Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TERINSPIRASI KEHIDUPAN NYATA
SAGARIKA CHAKRABOTY
DAN DIUBAH AGAR LEBIH EFEKTIF
NAMA, KARAKTER, BISNIS, TEMPAT, ACARA, DAN KEJADIAN
ADALAH IMAJINASI PENULIS ATAU FIKTIF
TUHAN TAK BISA ADA DI MANA-MANA MAKA DIA CIPTAKAN IBU - RUDYARD KIPLING
STAVANGER NORWEGIA
RUMAH CHATTERJEE
Kemari. Cepat.
Suchi!
Hei, berhenti!
- Suchi! - Apa yang kau…
- Mengapa? Ada apa? - Suchi! Berhenti!
Berhenti! Ke mana kau membawanya?
Ke mana kau bawa Suchi? Matilda! Berhenti!
Buka! Suchi!
Matilda! Suchi!
Suchi!
Buka! Matilda! Buka! Suchi!
Suchi! Buka! Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi.
Suchi.
DUA PULUH EMPAT JAM SEBELUMNYA
Biarkan aku tidur.
Tenanglah.
Berhenti menangis.
Tenang, Sayang. Tenang.
Shubh?
Kau mau nasi dalam kotak?
Ini.
Aku telah pergi ke seluruh dunia
Akhirnya, aku menginjak tanah baru ini
Oh, gadis!
Aku tahu kau, aku tahu Oh orang asing dari negeri yang jauh
Oh, anak gadis!
Oh gadis!
- Silakan, Matilda dan Sia. - Terima kasih.
Teh panas.
- Halo. - Hai.
Hai.
Mengapa putriku menangis terus?
Mengapa kau menangis terus?
Debika? Mau kubelikan sesuatu dari pom bensin?
Tidak. Minum tehmu. Akan kubuatkan sarapan.
Sia dan Matilda, kemarilah.
Kubuatkan kari puri dan kentang.
- Oh! - Ayo, cepat.
Bergabung dengan kami.
- Oke. - Oke.
Kau tak kemas tas sekolahnya.
Aku lupa.
Aku lupa mengemas buku bacaan! Bisakah kau melakukannya?
- Silakan duduk. - Terima kasih.
Apa itu?
Itu adalah "pohon kehidupan".
Proyek sekolah Shubh! Mereka disuruh membuat pohon kehidupan.
Kami membuat tanaman padi.
- Ya, kan, Shubh? - Ya!
- Sangat bagus, Shubh! - Kemarilah, Nak.
- Bagaimana? - Sangat enak.
Enak.
Gunakan sendok.
- Dia tak suka dengan sendok. - Coba suapi dengan sendok.
Biarkan dia makan dengan tenang.
Atau dia tak akan makan.
Oh. Bisakah kau menyuapi Shubh?
Ayo, Sayang.
Ayo, makanlah.
Ayolah! Shubh, jangan seperti itu.
Oke, aku terlambat.
- Nanti. - Anirudh.
Hei, dengarkan…
Nanti.
Ini makan siangmu.
- Bawa makan siangmu. - Oke.
- Sampai jumpa. - Dengar.
Awasi Shubh.
Aku akan kembali. Aku sibuk.
Dengarkan.
Dengarkan.
Tunggu!
Sering kubilang. Tak baik memanggil dari belakang!
Oke, maaf.
Mereka telah berkunjung selama empat bulan sekarang.
- Kapan akan berhenti? - Aku tidak tahu.
Velfred memeriksa setiap rumah.
Jika mau tinggal di Norwegia, ikuti sistemnya.
"Menatap seseorang" tidak mungkin sistemnya.
- Berbahagialah dengan yang kau miliki. - Hei! Dengarkan!
Hei.
Ayah nakal.
Dia ayah yang nakal.
Kalian akan pergi?
- Ya, kami akan pergi. - Mengapa?
Sampai jumpa besok untuk tinjauan terakhir.
Tidak, Sia.
Suchi, vaksinasi.
- Kami belum tidur dua malam ini. - Ya.
Tolong! Bisakah aku meminta?
Bertemu minggu depan?
Debika. Tapi perwira senior dari Oslo akan datang.
Oh!
Percayalah, besok adalah hari terakhir.
Aku berjanji!
- Janji? - Aku berjanji!
Akan kuberi sondesh segar.
- Ya. - Oke.
- Oke. - Sampai jumpa.
- Sampai jumpa, Shubh. - Aku tahu.
Sampai jumpa, Matilda.
Ayo pergi.
Kita harus berjalan lebih cepat.
Cepat? Oke.
Maaf.
- Halo. - Hai.
TAMAN KANAK-KANAK STAVANGER
Tunggu.
- Halo, Debika. - Meher!
Di mana pohonmu?
Aku lupa itu.
Aku lupa di rumah.
Ada masalah.
Debika Chatterjee belum membawa pohon itu.
Hai, Shubh.
Shubh, ucapkan halo.
Pemalu seperti biasa.
Sampai jumpa, Sayang.
Titik apakah itu?
Halo, Nyonya Chatterjee.
Aku tak lihat pohon.
Maaf, Nyonya. Aku lupa membawanya.
- Akan kubawa besok. - Bagaimana putramu belajar tentang pohon?
Kesalahan pertama kali.
Tolong! Maaf.
Baiklah.
Selamat pagi. Semuanya baik?
- Semuanya baik. - Oke.
OILWELL-AS NORWEGIA
Pengiriman garam terlambat.
Siapkan derek ini untuk pembongkaran.
Tolong periksa pedoman pencegahan serangan retas yang diperbarui.
Pastikan kita tak ulangi
pembongkaran manual seperti tahun lalu. Kuharap kau ingat itu.
Butuh sepuluh hari untuk lakukan "pekerjaan sehari"?
Seluruh pengiriman garam harus mencapai
gudang sebelum mulai turun salju.
Permisi.
Halo.
Halo, seorang perwira senior dari Oslo akan datang.
Jadi, ambillah hari libur besok.
Oke, baiklah.
- Oke? - Oke!
Ya Tuhan!
Mengapa ayah berteriak?
Kau ingin susu?
Anirudh!
Pemurnian air selesai.
Tapi ada beberapa masalah dengan mesin.
Oke. Kru Insinyur lokal akan datang besok untuk tinjau semua mesin.
Tapi besok aku akan datang terlambat.
Apakah petugas akan datang?
Debika memberi tahu Nandini tentang itu.
Debika bilang dia akan lega setelah pemeriksaan terakhir.
Urus pekerjaan besok.
RUMAH CHATTERJEE
Selamat siang. Apa kabar, Dokter Magnus?
Ini Nona Allis Ramfjord.
Dia Pejabat Senior dari Oslo.
Oke.
Silakan masuk, Nyonya.
Terima kasih.
- Silakan. - Terima kasih.
Masuklah.
Halo.
Salam.
Katakan halo.
Halo, Nyonya.
- Silakan masuk. - Ayo.
- Halo, Debika. - Sia! Silakan.
- Duduk. - Silakan.
- Halo! - Matilda!
Hati-hati.
- Apa kabar? - Baik.
Suchi baik-baik saja?
Dia membaik. Kuberikan Arnica.
Obat homeopati India.
- Oke. - Tapi akan makan waktu.
- Ayo, Matilda. - Duduklah.
- Ya. - Duduk.
- Duduk. - Silakan duduk.
- Nyonya, silakan. - Tolong duduk.
Tidak.
- Teh? Teh masala? - Tidak.
Teh buatannya enak.
Ya!
- Dua menit. - Oke.
Oke.
Bisakah kita mulai?
Kami ingin anak-anakmu dapat kesempatan terbaik di Norwegia.
Tentu saja! Aku juga.
Ada beberapa pertanyaan tentang kau.
- Bisa kumulai? - Ya.
Jadi,
Kau tidak berkontribusi untuk mengurus rumah,
seperti memasak, bersih-bersih, pekerjaan rumah dan hal-hal seperti itu.
Apakah itu benar?
Sebenarnya, aku bekerja dan dia yang mengurus rumah.
Kau tahu kami! Apakah ada masalah?
Tapi apakah istrimu setuju dengan pengaturan ini?
Tentu saja.
Kecuali…
Apa Debika katakan sesuatu?
Teh.
Apakah kau mengeluh tentang aku?
Aku? Tidak.
Kau bilang suamimu tidak membantumu.
Tidak, aku tidak mengatakan itu.
Benarkah?
Kau tak tahu siapa mereka?
Tapi aku tak bilang apa-apa.
Apa ada masalah?
- Tidak, tidak sama sekali. - Tidak.
Dengar, Tuan Chatterjee…
Matilda, aku ada panggilan darurat.
Jadi, aku harus pergi. Aku akan kembali.
Nikmati sondesh-nya.
Kampung halamanku.
Kolkata.
Sangat terkenal.
- Kesukaanmu. - Terima kasih.
Oh, Sayang.
Ada apa, Sayangku?
Tidak, Sayang. Ada apa, Sayang?
Ada apa, Sayang? Tenanglah.
Anirudh sangat sibuk.
Selalu bertelepon.
- Tenang, Sayang. - Tolong panggil Tuan Chatterjee.
Kita harus mampir ke TK, lalu petugas akan pergi ke Oslo.
Dia baru saja datang.
Anirudh!
Panggil saja dia. Akan kugendong Suchi untukmu.
Oke.
- Kemari, Sayang. - Sayang.
Jangan menangis.
Aku akan segera kembali.
Aku akan memanggil Ayah.
Ada apa?
Kau mau aku masak?
Tapi aku tidak mengatakan itu.
Aku hanya bilang bahwa kau pergi bekerja, dan aku mengurus rumah.
- Ayo. - Kau bilang aku tak membantu di rumah.
Kau bilang begitu atau tidak?
Mereka salah mengartikan.
Aku mengatakan bahwa kau pergi bekerja,
mengurus keluarga dan aku urus rumah.
- Kau mau aku berpakaian seperti wanita? - Apa yang kau katakan?
Apa masalahnya untuk membantu?
Mengapa kita mempertengkarkannya?
Biswa juga membantu Nandini.
Nandini?
Mengapa berhubungan dengan Nandini?
- Debika, sudah berapa kali. - Sakit!
- Kuminta jangan temui Nandini? - Sakit!
Ke mana mereka membawa Suchi?
Siapa yang membawanya? Oh, tidak!
Suchi!
Ayo pergi!
Suchi!
Suchi!
Suchi! Berhenti!
Hentikan mobilnya.
Suchi. Matilda. Berhenti.
Sial!
Suchi! Buka! Suchi!
Buka! Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
Suchi!
- Debika! Ayo cepat. - Suchi!
Ayo cepat.
Berhenti.
- Shubh! - Tolong mundur.
- Shubh! - Tolong, mundur.
Anakku, Shubh.
- Kau tidak bisa masuk. - Shubh!
- Jangan masuk. - Itu Shubh.
- Tolong bukakan pintunya. - Dokter Larsen, ada apa?
Tolong katakan! Dokter Magnus!
- Jangan masuk. - Tidak!
Kau tak bisa masuk. Mundurlah.
- Sia! Matilda! - Jangan masuk.
- Meher! Berhenti! - Kau tak mengerti!
- Jangan masuk. - Shubh!
- Berhenti! - Ke mana kau membawanya?
- Jangan masuk. Silakan mundur. - Shubh!
Bayiku diambil
- dari rumahku. - Jangan masuk.
Sekarang mereka ambil putraku.
- Jangan masuk. - Mengertilah!
- Itu putraku! - Shubh!
Jangan masuk.
Tidak bisakah kau lihat? Kau…
Kau tak bisa masuk.
Sial! Debika?
RUANG UKS TAMAN KANAK-KANAK STAVANGER
Pak Chatterjee, silakan masuk.
Aku Lars Kristainsen dari Velfred.
Ini Harman Mehta, penerjemah bahasa Hindi resmi kami.
Aku Harman Mehta. Aku penerjemah resmi Velfred.
Oke.
Kami ingin memberi tahu bahwa anak-anakmu berada dalam perwalian kami.
Apa?
Perwalian apa?
- Tapi jangan khawatir. - Mengapa?
Apa salah anak-anakku?
Sesudah evaluasi sepuluh minggu kami dan pertemuan hari ini dengan psikolog,
Kesejahteraan menyimpulkan kau tak bisa rawat anak-anakmu dengan baik.
Apa? Bagaimana mungkin?
- Apa maksudmu? - Hei!
Aku masih menyusui putriku.
Dan Shubh makan hanya saat aku menyuapinya.
Mengapa kau ambil bayi dari ibunya?
Mengapa kau diam saja?
Tidak, kau tidak mengerti.
Pasti ada kesalahpahaman.
Kau orang India. Pasti kau paham.
Kami adalah keluarga India. Jadi kami…
Hal ini akan kita bahas dalam sidang komisi.
Sampai saat itu, anak-anak akan berada di bawah pengawasan kami.
Ikut denganku.
Tuan Chatterjee, semuanya akan
dibahas dalam sidang komisi.
Sementara, anak-anakmu akan dirawat dengan baik.
Perawatan profesional?
Apa maksudmu?
- Aku bicara kepada mereka. - Kami lakukan semua yang kau katakan.
Tolong kembalikan anak-anakku.
Aku akan bicara kepada mereka.
- Silakan keluar. - Tolong.
Akan kuurus. Tolong.
Negara yang sangat aneh!
Sunil Kapoor.
Itu kartu kunjungan Tuan Sunil Kapoor.
- Oke. - Dia pengacaramu yang ditunjuk resmi.
Pemerintah akan sponsori layanannya. Silakan hubungi dia.
Oke.
KANTOR VELFRED STAVANGER
Tunggu!
Kami tutup, Nyonya. Mohon maaf.
Tuan, tolong.
Anak-anakku ada di dalam. Aku mau masuk ke dalam.
Tolong. Bayiku berumur lima bulan.
Dia belum minum susu.
Aku mengerti. Kantor tutup.
Anak-anak tidak ada di sini. Mereka dalam perawatan.
- Jadi… - Di mana?
Aku tidak tahu. Itu rahasia.
Silakan hubungi nomor ini.
- Ini sangat mendesak. - Tidak.
Aku minta maaf.
KANTOR VELFRED
Duduk di sini hanya akan memperburuk kasus kita.
Masuklah.
Kita akan ambil kembali anak-anak.
Mereka telah tunjuk pengacara untuk kita.
Pengacara? Mengapa?
Kita tidak ingin pengacara.
Aku hanya mau Shubh dan Suchi kita kembali!
Ini bukan India, Debika.
Kita harus ikuti aturan dan sistem.
Mereka telah jelaskan semuanya.
Sudah prasyarat agar kita punya pengacara.
Pengacara akan membantu kita,
barulah kita akan dapatkan anak-anak kita.
Pengacara yang mereka berikan akan mendukung mereka.
Maka itu kita harus sewa pengacara pribadi.
Kita dapat bantuan hukum gratis. Bisakah kau berhenti ragu?
Kau tahu betapa mahalnya pengacara?
Aku tak peduli seberapa mahal mereka. Aku hanya ingin anak-anakku kembali.
Anak-anakmu? Mereka anak-anakku juga.
Kau hanya punya satu pekerjaan! Menjaga anak-anak.
Kau bahkan tak bisa lakukan dengan benar.
Rumah kita seperti tak pernah dibersihkan!
Aku tak bisa membersihkan rumah!
Lalu? Apakah itu alasan untuk membawa anak-anakku pergi?
Itu tidak pernah salahmu, bukan?
Apakah kau tahu bagaimana ini akan memengaruhi aplikasi kewarganegaraanku?
Apa kau tahu pengaruhnya terhadap citraku di kantor?
Aku ingin menunggu Shubh dan Suchi di luar kantor itu.
Aku tak mau dengar apa pun lagi.
- Putar kemudinya! - Kau sedang apa?
Aku akan masuk penjara karena kau.
Aku minta maaf.
Kakiku tergelincir dari pedal gas.
Maafkan aku.
Orang asing sialan!
Halo, kantor Velfred?
Kedua anakku…
Shubh Chatterjee dan Suchi Chatterjee.
Wajah India.
Jika kau menemukannya, hubungi Debika Chatterjee
di +4-7-2-3-4-5-6-7-8-9.
Aku akan beli sesuatu dari pom bensin.
Seperti saran dalam daftar mereka,
apa mereka akan kembalikan Shubh dan Suchi jika kita pergi konseling pernikahan?
Kita akan dapatkan mereka.
Ada semacam kesalahpahaman.
Mereka tak bisa begitu saja ambil anak-anak tanpa alasan.
Bagaimana jika kita selesaikan semua masalah
yang mereka data saat sepuluh minggu mengamati kita?
Bisakah kau mengubah dirimu?
Semua ini bukan salahku, Debika.
- Ya! Beri tahu aku. - Debi?
Apa kabar, Sayang?
Apa… apa yang terjadi?
Ayah,
mereka mengambil Shubh dan Suchi.
Apa maksudmu?
Layanan Kesejahteraan Anak…
mereka bilang
rumah kami tidak kondusif untuk anak-anak.
Mereka ambil anak-anak.
Bagaimana mereka bisa masuk dan mengambil anak-anak?
Ada apa?
Apa kata Anirudh tentang ini?
Apa yang bisa dia katakan?
Dia menyalahkan aku.
Yang dia pedulikan hanyalah kewarganegaraannya.
Pihak berwenang setempat telah menunjuk seorang pengacara untuk kami.
Tidak bisakah kau menyewa pengacara pribadi?
Tidak bisa?
Kau tahu bagaimana keluarga ini.
Mereka ingin semuanya gratis. Kecuali istri gratis.
- Katakan jika kau butuh uang, oke? - Ya.
Atau apa pun. Jangan ragu-ragu.
Oke, Ayah. Aku akan menutup telepon.
Kita bicara lagi nanti.
Suchi!
Shubh!
Shubh!
Suchi!
Dengan adanya kemakmuran
Hidup mengetuk pintumu
Teman baru berkata
Buka jendela, berdoa
Dan sambut kegembiraan kecil dalam hidup
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
Dengan adanya berkat baru
Hidup mengundangmu
Untuk merangkul perubahan
Buka lenganmu
Dan sambut kegembiraan kecil dalam hidup
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
Tidak ada yang tahu Apa yang akan terjadi besok
Tidak ada yang tahu Kesalahan apa yang akan kita buat
Raih apa yang dibawa hidup untukmu
Karena hari ini adalah anugerah
Semua akan berjalan dengan baik
Semua akan berjalan baik
Dengan adanya keinginan baru
Hidup memberimu kekayaan
Temukan mereka, sembunyikan mereka
Dan sambut kegembiraan kecil dalam hidup
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
- Semua akan berjalan dengan baik - Semua akan berjalan dengan baik
Jika kau tersenyum bahkan saat sedih
Vermilion akan mewarnaimu
Jika ada kedamaian di hati Maka semua akan berjalan dengan baik
Jika kau berada di sisiku
Jika kau mendukungku
Jika ada kedamaian di hati
Maka semua akan berjalan baik
Maka semua akan berjalan dengan baik
Maka semua akan berjalan dengan baik
Halo!
Aku Sunil Kapoor.
Halo, Tuan.
Aku Anirudh.
- Dia istriku. - Silakan duduk.
Terima kasih.
Semuanya baik?
Ada apa?
- Itu… - Tak ada yang serius.
Apa kabarmu?
Tidak baik.
Menurut orang lain!
Aku tahu apa yang ada di benakmu saat ini,
tapi sebaiknya kau menganggapku sebagai teman.
13 Mei, sesi pertama, 11:00.
Jadi, berapa lama evaluasi berlangsung?
Sepuluh minggu.
- Tenang! Ia bisa mendengarmu. - Oke.
Sepuluh minggu.
Dimulai tepat setelah aku kembali dari India bersama Suchi.
Mereka mulai pulang ke rumah setiap hari.
Apakah ada yang memberi tahumu alasan di balik evaluasi?
Aku tidak tahu.
Selama dua minggu pertama mereka mengajariku cara menyusui.
- Pada awalnya, aku merasa tidak nyaman. - Kau melihat…
Namun lambat laun aku merasa nyaman dengan kehadiran mereka karena mereka perempuan
dan mereka datang untuk membantuku.
Aku mulai memperlakukan mereka seperti keluarga.
Aku tidak tahu mereka akan berubah menjadi penculik.
Debika, tolong.
Mereka menculik anak-anak kita!
Kita tidak serahkan anak-anak kepada mereka.
Ini bukan cara berbicara di depan pengacara.
Biarkan dia bicara.
Kami perlu melihat tuduhan apa yang mereka buat terhadapmu.
Mereka membuat daftar.
Kau harus ubah gaya hidupmu, Nyonya Chatterjee.
Aku akan menangani masalah perbedaan budaya
seperti menyuapi dengan tangan, tidur bersama, dan memakaikan celak.
Apakah mereka gila?
Seorang ibu menyuapi anaknya sendiri karena tangannya diberkati oleh Tuhan.
- Semua orang tahu itu. - Maaf.
Sudah sering kubilang untuk tak suapi dengan tangan tapi dia tak mendengarkan.
Kau mau kusuapi mereka kari ikan dengan pisau?
Bukankah mereka patahkan roti dengan tangan?
- Apakah itu terbang ke mulut mereka? - Apa yang kau katakan?
Mereka juga mengeluhkanmu.
Bahwa kau tak membantu dengan pekerjaan rumah tangga.
Tidak, tidak seperti itu, Tuan Kapoor.
Mereka telah menyatakan kau sebagai ibu yang tidak layak.
Dan mereka juga akan coba buktikan kau "tak sehat secara mental".
Jangan khawatir. Kita akan memenangkan kasus ini.
Apakah Shubh dan Suchi akan kembali padaku?
Tentu saja!
Tapi aku sarankan setelah itu…
kau kembali ke India…
atau pindah ke negara Eropa lain.
- Oke. - Karena jika tinggal di sini,
- Oke. - Velfred akan mengawasimu seperti elang.
Bisakah kami bertemu Shubh dan Suchi?
Hari ini?
Apakah kau katakan hal-hal itu dengan sengaja?
Mereka izinkan kita menemui mereka lusa.
Jangan ambil risiko apa pun.
Tolong ikuti saja aturannya, Debi.
Oke, baiklah.
KANTOR POLISI STAVANGER
Haruskah kutandatangani semua salinan ini?
- Salinan ini dan ini. - Oke, terima kasih.
Ibu!
Shubh! Sayangku!
Anakku!
- Anakku! - Siapa si imut ini?
Lihat ini. Rusa kutub.
Ini.
Ambil ini.
Suchi, Sayangku.
Kemarilah, Sayangku.
Apa kabar?
Apa kabarmu?
Kemarilah, Shubh.
Bagaimana kabarmu?
- Duduk. - Tenang.
Seekor burung yang sangat lucu Memakan hasil panen kami
Bagaimana kita akan Membayar pajak sekarang?
Aku ingin pulang!
- Tentu saja. - Oh, Sayangku.
- Aku ingin pulang! - Aku tahu, Sayang!
Kau tahu? Anak-anak yang tinggal bersama mereka, bisa pergi ke Disneyland!
Dan kau tahu siapa yang tinggal di Disneyland?
Mickey Mouse, Donald Duck, Peppa Pig!
Permisi, Nyonya?
Jangan menangis di depan anak-anak. Itu tidak baik untuk mereka.
Dan hindari membuat ikatan keluarga
atau, anak-anak merindukan orang tuanya dan itu akan jadi masalah.
Aku bertemu anak-anakku setelah tiga hari.
Apakah para ibu tidak sedih?
- Maka, jangan temui mereka. - Apa yang kau lakukan?
- Suchi! Shubh! - Jangan menangis.
Shubh!
Aku minta maaf.
- Shubh! - Mereka orang tua asuh.
- Shubh! - Tunggu, Debika.
- Maaf. Buat mereka mengerti. - Disneyland!
- Wanita India terkadang emosional. - Disneyland!
Jangan menangis. Ayo pergi.
BANDARA INTERNASIONAL OSLO
KEDATANGAN ANKOMSTER
Lihat, orang tuamu telah tiba.
Berkati aku, Bu.
Jangan khawatir tentang apa pun.
Semuanya akan baik-baik saja.
- Tidak apa-apa. - Ayo pergi.
- Aku bisa sendiri. - Biarkan aku.
Ayo, Bu.
DUA MINGGU SETELAH PEMISAHAN
Hatiku berbicara dengan bahasanya sendiri
Hatiku tidak mengerti yang lain
Dia katakan kepadaku Kau katakan kepadanya
Sudah kubilang jangan beritahu dia
Kubilang jangan beritahu kau Kubilang jangan memberitahunya
Sudah kubilang dia memberitahuku Dia menyuruhnya untuk memberitahunya…
Jangan!
DEWAN DAERAH FYLKESNEMNDA STAVANGER
Jangan kembalikan anak-anak.
Tidak sampai benar-benar yakin dengan apa yang baru saja kau lihat di video
adalah keluarga yang normal dan bahagia seperti keluarga lainnya.
Apakah mereka melanggar hukum?
Selama 12 tahun di sini
Tuan Chatterjee bahkan tidak pernah ditilang!
Beda budaya, beda tata cara.
Sudah menjadi tradisi menyuapi anak-anak dengan tangan di India.
Para ibu suka memakaikan celak mata
di wajah anak-anak mereka untuk mengusir kejahatan.
Silakan dilihat.
Itu bukan kejahatan.
Hanya perbedaan budaya.
Keragaman tidak memecah masyarakat kita.
Tapi memperkayanya. Mari kita rangkul itu.
Dan sayangnya, Velfred,
atas nama kesejahteraan anak, telah memecah belah keluarga.
Apakah pisahkan bayi dari orang tua dan menempatkannya
dalam perwalian akan bermanfaat?
Itu membuat anak tak bisa sesuaikan diri, gelisah, dan orang tua marah.
Bagian 4(6) tidak berlaku di sini.
Oleh karena itu, aku mohon, hadirin sekalian
untuk kembalikan anak-anak kepada orang tua mereka.
Itu saja.
Beberapa tuduhan terhadap ibu itu serius
dan perlu ditangani.
Namun, dewan konsiliasi setuju
bahwa tak ada keadaan darurat untuk perintah sementara
karena ibu diperbolehkan berbagi kepercayaan budayanya dengan anaknya.
Kami ajukan permohonan kepada Tuan dan Nyonya Chatterjee
untuk lebih terintegrasi dengan sistem Norwegia
mengenai pengasuhan anak-anak.
- Oleh karena itu dewan konsiliasi ini. - Ya.
Secara kolektif telah memutuskan untuk mengumumkan perintah Velfred…
batal demi hukum.
Velfred harus memastikan bahwa anak-anak
harus dipersatukan dengan orang tua mereka dalam waktu 24 jam ke depan.
Terima kasih Tuhan!
Terima kasih Tuhan!
Cepat, semuanya.
Ayo pergi sebelum anak-anak tak mengenali kita.
Ya! Ayo. Ayo cepat pergi.
- Ayo, Ayah. - Ayo.
Aku akan bawa Shubh dan Suchi
RUMAH SINGGAH VELFRED STAVANGER
Di mana mereka? Cepat!
Ayo, Bu.
- Halo Tuan dan Nyonya Chatterjee. - Mereka di sana.
Halo, Dokter Magnus.
Ada perintah tinggal pada putusan
dan anak-anak tidak akan pulang hari ini.
- Apa? Mengapa? - Tapi kenapa?
- Biarkan aku bicara. - Di mana pengacara kita?
- Di mana pengacara kita? - Biarkan aku bicara.
- Biarkan aku bicara. - Di mana Sunil Kapoor?
Biarkan aku bicara.
Kami baru menerima kesaksian baru dari salah satu ibu dari sekolah
bahwa rumahmu tidak kondusif untuk anak-anak
- dan istrimu tidak stabil. - Apa?
- Aku tidak mengerti. - Siapa?
- Sebentar! - Kasus ini akan
- diambil oleh Pengadilan Negeri. - Pegang ini.
- Pada tanggal dalam pemberitahuan itu. - Sia!
- Di mana Shubh dan Suchi? - Terima kasih.
Ayah. Tanya mereka!
- Permisi! - Di mana Shubh dan Suchi?
- Tunggu. - Di mana anak-anakku?
- Di mana? - Debika! Tenanglah.
Maaf, tanggalnya besok.
- Ya. - Oke?
Jangan oke saja! Di mana anak-anak kita?
- Bagaimana lagi? Ini pemberitahuan hukum. - Shubh! Suchi!
- Beberapa orang bersaksi melawan kita. - Shubh!
Shubh!
Shubh!
Shubh!
Suchi!
Shubh!
Shubh!
Suchi!
Shubh!
Shubh! Anak lelaki, kecil.
Bayi kecil, Suchi.
Baru lima bulan.
Shubh!
Hei, guru anak!
Kau!
Guru!
Berhenti! Di mana anak-anakku?
Shubh-ku? Di mana Shubh?
- Dia tahu di mana Shubh! - Jangan buat keributan.
- Jangan buat keributan. - Dia tahu!
- Debi! - Lepaskan aku! Di mana Shubh?
Dia tahu di mana Shubh!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
- Halo, Tuan Kapoor? - Halo? Halo, Tuan Kapoor?
Kenapa kau tak datang ke sana?
Kami tak diizinkan bertemu Shubh dan Suchi.
- Mereka telah ambil kasusmu dariku. - Sial!
Kata mereka aku terlalu terikat secara emosional dengan kasusmu.
Lihat itu! Pengacara pemerintah!
Mereka tidak boleh menjadi emosional.
Kasus ini akan pergi ke Pengadilan Tinggi lalu ke Mahkamah Agung.
Dan jika perjanjian itu juga dilanggar di sana,
- maka akan sampai ke Strasbourg. - Artinya?
Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.
- Nyonya Chatterjee, ikuti saranku dan… - Hei!
Mengapa tutup teleponnya?
- Diamlah! - Telepon dia.
Jangan sentuh. Diamlah. Duduk dan diam.
Hentikan. Kalian berkelahi seperti anak-anak.
Tenanglah kalian.
Mengapa kau selalu membuat keributan?
Hai, Bu. Sampai jumpa.
Bu, apakah kau mendapatkan bunga yang aku kirim?
Tolong tunggu sebentar.
Tuan Chatterjee?
- Ya? - Nyonya Chatterjee?
Daniel Ciupek.
- Halo. - Bisa bahasa Norwegia?
Ya, aku bisa!
Tapi istriku tidak.
- Akan kugunakan bahasa Inggris. - Ya.
- Kita bertemu di dalam. Aku bertelepon. - Oke.
- Ya? - Siapa dia?
Pengacara baru kita.
- Orang ini? - Ya. Ayo.
PENGADILAN DISTRIK OSLO
Mereka mengganti Tuan Kapoor dengan pria Inggris ini?
Debika, tolong tenanglah.
Tenanglah, oke?
Penyebutan kata "tenang" saja membuatku lebih stres.
Nora.
- Daniel. - Tim-mu tinggi.
- Tidak, kali ini kau akan kalah. - Tidak mungkin.
Pengadilan Kehormatan, menurut UU Kesejahteraan Anak tanggal 20 Juli 1992,
nomor 100, terkait Pelayanan Kesejahteraan Anak,
pasangan ini, tidak mampu
sediakan lingkungan aman bagi anak-anak mereka.
Mereka telah diselidiki selama sepuluh minggu pada 24 parameter
sesuai dengan 4(3) dari tindakan yang disebutkan di atas.
Melalui penyelidikan, tim kami menyimpulkan
bahwa Nyonya Chatterjee
memiliki pikiran yang tidak stabil
dan perilakunya tidak dapat diprediksi.
Majelis Yang Mulia, aku ingin menyampaikan pernyataan
dari teman Nyonya Chatterjee,
- orang tua dari taman kanak-kanak. - Ada apa ini?
Tolong, di layar.
Debika Chatterjee
tidak aktif dengan Shubh.
Shubh Chatterjee termasuk dalam spektrum autis…
NYONYA ANAK BERIT HANSEN PSIKOLOG
tapi tidak dapatkan perhatian layak di rumah.
Nyonya Debika Chatterjee adalah ibu yang baik,
tapi dia tidak terlibat dalam studi Shubh.
Pengajuan proyeknya selalu tertunda.
Yang Mulia, ada juga laporan kekerasan dalam rumah tangga di rumah tersebut.
Adakah keluhan resmi tentang kekerasan rumah tangga?
Ada, Yang Mulia.
Oleh Biswa dan Nandini Sarkar.
Pembelaan diwakili oleh Tuan Ciupek, bagaimana permohonannya?
Mahkamah yang terhormat…
penilaian ini penuh dengan komentar pribadi seperti "saya pikir" dan
"menurut saya", tanpa bukti atau dokumentasi yang konkret.
Selain itu, saya juga ingin menarik perhatian pengadilan…
dengan pernyataan yang dibuat oleh Kepala Administrator Kota
Velfred, tiga minggu lalu,
menyatakan Velfred tidak memiliki sumber daya
untuk perawatan anak jangka panjang.
Maka, mereka bukan alternatif yang lebih baik daripada orang tua kandung.
Kami memohon "tak bersalah".
Dokumen konkret apa yang Anda miliki untuk mendukung argumenmu?
Sekitar 30 kasus tentang Velfred sedang menunggu keputusan
di hadapan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.
Keberatan!
- Katakan untuk fokus pada kasus kita. - Akan kukatakan.
Maaf, Majelis Yang Terhormat.
Nyonya Chatterjee, saya tahu bahasa Hindi.
Nama saya Daniel Singh Ciupek.
Dan Anda tak diizinkan berbicara sembarangan di pengadilan ini!
Maka fokus pada kasus kami!
- Diam. - Anak-anakku sedang menungguku.
Saya minta maaf atas nama klien saya.
Velfred…
telah menjemput anak-anak tanpa memberitahu orang tua
yang jelas merupakan pelanggaran terhadap Bagian 4(6)
perintah sementara UU Kesejahteraan Anak.
Pengadilan Terhormat, bagian dari strategi Velfred…
"Strategi" menakut-nakuti anak dan keluarga?
Karena ada ketakutan bahwa orang tua ini akan menyakiti anak-anak mereka,
maka Bagian 4(6) mengizinkan kami mengambil anak-anak,
- Keberatan! Tidak ada bukti. - Tanpa persetujuan orang tua.
Lanjutkan.
Terima kasih, Yang Mulia.
Saya ingin mengajukan pernyataan lain ke pengadilan
dari Sia Larson dan Matilda Magnus
yang mengatakan bahwa pada suatu kesempatan,
Nyonya Chatterjee telah menutup pintu pada putranya, sementara putranya menangis.
Shubh, berdiri di luar.
- Ibu! - Tidak, Sayang. Tunggu di luar.
Kemarilah.
Tidak apa-apa, Shubh.
Matilda dan Sia, katakan bahwa kalian berbohong.
Pak Hakim, anak saya, Shubh.
Kacanya pecah tempo hari,
jadi saya menutup pintu.
Jadi, anak saya tidak…
Anda tidak bisa bicara seperti itu di pengadilan ini.
Maaf, Pak Hakim.
Pikiran yang tidak stabil dan perilaku yang tidak dapat diprediksi.
Jelaskan dalam bahasa Inggris yang baik.
- Yang Mulia. - Tuan Ciupek.
Tolong katakan sesuatu untuk pembelaanku.
Ini…
adalah orang tua India,
dan mereka punya cara sendiri mengurus anak-anak.
Kesehatan umum, disiplin, makanan,
semuanya agak berbeda.
Yang Mulia, anak-anak adalah anak-anak dan ini Norwegia, bukan India!
Kita tidak bisa memaksa mereka untuk membesarkan
- anak-anak dengan cara kita. - Ya, kita bisa.
Jika anak-anak dalam bahaya
- karena ibu tidak stabil, - Mereka akan patuhi
- perubahan tapi anak-anak… - Apa yang bisa kita lakukan!
- Pemerintah Norwegia… - Bahkan sebelum mereka berkesempatan!
Laporan dan kesaksian yang diberikan
oleh penggugat menjelaskan mengapa perintah sementara disahkan.
Pengadilan ini menolak gugatan Nyonya Chatterjee akan
- perintah tinggal. - Tidak!
- Shubh Chatterjee dan… - Tidak!
Suchi Chatterjee akan tetap dalam perwalian Kerajaan Norwegia.
Kasus ditutup.
Tidak!
Pak Hakim! Saya punya permintaan! Dengarkan saya.
Pak, anak-anak saya…
Saya mencintai anak-anak.
Shubh dan Suchi, mereka butuh ibu mereka.
Saya ibu mereka.
Saya bukan ibu yang buruk.
Matilda. Katakan sesuatu pada Hakim.
Mereka saya anggap sebagai keluarga.
Mereka datang, saya jamu. Keluarga, Pak.
Janji, Pak.
Saya, hari ini, diam.
Saya akan diam saja. Maaf.
Tapi, anak-anak saya…
Tolong. Saya membutuhkan anak-anak, Pak.
Saya akan mati tanpa anak-anak.
Pak, saya mendengarkan. Daftar…
Saya mendengarkan daftar lengkapnya.
Akan saya suapi mereka menggunakan pisau dan garpu.
Tidak dengan tangan.
Saya mencintai suami saya. Tak berkelahi.
Tak bertengkar. Katakan!
Saya akan menjaga keluarga saya,
Shubh dan Suchi, Pak.
Suchi berumur lima bulan.
Saya menyusui dia.
Tolong, anak saya, Pak.
Tolong. Katakan sesuatu, Matilda.
Tolong! Saya akan mati.
Tenang. Mereka akan kembali.
Saya ingin Shubh dan Suchi kembali!
- Mereka akan kembali. - Aku tak bisa hidup tanpa mereka!
Mereka akan kembali. Tenanglah.
- Aku tidak tahan. - Mereka akan kembali. Aku berjanji.
- Aku ingin Shubh dan Suchi kembali! - Mari kita pulang.
Ayo pergi. Ayo.
Hidup menopang jiwa
Atau jiwa menopang kehidupan?
Kepada siapa aku bertanya?
Hidup menopang jiwa
Atau jiwa menopang hidup?
Kepada siapa aku bertanya?
Kau ada karena aku
Atau aku ada karenamu?
Bagaimana caraku Menanyakan itu kepada seorang ibu?
Bagaimana caraku Menanyakan itu kepada seorang ibu?
Hidup menopang jiwa
Atau jiwa menopang hidup?
Kepada siapa aku bertanya?
Apakah aku memberimu identitas?
Atau apakah kau identitasku?
Apakah aku memberimu identitas?
Atau apakah kau identitasku?
Aku ingat setiap kali kau menangis
Aku ingat setiap kali kau tertawa
Kaulah hidupku
Kau adalah alasan keberadaanku
Kau adalah tanahku dan kau adalah langitku
Kau pun tahu
Bagaimana cara membuatku berjalan
Apakah kau ada karena aku
Atau aku ada karenamu?
Bagaimana caraku Menanyakan itu kepada seorang ibu?
Bagaimana caraku Menanyakan itu kepada seorang ibu?
Hidup menopang jiwa
Atau jiwa menopang hidup?
Kepada siapa aku bertanya?
Apakah aku memberimu identitas
- Atau apakah kau identitasku? - Siapa yang aku tanyakan?
Apakah aku memberimu identitas?
- Atau apakah kau identitasku? - Siapa yang aku tanyakan?
Apakah aku memberimu identitas?
Atau apakah kau identitasku?
Apakah aku memberimu identitas?
Atau apakah kau identitasku?
DUA BULAN SETELAH PEMISAHAN
Debika!
Bagaimana ini bisa terjadi?
Tak bisa dipercaya.
Aku sudah berusaha menghubungimu. Akhirnya sekarang…
Ikut denganku.
Apakah Anirudh melarangmu bertemu denganku?
Aku ingin kau temui seseorang.
Ulurkan tanganmu.
Silakan datang.
Rabia Husain? Aku Nandini.
- Kita bicara melalui telepon? - Aku ingat,
Dan ini Debika Chatterjee.
Tentu saja. Aku mengenalmu.
Aku membaca tentang kasusmu.
Aku sangat menyesal kau kalah di banding terakhir.
Rabia adalah pengacara,
tapi membuka toko di sini karena gelarnya tidak diakui di Norwegia.
Pada hari Velfred memasukkan anakku ke dalam sistem asuh…
- sejak saat itu… - Ini, lihatlah.
Velfred adalah agen yang sangat berbahaya.
Mereka berbisnis, dengan dalih mengasuh anak.
Norwegia pertama-tama memikat imigran dari negara miskin dengan uangnya.
Setelah keluarga datang ke sini, mereka mengambil anak-anak.
Itu permintaan dan penawaran.
Benar.
Ini kejahatan terorganisir.
Semua terlibat dalam hal ini.
Hakim, guru, keluarga asuh,
terutama para pengacara.
Semakin banyak anak di sistem asuh, semakin banyak uang yang mereka hasilkan.
Kau tahu Berit Hansen, kan?
Berit mengajar Shubh di rumah asuh.
Shubh tidak bahagia di sana.
Anak-anakmu ketakutan.
Shubh telah berhenti berbicara.
Dan…
Mereka tidak memberikan kantong susumu pada Suchi.
Berit diam-diam merekam klip ini.
Aku tidak ingin pergi ke Disneyland!
Aku ingin pulang ke rumah.
Aku tidak ingin pergi ke Disneyland!
Aku tidak ingin pergi ke Disneyland!
Kau pikir itu benar?
Mereka melakukan ini demi uang?
Bagaimana kau tahu tentang grup ini?
Kau tak tahu apa yang sedang terjadi!
Kita sedang dijebak!
Kita tidak membuat kesalahan dalam merawat Shubh dan Suchi.
Tolong temui Rabia sekali saja.
Shubh dan Suchi… tidak aman.
Mereka tak bahagia.
Dan Tuan Ciupek,
juga bersekongkol dengan orang-orang Velfred.
Dengar. Aku akan mendapatkan kewarganegaraanku.
Saat itu terjadi, anak-anak akan menjadi warga negara,
dan mereka akan pulang.
Debi, aku bisa mengerti. Kau marah.
Aku juga khawatir.
- Tapi kita tak bisa dengarkan gosip! - Gosip?
Aku telah lihat videonya sendiri.
- Shubh menangis memanggilku. - Semua anak menangis!
Pulanglah.
Dan jangan pergi lagi tanpa seizinku, oke?
Semua ini bisa mempengaruhi…
kewarganegaraan.
Tolong, Anirudh.
Kita harus menyewa pengacara swasta.
Jika tidak…
akan kusewa sendiri.
Itu akan membutuhkan uang!
Aku akan kembali.
Di mana Suchi?
Ikut denganku.
Masuk. Ayo, Shubh.
Masuk. Ayo. Cepat!
Ayo, cepat!
KURSI KELAS PERTAMA DARI 1-24
Hei, Sayang!
Apa yang kau inginkan?
Selamat datang di Swedia.
Semua warga negara asing yang memegang non-ePassports
harus menunjukkan paspor
- di kontrol paspor perbatasan. - Ini.
- Dan diminta untuk menyimpan… - Tiket?
- Dokumen yang diperlukan. - Tiket?
Satu, dua, tiga.
Tiga.
Tidak apa-apa. Terima kasih.
Selamat datang di Swedia.
Stasiun berikutnya, Gothenburg.
STASIUN TENGAH GOTHENBURG SWEDIA
Duduk di sini. Duduk.
POLISI
POLISI PERBATASAN
STASIUN PUSAT GOTHENBURG
SWEDIA
SEMUA PASPOR UNI EROPA
UNTUK KEIMIGRASIAN TOLONG MENGANTRI
Jari.
Kamera.
Wanita berjaket hijau! Berhenti!
Oh!
Terima kasih.
Paspor, tolong.
Nyonya Chatterjee.
Silakan ikut kami.
- Apa? Mengapa? - Ikut kami.
- Ikut kami. - Tidak.
Tolong ikut kami.
- Tolong… - Ke mana bawa anakku! Anakku!
Suchi!
Suchi! Shubh!
Suchi! Shubh!
Shubh! Ke mana kau membawa anakku?
- Berhenti! Suchi! Shubh! - Berhenti.
- Tolong berhenti. - Ibu!
Shubh!
- Ibu! - Suchi!
- Tolong berhenti. - Berhenti!
Anakku!
- Berhenti! - Ibu!
- Shubh! - Ibu!
Shubh!
Nyonya…
KONTROL PERBATASAN NORWEGIA-SWEDIA
Mereka keluarkan perintah deportasi.
Beri tahu mereka bahwa dia tidak bisa berpikir dengan benar.
Anak-anak kami…
Kau tahu apa yang telah dilakukan istrimu?
Aku tahu, tetapi…
Ini tuduhan yang sangat serius, Tuan Chatterjee.
Entah itu atau Nyonya Chatterjee masuk penjara.
Tolong lakukan sesuatu.
- Aku sudah berusaha. - Tolong.
Tapi semua mengikuti hukum.
Aku mengerti itu. Tolong.
- Petugas, aku meminta… - Hei, dengar.
Kau tak bisa menculik perwalian negara!
- Ya, aku… - Ini sederhana!
- Aku mengerti. - Tuan, satu hal lagi…
Dia depresi akhir-akhir ini.
Dia tak menyadari dirinya…
Kurasa kita semua punya masalah.
- Ya. - Bisa beri aku waktu sebentar?
- Hanya… - Aku minta maaf.
- Tolong… - Terima kasih.
Petugas, aku hanya minta agar kau tidak mengajukan tuntutan.
Itu saja.
Akan memperumit kasus yang sudah sangat rumit.
Pak, aku ayahnya.
Dia mengalami banyak hal sekarang.
Dengan kedua anaknya diambil darinya,
emosinya menjadi meluap-luap.
Aku berjanji dia tak akan mengulanginya.
Aku telah mengambil semua detailnya.
Dan akan kuperesentasikan kepada komite.
Akan ada pemberitahuan resmi.
Perintah deportasi akan dikirim.
- Tidak ada penjara. - Terima kasih.
- Tolong beritahu dia… - Terima kasih.
Aku akan dapat masalah jika ada perintah deportasi.
- Ini hasil terbaik. - Aku akan…
Ini usaha terbaik kami.
- Terima kasih. - Tuan Chatterjee.
Nyonya Chatterjee.
Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja.
Apa yang kau pikirkan?
Aku bicara denganmu.
Mengapa pergi ke sana?
Kau pikir aku tak perlu tahu tentang itu?
Aku menemuimu, tapi kau diam saja.
Aku tidak bisa diam tanpa melakukan apa pun.
Sudah 90 hari!
- Aku tak tahan. - Kau tak tahan!
Jadi kau pergi dan mengacaukan kasus dengan penculikan?
Apakah kau tahu apa arti deportasi?
Bagaimana bisa seseorang dituduh menculik anaknya sendiri?
Aku membawa Shubh dan Suchi.
Aku yang melahirkan mereka dan bukan kau!
Apakah kau pikirkan hal lain selain kewarganegaraanmu?
- Debi! - Apa yang salah denganmu?
Debi…
- Anirudh! - Aku tidak akan pergi. Lepaskan!
- Lepaskan dia! - Anirudh!
- Tak akan! - Lepasan dia, tolong.
- Anirudh! - Lepaskan aku!
- Lepaskan aku! - Lepaskan dia!
- Lepaskan aku! - Ikut denganku!
- Dia kesakitan. - Lepaskan!
- Anirudh! - Anirudh!
- Lepaskan dia! - Kau sedang apa?
- Lepaskan dia! - Ini pantas untuknya!
- Ini pantas untuknya! - Buka pintunya!
Putrimu gila. Ini pantas untuknya!
- Apa yang kau katakan? - Apa yang kau katakan?
Ayun-ayun, sayang…
- Debi! - Anirudh!
Jangan kau menangis
Diamlah, bayi kecil
Sekarang tidurlah dengan lembut
Ibu akan mengambil semua air matamu
Begitu jauh
Menjauh
Aku tahu
Aku mengerti
Ocehanmu
Dan kesunyianmu
Aku tahu
Aku mengerti
Apa yang membuatmu senang
Dan apa yang membuatmu sedih
Aku tahu
Aku mengerti
Aku tahu ini adalah malam yang gelap
Aku tahu bulan tidak akan menurut
Tapi bintang-bintang ada di sisimu
Aku tahu aku tak ada bersamamu
Tapi tidak ada yang perlu ditakutkan
Doa-doaku ada bersamamu
Aku tahu
Aku mengerti
Mimpimu
Dan cita-citamu
Aku tahu
Ketika kau mendesah
Aku berhenti bernapas
Jantungku berhenti
Ketika kau menangis
Aku menangis
Jantungku berhenti
Aku tahu
Aku mengerti
Isakanmu
Dan cegukanmu
Aku tahu
Aku mengerti
Ocehanmu
Dan kesunyianmu
Aku tahu
Aku mengerti
Anirudh?
Nandini bercerita tentang anak-anakmu.
Aku kaget! Kenapa tak memberitahuku?
Itu terjadi karena kau!
Kau mengajukan keluhan, lalu mereka mengejarku.
- Ya, tapi… - Tapi apa?
Kau memukul Debika hingga tangannya patah!
- Lalu? Apakah dia istrimu? - Apa maksudmu?
Apakah dia istrimu?
Anirudh, kau butuh bantuan.
Kau…
Jangan ikut campur dalam hidupku lagi!
Dan beritahu istrimu untuk menjauh dari Debika.
- Mengerti? - Lepas!
- Mengerti? - Baik.
Sepertinya aku butuh bantuan.
Sial!
Yang Mulia, mengambil anak-anak adalah tentang
mempertahankan industri miliaran dolar,
di mana mereka semua adalah bagiannya.
Yang Mulia, pengambilan anak sudah dilakukan
dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik anak.
- Kepentingan terbaik anak! - Kepentingan terbaik anak?
Lalu mengapa foto anak saya bertebaran di internet?
Apa pengaruhnya terhadap anak saya?
Peringatan terakhir, Nyonya Chatterjee.
- Bukan bahasa pengadilan ini. - Yang Mulia,
saya minta maaf atas nama klien saya,
dan saya meminta penundaan sampai besok.
Sidang akan dilanjutkan besok.
Kau tidak boleh bicara sembarangan di pengadilan.
Berapa kali kami harus menjelaskan hal ini?
Bagaimana aku akan menanyaimu
jika mereka memerintahkanmu keluar?
Aku memiliki daftar tuntutan terhadapmu.
- "Satu." - Ya! Aku tahu itu.
Satu, ibu secara mental tidak stabil.
Maka, dia tak bisa merawat kedua anaknya.
Dua!
Anak-anak tidur dengan orang tua mereka.
Tiga!
Ibu menyuapi anaknya dengan tangannya!
Memaksa makan!
Empat!
Anakku termasuk dalam spektrum autis.
Dia tak dapat perawatan khususnya.
Lima!
Suami tak membantu istri di rumah.
Suami melakukan kekerasan dalam rumah tangga.
Enam!
Ibu mengunci anaknya di luar rumah.
Tujuh!
Ibu sangat mencintai anak-anaknya.
Dia terus mencekik mereka!
Itu tuntutan dalam daftar, kan?
Dan delapan,
ibu menculik anak-anak dari fasilitas pemerintah…
Seorang ibu dituduh menculik anak-anaknya sendiri!
Mencoba melintasi perbatasan internasional dengan mereka.
Ini kejahatan serius.
- Dia telah membalikkan kasus. - Kasus Deportasi juga tertunda. Lihat.
Apa yang bisa kulakukan jika kasusnya dipelintir?
Panggilan untuk kasus ini.
Aku tak akan melanjutkan sidang jika kau berperilaku buruk di pengadilan.
Kita akan kalah dalam kasus ini karena kau.
Aku pasti kalah.
Dan kau akan mendapatkan bagianmu, bukan?
- Debika, tolong diam. - Gajimu?
Kau tak akan dapat apa-apa jika aku menang.
Kau tak akan dapat apa pun.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan.
Tapi jangan main-main dengan karierku!
Lihatlah pengacara asing ini!
- Dia berkata kotor. - Kau sudah gila.
- Tolong. Tunggu. - Berkata kotor.
Tunggu, Tuan Ciupek.
Benar-benar bajingan!
Hubungan India-Norwegia menjadi lebih kuat selama bertahun-tahun.
Vasudha Kamat, seorang politikus dari India
akan tiba beberapa hari lagi ke Norwegia
untuk perjanjian telekomunikasi antara India dan Norwegia.
Norwegia melihat India sebagai mitra penting untuk…
Andai bukan karena masalah Visa, kami akan tinggal…
Ini panggilan terakhir untuk penerbangan AL-269.
Kapan Anda bergabung dengan departemen kesejahteraan anak?
MAHKAMAH AGUNG, HOYESTERETT OSLO
Lima bulan lalu.
Bukankah hak dasar anak untuk memiliki orang yang dipercaya untuk diajak bicara,
seseorang yang tidak terhubung dengan Velfred atau orang tua asuh?
- Apakah ini disediakan? - Keberatan. Tidak relevan.
- Ditolak. - Apakah disediakan?
Tidak. Ketersediaan adalah masalahnya.
Sebagai wakil negara,
tindakan apa yang Anda lakukan saat orang tua asuh
memfitnah dan merendahkan Nyonya Chatterjee secara daring?
Ini melanggar Pasal Delapan, Hak Asasi Manusia atas privasi.
TAK LAYAK SECARA MENTAL SEBAGAI IBU
Anda tak lakukan apa pun?
- Tidak ada tindakan? - Hei…
Tidak ada?
Tidak ada?
Mungkin, dengan pemerintah berikan jumlah besar untuk perwalian…
kita menarik orang tua yang salah.
Beberapa tahun terakhir,
kasus prostitusi anak meningkat tiga kali lipat di Norwegia!
Keberatan. Tidak relevan.
Diterima.
Saya tarik pernyataan saya.
Apakah Anda tahu kualifikasi Nyonya Chatterjee?
Keberatan. Tidak relevan.
- Ditolak. - Apakah Anda tahu apa itu?
- Tidak, tapi… - Dia punya gelar Sarjana Sains!
Dia bukan orang bodoh seperti yang orang-orang kira.
Saya diberitahu bahwa psikolog itu bahkan tidak bertemu Nyonya Chatterjee
sebelum tandatangani laporan sakit mental. Benarkah itu?
Dia diberikan laporan,
- maka tak perlu bertemu. - Terima kasih. Anda selesai.
Saya ingin memanggil saksi berikutnya.
Dia seorang psikolog anak.
Seseorang yang sangat dekat hubungannya dengan kasus dan anak-anak.
Saya ingin panggil Nona Berit Hansen.
Gunakan penyuara jemala untuk terjemahan
karena saksi tak bisa berbahasa Inggris.
Nona Hansen.
- Nama saya Berit Hansen. - Nama saya Berit Hansen.
Saya berusia 32 tahun.
Saya berusia 32 tahun.
Saya bergelar Psikologi Anak dari Universitas Eastside.
Tolong jelaskan apa pekerjaan Anda.
Saya pernah menjadi guru khusus dari Velfred.
Pernah?
Ya, saya telah dipecat.
Mengapa begitu?
Karena mencoba menghubungi Nyonya Chatterjee melalui grup pendukung.
Mengapa Anda merasa perlu menghubungi mereka?
Mengapa Anda merasa perlu menghubungi mereka?
Empat tahun terakhir, saya telah melihat banyak
orang tua dipisahkan dari anak-anak mereka,
tapi Kasus Chatterjee adalah titik kritis bagi saya.
Shubh terus menangis memanggil ibunya…
dan dia dikurung di ruangan gelap karena tidak mendengarkan.
Mengapa Anda diam saja sebelumnya?
Jika saya menentang Velfred mereka akan ambil anak-anak saya.
Beginilah cara Velfred mengontrol.
Saya punya bukti Shubh menangis untuk ibunya.
Saya pernah membuat video,
tapi Velfred menyita ponsel saya dan menghapus buktinya.
Yang Mulia, saya ingin ajukan keberatan.
Nona Berit Hansen adalah karyawan yang tidak puas!
Dia tidak punya bukti.
- Tapi… - Itu saja untuk saat ini, Nona Hansen.
Dia tidak memiliki bukti, Yang Mulia Mahkamah,
karena Velfred mengambil ponselnya dan menghapus buktinya.
Berbicara tentang video…
saya ingin mendekat ke meja Yang Mulia
untuk mengizinkan saya mengirim video.
Ya, silakan.
Lepaskan aku!
Shubh! Suchi!
- Berhenti! - Shubh!
Tolong berhenti.
Shubh!
Shubh!
Nyonya Chatterjee…
menyerang polisi,
membawa anak-anak melintasi perbatasan,
itu pelanggaran yang tidak dapat ditebus
dan aku bisa mengirimmu ke penjara untuk ini.
Velfred harus ditarik karena tidak mengikuti aturan…
tapi…
Nyonya Chatterjee secara mental tidak stabil.
Oleh karena itu pengadilan ini kembali menolak permohonan Nyonya Chatterjee.
Kedua anak tersebut akan berada dalam perwalian negara sampai berusia 18 tahun.
Mereka harus segera ditempatkan untuk adopsi akhir.
Kasus ditutup.
Kita bisa menang hari ini jika…
Maaf, Nyonya Chatterjee.
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Mengapa kau tidak memberi tahuku?
Kau setidaknya bisa memberi tahuku.
Halo, Ayah.
Ibu!
Cukup!
Aku belum pernah melihat ibu yang luar biasa!
Mengapa tidak bisa merawat anak-anakmu?
Tidak apa-apa.
Lihat bagaimana dia pergi?
Lihat itu?
Lihat itu!
Apa ini?
Kau mau ke mana berdandan rapi?
Aku akan ke kuil untuk berdoa bagi anak-anak.
- Aku akan segera kembali. - Anakku tidak mengatakan apa pun…
Secara historis, India dan Norwegia berteman
tapi kurasa kesepakatan telekomunikasi ini akan tandai awal dari fase emas
antara kedua bangsa kita.
Secara historis, India dan Norwegia berteman
tapi kurasa kesepakatan telekomunikasi ini akan awali fase emas.
Terima kasih.
PERTEMUAN TELEKOM INDIA NORWEGIA
Kami membuka ruang untuk pers.
Ada pertanyaan?
Terima kasih, Nyonya Vasudha.
Aku Debika Chatterjee.
Kami berimigrasi dari Kolkata ke Norwegia.
Kami adalah korban ketidakadilan.
Kedua anakku telah direbut oleh Pemerintah Norwegia.
Nyonya, ini bukan tempat untuk membahas masalah ini.
Menurut mereka, ada perbedaan budaya.
Dan kau jauh-jauh dari India untuk buat kesepakatan dengan orang seperti itu?
Ini masalah keluarga.
Tidak! Ini masalah negara kita!
- Tolong jangan memotret. - Berhenti!
- Berhenti! - Nyonya Vasudha, katakan,
apa yang akan terjadi
jika Pemerintah India mengambil seorang anak kulit putih?
Pikirkan tentang itu! Tolong.
Hei! Jangan sentuh!
Aku hanya ingin bicara dengan Nyonya Vasudha.
Siapa yang harus aku dekati jika bukan kau?
Sebagai orang India, kami berhak mendekati Pemerintah India.
Tapi kedutaan tidak mau membantu.
Kau bisa bicara dengan Pemerintah Norwegia tentang situasi kami.
Mereka pikir mereka adalah negara kaya.
Dan bahwa budaya mereka yang terbaik.
Dan kami berasal dari negara miskin dan tanpa budaya.
Kau seorang ibu.
Bisakah kau bayangkan apa yang harus aku alami?
Sudah lama aku tak bertemu anak-anakku.
Tolong, Nyonya. Aku hanya perlu dua menit.
Selesai berdoa?
Dari mana kau?
Tak ada kuil yang buka selarut ini!
Ada yang harus kulakukan.
Aku melihat semua…
yang terjadi di sini.
Kau diberi banyak kebebasan.
Kau datang dan pergi sesukamu.
Pasti kau selalu meninggalkan anak-anak!
Seperti kau tinggalkan kami hari ini!
Dia sedang apa?
Hei!
Anakku kelaparan.
Entah dia beri makan apa anakku!
Halo?
Ya?
Oke.
Ya.
Oke.
Oke. Aku segera datang. Ya.
Debika! Suchi sedang tidak enak badan.
Masuk.
Bayi telah menangis dua jam. Kami tak tahu ada apa dengannya.
Ya, kurasa dia membutuhkan ibunya.
Di mana Shubh?
Di luar.
Bisakah aku melihatnya sebentar?
- Oke. - Oke. Terima kasih.
Anakku yang lucu sedang apa?
Shubh.
Terlihat bahagia.
Dia suka mobil.
Kau beri dia nasi?
Dia suka nasi.
Pemakan nasi.
Seperti aku. Sama.
Rumah yang bagus.
Rumahnya besar.
Tolong jangan ambil anak-anak.
Jangan katakan itu.
Maria, kan?
Maria, kuberi tahu,
kau akan menjadi ibu yang sangat baik.
Tapi… bukan Shubh dan Suchi-ku.
Aku butuh…
Di India ada upacara untuk suapi
makanan padat untuk bayi.
Mulai makanan padat sekarang.
BERITA TERBARU
Pembicara yang terhormat, kesepakatan telekomunikasi bahwa kita akan
bekerja sama dengan Norwegia harus dibatalkan.
Anak-anak yang terpisah dari orang tuanya adalah orang India!
Sebagai seorang ibu, aku bertanya kepada Majelis ini,
bagaimana negara lain bisa memberitahu kita
cara membesarkan anak kita sendiri?
Kami mohon, agar kami boleh menyuapi anak dengan tangan kami!
Aku minta pemerintah ini ambil langkah komprehensif
untuk menyatukan kembali anak-anak ini dengan keluarga mereka segera.
Jika Norwegia tidak mengembalikan anak-anak ini…
maka kita harus putuskan hubungan dengan negara kejam ini.
Ini pelanggaran hak asasi manusia.
Ini campur tangan negara dalam urusan pribadi.
Kita, negara berpopulasi satu koma dua puluh enam miliar dipaksa
memohon negara berpopulasi empat setengah juta,
untuk kembalikan anak-anak kita!
Norwegia katakan Nyonya Chatterjee mengalami depresi.
Apa upaya mereka mengatasi ini?
Mereka rebut putrinya yang berusia lima bulan!
Bukankah itu akan buat dia semakin tertekan?
RUMAH INDIA NORWEGIA
Velfred sungguh memalukan.
Velfred, kembalikan anak-anak. Hancurkan Velfred!
Velfred menculik anak-anak!
Ini tidak terlihat bagus.
Aku agak khawatir.
Maka bicaralah dengannya.
Ya.
Velfred Menculik anak-anak! Wow!
Terima kasih.
Tiket ke…
Norwegia itu mahal, bukan?
Cukup mahal. Ini negara yang mahal, Tuan.
Apakah kau ingin dapat uang dengan mudah? Aku punya rencana.
Jika kau tertarik.
Tentu saja.
Minta Debika Chatterjee menjadikanmu orang tua asuh.
Aku?
Anak-anak tetap tinggal di keluarga ini.
Mengapa aku setuju merawat dua anak?
Ayolah, Tuan.
Halo?
- Halo? - Hai!
Aku tak bisa melakukan ini.
Walau kau dapat 50 lakh rupee untuk itu?
Apa? 50 juta rupee?
Kau akan dapat lima juta rupee setiap tahun untuk setiap anak.
Mengapa begitu?
Karena ini sistemnya. Itu cara kerjanya.
Dengar.
Kau dapat lima juta rupee dan Velfred lima juta rupee.
- Kau dapat 10 juta rupee setiap tahun. - Ya.
Jadi, dalam 18 tahun…
Duduklah di sana.
Halo semua. Terima kasih sudah datang.
Kami buka kembali arsip mereka setelah berkomunikasi dengan Pemerintah India,
tapi kami telah memutuskan tak kembalikan anak-anak.
Artinya? Tuan?
Karena kami masih berpikir, mereka orang tua yang tak layak.
Tapi…
jika kedua orang tua setuju,
kami bisa berikan hak asuh kepada pihak ketiga yang bisa dipercaya.
Oke, kalau begitu berikan hak asuh kepada orang tuaku.
Kami minta maaf,
tapi kami tak berikan hak asuh kepada orang di atas 50 tahun.
Lalu beri aku hak asuh mereka.
Aku tinggal bersama orang tuaku.
Kami akan membesarkan mereka bersama.
Ini yang terbaik untuk anak-anak.
- Apakah dia gila? - Jangan bicara dengannya.
Tunggu sebentar.
Anurag masih bujangan.
Dia masih bujangan.
Tuan Chatterjee.
Tuan Madhusudhan.
Pemerintah Norwegia bisa menunjuk
Tuan Anurag Chatterjee sebagai orang tua asuh mereka.
Jika kalian setuju, silakan tandatangani dokumen ini.
Aku tidak bisa!
Permisi.
- Apa yang kau katakan? - Ayo ikut aku!
Ayo! Ke sini.
Nyonya Debika, tunggulah.
Ini kesempatan bagus.
Aku tidak bisa meninggalkan anak-anakku di tangan mereka.
Aku lebih baik mati daripada buat kesalahan besar.
- Nyonya Debika. - Tolong.
Masalah ini telah meningkat pesat.
Meski begitu, Nyonya Vasudha Kamat bersikeras membantumu.
Siapa yang akan memperjuangkan anak-anakmu di Norwegia jika kau dideportasi?
Tandatangani dokumennya dan kembali ke India.
Kami pastikan, anak-anak akan datang,
Permisi, Tuan.
Debika, bisakah kita bicara? Tolong?
Ikutlah denganku.
Apa keputusanmu?
Bisakah izinkan orang itu menjaga anak-anak kita?
Kau pikir aku suami yang buruk?
Aku memaksamu menikah denganku.
Ingat?
Kenapa begitu?
Karena aku mencintaimu, Debi.
Aku masih mencintaimu.
Itu benar.
Aku telah banyak bersalah,
tapi kau selalu memaafkanku.
Mengapa?
Karena kita satu keluarga, Debi.
Kau lihat aku tak dukung Anurag di sana. Benar?
Kesenjangan di antara kita ini
hanya karena stres.
Itu akan hilang.
Kau bisa bawa anak-anak dari Bardhaman dan pergi ke rumah orang tuamu.
Tidak ada yang akan menghentikanmu.
Apakah kau pikir aku tidak merindukan anak-anakku?
Dan tak ingin memeluk mereka?
Aku bukan orang jahat, Debika.
Kau bahkan tak perlu melihat wajah ibuku lagi.
Biarkan Anurag hadiri panggilan video yang dibuat Pemerintah Norwegia.
Hanya itu.
Hanya itu yang perlu kita lakukan.
Mereka anak-anak kita
dan akan kembali kepada kita bagaimana pun caranya.
Sisanya hanyalah dokumen.
Formalitas.
Oke?
Abaikan saja.
Ayo pergi.
- Selamat! - Selamat!
Berita terkini untuk hari ini!
Pembaruan Kasus Hak Asuh Norwegia.
Kedua anak, Shubh dan Suchi Chatterjee
akan kembali ke India besok pagi.
Seperti yang terlihat,
mereka sedang diserahkan di Bandara Oslo.
Aku sangat bahagia!
Aku ingin berterima kasih
kepada Pemerintah India dan Perdana Menteri India.
Terima kasih kepada Nyonya Vasudha Kamat.
Anak-anakku kembali.
Apa lagi yang bisa aku minta?
BARDHAMAN BENGAL BARAT
Shubh akan sangat senang.
Kita akan membawanya ke Victoria.
Ibu? Shubh?
- Suchi? - Selamat datang!
- Apa kabar? - Baik!
Di mana ibu?
Di mana Shubh dan Suchi?
- Salam. - Diberkatilah kau.
Anak-anak akan datang nanti. Bicaralah padaku dulu.
Tapi di mana anak-anak?
Kak, aku ingin anak-anak bertemu ibu mereka juga,
tapi Pemerintah Norwegia mempersulitnya.
Shubh?
Suchi?
Kata mereka, "Nyonya Debika Chatterjee tak bisa bertemu mereka."
Jika tidak, uang takkan dikeluarkan.
Uang apa?
Kami telah tandatangani perjanjian.
- Apa masalahnya? - Ya, benar.
Lihat itu. Di mana kesepakatannya?
Di mana kau simpan?
Lihat di mana kau menyimpannya.
Ini dia.
Maaf. Itu bukan kesepakatan, tapi perjanjian.
Perjanjian India-Norwegia.
Ini dengan jelas menyatakan,
bahwa "Nyonya Debika Chatterjee bisa bertemu anak-anaknya
hanya setelah persetujuan kedua belah pihak."
Pemerintah Norwegia belum setuju.
Artinya kehadiranmu di sini ilegal.
Tapi Anirudh berkata bahwa aku bisa membawa anak-anak bersamaku.
Aku hanya perlu mengembalikan mereka ketika Pemerintah Norwegia menelepon.
- Apakah kakakku berkata begitu? - Ya! Dia tidak menjawab telepon.
Bukan itu yang dikatakan dokumen-dokumen ini.
Bisakah kau baca? Aku tak berpendidikan sepertimu.
Dia tidak menjawab telepon. Shubh!
Aku sudah bilang kepada ibumu jangan bawa acar dalam penerbangan,
- Shubh! - Karena di pesawat ada makanan gratis!
- Buka, tolong! - Anak-anak tidak di sini.
Tolong buka!
- Anak-anak tidak di sini. - Aku mendengar mereka.
- Shubh! - Ada apa di sini?
Keluarkan wanita ini dari sini.
Anak-anak bersama kami dan mereka akan tinggal bersama kami.
Kau bisa datang setelah 18 tahun.
Kau harus pergi. Keluar!
Tolong jangan membuatnya stres.
Akan ada banyak masalah ketika tekanan darahnya naik.
Jangan berdiri di depan televisi.
Biarkan aku menontonnya.
Ibu? Ibu, tolong!
Tolong kembalikan anak-anakku.
Aku tak akan katakan apa pun.
- Aku takkan membuat keributan. Tolong! - Benarkah?
- Tolong kembalikan mereka. - Aku sudah muak!
Berhenti buat keributan! Foto mereka akan ada di media sosial!
Kau tak bisa dipercaya. Kau wanita yang tak sehat mental!
- Keluar! Ayo! Pergi! - Hei, tunggu!
- Keluar! Pergi! - Biarkan aku bertemu.
- Ayo pergi. - Anak-anakku.
Tandatangani surat cerai ini sebelum pergi.
Tandatangani dan kembalikan. Jika tidak, awas saja.
- Keluar! - Biarkan aku bertemu mereka.
- Mengapa kau lakukan ini? - Tolong!
Tolong jangan lagi!
Tolong biarkan aku bertemu anak-anakku.
- Ayo pergi. - Keluar!
- Keluar dari sini! - Tolong!
Omong kosong!
Kau telah tandatangani perjanjian dengan mereka.
Anak-anakmu kembali ke India. Kami tak bisa apa-apa.
Tuan Madhusudhan.
- Aku pikir… - Apa?
Kupikir kau sepemahaman dengan suamimu.
Ya Tuhan! Bagaimana dia bisa menipumu seperti ini?
- Debi, berkepala dinginlah hari ini. - Oke.
Kita akan ambil Shub dan Suchi, dan pergi dengan damai.
Berhenti!
Aku akan memberikan cokelat ini kepada anak-anak, dan pergi.
Aku bilang pergi!
- Hei! - Pergi!
Debi! Jangan menyentuh mobil!
Itu baru! Apa kau tak melihat?
Untuk apa kau dibayar?
- Aku bawa barang untuk anak-anak… - Usir mereka!
- Pergi! - Usir mereka!
- Ayo! - Aku tak akan pergi!
Keluar!
- Pergi! - Jangan pukul.
Pergi ke kantor polisi dan lihat apa yang terjadi.
Pergi!
Tuntutan nomor 1186,
Nyonya Chatterjee melawan Tuan Anurag Chatterjee.
Kasus berikutnya, silakan.
DUTTA ABHIJEET YANG TERHORMAT
PENGADILAN TINGGI DI KOLKATA BENGAL BARAT
DUA TAHUN SETELAH PEMISAHAN
Berapa lama lagi?
Di mana pengacara penuntut?
HARI PERTAMA
Tuhan, tolong aku.
Yang Mulia,
- saya minta tutup kasus ini. - Yang mulia!
Saya tertinggal trem!
Jadi, saya naik becak, tapi bannya kempes.
Lalu harus berjalan dua puluh menit untuk panggil taksi.
Akhirnya sampai di sini setelah dua kemacetan lalu lintas.
Hentikan, Nona Pratap.
Ini pengadilan saya, dan kau harus menghormatinya.
Bisakah langsung ke intinya?
Itulah, Yang Mulia!
Anda tak tahan saat aku bicarakan kesusahan
yang saya hadapi satu setengah jam terakhir.
Bagaimana akan tahan kesulitan berat yang dialami Debika Chatterjee
sejak satu setengah tahun terakhir?
Saya mengerti maksud Anda.
Apa yang Anda inginkan?
Yang Mulia,
klien saya Nyonya Debika Chatterjee,
telah datang ke pengadilan ini dengan satu harapan terakhir untuk keadilan.
Dia belum dapat menemukan solusi dari Norwegia ke India.
Ketika Asosiasi Kesejahteraan Anak dan Komisi Perlindungan Hak Anak,
berkunjung ke rumah mertuanya,
dan saat itulah mereka menemukan anak-anak dalam keadaan buruk.
Saya ingin menyerahkan laporan mereka secara tercatat.
Menurut laporan CPCR,
anak-anak tidak aman dalam
Hak asuh Anurag Chatterjee.
Saya minta pengadilan untuk hadapi
ini sebagai kasus terbuka dan tertutup,
dan biarkan Debika Chatterjee, ibu kandung dari anak-anak itu,
memiliki hak asuh tunggal mereka sesuai Hukum Penjamin dan Perwalian.
Itu saja.
Kedengarannya bagus.
- Apakah selesai? - Kita lihat nanti.
Pak, ada surat untuk Anda.
Mengapa di menit terakhir?
Surat dari Pemerintah Norwegia?
- Tuan Daniel Ciup Singh? - Ciupek.
Yang Mulia, bolehkah saya mendekati bangku?
Ya.
Yang Mulia, seperti yang tertulis di surat,
Saya membela kasus ini untuk Pemerintah Norwegia.
Saya akan naik banding ke pengadilan untuk membela kasus Norwegia di India.
Tolong, Yang Mulia. Ruang sidang ini dipenuhi orang.
Kita tak bisa biarkan siapa pun menjadi "pengacara" di sini!
Ini belum pernah terjadi!
Itu bertentangan dengan aturan Dewan Pengacara.
Seharusnya tak diperbolehkan.
Apa hak dia berada di sini?
Ini sangat tak lazim.
Apa posisi Anda di sini?
Mengapa saya harus mengizinkan Anda?
Saya punya tiga alasan.
Satu,
anak-anak di sini karena Perjanjian India-Norwegia.
Kedua, Pemerintah Norwegia memiliki hak untuk…
memeriksa apakah perjanjian itu dilanggar.
Tiga, Pemerintah Norwegia membiayai kesejahteraan anak-anak ini.
Ini laporan bank dari uang yang ditransfer.
Dalam 14 bulan terakhir, delapan juta rupee telah ditransfer
kepada Tuan Anurag Chatterjee, Bank PTL, cabang Bardhaman.
Karena alasan di atas, Yang Mulia, saya ingin memohon
agar anak-anak harus dikirim kembali ke Norwegia secepat mungkin.
Oke.
Akan saya ambil ini di bawah nasihat khusus.
Sidang akan ditunda hingga pukul 09:00 besok.
HARI KEDUA
Dalam keadaan khusus,
pengadilan akan mengizinkan Daniel…
Ciupek.
Chup-Singh untuk mengajukan kasus untuk Norwegia.
Terima kasih, Yang Mulia.
Yang Mulia.
Hukum Norwegia telah melindungi anak-anak selama 100 tahun,
terlepas dari apakah mereka orang Norwegia atau India.
Norwegia bisa saja mendeportasi kembali anak-anak ini.
Jadi, mengapa Norwegia menghabiskan begitu banyak uang untuk anak-anaknya?
Karena itu adalah kebijakan Norwegia "Anak-anak yang utama".
Bagaimana Nyonya Chatterjee mengklaim anak-anak ini,
saat dia berikan anak-anak itu kepada Tuan Anurag Chatterjee.
Apakah dia bermaksud menghormati perjanjian ini?
Tidak, Yang Mulia.
Jelas bahwa niatnya adalah untuk menipu pemerintah Norwegia.
Keberatan, Yang Mulia. Ini menyesatkan.
Dia menyesatkan kasus ini.
Diterima.
Anda jauh-jauh dari Norwegia untuk menguliahi kami?
Apakah Anda memiliki fakta?
Atau haruskah saya menolak surat ini?
Mohon maaf, Yang Mulia. Mari tetap berpegang pada fakta.
Saya ingin memanggil Tuan Anurag Chatterjee ke kotak saksi.
Oke.
Sesuai laporan CPCR, rumah Anda tidak aman untuk anak-anak.
Jadi, perjanjian yang mengikat secara hukum
yang ditandatangani oleh Anda tidak diikuti.
Ini laporan palsu, Tuan.
Haruskah kami mengeluarkan foto anak-anak?
Haruskah kami tunjukkan keadaan rumah Anda dan keadaan mereka?
Menurut Anda…
Klaim Nyonya Chatterjee benar?
Tidak. Sama sekali tidak.
Anak-anak tak mau pergi kepadanya.
Shubh mulai berteriak saat melihatnya.
Yang Mulia, dia menerobos masuk ke rumah saya
tanpa hak kunjungan dan mencoba bertemu anak-anak,
sehingga menjadikan saya penjahat di mata Pemerintah Norwegia.
Lihatlah apa yang saya alami karena dia.
- Kami tidak melakukan kesalahan. - Tolong.
Apakah Anda ingin terus menjadi penjaga anak-anak?
Tidak! Saya sudah muak dengan ini.
- Pengadilan, media… - Apa yang dia katakan?
Bahkan orang tua saya sampai ke pengadilan.
Anda cabut semua klaim terhadap anak-anak?
Ya, Tuan.
Terima kasih. Tak ada pertanyaan lebih lanjut.
Nona Pratap?
Biarkan Nyonya Debika membawa anak-anak jika Tuan Anurag
mencabut semua klaim terhadap anak-anak.
Seperti yang saya klaim sebelumnya, ini kasus terbuka dan tertutup.
Ya, memang, mendukung Pemerintah Norwegia.
Yang Mulia, jika boleh, saya ingin panggil Nyonya Chatterjee ke kotak saksi.
Nyonya Chatterjee?
Berapa pendapatan bulanan Anda?
Sebelum menikah, saya dulu…
Ada lima sekolah swasta di Bardhaman,
dua dewan CBSE dan tiga dewan ICSE.
Berapa biaya di sekolah-sekolah ini? Angka perkiraan?
- Dua ribu? - Dua ribu?
Biayanya 4.000 per bulan untuk dua anak.
Yang tak sanggup Anda berikan karena Anda menganggur.
Itu membuat Anda hanya punya satu pilihan. Sekolah pemerintah.
Itu tidak perlu.
Berapa gaji yang bisa mereka harapkan jika anak-anak bersekolah di sekolah negeri?
- Keberatan. Ini tidak relevan. - Tidak.
Ditolak.
Nyonya Chatterjee, tolong jawab.
Saya akan dapatkan pekerjaan dan…
- sekolahkan anak-anak ke… - Kesempatan apa yang
kota ini tawarkan kepada anak-anak ini?
Apakah Anda pikir mereka akan mendapatkan kesempatan yang sama…
yang mereka akan dapat di Norwegia?
Nyonya Chatterjee?
Mereka akan dapat cinta seorang ibu.
Dan jika ibu mereka meninggal?
Keberatan!
Diterima.
Tolong kendalikan diri Anda.
Maaf, Yang Mulia.
Di Norwegia, ada klaim bahwa anak Anda, Shubh,
perlu dilakukan tes autisme.
Apa rencanamu, jika Shubh autis?
Norwegia memiliki fasilitas dan institut terbaik.
Ini adalah brosur sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di Norwegia.
Apa rencana Anda, Nyonya?
Apakah ada?
Sebenarnya…
saya belum punya rencana apa pun.
- Tapi saya… saya akan mengurusnya. - Benar!
Sudah saya duga.
Tak ada pertanyaan lebih lanjut untuk saksi ini.
Terima kasih, Nyonya Chatterjee.
Anirudh terhubung.
Sebentar. Yang Mulia,
saya ingin panggil saksi lain, Tuan Anirudh Chatterjee dari Norwegia.
Di laptop.
Ya.
Tuan Chatterjee, beri tahu pengadilan pendapat Anda tentang kasus ini?
Saya ingin ungkapkan kebenaran.
Debika gila. Dia secara mental tidak stabil.
Dia butuh bantuan.
Saya diam saja, karena tidak ingin mempermalukannya.
Debika tidak bisa menjaga anak kami.
Terima kasih.
Yang Mulia, Tuan Chatterjee tidak menginginkan anak-anak.
Nyonya Chatterjee tak punya sarana untuk mendukung mereka.
Pengalihan hak asuh ke keluarga Chatterjee akan menjadi bencana bagi mereka.
Aku meminta pengadilan…
mengirim anak-anak kembali ke Norwegia,
ke orang tua angkat mereka, segera.
Terima kasih, Yang Mulia.
Saya tidak ada saksi lagi.
Kesempatan Anda bertanya, Nona Pratap.
Jadi Tuan Chatterjee, saya sedikit khawatir.
Apakah berat badan Anda bertambah dalam dua tahun terakhir?
- Berat badan Anda naik? - Tidak.
Apakah berat badan Anda turun?
Tidak.
Sakit kepala? Kecemasan?
- Tak bisa tidur? Kurang nafsu makan? - Tidak.
- Gelisah… - Nona Sunaina? Apa maksud Anda?
Sebenarnya Yang Mulia, menurut ini…
Nyonya, itu adalah model pernikahan biopsikososial Dyadic.
Tepat.
Semua gejala ini dapat ditemukan
pada suami yang tinggal dengan istri "gila".
Jadi Tuan Chatterjee,
apakah Anda berikan Debika perawatan…
di rumah sakit swasta atau rumah sakit umum?
Tidak, Anda tidak mengerti.
Tuan, ini hasil dari dua tes sensorik.
Salah satunya dilakukan oleh Stavanger, Rumah Sakit Umum Norwegia,
dan yang lainnya oleh AT Apollo, Kolkata.
Keduanya jelas menyatakan bahwa
Nyonya Debika Chatterjee sehat secara mental.
Jadi haruskah kita anggap dokter dari kedua negara itu "gila"…
dan Anda benar?
Katakan, Tuan Chatterjee.
Bagaimana Anda bisa habiskan bertahun-tahun…
dengan wanita yang gila?
Dan berkeluarga dengannya?
Oh!
Saya kira kita kehilangan koneksi
dengan Tuan Chatterjee.
Atau mungkin koneksi internet di sana lemah.
Coba telepon lagi, Tuan Singh.
Kami berusaha, Yang Mulia.
Yang Mulia, ini daftar panggilan tak terjawab dari klien saya,
Nyonya Debika Chatterjee selama satu setengah tahun terakhir
tentang panggilan tak terjawabnya kepada suaminya!
Mohon dilihat!
Saran saya jangan buang waktu mencoba menghubunginya.
HARI KETIGA
Nona Sunaina Pratap, ada saksi lagi untuk Anda?
Yang Mulia, saya ingin memeriksa silang Tuan Daniel Singh.
Saya mewakili Norwegia, Yang Mulia.
Selain itu, saya juga ajukan kasus ini. Maka, saya dilarang menjadi saksi.
Saya punya tiga alasan.
Satu, dia perlu berbagi beberapa wawasan
kasusnya agar keadilan dapat ditegakkan.
Dua,
dia tahu aturan dan regulasi Norwegia,
- jadi dia bisa bagi dengan kita. - Itu benar!
Tiga, hanya dia yang bisa beri tahu apakah
manfaat anak yang dia bicarakan
menguntungkan anak-anak atau dia juga.
Jika kita mengikuti aturan, Tuan Singh tak bisa ajukan kasus di pengadilan India,
tapi saya izinkan.
- Jadi, saya akan izinkan ini juga. - Tapi Yang Mulia…
Ini Quid pro quo, Tuan Singh.
Empat belas bulan yang lalu, Anda membantu Nyonya Chatterjee
untuk mendapatkan anak-anak kembali, kan?
Benar.
Jadi, Anda berada di posisi yang sama dengan saya hari ini?
Saya percaya pada kepentingan terbaik untuk anak-anak.
Dan setelah 14 bulan, Anda melawan Debika.
- Tapi anak-anak itu sama, kan? - Ya.
Tapi kepentingan terbaik anak-anak bukan lagi pada ibu.
Oh, ayolah, Tuan Singh.
Hapus ucapan "kepentingan terbaik".
Anda membuat argumen…
dalam Kasus Nyonya Chatterjee Versus Norwegia.
Anda telah mengatakan dan saya kutip, "Ini penipuan"!
"Keluarga imigran di Norwegia menjadi sasaran."
Pemerintah Norwegia sedang menyelidikinya.
Tidak ada yang terbukti sejauh ini.
Dan saya akan minta pengadilan mencoretnya pernyataan menghasut ini.
Tenang, Tuan Singh. Ini pengadilan India.
Anda cepat menegur.
Saya pastikan ini akan dimasukkan sebagai bukti.
Menurut Anda ibu angkat akan lebih sayang terhadap anak-anak?
Ya, tentu saja.
Mengapa tidak?
Kita perlu mengubah pola pikir ini.
Ini pemikiran kuno dan terbelakang. Ini argumen yang tidak berguna.
Itu tidak ada esensinya.
Saya adalah anak angkat.
Saya juga anak adopsi.
Ciupek adalah nama keluarga dari orang tua angkat saya.
Saya tidak melihat perbedaan.
Kami tidak meragukan adopsi.
- Pertanyaan Anda menyiratkan sebaliknya. - Tidak sama sekali, Tuan Singh.
Mari kembali ke kasusnya.
Silakan.
Jadi saya ulangi, menurut Anda orang tua angkat…
akan mencintai Shubh dan Suchi lebih dari Nyonya Chatterjee?
Sama sekali tidak ada cara terukur untuk menjawab pertanyaan ini.
Oke.
Jadi, bagaimana menurut Anda?
Anda dapat lima juta rupee untuk seorang anak.
Jadi sepuluh juta rupee per tahun, bukan?
Menurut Anda, Debika dapat berikan anaknya demi uang?
Tuan Singh, menurut Anda apakah Debika dapat menyerahkan anak-anaknya demi uang?
Tidak.
Tidak.
Tidak pernah.
Jadi, setelah mendengar semuanya,
menurut Anda Nyonya Debika Chatterjee tandatangani perjanjian itu tanpa sadar
atau di bawah pengaruh suaminya?
Saya tidak ada di sana. Saya tak bisa konfirmasi atau menyangkal.
Tapi…
sejauh yang saya tahu, Nyonya Chatterjee,
Dia tak akan pernah…
melakukan ini untuk uang.
Anda memiliki "masalah" tertentu dengan Nyonya Debika Chatterjee
bahwa dia berkelahi di Swedia.
Dia berkelahi dengan Polisi Norwegia. Dia melibatkan Pemerintah India.
Dia mendekati CWC, CWA, CPCR,
- Mengapa dia melakukan semua ini? - Untuk anak-anak.
Tidak.
Untuk anak-anaknya sendiri!
Untuk mendapatkan kembali anak-anaknya sendiri.
Ibu memiliki naluri alami
yang mengikat mereka dengan anak, Yang Mulia.
Beberapa ibu.
Begitu pula reaksi Debika ketika anak-anaknya dibawa pergi…
reaksi alami?
Ya.
Tidak ada pertanyaan lagi untuk saksi ini, Yang Mulia.
Nyonya Debika?
Apakah ingin mengatakan sesuatu?
Norwegia memberi saya banyak label.
Gila.
Tidak stabil.
Ibu yang buruk.
Ada label lain.
Debika Chatterjee salah…
dan semua orang benar.
Saya tidak tahu apa yang benar atau salah.
Saya selalu mencoba
untuk melakukan hal yang benar.
Ayah saya mengatakan bahwa,
"Debi, kau harus belajar dengan baik".
Jadi, aku lulus dalam Sains.
Dan kemudian ibuku memintaku untuk menikah.
Jadi, aku menikah.
Suamiku Anirudh berkata,
"Mari kita menetap di Norwegia,
itu hal yang benar".
Jadi, itulah yang aku lakukan.
Kemudian Pemerintah Norwegia berkata,
"Anak-anak harus tinggal di rumah orang tua asuh,
itu hal yang benar".
Tapi saya tidak menyadari…
apa salah saya…
saat mencoba melakukan yang benar menurut semua orang.
Hari ini, saya takkan melakukan apa yang menurut orang lain benar.
Saya akan melakukan apa yang menurut saya benar.
Apakah saya seorang ibu yang baik?
Apakah saya ibu yang buruk? Saya tidak tahu.
Tapi saya seorang ibu, Pak.
Dan satu-satunya hal yang tepat untuk saya
lakukan adalah untuk berjuang untuk kedua anak-anak saya.
Baik itu di pengadilan ini atau berikutnya.
Saya siap memperjuangkan keadilan
di setiap sudut dunia,
karena ini adalah satu-satunya hal yang benar untuk dilakukan seorang ibu.
Ini hal yang benar.
Saya tahu bahwa kedua anak saya, Shubh dan Suchi…
akan bahagia hanya dengan saya.
Dengan saya.
Saya… saya hanya…
menginginkan anak-anak saya…
menjadi bahagia.
Hanya itu.
Dan hanya ini yang harus saya katakan.
Saya telah memohon berhari-hari.
Tolong kembalikan anak-anak saya, Pak.
Sudah lama saya tidak bertemu mereka!
Sebelum melewati penilaian saya,
saya ingin bertemu dengan kedua anak…
di ruangan saya.
Halo, Sayang.
Kemari.
Kemari.
Anakku! Cintaku.
Halo, Nak.
Ambillah.
- Ibu! - Cintaku!
Apa kabarmu?
- Baik. - Baik?
Ini adalah kasus yang unik…
untuk kedua negara.
Perlu dilihat dengan kasih dan empati,
karena dua anak kecil telah dipisahkan dari ibu mereka.
Nyonya Debika melanggar hukum tanpa…
memikirkan akibatnya.
Beberapa kasus memaksa hukum…
untuk membiarkan keadilan menang.
Saya pikir perilakunya tidak menodai…
pengadilan ini atau negara ini dengan cara apa pun.
Anak-anak paling aman bersama ibunya.
Anak-anak paling membutuhkan kasih sayang ibu mereka.
Ini adalah kasus pertama di India,
di mana seorang ibu melawan negara untuk anak-anaknya.
Negara kita memiliki semua fasilitas…
yang diperlukan anak-anak ini untuk menjadi mandiri.
Negara adalah rumah Anda, dan tidak ada tempat seperti rumah.
Lagi pula, siapa yang bisa mencintai lebih dari seorang ibu?
Maka saya ingin…
anak-anak ini untuk dibawa pergi
dari paman mereka, Tuan Anurag Chatterjee,
dan dikembalikan kepada ibu mereka, Nyonya Debika Chatterjee.
Dia telah mendapatkan anak-anak.
Apa yang bisa kulakukan?
Aku akan jaga Ibu dan Ayah. Kau sendirian.
Aku takkan kembalikan satu sen pun.
Jangan ganggu aku!
Shubh, lihat ke sini.
SAGARIKA CHAKRABORTY DAPATKAN ANAK-ANAKNYA SETELAH TIGA TAHUN BERJUANG TANPA HENTI
SAGARIKA MENOLAK UNTUK MENERIMA KOMPENSASI KEUANGAN DARI OTORITAS
KASUS LANDMARK MEMBUAT DIBUKANYA
BEBERAPA KASUS SERUPA OLEH OTORITAS TERKAIT
KEMENANGAN SAGARIKA CHAKRABORTY TAK AKAN TERJADI
TANPA INTERVENSI YANG PADA WAKTUNYA
DARI MENDIANG SMT SUSHMA SWARAJ DAN BRINDA KARAT (PEMERINTAH INDIA)
SAGARIKA HIDUP BAHAGIA BERSAMA ANAK-ANAKNYA
UNTUK IBUKU, USHA CHHIBBER YANG SELALU MENCINTAIKU!
Terjemahan subtitle oleh Widia Mardiana
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.