Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Hari-hari penuh kasih Nonomura Kotaro"
"Seorang pria berharap untuk... Melihat masa depan"
Kekasih...
...tidak punya alasan untuk hidup!
Is that it?
Ne~. Miyabi sedang sangat menderita...
Kochi, apa kau mengerti itu?
Aku mengerti...
Kalau begitu...
Um... Kurasa ini tidak mungkin selesai...
Huh?
Nonomura...
Mi... Ya... Bi.
Aku bisa melihat masa depan...
Miyabi-chan mengenakan gaun pengantin putih...
Dan di sampingmu...
Ini saja yang bisa kulakukan sekarang...
Mohon percaya padaku... Miyabi-chan...
Ko~chi~!
"Peruntungan cintamu berada pada puncaknya.
Jodohmu,
cinta matimu akan muncul..."
Itu hari ini! Dari utara?
Utara... lewat sini.
Jodohku... Hari ini...
Jodohku...
Hari berikutnya
...Diantarkan mi pukul 1:23?
Kemalangan terburuk hidupmu akan menimpamu.
Kemalangan terburuk... hari ini.
Di mana Shibata?
Jangan tanya aku!
Dia tidak hadir kemarin,
dan dia terlambat 5 jam hari ini.
Apa itu adil?
Jangan tanya aku!
Aku akan meneruskan kasusnya hari ini.
Berhenti main-main! Maaf...! Halo? Halo?
Apa yang terjadi?
Dia terus main game denganku.
Dia pasti akan segera berteriak mengeluh.
Aku akan menulis di surat kabar.
Kepala mungkin saja dipanggil.
Maafkan aku.
Berhati-hatilah.
Lebih baik berkunjung ke tempat Shibata.
Mungkin saja dia sudah mati.
Jangan cemas.
Aku akan meneleponnya.
Halo?
Ada apa denganmu?
Aku tidak akan pernah menemukan cinta, Aya!
Harapanku pupus kemarin.
Selamat tinggal untuk jodohku.
Cinta matiku...!
Shibata?
Aku akan hidup demi pekerjaanku. Aku tidak akan pernah terlambat lagi.
Silakan, souvenir untukmu.
Kepiting?
Ada yang kemari untuk bicara dengan kalian mengenai kasus di bulan Oktober.
Kapan kalian akan temukan suamiku?
Oh, tidak!
Nah, permisi.
Kasus itu masih ditunda.
Itu yang kau katakan sebulan yang lalu!
Kasus apa?
Siapa kau?
Aku Shibata.
Pengamat?
Detektif.
Dia bilang dia akan dibunuh dan dia sudah dibunuh.
Tidak ada bukti, dan kita tidak dapat menemukan mayatnya.
Suamiku hilang.
Para gangster datang, dan temannya mati tenggelam.
Dia mungkin saja dibunuh.
Aku minta maaf.
Apa yang para penyidik katakan?
Maksudnya?
Bukankah mereka menyelidiki?
Aku ragu mereka sudah mulai bekerja.
Mereka belum menyelidiki sama sekali?
Itu sudah diserahkan pada yurisdiksi yang tepat.
Aku akan pergi ke media!
Aku serius.
Kemalangan terburuk hidupku.
Ini?
Belok kanan pada rambu berikutnya.
"Chinko" apa itu?
Shibata!
Di sana.
Ada papan lampu neon rusak. Lampu "pa-" putus.
Kagetnya!
I thought it meant you-know-what.
Shibata!
Di sini.
Kelihatannya tak seorang pun ada di rumah.
Aku akan meninggalkan kartu namaku agar dia tahu kita sudah kemari.
Kami tidak sopan hari ini...
Aku menang! Aku menang!
Berapa?
3,000 yen.
Ini tidak banyak. Ini air pasang.
Pasang?
Aku diberitahu kemalangan terburuk hidupku akan menimpaku.
Tapi aku beruntung dan memenangkan 3,000 yen.
Artinya, aku mengubah air pasang.
Pasang? Hmm.
Telepon. Mungkin aku menang. 100 juta yen.
Halo? Insp. Saotome?
Nyalakan TV, channel 6!
Polisi tidak mau menerimaku dengan serius...!
Aku menemukan kartu nama di kotak suratku.
Ini?
Divisi Investigasi Bagian 2 ini spesialisasi
dalam kasus-kasus yang belum terpecahkan.
Apa yang kalian lakukan padanya?
Kami akan hubungi TTS.
Kami telah mengundang paranormal Saginuma Hijiri untuk menemukan
suami Ny. Aoi dengan ESP-nya. Sensei?
Akankah Anda menemukan suaminya, sensei?
Itu hoax. Tak ada hal semacam ESP.
Ada hal-hal yang tidak bisa kau jelaskan dengan logika.
Kau percaya ESP?
Kau tidak?
Ada sesuatu, sensei?
Aku melihat suaminya berpakaian kuning.
Paranormal Saginuma sudah bangun.
Dia sudah temukan suaminya?
Reporter Takanashi sedang bersiap-siap di pintu masuk.
Kami akan ikut serta dengan paranormal Saginuma dalam
van berita kami.
Studio atau van?
Studio.
Bagaimana jika mereka menemukan mayatnya?
Van berita kami melaju menuju Oi.
Aku melihat... sebuah gedung putih.
Di sini.
Timur lagi!
Anda sudah temukan Mr. Aoi, sensei?
Sesuatu akan terjadi.
Aku harus mencegahnya.
Dia menemukan sesuatu yang penting.
Elevator rusak.
Di atas sana.
Kami sedang menuju ke atas.
Kami berada di lantai 10. Anda baik-baik saja, sensei?
Ada apa, sensei?
Seseorang baru saja...
...dibunuh.
Apa yang Anda lihat?
Lantai 2?
Gedung ini?
Cepat... ke bawah!
Lantai 2!
Kami berada di lantai 2.
Kami berada di lantai 2, tapi semua pintu terkunci.
Bagaimana?
Ke Dewajima, Pak Supir.
Ada pintu terbuka. Ayo kita masuk ke dalam.
Sepertinya ruangan ini sedang direnovasi.
Sebelah sini!
Sayang...!
Judul "Chronic Love" Dinyanyikan oleh NAKATANI MIKI
NAKATANI MIKI
WATABE ATSURO
SUZUKI SARINA
TOKUI YU NAGAE HIDEKAZU
YAJIMA KENICHI ARIFUKU MASASHI
OSAWA MIKIKO
NISHIO MARI
NOGUCHI GORO
RYU RAITA
English subtitles by Nippon Golden Network Indonesian translations by cyanide Timing and editing by cerulean
KEIZOKU Kasus-kasus Belum Terpecahkan
mystery 5: The Man Who Can See the Future
Aku melihat senjata...
kunci pas atau kunci inggris di ruangan ini.
Ini dia!
Tepat lagi. Namun, kami harus off air.
Polisi ada di sini.
Kami harus melindungi TKP.
Halo.
Siapa kau?
Aku Shibata.
Dan kau...?
Menurutmu siapa aku? Silakan tebak.
Detektif?
Bagaimana kau tahu?
Aku mampu mengetahui.
Apa kau benar-benar detektif?
Akan kutunjukkan ID-ku.
Aku kehilangan ID-ku.
Ada di sini.
Bencana terburuk dalam hidupku. Persis seperti yang dikatakan.
Dia sudah meninggal.
Pakai ini.
Penyebab kematian adalah pukulan ke dahi.
Dia hangat, berarti ia meninggal kurang dari 10 menit yang lalu.
Jangan sentuh dia.
Dia dibunuh di jendela sambil
menelepon pada pukul 3:30.
Ia ditemukan pukul 3:40, sehingga ia tewas dalam
10 menit. Tidak keliru.
Tanda terima taksi. Dia datang ke sini dengan taksi.
Sedang apa kau di sini?
Ayo pergi!
Kalian lagi!
Terima kasih.
Ada?
Tidak ada.
Itu cukup. Kami akan minta informasi pada kalian.
Kau, juga, Mr. Saginuma.
Aku melihat si pembunuh.
Sementara kami berada di lantai 10,
pembunuh memasuki lantai 2 kamar ini di mana
Mr. Aoi berada dengan kunci duplikat.
Menyelinap di belakangnya sementara ia berbicara di telepon.
memanggilnya, lalu saat ia berbalik,
memukulnya sampai mati.
Pembunuh melemparkan senjata di ruangan ini,
mengunci pintu di belakangnya dan lari.
Dan si pembunuh?
Di antara penonton... berpakaian kuning... laki-laki.
Cari penonton laki-laki berpakaian kuning!
Permisi. Satu pertanyaan saja.
Kau bilang kau melihat korban Aoi
berpakaian kuning.
Apa kau benar-benar melihat itu dengan ESP-mu?
Ya.
Kau tidak mungkin bisa.
Tapi dia memakai kuning.
Itu seragam supermarketnya.
Apa itu yang kau bayangkan di acara TV?
Itu terjadi di menit ke-15 acara, atau pukul 2:15 PM.
Jadi?
Korban datang ke sini dengan taksi.
Terburu-buru, masih dalam seragamnya.
Apakah seseorang mengancamnya?
Itu aku tidak tahu.
Perhatikan ini.
Korban tiba di sini pukul 2:20 dan mendapat tanda terima.
Tanda terima ini ada di saku mantel hitam ini.
Milik korban. Itu artinya, saat kau membayangkan Aoi,
ia memakai mantel hitam ini dan bukan seragam kuning.
Bagaimana kau membayangkan Aoi dalam mantel hitam dan
tahu ia memakai pakaian kuning?
Kau sudah kenal korban sebelumnya?
Apa kau sudah tahu dia seorang pekerja supermarket dan
ia akan datang ke sini berseragam kuning?
Image paranormal tidak seperti image visual.
Aku bisa melihat di bawah mantel.
Oh?
Kau dapat melihat tembus melalui pakaian? Bagus sekali.
Apa yang coba kau katakan?
Ya, apa?
Bahwa akulah yang membunuh Mr. Aoi?
Tepat.
Kau mengatakan dia meninggal antara pukul 3:30 dan 3:40.
Dari pukul 2:00 sampai 3:55 hari ini, Aku ada di TV.
Saat itulah ia dibunuh.
Jutaan pemirsa tahu kalau aku bukan pembunuhnya.
Tidak juga.
Kau pingsan di lantai 10.
Antara pukul 3:25 dan 3:45 saat mayatnya ditemukan.
Kamera tidak menyorotmu saat itu.
Tapi kamera menyorotnya.
Kami punya kamera lain, digicam, akan merekam
jika seandainya sesuatu terjadi padanya. Aku akan membawanya.
Dia turun ke lantai 2 setelah ini.
Kami mendapat tersangka. Dia berpakaian kuning.
Bukan aku! Aku hanya turun untuk memeriksa setelah menonton acara TV.
Rekan kerja korban.
Banyak kunci di sakunya.
Salah satunya untuk pintu itu.
Dia benar.
Bukan aku!
Kita akan tahu saat kami periksa sidik jari
pada kunci pas tersebut.
Dia bisa menjelaskannya di kantor.
Bukan aku...!
Kalian lihat betapa tidak kompetennya kalian polisi?
Kalian menyalahgunakan kerja sama individu dan membuat
para penjahat bebas berkeliaran! Aku sudah tidak tahan dengan kalian!
Pastikan kalian siarkan ini di TV!
Sudah kukatakan kalian jangan ikut campur!
Maafkan aku! Maafkan aku...!
Aku sangat menyesal. Detektif asli jauh lebih mampu.
Aku hanya trainee. Maafkan aku.
Aku seharusnya tidak hilang kesabaran.
Semua orang membuat kesalahan.
Aku melihat masa depanmu.
Jangan khawatir. Kau akan dapatkan apa yang kau inginkan.
Seorang suami?
Pukul 6:00 lewat. Ayo berhenti.
Kita harus kembali dan melapor pada kepala.
Aku yakin dia sudah mendapat kabar.
Apa?
Tidak ada.
Sampai jumpa.
Selamat malam.
Kasus ini menegaskan betapa
impersonal dan tidak kompetennya polisi.
Maafkan aku.
Santai saja. Petinggi akan mengurus itu.
Apa mereka menyerangmu, Kepala?
Kepalaku ini diciptakan untuk menunduk.
Jangan khawatir.
Aku pernah membuat kecerobohan yang sama.
Aku punya atasan yang mengatakan kepadaku dia akan bertanggung jawab penuh.
Jadilah seorang detektif dan carilah kebenaran.
Dia mempertaruhkan diri untuk kami.
Begitulah almarhum ayahmu.
Ayahku?
Aku sangat sentimentil. Ayo berhenti kerja.
Sekarang apa?
Halo, ini aku.
Aku mungkin akan dipecat. Kau sudah lihat berita?
Kau mau menghiburku?
Kami menemukan sidik jarimu pada senjata pembunuhan.
Tidak mungkin!
Apa motifmu? Uang?
Tidak!
Tentu kami sudah bertemu.
Jadi Saginuma tahu tentang Aoi.
Hanya nama dan wajahnya. Tidak lebih.
Jangan kabur.
Yakin kalian tidak menipu kami dan
memberitahukan Saginuma kepada Aoi?
Kami tidak melakukan hal seperti itu. Kami akan dipecat!
Kalian polisi tidak tahu apa-apa tentang Aoi.
Mana mungkin kami juga?
"Terkenal sebagai bocah paranormal dalam setahun,
kemudian dituduh sebagai penipu selama 8 tahun.
Saudaranya, yang merupakan manajernya, berhutang
100 juta yen dan melakukan bunuh diri.
Dia seorang pengantar dan dealer kartu sebelum
ia berhasil mengidentifikasi seorang pembunuh dengan ESP-nya.
What a way to make a living. Apakah paranormal membayar pajak?
Bukankah itu bukti rekaman?
Itu asli. Bagaimana jika kau menghapusnya?
Kau benar Apa yang harus kulakukan?
Aku akan mendubbingnya untukmu, jadi ambil kembali besok.
Chinko?
Chinko.
Dia terpesona.
Terima kasih.
Kau bintang besar.
Aku sangat beruntung.
Tentu saja.
Kau telah dikenal sebagai penipu selama 8 tahun.
Tapi aku bukan.
Ayolah. Lihat apa yang mereka tulis.
Kau akan membunuh seseorang. Atau sudah?
Boleh kulihat?
Aku bisa melakukan itu juga.
Kau membunuh Aoi.
Tidak, aku tidak melakukannya.
Terserah. Permisi.
Jangan pergi seenakmu sendiri, dasar bocah bermasalah!
Mayama.
Kepala khawatir denganmu.
Apa sudah pagi?
Tidak, masih malam.
Aku pingsan.
Itulah yang disebut tidur.
Kenapa perhatian sekali dengan kasus ini?
Karena seseorang mempercayaiku, untuk pertama kalinya.
"Aku akan bertanggung jawab, jadi carilah kebenaran
sebagaimana detektif semestinya," kata kepala.
Dia mempercayaiku. Aku tidak boleh membiarkan dia putus asa.
Itu aneh.
Kenapa tidak ada plastik di sini?
Siapa tahu?
Korban mendekati jendela ini sambil berbicara
di ponselnya, dan dipukul di dahi
dengan kunci pas dan tewas.
Yakin kau bisa percaya trainee ini, Mayama?
Bagaimana jika dia salah?
Aku bisa mengundurkan diri.
Ayo dengarkan dia.
Biar aku jelaskan bagaimana Mr. Saginuma membunuh korban.
Mishiro pembunuhnya.
Tidak. Mishiro tidak bersalah.
Tapi aku melihat dia, dan dia memegang kunci ruangan ini.
Karena kau memaksa Aoi menaruhnya di gantungan kuncinya.
Jika tidak, kau akan mengungkapkan keberadaannya.
Aku akan menuntutmu atas membuat tuduhan palsu.
Korban sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya
saat ia dibunuh. Dengan siapa?
Itu tidak relevan.
Korban dipukul di tengah-tengah
percakapan dan menjatuhkan ponselnya.
Penelepon seharusnya curiga,
terutama karena bagian pembunuhan disiarkan di TV.
Rata-rata orang akan melaporkan hal itu.
ke polisi. Adakah?
Tidak.
Kalau begitu si peneleponlah satu-satunya yang mungkin jadi pembunuhnya.
Ada pertanyaan?
Memangnya kenapa?
Pembunuh menyelinap di belakang korban dan membunuhnya.
Benarkah begitu?
Misalkan aku adalah korban Aoi, dan Mayama si pembunuh.
Korban sedang bicara di ponselnya seperti ini.
Halo? Mayama? Ini aku.
Halo?
Pada saat ini, korban harusnya mendengar
si pembunuh di belakangnya dan berbalik.
Dia seharusnya lari darinya dan melawannya.
Tidak, tidak! Jangan...!
Tapi tidak ada tanda-tanda perlawanan pada tubuhnya.
Artinya, si pembunuh membunuh Aoi tanpa berada di sini.
Ada pertanyaan?
Kami sudah menduga hal yang sama.
Ada satu ketidakkonsekwenan mengenai ruangan ini.
Aku yakin kalian sudah melihat setelah menjelajah tempat ini.
Tentu saja sudah.
Melihat apa?
Beritahu dia, Shibata.
Plastik sudah dilepas dari jendela ini,
sehingga ini satu-satunya yang dapat dibuka.
Kenapa si pembunuh melakukan itu?
Sekarang mari kita ke lantai 10.
Lihat. Jendela lantai 2 itu tepat di bawah.
Pembunuh memukul korban sampai mati dari sini.
Kau memprediksi kalau seseorang akan dibunuh di
lantai 2 dan pura-pura pingsan.
Saat kru kamera turun ke lantai 2,
kau menelepon korban Aoi dan menyuruhnya melihat ke atas
keluar jendela.
Saat itulah kau menjatuhkan kunci pas bertali
di dahi korban. Korban jatuh kembali dalam ruangan.
Kau mengambil kesempatan kalau jendela itu akan tertutup.
Lalu kau melepaskan ikatan tali dari kunci pas itu,
menyembunyikannya di mantelmu dan membawanya turun ke lantai 2,
di mana kau menaruhnya dalam suatu tempat, mengaku membayangkannya
dan membiarkan kru menemukannya.
Begitulah cara pembunuhan ini berlangsung.
Koran-koran mengatakan sidik jari Mishiro ditemukan
di kunci pas itu.
Kunci pas itu milik supermarket.
Seorang pekerja ingat melihat Mishiro memperbaiki ban kempes di
sepeda motornya dengan itu beberapa hari yang lalu.
Dari situlah sidik jarinya berasal sebelum
seseorang mencurinya.
Kau bermimpi lagi.
Buktinya mereka menemukan kunci pas
supermarket tanpa sidik jari di atasnya.
Betapa aneh kalau kunci pas yang digunakan untuk perbaikan
tidak ada sidik jari di atasnya.
Kami selalu bisa memeriksa dan melihat siapa yang membelinya.
Maksudmu, aku?
Ya.
Rekaman video digicam itu membuktikan aku bukan pembunuhnya.
Selama rekaman itu ada,
deduksimu hanyalah omong kosong.
Maaf, sensei, tapi kami kehilangan rekaman itu.
Apa?!
Aku sangat menyesal, aku memilikinya.
Apa?!
Aku pingsan selama pembunuhan.
Ini dia buktinya.
Tidak, kau tidak pingsan. Ini dia buktinya.
Ini teknik yang sering digunakan dalam pembuatan film.
Aku ragu ini pernah digunakan untuk kejahatan.
Saat kru turun ke lantai 2,
kau bangun dan mendekati kamera untuk
menghitamkan layar.
Lalu kau mematikan kamera,
mengeluarkan film yang kau siapkan sebelumnya dan menyambungnya.
Kau menyambungnya pada layar hitam sehingga tidak akan
terlihat, dan sementara itu, kau menelepon
korban Aoi dan membunuh dia dari jendela.
Itu semua omong kosong!
Mungkin kau harus menciptakan video yang sama.
Tetapi kenyataannya, media massa tidak ingin
mengakui kaum minoritas unggul dari mereka.
Karena ketakutan buruk mereka, mereka mencela ESP sebagai penipuan.
Kupikir ESP itu ada. Tapi rekaman ini palsu.
Konyol! Bukti apa yang kau punya?
Salah satu prediksimu benar.
Aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Chinko. Bukti bahwa rekaman ini palsu.
Apa kau melihat tanda yang terbaca "chinko" ini?
Perhatikan.
Tanda "pachinko" itu kehilangan kata "Pa-" sebelumnya.
Tapi kata itu tetap ada di hari pembunuhan itu.
Lihat.
Terbaca "pachinko" satu saat, lalu "-chinko" berikutnya.
Saat pembunuhan itu terjadi, tanda itu terbaca
"pachinko", bukan "-chinko".
Artinya, video ini palsu. Inilah bukti yang kuinginkan.
Penyebab paranormal gadungan memilih jalan penipuan
adalah karena ESP asli tidak bisa memperoleh pengakuan.
Tidak! Kau hanya tidak mau mengakuinya.
You didn't 8 years ago.
Kami tidak dapat mengontrol penglihatan, tapi kami melihatnya.
Tapi kalian masyarakat menyebut kami penipu kecuali kami bisa
mengulangi perbuatan kami. Kalian mengharapkan kami tampil,
memaksa kami mengambil jalan penipuan, lalu mengekspos kami dan
menghabiskan tenaga kami untuk itu.
Kalian masyarakat tidak mau mengakui atas
kekuatan batin unggul kami.
Sebenarnya, kalian ingin memburu kami dan memusnahkan kami
satu per satu. Itulah yang kalian lakukan pada saudaraku.
Kalian masyarakat tidak berharga memburunya dan
mengambil hidupnya. Ini adalah balas dendamku.
Balas dendam? Pintarnya.
Sementara masyarakat tak berharga berjuang keras untuk hidup,
kau berganti-ganti pekerjaan mencari transaksi enak,
mengumpulkan hutang.
Sebenarnya, kau hanya menginginkan uang dan ketenaran lagi.
Itu sebabnya kau melakukan pembunuhan on air.
Kau bisa menguliahi masyarakat bodoh di balik tembok penjara.
Saginuma Hijiri, kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan.
Satu pertanyaan saja: Bagaimana kau menemukan Aoi?
Aku melihatnya. Aku paranormal asli.
Ayo pergi.
Orang yang mengikutimu akan dibunuh hari ini.
Apa yang dia katakan?
Bukan urusanmu.
Shibata!
Aku?
Oh, hai, Asakura.
Apa yang membawamu kemari?
Kurasa aku mau pergi keluar.
Berkencan?
Bukan.
Tapi kau bilang keluar.
Maksudku, makan.
Kau sangat lucu. Ayo kita pergi makan. Aku traktir.
Dia terlambat.
"Anda mendapat pesan."
"Mengirim informasi mengenai Shibata Jun (24)."
Lepaskan aku! Aku tidak punya apa-apa.
Kau tidak bisa melakukan ini...!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.