Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
...::: Penerjemah: ulla14 :::... FP: Ibaraki Net Palu
BERDASARKAN KISAH NYATA
Dia melihat ke kamera.
Dia merespon dengan baik.
17 MARET 2006
Ayo kalian para gadis! Lebih bersemangat!
Naikkan mood kalian!
Hisashi!
Apa itu?
Kau baik-baik saja?
Kau pernah makan? Jaga kesehatanmu!
Akan kulakukan.
Ini dia.
Apakah itu enak?
Sedikit hangus.
Senior, kau memonopoli semua daging! Aku tahu itu enak...
...tapi kau tak bisa memakannya sendiri!
Ini dia!
Ini pertama kalinya aku makan barbekyu Korea.
Bukankah kau bilang begitu?
Apa yang aku bilang?
Berapa kali kau akan salah?
Hei, Hisashi!
Maukah setidaknya sedikit bersenang-senang?
Bukankah Inoue imut?
Akulah yang membawanya.
- Serius? - Ya!
Bukankah dia cantik?
Kupikir kalian bekerja sebagai guru TK.
Tidak, Haru bekerja sebagai editor majalah?
Itu luar biasa! Editor majalah?
Editor majalah?
Aku yakin kau cerdas!
Dia sangat pintar!
Hisashi! Kau mau kemana?
Permisi.
Hisashi, Hisashi.
Temani aku minum setelah bekerja hari ini, oke?
Teman-temanku akan datang.
Dan teman-teman perempuan dari temanku juga akan datang.
Aku, uhh...
Kenapa kita tidak keluar minum sesekali?
Maaf!
Aku akan minum-minum dengan Hisashi juga.
Baiklah.
Aku yakin ada wanita lagi, kan?
Tingkatkan permainanmu!
Kita bisa pergi minum lain kali.
Maafkan Aku.
Maafkan Aku. Kau lihat, aku punya... Hari ini...
Tolong jangan sentuh itu.
Baiklah.
Kau mau pergi ke toilet?
Lebih baik cepatlah.
Tuan Murota.
Apa?
Bolehkah aku ikut denganmu?
Kau mendengarnya?
Ya, aku mendengarnya dengan baik.
Dari mana kau mendengarnya?
Dia seorang dokter gigi. Kaya raya.
Bukan itu masalahnya.
Dengarkan aku.
Kehidupan pegawai negeri sangat stabil.
Padahal, sulit mempertahankan gaya hidup.
Kau dari mana?
Kau menerima telepon pekerjaan?
Hisashi sebenarnya gila kerja!
Hentikan!
Dia memang berpenampilan menarik,
tapi dia benar-benar pria yang membosankan, kau tahu?
Karirnya adalah tukang reparasi mobil.
Hobinya memperbaiki mobil juga.
Dia tampaknya terobsesi. Dia terlalu berlebihan menurutku.
Apa yang biasanya kau lakukan ketika kau memperbaiki mobil?
Terlalu banyak pekerjaan memperbaiki mobil, kau tahu?
Teman-teman! Dengar.
Bagaimana dengan Karaoke?
Ayo pergi!
Maaf, aku harus pergi.
Dasar kau. Hidupmu benar-benar membosankan.
Ikutlah dengan kami!
Lain kali!
Ayo pergi.
Ayolah, ayo pergi!
Permisi!
Tunggu!
Ada apa?
Kau membuatku kesal daritadi.
Aku akan jujur.
Ada apa dengan sikapmu tadi?
Apa?
Suaramu terdengar seolah-olah kau tak ingin berada di sana.
Terlihat bosan dan tak tertarik, duduk di sudut, tanpa ekspresi.
Mohon tunggu.
Aku juga akui...
...bahwa aku tak menikmati dan bersenang-senang tadi.
Tapi, setidaknya hargai orang yang bersama denganmu!
Kau datang ke sana atas kemauan sendiri.
Kenapa kau tak bisa setidaknya menunjukkan bahwa kau sedang bersenang-senang?
Bukankah kau sudah dewasa? Kau kan bisa berpura-pura.
Itu agak...
Apa?
Maksudku...
Maaf. Aku minta maaf.
Untuk apa itu?
Karena kau menganggapku mengganggumu jadi kau minta maaf agar aku berhenti?
Bukan itu.
Aku minta maaf karena telah merusak suasana...
Tapi, tidak seperti...
"Tidak seperti" apa?
Aku benar-benar tak tahu bagaimana harus bereaksi dalam acara seperti itu.
Tapi aku tak ingin kau berpikir bahwa ada yang salah dengan para gadis tadi.
Lalu, mengapa kau bertindak seperti itu?
Yah, kau tahu...
Perutku sakit hari ini.
Apa?
Perutku mulai terasa sakit saat aku minum alkohol dan makan daging.
Apa? Benarkah?
Ya.
Jadi, kau tidak enak badan? Mengapa kau meminta maaf?
"Mengapa," kau bertanya...
Jadi, itulah yang terjadi.
Walaupun semua orang tertawa...
Aku menganggap itu menarik.
"Itu"?
Mengenai pekerjaanmu memperbaiki mobil.
Terima kasih.
Itulah alasan semuanya!
Itu semua karena perutmu sakit!
Sampai ketemu lagi, kalau begitu!
Tentu.
Dah, ayo pergi!
Dah.
Hei!
Ini.
Pakai ini untuk menghangatkan perutmu.
Terima kasih.
Dah, sampai jumpa!
Hati hati!
Pintu akan ditutup. Harap hati-hati.
Terima kasih telah menunggu!
Aku baru saja tiba di sini.
Benarkah?
Sepertinya kau sudah sehat.
Lama tak jumpa.
Benar.
Aku ingin menjadi seorang koki, jadi aku kuliah di Kobe.
Kembali ke SMA...
Ketika aku masih tahun pertama, aku kerja paruh waktu di sebuah restoran.
Begitu ya.
Aku sangat antusias dengan apa yang kulakukan.
Guruku marah padaku dan bilang...
"Kau selalu bekerja! Kau tak akan lulus sekarang!"
Selamat datang.
Permisi!
Bolehkah kami duduk disini?
Mereka bilang tak apa-apa.
Aku selalu ingin datang ke sini.
Ini tempat yang bagus.
Bisakah kita mampir?
Permisi!
Permisi!
Apa yang kalian pancing?
Ikan kembung.
Mereka bilang mereka memancing ikan kembung.
Ini luar biasa!
Ingin mencoba?
Bolehkah?
Ayolah.
Terima kasih!
Kemari!
Ikan kembung.
Apa yang salah?
Hei...
Apa yang...
Kau hebat! Kau dapat satu!
Makan ini.
Yang ini.
Bagaimana kau tahu?
Aku baru tahu.
Kau tak berubah sedikit pun.
Semangka!
Terima kasih banyak.
Ini dia.
Bukan untukmu. Ini untuk tamu kita.
Tak bolehkah aku dapat satu?
Selama festival olahraga saat dia masih kelas 6,
dia demam.
Panasnya 39 derajat.
Aku memberitahunya.
Dia tak bisa keluar dalam kondisi seperti itu.
Jadi, dia mengikuti festival olahraga saat demam,
dan berhasil juara pertama.
Pada malam hari, dia mengunci diri di kamarnya.
Seperti itulah dia sebelumnya.
Dia sangat hebat.
Aku tahu
Bagaimana kisahmu saat kecil, Hisashi?
Coba kuingat...
Sehari sebelum pertunjukan musik...
Aku terlalu khawatir bagaimana jika aku demam hari itu...
Dan, akhirnya aku benar-benar sakit.
Kau mirip dengan...
Turun salju!
Ini!
Luar biasa!
Bukankah ini Natal Putih?
Ini adalah Natal Putih.
Aku harap salju menumpuk.
Aku juga berharap demikian.
Itu terlihat bagus untukmu!
Aku senang memilih ini.
Tidak mungkin!
Selamat pagi!
Selamat Tahun Baru!
Kau juga!
Maafkan aku!
Apa yang terjadi?
Maafkan Aku!
Kenapa kau minta maaf?
Itu disebabkan oleh kecerobohanku.
Karena aku membawamu ke tempat seperti ini.
Apa maksudmu?
Itu karena kau menaruhnya disitu!
Jadi, ini salahku?
Ayolah. Tenanglah.
Ini terlihat mudah jatuh.
Aku tahu kau mencoba sopan...
Tapi, apa kau baik-baik saja?
Mai, dengar...
Ya?
Bolehkah aku melihat cincinmu?
Yang ini?
Ya.
Ini yang kau berikan sebelumnya.
Ya, bisakah kau melepasnya untukku agar bisa kulihat?
Terima kasih.
Cantik sekali.
Apa?
Apa yang salah?
Ahh...
Apa...
Ini adalah...
Mari kita menikah.
Tidak mungkin!
Semua sesuai rencana bahwa kau tak segera menyadarinya.
Tentu saja!
Permisi.
Ini tempatnya.
Aku memikirkannya setiap kali aku lewat di sini.
Bukankah ini cantik?
Selamat!
Permisi.
Ya?
Kami ingin reservasi gedung.
Maaf?
Kami serahkan segalanya padamu.
Baiklah.
Mari kita diskusikan detailnya.
Ikuti aku.
Semuanya terjadi begitu tiba-tiba.
Aku hanya tak bisa percaya.
Aku mulai merasa takut sekarang bahwa aku dipenuhi dengan kebahagiaan.
Apa yang salah?
Banyak hal yang terjadi hari ini yang tak bisa kuserap.
Kepalaku mulai sakit.
Kau baik-baik saja?
Ya.
17 Maret tanggal yang sempurna. Masih kosong.
Sedikit lebih dari tempat ini. Kalian tak apa dengan itu?
Ya... Itu hari pertama kali kami bertemu.
Kami tak menginginkan apapun selain tanggal itu.
Tempat ini sangat menakjubkan.
Oh, dan udon yang kita makan di sini sangat enak!
Apa maksudmu?
Aku tak ingat memakan itu.
Dan, aku tak pergi ke air terjun.
Tunggu, apa yang kau bicarakan?
Sudah kubilang, aku belum pernah ke sana!
Tunggu, tapi...
Apa yang salah?
Aku tidak pergi ke sana.
Jika aku bilang tidak, berarti tidak!
Aku tak ingat pergi ke sana!
Kau baik-baik saja? Apa kepalamu sakit?
Aku tak pergi kesana.
Ya.
Aku tak pergi ke sana, kan?
Aku tidak gila, kan?
Tidak!
Tidak! Hentikan! Berhenti!
Aku takut!
Tidak!
Ada apa denganmu, Mai?
Berhenti! Apa-apaan ini?!
Tolong aku!
Ayo pergi ke rumah sakit, Mai!
Tolong aku!
Ini akan baik-baik saja, Mai!
Bunuh aku!
Aku sudah bilang!
Bunuh aku!
Mai!
Lepaskan aku!
- Mai! - Lepaskan aku!
Tenang! Semua akan baik-baik saja!
Dokter!
Aku tak tahu apa yang terjadi! Kau tak mengerti!
Bunuh aku! Bunuh aku!
Ayo naik ke tempat tidur dulu.
Bunuh aku!
Bodoh!
Ayo pergi.
Belok di sini.
Tolong hentikan.
Di sini.
Ambil cincinnya.
Aku melepas cincin anda.
Kami akan mengembalikannya segera.
Bagaimana keadaan Mai?
Mereka bilang mereka tak yakin apa yang terjadi padanya.
Dia sedang tidur sekarang.
Baiklah.
Aku yakin kau terkejut.
Tapi, Mai bukanlah seperti yang tadi.
Aku tahu.
Aku benar, kan?
Masaharu, kerjakan dengan baik mobil ini.
Ya. Ini Hisashi.
Apa?
Aku sedang dalam perjalanan.
Hisashi!
Tolong tunggu di koridor.
Permisi.
Tolong tunggu di luar.
Kami menggunakan ultrasound.
Infus maksimum.
Ya!
Jantungnya berhenti berdetak.
Naikkan.
Ya.
Pengisian selesai. Menyingkir.
Padanya.
ECG VF terakhir.
Di mana Mai Nakahara?
Apa kau anggota keluarga?
Aku adalah tunangannya!
Bagaimana dengannya?
Dia baik-baik saja.
Jantungnya mulai berdetak.
Tapi...
Mereka berkata...
Dia mungkin tetap seperti ini.
Dia mungkin koma, dalam tidur nyenyaknya.
Mai?
Mai!
Apa yang sedang terjadi? Mai!
Permisi!
Apa ada yang salah?
Mai, Mai!
Permisi!
Nona Nakahara, anda akan baik-baik saja!
Dokter, sebelah sini.
Biarkan aku mengurusnya.
Periksa tanda-tanda vitalnya.
Nona Nakahara?
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Ibu menginap di sini lagi?
Aku terus merasakan bahwa Mai mungkin bangun di malam hari.
Naluri seorang ibu.
Tapi, perasaanku tak benar.
Apa sudah waktunya?
Aku harus sering pulang, ya?
Silahkan lakukan.
Aku selalu bersyukur untuk semua yang kau lakukan untuk putriku.
Pekerjaanmu lancar?
Bukankah rumah sakit jauh dari apartemenmu?
Aku punya sepeda motor sehingga tidak banyak biaya.
Begitu ya.
Musim dingin akan segera berakhir.
Kau masih belum bangun.
Mai.
Benar.
Ini adalah pagi ke-34 dari tidur Mai.
Mai masih belum bangun.
Semua orang menunggumu jadi cepat bangun, oke?
Keadaannya masih belum berubah?
Benar.
Aku tak mengerti apa penyakitnya.
Itu ensefalitis limbik yang disebabkan oleh tumor ovarium yang tak terdiagnosa.
Itu sangat mempengaruhi sistem kekebalannya.
Menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya salah menyerang fungsi otak.
Salah?
Ini penyakit langka yang menyerang 33 orang...
...dalam 100 juta orang.
Maaf.
Aku tahu kita tak bisa membandingkan keadaannya seperti mobil, tapi...
Apa kau masih ingat wawancara yang kita lakukan di hari pertamamu?
Tidak juga.
Kau bilang kau suka memperbaiki mobil.
Jadi, aku bertanya padamu...
Apa yang kau pikirkan setiap kali kau memperbaiki mobil?
Kau menjawab...
Wajahmu memerah...
"Itu melalui cinta."
"Aku yakin semuanya bisa diperbaiki selama kita terus mencintai dan tak pernah menyerah."
"Hal yang paling penting adalah...
...untuk percaya bahwa kau pasti bisa memperbaikinya."
Kau mengatakan itu begitu tiba-tiba.
Aku benar-benar mengira kau adalah anak yang aneh.
Ayo, makanlah.
Bos, beri aku waktu sebentar.
Aku merekam video agar aku bisa kirimkan ke ponsel Mai.
Aku percaya dia akan menertawakan ini ketika dia bangun.
Bos, tolong berpose "Peace".
Ini!
Itu bagus.
Apakah aku lucu?
Kau tidak lucu.
Ada apa denganmu?
Terima kasih banyak.
Cepat makan.
Aku makan.
Dia sangat ceria saat terakhir aku melihatnya.
Aku setuju.
Aku tahu kau khawatir.
Silahkan duduk.
Aku mengerti.
Kalau begitu, aku akan membatalkan reservasimu.
Tidak, bukan itu.
Aku tak ingin membatalkan.
Jangan khawatir, aku akan bayar.
Aku tak ingin kau membatalkannya.
Seolah aku melanggar janji yang aku buat dengannya.
Maafkan Aku.
Tolong, jangan.
Juga...
Aku percaya bahwa dia mungkin bangun sebelum hari itu...
Mai mungkin kecewa...
...bahwa aku memutuskan semuanya sendiri tanpa persetujuannya.
Dia sangat menantikan untuk menikah di sini.
Baik.
Aku mengerti, tetapi kenyataannya...
Dan jika, kami tak bisa...
Aku ingin membuat reservasi yang sama pada tahun berikutnya, jadi...
Tolong, aku mohon padamu.
Biar aku ambilkan sesuatu untuk diminum.
Tunggu, seperti yang kuduga...
Mungkin terlalu sulit untukmu...
Dalam hal ini tak ada jaminan...
Sepertinya aku terlalu banyak mengendaraimu, ya?
Maafkan aku.
Tapi, tolong bertahanlah sebentar lagi.
Aku sedang memperbaiki motorku.
Maaf atas masalah ini.
Terima kasih.
Pak, tolong lihat ini.
Tentu.
Selamat pagi.
Mai!
Mai, tak apa-apa!
Mai!
Kau baik-baik saja, Mai.
Nona Nakahara.
Maafkan Aku.
Mai...
Indung telurnya akan dikeluarkan?
Dia akan menjalani operasi, kan?
Itu akan baik-baik saja.
Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik.
Kau bisa mengatakan itu karena kau tak berhubungan darah dengan kami.
Bukankah aku benar?
Kenapa kau bisa bilang dia akan baik-baik saja?
Tak akan pernah baik-baik saja.
Tak mungkin semuanya akan baik-baik saja.
Jangan sembarangan bicara.
Hentikan.
Maafkan Aku.
Maafkan Aku.
Aku terlalu banyak bicara.
Aku pulang.
Selamat datang.
Maaf kau harus jauh-jauh kemari.
Tak apa.
Sudah lama sejak aku terakhir datang ke sini.
Hisashi.
Ya.
Hatsumi dan aku telah membicarakan ini.
Aku pikir kau sudah cukup melakukannya.
Cukup?
Kami sedih melihatmu.
Kau bisa melupakan tentang Mai sekarang.
Aku membuat janji dengannya.
Bahwa kami akan menikah satu sama lain.
Aku akan baik-baik saja.
Kumohon...
Ijinkan aku untuk berada disisinya sedikit lebih lama.
Tak bisa.
Kau...
...bukan keluarga kami.
Mai benar-benar menemukan orang yang tepat untuknya.
Aku akan sangat bahagia untuk menyambutmu di keluarga kami.
Tapi...
Aku percaya seharusnya hanya kami yang harus terpengaruh oleh ini.
Kami tak ingin menahanmu dari mimpi-mimpimu.
Karena itulah...
Tolong hapus Mai dari ingatanmu.
Apa yang terjadi?
Apa kau mengunjunginya di rumah sakit?
Uh, ya.
Hari ini bagus.
Hei, Hisashi.
Ikutlah denganku hari ini.
Untuk apa?
Pengiriman.
Baik.
Ini.
Terima kasih.
Bukankah ini tempat yang bagus untuk kita montir mobil?
Apa maksudmu?
Angin laut membuat mobil mudah rusak.
Aku mengerti.
Para penumpang, kami akan mendampingi perjalanan laut anda.
Aku bisa melihatnya sekarang.
Selanjutnya, kita memasuki pelabuhan Shodoshima.
Anda mungkin sedikit terguncang saat kapal menyentuh dermaga.
Rasanya enak!
Benarkan?
Ya.
Halo.
Halo.
Kedengarannya bagus.
Terima kasih.
Jangan dipikirkan.
Tunggu!
Oh, sudah waktunya?
Ada apa?
Ada pertunjukan Kabuki sebentar lagi.
Pertunjukan Kabuki?
Pertunjukan Kabuki kami di sini tidak besar, tapi...
Para penduduk pulau yang akan memainkan pertunjukan.
Anak-anak akan tampil di panggung.
Ini seperti festival.
Jika kau merasa menyukainya, ikutlah dengan kami.
Oh, baik!
Kenapa tidak?
Kami akan pergi.
Oh ya.
Karena kita ada di sini, sebaiknya kita pergi.
Tentu.
Selamat tinggal, kalau begitu.
Dasar bodoh!
Angkat tanganmu.
Kalau begitu, dengarkan. Ginnoja telah pergi.
Bagus sekali.
Aku sangat mengerti.
Dengar, Zankichi!
Bernyanyilah, bernyanyi!
Tangisan...
Menerangi lereng yang menanjak.
Mereka bagus.
Ya.
Bersama...
Hujan keras.
Kau luar biasa!
Biarkan setiap orang yang puas akan makan dan menjadi gemuk.
Ketiga.
Lima atau enam ratus.
Bagus sekali, pak tua!
Kau hebat!
Hisashi.
Apa kau baik-baik saja?
Ayah Mai...
Dia bilang dia tak melihatku sebagai keluarga.
Aku mengerti.
Tapi...
Mai yang melakukan yang terbaik.
Perasaanku belum berubah.
Aku masih ingin berada di sisinya di saat-saat paling sulitnya.
Aku akan minum-minum.
Bos...
Terima kasih banyak.
Selamat pagi.
Pagi...
Selamat pagi.
Kau baik-baik saja dengan ini?
Mai mungkin akan tetap seperti ini selamanya.
Dan meski begitu, kau masih ingin menjadi bagian dari keluarga kami?
Ya.
Baiklah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku sangat bahagia.
Aku sangat bahagia.
Silakan mengarahkan perhatian ke arah pintu.
Mari kita sambut kedua mempelai.
Miyuki!
Selamat!
Terima kasih banyak.
Hisashi... Maafkan aku.
Kenapa kau minta maaf?
Maafkan Aku!
Haruskah pengantin pria menangis sekarang?
Tak lama lagi giliranku.
Berhentilah menangis!
Selamat!
Selamat pagi.
Pagi.
Itu bunga yang indah.
Baru saja kupetik.
Keadaannya tak ada perubahan hari ini.
Mai?
Mai!
Hei, Mai bangun!
Kau bisa melihat ini?
Mai?
Astaga...
Kau sudah bangun?
Mai!
Ibu sangat senang!
Ibu senang untukmu!
Ibu sangat senang.
Dia... Akhirnya bangun!
Terlahir kembali?
Apa maksud anda?
Biar saya jelaskan.
Bukan berarti semuanya normal kembali dengan bangunnya dia.
Apa artinya?
Dia harus membiasakan dirinya dengan dunia nyata dari awal.
Kondisinya sekarang sama seperti anak kecil.
Apa?
Di dalam otaknya...
Hampir seperti batu tulis yang kosong.
Kami tak bisa sepenuhnya yakin bahwa ingatannya akan muncul kembali.
Tolong mengerti itu.
Maksud anda, dia tak bisa kembali sebagaimana dia sebelumnya?
Aku juga sudah memberitahu anda sebelumnya.
Ada peluang untuk pemulihan...
...tetapi tak ada jaminan.
Mari bersabar.
Begitukah?
Ya.
Aku bahagia untukmu.
Terima kasih banyak.
Hisashi... Hisashi...
Ini sangat canggung, Murota!
Terima kasih.
Hisashi!
Aku senang untukmu!
Ya.
Keajaiban memang terjadi!
Terima kasih.
Selamat!
Terima kasih, kawan!
Hisashi! Aku turut berbahagia untukmu! Selamat!
Terima kasih!
Terima kasih banyak!
Hisashi!
Maaf telah membuatmu menunggu!
Tak apa.
Hisashi! Lihat wanita itu!
Dia tersenyum.
Mai...
Ini aku, Hisashi.
Mai!
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Permisi. Selamat pagi.
Ini Mai Nakahara, dan dia akan bersamamu mulai sekarang.
Kami keluarga Nakahara.
Tolong jaga kami.
Sama disini.
Anggap saja rumah sendiri.
Halo!
Halo!
Oke, ini dia.
1, 2, 3.
Tarik tubuhmu.
Itu dia! Ini bolanya.
Oke, satu lagi.
Anda juga bisa melakukan ini, Bu.
Tentu.
Terima kasih.
Mai!
Lihat ibu.
Begitu.
Ini!
Oh, itu sudah dekat!
Oke, ayo sekali lagi.
1, 2, 3.
Di sini, Mai.
Oh, kau pandai dalam hal ini.
- Sungguh. - Ini!
Kau sudah pandai dalam hal ini.
Ini.
Bagus sekali.
Baik.
Bibi?
Manusia...
...akhirnya mati, kan?
Miho...
Kau tak harus memikirkan hal-hal negatif.
Oke?
Mai, ayo sekali lagi.
Ini.
Kau pandai dalam hal ini sekarang.
Jabat tanganku.
Jabat.
Begitu.
Kau sudah melakukannya.
Kau melakukan jabat tangan.
Regangkan tubuhmu.
Begitu, angkat tanganmu.
Kau bisa melakukannya.
Mai, lihat ke depan! Di depan.
Kakimu.
Kita bisa melakukan ini. Lakukan dengan perlahan.
Perlahan-lahan, dengan lembut.
Mai, lihat ke depan!
Hisashi, bisakah kau mendukung kakinya?
Kau bisa melakukannya.
Begitu. Kau bisa melakukannya. Lihat didepanmu.
Begitu, begitu.
Mengumumkan hasilnya.
Asada Mao: 131.72.
Ayolah! Benarkah!
Mao kalah dari Kimura!
Benarkah?
Bahkan mengejutkanku ketika Asacho pensiun.
Benar, Mai?
Ny. Maeda, jaga diri anda.
Aku tahu.
Toko soba tua di bagian utara Kota Okayama penuh dengan tamu.
Aku menyiapkan makanan penutup juga!
Dia pasti makan banyak!
Aku ingin mengatakan... Terima kasih...
Kau...
Aku mencintaimu...
Sudah lima bulan sejak Gempa Besar Jepang Timur.
Penghormatan diadakan di Kitakamikawa, Ishinomaki, Prefektur Miyagi.
Halo!
Hei...
Mai, kau tidak kedinginan?
6 TAHUN KEMUDIAN
Hei, lihat ini.
Ini Miho yang ada di ruangan yang sama denganmu.
Dia juara.
Bukankah dia luar biasa?
Hei, bu...
Akankah pria itu datang lagi hari ini?
Pria itu?
Hisashi.
Ya, ibu pikir begitu.
Baiklah.
Mengapa kau bertanya?
Mengapa kau bertanya tentang dia?
Mai?
Kau menyembunyikan sesuatu dari kami, bukan?
Oh, ya! Kau masih ingat?
Hari kedua setelah sekolah dimulai...
Itu di kamar kecil...
...dimana kami melihatmu memakai celana dalam.
Oh, hentikan!
Hei, aku belum menanyakan ini sebelumnya.
Di mana kau dan Hisashi bertemu?
Aku ingin tahu!
Aku juga, aku ingin tahu!
Itu...
Uhh...
Saat minum-minum bersama teman kerjaku.
Di warung barbekyu di dekat stasiun.
Begitu ya...
Hari itu, perutku sakit sekali...
Aku tidak minum atau makan apa pun...
Tiba-tiba, dia bersikap berlebihan dan bilang aku sangat menyebalkan.
Itu sangat mirip dengannya!
Dia selalu seperti ketua kelas!
Terima kasih sudah datang.
Terima kasih!
Hati-hati dalam perjalanan pulang.
Mai...
Apa kau tak mengingatku?
Aku benar.
Apakah hanya Aku?
Sepertinya begitu.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Aku mengerti.
Bahkan jika kau bilang berjanji untuk menikah denganku...
Tapi...
Aku tidak ingat.
Aku berpikir mungkin aku bisa terus berusaha mengingat, tapi...
Maafkan aku.
Aku yang tak mengerti keadaanmu.
Bukan begitu...
Itu membuatmu lelah, kan?
Aku mengerti.
Tentu saja.
Tapi tetap saja, aku...
akan melakukan yang terbaik.
Sampai aku ingat semuanya.
Aku berjanji kepadamu.
Pada malam natal, kita berdua makan malam di apartemenku.
Begitu.
Kita bertukar hadiah.
Saat kita makan...
kau menarik taplak meja.
Akan sangat bagus jika kau bisa ingat.
Berhenti sebentar.
Tempat ini...
Kami sering berkendara di sini.
Kami pergi ke banyak tempat...
Jalan di mana aku pertama kali memanggilnya.
Saat kau masih tertidur...
Hisashi menjadi bagian dari keluarga.
Tak masalah jika urutannya tak sesuai.
Sudah waktunya kita kembali. Ayo pergi.
Ayo pergi.
Ada satu tempat lagi yang ingin kutuju.
Apartemen Hisashi.
Tak bisa.
Kita berjanji pada dokter hanya keluar selama tiga jam, kan?
Kita akan pergi lain kali.
Sebentar lagi pukul 20.00.
Jam besuk berakhir pukul 20.00.
Tolong diperhatikan.
Kudengar kau mengunjungi beberapa tempat hari ini.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Jadi aku bisa mengingatmu.
Saat minum-minum bersama teman kerjaku.
Aku tidak minum atau makan apa pun...
Tiba-tiba, dia bersikap berlebihan dan bilang aku sangat menyebalkan.
Oh...
Mai tidak ada di kamarnya.
Ya.
Aku tak tahu.
Sepertinya dia pergi sendirian.
Ya.
Aku akan pergi mencarinya.
Halo.
Hisashi...
Dia mungkin ada di apartemenmu.
Dia pernah bilang.
Baik.
Aku sedang dalam perjalanan.
Mai!
Mai...
Apa yang sedang kau lakukan?
Ini sangat sembrono!
Ini karena...
Aku benar-benar ingin mengingat.
Apa?
Tapi, aku sama sekali tak bisa mengingatnya!
Aku tak bisa terus seperti ini!
Aku tak akan tetap seperti ini!
Kepalaku... Sakit sekali.
Kepalamu?
Kepalaku... Sakit!
Kepalaku! Kepalaku!
Dasar bodoh!
Bunuh aku! Cepat bunuh aku!
Bunuh aku!
Mai?
Ibu sangat senang!
kau baik-baik saja sekarang!
Mai, jangan khawatir.
Ayah...
Ibu...
Aku minta maaf.
Saat keadaanku baru saja membaik... Aku minta maaf.
Tidak masalah!
Kau akan baik-baik saja.
Maafkan aku...
Aku minta maaf.
Maafkan aku.
Maaf sudah membuatmu keluar.
Tak apa. Aku juga ingin pergi.
Di sinilah kau memintaku untuk menikah denganmu.
Kau tak perlu memaksakan diri.
Saat kau akhirnya bangun...
Aku sangat senang.
Aku datang melihatmu setiap hari.
Padahal, jauh sebelum itu...
Kau sedang terlelap nyenyak.
Lalu, kau membuka matamu.
Lalu, tepat di sampingmu ada orang asing.
Walaupun aku adalah kekasihmu...
Walaupun kita sudah bertunangan...
Melihat ke belakang sekarang, kukira aku sangat takut.
Tapi...
Tapi tetap saja, kau...
...melakukan yang terbaik untuk mengakuiku.
Tapi mulai sekarang...
Aku ingin kau menjaga dirimu dengan baik sepanjang usiamu.
Apakah itu karena...
...yang terjadi padaku?
Mai, kau luar biasa.
Kau bisa melewati semuanya.
Kau ada di sini sekarang karena keajaiban terjadi dan itu hal yang luar biasa!
Kau tak harus menderita.
Jadi...
Aku akan berhenti datang menemuimu.
Terima kasih. Hati-hati.
Haruskah kita pergi juga?
Bagaimana kabarmu?
Sudah terbiasa sekarang?
Ya.
Peralatan kami tak begitu bagus.
Aku yakin kau merasa bosan bekerja dengan keadaan seperti ini.
Tidak sama sekali. Aku merasa ini menyenangkan.
Kau pria yang aneh.
Benarkah?
Kita akhirnya pulang!
Kita pulang!
Selamat datang kembali!
Kami pulang.
Apa kau baik bisa?
Bisa.
Kita masuk.
KATA SANDI SALAH
Kaki kanan selanjutnya.
Baik.
Kaki kiri sesudahnya.
Oke, tolong buka mata anda.
Anda pulih dengan baik.
Akan baik-baik saja sekarang.
Terima kasih banyak!
Menikahlah dan melahirkan bayi.
Kau melakukan yang terbaik sehingga kau sekarang bisa meraih kebahagiaanmu.
Tak apa.
Tapi aku...
Tentang operasinya?
Ya.
Ibumu yang meminta agar setelah operasi kau masih bisa melahirkan.
Cantik sekali.
Terlihat imut.
Ibu senang kita menemukan pilihan yang bagus.
Benar kan?
Ibu akan pergi mengambil mobil jadi tunggu di sini sebentar.
Kulihat kau baik-baik saja!
Aku sangat senang!
Terima kasih.
Apa kau tak diberitahu?
Dia selalu di sini?
Ya.
Selalu.
Tahun demi tahun, dia selalu mengatakan hal yang sama.
Bahwa dia takkan membatalkan reservasinya.
Reservasinya masih berlaku sampai saat ini.
Tetapi kenyataannya...
Dan jika, kami tak bisa...
Aku ingin membuat reservasi yang sama pada tahun berikutnya, jadi...
Tolong, aku mohon padamu.
Tunggu, seperti yang kuduga...
Mungkin terlalu sulit untukmu...
Dalam hal ini tak ada jaminan...
Tuan Nishizawa!
Aku akan melakukan apa pun yang kubisa dengan kemampuanku.
Terima kasih banyak.
Kami telah membuat tanggal 17 Maret selalu tersedia...
...untuk kalian berdua.
526 PESAN MASUK
Tapi tetap saja, kau seharusnya tak membiarkannya pergi sendiri.
Itu akan baik-baik saja.
Tapi kau tahu...
Dia harus pergi atas kemauannya sendiri.
Oke?
Tak pernah ada waktu dimana Mai tak pernah kembali.
Dia akan baik-baik saja!
Aku sedang merekam video mulai sekarang jadi aku bisa mengirimnya ke ponsel Mai.
Aku agak malu karena aku tak biasa seperti ini...
Tapi saat kau bangun, mari kita tersenyum bersama.
Ini Mai.
Dia tertidur lagi hari ini.
Tak ada tanda-tanda dia akan segera bangun.
Aku mencoba membuat pasta yang kau masak untukku sebelumnya.
Hasilnya mengerikan.
Apa-apaan ini?
Tetap saja, aku akan memakannya.
Aku ingin tahu kemana aku harus pergi hari ini?
Jawabannya adalah...
Aku datang ke tempat penuh kenangan bagi kita berdua.
Aku terlalu bersemangat, aku sedikit menyesal sekarang.
Aku satu-satunya pria single di tempat seperti ini.
Ini sulit.
Sangat canggung.
Aku ingin tahu apa kau ingat malam itu kita menyaksikan pemandangan langit malam bersama...
Ini bukan tempat yang tepat kau datangi saat kau sendirian.
Aku agak tertekan hari ini.
Di saat-saat seperti ini saat kau tidak bersamaku...
Aku merasa sangat kesepian...
Cepat bangun!
Mai...
Sampai jumpa lagi besok. Sekian untuk hari ini.
Hisashi...
Mai! Aku mencintaimu!
Oh maaf.
Operasi pengangkatan tumor ovarium-mu akhirnya selesai.
Kau melakukan yang terbaik.
Ini jalan yang kedua kali untuk hari ini.
Aku bersama ibu dan ayahmu.
Mai...
Aku akan menunggumu.
Aku di Shodoshima.
Ini tempat yang sangat menakjubkan.
Aku ingin kau juga melihat tempat ini.
Ayo datang ke sini lain kali.
Malam ke-401 tidur panjang Mai.
Hari ini kami...
...harus melepas alat bantu nafasmu.
Kau saat ini bernapas menggunakan usahamu sendiri.
Apa kau butuh sesuatu?
Apa Hisashi Nishizawa ada di sini?
Apa itu?
Paman, bolehkah kami bermain di sana?
Silahkan.
Ayo pergi!
Jangan pergi terlalu jauh!
Oke!
Hei! Aku sudah memperbaikinya!
Kita akan memperbaikinya jika rusak lagi.
Terima kasih paman!
"Paman," ya?
Sampai jumpa.
Sampai jumpa!
Aku akan pergi padamu!
Biarkan aku menjadi orang yang mendekatimu!
Tunggu aku!
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, tak peduli apapun yang terjadi.
Kau selalu menungguku...
Kau selalu percaya padaku...
Kau selalu berada di sisiku...
Tapi...
Aku masih tidak ingat.
Tapi itu bukan masalah.
Karena...
Aku...
...sekali lagi...
...jatuh cinta padamu.
Mengatakan "sekali lagi" mungkin terdengar aneh, tapi...
Aku selalu mencintaimu.
Ayo jalan bersama...
Kita mulai.
Kaki kananmu.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Kaki kanan.
Kaki kanan.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Ya begitu.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Kaki kiri.
Kaki kanan.
Kaki kiri.
Ayo jalan bersama...
Mulai sekarang, selalu.
Sampai ketemu lagi, kalau begitu!
Tentu.
Dah, ayo pergi!
Dah.
PERTUNANGAN 8 TAHUN
Hadirin, kita sambut mempelai wanita didampingi oleh ayah dan ibunya.
JUNI 2015 Mereka dikaruniai bayi laki-laki.
Palu, 3 Agustus 2018.
...::: Penerjemah: ulla14 :::... FP: Ibaraki Net Palu
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.