All language subtitles for Crossfire 2023 1080p WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Jadi apa rencanamu di musim panas ini?

Aku mau ke Hawaii bersama pacarku.

Mantap sekali.

Nenekku, mengacaukan semuanya.

Isi tabunganku ludes.

Alisha, katanya ayahmu masuk TV...

karena dia sudah menyelamatkan gadis-gadis Meksiko...

dari para mafia.

Jadi, sekarang musim panas di Tijuana?

Pasti sangat senang, kan?

Ya...

Entahlah, aku...

Aku sudah menjauhinya.

Tapi dia selalu datang.

Kau gila?

Akan kubunuh orang seperti itu jika itu ayahku.

- Dia seorang pahlawan. - Benar sekali.

Dan dia perokok berat.

Aku juga punya rencana mau bersamanya ke Tijuana.

Jadi, katakan, A.

Kenapa kau pergi bersama Ayahmu?

Katakan!

Aku ikut bersamamu.

Jadi, kalian berdua pergi bersama-sama?

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Agen Mark Patson.

Ya, namanya sudah sering terdengar.

Dia Agen Patson...

yang menghabisi geng Gorilla yang berbahaya...

dan istrinya tewas saat baku tembak...

dengan anggota geng terakhir yang masih hidup.

Butuh waktu bagi timnya untuk melacak mafia Meksiko...

yang memperdagangkan gadis-gadis melintasi perbatasan...

Ini dia pria itu!

Hei, tidak!

Jangan memulainya. Jangan lakukan itu.

- Hai Agen Mark. Selamat. - Hei, Sofia. Senang bertemu.

Hei,Chris. Apa kabar?

Kau sudah menyelamatkan kami dari kesulitan, Mark.

Negara ini bangga.

Tembakan jarak jauhmu....

dan dalam keadaan gelap membuktikan kalau skilmu hebat.

Aku bangga jadi anak buahmu, Agen Mark.

Jangan terlalu bangga padaku.

Banggalah dengan polisi Tijuana. Mereka yang tembak.

Ini jauh lebih menarik...

daripada penangkapan geng Gorilla di San Diego.

Ingatan yang bagus. Terima kasih, Sofia.

Kau baik sekali.

Dengar ya. Aku menghargainya,

tapi kembalilah bekerja, oke?

Pak?

Bisa aku bicara sebentar?

Tentu.

Polisi Tijuana.

Bravo!

Hei, Ivan.

Terima kasih atas bantuannya, oke?

Jujur saja, aku mau bilang...

aku hargai bantuanmu selama ini.

Maksudku itu.

Jadi, apa yang bisa kubantu, Mark?

Apa ini?

Ini bercanda?

Ayolah, Mark. Kenapa sekarang?

Dengar, aku sarankan....

belum waktunya kau pensiun dini.

Dengan segala hormat pak, tekadku sudah bulat.

Aku sudah rencanakan ini....

sejak Catherine meninggal, John.

Sejak Alisha pergi dari hidupku.

Entah kenapa aku menerima pekerjaan khusus ini.

Aku mengerti, oke? Aku setujui.

Begini saja, istirahatkah dulu...

dan pikirkan kembali? Oke?

Kau tahu?

Aku sadar saat kita persatukan....

kembali keluarga gadis-gadis kecil itu.

Dan kusadari kalau aku seorang ayah kejam.

Dan aku tak pernah ada untuk Alisha.

Maksudku, dia menyalahkanku atas kematian Catherine, John.

Jadi, kau tahu....

Ini kesempatan yang singkat...

untuk memperbaikinya.

Sebelum kebenciannya padaku makin hanyut dalam hatinya.

Dan aku tak mau itu terjadi. Aku tidak mau.

Jadi, apa rencanamu di musim panas ini?

Terima kasih, Pak.

Hei.

Oke, kau siapa dan sedang apa di sini?

Aku disuruh kemari mengerjakan sesuatu dan...

Kau sedang apa di sini?

Aku lagi memperbaiki...

Tanga di atas kepala.

Tanganmu di atas kepala!

Astaga, Mark!

Ini tukang ledeng yang mau memperbaiki saluran airnya, ingat?

Astaga, Miriam. Maaf.

Boleh aku turunkan tanganku?

Oke, aku tidak peduli. Sebentar.

Katakan padanya aku mau lihat paspornya. KTP-mu!

Tidak apa-apa.

Perlihatkan paspormu padanya.

Dia tak apa, Mark.

Percayalah, kau kenal aku, sayang.

- Maafkan aku, oke? - Boleh aku pergi sekarang.

- Maaf, aku lupa. - Tidak apa-apa.

Maaf, Tuan.

Tidak masalah.

- Dia bisa berbahasa Inggris. - Tidak apa.

Apa aku atau dia kedengaran seperti orang Malibu?

Kau mau dibuatkan apa?

Mau kopi?

Kau manis sekali.

Hai.

Kau belum berubah sama sekali.

Aku tak menyangka bisa ketemu disini.

Aku mau naik taksi.

Aku ada di sini.

Tentu saja aku ada di sini, Alisha.

Lagipula kau masih tetap putriku, kan?

Mari kita perjelas tentang ini.

Semua kenangan tentangmu sudah aku kubur...

disaat aku kehilangan ibuku.

Aku kemari cuma mau liburan musim panas.

Jadi kita harus saling menjauh...

dan jalani saja hidupmu.

Dan biarkan aku hidup sendirian.

- Sudah tiba di bandara? - Ya

Sampai ketemu.

Yakin tidak mau ikut?

Ini pasti menyenangkan! Kumohon!

Tak usah. Aku tinggal di sini saja.

Oke, belajarlah untukku.

Nanti aku kirimkan foto.

4 foto. Semuanya harus foto.

Baik, kami pergi dulu. Daah!

- Ayo, teman-teman! - Daah! Semoga malammu menyenangkan!

Daah.

Dah juga!

Jaga dirimu.

Sadarlah! Aku menyayangimu!

Sadar.

Kau mau singgah makan?

Tidak.

Tidak ada makanan di rumah.

Begini saja.

Aku singgah dulu dan beli sesuatu, oke?

- Hei, bro! - Hei!

- Itu pesananku, kan? - Ya.

Cepat juga!

Baik, bagus. Oke.

Tolong. Bisa berikan...

satu latte lagi dan tanpa gula. Oke, bos?

- Ya. - Oke.

- Hei! - Hei!

Apa yang kau lakukan? Dia temanku, Viola!

Ya ampun! Maaf, Alisha!

Maafkan Ayah, aku...

Tidak apa. Tak usah minta maaf. Aku tak apa.

Aku hargai kebaikanmu.

Hei, nanti aku temui setelah perjalananku?

Senang bertemu denganmu, agen Mark.

Terima kasih.

Dan semoga berhasil bersama Stephen.

- Daah! - Sampai jumpa.

Siapa Stephen?

Tidak usah khawatir.

Ayah sangat khawatir. Kau tahu, kan?

Apa aku tahu?

Hai, Alisha, ini Stephen, masih ingat? Kelas 7.

Tidak.

Tunggu, lihatlah ini dan temukan aku.

Temukan aku dan coba ingat lagi.

Astaga, itu aku di sebelah kanan. Tapi aku belum menemukanmu.

Apa pria kurus dibarisan ujung?

Tidak kurus. Aku yang berdiri disampingmu.

Astaga, Stephen Phill.

Hebat.

Kau sudah tinggalkan Meksiko, kan?

Aku masih di Meksiko. Tapi aku masih memikirkanmu. Kau masih menghantuiku.

Sudahlah. Pasti kau sudah punya cewek cantik di Meksiko, menjelajah dunia liar.

Jika itu masalahnya, kartu ini sudah lama hilang.

Sungguh mengharukan. Aku berikan itu di hari persahabatan kita.

Betul. Torres masih bersamaku. Kami di Vancouver sekarang.

Baguslah.

Alisha, bisa kita ketemuan di musim panas ini?

Masuklah.

Masuklah. Ayo.

Ini tempatnya.

Kubangun sekitar 5 atau 6 tahun lalu...

bersama sahabatku.

Dibangun dengan batu, kayu.

Sudah kubilang, rumah ini ada kisahnya.

Ayah tak mau kau bosan disini.

Pipa ledengnya, ada sedikit masalah,

tapi ada air panas, jadi itu bagus, kan?

Kamarmu di atas sana, sebelah kiri.

Ya beginilah.

Mau bilang apa lagi ya? Anggaplah rumah sendiri.

- Bagus. - Oke?

Biarku bantu bawakan tasnya.

Aku mengerti. Jangan khawatir di sini.

Oke.

Terserah mau kanan atau kiri.

Pilih saja.

Baik.

Oke, apa pun yang kau butuh, beri tahu aku.

Sialan.

Berikan mayonesnya.

Tidak.

Ayah.

Kau terkenal di kota, kan?

Di sekolahku...

sering membicarakan tentang penagkapan geng Gorilla...

Alisha. Waktunya sekolah.

Dan kau tahu itu membahayakan keluarga kita?

Kami tidak aman karena kau.

Dan kau jadi sorotan.

Pernahkah kau memikirkan keluargamu...

saat kau menyelamatkan orang-orang diluar sana?

Cukup, Alisha!

- Tentu saja aku pikirkan. - Kau pernah pikir tentang kami?

Baik, Alisha, sudah cukup.

Kau akan terlambat.

Alisha.

Ayolah, berikan Ayah waktu.

Masalah ini tak semudah itu.

Sampai jumpa, sayang. Aku menyayangimu.

Aku tidak tahu tapi...

Aku...

Dia benar. Dan akhirnya, dia benar juga.

- Tidak. - Tidak, dia benar.

Dia cuma mengalami mimpi buruk.

Astaga.

Kalian adalah keluargaku.

Bakalan dia akan tahu kelak.

Kalian adalah segalanya bagiku.

Aku tahu.

Bagaimana jika kita ke bank?

Ya, baik.

- Oke? - Oke.

Lima menit? Baik.

- Ke bank. - Mungkin kita akan singgah...

beli makanan saat kembali? Beli makanan? Sesuatu?

- Oke. - Oke? Baik.

Oke.

Baik, aku ke bank dulu.

- Bawakan uang, sayang? - Ya.

- Ya? Uang yang banyak? - Ya, ya.

- Oke. - Aku akan kembali.

Aku tunggu.

Hei, Miriam! Masuklah!

Hei, Mark!

Kubawakan makanan malam ini.

Terima kasih.

Kau baik sekali. Aku jarang masak....

karena kau tahulah, aku gak pandai memasak.

- Tidak! - Terimakasih, sayang.

- Ya. - Lebih baik.

Tinggalah sebentar, dia ada di kamarnya.

Mungkin ini saat yang tepat kuperkenalkan kau dengannya.

- Bagaimana? - Aku mau sekali bertemu dengannya.

- Aku juga mau. Ayo. - Baiklah.

Ya?

Hei.

Hei, dengar. Maaf mengganggumu.

Aku cuma mau perkenalkan seorang teman lamaku, oke?

Sahabat baikku. Namanya Miriam.

Dia tetangga kita.

Dialah yang mengawasiku dan rumah ini selama bertahun-tahun.

Aku cuma mau kau kenalan.

Hei.

Kitakan sudah sepakat....

kita tidak akan saling menganggu.

Jadi, tolong, bersenang-senanglah bersama temanmu.

Baiklah.

Hei, Mark.

Kutinggalkan tadi piring kotor dirumahku, sayang.

Aku kesana dulu. Biarkan dia beristirahat.

- Oke? - Oke.

Senang bertemu denganmu, sayang.

Senang berkenalan denganmu.

Jangan ambil!

Hai! Hai, Pak!

Dompetku kecurian.

Dan aku harus pulang.

Tapi aku tak punya uang sekarang.

Nona, aku tak tahu bahasa Inggris.

Oke, aku akan bayar se-sampai di rumah.

Tidak, maaf.

Tak jauh dari sini kok.

Kita ke sana dan aku akan...

bayar...

Aku...

Hei, jadi...

Aku mau numpang pulang.

Ponsel, dompet dan uangku kecurian tadi.

Tapi aku akan bayar se-sampai dirumah.

- Tentu. - Oke,...

Tidak, tak jadi.

Kau boleh pergi.

Kau boleh pergi! Aku naik taksi lain saja.

Tentu, tak masalah.

Tidak jadi.

Aku akan mengantarmu. Masuklah.

Tidak.

- Baiklah. - Hei, hei!

- Alisha? - Sialan.

Aku tetanggamu.

Kubawakan makanan buat kau dan ayahmu kemarin malam.

Ada apa, sayang?

Maaf ya soal kemarin.

Aku tahu aku sudah bersikap kasar.

Santai saja.

Katakan kau sedang apa tadi di sana.

Dompet dan ponselku kecurian.

Aku mau menelepon Ayahku,

tapi nomornya selalu ganti-ganti.

Dan ada taksi...

yang mau mengantarku pulang tanpa bayar, dan...

tiba-tiba kau muncul.

Aku senang bisa bantu.

Beritahu ayahmu dulu...

Tidak! Bisa kita rahasiakan ini?

Aku tak mau libatkan dia.

Setidaknya aku mau bantu...

Menyuruh ayahmu menemukan ponsel...

dan dompetmu, oke?

Cuma itu.

Cuma itu yang akan kita bilang padanya.

Baik.

Hei, Mark!

Ya, aku diluar bersama Alisha, sayang.

Kami pergi berbelanja.

Ya.

Saat berbelanja,

ponsel dan dompetnya tercecer.

Bisa kau bantu mencarinya?

Baguslah.

Kami akan segera pulang.

Lihatkan? Tidak apa-apa.

Alisha, sayang, kelihatannya enak.

Kuharap kau suka.

Aku pasti suka.

Ayahmu juga akan suka.

Terima kasih untuk hari ini.

Tidak. Aku senang bisa bantu, sayang.

Hei, teman-teman.

- Jadi... - Cepat juga.

Hei, bagaimana lagi? Aku kenal seseorang.

Pria bernama Stephen sudah berapa kali meneleponmu.

Kau harus menelponnya kembali dan bilang kau baik-baik saja.

Nanti aku telpon.

Terima kasih.

Miriam, siapa pria Stephen itu?

Aku juga mau tanyakan itu.

Tapi aku yang duluan tanyakan padamu.

Mark, kau...

Bersulang. Terima kasih atas makan malamnya. Siapa yang masak?

- Kesayanganmu. - Dia yang masak?

Ya.

Sudah tak sabar bertemu denganmu, sayang.

Sampai ketemu.

Sampai ketemu.

Jangan takut mengejar yang membuat jiwamu berkoba-kobar.

Bagaimana kalau aku punya pacar?

Tapi...

Jangan, cuma antara kita.

Kita?

Jadi kau sudah memilihku.

Tentu saja! Aku yakin.

Terus...?

Apa rencanamu di musim panas ini?

Aku lagi buat daftarnya saat kita bicara.

Kuharap kau masukkan aku ke daftar itu.

Mungkin.

Kita harus merencanakannya.

Sekarang, mari kita berdoa cepat.

Aku mau nonton acara kesukaanku, oke?

Silakan.

Tuhan Bapa di Surga,

berkatilah makanan ini.

Berkati semua orang di rumah ini,

Kumohon, berkati orang yang memaafkan atas kegilaan mereka.

Amin.

Amin.

Anakmu yang buat ini.

Kau yang masak ini?

Ya, aku yang masak.

- Kau bisa masak? - Aku bisa.

Kau tidak doyan makan, tapi pintar masak.

Bagaimana bisa, Miriam?

Maksudku, biasanya orang yang gemar masak, doyan makan.

Entahlah. Kita lihat saja, Nak.

Cuma belajar masak sendiri.

Aku yakin kau bisa,

- Hai. - Hai, sayang.

Aku sering memikirkanmu sejak terakhir kali kita bicara.

Ya. Sudah lama 30 menit.

Bagimu 30 menit,

bagiku serasa setahun.

Kapan berhentinya.

Saat aku bicara denganmu.

Kupikir...

Apa yang mau kau lakukan saat kita bertemu?

Stephen. Nanti aku telpon kembali.

Ayah.

Ayah tak apa.

Ini bukan pertama kalinya.

Baik.

Sudah cukup, Ayah.

Baik.

Kau benar.

Ini semua salahku.

Ini semua salahku...

Agen...

Patson tua yang hebat...

Aku bahkan tak bisa menemukan...

penembak yang membunuh istriku.

Ayah benar-benar gagal.

Maafkan Ayah.

Ayah benar-benar...

minta maaf.

Tidurlah sekarang.

Untuk Ayah Andalanku. Aku Menyayangimu. Alisha.

Baku tembak dengan Gang Gorilla

Pagi, Miriam.

Lihat siapa yang baru bangun.

Ya.

Hei, aku hargai ini, terima kasih.

Bukan dari aku.

Tapi Alisha dan dia menjagamu tadi malam.

Ya.

Dimana dia?

Dia lagi olahraga lari, sayang.

Dia akan segera kembali.

Miriam, bukannya sudah bilang jangan tinggalkan dia sendirian?

Cuma itu yang kuminta, jangan tinggalkan dia sendirian.

Mark, tak mungkin...

aku akan lari bersamanya, kan?

Ayolah.

Oh, itu dia.

Sapalah...

Apa?

Sayang, apa yang terjadi? Kemarilah.

Ya Tuhan.

Apa yang terjadi?

Mark, Mark. Ambilkan kotak P3K.

- Astaga! - Mark, tolong.

Tidak apa.

Tidak, tidak.

Pegang begini, sayang.

- Baik. - Terima kasih.

Sini kulihat.

Ayah mau tahu apa yang terjadi.

Katakan... Ayah mau tahu apa yang terjadi!

Katakan apa yang terjadi.

Tolong, beritahukan apa yang terjadi.

Aku tidak tahu. Aku...

Lari dan...

Tiba-tiba ada yang menyambarku.

Kau ingat ciri-ciri orang itu?

Kendaraannya, nomor apa saja, ciri-ciri sopirnya?

Ayolah, Mark.

Dia tidak akan mengingatnya.

A-L-A-15-0-1-A.

Seorang pria mengenakan tudung hitam.

Dan jaket. Berumur 40-an.

Tangan kanan.

Aku bahkan tak mewarisi DNA ayahku.

Hei, Victor. Ini Mark.

Bantu aku. Carikan nomor plat.

ALA-15-0-1-A.

Kau mengerti.

Berdasarkan info dari kantor....

plat palsu yang dikatakan putrimu...

sebenarnya milik pemula...

pengedar narkoba rendahan.

Dia melaporkannya hilang minggu lalu.

Dan ternyata dialah yang mencurinya...

dan memasang plat palsu itu.

Selain itu, malam sebelumnya ada perampokan.

Di tempat, lokasi dan kendaraan yang sama.

Cuma kebetulan.

Maksudku, kami sudah menyelidikinya, tapi...

sepertinya itu tidak ada hubungannya dengan keluargamu.

Semoga saja.

Ya. Kami sedang menyelidikinya,...

jadi jika kau butuh sesuatu, beri tahu aku.

Terima kasih sudah datang, Victor.

- Sama-sama. - Oke.

- Sampai jumpa. - Baiklah.

Siapa dia?

Victor. Dia teman kerja ayahmu.

Bibi yakin ini tentang nomor plat yang kau berikan padanya.

Kalian siap latihan tembak?

Ayahmu juga bilang kita bisa ke lapangan tembak.

Bukankah itu akan menyenangkan?

Mungkin kita bisa ke pantai juga.

Keren sekali.

Ayo kita bunuh sesuatu, sayang.

- Halo, apa kabar? - Baik.

Aku mau tanya. Mereka memanggilmu apa?

- Big Mike. - Big Mike.

Baik, Big Mike, begini.

Jika wastafel itu belum kelar saat kami kembali,

aku akan memenjarakanmu.

Kau mengenainya.

Kau mengenainya, Miriam.

Ayo kita lihat kemampuanmu.

Ayah mau kau dengarkan aku, oke?

Satu-satunya orang yang....

bisa kau percayai selain dirimu adalah aku.

Karena aku ayahmu,

dan aku tak pernah menyakitimu sedikit pun, paham?

Sialan, Mark! Lagi-lagi DNA-mu.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Apa?

- Ayah? - Astaga!

- Pegangaan yang kuat! - Ayah!

Astaga! Sial!

Bagaimana perasaanmu? Jangan takut. Semuanya akan baik-baik saja.

Minumlah obat ini agar cepat sembuh.

Ya.

Pasiennya baik-baik saja.

Dia akan baik-baik saja.

- Benarkah? - Ya.

Dia sudah sembuh. Dan sudah baikan.

Dia boleh pulang beberapa jam lagi.

- Semuanya baik-baik saja. - Terima kasih banyak, Dokter.

Hei.

Bagaimana keadaannya?

Aku juga belum tahu. Semoga dia baik-baik saja.

Lihatlah...

ditemukan banyak paku di ban mobilmu.

Ini yang merobeknya.

Dan yang kami temukan.

- Terima kasih, Victor. - Ya.

Ini bukan kebetulan.

Kau benar.

Semoga dia segera sembuh.

Dia akan baik-baik saja.

- Bagus. Baiklah. - Sampai ketemu.

- Baik. - Terima kasih.

Pak. Pak!

Ini tempat terlarang. Maaf, kau dilarang masuk.

Tidak usah begini. Ikuti saja.

Aku rindu...

Ibu.

Aku belum pernah masuk rumah sakit sejak...

Aku akan ceritakan sedikit...

sewaktu aku di rumah sakit.

Saat aku bertemu Ibumu.

Kau akan menyukainya.

Ini tentang aku bertemu Ibumu.

Tahun 1991.

Aku pasukan khusus saat Perang Teluk, dan...

Aku tertembak.

Jadi mereka membawaku ke klinik medis ini.

Ini dulunya rumah sakit militer.

Dan itu bersinggungan...

dengan fasilitas pengobatan kanker ini, kan?

Mereka mengobati lukaku.

Aku mendongak, dan ada dia.

Tinggi.

Botak.

Sombong dan...

Cantik.

Dia beritahu petugas kalau dia tak punya uang...

untuk biaya pengobatan ketiga dan keempat nantinya.

Dan dia akan mati...

jika dia tidak di obati.

Aku ada uang sedikit saat itu jadi aku...

Aku bantu bayar.

Dia di obati.

Aku tidak menyangka sedikit pun....

saat itu, siapa yang tahu wanita itu,

wanita besar, botak, cantik itu...

akan berakhir di dalam hidupku.

Boleh aku bertanya?

Tentu.

Siapa orang...

di foto itu, berwajah distorsi.

Ayah tahu.

Kliping koran yang Ayah simpan....

tentang kematian Ibu.

Ayah mau menanyakanmu dulu dan mengantarmu pulang.

Alisha, sayang.

Ini keluargaku.

Aku sangat merindukan mereka.

Kau pasti merindukannya.

Ya, tapi ketika Mark datang dan...

dia membawamu.

Sekarang kehampaan itu sirna.

Rasanya aku memiliki keluarga lagi.

Tidak apa-apa, sayang.

Tapi kenapa kau berpakaian begini?

Viola temanku, dia mau jalan-jalan bersamaku,

tapi kurasa...

Ya, kau benar. Ayahmu tidak akan mengizinkanmu.

Jadi jika kau mau...

Jika kau mau membawaku ke gereja besok.

Beres.

Baiklah, aku akan membantumu.

Anak ini.

- Dia pasti datang. - Sejak kapan dia tepat waktu?

Harusnya sudah datang.

Ya, aku tahu tapi...

Untuk apa juga? Mereka ada di klub.

Sepertinya mereka bertiga.

Teman-temanku menungguku. Aku harus ke sana.

Bodoh amat dengan teman-temanmu.

Apa, haruskah aku peduli dengan temanmu?

Ya.

Ini pertama kalinya kau bertemu dengannya. Dia sahabatku.

Kuharap itu setimpal.

- Ya. - Benar-benar berharap.

Dia datang.

Berhentilah. Jangan jadi orang menjengkelkan!

- Hei, sayang! Apa kabar? - Hei, teman-teman.

Perkenalkan pacarku, Raul.

Raul, ini Alisha. Dia sahabatku, oke?

Kita jalan.

Ini dia.

Ini tempatnya.

Kau mengajaku melihat wanita telanjang?

Bersama pacarmu?

Itu bukan yang pertama bagiku.

Kenapa kau kau lakukan ini?

Kau pernah ke tempat-tempat seperti ini?

Tidak.

Tempat ini sangat bagus.

Ini adalah tempat terbaik di blok.

Itu...

Ayo bersenang-senang.

Tentu saja. Ayo kita minum. Minum?

Bisa kau perbaiki hookah ini?

Bisa.

Ada rokok?

Itu temanku!

- Hei, Joseph! - Hei!

Sebentar.

Ya. Hei, mau merokok?

Jadi bagaimana menurutmu tempat ini?

Apa?

Aku tidak suka dia bersamamu, kan?

Katanya dia akan berubah.

Dii bilang, tapi ternyata tidak.

Dia mencintaiku.

Aku bisa menanganinya.

Aku bisa menanganinya, sumpah.

Tidak apa, aku baik saja.

Kita datang untuk berpesta.

Bersemangatlah.

Minggirlah sedikit.

Minggirlah sedikit. Ya.

Oke, ini temanku Joseph.

- Panchito, dan Benja. - Hai, salam kenal.

Ayo kita mulai.

Baiklah. Mari kita mulai pesta ini.

Tak mungkin, teman-teman. Aku gak makai narkoba.

Apa maksudmu kau tak makai narkoba?

Tidak apa-apa. Kau bersamaku.

Santai saja.

Kita bersama di sini, tidak ada yang akan terjadi.

Jangan khawatir.

Percayalah. Aku bersamamu.

Oke? Mari kita teler, ya?

Sialan!

Ini barang bagus, teman-teman!

Isap!

Ayo. Cobalah.

Ayo!

Isap!

Hei! Tambah lagi? Ayo!

Sayang, ayo, kita minum lagi.

- Kau sering datang kemari? - Yah.

Hei. Kau dari mana saja?

- Aku... - Aku tadi ke kamar kecil.

- Dimana Viola? - Jangan khawatir.

- Ayo. Cium aku. - Hentikan.

Aku bilang hentikan.

Apa-apaan ini?

Ya Tuhan!

Kau siapa?

Maafkan aku.

Tidak apa-apa. Ayo.

- Tidak apa. - Maaf.

Hei...

Maaf.

Bagaimana jadinya jika Ayahmu...

tidak datang tepat waktu?

Maafkan aku.

Tidak apa-apa.

Baik, mobilnya sudah datang. Aku pergi dulu.

Kau akan menemuiku besok? Apa kita akan bertemu?

Ya, kita akan ketemuan besok. Setiap hari.

Setiap hari, ya.

Baik, terima kasih sudah menemaniku.

Aku menyayangimu..

Oke? Sampai jumpa besok, oke? Terima kasih.

Maafkan aku.

Itu bukan salahnya. Tapi salahku.

Tidak apa-apa. Jangan terlalu dipikirkan.

Aku jauh lebih parah saat aku seusiamu.

Oke? Jangan diulangi lagi.

Oke? Kau anak yang baik.

Dan aku suka kau jadi sahabatnya.

Kalian berdua sangat cocok.

Kau mengerti, kan?

- Ya. - Oke.

Sekarang, jika kau butuh sesuatu,

beri tahu aku.

Paham?

Dan aku akan berhenti minum.

Aku juga.

Baik. Jaga dia. Sampai jumpa.

Tunggu sebentar. Kalian mau kemana?

Miriam, kau ada waktu sebentar?

Aku mau bicara dengan kalian.

Ya, tentu saja, Mark.

Tapi sekarang aku mau pergi berdoa dulu.

Berdolah, oke. Dia bisa menunggu 5 menit, tidak?

- Bagaimana? - Oh, sayang, kau kenal aku.

Aku tak mau Tuhan menunggu.

Ajak aku ke gereja, Alisha.

Ya. Setelah, kau tahu...

Aku kehilangan keluargaku, dan Ayahmu...

Dia menemaniku.

Menjadi keluargaku.

Mengurus semuanya.

Hai! Senang bertemu denganmu di sini! Apa kabar?

Antonio masuk liga utama berkat kau dan kolonel Mark.

Sampaikan salamku padanya.

Oh, tidak, mungkin dia bisa sampaikan.

Dia putrinya Mark.

Kau cantik sekali. Aku selalu mendoakan kolonel Mark.

Aku juga akan mendoakanmu.

Sampai ketemu lagi!

Siapa dia?

Putranya pernah mengalami kecelakaan parah.

Dia tidak mampu membayarnya.

Ayahmu, dia bantu bayar semuanya.

Dan sekarang putranya akan bertanding di tingkat nasional.

Hebat 'kan?

Sebaiknya kita pulang.

Baiklah. Tapi aku mau mampir di kantor dulu.

Kau punya kantor?

Tentu saja aku punya kantor.

Ayo.

Ini Alisha.

Alisha, ini Juana. Dia yang menjaga tempat ini.

Halo. Aku senang kau datang ke rumah ini.

Alfredo tadi nelpon dan menyuruhku nelpon kembali, tapi baguslah kau sudah datang.

Baik. Aku akan bicara.

Aku harus menelpon, Sayang.

Kau lihat-lihatlah dulu.

Juana akan bersamamu, oke?

Jadi bagaimana kau bisa bekerja di tempat ini?

Organisasi ini?

Itu diteruskan pada suamiku.

Dan...

Suamiku mempertaruhkan nyawa, keringat, dan air matanya ke tempat ini.

Namun setelah kepergiannya,

semuanya hancur.

Ayahmu datang, mendanai kami...

Dia orang paling mulia yang kukenal.

Makanya, Alisha sayang,

jauh di lubuk hatimu...

dia jangan disalahkan atas semua itu.

Lihat siapa yang lapar.

Aku mau ke toko dulu. Ada pesanan?

Sepertinya tidak ada.

Baik.

Nikmati sandwich-nya.

Mengharapkan sesuatu?

Tidak.

Tertulis namamu di sini.

Sampai ketemu.

Kita akan segera bertemu, Alisha

Mengharapkan sesuatu?

Tidak.

Tertulis namamu di sini.

Hei.

Kunciku...

Dimana kunci-ku? Apa tercecer?

Tidak, ayah tadi megang.

- Yakin? - Kulihat tadi ayah membawanya.

Ayah pergi dulu.

Ayah tadi megang kuncinya, kan? Baik.

- Apa kabar, Mark? - Hei, John.

Hei, Victor. Terima kasih sudah datang, teman-teman.

Kalian harus memeriksa ini.

Apa ini?

Dengar, aku tak melihat sesuatu yang aneh.

Sama seperti terakhir kali.

Baik, lihat. Oke, aku mengerti.

Masih ingat seseorang yang menyambar Alisha saat joging...

dengan mobilnya, kan?

Oke, pria itu mengenakan tudung hitam.

Terus? Kita sudah menyelidiki ini.

Itu informasi keliru.

Awasi terus, John.

Oke, aku sudah edit sedikit rekaman itu.

Kau melihatnya?

Orang ini sudah mengitari rumah kami, John.

Paling sedikit 7-10 kali.

Tidak ada laporan dia menghampirinya.

Ini bukan suatu kebetulan.

Orang ini mengitari rumah kami.

- Paham gak? - Ya, kami paham.

Kami mengerti. Kau tahu?

Kau mungkin merencanakan sesuatu.

Kami akan menyelidikinya. Paham?

- Kuhargai itu. - Jangan khawatir. Kami pasti bisa.

Baik. Kau pasti bisa, John.

Terima kasih lagi telah bersedia datang.

- Victor, terima kasih. - Baik.

Hai.

Hai sayang. Apa kabar?

Tebak aku dimana?

Kau tidak dekat, kan?

Aku didepan pintumu 5 menit lagi.

Tidak, Stephen. Aku harus beritahu Ayahku.

Ayo, aku akan tiba 5 menit lagi. Jangan khawatir.

Tidak, aku harus beritahu...

Ya Tuhan.

- Ayah? - Hei, ada apa?

Viola...

Tunggu, sebentar.

Ada apa?

- Viola... - Tunggu!

Ya, ada apa?

Mark, kau tidak akan percaya ini.

Lihat ini.

Astaga.

Kami sudah duga pengedar narkoba itu akan muncul.

Tapi lihatlah tamu kita...

Hotel diambil alih dan kami sedang mengawasinya.

Kau mau kami bergerak?

Tidak, tunggu aku. Aku segera ke sana.

Ayah, aku mau memberitahumu...

Aku akan segera kembali, oke?

Aku akan segera kembali. Jaga dirimu!

- Hei, Mark. Apa kabar? - Hei, apa yang kita punya?

Katanya, dia ada di lantai enam.

Kamar 623.

Kami mengawasinya.

Dia tidak tahu kita datang.

- Kita baik-baik saja? - Kita baik-baik saja.

Kami akan naik tangga kiri. Kalian yang kanan.

Kami akan awasi tempat itu. Ayo beraksi.

Ayo!

Kemarilah!

Apa yang kau mau? Apa maumu, brengsek?

Hei!

Apa-apaan ini?

Apa? Apa ini? Kau siapa?

Enyahlah!

Jika kau tidak beritahukan,

akan kutembak kepalamu.

Aku tak tahu. Aku cuma di bayar 500$ untuk memakai ini.

Pasti kau akan mau juga?

Ada lagi?

Dia menyuruhku beritahu siapa pun yang mendatangiku...

setidaknya dia butuh dua jam untuk pulang.

Ayolah, emang sudah tutup.

Bukalah.

Buka sendiri.

Serasa menunggu 7 tahun.

Kau akan membuatku menunggu lagi?

Pintu ini tidak bisa dibuka.

- Masa sih? - Kau harus lewat pintu satunya.

Baik.

Aku kesana.

Angkat.

Aku benci acara ini.

Aku suka kau karena kau seksi. Tapi aku benci acara ini.

Angkat.

Ayo, sayang, angkat.

Ayo! Angkat!

Sialan.

Ponselku lowbet.

Mati saja.

Lebih baik aku memeriksa keluargaku.

Perjalanan ini terlalu jauh.

Aku harus pindah ke rumah mereka.

Miriam!

Ya Tuhan! Dia ada di belakangmu, Miriam!

Miryam, oh Miryam!

Astaga...

- Ayah! - Sayang?

Kau bersamaku? Apa yang dia lakukan?

Apa yang dia lakukan? Kau lihat dia?

Ayah... Dia...

Dia baru saja membunuh Miriam.

Jangan takut. Jangan takut, kau akan baik-baik saja.

Oke? Dia sedang apa sekarang?

Astaga!

Dia membunuh Stephen juga!

Dia baru saja membunuhnya tepat di depanku!

Oh tidak. Itu takkan mampu menahannya, sayang.

Dia akan tetap datang.

Jika dia masuk. Pergilah ke kamarku, oke?

Tutup pintunya. Tutup dengan kursi.

Apa pun yang kau hadapi. Apapun itu.

Tunggu aku, sayang.

Aku sudah mau sampai.

Ingatlah.

Membunuh atau dibunuh.

Keparat!

Sialan!

Kemarilah...

Aku akan mencekikmu sampai mati!

Tapi belum saatnya, jalang!

- Hei. - Dengarkan.

Kenapa membunuh keluargaku.

Dengarkan, jika kau menyakiti putriku...

Kau tahu?

Aku menikmati membunuh istrimu.

Jika kau sakiti putriku, akan kutembak...

Persetan denganmu.

Jika kau menyakiti putriku...

Hei. Dengarkan...

Aku akan menghabisimu.

Dengarkan!

Aku akan menghabisimu!

Diamlah.

Aku akan menghabisimu.

Sekarang dengarkan, aku akan bunuh gadis kecilmu!

Jangan...

DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA

Aku baik-baik saja John.

Bagaimana dengan Alisha? Dia akan baik-baik saja?

Dia akan baik-baik saja. Dia gadis yang kuat.

Ya, dia anakmu.

Dengar, ini akan butuh setumpuk dokumen...

- untuk membereskan kekacauan ini. - Ya.

Jadi, untuk sementara.

Nikmatilah musim panasmu dulu.

Ingat, jika kau butuh sesuatu,

beri tahu aku, oke?

Senang bertemu denganmu.

Jadi, selama ini...

ayah punya rencana.

Apa maksudmu "punya rencana"?

Latihan?

Ilmu bela diri?

Menyiapkan semuanya?

Jujur saja ya,

Ayah akan tetap melatihmu apapun yang terjadi.

Tapi.

Itu sudah direncanakan.

Hei, sayang.

Sialan, Mark.

Jika kau tidak berhenti minum, itu bisa membunuhmu.

Ya.

Kau benar.

Selama ini, Miriam,

aku sudah mengejar orang itu,

dan tidak ada perkembangan.

Maksudku nol, tidak ada. Aku cuma...

Mark.

Pikirkan.

Kau harus memasang umpan.

Mengerti?

Begitu dia menggigit umpannya,

saat itulah kau terkam, dan bisa membunuhnya.

Dan kau bisa melindungi keluargamu. Begitu maksudku.

- Terima kasih Miriam. - Ya.

Bukan hanya Ayah.

Soalnya, Miriam juga banyak membantu.

Tapi ada yang harus kuberitahukan.

Apa yang sudah kumulai, kau menyelesaikannya cukup baik.

Aku tidak tahu apa yang salah.

Kau bermain ular dan burung bangau.

Apa maksudnya?

Senang kau kembali.

Aku merindukanmu, Ayah.

Ayah juga.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.