedih? Kau cemburu aku bersama orang lain?

Benar. Dahulu aku benci.

Tapi aku masih tak bisa melupakanmu.

Memikirkanmu bersama orang lain membuatku gila!

Bo-ra.

Dengarkan aku.

Aku mencintaimu.

Tapi apa yang aku tak tahan sekarang

adalah kau terbuai oleh pria yang bahkan tak menyukaimu.

Kita seharusnya menikah saja saat itu.

Apa maksudmu?

Seperti katamu, aku tak mengenalmu dengan baik,

tapi aku tahu satu hal.

Kau tak mudah terbuai oleh seorang pria

yang memberimu sedikit kepastian.

Apa aku salah?

Itu benar, Bo-ra.

Jika kau melakukan ini, kita bahkan tak bisa menjadi teman.

Aku tak menginginkan itu sejak awal.

Bagaimana kita bisa berteman?

Haruskah kukatakan lagi?

Aku mencintaimu.

Bagaimana mungkin kita bisa menjadi teman?

Hei.

Bagaimana dengan Deborah?

Apa mereka kembali bersama?

Ya.

Itu luar biasa.

Baiklah. Ini bagus!

Apa kau mendengar suara itu?

Bunyi cetakan edisi satu, dua, dan tiga!

Ada apa dengan semua ini?

Bukankah kita seharusnya memilih akhir terbuka, bukan reuni?

Semuanya berbeda sekarang.

Aku tak suka akhir terbuka sejak awal.

Akhir bahagia yang terbaik.

Kau sebut ini akhir bahagia?

Akhir seperti ini?

Jika bukunya laris manis, apa semuanya berakhir bahagia?

Bukan itu maksudku.

Itu yang penulis inginkan.

Apa yang paling dia inginkan sejak awal?

Dia ingin mendapatkan kembali mantannya.

Lalu, berapa banyak pasangan yang tak putus cinta sebelum menikah?

Mereka pasti belajar sesuatu dari itu.

Lalu bersatu kembali lebih kuat setelah berpisah.

Ini memang akhir bahagia.

Jadi, kita harus mengubah rencana penerbitan buku Deborah?

Kau mendengarnya sendiri.

Aku sudah membuat rencana pemasaran dengan konsep saat ini.

Lalu untuk apa rapat itu?

Tidak ada yang bisa kita lakukan. Itu sudah terjadi.

Dia bersikeras bahwa dia bukan orang kolot.

Apa-apaan si kolot itu?

Omong-omong, U-ri.

Bagaimana menurutmu?

Maaf? Tentang apa?

Kenapa kau malah bertanya?

Dia harus berada di pihak pacarnya.

Apa? Pacar?

U-ri, kami semua tahu tentang kalian berdua.

Kalian berpacaran, 'kan?

Kau bisa memberi tahu kami. Itu bukan masalah.

Aku dan Sang-jin?

Ya.

Tidak.

Ayolah. Aku tak berniat mengungkitnya, tapi jujur saja,

kau dipekerjakan karena koneksi. Semua orang di sini tahu.

Itu benar.

Tidak, maksudku...

Omong-omong, kau tak keberatan?

Kau tahu Sang-jin pernah bercerai.

Seharusnya tak apa-apa.

Keluarganya sangat kaya.

Pemilik gedung dan presdir yang terlahir kaya.

U-ri, kau pasti terlalu sering menonton drama.

Kurasa kau suka cerita seperti Cinderella...

Bukan begitu. Ini salah paham.

Aku tak akan memaksamu menjawab,

tapi, U-ri, tolong jelaskan satu hal.

Kau tak akan menjadi karyawan purnawaktu sebelum Hyun-seok, 'kan?

Bagaimana aku bisa tahu itu?

Astaga. Apa semuanya sudah diatur?

Lalu, apa boleh melakukan ini?

Bukankah kita harus baik kepadanya?

Ini sungguh bukan seperti itu.

Bukan begitu.

Kalau begitu,

apa Sang-jin merayumu

dengan tawaran kerja purnawaktu?

Tidak.

- Sepertinya benar. - Kau bisa memberi tahu kami.

Beri tahu kami. Tak apa-apa.

Bukan begitu.

Itu yang dikatakan para karyawan?

U-ri tak bisa berkata apa-apa?

Sang-jin.

Kau selalu mengatakan,

"Lakukan hal yang bisa dikritik, bukan hal yang membuatmu malu."

Ini bukan itu, 'kan?

Kau tak melakukan sesuatu yang mempermalukan dirimu, 'kan?

Benar.

Jika mereka mendengar presdir terus merayunya,

mereka tak akan menyalahkan karyawan wanita karena meladeninya.

Baik, mari kita anggap begitu.

Apa-apaan itu? Bagaimana bisa itu solusinya?

Lalu aku harus bagaimana?

Dia baru memulai kariernya. Apa aku harus membiarkannya disalahkan?

Kalian boleh pulang.

- Ayo pergi. - Baik.

Aku...

Ada sesuatu yang perlu kujelaskan kepada kalian.

Itu hanya aku.

Aku yang menyukai Sang-jin.

Aku ditolak bahkan sebelum mengungkapkan perasaanku kepadanya.

Menurutku itu tak salah.

Karena kita tak perlu punya kualifikasi untuk menyukai seseorang.

Tapi sekarang aku berpikir bahwa aku mungkin tak punya kualifikasi.

Lalu, sebelumnya aku tak tahu kalau Sang-jin kaya.

Aku sungguh tak tahu.

Meski menurutku itu tak akan mengubah perasaanku kepadanya.

Itu bukan alasanku menyukainya.

Selain itu,

ada begitu banyak hal yang aku suka tentangnya.

Lalu aku sendiri,

aku lebih suka buku daripada drama.

Itu sebabnya aku dipekerjakan di perusahaan ini.

Buku favoritku

adalah Anne of Green Gables, Daddy-Long-Legs,

bukan Cinderella.

Biar aku bicara sebentar.

Aku harus menjelaskan sesuatu sebagai wakil presdir.

Di Penerbitan Jinlee,

seperti yang kalian tahu, kita telah menyewa staf bantuan kantor

dan posisi dukungan manajemen sepanjang tahun.

Karena itu, dalam proses mempekerjakan U-ri,

tak ada masalah prosedural sama sekali.

Untuk menjadi purnawaktu,

keputusan akan dibuat hanya berdasarkan tinjauan kinerja.

Selain itu, gosip kantor dan rumor yang tak berdasar

tentang rekan kerja kalian

jelas termasuk intimidasi di tempat kerja.

Lalu terakhir,

soal menyatakan cinta dan minta maaf,

saat kau berpikir sudah terlambat, itu sudah terlambat.

Itu saja.

Nikmati sisa hari kalian.

Sampai jumpa besok.

Sampai besok.

Ayo pergi, Sang-jin.

Dia terus melakukan semua hal keren.

Sampai besok.

U-ri.

Maaf. Aku sungguh menyesal hingga tak bisa menemukan kata yang tepat.

Aku kira kalian pacaran.

Kami kesal karena kami pikir kau membohongi kami.

Itu yang kami rasakan.

Pokoknya, tak ada alasan. Kami sungguh salah.

Sudah waktunya aku berkesempatan menjadi purnawaktu.

Aku jadi terlalu sensitif. Maaf.

Kau tak harus memaafkanku sekarang.

Tidak, aku memaafkan kalian.

Maaf, dan terima kasih.

Bagaimana kalau kita minum bir bersama?

- Aku yang traktir. - Tidak, ada kartu kredit perusahaan.

- Ayo pergi bersama, U-ri. - Aku akan beres-beres dahulu.

Apa kau sakit perut?

Apa itu gangguan pencernaan?

Aku tak tahu. Rasanya seperti gangguan pencernaan.

Mungkin aku makan terlalu banyak.

Benar.

Kau makan banyak roti panggang, wafel, stroberi, dan kue.

Kau bisa memenangkan kompetisi makan.

PEMBALUT

Kita beli apa?

Kola? Air soda?

Atau obat pencernaan?

Alat tes kehamilan ada di mana?

Kita punya tiga menit untuk berpikir.

Pikirkan harus bagaimana jika positif.

Apa maksudmu? Tentu saja kita...

Bukan tentu saja.

Melahirkannya atau tidak,

membesarkan bayi sendiri atau bersama-sama, kita harus putuskan.

Aku sudah membuat keputusan.

Ayo kita menikah.

Jangan impulsif. Pikirkanlah.

Aku akan memikirkannya juga.

Pikirkanlah. Aku sudah selesai.

Aku memang ingin menikahimu.

Jika lebih cepat, itu lebih baik bagiku.

Karena kita akan bisa bersama lebih lama.

Aku tak percaya aku menjadi seorang ayah.

Aku sungguh merasa berada di puncak dunia.

Luar biasa!

Ada apa?

Kau ragu-ragu tadi.

Kau ragu-ragu.

Tidak, aku sungguh senang.

Aku merasa seperti bisa terbang.

Saat sangat bahagia, kita bisa tiba-tiba mati rasa.

Sungguh!

Percayalah kepadaku.

Jadi, apa kau sudah membuat keputusan?

Aku tak tahu.

Aku seharusnya tak buncit memakai gaun pengantin.

Aku sangat bahagia!

Apa kau lapar lagi?

Ya.

Tapi bukan aku yang lapar.

Aku tak boleh membiarkan bayi kita lapar.

Tunggu.

Sayang, coba tebak...

Tidak.

Kenapa kau bilang tidak? Kau belum tahu.

Apa pun itu, tidak.

Tapi, ini bukan apa-apa,

kau tahu Sang-cheol, dia...

Aku bilang tidak!

Kau belum dengar semuanya. Apa aku tak boleh selesai bicara?

Aku bilang karavan tak boleh.

Kenapa? Sang-cheol menyuruhmu membelinya darinya?

- Bahwa itu murah? - Ya.

Tahu kenapa dia menjualnya?

Karena istrinya mengancam akan menceraikannya

jika dia tak menjualnya,

karena istrinya sudah muak.

Jika kau membawanya ke sini, kau pikir aku akan diam saja?

Astaga, kau ini.

Gim, kamera, patung, golf,

memancing, dan sekarang berkemah?

- Tapi... - Tidak.

- Tapi... - Aku bilang tidak.

Pokoknya tidak.

Baik, aku tak akan beli. Cukup.

Semuanya tak boleh...

Kau mendengarku.

Di mana ponselku?

Coba geser. Apa kau mendudukinya?

Aku tak tahu. Cari baik-baik.

Apa ada di bawah?

- Coba hubungi ponselku! - Baik.

Ketemu!

Kak!

Jadi, selama ini kau membiarkan Jin-ho tinggal di bawah?

Kau bisa memberitahuku, kenapa...

Kenapa?

Kenapa tak bisa memberitahuku?

Dia perlu menumpang sementara sampai mendapat tempat.

Jadi, aku hanya tak memberitahumu.

- Benar? - Ya.

Tapi menemukan tempat memakan waktu lebih lama dari yang kukira.

Pimpin jalan.

- Ke mana? - Kau tahu ke mana.

- Tapi... - Pimpin jalan.

- Privasi... - Cepat.

Apa ini?

Astaga...

Apa semua ini?

Entahlah.

Apa semua ini? Aku tak tahu.

Jin-ho, ini semua milikmu, 'kan?

Ya.

Kau akan terus berpura-pura?

Kapan kau akan berhenti berbohong?

Kau bohong soal apa lagi?

Ini seperti kalian berdua berpacaran.

Apa ada lagi yang tak kuketahui?

Apa ada gadis bersembunyi di sini?

Bo-mi.

- Apa? - Kau baik-baik saja?

Kau pasti terkejut.

Bayi kita baik-baik saja?

Tidak apa-apa.

Kau hamil?

Aku tak percaya ini.

BO-RA

Jangan.

Jangan angkat. Kumohon.

Lepaskan.

Jangan. Dia benar-benar akan membunuhku.

Ini tidak benar. Lepaskan.

Lepaskan.

Jangan beri tahu dia, atau kubanting ini.

Aku bisa membantingnya. Aku banting!

Jangan!

Sayang, letakkan ponselmu.

Ini sangat mahal.

Kumohon, Kak.

- Aku akan membantingnya. - Jangan!

Baiklah.

Aku akan bicara dengannya sebentar dan menutup telepon.

Agar dia tak menelepon lagi.

Apa itu cukup?

Berikan ponselnya dan pakai mode pengeras suara.

Berikan itu.

Hei.

Hei, aku seharusnya tak meminta wanita menikah keluar selarut ini, 'kan?

Kenapa? Kau butuh minum?

Bo-ra, cepat ke sini! Bo-mi hamil!

Apa yang dia katakan?

"Bo-ra, cepat ke sini.

Bo-mi wamil?"

Apa katanya?

Jadi...

maksudmu...

dia hamil?

Ayo keluar.

Tidak, aku tak mau pergi.

Jika tidak, kau mau apa di sini?

Ikut denganku.

Kak...

- Ayo. - Apa masalahmu?

Kenapa kau bersikap seolah aku berbuat salah?

Kau...

Hei, pergi dan bicaralah dengannya di rumah.

Kau sebaiknya ikut kakakmu.

Hei.

Tetap di sini.

Hei...

Mengejutkan sekali.

Apa-apaan itu tadi?

Kenapa kau kemari? Bermainlah di bawah seperti biasa.

Ayolah.

Kau mau aku yang pergi?

Aku hanya bermain gim dan terkadang menonton sepak bola.

Maaf.

Apa aku pernah mengeluhkan itu?

Kenapa kau berbohong kepadaku?

Kau terus berbohong kepadaku.

Bohong apanya?

Baiklah.

Aku akan menghentikan semuanya. Itu cukup, 'kan?

"Itu cukup"?

Bagaimana aku bisa memercayaimu sekarang? Jika kau sangat butuh waktu sendirian

hingga kau harus berbohong, kenapa menikah denganku?

Benar, karena aku yang memintamu.

Kau bahkan tak melamarku.

Kau menikahiku hanya karena aku minta, 'kan?

Itu sebabnya kau melakukan ini.

Sampai kapan kau akan bicara soal lamaran?

Apa kau mencintaiku?

Apa kau bahkan mencintaiku?

Katamu kau tak akan memercayaiku.

Itu benar.

Aku tak bisa memercayaimu lagi. Aku tak akan percaya.

Karena kau telah membuang kepercayaanku.

Di mana pria yang ingin kunikahi?

Pria yang menaruh ponsel dalam plastik agar tak melewatkan teleponku saat mandi.

Pria yang membiarkan bus terakhir pergi dan bersamaku sepanjang malam

lalu masih sedih saat pergi.

Pria yang terus membuat panggilan video

karena merindukanku saat aku belajar di luar negeri.

Itu pria yang aku nikahi.

Tapi sekarang, kau hanya...

Kau hanya pria yang egois dan tak peduli.

Hei, Yang Jin-woo.

Kau benar-benar telah berubah.

Apa kau menyadarinya?

Ya, kau juga.

- Apa? - Kau pikir kau tak berubah?

Kau selalu mengeluhkan apa pun ucapanku.

Kau benci dan melarang semua yang mau kulakukan.

Itu sebabnya aku tak bisa bilang apa-apa. Kau tak akan mendengarkan.

Aku begitu? Kapan? Tentang apa?

Apa aku salah? "Berhenti bermain gim.

Bersepeda itu berbahaya."

Lalu memancing? Kau benci semuanya!

"Golf? Pria sepertimu? Jangan berani investasi saham.

Kita cerai jika kau beli mata uang kripto."

Lalu apa yang boleh kulakukan?

Apa aku hanya boleh bekerja?

Kerja, pulang, tak ada waktu untukku sendiri?

Aku butuh waktu sendirian.

Hanya sedikit waktu sendirian,

aku hanya butuh sedikit.

Apa yang kulakukan salah?

Lalu bagaimana dengan kita?

Apa? Kita kenapa?

Apa kita pernah menghabiskan waktu bersama?

Jin-woo.

Di pagi hari, kita buru-buru dan seharian sibuk bekerja.

Setelah makan malam dan mandi, kita hanya tidur.

Tapi kau mengeluh kau tak punya waktu sendirian untuk dirimu sendiri.

Kau tak peduli tak punya waktu bersamaku?

Kurasa begitu, tapi aku peduli.

Jika kau mengatakannya seperti itu...

Kita akan bersama

selama sisa hidup kita, jadi...

Apakah begitu?

Jadi, itu yang kau pikirkan.

Jadi, kau terus membohongiku karena aku akan memarahimu,

kita tak bercinta karena bisa melakukannya kapan saja.

Kita akan bersama seumur hidup, jadi, kau menunda waktu bersamaku.

Aku adalah prioritas terendahmu.

Jadi, kau berpikir begitu.

Omong-omong,

siapa bilang kita akan bersama seumur hidup?

Apa maksudmu?

Aku hanya ingin tahu

apakah hidup bersama seumur hidup seperti ini sungguh berarti.

Itu terlintas di pikiranku.

Hei! Kenapa kau...

Aku akan tidur di tempat lain.

Izinkan aku menginap malam ini.

Maaf, Jin-woo. Ini semua salahku.

Kau seharusnya memberitahuku. Kau berbohong dan membuat semuanya kacau.

Matikan lampunya.

- Selamat tidur. - Selamat tidur.

Halo, Bu Yeon.

- Hai, U-ri. - Biar kuantar ke ruang konferensi.

Pak Han. Bu Yeon sudah datang.

Baik.

U-ri.

Ya?

Apa kau baik-baik saja?

Apa? Kenapa?

Tidak, aku hanya...

Aku mengkhawatirkanmu.

Kau sudah bicara dengan rekan kerjamu?

Kuharap kau tak merasa tak nyaman di dekatku.

Mereka sudah minta maaf dan kami membereskan kesalahpahamannya.

Aku baik-baik saja.

Aku berutang maaf kepadamu.

Seharusnya aku tak membuatmu tak nyaman dengan mengungkapkan perasaanku.

Tetapi kau tak perlu khawatir tentang itu.

Itu tak akan pernah terjadi lagi.

Aku sudah membereskan perasaanku.

Lalu aku tak apa-apa.

Aku permisi.

Kita mulai rapat dalam sepuluh menit.

Aku punya sesuatu untuk didiskusikan dengannya dahulu.

- Baiklah. - Baiklah.

Kira-kira, kapan aku bisa menerima draf?

Saat ini, aku membutuhkan agenda yang jelas.

Tapi kau tak mau membagikan drafmu,

jadi, sulit untuk membuat kemajuan.

Tinggal bagian akhir yang tersisa.

Aku butuh waktu untuk memikirkannya.

Jadi, kau tak yakin dengan tenggat waktunya. Itu maksudmu?

Ya.

Saat seorang penulis tak bisa memutuskan akhir cerita,

sering kali itu karena akhirannya tak meyakinkan bagi pembaca.

Jika tak meyakinkan bagi dirimu sendiri,

bagaimana kau bisa meyakinkan pembaca?

Kau sudah keluar dari mobil usang,

tapi berusaha memperbaiki dan menaikinya lagi, akhir bahagia.

Itu bukan akhir yang meyakinkan.

Sangat mudah untuk mengkritik secara destruktif.

Bagaimana aku harus mengubah akhir ceritanya?

Keluar dari mobil usang, lalu tertabrak yang lebih usang?

Atau aku menjual mobil usang dan membeli Mercedes.

Lalu ternyata itu buangan?

Aku benar-benar hancur? Dibodohi? Ditipu?

Akhir ceritaku jauh lebih baik dari itu.

"Mobil yang lebih usang"?

"Mobil buangan"?

Kenapa? Kau pikir kau Mercedes?

Jadi, kau hanya menunjukkan sisi kiri wajahmu yang kau suka,

makan naengmyeon yang tak kau suka, pura-pura menyukainya,

pura-pura kau bahagia menjadi putri Negeri Ayam,

apa itu sungguh akhir yang kau inginkan?

Kau menyebut dirimu genius. Ternyata tidak.

Kau bilang kau mengikuti instingmu.

Kau tak hanya tak jujur dengan orang lain, tapi juga dengan dirimu sendiri.

Atau kau tak tahu apa yang kau inginkan.

Kau ingin bilang aku menyedihkan?

Kau ingin menghinaku dengan bilang aku dangkal?

Tapi tahukah kau apa yang sungguh menyedihkan?

Saat kudengar seseorang tak membenciku, kupikir, "Apa dia menyukaiku?"

Memiliki delusi itu,

tak tahu itu hanya harapan palsu.

Siapa yang kau bicarakan?

Saat kau baik kepadaku, kau hanya bersikap baik dan ramah.

Saat memberi pelukan, itu pelukan gratis.

Saat kau menciumku, itu sebuah kesalahan?

Saat mengungkapkan perasaanmu tentangku, itu hanya akting. Benar?

Siapa yang tak jujur di sini?

Apa aku berciuman sendiri?

Bukankah kita sepakat itu karena kita berdua?

Lalu siapa yang lebih dahulu bilang itu kesalahan?

Kalau begitu, kenapa kau mengundangku ke tempatmu?

Apa kau tak tahu apa artinya itu?

Kau mengujiku untuk melihat apa aku akan menerima undanganmu.

Aku tak mengujimu!

Jika bukan, lalu apa?

Kau tak akan menelan harga dirimu.

Kau tak bisa melakukan hal yang akan membuatmu malu.

Kau tahu?

Entah apa yang ada dalam hatimu yang luar biasa itu,

tapi jika tak bisa mengungkapkan perasaanmu, jangan tunjukkan sejak awal.

Karena itu hanya membuat orang yang disesatkan merasa bodoh.

TRUE TO LOVE

Aku sudah bilang tak mau.

Kubilang aku menentang Deborah sejak awal.

Halo? Apa ini "anak kecil"?

- Apa? - Jangan kembali bersamanya.

Kau tak akan ingat apa pun karena mabuk berat.

Karena mencintainya, kau menikahinya.

Karena hamil, kau melahirkan, kau akan hidup begitu?

Kau pikir aku menyedihkan, 'kan? Jin-ho tidak.

Dia bilang aku bisa.

Jin-ho, jangan katakan kepadanya aku di sini.

Kau tak perlu jemput Kak Yu-jeong?

Aku harus pikirkan bilang apa setelah minta maaf.

Jika tak kulakukan dengan benar, itu bisa lebih serius.

Maaf aku selalu terlambat.

Selain permintaan maaf, kau tak ingin menyampaikan sesuatu?

Aku sangat menyukaimu, Su-hyeok.

Kau tahu seperti apa rasanya?

Semuanya berantakan.

Tetap tak ada yang mau kau katakan?

Terima kasih sudah menepati janji akan membiarkanku mencampakkanmu.

Bo-ra.

Maukah kau menikah denganku?

Terjemahan subtitle oleh Sudirman Lius

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.