All language subtitles for Puisi Cinta yang Membunuh 2022 1080p NF WEB-DL sub eng ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole Download
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Siapakah yang tak pernah tertusuk kata-kata?

Sekecil apa pun dalam hidupnya.

Jika kata menjadi puisi cinta...

siapakah yang tidak dihidupkan olehnya?

Jika puisi bisa menghidupkan...

Ia pasti mampu membunuh.

Selalu bertemu

Seribu tragedi

โ€ชHarapan

Surgawi yang...

Dalam kisah cinta

Saling berdoa

Harapan

Surgawi yang...

Surgawi, seribu tragedi

Surgawi, seribu tragedi

Sesungguhnya

Semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Sesungguhnya

Semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Makanan adalah

alam semesta.

Makanan adalah

tentang mistis,

dan kesehatan.

Contohnya bangle, yang menjadi bumbu dasar masyarakat Bali.

Ada lobak,

alpukat.

Silakan diamati masing-masing.

Alpukat mempunyai khasiat baik untuk tubuh kita.

Namun, juga dipercaya membawa kekuatan untuk mengusir roh.

Jangan lupa.

Alpukat begitu banyak dikenal oleh bangsa Meksiko.

Bahkan sejak 10,000 tahun yang lalu.

Dari peradaban kuno Guatemala.

Alpukat menjadi simbol kalender.

Simbol

sensualitas.

Namanya berasal dari kata Aguacate.

Yang berarti...

biji testis.

Hidup adalah...

soal tubuh.

Dan roh.

Kamu tahu, ya, aku akan ada di sebelah kamu?

Sudah jadi kebiasaan saya, selalu ada tempat kosong di sebelah saya.

Menarik.

Kamu kenal David Chang?

Pemilik grup restoran dan penulis terkenal.

Ia berkata...

"Segala sesuatu...

adalah tentang memasak.

Kemudian...

kita makan

dengan seseorang yang kita sayangi."

Nanti aku akan memasak di rumah kamu.

Ya, silakan dimulai.

Aku sudah berjanji

akan memasak di rumah kamu.

Watak seseorang bisa dilihat dari kamar tidurnya.

Aku jadi ingin lihat.

Asal kamu tahu,

aku selalu memasak dengan seluruh hatiku.

Jika untuk satu orang...

maka seluruh hatiku...

ada pada orang itu.

Lihat.

Ia meranum di tubuhmu.

Siapa pun

akan meranum denganmu.

Halo? Iya. Oke.

Maaf, saya harus berangkat kuliah.

Kunci juga harus saya titip ke petugas apartemen.

- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!

Astaga. Hai!

Hai, Putri Malam.

Kami semua hamba semesta.

Mempersembahkan darah untuk Anda.

MENJADI KAYA SAAT BERTEMU DENGANKU

Selamat datang semua hamba-hambaku di acara Halloween-ku.

Di umur baruku...

kisah ini dimulai.

Kutunggu persembahan darah dari kalian.

Tapi kamu tidak boleh ikut. Tunggu di sini.

Dapat dari mana kamu?

Jangan bercanda.

Pasti kamu yang memberikannya untukku.

Dasar setan penggoda.

Sayang...

Sayang.

Hei.

Habis pesta, ya?

Malam ini, akan kupanggil semua iblis-iblis

ke ranjang kita.

Agar segalanya horor.

Kau puja aku lewat kata dan tubuh.

Pori-poriku bagai oasis air kehidupan.

Gairah indah setiap lubangnya.

Kini, puja kata kau buang.

Darah mengalir dari tubuhku.

Bagai jilatan lava.

Iblis membakarmu.

Bahaya laki-laki berdusta.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Untukmu

Astaga!

Kekasihku...

kuberikan ciuman maut untukmu.

Mahakarya

dari kekasihku.

Hanya seorang koki, Kekasihku,

yang bisa membuat seperti wajahnya sendiri.

Selamat ulang tahun untukmu

Selamat ulang tahun untukmu

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun untukmu

Kamu baik-baik saja?

Keluar!

Ke studio aku, ya?

Ranum?

"Minumlah racun rahasiaku. Aku akan membuatmu jatuh cinta."

Bayangkan.

Kata-kata rayuan ini

disebarkan oleh pelaku pemerkosa terbesar dalam sejarah Inggris.

Pelaku melakukan pembiusan sebelum melakukan pemerkosaan.

Bahkan merekam korban-korbannya dalam 250 sampai 300 rekaman.

Korban terbukti mencapai 48 orang.

Namun, diperkirakan mencapai 195 orang.

Pelaku yang dikenal sebagai predator seks terbesar dalam sejarah Inggris ini

merupakan warga negara Indonesia,

bernama Reynhard yang tinggal di Manchester, Inggris,

dan sedang menempuh studi S3.

Coba kita lihat kasus tahun 1998. Ada Rian dari Jombang.

Mencincang dan membunuhnya, membakar korbannya.

Ia melakukan ini karena apa? Karena ia merasa sakit hati dan kecewa.

Ia merasa lega dengan membunuhnya.

Atau ada Siswanto alias Robot Gedek.

Membunuh 12 orang anak-anak.

Sembilan sampai 15 tahun, membelah perutnya.

Meminum darahnya.

Menyimpan anggota tubuh korbannya sebagai kenang-kenangan.

Halo, Bu?

Kamu baik-baik saja, Ranum?

Aku sudah lihat karya video fesyenmu.

Bagus.

Saya lagi kurang enak badan, Bu. Ada apa, ya?

Kamu tinggal mengerjakan beberapa tugas akhir,

lalu ujian akhir.

Belum selesai?

Saya belum siap, Bu.

Saya belum siap.

Aku mengerti.

Tapi kamu tidak ada hubungannya dengan peristiwa itu.

Polisi dan pihak kampus sudah jelas membuktikan

kamu ada sedang di studio saat peristiwa itu terjadi.

Jangan stres, Ranum.

Kamu tidak usah ke kampus,

boleh mengobrol di studioku.

Iya, Bu.

Terima kasih.

Aku berdoa...

Aku berdoa...

Aku tak bersalah!

Mereka menjahit untuk keindahan manusia lain.

Dan untuk menghidupi keluarga mereka.

Mereka melihat bertahun-tahun lekuk tubuh manusia.

Lekuk tubuh yang bukan hanya fisik.

Namun, perasaan dalam tubuh yang memakainya

Maka mereka mampu untuk menelisik tubuh dan perasaan para pelangganku.

Inilah keindahan.

Selalu dari luka berdarah.

Lihat, Ran.

Keindahan tubuh

selalu dibentuk oleh mereka yang sudah penuh luka mengalami hidup ini.

Terima kasih, Mbak Suri.

Kamu tidak ada luka.

Aku ingin membuatkan gaun untukmu.

Berbaringlah.

Saya bukan model, Bu. Saya tidak pantas.

Cara mengajarku seperti ini.

Demikian juga aku menilai mahasiswiku.

Tubuh saya kaku, Bu. Maaf, jangan saya.

Aku tidak menjahit kain.

Aku menjahit perasaan di lekuk tubuhmu.

Cerita Tiongkok menyebutkannya Yi Lau.

Dewa perjodohan,

simbol perkawinan dan kesetiaan.

Dengan mengikatkan benang merah di kaki.

Di Jepang...

diikatkan di jari.

Janji setia dua kelingking manusia.

Jika tidak setia...

akan dipotong jarinya.

Kalau kamu mau selesaikan karyamu,

pulang saja dulu.

Nanti malam, boleh datang ke sini untuk menonton peragaan.

Tidak baik kalau kamu tidak datang.

Suami tercinta tidak datang?

Aku sudah biayai dia berlibur, sejauh mungkin.

Agar aku tak melihatnya.

Aku sudah meliburkan dia.

Untukmu.

Kucari kain berenda-renda.

Merancang tidak hanya dilihat keutuhannya.

Namun, harus bisa membuat setiap orang mengintip keindahan tubuhmu.

Agar kalau Ellen jalan,

para lelaki akan mengintip tubuhmu.

Di celah bunga-bunga sutra...

yang ditisik oleh perempuan-perempuan India.

Yang sudah terbiasa mempersembahkan kain terbaiknya

untuk bangsawan Inggris.

Apakah keindahanmu...

hanya mengintip saja?

Aku yang hanya berhak masuk

ke dalam kainku.

Tegap.

Kenapa kamu tidak datang?

Kamu tidak akan pernah lulus!

Bukankah sudah aku bilang akan sial jika kamu tidak datang?

Setelah aku mengikatkan benang merah itu.

Kamu bodoh!

Aku tidak menjahit kain.

Aku menjahit tubuh.

Dan perasaan.

Kau patahkan hatiku.

Karena hatiku adalah sekeping lembut darah.

Darah berhamburan...

seperti anggur merah.

Yang dibuka dari leher manusia yang terpotong!

Dan setiap tetesannya...

menjadi...

benih iblis.

Sesungguhnya

Semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam

Dan Hawa

Selalu bertemu

Seribu tragedi

Harapan

Surgawi yang...

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Jiwa kamu iblis. Kamu pembunuh!

Ranum sering cerita.

Laksmi lebih dari bibi.

Sudah seperti ibu.

Ketika ibu Ranum lebih memilih tinggal di London bersama suami barunya.

Ayo berdoa.

Berdoa...

- Berdoa... - Tuhan.

- Berikan kami damaimu. - Berdoa...

Berdoa...

- Jangan biarkan setan hidup dalam jiwaku. - Berdoa...

Berdoa...

Ranum?

Aku bukan iblis.

Aku bukan iblis.

- Ranum... - Kata Ibu, aku bisa jaga emosiku.

- Aku bukan iblis... - Ranum.

- Ayo. Ayo, pelan-pelan. - Ibu, maafkan Ranum, Bu.

Mom, forgive me.

Ranum bukan iblis.

Ranum bukan iblis.

Ranum bukan iblis.

Terima kasih, ya, Na.

- Anna? - Iya.

- Terima kasih. - Iya.

Sudah jadi konselingnya Ranum.

Ia memang perlu orang lain di luar keluarganya.

Sering kali ia mengurung dirinya di kamar, sibuk dengan karya sekolahnya.

Iya.

Karya-karya fesyen sudah seperti teman dialognya.

Kita adalah Adam dan Hawa.

Tapi tidak dengan buah apel.

Dengan buah durian,

nasi campur,

dan srikaya.

Kita adalah Adam dan Hawa.

Berpasang-pasangan, bercumbu-cumbuan,

bertangis-tangisan, bersembelih-sembelihan.

Kita adalah Adam dan Hawa.

Dalam jalanan terjal,

mencari cinta untuk kehidupan kita.

Dan maka aku akan selalu menemuimu.

Meski harus

kulalui jutaan tragedi

seperti kisah-kisah di kitab suci.

Teman-Teman,

hari ini kita kedatangan orang

yang suka menyanyikan puisi-puisiku.

Bagaimana kalau kita dengar langsung saja suaranya?

Tepuk tangan. Silakan.

Santai saja.

Aku selalu ingin

Berjumpa denganmu

Harapan

Surgawi yang...

Meski seribu drama

Di dalamnya

Harapan

Surgawi yang...

Mungkin kamu akan memandangku aneh setelah ini, Hayat.

Tapi aku selalu merasa ada seseorang di sampingku.

Dia selalu ada saat aku sedih, atau di saat aku lagi sakit.

Aku bahkan bisa mengobrol dan...

punya bahasa sendiri dengan dia.

Setiap orang itu

punya jiwa-jiwa yang mendampingi.

Dan jiwa itu hidupnya dari ari-ari kita.

Maka dari itu, ari-ari harus dijaga.

Ia akan selalu datang.

Terima saja.

Hayat, aku ke toilet dulu, ya.

Hayat.

Main petak umpet, yuk.

Satu, dua, tiga, empat,

lima, enam, tujuh,

delapan, sembilan, sepuluh.

Ranum?

Ranum?

Kamu di mana?

Hayat.

Ha?

Aku di sini.

Ha?

Polisi sudah menangani orang-orang yang melakukan penyerangan terhadap Ranum.

Ternyata mereka adalah sekte-sekte

yang berkewajiban untuk mengusir iblis dari muka bumi.

Iya, saya tahu.

Sejak dulu, keluarga kami disebut keluarga iblis.

Tapi kamu tak usah khawatir.

Biar saja semesta yang mengatur pada saat ulang tahun nanti.

Saya khawatir

semuanya akan berakhir menjadi kekerasan.

Itu tanda-tanda tak terlihat.

Iya, tapi tanda-tanda harus tetap terlihat.

Saya tidak percaya hantu.

Kekerasan itulah yang menjadi hantu di kehidupan kita.

Semua dalam hidup seperti kisah Adam dan Hawa.

Berpasangan.

Ada dunia hitam, putih.

Positif, negatif.

Rasional dan mistis.

Seperti kain Bali ini.

Baik, buruk, keduanya hidup bersama, berdampingan.

Diibaratkan seperti Barong dan Rangda.

Terima kasih, ya.

Keduanya ada dalam jiwa manusia.

Karena itu, kita meletakkan sesajen di beberapa tempat.

Untuk menghormati kedua jiwa tersebut.

Termasuk untuk jiwa yang hitam.

Jika kita tidak tempatkan dengan baik, bisa-bisa

jiwa hitam itu menggunakan jiwa manusia

untuk merusak kehidupan.

Dua jagat di dalam diri...

Yang agung yang kecil

Aku ialah itu

Kamu ialah aku

Aku putih pula hitam

Aku gelap juga terang

Akulah kiri

Akulah kanan

Hitam dan putih

Dalam keseimbangan

Hitam dan putih

Dalam keseimbangan

Hitam dan putih

Dalam keseimbangan

Bagaimana?

Hatiku telah

Meranum bunga

Jiwaku telah

Meranting pohon

Dan kita pun

Dulu, ladang jagung ini milik ayahku.

Sekarang aku yang mengurus.

Kenapa, ya, hantu itu selalu perempuan?

Nenek lampir,

suster ngesot.

Kenapa tak ada kakek lampir,

atau pastur ngesot?

Tapi perempuan memang cocok jadi hantu.

Hayat.

Ini puisi dari komik masa kecilku.

"Puisiku

adalah mantra

dari mulut penghuni alam semesta.

Kusimpan di kotak kayu hitam.

Dari jelaga hutan terbakar.

Di seratus gunung api Nusantara."

Adik!

Kamu di mana, Dik?

Hayat?

Aku tahu tempat ini.

Aku tahu tempat ini, Hayat.

Aku tahu tempat ini.

Ranum.

Ranum...

- Kamu kenapa? - Aku tahu tempat ini.

Ranum...

Tenang.

Budaya pop, seperti sandiwara radio dan komik, terkenal karena puisi kejamnya.

Seperti Pendekar Syair Berdarah di Tutur Tinular,

yang belakangan ini populer di media sosial.

Puisi berdarah itu merupakan pelepasan kekerasan dan kekecewaan hidup

dari pendengar radio dan pembaca komik di kehidupan sehari-harinya.

Pembunuhan keji sering terjadi karena pelaku menderita

patalogis yang akut.

Psikologisnya sudah terganggu.

Namun, ada juga yang melihat dari aspek biologis, aspek genetika.

Sesuatu yang turun-temurun, yang menyangkut kromosom...

dan kondisi lainnya yang dibawa sejak lahir.

Termasuk fungsi otak, fisiologis, anatomi.

Apa lagi, ya? Hormonal?

Aku sangat takut seperti ini, Hayat.

Semua akan jadi bencana.

Hei...

Kenapa, ya, selalu ada trauma?

Aku tak mau menulis

dengan pensil dari ayahku.

Karena aku selalu teringat

berita...

pesawat terbakar saat mendarat.

Semua menjadi darah.

Semua menjadi darah?

Sudah.

Kita lupakan saja.

Aku baru beli buku.

Ini komik puisi-puisi zaman dulu.

Kamu lihat.

Pendekar Puisi Berdarah.

Aku tidak pesan ini.

Aku seperti mengenal puisi ini.

"Kau puja aku lewat kata dan tubuh, pori-poriku bagai oasis air kehidupan.

Gairah indah tiap lubangnya.

Kini puja kata itu kau buang, pori-poriku robek menjadi luka-luka penuh darah.

Hati dan tubuhku..."

Maaf.

Halo, Bu.

Ini ada kasus baru. Wahyudi, 18 tahun, kecanduan gim daring.

Terus dia menghabisi R, bocah sembilan tahun

yang ternyata keponakannya sendiri.

Karena mau menguasai ponselnya untuk bermain gim daring.

Berkas-berkasnya sudah saya kirimkan, ya, Bu.

Bekerja sebagai supervisi kasus kekerasan di kepolisian...

kadang membuat lelah.

Kekerasan.

Kekerasan.

Kekerasan di mana-mana.

Mengingatkan pada masa kecil saya.

Anna, kok belum ada yang dikerjakan?

Eh!

Begini saja kok tak bisa?

Ingat, ya. Fokus!

Ibu itu sudah bekerja.

Kerja keras supaya kamu bisa tetap sekolah.

Lihat Ibu.

Kamu harus jadi anak pintar!

Mandiri!

Sama seperti Ibu.

Tak boleh bergantung pada siapa-siapa.

Ibu tak bergantung pada ayah kamu!

Ibu sangat keras mendidik saya.

Selepas Ayah pergi menikah lagi.

Ayo.

Jawab!

Saya begitu benci Ibu.

Kadang saya ingin menusuknya dengan pensil yang Ibu tusukkan ke tangan saya.

Saat SMA...

saya memutuskan tinggal sendiri.

Namun, nasib berubah ketika saya mengajar di universitas

sebagai dosen psikologi.

Ibu terkena kanker.

Berbulan-bulan meminta saya pulang, namun saya tidak mau datang.

Sampai suatu hari, Ibu menulis pesan.

"Pulanglah, Nak...

Aku hanya ingin membasuh tanganmu."

Anna sudah pulang.

Tangan kamu indah.

Seharusnya Ibu mengelus tangan kamu dulu, ketika mengajari kamu belajar.

Maafkan Ibu.

Maafkan Ibu.

Tidak boleh ada kekerasan lagi...

kepada kamu.

Atau terhadap siapa pun juga.

Ya?

Semua sudah berlalu, Anna.

Kamu sekarang sudah jadi psikolog terkenal.

Ibumu pasti bahagia.

Kamu pandai menyuarakan apa yang ingin disuarakan oleh ibumu.

Kak.

Ayo main.

Kak.

Ayo, Kak.

Satu, dua, tiga,

empat, lima, enam,

tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Kakak? Kakak ke mana?

Kakak ke mana?

Kakak?

Kakak?

Kakak?

Kakak?

Ayo, Kak.

Saya benci Ayah dan Ibu bertengkar!

Banyak yang diceritakan penduduk

tentang keluarga kami.

Keluarga kami disebut

keluarga iblis, keluarga terkutuk.

- Aku bukan anak iblis! - Dasar anak iblis!

Dikurung saja! Ayo!

Buka!

Buka! Aku bukan anak iblis!

Buka!

Tolong! Buka!

Terlebih setelah terjadi perceraian

pada keluarga yang laki-laki pergi meninggalkan rumah.

Iya, saya baca di kliping koran.

Keluarga kamu memiliki...

supranatural?

Ya, keluarga kami dikenal turun-temurun memiliki tenaga supranatural.

Semua manusia itu

punya energi yang besar.

- Tapi kadang-kadang bisa merusak... - Lari!

...jika kita tidak bisa mengendalikan diri dalam situasi tertentu.

Seperti yang saya alami waktu kecil.

Sering diejek dan disekap

karena dianggap anak iblis.

Anehnya, anggota keluarga selalu bertumbuh menjadi dua.

Menjadi guru pengolah batin,

atau hidup tak pasti, penuh masalah dan kekerasan.

Kisah keluarga Ranum itu pelik sekali.

Mereka selalu berada dalam pertengkaran yang hebat...

ketika lahir dua bayi perempuan kembar.

Ha?

Mereka kembar?

Kenapa kamu tidak bilang?

Persoalan akan menjadi berbeda, Laksmi.

Bagaimana mereka dipisahkan?

Sejak Ranum dan Ranting berumur empat tahun,

mereka suka sekali bermain di luar rumah.

Satu,

dua...

Mereka tidak mau melihat pertengkaran ayah dan ibunya yang meledak-ledak.

Enam,

tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Mereka suka sekali bermain petak umpet.

Adik?

Adik?

Adik? Dik?

Kutukan seakan terjadi lagi.

Pertengkaran ayah dan ibu Ranum meledak tak terkendali...

ketika Ranum dan Ranting bermain petak umpet.

Dik?

Kamu di mana, Dik?

Ranting...

Dik Ranting!

- Adik! - Ranum.

Ranum!

Ranum.

Adik Ranting...

Ranum dan ibunya tidak pernah tahu lagi keadaan dan nasib Ranting.

Ranum sendiri

masih terlalu kecil untuk mengingat semua itu.

Semua masa lampau dihapus.

Ranum hanya tahu bahwa dirinya adalah anak tunggal.

Sejak saat itulah

Ranum jadi suka menyendiri.

- Ia hanya hidup dengan boneka manekennya. - Adik, Kakak akan menjagamu...

- Tidak suka bergaul dengan siapa pun. - ...sampai tua, Dik.

Setiap hari

bicara dengan boneka manekennya, dengan bahasa mereka sendiri.

Anak kembar akan saling menolong.

Mereka memecahkan masalah dengan cara dan bahasa mereka sendiri.

Yah, kutukan selalu datang ke keluarga Ranum.

Penduduk menganggap bahwa...

kembar adalah dua sosok, sisi baik dan sisi jahat.

Itu semua salah kaprah.

Kembar bukanlah sosok hitam dan putih.

Mereka akan saling menolong, saling melengkapi.

Bayangkan, sejak dua minggu, mereka sudah saling berpelukan

dalam satu kandungan ibu.

Coba lihat kasus ini.

Kasus bayi kembar. Dililit ari-ari, saling berpelukan.

Atau coba lihat yang ini.

Berciuman sejak di rahim.

Saya khawatir dengan Ranum.

Kalau saya, sih, percaya dengan telepati,

bahkan antara roh yang hidup dan yang mati.

Ranum dan Ranting saat lahir terlilit ari-ari.

Juga kebiasaan yang sering dilakukan bersama-sama.

Seperti meniru Pendekar Puisi Berdarah,

atau mendengar sandiwara radio kesukaan keluarga kami.

Bahkan berlaku sebagai pembunuh. Meski sudah dilarang, tetap dilakukan.

Ibu bilang berkali-kali jangan pernah baca komik Pendekar Puisi Berdarah.

Iya, kasus kembar memang beragam.

Ini merupakan contoh yang unik dan ekstrem.

Kembar punya bahasa untuk berkomunikasi, sehingga mereka merasa terisolasi.

Namun, ketika yang satu meninggal,

yang satunya lagi merasa terbebaskan dan hidup normal di masyarakat.

Tunggu sebentar.

- Halo? - Ibu Anna. Kami sudah dapat

soal berita kriminal yang mungkin terkait kasus Ranum.

- Sudah kami bagikan pada Ibu. - Oh, iya.

- Iya, saya cek. - Ya.

- Kenapa? - Laksmi.

Kamu benar-benar percaya,

roh akan dipertemukan dengan kehidupan nyata?

Kembar mempunyai telepati dan bahasa komunikasi sendiri?

- Yakin? - Yakin.

Ranum.

Tadi, saya mendapatkan kabar dari Laksmi

kalau kamu punya saudara kembar.

Namanya Ranting.

Kenapa aku baru tahu sekarang?

Kamu Ranting, Dik.

Kenapa aku baru tahu sekarang?

Kenapa aku tak menolong kamu?

Kenapa aku baru tahu sekarang?

Ranting!

Ranting!

Kenapa Kakak tidak melindungi kamu, Dik?

Adik, kenapa Kakak baru tahu sekarang?

Kenapa Ka...

Ranum.

Kamu harus terima kenyataan adikmu.

Terima jiwa adikmu. Ia ada seperti kamu ada.

Ia hanya ingin kembali seperti saat ia lahir.

Saat ulang tahun, kalian berdua berpelukan bersama.

Alam semesta ini rahim.

Terimalah.

Kamu tidak khawatir?

Khawatir.

Kamu tahu, Anna. Aku tak bisa punya anak. Mereka sudah seperti anakku sendiri.

Iya, Laksmi.

Hidup ini berpasangan

Ada yang baik, ada buruk

Ada yang laki

Ada perempuan

Ada yang lahir

Ada mati

Ada yang nyata

Ada maya

Ada cinta, ada benci

Ada yang ada, ada tiada

Ada aku

Ada aku

Ada kamu

Ranting?

Ranting.

Kamu mau ke mana?

Ranting.

Jangan pergi.

Ini lagu kesukaanmu.

Ada yang nyata

Ada maya

Ada cinta

Ada benci

Ada yang ada

Ada tiada

Ada aku

Ada kamu

Selamat

Ulang tahun

Kita ucapkan

Selamat

Panjang umur

Kita kan doakan

Selamat

Sejahtera

Sehat sentosa

Selamat panjang umur

Dan...

Adik.

Selamat ulang tahun.

Adik?

Adik?

Adik?

Adik.

Bertahun-tahun Kakak...

Kakak merasa tidak sendiri, Dik.

Selalu ada seseorang.

Ternyata itu...

Itu Adik.

Itu Adik.

Kakak senang sekali Kakak bisa bertemu Adik lagi.

Kakak senang sekali, Dik.

Kakak senang sekali kita bisa merayakan ulang tahun bersama.

Selamat ulang tahun, Ranting.

Selamat ulang tahun, Adik.

Adik?

Adik?

Adik?

Adik mau apa?

Adik.

Kata Ibu, jangan ada kekerasan lagi.

Jangan ada kekerasan lagi.

Adik.

Kakak mengerti.

Luka kamu adalah luka Kakak juga.

Jadi, tolong...

Tolong jangan ada kekerasan lagi.

Ya, Dik?

Ini kue kesukaan Ranum.

Apa?

Hei, siapa kamu? Hei, maunya apa?

Saya takut! Saya tidak mau lihat darah.

- Anna. - Saya tidak mau lihat!

Anna!

Anna. Kamu harus berani terima kenyataan.

Tarik napas!

Ayo buka mata!

Ayo.

Ayo, Anna!

Ayo bersihkan. Kamu bisa. Ayo.

Ayo. Tenang.

Ayo bersihkan. Kamu bisa.

Anna!

Ayo.

Ayo. Bersihkan, Anna.

Tenang.

Tarik napas!

Hayat, tulis dengan pensil ayahmu.

Tulis, Hayat.

Ayo tulis, Hayat.

Hayat. Ayo, tulis.

Tulis.

Beranilah menulis kata-kata yang indah.

Agar seperti pohon, semua bertumbuh hidup.

Hayat, ayo.

Hayat.

Ayo tulis, Hayat.

Kamu harus berani. Ayo tulis.

Adik. Apa yang kamu lakukan, Adik?

Adik, hentikan, Adik.

Adik, hentikan.

Tulis, Hayat.

Hayat, ayo.

Adik.

Hayat.

Hayat, ayo tulis.

Hayat. Ayo tulis, Hayat.

Adik, jangan.

Adik, hentikan.

Adik...

Aku pergi.

Jangan ada kekerasan lagi.

Aku tidak mau kutukan ini ke Hayat, Dik.

Hayat.

Hayat, jangan menulis, Hayat.

Jangan menulis.

Hayat, hentikan, Hayat.

Adik, aku pergi.

Aku tak mau dia mati.

Hayat, berhenti.

Hayat, berhenti, Hayat.

Hayat.

Hayat, hentikan.

Aku...

Aku pergi.

Diwujudkan...

Kak...

Jangan pergi.

Aku tidak mau ada perpisahan lagi, Kak.

Di sini ada cinta.

Di sini ada cinta.

"Kata cinta

harus diwujudkan.

Agar hidup ada."

Puisi ini kutulis dengan pensil untuk kekasihku.

Ranting.

Syairnya

kupetik perlahan dari hatinya.

Pensil ini akan menjadi

bunga untuk para pendengar lagu ini.

Aku selalu ingin

Berjumpa denganmu

Harapan...

Surgawi yang...

Meski seribu drama di dalamnya

Harapan

Surgawi yang...

Sesungguhnya semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Selalu bertemu

Dengan seribu tragedi

Harapan

Surgawi yang...

Dalam kitab cinta, saling berdoa

Harapan

Surgawi yang...

Harapan surgawi, seribu tragedi

Harapan surgawi, seribu tragedi

Sesungguhnya semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Sesungguhnya

Semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Sesungguhnya semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Sesungguhnya

Semua manusia tak bernama

Semua adalah Adam dan Hawa

Kita adalah

Adam dan Hawa

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.