Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DR. ROMANTIC SEASON 3
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH KARYA FIKSI
RUMAH SAKIT DOLDAM
"EPISODE 8"
Seokgu ingin menemuimu.
Aku harus mengoperasi. Minggir.
Kudengar kau temannya Seokgu.
Dia akan sedih jika kau mengabaikannya.
Siapa bilang dia temanku?
Dasar kau...
Apa yang kau lakukan, Euntak? Jangan lakukan ini di rumah sakit.
Aku akan membunuh pria ini.
Videonya bagus.
Haruskah kubagikan ini di media sosial
dengan keterangan, "Seorang perawat menarik kerah pasien dan mengancamnya"?
Reputasi rumah sakitmu bisa hancur.
Kau tidak keberatan?
Berita terkini.
Penembak di pangkalan militer Gangwon-do telah terungkap.
Dia seorang bintara bermarga Jeon.
Diketahui masalah utamanya karena utang judi.
Kurasa semua perkataan orang tua benar.
Mereka bilang judi adalah jalan pintas menuju kehancuran dan aib.
Terungkap bahwa dia menembak Komandan Peleton Letda Park
dan anggota peleton yang bertugas akibat dendam ini.
Omong-omong, sepertinya dia belum ditangkap.
Dia tidak akan datang ke rumah sakit kita, bukan?
Untuk apa dia datang ke rumah sakit kita?
Untuk apa?
Mereka bilang dia menyimpan dendam.
Bagaimana jika dia tahu mereka di sini
dan datang mengganggu lagi?
Mungkin saja, Kepala Jang.
Tidak mungkin.
Ada tentara yang berjaga.
Dia pasti gila jika...
Letda Park dan tentara lain yang terluka
dilarikan ke pusat layanan trauma terdekat karena pemindahan ke rumah sakit militer
sulit dalam kondisi cuaca yang memburuk.
Pak Jeon, yang melarikan diri...
Rupanya mereka masih hidup?
Ambil darah lagi.
Tukar tempat.
Keluarkan tanganmu.
Ini salahku.
Aku gagal menyelamatkan pasien ini.
Doil, volume darahnya tidak cukup. Pompa lagi.
Baik.
Apa?
Fibrilasi ventrikel.
Ambilkan defibrilator internal, cepat!
Biar aku saja!
Dua puluh joule.
Kejutkan!
Mari lakukan sekali lagi.
Cha Eunjae, sekali lagi.
Dua puluh joule.
Kejutkan!
Baiklah, dia kembali.
Bawakan kateter suntik 16, cepat!
Cha Eunjae,
kau belum kehilangan apa pun.
Apa yang ingin kau lakukan?
Kau pikir bisa melanjutkan?
Aku akan memulai reseksi wedge sekarang. Tolong beri aku pemotong linear.
Baik.
Pak, apa yang kau rasakan?
Apa? Ke mana dia?
RUMAH SAKIT DOLDAM
PARK EUNTAK
Hei, Park Euntak.
Sekarang kau lemah, ya.
Ini alasanmu ingin menemuiku?
Ini hanya salam. Salam "mari akur mulai sekarang".
Rumah sakitmu punya banyak obat bagus, bukan?
Cederaku sangat menyakitkan.
Beri aku pereda nyeri yang kuat, ya?
Apa namanya? Petidina?
Semacam itulah.
Rumah sakitmu punya obat itu, 'kan?
Kau sudah sejauh itu?
Bisa beri aku sedikit?
Tinggalkan rumah sakit tanpa keributan...
sebelum kupanggil polisi.
Berapa tahun yang kau butuhkan?
Seharusnya sekitar sepuluh tahun.
Meski ini rumah sakit terpencil,
kau mungkin belajar dan bekerja keras selama sepuluh tahun itu.
Begitulah kau bisa sampai sejauh ini.
Tapi, Euntak,
sepuluh tahun itu bisa kuhancurkan
kurang dari lima menit.
Kau tahu kekuatan penyuntingan, bukan?
Jika aku merekayasa video yang kau lihat tadi,
tamatlah riwayatmu.
Bukan hanya kau,
tapi rumah sakitmu juga.
Menghancurkan hidup seseorang
terlalu mudah di dunia ini,
dasar bodoh.
Bisa tebak kenapa?
Aku tidak akan rugi apa pun,
tapi kau bekerja keras untuk hidup ini,
jadi, kau bisa kehilangan banyak hal.
Rasa rendah dirimu...
Rasa kekalahanmu bisa dimengerti...
tapi jangan mengancamku seperti itu.
Kau benar-benar terlihat seperti bedebah.
Kau cari mati?
Jadi, jaga ucapanmu.
Kau yang jaga ucapanmu, Berengsek.
Wonyoung mati karenamu.
Bukankah kau harus membayar dosa-dosamu?
Jadi, Kawan.
Berhentilah membuatku kesal
dan berikan saja obat itu agar semua bisa berakhir tanpa keributan.
Aku hanya ingin obat rumah sakit, pemberian seorang teman.
Apa itu berlebihan?
PERAWATAN DARI HATI HARAPAN, CINTA, PELAYANAN
Kepala Jang.
Kau melihat Perawat Euntak?
Tidak, aku tidak melihatnya.
Kenapa? Dia tidak ada?
Ya, dia juga tak bisa dihubungi. Dia tak ada di kantor medis atau UGD.
Kira-kira ada apa, ya?
Perawat Euntak jarang pergi tanpa mengatakan apa pun.
Dokter Seo!
Ada apa?
Aku tidak bisa menemukan pasien yang kau bawa.
Ada setengah infus tersisa, tapi dia melepasnya dan menghilang.
Pasien merepotkan yang bertengkar dengan Perawat Euntak juga menghilang.
Dia pergi ke toilet dan belum kembali.
Ada apa ini?
Tidak mungkin.
Orang hilang berantai
di Rumah Sakit Doldam?
Pak Koo, bisa periksa di sekitar toilet?
Aku akan periksa lantai dua.
Baiklah.
Ada badai salju.
Rumah sakit terisolasi.
Kau melihat Perawat Euntak?
- Aku belum melihatnya hari ini. - Satu per satu,
orang-orang mulai menghilang.
Tidak mungkin mereka keluar dalam cuaca seperti ini.
Kalau begitu, kemungkinan besar
insiden dimulai di dalam rumah sakit.
Tolong periksa masukan-keluaran per jam
- dan beri tahu seseorang jika ada demam. - Baik, Dokter.
Kau mencari seseorang?
Apa Perawat Euntak naik kemari?
Tidak, aku belum melihatnya.
Perawat Euntak juga membolos?
Dia tidak sepertimu.
Apa yang kulakukan? Aku berbakti belakangan ini.
Pasien yang bertengkar dengannya di UGD tadi juga menghilang.
Apa mereka keluar untuk berkelahi?
Dokter Seo!
Dokter Seo!
Dokter Seo.
Ada situasi darurat! Kau harus segera turun.
Mereka penumpang bus yang lewat di dekat rumah sakit.
Busnya tergelincir di lereng yang tertutup salju.
Tidak ada yang terluka parah, tapi beberapa dari mereka terluka.
Mereka diarahkan ke RS Doldam oleh 119
sebab menunggu bantuan akan terlalu lama karena salju.
Kita harus menyelesaikannya besok!
Jika aku harus menebak, ada lebih dari 20 orang.
Kita harus mengabari Master Kim dahulu.
Dia tidak bisa datang, ada pasien luka tembak yang harus dia operasi.
Dia menyerahkan pasien UGD di tangan kita sampai dia kembali.
Tapi situasi ini mengerikan.
Siapa yang bertugas di Doldam sekarang?
Bisa dibilang hanya ada kita sekarang.
Direktur Park Minguk menghadiri rapat peninjauan anggaran hari ini,
tapi dia mungkin tidak bisa kembali karena terjebak salju.
Bagaimana dengan Dokter Lee Seonung?
Dokter Ung ada di ruang operasi bersama Dokter Tulang.
Bagaimana ini, Dokter Seo Woojin?
Kau yakin kita tidak perlu menghubungi Master Kim?
Perawat Eom, gunakan sistem triase
dan kirim golongan level tiga ke bawah ke UGD.
Baik, Dokter.
Selain itu, Kepala Jang,
tolong pandu pasien tanpa rasa sakit
atau trauma yang terlihat ke lobi untuk menunggu.
- Baiklah. - Lalu kau.
Tetap fokus.
Kau bisa, bukan?
Jangan terlalu memercayaiku.
Kau bisa. Bukan begitu, Dokter Donghwa?
Akan kulakukan yang terbaik.
Ya.
Halo? Apa ada dokter di sini?
Tidak ada orang di rumah sakit ini?
Ayo.
PUSAT MEDIS DARURAT
BAB 8 EFEK NONUNGGULAN
Gunting Kelly.
Apa itu tersangkut di tulang?
Kurasa hanya ada retakan kortikal.
Mari kita coba menariknya.
Klem vaskular.
Tolong irigasi.
Kurasa kita tidak perlu melakukan pirau.
Aku akan menutupnya.
Benang bedah.
- Potong. - Potong.
- Potong. - Potong.
Kami sedang menutup arterinya.
- Potong. - Potong.
Akan kulepas klemnya sekarang.
Baiklah.
Aku sudah melakukan tugasku.
Mari bertukar.
Sesuai dugaanku.
Kau hebat, Dokter Cha Jinman.
Kurasa akhirnya aku mengerti maksud Dokter Nam Doil
saat dia bilang kalian berdua "DGBT".
Ini kali pertamaku
gugup soal kecepatan operasi sejak bekerja denganmu.
Sudah kubilang ada banyak ahli tersembunyi di Korea.
Akan kuperiksa cedera sarafnya sekarang. Ambilkan retraktor Senn.
Baiklah, pegang di sini.
Benang bedah.
Hei.
Operasinya lancar?
Pasien mengalami gagal jantung di tengah operasi.
Begitu rupanya.
Kau sudah berusaha keras.
Mau kuambilkan minuman dingin?
Tidak, aku harus menemui pasien.
Untungnya, pendarahan bisa dihentikan, tapi kami tetap harus menunggu hasilnya.
Santai saja, ya?
Operasi hari ini agak sulit.
Biasanya
Dokter Cha tak membuat kesalahan seperti itu,
tapi tadi dia melewatkan cedera paru-paru akibat patah tulang rusuk kanan.
Ada emfisema subkutan sampai ke wajah pasien.
Kau sudah memasukkan selang di kiri.
Kenapa butuh satu lagi di kanan?
Sisi kanan masih menunjukkan tanda pneumotoraks dan emfisema subkutan.
Emfisema subkutan bisa melewati garis tengah.
Jika pneumotoraksnya tak parah,
memasukkan selang ke kedua sisi akan berlebihan, Dokter Cha.
Untung saja, Master Kim bisa mengembalikan detak jantung pasien.
Dia tidak hanya menyelamatkan pasien, tapi juga Cha Eunjae.
Cha Eunjae...
sudah kesulitan karena kecemasan operasinya.
Sedang apa kau di sini?
Mengamati pasien.
Apa kondisinya buruk?
Tidak, dia baik-baik saja.
Hasil CT otaknya bagus
dan tidak ada yang janggal.
Hei, kabel monitor pasien masih terpasang, bukan?
Ya, masih terpasang.
Setelah kehilangan putra Bu Ko,
aku mulai meragukan semua yang kuketahui.
Meski tahu prioritas utama adalah menghentikan pendarahan,
aku terus berpikir, "Benarkah itu?"
"Bagaimana jika kondisi pasien yang tampak baik-baik saja lebih kritis?"
Kondisiku saat ini,
singkatnya...
yang terburuk dari yang terburuk.
Pasienku juga nyaris tidak selamat tadi.
Bagaimana bisa?
Karena...
Karena aku tidak berpengalaman.
Kau pasti sangat kesulitan jika sampai mengatakan itu.
Kukira dia akan mati, aku benar-benar kalut.
Tapi berkat Master Kim, pasien itu hidup.
Operasi jantung terbuka.
Terbuka...
Master Kim kita memang hebat.
Memang hebat. Hormat.
Hormat.
Setidaknya hari ini tidak sesibuk dugaanku.
Aku khawatir karena saljunya lebat.
Apa katamu?
- Halo, ini Rumah Sakit Doldam. - Di mana toiletnya?
Tunggu sebentar.
- Tolong ambilkan selimut! - Permisi, boleh aku minta selimut?
Kepalaku...
Terima kasih.
- Ada apa? - Maaf.
Astaga, dingin sekali.
- Apa? - Apa-apaan ini?
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Aku merasa tidak enak memakai selimut sendirian.
Astaga, dingin sekali.
Baiklah, lobi aman.
Ini bukan kali pertama kita bekerja sama.
- Wajar jika karantina... - Pak.
- Tunggu sebentar. - Pak.
Aku sudah agak baikan sekarang.
Tolong cepat lakukan sesuatu.
- Bawakan alat jahitnya. - Baiklah.
Tapi aku sangat sibuk.
Cepat!
Kau sedang apa, Kepala Jang?
Identitas pelaku penembakan di pangkalan militer telah terungkap.
Benarkah?
Mereka bilang dia masih buron.
Tapi kemungkinannya kecil dia ada di sini.
Aku memeriksa lebih dahulu untuk berjaga-jaga.
Ada apa?
Kurasa
aku pernah melihat orang ini.
Kau pernah melihatnya? Di mana?
Aku bisa melihatnya!
- Sakit? - Ya...
Perawat Eom, bisa minta tramadol dan rontgen untuk pasien ini?
Perawat Eom?
Perawat Eom!
Biar aku saja.
Kau...
Setelah memberi pasien tramadol, aku akan membawanya untuk dirontgen.
Kau terluka? Coba kulihat.
Tidak. Aku baik-baik saja.
Tunggu. Jangan bergerak.
Operasinya lancar?
Ya, tentu saja.
Maaf aku tidak hadir.
Kita bicarakan itu nanti.
Dokter Jang, siapkan perban.
Baik.
Perawat Euntak, tidak ada masalah, bukan?
Tentu saja tidak.
Meskipun ada, aku bisa mengatasinya.
Kabari aku jika butuh bantuan. Mengerti?
Dia benar-benar dipukuli.
Bukankah kita harus melaporkan ini ke polisi sebagai penyerangan?
Bukankah kau ada pasien?
Kenapa kau selalu kejam kepadaku?
Kau baik sekali saat bicara dengan Perawat Euntak.
Lalu kenapa?
Perawat Choi, aku butuh saline normal dan lakukan tes lab pada pasien ini.
Baik, Dokter.
- Dokter Seo! - Dokter Seo Woojin!
Dia orangnya, bukan? Pasien yang kau bawa.
Ya, dia orangnya.
Ke mana dia pergi?
Mungkinkah dia kabur?
Aku sudah mengobatinya,
tapi dia akan sulit berjalan dengan luka kaki sedalam itu.
Ditambah lagi, di luar salju turun lebat.
Artinya,
dia bersembunyi di suatu tempat.
Kepala Jang, hubungi polisi dahulu.
Baiklah.
Bagaimana dengan orang-orang di rumah sakit?
Halo, ini Pusat Layanan Trauma.
Ada apa, Dokter Seo Woojin?
Hai, Perawat Eom. Ada apa?
Ya.
- Apa? - Apa?
- Potong. - Potong.
- Master Kim. - Ya?
Mau istirahat sebentar?
Tidak apa-apa.
Tolong kait sarafnya.
Kurasa sarafnya terhubung dengan baik.
Sedikit lagi irigasi, setelah itu kita selesaikan.
Baiklah.
- Master Kim! - Ya, Perawat Joo?
Kami baru saja mendapat telepon dari Rumah Sakit Doldam.
Ada bus kecelakaan karena keluar jalur.
Tujuh orang terluka dan 16 penumpang lain telah dievakuasi ke rumah sakit.
Siapa yang ada di sana sekarang?
Untuk saat ini, Dokter Areum dan Dokter Woojin mengurus semuanya,
tapi...
Ada apa? Ada masalah?
Penembak yang melarikan diri sepertinya ada di rumah sakit.
Dia datang sebagai pasien.
- Sial. Hubungi markas sekarang. - Baik.
Pisau bedah.
Gunting Potts.
Kateter Fogarty 4-French.
Dokter Seonung, kau harus mendorongnya sedikit lagi.
Baiklah. Bagus.
Baik, sekarang perlahan gunakan suntikan.
Tolong cairan heparin.
Kau jauh lebih baik daripada dugaanku.
Bisakah kita
tingkatkan kecepatannya sedikit?
Maaf, aku agak lamban, ya?
Kau hanya berhati-hati. Itu bukan hal buruk.
Terima kasih.
Akan kumulai revaskularisasi distal.
Bagaimana situasinya sekarang?
Polisi militer sedang menuju kemari.
Tapi seperti yang kau tahu, kondisi cuacanya sangat buruk.
Jadi, kami tidak tahu butuh berapa lama.
Sampai saat itu, sebaiknya kita evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Apa maksudmu evakuasi?
Bukankah semuanya akan berakhir jika kau menangkap pelakunya?
Begini...
Sebenarnya,
ada sesuatu yang belum dirilis ke publik.
Apa?
Pelakunya...
membawa senjata.
Dia mengambil dua pistol dengan magasin dari pos jaga
dan pistol dari letnan dua.
Ada berapa peluru dalam satu magasin?
Setiap magasin berisi 30 peluru. Totalnya, dia punya 60 peluru.
Kau bahkan tidak memberi tahu kami tentang situasi berbahaya ini
dan membawa pasien begitu saja?
Apa kau bahkan memikirkan keselamatan staf medis kami?
Kami juga tidak menduga situasinya akan menjadi separah ini.
- Dokter Jung Insu. - Ya, Master Kim?
Pindahkan pasien di Area Observasi ke ICU.
Sisakan hanya dua staf ICU.
- Baiklah. - Lalu evakuasi staf lainnya
ke kantor medis di lantai dua.
Baik.
Permisi.
Dokter Jung Insu tahu prosedur evakuasi,
kau bisa mendiskusikan semua dengannya dan membuat keputusan.
Menara kendali harus kuat agar tidak terjadi kecelakaan, bukan?
Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan ke Rumah Sakit Doldam
dan memindahkan pasien yang sudah dioperasi Dokter Seo Woojin.
Akan lebih mudah melindungi pasien jika mereka tetap bersama.
Kami akan ikut denganmu.
Baiklah, ayo.
Ayah, ada masalah?
Ada masalah di rumah sakit,
jadi, semua orang dievakuasi ke kantor medis.
Kau juga harus keluar. Evakuasi.
AREA TERLARANG
Seo Woojin.
Ya, Master Kim?
Tidak, kami baik-baik saja. Belum terjadi apa-apa.
Evakuasi semua orang di lobi ke UGD.
Jaga pergerakan di lokasi berbeda, termasuk toilet, seminimal mungkin.
Bersiaplah memindahkan pasien dari ICU ke Pusat Layanan Trauma.
Baik, kami akan melakukan itu.
- Jang Donghwa. - Ya?
Kita akan pindahkan pasien hemoperitoneum dari ICU ke Pusat Layanan Trauma.
Siapkan pasiennya. Aku akan menyusul.
Baik.
Dokter Yoon, evakuasi semua orang di lobi ke UGD untuk saat ini.
Minta bantuan Kepala Jang.
Baik, aku mengerti.
Perawat Euntak, pisahkan pasien ke dalam sesi.
Baik, akan kulakukan.
NARKOTIKA UNTUK PENGGUNAAN MEDIS
Kenapa bedebah ini lama sekali?
Dia tidak akan datang.
Apa katamu?
Kau tahu Euntak seperti apa.
Dia tidak akan melakukan hal seperti itu.
Kau sudah diberi tahu soal pasien hemoperitoneum?
Ya, kami bersiap memindahkannya ke Pusat Layanan Trauma.
Baiklah.
Tiarap.
- Astaga. - Apa...
Semua orang di sini...
harus keluar.
Ayo, keluar. Cepat.
Ayo.
Kau juga harus pergi.
Apa? Baiklah, aku akan pergi.
Sial.
Bagaimana rasanya menyelamatkan pasien?
Hari ini, kau yang bekerja dengan baik.
Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang cepat keluar!
Ya, aku pergi. Aku akan keluar.
Aku mau pergi, tapi...
Sial!
Apa yang kau lakukan?
Tapi...
Omong-omong...
Kau tak boleh membawa senjata berbahaya ke rumah sakit.
Ini...
Ini ICU, kau harus...
Kau harus memakai masker.
Kau harus...
Sterilkan tanganmu juga.
Jangan menghalangi.
Kubilang minggir!
Mana bisa? Jika aku minggir, kau akan menembaknya!
Kalau begitu, kau bisa mati bersamanya.
- Tunggu, kumohon! - Berhenti!
Dokter Seo!
Cepat keluar. Pergilah ke kantor medis.
Cepat keluar.
Tinggalkan saja.
Eunjae, apa yang kau lakukan? Aku menyuruhmu ke kantor medis.
Cepat. Keluarlah.
Maaf, tapi aku harus tetap di sini.
Kondisi pasien masih belum stabil, jadi, aku harus tetap di sisinya.
Kenapa kau sangat keras kepala?
Kau harus mendengarkanku dalam situasi seperti ini!
Dia pasienku, Ayah.
Aku yang memutuskan, dia tanggung jawabku.
Dari yang kualami di ruang operasi,
kini aku sangat menyadari apa yang bisa menimpa pasien
jika aku tidak memenuhi tanggung jawabku kepada mereka.
Aku tidak mau
hal itu terjadi lagi.
Aku akan tetap di sini.
Eunjae.
Ini rumah sakit. Apa yang kau lakukan?
Aku akan membunuh mereka.
Mereka meremehkanku...
menginjak-injakku,
dan mengabaikanku. Aku akan membunuh para bedebah ini.
Lakukan saja di tempat lain. Ini rumah sakit.
Lantas, seharusnya kau abaikan aku. Kenapa malah membawaku ke sini?
Karena kau terluka
dan aku seorang dokter.
Arogan sekali.
Letakkan senjatamu.
Kau tidak akan mendapatkan apa pun dengan itu.
Kau pikir aku melakukan ini untuk mendapatkan sesuatu?
Tidak!
Aku menyadarkan dunia
yang tidak adil dan curang ini.
Ada orang sepertiku yang terlahir di titik awal berbeda
dan berjuang agar semua berjalan sesuai keinginan mereka!
Aku ingin menghibur orang-orang itu!
Kau pikir ucapanmu membenarkan tindakanmu?
Apa katamu?
Kenyataannya, tidak.
Semua itu hanya alasan, pembenaran.
Kau ketahuan berjudi,
dikeluarkan dari militer, dan marah pada dirimu atas kekuranganmu sendiri!
Kau hanya melampiaskannya kepada orang lain...
dalam bentuk kekerasan paling menjijikkan dan dengan cara paling pengecut!
Diam! Hentikan sikap angkuhmu!
Dokter Seo!
- Apa yang terjadi? - Halo, Dokter.
- Bisa beri tahu kami ada apa? - Aku harus pergi!
Kami pantas mendapatkan jawaban!
- Perawat Euntak. - Master Kim.
Bagaimana evakuasi...
Wajahmu kenapa?
Bukan apa-apa. Aku hanya terjatuh.
Kau sudah selesai mengevakuasi semua orang?
Ya, ruang operasi hibrida dan lima ranjang dalam diberikan kepada pasien.
Sisanya diberikan kepada penumpang biasa.
Baiklah.
Seo Woojin mana?
Di ICU lantai dua. Dia sedang bersiap-siap...
- Apa... - Ada apa?
Astaga. Apa yang terjadi?
Suara tembakan!
Pistol?
Bukankah itu pistol?
Kurasa begitu.
Itu suara tembakan, bukan?
Kurasa begitu.
Apa itu tadi?
Siapa yang berlatih menembak saat turun salju?
Dasar bodoh.
LAPORAN INSIDEN: ABSEN TUGAS BURGER AYAM...
Pergilah ke sana.
Di sini!
Di sini, Euntak!
Di sini, cepat! Cepat!
Apa yang harus kulakukan?
Tolong aku!
Sial!
Pelan-pelan, sakit.
Jangan menangis. Kau tidak akan mati.
Hei, Jang Donghwa.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku baik-baik saja.
Pasiennya...
juga selamat.
Lalu Seo Woojin?
Di mana dia sekarang?
Sepertinya lukamu terbuka kembali.
Jangan cemaskan itu, jalan saja.
Jika peradangannya memburuk, itu bisa menyebabkan sepsis.
Maka kau bisa mati.
Ini bukan kali pertamaku mendengar dokter mengatakan hal-hal yang menakutkan.
Jangan memperbesar masalah dan serahkan dirimu.
Belum ada yang mati.
Tidak akan seburuk dugaanmu.
Diamlah.
Akan kuurus masalahku sendiri!
Hei.
Kau dokter,
tahu apa kau?
Kau hanya belajar di rumah bagus,
semua yang kau butuhkan sudah tersedia.
Kau masuk sekolah kedokteran atau sekolah hukum,
bisa menjadi dokter, jaksa, dan hakim yang selalu kau inginkan.
Tahukah kau rasanya menjalani...
hidup seperti kami?
Ya,
aku tahu.
Aku tidak pernah punya rumah bagus.
Aku tidak pernah
terlahir kaya.
Setelah bisnis ayahku gagal...
seluruh keluargaku tewas...
dalam pembunuhan bunuh diri.
Hanya aku yang keluar hidup-hidup.
Benar.
Dunia adalah...
tempat yang tidak adil.
Tempat yang curang.
Tapi tetap saja...
jangan berasumsi orang lain tidak berusaha...
saat berhasil mencapai hal-hal yang mereka perjuangkan.
Itu akan membuatku sangat marah...
karena aku bekerja keras untuk sampai ke titik ini.
Arogan sekali.
Jangan bersikap angkuh, Berengsek.
Terlepas dari semua itu, kita sama saat mati, kau tahu?
Mari bermain adil dan mati bersama.
Bagaimana?
CHA EUNJAE
Kenapa kau tidak menjawab?
Jangan bergerak.
CHA EUNJAE
Sudah kubilang jangan bergerak, Berengsek!
Maaf...
tapi aku mau hidup lebih lama.
Aku ingin hidup lebih lama.
Bedebah ini...
Hei!
Kau baik-baik saja?
Ya.
Situasi sudah ditangani. Kalian boleh keluar sekarang.
- Baiklah. Ayo. - Syukurlah.
Pergilah, Perawat Oh dan Perawat Joo.
Dokter Cha, aku di sini!
Kau juga mendengar suara tembakan itu?
Sulit dipercaya. Aku tak tahu suara tembakan sekeras itu.
Perawat Joo, tunggu.
Bisa jaga pasien sebentar? Aku akan segera kembali.
Pasien sudah stabil sekarang, jadi, awasi saja urinenya.
Lain kali, jangan menghampiri bahaya seperti tadi, paham?
Orang lain bisa saja terluka.
Kau akan melakukan hal serupa, Master Kim.
Kau tidak perlu menjadi sepertiku dalam hal itu, Dokter Seo.
Bagaimana jika kau terluka?
Kalau begitu, kau bisa merawatku, Master Kim.
Apa?
Astaga.
Hei, Seo Woojin!
Hei, kau harus menjawab teleponmu...
Jangan hiraukan aku, Eunjae.
Lanjutkan yang kau lakukan tadi.
Semuanya.
Sekarang giliran Eunjae memarahimu.
Dengan begitu, kau akan sadar.
Silakan, Eunjae. Lanjutkan.
Lakukan sepuasmu!
Hei, Seo Woojin,
rumah sakit berada dalam situasi gawat.
Ada keadaan darurat dan perintah evakuasi.
Kenapa kau tidak menelepon...
Kenapa menatapku seperti itu?
Aku mencintaimu.
Apa?
Apa katamu?
Sampai nanti.
Apa katamu?
Hei, Seo Woojin!
Eunjae...
aku penasaran bagaimana nasibku...
jika tidak bertemu denganmu.
Kau seharusnya memberi tahu kami tentang situasi seperti ini. Astaga.
Maaf, mengingat situasinya...
Bagaimanapun situasinya, salah satu dokter kami hampir terluka!
Jika aku tidak pernah bertemu dengan Master Kim dalam hidupku...
bagaimana nasibku?
Kepala Jang, kau dari mana saja?
Aku sibuk membantu Dokter Seo Woojin di UGD...
Aku di UGD bersama Woojin sejak tadi! Kau...
Kenapa marah kepadaku? Bagaimanapun, aku...
Dokter Seo!
Kau baik-baik saja? Kau tidak terluka, bukan?
Astaga, aku khawatir hal buruk akan menimpamu.
Jantungku berdebar kencang sekali, kupikir aku akan mati.
Suara tembakannya... Astaga, sulit dipercaya.
Bukankah kau suka permainan tembak-menembak?
Permainan ya permainan,
jangan tertukar antara permainan dengan kenyataan.
Bagaimanapun, aku lega kau tidak terluka.
Bisakah aku menjadi sosok yang seperti itu bagi seseorang?
Kau mau minum?
Ya...
Aku mau jus jeruk.
Jus jeruk yang diperas dan mahal.
Aku hampir mati. Jadi, boleh, 'kan?
Bisakah?
Kenapa tidak kau belikan?
Pak, kami sudah memberimu pereda nyeri, kau akan segera merasa lebih baik.
Sudah kubilang sakit sekali.
Aku...
Aku tidak baik-baik saja!
Bisa beri aku obat yang lebih kuat?
Perawat Eom, beri dia petidina.
Jangan, Dokter Yoon.
Pasien ini kecanduan.
Kalau begitu, berikan tramadol lagi.
Pak, kami akan memberimu obat lain yang bukan narkotika.
Hei, apa katamu?
Kau bilang apa kepada dokter itu?
Kubilang kepadanya kau pencandu narkoba
dan tidak bisa diberi pereda nyeri opioid.
Apa maksudmu?
Hei! Kau sungguh ingin aku membunuhmu?
Memang kau tahu...
apa artinya mati?
Apa?
Saat Wonyoung sekarat...
aku berlari selama 30 menit sambil menggendongnya.
Aku masih ingat...
bagaimana tubuh Wonyoung menjadi kaku di punggungku.
Jika aku menemukan Wonyoung lebih cepat malam itu...
mungkin dia bisa hidup.
Penyesalan karena tidak mencegahnya
bergaul dengan sampah sepertimu, menyalahkan diri sendiri...
dan beban kematiannya yang terus membebaniku...
Aku berlari selama sepuluh tahun...
menopang semua itu di punggungku.
Tapi kau akan...
menghancurkannya dalam lima menit?
Jangan konyol.
Kau bahkan tidak bisa menyentuh kerahku, Seokgu.
Bisa tebak kenapa?
Sekeras apa pun kau berusaha...
aku tidak akan goyah.
Aku tidak menjalani hidup ceroboh sampai bisa digoyahkan orang sepertimu.
Kau sudah gila, Berengsek?
Astaga.
- Halo, Semuanya. - Detektif Ko.
Aku mendapat laporan ada pengguna narkoba di rumah sakit.
Apa kau Choi Seokgu?
Hei, cepat tangkap dia!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku. Sial!
Park Euntak.
Ini belum berakhir.
Aku tidak akan jatuh dengan mudah.
Aku akan kembali dan membunuhmu!
Lepaskan!
Kubilang, lepaskan aku!
Baiklah!
Aku sudah selesai!
RUMAH SAKIT DOLDAM
LAPORAN INSIDEN
Sepertinya operasinya berjalan lancar.
Dokter Lee sebenarnya lebih teliti dan tenang daripada dugaanku.
Begitukah?
Ya...
Kau pasti sering berlatih diam-diam sendirian.
Tidak, bukan begitu. Dokter Bae Munjeong banyak membantuku.
HEO BYUNGBAE
Ingatlah nama pasien ini,
karena dia pasien pertama yang kau operasi di rumah sakit ini.
Baik, aku pasti akan mengingat namanya.
Baiklah. Teruskan kerja kerasmu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Omong-omong, Dokter Ung.
Tentang perkataanmu sebelum operasi...
mari kita rahasiakan itu untuk saat ini.
Baiklah.
Aku permisi.
Kudengar kau melakukan operasi mesenterium.
Kau sudah dengar soal itu?
Bagaimana rasanya?
Tanganku tidak selamban dugaanku.
Refleksku juga lumayan.
Aku dokter residen tahun ketiga sekarang, seharusnya bisa melakukan sejauh itu.
Kau terlambat.
Apa?
Saat aku seusiamu,
kulakukan segalanya, dari hemoperitoneum hingga panperitonitis
di tahun-tahun terakhirku.
Pada zamanku dahulu,
satu mesenterium, dibantu oleh seorang profesor...
Bukan sesuatu yang mengesankan.
Jadi, kau juga tipe orang "saat aku seusiamu".
Hei, semua orang punya kisah "saat aku seusiamu" sendiri.
Aku tidak akan berada di sini hari ini jika bukan karena pengalaman itu.
Bukankah begitu?
Benar.
Jadi...
ingatlah itu.
Hari ini akan menjadi salah satu
dari banyak kisah "saat aku seusiamu".
Kau sudah bekerja keras.
RESIDEN BEDAH UMUM JANG DONGHWA
KEPALA BEDAH MASTER KIM
Perawat Oh, kenapa belum pulang?
Bisa buatkan aku kopi?
Baiklah. Ayo masuk.
Kita sudah melalui berbagai situasi, 'kan?
Kurasa sudah memasuki era semacam itu.
Bahkan detik ini,
ada wanita dan anak-anak sekarat
karena perang di suatu tempat...
dan ribuan orang sekarat karena gempa di belahan bumi lain.
Kita sudah menyaksikan seluruh kota dilahap bencana alam...
dan seluruh dunia dikarantina karena penyakit menular.
Saat ini, dunia telah menjadi tempat
segala hal bisa terjadi dan kita akan menganggapnya wajar.
Sekarang...
kita harus bersiap untuk dunia semacam itu.
Berikutnya, bisa-bisa kau bilang akan menyelamatkan dunia.
Menyelamatkan satu orang sama seperti menyelamatkan alam semesta, Bu Oh.
Bagaimana...
lenganmu?
Aku agak lamban saat bekerja di ruang operasi, bukan?
Aku melakukan operasi jantung terbuka di ruang operasi lain
dan memaksakan diri. Itu saja.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Hari ini...
setelah menyaksikan operasi Profesor Cha Jinman...
aku pun mengerti
bukan sifat keras kepala Direktur Park yang membawanya ke sini.
Sudah kubilang begitu.
- Master Kim. - Ya?
Sudah sejauh mana...
kondisimu saat ini?
Aku harus mendengar jawaban hari ini.
- Kau hebat, Dokter Cha. - Kau juga.
- Hei. - Kau mau pulang?
Kau mau pulang bersama?
Kami akan makan ayam goreng di kantor medis.
Selarut ini?
Jika ibumu mendengar ini, dia akan marah.
Omong-omong, apa kau kesal
karena aku tidak menyadari adanya fraktur tulang rusuk
pada pasien pneumotoraks?
Jika kasusnya seperti itu,
saranku tidak salah.
Pasien itu adalah kasus khusus.
Biasanya, jika ada sedikit atau tidak ada pneumotoraks,
kita tidak memasukkan selang di kedua sisi.
Serta tidak banyak kasus yang menyebabkan hipertensi.
Maka itu akan menjadi kasus perawatan medis berlebihan.
Ya, biasanya begitu.
Tapi ini pusat layanan trauma, bukan?
Biasanya begitu.
Tapi ini pusat layanan trauma.
Di pusat layanan trauma ini, tak ada perawatan yang berlebihan.
Di sini kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan pasien.
Aku menghabiskan tiga tahun terakhir mempelajari itu dari Master Kim.
Kau tidak melewatkannya, Profesor Cha.
Aku yang melewatkannya.
Hati-hati di jalan.
Kau brilian, Eunjae.
Wonyoung...
sahabatku sejak SMP.
Dia pria yang baik,
tapi setelah berteman dengan Seokgu, dia mulai melakukan hal-hal buruk.
Lalu dia mulai memakai narkoba...
yang seharusnya tidak dia sentuh.
Kau merasa
bersalah atas kematiannya?
Entahlah.
Entah itu rasa bersalah...
atau penyesalan.
Bagaimanapun, temanku meninggal
dan hidupku sempat tersesat sebelum mengalami kecelakaan mobil.
Saat itulah aku dibawa ke sini,
ke Rumah Sakit Doldam.
Perawat Euntak,
dahulu kau pasien di sini?
Di Rumah Sakit Doldam?
Begitulah awalnya.
Setelah bertemu dengan Master Kim, aku pun sadar.
Mungkin Wonyoung tidak tahan melihatku hidup dalam kekacauan,
jadi, dia mengirimku ke sini.
Terkadang aku berpikir begitu.
Begitu rupanya.
Kau...
kecewa, bukan?
Karena apa?
Karena masa laluku...
teman-temanku dari masa itu...
hidupku yang tersesat, kecelakaan, dan lainnya.
Pernah ada masa...
saat bicaraku gagap.
Saat SMP,
aku dirundung oleh sahabatku.
Aku juga pernah mencuri uang ibuku.
Ada sepatu yang sangat kuinginkan, tapi dia tidak membelikannya untukku.
Aku remaja yang nakal...
dan berkhayal menjadi hobiku.
Akibatnya, dahulu aku disebut orang aneh
dan eksentrik.
Kau kecewa...
kepadaku?
Tidak.
Aku yakin tanpa masa lalu, kau tidak punya masa kini.
Jika kau mencintai masa kini,
tidak ada masa lalu yang tidak bisa kau pahami.
Aku suka Perawat Euntak yang sekarang.
Apa?
Dari Dokter Cha. Dia menyuruh kita cepat datang.
Baiklah.
- Makanlah. - Ayo makan.
- Apa? - Hei!
- Hei. - Halo.
Selamat datang, Dokter Yoon Areum dan Perawat Euntak.
Dokter Jung, lama tidak bertemu!
Dua puluh tiga penumpang bus?
Kau berhasil mengurus semuanya.
- Aku sangat bangga kepadamu. - Terima kasih.
Aroma sedap apa ini?
Ayam goreng?
Untuk semua orang, karena mereka menjalani hari yang berat...
Kau yang traktir?
- Bukan, Dokter Seo Woojin. - Begitu rupanya.
Selamat menikmati, Semuanya.
- Terima kasih! - Terima kasih.
Astaga, rasanya juga sangat enak.
Aku sempat khawatir karena salju,
tapi syukurlah keadaan cukup tenang dan sepi di rumah sakit, bukan?
Atau Pusat Layanan Trauma kerepotan karena pasien luka tembak?
Dokter Yang Hojun, apa hasil MBTI-mu?
Aku tidak percaya hal semacam itu. Tidak masuk di logikaku.
Kau benar-benar...
Makanlah.
Haruskah kita bersulang paha ayam untuk merayakan kita berkumpul di sini?
- Tentu! - Mari lakukan.
Selamat kepada Dokter Jang Donghwa atas operasi mesenteriumnya
dan Dokter Lee atas operasi pertamanya! Selamat!
Terima kasih!
- Selamat! - Selamat!
Selamat. Kalian hebat.
Terima kasih banyak!
Omong-omong,
- bukankah aku agak keren tadi? - Apa maksudmu?
Saat aku berdiri di depan pasien untuk melindunginya.
Aku tidak melihatnya.
Seharusnya kau melihatnya.
Aku sangat keren tadi.
Sayang sekali.
Tahukah kalian?
Bagiku...
setiap hari di Rumah Sakit Doldam...
seperti hari-hari musim semi.
Astaga, padahal kau bisa datang besok.
Saljunya lebat, kau tak perlu repot.
Aku mampir sekalian pulang kerja.
Ada surat dari pengadilan, kupikir itu penting.
- Dari pengadilan? - Ya.
Pengadilan?
Tunggu sebentar.
Master Kim!
Master Kim!
GUGATAN
GUGATAN
PENGGUGAT: KO KYUNGSOOK
TERGUGAT 1. CHA JINMAN TERGUGAT 2. JUNG INSU
Ini benar-benar...
HATI-HATI JANGAN DIBANTING
Dokter Lee Seonung.
Halo.
Ada paket untukmu.
Terima kasih.
Teruskan kerja kerasmu.
- Terima kasih. - Sama-sama!
DR. ROMANTIC '3
Hubungi mereka berdua.
Ada bangunan tua runtuh di area pembangunan ulang.
Tolong kami!
Ada banyak siswa muda.
Kepala Jang, turunkan kami di sini. Kami akan lari dari sini.
- Direktur Park, kami butuh bantuanmu - Lewat sini!
Di pusat layanan trauma.
Angkat teleponnya.
Angkatlah.
Kalau begitu, ayo masuk bersama.
- Bangunannya runtuh lagi! - Tidak mungkin.
Kuharap usaha kita tidak sia-sia.
Seo Woojin!
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.