All language subtitles for Keizoku 03_Indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Hari-hari penuh kasih Nonomura Kotaro"

"Siapa yang peduli, Sakura KINZO benar-benar sudah mati atau tidak"

Ne~ ne, Sakura Kinzo akhirnya benar-benar akan mati?

Kenapa kau begitu kesal? Itu terjadi sebelum kita bertemu.

Aku bilang aku mengerti.

Kau masih tidak mengerti. Itu sebabnya kau masih kesal...

Baik... Aku hanya...

...cemburu, pria tua malas...

Ne~ne, ayo nonton episode 3. Ini benar-benar lucu.

Kochi, perlihatkan, perlihatkan senyummu.

Kumohon perlihatkan.

Ruangan Violet. Ini dia.

Polisi! Jangan bergerak!

Huh?

Halo?

Kondo? Di mana kau?

Di mana aku? Di mana kau?

Ruangan Violet di ujung? Tak seorang pun ada di sana.

"Rasa rendah diri lebih menyedihkan daripada sendirian."

Kau bisa menonton berita dunia secara langsung.

Siapa perlu TV?

Hilang. Kau?

Aku juga.

Boleh?

Terima kasih.

Apa ini?

Pukul 7:15 hari ini, supercomputer Pentagon AS

diretas. Dua tersangka,

Suzuki Yoshihiro dan Isoyama Takanobu ditangkap.

"How I wish this man on the rooftop were mine."

Pemberhentian terakhir, nona.

Ruang pesta muncul entah dari mana?

Puluhan orang di meja dan kursi tiba-tiba muncul di ruangan kosong.

Pasti ada trik entah di mana...

Aku akan buka kedok trik ini. Sebagaimana kalian semua tahu,

aku dulu detektif yang cukup terkenal.

...Pesan pizza? Aku tidak tahu.

Tunggu sampai evaluasi kinerja berikutnya.

Di mana Shibata?

Belum datang.

Di tempat lain itu akan dianggap melalaikan tugas.

Maaf aku terlambat!

Syukurlah kau muncul.

Telat 3 jam.

Memangnya kenapa?

Aku akan kemari 10 menit lebih awal besok pagi.

Jangan cemaskan itu. Makanlah sedikit cemilan.

Oh, brother!

Aku punya sedikit kuis untukmu.

Permisi.

Inspektor Saotome merujuk nyonya ini kemari.

Halo.

Dia isteri korban

perampokan-pembunuhan Butik La Shell setahun yang lalu.

Silakan duduk.

Mari kita lihat...

22 Januari tahun lalu,

butik suamiku dibobol dan

10 juta yen dicuri. Suamiku dibunuh.

Kasus itu saat ini sedang dalam investigasi.

Tidak perlu penyelidikan.

Kenapa begitu?

Aku tahu pembunuhnya.

Salah satu dari mereka adalah Morikawa Yuko, karyawati saat itu.

Mohon tangkap dia segera!

Berhenti memata-mataiku.

Kembalikan hiasan manset suamiku.

Aku tahu kau menyimpannya.

Almarhum ayahku memberikan itu untuknya.

Semuanya kenang-kenangan tak ternilai.

Aku sudah buang semuanya!

Ya? Aku tidak bisa memberikannya kepadamu. Kau akan mengkhianati kami.

Kalau begitu datanglah ambil bagianmu.

Ujung unit di lantai 4.

Divisi Penyelidikan tidak akan menerimanya.

Tentu saja.

Apa yang kau dengar tidak membuktikan apa-apa.

Ada bukti! Penyadapan ruangan wanita itu.

Aku mendengar diskusi serah-terima uangnya

Kamis malam ini pukul 11 dengan kaki tangannya.

Merekam percakapan mereka. Itu adalah bukti.

Tapi penyadapan itu ilegal.

Bagaimana seandainya mereka tahu?

Bukti yang diperoleh secara ilegal tidak dijadikan pegangan di pengadilan.

Itu bisa menjadi pelanggaran hak.

Apakah kalian polisi hanya memikirkan para penjahat?

Tahukah kalian apa yang telah kulalui setahun belakangan ini?

Ada ratusan hukum untuk melindungi penjahat,

tapi tidak seorang pun yang peduli dengan korban...!

Aku mengerti perasaanmu. Tapi tidak ada yang membuktikan

bahwa wanita itu adalah pembunuhnya.

Baiklah. Terima kasih.

Tunggu.

Aku yakin Morikawa Yuko ini yang mengatur perampokan-pembunuhan itu.

Tahu dari mana?

Lihatlah catatan ini.

Morikawa Yuko memberi kesaksian ia dipukul di kepala

oleh perampok yang punggungnya ia lihat sebelum

pingsan.

Menurutnya, perampok itu memakai

topi baseball dan baju merah.

Tapi ia tidak pernah bisa melihat baju merah itu.

Saat polisi tiba di sana, lampu mati.

Perampok tidak mungkin mematikannya

sambil melarikan diri.

Ia pasti mematikannya, lalu menyerang Morikawa.

Jadi saat ia melihatnya dari belakang,

ruangan itu pasti gelap gulita.

Morikawa menyampaikan deskripsi detil perampok

yang tidak pernah bisa ia lihat karena ia sudah mengenalnya.

Artinya, dia adalah kaki tangan untuk

pembunuhan suamimu.

Aku mengerti.

Siapa kau?

Aku Shibata.

Aku tidak mau bicara pada pekerja paruh waktu.

Aku detektif.

Jadi maukah kalian menyelidiki Morikawa Yuko?

Tentu saja, segera. Kami akan awasi rumahnya.

Izinkan aku.

Tahu caranya?

Aku hanya akan mengawasi.

Pengintaian... seperti detektif sungguhan!

Mau ke mana kau?

Siap-siap!

Judul "Chronic Love" Dinyanyikan oleh NAKATANI MIKI

NAKATANI MIKI

WATABE ATSURO

SUZUKI SARINA

TOKUI YU NAGAE HIDEKAZU

YAJIMA KENICHI ARIFUKU MASASHI

MATSUDA MIYUKI

NISHIO MARI

NOGUCHI GORO

RYU RAITA

English subtitles by Nippon Golden Network Indonesian translations by cyanide Timing and editing by cerulean

KEIZOKU Kasus-kasus Belum Terpecahkan

misteri 3: Murder on Wiretap

Kau tidak boleh mencolok dalam mengintai.

Kau harus berbaur, dengan keadaan sekitar,

katakanlah, sebagai pekerja konstruksi atau seorang peramal.

Hindari kontak dengan tetangga, jangan pinjam kamar mandi mereka.

Atau kau akan membuka identitasmu.

Bagaimana jika aku ingin ke kamar mandi?

Toilet umum.

Bagaimana jika tidak ada?

Popok.

Popok? Terima kasih.

Sangat mudah tertipu!

Sedang apa kau?

Yah...

Halo.

Sedang apa kau di sini?

Aku sedang mengintai.

Kau tidak punya perintah.

Kepala mengizinkanku mengawasi.

Mengawasi?

Dia sedang latihan.

Aku akan lepas.

Bukankah itu... besar sekali?

Apanya?

Popok.

Popok apa?

Bagaimana jika kau ingin ke kamar mandi?

Pinjam dari tetangga.

Tidakkah kau akan membuka identitasmu?

Jangan bilang.

Benar.

Boleh aku mengganggu kalian?

Tidak! Silakan pergi.

Kalian hanya akan mengawasinya?

Jangan cemas. Kami punya tempat yang disadap.

Kalian melakukannya?

Tidakkah akan ketahuan? Kalian hanya punya satu kesempatan!

Jangan cemas. Kami menyimpan alat state-of-the-art ini

di atas stopkontak di belakang TV di unit Morikawa.

Dengan steker, akan bertahan tanpa batas waktu.

Tanpa steker, selama seminggu dengan baterai.

Jadi jangan khawatir. Tolong sekarang pergilah.

Maaf. Bagaimana perasaanmu mengenai perselingkuhan

suamimu dengan Morikawa Yuko? Catatan itu menyatakan kau

mencurigai itu setahun sebelum ia meninggal.

Shibata!

Suamiku pria baik yang mencintai anak-anaknya.

Aku terkejut mendengar tentang Morikawa.

Tapi aku percaya dia akhirnya akan kembali padaku,

sampai malam itu...

Berhenti!

Suami tercintamu dibunuh, dan

pemicunya adalah pacarnya. Berapa lama kau bisa bertahan?

Apa yang akan kau lakukan?

Bagaimana jika suami tercintamu dibunuh, keluarga

dan masa depanmu hancur, dan semua disebabkan oleh kekasih suamimu?

Pria dalam hidupku tidak akan selingkuh.

Pria dalam hidupmu? Bodoh!

Bagaimana denganmu, Mayama?

Aku akan...

Apa kau berselingkuh?

Selingkuh? Aku single.

Kau tidak bisa selingkuh kecuali sudah menikah.

Kau pakai popok?

Itu hanya lelucon. Gantilah.

Tidak ada apa-apa saat ia pertama kali membuka pintu.

Lalu ada pesta di waktu berikutnya.

Bagaimana mungkin semua orang-orang itu...?

Aku tidak mengerti. Aku akan tanya Shibata.

Mau aku telepon?

Tidak. Aku sudah temukan jawabannya.

Brrr! Morikawa sudah kembali?

Dia sedang mandi.

Geser.

Apa?

Aku sudah berpikir. Tidakkah penyadapan itu ilegal?

Jadi?

Bolehkah kita melanggar dan menyadap sebuah rumah?

Pulanglah.

Tidak seperti kami, kau detektif elit.

Kau tidak harus melakukan ini.

Aku akan tinggal.

Kalau begitu diamlah, atau kau akan pulang!

Mayama!

Kau bisa mendengarku, Taniguchi?

Seorang pria berumur 20-an, tinggi 170 cm, postur ramping,

baru saja masuk lewat depan.

Pembunuh?

Mungkin.

Ada apa?

Kepalamu bau. Kau mencuci rambutmu?

Aku masuk.

Diamlah!

Sialan, kau!

Sedang berkelahi?

Ayo pergi!

Kepala, ini Kondo. Kami baru saja mendengar

jeritan wanita dari unit Morikawa Yuko.

Mayama masuk. Shibata juga.

Bisa aku bicara denganmu?

Apa yang terjadi...?

Kau memanggil kami.

Itu bukan aku...!

Jangan lihat...!

Aku bisa mengatasinya.

Dia sudah meninggal.

Sepertinya ia dipukul dengan benda tumpul.

Kau tidak takut?

Mungkin ini.

Jangan sentuh itu. Mungkin ada sidik jari.

Ini.

Bukan aku...! Sungguh!

Kalian kemari.

Kami akan ambil alih.

Bukan aku...! Bukan aku...!

Ayo pergi, Shibata. Shibata?

Mau kopi panas. Apa yang terjadi?

Maaf...!

Jangan hapus!

Bagaimana noda ini sampai ke sini?

Minggir!

Ambil foto.

Sepatumu!

Itu benar!

Saat aku tiba di sana, tempat itu kosong...!

Sialan, kau!

Bisa aku bicara denganmu?

Apa yang terjadi...?

Maaf mampir ke tempatmu pada jam segini.

Kelihatannya enak.

Aku suka menggoreng telur dan membuat omelet.

Selamat pagi.

Ayo ganti pakaian, Masakazu.

Namanya Masakazu? Dia lucu.

Anak ini adalah hidupku.

Ucapkan selamat pagi pada Papa.

Kau sudah temukan pembunuhnya?

Larut malam tadi, Morikawa Yuko dibunuh.

Seorang pria, yang datang menemuinya, Narita Makoto,

diinterogasi sebagai tersangka.

Narita?

Sebuah pisau dengan sidik jarinya ditemukan di dekat mayat.

Orang ini mungkin juga terlibat dalam

pembunuhan setahun yang lalu.

Benarkah?

Aku datang melaporkan itu untukmu.

Buat si Narita ini mengaku.

Tidak ada yang akan membuat suamiku kembali.

Aku ingin dia menderita...!

Kau membiarkan seseorang terbunuh.

Kau menangkap si pembunuh, tapi blunder adalah blunder.

Kau mengecewakanku.

Pertama kali ia membuka pintu,

ruangan itu kosong.

Kali berikut ia membukanya setelah memastikan lantainya,

ada mayat di sana.

Aku punya beberapa pertanyaan mengenai kasus ini.

Apakah Masakazu segera mulai sekolah?

April ini. Aku membeli sebuah meja belajar untuknya.

Apa yang mau kau tanya?

Apa Narita benar-benar pembunuh Morikawa?

Ada pisau dengan sidik jarinya di dekat mayat.

Bukankah itu membuktikan dia pembunuhnya?

Tapi Morikawa meninggal karena dihantam keras di kepala dengan

benda tumpul, bukan pisau.

Bagaimana dengan ini?

Pembunuh menunggu untuk menikamnya dengan pisau.

Tapi dia melawannya dan ia menjatuhkan pisau.

Jadi ia meraih benda terdekat...

Mau snack?

Dia memukulnya dengan benda terdekat.

Yang membingungkan adalah tidak ada sidik jari

pada benda itu.

Sidik jari Narita ada pada pisau,

namun tidak ada sidik jari pada benda itu.

Mungkin dia sudah menghapusnya.

Tapi untungnya bagi kita, dia meninggalkan pisau di sana.

Selain itu, ia satu-satunya di sekitar situ saat

polisi tiba di sana.

Tapi aku tidak berpikir Narita melakukannya.

Mungkin pembunuh yang sebenarnya bersembunyi di tempat lain.

Aku tahu! Di langit-langit.

Di sebelah. Pembunuh bersembunyi di sebelah saat kami sampai di sana.

Tempat itu kosong.

Aku akan suruh forensik memeriksa itu hingga besok untuk sidik jari.

Terima kasih atas petunjuknya ...dan teh.

Aku akan memberitahumu jika menemukan sesuatu.

Mayama? Apa yang kita detektif lindungi?

Apa yang hukum lindungi?

Kita menangkap penjahat, mengadili mereka, dan

menyakiti orang lain dalam prosesnya.

Apa itu menyembuhkan rasa sakit dari korban?

Apa itu membuat orang bahagia? Aku tidak tahu.

Kita detektif. Tidak lebih, tidak kurang.

Ibu harus melakukan sesuatu. Tunggu di sini.

Aku akan memegangnya.

Detektif.

Ada apa?

Kasus itu. Kau?

Aku menunggu forensik.

Bagus. Aku ingin memintamu melakukan sesuatu.

Apa?

Mengakulah.

Kaulah yang membunuh Morikawa. Itu pasti kau.

Pisau yang tergeletak di samping mayatnya

ditinggalkan di sana untuk membuatnya terlihat Naritalah yang melakukannya.

Tapi kenapa pembunuh tidak menggunakan pisau?

Ada yang membingungkanku di tempatmu.

Tidak ada pisau di dapurmu.

Kau takut pisau, sejak syok

melihat mayat suamimu.

Jadi kau tidak bisa menusuk Morikawa.

Kau menderita fobia terhadap pisau.

Aku tahu bagaimana perasaanmu.

Apa maksudmu?

Satu-satunya yang ada di rekaman penyadapan

adalah suara Narita.

Itu bukan rekaman TKP.

Seseorang telah memindahkan alat penyadap

ke unit sebelah. Ini buktinya.

Di mana? Tidak ada suara yang tidak biasa di sana.

Bukan yang ada di sana, tapi yang tidak terdengar.

Rekaman ini dibuat pukul 11 PM.

Tapi tidak ada dering jam di unit itu.

Yang berarti alat penyadap tidak ada di sana pukul 11 PM.

Juga, ada noda di lantai lorong dari

sesuatu yang seharusnya terpercik di dinding.

Tapi tidak ada tanda percikan.

Itu karena seseorang telah menutupi dinding itu

dengan dinding lain.

Ada dua dinding, untuk membuat dua unit

terlihat sama. Itulah triknya.

Kau menyelinap ke unit Morikawa,

melepas alat penyadap, dan memasukkannya ke

unit sebelah untuk mencegah polisi mendengar

apa yang sebenarnya terjadi di unit Morikawa.

Kau bersembunyi di unit Morikawa dan menunggunya

pulang.

Setelah membunuh Morikawa, untuk membuat unit sebelah

mirip punya Morikawa, kau memindahkan dinding palsu

ke ujung lorong depan.

Narita datang ke ujung unit baru ini mengira itu

punya Morikawa, dan menemukan pisau yang kau tinggalkan untuk

mengambil sidik jarinya.

Sialan, kau!

Saat Narita pergi, kau mendorong kembali dinding palsu itu.

Kau menaruh kembali alat penyadap dan pisau di

unit Morikawa dan menarik Narita dan kami ke sana.

Itulah caramu menjebak Narita untuk

pembunuhan Morikawa.

Sebelum forensik tiba di sini...

Deduksimu mungkin benar. Tapi tidak ada bukti.

Aku sudah menghapus semua sidik jari. Sayang sekali.

Sidik jarinya ada di sana.

Ini bukan ruang tempat kau bersembunyi.

Ini ruangan sebelah.

Kenapa aku?

Dikhianati oleh suamiku sampai akhir.

Apa maksudmu?

Suamiku memberikan jam itu untuk wanita itu.

Harganya 500,000 yen.

Setelah "bubble" burst,

ia berhutang 50 juta yen dan butuh

keluarga untuk mendukung.

Tak disangka benda itu membuatku ketahuan.

Putuslah dengan suamiku.

Jangan katakan itu.

Aku punya anak.

Mungkin kaulah masalahnya.

Wanita itu punya laki-laki lain.

Jangan bohong!

Aku tidak bohong! Buka matamu!

Diam!

Saat aku dengar pembicaraannya setahun kemudian...

Kalau begitu datanglah ambil bagianmu!

Unit ujung di lantai 4.

Mereka membunuhnya...!

Yang bisa kupikirkan cuma membunuhnya.

Demi uang, kau membunuh suamiku!

Kau merebut hati suamiku, uangnya,

dan hidupnya dari anakku dan aku!

Kami tidak bermaksud!

Jika aku membunuhmu seratus kali, itu tidak akan cukup!

Ya, itu semua perbuatanku.

Aku menyuruh kalian polisi melakukan penyadapan,

aku menjebak Narita untuk pembunuhan Morikawa.

Karena kalian tidak mampu,

aku harus memberikan hukuman untuk

pembunuh yang sebenarnya.

Apa kau puas?

Diam!

Apa hatimu sembuh?

Bagaimana dengan Masakazu?

Diam! Diam!

Tunggu!

Masakazu...?

Tanya mamamu, Masakazu. Ayo.

Kau membunuh seseorang, Mama?

Tidak, kan?

Apa yang kau katakan pada puteraku?

Tahu apa kalian?

Tahu apa kalian tentang aku?

Beritahu dia kau membunuh pembunuh papanya!

Katakan padanya betapa bangganya kau!

Takeshita Minako? Ikutlah dengan kami ke markas.

Juga, Narita Makoto baru saja mengaku atas

perampokan-pembunuhan setahun lalu.

Dia kemungkinan besar akan mendapatkan hukuman mati.

Ayo pergi!

Jangan begitu kasar.

Aku tidak menyesal.

Mama!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.