Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
Itu mereka!
Bersiap.
Dua tahanan lagi masuk!
Bersiap masuk!
Tetap di posisi!
Pelan-pelan!
Amankan gerbang!
Tahanan jalan!
Hebat. Tahanan lainnya.
Jangan tersinggung, kau tampaknya baik.
Mari kutunjukkan sekeliling. Biar paham situasimu di sini.
Ini ember tempat pipis kita membeku. Dan, ya, cuma itu.
Siapa namamu, Nona?
Itu Holga. Aku Edjin. Dan kau?
Aku sering masuk banyak sel. Tak pernah satu sel dengan wanita.
Sepertinya aku akan suka.
Nasihat, Holga tak suka diganggu saat dia lagi makan kentang.
- Itu sangat penting. - Diam kau!
Tentu. Coba saja.
Agak pemalu?
Aku tak terlalu buruk setelah kau mengenalku.
Jangan seperti itu.
Kita bisa sangat senang...
Aku akan lakukan ini tanpa jari dan menjadikannya sarung tangan.
Siapa yang mau kubuat terkesan?
♪ Bukan mencari keberuntungan ♪ ♪ Bukan juga takdir Tuhan ♪
♪ Mendekati hukuman mati ♪ Dengan Jus anggur ♪
♪ Dengan anggota pasukan ♪ Kita minum dan menari ♪
♪ Penuhi gelasnya ♪ ♪ Dan mabuk hari ini ♪
Hei! Berhenti bernyanyi!
Baik, Tobias.
Ada dewan pembebasan bersyarat besok.
Jangan terlalu berharap, Ed.
Apa maksudmu?
Jarnathan ada di dewan kali ini. Dia seorang Aarakocra.
Dia bisa bebaskan kita.
Tak akan terjadi.
Dengar, Holga. Ini hari terakhirmu memecah es.
Atas otoritas Aliansi penguasa,
Dewan pembebasan bersyarat memerintahkan
dalam kasus Edgin Darvis dan Holga Kilgore
Ini tahun kedua penahanan atas kejahatan
pencurian besar-besaran dan penipuan.
Tugas dewan ini menentukan layaknya kalian untuk diampuni.
Apa tanggapanmu?
Terima kasih, Kanselir Anderton. Para anggota dewan terhormat.
Sebelum kumulai, kuperhatikan jika Kanselir Jarnathan tak hadir.
Haruskah kita menunggu?
Kanselir Jarnathan tertunda karena badai. Mulai saja.
Baik. Tapi kami sangat mengandalkan dia hadir.
Mulai atau lepas pernyataanmu.
Baik.
Aku harus mulai dengan memberi beberapa konteks.
Kalian mungkin kaget tahu jika aku dulu bukan pencuri.
Dulu aku anggota faksi Harper.
Jaringan mata-mata yang bersumpah melawan tirani,
membela yang tertindas, dan tak minta imbalan.
Istriku, Zia, mendukungku. Meski dia tahu risikonya.
Di siang hari, aku menguping tentara bayaran,
menghentikan bandit di jalur mereka.
Dan bahkan mengadili Penyihir Merah Thayan.
Di malam hari, aku pulang ke istri tercinta, dan putriku, Kira.
Jujur, ada kalanya kuragukan sumpah tanpa imbalanku dulu.
Tapi istriku selalu bilang,
"tak perlu beri kami segalanya, cukup dirimu."
Jadi apa kabar terbaru dari Jarnathan?
Dia sudah dekat? Aku bisa menunggu.
- Kau tak dengar kami tadi? - Benar, ada badai.
Setahuku dari Jarnathan, dia akan menerima ceritaku.
Aku tak mau lagi menunggu setahun kembali kemari dan...
Lanjutkan.
Baik. Ini dia.
Saat kau anggota Harper, kau pasti punya musuh.
Kadang musuh itu datang balas dendam.
Tak ada paderi mampu mengobati kerusakan dari pedang Penyihir Merah.
Tak ada cara untuk menghidupkannya kembali.
Saat Zia meninggal, begitu pula pengabdianku pada sumpahku.
Maaf, sulit untuk mengingat kembali ini...
- ...tanpa Jarnathan di sini. - Itu lagi?
Tapi dia melewatkan bagian terpenting dari cerita latarku!
Bagaimana dia bisa menilaiku tanpa mengetahui motivasiku?
Kami mampu memutuskan kasusmu tanpa Jarnathan.
- Langsung saja! - Baik. Sampai di mana tadi?
Malam hari, aku pulang ke istri tercinta, dan putriku Kira.
Kau mundur terlalu jauh. Berhenti mengulur waktu!
Benar, maaf. Terlalu melebar.
Beberapa bulan berikutnya termasuk yang paling memalukan bagiku.
Saat itu aku bertemu Holga.
Dia kasihan padaku.
Dia kasihan pada bayinya.
Holga adalah sesama penduduk dasar batu.
Bertahun-tahun lalu, diusir sukunya karena jatuh cinta pada orang luar.
Kami dengan cepat seperti kakak dan adik.
Dengan hubungan berdasarkan kepercayaan dan saling hormat.
Kami tak punya uang atau cara jujur cari nafkah,
jadi kami abaikan kejujuran dan mencoba hal baru.
Sungguh memabukkan saat kau sadar
yang memisahkan keinginanmu
cuma setipis kaca.
Kalian mungkin heran bagaimana kami bisa jalani
gaya hidup kriminal ini dengan gadis muda di rumah.
Kami tidak meninggalkannya di rumah.
Cepat! Lari!
Bukan cuma Kira kami rekrut.
Ada Simon, penyihir biasa,
dan Forge si penipu. Yang mendorong kami mengincar lebih tinggi.
Tak lama kemudian, kami jadi tim.
Kami pencuri, tapi aku mencoba menahan kami di standar tertentu.
Kami tak pernah mencelakai siapapun.
Kami cuma merampok yang tak merasa terdampak.
Tapi semua berubah saat kami bertemu penyihir Sofina.
Kami hampir tak tahu apa-apa soal dia.
Dia minta bantuan kami merampok Gudang Korinn.
Itu benteng Harper. Entah kalian pernah dengarnya.
Aku yakin Jarnathan pernah.
Gudang itu penuh relik tak ternilai yang disita dari pelaku kejahatan.
Dan cuma Harper yang punya akses ke lemari besi.
Karena itu Sofina mendatangi kami.
Awalnya, aku menolak. Aku tak serendah itu.
Tapi kata Forge di Gudang Korinn ada Tablet Kebangkitan.
Mampu menghidupkan kembali satu orang mati.
Bahkan satu orang yang terbunuh oleh pedang Penyihir Merah.
Kalian mungkin bisa mengerti ke mana arahnya.
- Kenapa aku tak boleh ikut? - Maaf, Kira. Ini berbahaya.
Kau tak harus pergi.
Semua yang kita butuhkan ada.
Belum. Tapi ini yang terakhir.
Percayalah.
Tegarlah. Kami segera kembali.
Aku tak bilang soal tablet itu.
Hatinya akan hancur jika ternyata itu omong kosong.
Dan, itu tak berjalan lancar.
Sampai jumpa segera, Sayang.
Penyusup!
Mereka di sana!
Kita tak menyakiti orang.
Dia terjebak Time Stop! Lawan, Simon!
Aku tak bisa. Sofina terlalu kuat.
Ambil tabletnya. Jaga Kira.
Pegang janjiku.
Meski dewan ini menghukumku 2 tahun atau 20 tahun,
itu tak cukup untuk kejahatan terburukku.
Merampok putriku dari ayahnya.
Tapi jika kalian membebaskanku, akan kucoba menebus semua itu.
Ada yang mau ditambahkan?
Tidak.
Sebelum kalian memutuskan, kumohon menunggu...
- Jarnathan! - Maafkan keterlambatanku.
- Sanggat senang melihatmu! - Minggir!
- Holga, sekarang! - Pengawal!
Lepaskan aku, Tuan!
Dia melempar kentang!
Jarnathan!
Tapi kami menyetujui pengampunanmu!
Terbang, burung, terbang!
Dia masih bernapas.
Sudah kubilang dia akan mengeluarkan kita!
- Subtitle by RhainDesign -
Ada tanda-tanda Kira?
Sudah lama kosong.
Ke mana Forge membawanya?
Dia tak keluar dari Sword Coast. Forge selalu suka kota.
Makan malam untuk kau dan istrimu?
- Tidak. Dia bukan istriku. - Aku dengan dia?
- Dengan bibir itu? - Menjijikkan. Minuman saja.
Kita naik perahu ke Gerbang Baldur lalu menuju ke utara.
Selagi kita cari Forge, aku akan mengunjungi Marlamin.
Yakin mau melalui itu?
- Bagaimana jika dia tak mau bicara? - Ini bukan soal keinginannya.
Ini soal kepastian.
Dia mengirimimu surat, menjelaskan dia bukan suamimu lagi.
Bukankah itu kepastian?
- Kau tak mengerti. - Memang tidak.
Aku jelas tak mengerti.
Itu...
Bajingan.
Forge adalah Lord Neverwinter.
Bagaimana si badut itu bisa?
Selama Kira bersamanya, aku tak peduli.
Ayo.
- Terima kasih. - Kenapa dengan bibirku?
- Kebesaran untuk wajahmu. - Apa?
Banyak orang suka bibirku.
Aku belum pernah melihat tempat ini begitu ramai.
Pasti datang untuk Pertandingan High Sun.
Ayahku membawaku ke pertendingan terakhir sebelum itu dilarang.
Ada yang menang?
Satu kontestan mencapai final sebelum monster memakan tubuhnya, jadi...
Tidak.
Senang melihat Forge tak kehilangan cita rasa elegannya.
- Sudah berapa lama? - Dua tahun.
Berapa lama kita menunggu di sini?
Ayah.
Holga?
Kira.
- Aku sangat merindukanmu. - Halo, Bug.
- Kemari. - Hai.
Aku memikirkanmu tiap hari.
Kubuatkan ini.
- Apa ini? - Sarung tangan!
Terima kasih.
Kau baik-baik saja?
Paman Forge sangat baik padaku.
"Paman", Forge?
Ayo. Dia mau menemui kalian.
Aku masih memakai liontin yang kau berikan, Holga.
Aku pakai untuk menyelinap di sekitar kastil.
- Aneh kau di sini. - Hei, Kira, dengar.
Aku mau kau tahu aku sungguh minta maaf atas apa yang terjadi.
Kuambil risiko.
Dan itu tak terbayarkan.
Kenapa kau terlihat marah padaku?
Karena kau bertingkah seolah itu bukan salahmu.
Mereka di sana!
Teman-teman lama.
Kejutan luar biasa. Mari.
Aku melihat uban?
Ya. Aku suka.
Tak elok, tapi berwibawa.
Kau terlihat seperti... Seperti apa kau?
Kau terlihat seperti nelayan yang banyak baca rahasia.
Dan Holga.
Aku tahu kau tak suka pelukan.
Tapi aku butuh.
Tahun-tahun terakhir ini pasti buruk. Tapi kupikir kalian ditahan lebih lama.
Kami bebas lebih awal.
- Perilaku baik. - Ya, berperilaku baik.
Begitu.
Baik, selamat datang kembali.
Ini melepuh. Sangat panas.
Sekali lagi.
Kira, ingatkan staf dapur. Tak perlu sepanas ini.
Tehnya panas. Jadi, bagaimana bisa kau jadi Lord Neverwinter?
Baik. Sebelum kalian di penjara, kau memintaku menjaga Kira.
Aku tak terlalu memikirkannya saat itu.
Tapi ada masa saat kutatap matanya, aku tahu harus jadi pria lebih baik.
Aku tak bisa kembalikan harta yang kita curi, saat Lord Neverember sakit,
kuambil kesempatan mencoba buat perbedaan.
Uang dari Gudang Korinn membuka jalan bagi kampanyeku.
Tapi dengar ini. Aku tidak bisa sendiri.
Dan ini dia!
Kalian ingat Sofina.
- Kau masih kerja dengannya? - Gara-gara dia kita tertangkap.
Tidak benar. Tanpa dia, kita semua tertangkap.
Sejak itu, dia jadi penasihat utamaku.
Tehnya hangus, maaf. Sangat panas.
Sofina.
- Kau tak keberatan... - Tentu.
Bagus. Terima kasih.
Aku tak tahu kau mau celupkan jarimu.
Jadi, kusimpan untuk nanti.
Berikan tabletnya, lalu Kira, Holga, dan aku segera pergi.
Tentu itu alasannya kau kembali.
Bukan untukku. Tapi demi Tablet Kekayaan itu.
Kekayaan?
Tidak, itu Tablet Kebangkitan.
Maaf, apa?
Alasan kenapa aku menyetujui pencurian itu.
Itu yang dia bilang? Aku pergi meraup kekayaan?
Aku jujur. Dia berhak tahu.
Dia membohongimu, Kira.
Aku mau menghidupkan ibumu kembali.
Ed, ayolah. Aku tahu kau mau minta maaf padanya.
Tapi bukan dengan berbohong.
Kau pengkhianat!
Kau tahu betul yang dia kejar.
Kenapa kau tak bilang jika untuk Ibu?
Karena aku tidak ingin kau kehilangan dia lagi jika aku gagal.
Tapi jangan menyalahkannya karena tidak memercayaimu.
Lagipula,...
....kalian berbohong sejak masuk di ruangan ini, bukan?
- Kalian kabur? - Kami mencoba kembali padamu, Bug.
Kira, lihat aku.
Sumpah itu Tablet Kebangkitan.
Kulakukan untuk Ibu, untuk kita semua. Percayalah.
Kau memintaku memercayaimu saat kau meninggalkanku.
Kira, tidak, tunggu! Kira!
Beri dia waktu.
Dia sudah bertahun-tahun membencimu karena tak ada.
Dan bertahun-tahun kau meracuni dia menentangku.
Itu tidak benar.
Kami sangat jarang bicara tentangmu.
- Berikan yang dia cari. - Tabletnya?
Aku tak bisa mengembalikannya.
Atau putrimu, dalam hal ini.
Bajingan!
Kalian terperosok dalam lantai!
Aku benci melihat itu.
Sofina penyihir yang sangat, sangat kuat!
Harusnya belajar dari terakhir kali dia menjebak kalian.
Kau sejak awal mau kami tertangkap.
Tidak, aku mau kalian dan Simon tertangkap, tapi dia berhasil kabur.
Bertahun-tahun bersama, dan kau mengkhianati kami demi penyihir ini?
Jangan pernah percaya penipu.
Ingat. Kira sangat bahagia di sini. Aku menyayanginya seperti putriku.
Aku tak pernah tertarik jadi ayah sampai saatnya.
Tapi orang lain mengidolakanmu dan kau bisa membentuknya.
Ini mirip dewa!
Tunggu, aku dewa dan Lord. Aku sungguh tak masalah!
Blackwood?
Bisa kembalikan mereka ke penjara?
Pastikan untuk ambil hadiahnya.
Aku harus pergi.
Aku menunggu dua orang terkaya dari Gerbang Baldur dan Waterdeep
untuk membahas Pertandingan High Sun, yang di adakan kembali!
Jadi itu penting, bukan?
Sungguh menyenangkan melihat kalian berdua.
Holga! Holga! Holga!
Bunuh keduanya.
- Kita keluarkan dia dari sana. - Itu pasti.
Tapi kita perlu memikirkan diri kita sendiri sekarang.
- Ya, kau pasti bisa, kan? - Aku tahu kau tak bisa.
Berlutut.
Senjata keren.
Itu buatan Ghelryn Foehammer?
Bagaimana kau tahu?
Ukiran di tangkainya.
Bagaimana beratnya? Itu menangkis?
Ini baja gelap.
Bagus sekali.
Sekarang tundukkan kepalamu.
Tunggu!
Kau bersihkan dengan apa?
Kau akan kehilangan kepalamu.
Ini yang kau khawatirkan?
Jika kau tak keberatan.
Minyak biji rami rebus. Sekali sebulan.
Harusnya seminggu sekali. Karena itu agak karatan.
- Baik, penggal saja. - Penggal saja. Ayo.
Tangkap dia!
Hentikan dia!
Kami menangkap mereka!
- Sebelum kita tinggalkan kota... - Olesi minyak biji rami rebus, aku tahu.
Tok, tok.
Aku mau memastikan kau baik-baik saja.
Aku tahu aku akan bertemu dengannya lagi suatu hari nanti.
Aku cuma berharap itu berbeda.
Kau harus mengerti saat dia kehilangan ibumu, dia seperti kehilangan dirinya.
Kenapa dia bohong soal tablet itu?
Mungkin dia malu mengakui sudah menyerah.
Aku mungkin harus bicara dengannya.
Apa?
Dia sudah pergi, Sayang.
Kuberi dia Tablet Kekayaan dan...
Dia pergi.
Holga juga?
Maaf.
Kau harus tahu meski dia tak ada untukmu, aku selalu ada.
Aku tahu.
Kau melihat kebaikan diriku, membuatku percaya itu ada.
Kita bisa menembakkan panah berisi pesan ke kamarnya.
- Bagaimana jika kena dia? - Itu risiko yang harus kita ambil.
Membunuh putriku dengan panah? Tidak.
Meski sampai, dia tak akan ikut. Dia menganggap Forge ayahnya.
Kita harus masuk ke kastil itu dan membawanya keluar.
Itu gila, Ed.
Kastil Never lebih ketat dari Gudang Korinn, dan kau tahu.
Kita butuh tim.
Tim? Siapa yang mau membantu kita?
- Kita tak bisa bayar mereka. - Ya, tapi Forge bisa bayar.
Dia bilang orang-orang kaya datang bertaruh di Pertandingan High Sun.
- Banyak uang di lemari besi itu. - Ya.
Belum lagi tabletnya.
- Lalu Kira akan tahu jika... - Kita pergi untuk alasan tepat.
Aku takkan mengatakannya seperti itu, tapi, semacam itu.
Siapa yang kita rekrut untuk tim ini?
Aku mau tahu apa Simon masih di Triboar.
Simon penyihir payah.
Kita belum melihatnya dua tahun. Aku yakin dia semakin jago.
Tak ada yang bisa menahan lilin untuk trik ini.
Bagaimana kalau ini? Kalian suka bau rumput baru dipotong?
Kalian cium bau itu? Rumput baru dipotong.
Anakku berusia lima tahun mampu melakukan sihir itu.
Tapi dia bisa melakukan ini?
Dia belum membaik.
Bukan karena itu dia ada di atas sana.
Cukup sulit untuk jadi sedikit buram seperti ini.
Siapapun bisa sangat buram. Tapi agak buram, di situ sihirnya.
Itu...
- Apa? Apa yang... - Hei!
Dia mengutil kita!
Ini tak seperti perkiraan kalian. Itu bagian dari sandiwara.
Dia bohong.
Kejar dia!
Mantra perisai!
Itu bukan mantra perisai.
Aku tak suka acara sini.
Mati saja kau!
- Simon? - Holga!
- Tinggal untuk lagu terakhir? - Keluarkan aku dari sini.
Aku bisa saja memperingatkan kalian jika Forge itu bajingan.
Setelah dari lemari besi, Sofina mau membunuhku dan dia diam saja.
Gosipnya dia buat Lord Neverember sakit untuk buka jalan bagi Forge.
Sihirnya ada di tingkatan lain.
Jangan remehkan dirimu. Kami menonton pertunjukanmu.
Ya, kau bisa menyerangnya dengan trik rumput yang baru dipotong itu.
Itu lucu.
Aku tak salahkan kalian menyelamatkan Kira, dan aku suka ide menjatuhkan Forge.
Tapi merampok Kastil Never tidak sepadan risikonya.
Merampok penontonmu sepadan?
- Seberapa miskin kau? - Sangat miskin.
Aku mau tidur di teater malam ini, tapi kini itu terasa gegabah.
Jadi?
Kita tahu sihir misterius macam apa yang lindungi lemari besi itu?
- Kita akan cari tahu! - Caranya?
Kau mau menyelinap lewati seluruh Pengawal Kastil?
Aku? Tidak. Druid mungkin, Wild Shape.
Mereka bisa keluar masuk tanpa terdeteksi berwujud tikus atau...
Rusa.
Ya, rusa! Itu akan berbaur dengan rusa lain di kastil.
Jangan mengejekku.
Di mana kita bisa menemukan druid?
Aku kenal seorang druid. Doric.
Dia langka.
Kedengarannya romantis.
Ya. menurutku begitu.
Tapi dia menganggap minderku tak menarik.
Bukan daya tarik terkuatmu.
Terima kasih.
Atas nama Forge Fitzwilliam, tawanan ini dihukum mati cincang.
Karena kejahatan telah menghina pemimpin kita.
Emerald Enclave tak akan pernah mengalah!
Keadilan tak bisa dibunuh!
Atas perintahku.
- Doric-mu agak radikal. - Siap?
Tidak, itu bukan Doric.
Pindah!
Bunuh dia!
Pindah!
Maju!
Itu dia.
- Apa itu? - Itu beruang burung hantu.
- Setinggi apa tempat ini? - Di atas sini.
- Diam di tempat! - Tunggu! Ini aku!
- Simon. - Simon siapa?
Simon Aumar. Si penyihir.
Aku merayumu.
Kau bian aku membuatmu sedih.
Bukan karena aku. Tapi dari diriku yang dulu.
- Ya. - Ya.
Ngapain kau di sini?
- Kami butuh rusa. - Kami tak butuh rusa.
Kami mau menjatuhkan Forge Fitzwilliam.
Jadi, bagaimana kau bisa tinggal di sini?
Aku lahir dari manusia yang memutuskan tak mau anak yang mengikat.
Para Wood mengasuhku.
Aku bergabung dengan Emerald Enclave untuk melindungi mereka.
Itu juga alasan kami bergabung.
Cuma kau bisa masuk kastil tak terlihat dan beritahu apa yang kami hadapi.
Seperti yang kau duga, aku tidak percaya manusia.
Kalian penuh benci dan egois.
Kau agak kasar.
Jika ini membantu, aku setengah manusia.
Tapi kau penyihir payah.
Tidak, Simon penyihir perkasa!
Dia keturunan Elminster Aumar.
Satu-satunya cara berhasil adalah yakin itu bisa dilakukan.
- Dia tak yakin. - Ya, kurasa itu adil.
Simon mungkin tak secerdik aku atau sekuat Holga.
Tapi jika diperhitungkan, pemuda ini bisa total.
- Karena itu kupilih dia. - Cuma dia penyihir yang kau kenal.
Holga, tidak membantu.
Apa yang kau bawa kemari?
Aku? Aku perencana. Aku membuat rencana.
Kau sudah buat rencana, apa lagi nilai yang kau punya?
Jika, rencana yang ada gagal, kubuat rencana baru.
Jadi kau membuat rencana yang gagal.
- Tidak. - Dia juga memainkan kecapi.
Holga, tidak relevan. Percayalah, aku sangat diperlukan.
Semua rencana kami untuk menghancurkan Forge gagal.
Kami pertanyakan keberkuasaannya. Jadi dia memusuhi kami.
Dia mulai menghancurkan rumah kami dan mengeksekusi orang-orang kami.
Jika kita tak segera mhentikan Forge, tak akan ada yang tersisa dipertahankan.
Ini bukan karena uang.
Ini untuk orang-orang yang mengasuhku saat tak ada orang lain yang mau.
Kami ambil bagianmu.
Szas Tam.
Tapi kau sedari dulu murid yang paling kuandalkan.
Lepaskan tudungmu.
Kau tidak perlu menyembunyikan sigilmu.
Aku lebih suka dikuliti daripada bersama satu jam lagi dengan Forge Fitzwilliam.
Orang itu menyebalkan.
Tapi kita takkan pernah sampai sejauh ini tanpa, pesona-nya.
Manusia mengotori dunia ini cukup lama.
Tenanglah karena tugasmu di sini hampir selesai.
Di situ kau rupanya!
Tanpa kerudung.
Mungkin lebih baik tetap memakainya.
Penyihir Merah Thay tidak sepopuler seharusnya di luar Thay.
Tentu, kau akan jadi kurang populer.
Tapi bukan tugasku menyuruhmu.
Caldwell dan Piradost telah tiba.
Aku akan memberi mereka...
Jelek sekali, bukan? Kursi ini harus diperbaiki.
Mereka...
Kami sudah jaga-jaga melindungi aset yang mungkin atau tidak
kalian pilih dipertaruhkan selama Pertandingan High Sun.
Kami punya pintu baru di setiap sayap kastil.
Jika alarm dibunyikan, tak ada yang keluar masuk.
Lalu lemari besi itu sendiri.
Penasihat utamaku, Sofina, bisa jelaskan detailnya.
Itu dilindungi oleh Segel Misterius Mordenkainen.
Mungkin tidak semua detailnya, tapi itu mantra yang sangat kuat.
Boleh tanya? Kenapa melanjutkan pertandingan?
Lord Neverember menganggapnya brutal.
Lord Neverember dan aku sangat berbeda.
Aku lebih suka berkembang.
Dia lebih suka jalan ditempat.
Kau payah.
Aku bisa nakal. Tidak, sebenarnya Pertandingan menyatukan kota ini.
Dan bukan peran pemerintah menolak yang diinginkan rakyat.
Atau menolak hak orang kaya mengambil untung dari mereka.
Sekarang siapa mau minum?
Diam!
Wild Shape ada di antara kita.
Hei!
Berhenti!
Aku tak bisa menangkapnya!
Jadi dia menjadi rusa.
Cuma di bagian paling akhir.
- Kau yakin tentang Sofina? - Kulihat tanda-tandanya.
Tidak heran aku tidak bisa melawan Time Stop-nya.
Forge tahu selama ini. Dia memasukkan putriku ke sana dengan Penyihir Merah.
Lemari besi itu dilindungi, Segel Misterius Morty Kamen.
Mordenkainen?
- Ya, itu dia. - Sayang sekali.
Apa?
Jika itu di segel Mordenkainen, kita tak bisa masuk. Tak tertembus.
Tak bisa kau buka dengan sihir?
Itu dia.
Aku benci semua orang mengira semua masalah selesai dengan sihir.
Ada batasan. Ini bukan cerita pengantar tidur.
- Ini dunia nyata. - Jadi tak ada cara membukanya?
Tidak, jika aku salah satu penyihir paling kuat di dunia. Jadi, tidak.
Atau jika kita punya Helm Disjunction.
Apa?
Helm yang menonaktifkan semua sihir terdekat.
Tapi itu tak penting. Itu hilang berabad-abad lalu. Kita tamat.
Yang benar saja.
Apa masalahnya? Kita bisa cari helm itu.
Meski ketemu, tak bisa kupakai tanpa menyetelnya. Aku payah.
Kau bisa. Aku tahu.
- Percuma di bilang, itu tak benar. - Ya, tapi kau bilang bisa.
- Tapi aku tak bisa. - Tapi kau bisa.
- Tapi aku tak mau. - Bilang saja.
- Tidak! - Baik.
Bisa rahasiakan ini di antara kita?
- Aku tak mau merusak moral kelompok. - Moral apa?
- Holga tahu letak helmnya. - Sungguh?
Sukuku pernah melawan Sekte Naga di Evermoors.
Kita bisa tanya pada mereka ke mana perginya itu.
Pertempuran itu seabad lalu. Mereka semua sudah mati.
Jadi? Tanya mereka dengan sihir.
Dia baru saja bilang tak bisa memperbaiki semua dengan sihir.
Sebenarnya, aku bisa.
Kau bisa membawa kembali orang mati?
Aku tak bisa, tapi aku punya token
yang memungkinkan aku menanyai mayat-mayat, lalu mereka mati lagi.
- Ya. - Ya, cukup mengerikan.
Lumayan indah.
Kita ke Evermoors. Terima kasih, Simon, minumannya.
- Apa? Tidak... - Bayar saja dengan sihir.
Dia seorang Thayan!
Hei, Ed.
Lihat di mana kita berada.
Marlamin? Sungguh?
Kenapa kau melakukan itu pada dirimu sendiri?
Aku mau mengambil beberapa barangku.
Dia melukis daun jendela.
Cantik.
Holga!
Halo, Marlamin.
- Itu Marlamin? - Ya.
Kami semua sedikit terkejut saat pertama kali bertemu dengannya.
Kukira hukumanmu lebih lama.
Aku kabur dari sana.
Holga tua yang sama.
Jadi apa yang sudah kau lakukan?
Seperti biasa.
Aku punya kebun. Aku sedang mengerjakan buku.
Kau masih menyimpan tongkat yang kuberikan.
Ya.
Ambil saja jika mau.
- Gwinn tak suka bertele-tele. - Gwinn?
- Sudah pulang, Sayang? - Di dalam sini.
Kuremukkan sebungkus Bullywug di...
Halo.
- Siapa ini? - Gwinn, ini Holga.
Kudengar banyak tentangmu.
- Aku mau jabat tanganmu, tapi... - Senang berjumpa.
Berapa lama kau di kota?
Cuma lewat.
Mau bicara dengan beberapa mayat di selatan Nesmé.
Bagus.
Aku mau mandi untuk makan malam. Ada makanan apa?
Aku membuat angsa dan mengumpulkan acar.
- Senang berjumpa, Holga. - Ya.
- Sudah berapa lama kalian... - Setahun.
Dia membuatmu bahagia?
Lebih bahagia dariku?
Baik, biar kau paham. Dia cari nafkah dengan jujur.
Dia tak mabuk sendirian.
Dan tak membuatku menangis di waktu sempit, mencarinya.
Aku dulu menderita.
Aku diusir dari sukuku karena bersamamu.
Kucoba membangun rumah untuk kita agar kau melupakannya.
Tapi kau tak pernah bisa.
Gwinn tampak baik.
Kau pantas mendapatkannya.
Terima kasih.
Saat kau pergi, aku kehilangan keluargaku.
Aku cukup beruntung menemukan yang lain.
Dan kudoakan kau hal yang sama.
Holgaku yang manis.
Kita akan jatuhkan Forge.
Akan kutunjukkan pada Marlamin dan suku Elk mereka bodoh melepaskanku.
♪ Bukan mencari keberuntungan ♪ ♪ Bukan juga takdir Tuhan ♪
♪ Mendekati hukuman mati ♪ Dengan Jus anggur ♪
♪ Dengan anggota pasukan ♪ Kita minum dan menari ♪
♪ Penuhi gelasnya ♪ ♪ Dan mabuk hari ini ♪
♪ Re-raw! Kau bisa ♪
♪ Kerja keras kita bisa ♪ ♪ Menunggu sementara ♪
♪ Kita melihat kebodohan manusia ♪
♪ Yang tak memilih bergembira ♪
♪ Re-raw! Kau bisa ♪
♪ Kerja keras kita bisa ♪ ♪ Menunggu sementara ♪
♪ Kita melihat kebodohan manusia ♪
♪ Yang memilih tak bergembira ♪
Banyak kerabatku bertaruh nyawa di pertempuran di sini.
Selalu kubayangkan akan dimakamkan di tanah suci seperti ini.
Ya.
Ada yang punya sekop?
Baik, Simon. Bagaimana caranya?
Aku membaca mantera pada token paderi ini.
Harusnya ada di sini.
Ini!
Baik. Begitu orang mati dihidupkan lagi, kita bisa ajukan
lima pertanyaan, lalu dia mati dan tidak hidup lagi.
Kenapa lima pertanyaan?
- Aku tak tahu, begitu caranya. - Sepertinya seenaknya.
- Bisa kita lanjutkan? - Ya.
Menyenangkan.
Mungkin aku tak mengucapkannya dengan benar.
Aku tidak takut. Cuma kaget.
Ini dia.
Kau terbunuh dalam Pertempuran Evermoors?
- Ya. - Hebat!
Bukan untukmu. Turut prihatin atas kekalahanmu.
Empat pertanyaan lagi, kan?
Ya.
Tidak. Itu bukan untukmu.
Itu dihitung pertanyaan?
- Ya. - Sial.
Kau jawab saat aku bicara padamu. Paham?
Ya. Kenapa kau bilang "Paham?" di akhir?
Aku tak bilang.
Luar biasa. Mana sekopnya?
Toke Horgat.
Selama pertempuran, kau lihat Helm Disjunction?
Itu punya ketuaku, Stanhard Grimwulf.
Bagus.
Apa yang dilakukan Stanhard Grimwulf dengan itu?
Saat para pengikut sekte menembus punggung bukit, kami menang jumlah.
Tapi keunggulan kami tak berarti apa-apa melawan naga Rakor.
Horgath!
Ambil ini dan lari.
Jauhkan dari Rakor dengan segala cara!
Baik, Tuan. Jangan khawatir.
Itu hal terakhir yang kuingat.
Ya...
Terima kasih bantuannya.
Ayo kita cari makam Stanhard Grimwulf.
Sebentar!
Kau tak mau bertanya tiga pertanyaan terakhir?
Tanya apa? Dia sudah memberitahu semuanya.
Jangan tinggalkan dia seperti itu. Lihatlah pria malang itu.
Baik.
Apa makanan favoritmu?
Gandum. Bukan, sereal!
Ya, ampun.
Kau suka kucing?
Tidak terlalu.
Baik.
Dua tambah dua berapa?
Aku tak pandai menghitung.
- Puas? - Tidak.
Seringkali, keputusan terberat seorang pemimpin adalah kapan harus mundur.
Aku mengeluarkan perintah.
Kuperintahkan panglima perangku mengirimkan helm
ke pengendara tercepat kami, Ven Salafin.
Jika kita bisa melewati punggung bukit, kita bisa...
Tidak lagi.
Itu pagi pertempuran.
Saat keluar dari bak mandi, kakiku terpeleset di atas batu.
Lalu kau ke pertempuran?
Tidak. Aku mati. Karena terpelanting.
Tapi kata Stanhard Grimwulf dia berikan helm itu pada Ven Salafin.
Itu kau, bukan?
Aku Sven Salafin. Ven adalah saudaraku.
Ini mimpi buruk.
Ven baik-baik saja?
Aku terluka dan kehilangan kudaku saat kabur dari medan pertempuran.
Aku tak peduli diriku.
Aku cuma menjaga helm.
Itu seorang Thayan, punya tanda Szass Tam.
Aku menunggu pukulan mautnya.
Tapi itu tak pernah datang.
Dia baik.
Dia bilang jika namanya Xenk Yendar.
Dia kabur dari Szass Tam dan tinggal di pengasingan.
Saat aku meninggal, dia berjanji menjaga helm.
Untuk beberapa alasan, aku percaya padanya.
Yang benar saja. Thayan baik hati?
Aku bicara jujur.
Kau membual.
Thayan itu berbohong dan kau mati sia-sia.
Helm itu jalan buntu. Kita harus cari cara lain masuk lemari besi.
Tidak, aku pernah dengar tentang Xenk.
Dia paladin. Membantu Enclave mengalahkan Paderi dari Talos.
Aku juga tahu namanya.
Kata Pamanku Xenk menangkis Musuh memakai labu diasah.
- Labu diasah? - Sesuatu yang tajam.
Kaum Thayan itu pembunuh. Akhir cerita.
Apa?
- Aku juga pernah dengar soal dia. - Tidak.
Dia bertempur dengan sepupuku di Anauroch. Katanya dia baik.
Silahkan cari Xenk baik hati ini dan saling mengepang rambut.
Aku akan cari cara lain.
- Apa masalahnya? - Dia punya sejarah dengan Thayan.
Aku tahu perasaanmu. Tapi kita kehabisan waktu.
Aku akan mengkhianati Zia.
Tidak. Kau akan melakukannya untuk menyelamatkan dia dan Kira.
Jika Xenk ternyata bajingan, aku akan membelahnya jadi dua.
- Itu sangat baik. - Apa ruginya buat kita?
Ada yang tahu di mana si Xenk bodoh itu?
Terakhir bekerja dengan anggota Harper di Mornbryn's Shield.
Bagus! Harper.
Apa masalahnya dengan anggota Harper?
Dia punya sejarah dengan itu juga.
Ayo.
Permisi?
Aku masih hidup.
Benar.
Apa buku favoritmu?
Sulit memilih satu saja.
- Pertanyaan kelima, bukan? - Ya.
Bagus.
Jika merujuk karya sejarah, The Fanged Tome of Lykanthus Szar.
Itu baru pertanyaan keempat.
Halo?
Sial.
Angkat!
Ayo, kita butuh lagi!
Masih hidup!
Terima kasih!
Terima kasih, Tuan.
- Dia menarik. - Aku pernah lihat yang lebih.
- Ed, bicaralah dengannya. - Kau bicara dengannya.
Aku pernah keluarkan kucing dari perut ikan.
Xenk, benar?
Untuk pertanyaan itu, tak kujawab tanpa tahu pada siapa aku bicara.
Aku Holga Kilgore.
Ini Simon, Edgin dan Doric di belakang sana.
- Kenapa ke Mornbryn's Shield? - Karena kau.
Kami mencoba mencari Helm Disfungsi.
Disfungsi.
Banyak nyawa hilang demi mempertahankan helm itu.
Membicarakannya berarti mengurangi pengorbanan mereka.
Terima kasih.
Terima kasih juga, Tuan.
Kau dikenal sebagai orang terhormat dan berintegritas.
Dan alasan kami menginginkan helm itu sepenuhnya mulia.
Ya. Kami mau merampok seseorang.
Holga!
Bukan sembarang orang. Forge Fitzwilliam.
Dan Penyihir Merah Thay bermitra dengannya.
Ikut aku.
Tempat apa ini?
Tempat perlindungan Harper.
Tapi pasti teman kalian Edgin sudah tahu itu.
Bagaimana kau tahu aku dulu seorang Harper?
Kau mungkin mengingkari sumpahmu, tapi sumpahmu tak mengingkarimu.
Cuma karena kalimat itu simetris, tak berarti kalimat itu masuk akal.
Kenapa kalian ingin merampok Fitzwilliam?
Dia mencuri putri Edgin dan banyak harta dari kami.
Juga Tablet Kebangkitan.
Dia tak perlu tahu semua itu.
- Aku cuma... - Dengan kata lain, Forge bajingan.
Jadi kau menyalahkan ibunya atas kerusakannya.
Apa?
Tidak, itu ekspresi.
Begitu.
Aku tak pandai berbahasa harian.
Kau orangnya tak asik, ya?
Jika Fitzwilliam bersekutu dengan Penyihir Merah,
niat mereka pasti melampaui politik belaka.
Lebih seabad lalu, ahli nujum Szass Tam
salah satu dari delapan Zulkir yang memerintah negara Thay.
Bagus, pelajaran sejarah.
Tapi rasa lapar Tam akan kekuasaan mutlak.
Menjelang titik balik matahari, penduduk kota berkumpul merayakannya.
Tanpa sepengetahuan mereka, atau sesama penguasa, Tam punya rencana.
Untuk lakukan kudeta yang tak suci.
Dia melepas Beckoning Death, mantra pelahap jiwa melihatnya,
memperbudak mereka semaunya.
Dengan bantuan Penyihir Merahnya,
Szass Tam ciptakan pasukan mayat, memudahkannya taklukkan seluruh bangsa.
Kekuasaan Szass meluas tidak lebih jauh dari perbatasan Thay.
Aku curiga dia dan Penyihir Merahnya tak puas
sampai mereka menginfeksi seluruh Faerun dengan kedengkiannya.
Sudah? Kami sudah tahu Penyihir Merah itu jahat.
Begitu juga dengan Forge.
Pertanyaannya jika mereka membantu merebut kekuasaan, mereka raih apa?
Sepertinya kita punya musuh yang sama.
Berikan helm itu, dan kami akan tumbangkan Forge.
Tak ada yang mampu bertahan jadi Lord tanpa kekayaan.
Dan Penyihir Merah kehilangan boneka mereka.
Apa yang akan terjadi dengan kekayaan yang kau curi?
Apa pentingnya?
Aku tak mau terlibat penggunaan ilegal barang rampasan haram.
Baik. Kami akan membaginya di antara penduduk kota.
- Sumpah. - Apa?
Letakkan tanganmu di Harper's Seal ini dan bersumpah,
kau memang akan bagikan semua kekayaan yang kau ambil
di antara orang-orang Neverwinter.
Tentu.
Lanjutkan, Ed.
Bersumpahlah kau akan memberikan uang Forge pada orang-orang.
Sumpah aku akan...
berikan uang Forge pada orang-orang di Neverwinter.
Simpan ini.
Kau mungkin belum yakin kata-katamu, tapi aku yakin.
Bagus untukmu. Simon, pegang ini.
Sekarang, mana helmnya?
- Di perut Underdark. - Underdark?
Kau tak menjaganya? Kenapa simpan di sana?
Karena itu tempat terakhir yang dikunjungi siapa pun yang menghargai hidupnya.
- Kedengarannya menyenangkan. - Justru sebaliknya.
Aku tahu. Aku bersikap ironis.
Kutemukan ironi pedang yang memotong orang yang paling sering memakainya.
Benarkah? Itu yang kau temukan, Xenk?
Ada pintu masuk di sebelah timur
Sword Mountains di Hutan Kryptgarden,
lokasi kita bisa turun ke reruntuhan Dolblunde.
Jika aku boleh tahu, apa yang membuatmu meninggalkan Harpers?
Menjadi seorang Harper membuat istriku terbunuh.
Aku turut berduka.
Penyerangnya menemukan keadilan?
Orang-orang Thayan, maksudmu?
Tidak.
Orang Thayan tak semuanya jahat.
Aku masih kecil saat Szass Tam menguasai Thay.
Kulihat langsung kengerian mantra itu.
Pria terhormat beralih ke monster.
Pikiran terhapus bersih dalam beberapa saat.
Orang tua menghidupkan anaknya sendiri.
Aku kabur, selamat,
tapi selamanya berubah.
Kita berdua sama-sama kehilangan sebagian dari diri kita sendiri.
Yang penting adalah apa yang kita lakukan dengan apa yang tersisa.
Aku sudah bilang apa yang mau kulakukan.
Aku akan masuk ke Castle Never dan mengambil keluargaku kembali.
Dan tabletnya?
- Kau mau membangkitkan istrimu. - Ya.
Bagus sekali.
Aku memintamu pertimbangkan alam yang kita sebut "kehidupan" salah satunya.
Menyeret kekasihmu kembali ke kehidupan lamanya
adalah untuk menarik dia yang baru.
Ada yang bisa menunggang kuda di sebelah orang ini?
Ikuti aku ke lubang.
Lubang?
Underdark memiliki banyak pintu masuk.
Ini salah satu yang kurang mencolok.
Aku akan pergi terakhir.
Ini perjalanan sehari. Aku telah memilih jalan menghindari penduduk.
Tetap berdekatan dan diam.
Apa pun yang kau dengar soal tempat ini cuma sebagian kecil dari bahaya sebenarnya.
Jika jalan menjadi terlalu gelap,
kau bisa ambil tanganku, dan aku akan memimpinmu.
Kuberitahu sekarang, aku tak mau mengambil tangannya.
Tetap waspada. Aku tak percaya orang ini.
Meskipun dia membantu kita?
Ada sesuatu di lengan bajunya.
Cuma lengan yang ada di lengan bajuku.
- Bagaimana dia bisa mendengar itu? - Aku bisa mendengar itu juga.
Aku membencimu.
Jalan menuju reruntuhan cuma ada di sini.
Jangan bergerak!
Rochnon.
Pemakan otak. Kecil tapi tangguh.
Mereka melumpuhkan target dan makan otak, mengambil kendali tubuh.
- Apa yang kita lakukan? - Jangan ribut.
Mereka tertarik pada energi mental.
Makin tinggi kecerdasan mangsanya, makin besar kemungkinan mereka menyerang.
Itu sedikit menyakitkan.
Itu dia. Kota Gantung Dolblunde.
Helm terletak di sisi jauh dari jurang ini.
Hati-hatilah, jembatan ini dilindungi perangkap Gnomish kuno.
Ada formula jitu yang harus kita ikuti agar tak memicu mekanisme tersebut.
- Apa rumusnya? - Cukup sederhana.
Mulai dari tengah, gunakan balok bernomor ganjil saja,
bergerak maju dengan setiap langkah, kecuali setiap langkah kelima,
yang harus merupakan gerakan menyamping.
Kiri atau kanan tak masalah,
asalkan pemimpin dan yang lamban tetap berjarak sama.
Setelah itu, lanjutkan. Sekali lagi, blok bernomor ganjil saja.
Tapi, di titik tengah kita beralih ke blok bernomor genap.
Pola yang sama, kecuali gerakan menyamping setelah langkah keempat,
sampai kita mencapai tiga...
Aku...
Aku mungkin...
meletakkan kakiku di jembatan.
Tak menyadari di situlah secara teknis dimulai.
Maaf.
Secara struktur kurang bagus.
Tak bisakah kau menyihir kami?
Itu terlalu jauh untuk telekinesis.
Ada beberapa tali di tasku.
Aku bisa mengikatnya ke kapak.
Melempar ke seberang agar menempel di batu.
- Kau tahu batu itu keras, kan? - Diamlah.
Di mana kau dapatkan itu?
Apa, tongkat jalan Marlamin?
Kuambil dari penyihir di Greypeaks.
Itu bukan tongkat jalan.
Ini tongkat pembuat portal.
Harus punya jangkauan sekitar 500 yard.
Awas.
Ke sini.
Ke sana.
Berhasil!
Lihat?
Bahkan tak butuh jembatan!
Aku berhasil.
Hati-hati.
Kuberikan padamu sekarang, percaya kau akan lindungi dengan hidupmu.
Tentu.
Pegang ini.
Ada iblis di sini.
Apa itu...
Pembunuh Thayan.
Serahkan mereka padaku.
Aku senang dia ada di pihak kita.
Kita harus kabur.
Kenapa? Kau sudah bunuh mereka semua.
Membunuh yang sudah mati bukanlah hal yang mudah.
Cepat!
Itu salah satu naga yang gemuk.
Themberchaud. Dia pasti mencari sarang baru.
Dia makan orang yang terakhir?
Aku memgangmu!
Ini jalan buntu!
Simon! Di atas sana!
Terima kasih untuk itu.
Kau akan lakukan hal yang sama untukku.
Ya.
Bajingan tak mau berhenti!
Ayo! Dia terjebak!
Kita juga.
Kita akan tenggelam!
Keluarkan kami dari sini!
Aku cuma bisa arahkan kita ke apa yang bisa kulihat!
Kau mau pergi dari dinding itu ke dinding itu?
Ini air asin.
Simon, kau ingat trik yang kau buat di Triboar?
Bau rumput yang baru dipotong?
Bukan, jentikkan api.
- Ya, kenapa? - Holga, hajar dia!
Kau mau bikin dia lebih marah?
Saat aku beri perintah, semua orang masuk ke bawah air.
Dan itu akan jadi tandamu, Simon, oke?
Kau lihat apa?
Seorang Harper ketakutan.
Ayo, Holga!
Lagi!
Sekarang!
Di sinilah aku meninggalkanmu.
Semoga sukses dalam perjalananmu.
- Kau tak ikut? - Aku bisa.
Tapi ini pencarianmu.
Aku sudah memberimu alat. Kau harus memanfaatkannya.
Tak bisakah kau menggunakannya untuk kami?
Karena kau lebih jago dalam pertempuran dan strategi dan...
Hampir semuanya kecuali ngobrol.
Ngobrol denganmu tak bagus.
Dalam hal itu di mana keyakinan memudar dan keraguan bertambah,
Aku ingat Prinsip Orang Dulu...
Baiklah. Sampai jumpa lagi.
Itu dia.
Cuma mengembara.
Berjalan lurus kedepan.
Tunggu sebentar. Dia menuju batu.
Dia akan memutar?
Tidak.
Naik di atas batu.
Apa yang kau gumamkan?
Aku bersiap menyesuaikan diri.
Jika aku tak bisa terhubung dengannya, itu akan sia-sia.
Banyak tekanan, mengingat semua yang kita lalui untuk mendapatkannya.
Ya, aku menyadari itu.
Jadi seluruh nasib kami bergantung padamu.
Yang benar saja.
Itu kau, si hebat Simon Aumar.
Penyihir turun dari darah penyihir.
Siapa kau?
Kau tak mengenalku?
Namaku Aumar juga.
Kau kakek buyutku.
Itu helm yang bagus.
Apa yang membuatmu berpikir kau layak mendapatkannya?
Aku percaya pada diri sendiri?
Kau bertanya padaku?
Tidak, aku yakin.
Aku penyihir hebat.
Sungguh?
Hal lucu soal sihir.
Dia memilih siapa yang dapat menggunakannya.
Dan itu bukan orang bodoh yang tak sabaran.
Kenapa kau beritahu ini?
Kurasa kau tahu, Simon.
Kau menyesuaikan dengan itu?
Kau tak apa?
Aku memegangmu.
Apa yang terjadi?
Aku...
- Aku bicara dengan seseorang. - Ya?
Kakek buyutku. Dia...
tak membantu.
Kau bicara dengannya?
Dari sini, sepertinya helm itu terbang begitu kau memakainya.
Waktu bergerak berbeda di sana.
Akan kucoba pendekatan lain.
Bagus. Pendekatan baru. Cobalah.
Kau bisa.
Agak mendingan. Kau tak terbang sejauh ini.
Pertahankan.
Waktu kita enam jam sampai kita berangkat ke Neverwinter.
Kau gagal, aku tak pernah dapatkan keluargaku kembali.
Brilliant.
Aku belum pernah melihat pengecut yang lebih besar.
Pengecut? Kau berada di bawah sini, juga.
Bagus. Aku akan menanganinya.
Tidak.
Aku bisa.
Kau mau menjadi Harper.
Diam!
Astaga. Brengsek.
Di sana.
Berhenti mencoba menangkapnya.
Kau harus melepasnya.
Ed!
Ed! Ada masalah.
Aku tak bisa.
- Helm-nya? - Aku sudah lakukan berjam-jam!
Aku tak bisa melewati bajingan tua itu!
Aku tak bisa menyesuaikan diri. Sekarang aku jadi bodoh!
Ada masalah?
Dia mengalami sedikit masalah dengan helm.
Ayo, Simon, lakukan saja.
Ya, baiklah. Terima kasih, Holga. Aku akan melakukannya.
Inilah yang kubilang akan terjadi di kedai minuman,
- tapi kau tak mau dengar. - Apa maksudmu, kau bilang?
Dia bilang untuk merahasiakan di antara kita demi moral.
- Aku... - Kau tahu alasannya?
Karena dia orang paling tolol yang pernah kukenal!
Kau bujuk kami melakukan hal-hal yang kau tahu akan gagal,
kemudian kau menyalahkan kami saat itu gagal!
Jika kau tak bisa menyesuaikan, kita akan memikirkan Rencana B.
Rencana B? Kita mencari keluargaku.
Kita pergi ke Underdark demi helm itu.
Dan kau tahu dia tak bisa menggunakannya?
Kau manusia. Kau tak bisa tak berbohong.
Aku tak bohong. Aku sungguh berpikir Simon bisa.
Kita masih punya waktu beberapa jam sampai pertandingan dimulai.
Inilah yang kita lakukan. Kita berputar.
Dari pada saling menyalahkan dan menuduh,
mari kita satukan pikiran dan buat rencana!
Aku akan memikirkan jalan pulang.
Aku heran bisa percaya pada salah satu dari kalian.
Aku juga mau pergi. Maaf soal Kira.
Kita akan cari cara lain. Tidak hari ini.
Harus hari ini. Kita belum selesai sampai putriku aman.
Kau tidak bosan gagal?
Tidak! Itulah intinya!
Kita jangan berhenti gagal, karena begitu kita berhenti, kita gagal.
Apa?
Tak ada yang bisa bilang hidup kita berjalan sesuai harapan.
Benar?
Holga.
Kau tinggalkan sukumu demi orang
yang meninggalkanmu karena kau sangat kesal meninggalkan sukumu.
Jika kau berhenti sekarang, itu pasti sulit!
Sama halnya denganmu, Simon.
Kau pencuri kelas teri yang menyamar jadi penyihir kelas teri.
- Kau mau kembali ke pertunjukanmu? - Itu lebih baik daripada mati.
Ada hal yang lebih buruk daripada mati.
Doric, kau punya integritas,
pasti kau mau beri tahu Emerald Enclave
kalau kau punya kesempatan selamatkan mereka tapi kau pergi.
Hei, kau tanpa ragu menyebut kami gagal. Bagaimana denganmu, Ed?
Aku? Aku juara gagal!
Aku kehilangan semua yang berarti bagiku dan itu semua salahku.
Kau mau tahu siapa yang sebenarnya membunuh istriku?
Aku.
Kuputuskan kami pantas terima kehidupan lebih dari yang diizinkan sumpah Harper.
Tapi aku tak tahu bahwa Penyihir Merah menandai harta mereka.
Kutuntun mereka langsung ke pintu kami.
Aku bahkan tak beruntung berada di rumah saat mereka sampai di sana.
Aku mengecewakan Harper, mengecewakan keluargaku, mengecewakan kalian semua.
Itulah alasannya aku tak bisa berhenti.
Jadi permisi, aku akan duduk di atas batu itu
dan membuat rencana.
Minggir.
Aku juga mau duduk, tapi batunya sudah tak muat.
Bagaimana dengan ini?
Kita pakai tokat membuat portal untuk masuk ke lemari besi.
Tidak, aku telah menjelaskan hal ini.
Kau dak bisa Kemari ke ruangan yang tak bisa kau lihat.
Maksudku bukan itu.
Maksudku, kita memasang portal pada sesuatu
kemudian menyelundupkan benda itu ke dalam lemari besi.
Cuma harta karun yang ada di lemari besi itu.
Jadi kita pasang portal di beberapa harta karun.
Forge bilang orang terkaya di Baldur's Gate
dan Waterdeep membawa jarahan ke kota.
Mereka akan lakukan perjalanan di High Road.
- Kita bisa sergap salah satu konvoi! - Akan ada puluhan penjaga.
Ya, tapi penjaga akan menjaga
agar orang tidak mengambil barang dari gerobak, bukan memasukkannya!
- Holga, aku mau menciummu! - Coba saja.
Sempurna. Terima kasih banyak.
Sungguh senang menyambut kalian,
orang-orang baik di Neverwinter, untuk memulai kembali
Permainan High Sun!
Kujamin kalian berada dalam tontonan yang paling memukau
di seluruh Sword Coast.
Aturannya sangat sederhana.
Lima tantangan yang mengerikan. Lima tim juara.
Siapa pun yang bertahan untuk mencapai Cage of Sanctuary
berlanjut ke tahap berikutnya.
Satu hal: aku memaksa,
tolong jangan tinggalkan arena sampai akhir permainan,
karena akan ada hadiah yang luar biasa
untuk kalian masing-masing!
Baiklah, turunkan aku.
Ini sangat tinggi. Ini tidak kita diskusikan.
Ayo. Harus menyelesaikan semuanya.
- Tidak. - Ada apa?
Itu menghadap ke lantai. Kenapa mereka menyimpannya seperti itu?
Kenapa tak ada yang sesuai keinginan kita?
Biar kucoba. Mungkin aku bisa membuat celah.
Permainan sudah dimulai.
- Kita akan ke Rencana C. - Omong kosong. Apa itu Rencana C?
Rencana C kita kembali ke Rencana A.
Kau akan menyesuaikan diri dengan helm.
Kenapa kau tak bilang Rencana A saja?
- Rencana A sangat buruk. - Kau tahu betul aku tak bisa.
Itu tak benar! Kau belum bisa menyesuaikannya.
Lihat aku!
Kau ingat pekerjaan di Loudwater?
Kau tak bisa memanjat laba-laba sampai Jolym memasukkan anjingnya ke tubuhmu.
Saat kita merampok tombak Aoth Fezim,
mantra kulit batumu gagal sampai anak panah berjarak beberapa inci.
Bahkan di Triboar, kau balikkan gravitasi seluruh teater!
Kau lakukan itu?
Kebetulan. Itu sihir,
- Itu karena mereka mau membunuhku. - Tepat!
Dengar, kau berada di posisi terkuatmu
saat kau berpikir berada di posisi terlemahmu.
Tapi kau memberikan.
Kau akan masuk ke brangkas itu.
Bukan karena kau bisa...
tapi karena kau harus.
Aku akan terus mengikis
Jika bisa dapat seperempat inci, aku bisa masuk sebagai cacing.
Sebagai cacing!
Sebagai cacing, sempurna.
Kalian lihat? Sekarang kita punya Rencana D jika Rencana C gagal.
Bukankah Rencana D cuma rencana B lagi?
- Rencana B juga sulit - Semuanya sulit
Ini. Gunakan ini untuk tetap berhubungan.
Ini batu.
Sebenarnya itu...
... batu penghantar.
Tapi itu cuma berfungsi satu jam.
Clever.
Bagaimana kita masuk ke sana?
Gampang. Kita buat gangguan.
Aku punya firasat bagus dengan Rencana C.
Apa urusanmu di sini?
♪ Ketika perang berakhir Teman menjadi kekasih ♪
♪ Bocah memeluk ibu, kakak dan ayah ♪
♪ Di mana dulu bersaing Sekarang berteman ♪
♪ Mari kita rayakan teman-teman ♪
♪ Di mana dulu bersaing Sekarang berteman ♪
♪ Mari kita rayakan... ♪
♪ Kita rayakan... ♪
♪ Kita rayakan... ♪
Ada apa? Kau menggangu laguku!
Kakiku tertahan.
Berkonsentrasilah, Simon.
♪ Rayakan... Rayakan... Rayakan ♪
♪ Rayakan... Rayakan... Rayakan ♪
Kegilaan apa ini?
♪ Rayakan... ♪
Kurasa mereka mulai curiga.
Sihir.
- Di sana! Penyusup! - Ayo!
Kamar Kira seharusnya di atas sana.
Cari brangkasnya dan kami akan menemuimu. Ayo pergi!
Berhenti!
- Itu dia! - Pegang senjatamu!
Akan kutahan mereka. Cari brangkas.
- Yakin tak perlu kubantu? - Aku yakin.
- Kau tak harus terlalu yakin. - Hajar dia!
Dengarkan baik-baik.
Aku bersama Dewan pembebasan bersyarat. Mereka baru saja naik.
Ayo! Cepat!
Buka!
Tunggu sebentar!
Aku tak keberatan.
Kau bisa.
Santai. Jangan buru-buru.
Itu dia!
Lihat siapa yang kembali. Calon penyihir.
- Aku tak punya waktu untuk ini! - Tapi aku punya semua waktu yang ada.
Kau tak mengerti. Kami akan mati jika aku tak menyesuaikan diri!
Jadi kau mati bodoh. Itu lebih baik daripada hidup.
Cukup! Kau tak mengenalku.
Aku kenal kau adalah aib pada nama keluargamu!
Persetan namaku! Biarkan aku menyesuaikan!
- Tidak selama aku hidup. - Kau tidak hidup!
Kau sudah jalani waktumu. Sekarang giliranku.
Aku tak izinkan.
Aku tak peduli!
Maaf.
Butuh waktu cukup lama.
Simon!
Simon. Itu kau bukan?
Benar! Aku berhasil!
Bagus sekali.
Kukira itu cuma aku yang menahannya.
Itulah yang kubilang!
Aku berhasil masuk brangkas.
Kami juga.
Tak ada apa-apa di sini.
Apa maksudmu? Semuanya ada di sini. Kau di mana?
Kau di mana?
Kurasa aku berada di bawah arena.
Forge.
Ini satu di sini.
Itu tak bagus.
Simon! Dorik! Kau disana?
Apa yang kau lakukan di sini?
Kira!
Aku datang untukmu.
Kita harus pergi.
Kau meninggalkan aku.
Tidak, aku tahu kau kira aku pembohong dan ayah yang payah,
Tapi...
aku ayah yang payah.
Aku memang meninggalkanmu.
Aku tak mencoba membawa ibumu kembali.
Aku mencoba untuk...
membawa istriku kembali.
Mungkin jika kau mendapat kesempatan mengenalnya
dan mencintainya sepertiku, kau akan mengerti.
Tapi jika kau ikut denganku sekarang,
Kau punya kesempatan itu.
Kau akan berpikir bisa bedakan antara putrimu sendiri
dan penyihir berusia 300 tahun.
Jangan khawatir, Kira aman.
Tak sepertiku, dia tak tahu kau akan datang.
Aku tak berpikir dia tahu betapa gigihnya kau.
Dengar, Ed.
Aku sungguh minta maaf dengan semua yang terjadi.
Tapi kurasa jika kau jujur, kau harus mengakui
aku bisa memberi Kira kehidupan yang lebih baik.
Kuharap kau bisa tenang mengetahui
dia bersama ayah yang pantas dia dapatkan.
Sekarang aku dalam masalah karena...
...Aku tak mau melihatmu mati.
Itu sebabnya aku akan meninggalkan ruangan.
Apa?
Jika kau mau bunuh kami, setidaknya biarkan kami mati bermartabat.
- Apa maksudmu? - Tempatkan kami di permainan High Sun.
- Beri kami kesempatan berjuang. - Itu bukan kesempatan.
Itu sama sekali bukan kesempatan.
Bahkan jika kau entah bagaimana selamat dari turnamen,
Sofina akan...
Akan lebih baik kau mati di sini daripada pergi ke pertandingan.
Tidak. Mereka melawan anak buahmu dan anak buahku.
Biarkan mereka bertarung di arena.
Mereka pantas mendapatkan itu.
...ke pertandingan?
- Ya. - Ini hari yang buruk.
Kau mungkin mau kembali tidur.
Apa kita...
Di arena.
Si brensek ini membujuk Forge untuk memasukkan kita dalam permainan.
Si brengsek? Aku menyelamatkan hidup kita!
Kubuat kita tepat di atas tempat Doric mengatakan harta itu berada.
Bukankah agak mencurigakan Sofina menyetujui hal ini?
Ya, dia pasti merencanakan sesuatu.
Di mana kau berada di bawah arena?
Kau ingat?
Tidak yakin.
Ada dermaga di bawah sana.
Kulihat penjaga memuat semuanya ke kapal.
Kapal? Forge tak menyembunyikan jarahan dari kita.
Dia mencuri untuk dirinya sendiri.
Dia tak pernah peduli jadi Lord. Itu cuma memberinya akses ke brangkas.
Dia pasti mengembalikan permainan agar pengambilannya lebih besar.
Bagaimana dengan Kira?
Dia tak akan meninggalkannya. Kita harus ke kapal itu.
Aku tak mengerti. Jika Forge pergi, apa yang didapat Sofina?
Mungkin aku bisa mengeluarkan kita dari sini.
Manset penekan sihir. Mereka pasang juga padaku.
Tepat saat kau jadi ahli dalam hal itu.
Jadi kita melewati labirin?
Kukira kita harus melalui labirin?
Lari!
Ikuti aku!
Terima kasih.
- Mana yang lainnya? - Ayo, lewat sini.
Kau sudah coba daging kucing ajaib?
Tidak. Ini terlalu punya rasa yang kuat bagiku.
Kapal sudah siap, Pak.
Sepertinya kapalku sudah siap, jadi...
Kira dan aku akan pergi.
Semoga kolaborasi kita saling memuaskan seperti halnya bagi...
Keluar dari kotaku.
Baik.
Minggir!
Iini panas!
Satu menit lagi, aku akan kehilangan tanganku.
Ya, tapi lihat apa yang hilang darimu.
Ayo.
Dorik!
Pasti ada cara untuk keluar dari arena.
Ayo!
Ya. Ayo!
Tidak.
Tidak, ini bukan jalan keluar.
- Itu jalan keluar. - Jika selamat dari ini, akan ada lagi
dan lagi sampai setiap orang terakhir di kandang ini mati.
Kita harus cari solusi.
Aku punya ide. Ikuti aku.
Tidak! Kembali!
Hai! Apa idemu?
Saat kita mendengar gong, kita melompat masuk.
Ke dalam benda ini?
Kau mau berakhir seperti orang itu?
Kita cuma sebentar di dalam.
Jika kita semua di dalam, siapa yang akan menarik kita keluar?
- Aku, percayalah padaku. - Selalu.
Tahan.
Tahan.
Tahan!
Sekarang!
Brengsek! Itu menyengat!
Kita harus bergerak.
Aku pernah di sini.
Perlengkapan kita.
Simon. Coba ini untuk mansetmu.
Ikut aku.
Cukup kencan kedua, ya?
- Perjalanan? - Ya.
Ada sesuatu yang mendesak, tapi jika pergi sekarang kita akan aman.
Aman dari apa?
- Apa ini? - Ini penyergapan.
Di kapal yang akan kau gunakan untuk kabur dari Neverwinter.
- Ayah. - Hai, sayang.
Hei, Forge, kenapa kau tak memberitahunya apa ini?
- Aku tak tahu. - Ini Tablet Kebangkitan, Kira.
Itulah alasan kenapa aku meninggalkanmu.
Ayahmu mengatakan yang sebenarnya padamu, Bug.
Paman Forge-lah yang berbohong.
Itu sampah. Cuma sampah!
Ikutlah denganku, Kira.
Kita pulang, membawa kembali Ibu.
Kita bisa jadi keluarga lagi.
Kau jangan ambil uangku.
Letakkan tabletnya dan turun dari kapalku, kalian semua.
- Sekarang! - Baik.
Apa yang kau lakukan?
Semuanya baik baik saja. Sayangku, diamlah.
Kuletakkan di bawah. Jangan sakiti dia.
Lihat itu, Kira?
Ayahmu mengenalku.
Dia tahu aku siap melakukan hal-hal buruk
untuk dapatkan keinginanku.
Bahkan terhadap orang yang paling kusayangi.
Pada akhirnya, cuma itu yang memisahkan pengemis...
Tak ada yang menyakiti Bugku.
Simon, keluarkan kita dari sini!
Maaf, Ed.
Maaf, Forge!
- Soal apa itu? - Siapa yang tahu?
Dua puluh ribu pada Gray Hands!
Maaf aku percaya padanya.
Apa maksudmu?
Kau tak perlu minta maaf.
Aku seharusnya melakukan banyak hal secara berbeda.
Aku yang minta maaf sepenuhnya, tapi aku memberikannya pada Sofina.
Aku mencintaimu, Kira.
Dan tak akan ada yang menghalangi itu lagi.
Janji.
Aku juga mencintaimu, Ayah.
Senang rasanya kau kembali, Nak.
Kau tahu berapa banyak jarahan di kapal ini?
Aku heran kapalnya bisa mengapung.
Baiklah. Jadi, kita harus sembunyi.
Apa itu?
Itu Beckoning Death.
Itu sebabnya dia membutuhkan Forge.
Permainan menyatukan kota untuk mantera.
Szass Tam mengambil Neverwinter.
Sial.
Jadi apa yang kita lakukan saat sampai di sana?
Mengatasinya. Simon, berapa menurutmu jangkauan tongkat portal itu?
Seperempat mil. Kenapa?
Aku akan menepati janji yang kubuat pada Xenk.
Apapun itu, hentikan. Sekarang!
Lihat! Dia Thayana!
Tolong hentikan!
Kau disitu ternyata! Petugas pelabuhan. Kau lihat ini?
Sebagai Lord of Neverwinter, aku meminta kapal dan kru
untuk mengejar lima orang yang telah...
Apa ini? Tidak!
Itu hadiah yang dijanjikan Forge!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Itu untuk kalian. Nikmati itu.
Baiklah.
Ini belum berakhir sampai kita membawanya keluar.
Apapun yang terjadi pada kita, tetap sembunyi.
Gunakan liontinmu.
Menurutmu kemana dia pergi?
Dia meleset.
Kau tak apa?
Apa yang kita lakukan saat sampai padanya?
Aku akan menghajarnya.
Kau tak tahu ruang lingkup kekuatanku!
Cukup!
Ini Time Stop lainnya!
Simon, kau bisa melawannya? Aku tak bisa. Dia masih terlalu kuat!
Maafkan aku...
Sudah lama
aku menahan arogansi Forge Fitzwilliam.
Pesona palsu.
Gurauan itu.
Dan saat aku mulai membersihkan tempat ini
dari kotorannya yang hidup, kau berani menengahi.
Sekarang, saat kau mati,
yakinlah itu tak akan jadi akhir.
Karena kau akan selamanya menderita.
Maaf, nafasmu bau seperti... pakaian tua.
Itu buruk.
Apa ini?
Aku membalas Time Stopmu. Aku menjadi lebih baik.
Kami harus alihkan perhatianmu agar Kira bisa memasang borgol itu
dan agar Doric bisa melakukan ini.
Kurasa itu milikmu.
Sejujurnya aku tak menyangka rencana itu akan berhasil.
Kau meyakinkan kami kalau itu akan berhasil.
Hei, Holga!
- Kita mengalahkannya? - Holga?
Ya, kita mengalahkannya.
Astaga.
Ini bukan tempat yang bagus.
Tidak... tidak buruk.
Ini.
Simon! Simon, bantu dia.
Itu pedang Penyihir Merah. Tak ada yang bisa kulakukan.
Hai.
Kami akan mengobatimu. Itu bukan masalah.
Tolong jangan mati.
- Tenang, Bug, tenang. - Tolong jangan mati.
Jangan meratapiku.
Tidak. Jangan menyerah.
Aku bangga dengan apa yang kulakukan di sini.
Aku mati sebagai pahlawan.
Dan kau...
Kau orang yang baik.
Harper sejati.
Diamlah. Aku bodoh, kau tahu itu.
Berjanjilah padaku.
Ya, apa saja.
Kau akan merawat gadis kita dengan baik.
Dia hal terbaik yang pernah kau miliki.
Tentu.
♪ Bukan mencari keberuntungan ♪ ♪ Bukan juga takdir Tuhan ♪
♪ Mendekati hukuman mati ♪ Dengan Jus anggur ♪
♪ Dengan anggota pasukan ♪ Kita minum dan menari ♪
♪ Mari beri tip untuk gelas besar ♪
♪ Dan sisa sehari ♪
Tidak.
Tidak!
Aku membutuhkanmu.
Aku membutuhkanmu.
- Subtitle by RhainDesign -
Kita cuma bisa pakai sekali.
Aku tahu.
Holga Kilgor.
Jangan bilang kau menyia-nyiakannya untukku.
Kenapa kau lakukan itu?
Szass Tam tak akan senang dengan ini.
Jika dia mengejar kita, kita akan siap.
Kita?
Benar. Kau tak menyukai manusia, bukan?
Beberapa tak masalah.
Bagaimana denganmu?
Kembali ke Harpers? Bersama orang-orangmu?
Aku bersama orang-orangku.
Jadi,
Aku tahu upaya terakhirku untuk mengadilimu cukup buruk.
Tapi aku mau tahu kau mau pertimbangkan untuk mencobanya lagi?
- Ya, baiklah. - Ya?
- Tenang. - Baik.
Berengsek! Piala sialan.
Selamat malam.
Tentu saja, kau tahu yang terjadi setelah itu.
Dengan sihir Sofina dihapuskan,
Lord Neverember akhirnya sadar.
Tindakan resmi pertamanya memberikan penghargaan
penyelamat Neverwinter the Medal of Heroism.
Dan ke Kantong Zamrud,
dia berikan perlindungan formal atas rakyat dan tanah mereka.
Orang bisa berargumen bahwa tindakanku, meskipun tercela,
menyebabkan kebangkitan virtual kota.
Sementara aku baru jalani tahun pertama hukumanku,
aku harus mengatakan,
Aku...
Aku telah melihat ke dalam
dan aku bertanya pada diriku sendiri,
"Apa yang terjadi di sana?"
Aku menyadari banyak hal teringat ke ibuku.
Dia wanita yang tegas, rentan terhadap serangan
Hentikan! Kami sudah cukup mendengar.
Di tolak.
Sesi ini di tunda.
Jarnathan!
Tidak! Maaf.
Entah apa yang merasukiku. Maaf. Maafkan aku!
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
Halo?
Ada yang bisa bertanya padaku pertanyaan lain?
Siapa saja?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.