All language subtitles for True to Love E11 [ID]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TRUE TO LOVE

TRUE TO LOVE

KARAKTER, ACARA, LOKASI, DAN KEJADIAN DI DRAMA INI HANYA FIKSI.

Kenapa? Apa ada yang salah?

Jangan pergi.

Tidak, kau tidak boleh pergi.

Apa maksudmu?

Bo-ra!

Jelaskan kepadaku ada apa.

Kau sudah berjanji akan pergi denganku hari ini.

Kau bilang kau akan menjadi ikan lelenya.

Kau bilang akan membiarkanku menggunakanmu.

Kau harus menepati janjimu.

Aku tahu tempatnya. Kau sebaiknya ke sana dahulu, ya?

Berikan kuncinya.

Dia mengirimkan undangan pernikahan.

Tapi masih memikirkan mantan pacarnya. Apa kau tak mengerti?

Dia hanya mengguncangmu untuk menghabisimu.

Ini seperti menembakmu lagi untuk memastikan kau benar-benar mati.

Mencampuri urusan orang lain dan melewati batas,

kau belum berhenti melakukan itu?

Ini urusanku. Aku akan mengurusnya.

Kau masih berpikir kau putus karena aku?

Jadi, jika kau beri dia cincin yang tak bisa kau buang,

kau pikir dia akan kembali?

Itu sebabnya kau pergi?

Kau membicarakan siapa? Bukankah itu tentang dirimu sendiri?

"Sudah tidur?"

Katamu itu tak berarti apa-apa.

Kalian jelas akan bertemu dan itu akan canggung.

Tapi kau bersikeras ke sana. Untuk apa?

Mendengar bahwa dia menyesalinya?

Apa itu yang kau harapkan?

Mendengarnya dari orang yang berusaha keras

memenangkan kembali mantannya, itu tidak begitu meyakinkan.

Atau itukah sebabnya kau sangat yakin?

Benar. Itu sebabnya aku sangat yakin.

Mantan yang menempel padamu, ingin balas dendam atau punya cinta lama.

Dia hanya ingin mantannya menyesal dan menangis.

Untuk memperbaiki harga dirinya yang sudah hancur,

meskipun dia tahu itu menyedihkan dan rendahan.

Terserah. Ini.

Ya. Pergilah.

Siapa yang peduli kau terluka atau tidak?

Itu bukan urusanku.

Kau tak bisa kembali jika pergi sekarang.

EP 11 TIDAK SABAR MENUNGGU MUSIM DINGIN

Apa kau minum semua itu sendiri?

SANG-JUN

Kau masih datang

saat aku bilang aku merindukanmu.

Aku lega.

Kau sebaiknya berhenti minum.

Ada apa?

Aku mencoba gaun pengantin hari ini.

Aku mencoba begitu banyak gaun sepanjang hari.

Tapi aku tidak menyukai satu pun.

Saat aku mencoba yang terakhir,

aku merasa pusing dan mual tiba-tiba.

Aku berlari keluar.

Tapi kemudian aku menangis.

- Su-hyeok, aku pikir... - Angkatlah.

Tidak.

Dia terus meneleponmu. Dia khawatir.

Jika kuangkat, aku akan bilang tak bisa menikahinya.

Haruskah aku tetap angkat?

Kau ingin itu?

Aku sangat menyesali

cara kita putus hari itu.

Seiring waktu,

aku mungkin menyesali detik ini saat aku masih bisa kembali.

Itu membuatku takut.

Aku juga menyesal.

Aku juga menyesali detik ini.

Buka kuncinya.

Kenapa kau begitu lelah?

Kau tidur lebih awal tadi malam.

Aku tahu.

Di mana kau saat subuh?

Kau tak di ranjang.

Di mana lagi?

Aku bisa ke mana lagi selain ke toilet rumah?

Kau mendapat telepon.

- Itu Bo-ra. - Aku tahu.

Hei.

Kami berangkat sekarang.

Yeon Bo-ra.

Naiklah.

Baik.

Apa yang terjadi?

Hai, Jin-woo.

Hei, apa kabar?

Kenapa kau begitu sedih?

Bukankah kau bersama Su-hyeok?

Aku tidak tahu.

Dia kabur.

Aku juga sangat mencintaimu saat itu.

Mungkin lebih darimu.

Aku tak bisa memintamu menjadi pacarku...

karena aku percaya kau sudah menjadi pacarku.

Jika aku akan menikah, aku ingin menikah denganmu.

Aku membeli cincin pertama kalinya dalam hidupku.

Tetapi...

Tetapi... Hari itu?

Aku bilang aku ingin putus.

Apa yang telah kulakukan?

Aku mengacaukannya.

Seharusnya aku tidak mendengarkannya.

Kenyataan bahwa kita putus karena orang lain,

itu sungguh...

Omong-omong,

kau baik-baik saja?

Kudengar kau bekerja dengan wanita itu, Deborah.

Kau jijik dengan orang seperti itu,

yang bicara sesuka mereka tanpa berpikir.

Aku tahu kau tak tahan berurusan dengan orang yang tak kau sukai.

Bukan begitu.

Dia meminta maaf kepadaku.

Maksudku...

Meski dia tak berutang permintaan maaf.

Kalau begitu, pada hari itu,

apa itu karena dia?

Saat aku memberimu undangan,

kau bersikap dingin kepadaku.

Aku rasa itu sebabnya.

Dia mengatakan itu?

Bahwa aku punya dua pacar dan langsung mencintai orang lain?

Jika aku sungguh begitu, bagaimana bisa aku menemuimu seperti ini?

Itu konyol.

Yu-ri.

Biarkan aku selesai bicara.

Alasan aku tak mengeluarkan cincin pada hari itu...

adalah karena aku tidak mau.

Sekeras apa pun kau menyalahkan dan menghinaku,

aku akan mengeluarkannya jika aku mau.

Itu masalah batas yang bisa dicapai hatiku.

Seandainya aku memberitahumu ini lebih awal,

akan lebih mudah bagimu untuk melupakanku.

Itu yang aku sesali.

Itu sebabnya aku datang.

Lalu...

Aku ingin mengucapkan selamat dengan tulus atas pernikahanmu.

Aku sangat ingin mendengar bahwa kau mencintaiku.

Aku tak menduga akan mendengarnya seperti ini.

Kau tak bisa mengucapkannya selama empat tahun.

Kurasa sekarang kau bisa, 'kan?

Ya.

Aku berencana untuk mencoba.

Aku tak tahu kau di sini. Aku mencarimu ke mana-mana.

Kenapa kau tak menjawab teleponmu...

Halo.

Aku Lee Su-hyeok, kakak kelasnya saat sekolah.

Halo.

Yang lain seharusnya datang untuk menerima undangannya hari ini.

Tapi mereka tak datang karena ada urusan.

Dia cukup kecewa dengan itu.

Tidak perlu menangis.

Kau seperti ini karena mabuk, 'kan?

Setelah bertahun-tahun, kau tidak berubah.

Apa itu benar?

Tak perlu menangis. Kau menangis tadi, itu membuatku khawatir.

Apa karena gaunnya?

Semuanya tampak cantik kau pakai.

Aku tidak bisa pilih mana yang terbaik karena kau selalu cantik.

Jadi, tolong jangan marah dan cerialah, ya?

Aku tidak marah...

Lihat ke sini!

Kau tampak cantik!

Tatap mata satu sama lain.

Cantik!

Mereka di sana.

Eun-ju!

Eun-ju!

Bo-ra!

Jin-woo!

Ya ampun.

- Kau tampak cantik sekali. - Cantik sekali.

Apa ini bagus? Terima kasih sudah datang.

- Selamat. - Selamat.

Aku senang kau datang.

Omong-omong, kau tak apa-apa?

Kau terlihat sangat tertekan.

Siapa yang mengira kalian akan berakhir begitu?

Bahkan aku sedih karenanya.

Benar.

Itu sebabnya orang bilang itu tak pasti sampai di aula pernikahan.

Omong-omong, riasanmu perlu diperbaiki.

Riasanmu sudah berantakan.

Maksudmu riasan lembap ini terlihat berminyak...

Kau benar-benar pelawak!

Ju-mi!

Aku pikir kau membawa pasangan hari ini.

Apa kau sendirian?

Ya, jadinya begitu.

Jadi, begitu.

Pokoknya, aku harap kau bisa merasakan kebahagiaan istimewa wanita yang menikah.

Kau tak bisa bertambah muda.

Entahlah, aku tak terlalu menginginkannya.

Siapa yang tergila-gila menikah di zaman ini?

Tetap lajang adalah trennya.

Aku juga mengira begitu.

Tapi orang yang bisa, semuanya menikah.

Benar.

Cepatlah ganti baju.

- Baiklah. Yu-jeong! - Ya?

- Ayo ganti baju. - Baiklah.

Bo-ra!

Anggap sampanye itu hanya pajangan. Jangan meminumnya.

Hari ini adalah hari yang baik.

Kau tahu maksudku, 'kan?

- Kami akan ganti baju. - Baik.

Sayang!

Apa aku harus menghajarnya?

Jangan. Sabar saja.

PERNIKAHAN HYUN-MYEONG DAN EUN-JU

Mereka datang.

- Sudah semuanya? - Ya.

Mari kita mulai.

Dengan anggun. Lihat ke kamera.

Lihat satu sama lain dan bersulang.

Selamat. Hari yang indah.

- Ayo ke tempat berikutnya. - Baik.

Bo-ra.

Itu hanya pajangan.

Hati-hati di jalan.

Terlihat bersemangat.

Tunggu sebentar.

Hai, Ju-wan.

Ju-wan bilang dia terlambat karena pekerjaan.

Dia mungkin tidak datang.

Apa? Ju-wan?

Begitukah?

Dia tidak datang?

Apa dia menghindariku?

Aku berniat menghadapinya dan membuat keributan.

Cuma bercanda.

Ayo lanjutkan.

Terlihat gembira!

Baik!

Terlihat elegan. Bagus.

Berdiri lebih dekat.

Seperti kalian teman baik.

Calon pengantin, tolong tunjukkan cincin kalian.

Bagus.

Ayo pergi ke kolam renang dan ambil beberapa foto glamor.

MENIKAHLAH DENGANKU YA!

Baik. Satu, dua...

Ya!

Ayolah, pengantin pria.

Apa?

- Senyum. - Baiklah.

Mari kita lakukan.

Kau bisa.

Baiklah. Kau bisa!

Ayo. Satu, dua...

Pengantin pria!

Fokus.

Bukan hanya kau yang lelah. Semuanya lelah.

Aku akan tersenyum jika bisa.

Apa?

Senyum.

Baik, aku akan senyum.

- Cepat selesaikan ini. - Apa katamu?

"Cepat selesaikan ini"?

Jawab dengan hati-hati.

- Atau ini akan kacau. - Apa salahku sekarang?

Kau sudah dengar ucapanku. Ayo cepat selesaikan ini!

Tenanglah.

Baik, persetan ini!

Hei, tenang. Tunggu.

Ada apa denganmu?

Persetan!

Foto bagus!

Eun-ju, kau berdarah.

Hei, apa kau...

Kau baik-baik saja?

Darah...

Kau sangat menikmati ini, 'kan?

Sama sekali tidak.

Tidak sedikit pun.

Benar.

Ini yang terburuk.

Dia menikahiku karena aku bersikeras.

Kalau tidak, kurasa dia tak akan menikahiku.

Kami tidak bercinta lagi.

Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali.

Aku harus bagaimana?

Ya ampun...

Bagaimana ini?

Katakan kepadaku.

Memutus pertunangan bukan masalah besar dan ke depannya akan lancar.

Katakan kepadaku

bahwa pernikahan menyelesaikan segalanya dan pasti membuat bahagia.

Kumohon?

Hei, ayo keluar.

Biar kulihat. Kau baik-baik saja?

Maafkan aku, Sayang.

Aku salah. Kau mimisan

saat terlalu semangat dan bertekanan darah rendah.

Terserah! Aku tak peduli!

Aku tak peduli lagi.

- Kau tidak mau menikah. - Aku tidak...

mau bertengkar.

Kita terus bertengkar belakangan ini, itu sangat berat.

Ayo kita usahakan, ya?

Aku akan berusaha lebih keras.

Apa maksudmu?

Berusaha berarti kau terpaksa melakukannya.

Aku berusaha karena aku mencintaimu.

Aku ingin berusaha karena mencintaimu.

Meski begitu, aku berusaha lebih keras.

Karena itu semuanya menjadi lebih baik.

Tapi kau merusak semuanya.

Berusaha bukanlah cinta.

Saat kebenarannya terungkap,

aku harus mengakui

bahwa aku tidak baik-baik saja,

bahwa aku tidak bahagia dengannya,

dan bahwa hubungan kami sudah lama berakhir.

Aku mencintaimu.

Sungguh?

Astaga, aku sampai mimisan.

Lihat semua ini.

Apa-apaan ini?

Yang ini cukup bagus, Sayang.

Terserah.

Mereka luar biasa...

Hei, Ju-wan.

- Parkir? - Apa Ju-wan di sini?

Kau bisa parkir di pintu masuk. Kami juga parkir di sana.

Baik.

Baik. Cepatlah.

Ada apa?

Ju-wan di sini.

Ke mana dia pergi?

Aku tidak tahu.

Apa dia akan menghajarnya?

- Tidak mungkin... - Tidak.

- Tidak. - Itu tidak mungkin.

Hei, itu tidak mungkin...

Apa kau keluar untuk menyambutku?

Mungkin.

Kau tidak membuat masalah selagi aku pergi, 'kan?

Ayo.

Dia temanku yang akan menikah.

Lalu dia...

Lee Su-hyeok, teman dan rekan kerjaku.

Izinkan aku meminta maaf mewakili Bo-ra.

Aku harusnya tiba lebih cepat dan menghentikannya.

- Maaf karena terlambat. - Apa katamu?

Aku senang kau datang.

Bo-ra tidak mengatakan apa-apa. Aku tidak tahu kau akan datang.

Apa kau masih malu berbicara tentangku?

Apa maksudmu?

Dia bilang dia tidak bisa datang karena punya rencana lain hari ini.

Tempat ini terlihat sangat bagus.

Bisakah kau membawaku berkeliling?

Tentu.

- Ayo. - Permisi.

Tentu.

Ju-wan!

Selamat.

Ayo masuk.

Siapa itu?

Sulit dipercaya.

Cepatlah.

Bagaimana kau bisa datang saat mencemaskan mantanmu yang akan menikah?

Aku bilang aku akan datang.

Jadi, kau menepati janjimu?

Kau menggandengku tanpa bertanya.

Apa kau lupa?

Efek ikan lele.

Untuk menimbulkan kecemburuan,

kau harus sedikit berakting.

Namamu Su-hyeok, 'kan?

Ayo bergabung dengan kami.

- Ya, bergabunglah dengan kami. - Kau bisa duduk di sini.

Silakan duduk di sini.

Baik.

Ini butuh sedikit garam.

Apa kita punya bawang putih?

Apa kau pacaran dengan Bo-ra?

Kami?

Entahlah.

Aku bingung bagaimana aku menjelaskannya.

Kami saling berbagi rahasia.

Kami berkeringat bersama.

Kami melakukan banyak hal bersama dalam hubungan ini.

Kenapa kalian berkeringat bersama?

Astaga.

Ada sesuatu yang terjadi, 'kan?

Aku sangat menyukai...

Bo-ra.

Aku harus mendapatkan persetujuan teman-temannya, 'kan?

Kurasa itu sebabnya kau datang hari ini.

Kau tidak minum alkohol?

Ya, tidak saat bersama Bo-ra.

Saat dia mabuk, dia menjadi sangat menggemaskan.

Untuk melihat itu,

aku tidak ingin mabuk dengannya.

Aku rasa kau belum melihatnya mabuk berat.

Benar.

Kenapa?

Itu sebabnya aku mencintainya.

Manis.

Bukankah dia menggemaskan?

Dia memang menggemaskan.

Apa yang terjadi?

Hanya pura-pura.

Bagaimana kalian berdua pertama kali bertemu?

Aku sedang di toko perhiasan untuk memilih cincin yang kumau.

Dia membeli cincin untuk seseorang. Dia memilih cincin yang kumau.

Dia dicampakkan. Aku juga. Lalu dua jiwa yang malang bertemu.

Aku tak bisa menceritakannya begitu.

Pertama kali aku bertemu dengannya,

kami bertemu di pernikahan teman kami beberapa tahun yang lalu.

Ya.

Aku masih mengingatnya dengan jelas.

Dia mengenakan gaun hitam

dan menoleh ke arahku.

Saat itu,

rasanya seperti waktu bergerak lambat.

Lalu ketika kami saling menatap,

dia membuat napasku berhenti.

Karena dia sangat cantik?

Cinta pada pandangan pertama?

Kurasa begitu.

Kecantikannya luar biasa hingga tak realistis.

Kau gadis yang beruntung.

Siapa pria itu?

- Su-hyeok? - Su-hyeok?

Setelah pertemuan singkat itu,

aku tak menyangka kami akan bertemu lagi.

Setelah beberapa pertemuan kebetulan, kami akhirnya bekerja sama.

Lalu aku tersadar.

"Apakah ini yang disebut takdir?"

Aku biasanya tidak percaya akan takdir.

Tapi aku jadi percaya akan apa yang tak kupercayai sebelumnya.

Aku menjadi bersyukur atas segala hal

yang mengubah kebetulan kami menjadi takdir.

Aku telah berubah sejak bertemu Bo-ra.

Ayolah.

Memutuskan pertunanganmu tak terdengar seperti hal yang buruk sekarang.

Selamat.

- Jin-woo. - Apa?

Apa yang kau lakukan?

Sekarang kau membuatku takut.

Apa aku terlalu mendalami karakter?

Aku melakukan akting metode.

Jangan terlalu berlebihan.

Manis sekali.

Sebentar.

Serang bertemu dengan...

Senang bertemu denganmu.

Aku juga.

Cengkeramanmu kuat. Kau pasti banyak berolahraga.

- Kami pergi. - Baik.

- Ayo pergi. - Ya.

Sampai jumpa.

Apa yang kau lakukan?

Menjadi ikan lele. Aku melakukannya sebaik yang kubisa.

Apa-apaan...

Aku di luar sepanjang hari.

Aku jadi pilek.

Apa kau mencari cincin itu?

Tidak, aku mencari ini.

Kukira kau telah membuangnya ke sungai.

Ternyata tidak.

Aku berniat begitu, tapi...

Aku teringat cicilan bulanan yang tersisa.

Jadi, aku tidak berani.

Acara TV dan kenyataan memang berbeda.

Jadi, sampah kecil, gemerlap, dan mahal ini akan kau apakan?

Aku tidak yakin.

Kau ingin membelinya dariku?

Aku tahu kau menyukainya.

Apa?

Masih baru dan belum dibuka.

Aku akan memberi diskon.

Apa kau bercanda?

Maaf tentang sebelumnya.

Aku hanya...

tidak ingin kau pergi.

Aku tahu

bahwa kau mengkhawatirkanku.

Jadi,

apa kau menangis di depannya?

Aku berpikir akan menangis,

tapi aku gagal melakukannya.

Aku pergi untuk memberitahunya sesuatu,

agar kami mendapat penutupan yang jelas.

Aku pergi ke sana hari ini

bukan karena Ju-wan.

Itu tidak adil.

Aku sudah menyerah di tempat naengmyeon.

Kenapa harus menjaga jarak dari teman-temanku?

Benar.

Benar.

Sepertinya musim gugur akan berakhir.

Bau anginnya telah berubah dalam semalam.

Kau bilang kau kedinginan di luar sepanjang hari.

Kau akan sakit.

Apa kau sedih musim telah berubah?

Tidak.

Aku tidak sabar menunggu musim dingin.

Kau mau makan sesuatu?

Atau kopi dahulu?

Entahlah. Apa tidak ada yang lain?

Apa ada yang ingin kau lakukan?

Aku akan memikirkannya.

Baik.

AYAM SEGAR

DATANGLAH UNTUK WEBFLIX MALAM INI

MOTEL SIBER FANTASTIS

Ayam!

Kau ingin makan ayam, 'kan?

Dengan ayam dan bir,

menonton WEBFLIX dan bersantai,

itu pasti menyenangkan, 'kan?

Jadi, apa maksudmu? Kau ingin pergi ke motel?

Apa?

Apa aku mengatakan itu?

Bo-mi. Awas, ada mobil.

Hati-hati. Itu berbahaya.

SELAMAT DATANG

Ada apa?

Aku sungguh tak keberatan.

Apa maksudmu? Ini 150.000 won. Ini buang-buang uang. Ayo pergi.

Kata mereka tarif akhir pekan memang tinggi. Kamarnya besar dan suite.

Lalu aku sungguh tak keberatan.

Aku tak keberatan menghabiskan semua uangku.

Ayolah.

Apa kau hanya punya 150.000 won?

Kau akan menghabiskannya malam ini?

Ayo pergi. Kita bisa pesan ayam di Sungai Han.

Ya? Ayo.

Ayo pergi.

Selalu Sungai Han.

Di sana dingin.

Tunggu, Bo-mi.

Ya, Jin-woo.

Apa?

Sungguh?

Jadi, kau tidak pulang malam ini?

Yu-jeong juga?

Jadinya seperti itu.

Kami bisa terlambat karena macet.

Kau bisa buka tokonya besok?

Kau tak perlu khawatir sama sekali.

Jin-woo.

Aku sayang...

Aku sangat berharap kalian bergembira.

Baik. Sampai jumpa!

Tangan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Kau seharusnya mengemudi, kenapa kau mabuk?

Kau seharusnya bilang kepadaku jika kau akan minum.

Yang lain minum karena mereka sudah memesan kamar.

Kau selalu tidak punya rencana...

Lihat apa yang dilakukan Su-hyeok?

Dia tidak minum setetes pun untuk mengantar Bo-ra.

Ayolah, aku senang kita bisa seperti dahulu lagi.

Yu-jeong.

Kau memercayaiku, 'kan?

Aku hanya akan memegang tanganmu.

Yu-jeong.

Kau akan pergi?

Ya.

Maaf.

Aku...

Mari kita putus saja.

Jin-woo.

Ya?

Kenapa kita tidak melakukannya?

Apa?

Kita bisa lakukan sekarang.

Tidak, aku serius.

Aku bertanya karena penasaran.

Kenapa tak bercinta setelah menikah?

Entahlah...

Karena kita bisa melakukannya kapan saja setelah menikah?

- Karena bisa melakukannya kapan saja? - Ya.

Itu sebabnya kita tak melakukannya...

Apa itu masuk akal?

Kalau begitu,

bagaimana jika kita tidak menikah dan terus berpacaran?

Itu akan berbeda, 'kan?

Hanya saja,

Eun-ju tanya apakah pernikahan membuatku bahagia.

Aku tidak bisa menjawabnya.

Bukannya aku tidak bahagia sekarang.

Dahulu aku tidak sabar menikah denganmu

karena aku ingin menjalin cinta denganmu seumur hidupku.

Ternyata pernikahan dan cinta adalah dua hal yang berbeda.

Sejujurnya,

terkadang aku merasa menyesal.

Astaga. Kau ini...

Di sini.

Menarik sekali.

Ini cukup nyaman.

- Benar, 'kan? - Ya.

Berikan itu.

Ini.

Terima kasih.

Kau bisa duduk di sini.

Jadi, di sinilah Jin-woo bersantai di tengah malam?

Sembunyi dari Yu-jeong?

Ya, katanya pria butuh waktu sendiri setelah menikah.

Itu tidak adil. Apa semua pria seperti itu setelah menikah?

Kau juga akan seperti itu, 'kan?

Tidak akan pernah.

Aku akan bersamamu sepanjang hari. Jangan khawatir tentang itu, Sayang.

Kenapa aku khawatir tentang itu?

Apa kau akan menikah denganku?

Tentu saja!

Apa kau tidak mau menikah denganku?

Aku akan mulai memikirkannya.

Tapi sungguh, aku suka ruangan ini.

- Sungguh? - Ya.

Ayo kita ambil alih tempat ini.

Bagaimana caranya?

Apa?

Apa dia tahu?

Tidak, belum.

Firasatnya kuat. Mungkin dia merasakan ada yang aneh.

Di mana kau saat subuh?

Kau tak di ranjang.

Sudah kuduga.

Itu sebabnya dia bertanya.

Jadi, mulai sekarang,

jangan turun ke bawah.

Atau aku bisa diusir.

- Mengerti? - Tentu saja.

Bagus.

Silakan.

Terima kasih.

- Jin-ho. - Ya?

Kudengar kau punya pacar.

Apa dia Nn. Takdir yang kau bicarakan sebelumnya?

Jadi, itu sebabnya kau menolakku.

Sungguh mengecewakan.

Aku dengar namanya Bom-yi.

Kapan kau akan memperkenalkan Bom-yi kepada kami?

Dia sedikit pemalu.

Jadi, dia pemalu?

Sayang sekali.

Tetap saja, perkenalkan kami kepadanya jika ada kesempatan.

Baik.

Lucu sekali.

Ya.

POSTING BARU

Ya.

"Jadilah yang pertama

dan kesepian."

EUN-JU MEMBAGIKAN 12 FOTO

Manis sekali.

Semua orang tahu mereka pacaran.

Mereka pikir kita sungguh tidak tahu?

Haruskah aku terus pura-pura tidak tahu?

Aku tahu.

Dia sangat manis.

Apa?

Aku bicara tentangmu.

Ada apa denganmu dan Su-hyeok?

Ada sesuatu yang terjadi.

Tidak ada apa-apa.

Itu bukan apa-apa.

Aku sudah bilang.

Itu hanya sebuah kesalahan.

Jadi, apa kesalahan itu?

- Kalian tidur bersama? - Tidak! Hanya ciuman...

Kami berciuman. Itu saja.

Berciuman?

- Jangan berisik. - Itu bukan masalah besar.

Ya, itu bisa terjadi.

Saat pria dan wanita terbawa suasana selagi mabuk,

terkadang mereka berciuman.

Kami tidak mabuk.

Di karaoke koin.

Kalian tidak mabuk sama sekali?

Di mana? Karaoke koin?

Ya.

Tempat anak muda pergi?

Ya.

Kalian berdua benar-benar cocok.

Itu bukan kesalahan.

Tidak, akulah yang memulainya.

Bukan dia.

Bukan dia?

Itu aneh.

Tapi cara dia memandangmu sangat romantis.

Tidak, hari itu, kami hanya...

seperti Mulder dan Scully,

atau DiCaprio dan Kate Winslet.

Begitulah kami sepakat menjelaskan hubungan kami.

- Jadi, kau harus... - Apa itu?

Seperti...

Baiklah. Terserah.

Beri tahu aku jika kalian tidur bersama.

Kau harus memberitahuku kali ini.

Jam berapa kita bertemu hari ini?

Maaf, aku salah kirim.

Nama orang yang kutemui hari ini sama denganmu.

Apa?

Namanya Lee Bo-ra, aku hanya menyimpan nama depannya.

Apa-apaan akting yang direncanakan ini?

Ini soal apa?

Dia mungkin memang salah kirim.

Itulah yang kuharapkan.

Tapi aku terus menerima pesannya

dan aku tak bisa mengerti niatnya.

Aku tidak mau repot-repot membalas pesannya lagi.

Tapi itu semua pesan yang harus kubalas.

Aku memeriksa media sosialmu. Kulihat kau berhenti mengikutiku.

Ya, benar. Kenapa?

Aku masih mengikutimu. Apa aku sebaiknya berhenti mengikutimu?

Apa kau berada di dekat perusahaan kami kemarin?

Seseorang bilang melihatmu kemarin.

Aku tidak ke sana.

Pasti seseorang yang mirip denganku.

Aku harus bergegas ke rapat.

Aku akan menghubungimu nanti.

Cuacanya bagus, kau tidak pergi kencan dengan pacarmu?

Kurasa kau sangat menyukainya.

Kau sudah punya pacar lagi.

Aku belum bisa melakukannya.

NOH JU-WAN

PESAN DIHAPUS

Apa mungkin kau ingin menyampaikan sesuatu?

Apa yang ingin kau katakan kepadaku?

Bisakah kita bertemu hari ini?

Hari itu, aku tidak sempat pamit kepadamu.

Aku hanya ingin berbicara denganmu.

Baiklah.

Omong-omong...

Bagaimana kabar pria itu?

Bukannya itu urusanku.

Su-hyeok?

Kami tidak pacaran.

Kami makin dekat melalui pekerjaan.

Apa kau kembali bekerja?

Ya, aku berusaha.

Tidak seperti buku motivasi diriku tentang hubungan romantis, ini esai.

Menulis tentang diriku sendiri sulit.

Tapi itu menyenangkan.

Omong-omong,

kau sepertinya telah berubah.

Sungguh?

Aku tetap sama.

Aku sangat mengkhawatirkanmu hari itu.

Khawatir? Kenapa?

Kau tahu, sejujurnya,

semua orang di sana tahu tentang kita dan bahwa kita putus belum lama ini.

Saat aku ada di sana,

kau saling menyentuh dan menunjukkan kasih sayang dengan pria lain.

Aku yakin mereka tak menyukainya.

Meskipun mereka tidak mengatakannya, itu bisa merusak reputasimu.

Itu sebabnya aku khawatir.

Aku tidak bisa tidak khawatir.

Jadi, begitu...

Aku belum memikirkannya seperti itu.

Tetapi apakah aku melakukan sesuatu yang salah di sana?

Tidak.

Aku tidak bilang kau salah.

Tapi pria itu.

Aku mengerti dia menyukaimu.

Tapi kalian bekerja sama,

dia mungkin berpikir kau mudah didekati,

karena kau begitu baik kepadanya.

Itulah yang kukhawatirkan.

Terus terang, banyak pria melakukan itu secara impulsif,

karena ketenaran atau penampilan glamormu,

tanpa alasan karena kau baru saja putus,

menggunakan pekerjaan sebagai alasan, dan melewati batas saat kau lengah.

Astaga...

Kurasa, itu caramu memandangku.

Siapa pun yang mendekatiku bersikap impulsif atau tanpa alasan.

Apa aku begitu tidak menarik?

Tidak, bukan itu maksudku.

Aku tidak ingin kau terluka lagi.

Kau tak perlu khawatir soal itu.

Dia pria yang sangat baik.

Jadi, begitu.

Baik.

Itu...

Tentang saranku sebelumnya.

Bagaimana menurutmu?

Aku menyarankan kita menjadi teman biasa.

Kita bisa melakukan itu sekarang, 'kan?

Tentu. Meskipun kita bukan sahabat,

kita bisa saling menghubungi untuk acara besar.

Kurasa kita bisa melakukan itu.

Baik.

Dia telah menjadi masa laluku.

Kenangan itu menjadi glamor dan aku tidak membencinya lagi.

Kau tahu, Bo-ra.

Apa yang kau lihat dahulu

benar-benar hanya kesalahan.

Percaya kepadaku. Sungguh.

Baik.

Aku menjawab, tetapi aku tidak percaya ucapannya.

Apa yang kumiliki dalam ingatanku itu benar.

Apa yang dia lakukan hari itu mungkin bukan kesalahan.

Sama seperti apa yang kulakukan dengannya bukanlah kesalahan.

- Kau sedang apa? - Astaga!

Aku hanya mengambil foto kemajuanku.

Kau menjadi lebih cantik.

Kau akan menjadi seberapa cantik lagi?

Kenapa menatapku seperti itu?

Kau akan membuatku berhenti bernapas lagi.

Kapan akting metodemu yang membuat merinding itu

akan berakhir?

Entahlah.

Tidak mudah melepas karakter itu.

Meskipun aktingku luar biasa, kurasa tidak ada efek ikan lele?

Entahlah.

Mungkin ikan lele itu tidak hebat.

Tidak ada reaksi dari ikan sarden.

Omong-omong, bagaimana kalau kita...

Hei!

Hai!

Kalian berdua cocok bersama.

Kuharap aku tidak mengganggu kalian.

Kurasa kalian punya banyak rencana.

Ayo bicara nanti saat rapat kita.

- Itu... - Ayo pergi.

Jangan bicara apa-apa lagi.

Astaga...

Hei, aku yakin kalian sangat ingin berciuman lagi.

Lalu pura-pura tak ada apa-apa.

Seharusnya aku tidak memberitahumu.

Itu agak seksi.

Berciuman seperti binatang lalu,

"Itu hanya kesalahan, Su-hyeok."

"Aku mengerti, Bo-ra. Kau tak bisa menolak pria sepertiku."

Itulah yang terjadi.

Itulah yang kuinginkan dahulu.

Bukan seperti itu. Kami...

Ya, Mulder dan apa pun.

Tapi apa artinya itu?

Aku bilang kami seperti Mulder dan Scully.

Dia bilang kami seperti DiCaprio dan Kate Winslet.

Apa yang kumaksud dengan itu?

Apa yang dia pikirkan?

Aku tak boleh terlalu terburu-buru.

Jangan tertipu oleh mata romantis itu.

Serendah itulah dirimu,

meskipun kau tak akan pernah mengakuinya.

Hei.

Sekarang perusahaan kita telah berkembang,

kupikir kita perlu lebih memperhatikan tunjangan karyawan.

Jadi, aku memikirkannya.

Bagaimana kalau kita menyediakan makan siang untuk mereka?

Biaya makan sudah ditanggung.

Harga makan siang telah naik begitu tinggi akhir-akhir ini.

Jika bisa menikmati makan siang tanpa ada yang merasa tersisih,

mereka akan senang, bukan begitu?

Benar.

Omong-omong, siapa yang merasa tersisih?

Maksudmu U-ri?

Apa ini karena U-ri?

Kenapa kau begitu peduli kepadanya?

Ayolah, aku tidak begitu.

Apa aku salah? Kau paling takut menggunakan kartu kredit perusahaan.

Sejak U-ri bergabung dengan kita,

kau memakai kartu untuk seragam, kartu hadiah, dan ongkos taksi...

Kau menghabiskan banyak uang.

Sebagai presdir, aku berusaha meningkatkan semangat perusahaan.

Dia bawa makan siang setiap hari

dan menghabiskan tiga jam untuk pulang pergi.

Usahanya mengagumkan, dan aku juga merasa tidak enak.

Itu alasannya.

Aku tidak tahu kau Ayah Berkaki Panjang yang begitu dermawan.

Bukan begitu.

Apa maksudmu?

Tidak, tak mungkin seperti yang kuduga. Jika kau punya kesadaran diri...

Aku telah memikirkan tentang arah dan konsep asli bukunya.

"Setelah patah hati dan putus,

harus ada kemenangan lagi." Ini bagus sampai bagian itu.

Tapi aku mulai ragu apakah kemenangan itu berarti

harus kembali dengan mantan pacar.

Alih-alih kembali dengan mantan pacar,

sesuatu yang menunjukkan pertumbuhan atau awal yang baru

dengan akhir terbuka yang lebih cocok dengan tren saat ini.

Aku percaya itu juga akan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas buku kita.

Bagaimana?

Sebenarnya, kami juga sudah membicarakan hal ini.

Yang orang dapat pahami setelah putus cinta adalah,

"Buang mobil usang dan mobil mewah akan datang."

Bukan "ambil mobil usang kembali"

atau "perbaiki dan kendarai mobil usang".

Kita bisa membuang mobil usang itu dan mengambil SIM,

atau kita juga bisa membeli mobil baru.

Seperti di film 500 Days of Summer,

akhirnya seperti itu.

Pemeran utama pria putus dengan seorang wanita bernama Summer.

Lalu dia bertemu seorang wanita bernama Autumn di akhir film.

Jadi, setelah 500 hari musim panas,

hari pertama musim gugur dimulai. Bagaimana akhir seperti itu?

Bagaimana menurutmu?

Aku suka itu.

Akhir musim panas adalah awal musim gugur.

Hari terakhir musim panas adalah hari pertama musim gugur.

Ini esai, jadi, kita harus mengikuti naluri penulisnya.

Salah satu temanku bilang dia tidak sabar menunggu buku barumu.

Kaum muda sangat menyukai kisah cinta.

Benar sekali.

Lebih dari hubungan cinta kita sendiri,

kisah cinta dan asmara orang lain jauh lebih menarik.

Aku sangat setuju denganmu.

Bagiku, asmara dalam buku

dan asmara kantor di acara TV

sangat romantis

sampai aku sangat ingin mengalaminya sendiri.

Entahlah...

Kurasa itu tak mungkin karena Sang-jin.

Itu benar.

Dia melarang asmara di kantor.

Dia mengatakannya setiap makan malam bersama.

- Sungguh? - Ya.

Sang-jin.

Apa asmara di kantor dilarang di perusahaan kita?

Asmara... Asmara di kantor...

Maksudmu cintai kantor?

Itu jelas boleh.

Aku tidak tahu apa maksudmu.

Aku tidak mengerti.

Pokoknya, U-ri. Berfantasi tentang asmara itu berbahaya.

Kau akan mudah kecewa.

Benar, hubungan asmara bisa sangat menyakitkan.

Kau selalu bertanya tentang tidur atau makan.

"Sudah bangun? Sudah makan? Makan apa?"

"Kau pasti sangat lelah. Tidur yang nyenyak."

Bahkan membicarakannya membuatku lelah.

Peduli satu sama lain terdengar sangat menyenangkan.

Itu pada dasarnya hanya makan, menonton film, dan minum teh.

Atau menonton film, makan, dan minum teh. Minum teh, film, makan.

Asmara semuanya sama. Bukankah begitu?

Makan, minum kopi,

dan menonton film.

Aneh sekali.

Bukankah itu merepotkan?

Kenapa kau keluar?

Ada urusan bisnis, jadi, aku pergi dahulu.

- Kau ingin ikut denganku? - Apa?

Sekarang kau memintaku ke mana-mana bersamamu.

Kau mau ke mana?

Aku belum menontonnya.

Film 500 Days of Summer.

Untuk sepenuhnya memahami maksud penulis,

aku harus menontonnya.

Jadi, kau ingin...

Kau ada urusan bisnis, maksudmu...

Ya.

Dengan cinta, Judy.

Permisi.

Sang-jin.

Apa yang akan kau lakukan setelah pulang kerja hari ini?

Belakangan ini, aku tidak yakin apakah karena usia,

tapi aku tidak mau repot-repot melakukan apa pun.

Aku hanya ingin pulang secepatnya.

Cuacanya sangat indah akhir-akhir ini, tetapi kau merasa seperti itu. Baiklah.

Aku punya ide.

Apa kau mau ke bioskop denganku?

Di atas.

Di sebelah kirimu.

Aku tidak memilih tempat duduknya sendiri.

Kau lihat sendiri saat aku membeli tiket tadi.

Aku duduk di bagian dalam?

Silakan.

Kenapa aku menonton film yang sama berulang kali?

Aku bisa menemukan hal baru.

Kau saling menyentuh dan menunjukkan kasih sayang dengan pria lain.

Aku yakin mereka tak menyukainya.

Apa dia selalu pecundang?

Aku tidak bilang kau salah.

Wanita itu telah mengungkapkannya dengan jelas

bahwa putus dengannya adalah keputusan yang benar.

Akhir cerita di mana karakter utama putus meyakinkan bagiku.

Aku menyadari itu akhir bahagia, bukan akhir menyedihkan.

Itu jelas hari terakhir musim gugur

dan hari pertama musim dingin.

TRUE TO LOVE

- Bo-ra. - Jadi, kalian sedang kencan?

Aku selalu memberitahumu aku akan melindungimu.

Kau bisa memercayaiku.

Apa kau melindungiku dari dirimu sendiri?

U-ri.

Aku tidak pantas mendapatkannya.

Aku tidak pantas menerima hatimu.

Aku bahkan belum mengungkapkan perasaanku.

Dengarkan aku sekali saja.

Kau pasti merasa sangat kesepian.

Aku merasa menyesal dan bersyukur.

Tapi aku lebih merasa menyesal.

Aku juga sama.

Tapi aku lebih merasa bersyukur.

- Jauh lebih. - Mungkin aku merepotkan.

Apa kau akan terus mendekat?

Aku berharap semua orang menyukaiku.

Mungkin ada satu orang.

Jadi, di mana satu orang itu berada?

Mungkin dia lebih dekat daripada dugaanmu.

- Kenapa kau melakukan ini? - Aku tak mau pulang cepat.

- Kenapa kau terus... - Mau minum di tempatku?

- Betapa cantiknya. - ...melakukan itu?

Kenapa kau terus menggodaku?

Kau akan tergoda jika kuteruskan?

Terjemahan subtitel oleh Sudirman Lius

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.