Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(DR. ROMANTIC 3)
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH KARYA FIKSI
"RUMAH SAKIT DOLDAM"
Di dunia ini,
kau bisa saja gagal meski sudah berusaha.
Sekeras apa pun kau berusaha...
ada batasan yang tidak bisa kau tembus.
Tapi orang bilang kau tetap harus melakukan yang terbaik.
Jika bekerja sekeras mungkin, kau bisa berhasil.
Kenapa mereka terus memberi kita harapan palsu?
Menyebalkan sekali.
Yang tak bisa dilakukan takkan pernah bisa dilakukan.
Kita terlahir dalam keadaan berbeda...
dan memiliki titik awal berbeda.
Benar, bukan?
Benar.
Dunia adalah
tempat yang tidak adil.
Tempat yang curang.
Tapi tetap saja...
jangan berasumsi orang lain tidak berusaha...
saat berhasil mencapai hal-hal yang mereka perjuangkan.
Itu akan membuatku sangat marah...
karena aku bekerja keras untuk sampai ke titik ini.
Tapi hanya ada satu cara agar situasinya adil bagi kita.
Mati.
Mari bermain adil dan mati bersama.
Aku...
dan kau, Dokter.
Dengan begitu akan adil di antara kita.
Kedengarannya adil, bukan?
RUMAH SAKIT DOLDAM
= BAB 7 = MEMBANGKITKAN HARAPAN
Bisa dilihat, Jalan Tol Yeongdong dan Donghae ada di kedua sisi.
Di dekat sana,
ada lima jalan raya nasional
termasuk Rute 31, 35, 38, 42, dan 59.
Selain itu, ada kasino,
16 lapangan golf, dan empat sanggraloka ski di dekatnya.
Ditambah lagi, rata-rata lebih dari 20.000 pendaki
dari seluruh penjuru negeri mengunjungi gunung setiap hari.
Hasilnya, rata-rata 30 sampai 40 kecelakaan lalu lintas terjadi tiap pekan,
dan selama musim puncak, mencapai 60 sampai 70 kecelakaan.
Insiden lainnya, bencana alam,
dan cedera tidak terduga menyebabkan peningkatan
pasien darurat dan trauma serius.
Tempat semua pasien ini bisa dirawat
tidak lain adalah Rumah Sakit Doldam.
Staf medis di Rumah Sakit Doldam
telah menyelamatkan banyak nyawa pasien darurat dan trauma setiap hari.
Di luar kekurangan staf dan lingkungan yang tidak memadai,
kami telah bekerja untuk membangun sistem kami sendiri
dan mempekerjakan profesional medis baru.
Setelah semua usaha itu,
akhirnya kami bisa membangun Pusat Layanan Trauma sendiri.
KEPALA PUSAT LAYANAN TRAUMA, CHA JINMAN
Seperti yang kalian tahu,
pusat layanan trauma bukanlah rumah sakit komersial.
Saat ini kami menerima subsidi dari Yayasan Keosan dan negara,
tapi untuk mengelola rumah sakit,
kami sangat membutuhkan anggaran pemerintah lokal.
Aku dengan tulus meminta dukungan kalian untuk memasukkan pusat layanan trauma,
tempat kita bisa menyelamatkan banyak pasien di garda terdepan,
ke dalam tinjauan anggaran.
Sekian.
RAPAT ANGGARAN DEWAN PROVINSI GANGWON 2023
Sekarang kita akhiri rapat hari ini.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih atas waktumu.
- Sampai jumpa lain kali. - Terima kasih.
- Terima kasih atas waktumu. - Tentu.
Terima kasih atas waktumu.
Tindakanmu ini bukan sekadar tidak tahu malu dan lancang.
Aku hanya merasa sedih dan menyesal...
atas kejadian yang menimpa putramu.
Tapi jika kau menghalangi anggaran untuk pusat layanan trauma karena itu,
kerugiannya akan langsung
dialami oleh banyak pasien yang membutuhkan perawatan darurat.
Kau akan memakai pasien sebagai alasan lagi?
Itu bukan alasan. Aku hanya berkata jujur.
Rumah sakit ada untuk pasien,
tapi di saat bersamaan, takkan bisa berjalan tanpa uang.
Sejak perawatan dimulai, dibutuhkan sumber daya dalam jumlah besar,
seperti alat-alat dan tenaga kerja.
Semuanya, hingga kapas kecil pun, membutuhkan uang.
Maksudmu kau tidak bisa menghidupkan humanisme tanpa uang?
Maksudku, humanisme saja
tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien.
Begitu rupanya.
Hati-hati di jalan.
Tampaknya di luar turun salju.
Aku menunggu musim semi,
tapi malah turun salju.
Belakangan ini, kita hanya bisa memprediksi cuacanya tak terprediksi.
Terima saja.
Aku iri kau libur hari ini.
Aku juga ingin bermain di bawah salju.
Mau makan siang bersama?
Tidak usah. Itu tidak perlu.
Tapi jika kau makan denganku,
aku akan senang.
Aku akan sangat bersyukur. Terima kasih banyak.
Sampai nanti. Semoga harimu menyenangkan.
Saljunya lebat sekali. Jangan berlari terlalu lama,
nanti kau bisa terkena flu.
Baiklah.
Dah.
Maafkan aku.
Permisi. Kau terluka.
Tunggu.
Apa-apaan kau?
Lukanya tampak dalam.
Kau juga banyak berdarah.
Kau harus diobati di rumah sakit.
Pendarahannya banyak, kau bisa terkena tetanus atau septikemia.
Kau bisa terkena radang dingin karena udara dingin
yang akan memperparah lukanya.
Kau mengenalku?
Tidak, tapi aku tahu lukamu parah.
Aku dokter.
Aku baik-baik saja.
Teruslah berjalan.
Aku akan mengurus kakiku sendiri.
Sial.
Hei.
Pak!
RUANG OPERASI
Cuacanya gila belakangan ini.
Bunga musim semi mekar di musim dingin,
lalu kini turun salju di musim semi.
Belakangan ini, kita hanya bisa memprediksi cuacanya tak terprediksi.
Tapi ini cantik, bukan?
Kau benar.
Sampah seindah ini berjatuhan.
Astaga, kau sama sekali tidak romantis.
Dokter Jung, kau sudah mencapai usia
tidak bisa merasakan apa pun bahkan saat melihat salju turun?
Aku hanya tidak suka
apa pun yang jatuh dari langit, entah itu hujan atau salju.
Kuharap tidak ada kecelakaan.
Dengan Pusat Layanan Trauma RS Doldam.
Benar.
Apa?
Begitukah?
Ya, baiklah.
Kecelakaan lalu lintas lagi?
Berapa mobil? Banyak yang terluka?
Ada insiden penembakan di pangkalan militer dekat sini.
Apa?
Empat orang terluka, termasuk dua luka tembak.
Tapi helikopter tidak bisa membawa mereka ke rumah sakit militer dengan cuaca ini.
Kondisi mereka pasti buruk. Mereka mengirim pasien ke sini.
Luka tembak?
Ya, Dokter Jung Insu dan Dokter Cha Eunja yang berjaga.
Haruskah kita memanggil Master Kim juga?
Apa itu perlu?
Luka tembak berbeda dari kasus trauma biasa.
Akan sangat menentukan jika ada dokter berpengalaman.
Ada empat orang terluka, termasuk korban luka tembak.
Hanya ada Dokter Yang Hojun untuk bedah umum.
Hubungi Dokter Seo Woojin.
Dokter Seo libur hari ini.
Profesor Park juga pergi pagi-pagi sekali
untuk rapat anggaran dewan provinsi.
Kalau begitu, kita putuskan setelah melihat kondisi pasien.
Nanti bisa terlambat.
Pengendalian kerusakan adalah pertarungan melawan waktu
dan nyawa pasien tergantung waktu yang mereka miliki, Pak.
Apa kau sedang mengajariku?
Kau tidak tahu banyak tentang kasus trauma.
Jadi, kau harus belajar.
Kau bisa menangani luka tembak?
OPERASI SEDANG BERLANGSUNG
Kau sudah bekerja keras, Dokter.
Kau juga, Dokter Bae.
Potong.
Potong.
Potong.
Dokter.
Kapan kau tiba di sini?
- Teruskan. - Apa?
Teruskan.
Baik, Pak.
Mana kemampuanmu yang sebenarnya?
Yang tadi atau sekarang?
Maaf, Dokter.
Aku lancar melakukannya saat bekerja sendirian, tapi...
Tapi tanganmu membeku saat ada yang melihat?
Ya.
- Master. - Ya.
Bu Oh menelepon.
Baiklah.
Teruslah berlatih. Aku tidak akan menonton.
Teruskan.
Bu Oh, ini aku. Apa yang terjadi?
Euntak, ada pasien.
Bawa ke ranjang satu.
Perlahan.
Berbaringlah di sini.
Jangan.
Tidak boleh.
Baiklah.
Kita bersihkan lukanya dan ukur suhu tubuhnya.
Akan kubersihkan. Serahkan kepadaku.
Kau menemukannya di mana?
Aku hampir menubruknya saat joging. Kondisinya tampak buruk.
Suhu tubuhnya 39,1 derajat.
Sepertinya tidak ada cedera pembuluh darah.
Kurasa lukanya terinfeksi.
Euntak, mari lakukan tes darah.
Baiklah.
Dari Pusat Layanan Trauma. Ada pasien luka tembak.
Bukankah kau libur hari ini?
Aku juga tidak punya kegiatan lain.
Lagi pula, tidak setiap hari ada pasien luka tembak.
Aku tidak mau melewatkannya.
Tidak mungkin. Kau akan merawat pasien? Di hari liburmu?
Kuserahkan dia kepadamu.
Baiklah.
Aku makin tidak menyukainya.
Dia monster, bukan? Mustahil dia manusia.
Euntak, tolong lakukan kultur bakteri
dan beri dia suntikan antibiotik.
Dokter Dong, kau akan menjahitnya, bukan?
- Aku? - Kenapa? Kau tidak bisa?
Bisa. Aku bisa.
Akan kulakukan.
Akan kusiapkan semuanya.
Baiklah.
Dokter Yoon. Ini Master Kim.
Baiklah.
Dokter Yoon.
Aku baru saja dipanggil ke Pusat Layanan Trauma.
Ya, Master Kim. Aku sudah dengar dari Dokter Seo.
Ada pasien luka tembak?
Ya, karena itu aku menelepon.
Aku mungkin akan pergi cukup lama kali ini.
Kau bisa mengurus UGD sampai aku kembali, bukan?
Apa?
Tentu saja. Tidak masalah.
Jangan khawatir, Master Kim.
Baiklah.
Kalau begitu, sampai nanti.
Apa?
Ada apa, Dokter Yoon?
Siapa dokter bedah yang tersisa di UGD jika Master Kim dan Dokter Seo pergi?
Tinggal Dokter Ung untuk TKV dan Dokter Dong. Memang kenapa?
MEJA PENDAFTARAN
Mari kita mulai.
Mereka berdua dan aku
pasti bisa mengelola UGD, bukan?
Benar, bukan?
- Apa? - Ada pasien!
Kakiku!
- Tunggu. - Diam.
Sakit sekali, Bung!
Ada apa dengan rumah sakit ini?
Tolong pelan-pelan denganku.
Kau yang bertanggung jawab?
Ya, Letnan Satu Kang Boseung.
Kejadiannya satu setengah jam lalu.
Kami memberinya larutan garam di jalan, tapi organ vitalnya terus menurun.
Berapa banyak yang kau berikan?
Hampir satu liter.
Dokter, dua pasien lainnya juga dalam kondisi buruk.
Yang satu mengalami trauma benda tumpul serius di perut.
Yang ini kepalanya terbentur keras saat jatuh dan tidak sadarkan diri.
Dokter Jung. Mari bawa pasien luka tembak ke ruang trauma dahulu.
Dokter Jung?
Bawa pasien luka tembak ke ruang trauma dahulu.
Dua pasien lainnya akan masuk ke area observasi.
Maaf aku terlambat.
Ayo pindahkan dia.
Ayo pindahkan pasiennya. Tolong bawa mesin rontgen portabel.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Pikiranku hanya sedikit kacau.
Maaf, Dokter.
Kami akan menangani luka tembak.
Kau bisa menangani area observasi.
Baik, Dokter.
Aku akan menemaninya.
RUMAH SAKIT DOLDAM PUSAT LAYANAN TRAUMA
Di mana kepala pusat trauma?
Aku baru saja meneleponnya.
Telepon dia lagi.
Baik, Dokter.
RUANG PERAWATAN TRAUMA
SELALU BERSAMA ANDA
Kenapa?
Woojin.
Sudah kuperiksa ada dua luka keluar.
Sepertinya ada dua luka tembus
dan satu peluru
masih bersarang di perutnya.
Cha Eunjae. Pasien itu bagaimana?
Ada luka keluar di sisi tubuhnya.
Kurasa peluru hanya menggores betisnya.
Tapi pahanya tertembak.
Kurasa di sepanjang arteri femoralis.
Jika ada di lokasi ini, sarafnya bisa robek.
Perawat Kim, biar kulihat USG-nya.
Pria itu berkeliling pusat layanan trauma dengan penuh semangat.
Lantas, kenapa dia...
menempatkanku di posisi ini?
Sebagian besar karena faktor eksternal.
Dengan kau sebagai kepala pusat maka akan memberi kesan
tempat ini berjalan lancar dari luar.
Bisa dibilang itu menambah kepercayaan publik terhadap kita.
Tidak.
Mustahil dia membawaku kemari hanya karena alasan itu.
Bu Yongju yang kukenal
bukan tipe pria
yang memedulikan hal-hal semacam kepercayaan publik.
Kalau begitu, pasti ada faktor internal.
Eunjae, ada yang salah dengan itu, bukan?
- Kau baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.
Mari kita lihat.
Bisa turunkan ini?
Yongju, apa kau...
mulai melemah?
Sakit! Kakiku!
Tolong lakukan perlahan.
Celanaku!
Ini celana desainer! Harganya mahal!
Tunggu sebentar.
Pak, jangan bergerak. Kami harus mengobatimu dahulu.
- Sial. - Euntak, bagaimana organ vitalnya?
140 per 90, detak jantung 128.
Bengkaknya parah sekali.
Mari pesan rontgen. Bu Eom, bisa panggilkan Dokter Tulang?
Dokter Tulang datang.
Kau datang. Kukira kau di pusat layanan trauma.
Master Kim menyuruhku membantumu hari ini.
Benarkah?
Mari kita lihat.
Astaga, kau terluka cukup parah.
Seharusnya kau lebih berhati-hati. Di luar turun salju.
Mari lakukan tes lab dan angiografi ekstremitas bawah.
Tolong hubungi Dokter Lee Seonung.
Baik, Dokter.
Nanti aku kembali setelah melihat hasilnya.
Ya, Dokter Bae.
Euntak.
Tolong berikan petidina untuk rasa sakitnya.
Baik, Dokter.
Benar kau, bukan?
Park Euntak.
Siapa...
Ini aku, Heo Byungbae.
Mungkin kau tidak ingat aku.
Tapi kau pasti ingat Seokgu, bukan?
Hei, Seokgu. Lihat kemari.
Tebak aku bersama siapa sekarang.
Park Euntak?
Ya, Dokter Bae.
Bagaimana kondisi UGD di sana?
Ada pasien kecelakaan motor.
Dia mengalami patah tulang paha.
Tipe spiral dan arteri femoralisnya robek.
Tidak perlu direkonstruksi, tapi harus diperbaiki.
Baik, aku mengerti.
- Master Kim. - Ya?
Dokter Jung baru saja memeriksa hasil USG-nya,
ternyata pasien trauma perut mengalami hemoperitoneum.
Bisa segera panggil Dokter Yang Hojun kemari?
Sebenarnya, aku baru saja meneleponnya.
Tampaknya dia pergi makan siang dan...
Maaf, Bu Oh.
Aku hanya membeli makan siang,
tapi mobil tidak bisa bergerak selama satu jam karena salju.
Ini membuatku gila.
Astaga.
Profesor Cha belum datang?
Aku sudah meneleponnya, tapi dia belum datang.
Hubungi dia lagi. Aku akan bicara dengannya.
Tidak perlu.
Aku di sini.
Bagus sekali.
Ada empat pasien trauma,
tapi kepala pusat layanan trauma malah berkeliaran.
Mereka bilang kau ahli dalam luka tembak.
Karena itu aku memanggilmu. Apa masalahnya?
Ada tiga operasi gabungan dan hemoperitoneum.
Kita harus mengendalikan semua pendarahan. Apa yang akan kau lakukan?
Keputusan ada di tanganmu. Kau juga harus mengatur operasinya.
Biarkan aku belajar sesuatu darimu.
Apa?
Jika tidak tahu, aku harus belajar.
Bukan begitu, Bu Oh?
- Minta Dokter Seo urus hemoperitoneum. - Baik, Pak.
Cha Eunjae dan aku akan menangani kasus luka tembak tembus paru-paru.
Setelah mengeluarkan peluru di perutnya,
kita akan beralih ke arteri femoralis.
Sampai saat itu, kau, kepala pusat,
akan mengeluarkan peluru di paha dan menjahit arterinya.
Setelah itu,
aku akan menyelesaikan operasi pasien luka tembus.
Baru kita lanjutkan rekonstruksi saraf tanpa henti.
Tidak apa-apa memaksakan diri begitu?
Kau mau bertengkar atau menyindir?
Aku hanya khawatir.
Bu Oh.
- Ya, Pak. - Mari bersiap.
Baik, Pak.
Kalau begitu, aku juga akan bersiap.
Cha Eunjae dan Bu Yongju akan menangani luka tembus di paru-paru.
Seo Woojin akan menangani hemoperitoneum.
Aku akan menangani arteri femoralis.
Bersiaplah.
Baik.
Mari masukkan selang lain di sisi kanan dan pindahkan dia ke ruang operasi.
Kau sudah memasukkan selang di kiri. Kenapa butuh satu lagi di kanan?
Sisi kanan masih menunjukkan tanda pneumotoraks dan emfisema subkutan.
Tulang yang patah pasti merusak paru-paru.
Emfisema subkutan bisa melewati garis tengah.
Bisa dimulai dari kiri lalu ke kanan.
Jika pneumotoraksnya tak parah,
memasukkan selang ke kedua sisi akan berlebihan, Dokter Cha.
Tapi...
Jika kau punya waktu untuk itu, lihat riwayat pasien saja.
Di area kardiopulmoner,
prosedur operasi dan hasilnya bisa berubah
tergantung risiko operasi pasien.
Kau yang memutuskan. Dia pasienmu.
Dokter Seo.
Pasien hemoperitoneum akan dibawa ke Ruang Operasi Dua RS Doldam.
Dokter Yang dari RS Jungil sedang bersiap.
Dokter Cha, kau di Ruang Operasi Satu di pusat trauma bersama Master Kim.
Dokter Nam Doil sedang bersiap.
Pasien arteri femoralis ada di Ruang Operasi Dua, Pak.
Mari pindahkan para pasien.
Dokter Cha Eunjae.
Mari pindahkan pasien ke ruang operasi.
Ayahku lebih tahu daripada aku. Tidak apa-apa.
Peringatan salju lebat telah dikeluarkan di seluruh Provinsi Gangwon.
Salju mulai turun sekitar pukul 10.00.
Pada pukul 14.00, ada salju setebal 20 cm
dan terus bertambah.
Salju lebat mulai turun di area Yeongdong,
dan menyelimuti pesisir timur dengan warna putih dalam sekejap.
Pemadaman listrik terjadi di area pembersihan salju ditunda.
Bus desa juga berhenti beroperasi untuk sementara waktu.
Banyak orang mengalami kesulitan sepanjang hari.
Karena lalu lintas masih saja padat, kecelakaan lalu lintas juga terus terjadi.
Mobil tidak bisa bergerak
dan kesulitan bertahan karena ban terus berputar.
Jalanan licin juga menyebabkan
total sembilan kecelakaan lalu lintas, besar dan kecil, sepanjang pagi ini.
SALJU MENDADAK MENIMBULKAN GANGGUAN
Salju akan turun sampai nanti malam.
Kurasa kita tidak bisa memesan jjajangmyeon untuk sementara.
Yang benar saja.
Kita punya mi gelas rasa jjajang. Kau mau?
Warga diminta melakukan tindakan pencegahan keamanan ekstra.
Begitukah?
Astaga.
Apa mungkin ada kiriman paket untukku?
Tidak ada.
- Ada paket? - Tidak, aku tidak melihat apa pun.
Apa itu sesuatu yang penting?
Lensa kontakku robek belum lama ini, jadi, aku memesan yang baru.
Begitu rupanya.
Sayang sekali.
Kurasa tidak akan ada kiriman paket selama beberapa hari karena salju.
Benar juga.
Baik, terima kasih.
Penglihatan Dokter Lee pasti buruk.
Pasti tidak nyaman beraktivitas.
Karena begitu, ayo cepat makan mi gelas jjajang.
Baik, Pak.
Yang ini.
- Rasa jjajang. - Baiklah.
- Apa? - Kau pernah menangani kasus vaskular?
Aku belum pernah mengoperasi sendiri, tapi pernah membantu.
Kalau begitu, ini akan menjadi kali pertamamu memimpin operasi.
Baiklah.
Kau ingin aku melakukan ini?
Aku melihatmu berlatih tadi. Aku yakin kau bisa.
Ini pembuluh darah besar, bukan kecil.
Jadi, tidak akan terlalu rumit.
Bagaimana dengan Master Kim?
Dia melakukan operasi darurat pada pasien luka tembak dengan Dokter Cha.
Hanya kau dokter bedah TKV
yang bisa mengoperasi pasien ini di Doldam sekarang, Dokter Lee.
RUANG PERAWAT
UNIT PERAWATAN INTENSIF
RUMAH SAKIT DOLDAM PUSAT LAYANAN TRAUMA
RUANG OPERASI
Boleh kulihat riwayat pasien?
Ya, ini rekam medisnya.
Dia mengalami pleuritis saat kecil
dan cairannya pernah dikuras.
- Master Kim. - Ya?
Kenapa ada banyak tentara di luar?
Pasien yang terluka tentara. Anggota lainnya pasti ikut.
Tetap saja, sebanyak itu?
Mereka bahkan bersenjata lengkap.
Bersenjata lengkap?
EMPAT TENTARA TERLUKA DIPINDAHKAN KE RUMAH SAKIT TERDEKAT
Induk rusa kutub menjilati bulu bayinya.
Meniupkannya napas kehidupan.
PENEMBAK MASIH BURON
Pak Jang, mungkinkah yang dimaksud Rumah Sakit Doldam?
Mustahil.
RUANG OPERASI
Ya, Pak.
Aku akan terus mengabari tentang kelangsungan operasinya.
Baik, Pak. Hormat.
Kau pasti sudah bekerja keras.
Mau minum?
Ya, terima kasih.
Omong-omong,
aku menonton di berita
penembaknya masih buron.
Dia masih belum tertangkap?
Militer dan polisi sedang mencarinya,
kau tidak perlu terlalu khawatir.
- Begitu rupanya. - Ya.
Omong-omong, apa penembaknya
anggota tentara juga?
Terima kasih atas minumannya.
Apa katanya?
Dia bilang aku tidak perlu khawatir,
tapi ada yang janggal.
Kenapa?
Seolah-olah dia berusaha menyembunyikan sesuatu.
Pak Lee.
Bisa cari tahu mereka dari divisi mana?
Ya, Pak Jang.
Akan selesai sekitar dua jam lagi.
Kau bisa pulang begitu kantong infusnya habis.
Dia sangat pendiam.
Pak Park.
Dokter Seo menelepon.
Ya, barusan aku sudah dengar dari Bu Oh.
Akan segera kuselesaikan dan pergi ke ruang operasi. Pergilah duluan.
Baiklah.
Apa ini?
Apa hanya aku...
yang menganggap ini aneh?
Apa hanya aku yang merinding?
Kau tiba-tiba menghilang, kukira sudah mati di suatu tempat.
Siapa sangka kau akan bermain dokter-dokteran di sini?
Harap tenang.
Kau mengganggu pasien lain.
Omong kosong, Berandal.
Permisi, Pak.
Ini tempat umum. Tolong jangan mengumpat.
Minggir, Kak.
Aku bukan kakakmu.
Jika kau terus membuat keributan, aku bisa mengusirmu.
Aku punya wewenang untuk melakukannya sebagai penanggung jawab UGD.
Menakutkan sekali.
Aku sangat takut.
Aku takut.
Kakak yang bertugas, kau sangat karismatik.
Sudah kubilang jangan mengumpat.
Kau cari mati?
Apa-apaan kau?
Diam dan pergilah setelah kau selesai.
Jangan membuat keributan. Mengerti?
Dasar kau...
Euntak.
Mundur.
Euntak.
Jangan membalasnya. Jangan membuat masalah.
PUSAT LAYANAN TRAUMA
Dokter Seo, bukankah kau libur hari ini?
Aku dipanggil soal kasus trauma.
Kami memindahkan pasien ke sini karena ruang operasi di sana penuh.
Santai saja.
Ini sebabnya Dokter Jang Donghwa selalu bilang dia makin tidak menyukaimu.
Benar juga.
Kudengar kau tinggal di kantor medis.
Kau bisa tinggal denganku jika di sana tidak nyaman.
Kantor medis tidak terlalu buruk.
Kini aku sudah terbiasa.
Tetap saja, kau selalu bisa tanya padaku jika butuh sesuatu.
Tidak perlu sungkan.
Momen dalam hidupku ini...
seperti musim semi terhangat.
Semua hari yang kulewati di Doldam...
seperti itu bagiku.
Pak Koo!
Pak Koo...
Dokter Tulang! Dokter Seo! Ada masalah!
Euntak berkelahi di UGD! Cepat!
- Cepat! - Euntak?
Bagaimana?
Haruskah kita coba lagi di sini?
Kita punya urusan yang belum selesai dari sepuluh tahun lalu, ingat?
Mau bereskan kekacauan itu di sini?
Sudah kubilang diam.
Kenapa?
Kau takut?
Itu maksudku.
Bersikaplah seperti dirimu dahulu.
Hei.
Hanya karena memakai pakaian ini dan berpura-pura baik...
bukan berarti kau menjadi malaikat.
Sama sekali tak cocok denganmu.
Kau membuatku merinding, Berandal!
Maksudku...
kau bahkan membunuh seseorang.
Dasar kau...
Apa yang kau lakukan, Euntak?
Jangan lakukan ini di rumah sakit.
Aku akan membunuh pria ini.
Jangan. Lepaskan dia sekarang.
Lepaskan aku.
Euntak!
Pasien hemoperitoneum akan segera tiba di ruang operasi.
Pergi dan bersiaplah untuk operasi, ya?
Tolong lakukan itu, Euntak.
Dasar bodoh.
Pak Koo!
Ya, Dokter.
Jika pasien ini
membuat keributan lagi, segera pulangkan dia.
Baik, Dokter.
Kau sedang apa? Bersiaplah untuk operasi.
Apa? Ya, aku datang.
Euntak.
Selamatkan aku.
Kumohon...
selamatkan aku.
DIREKTUR PARK MINGUK
Ya, Direktur Park.
Hei, bagaimana keadaan di rumah sakit?
Kudengar ada tentara dengan luka tembak.
Mereka sedang dioperasi?
Sebenarnya, begini...
Aku dalam perjalanan kembali setelah makan siang sebentar.
Makan siang? Kenapa kau masih makan siang?
Aku sudah selesai makan siang.
Aku hendak kembali ke rumah sakit, tapi terjebak macet karena salju.
Jangan terlalu khawatir, Pak.
Aku akan segera kembali.
Aku akan kembali, menilai situasi di sana, dan segera melapor kepadamu.
Direktur Park?
Direktur Park?
Kenapa kau di sana, Direktur Park?
Kau bilang hanya makan siang sebentar, tapi pergi ke kota untuk itu,
Dokter Yang Hojun?
Jadi, sebenarnya...
Masalahnya, restoran burger favoritku
membuka cabang baru di kota ini.
Aku sangat suka burger ayam mereka.
Aku hanya makan satu burger...
Halo?
Direktur Park!
Sumpah, aku berkata jujur!
Ini Park Minguk.
Bagaimana kondisi pusat layanan trauma sekarang?
Aku hanya makan satu burger.
Ruang operasi penuh?
Direktur Park! Sekali ini saja.
Direktur Park!
Aku sangat mengidam burgernya.
Direktur Park!
Kau akan mengerti jika mencobanya juga. Direktur Park!
Pasien berusia 24 tahun. Dua luka tembak tembus di dada.
Kita akan memulai eksplorasi torakotomi.
Setelah mengurus dua luka tembak di paru-paru kiri,
kita akan mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya.
Boleh kumulai?
Ya, silakan mulai.
Pisau bedah.
Hanya kau dan aku, Bu Oh?
Jangan khawatir. Aku akan membantumu dengan baik.
Mari kita lihat.
Pisau bedah.
Mana Euntak?
Dia belum datang.
Mau kupanggilkan?
Mari masuk?
Pak.
Ada yang ingin kukatakan lebih dahulu.
Mari kita mulai operasinya.
Tanpa Euntak?
Kenapa? Tidak bisakah kau melakukan ini sendiri?
Bukan begitu. Mari kita lakukan.
Pisau bedah.
Jangan gugup.
Lakukan saja seperti latihan.
Kau pasti bisa.
Baik, Dokter.
Pasiennya pria berusia 29 tahun.
Dia mengalami patah tulang paha distal
dan laserasi arteri femoralis.
Setelah trombektomi menggunakan kateter Fogarty,
aku akan memperbaiki area yang rusak.
Boleh kumulai?
Silakan mulai.
Pisau bedah.
Kurasa itu garis yang tepat. Bagus.
Dengan percaya diri.
Aku mau ke toilet.
AREA TERBATAS RUANG OPERASI
Gunting Metz.
Begitu kubuka, sedot dengan kedua selang.
Sedot.
Sedot!
Tepat di sebelahnya.
Di sana.
Kain kasa lagi.
Darahnya mulai menggumpal.
Cepat keluarkan.
Tuangkan larutan garam. Yang banyak.
Sekali lagi.
Sedot.
Retraktor Richardson.
Forsep.
Kau melihatnya?
Ya, aku melihatnya.
Kalau begitu, jepit!
Apa? Benar juga.
- Gunting Kelly. - Kau yakin?
Tolong ambilkan penjepit Mixter.
Kau berhasil.
Tekanan darahnya mulai naik.
Tangani mesenteriumnya. Akan kuurus arterinya.
Nona Oh.
Beri Dokter Jang benang bedahnya.
Tolong benangnya.
Kau pasti rajin berlatih.
Aku bukan yang terbaik di kelasku, tapi juga bukan yang terbawah.
Potong.
Potong.
Apa maksudmu?
Mobil pengangkut darah terjebak macet?
Kita seharusnya menerima lebih banyak darah hari ini,
tapi mobilnya terjebak macet karena salju.
Pemotong linear.
Periksa jumlah stok darah di rumah sakit untuk saat ini,
lalu hubungi semua rumah sakit dan pusat kesehatan terdekat
untuk cadangan darurat.
Baik, Dokter.
Tunggu.
- Mobil pengangkut darah itu di mana? - Apa?
Cari tahu lokasi terjebaknya mobil itu.
Baik, Dokter.
Selain itu, Bu An.
Hubungi Dokter Yang Hojun dan nyalakan pengeras suara.
Tolong benang bedah.
Kumohon, ayo jalan.
Ayolah.
Jangan, Hojun. Perutku.
Tidak, tunggu. Diam.
Perutku.
DOLDAM BU AN
Halo?
Ini Master Kim. Di mana kau sekarang?
Ya, Master Kim.
Maafkan aku.
Aku hanya keluar sebentar untuk makan siang dan...
Sial.
Aku sungguh hanya makan satu burger.
Ini burger favoritku...
Jadi, di mana kau sekarang?
Aku hampir sampai. Sungguh, aku akan segera sampai.
Beri tahu lokasimu! Di mana kau sekarang?
Apa?
Ini...
Aku di dekat pertigaan Ulmok.
Ulmok?
Hei, cepat lihat apa di dekat sana ada mobil pengangkut darah.
Mobil pengangkut darah?
Sebentar, Master Kim.
MOBIL PENGANGKUT DARAH
Ya, ada! Aku melihatnya.
Satu, dua, tiga, empat, lima mobil
di depan mobilku.
Hei, kau andal berlari?
Apa?
Permisi.
Aku harus mengambil beberapa kotak itu.
Kau bisa? Ini cukup berat.
Aku harus membawanya. Hanya itu caraku bisa bertahan.
Apa?
Berikan saja kepadaku!
Direktur Park.
Ambil.
Baik, Pak.
PALANG MERAH KOREA MOBIL PENGANGKUT DARAH
Ayo.
Baik, Pak.
Kita sudah menghentikan semua pendarahannya.
Mari kita segera tutup dan ambil peluru di retroperitoneum.
Baik, Dokter.
Dokter Cha, kau sudah hentikan semua pendarahannya, bukan?
Sudah.
Organ vitalnya menurun lagi.
Apa? Mustahil.
Aku sudah menghentikan semua pendarahan.
Patah tulang rusuknya di sisi mana tadi katamu?
Sisi kanan.
Dokter Nam. Cepat lihat kondisi leher pasien.
Emfisema subkutan sampai ke wajahnya.
Bu An, iodin povidon.
Pisau bedah.
Selang dada.
Kau sudah memasukkan selang di kiri.
Kenapa butuh satu lagi di kanan?
Memasukkan selang ke kedua sisi akan berlebihan, Dokter Cha.
Pisau bedah.
Richardson.
Kau harus memutarnya.
Forsep panjang.
Gunting Metz.
Turunkan sedikit ke bawah.
Retraktor.
Hentikan pendarahannya dahulu,
lalu lakukan reseksi wedge.
Cha Eunjae.
Cha Eunjae!
Baik, Dokter.
Lihat aku.
Fokus!
Pasiennya belum mati. Sadarlah, ya?
Baik, Dokter.
Forsep panjang.
Sedot.
Sedot!
Sedot.
- Bagaimana dengan darahnya? - Itu yang terakhir.
Ruang Operasi Doldam juga kehabisan darah.
Hubungi Dokter Yang Hojun dan tanyakan di mana dia.
Baik, Dokter.
PALANG MERAH KOREA MOBIL PENGANGKUT DARAH
Direktur.
Bisakah kita pelan-pelan?
Diam. Lari.
Aku tidak bisa...
Aku tidak bisa bernapas.
Diam!
Lari!
Gagal jantung! Suntikkan satu miligram epinefrina setiap tiga menit.
Eunjae, keluarkan ini.
Doil.
Baiklah.
- Terima kasih, Pak. - Terima kasih, Pak.
Cepat!
Tanganku mati rasa.
Dokter Bae.
Tanganku mati rasa.
RUANG TUNGGU
Aku benar-benar terkejut.
Aku tahu kondisi fisikmu prima,
tapi tak kuduga kau bisa berlari secepat itu.
Serahkan laporan tentang kau meninggalkan rumah sakit hari ini.
Apa?
Laporan?
Aku sudah bilang tadi...
Apa? Ada masalah?
Masalahnya adalah...
Salju mulai turun...
Pak.
Maafkan aku.
Aku permisi sebentar...
TOILET PRIA
Tapi aku hanya makan satu burger!
Kau hebat.
Apa?
Bagaimana rasanya menyelamatkan pasien?
Tapi
kau yang melakukannya, bukan aku.
Hari ini, kau yang bekerja dengan baik.
Ada cedera otot di bagian rectus femoris
dan vastus medialis.
Bukankah kasus semacam ini
biasanya dipimpin oleh dokter bedah ortopedi, bukan TKV?
Biasanya begitu.
Tapi ini pusat layanan trauma.
Sering kali dalam kasus trauma, kita harus mengabaikan siapa dokter bedah utama
dan mulai mengatasi masalah dengan akses apa pun yang termudah.
Dengan kemampuanmu, kau tidak perlu dokter bedah ortopedi untuk bergabung.
Kupikir kau akan memakai
pendekatan anatomi untuk melakukan arteriorrhaphy sendiri.
Kenapa? Kau tak yakin dengan kemampuanmu?
Kau mau berkelahi lagi?
Tidak.
Maksudku, aku memercayaimu.
Cara pikir kita memang berbeda,
tapi aku tak pernah meragukan kemampuanmu.
Forsep DeBakey.
Gunting Metz.
Tidak ada banyak kerusakan pembuluh darah.
Kita lepas turniketnya?
Melepas turniket.
Baik, vaskularnya tampak bagus.
Mari singkirkan benda asing itu dan selesaikan.
Gunting Kelly.
Apa itu tersangkut di tulang?
Sepertinya tidak terlalu dalam.
Hanya ada retakan kortikal.
Mari kita coba menariknya.
Master Kim.
Kurasa kita kehilangan dia.
Cha Eunjae. Kita lakukan pijat kardia terbuka.
Bedah dia sekarang.
Apa? Aku?
Tak ada waktu untuk bertukar tempat.
Lakukan.
Iodin povidon.
Tolong forsep nyamuk.
Pisau bedah nomor 10.
Gunting Mayo.
Apa yang kau lakukan? Pijat kardia, sekarang!
KARDIA: JANTUNG
Perlahan. Pelan-pelan.
Ambil darah lagi.
Tukar tempat.
Keluarkan tanganmu.
Ini salahku.
Aku gagal menyelamatkan pasien ini.
Woojin.
Ada apa?
Ada pasien lain?
Aku tidak bisa...
menemukan Euntak.
Sudah kucari ke tiap sudut rumah sakit, tapi dia tidak ketemu.
Dia tidak menjawab telepon.
Pak, apa yang kau rasakan?
RUMAH SAKIT DOLDAM
Apa? Ke mana dia?
Pak Koo, kau melihat pasien di sini?
Tidak.
Pasien yang kujaga
belum kembali dari toilet, jadi, aku hendak mencarinya.
PARK EUNTAK
PARK EUNTAK
DR. ROMANTIC-3
Kita harus mengabari Master Kim dahulu.
Cha Eunjae sudah kesulitan karena kecemasan operasinya.
Sepuluh tahun itu bisa kuhancurkan...
Dia orangnya, benar?
Kurang dari lima menit.
Evakuasi semua orang di lobi ke UGD.
Aku akan tetap di sini.
Bagaimana dengan Seo Woojin?
Di mana dia sekarang?
Jangan berasumsi orang lain tidak berusaha
saat berhasil mencapai hal-hal yang mereka perjuangkan.
Dokter!
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.