All language subtitles for The Real Has Come E14

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==

Follow My IG @Anang2196_sub_indo

Sepertinya kuenya sudah datang. Sayang, sudah siapkan hadiahnya?

Hadiah? Untuk Yeon-Doo? Hadiah apa?

Astaga, itu cincin berlian.

Ayah, berapa karat itu?

Kenapa? Kamu takut itu lebih mahal dari cincin pernikahanmu?

Ini tidak mahal. Aku menyiapkan ini karena jari manis mereka begitu kosong.

Setelah melahirkan dan menikah, kalian bisa beli cincin yang kalian suka.

Kenapa diam saja? Pasangkan pada jari masing-masing!

Apa?

Baik.

- Tanganmu. - Ya.

Astaga, cantiknya.

Yeon-Doo, cepat pasangkan cincinnya.

Baik.

- Astaga, Kepala Jang. - Astaga, mengagetkan saja.

Aku kaget sekali.

Maaf mengganggu makan malam kalian.

Ada yang ingin kusampaikan.

Aku...

...Aku tidak akan pergi ke cabang di Amerika.

Apa maksudmu tidak akan pergi ke cabang Amerika?

Aku sudah memikirkannya.

Tapi, aku tidak bisa pergi.

Maafkan aku.

Itu sudah diputuskan.

Apa alasanmu tiba-tiba begini?

Keluargaku mengalami sedikit masalah.

Tunggu...Masalah?

Apa ini masalah keuangan orang tuamu lagi?

Kurasa...

...orang tuaku akan bercerai.

Apa?

Bercerai?

Ayah dan Ibumu akan bercerai?

- Ya. - Kenapa tiba-tiba bercerai?

Sayang.

Hubungan mereka sudah tidak baik sejak dulu.

Mereka menahannya karena pernikahanku.

Astaga.

Itu terjadi karena kamu batal menikah dengan Tae-Kyung.

Maaf telah membuat kalian khawatir karena hal seperti ini.

Aku mengerti.

Episode 14

Seorang anak pasti sangat sedih melihat orang tuanya berpisah.

Jangan menangis.

Maafkan aku.

Karena orang tua melakukan itu,

aku tak punya tempat untuk bergantung.

Aku sering memikirkan Anda, Nyonya.

Tentu, aku tahu.

Selama ini, aku juga tidak nyaman saat kamu tidak ada, Kepala Jang.

Anda pasti kesulitan selama ini, bukan?

Aku terkejut saat melihat Nyonya Lee membentakmu di pertemuan keluarga.

Kamu pikir hanya itu?

Dia memperlakukanku seperti wanita tua karena cucunya.

Astaga.

Siapa sangka aku akan diperlakukan seperti ini di rumahku sendiri?

Nyonya besar.

Ada yang harus Anda ketahui.

Apa itu?

Ada apa?

Kemarin Jang Se-Jin datang ke paviliun.

Apa?

Dia bilang ada yang harus dia cari sebelum keberangkatannya.

Dia bilang ada yang sedang dia pikirkan.

Sepertinya itu adalah perceraian orang tuanya.

Kenapa...

...kamu tidak memberi tahuku?

Aku hanya tidak ingin mengatakannya.

Apa kamu marah padaku karena itu?

Itu memang sedikit menggangguku.

Aku kesal.

Aku melalui banyak hal setelah bertemu denganmu.

Bagaimana denganku?

Kamu pikir aku tak melalui banyak hal karenamu?

Apa?

Ada apa? Apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui?

Lupakan saja.

Apa? Tiga bulan?

Ya.

Aku tak sengaja melihatnya saat kemarin mampir ke paviliun.

Wanita itu berniat tinggal sendiri setelah tiga bulan.

Kenapa dia tinggal sendiri? Bagaimana dengan Tae-Kyung?

Aku tidak tahu niat apa yang dia sembunyikan.

Kemungkinan Tae-Kyung juga sedang ditipu olehnya.

Apa maksudmu?

Tolong beri aku waktu.

Aku akan mencari tahu.

Aku akan cari tahu semua...

...dan membuat keluarga ini berjalan seperti keinginanmu lagi.

Sesuai keinginanku?

Ya.

Anda tahu ini semua terjadi karena Oh Yeon-Doo.

- Astaga. - Jika wanita itu tak ada,

Nyonya Lee akan kembali patuh padamu.

Aku juga bisa kembali ke samping Anda.

Baiklah. Itu cukup meyakinkan.

Apa yang bisa kubantu?

Soal itu...

Yeon-Doo bahkan tidak sempat meniup lilin karena Kepala Jang.

Apa yang mereka bicarakan sampai lama begini?

Nenek pasti sedang menghiburnya.

Dia pasti sangat terluka.

Presdir Gong, Nyonya Lee.

Nyonya besar meminta kalian masuk.

Mohon maaf atas perbuatanku hari ini.

Aku pamit.

Dia akan kembali bekerja?

Ibu membiarkan dia bekerja lagi?

Apa Kepala Jang yang memintanya?

Tidak. Aku yang menyuruhnya.

Kepala Jang menolak, tapi, aku memaksanya.

Keluarganya sampai hancur karena kita.

Bukankah kita harus bermurah hati sebagai tanda permohonan maaf?

Maksudku...

...itu masalah yang berbeda.

Hubungannya tidak baik dengan keluarga Tae-Kyung.

Lagi pula, kita sudah memberinya kompensasi.

Ibu bilang dia menolak, lalu, kenapa ibu memaksanya?

Kamu pikir hati yang terluka bisa diobati oleh uang?

Ibu.

Itu karena aku membutuhkannya.

Apa kamu pernah mengurusku setelah Kepala Jang pergi?

Kamu terus menyalahkanku dan memperlakukanku seperti wanita tua.

Ibu, kapan aku...

Pokoknya, aku sudah menyampaikan keinginanku.

Jika kamu tak mau dia bekerja, suruh dia mengurus keperluanku.

Jika tidak, aku akan keluar dari rumah ini.

Apa?

Aku akan mencari jalan keluarnya.

Kuharap kamu mengabulkan keinginan ibumu yang sudah tua ini.

Aku percaya padamu, Nak.

Dia tak boleh kembali bekerja, kamu harus mencegahnya, bagaimanapun caranya.

Tapi, kondisi Se-Jin memprihatinkan.

Kita tidak boleh membiarkan Kepala Jang ada di dekat kita.

Apa maksudmu?

Dia berbohong mengatakan dia mandul hanya untuk menikah dengan Tae-Kyung.

Apa? Mandul?

Aku tidak mau membahas itu lagi.

Tanya Ibu jika kamu mau tahu lebih banyak,

Ibu tahu semuanya.

Kamu harus mencegah kembalinya Kepala Jang sebelum Yeon-Doo mendengarnya.

Kalau tidak, aku juga tidak akan tinggal diam.

Lihat. Ini mantanku, Jay.

Kamu tahu orang akan mati jika bertemu doppelganger-nya?

Kamu bisa mati jika bertemu Jay. Berhati-hatilah.

Aku hampir mati ketakutan.

Kamu pikir itu membuatku takut?

Dasar penakut yang suka membual.

Siapa suruh dia menganggapku penguntit?

Lihat. Ini mantanku, Jay.

Pak!

Ini wajahku, 'kan?

Aku Oh Dong-Wook, 'kan?

Kamu sangat mabuk.

Berhenti minum dan pergilah.

Aku gagal lagi.

Aku...

...Aku memang bodoh.

Ini semua karena sepatu.

Ini karena kakak iparku.

Cara menjaga berat badan saat hamil

Oh Dong-Wook?

Kenapa Dong-Wook mengirim pesan padanya?

Aku menyuruhmu memilihkan sepatu.

Aku jadi gagal di wawancaraku.

Kalau kamu punya hati nurani,

pekerjakan aku di perusahaan ayahmu.

"Pekerjakan"?

Dasar anak ini.

Keluarga Bong-Nim

Apa-apaan ini? Kapan mereka membuat ruang obrolan?

God evening, apa kamu sudah makan malam?

Ejaan "Good" menggunakan dua "O".

Yang benar "Good Evening", bukan "God Evening",

Tae-Kyung

Shio-ku bukan kambing, tapi, kuda.

Aku tidak percaya takhayul seperti ramalan keberuntungan.

Bagaimana denganku?

Kamu pikir aku tidak melalui banyak hal karenamu?

Jadi, ini "banyak hal" yang dia maksud?

Apa Ibu gila?

Lakukan perintahku.

Cepat lakukan perintahku!

Apa ini?

"Kang Bong-Nim keluar"?

Kang Bong-Nim keluar, Kang Dae-Sang keluar, Oh Dong-Wook keluar

Apa ini?

Mereka keluar di saat yang bersamaan?

Apa mereka marah karena aku tidak membalas?

Baguslah kalau begitu.

Aku tidak akan pergi ke pembukaan besok.

Kamu juga tidak perlu ke sana.

Kenapa tiba-tiba?

Kita sudah berjanji akan datang.

Ibu tidak mau mengganggumu yang sibuk.

Mengerti?

Bagaimana ini?

Apa mereka benar-benar marah?

Astaga. Sayang!

- Ada apa? - Kamarnya sudah kosong.

Koper dan pakaiannya tidak ada.

Apa mungkin dia pergi ke bandara?

Bagaimana mungkin dia pergi ke Amerika tanpa memberi tahuku?

Aku tidak bisa begini.

Aku harus segera ke bandara.

Kamu tahu sendiri sifatnya.

Tidak ada gunanya pergi ke sana.

Meski begitu, kita tidak bisa membiarkan dia pergi begitu saja.

Kamu tak tahu arti dia bagiku?

Dia harapan dan mutiaraku.

Se-Jin!

Apa yang tejadi?

Aku memutuskan untuk tidak pergi ke cabang Amerika.

Kamu serius?

Kamu sungguh tidak akan ke Amerika?

Ya.

Aku baru saja memberi tahu Presdir Gong.

Kamu melakukan hal yang benar.

Lebih baik kita tidak berhubungan dengan keluarga itu.

Ibu.

Berpisahlah dengan Ayah.

Se-Jin, apa maksudmu?

Amplop ini berisi uang untuk melunasi apartemen dari Nyonya.

Jika Ibu mau uang ini,

Ibu harus memilih di antara aku atau Ayah.

Se-Jin, kamu sekarang...

Ayah tidak punya pilihan apa pun.

Ibu, cepat pilih.

Apa yang kamu lakukan pada orang tuamu?

Bercerailah.

Apa?

Kalian bertengkar bertahun-tahun,

dan menjadikanku alasan untuk tidak bercerai.

Biar aku yang memutuskan untuk kalian.

Kalian berdua...

...bercerailah sekarang juga.

Sayang.

Meski kami bukan orang tua yang baik,

tapi, beraninya kamu melakukan ini?

Apa yang kamu lakukan?

Apa yang sudah Ayah lakukan untukku?

Apa Ayah tahu berapa banyak utang yang sudah kubayar?

Aku bahkan tak punya tabungan di usiaku ini.

Tapi, apa yang sudah ayah lakukan?

Sudah kubilang, jangan dibayar.

Kita tak bisa mencegah ambisi ibumu pada uang.

Ayah pikir itu masuk akal?

Apa Ayah tak pernah berpikir bahwa tanggung jawab itu jatuh padaku?

Se-Jin.

Aku harus memanggil Nyonya besar dan Presdir...

...pada orang yang dulu kupanggil Nenek dan Paman.

Aku dianggap pecundang oleh orang-orang yang bermain bersamaku saat kecil.

Di mana Ayah saat aku bertahan hidup dengan bantuan keluarga itu?

Apa yang Ayah lakukan saat itu?

Ayah tidak menjagamu karena terlalu mementingkan keinginan Ayah. Maafkan Ayah.

Ayah tidak perlu minta maaf.

Mulai sekarang, aku juga...

...akan hidup sesuai keinginanku.

Ayah mohon dengarkan Ayah!

Kamu akan hancur jika tidak bisa melupakan kemewahan dulu seperti ibumu.

Ini kehidupan yang cocok untuk kita.

Apa Ayah bilang...

...cocok?

Aku cocok hidup di rumah memuakan ini sambil mengkhawatirkan uang?

Cepat keluar dari sini.

Aku tidak mau lagi hidup dengan Ayah. Jadi, keluar sekarang juga!

Se-Jin.

Aku sudah jadi anggota keluarga itu jika wanita itu tidak mucul.

Aku akan kembali ke sana.

Aku akan mengambil apa yang dicuri dariku. Jadi, kumohon...

...pergilah dari sini...

...dan hiduplah sesuai keinginan Ayah.

Jangan lagi menghalangi masa depanku.

Aku menghalangi masa depanmu?

Ayah baru tahu sekarang?

Se-Jin.

Kamu baik-baik saja?

Ibu akan menceraikan Ayah, 'kan?

Jawab itu dulu.

Itu...

...kamu akan...

...memberikan uang itu pada Ibu?

Mulai sekarang ikuti semua perintahku.

Maka, aku akan berikan uangnya.

Ibu mengerti.

Ibu akan mengikuti perintahmu.

Keluar. Aku lelah.

Kamu sangat lelah kemarin, 'kan?

Kamu pasti sering mengantuk karena ini masa awal kehamilan.

Masih ada banyak waktu hingga kita sampai di kantor,

tidurlah dahulu.

Bagaimana bisa aku tidur di samping orang yang menyetir?

Aku cukup sopan untuk tahu itu.

Aku tidak apa-apa.

Kamu tidak punya waktu istirahat di kantor.

Anak kita pasti akan sering mengomel seperti ayahnya.

Bayi ini tidak hanya berharga bagimu.

Aku akan beristirahat dengan cukup agar bayi kita tidak terganggu.

Jadi, jangan khawatir.

Terima kasih.

Aku senang dipanggil "Ayah".

Terima kasih sudah mengantarku. Aku pamit.

Telepon aku kalau kamu pulang terlambat. Biar kujemput.

Aku mengerti. Kamu juga hati-hati di jalan.

Ayo!

Kamu mau ke lantai berapa?

Lantai delapan. Terima kasih.

Apa kamu belum bercerai?

Yeon Sang-Hoon.

Kenapa kamu ada di sini? Bagaimana dengan cabang di Amerika?

Aku bertanya duluan. Kamu belum bercerai?

Kamu bertingkah lagi.

Kamu belum juga dewasa, ya.

Jadi, kamu masih istri orang.

Sayang sekali.

Hatiku selalu terbuka untukmu.

Omong kosongmu masih sama.

Selesaikan urusanmu.

Kamu bilang aku harus menyelesaikan urusanku.

Aku tidak mengikutimu.

Selamat datang, Bu Gong.

Kamu datang lebih awal. Apa rapatnya sudah siap?

Ya, semuanya sudah siap.

Bagaimana kalian bisa bersama?

Anda mengenalnya?

Apa?

Bagaimana kamu kenal Yeon Sang-Hoon?

Aku berniat memperkenalkannya padamu sebelum rapat.

Halo.

Ibu Gong Ji-Myung.

Aku dipindah tugaskan dari cabang Amerika ke tim Humas kantor pusat.

Aku Ketua Tim, Yeon Sang-Hoon.

Selamat pagi!

Apakah ada hal baik yang terjadi padamu, Direktur Cha?

Aku?

Tidak ada yang spesial.

Dia seperti itu sejak tahu bahwa istrinya sedang hamil.

Kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah melihatmu senang saat punya anak.

Aku?

Dalam hati, aku sangat senang.

Apakah jeritan kegembiraan dalam diriku tidak kedengaran?

Ya, ampun.

Ternyata ada Direktur Cha dan Dokter Gong.

Halo.

Ada perlu apa kemari?

Aku datang sekalian untuk meminta maaf atas kekacauan yang kubuat tempo lalu.

Aku minta maaf untuk hari itu.

Tidak apa-apa.

Aku khawatir rumah sakit ini terkena getahnya.

Aku minta maaf, Direktur Cha.

Ya, tidak apa-apa.

Selain itu, ada urusan apa lagi?

Katanya Ibu ingin mendapatkan pemeriksaan hormon menopause.

Benar.

Aku merasakan api kemarahan dalam diriku dan itu membuatku mudah kesal.

Bahkan semalam, aku berkeringat dingin dan tidak bisa tidur,

jadi aku bahkan harus meminta anakku yang membenciku untuk mengantarku kemari.

Kamu terkenal di bidang ini, bukan?

Aku akan memeriksamu.

Perawat Kim.

Baik.

Bisa bicara sebentar?

Apa yang ingin kamu bicarakan?

Seperti Ibu,

aku juga ingin meminta maaf.

Kemarin aku telah merusak suasana.

Padahal, tampaknya kemarin seharusnya ada perayaan ulang tahun Oh Yeon-Doo.

Aku minta maaf.

Aku terlalu banyak pikiran,

jadi aku tidak memerhatikan itu.

Lupakan saja.

Kamu pasti punya alasan untuk itu.

Cincinnya cantik.

Kemarin, saat aku melihat Oh Yeon-Doo sedang duduk di tengah-tengah keluarga...

...dan mendapatkan ucapan ulang tahun, aku menjadi tersadarkan.

"Sekarang, posisi itu sudah menjadi milik Oh Yeon-Doo."

"Kamu dan aku,

benar-benar sudah berakhir."

Seharusnya aku mengakhirinya sampai sini,

tapi kenapa aku begitu serakah?

Akibat keserakahanku yang melewati batas,

aku membuat ayah dan ibuku kesulitan.

Aku turut berduka cita untuk hal yang menimpa orang tuamu.

Aku merasa bersalah.

Terima kasih sudah mengatakan itu.

Kedepannya,

kita akan bisa lebih nyaman dengan satu sama lain, 'kan?

Aku harap begitu.

Pasti Ibu sudah menungguku.

Sampai jumpa.

Se-Jin.

Apakah ini maksudmu, mendapatkan kembali milikmu yang sudah direbut itu?

Apa yang kamu ingin lakukan pada Tae-Kyung yang bahkan sudah punya anak.

Ibu.

Apa yang kukatakan sebelum ini?

"Jangan menanyakan dan meributkan apa pun.

Lakukan sesuai apa yang anakmu minta."

Benar.

Camkan itu untuk seterusnya juga.

Bagaimana dengan reservasi perawatannya?

Tentu saja sudah kulakukan.

Kamu akan memberiku uangnya, 'kan?

Aku akan memberimu saat tiba saatnya, jadi berhenti membicarakan uang.

Aku muak.

Kakak Ipar

Ada apa lagi?

Apakah dia akan memintaku untuk memilihkan kaos kaki?

Ya, halo?

Paman, apakah kamu tidak datang ke upacara pembukaan?

Upacara pembukaan?

Apakah ini Soo-Gyeom?

Hei, sedang apa kamu?

Maaf, Kak. Aku tutup.

Ternyata hari ini ada acara pembukaan.

Aku tidak akan datang ke acara pembukaan besok.

Kamu juga tidak usah datang.

Baiklah.

Aku tidak akan datang.

Terimalah kue beras ini.

Siang ini akan ada acara pembukaan,

jadi datanglah jika sedang senggang.

Aku akan memberikan kesempatan pada siswa-siswa Sekolah Tua...

...untuk mencicipi makanan secara gratis.

Kalau begitu, puterimu yang menjadi pengajar nomor satu itu juga datang, 'kan?

Haruskah aku mengajak putera bungsuku?

Puteriku sudah menikah.

Apa?

Kapan?

Kamu bahkan tidak menyebar undangan.

Apakah dia hamil duluan?

Itu...

...anak zaman sekarang memang seperti itu.

Kapan dia mulai hamil?

Apa pekerjaan menantumu?

Apakah kita bisa melihatnya jika pergi ke acara pembukaan?

Tidak bisa. Dia orang sibuk.

Semuanya sudah mendapatkan kue berasnya, 'kan?

Ya.

Aku harus memberikannya pada Pak Kepala Sekolah.

Kamu tidak boleh seperti itu.

Astaga.

Kenapa mereka cari muka dengan kue beras yang dibagikan Bong-Nim?

Berikan padaku.

Kamu mau ke mana?

Pergi sekarang juga.

Aku tidak bisa hidup denganmu lagi, jadi pergi sekarang juga!

Jangan halangi aku lagi.

Pak Jang, kamu baik-baik saja?

Aku tidak bisa tidur semalam.

Aku baik-baik saja.

Bukankah ini akibat ulah preman yang menganggumu waktu itu?

Kapan preman itu datang ke sekolah?

Apakah kamu kelelahan karena harus mengajar di kelas bahasa Korea juga?

Aku baik-baik saja.

Kelas akan segera dimulai, tapi kenapa kalian datang kemari?

Kue beras untuk apa ini?

Itu kue beras untuk bisnis baruku.

Bong-Nim, ada apa?

Bahkan setelah mengusir preman-preman itu, kamu menyebutku berlebihan, 'kan?

Orang yang tidak tahu cara berterima kasih tidak layak untuk mendapatkan kue beras.

Aku minta maaf untuk itu.

Selamat atas bisnis barumu.

Kamu butuh waktu yang lama untuk meminta maaf.

RESTORAN ILMIRI GEUMGYE JJIMDAK

Ini obat pengarnya.

Sudah kubilang, minum sewajarnya saja.

Aku tidak kuat.

Soo-Gyeom.

Kakek sangat gugup.

Ini pertama kalinya aku menyajikan masakan buatanku untuk tamu.

Masakan buatan Kakek sangat enak.

Kapan Nenek akan datang?

Semuanya sudah siap?

Ya, seperti yang kamu lihat.

Aku memintamu untuk membeli kepala babi, tapi kenapa malah membeli kue?

Ini adalah percobaan pertama kami tanpa bantuan Yeon-Doo.

Kami tidak mengharapkan kesuksesan yang besar.

Tolong buatlah agar kami setidaknya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari,

dan menjadi lebih harmonis sambil bekerja bersama-sama.

Dia sudah menuliskan alamatnya, tapi aku tidak bisa menemukannya.

- Katanya, itu restoran ayam goreng, 'kan? - Ya.

Apakah itu?

Bukan ayam yang digoreng, tapi direbus.

Ayam rebus.

Tanya saja kalau tidak tahu.

Permisi.

Ya? Ada apa?

Sebentar.

Sepertinya aku pernah melihatnya.

Di ruang UKS!

Itu saat Bong-Nim sakit perut setelah makan Bibimbap.

Kamu dokter, 'kan?

Ya, kita bertemu lagi di sini.

Begini...

...apakah kamu tahu di mana restoran ayam rebus...

...yang mengadakan acara pembukaan hari ini?

Restoran ayam rebus?

Ini tentang Bong-Nim...

...bukankah sepertinya dia mendapatkan menantu yang buruk?

Tentu saja.

Jika menantunya orang baik-baik,

dia pasti sudah membanggakannya dengan habis-habisan.

Jangan-jangan, orang itu menempel padanya karena ingin mengeruk hartanya.

Lihatlah bagaimana orang itu membuatnya hamil.

Dia begitu membanggakan puterinya, tapi ternyata...

...ya ampun.

Dia tergoda.

Apakah kamu sudah menikah?

Tentu saja.

Dengan wajah, tinggi badan, dan pekerjaan seperti itu,

apakah dia akan diam saja?

Begini, aku ingin mengatakan sesuatu...

- Sepertinya di sana. - Di mana?

- Sampai jumpa, Pak Dokter. - Ayo ke sana.

- Di sana. - Ayo cepat.

Ya ampun.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Tidak. Mohon dukungannya.

Ambil satu lagi.

- Terima kasih. - Selamat jalan.

- Ya ampun. - Selamat!

Sudah sampai ternyata.

Soo-Gyeom, beri salam pada mereka.

Mereka adalah teman nenek di sekolah.

Halo. Aku Soo-Gyeom.

Ya ampun, baik sekali. Menggemaskan.

Omong-omong,

kenapa wajah orang yang sedang membuka bisnis baru ini begitu murung?

Kamu sedang banyak pikiran karena puterimu, 'kan?

Apa?

Itu wajar.

Hasil kerja kerasnya direbut orang lain.

Apa yang direbut siapa?

Menurutmu apa gunanya teman?

Katakan saja yang sebenarnya.

Aku tidak mengerti maksud kalian.

Ini tentang menantumu.

Dia jenis yang mana?

Apakah dia bedebah cabul, bedebah pecundang, atau hanya bedebah?

Soo-Gyeom.

Paman!

Tidak...

...kenapa cucumu memanggilnya "paman"?

Menantuku, kamu sudah sampai?

Menantu?

Kenapa kamu jalan kaki?

Apa yang terjadi dengan mobilmu yang mahal itu?

Cuacanya sedang bagus,

jadi aku memarkirkannya di taman dan berjalan kaki ke sini.

Kalian mengingatnya, 'kan?

Dia menantuku.

Aku akan memperkenalkan diri lagi.

Aku Gong Tae-Kyung, menantu Bu Kang.

Ini pesananmu.

Selamat menikmati.

Terima kasih.

Ini. Ya.

Ya.

- Terima kasih. - Begini...

...tolong jangan beritahu Bong-Nim.

Ya, aku tidak akan mengatakannya. Jangan khawatir.

Astaga, kalian sudah lama menunggu, 'kan?

Ya ampun.

Bong-Nim beruntung sekali.

Dia mendapatkan menantu yang baik hati.

Bagaimana kalian bisa mengetahui kepribadian menantu orang lain?

Itu sudah terlihat jelas.

Aku tidak mendengar apa pun.

Mari kita coba makanannya dulu.

Kamu juga harus makan, Bong-Nim.

Tidak bisa.

Aku sedang sibuk karena ada banyak pelanggan.

Menantu yang baik hati, tunggu apa lagi?

- Apa? - Astaga.

Berdirilah dan ambillah celemeknya agar mertuamu bisa makan ayam rebus ini.

Astaga, kenapa kalian seperti ini?

- Aku jadi tidak enak padanya. Tidak usah. - Tidak apa-apa.

- Berikan celemekmu padaku. - Kubilang, tidak usah.

Duduklah.

Tidak usah.

Ini pesananmu.

Selamat menikmati.

- Permisi. - Ya.

- Aku ingin memesan yang ini. - Baik, aku akan membawakannya untukmu.

- Permisi. - Ya.

- Tolong tambahkan lobak lagi. - Baik.

Terima kasih.

Aku akan menghitungnya untukmu.

- Kamu memesan ini, 'kan? - Ya.

- Apakah kamu membutuhkan tanda terima? - Ya, boleh.

Terima kasih, silakan datang lagi.

Kapan pesanan kami datang?

Ya, tunggu sebentar.

Selamat menikmati.

Terima kasih.

Silakan datang lagi.

Angka Depan Sudah Berubah. 200 Hari Menuju Ujian Perguruan Tinggi

Dewi Bahasa Korea, Oh Yeon-Doo.

Papan Buletin Umum

"Berkat Bu Oh, nilai bahasa Koreaku meroket."

"Tolong bantu kami sampai akhir, Bu Oh."

"Aku tidak akan melupakan jasamu sampai aku masuk kuliah."

Ya, Ibu.

Aku bisa sering pulang-pergi karena Tae-Kyung tidak menyukainya.

Apakah perutmu sudah membaik?

Beberapa hari ini baik-baik saja.

Terima kasih, Ibu.

Aku akan menikmatinya.

Yeon-Doo, apakah kamu menangis?

Itu tidak benar.

Ini karena aku baru bangun dari tidur.

Kamu memang menangis.

Apakah itu karena Kepala Jang?

Bukan begitu.

Aku tiba-tiba teringat masa-masa saat aku mengajar di akademi.

Ini pertama kalinya aku diam di rumah dalam waktu yang lama.

Aku mengerti.

Ada saatnya pekerja merindukan momen saat-saat bekerja.

Apakah aku boleh keluar sebentar nanti?

Tentu saja. Kemana pun itu, pergi saja.

Tapi kamu harus pergi dengan mobil kita.

Agar kamu tidak sendirian.

Baik, Ibu.

Tutup Sampai Jumpa Besok

Akhirnya.

Aku hampir muntah karena rasa pengar dan bau ayam.

Jika bukan berkat Tae-Kyung, kita akan sangat kesulitan.

Omong-omong,

apakah tidak apa-apa jika kamu tidak pergi ke rumah sakit?

Ya.

Hari ini, aku hanya ada tugas pagi.

Ayo cari pekerja paruh waktu.

Hanya untuk menyiapkan bahan-bahan di pagi hari selama tiga sampai empat jam.

Omong-omong,

kenapa kamu datang ke sini?

Kupikir, Kak Yeon-Doo menyuruh kami keluar dari grup obrolan karena kamu.

Yeon-Doo menyuruh kalian keluar?

Kalian keluar dari grup obrolan karena Yeon-Doo?

Katanya, dia akan mematahkan kakinya jika kita tidak keluar,

jadi kita segera keluar.

Dia orang yang bersungguh-sungguh dengan kata-katanya.

Kupikir, dia marah padaku.

Kamilah yang membuatmu kesulitan, jadi untuk apa dia marah padamu.

Maafkan aku karena salah eja.

Berkatmu,

aku tidak lupa bahwa ada dua huruf O dalam kata "Good".

Aku juga minta maaf, Shio Kuda.

Hari ini, aku tidak akan mengirim ramalan keberuntungan.

Wawancaraku gagal.

Aku tahu itu bukan karena sepatu.

Maafkan aku.

Kenapa, Tae-Kyung?

Aku tidak pernah bergabung dalam grup obrolan keluarga.

Aku merasa tidak biasa dan tidak nyaman.

Seharusnya, aku mengatakan yang sebenarnya,

tapi karena aku harus menjaga sikapku sebagai menantu,

semuanya jadi seperti ini.

Aku minta maaf karena bersikap kasar dan tidak dewasa.

Kak, dia mengatakannya dengan tulus.

Ini lucu. Dia serius sekali.

Tae-Kyung.

Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.

Kamu melihat bagaimana kami bercanda seperti anak kecil di grup obrolan, 'kan?

Itu juga sifat yang buruk dan tidak dewasa.

Orang-orang itu hidup dengan bergantung pada satu sama lain.

Itu benar.

Memangnya kenapa jika tidak pernah bergabung dalam grup obrolan?

Kita hanya perlu bertemu secara langsung seperti ini sekali-sekali.

Kakak ipar memang sejatinya tidak cocok dengan media sosial.

Lihatlah selfie-nya. Dia menyia-nyiakan wajahnya.

Paman.

Jika kamu memberiku hadiah, aku akan mengajarimu cara selfie.

Yang tadi itu, hadiahku, 'kan?

Itu hadiah untuk nenek.

Milikku?

Apa itu?

Aku benci nenek!

Aku juga benci paman!

Aku mendapat hadiah!

Tae-Kyung.

Ada apa?

Kamu di mana?

Ada yang ingin kubicarakan, tapi kamu tidak mengangkat telepon.

Aku dalam perjalanan pulang ke rumah. Bicara tentang apa?

Aku sudah lama memikirkannya,

tapi sepertinya ini saatnya aku mengatakannya padamu.

Yeon-Doo mendengar pembicaraanmu di telepon kemarin.

Apa?

Apa maksudmu?

Yeon-Doo mendengar semua keluhanmu.

Apa?

Kenapa aku harus menjelaskan satu persatu hal yang kurasakan padamu?

Apakah kita sedekat itu?

Karena itu dia marah?

Kamu sudah kembali.

Ya.

Kamu dari mana?

Aku baru saja mengantar Nyonya pergi.

Yeon-Doo?

Ke mana?

Tteokpokki restoran ini yang terbaik.

Ini meredakan stres.

Kang Mi-Poong sangat hebat, bukan?

Dia benar-benar melejit.

Dia memang yang terbaik di Korea.

Ya, Ibu. Kenapa?

Kenapa?

"Kenapa", kamu bilang?

Puteriku tidak hadir ke acara pembukaan dan menantuku bekerja keras seharian.

Tae-Kyung?

Benar.

Dia melayani pelanggan, menjaga kasir dan bersih-bersih seharian.

Perlakukanlah dia dengan baik.

Aku harus bersih-bersih. Sudah dulu.

Apa-apaan itu.

Dia membuatku merasa bersalah.

Siapa ini?

Bukankah kamu Yeon-Doo?

Sudah lama tidak bertemu, Pak.

Sepertinya tteokpokki restoran ini memang enak,

melihat bagaimana kamu datang ke sini bahkan setelah dipecat dari akademi.

Bagaimana kabarmu? Baik?

Ya, kabarku baik.

Benarkah?

Bagaimana bisa?

Bahkan setelah dipecat secara tidak hormat karena hamil di luar nikah?

Kamu sudah berbicara dengan ayah anakmu?

Tidak.

Apakah kamu sudah mengaborsi anakmu?

Tidak.

Aku tidak melakukan aborsi.

Dilihat sekilas pun kelihatannya kamu dan ayah anakmu tidak baik-baik saja.

Kalau begitu, seharusnya kamu melakukan aborsi. Bagaimana ini, Bu Oh?

Kamu sudah menyerah?

Apakah kamu khawatir, kalau-kalau aku kembali?

Apa katamu?

Aku bertanya, apakah kamu takut posisimu akan terancam jika aku kembali?

Mulutmu masih saja seperti itu.

Pikirmu kamu bisa kembali?

Kamu hanya wanita yang hamil di luar nikah.

Tidak usah kembali ke tempat ini. Urus saja anakmu.

Tapi apakah dia bisa tumbuh dengan baik tanpa kehadiran ayahnya?

Siapa bilang dia tidak punya ayah?

Kamu baik-baik saja?

Aku bilang, 'kan, tunggu di dalam toko saja.

Siapa kamu?

Apa maksudmu berbicara asal menanyakan anak orang lain punya ayah atau tidak?

Apa kamu pacar Oh Yeon-Doo?

Aku bukan pacarnya, tapi suaminya.

Dia istriku dan bayi yang dikandungnya adalah anakku.

Ibu tunggal?

Dia bukan ibu tunggal, tapi apa salahnya membesarkan anak sendirian?

Bukan begitu, maksudku...

...apa ini?

Kartu namaku.

Klinik Kandungan Gong?

Jika ada yang ingin kamu katakan pada istriku, ke depannya hubungi aku.

Oh, ya.

Aku anak dari seorang ibu tunggal,

tapi aku tumbuh lebih baik darimu, Bedebah.

Ayo pergi.

Aku sudah dengar dari Ibu.

Katanya kamu pergi ke upacara pembukaan toko.

Terima kasih.

Kamu berupaya keras untuk datang ke restoran,

dan juga muncul tiba-tiba untuk menyelamatkanku.

Hyun-Woo memberitahuku.

Kamu mendengarkan keluh kesahku.

Dia juga tidak pandai menyimpan rahasia.

Aku menyuruhnya jangan bicara.

Pada saat itu, aku mengerti segalanya.

Oh Yeon-Doo,

kamu pantas marah padaku.

Aku minta maaf atas kelancanganku.

Membicarakan hal seperti ini dan tidak minum alkohol, rasanya jadi menggelikan.

Kita berdua merasa bersalah dan berterima kasih,

bagaimana kalau kita berdamai?

Baiklah.

Tae-Kyung, tolong makan sepertiganya saja.

Mana boleh seperti itu? Ayo makan setengah-setengah.

Memangnya Jinjja bukan orang?

Benar makan sepertiga.

Dasar curang. Kamu menggunakan Jinjja sebagai perisai.

Berikan padaku. Aku sudah membayarnya.

Curang. Kamu mencuri makanan dari wanita hamil?

Aku akan menikmatinya.

Meski begitu, ayo bagi dua.

Enaknya.

Dicari Pekerja Paruh Waktu

Selesai.

Soo-Gyeom, ini melelahkan. Kenapa kamu ikut?

Aku takut Kakek kesepian.

Astaga, Memang Soo-Gyeom yang paling mengertiku.

Ayo kita masuk.

- Siapa... - Bersikap baiklah pada anak itu.

...apa?

Maksudmu Soo-Gyeom?

Dia bukan anakku, tapi cucu keponakan.

Bukan dia.

Tapi anakmu. Perlakukan dengan baik.

Anakku?

Apa maksudnya?

Ayo.

Nenek.

Katanya kakek memiliki anak.

Seorang bibi berkata seperti itu.

Apa? Apa maksudnya itu?

Seorang wanita berkata omong kosong.

Kalau bukan omong kosong?

Bagaimana jika anak Paman tumbuh dewasa di suatu tempat?

Memangnya aku sama denganmu?

Mungkinkah langit begitu keras padaku?

Bukan hanya anak-anakku,

tapi adikku juga punya anak sebelum menikah?

Berhentilah bicara omong kosong dan makan saja ini.

- Apa ini? - Hadiah yang dibelikan Tae-Kyung.

Dia khusus menghadiahkan ini untukku.

Katanya tidak baik berdiri terlalu lama.

Dia sampai membelikan ini untuk Ibu Mertuanya.

Kesehatanku yang lebih buruk,

kamu takut aku pamer makan ini?

Aku menyuruhmu berterima kasih.

Baik padaku, dan juga Tae-Kyung.

Ini.

Es krim.

Aku suka rasa cokelat.

Kita hampir sampai. Tidurlah lagi.

Tidak.

Ada seseorang di sebelahku yang terus menyetir.

Gong Tae-Kyung.

Aku berterima kasih soal kejadian tadi,

tapi jangan pernah membantuku seperti hari ini lagi.

Kenapa?

Bagaimanapun juga, tiga bulan lagi kita akan berakhir.

Setelah itu,

aku harus mengurusi Jinjja sendirian.

Aku akan dicemooh karena menjadi ibu tunggal seperti tadi.

Aku akan mengalami situasi di mana anakku dibicarakan sebagai anak tanpa ayah.

Ini adalah urusanku dan aku harus menyelesaikannya sendiri.

Apa kamu tidak nyaman karena aku membantumu?

Tidak.

Aku merasa tenang.

Karena itu aku takut.

Aku takut...

...terus bergantung padamu.

Aku, 'kan, orang tua tunggal.

Aku harus membangun kekuatan untuk hidup sendiri.

Aku juga akan segera mencari pekerjaan.

Selesai.

Jangan pernah membantuku seperti hari ini lagi.

Karena itu, aku takut.

Aku takut terus bergantung padamu.

Wanita yang sangat aneh.

Segera bawa Kepala Jang ke perusahaan.

Tentu saja itu tidak boleh, Ibu.

Kenapa kamu terus menentang?

Aku bahkan tidak boleh membawa satu orang?

Ibu juga tahu orang seperti apa Kepala Jang itu.

Memangnya dia seperti apa?

Apa dia menyiksa seseorang? Membunuh seseorang?

Kenapa kamu merendahkan seorang anak...

...yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga kita?

- Ikut denganku. - Ya?

Kalian berdua ikut denganku!

Jantungku berdebar.

Aku bisa sakit perut saat makan.

Benar.

Nenek dan Ibu saling bersitegang.

Sayang, apa yang harus kita lakukan?

Kita tidak bisa melepas tali ini dan menahan tali itu.

Tidak bisa dibiarkan.

Kita perlu meminta beberapa bantuan.

Bantuan?

Halo.

Aku Oh Yeon-Doo, yang melakukan wawancara tempo hari.

Aku ingat.

Sebenarnya aku ingin menghubungimu sekali lagi.

Ada sesuatu yang ingin kubicarakan,

apa kita bisa bertemu?

Tentu saja.

Aku harus meluangkan waktu.

Bagaimana kalau bertemu sekitar tiga atau empat jam lagi?

Baiklah.

Tapi jangan di dalam sekolah, di dekat sekolah saja.

Baik. Sampai bertemu di sana.

Baik.

Syukurlah.

Aku harus pakai baju apa?

Kenapa aku dipanggil ke sini?

Aku akan bertanya secara terus terang.

Apa kamu juga tidak suka Kepala Jang masuk ke perusahaan?

Apa?

Ibu, Yeon-Doo tahu apa tentang perusahaan?

Kamu diam saja.

Karena mertuamu menentangnya, aku datang untuk meminta izinmu.

Dia membuat orang tuanya berpisah karena kamu.

Kamu tidak mungkin merampas pekerjaan untuknya juga, 'kan?

Bagus. Kamu ternyata punya hati nurani.

Kamu paham, Chan-Shik.

Ayo.

Aku tidak mau.

Apa katamu? Kenapa?

Hanya saja aku tidak mau.

Pokoknya aku tidak mau.

Nenek juga tidak menyukaiku, 'kan.

Tak perlu alasan untuk membenci orang.

Astaga.

Rupanya kamu sangat bersemangat.

Jadi semua urusan di rumah ini akan dilakukan seperti yang kamu inginkan?

Jangan meninggikan suaramu, Ibu.

Dia sedang mengandung.

Bukankah Ibu juga tahu bahwa Kepala Jang berbohong tentang kemandulan?

Bagaimana bisa Ibu meminta seseorang untuk kembali,

setelah mengatakan kebohongan yang begitu mengerikan?

- Itu karena Tae-Kyung berselingkuh... - Ibu.

Tolong hentikan.

Kali ini tolong urungkan keinginan Ibu.

Astaga.

Se-Jin.

Ibu akan menemui ayahmu seperti yang kamu suruh.

Baiklah. Hati-hati di jalan.

Halo, Nyonya Besar.

Sulit bagimu untuk masuk ke perusahaan.

Kenapa?

Apa karena Nyonya Lee?

Bukan dia, tapi wanita Paviliun bilang tidak suka.

Dia sangat gigih.

Aku juga berpikir itu tidak akan mudah.

Biar aku yang menyelesaikannya.

Baiklah. Terima kasih.

Jadi begini caramu?

Pengajar Oh Yeon-Doo.

Kenapa terasa begitu asing?

Halo?

Jang Se-Jin?

Benar.

Maaf aku menghubungimu.

Ini soal ibuku.

Ibu?

Ibuku ingin meminta maaf karena telah menghinamu.

Hal itu sudah lama terjadi.

Tolong sampaikan bahwa tidak usah meminta maaf.

Ibuku tidak akan mendengarkannya.

Perasaannya hancur karena perceraian.

Ibu juga meminta maaf pada Tae-Kyung,

tidak bisakah kamu meluangkan waktu untuknya juga?

Baiklah, kalau begitu.

Aku punya janji terlebih dahulu, jadi biar aku yang menentukan tempatnya.

SEKOLAH OLD

Bagaimana rasanya bertemu menantu dokter?

Kemarin kalian lihat 'kan? Dia bekerja sambil memakai celemek.

Meskipun dokter, kemampuannya tidak buruk.

Rupanya dia menantumu?

Dia punya anak berusia tujuh tahun.

Kalau itu putraku.

Kemarin aku bekerja berlebihan, seluruh tubuhku sakit.

Pulang saja dan tempelkan koyo.

Astaga. Enaknya.

Dewi Bahasa Guru Oh Yeon-Doo

Rupanya dia orang yang hebat.

Ada apa kamu ke sini?

Aku ingin memberikan sesuatu padamu.

Jika tidak ingin membuat suara keras, ayo pergi ke tempat lain.

Ini barang-barangmu,

dan ini dokumen perceraian.

Tolong bubuhkan stempel secepatnya.

Jangan pernah berpikir untuk menyelinap masuk.

Bahkan jika putrimu meninggal,

aku tidak bisa tinggal bersamamu.

Apa-apaan tampangmu itu?

Kamu tidak bisa makan?

Jaga dirimu baik-baik karena kamu hidup sendiri.

Jangan hidup kesepian,

dan jangan menghubungiku.

Bercerai?

Se-Jin, Ibu sudah melakukan apa yang kamu suruh.

Kamu di mana?

Aku ingin menemui seseorang.

Siapa?

Ibu tidak perlu tahu soal itu.

Kita bicara di rumah nanti.

Ibu

Astaga. Kamu sudah di sini.

Halo, apa kabar?

Aku sudah melihat bagaimana Guru Oh Yeon-Doo...

...dulu bekerja melalui video.

Ternyata kamu lebih hebat dari yang aku kira.

Apa kamu yakin ingin bekerja di sekolah kami?

Lagi pula, aku akan segera melahirkan. Jadi, tidak ada tempat yang menerimaku.

Maaf,

tapi jika aku mulai bekerja, aku hanya bisa melakukannya sampai melahirkan.

Kami tidak masalah soal itu.

Karena kami yang lebih mendesak.

Ada...

...ada satu alasan lagi bagiku untuk mempertimbangkan sekolah ini.

Mungkin Anda akan tahu nanti, tapi Ibuku...

...bersekolah di sini.

Apa?

Tidak peduli dia ibuku, ada kesetaraan di antara murid.

Aku pikir ini benar untuk memberitahu terlebih dahulu dan menunggu keputusan.

Bolehkah...

...aku bertanya siapa orangnya?

Aku belum memberitahu ibuku.

Aku akan bertanya pada Ibu dan memberitahu Anda.

Mohon tunggu sebentar.

Halo, Ibu.

Kamu menelepon?

Ibu terlalu sibuk sampai tidak bisa mengangkat telepon.

Ada apa?

Aku ingin menanyakan sesuatu.

Sebentar. Astaga.

Kalian akan pergi sekarang?

Presdir Gong

Aku datang ke sekolahmu.

Aku akan menunggumu sampai datang, ayo kita bertemu.

Maaf. Ibu sibuk pamitan.

Kenapa kamu menelepon Ibu?

Begini...

...ada yang ingin aku tanyakan,

kapan Ibu punya waktu?

Ibu sekarang sibuk.

Datanglah ke restoran kapan saja nanti.

Dasar anak nakal.

Mereka...

Ayah.

Ayah baik-baik saja? Apa Ayah terluka?

Dia hamil. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit.

Panggil ambulans.

Sulit bagimu untuk masuk ke perusahaan.

Wanita Paviliun tidak menyukainya.

Jangan panggil ambulans.

Kenapa?

Lebih cepat memakai mobilku. Aku yang akan membawanya.

Baiklah. Ayo kita angkat ke mobil.

Ayah bantu angkat saja.

Aku akan menelepon Ayah begitu sampai rumah sakit.

Halo?

Anda bilang dia ibu hamil?

Apa yang terjadi?

Dia hampir bertabrakan dengan skuter,

untungnya aku berhasil menyelamatkannya.

Itu berarti Anda yang menyelematkan dia?

Benar.

Aku yang menyelamatkannya.

Apa maksudmu?

Aku yang menyelamatkan Oh Yeon-Doo.

Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==

Follow My IG @Anang2196_sub_indo

The Real Has Come!

Sepertinya bahu dia terluka karena menyelamatkan istrimu.

Benarkah kamu tidak perlu diperiksa?

Aku harus menggoyahkan hatinya.

Baik wanita itu, maupun Tae-Kyung.

Hei, Tae-Kyung!

Dia begitu lagi.

Di rumah sakit pun, dia belum makan sama sekali.

Anakku bahkan tidak bisa makan sesuap bubur,

kamu masih bisa makan dengan lahap?

Apa?

Kamu mulai berbohong agar bisa masuk ke keluarga itu?

Jangan pernah katakan bahwa Ayah yang menyelamatkannya.

Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?

Jika harus bersumpah pada langit, memang ada.

The Real Has Come!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.