Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Menuju episode terakhir!!"
Ini bukan waktunya melakukan ini.
KEIZOKU Unsolved Cases
Kiss of Death
Kau membiarkan Shibata kabur? Dia sudah setengah mati!
Tsubosaka dan Kido menipu kami.
Tsubosaka? Mantan preman tua yang tak berguna itu?
Tsubosaka adalah detektif yang baik dan
mantan perwira perdamaian.
Maaf atas ketidaktahuanku.
Setidaknya berilah hormat pada pria yang
menyerahkan uang, pengakuan dan keluarga,
serta mempertaruhkan nyawa mereka demi departemen.
Jangan sok pintar!
Ada apa?
Shibata sudah ditemukan? Di mana?
Markas besar? Aku akan segera ke sana.
Kau mau membunuhku?
Aku tidak mengkhianatimu. Jika kita benar-benar mengejar kebenaran,
aku tahu kau akan memaafkanku suatu hari nanti.
Bagaimana jika hari itu tidak pernah datang?
Itu artinya salah satu dari kita mengambil jalan yang salah dalam hidup.
Kau selalu bicara kebenaran.
Karena aku seorang wanita.
Dan aku sorang pria.
Dasar bodoh..!
"Shibata Jun"
Aku bersyukur kau selamat.
Terima kasih.
Aneh sekali.
Kau baik-baik saja, Shibata?
Aku baru ingat...
Panggil ambulans!
Apa yang kau cari?
Kirim ambulans!
Berkas kasus penembakan Mayama 7 tahun lalu.
Sudah hilang. Kenapa kau membutuhkannya?
Mayama akan menghadapi Asakura di tempat
dia menembaknya 7 tahun yang lalu. Aku ingin tahu di mana itu.
Mana berkas kasusnya?
Aku tidak tahu.
Kau tahu! Taniguchi bilang padaku kalau kau menyimpannya.
Si mulut ember itu!
Kau tahu, jadi katakan padaku!
Jika aku memberitahumu, kau akan pergi ke tempat itu.
Ya.
Kalau begitu, tidak. Sama sekali tidak!
Seseorang harus pergi, atau Mayama akan menjadi
seorang pembunuh betulan.
Begitulah dia.
Apa kau percaya itu?
Aku melihatnya menusuk Taniguchi sampai mati.
Apa motifnya membunuh Taniguchi?
Aku tidak tahu.
Tanpa motif, dia mungkin saja bukan pembunuh.
Ada mereka yang membunuh tanpa motif.
Mungkin saja Mayama membunuh untuk kesenangan.
Karena dia membunuh demi minat membunuh,
dia tidak butuh motif.
Jika Mayama membunuh demi kesenangan, kenapa dia membiarkan
Asakura hidup begitu lama?
Dia mungkin menunggu Asakura tumbuh dewasa.
Saat adiknya diperkosa, Asakura hanyalah seorang anak sekolahan.
Hukum tidak bisa membawanya pada keadilan jadi
Mayama tidak bisa menembaknya.
Mayama seorang detektif.
Dia ingin membawa Asakura pada keadilan dengan hukum.
Jadi dia bertaruh pada satu hal.
Apa itu?
Asakura itu membunuh demi kesenangan dan
dia akan melakukannya lagi.
Tidak mungkin!
Itu sebabnya Mayama mengawasinya.
Lalu kenapa sekarang?
Karena Meguro sadar kembali.
Meguro takut pada Asakura.
Jadi dia secara tidak sadar menolak memperoleh kesadaran.
Mayama belajar sesuatu mengenai Asakura dari Meguro.
Tepat sebelum dia tewas.
Jadi dia menghabisi Meguro.
Tidak. Meguro sudah diprogram untuk bunuh diri.
Diprogram?
Sugesti pasca hipnotis.
Jadi dia meracuni diri sendiri.
Seperti Maiko.
Jika Taniguchi sudah dikendalikan,
dia menikamku, lalu...
Maiko cemburu padaku.
Taniguchi benar-benar marah.
Hasrat yang kuat melahirkan sugesti yang kuat.
Sugesti-sugesti itu menjadi perangkap untuk Mayama dan aku,
sebagai upaya hidup mereka.
Kita masih bisa melindungi Mayama dari menjadi seorang pembunuh.
Aku punya firasat buruk. Jika kita terlibat dalam kasus ini,
akan ada lebih banyak korban.
Aku tidak mau kehilangan teman lagi.
Aku juga tidak.
Jika Asakura adalah pembunuhnya, dia akan mengincarmu.
Jika terjadi sesuatu padamu, ayahmu...
Aku seorang detektif!
Jika ayahku masih hidup, dia akan berkata:
Sampai jantungmu berhenti berdetak, kejarlah kebenaran.
Itulah artinya menjadi detektif.
Itu adalah kata-kata terakhirnya.
Isilah, Shibata.
Itu syaratku untuk menunjukkan berkas Mayama.
Sudah terisi. Tunjukkan padaku berkas Mayama.
Di sana?
Akhirnya hari itu telah tiba!
Di sana?
Di No. 8, 5-chome, Shibaura, Minato-ku.
Halo, Aya?
Paramedis telah tiba di sini untuk Sersan Shibata.
Tidak di sini?
Kajiura?
Mereka?
Kau tangguh, Aya.
Mereka semua pengecut.
Monster.
Apa?
Omong apa, Kondo?
Sial!
Bagaimana jika kita ditembak?
Haruskah kita menyerah?
Lewat sini!
Apa kau mengambil tanda terima untuk itu?
Di mana kau menyerahkannya?
Asakura!
Ada apa?
Kau pergi duluan.
Kamar mandi!
Aku akan tunggu.
Aku tidak memerlukanmu. Lagi pula...
Kau terlalu muda!
Jangan keras-keras Kau pergi duluan.
Kenapa sekarang?
Sampai jumpa, Shibata.
Kerja yang bagus. Sweepers akan berada di sini sebentar lagi.
Kita mengurus Mayama dan membiarkan sweepers?
Ya.
It was so long.
Maaf.
Cium aku.
Apa yang kau selipkan dalam mulutku?
Bagaimana ciuman kematianku?
Sungguh dramatis.
Kau pikir siapa yang membuatmu jadi sweeper?
Sial!
Aku hampir berhasil...!
Shibata...! Aku tak bisa melakukan kencan buta...! Maaf...!
Beruntungnya kau. Aku tidak pernah bisa melupakan.
Aku tidak melakukan apa-apa! Apa kau punya bukti?
Tidak.
Meski begitu, kau akan tetap menembakku?
Yeah.
Itu membuatmu menjadi seorang pembunuh.
Memang.
Tapi kau seorang detektif.
Kau telah menghapus semua buktinya.
Temanmu Meguro, reporter Kee, detektif Taniguchi,
Osawa Maiko.
Layaknya mainan tua yang usang, seperti permen karet,
kau membuang mereka.
Buktinya mungkin sudah hilang, tapi tidak kesalahannya.
Jadi aku akan membunuhmu.
Tahu apa yang akan terjadi padamu?
Kau mengancamku?
Entah media mengeksekusiku
atau hukum yang melakukannya, aku tidak peduli.
Itu semua sampah!
Aku tidak membunuh siapa pun. Aku bukan Asakura.
Wajahku diubah 3 tahun yang lalu. Aku...
Tolong aku...! Tolong aku...!
Bunuh aku. Bunuh aku!
Jangan tembak!
Tembak.
Mayama!
Shibata!
Kau menembaknya?
Bukan aku!
Lari!
Mayama membunuh Asakura.
Benarkah?
Shibata melarikan diri bersamanya, jadi sekarang sweepers
mengejarnya juga.
Shibata adalah putri dari mendiang
Inspektur Shibata Jun'ichiro.
Jangan khawatir. Kami tidak akan menodai rekornya.
Dia akan gugur dalam garis tugas.
Seriuslah!
Aku menyerah..!
Ketua!
Enaknya masa muda.
Aku sendiri pernah kuat dan tangguh.
"Sampai jantungmu berhenti berdetak, kejarlah kebenaran.
Itulah artinya menjadi detektif."
Seseorang pernah bilang itu padaku. Ingat?
Tidak.
Tidak? Itu kau.
Oh? Karena kau singgung, sekarang aku ingat.
Ada apa?
Baik Aya maupun Letnan Tsubosaka tak menjawab.
Mereka sudah tewas.
Jangan katakan itu.
Mereka telah dibunuh.
Kenapa?
Untuk melenyapkan kebenaran.
Kebenaran itu tidak ada. Kenangan kolektif yang samarlah
yang menyamar sebagai kebenaran.
Hancurkan para pelindung dari kenangan itu dan
tersisalah kebenaran. Asakura tahu itu.
Jadi dia melenyapkan diri Asakura sendiri.
Untuk apa?
Asakura yang kita kenal bukan Asakura.
Lalu siapa?
Jauh di lubuk hati, aku merasa seolah semuanya sudah berakhir.
Asakura yang aku kenal dan benci sudah mati.
Seandainya aku tidak mengejar Asakura, anak itu tidak harus mati.
Tsubosaka, Kido dan juga Taniguchi.
Ada sisa peluru?
Jangan tunjuk.
Itu bukan aku. Jadi pelurunya masih ada.
Kau harus menarik pelatuknya 5 kali untuk menembak.
Jangan lagi.
Dengar,
kau larilah ke pos polisi terdekat, dan
lupakan Asakura.
Lalu kau?
Sweepers mengejarku.
Lenyapkan aku dan kasus ini ditutup tanpa
media atau publik pernah mengetahuinya.
Tapi itu tidak masuk akal!
Mau tau cara termudah melakukan kejahatan sempurna?
Bagaimana?
Membunuh dalam kegelapan dan pertahankan semuanya dalam kegelapan.
Tidak akan ada penyelidikan karena
tidak akan ada kasus.
Ada seribu lebih kasus pembunuhan
di Jepang setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 15.000 kasus
orang hilang.
Katakanlah, sepersepuluh dari mereka telah dibunuh.
Itu berarti 1.500 kasus dari kejahatan yang sempurna.
Kebenaran yang kita ketahui hanyalah bagian kecil.
Mengerti?
Sampai jumpa.
Hanya ada... satu kebenaran.
Dan itu tugas kita untuk menemukannya.
Tidak terlalu bijak, bukan?
Aku ingin kau hidup.
Toples cracker ini memegang kebenaran, Ruth.
Tidak ada apapun di sana, Claire.
Ada tepat di depanmu, Lou.
Aku tidak melihat apa-apa, Bing.
Apa maksudmu, Jean?
Mayama terlihat melarikan diri ke Haneda.
Minta backup.
Kami akan mengirim penembak jitu.
Kau diperintah untuk menangkapnya saat terlihat.
Mengerti. Kami akan menangkapnya.
Ini Shibata dari Sektor 2 Investigasi.
Aku tahu semua mengenai kasus ini, dan siapa pembunuh sebenarnya.
Hentikan sweep sekarang juga. Atau aku akan mengekspos
kasus selengkapnya ke media.
Keputusan untuk menghentikan perintah membutuhkan waktu.
Beri kami waktu satu jam.
Baiklah. Tapi jika Mayama ditembak sementara waktu itu,
aku akan bergerak.
Baiklah.
Tangkap Shibata.
Tapi Shibata belum membunuh siapa pun. Bukankah itu radikal?
Ada apa dengan wajahmu, Madarame? Semuanya memerah.
Bagiku terlihat biasa saja.
Lihat? Warnanya merah. Aku bilang begitu.
Aku yang membuat keputusan. Kau hanya bertindak.
Pergi sekarang juga.
Sidik jarinya tidak cocok?
Inspektur Saotome meninggalkan sidik jarinya di toples ini
hari itu.
Saat membandingkan sidik jari ini dengan sidik jarinya dari
waktu dia bergabung dengan departemen,
tidak cocok sama sekali.
Sekarang, ini sidik jari yang Mayama ambil dari
Asakura saat dia masih anak sekolahan.
Ini cocok dengan yang ditinggalkan oleh Inspektur Saotome.
Tidak...!
Kami telah menemukan Mayama di Ota-ku.
Aku akan segera ke sana. Bersiaplah.
Kami sudah menunggumu.
Kau akhirnya mendapatkan Asakura.
Tidak, aku tidak mendapatkannya.
Kau membunuhnya.
Asakura masih hidup entah di mana.
Apa kau sudah gila?
Aku kasihan padamu. Ini petunjuknya.
Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Kaulah Asakura!
Kenapa memangnya?
Kenapa?
Ini semua adalah permainan.
Aku telah memainkan banyak permainan, termasuk peretasan
komputer dan pembunuhan.
Tapi ini yang paling mengasyikkan.
Madarame!
Maaf.
Madarame...!
Jika kau menembak Mayama, Aku akan menembakmu!
Bisakah kau menembak seseorang, Shibata?
Asakura!
Tembak, Madarame!
Dia bukan Saotome. Dia Asakura!
Tangkap dia, Madarame!
Ini tugasku!
Tembak!
Bajingan...!
Sudah rusak.
Di mana kehidupan?
Sekarang aku akan tahu bagaimana rasanya membunuh.
Serahkan dirimu, Asakura. Atau aku akan menembak.
Benar-benar kejutan.
Serahkan dirimu! Aku sungguh-sungguh!
Siswi sekolahan sepertimu tak bisa menembak siapa pun!
Serahkan dirimu.
Diam!
Berhenti di sana, Asakura!
Sidik jarimu cocok dengan anak sekolahan Asakura.
Kau coba menghapus sidik jarimu tapi tidak menyadari
mereka tumbuh kembali.
Kau menempelkan wajahmu pada anak muda lain,
mengubah wajahmu dan menyamar sebagai Saotome.
Kau membunuh Saotome yang asli dan menyelinap
ke dalam departemen.
Baru sekarang kau menyadari itu? Dasar polisi bodoh!
Aku tidak seperti kalian.
Bagiku, kematian tidak terbatas. Bagi kalian, inilah akhir dari segalanya.
Kalian tidak bisa melampauiku!
Dasar boneka rusak. Daging busuk.
Dasar belatung. Belatung! Belatung!
Kembalilah ke tanah, dasar sampah!
Feels... good.
Diamlah, dasar sampah!
Panggil ambulans!
Kau baik-baik saja, Shibata?
Mayama... Kupikir kau sudah mati.
Aku tidak bisa meninggalkanmu. Semuanya peluru plastik,
bukan yang asli.
Aku senang...
Maukah kau menurutiku, Mayama?
Apa?
Hanya sekali... sebelum aku mati... aku ingin ciuman.
Maukah kau memberiku ciuman?
Jangan bilang mati.
Di mana kau, Mayama?
Aku disini!
Jangan sembunyi dariku... Di mana kau, Mayama?
Di mana kau...?
Di sini kau rupanya, Mayama.
Jangan main-main, dasar bocah.
Ayo pergi, Shibata.
Ayolah, bangun. Ayo pergi.
Kepalamu bau. Sungguh bau...!
Ayo pergi, Shibata.
Shibata...!
Theme "Chronic Love" Sung By NAKATANI MIKI
Cast
NAKATANI MIKI
WATABE ATSURO
SUZUKU SARINA
TOKUI YU NAGAE HIDEKAZU
YAJIMA KEN'ICHI ARIFUKU MASASHI
IZUMIYA SHIGERU
NISHIO MARI
NOGUCHI GORO
RYU RAITA
English subtitles by Nippon Golden Network Timing and editing by cerulean Indonesian subtitle by cyanide2
Apa?!
Sidik jarinya tidak cocok?
Maksudmu Asakura masih hidup?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.