All language subtitles for Ungnami-2023-KOREAN.

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

UNGNAMI (Bear Man) [2023]

== Bandung, 12 Mei 2023 ==

Diterjemahkan oleh Nung

Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah Tiktok @nur.qodriah

Happy watching :)

Jangan di-skip ygy, karena ada sedikit penjelasan tentang asal-usul cerita film ini.

Berdasarkan cerita mitologi Dan-gun, tentang Dewa Hwanin yang tinggal di kahyangan yang memiliki anak bernama Hwanung.

Hwanung memiliki ketertarikan dengan bumi, dan meminta izin pada ayahnya untuk turun ke bumi.

Di bumi ada seekor beruang dan harimau yang berdoa kepada Hwanung agar mereka bisa berubah menjadi manusia.

Hwanung akan mengabulkan permintaan mereka dengan syarat mereka harus menghindari sinar matahari selama 100 hari.

Dan hanya boleh memakan bawang putih dan tanaman mugwort.

Beruang dan Harimau setuju, lalu mereka masuk ke dalam sebuah goa.

Awalnya mereka bisa bertahan, tapi setelah 21 hari Harimau tidak tahan lagi dan meninggalkan goa.

Sedangkan Beruang masih tetap bertahan karena dia bertekad kuat ingin menjadi manusia dan menuruti syarat dari Hwanung.

Tentu saja Hwanung menepati janjinya dan mengubah Beruang menjadi manusia.

Akhirnya Beruang berubah menjadi manusia dan memiliki nama Ung-nyeo (Wanita Beruang).

Ung-nyeo kesepian di bumi, lalu Hwanung turun ke bumi dan berubah menjadi manusia lalu menikah dengan Ung-nyeo.

Lalu mereka berdua dkaruniai anak yang diberi nama Dan-gun.

Film ini menceritakan tentang Beruang Asia kembar yang dikelola oleh Institut Teknologi Nasional Pangan & Kehidupan.

Lalu sehari setelah memakan mugwort dan bawang putih, mereka berdua menghilang.

Sumber: HanCinema, terkinni.com dan nor.mofa.go.kr

UNGNAMI

[Tahun 1997, Institut Nasional Teknologi Pangan & Kehidupan]

Siapa kamu?

Cilukba!

Mereka dirawat dengan sangat baik.

Baru setahun dan mereka sudah mempunyai adik bayi.

Kalian pintar sekali, anak-anakku.

Mereka belum ditemukan? Sudah lebih dari 100 hari.

Mereka menghilang saat orang muncul, lalu kami kehilangan kontak.

Bagaimana detailnya?

Mereka mengambil bawang putih dan mugwort kering untuk disemai.

Mungkin mereka ingin menjadi manusia.

Bayi kita menghilang, dan sudah lebih dari 100 hari.

Kau masih bisa bercanda seperti itu?

Kau juga bisa punya anak, Timjang-nim.

Kenapa aku harus punya anak?

Beruang itu adalah anak-anakku.

Kau gila?

Apa kau selingkuh dengan beruang?

Beruang itu anak-anakmu?

- Ayo kita lakukan sekarang. - Apa?

Hari ini ritual malam Jum'at!

Kok bisa-bisanya ngomong gitu di sini?

Kau tidak lihat kami sedang bekerja?

Oh? Oh?

Ada sinyal dari Ung-nam!

Ung-nam.

Ung-beok.

Kenapa ada bawang putih?

Ngagetin aja!

Tatuuuutt!

Nak...

Bagaimana ini? Kita kudu ottoke?

Apa itu...?

Kenapa?

- Bagaimana ini? - Keluar!

Pergi, pergi.

Ayo, ayo.

Ayo, ayo.

Cepat!

Sedang apa kau?

Ung-beok.

[25 tahun kemudian]

[Mal-bong TV menayangkan siaran langsung]

Aku akan memperkenalkan diri.

Halo gaes!

Aku penjaga keamanan Desa Dongcheon-ri.

Mal-bong.

Lihat nih, gaes!

Dingin banget!

Untuk konten hari ini,

aku mengundang seorang tamu yang amat sangat istimewa.

Panjang umur nih orangnya! Oke, tiga... dua... satu!

Dia itu manusia atau beruang?

[- Itu orang tuanya? - Dia nyuruh bapaknya nyemplung? - Wah, anak kurang ajar!]

Ayahku?

Aku berani sumpah channel-ku hilang, gaes!

Aku gak pernah nge-prank atau bikin konten settingan.

Bukan, tapi aku gak bisa.

Namanya Na Ung Nam.

Umur, 25 tahun.

Bukan 52 tahun.

Tapi 25 tahun.

Beneran gaes!

Dia polisi lho!

Ung-nam, menyelam ke dalam air.

Gaes, aku mengundang selebnya Dongcheon-ri, Ung-nam.

Ung-nam, katakan sesuatu. Kenalkan dirimu ke penonton. Ini kesempatanmu.

Ya...

Jadi...

Ung-nam sudah memikirkan tentang kencan, jadi dia terlalu bersemangat dan susah bicara.

Oke, siaran Mal-bong TV hari ini, sampai di sini saja.

- Salam dariku, Mal-bong! - Bong!

Kampret!

Dasar blegug!

Hampir aja insiden di Live-ku barusan!

Kampreeett!!!

Aku mau ngomong, tapi keburu dimatiin.

Berisik!

Bawa ikannya.

Hapeku juga jatoh ke air. Berantakan semuanya!

Tungguin atuh, Mal-bong.

Ayo keluar, makan malam dulu.

Keluar.

Aduh! Aku muak dengan aroma sup ikan pedas.

Masa setiap hari kau masak sup ikan pedas?

Sekarang bahkan ee-ku jadi bau ikan.

Makan aja sih!

Anak kita sudah susah payah menangkap ikan.

Kau pengangguran tapi masih punya lauk untuk dimakan.

Bisa-bisanya kau mengeluh?

Ung-namku.

Ung-namku.

Ung-nam makan yang banyak.

Kau jadi pengangguran, lalu apa rencanamu sekarang?

Ibu tidak akan serakah.

Ibu cuma berharap semoga kau bisa jadi polisi lagi.

Oke, Bu.

Ya, ya.

Memangnya mudah dipekerjakan lagi? Dia dipecat karena melakukan kesalahan.

- Kenapa kau berteriak? - Astagfirulloh, Bu!

Dia masih kecil.

Kau pikir dia masih kelihatan seperti anak-anak?

Umur 25 ya masih anak-anak lah!

Di mataku dia masih anak-anak.

Saat dia masih SMA...

Berisik ih! Makan aja!

Maksudku...

BERISIK!

Jangan banyak bacot!

Ung-nam.

Ung-nam.

Dia biasa latihan di musim dingin.

Apa ini sebabnya dia dipecat dari kepolisian?

[Tahun 2014]

Anying, ngagetin aja!

Kamu tuh kenapa sih?

Dia harus hidup seperti manusia.

Kenapa dia tidurnya begini? Dia 'kan punya kasur!

Mulai sekarang, jangan lakukan ini lagi sebelum aku mati.

Alamak!

Harganya 1.800 won.

Uangnya 2.000 won ya.

Ini kembaliannya.

- Apa-apaan kau? - Aku fans kamu, Hyung!

Hei, ini kembaliannya.

Udah makan berapa banyak?

Dasar beruang kampret!

Bodo amat, aku 'kan doyan makan!

Bisa bangkrut atuh aing!

Seneng amat lu!

Dahlah, makan yang banyak.

Semoga tokonya laris manis!

Selamat datang.

Garpit sebungkus.

Ya.

Maaf, boleh lihat KTP-nya?

Aku lupa membawanya.

Bentar, mau telepon dulu.

Ya, Pak Direktur, ini aku Lee Daeri-nim.

Ya.

Sup rumput laut, tumis cumi-cumi, dan martabak kimchi.

- Ketat sekali ya peraturannya. - Ya, benar...

Lihat apaan lu?

Ivy Club?

[Merk seragam sekolah]

- Raison hitam sebungkus. - Raison hitam? Sebentar.

Kalian kerja di dekat sini ya?

Ya, proyek konstruksi di dekat sini.

Oh iya, yang itu sudah selesai? Sudah diaspal pakai Danshi?

Tentu saja sudah selesai semuanya!

Oh, masang ubin.

Masang ubin harus bener lho, supaya gak kerja dua kali.

Atau pembangunannya dibatalin? Kalian masih anak baru ya?

Kok helmnya baru? Udah selesai kerjanya? Atau orang lain yang ngerjain? Udah, bubar!

Pergi sana!

Kau angkatan berapa?

Hei, Mal-bong.

Sudah kubilang untuk ambil baju merahmu.

Nih!

Berat nih.

Makasih!

- Bersulang. - Bersulang.

Ayo minum!

Bersulang.

- Ah, rasanya kuat banget! - Hei, jangan buang-buang minuman!

Ung!

Kau sibuk?

Tidak, minumannya...

Liverku sedang tidak sehat.

Kenapa beruang mengkhawatirkan liver?

Bukannya beruang itu livernya emang bagus ya?

Gak! Siapa yang bilang?

โ™ซ Baskin Robbins, thirty one! โ™ซ

โ™ซ Lucu dan imut, lucu dan imut! โ™ซ

โ™ซ Thirty one! โ™ซ

Satu.

โ™ซ Lucu dan imut, lucu dan imut! โ™ซ

Satu, dua.

โ™ซ Lucu dan imut, lucu dan imut! โ™ซ

WOY!

Kalian kan udah tahu, aku gak bisa akting sok imut!

Mending aku minum aja!

โ™ซ Waktunya tidak ada lagi โ™ซ

โ™ซ Ayo minum! Ayo minum! โ™ซ

โ™ซ Jangan menangis, bodoh โ™ซ

Bacot ih, Mal-bong!

โ™ซ Baskin Robbins, thirty one! โ™ซ

โ™ซ Lucu dan imut, thirty one! โ™ซ

Satu.

โ™ซ Lucu dan imut, thirty one! โ™ซ

Apa ini?

Gak ada lucu-lucunya.

Minum nih!

Minum!

Gimana kalau kita lanjut ronde kedua?

Ayo makan ayam.

Ayo makan ayam!

Tadi udah ayam.

Ayo makan ayam!

Kalian berdua aja, aku gak ikut!

Pengen muntah, anjir!

Eh, tungguin!

WOOOYYY!!!

Gak kuat anjir!

Ayo pergi.

Ung-nam, alafyuuu!!

Woy!

Pengkhianat kampret!

Halo.

Saya Letnan Yoon Na-ra.

Saya ditugaskan dari kantor polisi Dongcheon-ri.

Laporan selesai.

Hormat!

Oh, kau yang memukul atasanmu itu ya.

Bukan memukulnya, tapi menendangnya.

Menendang?

Oh, begitu.

Kau tidak perlu melayangkan tendanganmu padaku.

Sesama petugas kepolisianโ€”

Maksud dia kau pekerja keras.

Dan di sini juga kau harus bekerja keras.

Pokoknya...

kantor polisi ini melayani warga...

Ya, kantor polisi.

Ya. Baik.

Yang ingin aku katakan adalah...

Darurat, Pak. Darurat.

Ayo pergi.

Anu...

Kemon kemon kemon!

Halo! Di mana? Di mana?

Walah?

Gede banget anjay!

Daebak!

Apa kita harus mengurus ini juga? Tidak bisakah kita menelepon 119 saja?

Kau mungkin tidak tahu.

Tim Penyelamat butuh waktu 2 jam untuk bisa sampai ke sini.

Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya?

Terakhir kali, kau datang untuk menangkap ular lalu kabur begitu saja.

Waktu itu aku sedang sakit, Bu.

Kali ini jangan khawatir.

Lihat ya.

Tinggal pakai saja alat ini untuk memukulnya pelan-pelanโ€”

Apaan tuh?

Kabur!

Kabur!

Kabur!

Kabur!

Kamu jangan temenan sama Si Blekok Mal-bong.

Kamu sama dia itu levelnya beda.

Sama kok!

Ngeyel!

Lebah!

UNG!

Hati-Hati.

Tunggu dulu, Mak!

Kenapa?

Wooow!

[Bagian Pengukuran Kecepatan Lalu Lintas]

Lariii!

Kenapa?

Kenapa?

Gaes, darurat gaes!

Darurat gaes!

Telepon 119!

Lari lebih cepat.

Cepetan larinya!

Hati-Hati.

Mantap!

Gawat!

Ada masalah!

Dorong....

Dorong....

Berisik! Sontoloyo!

Anak muda bukannya bantuin malah ngebacot doang!

Semangaaaattt!

Horeee!!!

Mantap euy!

Rusak lagi.

Kita harus menemukan jawabannya sesuai dengan pengalaman.

Menurut pengalamanku sebagai polisi tua...

Ini ulah babi hutan.

Ya, babi hutan.

Sudah berapa kali ini?

Untuk situasi ini, negara akan membantumu.

Pemerintah akan memberikan uang untuk membangun pagar.

Aku akan tanyakan lebih jelas lagi.

Jadi... begini...

Pintunya pasti sangat kecil.

Meski sudah dibuat pagar, babi hutan masih bisa masuk.

Berapa uang yang diberikan pemerintah untuk pembuatan pagar?

Meskipun kalian lapar banget, aku 'kan udah bilang jangan turun ke sini. Iya gak?

Aku lagi ngomong, kalian lihatnya ke mana?

Kalian jadi kurusan sejak aku tinggalin.

Kalau turun ke sini, jangan menggali tanah.

Nanti imej kalian jadi jelek. Jangan datang ke sini, oke?

Yang jelas, kalian turun karena kelaparan.

Nanti aku kasih kalian makan seminggu sekali.

Jangan datang kesini.

Aku gak bakalan pergi kemana-mana.

Oke?

Sebenarnya, bahkan kalau aku gak di sini...

Bubar!

Kalian gak lupa sesuatu?

Bagus.

Babi gak tahu sopan santun.

30.000 Won.

Oke, Ung-nam.

Terima kasih.

Satu dua tiga.

Beli daging, ayo makan barbeque.

Amsyong!

Aku akan memasaknya, Pak.

Tidak usah.

Duduk saja.

Aku ingin memasak daging untuk anakku.

Aku sendiri yang berbelanja.

Sudah berapa lama sejak kita makan bersama terakhir kali?

Ya.

Lihat ini.

Daging dengan kematangan medium-well adalah yang paling enak dimakan.

Saat pertama kali aku bertemu denganmu...

aku sedang berburu.

Bangun.

[Tahun 2009]

Ini menarik.

25 tahun telah berlalu.

Ini akan segera berakhir.

Setelah aku menyelesaikan urusan terakhir, aku akan pergi.

Kau harus menunjukkan kemampuanmu.

Di Pedalaman Mongolia, Cina.

Dasar preman bajingan.

- Dimana barangnya? - Uangnya dulu.

Mereka ingin melihat uangnya,

Kasih aja.

Nih!

Bukan uang palsu.

Oh.

Puas?

Kalem atuh!

Mantap?

Oke!

Mana sini!

Dadah!

Ayo pergi.

Apa itu?

[Penyelundupan Narkoba]

Oh Timjang-nim, ini barang bukti yang diambil saat mereka melakukan transaksi narkoba dengan orang Cina.

Kami sudah mendapatkan DNA yang tersisa di TKP dan mengirimkannya ke Departemen Pencarian Nasional.

Identitasnya tidak diketahui.

Butuh waktu berapa lama?

Kurang dari 5 menit.

Maksudku, kurirnya.

Siapa?

Tiga, dua, satu.

Punteun, Go-food!

Aku menemukannya.

Ya, Gukjang-nim.

Ya, baik.

Sebarkan fotonya ke publik.

Dan minta terbitkan surat penyelidikan.

Baik.

Ung-nam.

Bantu aku sekali ini saja.

Gak bisa!

Gini-gini juga, aku pernah jadi polisi.

Aku menginvestashikan 5 juta won.

Aku ngambil uang dari warung ibuku.

Lu dah gila, hah?

Gak bisa!

Pokoknya gak bisa!

Aku harus pergi.

Selamatkan aku atau bunuh aku di sini.

Lagi pula, aku bisa dibunuh oleh pisau atau dibunuh ibuku.

Jika aku akan mati...

WOY!

Tega banget lu sama gw?

Ung-nam.

Hei, Ung-nam!

Kok lu tega banget sih?

Ung-nam!

Tega banget sih?

Padahal aku baik sama kamu!

Ibuku memasak makanan untukmu.

Tunggu. Sakit anjir!

PANAS!

Aku tidak tahu bagaimana kau menganggapku,

tapi aku benar-benar menganggapmu sahabat sejatiku.

Ung-nam, selamatkan aku.

Ayo masuk!

Mana uangnya?

Gak ada.

Aku juga gak ada.

- Kalau begitu kita harus keluar. - Apa?

Mau ke mana? Hei, hei.

Jangan terburu-buru.

Ayo.

Tunggu.

Dipilih, dipilih, dipilih!

Dipilih, dipilih, dipilih!

Gerakan tangan lebih cepat dan gerakan mata lebih lambat!

Dipilih.

Yang kiri.

Yang kiri.

Ya.

Sekali lagi?

Sekali lagi.

Gerakan tangan lebih cepat dan gerakan mata lebih lambat!

Dipilih, dipilih, dipilih!

Pilih satu dari tiga!

Keren euy!

Terima kasih.

Semoga jadi kaya, Pak!

Silakan dimulai.

Dipilih, dipilih, dipilih!

Pilih satu dari tiga!

Dipilh, dipilih, dipilih!

Seperti ada bau yang familiar.

Cium aja bau uangnya.

Beneran ih!

Oke, bubar bubar bubar!

Anying, isilop!

Bener 'kan, polisi. Kabur!

Harusnya kalian bertani di sini.

Kenapa malah main judi?

Tangkap mereka.

Ada yang kabur tuh!

Tangkap semuanya!

Lah? Kenapa tangkap aku?

Aku polisi!

Aku polisi!

Emang tampang gw kek tukang judi, hah?

Ada apa?

Ketahuan judi.

Judi?

Hadeuh!

Maaf.

Padahal mereka orang-orang sehat,

tapi kenapa memilih berjudi dibanding kerja?

Sadar woy, sad... Sadar!

Orang sehat kok hidupnya begitu sih?

[Kantor polisi wilayah Timur Seoul. Ini adalah aplikasi untuk dukungan investigasi. Jika kau menemukan orang ini, harap hubungi kami. Detektif Yoo Min-ju.]

Kau tahu Lee Jeong-shik dari Big Story?

Tidak tahu.

Kau berdagang narkoba dengannya di Incheon.

Tidak ada narkoba, itu perjudian.

Aku punya buktinya.

Kubilang ada buktinya!

Timjang-nim.

Dia bukan X.

Dia dulunya seorang polisi.

Namanya Na Ung Nam.

Tapi ada yang aneh.

Dia berumur 25 tahun.

25?

25?

[Nama: Na Ung-nam, TTL: 17 November 1998]

Polisi, Na Ung-nam.

Oke, harap diam.

Tolong diam.

Tenang, tenang!

Siapa dia?

Anggota baru di departemen lalu lintas. Dia jagoannya.

Aku tidak tahu apa yang dia kuasai.

Tapi dia bisa menebak orang yang mengemudi sambil mabuk dengan akurat.

Benarkah?

Kau makan dua piring tumis gurita, 2 botol soju dan bir 500cc.

Kau makan babat babi panggang dan minum 3 botol soju.

Dan mencuri 2 botol soju.

Konsentrasi alkohol adalah 0,104.

Tiup ini.

0,104.

Anjaaayy!!

Keren banget!

Mantap!

Bukan dia orangnya. Lepaskan dia.

Baik.

Sebentar.

Ya, Gukjang-nim. Aku sudah menemukan X.

Lee Jeong-shik

Seperti yang kalian tahu, ini adalah Lee Jeong-shik.

Lee Jeong-shik adalah presiden perusahaan farmasi yang bernama Big History.

Sebenarnya dia adalah preman dan pengedar narkoba.

Kami sedang menyelidiki salah satu proyek Lee Jeong-shik.

Apa itu?

Penyakit aneh sedang menyebar di daerah tertentu di China.

Kami berasumsi bahwa Lee Jeong-shik yang menyebarkan penyakit.

Menurut penyelidikan tim kami,

Lee Jeong-shik berharap untuk menginvestashikan uang

yang diperolehnya dengan menjual obat-obatan terlarang

untuk menciptakan virus alih-alih keuntungan jangka pendek.

Untuk melakukan percobaan, kami memiliki bukti

bahwa dia memanfaatkan kekuasaannya.

Apa kau yakin?

Jika kita tidak bisa menangkapnya, kita akan mati.

Apa kau yakin?

Ya, saya yakin Pak.

Untuk keadaan ini, haruskah kita meminta Badan Intelegensi Nasional untuk melakukannya?

Kami bisa melakukannya.

Lee Jeong Hak, anak adopsi Lee Jeong-shik.

Apa?

Anaknya polisi?

Bukan, ini orang lain.

Apa?

Tapi mereka terlihat sama.

Namanya Na Ung Nam. Usia 25 tahun.

Dia adalah seorang polisi dari tim lalu lintas kantor polisi Gu-ro.

Dia tidak punya pekerjaan sekarang.

Kalau begitu dia hanya penduduk biasa.

Kau akan melibatkannya dalam rencana penangkapanmu?

Jangan khawatir.

Kita bisa menjanjikan mengembalikan pekerjaan polisinya jika misi berhasil.

Juga, Na Ung-nam dan Lee Jeong-hak terlihat identik sekali.

Jadi kami memutuskan untuk memulai operasi yang disebut "doppelganger."

Doppelganger?

Setelah kami mengetahui identitas Lee Jeong-hak,

kami akan membuat Na Ung-nam menjadi Lee Jeong-hak untuk mengambil tindakan.

Kemudian dia dapat mengambil virus dan bukti dari Lee Jeong-shik.

Ini adalah kesempatan langka untuk menangkap Lee Jeong-shik dan antek-anteknya.

Ayah!

Ibu!

Data hewan yang kita rawat...

di sini menunjukkan bahwa rata-rata umur beruang adalah 25 tahun, bukan?

Tidak ada, tidak ada apa-apa.

Terima kasih.

Dan juga, kau tidak boleh memberi tahu siapa pun bahwa kita saling teleponan.

Oke?

25 tahun.

Usia 25 tahun.

Aku tahu bahwa hari ini akan datang.

Waktunya tidak lama lagi.

Ung-nam kami, Ung-nam kami...

Apa-apaan kau ini?

Tidak perlu kaget.

Di dunia ini ada banyak orang yang terlihat mirip.

Semakin lama hidup, semakin banyak yang dilihat.

Itu normal.

Aku dengar kau dulunya jagoan.

Jika kau bisa menangkapnya, kau akan segera dipekerjakan lagi.

Ung-nam, dia terlihat sangat tampan dengan seragam ini.

Ung-nam.

Tolong buat dia menjadi polisi lagi.

[Data Pribadi]

Oke, aku akan langsung ke intinya saja.

Ya, akan kulakukan.

Aku belum selesai bicโ€”

Aku akan melakukannya.

Dengarkan aku duโ€”

Aku bersedia!

Anu...

Kubilang aku bersedia! Harus kukatakan berapa kali?

Aku bersedia!

WOY!

KAU TAHU APA?!

Kenapa kau mau-mau saja dan langsung bilang bersedia?

Tanpa dipikirkan lagi!

Pikirkan dulu!

Dengarkan aku!

Aku menjelaskannya dulu!

Aku akan membuatmu jadi polisi lagi.

Aku ini sedang bicara!

Aku tidak peduli!

Orang tuaku ingin aku menjadi polisi lagi.

Aku ingin mewujudkan keinginan mereka sebelum aku mati.

Jadi, aku akan melakukannya.

Hey!

Na Bok-cheon.

Dia lagi ngapain sih di gudang?

Padahal udah beberapa hari anaknya gak bisa dihubungi.

Hey!

Aigoo, cham!

Ung-nam bukan anak kecil. Nanti juga dia pulang sendiri.

Mungkin dia tiba-tiba pergi ke tempat lain.

Orang selalu tiba-tiba pergi ke tempat lain.

Mau kuhajar, hah?

Nanti aku cariin.

Halo.

Apa ada orang di rumah?

Siapa?

Saya polisi dari Kantor Polisi Seoul Timur, Detektif Yoo Min-ju.

Saya juga...

Bagaimana ini?

Kenapa polisi dari Seoul datang ke rumah kami?

Apa nama putra Anda Na Ung-nam?

Ya. Na Ung-nam. Itu benar, itu benar.

Apa ada yang terjadi pada Ung-nam?

Tidak ada. Karena ini rahasia, saya tidak bisa memberi tahu Anda, Bu.

Petugas Na Ung-nam tidak dapat menghubungi Anda untuk sementara waktu

karena dia sedang menjalankan misi.

Petugas Na Ung-nam?

Itu rahasia...

Dia jadi polisi lagi.

Benar, 'kan? Alhamdulillah Ya Alloh!

Apa aku bilang, 'kan?

Syukurlah.

Apa kau rekan kerjanya?

Omo~ bagaimana bisa ini terjadi?

Halo.

Isa-nim...

Sulit sekali untuk bertemu denganmu. Belakangan ini kau begitu populer.

Karena ada dukungan di belakang dari seorang Pak Tua.

Bukan begitu cara mainnya.

Aku sudah susah payah bertahan sejauh ini, tapi beraninya kau merebut posisiku, bajingan?

Lee Jeong-hak.

Ini adalah pusat pelatihan.

Oh, gitu.

Aku harus mengikuti pelatihan.

Jika feeling-ku benar, dia adalah pria yang mengerikan.

Apa aku boleh makan dulu?

Bagaimana situasinya?

Situasinya dia hanya makan, buang air besar, makan, buang air besar.

- Lalu apa lagi? - Lalu, dia makan lagi.

- Dia makan semua yang kita miliki. - Makanannya tidak cukup.

Dia benar-benar mirip Lee Jeong-hak.

Tapi hanya tampangnya saja.

Jika diperhatikan secara detail, mereka benar-benar berbeda.

Jadi kita perlu melatihnya. Dia harus mirip dengan Lee Jeong-hak.

Kita harus mengubahnya jadi Lee Jeong-hak dengan sempurna.

Mulai sekarang, kau adalah Lee Jeong-hak.

Kau harus menjadi Lee Jeong-hak dengan sempurna.

Baiklah.

Aku akan mencobanya.

Asalkan jangan disuruh menghafalโ€”

Kau harus menghafal file-file ini dalam dua hari.

Siapa namamu?

Na Ung-nam.

Ulangi.

Siapa namamu?

Na Ung Nam.

Astaga.

Sudah kubilang kau itu Lee Jeong-hak.

Sudah berapa kali aku memberitahumu?

Kau tidak bisa menghafal ini?

Anu...

Hafalanku lemah.

Heh!

Lalu, bagaimana bisa kau lolos jadi polisi?

Seharusnya dari awal kau memberi tahuku operasi apa yang akan kau jalankan.

Kalau tahu ada hafalan, aku tidak akan menerimanya.

WOOOOOYYYY!!!

Berapa kali aku katakan?

Kau bilang kau bersedia tanpa harus aku jelaskan dulu!

Aku kira setelahnya kau akan menjelaskannya padaku!

Kau tidak menjelaskan rencananya kepadanya?

Timjang-nim, lihat ini.

Ung-nam.

Ini adalah pertama kalinya aku menunjukkan kekuatannya.

Lihat ya.

Menyelam!

Apa-apaan kau?

Hentikan.

Oke, aku akan langsung ke intiโ€”

Ya, aku bersedia.

Aku belum memberitahumu apa yang harusโ€”

Ya, aku bersedia.

Wah, apa-apaan ini?

Kalian berdua sebelas dua belas.

Siapa namamu? Mal-bong?

- Ya, Jo Mal-bong. - Ung-nam dan Mal-bong?

Ya.

Kalian berdua sama-sama gendeng!

Aku sedang berbicara.

Dengarkan aku dulu.

- Ya, aku bersedia. - Kau tidak tahu apa-apa. Bersedia apanya?

Aku berbicara sekarang! Aku sedang berbicara, kau bersedia apa?

Jangan Pak!

Kau mau apa? Bersedia apa?

Jangan pakai kekerasan, Pak.

Lari, sana!

Pergi!

Hentikan!

Ung-nam.

Mal-bong.

Ung-nam.

Mal-bong.

Mal-bong.

Mal-bong.

Aku sangat mengkhawatirkanmu.

Kau ditangkap gara-gara aku,

tapi gara-gara aku juga kau dipekerjakan lagi.

Aku ini pembawa hoki, benar 'kan?

Kau memang pembawa hoki, tapi ada masalah.

Aku harus menghafal semua ini.

Apa? Semua ini?

Hey, kau lupa ya?

Kau ini siapa?

Mal-bong?

Mal-bong!

Siapa namamu?

Lee Jeong-hak.

Sebutkan informasi tentang Lee Jeong-shik.

Namanya Lee Jeong-shik.

Usia 58 tahun.

Tinggi 181cm.

Berat badan 78kg.

Penglihatan matanya 1,5.

Dia lulus dari SD Yeong-wol.

Memiliki 8 catatan kriminal.

Pada tahun 1990, dia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena pembunuhan di Incheon.

Setelah menghilang beberapa saat, dia tiba-tiba mendirikan perusahaan Big History.

Dia sukses besar dalam bisnisnya.

Mantaaappp!!!

Level 1, lolos!

Terima kasih.

[Lee Jeong-shik, 58 tahun, 181cm, 78kg, 1,5. Alumni SD Yeong-wol, 8 catatan kriminal]

[Dijatuhi hukuman 8 tahun pada 1990, lalu sukses mendirikan perusahaan Big History]

Pintunya tertutup.

[Institut Teknologi Nasional Pangan & Kehidupan]

Aku ingin tahu dari mana kau berasal dan bagaimana kau datang.

Aku penasaran.

Namun, aku menemukan sesuatu yang lebih berharga dari rasa penasaranku.

[Pengembangan pengobatan untuk nekrosis yang disebabkan oleh virus tak dikenal]

Vaksin dapat menghasilkan banyak uang.

[Bertemu penyelamat hewan yang tumbang karena disentri...]

[Data Pribadi Peneliti]

Kau harus berurusan dengan ini.

Na Bok-cheon, bukankah aku sudah menyuruhmu keluar?

Aku tidak tahan lagi.

Omo, Nak...

Kapan kau datโ€”

Anak kurang ajar, ketemu ibunya bukannya kasih salam malah diem aja!

Siapa yang ngajarin?

Kau cari mati, hah?

Nak, makan yang banyak.

Meskipun kau sibuk bekerja, kenapa tidak sempat menelepon sekali saja?

Bagaimana pekerjaanmu? Lancar?

Tidak capek?

Cepat dimakan. Makan saja.

Aku tidak akan menyuruhmu bicara.

Aigoo, aku lupa acorn jelly kesukaan anakku.

Kabarmu baik?

Kau sukanya makan apa?

Apa pantas seorang ayah bertanya begitu?

Anu...

Apa-apaan bertanya kabar baik?

Kau pikir sedang bertemu mantan pacarmu? Aigoo, ada-ada saja!

Apa kau tidak tahu hanya dengan melihat wajahnya saja?

Dia pasti sangat lelah.

Wajahnya terlihat begitu pucat.

Yeobo, jangan terburu-buru.

Ya. Ini, Nak.

Kau diam saja.

Kau yang harusnya diam saja!

Kau bukan seorang ayah.

Hentikan!

Apa pantas berkata begitu sebagai ayah?

Cobain yang ini.

Bukankah ibu sudah menyuruhmu makan tepat waktu?

Apa kau ingin membuat ibu sedih?

Apa-apaan dengan wajahmu ini?

Kau jadi kurus.

Iya, iya, sudah.

Tenang saja.

Oke, aku akan tenang.

Tenang saja dan makan.

Makan saja.

Diam!

- Jangan katakan apapun. - Kami hidup seperti ini.

Dia itu memang cerewet.

Kami hidup seperti ini.

Cobain.

Ini enak.

Ini enak, cobain.

Apa pantas seorang ayah bilang begitu?

Dia itu...

Nak, kau pergi?

Makan dulu sebelum pergi.

Nak!

Terima kasih sudah datang.

Mari kita sambut pelatih terbaik.

Angkat kakimu.

Bagus.

Tapi...

apa ini cara yang tepat untuk melatih?

Ini program pelatihan yang aku pilih menurut data base.

[Legenda Dewa Mabuk]

Mati lo anjing! Mati! Dasar bajingan!

Jika keadaan berjalan seperti ini, kita tidak bisa menjalankan misinya.

Hyeongsa-nim, aku punya ide bagus.

Mulai sekarang, inilah pelatih yang akan membantumu berlatih.

Eiyy, masa sih?

Beri salam.

Letnan Yoon Nara.

Hormat!

Hal terpenting dari level kedua adalah

bagaimana Lee Jeong-hak bertutur kata, bertindak, kebiasaan dan hobinya.

Sayangnya, sedikit sekali informasi mengenai semua hal itu.

Satu-satunya informasi adalah foto TKP saat dia terlihat di Cina.

Kita tidak tahu bagaimana tutur kata, dan hobinya.

Tunggu.

Jadi aku sudah menyiapkan mode pelatihan.

Ini model pelatihan yang digunakan CIA di Amerika.

Namanya 2CP71000.

Kita dapat menggunakan basis data untuk menganalisis pola tindakan masyarakat.

Sehingga dapat memprediksi kriminalitas dengan data yang terbatas.

Ada beberapa macam cara untuk memprediksi.

Tingkat pencapaian hasil sangat tinggi.

Dengan tingkat ketergantungan 98%, tingkat kesalahannya hanya ยฑ0,5%

Tapi, apa itu bisa dipakai untuk orang Korea?

Aku mengundang seseorang yang dapat mewujudkannya.

Halo.

Halo.

Kalian semua pasti sibuk.

Jadi aku akan menjelaskannya dengan cara yang berdampak.

Ingat saja dua jenis cara berjalan.

Pertama, jalan lurus.

Kedua, silangkan kaki.

Jalan lurus, silangkan kaki.

Jalan lurus, silangkan kaki.

Apa yang paling penting?

Yaitu lubang pantat.

Lubang pantat tidak menghadap ke tanah, tapi menghadap lurus ke depan.

Dengan begitu, orang-orang akan menganggap bahwa kau adalah preman.

Pasti pahanya pernah tertusuk oleh pisau.

Goyangkan leher dan lenganmu.

Pernah dengar tentang itu?

Goyangkan leher,

dan goyangkan lengan.

Aku siap untuk gelut!

Pandang orang dengan cara merendahkan.

Ini jam Rolex emas.

Ini otomatis.

Angkat tangan, pamerkan jam tangan.

Angkat tangan, pamerkan jam tangan.

Kalau begitu akan kutunjukkan berjalan lurus dan menyilangkan kaki.

Jalan lurus, silangkan kaki.

Goyangkan leher dan lengan.

Jalan lurus, silangkan kaki.

Goyangkan leher dan lengan.

Selanjutnya, pakaian.

Lihat aku.

Aku berpakaian modis sebagai seorang preman.

Tidak terlihat seperti preman, 'kan?

Dari jarak 100 meter, akan terlihat bajuku merk Thom Browne dan Gucci.

Kau harus membuat mereka berbicara.

Bagaimana pakaian bisa berbicara?

Bagaimana bisa bicara?

Aku Thom Browne.

Aku Gucci. Aku Rolex.

Ini juga Thom Browne.

Yang paling penting adalah Ice Americano.

Ice Americano di musim panas adalah item terakhir yang melengkapi fashionku.

Paham?

Mengumpat.

Preman sejati harus tahu cara menang sebelum bertarung.

Maka kau harus mengumpat dengan cara sekasar mungkin.

"Heh, anak anjing!"

"Sini, tak pukul pala kau, tak injak-injak jadikan keset kamar mandi!"

Kau bisa menang tanpa berkelahi jika mengumpat dengan kasar.

Paham?

- Sudah paham? - Ya.

Kalau begitu, silakan coba mengumpat.

Keluarkan saja dengan santai.

"Heh, anjing..."

"Tak pukul pala..."

"Tak pukul..."

Apa aku boleh mencobanya?

Silakan.

"Dasar anak setan!"

"Mau tak congkel matamu, hah? Mau tak jadikan baso beranak matamu itu, hah?"

"Pantek ya kau, babi sialan, jiancok, asu tenan! Mau lihat gimana aku meledak, hah? Mau lihat?"

"Ketawa?"

"Sekali lagi kau melotot, tak congkel matamu itu, tak jadikan topping boba di eskrim mixue!"

"Berani-beraninya kau melotot, anjing!?"

Maaf!

"Apa lo, njing?!"

"Keluar sana lo, babik!"

Nanti akan kutelepon.

Kita sudah mengajarkan perilaku dan penampilan Lee Jeong-hak ke Ung-nam.

Tapi kita tidak tahu bagaimana nada bicaranya.

Jadi, aku mengundang seseorang yang pernah menjadi bawahan Lee Jeong-shik.

Berdiri yang bener!

Hyung-nim!

Kau ingin membunuhku?

Heh, njing! Apa lo lihat-lihat? Mau gw colok mata lo pake tusukan cilung? Pala lo tuh bau asin jambal!

Ni orang goblok siapa sih?

Maaf, Kak.

Seo Young-sang!

Halo?

Oh, ya.

Ya, baik. Terima kasih.

Timjang-nim.

Dia sudah ditemukan.

Hey!

Kau harus sering keluar.

Ditungguin dari tadi, anying!

Hajar!

Lee Jeong-hak.

Lee Jeong-hak.

Kau ditangkap karena pembunuhan.

Jangan bergerak.

Lee Jeong-hak, jangan bergerak.

Jangan bergerak!

Lee Jeong-hak, jangan bergerak!

Lee Jeong-hak!

[Rumah Sakit Seoul]

Tapi, apa mungkin dia bisa bergerak setelah 5 kali ditembak dengan pistol taser?

Apa pistolnya jelek?

Apa tembakannya bisa ditahan?

Dia perlu dirawat di sini sekitar 6 minggu.

Mari kita mulai operasi secara resmi.

Lee Jeong-shik telah mengirimkan waktu dan lokasi ke ponsel Lee Jeong-hak.

Kau akan mentransfer virus ke Pedalaman Mongolia, Cina.

Rencananya mudah.

Kau berpura-pura menjadi Lee Jeong-hak untuk bertemu Lee Jeong-shik.

Kau harus mendapatkan virus yang dia bawa di tasnya dan

menangkap Lee Jeong-shik beserta antek-anteknya.

Oke.

Saat mobil Lee Jeong-shik ada di sini, Na Ung-nam harus keluar.

Timjang-nim.

Lee Jeong-hak melarikan diri.

APA?!

Bagaimana ini?

Haruskah kita membatalkan operasinya?

Sialan!

Apa?

Gukjang-nim, Anda sudah menerima laporannya?

Ya, sudah.

Jika kita teruskan, mungkin berbahaya.

Bilang apa kau?

Aku sudah lapor ke atasanku!

Jika kita lanjutkan, Na Ung-nam mungkin akan menjadi target.

Kau harus melanjutkan operasinya apapun yang terjadi.

Ini perintah!

Mobilnya sudah datang.

Oke.

Oke.

Target sudah masuk.

Hwejang-nim, silakan pakai mobil ini.

Dia mengganti mobilnya.

Sedang apa kalian?! Cepat ikuti dia!

Lee Jeong-shik melarikan diri!

Ayo cepat!

Dia membawa mobilnya

Blokir tempat parkir!

[Jalur Tidak Dilindungi Lampu Lalu Lintas]

Kau ngapain sih?

Lampu kuning.

Lampu kuning sama dengan lampu merah.

Aku harus berhenti.

WOY!

Dia melarikan diri.

Ini darurat.

Cepat kejar!

Gaskeun!

Kau gila ya?

Warnanya sudah ganti.

Bisa maju kalau sudah lampu hijau.

Ayo!

Heh...

Aku hanya bisa melaju dengan kecepatan 50km/jam di wilayah ini.

Minggir!

Ganti tempat duduk.

- Sekarang? - Sekarang!

Awas, minggir!

Aku sedang mengemudi.

Minggir!

Setirnya..

Minggir!

Setirnya....

Gak bisa dilepasin!

Ya Alloh!

Tunggu!

Dari tadi ngapain aja sih? Gak becus!

Aku menemukan mobil dengan plat nomor 2040.

Mobil polisi.

Mobil polisi, jawab aku!

Mobil polisi!

Sial!

Ketemu, gaes!

Ketemu! Ketemu!

Konten hari ini...

melacak pelarian penjahat!

Setelah melalui pasang surut, aku bisa mencapai 200%โ€”

Lah, sinyalnya kenapa?

Tidak tidak tidak.

Jangan, jangan, jangan!

Gaes...

Tunggu, ini...

Hyung-nim, aku Do-chul.

Aku fansmu, Hyung!

Aku ngefans, Hyung!

Hyung, demi kelancaran live-nya, ayo sini naik dulu!

Apa? Aku lagi sibuk.

Apa?

Oke, bhay!

Timjang-nim.

Tolong lihat yang aku kirim barusan.

Ini live streaming.

Lokasinya di perempatan Hak, Daru-dong.

Wah, spektakuler banget, gaes!

Kalian sedang menonton adegan pelacakan para penjahat.

Sekarang Do-chul, fans berat Mal-bong TV ada di sini bersamaku.

Bagaimana perasaanmu sekarang?

Wow!

Sebuah kehormatan terbesar bisa ada di sini sekarang!

- Na-ra. - Apa?

Apa kamu gak kecepatan?

Pegang yang erat!

Ini terlalu cepat.

Ini di mana?

Selamat datang!

Di sini?

Hwejang-nim.

Kapalnya akan datang dalam waktu satu jam.

Kenapa gak dijawab sih?

Kaget, anying!

Maaf Om...

Berhasil.

Ini aku, Ung-nam.

Kampret! Mana Na-ra?

Kenapa baru datang?

Tapi berkat kamu, kita jadi bisa nemu tempatnya.

Aku gak bau apa-apa kok.

Di mana Lee Jeong-shik?

Di dalam gudang.

Dia ada di sana.

Aku meminta fansku untuk merekam ini.

Live-nya udahan.

Apaan?

Sebentar.

Anjir, ieu naon?

Ini situsi beneran gaes! No fake fake club!

Jangan lupa like dan subretnya buat Do-chul TV.

Anjir, si kehed!

Hey...

Hey, Ung!

Dengar baik-baik. Situasi belum berubah.

Kau hanya cukup...

Lihat aku!

Apa yang kau pikirkan?

Kau hanya perlu akting jadi Lee Jeong-hak.

Oke?

Matamu kenapa sih?

Sadar, Na Ung-nam!

Fokus!

Pergi.

Sana!

Gaes....

Pemilik asli channel ini kembali lagi.

Sekarang kalian sedang menyaksikan situasi asli tanpa rekayasa.

Aku merekamnya secara langsung di TKP.

Mal-bong, hwaiting!

Sesuatu terjadi pada Ung-nam.

Mal-bong dan Na-ra juga sudah lama tidak kelihatan.

Pasti ada sesuatu yang salah.

Mal-bong, si kutu kupret!

Ngapain?

YouTube-nya Mal-bong.

Ung-nam kadang muncul di kontennya, jadi aku subret channel-nya.

Oh, lagi live.

Ung-nam?

Anakku!

Aku pasti bisa.

Bersikap biasa saja.

Kau baik-baik saja, 'kan?

Ya.

Aku baik-baik saja.

Tapi...

aku sudah mengubah lokasinya, bagaimana bisa kau menemukanku di sini?

9x9?

9x9...

81?

Dasar bajingan!

Dimana dia?

Anjay, daebak!

Tapi Ung-nam yang mana?

Mirip banget anjir!

Gaes...

Kalian adalah saksi dan video ini adala buktinya.

Kalian nyawer aku? Aduh makasih gaes!

Helikopter merah legend!

Makasih! Makasih!

Mal-bong, aku ada di dekatmu.

Kau ada di mana?

Mal-bong, aku ada di dekatmu.

Kampret, aku Emaknya Ung-nam!

Omoni?

Mal-bong.

Omoni, kau ada di dekat sini?

Sebentar, di sini...

Omoni, tunggu sebentar.

Di mana? Di mana?

Di sana! Di sana!

Anjrit, mirip banget!

Bahkan orang tuaku bisa terkecoh.

Sial!

Hey, Cowok Ganteng!

Kau Lee Jeong-hak?

Lee Jeong-shik!

Kau sudah dikepung!

Duar!

Jangan mendekat! Jangan mendekat! Ini berbahaya!

Ada bom di sini!

Kau harus membersihkan kekacauan di sini.

Dan juga...

menurutku ini adalah hadiah bagiku...

karena sudah membesarkan dan merawatmu selama ini.

Timjang-nim!

Tangkap Lee Jeong-shik!

Jangan bergerak!

Kau tidak lihat itu? Mereka baru saja membuangmu!

Mereka membuangmu!

Tolong lakukan sesuatu! Atau nanti Ung-nam bisa mati!

Jangan!

Jika kita bertindak gegabah, semua orang akan mati jika bomnya meledak.

Jadi....

maksudmu biarkan Ung-nam mengorbankan dirinya lagi, begitu?

Kau tahu Lee Jeong-hak melarikan diri. tapi tetap menjalankan operasinya!

Ung-nam!-Ung-nam!

Lakukan sesuatu untuk menyelamatkannya!

Ung-nam!

Ung-beok! Jangan, Ung-beok!

Tolong selamatkan dia!

Jangan, Ung-beok. Jangan! Ung-beok...

Ung-nam! Ung-nam!

Tidak! Hentikan!

- Ung-nam! - Hentikan!

Akhirnya, Ung-nam kita mengalahkan para penjahat itu!

Ung-nam!

Kau tidak apa-apa?

Gaes....

Syukurlah.

Sini ibu lihat...

Nak... makan yang banyak.

Kau itu....

Ibu 'kan sudah bilang jangan telat makan!

Kau mau membuat ibumu ini sedih?

Apa-apaan wajahmu ini?

Buka perlahan.

Sisa waktunya 3 menit lagi.

Bagaimana ini?

Jika virus ini meledak di sini, kita semua akan mati.

Begini...

Virus ini...

Apa tidak ada cara lain selain membuannya ke laut?

Apa?

Tidak peduli seberapa kuat virus itu...

jika tekanan udaranya tinggi, kekuatannya tidak bisa dilepaskan.

Apa kau seorang ahli virus?

Aku ayahnya Ung-nam.

Yeobo!

Aku ibunya Ung-nam.

Mal-bong!

Kau tahu aku, 'kan? Aku Jo Mal-bong.

Astaga! Yang benar saja!

Di mana virusnya?

Ung-nam!

Jangan mendekat!

Ibu dan ayah,

maafkan aku karena sudah membuat kalian khawatir selama ini.

Lagi pula, waktuku tidak banyak lagi.

Syukurlah jika aku bisa membantu dengan cara seperti ini.

Aku belum pernah mengatakan ini sekali pun.

Ibu dan Ayah, aku mencintai kalian!

Terima kasih sudah membesarkanku.

Kenapa kau harus mati?

Tidak apa-apa, Bu.

Aku mendengar apa yang Ayah katakan di telepon.

Dia bicara apa?

Ayah bilang harapan hidupku hanya 25 tahun.

Dia ngomong apa?

Mal-bong!

Na-ra!

Terima kasih sudah menjaga rahasiaku...

dan sudah mau berteman denganku.

Jaga diri baik-baik semuanya.

- NAAAKKKK!!! - BUKAN ITU MAKSUDKU!

Tangkap Ung-nam!

Dilaporkan bahwa telah dilakukan penyitaan dan penggeledahan di kantor milk Lee Jung-shik, pimpinan Big History.

yang mencoba melarikan diri dari polisi dengan kapal pada tanggal 25 bulan ini. Dan ternyata perusahaan ini tidak hanya meneliti obat-obatan, tapi juga virus ilegal.

dia ditangkap di bandara di Cina pagi ini.

Dikabarkan polisi melakukan penyitaan dan penggeledahan kantor miliknya

dan ternyata perusahaan ini bukan hanya meneliti narkoba,

tapi juga virus ilegal.

Dikatakan bahwa penyelidikan ini adalah operasi rahasia,

dan orang yang memberikan kontribusi besar dalam operasi ini,

adalah petugas Na Ung-nam dari Kantor Polisi Guro.

Halo, aku Do-chul!

Hadeuh! Goblog sia!

Sudah kubilang jaga ucapanmu kalau lagi nge-live!

Halo gaes! Akhirnya semuanya berakhir!

Konten hari ini adalah untuk yang selalu stay tuned di sini!

Apa Ung-nam kita sudah resmi menjadi petugas kepolisian?

Akhirnya, Ung-nam dipekerjakan lagi!

Ayo kita bersulang!

Ayo semuanya!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ganteng banget!

Ya Alloh, gimana ini? Aku terhura~~

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Ung-nam! Ung-nam!

Aku ganti baju dulu ya!

UNGNAMI

Terima kasih.

Oh iya, dan juga...

Oh Timjang....

rahasiakan percakapan kita ini, oke?

Aku tutup ya, terima kasih.

25 tahun, usia 25 tahun.

Tidak banyak waktu yang tersisa.

Ung-nam kami... Ung-nam kami...

Dia bisa...

secara normal...

menikah, punya anak...

dan memberiku cucu.

[Akhir musim gugur, awal musim dingin. Awal estrus sekitar 3-4 tahun setelah lahir, usia manusia 25 tahun]

Makanan rumah sakit rasanya gak enak ya?

Kamu kangen masakan ibu, 'kan?

Masakan ibu paling maknyos, kan?

Makan yang banyak dan cepat sembuh!

Anak yang makan paling banyak di hari perayaan.

Terus nanti kau diare.

Sepertinya dia masih ingin makan masakan ibunya.

Sup ikan pedas lagi.

Nanti eek-mu bau amis, lho!

Makan aja, gak usah banyak bacot!

Gara-gara kau bicara ngawur, dia hampir saja tertangkap!

Amsyong!

Kenapa kau bilang dia sudah siap kawin?

Emangnya kenapa kalau sudah siap kawin?

Emangnya kenapa? Emangnya malu-maluin?

- Pelan-pelan atuh ngomongnya. - Emangnya kenapa kalau siap kawin?

Jangan teriak-teriak.

Buatku kedengerannya bagus.

Estrus! Estrus! Estrus! Estrus!

[Estrus atau berahi adalah kondisi dimana ternak betina sudah menunjukkan tanda-tanda minta kawin.]

Oh, sini, kita makan bareng.

Ayo sini.

Ayo, duduk sini.

Makan yang banyak.

Lumayan untuk pertama kali mencobanya.

Makan.

Ung-nam, si kampret!

Disutradarai oleh Park Sung Kwang

[Park Sung Woong]

[Lee Yi Kyung]

[Choi Min Soo]

Aigoo kamjakgiya!

[Oh Dal Su]

[Yeom Hye Ran]

Aku sedang berbicara sekarang!

[Yoon Jae Moon]

Gaskeun! Emangnya kenapa kalo ngebut? Masalah?

Gaskeun!

[Baek Ji Hye]

[Seo Dong Won]

Keluar!

[Han Da Sol]

Terima kasih sudah nonton "Ungnami" pakai subtitle ini :)

Sampai jumpa lagi di film atau series selanjutnya, Bhay! ^__^

Subtitle Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Nung

Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah Tiktok @nur.qodriah

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.