Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Bertahun-tahun yang lalu,
ada kerajaan yang makmur
penguasanya adalah Vikramaditya yang pemberani.
Kekeringan yang mengerikan menimpa tanah.
Orang-orang sekarat karena kelaparan dan kehausan.
Vikramaditya sangat kecewa dengan keadaan rakyatnya.
Seorang penyihir kemudian mendatangi raja dan berkata:
โVikramaditya, di gua-gua Vindhyachal, ada sesosok tubuh di pohon beringin."
"Betaal yang agung hidup di dalam pohon."
"Bawa Betaal padaku dan akan kubakar lalu membebaskan kerajaanmu dari kekeringan."
Mendengar ini, Raja langsung lakukan perjalanannya.
Perjalanan itu panjang dan penuh dengan rintangan berbahaya.
"Hati-hati! Betaal akan menceritakan kisah kepadamu.
"Dan mengajukan pertanyaan tentang kisah itu.
"Jika kau tetap diam, namun tahu jawabannya,
"Kepalamu akan meledak berkeping-keping.
"Dan jika kau menjawab dengan benar,
"Betaal akan melarikan diri."
Vikramaditya, hanya ada satu jalan keluar dari dilema ini.
Jangan tertipu oleh kisah Betaal.
Haruskah aku menceritakan sebuah kisah?
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Pappu, apa ini tempatnya?
- Jangan malu. - Ya. Ini dia.
Aku sudah lakukan pekerjaanku, sekarang terserah kau.
Jika mereka tak ada, kau akan bermasalah.
Jangan khawatir, Pak. Percayalah, mereka ada disana.
Pappu, ini. Simpan ini.
- Istirahatlah beberapa minggu. - Baik pak.
Kita mempercayai Pappu? Apa kita akan masuk?
Siapa yang tahu berapa banyak mereka. Haruskah kita menunggu backup?
Aku benci telat.
- Apa ini waktunya untuk datang? - Maaf pak.
Kami telat karena membereskan kekacauan di KKC College.
- Siapa dia? - Anak baru. Sangat baru!
Pak, namaku Deepak.
- Selamat datang di STF Polisi UP, Deepak. - Terima kasih pak.
- Sudah menikah? - Belum pak.
- Punya pacar? - Tidak pak.
Pak Prabhakar, dia hidupnya kesepian, dan kau tak menjaga rekan satu timmu.
- Dia takkan menyukai metode kita. - Kenapa?
Deepak terlihat lemah.
Punya pengalaman, Deepak? Atau...
Tidak pak. Tidak pernah dapat kesempatan.
Kau akan beruntung hari ini, Deepak, jika kau berhasil keluar hidup-hidup.
- Tetap di belakang. - Ya pak.
Oh, dua bersaudara ini telat.
Maafkan kami, Pak. Kami harus berurusan dengan pinjaman properti.
Ayah meminjam uang dengan sebidang tanah, jadi kami lunasi hari ini.
Dua putra yang baik.
Kau kalah berapa pada taruhan kali ini?
Semuanya, Pak! Tapi aku akan menang besar pada pertandingan kriket berikutnya.
Wow!
- Sudah beritahu polisi setempat? - Sudah, pak.
Ansari, sembunyikan perutmu.
Atau mereka akan melihat perutmu sebelum mereka melihat senjatamu.
Siap?
Kau yang pertama.
Kau akan mati, Deepak.
Maaf pak.
Prabhakar-ji!
Pak, kumohon... aku menyerah.
Terlambat.
Kau kehabisan tempat persembunyian, lalu kau memutuskan untuk menyerah.
Aku tak berpikir jernih, pak.
Dimana Vedha?
Aku bersumpah. Aku tak tahu.
- Dimana Vedha? - Jangan tembak!
Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan.
Contohnya?
Uang, pak. Sebutkan saja angkanya.
Uang terlalu berlebihan, Muni.
Itu bisa mengubah hidup,
tapi tak bisa membeli takdir.
Ceritakan sebuah lelucon!
Hah?
Tahu lelucon?
Aku ingat sebuah lelucon.
Pak, berapa dua ditambah dua?
Empat.
Enam.
- Bagaimana bisa? - Karena salah.
Tak lucu.
Aku akan memberitahumu yang lain.
Seekor gajah dan semut...
Jangan menjadi orang bijak.
Mereka adalah anggota geng baru. Bawa mereka ke rumah sakit.
Ya.
Abbas, kenapa kau berhenti?
Deepak, ini TKP, bukan Taman Nimbu.
- Berhenti berjalan-jalan. - Maaf pak. Maaf.
Yang di lantai atas si Muni, kan?
Ya.
Dia didakwa dengan 5 pembunuhan dan 8 penyerangan.
Dan dia?
Tak ada informasi tentang dia, pak.
Dia diayak, seperti sekam dari gandum.
Pak, dia tak bersenjata.
Tak bersenjata?
Jika CP tahu, dia akan menyuruh penyelidikan.
Dimana senjata yang kita sita pada pertemuan Naka Hindola?
Di jip. Akan kuambil.
Siapa yang punya 38 peluru?
Pak, aku.
Deepak.
Sidik jarimu akan ada di seluruh peluru.
Kau bisa di tahan karena itu.
Belajarlah dari Prabhakar.
- Yang terakhir siapa? - Aku, pak.
Oh, Prabhakar, kini giliranmu.
Jika Prabhakar-ji terluka, listrik bisa menjadi padam.
Di lengan, kumohon.
- Deepak, pegang lengannya. - Pak.
- Jangan gemetar, Deepak. - Ya.
- Prabhakar. - Ya.
- Siap? - Ya.
Hitungan tiga. Satu...
- Kenapa kau berteriak? - Maaf pak.
Deepak, dia kidal atau kanan?
- Tak tahu, pak. - Di tangan mana dia pakai jam?
Kanan... bukan, kiri, pak.
- Artinya? - Dia kidal, pak.
Inilah ceritanya.
Kami mengikuti mereka.
Lalu mereka melepaskan tembakan lebih dulu.
Abbas menunduk; peluru mengenai dinding di belakangnya.
Dia menembak lagi, lalu mengenai lengan Prabhakar.
Kami balas tembakannya.
Mereka berlari keluar, sambil menembak. Kami kejar mereka.
- Raja Babu terbunuh dalam pertemuan itu. - Ya.
Muni berlari ke arah itu. Kami mengejarnya, lalu menembaki kami.
Kami balik menembaknya.
Dia mati di tangan kami. Kami harus menembak untuk bela diri.
- Jelas? - Ya.
- Ada pertanyaan? - Tidak pak.
Bagus.
Ya, aku tahu, pak...
Polisi menangkap orang yang salah lagi.
Aku sudah lakukan pemeriksaan latar belakang secara lengkap.
Dia adalah seorang mahasiswa, pak. Tak ada riwayat buruk.
Nyonya pengacara, istriku hilang.
Apa?
Tidak, tidak, tidak, tentu saja, aku tahu.
Ayahnya datang ke kantor kami tempo hari.
Di dekat Danau Moti, pak, itu akan aman.
Siapa?
Oke.
Kenapa takut polisi, pak?
Apa kau akan melahapku dengan tatapanmu?
Apa kau punya mata di belakang kepalamu?
Itu sebabnya aku benci polisi.
Aku juga benci pengacara.
Boleh mengeluh?
Lihat kesana.
Kita pindah ke Lucknow 6 bulan yang lalu,
dan kau masih belum beres memperbaikinya.
Oke.
Hei!
Jual beli hati jauh lebih mudah
- Apa pekerjaanmu? - Aku pengacara.
Aku benci polisi.
Wiski dengan es.
Wiski dengan es, tolong.
Tapi sihirmu telah menguasaiku
Kuserahkan hatiku padamu
Wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, sekarang ini adalah panggilanmu
Kuserahkan hatiku padamu, wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, Kau pun milikku sepenuhnya
Kau lakukan semua hal ini untukku.
Lalu memberiku hadiah.
Aku merasa tak berguna.
Memetik bintang dari langit
Tapi aku tak bisa menjanjikanmu
Cintaku sederhana, tanpa embel-embel
Aku kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya
Mau tidur?
Ayo... tidurlah.
Terima kasih.
Kuserahkan hatiku padamu, wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, Kau pun milikku sepenuhnya
Sohail.
Tetap tenang. Tak apa. Tak apa.
Apa! Biaya sekolah anakmu 150.000 rupee!
- Mereka menyuntik ilmu pada anakmu? - Tidak, temanku.
Ini bukan masalah ilmu. Menyekolahkannya untuk gengsi.
Banyak anak orang kaya yang belajar disana.
Prabhakar, putri CP kita juga belajar disana.
Dia teman sekelas anakku.
Apa itu sebabnya kau menyekolahkannya disana?
Agar mereka menikah suatu hari nanti?
Kau akan diundang!
Baru datang.
Kenapa kau terlihat ketakutan?
Bayangkan penderitaanmu jika kau harus menghadapi Vedha secara nyata.
Vedha?
Siapa Vedha?
Vedha Betal.
Mithilesh Tiwari yang memerintah Aminabad. Dia orang yang hebat.
12 pengawal bersenjata menjaganya, seharian.
Tapi Vedha membunuhnya di pasar yang ramai. Tanya aku bagaimana.
Bagaimana?
Dia melompat dari lantai tiga dengan pedang.
Dan wusss!
Tiwari terbagi dua.
Bayangkan betapa ngerinya kami di TKP.
Ginjal, hati, semuanya bercampur.
- Hei, Ranjan. - Pak.
- Motor baru? - Ya.
155 cc. Mesin berpendingin cairan. Berapa torsinya?
Tak tahu. Tapi kata istriku
saat dia membonceng, kami terlihat sama tingginya.
Makanya kubeli.
14,1 n.m. pada 8500 RPM. Kau tak pantas memilikinya, bung.
- Bagaimana lenganmu? - Selamat pagi.
Selamat pagi pak.
Selamat pagi pak.
- Deepak-ji. - Pak.
Kenapa kau berseragam?
Dia tak suka disini.
Dia ingin di pindahkan.
Kurasa begitu.
Tanggal pernikahan kakakku telah ditetapkan. Datanglah.
Luar biasa, Giri!
- Selamat! - Terima kasih pak.
- Kepala polisi. - Ya.
- Dimana IG? - Di luar.
Pagi, pak.
Vikram, laporan forensik sudah ada.
Residu balistik dan tembakannya 100% cocok.
- Kerja bagus. - Terima kasih pak.
- Abbas bagaimana? - Dia sedang bawa putranya ke rumah sakit.
- Rumah sakit? - Peradangannya kronis.
Ada info, pak?
Menurut sumber kita, Vedha ada di rumah Muni untuk pemakaman.
Kupikir Abbas harus memeriksanya.
- Aku saja, pak. - Oke.
Pak, mereka semua terdiam saat aku bertanya tentang Vedha.
Pak, aku punya info tentang keluarga Raja dan Muni.
Raja Babu tak punya keluarga, tapi Muni punya seorang anak.
Namanya 18, umurnya Dilip.
Maaf pak. Namanya: Dilip. Umurnya: 18.
Dimana dia?
Kau tak mendapatkan barang bagus.
- Itu sebabnya aku minum ini. - Polisi. Lari!
Kau membunuh ayahku?
Datang untuk meminta maaf?
Tidak.
Dia seorang penjahat.
"Apa yang kau tabur, itulah yang akan kau tuai."
Baguslah, orang seperti itu sudah mati.
Dia mabuk setiap hari dan memukuliku.
Kisah yang tak asing.
Kau pernah juga?
Dengan ikat pinggang.
Ayah mengulitiku hidup-hidup untuk setiap kesalahan.
Pernah lihat sabuk polisi?
Aku belajar satu hal darinya.
Benar atau salah.
Tak ada lagi selain dua itu.
Ayahku tak punya apa-apa untuk mengajariku.
Taruh!
Deepak, turunkan pistolnya!
Jika mereka tahu aku bertemu pembunuh ayahku
dan tak melakukan apapun,
apa kau tahu apa yang akan mereka katakan?
Lepaskan.
Vikram, Sonu terpilih untuk tim kriket daerah sini.
Ingin bertemu dengannya?
Tidak pak. Lain kali.
Bagaimana anak Sattu?
Dia bermasalah, tapi akan berubah.
Baik. Aku pergi dulu.
Pak, apa aku tadi salah?
Dia bisa saja membunuhmu.
Dia hanya anak kecil. Bagaimana dia bisa menyakitiku?
- Tuan! - Ya, pak, sebentar.
Kita adalah polisi.
Kita harus cari tahu dengan melihat ke dalam mata seseorang
apa dia penjahat atau bukan.
Lihatlah dia.
Matanya memberitahuku bahwa dia penipu.
Dia akan bilang tak bisa menemukan rantai sprocket.
Aku sudah berusaha keras, pak.
Aku menemukan semuanya, pak, tapi bukan rantai sprocket.
Itu model 1985. Susah untuk dicari. Atau mau rumah baru saja?
Hanya 8000 rupee.
Haruskah kita tembak saja?
Pernah dengar suara mesin? Dupu... dupu...
Suara itu yang kuinginkan.
Temukan rantai sprocket.
Baiklah.
Kau mengerti, Deepak?
Tahu kenapa kita tidur nyenyak setelah setiap pertemuan?
Karena kita tahu tak membunuh orang yang tak bersalah.
- Nanti kau mengerti. - Pak.
Mereka telah melanggar hukum selama enam bulan.
22 pertemuan, tapi tak ada tanda-tanda Vedha.
Pak, dialah alasan Vedha harus pergi ke bawah tanah.
Kita tak boleh lupa kenapa unit ini dibuat.
Kita tak punya cara lain untuk menghentikan Vedha.
Apa bedanya polisi dan gangster?
- Pak... - Diam.
Kau percaya pada prosedur polisi? Atau protokol?
Tentu saja, pak.
Lebih baik dua gangster mati,
daripada empat polisi.
- Vikram! - Kami...
Jika operasi Shivgadh. Aku yang bertanggung jawab penuh.
Ambillah tindakan terhadapku. Silakan.
Abbas, aku kehilangan akal.
Biarkan mereka menyelidikiku.
Apa hal terburuk yang bisa dilakukan bajingan itu?
Aku tak bermaksud melecehkannya, pak.
Maksudku, pak...
Baiklah anak-anak, selamat malam.
Pak!
Tak apa. Tak apa.
Tak apa. Lanjutkan saja.
Tempat kita duduk dalam kondisi yang sangat buruk.
Rumah ini milik nenek moyangku.
Kini hanya menunggu waktunya runtuh.
Pada malam kau menyembunyikan ular di kamar instruktur?
Saat dia masuk...
Ingat saat kita tertangkap?
Kau ambil semua kesalahan.
Seperti yang kau lakukan hari ini.
Sudahlah. Lupakan cerita lama itu.
- Tapi saat akademi... - Yang terbaik.
- Yang terbaik. - Yang terbaik.
Itu adalah hari...
Jangan mulai lagi, kumohon.
Vicky, ada darah di tanganku, aku telah melakukan banyak kejahatan.
- Aku tak ingat... - Hei, hei!
Kita tak melakukan kesalahan.
Untuk membersihkan kotoran, tangan seseorang harus kotor.
Jika tak ada, maka kita yang harus melakukannya.
Suatu hari nanti kita harus membayar harganya.
Atau keluarga kita pada akhirnya akan membayar dosa-dosa kita.
Seorang anak harus membayar dosa ayahnya.
Hentikan omong kosong ini, Abbas.
Kau tak mengerti, Vicky.
Kau bisa tidur nyenyak.
Sameera dan aku...
Tak ingat kapan terakhir kali kami tidur nyenyak.
Kami menghabiskan setiap malam dengan ketakutan
Sohail akan di serang lagi.
Itu semua salahmu.
Sudah kubilang belasan kali, jangan buat aku emosional saat kita minum.
Siapa yang terus bilang "bersulang?"
Menurut sumber kita Vedha terlihat di Mirza Mandi.
Ini waktunya, nak. Selesaikan berkas Vedha hari ini.
Vedha terlihat di gedung daerah Mirza Mandi.
Kita akan menempatkan tim pengendali huru hara di tiga persimpangan ini.
Yeshwant, Giri, Deepak, Anthony.
Kalian memantau titik-titik ini.
- Pastikan tak ada yang masuk. - Pak.
- Ansari, jaga tiga poin ini... - Ya, pak.
Prabhakar, Ranjan dan Martin akan ada disini.
Jangan biarkan polisi setempat masuk,
atau operasi kita akan terganggu.
Abbas dan aku akan pergi ke gedung sendirian.
Pak.
Ingat, ini adalah wilayah Vedha.
Ada banyak orang yang akan membunuh atau mati untuknya.
Waspada. Berhati-hatilah.
Ya.
Ayo.
Dialah Vedha Betal.
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Vedha, kami dengar kau tak suka orang bicara dengan keras.
Aku akan bicara dengan tenang demimu.
Akui semua transaksi dan pembunuhan ilegalmu.
Kami akan mencoba dan memberimu hukuman minimum.
Penawaran ini hanya berlaku untuk hari ini.
Jadi, mulailah bicara.
Takkan bicara?
Baiklah, aku akan memberimu tiga opsi.
A: Kami mencabut kukumu dengan tang.
B: Menelanjangimu dan membaringkanmu di atas es.
C: Menggantungmu terbalik
dan mengikat tas penuh tikus di wajahmu.
Bicara! Apa?
Kucing menelan lidahmu?
Kami menginterogasi Vedha. Dia mendorong kami ke samping dan mencoba melarikan diri.
Kami menembak ke udara untuk menghentikannya.
Sayangnya, kami mengenai kepalanya, pak.
Itu yang akan kusampaikan pada Komisaris. Dan medali pun terjamin.
Dia tak bicara.
Namun ada satu hal,
kenapa dia menyerahkan dirinya.
Dia berpikiran cerdas.
Berpikiran kriminal, pak.
Dan pertanyaannya bukan kenapa dia menyerahkan diri,
pertanyaannya adalah...
jika dia aman di bawah tanah, kenapa dia keluar?
Haruskah aku menceritakan sebuah kisah, pak?
Kupikir kau telah mengambil sumpah diam.
Aku sudah lama belajar dengan siapa harus diajak bicara, kapan, dan berapa yang harus dikatakan.
Aku sudah lama belajar bagaimana membuat orang berbicara saat aku menginginkannya.
Aku ingin melihat senyum yang sama setelah kau merasakan keramahan polisi.
Seorang tamu seperti Dewa.
Apa kau akan menganiaya tamu?
Kenapa menyerahkan diri?
Aku datang untuk menceritakan sebuah kisah, pak.
Kisahmu pasti tak asing.
"Aku berasal dari keluarga miskin. Mereka semua bergantung padaku."
"Awalnya dari pencopetan."
"Kemudian keadaan memaksaku untuk menjadi diriku sendiri."
Begitu kisahmu, kan?
Haruskah aku memberitahumu lebih banyak?
Jika aku menawarimu 100 juta rupee
dan berkata: "Vedha, ambillah. Jauhi kejahatan."
Kau menolakku mentah-mentah dan pergi.
Lalu kau mulai merencanakan cara merampok 100 juta itu dariku.
Itulah sifatmu.
Jika aku menawarimu 100 juta dan memintamu melepaskanku,
kau tak melakukannya.
Kau akan membunuhku pada kesempatan pertama yang kau punya.
Itulah sifatmu.
Bagus.
Kau dan aku sangat mirip, pak.
Kita hidup hanya karena satu sama lain.
Mereka berdua sama-sama punya ekor,
tapi apa itu membuat kucing dan tikus sama?
Kucing ada karena tikus ada, pak.
Tapi tikus itu telah masuk ke dalam perangkap.
Akankah tikus melakukannya dengan rela?
Ini bukan tikus biasa.
Dia melakukan 16 pembunuhan.
Kau bukan kucing biasa. Kau juga telah lakukan 15 pembunuhan.
18.
Apa kau di balik pertemuan Shivgadh?
Itu Abbas Ali.
Oh? Pertemuan berakhir dengan tiga orang mati?
Mereka menembak lebih dulu.
Kami balas untuk bela diri.
Tak ada pilihan.
Aku membunuh 16 kali, dan kau membunuh 18 kali.
- Kau di depanku, pak. - Tidak.
Pertanyaannya bukan tentang siapa yang di depan,
ini tentang benar dan salah.
Sisi garis ini benar, yang ini salah.
Luar biasa, pak.
Kau adalah Rama dan aku adalah Raavan.
Kau lupa Dewa Ram memainkan peran penting dalam menjadikan siapa Raavan.
Kau pasti bertanya-tanya
jika Vedha aman di bawah tanah, kenapa dia keluar?
Untuk memberitahumu sebuah kisah.
Penting bagimu untuk mendengarnya.
Pencuri! Pencuri!
Sampai jumpa.
Apa itu putra Parihar?
Kontraktor PWD?
Siapa yang membawanya?
Dia diculik dari wilayahku.
Mereka ingin uang tebusan 10 juta.
Cari tahu siapa mereka.
Bos.
Bos, kupikir mereka orang luar.
Tak ada seorang pun di Kanpur yang akan berani melawanmu.
Reputasimu dipertaruhkan.
Jika berita bocor
bahwa orang luar menculik seorang anak di wilayah Parshuram,
maka semuanya akan berakhir bagimu.
Aku ingin meludah.
Bos, boleh bilang sesuatu?
Taruh disana.
- Bos, kupikir... - Pergilah!
- Siapa dia? - Dia anak baru.
Jika dia menyelamu lagi, aku akan memberinya tamparan keras.
Mereka menculik anak itu di luar urusan kita.
Semua orang tercengang.
Kenapa menjadi sok pahlawan?
Kenapa hidungmu?
Jangan seperti itu.
Kita adalah budak. Inilah hidup kita.
Kenapa melawan takdir?
Kau pikir takdir akan membantumu jika kau melawannya?
Takdir bisa dibuat.
- Wow! - Bijaksana sekali.
Salam, paman.
Kurang satu orang.
- Tanya siapa. - Siapa?
Ayahku.
Dia menghabiskan seluruh hidupnya dengan duduk.
Kau bicara seolah-olah dia tinggal di Prancis.
Jika dia mencoba walau sedikit, dia akan berhasil.
Kau benar.
Dimana mereka akan menyembunyikan anak yang diculik?
Mengerti?
- Gangga membentang bermil-mil disini. - Jadi?
Siapa tahu?
Bagaimana kau akan menemukan anak itu disini? Ini sangat luas.
Untuk terbang kau harus melihat langit,
bukan tanah.
Lihat kesana.
Seekor elang bisa melihat pemburu maupun yang diburu.
Itu adalah geng Ghansa.
Kau pikir itu bibi tuamu?
- Paman, dengarkan aku. - Diam.
Mari rencanakan.
Tak ada rencana, ayo serang.
Jangan. Aku mudah kehabisan napas.
Kenapa kau ikut?
Mengorbankan hidupmu untuk tersenyum
Berbagi rasa sakit orang lain
Cintailah seseorang dari lubuk hatimu
Bagus lagunya!
Saat aku masih kecil, itu adalah lagu favoritku.
- Ini lagu Raj Kapoor. - Siapa kau?
- Anwar, senjataku. - Apa yang kau lakukan?
Ada apa? Aku datang untuk beraksi. Kau bisa lihat pisauku, kan.
Tapi biarkan aku mendengar lagunya dulu.
Hei.
Santai saja! Kenapa buru-buru? Kita bisa mulai nanti.
Oh bung!
Mengorbankan hidupmu untuk tersenyum
Berbagi rasa sakit orang lain
Cintailah seseorang dari lubuk hatimu
Itulah inti dari kehidupan
Aku akui sakuku seperti orang miskin
Namun hatiku seperti orang kaya
Pilihan musikmu keren, tapi kaunya bodoh.
Ini adalah wilayah Parshuram.
Jangan macam-macam.
Ada aku.
Bagaimana cara aku berterima kasih?
Tak usah.
Anggap itu hadiah Parshuram.
Usahamu,
membuatku dapat pujian.
Kepada siapa aku berutang budi?
Bicaralah!
Aku sudah berusaha, pak.
Tapi kau tak membiarkanku.
Apa yang ingin kau katakan?
Kanpur semakin ramai, pak.
Lucknow memanggil.
Tapi kau menutup telinga.
Mulai sekarang,
Vedha akan mengurus bisnis kontrak.
Bos, aku takkan mengampuni Vedha.
Bajingan itu tak tahu kalau dia memasukkan tangannya ke dalam sarang lebah.
Aku akan menguburnya hidup-hidup.
Ini tak semudah yang kau pikirkan, Ravi. Parshuram melindunginya.
Tetap tenang dan fokus pada bisnis heroin kita.
Semua orang disini. Hebat!
Anak-anak, dengar baik-baik. Aku akan mengatakannya lagi.
Ini semua tentang menjaga mata dan telinga tetap terbuka.
Beritahu aku. Bagaimana kau bisa tahu itu polisi atau bukan?
Sirene mereka.
Sepatu dan pentungan mereka.
Seragam mereka.
Hebat!
Ingat apa yang aku katakan.
Mereka tak selalu memakai seragam.
Mereka juga berpakaian santai.
Lalu bagaimana kau akan mengenali mereka?
Potongan rambut pendek mereka.
Hebat, nak.
Potongan rambut pendek, berkumis,
ada juga yang dicukur sangat bersih.
- Mengerti? - Ya.
Ya.
- Siapa namamu? - Shatak.
Tn. Shatak, jika kau ketahuan menggunakan heroin,
apa yang akan kau katakan pada polisi?
Aku menemukannya tergeletak di jalan.
Hebat! Kau hapal dialogmu. Tepuk tangan yang meriah.
Hebat!
Geng Bablu sudah siap sekarang.
Hebat. Bagus sekali!
Shatak, sedang apa disini?
Bablu memanggilku.
Dia memanggil dan kau datang.
Chanda, kau lebih tua.
Kenapa kau juga bodoh?
Pergilah sekarang.
Kau membawa mereka kemana?
Bablu, dia adikku.
Tak heran dia begitu tajam.
Dia akan mengakalimu, Vedha.
Aku akan memukulmu dengan panci, dan meninggal di Jepang.
Jangan mengejekku.
Beritahu Shiv Prasad.
Dia bilang padaku untuk membuat anak-anak bekerja.
Kau bilang jika polisi menangkap anak-anak, mereka takkan menyakiti kami.
- Lidahmu tajam. - Ya, terus?
- Akan kutunjukkan... - Bablu!
Apa terlihat keren jika memukul seorang gadis?
Perhatikan langkahmu, Vedha.
Shiv Prasad sangat dekat dengan Parshuram. Dan jika kita...
Oh bung!
Tanganku gemetar ketakutan.
Bodoh.
Diam!
Kenapa kau terus menonton Shaktiman?
Dia orang yang hebat.
Bagaimana bisa?
Dia seorang pahlawan.
Apa itu pahlawan?
Seseorang yang membantu orang lemah.
Seseorang yang membantu orang lemah? Oh begitu.
Apa itu mudah?
Tidak, itu sulit.
Begitu.
Siapa kau?
Mereka memanggilmu apa di sekolah?
- Shatak. - Bagaimana bisa?
Aku sering dapat nilai 100 dalam matematika, itu sebabnya.
Apa itu mudah?
Tidak. Itu berkat kerja keras.
Kenapa kau bekerja begitu keras?
Untuk menjadi pahlawan.
Seseorang yang membantu orang lemah? Seperti Shaktiman?
Ya.
Begitu.
Ada yang ingin seperti Shaktiman.
Tapi dia membuang-buang waktu dengan orang-orang yang tak berharga.
Kenapa bertele-tele? Bilang ke intinya saja.
Jangan buang waktuku.
Aku akan pergi ke Lucknow selama tiga hari.
Apa yang akan dilakukan pahlawanku?
Belajar dan menjauh dari orang-orang yang tak berguna.
Ayo, pahlawanku! Hebat.
Geng Bablu! Paket harus berukuran sama. Mengerti?
Apa yang akan kau katakan jika polisi menangkapmu?
Kami menemukannya tergeletak di jalan.
Jangan ada sepatah kata pun. Tak peduli apa yang mereka tanya.
Sekarang lari. Cepat. Larilah!
Hanya ada satu paket yang tersisa.
Itu akan membuatmu ditangkap. Singkirkan itu.
Shaktiman menghabisi semua preman kemarin.
- Shatak, ambil ini. - Tak mau.
- Berikan pada Chajju pembuat manisan. - Tak mau.
- Aku akan memberimu 100 rupee. - 100 rupee?
Chanda, jauhi itu.
Kau sama seperti... kakakmu!
Chanda, apa yang kau lakukan?
Jika kakakku tahu, kita berdua akan dipukul.
Takkan terjadi apa-apa, Shatak.
Polisi!
Lari, Chanda, lari!
Jangan. Lewat sini.
Ayo, Chanda.
Cari saja! Geledah. Mau dilepas pakaian dalamku?
Bu, dia bersih.
Sudah kubilang; aku sudah berubah. Boleh aku pergi?
Bu, aku menemukan paket ini di tasnya.
Kenapa kau menatapku? Dia hanya bawa satu dengan tas.
Siapa yang memberikan itu padamu?
Tak ada. Aku menemukannya tergeletak di jalanan.
Kenapa kau memukulnya? Bablu yang memberikan kepadanya.
Dia bilang: "Hindari polisi, aku akan memberimu 100 rupee."
Lihat ini.
- Kenapa kau berbohong? - Kami tak berbohong.
Bu, dia berbohong...
Kita kehilangan 50.000.
Dan bisnisnya ditutup.
- Siapa nama lelaki itu? - Shatak, bos.
Kita berkembang dalam ketakutan, Bablu.
Bocah ini akan memberi contoh buruk bagi anak-anak lain.
Dia adalah adik Vedha.
Terus?
Beri dia pelajaran.
Humpty Dumpty duduk di dinding.
Shatak, lari.
Kau pikir kau bisa pergi?
- Ayo. - Lepaskan!
Kau membawanya kemana? Lepaskan.
- Aku akan memberitahu Vedha. - Pergilah!
Dia hanya anak kecil.
Biarkan aku pergi.
Tak apa, kak.
Ini takkan mempengaruhi studiku.
Aku akan lebih berhati-hati lain kali.
Itu takkan terjadi lagi.
Tidak, tidak akan.
Tidak akan.
Sekarang beritahu aku, pak.
Siapa yang akan Vedha hukum?
Bablu yang menikam tangan adiknya?
Atau Shiv Prasad yang perintahnya dia ikuti?
Wow.
Kau menyelamatkan seorang anak, tapi memukul seseorang dari belakang,
dan menjadi penjahat dalam semalam, Vedha Betal.
Saat hari-harimu dihitung, kau mulai bicara dengan teka-teki.
Apa kau yakin bahwa kau adalah pahlawan dalam kisahmu?
Pertanyaannya bukan tentang aku, pak.
Pertanyaannya adalah tentang dilema moral yang kuhadapi.
Dilema moral?
Sangat mudah untuk memilih antara yang baik dan yang jahat, pak.
Tapi dalam cerita ini, mereka berdua jahat.
Itulah dilemanya.
Siapa yang akan kau hukum?
Pelaku? Atau penghasut?
Jangan menahan diri. Hukumlah kejahatan.
Bunuh mereka berdua.
Aku tak mengharapkan itu darimu, pak.
Kau tahu aturan hukuman?
Satu kejahatan, satu hukuman.
Benar.
Satu kejahatan, satu hukuman.
Jika aku menghukum pelakunya, maka penghasutnya lolos.
Dan jika aku menghukum penghasutnya,
maka pelakunya lolos.
Siapa yang akan kau hukum, pak? Shiv Prasad atau Bablu?
Shiv Prasad memerintahkan penyerangan, Bablu yang melakukan kejahatan.
Bablu hanyalah pelatuk,
Jari Shiv Prasad ada di pelatuk.
Jari yang harus disalahkan.
Shiv Prasad harus dihukum.
Kau bertindak karena cinta untuk adikmu?
Atau untuk menguasai dunia kejahatan?
- Apa? - Seseorang ingin menemuimu, pak.
Priya?
Tn. Vedha adalah klien kami. Dia adalah pengacara senior kami.
Dan ini perintah jaminan Tn. Vedha.
Jika kau buru-buru tuk mendapat jaminan, lalu kenapa menyerahkan diri?
Periksa perintah jaminan. Apa semuanya baik-baik saja?
Brengsek...
Pak, kau sebaiknya bicara dengan pengacaraku. Dia ada di luar.
Vedha, apa mereka menganiayamu?
Tidak, Bablu.
Bahkan, kami sudah menjadi teman.
Aku pergi, pak.
Apa permainanmu?
Kau harus mencari tahu itu, pak.
Bablu, ayo pergi.
Bagaimana aku bisa tahu itu kasusmu?
Kau tak pernah memberitahuku apapun.
Sekarang kamu tahu.
Dia menggunakanmu untuk melarikan diri dari hukum.
Kau bereaksi berlebihan, Vikram.
Tn. Vedha adalah klien kami.
Tuan? Dia penjahat.
Walau penjahat, tapi dia juga punya hak.
Ayolah, ini adalah kasus terbesarku.
Dan Vedha menyerahkan diri, kan?
Kau seolah-olah telah mempertaruhkan hidupmu dengan menangkapnya,
karena kubebaskan.
Priya!
Si**
Tak apa. Tak apa.
Tak apa.
Pikirkan tentang itu, Priya.
Bagaimana kita bisa menangani kasus yang sama, tinggal di bawah atap yang sama?
Bagaimana dengan kehidupan pribadi kita?
Kita harus pergi ke ruangan yang berbeda untuk menerima telepon.
Suami istri yang menangani kasus yang sama merupakan konflik kepentingan.
Departemenku takkan pernah menyetujui, begitu pula pengadilan.
Kau benar. Jadi apa yang harus kita lakukan?
- Lepas kasusnya. - Kau berhenti dari pekerjaanmu.
Pekerjaanmu nyata. Pekerjaanku buang-buang waktu?
Dia dituduh melakukan 16 kali pembunuhan.
Satuan tugas polisi khusus telah mengejar Tn. Vedha
dan gengnya selama enam bulan,
dan kau membebaskannya dalam enam menit.
Apa kau melakukan sesuatu yang mulia dengan membela penjahat ini?
Tidak, departemenmu, atas nama hukum dan ketertiban... pertemuan itu.
Priya pasti tahu ada perbedaan antara kita dan mereka.
Kenapa menikahkanku dengan seorang pengacara?
Boleh kuhubungi balik? Aku sedang mengemudi.
Semua baik-baik saja?
Aku akan pergi ke Old Mill. Ada info.
Chanda bilang dia punya info tentang kesepakatan narkoba.
Haruskah aku datang?
Tidak, aku saja.
Biarkan aku pergi.
Shatak?
Apa yang salah?
Aku akan pergi ke Old Mill. Ada info.
Chanda bilang dia punya info tentang kesepakatan narkoba.
Chanda, kau lebih tua.
Vikram?
Siapa yang akan kau hukum?
Pelaku, atau penghasut?
- Itu Abbas Ali... - Benarkah?
Adik Vedha, Shatak, meninggal dalam operasi Shivgadh.
Vedha muncul kembali untuk balas dendam.
Tapi dia menginginkan jarinya, bukan pelatuknya.
Aku menyebut nama Abbas secara tidak sengaja.
Abbas.
Abbas!
Abbas!
Sudah beritahu keluarga Abbas?
Pak.
Akan kuberitahu.
Vikram.
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Kau pergi tanpa ucapkan sepatah kata pun
Wahai teman, kenapa berpaling dariku?
Kau berdiri di sampingku dalam semua kesepianku
Sangat banyak yang tak terdengar
Sangat banyak yang tak terucapkan
Kembalilah. Kembalilah padaku
Wahai teman, apa ini caramu pergi?
Malam pembunuhan SSP Abbas Ali,
Tn. Vedha sedang menghadiri pernikahan di Agra.
Detail perjalanan dan hotelnya.
Berikut adalah foto dan rekaman yang mengkonfirmasi alibinya.
Priya, Abbas dibunuh.
Abbas kita.
Dimana hati nuranimu?
Sampai jumpa di pengadilan, pak. Terima kasih atas waktumu.
Oke.
Pak, Vedha membunuh Abbas.
Kuharap kau tak ada keraguan tentang itu.
Peluru yang diambil dari tubuh Abbas ditembakkan dari senjata Chanda.
- Tapi pak... - Jangan langsung menyimpulkan, Vikram.
CB CID sedang menangani kasus ini.
Mereka akan menyelesaikannya.
Jika ada yang ikut campur dalam kasus Abbas,
unit kita akan ditangguhkan.
ini perintah Komisaris.
Jadi, apa yang kita lakukan sampai CB CID menyelesaikan kasusnya?
Duduk dan menatap satu sama lain? Mau bagaimana lagi!
Unit kita akan menjadi pecundang.
CB CID akan melakukan penyelidikan.
Mereka pikir kita tak bisa melakukannya.
Apa kita begitu menyedihkan?
Kita tak bisa membiarkan kematian Abbas sia-sia.
Vedha.
Mari kita bunuh tikus itu.
Tapi tak ada yang tahu dimana orang rendahan itu bersembunyi.
Pengacaranya pasti tahu.
Halo. Ya, pak.
Mereka akan menuntutnya dengan sesuatu dan menangkapnya.
Ajukan jaminan antisipatif segera.
Ya.
Aku akan menyiapkan dokumen.
Kami membutuhkan tanda tangan Tn. Vedha.
Hubungi dia dan...
Pak, aku tak bisa meneleponnya. Teleponnya takut disadap.
Jadi bagaimana kita mendapatkan tanda tangannya?
Aku akan mendapatkannya, pak.
Lupa cara mengemudi lebih dari 40?
- Pak, ibu ada di depan kita. - Dia adalah pengacaranya.
Dia tahu dimana Vedha berada.
Ada pesan.
Siapa yang mengirim pesan ke Priya? Lacak nomornya.
Ya.
- Beritahu Prabhakar untuk menyusul kami. - Ya.
- Beritahu Giri untuk mengikutinya. - Ya.
Pak, ibu sedang menuju rumah.
Ponsel dimatikan sekarang. Lokasi terakhir ada disini.
- Pak, kupikir... - Tunggu.
SUV hitam menyusul kita disana.
Disitulah mereka bertukar dokumen.
Mobil mereka pasti belum jauh.
- Temukan. Cepat. - Ya.
Ya, Prabhakar?
Pak, kami telah menemukan mobilnya.
Dia membeli biriyani di Pasar Mirza.
Ikuti dia.
- Pasar Mirza. - Ya.
Pak, dia baru saja keluar dari jalur Murgiwali.
Dia membawa berkas yang diberikan istrimu padanya.
Baik, pak.
Ini adalah tempat yang tepat, pak.
Tapi rumah yang mana? Jalur mana yang dia lewati?
Cari setiap jalur.
Ada lebih dari 250 rumah disini, pak.
Jika kita bertanya kepada siapapun disini, Vedha akan mengetahuinya.
Benar.
Mari!
- Ayo, pergi. Cepat! - Ya, pak.
Dimana Vedha?
Pak, polisi sudah mengepung lingkungan sekitar.
Jika kau diam disini, polisi akan menangkapmu.
Sialan.
Kak, mau main layangan?
Aku ingin main petak umpet sekarang.
Sampai jumpa.
- Ketemu? - Tidak.
Kak Vedha.
- Aku menyayangimu, Vedha. - Aku menyayangimu juga, bibi.
- Dia pasti lewat sini. - Bagaimana bisa menemukannya disini?
Apa yang kau lakukan disini?
Kau...
Ansari, kau kesana. Yashwant, ikut aku.
Kesana.
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Jadi ini tugas polisi.
Aku meremehkan kalian.
Aku sedih mendengar tentang kematian temanmu, Abbas.
Kenapa kau membunuh Abbas?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa kau membunuh Abbas?
Kenapa kau membunuh Shatak?
Abbas adalah perwira yang baik. Shatak adalah seorang penjahat.
Bagaimana kau bisa membandingkan keduanya?
Sangat traumatis kehilangan orang yang dicintai.
Brengsek! Ini adalah emosi yang sama!
Ini adalah waktu yang tepat!
Dan cuaca yang tepat.
Haruskah aku menceritakan sebuah kisah?
Hei kak, lihat kemana kau pergi
Bukan hanya ke depan, bukan hanya ke belakang
Bukan hanya ke kiri, bukan hanya ke kanan
Bukan hanya naik, bukan hanya turun
Hei kak!
Hei kak, lihat kemana kau pergi
Pekerjaan beres?
Aku menuju Faizabad, pak.
Kenapa?
Aku akan berhenti di jalan.
Kau harusnya membunuhnya disana, Vikram.
Banyak orang, pak.
Tak apa. Aku akan menghabisinya dan menghubungimu kembali.
Oke! Akhiri segera.
Pak, boleh minta rokok?
Rokok berbahaya bagi kesehatan.
Kau akan tahu dalam 10 menit apa artinya itu!
Ini.
Hidup juga seperti rokok, pak!
Suatu hari nanti akan berubah menjadi abu.
Maka dari itu hisap sebanyak mungkin.
Kulihat banyak orang kehilangan ketenangan begitu mereka keluar dari kendaraan mereka.
Orang-orang itu memberi nama buruk pada profesi kita.
Bukankah ayahmu seorang polisi juga?
Bukankah dia mati dalam menjalankan tugas?
Terima kasih kepada penjahat sepertimu yang menembak sebelum ayahku menembak.
Pantas saja kau tak percaya pada percakapan panjang.
Pak, kenapa kau mencari rantai sprocket tahun 1985 milik ayahmu?
Sudah 36 tahun. Kau takkan menemukannya sekarang.
Kau memata-mataiku?
Apa itu sebabnya kau menggunakan istriku?
Pak...
Kau tak menunjukkannya, pak, tapi kau adalah orang yang emosional.
Dan kenapa mencoba memperbaiki motor tua itu?
Tak ada alasannya.
Itu membusuk di garasiku, kupikir lebih baik diperbaiki.
Dan Muni, pak?
Pria yang kau bunuh dalam pertemuan itu.
Kau membiayai pendidikan putranya, kan?
- Kau adalah pria yang emosional. - Beremosional!
Aku tak ingin satu penjahat mati dan digantikan oleh yang lain.
Kenapa kau begitu yakin, pak,
bahwa anak polisi akan menjadi polisi, anak penjahat akan menjadi penjahat?
Lalu ayah dan anak Einstein akan menjadi seperti Einstein.
Apa kau tahu nama mereka?
Hentikan omong kosong!
Bangun dan larilah!
Aku akan lari, pak. Pasti.
Tapi pertama-tama dengarkan kisahku dulu.
Bukankah kau sangat emosional tentang Abbas?
Kisahku punya emosi yang sama.
Anggap saja ini permintaan terakhirku, kini dengarkan aku pak.
Pencuri! Pencuri!
Hanya dua orang yang bisa menyelamatkanmu saat kau dalam masalah,
Dewa Bajrangbali atau Vedha Betal.
Dimana kau menyimpan semua MLA?
Jangan pernah mempertanyakan nasib baik.
Titip salam pada Parshuram.
Kita akan terlambat sampai ke Aminabad.
Kebutlah. Dengan kecepatan penuh.
Oh bung!
Lalu lintas takkan mereda jika kau terus membunyikan klakson.
Biasanya tak seramai ini jika sore hari.
Apa katamu?
Kak, tisu?
Bunuh dia!
Vedha.
Jangan menatapku! Larilah.
Kakak!
Ibumu...!
Akan kuhabisi kau.
Kenapa membantuku?
Haruskah aku berdiri saja?
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau berteriak, kak?
Ini adalah harinya untuk berteriak.
Aku tak ingin kau terlibat dalam kekacauan ini.
Kenapa kau terlibat dalam kekacauan ini?
Kenapa tidak?
Kita tak punya apa-apa.
Bagaimana cara aku mendapatkan barang curianku?
Lucknow terkenal karena dua hal:
Kebab Tunday dan barang curian Vedha.
Bagaimana kau mendapatkan barang curianmu?
Pria yang kuat membungkuk padaku.
- Bagaimana itu bisa terjadi? - Melalui kekuatanku sendiri.
Dan bagaimana kau mendapatkannya?
Uang.
Jika uang bisa diperoleh dengan jujur,
lalu kenapa repot-repot dengan kekacauan ini?
Apa yang kau bicarakan?
Lihat ini.
Bibi biasa berjualan poppadum di jalan.
Sekarang orang berbaris di tokonya.
Mereka menunggu berjam-jam untuk membelinya.
Dan ini.
Biryani Baiju? Awalnya kios jalanan.
Sekarang mereka punya cabang di seluruh Lucknow.
Mereka bahkan mengekspor biryani ke Dubai.
Bagaimana itu bisa?
500.000 yang kau berikan padaku,
Kuinvestasikan pada bisnis mereka,
dalam kerja keras dan kejujuran mereka.
Pinjaman kecil, senyuman lebar, kak!
Segalanya tampak baik bagi mereka, dan kita dapat untung besar.
Semua legal, sudah termasuk pajak.
Kakak,
Beri aku kesempatan.
Lakukan investasi besar di perusahaanku.
Kau bisa menjaga reputasimu dan aku akan menepati janjiku.
Kakak...
Kenapa mengarang cerita yang panjang? Langsung ke intinya saja.
Jangan buang waktuku.
Pinjaman kecil, senyuman lebar.
Pinjaman kecil, senyuman lebar.
Terima kasih, kak.
Tak usah sok inggris. Aku bosan.
Chanda, kita akan membuat kak Vedha menghentikan semua bisnis ilegalnya.
Mulai besok kita akan menjalani kehidupan dengan kerah putih.
Kau dengar, kan?
Bukankah ini berita bagus?
Kau selalu membicarakan Vedha.
Vedha takkan pernah bisa meninggalkan dunia kejahatan.
Kau juga takkan bisa berhenti memuji kakakmu.
Kau tahu apa? Pergilah!
Hiduplah dengan kakakmu.
Dia akan memanjakanmu seperti anak kecil.
Diam!
Kau selalu berada di sisinya.
Aku masih tak berarti apa-apa bagimu.
Aku tahu apa yang kau pikirkan tentangku.
Aku lebih tua darimu. Kenapa kau mau menikah denganku?
Kau sudah dewasa,
tapi masih kekanak-kanakkan.
Bodoh kau.
Chanda,
Aku bekerja 18 jam sehari. Untuk siapa? Untukmu!
Kaulah hidupku.
Oh? Kau lupa mengucapkan selamat ulang tahun juga!
Itu menyelinap di pikiranku. Ini bukan masalah besar...
Kau tak pernah mengakui kesalahanmu.
Diam!
Jangan bilang apapun atau aku akan mencekikmu.
Kau ingat.
Ibumu...
- Itu bahasa apa? - Marathi, sepertinya.
Kenapa geng Mumbai mengejar kita?
Kita tak menentang mereka.
Kenapa merampok dari perampok?
Dunia semakin aneh!
Bodoh, kita bukan pencuri, tapi gangster.
Beda.
Apa bedanya?
Pencuri itu bekerja sendirian.
Kita adalah geng. Geng Vedha. Berarti disebut... gangster.
- Geng Vedha. - Benar.
Tunjukkan lidahmu.
Kau kebanyakan menghisap.
Kau tak tahu apa-apa, tapi bertindak sok cerdas.
Aku akan tahu jika mereka preman lokal.
Aku memperhatikan semua orang.
Geng Mumbai telah membuat masalah besar...
Setiap masalah punya solusi.
Cari saja.
Aku tak lihat apa-apa, bung.
Salah satu dari kita akan tahu.
Siapa yang diuntungkan dari kekalahan kita? Pikirkan!
- Bos. - Vedha.
Vedha Betal.
Uang muka dari Mithilesh.
10 juta.
Ravi.
Hitung dan taruh di mobil, Muni.
Ravi, pernahkah kita menghitung uang tunai yang diberikan Vedha kepada kita?
Aku telah pesan sesuatu yang istimewa hari ini.
Benarkah?
Kau akan rasakan 'kulcha-nihari' terbaik disini.
- Begitu. - Dhaba Gajju yang terkenal. Itulah Gajju.
Vedha, kudengar kau memulai bisnis baru.
Kau bisa menggandakan uang.
Kau tahu segalanya.
Bisnis itu punya Shatak.
Dia menginvestasikan uang dan menghasilkan tiga kali lipat nilainya.
Taruhan kriket? Polisi menindak perjudian.
Hati-hati.
Shatak menjauh dari segala sesuatu yang ilegal, semua yang dia lakukan itu legal.
Bos... cobalah.
Apa yang kau lakukan? Mari kutunjukkan.
Pertama potong roti lalu celuplah.
Celupkan ke dalam kuah sebanyak tiga kali.
Satu, dua, tiga...
Langsung masukkan ke mulut.
Tutup matamu dan nikmati.
Apa yang kita katakan jika di Kanpur?
Lezat! Seperti itulah.
Dia ada benarnya, bos.
Ravi, taruh uangnya di mobil Vedha.
Beritahu Shatak untuk menginvestasikan uangku,
dan gandakan.
Shatak, kita dapat dana lagi!
Ya!
Kakak sedang ngefly!
Tak masuk akal sejak pagi. Bersinar sejak pagi
Darah mengalir sejak pagi
Perasaanku bergoyang tanpa alasan. Bahkan pengembara akan kehilangan kendali
Aku berjanji untuk tak minum, tapi nyatanya minum banyak
Matamu seperti tetesan anggur
Musim telah mengubah Alkoholiya!
Aku mencelupkan wajahku ke dalam anggur. Yang haus datang berayun
Tak hitung minuman hari ini, tapi hari ini akan dihitung untukku
Isi gelas dan serahkan padaku
Aku berdiri di ambang pintumu, ingin bertemu denganmu
Penuhi aku dengan cinta
Musim telah mengubah Alkoholiya!
Oh anggur
Hatiku tak berdaya
Curi aku, tapi aku akan tetap tersenyum
Berhenti minum!
Pikiran yang tak tertahankan
Jika botol adalah Laila, hatinya adalah Majnu. Maka, bernyanyilah!
Alkoholiya, Alkoholiya
Tarik handuk itu di antara kakimu dan menarilah!
Alkoholiya! Alkoholiya!
Minum mengubah Lucknow menjadi Mangolia!
Jangan ragu-ragu
Tetap menari
Hilangkan rasa malu
Musim telah mengubah...
...Alkoholiya!
Alkoholiya!
Alkoholiya!
Shatak.
Kenapa?
Ini disebut kenikmatan tertinggi, Shatak.
Ganja.
Kelihatannya seperti rokok.
Tapi diisi dengan hal-hal baik di dalamnya.
Bisnis sampinganku. Untung besar. Ini.
Hisap.
- Kakak... - Pagi-pagi sekali?
Bablu, bagaimana kabarnya?
- Bisnis lancar? - Tentu saja, kak.
Terima kasih padamu dan Dewa Siwa, aku bayar 20% bulan lalu dengan tepat waktu.
- Kau pemuja Dewa Siwa? - Ya.
Boleh aku mengajukan pertanyaan tentang Dewa Siwa?
Silakan.
Ular di leher-Nya? Kenapa ada itu?
Apa untuk perlindungan Dewa Siwa? Atau untuk ular?
Bagaimana menurutmu?
Haruskah aku memberitahumu apa yang kupikirkan?
Jika ular itu menjauh dari Dewa Siwa,
apa itu akan membuat perbedaan bagi Dewa?
Apa yang terjadi pada ular itu?
Seekor elang atau gagak akan menangkapnya dan terbang menjauh.
Ular itu akan menjadi sarapan binatang lain.
Kau benar!
Kau adalah ular itu.
Perlakukan aku sebagai Dewamu.
Kau akan aman selama kau melingkari leherku.
Kau akan dapat bagian 50%, mau?
- 50%. - 50?
50?
Aku menjadikanmu partnerku.
Gajju, saatnya merayakan.
Baik.
- Bablu... - Mari rayakan!
Bersulang, partner.
Bersulang... partner.
Pernahkah kau memikirkan tentang uang Parshuram?
- Bagaimana kau akan menginvestasikannya? - Aku punya rencana...
Kak Sanki, dimana kau menyimpan uangnya?
Di tempat Chanda.
- Kau mengacau lagi. - Kenapa?
Aku akan segera kembali.
Pelan-pelan. Hati-hati.
Nenek Chanda! Mau kulfi?
Chanda!
Chanda!
Chanda!
Halo? Kakak?
Uang itu diambil, bagaimana bisa...
Tapi kenapa mengambilnya dari Chanda?
Itu pasti geng Mumbai.
Siapa pengkhianat di antara kita?
Vedha. Kenapa kau memukulku?
Kenapa kau?
Vedha!
Bos, lihat bagaimana dia menganiayaku di hadapanmu.
Dia mengambil uang itu.
Dia kurang ajar. Dia malah menarik kerahku.
Aku selalu tahu bahwa dia dan adiknya...
Cukup, Vedha. Hentikan!
Aku tak meragukan Ravi.
Aku memberimu uang.
Jadi bertanggung jawablah.
Sebelum uang dikembalikan,
Ravi akan menangani pekerjaan MLA Mithilesh.
Dimana kita akan mendapatkan begitu banyak uang?
Jika Mithilesh tahu, tamatlah kita.
Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Kini semua jalan ditutup untuk kita.
Apa yang akan kita lakukan?
Kak, apa ada yang akan membantu kita?
Kak.
Sudah dua hari!
Chanda!
Chanda, kau dimana?
Shatak.
Aku menunggu panggilanmu.
Kau ada dimana? Siapa yang menculikmu?
Nama siapa yang harus kusebut?
Ini ulahku.
Saat aku melihat uang itu, kupikir aku bisa mewujudkan impianku.
Tapi saat aku dalam pelarian, aku menyadari,
Aku meninggalkan impianku yang paling berharga.
Kak, lupakan kenapa dia lari,
pikirkan apa yang membawanya kembali.
Hebat, Vedha!
Kau ingin memukul orang yang mengajarimu permainan itu.
Dan dimana kau menyerangku? Di rumah ini!
Ravi!
Uangnya kembali.
Vedha.
Kami berkembang karena rasa takut.
Jika orang-orang mendengar apa yang dilakukan wanita dua-bit itu kepada kita,
dan nyatanya kami tak melakukan apa-apa,
lalu siapa yang akan takut pada kita?
Jika aku memerintah,
maka lakukanlah.
Kita harus berpegang teguh pada etika perdagangan kita.
Kau tahu apa tuntutan etika kita.
Habisi gadis itu.
Pak Vikram! Dilema moral lainnya.
Apa yang akan Vedha lakukan?
Jika aku menjunjung tinggi etika, Chanda sudah mati. Jika dia mati, Shatak pun mati.
Jika aku setia pada ikatan darah, itu berarti berbalik melawan Parshuram.
Apa yang akan Vedha pilih?
Etika? Atau emosi?
Mari kujelaskan seperti yang kau lakukan.
Hei...
Ini...
Ingat garisnya?
Ini dia. Garis kendali.
Sisi ini baik, sisi itu jahat.
Di cerita sebelumnya, keduanya salah.
Namun dalam cerita ini, keduanya benar.
Pada siapa kau akan berpihak, pak?
Parshuram? Atau Shatak?
Etika? Atau emosi?
Parshuram sangat kuat.
Dan satu-satunya kekuatan Shatak adalah kakaknya.
Memberontak melawan Parshuram sama halnya melawan dunia.
Tapi dunia Shatak hanya terdiri darimu dan Chanda.
Jika aku menjadimu, aku akan memihak Shatak.
Karena Shatak tak bersalah. Ada kebaikan dalam dirinya.
Kau benar, pak.
Shatak tak bersalah.
Vedha melakukan apa yang akan kau lakukan.
Aku juga memilih emosi.
Mengirim Chanda dan Shatak ke Mumbai. Membayar harga penuh untuk tindakannya.
Perang geng!
Aku tak membunuh Abbas, pak.
Kau ingin tahu kenapa Abbas meninggal?
Pertama cari tahu kenapa Shatak dibunuh.
Seperti yang ditentukan undang-undang, pak,
selidiki dulu, baru menilai.
Jangan mengumumkan putusan tanpa penyelidikan, pak.
Kita cari tahu dengan cara melihat ke dalam mata seseorang
apa dia penjahat atau bukan.
Kau tahu kenapa kita tidur nyenyak setelah setiap pertemuan?
Karena kita tahu kita tak membunuh orang yang tak bersalah.
Ini...
- Priya... - Jangan sentuh aku.
Priya, aku melakukan apa yang menurutku benar saat itu.
Aku hanya melakukan... pekerjaanku.
Kau menggunakanku untuk pekerjaanmu, dan kau pikir itu benar.
Kau menyadap ponselku.
Perlihatkan padaku.
Jangan bergerak.
Aku tak tahu apa aku tinggal dengan suamiku,
atau petugas polisi.
Aku telah memperingatkanmu. Sekarang pergilah!
Haruskah aku melakukan segalanya untukmu?
Kunci mobil.
Darimana kau, kak?
Polisi telah mengeluarkan perintah untuk menembak di tempat.
Semua sudah kuatur di gudang Kursi Road.
Segera pergi ke bawah tanah.
Beri aku kunci mobil.
Aku tak tahu permainanmu, kak.
Vikram tak seperti petugas lainnya.
Tolong hati-hati.
Dari semua pengacara di negara ini,
kenapa menunjuk istrinya untuk membelamu?
Karena dia...
- Vikram... - Sudah cukup, Tn. Vedha.
Aku akan memberitahu seniorku bahwa aku tak bisa bekerja untukmu.
Kau telah melewati batas.
Terkadang untuk tujuan yang lebih besar kau harus melewati batas itu.
Aku telah memperhatikanmu.
Kuperhatikan kau kelewat batas pada Vikram untuk saat ini.
Tapi kenapa Vikram?
Ada 285.000 petugas polisi di negara ini.
Kenapa dia?
Aku hanya mengajukan pertanyaan kepada orang yang bisa menemukan jawaban.
Apa yang sedang kau cari?
Apa yang kau inginkan?
Aku ingin...
bibiku menjual poppadums di seluruh dunia.
Dan bintang film akan memakai sepatu Sikander.
Dan biryani Baiju akan terjual habis.
Aku ingin membantu orang lain mewujudkan impian mereka.
Pinjaman kecil, senyuman lebar.
Dia ingin mengubahku.
Adikku, Shatak.
Dia bukan penjahat, bu.
Tapi dia dibunuh dalam sebuah pertemuan.
Aku mengajukan pertanyaan kepada pak Vikram.
Dia akan bingung mencari jawabannya.
Saat itulah dia membutuhkan bantuanmu.
Aku telah mengirim Chanda dan Shatak ke Mumbai.
Vedha mengirim Chanda dan Shatak ke Mumbai.
Kenapa mereka mempertaruhkan hidup mereka dengan kembali?
Abbas dan Shatak.
Kematian mereka entah bagaimana harus terhubung.
Kita harus cari tahu kenapa Shatak mati.
Saat kalian mengejar Muni,
dan menemukan Shatak secara kebetulan.
Maaf, pak.
Aku tak percaya pada kebetulan.
Semuanya beralasan.
Penyelidikan membuat kita percaya bahwa
Chanda kembali ke Lucknow untuk menghadiri pemakaman neneknya.
Benar, Vikram?
Mana foto lainnya?
Lihat ini, pak.
Bekas di ikat.
Chanda ditawan.
Dia diikat. Itu berarti dia diculik.
Tapi kenapa?
- Dimana catatan ponsel Shatak? - Disini, pak.
Sudah jelas, pak. Tanggalnya cocok.
Shatak mendarat di Lucknow sehari sebelum pertemuan itu.
Dia pergi mencari Chanda.
Vedha berada di bawah tanah.
Hanya ada satu cara untuk menemukan Chanda.
Shatak harus meminta bantuan Muni dan gengnya.
Itu sebabnya mereka bertemu, dan infonya sengaja dibocorkan kepada kita.
Jadi kita akan sampai disana dan Shatak akan terbunuh dalam pertemuan itu.
Ini bukan kebetulan, pak.
Kita digunakan sebagai pion dalam permainan seseorang.
Hei... siapa yang memberitahu kita tentang Muni?
Salah satu anak buah Abbas... Pappu.
Ya, pak. Ini dia. Aku telah melakukan pekerjaanku.
Dimana kita bisa menemukan Pappu?
Ini adalah upacara peringatan Muni dan Raja Babu.
Sebelah kiri, pak.
Sejak Vedha pergi ke bawah tanah,
semua tikus keluar untuk bermain.
Kenapa Parshuram ada disini?
Pak, Pappu terakhir terlihat menuju ke dalam bangkai kereta api.
Ayo. Ayo.
Prabhakar, periksa semua sisi.
Pappu telah dibunuh.
Pembunuhnya pasti masih ada di sekitar sini. Ayo!
Seseorang ingin kita tak bicara dengan Pappu.
Kalian berdua, kesana.
Turunkan senjatamu! Aku ingin dia hidup.
Tempat ini penuh dengan orang. Siapa yang kita cari?
Pak, tak ada orang disini. Aku akan memeriksa halaman utama.
Temukan dia. Dia takkan bisa melarikan diri.
Apa yang kita cari?
Mana aku tahu!
Ibumu...!
Ibumu...!
Kenapa geng Mumbai mengejarku?
Bola lendir!
Bagaimana kita keluar dari sini?
Siapa yang mengirimmu?
Liliput brengsek.
Pak...
Maaf.
Dia akan membunuhmu.
Kau bilang kita harus tahu dengan melihat ke dalam mata seseorang
apa dia penjahat atau bukan.
- Apa aku lakukan sesuatu yang salah, pak? - Tidak.
Kau lakukan hal yang benar.
Jika kau dipecat, aku akan habis.
- Apa itu pembunuhan pertamamu? - Ya, pak.
Beritahu Prabhakar untuk menyelesaikan formalitas.
Ya, pak.
Priya.
Dengarkan aku.
Priya.
Apa kau takkan melihatku?
Dengarkan argumenku sebelum kau mengumumkan putusan.
Apa argumenmu?
Ini bukan antara polisi dan pengacara, ini antara kau dan aku.
Boleh menyarankan sesuatu?
Mulai sekarang, pengacara dan polisi tinggal di luar rumah.
Hanya Vikram dan Priya yang diizinkan masuk. Oke?
Jadi kau takkan mengikutiku ke rumah?
Takkan.
Oke.
- Benarkah? - Aku bilang rumah, bukan kamar.
Kenapa? Tak bisa tidur?
Serius?
Kau bilang pekerjaan hanya di luar rumah kami.
Beritahu aku.
Priya, aku tak akan bertele-tele.
Aku harus segera bicara dengan Vedha.
Tak heran kau buru-buru untuk bicara manis denganku.
Tidak.
Bukan itu.
Aku tak tahu dimana dia.
- Priya... - Vikram, aku tak...
Dia akan bingung mencari jawabannya.
Saat itulah dia membutuhkan bantuanmu.
Jadi, apakah aku layanan kurir antara kalian berdua?
Apa?
Vedha memberitahuku jika kau bingung,
Aku harus mengingatkanmu tentang...
'Kulcha-nihari'.
Kenapa 'kulcha-nihari'?
- Terima kasih pak! - Hati-hati.
Silakan pak.
Mau apa, pak?
Satu 'kulcha-nihari' dan Vedha.
Ya, pak.
Mari kutunjukkan.
Pertama potong roti lalu celuplah.
Celupkan ke dalam kuah sebanyak tiga kali.
Satu, dua, tiga...
Langsung masukkan ke mulut.
Tutup matamu dan nikmati.
Pak.
Pak Vikram, apa kau menikmatinya?
Aku punya hadiah untukmu.
Ambil sesuatu dari toko no. 16, di sebelah kedai teh Sharma.
Aku punya hadiah untukmu juga.
Siapa yang memberitahu geng Mumbai tentangmu, Vedha?
Maksudku pertemuan Shivgadh yang dimana Shatak meninggal.
Apa kau ingin tahu siapa yang memberitahu kami?
Tampak luar seperti rokok.
Diisi dengan hal-hal baik di dalamnya.
Babloo.
Geng Mumbai bekerja untuk Babloo-mu.
Wahai manusia, tak ada perbedaan antara hitam dan putih?
Itu semua adalah persepsi
Wahai manusia, baik dan buruk bukanlah hal yang berbeda
Konsep surga dan neraka,
dosa dan kebajikan - semuanya tak berharga
Yang telah kau peroleh, yang telah hilang, biarkan saja
Itu semua ilusi, biarkan saja
Apa yang benar? Apa yang tidak? Siapa yang bisa mengetahui nuansa ini?
Siapa tuhan disini? Beritahu aku
Siapa yang tanpa kesalahan? Beritahu aku
Ada noda kejahatan padamu juga, periksa saja
Ada darah di tanganmu, cucilah jika bisa
Jebakan yang luar biasa!
Itu semua tipuan, wahai manusia
Carilah kebenaran di balik tirai
Apa kau buta, wahai manusia?
Vedha dan Babloo berada di Penggilingan Tua...
Mereka berbahaya.
Jangan pertaruhkan nyawamu, Vikram.
Aku tak sanggup kehilangan orang lain.
Tunggu di luar. Aku akan datang dengan pasukan.
Jangan khawatir, pak. Aku akan berurusan dengan mereka sebelum kau tiba disini.
Sialan! Kau adalah jarinya!
Saat berusia 7 tahun,
Aku memakai celana pendek
saat aku memasuki bisnis ini.
Aku bekerja keras siang dan malam,
berharap untuk melihat hasil kerja kerasku.
Aku melihat buah-buahan.
Tapi saat mereka berada dalam jangkauanku,
seekor anjing kotor menyambarnya.
Ironis, kan? Aku harus menjilat kaki anjing yang kotor itu.
Saat itulah aku memutuskan,
Aku akan membunuhmu
dan semua orangmu, satu per satu.
Kau akan mati.
Itu janjiku.
Kak Vedha!
Selamat datang, pak.
Apa sulit menemukanku?
Aku menyukai hadiahmu.
Terima kasih.
Tak usah.
Bagus, ya?
Semua orang bersenang-senang. Aku denganmu, kau denganku.
Dan hidup bersenang-senang dengan kita berdua.
Ini teman lamaku selama 20 tahun.
Babloo.
Aku bahkan menyelamatkan nyawa bajingan itu.
Kau akan tercengang jika mendengar kisahnya.
Dia punya cerita juga?
Kalian semua sangat mirip.
Kalian semua sama. Dia. Kau.
Tidak, pak.
Apa yang kau lakukan?
Kau tak ingin tahu kenapa Abbas dibunuh?
Jangan ada lagi kisah. Katakan langsung.
Seorang teman menjatuhkan dompetnya di jalan.
Dia pulang dan mencarinya kemana-mana.
Aku bertanya padanya: "Apa yang kau lakukan?"
"Kau menjatuhkannya di jalan, dan kau mencarinya di rumah?
"Kau gila?"
Dia berkata: "Bagaimana aku mencarinya di luar? Disana sangat gelap."
Kau perlu mengalihkan pandanganmu, pak.
Masuki kegelapan.
Maksudnya?
Kenapa Abbas dibunuh? Jawabannya ada di kisah terakhirku, pak.
Dengarkan dengan sabar dan baik.
Kali ini kau takkan hanya menikmatinya,
itu akan mengejutkanmu!
"Pencuri. Polisi."
Dalam perang, Parshuram adalah rajanya
dan gajahnya adalah Mithilesh Tiwari.
Aku dapat audisi.
Bagaimana jika aku ditolak?
Tak ada yang bisa menolakmu.
Dengar! Kau kidal, kan?
Kau makan dengan tangan kiri.
Begitulah! Bintang dari lahir.
Kau benar.
Dengar. Ini kisah cintaku.
Aku butuh bagian yang lain.
Ini semua salahku.
Apa?
Aku memaksamu ke dalam perang geng ini, jika tidak...
Orang bijak tak pernah menangisi susu yang tumpah.
Dia mengentalkannya menjadi keju dan memakannya.
Apa menurutmu aku bisa bekerja untuk pria seperti Parshuram selamanya?
Kenapa kau tak pindah ke Mumbai dan memulai bisnis?
Kau janji padaku. Ingat?
Oke. Jangan merajuk.
Kini waktunya untuk pergi.
Bagaimana aku bisa tahu itu terakhir kali aku melihat Shatak dan Chanda-ku.
Ada kejutan baru dalam kisah mafia Lucknow.
AK 47.
Kita membutuhkan sesuatu untuk menantang AK47-nya.
Kita akan menemukan sesuatu.
Aku akan membuat gangster lebih besar dari dia,
kalau tidak namaku bukan Babloo.
Orang-orang Lucknow hidup di bawah trauma perang geng.
Polisi telah membentuk satgas khusus untuk menangani masalah tersebut.
Pemimpin tim adalah SSP Abbas.
Dan di timnya, mereka telah mendatangkan spesialis pertemuan, SSP Vikram.
Aku orang hebat sekarang!
Aku harus melarikan diri ke London atau ke suatu tempat.
Siapa itu?
Polisi.
Hei...
Tidak, tidak...
Bunuh aku!
Bayangkan mereka membunuh Kallu.
Dia terlalu muda untuk mati.
Kita bisa jadi sasaran berikutnya.
Kau harus pergi ke bawah tanah, Vedha.
Kau bodoh?
Mari kita pergi dengan semua senjata api, dan membalas dendam.
Mereka membunuh 4 orang, lalu kita bunuh 40 orang.
Berhenti memprovokasi dia.
Salah satu orang kita juga terbunuh.
Polisi seharusnya menembakmu sebagai gantinya. Selalu memprovokasi dia.
Boleh aku berkata sesuatu?
Kita telah melihat cukup banyak kemenangan dan kekalahan. Sudah terlalu lama dalam pelarian.
Waktunya untuk berhenti.
Kau harus mengikuti saran Shatak dan pindah ke Mumbai.
- Kau akan mengirimku kesana sendirian? - Tidak sendiri!
Kau duluan, aku akan menyusul.
Brengsek!
- Dimana Vedha? - Kau bilang dia ada di dalam mobil.
Benar.
Dia melarikan diri lagi.
Lima juta.
Bajingan ini membawa AK47 dari Mumbai.
Tapi aku menepati kata-kataku.
Dengar, Sanki!
Aku punya polisi nakal.
Membantai mereka seperti babi.
Pak Abbas,
hanya Vedha yang tersisa.
Aku akan memberitahumu dia berada. Lalu bunuh. Dan akan kugandakan uangnya.
Ya, pak.
Temanmu. Abbas.
Baik... jahat. Polisi... penjahat. Kebenaran... kebohongan.
Kau suka menggambar garis, kan?
Sekarang kau ada di pihak yang mana?
Di sisi itu, atau ini?
Atau garisnya sudah tak terlihat lagi?
Itu berubah menjadi lingkaran.
Kita semua berputar-putar. Berputar-putar.
Bagaimana menurutmu?
Kau akan bercerita kepadaku dan aku akan mempercayaimu.
Abbas mengambil uang dari Babloo untuk melakukan pertemuan.
Apa kau tahu sudah berapa lama aku mengenal Abbas?
Apa aku terlihat bodoh bagimu?
Pak Vikram.
Lampu sein menutupi mata kuda, sehingga tak bisa melihat kiri atau kanan.
Penutup mata menutupi matamu.
Anak Abbas sedang sakit.
Berapa pengobatannya?
Bagaimana Abbas membayar? Dengan gaji polisinya?
Begitulah.
Tak mungkin.
Jika itu benar, maka Abbas...
Abbas akan mendatangiku.
Bagaimana bisa, pak?
Kejujuranmu membuat semua orang takut.
Abbas.
Dia sudah mati, pak.
Jika Abbas bekerja untuk Babloo,
lalu kenapa Babloo membunuhnya?
Dia tak membunuh Abbas, pak.
Lalu siapa yang melakukannya?
Pertama-tama aku harus mencari tahu kenapa Shatak meninggal.
Dan aku telah mengetahuinya, pak.
Abbas adalah teka-tekimu.
Kau akan tahu.
Bagaimana kau bisa membiarkan Vedha pergi?
Kau luluh karena omong kosongnya, ya.
Bagaimana menurutmu?
Babloo yang buta huruf mendalangi seluruh permainan ini?
Ada satu hal yang tak kumengerti, pak.
Jika Babloo tak membunuh Abbas,
siapa yang melakukan itu?
Abbas datang kesini untuk menemui Chanda tentang kesepakatan narkoba.
Mereka berdebat tentang sesuatu.
Tembakan dilepaskan dari kedua sisi.
Abbas mati di tangan Chanda, kan?
Mungkin kita melihat sesuatu dari sudut yang salah, pak.
Anak harus membayar dosa ayahnya.
Abbas menyadari kejahatannya.
Dia mengira putranya membayar dosa-dosanya.
Dan bahkan pada hari itu dia tak bisa menembak Shatak.
Karena dia tahu Shatak tak bersalah.
Abbas datang kesini bukan untuk bertemu Chanda,
dia datang kesini untuk menyelamatkannya.
Untuk menebus dosa-dosanya.
Geng Mumbai menahan Chanda.
Disini.
Di sinilah dia disiksa.
Mereka mendengar suara ini.
Dan mulai menembak dari sana.
Chanda!
Vikram!
Chanda tak tahu bahwa Abbas datang untuk menyelamatkannya.
Mungkin dia menembaknya karena takut,
atau mungkin untuk membalaskan dendam Shatak.
Forensik telah mengkonfirmasi peluru yang membunuh Abbas
ditembakkan dari pistol Chanda.
Lampu sein menutupi mata kuda, sehingga tak bisa melihat kiri atau kanan.
Penutup mata menutupi matamu.
Anak Abbas sedang sakit. Berapa pengobatannya?
Bagaimana Abbas membayar? Dengan gaji polisinya?
Begitulah.
Giri, kau mengadakan pernikahan akbar untuk kakakmu.
Ranjan, motor baru, langsung lunas.
Ansari.
Biaya sekolah tahunan putramu adalah 150.000.
Kau adalah ayah yang baik.
Dan kalian berdua. Kalian adalah anak-anak yang baik.
Martin dan Anthony.
Kau melunasi pinjaman ayahmu.
Prabhakar!
Kau mengambil cuti 14 hari,
tapi tak pernah melewatkan ke daerah lampu merah.
Kau punya selera yang mahal.
Kepala polisi.
Kau bertaruh 200.000 pada sixer?
Dimana kau mendapatkan begitu banyak uang?
Dan kau, Pak. Reruntuhanmu,
maaf, rumah leluhurmu.
Kau harus mengembalikannya pada kejayaannya, pak.
Mataku terbuka lebar, tapi aku tak bisa melihat.
Aku telah membunuh orang, menjebak mereka dengan menaruh senjata pada mereka.
Tapi kau lupa bahwa setan
ada di detailnya.
Kau meletakkan pistol di tangan kanan Chanda, pak.
Itu adalah kesalahan kecil.
Chanda itu kidal.
Kau seorang kidal, kan? Kau makan dengan tangan kiri.
Begitulah! Bintang dari lahir.
Kami tak membuat kesalahan, Vikram.
Kami melakukan tugas kami dengan membunuh mereka.
Menarik gaji dari dua tempat.
Apa gunanya gaji departemen, Vikram?
Ayahmu meninggal saat menjalankan tugas.
Apa yang dia dapatkan?
Medali dan motor.
Apa itu yang dia tinggalkan untukmu?
Itu adalah rencana sederhana.
Kami menculik Chanda. Shatak akan datang untuk membebaskannya.
Kami akan membunuh Shatak.
Vedha akan keluar dari persembunyiannya untuk membalas kematian Shatak.
Kami akan membunuhnya dan mengumpulkan uang kami dari Babloo.
Tapi tiba-tiba Abbas punya hati nurani.
Dia memutuskan dia tak ingin menjadi bagian dari itu.
Dia menjadi ancaman.
Dia akan menjatuhkan kami semua.
Kami harus membungkamnya.
Kami telah melakukan 18 pertemuan, pak.
Tapi aku selalu percaya keadilan ada di pihak kita.
Dimanakah garis yang memisahkan kita dari mereka?
Apa bedanya kita dengan mereka?
Benar dan salah?
Polisi... penjahat!
Kau telah mengubah semuanya menjadi debu.
Pak.
Taruh senjatamu.
Taruh!
Taruh. Taruh.
Tendang.
Dan mundur.
Anthony.
Mundur.
Pak.
Deepak, lindungi aku.
Pak.
- Deepak, lindungi aku. - Ya, pak.
Mundur.
Deepak...
Mundur!
Ambil senjatamu. Jangan biarkan dia melarikan diri.
Tutup semua pintu keluar.
Cepat, cepat, cepat!
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Astaga! Dia tak ada pistol.
Jangan bunuh mereka!
Mari kita bunuh yang ini, pak.
Pak, aku tak lakukan apa-apa.
- Aku hanya mengikuti perintah. - Kau belum menjadi polisi,
tapi sudah jadi penjahat.
Sulit membunuh kolegamu, kan?
Pelatuk atau jari.
Aku tak kesulitan, pak.
Kau membunuh IG, Pak.
Serius.
Aku kenal seorang pengacara.
Bu priya. Haruskah aku memberimu nomor teleponnya?
Dia takkan mau membelaku.
Aku akan memberikan kesan yang baik.
Cinta pernikahan?
Orang sering menghadapi masalah seperti itu dalam pernikahan cinta, pak.
Aku punya solusi.
Kisah cintaku sendiri.
- Kau ingin mendengarnya? - Cukup!
Jangan ada lagi kisah.
Yakin?
Lihatlah keduanya, pak Vikram.
Mereka tak pernah bisa jujur.
Bukan kepada bangsanya sendiri. Atau untuk profesi mereka.
Sepanjang hidup mereka, mereka mengejar keserakahan dan ilusi.
Orang lupa.
Lahir dengan tangan kosong, mati dengan tangan kosong.
Lahir dari tanah. Hanya untuk kembali ke bumi.
Berbaring disana seperti kecoak.
Apa yang kudapatkan, pak?
Bola!
Hidup adalah lelucon, pak.
Ya!
Polisi.
Pak Vedha, sekarang beritahu aku,
apa yang harus Vikram lakukan?
Haruskah dia membiarkan Vedha pergi?
Mengampuni Vedha karena dia menyelamatkan nyawanya dan berjuang bersamanya?
Atau haruskah dia membunuh Vedha?
Karena Vedha adalah penjahat yang telah membunuh 16 orang.
Dilema lain.
Apa yang harus Vikram lakukan?
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.