All language subtitles for VEED-subtitles_jigo8

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sejauh yang aku ingat, orang-orang \Nselalu mengatakan hal yang sama tentangku.

Sampah.

Tidak ada gunanya.

Tidak berguna.

Aku lahir dan dibesarkan di daerah kumuh.

Orang tuaku tidak bekerja \Nbahkan tidak peduli aku makan atau tidak.

Ketika aku lapar, aku mencuri, atau merampas.

Selain membunuh, aku akan melakukan apa saja.

Aku tidur ketika aku ingin,

dan terbangun kapan pun aku mau.

Aku bebas.

Aduh.

Hei, kalau jalan lihat-lihat!

Seekor landak jalanan, ya?

Sampah.

Tolong, ampuni aku.

Sudah cukup.

Siapa kau?

Bebaskan saja kehidupan

yang selalu berubah

Tanpa adanya kenyataan,

masih belum kulakukan

Sudah sifatku ingin femes

semua rumor pun ku terima

Tujuan awalku sudah tuntas

tapi ingin kulihat kelanjutannya

Mayat yang terbengkalai ini

gunakan lalu dibuang

Biar kuperkenalkan namaku, catat baik-baik di otakmu!

Aku tak butuh taktik kemenangan

karena hampir keseluruhan bergantung keberuntungan

Aku juga siap memberi jawaban, apakah ini langkah yang tepat?

Di sini, di tengah-tengah lingkaran satan

Tradisi lembur para budak korporat

Bangunlah, Banker!

Cepat bayar aku

Satu baris, satu jotosan

Jawab dengan fantasimu

Berdirilah, orang-orang terfavorit

Ampunilah

Kejahatanku di masa lalu

Hukumlah diriku

dengan hukuman yang pantas

Bimbinglah diriku

Jika memang pantas diselamatkan

Aku ingin melihat

keindahan dunia ini melalui orang yang kucintai

Hari ini indah seperti biasa

besok pikir belakangan

teruslah mengembara

dalam kecemasan tubuh fana ini

Semua yang terpancar hampa

dalam sekejab mata akan berubah

Sorakan itu terdengar

dengan jelas dan fana.

Murid & Guru

Kita tidak akan menemukan arus yang ke luar dari pulau, \Njadi tak perlu menelusuri pantai terus.

Terik matahari dan pasir yang\N panas akan membuat kita lelah.

Berhentilah selalu merasa benar!

Itu adalah ide terbaik yang \Nakan muncul dari orang bodoh sepertiku.

Ada serangga dan monster di hutan.

Kita bisa mengalahkan mereka dengan bekerja sama.

Sekarang aku tahu kau seorang wanita,\Naku ingin menghindari bahaya.

Sudah kuputuskan aku benar-benar ingin menikahimu.

Terlalu cepat untuk itu dalam banyak hal.

Kita harus meninggalkan tempat ini hidup-hidup \Nsebelum kita mulai berpikir tentang pernikahan.

Mari kita bermain aman, \Nmeskipun itu membutuhkan waktu lebih lama.

Kita akan menghindari pertempuran sebisa mungkin.

Kehati-hatianmu akan \Nmembuatmu menjadi suami yang baik.

Hah?

Apa? Siapa?

Dia baru saja jatuh dari langit...

Hutannya... jadi berisik. \NItu tidak biasa.

Aku melihat banyak mayat Soshin.

Juga tidak biasa.

Apa kalian yang melakukannya?

Ia berubah menjadi seorang pria.

Itu jelas monster. \NKita harus lari.

Kenapa melarikan diri?

Hah?

Tidak ada gunanya.

Bukan berarti itu penting,

tapi bukankah itu mengganggumu\N ketika segala sesuatunya tidak seperti biasanya?

Aku sendiri tidak menyukainya.

Heh, kau bergerak dengan baik untuk ukuran manusia.

Kau cepat sekali untuk ukuran manusia.

Nurugai-san!

kita akan berlari sesuai aba-abaku.

Jangan berpikir untuk mengalahkannya, lari saja.

Oke.

Aku tidak punya banyak stamina, tapi...

Aku bangga dengan kecepatan pedangku.

Oh?

Sekarang!

Kau merobek bajuku.

Sungguh mengerikan.

Eh?

Gu...

Guru!

Lari, Tenza!

Ya, Guru!

Siapa dia?

Yamada Asaemon Shion.

Dia guruku.

Dia buta.

Tapi dia tetap berlari dengan lancar.

Dia tampaknya "melihat" dengan menggunakan bau dan suara.

Kita sudah cukup jauh.

Nurugai-ku...\Neh maksudku,

Nurugai-san, karena guru \Nada di sini, kita akan baik-baik saja.

Bagaimanapun, aku berhutang nyawa pada Shion-san,\N dan dia mengajariku menggunakan pedang.

Tameshi-itto-ryu Peringkat\N 4 Yamada Asaemon Shion

Beliau sangat luar biasa lho-

Kau terlalu mengandalkan kecepatanmu, \Npada akhirnya gerakanmu jadi ceroboh.

Seranglah kepala atau kaki terlebih \Ndahulu saat menghadapi lawan seperti itu.

Aku juga bisa mendengar betapa \Nsuam-suam kuku seranganmu.

Setiap serangan harus dilakukan dengan hati-hati.

Aduh!

Bahkan di situasi seperti ini \Nkau masih bertindak seperti guru.

Aku sebenarnya agak lega.

Kau masih menyelesaikannya \Ndengan lemah seperti biasanya.

Dasar. \NAku senang kau baik-baik saja.

Karena terakhir kali aku melihatmu ada di kapal.

Apakah kau sebegitu khawatirnya?

Ngomong-ngomong, Guru. \NApa yang telah kau lakukan sendirian?

Aku sudah menyelesaikan tugasku\N dan akan menuju perjalanan pulang.

Tidak dapat menemukan arus \Nyang menjauh dari pulau,

Aku terus mencarinya.

Sama seperti kita.

Aku menemukan apa yang tampak seperti arus\N yang mengarah keluar hanya di satu tempat, tapi...

Aku mendengar suara dan mendeteksi kehadiran\N yang tidak pernah kualami sebelumnya.

Menyadari bahwa ada batas-batas tertentu yang\Nbisa dicapai oleh seorang tunanetra sepertiku,

Aku mencari orang lain yang juga sedang akan pulang.

Tolong antar kita ke sana.

Bersama-sama, kita bertiga\N bisa melakukan sesuatu.

Mungkin.

Tapi pertama-tama...

Apa yang kau lakukan, Guru?

Giliranmu untuk menjelaskan.

Kenapa kau melindungi seorang penjahat?

Kau diperintahkan untuk \Nmengeksekusi penjahat dengan segera

jika mereka melanggar peraturan \Natau terjadi hal yang tidak diharapkan.

Itulah yang aku lakukan.

Dia mencoba merayuku.

Jadi aku mengeksekusinya,

setidaknya tanpa rasa sakit.

Kau tampaknya membantu penjahat ini. Jelaskan alasannya.

Tergantung pada jawabanmu, \Neksekusi mungkin akan dilakukan.

Anak ini tidak melakukan kejahatan.

Aku sudah hafal sebagian besar isi daftar itu.

Aku tahu keadaan para penjahat.

Tapi zaman kita hidup menentukan apa itu kejahatan, Tenza.

Yamada Asaemon adalah pedang \Nyang diayunkan dari waktu ke waktu.

Tidak masuk akal jika pedang memilih siapa yang ditebasnya.

Di atas segalanya, kau melanggar aturan tersebut

ditafsirkan sebagai pengkhianatan yang\N dilakukan oleh seluruh klan Yamada.

Tindakan satu orang bisa mengancam seluruh klan.

Tapi kau mengajariku cara menggunakan pedang.

Ketika aku masih menjadi gelandangan,

kau menerimaku, meskipun kau tidak berkewajiban.

Karena aku merasakan adanya\N akal dan potensi dalam dirimu.

Maka aku pun demikian.

Aku merasakan adanya potensi di dunia \Ndi mana anak ini bisa hidup dengan bebas.

Kau telah berbicara seperti pria dewasa.

Karena ajaranmu.

Selain itu, aku tahu kau orang yang baik.

Aku tahu kau akan mendengarkanku\N jika aku berbicara dari hati.

Aku tak mengerti kenapa kau mau membantu orang.

Jika kau bersikeras.

Tuh kan!

Lihat kan? dia benar-benar orang yang baik!

Uh, ya.

Tapi, masalah ini masih di ajukan

Jika melindungi gadis ini akan mengancam \Nklan Yamada atau bahkan mengancammu...

Saat itu...

Ada apa?

Gadis? Tak kusangka kau mengetahuinya.

Tentu saja tahu lah.

Aku punya mata yang bagus untuk menilai seseorang.

Kau suka banget candaan seperti itu.

Salam kenal, Guru.

Salam kenal, Nurugai.

Tapi kau tak perlu memanggilku "Guru."

Aku tidak mengajarkan apa-apa.

Jangan buang waktu untuk \Nmemeriksa arus yang kau temukan ini.

Pelankan suaramu.

pergi diam-diam serta berhati-hati.

Ancaman terbesar yang kita \Nhadapi saat ini adalah monster itu.

Itu tidak mungkin manusia.

Kita harus mempertimbangkan bagaimana \N cara meresponnya jika ketemu dia lagi.

Jika cuma bisa lari, maka kita harus\N bisa melakukan apapun untuk itu.

Kalian meremehkanku.

Aku terselamatkan, Guru.

Terima kasih.

Guru!

Lho he?

Kupikir aku telah melepas kepalanya. boleh juga.

Aku sudah terbiasa dengan itu.

Kau harus hidup untuk menjadi Tan,

tapi kau sangat menyebalkan,\Njadi mending kubunuh saja.

Apa yang harus aku lakukan? aku harus lari, tapi...

Tidak, mau tidak mau aku harus melawannya.

Jurus Tameshi-itto-ryu...

Tunggu, Ten-

Tebasan kilat!

Sudah kubilang, aku sudah terbiasa dengan itu.

Tenza!

Hei, Guru.

Kenapa kau menerima orang sepertiku?

Jaga bahasamu.

Kenapa kamu membawaku, Guru?

Mengambil nyawa adalah tugas kita.

Aku ingin menghabiskan sisa waktuku untuk menolong orang lain.

Memang benar bahwa kau sedikit kasar di beberapa bagian...

tapi aku merasakan potensi dalam dirimu.

Nah, bukankah kau hebat?

Aku tak mengerti kenapa kau mau membantu orang.

Sialan.

Kau ceroboh dengan pedangmu.

Kau membiarkan emosimu mengendalikanmu.

Kemarahanmu, dan keraguanmu.

Aku tidak ingin menjadi seorang samurai.

Ini tak ada gunanya.

Aku tidak meminta kau untuk \Nmengikuti hidup samurai dari awal.

Tapi suatu hari nanti, jika kau\N menemukan sesuatu yang ingin kau lindungi,

kemampuan pedang yang telah kau\N kembangkan pasti akan membantumu.

Sesuatu yang ingin aku lindungi...

Lihatlah pohon sakura itu.

Batangnya ramping, dan bunganya masih kuncup.

Tetapi kuncup mengandung segala macam potensi.

Begitu juga denganmu.

Akan tiba saatnya tunas-tunas potensi muu berkembang.

Sampah.

Tidak ada gunanya.

Tidak berguna.

Seekor landak jalanan, nih?

Sekarang, lanjutkan.

Tidak.

Aku tidak memiliki potensi!

Aku tidak punya status atau uang.

Sejak aku lahir, aku tidak pernah memiliki potensi!

Aku berhenti.

Apa?

Aku bilang aku berhenti.

Aku sudah muak dengan gaya hidup yang ketat ini.

Aku ingin hidup seperti yang aku inginkan.

Apa kau serius dengan itu?

Ya.

Kalau begitu aku punya syarat.

Sebuah syarat?

Hanya satu pukulan.

Kapan saja, di mana saja. \NDaratkan satu pukulan padaku.

Jika kau bisa melakukan itu,

maka aku akan mengizinkanmu untuk berhenti.

Aku tidak punya waktu untuk ini.

Kau mau ke mana? \N Dojo ada di arah lain.

Shion memberitahuku tentang kesepakatanmu.

Apa kau sudah mendaratkan pukulan padanya?

Apakah kau akan menyeretku kembali?

Lakukan sesukamu.

Hah?

Tapi sebelum kau pergi, temani aku jalan-jalan.

Aku bangun terlalu pagi dan\N tidak ada yang bisa dilakukan.

Mantan juniorku Shion tidur di sini.

Namanya Tesshin.

Adik seperguruan?

Sepertimu, dia tidak bermoral.

Dia memiliki bakat, tapi dia kurang motivasi.

Kalau begitu, Guru pasti telah \Nmembuatnya bekerja keras, sepertiku.

Pada saat itu, Shion fokus untuk \Nmeningkatkan kemampuannya sendiri.

Dia tidak memiliki semangat yang\N sama untuk mengajar seperti sekarang.

Pada akhirnya, Tesshin berkata bahwa ia akan\N hidup sesuka hatinya dan meninggalkan dojo.

Untuk sementara waktu, keadaan tetap sama.

Hari itu, Shion keluar untuk menguji pedangnya seperti yang biasa dia lakukan

dan berdiri di hadapan penjahat itu.

Tapi Shion tidak mau menurunkan pedang yang dia angkat.

Mungkinkah?

Ya.

Shion menyadari bahwa penjahat yang \Nada di hadapannya adalah Tesshin.

Setelah meninggalkan dojo,

Tesshin akhirnya kesulitan untuk menghidupi \Ndirinya sendiri dan beralih ke dunia kriminal.

Apa yang dilakukan Guru?

Tentu saja, dia memenggalnya \Nsebagai Yamada Asaemon.

Shion dengan jelas mendengar kata-kata terakhir Tesshin.

Rupanya, dia mengatakan ini.

"Guru, aku minta maaf."

Saat itulah Shion menjadi bersemangat

mengajar adik-adik kelasnya \Ndan mulai membantu orang lain.

Jika kau menjalani hidup sebagai bajingan, \Nkau mungkin akan berakhir dengan cara yang sama.

Dia mungkin merasa akan sia-sia jika hal itu terjadi.

Kau juga.

Akan tiba saatnya tunas-tunas potensimu berkembang.

Bagaimana?

Bisakah kau lari dari tempat ini tanpa \Nmendaratkan satu pukulan pun padanya?

Ah, Tenza.

Guru, lawan aku sekali lagi.

Kau tampak berbeda dari sebelumnya.

Aku tidak pernah secara serius mengabdikan\N diriku pada sesuatu sebelumnya, tapi...

Sisi-sisimu terlalu terbuka.

Lagi.

Lagi.

Lagi.

Maish belum.

Aku ingin mendaratkan pukulan padanya.

Dia adalah orang pertama yang percaya pada potensiku.

Hei, Guru.

Dapatkah aku percaya pada potensiku sendiri?

Dan seperti yang kau katakan, suatu hari nanti...

Suatu hari nanti, akankah aku \Nmenemukan seseorang yang ingin kulindungi?

Ujung jariku menjadi dingin.

Tapi aku merasa panas dari dada ke atas.

Aku mengerti.

Aku sekarat.

Kita semua akan dibunuh oleh monster ini.

Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!

Bahkan jika aku mati, aku akan\N memastikan mereka berhasil kabur.

Aku tak peduli bagaimana aku melakukannya.

Aku akan melakukan apa saja \Nuntuk mengulur waktu bagi mereka.

Menjauhlah.

Lari. cepat lari.

Kalian berdua, lari.

Jangan, Guru.

Kau tidak bisa mengalahkannya.

Kau tahu itu, 'kan?

Tenggorokanku terlalu rusak untuk berbicara.

Guru, tolong lari.

Hanya satu kata.

Biarkan aku bicara.

Tenza!

Guru, aku minta maaf.

Padahal sudah merawatku sejauh ini...

Nurugai-san, tolong hiduplah.

Kau memiliki potensi.

Potensi...

Aku ingin tahu potensi apa yang aku miliki.

Dia cukup tangguh.

Kenapa kita meninggalkan dia? Aku akan kembali!

Jangan.

Ini yang diinginkan oleh Tenza.

Tapi tetap saja... kau adalah gurunya, 'kan?

Bukankah dia muridmu?

Dia lebih dari itu!

kita adalah saudara yang menginginkan hal yang sama.

Dia mempertaruhkan nyawanya untuk kita. \N Aku tidak bisa menyia-nyiakannya.

Kita tidak bisa mengalahkan monster itu sekarang.

Jika kita tidak lari, kita semua akan mati.

kita harus mundur.

Tapi aku bersumpah \Nakan membuatnya membayar.

Sotto kasanete mita

Aku mencoba melapisi dengan lembut

Dakedo mo hamidashita

Namun kertasnya melengkung

Hashi no hou dake yabutta

Mantab! Aku berhasil mengenaimu!

Dakedo anata wa sono mama de ii to

Itu sangat mengesankan.

Sekarang kau bebas melakukan apa pun yang kau inginkan.

Chirakatta kakera wo mou ichido tsunaide

Guru, apakah kau akan terus mengajar-\Ntidak, maksudku...

Naoshite kureta

Guru, dengan rendah hati aku mohon agar \Nkau terus mengajariku menggunakan pedang.

Kokoro wa kami hitoe

Tentu saja.

Sono kokoro wo kanjiteitai

Aku ingin merasakan hati itu

Itsu no hi mo akeru ashita wo matte

Setiap kalinya, akuu menanti hari esok tiba

Hakanai yume ni kogarete

Aku mendambakan mimpi yang fana

Anata wa dareka wo kyou mo omoi nagara

Hari ini, dirimu akan teringat seseorang lagi

Mune ni idaita negai oi tsuzukeru no deshou

dan terus mengejar harapan yang kau dekap di hati, bukan?

Itsuka sono koe ga todokimasu you ni

Semoga suara itu kelak dapat tersampaikan

Nando kizutsuitemo

Berkali-kali pun dirimu terluka

Mamori tsuzuketa ai ga

Semoga cinta yang terus kau lindungi...

Itsuka anata wo tsutsumimasu you ni

kelak akan menyelimuti dirimu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.