All language subtitles for Full-River-Red2023.IND.CHINESE. (1)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian Download
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

Jual Alat Bantu S*ksual

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom |

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator |

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Ini legenda fiksi tentang seorang Kopral di Dinasti Song zaman Cina kuno.

5 tahun setelah Jendral Yue Fei meninggal, perdana mentri Song memimpin ribuan pengawal kerajaan

ke perbatasan dan akan mengadakan pertemuan dengan utusan Jin.

Mereka tiba tengah malam. Pejabat lokal mengosongkan halaman untuk beristirahat pasukan.

2 jam sebelum fajar.

MANJIANGHONG (SUNGAI BERSIMBAH MERAH)

terjemahan broth3rmax

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624

►Hajab (Utusan Jin)

►Zhang Da (Kopral)

Jangan menatap kami.

Kita semua sedang bertugas tadi malam.

►Sun Jun (Wakil Komandan Batalion Domestik)

►Hu Yong (Ajudan Jenderal)

Biar nasib yang memutuskan.

Yang memilih jerami pendek berdiri disini.

Tuan, jeramiku panjang.

Sana.

Hari ini sangat janggal. Kita mulai dengan jerami panjang.

Apakah hari ini janggal?

Hari janggal?

Kok bisa begitu?

Ayo. / Bukan aku.

Yang paling panjang bukan jeramiku.

Jerami dia yang panjang.

Yang paling panjang bukan jeramiku. Dia lebih panjang dariku.

Jangan bunuh aku.

Yang paling panjang bukan jeramiku.

Jeramiku tak panjang.

►Chen Liang (Ajudan Jendral)

Jeramiku pendek.

Pendek...

Punya mereka yang lebih panjang.

Jeramiku pendek.

Pendek.

Zhang Da,

apa kau pembunuhnya?

Paman,

ini aku, keponakanmu.

Apa kau pembunuhnya?

Aku tak tahu apa-apa. Bagaimana mungkin aku pembunuhnya?

Kau mengenali ini?

Ya aku kenal.

Aku tahu.

Itu...

Sudah.

Aku tak mau mendengarnya.

►Wang Biao (Komandan Batalion Domestik)

Satu sapi baru menyapu bersih.

Kau sudah sapu disini.

Aku membawa tersangkanya

untuk menemui Perdana Mentri.

Selain dari

kedua pelayan bisa dan tuli itu,

aku yang putuskan

siapa yang bisa menemui Perdana Mentri.

Nak, tak peduli seberapa kemampuanmu,

kau harus patuhi aturan ini.

Serahkan dia padaku!

Kalau begitu tak akan kutemui Perdana Mentri.

Ayo pergi.

Bisa dibuat satu pengecualian.

Wu Yichun (Wakil Ketua)◄

►He Li (Ketua)

Tuan He. Tuan Wu.

Komandan Wang.

Biarkan Wakil Komandan Sun masuk.

Ini sekedar... / Apa kau tak paham ucapan Tuan He?

Lepas baju zirahmu.

Buka mulutmu.

Bersih.

"Dia bersih."

"Dia boleh naik." [ ►Emerald (Pelayan)]

►Sopphine (Pelayan)

"Tersangka tetap disini. Yang lainnya tunggu di luar."

Pergilah, Tuan Wu.

Tunggu di depan pintu, Wakil Komandan Sun.

Zhang Da tetap disini.

►Qin Hui (Perdana Mentri Song)

Buat apa ini?

Itu...

Ini...

yaitu...

untuk membawa

surat.

Itu tas kulit untuk membawa surat.

Kok kamu bisa tahu?

Dulu aku lahir di daerah perbatasan.

Tahun itu, saat aku menggembala domba,

dalam pasir...

Cepetan. Langsung saja.

Dalam pasir muncul 8 tentara Jin.

Mereka membawaku ke kerajaannya.

Mereka tahu aku bisa lari,

dan memberiku tugas mengantarkan surat.

Jadi, aku pernah lihat benda itu

sebelumnya.

Paduka, aku setia pada Song.

Bagaimana mungkin aku berbuat sesuatu untuk Jin?

Aku manfaatkan satu kesempatan

dan kabur ke Song.

Setelah aku kembali,

aku gabung pasukan ini

dan bekerja untuk Perdana Mentri.

Seberapa tingkat kerahasiaan suatu surat

jika di masukkan dalam tas begini?

Tingkatannya sangat rahasia.

Surat biasa

tak butuh satu tas.

Seorang jendral akan memakai tas kain.

Seorang komandan akan memakai

tas kulit. Paduka mungkin tak tahu

kalau surat ini terbuat dari

kulit lembu usia 2 tahun.

Mengapa usia 2 tahun?

Lembut. Elastis.

Tak usah banyak omong. / Siapa namamu?

Paduka, namaku

Zhang Da. / Lidahmu lincah juga,

dan nampaknya pintar.

Aku akan memberimu waktu 2 jam.

Bawakan surat rahasia dari Jin padaku.

Zhang Da,

dengan tanda-kerajaan itu, kau bis apergi kemana saja,

dan menyelidiki siapapun di lingkungan sini.

Jangan sampai ada yang tahu yang kamu cari.

Jika kau membawa surat itu, akan kubiarkan kau hidup.

Pergilah.

Apa kau mengerti? / Mungkin aku mengerti.

Setelah kau dibawa pasukan Jin,

kau kabur. Setelah melewati banyak kesulitan,

kau kembali ke Song.

Dengan bakatmu itu, kau kembali dengan kedudukan tinggi.

Namun, kesetiaanmu diragukan oleh orang-orang kecil.

Orang-orang kecil?

Itu istilah yang sopan.

Ada pejabat tinggi ditengah mereka.

Bahkan,

sang Kaisar,

juga meragukannya.

Utusan Jin niatnya akan menemuimu pagi ini.

Apapun yang dia bawa,

dia pasti berkesempatan memberikan itu padamu.

Jika memang ada...

Betul.

Jika memang ada surat rahasia untukmu,

surat itu

tak boleh dilihat oleh siapapun.

Bahkan keberadaan surat seperti itupun,

tak boleh ada yang tahu.

Kau makin pintar soal beginian.

Awasi terus Zhang Da.

Ada waktu 2 jam sebelum kita pergi ke kapal penyebrangan,

Saat waktunya telah habis, kalau dia tak bisa menemukan surat itu,

bunuhlah dia. / Begitu ya.

Bagaimana kalau dia menemukan surat itu? / Juga bunuh dia.

Aku ngerti.

Sun Jun, komandan yang baru naik pangkat,

sepertinya cerdas.

Bawa dia kemari.

Lencana ini tak pernah digunakan.

Kau mempertaruhkan nyawamu.

Katakan.

Kita mau kemana?

Aku mengarang cerita di depan Perdana Mentri.

Aku tak melakukannya. Bagaimana aku tahu harus kemana?

Akan kubunuh kau.

Kau bunuh aku?

Aku harus mengingatkanmu

orangtuamu meninggal saat kau masih kecil,

ibuku yang merawatmu.

Beginikah kau balas kebaikannya?

Kau keluarga tak berguna.

Lancangnya kau nyebut-nyebut kakak perempuanku? Kurang ajar kau?

Kalau kau sebut-sebut dia lagi, percayalah, akan kupatahkan

kakimu! / Aku percaya.

Aku membantu dia

merawatmu.

Permintaanku hanya satu. Jangan nendang-nendang aku di tempat yang sama.

Berusahalah tetap hidup. Jangan sia-siakan waktumu.

Biar kumikir dulu.

Pada malam itu, ada jamuan makan buat utusan Jin.

Pejabat lokal mengirimkan 3 penari untuk

menghibur dia.

Ada banyak penjaga di depan pintu.

Penjaga berpatroli berpasangan.

Tak ada kesempatan bagi seorang pembunuh.

Si penari utama.

Hanya dia yang masuk kamarnya utusan Jin itu.

Benar 'kan?

Buat apa kau ngajak kami?

Kita harus tanyai mereka. Tak ada petunjuk.

Menanyai mereka lagi.

Jual Alat Bantu S*ksual | PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

►Zither (Penari)

Ganteng,

minumlah denganku.

Bersenang-senang dan biarkan kami pergi.

Minggir kau.

Kurang ajar kau brengsek

berani menggangguku?

Aku sudah selesaikan urusanku disini. Kenapa tak biarkan aku pergi?

Bagus sekali.

Wanita, siapa namamu?

Zither.

Prajuritnya Jin mati, apa kau tahu?

Prajurit Jin yang mana?

Yang kuhibur malam ini?

Mati?

Jangan bilang begitu.

Kau yang bertanggung jawab.

Kenapa kau ini?

Kau tak adil padaku.

Dia masih hidup saat aku pergi.

Bahkan dia mengantarkan keluar pintu. Semua prajurit patroli melihatnya.

Aku tak bersalah, tuanku.

Malam itu berapa kali kau berbuat dengannya?

Aku ini penghibur, bukan pelacur.

Jangan ngomong ngawur.

Wakil Komandan Sun,

biar aku saja yang tangani.

Selama kau mau bicara jujur, kau bisa bebas.

Apa prajuritnya Jin mengatakan sesuatu padamu?

Tak ada.

Dia tak cerita apa-apa.

Dia memintaku menyanyi. Aku nyanyi dan nari di depannya.

Itu saja.

Meski kau suruh aku mengada-ada, aku tak bisa mengarang cerita lagi.

Prajurit, dia jadi milik kalian.

Menjauh dariku.

Paduka He.

Paduka Wu.

Menangani suatu kasus

tak perlu sekasar itu.

Kuingin meminta saranmmu.

Bagaimana caraku menanyai mereka?

Para wanita itu

sudah lama disini. Mereka itu pintar.

Cuma bicara?

Itu tak ada gunanya.

Kami akan cari akal buat dia.

Apa kau keberatan? / Tidak sama sekali.

Nona,

berikan perhiasanmu.

Berikan.

Siapa nama-nama mereka?

Swallow. Plum.

Swallow, nama yang bagus.

Aku punya 2 batu akik.

Warna merah dan biru. Mana yang mau kalian pilih?

Jangan takut. Biang saja.

Merah,

atau biru?

Jangan takut.

Aku punya pisau yang tajam.

Ada tombol antara merah dan biru.

Saat pisau ini terkunci, 1 orang mati. Saat terbuka, 1 orang hidup.

Mari kita coba.

Nona Plum, jangan takut.

Berdirilah.

Berdiri!

Mana yang kau pilih?

Tak usah nangis.

Akan kupilihkan buat dia.

Tunggu!

Aku ingat...

Sekarang aku ingat.

Saat penjaga malam membunyikan gong 2 kali.

Tapi prajurit Jin itu tidak bertahan selama 2 jam.

Ada yang salah dengan waktunya.

Itu saja.

Para paduka, boleh kusimpulkan?

Penjaga malam membunyikan gong pertama lebih awal

dan tidur. Dia kemudian membunyikan gong kedua di kamp.

Jadi

tak ada yang berpatroli

diantara kedua waktu itu.

Ada yang tak beres sama penjaga malam itu.

Ayo.

Apa ada yang istimewa

saat berbuat sama prajurit Jin itu?

Bajingan kau, pikiranmu cuma mesum saja.

Pergi.

►Ding Sanwang (Penjaga Malam)

Ding Sanwang adalah penjaga malamnya.

Ding,

permainan sudah usai.

Kalau kau bicara jujur, mungkin kau hidup.

Kau pasti sudah dengar

penyiksaan-airnya Wakil Komandan Sun yang terkenal.

Kau tak bisa nafas sama sekali.

Sekarang kita dekat dengan Shanxi. Airnya digantikan dengan

cuka.

Ngomong-ngomong soal cuka,

aku ingin makan sesuatu ynag enak.

Aku mau coba yang dimakan Perdana Mentri

lagi.

Tuan He. Tuan Wu.

Pergilah. / Ya, tuan.

Tuan He.

Tuan Wu.

Ding, penjaga malam itu mengaku.

Paduka, Komandan Wang

menyuruhku untuk membunyikan gong lebih awal di halaman Perdana Mentri

lalu kemudian di kamp,

supaya prajurit yang malas bisa ketahuan.

Dia ingin mereka dihukum. Aku tak berani begitu.

Dia memarahiku.

Apa kau mau menjebakku?

Kau punya nyali juga.

Komandan Wang,

kita semua adalah prajurit. Masalah kekuatan dan pikiran.

Fakta itu tak terbantahkan. / Kau bukan prajurit.

Kau penjilat.

Maafkan aku.

Bunuh dia. / Ya, tuan.

Lancang kau?

Pengawal. / Siap.

Ikat dia mereka.

Laporkan ke Perdana Mentri. / Siap!

Tuan He, kau bilang apa?

Dia punya hak

untuk bicara.

Aku adalah Komandan Batalion Domestik.

Kau tak mematuhiku? / Komandan Wang,

jangan mempersulit kami.

Paduka, dia juga memberiku 5 tael perak.

Yang ada cap stempel Jin.

Sudah kuakui semuanya.

Ini buktinya. Bukti konkrit.

Kayaknya bener.

Lindungi saksi.

Patuhi perintah, Sun Jun memberontak.

Tangkap dia. / Ya, tuan.

Patuhi perintah, Sun Jun memberontak.

Minggir!

Kenapa?

Kau pingsan lihat beberapa mayat?

Sama sekali tidak.

Aku sangat senang

Kasus ini sudah terpecahkan

kurang dari 2 jam.

Bawa dia untuk menggeledah kamar tidurnya Wang.

Biar dia lanjutkan.

Ya, tuan.

"Sudah larut malam, beristirahatlah."

"Kalau tidak, burung ini tak bisa istirahat."

Sun Jun bertindak atas kemauannya sendiri. Dia membalas musuhnya dengan kekuasaan jabatannya.

Dia harus dihukum.

Perintah dari Perdana Mentri,

Sun Jun dinaikkan jabatan menjadi

Komandan Batalion Domestik.

Ya, tuan.

Terima kasih, Perdana Mentri. Terima kasih, Tuan He.

Komandan Sun masih muda, pemberani, dan banyak akal.

Kenaikan jabatanmu ini sangat layak.

Aku tersanjung.

Apa aku telah berbuat salah?

Tak bermaksud bermain kata-kata.

Tak ada maksud menyalahgunakan jabatan sama sekali.

Tuan Wu bercanda.

Seekor srigala atau anjing

tergantung pada makanan yang diberikan. Kuhargai bantuan dan dukungan tuanku.

Selamat.

Selamat ya.

Kau sedang apa?

Aku menggeledah kamar tidurnya Wang 3 kali

dan tak menemukan apa-apa.

Kenapa tak beritahu sejak tadi?

Tuan He sedang memberimu lencana.

Kalau aku mengatakan sesuatu, apa dia bakal batalkan itu atau tidak?

Kau sudah menaruh itu di pinggangmu.

Apa kau membunuh orang yang keliru?

Kembalikan lencana itu.

Dia pantas ditindak begitu.

Coba pikir lagi.

Apa yang mestinya kita lakukan?

Mana batangan perak itu?

Kau bilang Wang yang memberikan ini padamu.

Ini ada stempelnya Jin.

Yang paling ingin aku pegang dalam hidupku

bukanlah wajah wanita cantik,

tapi batangan perak.

Aku bisa tahu peraknya murni dan berat

walau dengan mata tertutup.

Aku nemu ini di kamarnya Wang.

Keduanya sama.

Semuanya batangan perak dinasti Song kita.

Stempelnya baru dicapkan.

Terlalu ceroboh.

Kau amat ceroboh.

Ayo bicara, mengapa menjebak Wang Biao?

Komandan Sun,

sudah jangan tanya-tanya lagi.

Kau akan membunuhku apapun yang kukatakan.

Aku senang kalaukau tahu.

Paman,

cuma dia satu-satunya petunjuk kita.

Kalau kau bunuh dia, maka akan jadi jalan buntu.

Bang, aku tahu

kau masih ingin hidup.

Tunggu sebentar.

Kau duluan, Tuan Wu.

Tuan Wu,

aku ada satu permintaan.

Nanti, boleh kupinjam latar-belakangmu?

Aku tak punya latar-belakang.

Aku belajar semuanya sendiri.

Kau benar.

Aku mau meminjam dirimu.

Bang,

kau tak mengerti nyawa kita tak ada artinya.

Semua orang disini,

termasuk Wang yang mati itu

tak ada artinya. Yang paling penting adalah

menyerahkan benda itu.

Jika kau menyerahkannya,

kau bisa hidup. Semua orang bisa hidup.

Kau tahu siapa dia?

Aku tahu

Wakil Ketua dari pejabat Perdana Mentri.

Tuan Wu. / Apa kau tahu sepupunya dia?

Permaisuri Agung Wu.

Selir tercinta dari Kaisar.

Tuan Wu menyamarkan statusnya.

Kalau kau menyerahkan benda itu,

dia bisa pastikan kita bisa hidup, dan bertemu Kaisar langsung.

Tuan Wu, apa aku berkata benar?

Tolong katakan saja "ya".

Ini penting.

Kau mendengarnya?

Apa kalian semua dengar?

Tuan Wu berkata ya.

Asal kau serahkan benda itu, Tuan Wu bisa jamin kita hidup,

dan bertemu kaisar.

Tuan Wu menyamarkan statusnya.

Yang dia katakan itu jadi beban berat.

Aku ada kesempatan untukmu.

Sekali seumur hidup.

Apa kau ikut

atau tidak?

Kalau begitu, aku pergi.

Aku yang membunuh utusan Jin.

Prajurit Jin itu besar. Bagaimana kau bisa membunuh dia?

Dia lagi mabuk berat.

Sasaran yang gampang. / Dimana benda itu?

Kusembunyikan.

Antar aku untuk mengambilnya.

-◊ www.redmitra.com ◊-

Di mana?

Dibawah patung batu singa.

Menyebar.

Semuanya, balik badan.

Jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Jangan bergerak! / Siaga!

Jangan bergerak! Mundur!

Mundur!

Mundur!

Mundur!

Mundur!

Mundur!

Tenang.

Mundur lagi!

Mundur!

Mundur lagi!

Tuan Wu,

kenapa tak kau jaga pisaumu?

Aku mau disiapkan satu kuda.

Apa gunanya mengancamku dengan menyandera seorang kopral?

Dia tak lebih berharga dari seekor kuda.

Letakkan pisaunya.

Atau kau kupanah.

Panah saja kalau mau.

Orang ini bukan kopral biasa.

Dia punya lencana kerajaan,

dan Tuan Wu menurut padanya.

Dia tak sesederhana itu.

Kau keliru. Dia memang sesederhana itu.

Panah saja. Kenapa tak kau lakukan?

Jangan bikin dia kesal.

Ayo panah!

Paman.

Paman.

Jangan panah!

Paman.

Jangan panah!

Paman. / Komandan Sun.

Berikan dia kuda.

Berikan dia kuda!

Beri dia kuda buat kabur!

Itu dia.

Dudukkan kudanya.

Kudanya kecapekan.

Tak mau duduk. / Harus didudukkan!

Paman, jangan panah,

kalau dia mati,

petunjuk kita bakal buntu lagi.

Apa aku mengatakan akan memanah dia?

Semua prajurit,

mundur!

Biarkan dia pergi.

Kenapa kau lepaskan dia?

Komandan Sun, kenapa kita mundur?

Apa yang kau lakukan?

Kau bilang apa?

Jangan dipanah, brengsek!

Sudah kubilang jangan dipanah. Kau panah dia sampai mati.

Aku bidik pundaknya, bukan lehernya.

Dia bergerak. / Jangan banyak omong.

Kau kira aku buta? Kalau dia mau mati, kenapa meminta kuda?

Bahkan dia meminta kudanya didudukkan.

Kau bunuh dia untuk menutupi jejakmu.

Tuan Wu, kau lihat semuanya.

Kalau dia tak bisa menyelesaikan kasus ni dalam 2 jam,

dia harus bertanggung jawab penuh. / Betul.

Aku melihatnya dengan jelas.

Komandan Sun sendiri jelas tahu

apakah dia membidik lehernya atau pundaknya.

Ini penting.

Aku harus melaporkannya pada Tuan He.

Sungguh tragis.

Sungguh kematian yang tragis!

Komandan Sun, penerjemah Jin ingin pergi.

Kami tak bisa hentikan dia.

Dia tak boleh pergi.

Beraninya kau membantingku? Dasar bajingan!

Kau mau mati?

►Haden (Penerjemah Jin)

Utusan kami sudah mati. Aku harus kembali dan melapor.

Siapa yang berani menghentikanku?

Perintah Perdana Mentri: tidak ada yang boleh pergi.

Perdana Mentri?

Perintah Perdana Mentri bukan untuk prajuritnya Jin.

Perintah Song

bukan untuk Jin!

Bicaralah.

Paham yang kukatakan?

Enyah kau, cunguk.

Kau mau mati ya?

Kau takut padanya, tapi aku tidak.

Lagian aku juga akan mati dalam 2 jam lagi.

Kenapa tak bunuh prajuritnya Jin yang palsu lebih dulu?

Paman,

bukankah kau tahu cara menggunakan pedang?

Apa tadi kau ketiduran?

Kau mau kemana? / Menemui Perdana Mentri.

Menerima hukuman.

Berdiri.

Kau membunuh penerjemahnya Jin itu?

Ya.

Apa kau tahu itu pelanggaran kerajaan?

Aku tahu.

Tak ada kaitannya dengan orang lain. Aku sendiri yang melakukannya.

Aku disini untuk menerima hukuman mati.

Tak perlu menemuiku kalau kau ingin mati.

Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan.

Paduka sudah tahu semuanya.

Aku sudah pikirkan,

berulang kali.

Kurasa...

Langsung saja.

Aku ingin hidup.

Aku ingin hidup.

Ingin hidup?

Berikan aku alasan.

Sebenarnya,

kedua prajurit Jin itu tak pernah ke sini.

Menurut pendapatku,

sulit bagi kita membenarkan

kematian diplomat mereka pada utusan Jin.

Sekarang benda itu hilang. Utusan Jin akan makin mencurigakan.

Bila kita biarkan penerjemah itu kembali dan bicara ngawur,

akibatnya bisa ditebak.

Mungkin kita sendiri tak tahu kedua prajurit Jin itu memang ke sini.

Kita buang mayat mereka di ladang.

Mereka dibunuh oleh para perampok.

Jika orang-orang Jin bertanya pada kita apakah kita melihat kedua prajurit Jin itu,

"Kedua prajurit Jin itu?"

"Tidak, kami tidak melihatnya. Bukankah kita semua prajurit Jin disini?"

Dimana benda itu? "Benda itu?"

Apakah ada benda?

Dengan begini, sebelum utusan Jin mendapatkan bukti,

masalah penting soal kapal penyebragan besok tak akan tertunda.

Pertemuan antara paduka

dan utusan Jin tak akan tertunda.

Betapa berani dan pintarnya dirimu! Tindakan membunuhmu memang menentukan.

Bahkan kau menemukan rencana untukku.

Mana kuberani?

Komandan Sun, prajuritmu lebih mampu darimu.

Bagaimana menurutmu, Tuan He?

Kulihat itu masuk akal.

Minimal kita bisa jelaskan itu pada utusan Jin besok.

Teh untuk mereka.

Tenangkan dirimu dan minumlah.

Kau tahu ini burung apa?

Tetap lihat di tempatmu saja.

Burung apa?

Elang.

Sepertinya...

burung gagak?

Semua orang mengatakan

ini burung gagak.

Tapi ini cuma merpati piaraan biasa.

Ini dinamakan gagak,

karena warna bulunya langka.

Tebak. Siapa yang memberikan ini padaku?

Yang Mulia.

Aku seorang pelajar yang suka teh dan puisi.

Aku tak peduli jabatan, tapi reputasi.

Aku tak membenarkan dituduh berkolusi dengan Jin,

menghukum Yue Fei dan menjebak mereka yang setia.

Para lawan politikku

membandingkan burung ini denganku.

Yang paling kupedulikan adalah mengklarifikasi

semua tuduhan dan prasangka ini.

Karena ini soal kehormatan dan reputasiku.

Cari petunjuk lainnya.

Masih ada waktu.

Komandan Sun, kalau tak ada yang ditemukan sebelum kita pergi,

aku hanya bisa percaya kalau kau membunuh orang itu dengan sengaja.

Saat waktunya habis,

sebelum Paduka memberikan perintah, aku akan membunuhmu lebih dulu.

Apa maksudmu?

Dia menekanmu. Kau menekanku.

Aku yang urus para peminjammu 3 tahun lalu.

Aku yang aja kau masuk Batalion Domestik ini.

Aku yang menyelamatkan nyawamu. Aku balas kebaikan kakak perempuanku.

Pikir dengan otakmu yang dangkal itu.

Bagaimana kalau kau pikir dengan otakmu juga?

Aku ada ide.

Ayo kita ke pekarangan pelayan.

Apa yang dikatakan Ding?

Ingin makan lagi

yang dimakan Perdana Mentri.

"Lagi" itu mengungkap dirinya.

Dia adalah penjaga malam.

Bagaimana mungkin dia bisa mencicipi makanannya Perdana Mentri?

Dia pasti punya

teman di dapur itu.

W

WW

WWW

WWW.

WWW.R

WWW.RE

WWW.RED

WWW.REDM

WWW.REDMI

WWW.REDMIT

WWW.REDMITR

WWW.REDMITRA

WWW.REDMITRA.

WWW.REDMITRA.C

WWW.REDMITRA.CO

WWW.REDMITRA.COM

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: WWW.REDMITRA.COM

Kau mau ikut denganku?

Cari saja siapa temannya.

Akan kutangkap dia.

Apa kau ingin tahu benda apa itu?

Sama sekali tidak.

Masih belum tidur, Peach?

Paman Liu, apa paman tahu

ini buah apa?

►Liu Xi (Tukang Kuda)

Ibumu membuang daun dan tangkainya. Bagaimana paman tahu?

Ini buah ceri.

Kamu pintar nak. Sana mainlah.

Kita mengabaikan kereta ini.

Banyak barang yang bisa disembunyikan dalam sini.

Sudahlah. Geledah saja apapun yang au cari. Kotak sepatu ini bagus untuk menyembunyikan sesuatu.

Karakter yang kuat.

Aku bawa lencana kerajaan,

dan bisa pergi kemana saja di lingkungan sini.

Wang dan Ding mati di tangan Sun.

Sun terikat dalam masalah ini.

Ding mati

dengan tragis.

Jangan dulu bawa surat itu.

Ganti rencana. / Mengapa?

Tuan He lebih kejam dari yang kita duga.

Dia pandai menggunakan belati,

kalau kita tak singkirkan dia, kita tak bisa mendekati Qin.

Kita belum ada kesempatan.

Akan kulakukan sendiri.

Jangan.

Kalau aku gagal,

tolong kau urus Peach.

Ibunya adalah Willow, si juru masak.

Tak ada yang tahu aku adalah ayahnya.

Kamu hebat juga.

Peach belum tahu

kalau kau ayahnya.

Orang seperti kita jangan menampakkan kelemahan.

Ini pusaka warisan keluarga. Berikan padanya.

Aku tak tahu cara merawat anak.

Harus ada yang melakukannya.

Saat ini beres, akan kunyalakan kembang api.

Apa yang kau temukan?

Tak ada.

Tak ada. Buang-buang waktu saja kau tadi.

Aku salah menilai situasinya.

Aku cuma seorang kopral, bukan sersan.

Aku tak seahli itu. Aku tak selalu benar.

Ding bilang,

dia ingin makan lagi yang dimakan Perdana Mentri.

Apa kau dengar "lagi" atau tidak?

Bagaimana kutahu dia ngomong "lagi" atau tidak?

Apa kau ada disini? / Aku disini.

Kau ada disini dan tak dengar. Kamu sedang apa?

Kalian berdua ada disini. Apa kalian dengar Ding mengucapkan "lagi"?

Lagi?

Aku tak mendengar dengan jelas. / Kalian disini dan kalian juga tak dengar.

Sebaiknya kalian tidak ada disini.

Kita pikir lagi.

Penari itu bilang kalau waktunya tidak benar.

Itu mengarahkan kita ke Ding.

Ding mengarahkan kita ke Wang,

dan mengarahkan kita mencari surat itu. Dia berniat untuk kabur.

Lalu kau memanah dia sampai mati.

Kemudian lagi.

Ding menjebak Wang. / Kau membunuh Wang.

Kalau Wang tak kubunuh, Ding bahkan bisa mati lebih dulu.

Kemudian lagi.

Apa kau sadar makin sulit mengingat ke belakang?

Apa kau perhatikan semua petunjuk jadi buntu saat mengarah ke satu orang?

Siapa? / Kamu.

Takutnya Perdana Mentri merasakan hal yang sama.

Kumau mengatakan sesuatu pada kalian. / Baik.

Kali ini kami akan dengar baik-baik.

Kalian tak dibutuhkan disini.

Pergilah.

Dasar bloon.

Paman,

kita ini di perahu (pihak) yang sama.

Tikus. (pengadu)

Paling benar kita berada di perahu yang sejajar.

Tak bersambung.

Apa kau tahu

yang dicari Perdana Mentri?

Tak ada kaitannya denganku.

Diplomat Jin...

Diam kau.

Aku akan diam.

Aku akan diam.

Dia membawa surat rahasia.

Zhang Da, kau begitu jahat.

Sekarang kita berada di perahu yang sama.

Aku tak dengar apa-apa.

Tak ada gunanya menyangkal, paman.

Surat ini mungkin saja bukti.

Surat ini sangat penting.

Semua orang yang tahu keberadaannya akan mati.

Perdana Mentri akan tahu

kalau kau tahu surat apa itu,

karena kau mengikutiku.

Kamu tak bisa lolos.

Tak peduli surat ini ditemukan atau tidak,

kau pasti akan mati.

Aku pasti akan mati.

Yang paling penting adalah

kita paham dengan yang kita lakukan.

Kita harus melakukan sesuatu.

Pekarangannya Tuan He.

M

MA

MAR

MARI

MARI

MARI S

MARI SU

MARI SUP

MARI SUPP

MARI SUPPO

MARI SUPPOR

MARI SUPPORT

MARI SUPPORT

MARI SUPPORT T

MARI SUPPORT TE

MARI SUPPORT TER

MARI SUPPORT TERU

MARI SUPPORT TERUS

MARI SUPPORT TERUS

MARI SUPPORT TERUS D

MARI SUPPORT TERUS DI

MARI SUPPORT TERUS DI

MARI SUPPORT TERUS DI

MARI SUPPORT TERUS DI t

MARI SUPPORT TERUS DI tr

MARI SUPPORT TERUS DI tra

MARI SUPPORT TERUS DI trak

MARI SUPPORT TERUS DI trakt

MARI SUPPORT TERUS DI trakte

MARI SUPPORT TERUS DI traktee

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.i

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/b

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/br

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/bro

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/brot

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3r

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rm

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rma

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

Tuan He.

Komandan Sun, ada yang mau berniat membunuhku.

Tuanku tak apa-apa?

Aku akan hidup.

Jaga pintunya.

Orang ini mengatakan padaku kalau dia ingin memberikan sesuatu penting padaku secara pribadi.

Kusuruh pengawal untuk pergi.

Cuma secarik kertas kosong.

Tuan He, aku melihat ada kembang api.

Paduka baik-baik saja?

Tuan He,

tuanku tak apa-apa?

Aku baik-baik saja.

Cuma seorang maling,

dan secarik kertas kosong membuat gempar seluruh tempat ini.

Secarik kertas kosong?

Ini Liu Xi, si Tukang Kuda.

Serahkan dia padaku.

Dia akan mengaku.

Dia sudah mengaku.

Sudahkah?

Tukang Kuda ini orang tangguh.

Namun, orang tangguhpun punya kelemahan.

Satu orang di dapur adalah kelemahannya.

Dia kira aku tak tahu?

Apa ada yang tak kuketahui disini?

Dia bilang,

setelah dia membunuhku, dia akan menyalakan kembang api.

Orang-orang yang datang,

adalah kaki-tangannya.

Ternyata kalian bertiga yang datang ke sini.

Kembang api itu tiba-tiba saja muncul.

Apa aku mesti datang melihatnya?

Harus.

Tuan He,

aku.

Tuanku mencurigaiku juga? / Sungguh kebetulan!

Apa kalian kaki-tangannya

atau bukan?

Kita bisa ketahui dengan memainkan satu permainan.

Masing-masing kalian

akan menusuk dia.

Bagaimana?

Masing-masing kalian, ayo mulai.

Aku telah membunuh lebih banyak orang di medan tempur

ketimbang yang bisa dilihat orang.

Seorang musuh pantas mati.

Tapi permainan seperti ini amat aneh.

Agak aneh.

Membunuh satu orang

kadang bisa menutupi jejakmu.

Membunuh satu orang kadang bisa

membuktikan kau tidak bersalah.

Perdana Mentri yang akan memutuskan ini aneh atau tidak.

Jadi, kalian bisa putuskan

bagaimana menusuk dia, dan apakah kalian akan menusuk dia.

Terserah kalian.

Tuan He,

biar aku duluan. / Bagus.

Tuan He ingin

memainkan permainan dan melakukan trik.

Sekarang

kita akan mainkan permainan ini dengan dia.

Biar aku duluan.

Sungguh tusukan yang lembut.

Setelah tusukan yang ini, peluang hidupnya jadi 60%.

60%.

40%

Bagus.

Kau tadi ragu.

Kau lamban.

Aku lamban?

Tuan He,

aku kuatir dia akan cepat mati,

dan kita biarkan dia pingsan begitu gampang.

Apa aku lamban?

Apa aku lamban?

Apa aku lamban?

Apa aku lamban?

Sudah cukup.

Peluang hidupnya kurang dari 1%.

Kalian lulus tes. Silahkan pergi.

Aku butuh pengobatan.

Tuan He,

aku penasaran.

Apa yang diakui oleh Liu?

Dia tidak mengaku apa-apa. Kugeledah dia dan menemukan kembang api.

Kubiarkan dia pingsan buat seru-seruan saja.

Buat seru-seruan?

Paman,

Paman,

aku tak sanggup lagi melakukan ini.

Kutusuk dia puluhan kali.

Ini bakal membuatku tersiksa.

Oh Dewa!

Aku bukan orang jahat.

Tuan He yang memaksaku.

Tolong bawalah dia pergi.

Dia ingin kita terbunuh.

Dia mencurigaiku.

Dia mencurigaimu.

Kau bisa andalkan dia untuk

menyalahkan apa saja

pada kita.

Dia akan membuat kita terbunuh.

Peach.

Kok kau tahu namaku?

Kenapa kau disini? / Tadi ada kembang api.

Ada yang mengajakku untuk melihatnya.

Apa yang kamu bawa, nyuri ya?

Aku tidak nyuri.

Ini diberi ibuku.

Ini namanya ceri. Sangat langka.

Sangat langka. Berikan padaku.

Satu untukmu.

Ada tangkainya. / Cuma satu.

Kamu sungguh

pintar nak.

Sana.

Tuan Wu.

Tuan Wu.

Dimana surat itu?

Apa?

Kau bicara apa?

Sudahlah.

Apa?

Selain kami bertiga, tak ada yang diperbolehkan masuk.

Siap, tuan.

Komandan Sun, duduklah.

Sepupu. / Keponakan.

Aku keponakan dia.

Paman dan keponakan. / Apa aku bicara denganmu?

Permaisuri Wu bukanlah sepupuku.

Dia adalah bibiku.

Aku keponakan dia.

Tak ada yang tahu rahasia ini. Kamu...

separoh benar.

Jangan kuatir. Aku tak akan bilang siaa-siapa.

Bibi lebih dekat ketimbang sepupu.

Maka,

berikan surat ini padaku.

Aku akan memberikannya pada bibiku.

Dia akan memberikannya pada sang kaisar.

Kau akan mendapat hadiah atas pengabdianmu yang besar.

Surat apa?

Keluarkan. / Aku...

Keluarkan!

Liu menggunakan suat asli saat berusaha membunuh Tuan He.

Dia tidak menggunakan secarik kertas kosong. Tuan He menyembunyikan surat yang asli.

Ini semua cuma permainan.

Tapi,

bukan permainan yang bagus.

Bagaimana kau bisa tahu? / Dia tak memakai kertas kosong yang benar.

Bukan kertas Jin. / Dimana surat asli itu?

Dibawah batu tinta.

Ya, batu tintanya nampak tidak rata.

Saat kau menusuk Liu, Komandan Su mengambil surat asli itu.

Ternyata tanganmu

lebih cepat dari tanganku. / Selama ini

cuma aku yang dalam kegelapan.

Paman,

kau juga menginginkan surat itu?

Mengapa kau menyembunyikannya?

Kau pasti bercanda.

Mana berani aku menyembunyikannya? Aku akan serahkan pada Perdana Mentri.

Kurasa tidak. / Kau hebat

punya rencana kecil sendiri.

Kau menganggapku orang bodoh.

Aku tahu

siapapun yang memiliki surat itu, ada apa-apanya dengan Perdana Mentri.

Kemudian, dia mungkin bisa hidup.

Pada akhirnya,

hanya aku yang harus mati.

Apa kalian ini manusia?

Aku berhenti.

Aku berhenti!

Lancangnya kau?

Paman,

aku cuma

asal ngomong saja.

Aku tak akan berhenti.

Apa kau menggantinya dengan kertas kosong?

Kenapa tak kau buka saja?

Periksalah.

Kau 'kan orang rendahan.

Tak penting apakah aku orang rendahan atau bukan.

Surat ini dibawa oleh pamanku. Dia yang harus membukanya.

Tak harus aku.

Kau yang paling senior.

Kau yang harus membukanya.

Tak harus aku juga.

Kau yang harus membukanya.

Katamu itu kertas kosong. Kau harus membacanya.

Aku tak bisa membacanya.

Bagaimana kalau... / Aku bahkan tak masuk ruangan ini.

Pasti ini ditulis pakai bahasa Jin.

Kita semua tidak mengerti.

Bagaimana kita tahu itu surat yang asli?

Pasti ada yang tahu bahasa ini.

Bagaimana dengan penari itu?

Dia bisa menghibur prajuritnya Jin.

Dia pasti bisa bicara pakai bahasa mereka. Setidaknya,

dia bisa jelaskan ini pakai bahasa mereka.

Benar...

Tolong bawa dia ke sini, Komandan Sun.

Apa kau bisa bahasa Jin? / Tidak, aku tak bisa.

Aku tak bisa. Sudah kukatakan semuanya yang kutahu.

Aku cuma dengar 2 suara bunyi gong.

Aku tak tahu apa-apa lagi. / Apa aku tanya soal gong?

Katamu kau tak bisa bahasa mereka.

Kau pasti ngerti kalau kau terlibat atas kematiannya prajurit Jin.

Meski kami tak membunuhmu, kami bisa mengurungmu selama bertahun-tahun.

Sekarang, kuberi kau kesempatan.

Asal kau katakan padaku,

apakah ini ditulis dalam bahasa Jin,

Komandan Sun dan aku akan membiarkanmu hidup.

Betul 'kan Komandan Sun?

Ya.

Tak penting seberapa paham dirimu.

Kau cuma katakan saja bahasa apakah ini.

Ya. / Aku ngerti bahasa Jin.

Ya betul.

Apa itu bahasa Jin?

Ya.

Dari siapa untuk siapa?

Turunkan tangan kalian.

Kalian boleh dengar. Kenapa pura-pura?

Semua yang di ruangan ini terlibat.

Dengarkan aku.

Siapa yang menulis surat ini? Untuk siapa?

Wanyan Zongbi menulis untuk

Qin Hui, Perdana Mentri Song.

Wanyan Zongbi

adalah Jin Wuzhu.

Bagus.

Berikan padaku. Tak perlu dibaca.

Berikan padaku.

Wanyan Zongbi...

Cepat.

Paman.

Komandan Sun. Tidak, jangan, jangan.

Jangan, jangan. Komandan Sun.

Kenapa kau memakannya? Apa kau lapar?

Komandan Sun, cuma dia satu-satunya yang membaca surat itu.

Tak ada gunanya membunuh dia. Kau tak akan mendapatkan surat itu lagi.

Serahkan saja dia padaku.

Tuan Wu,

di belakangmu.

Mundur.

Mundur!

Mundur!

Mundur!

Dasar kau jalang, kenapa kau cabut belatiku?

Mundur! / Paman,

sarungkan pedangnya.

Zither, tenanglah. Kami tak berniat menyakitimu.

Aku hanya ada satu pertanyaan.

Kenapa kau harus memakan surat itu?

Apa kalian berniat membiarkanmu hidup,

para paduka? / Aku tak ada niatan begitu.

Aku tahu kau tak berniat begitu.

Tadi kalian tak berani melihat. Aku tahu

siapapun yang membaca surat itu,

harus mati, meski membaca satu kata saja.

Jadi, aku akan bicara setelah aku memakannya,

aku harus cari cara untuk hidup.

Betapa pintarnya dirimu. Dia memakan setelah membacanya.

Sekarang, dialah yang jadi surat itu. Siapapun yang ingin tahu isi surat itu,

tak bisa membunuh dia.

Aku akan hidup selama kubisa.

Tindakan yang bagus. Sekarang kami tak bisa berbuat apa-apa terhadapmu.

Tak bisa?

Aku tak percaya. / Komandan Sun!

Mundur!

Tenang, tenang.

Tuan Wu,

boleh kupinjam latar belakangmu?

Latar belakangku?

Boleh.

Cepat. / Zither,

tenanglah.

Kau ingin hidup.

satu orang bisa jamin, yaitu

Tuan Wu. / Aku.

Apa kau tahu siapa dia?

Dia adalah sepupu dari

Permaisuri Wu-nya Kaisar yang tersayang.

Keponakan.

Permaisuri Wu adalah sepupunya ayahnya dia.

Dia adalah keponakan dari Permaisuri Wu.

Bibiku.

Dia adalah keponakan Permaisuri Wu.

Permaisuri Wu adalah bibinya.

Mereka sedekat itu. Jika kau ingin hidup,

kau hanya butuh ucapannya.

Kau bisa tetap hidup. / Ya, ucapanku.

Percaya pada kami.

Tenanglah. / Ya, tenanglah.

Ya, begitu. Turunkan belatinya.

Tenang, tenang.

Ayo.

Kalian berdua boleh keluar.

Mungkin kebanyakan orang di hadapan dia. Biar aku yang bicara dengannya.

Aku terlihat baik.

Aku pandai menenangkan wanita.

Keluarlah.

Kau berniat menyingkirkan kami.

Mana aku berani? Yang kumaksud adalah

kalian boleh masuk lagi nanti. Itu saja.

Baik.

Aku akan membujuk dia.

Aku berpengalaman.

Keluarlah.

Keluarlah.

Keluarlah.

Zither.

Paman,

sekarang kita dalam masalah besar.

Kau mencuri surat itu dari Tuan He.

Kita tak bisa terus menutup-nutupi ini. Kalau Perdana Mentri tahu, matilah kita.

Kalian bertiga jangan kemana-mana.

Awasi halaman.

Awasi siapa yang masuk dan keluar.

Siap.

Tuan He,

Tuan He, kami menemukan bukti itu.

Apa?

Itu sebuah surat.

Dimana kau menemukannya?

Tadinya dibawah batu tintamu.

Omong kosong.

Hanya secarik kertas kosong di atas mejaku.

Kalian semua melihatnya.

Tentu.

Aku lihat dengan mataku sendiri.

Tuan Wu melihatnya.

Dia bilang kalau dia mencurinya diam-diam.

Itu perkataan yang tak bertanggung jawab.

Yang dia katakan benar-benar bohong.

Kenapa dia mengatakannya padamu?

Kurasa dia terlihat mencurigakan.

Kutarik dia keluar.

Wu Yichun?

Ya.

Bagaimanapun kaisar meragukan kesetiaanku.

Dia ingin merebut sesuatu dariku.

Sungguh konyol.

Dia mengutus orang bodoh untuk memata-mataiku.

Kenapa lenganmu?

Aku tak apa-apa.

Ada kabar kalau

Wu Yichun adalah kerabatnya Permaisuri Wu.

Bahkan dia membawa benda dari kaisar.

Nama keluarganya kebetulan saja "Wu".

Srigala memenangkan permainan ketika para penggembala bertengkar.

Teruskan.

Jual Alat Bantu S*ksual | PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Paduka. / Ada orang yang keluar?

Tak ada. Tuan Wu bilang,

dia akan membawa penari itu ke ibukota semalaman.

Kok berani sekali dia?

Dimana wanita itu?

Tuan Wu, dimana dia?

Di dalam kamar.

Dia di sana. / Serahkan dia padaku.

Tidak.

Kau membuatku terkesan.

Tuan Wu membuatkanku teh. Apa kami mesti meminumnya sambil berdiri?

Silahkan duduk.

Duduk juga. / Mana kuberani?

Turuti perintah.

Kalau begitu aku akan

duduk sebentar.

Minum teh harus mengikuti aturan lama.

Satu cangkir teh, dan satu kalimat.

Setelah kita meminumnya, kita harus bahas wanita di kamar itu.

Mari. Komandan Sun lebih dulu.

Satu kalimat.

Serahkan dia padaku.

Sekarang giliran Tuan Wu.

Tak ada yang dikatakan?

Aku sungguh tak mengerti

mengapa Tuan Wu ingin ikut campur hari ini?

Baik.

Akan kuberi satu alasan.

Apa kau gila?

Ini lencana emas.

Apa kau tahu artinya? Aku bisa lakukan apapun

yang kumau disini.

Semua orang harus kerjasama,

termasuk perdana mentri.

Jangan pegang.

Kau pegang?

Kau akan mati kalau pegang.

Ini di atas

tingkatan dan posisimu.

Bagus.

Dia dalam tahananku.

Akan kubawa dia untuk menemui kaisar semalaman.

Tak ada yang boleh menghalangiku.

Kau berada di kantor selama 2 tahun.

Kau lebih dari sekedar hiasan. Kau memainkan permainan yang panjang.

Giliranku.

Surat perintah dari Perdana Mentri.

Zither membawa satu rahasia penting.

Dia harus segera dibawa untuk menemui kaisar.

Karena begitu pentingnya, aku memutuskan

untuk mengintrogasi dia sendiri.

Siapapun yang tak patuh,

akan dihukum mati.

Aku punya lencana kaisar. / Siapapun yang tak patuh,

akan dihukum mati.

Isi lain surat perintahnya:

Banyak hal yang terjadi.

Zheng Wan, Wakil Jendral akan menjadi pengawalku.

Wu Yichun tidak boleh naik.

Aku bisa baca.

Tiap kata mengarah pada diriku.

Ya.

Kalau tidak, hanya tinggal satu kata saja:

Dihukum.

Kalian merundung.

Apa lencana kaisar tak ada artinya bagi kalian?

Apa kalian sudah baca buku sejarah? Lencana emas selalu berfungsi.

Tuan He, apa kau tahu dari mana asal surat ini?

Boleh aku bicara? / Tak boleh.

Aku tahu, aku cuma peduli saat ini.

Baik.

Pada saat ini,

aku minum secangkir teh.

Biarkan di situ.

Karena ada aturan,

kau boleh bicara.

Kalimatku tak sepenting itu.

Aku cuma ingin mengingatkanmu

wanita itu membawa belati.

Pedang?

Siapa yang memberinya?

Belatinya Tuan Wu dicuri lagi?

Tadi dia menempelkan belati itu

ke lehernya.

Dia mengancam mau bunuh diri. / Kenapa tak kau katakan sejak tadi?

Akan kulumpuhkan dia.

Pergilah.

Tetap tenang, Komandan Sun.

Pegangi...

Pegangi Tuan Wu biar berdiri.

Tuan Wu.

Tuan Wu.

Bangun!

Tuan Wu.

Kau mau membangunkanku, atau menampariku?

Mana kuberani? Tuan Wu,

kau sudah siuman.

Tuan Wu sudah siuman.

Kau tak apa-apa?

Aku kacau.

Benar-benar kacau.

Apa kau yakin itu surat yang asli?

Aku yakin. Aku melihatnya sendiri.

100%. / Bukan secarik kertas kosong?

Bukan.

Dia hanya mengucap 2 kalimat.

Apa kau lihat dia memakannya?

Aku melihatnya. / Dia memakannya dengan cepat.

Dalam sekejap. Komandan Sun mau buka mulutnya pakai pedang.

Bedah perutnya.

Ide bagus. Bedah perutnya.

Kertas ini belum dicerna.

Semua tulisannya masih ada.

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Tinggalkan kami.

Siap.

Tuan Wu memperdaya kita.

Ini bukan Zither.

Ini Plum.

Wu mencekiknya dan mengganti bajunya. Dia menipu kita.

Dia ingin membawa Zither sendiri.

Kau

begitu kejam.

Dia tak bersalah.

Gadis semuda ini

dicekik olehmu.

Sungguh tak dinyana!

Kau tak berperasaan.

Tuan Wu,

dimana dia?

Dia mungkin di halaman belakang.

Para paduka, aku terus mengawasi gerbang itu.

Tak ada yang keluar. Kalau dia ingin mengeluarkan wanita itu,

hanya jendela satu-satunya jalan keluar.

Banyak orang di luar. Kurasa Tuan Wu tak akan berani

membawa Zither dengan terang-terangan.

Dia harus menyembunyikannya di salah satu ruangan ini.

Gudang kiri itu

terkunci.

Jendela.

Tuan He,

aku bawa kuncinya.

Aku bawa kuncinya.

Tuan He,

aku telah membuat kesalahan besar hari ini.

Aku arogan. Tolong maafkan aku.

Jangan bilang apapun

pada Perdana Mentri.

Komandan Sun,

tolong masuklah dan keluarkan gadis itu.

Bujuk dia dengan baik.

Dia tak tahu cara berkata-kata baik.

Kau

Kau bisa memasukkan dia.

Kau pasti bisa mengeluarkan dia.

Tadinya susah memasukkan dia.

Kau orang yang tepat.

Kalau kau tak bisa keluarkan dia, apapun yang terjadi di masa lalu

tetaplah di masa lalu di hadapan Perdana Mentri.

Kau serius?

Tidak, tidak.

Aku sudah cekik temannya.

Kau orang yang pas untuk masuk ke sana.

Kau benar-benar tak bersalah di hadapan dia.

Pasti sikapnya akan melunak.

Jika kau bawa dia keluar,

aku janji kau akan hidup.

Kau percaya padaku?

Apa kau percaya dia?

Paman, kau percaya dia?

Aku percaya dia.

Aku tak bisa ke sana.

Kalau kau tak yakin, bagaimana aku bisa yakin?

Lagian mungkin, dia sudah mati.

Kau tak punya pilihan.

Paman,

aku ini dikambing-hitamkan.

Zither,

jangan takut.

Aku tahu kau bawa belati.

Aku tak bawa senjata.

Letakkan belatinya. Jangan ditempel ke lehermu. Jangan sakiti dirimu.

Ya begitu.

Wanita, kenapa kau disini?

Kenapa aku tak boleh disini?

Aku menyogok pejabat perhubungan.

Plum, Swallow dan aku masuk sebagai penari.

Apa kau ingin pergi menggantikanku? / Tentu.

Qin Hui sangat ingin menemuiku.

Dia ingin aku menjelaskan apa isi surat itu. Hanya dia dan aku saja.

Tak boleh ada orang ketiga.

Kesempatanku lebih baik darimu.

Bisanya kau menggantikanku? Kenapa membahayakan nyawamu?

Apa kau sepintar diriku? Takutnya kau tak bisa membereskan.

Lebih pintar?

Sekarang bukan waktunya membanding-bandingkan.

Kau bertindak atas kemauanmu sendiri. Kau masuk perangkap sendiri.

Mestinya kau tidak terlibat sama urusan kerajaan.

Kenapa tak boleh? Orangtua dan saudara-saudaraku

dibunuh oleh para prajurit Jin.

Aku harus kerja di rumah pelacuran

dan disebut pelacur tak berperasaan.

Aku telah menjalani hidup tenang beberapa tahun

setelah bertemu denganmu.

Urusan kerajaan, ataupun balas dendam.

Kita bersama-sama dalam masalah ini.

Kita sudah rencanakan ini bertahun-tahun.

Tapi tak ada rencana yang tetap tak berubah.

Kita cuma harus berimprovisasi.

Jangan sampai kematian Liu Xi sia-sia.

Kita harus menyingkirkan Tuan He dan Tuan Wu.

Dimana kau

mendapatkan surat itu?

Komandan Sun mencurinya dari bawah batu tintamu.

Omong kosong.

Apa hanya ada secarik kertas kosong di atas meja?

Menurutmu asal surat itu dari mana?

Tuan Wu lagi bercanda denganmu.

Surat ini pasti ditemukan

di dalam keretanya Liu Xi.

Perdana Mentri menyadari ini.

Kita mesti jangan bicara sembrono.

Benar.

Tuan He memang bijaksana.

Mari kita perjelas.

Saat aku mabuk bersama prajurit Jin

aku tak berbuat apa-apa dengan dia.

Aku bohong pada mereka.

Aku tahu. / Kau tahu?

Kenapa tak menghadapiku di depan banyak orang?

Apa kau cemburu?

Apa kau ingat? Saat kita pertama bertemu,

kau bilang berasal dari perbatasan,

dan tak pernah melihat ceri dalam puisi.

Kubilang aku akan nyari kesempatan untuk menunjukkan padamu.

Tapi aku tak mendapat kesempatan itu.

Kau memang ceroboh.

Aku kaget kau bisa mengingat ini.

Baik.

Saat kita di hadapan Dewa Kematian, aku tak akan menyalahkan perbuatan jahatmu.

Bagaimana kalau menyanyikan lagu ceri kesukaanmu?

♪ Kapan kubisa pulang untuk mencuci jubahku ♪

♪ untuk bermain suling dan membakar dupa? ♪

♪ Waktu berlalu ♪

♪ Ceri jadi merah, dan daun pisang jadi hijau ♪

Kenapa kau tak ikut bernyanyi?

Lagi tidak mood.

Dasar pria kotor.

Kau selalu menyayi bersamaku.

Apa kau bosan denganku? Kau mau menyanyi?

Peluk aku kalau tak mau nyanyi.

Ini kesempatan terakhirmu.

Dasar pelacur.

Kau panggil aku apa?

Pelacur.

Tuan-tuanku.

Tuan He. Aku membawa belatinya Tuan Wu.

Akan kukembalikan padamu.

Tuan Wu.

Tuan Wu. Aku mendapatkan belatinya.

Tuan Wu.

Setelah Perdana Mentri membaca surat itu, Zither akan mati.

Orang selanjutnya

mungkin dirimu.

Terima kasih atas peringatannya.

Apa kau ingin bertaruh?

Dengan apa aku bertaruh?

Perdana Mentri akan menemui wanita itu empat mata.

Jadi,

wanita itu ingin membawa senjata tajam.

Senjata tajam?

Buat apa? / Jika dia membawa senjata,

dia bisa hidup.

Surat itu juga aman.

Sun Jun dan para pengawal

takut melukai Perdana Mentri.

Mereka tak mau berbuat gegabah. Lalu wanita itu akan meminta 3 kuda.

Dia akan membawamu dan aku sebagai sandera.

Kita akan keluar dari halaman itu.

Lalu kita akan berkesempatan

pergi ke ibukota dan menemui kaisar.

Menurutmu kita berpeluang? Ding sudah berusaha.

Aku bukan anak kecil.

Perdana Mentri belum membaca surat itu.

Sun Jun sudah membuat satu kesalahan.

Apa dia akan berani memanah lagi?

Dia tak bertanggung jawab kalau wanita itu kabur. Namun, kalau wanita itu mati,

tamatlah dia.

Kau mau bertaruh?

►Zheng Wan (Wakil Jendral)

Tuan He, kau membawa tawanan?

"Geledah tawanan."

Tuan He, kuingin jelaskan pada Perdana Mentri

secara langsung.

Aku telah melakukan hal memalukan.

Tapi kau memaafkan.

Aku telah menyinggungmu berkali-kali,

Tuan He.

Kau bersikap bodoh.

Naiklah, dan bereskan semuanya.

Lepas belatimu.

"Sudah digeledah semua. Hanya satu orang?"

Tuan Wu, Perdana Mentri menyuruh kita pergi.

Boleh kujelaskan pada Perdana Mentri?

Turunlah.

2 kalimat saja. / Apa lagi yang lebih penting?

Bicaralah.

Suruh mereka pergi.

Mereka tak bisa dengar.

Baik.

Sini.

Mendekat lagi.

Ucapkan isi surat itu, seluruh kalimatnya.

Apa kau akan membiarkanku hidup?

Bila kau mengucapkannya dengan baik.

Kepada Tuan Qin Hui, perdana mentri

dinasti Song.

Dari Zongbi...

Masuklah.

Paduka, pertunjukan selesai.

Kami menangkap semua penjahatnya.

Kami menunggu perintah paduka.

Mari kita mulai.

Apa maksudmu? / Zhang Da.

Tuan He.

Pilih satu batu.

Biar nasib yang memutuskan. / Aku akan pilih.

Terlambat.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, orang tangguhpun punya kelemahan.

Kelemahanmu adalah dia.

Kuduga

dia adalah istrimu?

Kau hebat.

Sungguh pertunjukan yang bagus!

Tak peduli seberapa perhitunganmu,

Paduka telah mengarahkannya pada keuntungan kami,

dan aku sudah memperkirakan semua gerakanmu. Kau mengabaikan satu hal.

Aku tahu kelemahannya Liu.

Bagaimana mungkin dia tak mengaku?

Bagaimana mungkin aku sebodoh itu?

Membiarkanmu pergi?

Jadi faktanya adalah

dia mengakui semuanya. / Mustahil.

Dia tak bisa mengaku.

Saat aku membunuh Willow, istrinya,

dia tak mengaku apa-apa.

Saat aku hendak membunuh Peach, putrinya,

bagaimana mungkin dia tak mengaku?

Dimana Peach?

Aku...

aku akan membunuhmu,

bajingan!

He Li, aku akan membunuhmu!

Tunggu saja.

Tunggu saja!

Jangan membuatku menunggu lama.

Paduka,

boleh kulanjutkan? / Lanjutkan.

Memanggil

Wu Yichun, Wakil Kepala.

Pada 3 Juli 1146,

He Li, Kepala Kantor Perdana Mentri, mengintrogasi para pembunuh.

Wu Yichun membantu

introgasi.

Sekretaris mencatat.

►Chen Xi (Sekretaris)

Perdana Mentri mendengarkan introgasi.

Ding Sanwang, si Penjaga Malam,

adalah kaki-tangannya Zhang Da.

Dia menggunakan celah dalam pengaturan waktu, dan membunuh Diplomat Jin,

serta membuat kekacauan untuk mendekati Perdana Mentri.

Zhang Da, benar begitu?

Ya.

Kau benar.

Liu Xi, si Tukang Kuda,

adalah kaki-tangannya Zhang Da.

dia menyelinap masuk ke kantor Perdana Mentri, dan berniat membunuh Ketua.

Dia mengakui semuanya. Zhang Da,

apa aku benar? / Ya.

Liu Xi, Ding Sanwang, dan Zhang Da merencanakan bersama.

Mereka menjebak Wang Biao, Komandan Batalion,

sehingga dia terbunuh.

Zhang Da, benar 'kan?

Wang Biao dijebak. Ada yang ingin membunuh dia dengan tanganku.

Aku tanya apakah aku benar?

Ya, begitulah.

Jadi, apa Zither, kaki-tanganmu,

menggunakan surat rahasia itu untuk mendekati Perdana Mentri

dan berniat menyerang dia? Dia gagal dan tertangkap.

Apakah aku benar, Zhang Da?

Ya.

Mengenai Komandan Sun, sulit menggambarkan perbuatanmu.

Sun Jun, Komandan Batalion,

tidak terlibat dalam rencana Zhang Da.

Namun, kau telah disesatkan olehnya.

Kau dicurigai membunuh untuk menutupi jejakmu.

Kau punya motif pribadi dan bimbang.

Kau akan dipenjara, untuk menunggu hukuman.

Baik.

Satu lagi, Paduka,

pisau yang digunakan Zither,

terlihat familiar bagiku.

Kita harus tanya Tuan Wu.

Ingatannya bagus.

Tuan Wu, bagaimana pisaumu

bisa ada di tangan dia?

Apa itu punyaku?

Aku tak pernah lihat yang ini.

Kalau aku tak mengakali, bagaimana bisa aku mengajak

Tuan Wu ikut pertunjukan ini?

Dengar.

Selama introgasi,

Zhang Da menusuk Tuan Wu.

Laksanakan perintah.

Berikan Tuan Wu pemakaman yang terhormat dan kirim merpati untuk melapor ke ibukota.

Siap.

Apa kau sudah mencatatnya? / Paduka,

sudah kucatat. / Bagus.

Kalian bertiga tetap disini.

Yang lainnya boleh pergi. / Ya, tuan.

Sekarang, introgasi yang sebenarnya dimulai.

Pertama, siapa dalang semua ini?

Kedua, kau bisa hidup kalau bisa jelaskan isi surat itu.

Aku, Perdana Mentri dinasti Song akan menepati janji.

Apa kau takut kalau aku akan mengarang isi suratnya?

Aku bisa tahu setelah kau bacakan satu kalimat.

Nanti kami akan mendapat masalah, aku lupa semuanya.

Tuan He,

penyiksaan, kau ahlinya.

Aku akan menebus kesalahanku sendiri.

Mohon ijinkan.

Tunjukkan kemampuanmu.

Terima kasih, Paduka.

Zhang Da!

Lepaskan aku! / Masuk!

Zither! / Baringkan dia.

Zither! Aku akan tahu

siapa yang menyentuh dia!

Zither!

Zither!

Sun Jun,

akan kubunuh kau.

Zither!

Sun Jun, jika keluarga ada artinya bagimu,

tolong bunuh istri

yang baru kunikahi saja. Jangan pada dia!

Air. / Ya, tuan.

Pakai cuka.

Ya.

Kau kejam juga.

Kau memang menembus kesalahanmu.

Tuang!

Angkat.

Mengaku saja, Zhang Da.

Kau tidak tahu kemampuan Perdana Mentri.

Kau akan menyerah.

Aku tak akan menyerah.

Kalau aku mengaku, apa nyawamu akan selamat?

Lagi.

Keponakanku, semua yang lain palsu.

Hanya nyawa yang asli. Kau harus paham.

Mengaku saja.

Agar kau bisa hidup. Aku bisa jelaskan pada kakak perempuanku.

Dasar kau penjilat.

Siapa yang penjilat? / Kau.

Kau penjilat.

Guyur! / Ayo.

Guyur!

Angkat.

Komandan Sun, dia pipis. Apa masih kita guyur?

Angkat dia.

Kau membantu mengurusku saat aku kecil.

Sekarang giliranku untuk mengurusmu.

Tiba-tiba kau jadi orang tangguh.

Ada yang tak beres.

Kesetiaan.

Tato Jendral Yue oleh ibunya. Tentara pasukan Yue punya tato yang sama.

Kau memang tentaranya pasukan Yue.

Cuma sekedar tato.

Kau tak bisa melakukannya lagi?

Pegangi dia.

Kulitii dia. Tato ini tak boleh ada.

Pegangi dia!

Saat tatonya hilang,

keyakinanmu juga akan hilang.

Maka kau akan mengaku.

Apa kau mengaku?

Komandan Sun,

kau harus cari kelemahannya.

Para Prajurit kerjai wanita itu. / Siap.

Lepaskan aku!

Zhang Da!

Lepaskan aku!

Zhang Da!

Aku mengaku!

Perdana Mentri ingin tahu tulisan aslinya,

bukan dari penafsiranmu.

Jin Wuzhu menggunakan bahasa Cina.

Zither bohong padamu.

Hentikan.

Keluarlah.

Apa maksudmu? Zhang Da.

Apa kau mau mengaku?

Kau pengecut. Apa kau ini pria?

Apa kau lelaki?

Ya sudah, bawa pergi wanita ini,

biar tenang.

Komandan Sun, telah menebus kesalahannya sendiri.

Saat ini dia tak akan dipenjara. Akan kulaporkan pada Perdana Mentri.

Terima kasih, Tuan He.

Zhang Da mengakui semuanya.

Kau tak percaya?

Dia bilang, ini operasi sukarela.

Tak ada dalang dibalik ini semua.

Dan

di tengah jalan kau bergabung. Tindakanmu tak ada dalam rencana mereka.

Kau bertindak atas kemauanmu sendiri.

Benar begitu?

Sekarang kau percayalah aku.

Paduka telah memberi perintah: hukum mati di tempat.

Zhang Da itu bangsat.

Dia hanya suka makan, minum, melacur, dan berjudi.

Dia itu pengecut.

Mestinya aku lebih tahu.

Paduka juga mengatakan, salah satu kalian bisa hidup.

Siapa yang hidup?

Aku yang putuskan.

Syaratnya?

Syaratnya adalah

kau bacakan surat itu padaku.

Bukannya Zhang Da mengaku? Kenapa tak dia saja membacakan padamu?

Cuma kau satu-satunya orang yang sudah baca surat itu.

Zhang Da juga bilang padaku,

kaupun melihat surat itu.

Kenapa kau tak membacanya?

Tak ada yang berani, kecuali Paduka.

Tak ada yang berani. Sekarang kau berani mendengarkannya?

Membaca surat tanpa ijin itu kejahatan kerajaan.

Namun, mendengarkan pengakuan tawanan

itu penting untuk memecahkan kasus.

Tidak bersalah.

Betapa pintarnya dirimu!

Bacakan untukku, dan aku akan melepaskanmu.

Bukan untuk Paduka?

Saat kau sudah tahu isi surat itu,

kau selalu ada sesuatu pada Qin Hui.

Kau akan punya jaringan aman.

Kau pintar.

Kalau kubacakan padamu, apa kau tak akan membunuhku?

Aku tak akan membunuhmu.

Akan kucarikan satu mayat untuk menggantikanmu. Akan kulaporkan kematianmu pada Perdana Mentri.

Dan

aku janji hidupmu kelak bakal nyaman.

Benar.

Kapanpun surat itu dibutuhkan,

aku, saksinya, akan dibutuhkan.

Kalau tidak, kau mengarang-ngarang.

Kau memang pintar. / Bagaimana kalau tak kubacakan?

Kau bisa hidup kalau kau bacakan. Kalau tidak, kau harus mati.

Terserah padamu. Aku tak rugi apa-apa.

Satu syarat.

Antar aku menemui Zhang Da.

Buat apa? / Aku benci

pengkhianat.

Aku tak terima pengkhianat seperti dia bisa hidup.

Harus kubunuh dia dengan tanganku sendiri.

Kalau kau tak bersedia,

tak akan kubacakan.

Apa kau masuk? / Tidak.

Kenapa menyumpal dia?

Apa kau mau mendengarkan? Ini penting.

Aku harus dengar.

Kau baru menebus kesalahanmu.

Janganlah nyari masalah.

Tolong lepaskan rantainya.

Lepaskan.

Pakai ini saja.

Kenapa ini? / Kau bisa pakai ini sambil tetap dirantai.

Baik.

Pisau apa saja bisa kok.

Aku juga punya satu syarat.

Kau hanya boleh tusuk dia sekali. / Mengapa?

Pisau ini memakainya selalu begitu.

Jangan langgar aturanku.

Merah atau biru? Biar nasib yang menentukan.

Aku tak peduli.

Sekali tekan. Tak peduli dia nanti hidup atau mati,

kau akan bacakan surat itu. Mau bertaruh?

Baik.

Sekali tekan.

Ada lagi yang ingin kau sampaikan?

Aku tak tahan lagi.

Aku telah mengecewakanmu.

Kau bukan hanya mengecewakanku saja,

tapi juga mengecewakan Ding dan Liu.

Aku mengecewakan semua orang.

Kau memberiku kebebasan keluar rumah pelacuran.

Sekarang aku akan membebaskanmu,

demi pernikahan kita.

Wanita,

aku mencintaimu.

Jangan nangis.

Tanganmu akan gemetaran kalau kau nangis.

Mana yang kau pilih, merah atau biru?

Saat kedua batu ditekan bersamaan, pisau akan terkunci.

Apa aku benar?

Bunuh dia!

Zither!

Zither!

Bunuh dia!

Zither!

Bunuh dia!

Zither!

Zither!

Zither!

Bunuh dia!

Zither!

Zither!

Zither!

♪ Kapan kubisa pulang untuk mencuci jubahku ♪

♪ untuk bermain suling dan membakar dupa? ♪

♪ Waktu berlalu ♪

♪ Ceri jadi merah, dan daun pisang jadi hijau ♪

Dasar bajingan.

Masukkan Sun Jun dan dia

ke dalam sel.

Mereka akan dikirim ke ibukota besok pagi.

Ya, tuan. / Zheng.

Tuan He telah mengijinkanku untuk menebus kesalahanku,

dan aku tak perlu ke penjara. / Tuan He?

Suruh dia bangun lagi dan bicara denganku.

Aku mengikuti perintah Perdana Mentri.

Sungguh aku tak biarkan mereka melukai Zither.

Sekedar mengulur-ulur waktu saja.

Mestinya dia tak terlibat.

Kalau kita mati disini,

tak apa.

Kalau kita bisa keluar dari sini,

kita akan minum-minum dan berjudi,

dan menjadi rakyat biasa.

Kita tak akan terlibat urusan kerajaan lagi.

Wanita biasa seperti Zither,

berani memasang badan untuk membunuh He Li.

Apa tujuan dia?

Apa kau kira aku bisa hidup sendiri?

Apa yang kau inginkan? / Banyak orang mati gara-gara surat ini.

Semua orang yang terlibat

menginginkan jaringan aman.

Kau sama saja.

Kau menyembunyikan surat itu.

Apapun yang kau lakukan, kau akan mati.

Menurutku,

hanya ada satu jalan keluar untukmu,

hidup dengan bermartabat.

Apa kau tak waras?

Kalau boleh kukasih tahu, semua masalah itu belum berakhir.

Kau masih punya kaki-tangan? / Ya.

Orangnya kamu.

Kau adalah kesempatan terakhir kita.

Saat kau mendatangiku,

kau bilang ingin nyari pekerjaan.

Yang kau inginkan adalah sekarang.

Kau mau dengar rencanaku?

Mulai sekarang, aku hanya akan bicara jujur.

Ding menjebak Wang.

Dengan menggerakkan lehernya menghadang panahmu,

dia juga menjebakku. Qin Hui mencurigakan.

Cepat atau lambat dia akan membunuhmu.

Kami harus hapus jejakmu,

kemudian kau memberontak. / Memang benar.

Kalian memang kejam.

Kami menemukan cara untuk menyingkirkan Tuan Wu

dan Tuan He. Supaya mereka tak menghalangimu.

Kemudian aku akan jadi pejabat paling tinggi di sini.

Tadi aku mengakui semuanya,

kecuali satu hal.

Aku membaca surat itu.

Aku akan menulisnya di tembok.

Qin Hui akan ke sini melihatnya.

Dia tak akan mengajak siapapun.

Lalu,

kita akan punya satu kesempatan.

Kita tak bersenjata.

Aku bahkan dirantai.

Aku sudah sering berlatih.

Aku bisa membuka rantai. Qin Hui itu lemah.

Kita bisa tangani dia dengan mudah,

meski dengan tangan kosong.

Bagaimana selanjutnya?

Kau pejabat paling tinggi disini.

Kau bisa mengendalikan situasi. Kedua ajudan itu bawahanmu.

Jika boleh sumpah,

Zheng Wan, wakil jendral, adalah dibalik ini semua,

kau bisa gunakan itu sebagai alasan membunuh dia.

Lalu

semua pesaing paling depan mati.

Kau akan cari cara

untuk membereskan sisanya.

Kau mengejutkanku.

Kau begitu berani dan banyak akal,

sungguh berbeda dengan dirimu yang dulu.

Di tahun-tahun dulu, aku memang bajingan.

Setelah aku gabung dengan pasukan Jendral Yue,

aku berubah. / Dulu kau bukan siapa-siapa di pasukan Yue.

Kok bisa kau memikirkan sesuatu sebesar ini?

Saat kumasukkan kau dalam rencana kami,

semua orang anggap aku gila.

Namun mereka percaya aku dengan nyawa sekalipun demi kebaikan yang lebih besar.

Karena mereka yakin padaku, dan aku

yakin padamu.

Ini bukan permainan yang disiapkan,

tapi permainan hati.

Bagaimana kau bisa yakin kalau

aku akan kerjasama denganmu akhirnya?

Sesaat lalu, saat kau tak benar-benar menghilangkan tatoku,

kau pura-pura menghapusnya, dan aku pura-pura kesakitan.

Kita mengelabui Tuan He. Kenapa kau membahayakan diri dengan membiarkan tatoku?

Aku tahu

alasan kau membiarkannya,

untuk menjaga hati dan integritas.

Kau amat peduli kakak perempuanmu.

Kau ingin dia tahu kalau kau bukan penjilat prajuritnya Jin,

dan bukan pesuruh Qin Hui.

Tahun itu, Malam Tahun Baru,

kau pulang untuk menemui kakak perempuanmu.

Dia memanggilmu penjilat,

dan menyuruhmu pergi.

Kau duduk di lereng bukit sendirian,

diam saja.

Dari kejauhan,

kau tertutupi salju,

mirip boneka salju,

yang kita buat bersama

saat kau masih kecil.

Hari itu sangat dingin.

Tapi aku tahu

kalau hatimu tak dingin.

Masih ada kehangatan di hatimu.

Kau berbeda dengan He Li,

berbeda dengan Qin Hui.

Kau jendral muda dinasti Song.

Berdarah panas (penuh semangat).

Kau tak suka orang menyebutmu penjilat.

Kau amat peduli itu.

Artinya kau tak ingin

dianggap penjilat selama hidupmu.

Aku mengakui

mengorbankan dirimu

demi kematian Jendral Yue

dan demi rakyat Song.

Panggilkan Chen Liang.

Panggil dia!

Komandan Sun, meminta kuas dan sebotol tinta.

Pergilah cepat.

Satu lagi.

Laporkan ke Perdana Mentri. Pada Qin Hui, perdana mentri Song.

Perdana mentrimu Wanyan Zongbi. / Apa?

Perdana Mentri Song, Wanyan Songbi.

Pesannya itu saja. Cepat pergilah.

Ini penting. / Ya, tuan.

Perdana Mentri Song...

Minggir!

Perdana Mentri Song. Wanyan Songbi.

Perdana Mentri Song.

Perdana Mentri Song. Wanyan Songbi.

Perdana Mentri Song.

Pesan dari Komandan Sun.

Komandan Sun?

Sun Jun si tawanan itu?

Ya. Ini penting.

Perdana mentri akan berangkat ke kapal penyebrangan bentar lagi.

Apa ada yang lebih penting dari ini?

Paduka, ada pesan dari Komandan Sun!

Ini penting.

Bicaralah.

Ya. Pesannya adalah

Perdana Mentri Song, Wan...

Kau ini bicara apa?

Maksudmu Wanyan Songbi?

Ya.

Aku tak ingat kata-katanya.

Dimana Sun Jun?

Di sel pekarangan timur.

Pergilah ke sel dan gandakan penjagaan.

Jangan boleh ada yang masuk.

Baik.

Siaga.

Aku akan menemuinya sendiri.

Baik.

Jangan ikut. Sapphire akan menemaniku sendiri.

Mungkin ini tidak aman.

Bagaimana kalau aku yang pergi duluan?

Tak perlu!

w

ww

www

www.

www.r

www.re

www.red

www.redm

www.redmi

www.redmit

www.redmitr

www.redmitra

www.redmitra.

www.redmitra.c

www.redmitra.co

www.redmitra.com

Ini isi suratnya.

Ini bukti kalau

berkolusi dengan Jin.

Kau kira aku siapa?

Siapa kau?

Kau pengkhianat, yang mengkhianati negaramu.

Kau sama dengan gagak dalam kurunganmu itu.

2 burung kejam.

Baca surat ini baik-baik.

Sudah jelas.

Aku berdamai dengan Jin agar aku bisa pulih.

Aku mendedikasikan diri untuk negaraku.

Orang-orang menyebutku pengkhianat.

Tapi kukasih tahu

generasi yang akan datang akan berterima kasih.

Mereka akan membangun patungku.

Aku bertaruh

kau akan disebut pengkhianat selamanya.

Kuingin bertaruh begitu.

Akan kupertaruhkan semua yang kupunya. Amat disayangkan kalau

kita tak akan melihat sendiri hasilnya.

Majulah.

Majulah.

"Bagus."

"Terima kasih."

Komandan Sun, tindakan bagus.

Kau pancing dia keluar.

Terima kasih. / He Li bekerjasama baik denganmu.

Tapi dia jadi korban atas hasratnya sendiri.

Kau bukan tandinganku. Tidak sedikitpun.

Sejak saat kau kuberi lencana itu,

aku bermain 2 jam denganmu.

Yang kutunggu untuk kulihat adalah

kau menuliskan surat itu.

Penjilat.

Maaf telah menyulitkan Paduka.

Bahumu? / Tidak parah.

Tak apa.

Bersihkan tulisan itu dari tembok.

Jangan tersisa satu katapun. Sebelum ini beres,

jangan ada yang boleh masuk.

"Mohon percayalah."

Sun Jun, Komandan Batalion Domestik,

berani, teliti, dan setia.

Dia memberi pengabdian baik untuk melindungiku.

Dia akan diberi hadiah 1000 tael emas,

dan naik jabatan jadi Kepala kantorku.

Terima kasih, Perdana Mentri.

Bersiaplah.

Berangkat segera.

Ya, tuan.

Laksanakan perintah.

Berangkat segera. / Siap, tuan!

Selamat!

Selamat!

Selamat!

Selamat!

Selamat!

Selamat!

Kuhargai bantuanmu kelak.

Tentu.

Setelah aku dimasukkan penjara olehmu,

aku dinaikkan jabatan.

Aku yang mestinya berterima kasih.

Kau bercanda.

Kumpulkan mayat-mayat pembunuh.

Kirim semua ke ibukota. / Perdana Mentri ingin

membakar mayat-mayat itu disini.

Keinginan Paduka atau keinginanmu?

Mana kuberani?

Ini memang keinginan Paduka.

Dimana Perdana Mentri?

Di atas. / Tunggu disini.

Aku akan bicara dengannya.

Takutnya ittu tak pantas. / Kau menuduhku?

Mana kuberani?

Tunggu sebentar.

Aku punya tugas.

Walau kau seorang Kepala harus mengikuti aturan.

Baju zirah dan pedangnya

harus ditinggal disini.

Tentu.

Paduka, kita bisa berangkat.

Diplomat Jin

dan penerjemahnya tewas. Kita harus memberi isyarat.

Apa maksudmu?

Chen Liang dan Hu Yong, kedua ajudan itu,

tak melakukan tugas dengan baik.

Mereka harus dikorbankan.

Menyerahkan kedua pejabat kita yang mampu pada Jin,

aku kuatir...

tugasmu bukan di Batalion Demestik lagi. Penggantimu tak akan memakai penjelasanmu.

Lagian kedua orang itu akan menghadapi situasi yang canggung,

jika kita perbaiki ini, semuanya akan pergi dengan senang.

Katamu hadiahku adalah 1000 tael emas.

Apa aku malah lancang meminta hadiah lagi

sebagai gantinya?

Kau tak mau 1000 tael emas?

Apa lagi yang lebih berharga dari itu?

Tiap hari kau melihati makhluk serba bisa ini.

Kurasa

kau ingin mengingat diri

pada tuduhan terhadap dirimu.

Yang terjadi hari ini membuat semua tuduhan itu lebih aneh.

Kurasa

kau tak harus merawat burung ini lagi.

Bagaimana kalau menyerahkannya padaku?

Akan ada tempat yang pantas untuknya.

Yang kau katakan masuk akal juga.

Kau telah belajar cara menjadi pejabat.

Kau harus terima hadiah ini.

Terima perintahku, berangkat.

Ada urusan lagi?

Aku sudah mengetahui tujuan sebenarnya Zhang Da.

Apa bukan untuk membunuhku?

Mereka memanfaatkan banyak nyawa

untuk ditukar dengan nyawamu.

Menurutmu apakah ini sepadan? / Bagaimana menurutmu?

Nyawamu

di mata mereka

tak ada artinya.

Yang mereka iginkan adalah tulisan.

Tulisan?

Malam sebelum Yue Fei dihukum mati,

dia menulis tulisan di dinding selnya.

Sipir penjara tak bisa membaca.

Dia cuma tahu ada 22 baris.

Setelah Yue Fei dihukum mati, kau berdiri lama di depan dinding itu.

Kau pasti mengingatnya.

Setelah kau pergi,

semua tulisan itu sudah dihapus.

Di dunia ini, hanya kau yang tahu pesan terakhirnya Yue.

Zhang Da dan teman-temannya

ingin menghunus pisau di lehermu

dan memaksamu membacakan tulisan itu.

Apa mereka tak kuatir aku keliru membacakannya

di bawah ancaman pisau?

Yue musuh politikmu yang abadi.

Kau pasti memikirkan

pesan terakhir dia di tengah malam.

Bagaimana kalau tak kubacakan?

Mereka akan menggunakan metodenya.

Jadi,

kau akan selesaikan yang mereka mulai?

Kau anggota mereka?

Bukan.

Mengapa?

Sudah kuberi kau kenaikan jabatan.

Paduka, itu cuma buat penamplan saja.

Di matamu,

aku adalah anjing yang bisa menggigit.

Setelah kelinci licik terbunuh,

anjing akan direbus.

Cepat atau lambat kau akan membunuhku.

Baik setelah pertemuan di kapal penyebrangan hari ini,

ataupun kelak nanti.

Kau menghilangkan jejakmu.

Kau tak kepikiran begitu saat awal.

Kapan kau berubah?

Setiap saat.

Dan setiap saat tidak.

Kalaupun kita tak menemukan waktu,

itu saat aku menghapus tato di punggungnya Zhang Da.

Tatonya memaksaku.

Apa tulisan tatonya?

Kesetiaan.

Kau kira apa kau bisa menghunus pisau

ke leherku?

Ini lebih baik ketimbang pisau.

Kupasang surat di kakinya merpati ini.

Tulisan yang kau baca di dalam sel.

Jika kulepas merpati ini,

ini akan kembali ke rumahnya,

Istana Kaisar.

Aku sudah menghapus tulisan itu.

Saat Zhang Da menulisnya di dinding itu,

aku mengingatnya.

Aku tulis ini sendiri.

Tak mungkin.

Kau menggertak saja?

Apa kau ingin

gunakan kesempatanmu?

Saat burung ini sudah kembali ke ibukota,

kau kepikiran yang bakal di lakukan lawan-lawanmu.

Semua anggota keluargamu akan dibunuh.

Reputasimu akan tercemar selamanya.

Bacakan pesan terakhir dari Jendral Yue,

atau

kulepas burung ini.

Tangkap itu.

"Cuma secarik kertas kosong."

Kau jelas tahu cara mengancamku.

Waktu di dalam sel itu

kenapa kau tidak bertindak?

Aku tahu.

Membunuh Zhang Da adalah gerakan terakhirmu.

Tentu.

Kalau tidak, bagaimana kubisa mengelabuimu?

Itu perangkap yang tragis.

Zhang Da menyerahkan nyawa dan kau begitu kejam.

Sungguh heroik!

Diam.

Ikut aku keluar.

Apa maumu?

Bersikap tenang.

Lakukan perintahku.

Apa jawabanmu?

Bacakan.

Akan kubacakan. / Sebentar.

Terima perintah ini: Tirukan ucapan perdana mentri.

Apa kalian tak dengar yang dikatakan Kepala Sun barusan?

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri. / Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Terima perintah!

Tirukan ucapan perdana mentri.

Kata-kata terakhirku

untuk menggambarkan pemikiranku.

Kata-kata terakhirku...

Yue Fei. / ...untuk menggambarkan pemikiranku.

Yue Fei.

Jendral Yue.

Kata-kata terakhirku...

untuk menggambarkan pemikiranku.

Kata-kata terakhirku...

untuk menggambarkan pemikiranku.

Kata-kata terakhirku...

untuk menggambarkan pemikiranku.

Tirukan ucapan perdana mentri.

Kata-kata terakhirku...

untuk menggambarkan pemikiranku.

Sungai Bersimbah Merah.

Sungai Bersimbah Merah.

Buluku tegak dengan kemarahan.

Aku bersandar di jeruji.

Hujan berhenti.

Buluku tegak dengan kemarahan.

Aku bersandar di jeruji.

Hujan berhenti.

Menatap langit,

aku mulai menangis.

Emosi meluap di dadaku.

Menatap langit,

aku mulai menangis.

Emosi meluap di dadaku.

Pencapaianku yang dulu hanya sekedar debu.

Aku berjuang dengan berani siang dan malam.

Pencapaianku yang dulu hanya sekedar debu.

Aku berjuang dengan berani siang dan malam.

Jangan menunggu.

Saat rambutmu memutih,

kau hanya bisa menyesal.

Jangan menunggu.

Saat rambutmu memutih,

kau hanya bisa menyesal.

Rasa malu negara belum terbalaskan.

Kapan kebencianku bisa hilang?

Rasa malu negara belum terbalaskan.

Kapan kebencianku bisa hilang?

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Kita akan berpesta di atas mayat musuh

dan meminum darah mereka.

Kita akan berpesta di atas mayat musuh,

dan meminum darah mereka.

Saat kita pulihkan kekalahan negri kita,

kita akan memuaskan tuntutan rakyat.

Saat kita pulihkan kekalahan negri kita,

kita akan memuaskan tuntutan rakyat.

Kau tak bisa membunuh mereka semua.

Puisi ini tak akan hilang.

Apa mereka bisa mengingatnya dengan baik?

Apa kau mau kubacakan sekali lagi?

Terima perintah.

Siaga.

Siaga.

Ya, tuan.

Siaga.

Kembali.

Siaga.

Jangan bergerak.

Ya, tuan.

Apa kau puas dengan yang kubacakan?

Aku sendiri puas.

Perdana Mentri,

keluarlah.

Bagaimana kau bisa tahu

dia itu kembaranku?

Dari yang dia katakan sebelum mati.

Apa?

Akhirnya, aku bisa jadi diriku sendiri.

Bajingan.

Jadi dirimu sendiri.

Bagaimana susahnya kuhabiskan waktu

untuk menempa dia?

Kapan kau menggunakan kembaran?

Saat kau bicara dengan Zheng Wan,

dan mencari alasan untuk nain ke atas.

Itu bukan alasan bagus.

Kau ketahuan.

Kau ketakutan.

Jika kau jadi aku,

kau akan sama saja.

Apa dia yang kulihat seharian ini?

Memang dia saat Zither menusukku.

Selain dari itu, aku.

Bagaimana bisa selalu dia?

Dia selalu anggap dirinya perdana mentri

kalau kumanfaatkan dia. Tak kubiarkan itu terjadi.

Kenapa dia bisa bacakan puisi "Sungai Bersimbah Merah"?

Kebetulan.

Aku orang bodoh yang beruntung.

Hanya dia yang bisa membacakannya.

Aku bahkan tak tahu keberadaan tulisan begitu.

Apa kau tahu berapa orang

yang ingin membunuhku?

Paviliun Badai... / Kau takut.

Dia yang pergi ke Paviliun Badai

bukan dirimu. / Dia bohong padaku.

Dia bohong padaku.

Tak heran air di parit berwarna hitam.

Dia sudah menghapus tulisan itu,

dan tembok itu bersih. Dia bohong padaku.

Dia tak cerita padaku.

Dia mengingat setiap kata tulisan itu selama bertahun-tahun.

Dia membacakan padamu dengan jelas. Lancang sekali dia?

Kurang ajar kau?

Kau tahu?

Aku mendengarkan bacaanmu yang penuh semangat itu.

Kau kira dirimu siapa? Yue Fei?

Andai kubisa memotong lidahmu.

Aku mengerti.

Mungkin dia sudah membacakannya berulang kali di mimpinya.

Sekarang dia bisa membacakannya dengan lantang.

Bagi dia, kematian itu melegakan.

Tak heran kalau ada kabar tentang pesan-pesan terakhr Yue.

Kubunuh beberapa penjaga penjara karena itu.

Pasti dia sumbernya.

Setelah hari ini, kau tak boleh hidup.

Apakah itu sepadaan?

"Sungai Bersimbah Merah" akan tetap ada di dunia ini.

Itu sepadan.

Puisi itu

ditulis dengan baik.

Kemudian,

apa kita mesti

duduk terus disini?

Kita sudah sepakat kau tak akan membunuhku.

Zhang Da mengatakan, kematian terlalu baik buatmu.

Mereka ingin membiarkanmu hidup.

Kau akan dicerca oleh rakyat.

Kadang sesuatu

ada yang lebih penting dari hidup dan mati.

Maka, mereka mengorbankan nyawanya

satu persatu,

demi puisi "Sungai Bersimbah Merah" ini.

Terima perintah:

Tunda keberangkatan.

Siaga.

Tanpa ijin Paduka,

jangan ada yang menemui dia.

Bacakan puisi itu.

Terima perintah:

Tunda keberangkatan.

Siaga.

Tanpa ijin Paduka,

jangan ada yang menemui dia.

Bacakan puisi itu.

Tunda keberangkatan.

Siaga.

Tanpa ijin Paduka,

jangan ada yang menemui dia.

Kau mau kemana?

Dunia ini begitu luas.

Pasti ada tempat bagiku bukan sebagaii penjilat.

Kalian berdua tak bisa hidup.

Ikutlah aku.

Bacakan puisi itu.

Bacakan puisi itu.

Sungai Bersimbah Merah.

Buluku tegak dengan kemarahan.

Aku bersandar di jeruji.

Hujan berhenti.

Menatap langit,

aku mulai menangis.

Emosi meluap di dadaku.

Pencapaianku yang dulu hanya sekedar debu.

Aku berjuang dengan berani siang dan malam.

Jangan menunggu.

Saat rambutmu memutih,

kau hanya bisa menyesal.

Rasa malu negara belum terbalaskan.

Kapan kebencianku bisa hilang?

Mengendarai kereta perang,

kita susah payah ke Pegunungan Helan.

Kita akan berpesta di atas mayat musuh,

dan meminum darah mereka.

Saat kita pulihkan kekalahan negri kita,

kita akan memuaskan tuntutan rakyat.

broth3rmax, 14 Mei 2023

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 14 Mei 2023

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

♪ Angin berhembus di bawah terik mentari ♪

♪ Betapa memilukan lagu ini! ♪

♪ Sungai menggulung ombaknya tiada ujung ♪

♪ Kudaku ketakutan dan berlari kencang ♪

♪ Aku yang hina ♪

♪ diam-diam terjatuh ♪

♪ Aku berhati setia ♪

♪ Aku akan sampai saat fajar ♪

♪ Jalan pulang begitu jauh ♪

♪ Aku kesepian dan berat ♪

♪ Di mimpiku, ♪

♪ aku bertemu denganmu ♪

♪ Aku merasa senang ♪ ♪ walau setelah keberangkatan kita ♪

♪ Di saat yang kritis, ♪

♪ Aku beruntung bisa berjuang ♪ ♪ dengan semua yang kupunya ♪

♪ Aku tak takut awan menghalangi pandanganku ♪

♪ Aku tak takut asap di dunia ini ♪

♪ Aku akan bernyanyi demi kesetiaan ♪

♪ Aku akan puja para pahlawan ♪

♪ Tiba-tiba aku kembali, ♪

♪ hatiku dipenuhi kesedihan, ♪

♪ mendengar lagu sedih ini. ♪

♪ Lagu sedih ♪

♪ Perpisahan dan pertemuan ♪

♪ Tanah negriku ♪

♪ Lagu sedih ♪

♪ Perpisahan dan pertemuan ♪

♪ Aku mulai menangis ♪

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga | Privasi Aman, Kunjungi: WWW.REDMITRA.COM

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.