Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Halim!
Kau bisa melakukan randa juga?
Ya, bisa.
Kepang?
Bisa juga.
Kau bisa cepat?
Aku bekerja dengan cepat.
Kau akan lihat.
KAFTAN BIRU
Alih Bahasa: Kuda_Lumping
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Satin merah muda ini juga cantik.
Dan ringan.
Kita bisa membuat sesuatu yang modern darinya.
- Lihat. Kau suka ini? - Tidak.
Benarkah?
Warnanya lembut, kainnya menyatu.
Cocok untukmu.
Kalau tidak tertarik, Bachir punya beberapa kain baru.
Jika kau menemukan yang kau suka
kami bisa menjahitnya untukmu.
Oke, kami akan melihat dulu.
Halim sudah mengerjakan kaftanku?
Belum, dia sangat sibuk. Tapi dia akan segera mulai.
Kau baik-baik saja, Mina?
Ya terima kasih.
Baiklah, kami akan kembali. Sampai berjumpa lagi.
Aku pulang.
- Aku akan pulang denganmu. - Tidak, kau kerja.
Kita lembur, pelanggan banyak mengeluh.
Youssef, tolong rapikan kainnya.
- Lipat agar tidak kusut. - Ok.
Sampai jumpa nanti malam.
Kita kehabisan benang emas. Ada dijual di sekitar sini?
Ya, tidak jauh.
Aku akan membelinya besok, jika kau mau.
Oke.
Siapa yang mengajarimu berdagang?
Ayahku.
Dia adalah seorang maalem.
Toko ini miliknya.
Dia pasti bangga padamu.
Mina?
Mina!
Aku di sini.
Kau baik baik saja?
Ya. Terima kasih.
Kau tidak ingin beristirahat?
Tidak, aku baik-baik saja.
Tolong timbang.
Tambah satu atau dua lagi.
Jangan.
Yang ini.
Satu kilo.
Enam dirham.
- Ini. - Terima kasih.
Bayarnya besok.
- Jika enak! - Ok.
- Sudah menunggu lama? - Sekitar satu jam.
Tapi tak masalah.
- Bolehkah aku ganti baju? - Ya, sebelah sana.
Bisakah kau memberiku benang yang tepat untuk kain ini?
Pelanggannya akan mampir untuk memilihnya.
Tentu.
Lain kali, ganti baju di rumah.
- Maaf, kupikir... - Ayolah!
Kita tidak punya banyak waktu.
Halim!
Ini cantik.
Terima kasih.
- Halo. - Halo.
Ini, ini dia pakaian yang ingin kuselesaikan.
Maafkan aku, Fatna.
Model seperti ini tidak ada lagi yang bisa mengerjakannya.
Apa maksudmu?
Kau sudah punya ini sejak lama, bukan?
Ya, sekitar lima puluh tahun. Ini hadiah saat kelahiran anak sulungku.
Aku kenal seorang maalem yang belajar dengan orang Yahudi.
Dia tahu bagaimana mengerjakan ini.
Tapi dia sudah meninggal. Semoga ia beristirahat dalam damai.
Pasti ada orang lain yang bisa?
Tidak, sayangnya.
Tidak ada yang tersisa.
Bolehkah aku menyimpannya sampai besok?
- Tidak, tidak usah - Aku akan menyetrikanya dan kembali dengan lebih baik.
Kelimannya akan kuperbaiki agar tidak semakin rusak.
- Baiklah. - Baiklah.
Kancingnya berbentuk buah ara.
Tidak ada yang tahu bagaimana membuat ini lagi.
Perhatikan detail jahitannya,
kesempurnaan busurnya.
Lima puluh tahun, masih sama. Masih sama cantiknya...
seperti hari pertama.
Luar biasa.
Bisakah aku melihatnya?
Silakan.
Bagaimana dengan yang ini?
Yang ini tidak akan pernah ketinggalan zaman.
Kau bisa membuatnya dengan benang sutra dalam dua warna ini.
Ini akan terlihat bagus.
Apa kau punya yang lainnya? Biarku lihat...
Ini dia.
Ini cantik.
Ya, ini menakjubkan.
Tapi butuh waktu lama untuk membuatnya.
- Tidak lama. - Berapa lama, kira-kira?
Sekitar enam minggu.
Dua bulan, jika kau mau ambil semuanya.
Dua bulan terlalu lama.
Dengan mesin jahit?
- Halim tidak menggunakan mesin jahit. - Baiklah.
Tidak ada yang bisa membedakan antara buatan tangan dan buatan mesin.
Sekarang semuanya sama.
Kami bisa memberikan harga yang murah.
Youssef.
Kesini.
Saat memotong,
sejajarkan kain dan pegang erat-erat.
Jangan sampai bergeser.
Lihat?
Ke sini.
Untuk kerah,
kau harus membuat pola yang lebih kecil.
Teruskan.
Coba kerjakan bagian kerah.
- Aku belum pernah melakukan sebelumnya. - Coba saja.
Saat kau memotong kain, tenang dan jangan tegang.
Jika kau memotong terlalu banyak, tidak ada jalan untuk kembali.
Dan selalu sisakan satu sentimeter.
Itu adalah bagian margin.
Sentimeter maalem.
Lain kali, kau akan mengerjakan polanya juga.
Siapkan benang emas, aku membutuhkannya.
Meftal atau tersan?
Tersan, dengan tiga utas.
Seimbangkan tersan dengan meftal.
Kalau tidak, akan merusak pakaian.
Setrika sesukamu, tidak akan berantakan.
Seperti ini?
Tidak, ada arah yang harus kau jahit.
Maaf. Aku lupa waktu.
Tidak apa-apa.
Kau punya pekerjaan yang banyak.
Ayo, aku akan memanaskan makanannya.
Kau tidak ingin makan?
Aku sudah makan beberapa jeruk keprok. Aku tidak lapar.
Dia membuat kemajuan?
Dia bisa?
Ya.
Lumayan.
Sepertinya dia menyukai kerajinan itu. Dia ingin belajar.
Tidak ada yang mau belajar kerajinan itu lagi, Halim.
Semua sudah berakhir.
Lihat saja.
Cepat atau lambat, dia akan memberi tahumu dia menemukan pekerjaan lain.
Dia bisa jadi kurir
atau penjual sayur di pasar.
Aku tidak tahu.
Dia tampak berbeda.
Tidak.
Dia sama seperti yang sebelumnya.
Kita akan menemukan orang lain.
Semuanya akan baik-baik saja.
Seperti magang di sebuah pohon.
Aku bisa mengerjakannya sendiri.
Aku tidak membutuhkan siapa pun.
Kau tahu itu tidak mungkin. Kita bakal tertinggal.
Ini.
Terima kasih.
Kau mengunci pintu depan?
Ya.
Aku ingin mengerjakan kaftan lagi malam ini.
Ada beberapa grommet yang hilang.
Biarku lihat.
Kenapa kau tak bilang.
- Kau bisa mengerjakan utasnya nanti. - Tidak apa-apa.
Gosok dengan minyak almond.
Akan membaik.
Dan jangan bekerja lagi.
Kerjakan saja besok.
Youssef!
Kemari.
Youssef!
Ya?
Di mana satin merah mudannya?
Di sebelah sana.
Tidak, bukan itu.
- Aku tidak melihatnya. - Di sebalah sana atau kau tidak melihatnya?
Yang mana yang benar.
Aku tidak menyentuhnya.
Kau merapikan kainnya.
- Ya, tapi aku... - Ya, tapi tidak ada apa-apa!
Temukan atau kupotong gajimu.
Silakan potong gajiku.
Kau tidak peduli?
Aneh, kau menerimanya, meski tidak melakukan kesalahan.
Kau tahu, Bu,
aku sudah hidup sendiri sejak aku berusia 8 tahun.
Uang bisa datang dan pergi. Tidak masalah.
Aku tidak peduli.
Aku bukan pencuri.
Aku tahu.
Ini cantik.
Benang emas ini terlihat bagus.
Pengerjaannya bagus.
Tapi kau harus cepat.
- Hanya saja... - Sabar.
- Jenis sulaman ini tidak sederhana. - Itulah yang aku bayar.
Kau tidak harus menjahitnya di sini.
Suamiku adalah seorang maalem, bukan mesin.
Dia bekerja dengan kecepatannya sendiri.
Jika kau tidak menyukainya, aku akan mengembalikan uangmu.
Bagaimana?
- Aku akan menunggu hasil kerjanya. - Baiklah.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.
Aku akan bekerja lebih cepat.
Tidak. Wanita itu tidak boleh mendikte kerjamu.
Tapi kita perlu maju.
Ya aku tahu.
Tapi ini adalah pakaian terindah yang pernah kau buat selama bertahun-tahun.
"Itulah yang aku bayar!"
Sapi bodoh...
Suamimu lah yang membayar dengan hasil uang suapnya.
Persetan dengan dia!
Dia pikir dia siapa?
"kau tidak tahu berapa banyak teh, kopi, rokok,
"Dibutuhkan untuk membuat kaftan ini, Ibu istri bupati!"
"Ya! Sedikit teh mint dan lebih banyak pekerjaan!"
"Suamiku adalah maalem, bukan mesin!"
"Dia bekerja dengan kecepatannya sendiri. Jika kau tidak menyukainya, aku akan mengembalikan uangmu."
"Kau dengar?"
"aku akan memberitahu suamiku, Abdellatif. Dia tidak akan senang."
"Suamimu?"
"Abdellatif?"
"Ya, suamiku! Suamiku, seorang bupati!"
"Dikenal semua orang!"
Kepala Daerah!
Kepala Daerah!
Kemana kita?
Aku belum ingin pulang.
Kau harus istirahat, Mina.
- Kita akan ke rumah Moha. - Moha?
Ya, Moha.
Aku melewati kafe itu selama 15 tahun, tidak pernah menginjakkan kaki di dalamnya.
Terus?
Tidak ada, aku hanya ingin teh mint dari Moha.
Itu saja.
Ada kursi kosong.
Halo Halim, mau memesan apa?
Teh kunyit.
Aku suka mencampurnya.
Dan kau, sayangku?
Kopi.
Aku akan minum kopi.
Aku ingin merokok sedikit juga.
- Kau bercanda, kan? - Tidak.
- Rebut bola itu! - Lihat!
Jangan biarkan dia lewat!
Goal!
Sialan!
Apa masalahnya?
Kita mencetak gol.
Apa? Itu kan gol.
Seperti final Piala Dunia, bukan?
Ini gila.
Aku tidak mengerti mereka. Sungguh.
Aku bersumpah.
Selamat malam.
Selamat malam.
Identifikasi.
- Ada masalah, petugas? - Hanya pemeriksaan rutin.
Sejak kapan kau melakukan pemeriksaan rutin di Medina?
ID-mu.
Aku tidak membawanya, hanya beberapa langkah dari rumahku.
- Kita akan ke kantor. - Dia istriku, kami tinggal satu blok dari sini.
Baiklah. Surat nikahmu?
Maaf, petugas, aku tidak membawanya.
Aku bisa pulang dan mengambilnya, jika kau mau.
Oke untuk kali ini.
Kau, ke sini.
Mengapa kau meminta maaf? Aku tidak mengerti.
Apa yang kau ingin aku lakukan?
Apa yang aku ingin kau lakukan?
Ya. Apa?
Tidak ada apa-apa.
Tidak pernah melakukan apa pun, tidak pernah mengatakan apa pun.
Mina!
Mina!
Besok pagi, kita ke rumah sakit.
Kau perlu tes lagi.
Itu tidak berguna, kau tahu itu.
Tidak.
Kita akan pergi.
Untuk apa?
Untuk membayar 4000 dirham lagi untuk scan lagi?
Tidakkah menurutmu kita sudah menghabiskan cukup banyak?
Kita lakukan semua yang kita bisa.
Sekarang semuanya ada di tangan Tuhan.
Aku meningkatkan sulamanku dari yang terakhir kali. Aku hampir selesai.
Bagus, tunjukkan padaku.
Halo.
Ada orang di sini?
Tidak ada?
- Halo, Ibu. - Mina di sini?
Dia sedang tidak di sini. Ada yang bisa kubantu?
Aku ingin kaftan untuk pernikahan.
Punya sesuatu yang bagus?
Tunggu sebentar, aku akan panggil maalem.
Aku bisa mengubah lebar atau panjangnya.
Bukan itu yang aku cari.
Aku mau yang lebih cantik. Yang berkelas.
Yang ini.
Ini model klasik.
Cocok untuk semuanya
Sampai semua sisinya.
Terasa berat.
Bagaimana dengan yang itu?
Kapan akan siap?
Maaf, ini untuk pelanggan.
Bolehkah aku melihatnya?
Lihat saja.
Pekerjaannya sempurna, harus aku katakan.
Hati-hati, kau tidak boleh kasar pada kainnya.
Dengarkan,
aku bersedia membayarmu lebih dari dia.
Tetapkan harganya.
Aku minta maaf. Itu tidak mungkin.
Bisakah kau memberiku warna biru royal yang sama?
Ini bukan biru royal.
Ini biru petroleum.
Lupakan.
Selamat tinggal.
Kalian bukan satu-satunya toko di pasar...
Bagaimana hasil hari ini?
Aku minta maaf.
Aku tidak bermaksud membangunkanmu.
Kau pikir aku ayam?
Aku hanya memejamkan mata sejenak, aku tidak tidur.
Sudah mendingan?
Ya, terima kasih Tuhan.
Aku akan membuatkanmu makan malam.
Aku tidak lapar.
Istirahatlah.
Di sini.
Biarku lihat.
Lumayan.
Simetrinya tidak bagus.
Terus mengacu ke sisi lain, biar identik.
Jangan biarkan matamu tertuju pada jari-jarimu.
Masukkan jarum dengan pas,
tekan kuat, sehingga tusukan akan bertahan.
Kaftan harus kuat dari orang yang memakainya.
Diwariskan dari ibu ke anak perempuan.
Tahan diuji oleh waktu.
Lanjutkan,
lanjutkan.
Tekan kuat saat kau memasukkan jarum.
Kau merasa sehat?
Ya lebih baik. Terima kasih Tuhan.
Kau sudah istirahat?
Ya,
Aku juga merapikan rumah.
Kau terlihat cantik.
Seperti biasanya.
Kau pulang sedikit terlambat.
Kau tidak bisa menyelesaikan lebih cepat?
Tidak.
Biarkan aku mengatur meja.
Buat dirimu nyaman.
Kau pasti lelah.
Hampir siap.
Enak?
Ya, enak sekali.
Apa alasannya?
Tidak ada.
Apa kita selalu membutuhkan alasan untuk makan rfissa?
Kau benar.
Kau berbelanja bahan makanan?
Ya.
Terus?
Kau tidak boleh keluar sendirian, Mina.
Aku baik-baik saja.
Besok aku akan ke toko.
Apa?
Kau lebih suka aku terjebak di tempat tidur seharian?
Makan.
Nanti dingin.
Halim!
Ya.
Seperti ini?
Ya, itu lebih baik. Tapi sedikit kencang.
Aku bisa melakukannya sedikit lagi.
Tapi kain ini
harusnya meluncur di atas kulitmu.
Bukan menekannya.
Ini adalah beludru sutra.
Lihat betapa lembutnya.
Bagaimana dia meluncur...
kau tidak boleh menghalangi pergerakannya.
Jika kau memakainya langsung di tubuhmu
akan terbungkus secara alami.
Sabuk talinya akan mengikatnya.
Oh begitu.
Tapi potonglah sedikit lagi.
Baiklah.
Seperti kemauanmu.
Kau benar.
Bagus.
Terus mengukurlah saat kau masih menyelesaikan kaftan lain.
Ada yang salah?
Tidak. Tapi kita perlu mempercepat.
Tunjukkan yang lainnya.
Yang ini cantik.
Dan lihat yang ini.
Lihat.
Wanita memuja yang satu ini.
Aku tidak tahu.
Mina, kau bisa mengembalikan yang tidak kau suka.
Oke.
Omong-omong...
kau sudah membayar satin merah muda ini terakhir kali, tapi mengembalikannya secara tidak sengaja.
Kau ingat?
Ya terima kasih.
Aku akan memasukkan ini sekalian.
Pikirkan baik-baik, ambil apa yang kau inginkan, kembalikan yang tidak sesuai.
- Ok. - Sampai berjumpa lagi.
- Halo. - Halo.
Dua dirham sabun hitam.
Hanya sabun, tidak ada yang lain?
Tidak, terima kasih. Aku akan mengambil kabin individu.
Lima belas dirham.
Kau belum menyentuh piringmu.
Kau akan memberi tahuku itu setiap kali makan?
Kau belum makan selama berhari-hari.
Aku sedang diet.
Model catwalk, tidak bisakah kau lihat?
Aku tetap di rumah.
Aku tidak merasa sehat hari ini.
- Aku akan di sini bersamamu. - Tidak.
Aku akan memberinya kunci cadangan dan pulang.
Tidak.
Aku lebih suka di sini.
Dan aku lebih suka kau pergi.
Kau harus menyelesaikan kaftannya.
Pas? tidak terlalu lebar?
Kencangkan sedikit.
Sedikit lagi.
Ilyas, tenangkan adikmu!
Demi Tuhan!
Apa yang kalian lakukan?
Apa yang terjadi? Bukankah kita sudah membicarakan ini?
Kemarilah!
Demi Tuhan!
Cuma omong kosong?
Kalian pikir ini lucu?
Tunggu di sini sampai kita pulang.
Diam. Geser!
Kalian tidak punya apa-apa untuk dibanggakan!
Kita akan selesaikan ini di rumah!
Aku akan kembali besok.
Ayo!
Aku menyukaimu.
Ambil utasnya di lantai.
Suruh orang lain untuk mengambil utasmu.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Terdapat lima level, seperti yang kau minta.
Dua ratus kancing.
Aku menambahkan sepuluh lagi, untuk berjaga-jaga.
Bagus.
Terima kasih.
Semoga Tuhan membalasmu.
Kenapa?
Kenapa?
Apanya yang sakit?
Mina.
Dimana yang sakit?
Beri tahu aku.
Ambil napas.
Buang napas.
Aku akan meningkatkan dosis morfinnya
untuk meringankan rasa sakitnya.
Dan beri dia sirup,
untuk merangsang nafsu makannya.
Dia harus makan.
Itu penting.
Tidak ada lagi?
Hanya itu yang bisa kita lakukan.
Tapi kita harus kembali ke rumah sakit, menjalankan beberapa tes.
Mungkin dia bisa memulai perawatan lain.
Halim.
Istrimu telah berjuang.
Sekarang waktunya telah tiba untuk melepaskannya.
Aku minta maaf.
Ayo masuk ke dalam.
Mengapa?
Itu pemakaman Sheikha Hadda.
Benarkah?
Tidak terlihat seperti itu.
Mengapa tidak?
Dia yang membuat semua tarian Salรฉ, yang menyukai warna dan kemilau...
aku yakin dia memimpikan sesuatu yang lain.
Bisakah kau membantuku mencuci rambut?
Aku harus menunggu 25 tahun, sampai kau mencuci rambutku.
Yang harus kau lakukan hanyalah bertanya.
Berhati-hatilah terhadap apa yang kau katakan.
Siapa yang tahu, apa yang kuminta darimu.
Keinginanmu adalah perintahku, Nyonya.
Bagaimana airnya?
- Panas! - Panas?
Panas.
Seperti ini?
Seperti ini.
Toko sudah tutup selama seminggu.
Aku khawatir.
Masuk.
Kupikir kau akan kembali ke Meknes.
Tidak.
Bisakah aku melakukan sesuatu untukmu?
Tidak.
Halim!
Siapa?
Youssef.
Dia datang memberi tahu bagaimana kabar toko.
Tapi dia akan pergi.
Youssef!
Kau mengunci pintunya setiap malam?
Ya.
Selalu, Mina.
Dan Latifah?
Dia sudah datang membayar pakaiannya?
Tidak, belum.
Jangan berikan padanya sampai dia membayar. Bahkan jika dia bersikeras.
Kalau tidak, dia akan membutuhkan waktu satu tahun untuk membayar.
Oke.
Baiklah,
Aku harus pergi ke toko. Ada pekerjaan yang harus dikejar.
Aku kehabisan benang.
Aku bisa membeli beberapa, jika kau mau.
Dan beli kancing untuk pakaian berbunga-bunga.
Ada uang di laci, di bawah meja.
Ya.
Dia mengurusnya dengan baik.
Dia membuat kemajuan dengan beberapa pakaian.
Pelanggan terus bertanya, tapi dia tahu cara mengulur waktu.
Kau harus kembali secepat mungkin.
Kita tidak bisa kehilangan pelanggan.
Baiklah.
Saat kesehatanmu sudah lebih baik.
Mina?
Tidak apa-apa.
Aku hanya ingin mengambil obat.
Mengapa kau tidak memanggilku?
Aku bisa melakukan banyak hal sendiri.
Kau terluka?
Tidak.
Semuanya baik-baik saja.
Aku akan istirahat sebentar.
Dia datang dua kali minggu lalu.
Dan lagi minggu ini.
Dia ingin pengembalian dana.
Kupikir kau mungkin ingin menyelesaikannya di rumah.
Ini adalah kaftan yang mahal.
Masuk.
Aku membelikanmu makanan.
Untuk berjaga-jaga.
Ada jeruk keprok untuk Mina.
Terima kasih.
Dia belum sehat?
Dia wanita yang kuat.
Dia akan baik-baik saja.
Ibuku meninggal saat melahirkanku.
Ayahku selalu membenciku.
Mina...
Mina menyembuhkan semuanya.
Dia selalu ada.
Seperti batu.
Ayo, maalem, bangun.
Bangun!
Kau menjadi pemalas.
Serius?
- Aku, pemalas? - Ya, pemalas.
Malas sekali.
Ya.
Ini. Persiapkan ini dan bawa ke aku.
Oke. Kau membutuhkan yang lain?
Tidak terima kasih.
Halim! Itu Youssef bersamamu?
Ya.
Bisakah kau menyuruhnya masuk?
Dia akan masuk.
Apa?
Kau ingin gambar?
Kemari.
Duduklah.
Terima kasih untuk semua yang kau lakukan.
Tidak masalah.
Aku menemukan satin merah mudanya.
Dan aku belum memberitahumu.
Aku tahu.
Sejak kapan kau tahu?
Bachir mengatakan kepadaku...
dia memberikannya padamu beberapa hari kemudian.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Tidak.
Aku tidak jujur โโpadamu.
Kau akan memaafkan aku?
Lihat aku.
Aku akan pergi ke toko.
Aku sudah selesai.
Aku berharap tidak terlalu matang.
Bukankah dia memberitahumu aku alergi telur?
Maaf, aku tidak tahu.
Santai!
Jika benar, aku pasti sudah mati sekarang.
Itulah yang kumakan selama berminggu-minggu.
Selamat makan.
Aku harus kerja, aku tidak lapar.
Tidak.
- Ayo duduk bersama kami. - Tidak usah.
Tidak bisa dinegosiasikan.
Duduklah.
Ini.
Terima kasih.
Tahu apa yang dikatakan Houria padanya?
Tidak.
Pengukuranmu salah.
Dia bertambah sepuluh kilo!
Tahu apa yang dia lakukan?
Aku mengatakan padanya bahwa membutuhkan sentuhan modern, agar sesuai dengan gayanya.
Aku melepas lengan baju, menambahkan kain ke samping
dan mengetatkannya ke dalam.
Lain kali kita harus menimbangnya sebelum kita memulai.
Ide yang bagus.
Dia pernah melakukan ini sebelumnya.
Hei Mohamed,
matikan musik sialan itu! kau membuat kami gila!
Cukup sudah!
Aku bicara padamu! Kau tuli?
Muak aku!
Cuma itu yang kami mau.
Tuhan Maha Besar.
Kemari.
Ayo!
Goyang pundaknya. Goyangkan.
Tunjukkan padaku apa yang bisa kau lakukan!
Ayo, ayo!
Gaa gaa, ya Zoubida...
aku tidak pernah mendengarmu bernyanyi di Rifian.
Sekarang kau dengarkan aku.
Kau tidak ingin tidur?
Ya,
tapi aku harus menyelesaikan kaftan ini.
Dia pria yang baik.
Maafkan aku, Mina.
Aku mencoba menekan perasaanku.
Sepanjang hidupku, aku terus mencoba.
Tapi tidak berhasil.
Aku bisa saja membuatmu malu.
Menodaimu.
Tidak ada yang semurni sepertimu.
Berbudi luhur.
Aku bangga menjadi istrimu.
Ini menakjubkan.
Kau harus menyelesaikan semua detailnya.
Pastikan semuanya tetap pada tempatnya.
Memeriksa kembali kepangannya
di tempat-tempat tertentu.
Lalu, kau bisa mengirimkannya.
Cantik sekali.
Jika kita bisa merayakan pernikahan kita,
aku akan menginginkannya.
Bahkan jika tidak sebagus ini.
Kau tahu, akulah yang melamarnya?
Benarkah?
Benar?
Bau kalian seperti unta, kalian berdua.
Hari ini, kau akan pergi ke hammam Sudah diputuskan.
Kau akan memberiku waktu istirahat.
- Itu tidak mungkin, Mina. - Jangan membuatku mengulanginya sendiri.
Terima kasih, Tuan-tuan.
Mulai sekarang, aku bisa melakukannya sendiri.
Mengapa kau tidak main layang-layang?
Kalahkan!
Bisakah kau membantuku?
Halim...
Jangan takut untuk mencintai.
Haruskah aku menyiapkannya untuk pengiriman?
Jangan dulu.
Tutup matamu.
Bisakah kau mencium angin laut?
Nikmat sekali...
Manis, bukan?
Ya.
Turut belasungkawa.
Semoga Tuhan memberimu kekuatan.
Terima kasih.
Sudah siap.
Dia sudah dimandikan.
Kau tidak boleh lagi menyentuhnya.
Jangan sentuh kain kafannya!
Keluar.
Kau tidak mendengar?
Aku bilang,
keluar!
Semoga Tuhan menjaga kita.
Ya Tuhan! Beri dia tempat tinggal yang mulia
Jadikan kuburannya taman di surga
Bersihkan dia dari dosa-dosanya
Seperti seseorang membersihkan kain putih dari kotoran
Basuh dia dengan air, salju, dan hujan es...
Alih Bahasa: Kuda_Lumping Medan, 13 Mei 2023
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
KAFTAN BIRU
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.