Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Hari-hari penuh kasih Nonomura Kotaro"
"Siapa yang peduli, Sakura KINZO benar-benar sudah mati atau tidak"
Ne~ ne, Sakura Kinzo akhirnya benar-benar akan mati?
Kenapa kau begitu kesal? Itu terjadi sebelum kita bertemu.
Aku bilang aku mengerti.
Kau masih tidak mengerti. Itu sebabnya kau masih kesal...
Baik... Aku hanya...
...cemburu, pria tua malas...
Ne~ne, ayo nonton episode 3. Ini benar-benar lucu.
Kochi, perlihatkan, perlihatkan senyummu.
Kumohon perlihatkan.
Ruangan Violet. Ini dia.
Polisi! Jangan bergerak!
Huh?
Halo?
Kondo? Di mana kau?
Di mana aku? Di mana kau?
Ruangan Violet di ujung? Tak seorang pun ada di sana.
"Rasa rendah diri lebih menyedihkan daripada sendirian."
Kau bisa menonton berita dunia secara langsung.
Siapa perlu TV?
Hilang. Kau?
Aku juga.
Boleh?
Terima kasih.
Apa ini?
Pukul 7:15 hari ini, supercomputer Pentagon AS
diretas. Dua tersangka,
Suzuki Yoshihiro dan Isoyama Takanobu ditangkap.
"How I wish this man on the rooftop were mine."
Pemberhentian terakhir, nona.
Ruang pesta muncul entah dari mana?
Puluhan orang di meja dan kursi tiba-tiba muncul di ruangan kosong.
Pasti ada trik entah di mana...
Aku akan buka kedok trik ini. Sebagaimana kalian semua tahu,
aku dulu detektif yang cukup terkenal.
...Pesan pizza? Aku tidak tahu.
Tunggu sampai evaluasi kinerja berikutnya.
Di mana Shibata?
Belum datang.
Di tempat lain itu akan dianggap melalaikan tugas.
Maaf aku terlambat!
Syukurlah kau muncul.
Telat 3 jam.
Memangnya kenapa?
Aku akan kemari 10 menit lebih awal besok pagi.
Jangan cemaskan itu. Makanlah sedikit cemilan.
Oh, brother!
Aku punya sedikit kuis untukmu.
Permisi.
Inspektor Saotome merujuk nyonya ini kemari.
Halo.
Dia isteri korban
perampokan-pembunuhan Butik La Shell setahun yang lalu.
Silakan duduk.
Mari kita lihat...
22 Januari tahun lalu,
butik suamiku dibobol dan
10 juta yen dicuri. Suamiku dibunuh.
Kasus itu saat ini sedang dalam investigasi.
Tidak perlu penyelidikan.
Kenapa begitu?
Aku tahu pembunuhnya.
Salah satu dari mereka adalah Morikawa Yuko, karyawati saat itu.
Mohon tangkap dia segera!
Berhenti memata-mataiku.
Kembalikan hiasan manset suamiku.
Aku tahu kau menyimpannya.
Almarhum ayahku memberikan itu untuknya.
Semuanya kenang-kenangan tak ternilai.
Aku sudah buang semuanya!
Ya? Aku tidak bisa memberikannya kepadamu. Kau akan mengkhianati kami.
Kalau begitu datanglah ambil bagianmu.
Ujung unit di lantai 4.
Divisi Penyelidikan tidak akan menerimanya.
Tentu saja.
Apa yang kau dengar tidak membuktikan apa-apa.
Ada bukti! Penyadapan ruangan wanita itu.
Aku mendengar diskusi serah-terima uangnya
Kamis malam ini pukul 11 dengan kaki tangannya.
Merekam percakapan mereka. Itu adalah bukti.
Tapi penyadapan itu ilegal.
Bagaimana seandainya mereka tahu?
Bukti yang diperoleh secara ilegal tidak dijadikan pegangan di pengadilan.
Itu bisa menjadi pelanggaran hak.
Apakah kalian polisi hanya memikirkan para penjahat?
Tahukah kalian apa yang telah kulalui setahun belakangan ini?
Ada ratusan hukum untuk melindungi penjahat,
tapi tidak seorang pun yang peduli dengan korban...!
Aku mengerti perasaanmu. Tapi tidak ada yang membuktikan
bahwa wanita itu adalah pembunuhnya.
Baiklah. Terima kasih.
Tunggu.
Aku yakin Morikawa Yuko ini yang mengatur perampokan-pembunuhan itu.
Tahu dari mana?
Lihatlah catatan ini.
Morikawa Yuko memberi kesaksian ia dipukul di kepala
oleh perampok yang punggungnya ia lihat sebelum
pingsan.
Menurutnya, perampok itu memakai
topi baseball dan baju merah.
Tapi ia tidak pernah bisa melihat baju merah itu.
Saat polisi tiba di sana, lampu mati.
Perampok tidak mungkin mematikannya
sambil melarikan diri.
Ia pasti mematikannya, lalu menyerang Morikawa.
Jadi saat ia melihatnya dari belakang,
ruangan itu pasti gelap gulita.
Morikawa menyampaikan deskripsi detil perampok
yang tidak pernah bisa ia lihat karena ia sudah mengenalnya.
Artinya, dia adalah kaki tangan untuk
pembunuhan suamimu.
Aku mengerti.
Siapa kau?
Aku Shibata.
Aku tidak mau bicara pada pekerja paruh waktu.
Aku detektif.
Jadi maukah kalian menyelidiki Morikawa Yuko?
Tentu saja, segera. Kami akan awasi rumahnya.
Izinkan aku.
Tahu caranya?
Aku hanya akan mengawasi.
Pengintaian... seperti detektif sungguhan!
Mau ke mana kau?
Siap-siap!
Judul "Chronic Love" Dinyanyikan oleh NAKATANI MIKI
NAKATANI MIKI
WATABE ATSURO
SUZUKI SARINA
TOKUI YU NAGAE HIDEKAZU
YAJIMA KENICHI ARIFUKU MASASHI
MATSUDA MIYUKI
NISHIO MARI
NOGUCHI GORO
RYU RAITA
English subtitles by Nippon Golden Network Indonesian translations by cyanide Timing and editing by cerulean
KEIZOKU Kasus-kasus Belum Terpecahkan
misteri 3: Murder on Wiretap
Kau tidak boleh mencolok dalam mengintai.
Kau harus berbaur, dengan keadaan sekitar,
katakanlah, sebagai pekerja konstruksi atau seorang peramal.
Hindari kontak dengan tetangga, jangan pinjam kamar mandi mereka.
Atau kau akan membuka identitasmu.
Bagaimana jika aku ingin ke kamar mandi?
Toilet umum.
Bagaimana jika tidak ada?
Popok.
Popok? Terima kasih.
Sangat mudah tertipu!
Sedang apa kau?
Yah...
Halo.
Sedang apa kau di sini?
Aku sedang mengintai.
Kau tidak punya perintah.
Kepala mengizinkanku mengawasi.
Mengawasi?
Dia sedang latihan.
Aku akan lepas.
Bukankah itu... besar sekali?
Apanya?
Popok.
Popok apa?
Bagaimana jika kau ingin ke kamar mandi?
Pinjam dari tetangga.
Tidakkah kau akan membuka identitasmu?
Jangan bilang.
Benar.
Boleh aku mengganggu kalian?
Tidak! Silakan pergi.
Kalian hanya akan mengawasinya?
Jangan cemas. Kami punya tempat yang disadap.
Kalian melakukannya?
Tidakkah akan ketahuan? Kalian hanya punya satu kesempatan!
Jangan cemas. Kami menyimpan alat state-of-the-art ini
di atas stopkontak di belakang TV di unit Morikawa.
Dengan steker, akan bertahan tanpa batas waktu.
Tanpa steker, selama seminggu dengan baterai.
Jadi jangan khawatir. Tolong sekarang pergilah.
Maaf. Bagaimana perasaanmu mengenai perselingkuhan
suamimu dengan Morikawa Yuko? Catatan itu menyatakan kau
mencurigai itu setahun sebelum ia meninggal.
Shibata!
Suamiku pria baik yang mencintai anak-anaknya.
Aku terkejut mendengar tentang Morikawa.
Tapi aku percaya dia akhirnya akan kembali padaku,
sampai malam itu...
Berhenti!
Suami tercintamu dibunuh, dan
pemicunya adalah pacarnya. Berapa lama kau bisa bertahan?
Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana jika suami tercintamu dibunuh, keluarga
dan masa depanmu hancur, dan semua disebabkan oleh kekasih suamimu?
Pria dalam hidupku tidak akan selingkuh.
Pria dalam hidupmu? Bodoh!
Bagaimana denganmu, Mayama?
Aku akan...
Apa kau berselingkuh?
Selingkuh? Aku single.
Kau tidak bisa selingkuh kecuali sudah menikah.
Kau pakai popok?
Itu hanya lelucon. Gantilah.
Tidak ada apa-apa saat ia pertama kali membuka pintu.
Lalu ada pesta di waktu berikutnya.
Bagaimana mungkin semua orang-orang itu...?
Aku tidak mengerti. Aku akan tanya Shibata.
Mau aku telepon?
Tidak. Aku sudah temukan jawabannya.
Brrr! Morikawa sudah kembali?
Dia sedang mandi.
Geser.
Apa?
Aku sudah berpikir. Tidakkah penyadapan itu ilegal?
Jadi?
Bolehkah kita melanggar dan menyadap sebuah rumah?
Pulanglah.
Tidak seperti kami, kau detektif elit.
Kau tidak harus melakukan ini.
Aku akan tinggal.
Kalau begitu diamlah, atau kau akan pulang!
Mayama!
Kau bisa mendengarku, Taniguchi?
Seorang pria berumur 20-an, tinggi 170 cm, postur ramping,
baru saja masuk lewat depan.
Pembunuh?
Mungkin.
Ada apa?
Kepalamu bau. Kau mencuci rambutmu?
Aku masuk.
Diamlah!
Sialan, kau!
Sedang berkelahi?
Ayo pergi!
Kepala, ini Kondo. Kami baru saja mendengar
jeritan wanita dari unit Morikawa Yuko.
Mayama masuk. Shibata juga.
Bisa aku bicara denganmu?
Apa yang terjadi...?
Kau memanggil kami.
Itu bukan aku...!
Jangan lihat...!
Aku bisa mengatasinya.
Dia sudah meninggal.
Sepertinya ia dipukul dengan benda tumpul.
Kau tidak takut?
Mungkin ini.
Jangan sentuh itu. Mungkin ada sidik jari.
Ini.
Bukan aku...! Sungguh!
Kalian kemari.
Kami akan ambil alih.
Bukan aku...! Bukan aku...!
Ayo pergi, Shibata. Shibata?
Mau kopi panas. Apa yang terjadi?
Maaf...!
Jangan hapus!
Bagaimana noda ini sampai ke sini?
Minggir!
Ambil foto.
Sepatumu!
Itu benar!
Saat aku tiba di sana, tempat itu kosong...!
Sialan, kau!
Bisa aku bicara denganmu?
Apa yang terjadi...?
Maaf mampir ke tempatmu pada jam segini.
Kelihatannya enak.
Aku suka menggoreng telur dan membuat omelet.
Selamat pagi.
Ayo ganti pakaian, Masakazu.
Namanya Masakazu? Dia lucu.
Anak ini adalah hidupku.
Ucapkan selamat pagi pada Papa.
Kau sudah temukan pembunuhnya?
Larut malam tadi, Morikawa Yuko dibunuh.
Seorang pria, yang datang menemuinya, Narita Makoto,
diinterogasi sebagai tersangka.
Narita?
Sebuah pisau dengan sidik jarinya ditemukan di dekat mayat.
Orang ini mungkin juga terlibat dalam
pembunuhan setahun yang lalu.
Benarkah?
Aku datang melaporkan itu untukmu.
Buat si Narita ini mengaku.
Tidak ada yang akan membuat suamiku kembali.
Aku ingin dia menderita...!
Kau membiarkan seseorang terbunuh.
Kau menangkap si pembunuh, tapi blunder adalah blunder.
Kau mengecewakanku.
Pertama kali ia membuka pintu,
ruangan itu kosong.
Kali berikut ia membukanya setelah memastikan lantainya,
ada mayat di sana.
Aku punya beberapa pertanyaan mengenai kasus ini.
Apakah Masakazu segera mulai sekolah?
April ini. Aku membeli sebuah meja belajar untuknya.
Apa yang mau kau tanya?
Apa Narita benar-benar pembunuh Morikawa?
Ada pisau dengan sidik jarinya di dekat mayat.
Bukankah itu membuktikan dia pembunuhnya?
Tapi Morikawa meninggal karena dihantam keras di kepala dengan
benda tumpul, bukan pisau.
Bagaimana dengan ini?
Pembunuh menunggu untuk menikamnya dengan pisau.
Tapi dia melawannya dan ia menjatuhkan pisau.
Jadi ia meraih benda terdekat...
Mau snack?
Dia memukulnya dengan benda terdekat.
Yang membingungkan adalah tidak ada sidik jari
pada benda itu.
Sidik jari Narita ada pada pisau,
namun tidak ada sidik jari pada benda itu.
Mungkin dia sudah menghapusnya.
Tapi untungnya bagi kita, dia meninggalkan pisau di sana.
Selain itu, ia satu-satunya di sekitar situ saat
polisi tiba di sana.
Tapi aku tidak berpikir Narita melakukannya.
Mungkin pembunuh yang sebenarnya bersembunyi di tempat lain.
Aku tahu! Di langit-langit.
Di sebelah. Pembunuh bersembunyi di sebelah saat kami sampai di sana.
Tempat itu kosong.
Aku akan suruh forensik memeriksa itu hingga besok untuk sidik jari.
Terima kasih atas petunjuknya ...dan teh.
Aku akan memberitahumu jika menemukan sesuatu.
Mayama? Apa yang kita detektif lindungi?
Apa yang hukum lindungi?
Kita menangkap penjahat, mengadili mereka, dan
menyakiti orang lain dalam prosesnya.
Apa itu menyembuhkan rasa sakit dari korban?
Apa itu membuat orang bahagia? Aku tidak tahu.
Kita detektif. Tidak lebih, tidak kurang.
Ibu harus melakukan sesuatu. Tunggu di sini.
Aku akan memegangnya.
Detektif.
Ada apa?
Kasus itu. Kau?
Aku menunggu forensik.
Bagus. Aku ingin memintamu melakukan sesuatu.
Apa?
Mengakulah.
Kaulah yang membunuh Morikawa. Itu pasti kau.
Pisau yang tergeletak di samping mayatnya
ditinggalkan di sana untuk membuatnya terlihat Naritalah yang melakukannya.
Tapi kenapa pembunuh tidak menggunakan pisau?
Ada yang membingungkanku di tempatmu.
Tidak ada pisau di dapurmu.
Kau takut pisau, sejak syok
melihat mayat suamimu.
Jadi kau tidak bisa menusuk Morikawa.
Kau menderita fobia terhadap pisau.
Aku tahu bagaimana perasaanmu.
Apa maksudmu?
Satu-satunya yang ada di rekaman penyadapan
adalah suara Narita.
Itu bukan rekaman TKP.
Seseorang telah memindahkan alat penyadap
ke unit sebelah. Ini buktinya.
Di mana? Tidak ada suara yang tidak biasa di sana.
Bukan yang ada di sana, tapi yang tidak terdengar.
Rekaman ini dibuat pukul 11 PM.
Tapi tidak ada dering jam di unit itu.
Yang berarti alat penyadap tidak ada di sana pukul 11 PM.
Juga, ada noda di lantai lorong dari
sesuatu yang seharusnya terpercik di dinding.
Tapi tidak ada tanda percikan.
Itu karena seseorang telah menutupi dinding itu
dengan dinding lain.
Ada dua dinding, untuk membuat dua unit
terlihat sama. Itulah triknya.
Kau menyelinap ke unit Morikawa,
melepas alat penyadap, dan memasukkannya ke
unit sebelah untuk mencegah polisi mendengar
apa yang sebenarnya terjadi di unit Morikawa.
Kau bersembunyi di unit Morikawa dan menunggunya
pulang.
Setelah membunuh Morikawa, untuk membuat unit sebelah
mirip punya Morikawa, kau memindahkan dinding palsu
ke ujung lorong depan.
Narita datang ke ujung unit baru ini mengira itu
punya Morikawa, dan menemukan pisau yang kau tinggalkan untuk
mengambil sidik jarinya.
Sialan, kau!
Saat Narita pergi, kau mendorong kembali dinding palsu itu.
Kau menaruh kembali alat penyadap dan pisau di
unit Morikawa dan menarik Narita dan kami ke sana.
Itulah caramu menjebak Narita untuk
pembunuhan Morikawa.
Sebelum forensik tiba di sini...
Deduksimu mungkin benar. Tapi tidak ada bukti.
Aku sudah menghapus semua sidik jari. Sayang sekali.
Sidik jarinya ada di sana.
Ini bukan ruang tempat kau bersembunyi.
Ini ruangan sebelah.
Kenapa aku?
Dikhianati oleh suamiku sampai akhir.
Apa maksudmu?
Suamiku memberikan jam itu untuk wanita itu.
Harganya 500,000 yen.
Setelah "bubble" burst,
ia berhutang 50 juta yen dan butuh
keluarga untuk mendukung.
Tak disangka benda itu membuatku ketahuan.
Putuslah dengan suamiku.
Jangan katakan itu.
Aku punya anak.
Mungkin kaulah masalahnya.
Wanita itu punya laki-laki lain.
Jangan bohong!
Aku tidak bohong! Buka matamu!
Diam!
Saat aku dengar pembicaraannya setahun kemudian...
Kalau begitu datanglah ambil bagianmu!
Unit ujung di lantai 4.
Mereka membunuhnya...!
Yang bisa kupikirkan cuma membunuhnya.
Demi uang, kau membunuh suamiku!
Kau merebut hati suamiku, uangnya,
dan hidupnya dari anakku dan aku!
Kami tidak bermaksud!
Jika aku membunuhmu seratus kali, itu tidak akan cukup!
Ya, itu semua perbuatanku.
Aku menyuruh kalian polisi melakukan penyadapan,
aku menjebak Narita untuk pembunuhan Morikawa.
Karena kalian tidak mampu,
aku harus memberikan hukuman untuk
pembunuh yang sebenarnya.
Apa kau puas?
Diam!
Apa hatimu sembuh?
Bagaimana dengan Masakazu?
Diam! Diam!
Tunggu!
Masakazu...?
Tanya mamamu, Masakazu. Ayo.
Kau membunuh seseorang, Mama?
Tidak, kan?
Apa yang kau katakan pada puteraku?
Tahu apa kalian?
Tahu apa kalian tentang aku?
Beritahu dia kau membunuh pembunuh papanya!
Katakan padanya betapa bangganya kau!
Takeshita Minako? Ikutlah dengan kami ke markas.
Juga, Narita Makoto baru saja mengaku atas
perampokan-pembunuhan setahun lalu.
Dia kemungkinan besar akan mendapatkan hukuman mati.
Ayo pergi!
Jangan begitu kasar.
Aku tidak menyesal.
Mama!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.