All language subtitles for The Violent Heart (2020)_id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Boleh aku minta ini?

Kenapa? Itu sampah.

Ini mengingatkanku padamu.

- Hentikan. - Ayo, bangun.

- Ayah sudah pulang. - Apa? Secepat ini?

Ya. Kau tidur seharian.

Daniel! Daniel.

Ayah!

- Daniel. - Ayah!

Kau sangat gila!

Ayah sangat merindukanmu, kau takkan mengira.

Kami juga merindukanmu.

Ayah merindukanmu, gadis kecil.

Aku juga merindukanmu, Ayah.

Kenapa kau begitu pendiam?

Kau biasanya suka bicara?

- Apa masalahnya? - Lelah.

Ya? Kelihatannya kita siap. Baiklah. Oke. Daniel.

Apa yang ingin kau katakan kepada dirimu sendiri?

Wendy!

Wendy!

Kau di mana?

15 TAHUN KEMUDIAN

- Apa? - Aku tak mengatakan apa-apa.

Baiklah kalau begitu.

- Daniel? - Ya, Bu.

Kau sudah pikirkan apa yang ingin kau katakan pada senator?

Semua yang bicara denganku, mereka bilang itu hanya formalitas.

Tetap saja, tak ada salahnya untuk bersiap.

Kita bisa latihan wawancara. Ibu bisa buat pertanyaan.

Bagaimana menurutmu?

Aku rasa aku akan baik saja.

Baiklah.

Ibu, bisa antarkan aku setelah makan malam?

Tidak, sayang. Ibu ada banyak urusan hari ini.

Aku ingin mengunjungi Wendy.

Kenapa?

Entahlah. Aku hanya ingin.

"...melalui penampilan buruk kita,

Ada baiknya tidak diuji...

Itu sebabnya proyek ini harus memiliki satu atau dua cadangan,

Yang mungkin bertahan, seandainya ledakan ini terbukti.

Lembut. Biar aku lihat.

Kami akan bertaruh sepenuhnya terhadap kecerdikanmu.

Aku tidak.

Ketika kau dalam gerakan, kau panas dan kering,

Dan membuat pergelutanmu lebih keras terhadap akhiran.

Dan saat dia memesan minuman, aku akan siapkan dia...

...sebuah piala untuk sesekali, tak lain selain menyeruput,

Seandainya dia sempat kabur dari racunmu yang melekat,

Tujuan kita mungkin Bertahan di sana.

Namun tetap dalam kebisingan apa,

Bagaimana saat ini, ratu manis."

"Satu langkah..." Maaf.

"Satu langkah menginjak tumit yang lainnya,

Begitu cepat mereka mengikuti, saudarimu tenggelam, Laertes."

Brad?

- Sial! - Kau di mana, Bradley?

Salahku.

"Tenggelam, namun di mana?"

"Ada pohon willow yang tumbuh condong ke sungai,

Yang menunjukkan serak daunnya di arus yang jernih.

Dia datang dengan karangan bunga yang menawan,

Dari crow-flowers, jelatang, aster, dan ungu panjang,

Dimana para gembala liberal memberi nama yang lebih kasar,

Namun pelayan kami yang dingin,

Memberi kematian jari pria yang memanggilnya.

Di sana, di mata liontin..."

Apa, Bradley lagi? festival musim dingin.

Pacarnya mencampakkan dia. Aku merasa kasihan.

Apa aku wajib untuk pergi bersamanya?

Tunjukkan padaku.

Aku putuskan kau jadi teman kencanku. Jika tidak kau teman yang buruk.

Bukannya aku tak mau pergi bersamanya.

Aku hanya tak ingin pergi sama sekali.

Itu hanya kumpulan teman-temannya merokok dan bermain video gim,

Dan separuh dari mereka bahkan tidak berdansa.

- Jadi apa gunanya? - Ayah akan mengatakan ini.

Kau sebaiknya bersosialisasi bersama teman sebayamu,

Tak peduli betapa kekanakannya mereka.

Serius, ayah bilang pergilah. Ini semester terakhirmu.

- Pergilah membuat kenangan. - Astaga.

Hei, kau wanita dewasa. Bebas melakukan apapun semaumu.

Ya, kau benar.

Ayah harus tetap di sini sepulang sekolah.

Aku akan menunggumu.

Tak apa. Ayah akan cari tumpangan dari salah satu atlet bisbol.

- Jeff atau sesuatu. - Baiklah.

Ini.

Ayah mau kau mengganti oli.

- Kau bisa melakukan itu? - Baiklah.

Kau bisa bantu ayah?

- Hei, Rick! - Ya?

Lihatlah serpentine-nya.

- Apa? - Serpentine-nya.

- Benar? Ya. - Sial.

Bu? Kami temukan masalah dengan mobilmu.

Bisa ikut aku dan melihatnya?

Ya.

Ini adalah sabuk serpentine.

Posisinya di depan mesin.

Fungsinya, itu menghubungkan seperti air...

- Baiklah, Rick. - Baiklah.

Hai, maaf. Apa salah satu dari kalian bernama Daniel?

- Ya. - Hei...

Aku barusan bicara pada orang di sana,

Dia bilang kau mungkin menuju Bedfield untuk jemput adikmu.

Dari SMA Bedfield, maksudku.

- Ya. - Aku ingin tanya...

Karena aku harus tinggalkan mobilku di sini semalam,

Dan aku menuju saja. Apa mungkin...

Aku tahu ini aneh, tapi apa... Bisa kau memberi tumpangan?

Ya, tentu. Bisa.

- Ya? - Tak masalah.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Aku akan ambil barangku dan... Oke. Dah.

Terima kasih tumpangannya.

Tak masalah.

Kita juga satu arah.

Aku tahu buku ini.

Ayahku berikan ini untukku.

Dia sering memintaku membuat laporan buku agar aku bisa ingat,

Seperti menulis temanya,

Siapa protagonis dan siapa antagonisnya,

- Dan semuanya. - Baiklah.

Karena dia guru Bahasa Inggris.

Dia sebenarnya guru Bahasa Inggris-ku, tidakkah itu aneh?

Lebih aneh dari yang kau pikirkan, karena...

Kenapa kau ingin ayahmu sebagai gurumu?

Tapi dia lebih keras padaku dibanding pada orang lain.

Yang ada itu justru mendorongku untuk jadi lebih baik karena...

- Maaf. Aku terus bicara. - Tak apa.

Jadi silahkan jika kau ingin berkomentar,

- Atau cukup minta aku berhenti. - Tidak, karena kau akan...

- Kau cukup cerita padaku. - Tidak...

Aku cenderung banyak bicara saat tidak nyaman, jadi...

Kau tak terlihat tidak nyaman.

Percayalah, aku tidak nyaman.

Tidak, ayolah. Kau bersandar, rileks.

Menyentuh barangku. Kau terlihat tenang bagiku.

Dilarang menyentuh buku. Aku mengerti.

Tidak, kau bisa sentuh bukunya jika mau.

- Itu buku yang bagus. - Tidak. Kita bisa duduk diam.

Mendengarkan angin.

Kau tahu, aku benci kesunyian.

Satu-satunya orang yang bisa duduk diam denganku adalah ayahku.

Meski begitu, aku tetap merasa harus mengatakan sesuatu.

Apa?

Kau banyak bicara tentang Ayahmu.

Banyak.

Itu tidak benar.

Benarkah?

Astaga. Itu benar. Itu benar!

Tak masalah untuk bicarakan ayahmu.

- Kau sayang Ayahmu. Tak masalah. - Ya Tuhan!

Itu menghancurkan.

Sekarang kau beritahu aku sesuatu.

- Agar membuatnya impas. - Aku?

- Kau mau aku untuk apa? - Beritahu aku cerita memalukan.

- Ayolah, kau pasti punya. - Memalukan?

Memalukan. Sesuatu yang tidak keren.

Tidak, aku selalu keren seumur hidupku. Jadi itu akan sulit.

Kau keren seumur hidupmu.

Aku hanya bilang.

- Kau hanya pria besar hebat. - Pria tangguh. Itu dia.

- Sekarang kita bicara. - Kau melakukan hal-hal laki.

- "Hei!" - Seharian, setiap hari.

- "Mau kuperbaiki motormu?" - Itu yang aku lakukan.

"Aku bisa lakukan itu."

- Begitu aku kedengarannya? - Ya.

Kau melihatku dengan jelas. Tapi coba tebak?

Aku juga melihatmu dengan jelas.

Cukup adil.

Aduh! Apa-apaan?

Brengsek.

Itu sangat cantik.

Terima kasih tumpangannya.

Sampai besok.

Sebentarnya, tidak. Aku besok ke Nashville.

Ada apa di Nashville?

Pertemuan. Aku berusaha mendaftar bertugas.

- Di angkatan darat? - Marinir.

Maaf, hai!

- Aku Cassie. - Halo.

Senang bertemu denganmu.

Ada apa denganmu? Namanya Aaron. Maaf.

Aku selalu suka nama itu.

- Pilihan dia. Ya. - Tidak mungkin. Sungguh?

Ayahku memberinya buku dan dia memilih yang pertama dia lihat.

- Yang pertama, ya? - Begitulah.

- Senang bertemu kalian. - Kau juga.

Sampai jumpa.

- Diamlah, Aaron. - Apa?

- Aku tak berkata apa-apa. - Ya, baiklah.

Aku hanya melihatmu.

Kau selalu melihatku.

Halo?

- Ayah? - Sebentar.

Sebentar. Ayah hanya...

- Hei! Ada apa? - Kenapa kau di sini?

Hei.

Kerlipan bohlam ini membuatku gila,

Dan akhirnya aku harus menanganinya sendiri.

Jadi,

Menurutku skorsing langkah yang salah.

Kapan terakhir kita bicara pada orang tuanya?

- Aku akan hubungi dia. Terima kasih. - Baiklah.

- Terima kasih. - Hai, Cassie.

Ayah sebaiknya hubungi Jeff untuk membatalkan karena kau di sini.

Aku tak membawa mobil.

- Ada apa? - Sabuknya putus.

- Tunggu, apa? - Itu hampir putus.

Dan mereka memintamu mengganti timing belt?

Bukan timing belt, tapi belt berbeda.

- Itu... - Serpentine belt?

Ya.

Tetap saja, ayah berharap kau menghubungiku terlebih dahulu.

Tak apa.

...sangat melegakan. Tepat sebelum kejuaraan Negara Bagian.

Aku tak punya tiket stadion.

Aku tak punya apa-apa.

Hanya punya satu hal di pikiran mereka.

Dan aku masih berusaha memikirkan apa itu sebenarnya.

- Bukan tugas sekolah. - Bukan tugas sekolah.

Itu juga bukan lemparan.

Aku rasa itu tak berkaitan olah raga.

- Anak-anak zaman sekarang. - Anak-anak.

- Kau paham maksudku? - Astaga.

Joseph. Hei, ingat Min?

- Joseph? - Siapa itu?

Wanita Vietnam mungil? Guru kelas yoga-ku?

Kau tahu apa yang dia katakan kepadaku?

Dia bilang aku harus mengajar kelas yoga.

Kau percaya itu?

- Duduklah. Duduk di sana. - Terima kasih.

Kapan itu dimulai?

- Aku takkan mengajar. - Kenapa tidak?

Aku bisa bilang istriku instruktur yoga. Itu cukup seksi.

Kau tak apa?

- Ya. Baik, baik. - Baik, baik.

Ayolah. Kenapa kau begitu murung?

Tekanannya akhirnya mulai menghampirimu?

Semester terakhir.

Ibu harap kau temukan cara untuk rileks.

Kau tak bisa terus-terusan belajar.

Ayolah. Kapan terakhir kau keluar dan bersenang-senang?

Entahlah.

Mungkin kau perlu melakukan sesuatu tentang itu.

Mungkin aku akan libur besok.

Itu dia.

Tunggu, libur dari... Maksudmu bolos sekolah?

Ya. Mungkin menemui teman-temanku di Vanderbilt.

Ibu rasa kau tak bisa melakukan itu.

Dia bisa?

- Tidak. Itu konyol. - Mengapa?

Karena kau tak bisa bolos sekolah. Itu sebabnya.

Itu yang ayah katakan padaku pagi ini?

Apa yang ayah katakan kepadamu pagi ini?

Jika aku wanita dewasa?

Bebas bertindak sesukanya?

Kau percaya gadis ini gunakan kata-kataku terhadapku?

Kau mau ke mana?

Aku ada PR.

Hei, aku berpikir pergi ke Nashville besok.

Hore! Aku latihan besok pagi, tapi aku akan biarkan pintu tak terkunci!

Hei, ini Cassie. Alias gadis yang kau antar hari ini.

Hanya ingin berterima kasih sekali lagi padamu.

Terima kasih.

Tidak masalah.

Aku penasaran bagaimana kau mendapat nomorku?

Aku menghubungi bengkel dan memintanya baik-baik.

Aku tak seharusnya melakukan itu?

Kau bisa bicara?

Tentu.

- Halo? - Hai.

Terima kasih sudah mengangkat.

Tentu.

Kau sedang apa?

Aku baru ingin tidur.

Secepat ini?

Ya, tidur lebih cepat, bangun lebih cepat.

Tidur pukul 20:00,

Ibumu menyelimutimu.

Itu benar.

Dan aku yakin kau manusia malam.

- Ya, sepenuhnya. - Begadang,

Pergi ke seluruh kelab, berusaha untuk terlihat.

Ada begitu banyak kelab. Aku harus datangi semuanya.

Jadi...

Alasan sebenarnya aku menghubungimu adalah...

Aku ingin tahu jika kau jadi ke Nashville besok.

Ya.

Aku pergi... Aku juga pergi.

Besok.

Oke.

Dan karena kau sudah berbaik hati memberiku tumpangan hari ini,

Aku ingin membalas budi,

Dan memberimu tumpangan.

Dengan anggapan kalian selesaikan mobilku tepat waktu.

Atau itu bukan anggapan yang aman?

Tidak...

Kau sangat baik hati.

Aku berencana bawa motor ke Nashville.

- Motormu? - Ya.

Apa kau punya ruang untuk satu orang lagi?

Itu ide yang buruk,

Karena aku tak ingin terlihat terlibat...

...dengan siapapun.

Siapa bilang aku ingin terlibat?

- Maksudku... - Wow.

Kau tidak sekolah besok? Kau sekolah?

Ya, itu bukan masalah.

Dan Ayahmu? Dia tak keberatan kau pergi?

Ya.

- Bersamaku? - Ya. Ya.

Maaf, ini...

Ini terasa seperti sesuatu yang sebaiknya tak kita lakukan.

Dengar,

Aku SMA angkatan akhir.

Oke? Aku...

Aku 18 tahun, jadi...

- Halo? - Ya, ya, ya.

Aku...

Aku di sini.

Jadi, apa yang kita lakukan?

Ya Ampun!

Astaga, itu menakjubkan.

Ambil waktumu.

Apa kau harus langsung pergi? Apa yang kau...

ya, aku sebaiknya pergi. Datang lebih awal.

Baiklah.

Aku bisa SMS kau saat selesai.

Oke, ya.

- Oke. - Itu... Ya, aku...

Aku tak punya banyak rencana, jadi...

Baiklah.

Oke.

- Sampai jumpa. - Sampai bertemu.

Ayolah.

Hei, ini Melissa. Tinggalkan pesan.

Kotak pesan penuh. Aku tak bisa terima pesan baru.

Maaf! Aku lupa kami ada pertandingan akhir pekan ini!

Tapi silahkan menerobos masuk!

Aku rasa kita bertemu lain waktu.

Maafkan aku! Ada kado untukmu di kotak ganja...

Warga Bedfield Berduka Atas Kematian Siswi SMA

Wendy Harris (Diatas) meninggalkan orang tuanya Lee dan Nina Harris,

Serta adiknya, Daniel.

Tak ada tersangka yang diidentifikasi...

Dalam pernyataan kepolisian, Daniel Harris, 9 tahun,

...pergi bersama pria tak dikenal.

...dua tembakan...

...dan temukan mayatnya.

Tn. Harris?

- Benar. - Sudah kuduga itu kau.

- RJ. - Tentu.

- Senang akhirnya bertemu langsung. - Ya, aku juga. Kau juga.

Silahkan masuk.

Jadi, kantorku menerima sekitar 50 pemohon pertahun.

Aku mensponsori dua... Tiga tahun ini, termasuk kau.

Sedikit tentangku.

Saudaraku... Dia juga mantan narapidana.

Permasalahan yang sama.

Dan satu hal yang kukatakan kepada diriku sendiri.

"Jika aku terpilih,"

"Aku akan usahakan gunakan posisiku sebagai pemimpin,"

"Untuk menyokong orang yang mungkin membuat kesalahan,"

"Tapi siap berkomitmen pada dirinya sendiri..."

"...untuk sesuatu yang lebih besar."

- Itu masuk akal? Bagus. - Ya, Bu.

Minggu depan, kau akan bertemu dengan pimpinan batalion.

Namanya Adam Kane, Let.Kol Adam Kane.

Aku akan sedikit mempermanisnya,

Tapi kau perlu ingat...

- ...ini sepenuhnya keputusan dia. - Tentu.

Yang aku butuhkan darimu adalah amunisi untuk disampaikan.

Aku butuh sesuatu yang mungkin catatanmu,

Atau selembar kertas tak bisa utarakan.

Tentu...

Aku lulus Paket C tahun lalu.

Aku rasa itu selembar kertas.

Seperti apa rasanya kembali bersekolah?

Tidak, itu hanya ujian.

- Jadi... - Baiklah.

Mungkin kau bisa beritahu aku tentang memiliki orang tua...

...di angkatan bersenjata.

Ayahmu petugas jabatan tinggi.

Itu jelas mempengaruhiku.

Kau melihat seseorang seperti Ayahku, dan...

- Maaf. - Tak apa.

Tak apa. Ambil waktumu.

Kau tahu, aku rasa bagian terburuk tentang aku masuk penjara,

Yaitu melihat apa yang itu sebabkan kepadanya.

Aku ingat hari saat dia mengantarku.

Dia bilang padaku untuk kuat dan yang lainnya,

Lalu dia memegang pundakku,

Dia menatapku terakhir kalinya,

Aku bisa merasakan betapa dia kesulitan bergelut dengan itu.

Dia tak suka tunjukkan siapa yang dia lihat.

Aku tak suka siapa yang dia lihat.

Tapi aku tahu bahwa itu bukan aku,

Dan aku ingin agar akhirnya melakukan sesuatu...

Apa saja untuk membuktikan itu.

Aku tidak tahu itu terdengar seperti apa.

Itu terdengar seperti kejujuran.

- Hai. - Hei.

- Maaf, aku memulai tanpamu. - Tak apa.

Sebelah sini.

Jadi bagaimana? Kau diterima?

Masih ada satu pertemuan lagi, tapi kurang lebih hanya itu.

Itu gila jika seluruh tujuan dari angkatan darat...

...tidak langsung menerimamu.

Ya, itu Marinir.

Apa mereka lebih selektif?

Ya, ya,

Tapi ayahku di Korps, jadi aku rasa dia akan...

Dia akan coba gunakan koneksinya.

Apa dia yang membuatmu gabung militer?

Dua Jameson. Buka atau tutup?

Tutup.

Kau tahu, di sini agak berisik, bukan?

Ya, aku tidak minum.

- Sial. Maaf. - Ya, maaf. Aku harusnya bilang.

- Tidak, itu tidak harus... - Tak apa.

Jangan khawatir.

Hei, kalian mau ini?

Itu untukmu.

- Tentu. - Maaf soal itu.

Hei. Hei, aku Ross.

Siapa namamu?

Aku Cassie.

Jadi, Cassie, kau pergi keliling bar...

...dan mentraktir minum orang asing tampan?

Hei, aku bercanda.

- Berikutnya aku yang traktir. - Tidak.

Tidak, aku memaksa. Aku pria jantan.

Aku hanya berusaha untuk menyingkirkannya.

Menyingkirkannya?

Apa kau... Kau masukkan obat bius, 'kan?

Kau tahu, ada cara lebih mudah.

Baiklah, ini. Bagaimana jika kita minum bersamaan?

Hei, aku sebaiknya...

Ya, ayo pergi dari sini.

Hei, bung, apa kalian berdua...

Sial. Aku tidak tahu dia gadismu.

Aku yakin dia orang yang bebas.

Bukan itu yang aku... Hei. Yo, hei.

Hei, Bung, hei...

- Lepaskan aku, Bung. - Tenanglah.

Jangan sentuh aku.

Baiklah.

Sial.

- Maaf aku ikut menyeretmu. - Tidak. Tidak.

Maafkan aku.

Hanya saja aku hampir ingin benar-benar memukul dia.

- Aku ingin memukul dia. - Aku ingin tampar wajahnya.

Kau tidak mengerti. Aku punya catatan kriminal, Cassie.

- Apa? - Cacatan kriminal. Aku pernah dipenjara.

Itu sebabnya aku di sini. Itu sebabnya aku tak bisa...

Aku tak bisa asal bergabung ke Marinir.

Apa yang kau lakukan?

Aku berkelahi saat SMA.

Anak ini datang dari belakang, mendorongku,

Jadi aku berbalik dan memukul dia.

Sekeras yang kubisa.

Dan aku membuatnya buta.

Mata kanannya.

Kau masuk penjara untuk itu?

- Ya. - Meski dia yang memulai?

Bukan itu... Maksudku, ini adalah masalah bagiku.

Aku melukai orang.

Pernah sekali saat SMP,

Anak laki-laki ini memanggilku "Murahan",

Jadi aku ambil kacamatanya dan aku menginjaknya.

Jadi secara tak langsung kita sama-sama membuat orang buta.

Maafkan aku.

Aku tak mengatakan itu agar membuatmu baikan. Itu serius.

Baiklah.

Bagaimana kau seperti ini?

Seperti apa?

Seolah tak ada yang mengganggumu.

Kau begitu asyik.

Apa lagi yang kau suka tentangku?

Apa lagi?

Banyak hal.

Mau aku beritahu apa yang kusuka tentangmu?

- Baiklah... Oke. - Kau siap?

Hai.

Ini akan sangat sulit dilakukan di rumah.

Menurutmu kita bisa lakukan ini di rumah?

Jujur, menurutku datanglah jemput aku dari sekolah Senin pagi.

Aku akan bolos lagi. Aku tak peduli.

Aku suka caramu melihatku.

Laporan Pembunuhan

Apa ini?

Ya? Kelihatannya kita siap.

Baiklah. Oke. Daniel.

Apa yang kau ingin katakan?

Apa yang harus aku katakan?

"Hai. Hai, Ayah. Halo. kami merindukanmu."

Itu yang seharusnya kau katakan.

Ayolah, Daniel.

Entahlah. Lewat.

Lewat? Baiklah.

Baiklah, gadis kecil, apa yang ingin kau katakan?

Ayo.

Hai.

- Halo. - Hanya itu?

Ayah 8,000 mil jauhnya.

Sendirian di gurun pasir. Ayolah.

Aku tidak tahu, Ayah.

Dia tidak tahu.

Tak ada yang tahu apa-apa, bapak dan ibu sekalian.

Hai, ini aku, Daniel.

Aku akhirnya sudah tahu harus berkata apa.

Aku hanya ingin bilang jika aku sangat merindukanmu,

Dan ini akan membosankan,

Dan semua tidak sama seperti biasanya tanpamu.

Dan tolong kembalilah,

Karena aku rindu Ayah setiap hari.

Baiklah, dah.

Ibu, apa satu fakta tentangmu?

Kau tak bisa pikirkan satu fakta saja?

Akhirnya datang juga.

Aaron akan telat sekolah.

Aku akan segera bersiap.

Tunggu, sebentar.

Suasana hatimu sedang bagus.

Pagi, Ibu.

Aku tahu. Bukankah Ibu pernah berusaha menjadi pengacara?

Ya.

Ibu berpikir untuk sekolah hukum.

Sudah membeli buku dan lainnya. Ibu sudah diterima.

- Sungguh? - Ya.

Lalu kenapa tidak lanjut?

Kadang sesuatu tak berjalan seperti yang kita harapkan.

Aaron, ayo berangkat.

- Sampai nanti. - Sampai nanti, sayang.

Hei, Daniel.

Kau ke mana sepanjang akhir pekan?

Kau tahu, aku ada pertemuan.

Sepanjang akhir pekan?

Aku bertemu dengan gadis itu.

- Gadis mana? - Kau ada bertemu dia.

Gadis itu?

Oke, jadi, apa yang kalian lakukan?

Kau tahu, terserah.

Ayo.

"Terserah".

Baiklah. Biar kuberitahu padamu.

Ini waktunya kau punya pacar.

Ini mungkin hanya satu kesempatan.

Dia sudah mencampakkanmu?

Tidak, itu hanya bukan ide bagus.

Kenapa?

Tidak, tunggu. Kenapa itu bukan ide bagus?

Itu hanya bukan ide bagus.

Apa karena dia 18 tahun?

Masih SMA, atau...

Karena dia kulit putih?

Oke, oke, oke.

Baiklah. Jujur, apa kau...

Kau ingin tahu apa yang aku pikirkan?

Tidak, aku tidak mau.

Tolong perhatikan...

Satu relawan?

Anak pemberani. Terima kasih.

- Haruskah aku langsung... - Ya, silahkan.

Ini kakak perempuanku, Wendy.

Dia meninggal sebelum aku lahir.

Dia saat itu masih 17 tahun.

Yang kedua adalah Ibuku.

Namanya Nina.

Dia berpikir untuk masuk sekolah hukum...

Tapi dia putuskan untuk tidak melanjutkan.

Ini Ayahku, Lee.

Dia di Marinir.

Dia tinggal di Afghanistan.

Dia "ditugaskan" di Afghanistan.

Benar.

Dan yang terakhir kakak laki-lakiku, Daniel.

Orang terfavoritku di keluargaku.

Terima kasih.

Oke, siapa berikutnya?

Hei, cerita yang bagus, sobat.

Hei.

Yo.

Apa masalahmu?

Itu sebabnya ayahmu melakukan apa yang dia lakukan?

Karena kau begitu menyebalkan?

Hei!

Ada banyak yang terjadi di rumah. Aku minta maaf.

Itu takkan terulang lagi.

Ya.

Aaron, kemari.

Minta maaf padanya.

- Apa? - Bilang, "Kent,"

"Aku benar-benar minta maaf atas perkataanku padamu."

- Katakan! - Tidak.

- Dia yang memukulku! - Aaron!

Ayah anak itu meninggal.

Apa kau mengerti seperti apa rasanya?

Sekarang minta maaf. Tolong.

Tidak.

Oke. Tunggu di mobil.

- Kenapa? - Lakukan saja.

Aku tak bisa berhenti memikirkanmu.

Aku juga tak bisa berhenti memikirkanmu.

Kapan aku bisa menemuimu lagi?

Apa itu kau?

Sudah selesai?

Kau mau ke mana?

Toilet.

Dengan seluruh barangmu?

- Ya. - Tunggu dulu.

Ini. Bawa tanda izinmu.

Ya Tuhan.

Aku tak percaya kau benar-benar datang untukku.

Ini idemu.

Kapan kau akan tahu tentang Marinir?

Aku melakukan pertemuan terakhirku akhir pekan ini.

Ada yang salah?

Kau yakin?

Ada apa?

Aku rasa ayahku selingkuhi ibuku.

Sial. Sungguh?

- Ya. Maaf. Aku tak bermaksud... - Tidak, aku...

Aku tidak... Aku tak ingin untuk...

Aku hanya merasa begitu marah padanya. Saat aku sendiri, atau...

Seperti saat ini, dan aku...

Dan saat aku bersama dia,

Aku merasa seolah tak diizinkan merasa marah.

Seolah aku harus lindungi perasaannya karena dia ayahku,

Tak peduli betapa kacaunya perbuatannya, dan...

Dia bertingkah sepenuhnya normal.

Maksudku, apa itu?

Apa itu normal? Apa itu seperti... Apa itu sifat laki-laki...

...yang berpura-pura seolah semua baik, dan...

Maksudku...

Kurang lebih. Ya.

Aku benci merasa marah. Aku benci itu. Aku...

Aku hanya ingin singkirkan itu.

Bagaimana aku melakukan itu?

Maafkan dia.

Aku tak bilang itu harus, tapi...

Entahlah. Amarah itu menipu.

Seolah semakin lama kau marah tentang sesuatu...

Kau membawanya denganmu cukup lama,

Kau mulai tidak memperhatikan itu.

Kau hanya menjadi seorang pemarah.

Aku harus memberitahumu sesuatu.

Oke.

Aku tahu tentang kakakmu.

Aku pikir itu aneh tidak bilang padamu jika aku tahu.

Aku benar-benar minta maaf.

Tidak, tak apa. Itu...

Itu sulit karena tak pernah tahu siapa pelakunya,

Tapi itu sudah...

Terkadang, begitulah situasinya, tapi...

Kita tak perlu bicarakan itu.

Cassie?

Ya?

Kemari.

Duduk.

- Apa ini? - Kami ingin bicara denganmu.

Duduk.

Kami takkan ceramahimu tentang bolos sekolah.

Meski itu akan menjadi masalah.

Masalahnya adalah anak laki-laki yang bersamamu.

Daniel Harris.

Bagaimana kalian bertemu?

Di bengkel saat aku mengantarkan mobil.

- Dia bekerja di sana. - Dan dia bicara denganmu?

Ya. Aku meminta tumpangan. Apa masalahnya?

Kami tahu orang ini.

- Dia pernah sekolah di Bedfield. - Dia bukan orang baik.

Dan dia bukan orang yang sebaiknya habiskan waktu bersamamu.

- Tunggu, apa? - Kau tahu dia masuk penjara?

Ya.

Apa, hanya itu? Dia orang jahat karena masuk penjara?

Bagaimana dengan dia yang lebih tua darimu?

Dia 24 tahun.

- Bagaimana dengan dia... - Yang kami khawatirkan...

- Dia pelaku kejahatan kekerasan. - Apa...

Yang sangat mengganggu kami, Sayang,

Yaitu kau sembunyikan ini dari kami.

Sekarang kau bisa lihat kenapa itu mengganggu kami.

Sejak kapan kau merasa harus sembunyikan sesuatu?

- Kenapa kau berpikir harus melakukan itu? - Aku tidak...

Entahlah, Ayah. Orang sembunyikan hubungan.

Apa itu... Ini soal itu?

Ayah mengganti bohlam kapan hari.

Aku pindahkan mejaku sebentar, dan dia pikir...

Aku bahkan tak tahu...

Menurutmu apa yang ayah lakukan?

Apa? Kau pikir ayah berhubungan seks dengan Sharon Tillerson?

Di ruang kelas? Apa kau sudah gila?

Ayah bisa kehilangan pekerjaanku.

Tak ada uang pensiun, tak ada asuransi kesehatan,

Karir berakhir. Ayah takkan mampu membayar rumah.

- Tak mampu biayai kuliahmu. - Oke.

- Hilang sudah seluruh masa depanmu. - Oke, dia mengerti.

Setelah semua yang kami lakukan untukmu.

- Baiklah, maaf. - Siapa lagi?

Hei. Hei.

Jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu, Cassie.

Cassie, kemari!

Kembali ke sini.

Ayah bahkan tidak mengenali ini.

Ayah tidak mengenali ini?

Ya. Seluruh sikap defensif yang kau lakukan.

Tidak, ini bukan kau.

Tolong beritahu siapa aku sebenarnya.

Kau cerdas, percaya diri, menakjubkan...

Hei. Cassie. Cassie.

Jangan pergi saat ayah bicara denganmu!

Ayah minta maaf.

Aku memaafkanmu.

- Semua siap? - Ya, Pak.

- Suruh dia masuk. - Ya, Pak.

Dia siap untukmu.

Masuk.

Terima kasih sudah menemuiku, Pak.

- Aku sangat hargai ini. - Bagaimana aku bisa menolak?

Ayahmu legenda di sini.

- Silahkan. - Ini...

Aku takkan menyita waktumu.

Aku sangat kesulitan dengan ini.

Kau punya kredensial bagus, tapi...

Aku takut aku tak mampu menyetujui surat pelepasanmu kali ini.

Maksudmu, kau tak bisa melakukannya saat ini, atau...

Tidak sama sekali.

- Pak, boleh aku tanya alasannya? - Kau memiliki kejahatan kekerasan.

Sederhana.

Surat pelepasan hanya diberikan di bawah situasi khusus,

- Dan situasimu tak memenuhi syarat. - Pak, jika aku boleh.

Jika aku boleh meminta perhatianmu untuk kasus meloloskan rekrutan.

Mark Williams.

- Kami punya dakwaan yang sama. - Tidak, ini bukan...

- Masa hukumannya lebih lama dariku. - Kau tak akan melakukan ini.

Pak, aku hanya bilang ini situasi yang sama.

Oke, oke, oke.

- Kapan ini terjadi? - Juli 2003, Pak.

Sekarang bukan Juli 2003, 'kan?

Dengar.

Kau punya ijazah SMA-mu.

Kau punya pekerjaan.

Aku membaca surat dari petugas bebas bersyaratmu.

Kau merawat ibu dan adikmu dengan sangat baik.

Kau pemuda yang siap untuk komitmenkan dirinya...

...pada sesuatu yang lebih besar.

Tapi itu bukan Marinir.

Hubungi aku setelah kau mengetahuinya.

Ya, geser ke bawah, turun ke bawah, B... Bawah, B...

- Lihat itu? Kau lihat itu? - Ya.

Hei. Sebentar.

- Hei. - Aku tidak diterima.

Apa?

Aku tak diterima di Marinir.

Sial. Apa ada lagi yang bisa kau lakukan?

Mungkin memulai kembali.

AD atau AL. Entahlah.

Mungkin hasilnya tetap sama.

Aku turut menyesal.

Ayahku akan sangat kecewa.

Bagaimana perasaanmu soal itu?

Karena kebanyakan waktu, aku merasa seperti...

...memainkan peran yang semua orang ingin untuk aku mainkan,

Dan bukannya melakukan apa yang aku inginkan.

Maksudku, aku berada di pra-pesta,

Bersiap untuk menghadiri festival musim dingin.

Dan yang sangat aku ingin lakukan adalah bersantai denganmu.

Halo?

- Daniel? - Ya, aku...

Aku mendengarmu.

Maafkan aku. Aku...

Aku harus pergi.

Aku...

- Maafkan aku. - Tidak, tentu saja.

- Daniel? - Ya.

Kenapa kau tak angkat telepon Ibu?

Ada apa? Apa yang komandan katakan?

Aku tidak diterima.

- Apa? - Aku tidak diterima.

Ibu harusnya langsung ke Kolonel itu.

Kau tahu? Itu yang akan Ibu lakukan.

- Ibu, tolong. Ibu... - Ini belum terlambat.

- Itu yang akan ibu lakukan. - Tunggu...

Tidak, Ibu muak dengan bualan jalan masuk resmi!

Tolong jangan hubungi Ayah sekarang.

Jangan hubungi Ayah. Setelah semua yang kita...

Ibu, itu sudah selesai.

Setelah seluruh rintangan yang kita lalui untuk mereka.

Setelah semua yang kita lakukan untuk mereka,

Kau buat satu kesalahan dan mereka akan menghukummu seumur hidup?

Mereka orang-orang munafik.

Bukankah itu peraturannya?

Tak bisa masuk militer jika kau pernah di penjara.

Tak ada peraturan.

Mereka melakukan apa yang mereka inginkan.

Kau harusnya tahu itu sekarang.

Kau selalu membela Daniel tak peduli apapun itu.

Tentu saja. Dia anakku.

Dan kenapa kau tak pernah membelaku?

Aku melihatmu meminta maaf pada Kent.

- Dia memukulku - Aaron.

- Aku tak pernah sentuh dia. - Aaron!

Dengar, kau ingin tahu kenapa aku minta maaf pada anak itu?

- Karena kau membenciku. - Bukan, Aaron.

Ya.

Aku harusnya memukul dia begitu keras hingga membuatnya buta.

Mungkin dengan begitu kau akan membelaku.

- Kau tak mengerti ucapanmu. - Dengan Daniel,

- Itu "Dia anakku". - Aaron, dengar...

Tak ada yang bicara tentang Daniel...

- ...karena "Dia anakku". Tapi aku... - Hentikan, Aaron. Itu tak benar.

Kau perlakukan aku seolah aku bukan bagian dari keluarga bodoh ini.

- Baiklah, Aaron. - Tak apa jika kau lebih sayang Daniel...

...dibandingkan aku. Tak masalah.

Itu akan lebih baik jika kau mengakuinya sekali saja.

Aaron! Diam!

- Diam. - Apa?

Dengar.

Dengar.

Omong-omong...

Jika seseorang memukulmu,

Itu tak memberimu izin untuk balas memukul.

Kau ingin jadi pria jantan, kau terima pukulannya.

Lalu kau berjalan menjauh.

Baiklah.

Baiklah, gadis kecil, ayo. Apa yang kau ingin katakan?

Aku...

- Halo. - Hanya itu?

Ayah 8,000 mil jauhnya.

Sendirian di gurun pasir. Ayolah.

Aku tidak tahu, Ayah.

Boleh aku minta ini?

Ini mengingatkanku padamu.

- Hei. - Kenapa kau di sini?

Aku mau bicara denganmu.

Kau tak mengangkat teleponmu. Aku khawatir.

Apa itu?

Sesuatu yang aku buat saat masih kecil.

Aku punya dua, tapi...

Kakakku membawa satunya bersamanya di malam dia tewas.

Dengar, aku tahu Marinir sangat penting bagimu,

Tapi kurasa mungkin ini hal bagus.

Hentikan. Berhenti melakukan itu.

Berhenti.

Kau pikir paham semuanya.

Tapi tidak.

Kau tidak tahu apa-apa.

Aku ingin bergabung ke Marinir.

Bukan Ayahku yang memintaku melakukan itu semua.

Itu adalah satu-satunya kesempatanku.

Untuk memulai kembali.

Hanya itu.

Dan kau...

Aku akan disini mengganti oli seumur hidupmu.

Aku tak punya apa-apa.

Kau tak melihat apa yang bisa kau miliki.

Kau akan melewati ini. Itu pasti.

Dan aku takkan pergi ke mana-mana. Mengerti?

Aku di sini.

Aku janji.

Baiklah.

Ayo, Cassie.

"Bukan dari mulutnya,

Itu memiliki kemampuan hidup untuk berterima kasih.

Dia tak pernah memberi perintah atas kematian mereka.

Tapi sejak begitu melompat terhadap pertanyaan berdarah ini,

kau dari perang Polandia, dan kau dari Inggris,

tiba di sini, memberi perintah bahwa mayat-mayat ini...

...yang menumpuk di panggung untuk di pandang,

dan biar aku bicara padamu untuk dunia yang belum diketahui.

Bagaimana hal-hal ini datang.

Agar kau mendengar tindakan duniawi, berdarah, dan tak wajar,

dari penilaian tak disengaja, pembantaian biasa,

dari kematian yang ada..."

Kenapa kau membunuh dia?

Mari segera dengarkan itu, dan paling orang termulia untuk hadir.

Bagiku, dengan kesedihan aku merengkuh keberuntunganku.

- Cassie. - Ya.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik.

Kau terlihat sedikit lelah.

Aku semalam begadang.

Tolong kabari aku saat kau menerima ini. Ini mungkin terlambat

Boleh aku ke tempatmu? Aku harus menemuimu malam ini.

Apa semuanya baik?

Aku hanya harus bertemu denganmu.

Ruang Kelas 101

- Kau baik-baik saja, sayang? - Ya.

Cassie, boleh ayah masuk?

Ya. Ya, sebentar.

- Hei. - Hei.

- Begadang lagi? - Ya.

Ayah ingin tanyakan kau sesuatu.

Tapi...

Apa?

Ayah butuh mobil untuk besok pagi,

Jadi jika kau tak keberatan untuk minta antar Ibu.

Ya.

Terima kasih.

- Selamat malam. - Malam.

Tentu saja. Kabari aku.

Aku butuh bantuanmu.

Aku... Halo?

Kenapa kau belum tidur?

Aku hanya...

- Kau mau ke mana? - Aku akan jemput Cassie.

Aku rasa dia dalam masalah.

Apa yang terjadi?

Aku tidak tahu. Tidurlah, Aaron.

Tunggu sana. Aku keluar.

Cassie...

Ayah tidak tahu apa yang mendorongmu untuk menulis ini,

Atau apa yang kau pikir Ayah lakukan.

Cassie. Cassie!

Tolong beritahu ayah soal apa ini sebenarnya.

Dia berada di mobilmu.

Di malam dia tewas, dia di mobilmu.

Siapa?

- Siapa? Siapa orang yang... - Ayah tahu siapa.

Maksudmu kakak anak itu?

Kau tahu siapa namanya.

Wendy Harris.

Semua orang tahu siapa dia...

Aku tahu ayah membunuhnya.

Baiklah, dengar. Oke?

Dengar.

Kau mau yang sebenarnya? Ini yang sebenarnya.

Ayah pelakunya. Ayah membuat kesalahan.

Ayah selingkuh dengan gadis itu.

Tapi Cassie, dengarkan ayah.

Dia tidak waras.

Dia tidak waras.

Aku bilang padanya ini tak bisa terus terjadi. Ini harus berhenti.

Tapi dia bilang jika ayah tak kabur bersamanya,

Dia akan ke polisi.

Pada saat itu, itu tak hanya tentang ayah lagi.

Tapi tentang kita. Mengerti?

Dia menjadikan itu tentang kita.

Dia mengancam keluargaku. Oke? Itu pilihan dia.

Saat kau punya anak,

Kau akan mengerti apa yang ayah bicarakan.

- Itu pasti. - Tidak.

Kau melindungi keluargamu terlepas apapun itu.

Ayah tak mau kehilangan keluargaku.

Ayah tak ingin kehilanganmu.

Ayah tak mau kehilanganmu.

Tapi dengar, ayah beritahu padamu.

Kau harus beritahu ayah semua yang kau ketahui,

Karena ini tak boleh tersebar. Mengerti?

Ini tak boleh tersebar.

Tak ada hal bagus berasal dari itu. Kau tahu itu.

Kau tahu itu, 'kan?

Tak ada hal bagus berasal dari itu.

Sayang, ayolah.

Kau tahu itu.

Hei, ayolah, sayang.

Dia masih membohongimu, Cass.

Tidak.

- Dia masih membohongimu. - Daniel.

Tidak.

Beritahu dia yang belum kau katakan.

Tunggu dulu, oke? Semuanya berakhir...

- Beritahu dia apa? - Beritahu dia semuanya.

Aku mohon, ayo kita pergi.

Kita bisa ke polisi. Aku mohon.

Aku mohon. Ini tidak setimpal.

Dengar. Dengarkan aku.

Ayo kita pergi, oke? Ayo.

Tidak. Tidak.

Daniel, ayo pergi.

Tidak! Tidak, tidak, tidak!

Tidak!

Tidak! Aku mohon!

Daniel!

Tidak! Aku mohon!

Wendy.

Wendy, bangun.

Ayo, bangun.

Aku tidak bisa.

Kau tak apa?

Oke, tarik napas. Oke?

Panggil ambulan!

Cassie.

- Aku harus memberitahumu... - Daniel, apa...

Apa?

Apa?

Apa? Ada apa?

Daniel. Kau akan baik saja.

Di mana Wendy? Apa dia baik-baik saja?

Aku turut menyesal.

- Menyesal? Apa maksudmu? - Dia kehilangan banyak darah.

Tidak.

Ya Tuhan.

- Aku turut berduka. - Tidak!

Tapi bayinya punya peluang.

Tunggu, bayi apa?

Dia... Dia adikmu.

- Dia adikmu. - Siapa?

Apa maksudmu, "Adikku"?

Itu adalah dia.

Dia prematur, tapi dia seorang pejuang.

Ya Tuhan.

Daniel, dengar. Anak laki-laki kecil di sana,

Itu adalah adikmu yang baru.

Kau mengerti?

Nona?

Ada pemuda yang datang. Dia ingin bicara denganmu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.