Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL FIKSI INI DIPERUNTUKKAN SEBAGAI HIBURAN SEMATA
Jika kita bisa mengulang waktu dan mengubah satu hal di antara kita,
apa yang mau kamu ubah?
Jangan!
Hei!
AWALNYA... CINTA
Ada pepatah,
jodoh akan datang jika sudah saatnya.
Tapi kita tidak tahu kapan saatnya tiba.
Yang pasti, kita tidak pernah akan tahu
apakah seseorang adalah jodoh kita.
APAKAH SESEORANG ADALAH JODOH KITA
Maaf. Permisi.
TAHUN 2015
- Khim! - Hei. Lita!
Khim, di atas saja.
Aku... Aku ke sana.
Maaf. Permisi.
Maaf.
Maaf.
Khim!
Aku kangen sekali!
Bagaimana kabarmu?
Maaf, rupanya penerbanganku tadi tertunda.
Tak apa. Lihat aku.
Sudah seperti orang London?
Ya.
Nikmatilah hidup barumu.
Peta dan kuncinya. Ini.
Kamu akan segera tahu betapa membosankan hidup Lita.
Lita.
Jangan sampai ketahuan.
Baiklah. Aku berjanji.
Tak akan ada yang bertanya-tanya ke mana hilangnya Nona Saikhim.
Tunggu.
Senyum.
Satu. Dua. Tiga.
Nikmati hidup barumu.
Kamu juga, Lita.
Pertukaran hidup ini
bisa memperbaiki kehidupan kita berdua.
Tentu saja,
karena aku akan menjalani sepuluh hari ini
sepenuhnya sebagai orang baru!
Gla.
Mau makan apa?
Entahlah. Kita lihat ada apa saja.
Kenapa kamu pergi lama sekali?
Banyak penerbangan.
Jangan nakal, ya.
Kutitipkan anak kita.
Anak saja pedulimu. Tidak takut aku selingkuh?
Coba saja kalau berani.
Kamu pergi lama. Siapa yang jadi gulingku?
Jangan sampai tertinggal. Nanti bingung.
Baik.
Aku tidak akan nakal.
Jika kamu pulang, kubalas kamu, ya.
Setuju.
Halo. Selamat datang, Sayang. Apa kabar?
- Aku sudah kangen. - Lelah? Ayo.
Lelah sekali.
Noey, apa ini bisa mengurangi lelahmu?
Punyaku?
Akan kumodifikasi dulu,
setelah itu mobil ini milikmu.
Astaga. Terima kasih banyak.
- Ayo. Masuklah. - Baik.
Sepuluh hari ini, kamu akan hidup seutuhnya.
Pertama, jangan jaim.
Apa? Lita punya kucing?
Bombay, Ayah pulang.
Bombay, Sayang?
Bombay?
Meong?
Bombay, kemarilah.
Ponsel ini adalah kejutan untukmu.
Aku mendaftarkanmu ke aplikasi kencan dan memilihkanmu lima pria terdekat.
SELAMAT DATANG
Ih.
Jangan berkata, "Ih."
Pilihanku bukan yang mesum maupun menakutkan.
Jangan sok polos. Temui pria-pria pilihanku.
Jika ingin hidup seutuhnya, kamu harus punya kekasih.
Aku sudah memilihkan. Sisanya tugasmu.
Hidup akan hambar jika kita terlalu naif.
Carilah kekasih agar hidupmu lebih seru.
SELAMAT DATANG
SELAMAT DATANG
GAOGLA
GAOGLA SUKA GAYA HIDUP SEDERHANA
Entah kenapa denganku. Aku terus merindukanmu.
Aku di dekatmu, tapi hatiku lebih dekat.
Jika kamu kesepian, ayo mengobrol.
Ih.
Apa-apaan kamu?
Khim sayang.
Jangan menatapku begitu. Aku jadi malu.
Asyik, ya? Anakku hilang.
Berhenti menggombal.
- Cari kucingku dulu. - Hei!
Hei.
Kamu terluka, Khim?
Hei.
Memancing wanita dengan fotoku lagi?
Salah sendiri kamu tampan.
Banyak yang melihat.
Lihat pesan yang kuterima.
Kamu pakai aku untuk meniduri wanita?
Jika kamu menculik bocah, aku yang dipenjara?
Astaga. Hanya saling menggombal. Tanpa seks. Jangan mencela Khim.
Masa bodoh. Ini aplikasi kencan, 'kan?
Lihat. Perhatikan mereka.
Khim bukan wanita seperti itu.
Ayolah. Kembalikan ponselku. Aku ingin mengobrol dengannya.
Mencari jodoh dari aplikasi, mana bisa kamu dapat cinta sejati?
Kamu tidak bisa mengharapkan ketulusan dari pencari seks.
Mereka cuma mau ranjang. Berhenti berkhayal, Khem.
Jika tidak tahu bedanya seks dengan cinta, kamu tidak akan menemukan jodoh.
Separah itu?
Tentu saja.
Hei. Meong. Kemarilah, Bombay.
Ayolah, Gla.
Jika melihat wajah asliku, wanita kabur.
Aku tidak setampan kamu.
Carilah yang mencintaimu apa adanya.
Jika ingin bertemu cinta sejati, jangan pakai aplikasi tipuan ini.
Cari wanita yang mau bekerja seperti pacarku.
Selalu.
Kamu selalu memujinya.
Ponselku... Kamu menghindar terus.
Sudahlah, Khem.
Giatlah mencari agar mendapat wanita tulus seperti Yamsom.
Astaga, Gla!
Apa? Hei.
Astaga. Bagaimana aku mengobrol dengannya?
TALAT PHLU
PENYEBERANGAN KERETA
Mi pangsit.
Ada mi pangsit!
- Ayo. - Ayo, Teman-teman.
Mi pangsit.
- Pakai sayur? - Ya.
- Tidak. - Baik.
- Seperti biasa. - Hai.
Baik.
- Apa ini? - Mi pangsit.
- Saya juga mau, Pak. - Baik.
Mau tambah?
- Mau! - Mau juga.
Semuanya mau.
Pak, tambah lima lagi, ya.
- Baik. Sebentar. - Ya, Pak.
Siapa tadi yang mau menampilkan sesuatu?
- Kami. - Kami.
Ya? Tunjukkan.
Satu. Dua. Tiga.
Oppa Gangnam Style
Nona seksi
Oppa Gangnam Style
Nona seksi
Hei, keretanya sudah datang. Ayo.
Hei. Kalian mau ke mana?
- Pulang. - Mau pulang.
Astaga. Mi kalian belum habis.
Kembalilah.
Mereka kemari demi kereta gratis.
Mereka akan bergegas naik begitu kereta datang.
Begitu, ya?
- Tolong bungkus, saya bayar. - Baik.
Sudah siap?
Tunggu.
- Apa? - Bawalah.
Terima kasih.
- Naik. - Terima kasih.
- Baik. - Naiklah.
- Dah. - Dah.
Cabe-cabean.
SELAMAT DATANG
Enam belas baht.
Maaf.
- Tidak jadi. - Tak apa.
Enam belas baht saja tidak punya? Apa dia mau memoroti Khem?
Hei, awas!
Hati-hati. Pemotor sering lewat trotoar.
Terima kasih.
- Mau canainya satu, Kak. - Baik. Ini dia.
Terima kasih.
- Hei, May. - Ya?
- Biasa. - Baik.
Kamu baik sekali.
Boleh minta satu?
- Tentu. Silakan. - Terima kasih.
Canainya, silakan.
Mau roti canai?
Canai Peduli.
Ini gratis.
Apa?
Ambillah.
Ambil dua. Itu akan mengenyangkan.
Ada yang membayarnya agar ini gratis untuk siapa pun.
Itu orangnya.
Dia dulu hidup susah.
Dia tahu rasanya tidak punya makanan.
Jika sudah berkecukupan, kita harus peduli orang lain.
Yang ini baru datang. Kliennya meminta modifikasi total.
Dia bilang ini kado pernikahan untuk pacarnya.
- Enak jadi orang kaya. - Hei, Khem.
- Apa? - Apa dia kelupaan?
Ini koper pacarnya.
Biar kutelepon.
Tunggu.
Seperti koper Yamsom.
Apa?
Aku melihatnya tadi pagi.
NONA KANHA TAWIPAK
Hei, benar miliknya.
Gila.
Tidak mungkin ini kopernya.
Kamu bilang dia tadi berangkat.
Ya. Ini seharusnya di pesawat, 'kan?
Tunggu sampai mendarat, lalu telepon dia, barangkali ini tertukar.
Sebagai pebisnis sukses,
apa Pak Songseen punya pesan untuk kaum muda?
Menurut saya, tidak ada jalan pintas untuk sukses.
Jika punya cita-cita, bekerjakeraslah.
Pak Songseen, Anda bekerja sangat keras. Bagaimana waktu untuk keluarga Anda?
Putri saya anak tunggal.
Segalanya untuknya.
Saya dengar Saikhim putri yang baik.
Dia juga punya banyak bakat, benar?
Benar.
Apa pun yang saya minta,
dia tidak pernah mengecewakan saya.
AYAH
Ayah.
Hai, Ayah.
- Sedang apa? - Aku...
Aku baru saja pulang.
Kamu yakin tak apa sendirian?
Tentu saja.
Jangan cemaskan aku, Ayah.
Aku bisa sendiri.
Jika takut, bilang saja. Akan Ayah carikan teman.
Aku... Aku sudah dewasa, Ayah.
Tentu aku bisa jaga diri.
Jangan buat Bibi Oon merasa tak enak karena pulang tanpaku.
Bibi jarang cuti lama.
Kamu peduli orang lain. Kamu memang sudah dewasa.
Apa?
Apa katamu?
Ayah memujiku. Tentu saja aku malu.
Kita jumpa sepuluh hari lagi.
Gla, sudah lihat ini?
Sudah mendarat?
Dia tidak menjawabku. Pasti sedang ke hotel.
Apa? Bukan. Lihat baik-baik.
Lihat apa?
Astaga, Gla.
Pacarmu tidak pergi sendiri. Lihat.
Lihat siapa itu? Di kacamatanya.
- Siapa itu? - Astaga.
Dia orang kaya pemilik mobil ini.
Aku yakin pacarmu tidak pergi ke mana pun.
Karena itu, kopernya ditinggal.
Dia kabur dengan pria lain.
Dia selingkuh!
Kamu tidak percaya? Ayo ke rumahnya.
Mereka mungkin di sana.
Tiga puluh baht.
Akankah aku bertahan sepuluh hari?
Hei.
Kenapa kamu di sini?
Ini rumah pacarku. Kamu siapa?
Pacar?
Kamu pacar temanku?
Teman? Jadi, kamu kenal Yamsom?
Aku tidak kenal Yamsom,
tapi aku kenal temanku.
Lita.
- Siapa dia? - Empunya rumah.
Kenapa fotonya di sini?
Karena ini rumahnya.
Yam?
- Yam, kamu di sini? - Hei...
Yam?
Bagaimana kamu bisa kemari?
Menguntitku lewat aplikasi?
Aku yang seharusnya bertanya, kamu apakan pacarku?
Apa kamu menguntitku dengan berteman dengan pacarku?
Tidak.
Aku bahkan tidak tahu kamu dan Lita saling kenal.
Ini milik siapa?
- Hei. - Milikku!
Jangan ganggu aku.
Kamu yang penyusup, sekarang malah menyerangku?
Aku bukan penyusup. Ini rumah temanku!
Teman pacarku cabe-cabean?
Cabe apa?
- Hei. - Hei!
- Mau apa kamu? - Apa?
Lihat ini.
Kenapa barang Yamsom ada di sini?
Jika ini bukan rumahku, kenapa ada foto pacarku?
Kenapa fotoku di sini?
Aku yang bayar rumah ini.
Tapi aku tidak kenal wanita di foto ini.
Ini bukan rumah Lita?
Entahlah. Aku tidak tahu.
Aku hanya ingin bertemu pacarku.
Apa dia menipuku?
Masa bodoh!
Tinggalkan rumah calon istriku sekarang.
Kurasa kamu mengikutiku dengan niat buruk.
Keluar.
Bawa semua barangmu.
Tinggalkan kuncinya. Jangan kembali.
Pulanglah ke orang tuamu.
Maaf.
Nomor ini tidak dapat dihubungi.
AYAH
SELULER
Baru sehari.
Kenapa aku begitu lemah?
Aku harus bertahan.
Sudah sampai, Non.
Terima kasih.
PEGADAIAN
Dia pasti butuh uang.
Dia masih mencoba menipu orang.
Maaf.
Nomor ini tidak dapat dihubungi.
Dia masih tidak menjawab?
Astaga.
Maaf.
Nomor ini tidak dapat dihubungi.
London!
Tuan Putri.
Ruangan apa ini?
Sauna pribadi?
Maaf.
Nomor ini tidak dapat dihubungi.
Sulit dipercaya.
Hanya sepuluh hari. Sepadan sekali!
Siapa itu?
Halo.
Khim? Ini aku, Tan.
Tan siapa?
Khim tidak pernah membahasnya.
SAIKHIM
Halo, Saikhim.
Kamu menelepon tepat waktu. Aku tidak tahu siapa yang menekan belmu.
Lita, jelaskan kepadaku.
Kamu taruh aku di rumah siapa?
Khim?
Bisa dengar aku?
Ada pria datang dan mengaku itu rumahnya.
Lita, aku diusir, kamu tahu?
Katakan yang sebenarnya sekarang.
Begini...
Aku menyewa rumah itu.
Apa?
Astaga, Lita. Kita sepakat bertukar rumah, 'kan?
Khim?
Boleh aku masuk?
Halo?
Khim?
- Lita? - Sial.
Kamu tahu sendiri.
Gadis kaya sepertimu tidak bisa tinggal di rumah kecilku.
Rumah itu sudah kusewa, jadi, tinggallah di sana.
Khim?
Kamu sendirian?
Astaga.
Suara siapa itu?
Aku tadi bertanya itu, 'kan? Siapa Tantai atau siapalah itu?
Siapa dia? Dia ingin menemuimu.
Lita.
Jangan keluar. Jangan sampai dia tahu kamu di sana.
Baik. Akan kusuruh dia pergi.
Nona Saikhim tidak ada, Pak. Nona belum pulang sekolah.
Dengan siapa aku bicara?
Sekarang bagaimana?
Lita, jangan katakan apa pun. Diamlah.
Kenapa aku kena masalah besar?
Apa? Akulah yang kena masalah besar.
Aku yang ditipu.
Dengar, Tan meneleponku. Kumatikan dulu.
Halo, Tan.
Khim, aku datang ke rumahmu.
Kamu di rumah, 'kan?
Oh... Begini...
Aku di perpustakaan kampus, Tan.
Ada apa?
Ayahmu bilang kamu sendirian, aku diminta mengecek.
Mau jalan-jalan?
Ayahmu juga bilang kamu tidak perlu pulang ke Thailand.
Oh, begitu.
Mungkin lain kali saja, Tan?
Aku ingin pulang ke Thailand untuk mengerjakan riset.
Mau pulang bersama?
Aku... Aku tidak tahu
kapan aku bisa pergi.
Tan, kamu tidak perlu menungguku.
Kalau begitu, baiklah.
Jika ada yang mendesak, hubungi aku segera
demi ayahmu.
Baiklah.
Terima kasih, Tan.
Bagaimana jika dia pacar rahasia Saikhim?
Kenapa dia sangat tampan?
SAIKHIM
Maafkan aku, Khim.
Aku harus berpikir.
Maaf.
Nomor tidak dapat dihubungi.
Setelah mengacaukan segalanya, kini dia mengabaikanku?
Pukul 16,00 nanti, ada wawancara tentang kerja sama di Shanghai.
Makan dengan Gubernur malam ini.
Tunggu, Pak.
Bank mengabari kartu kredit Nona Khim telah digunakan di Thailand.
Apa?
Apa Khim tahu? Mungkin dia masih tidur.
Sudah saya blokir kartunya.
Mungkin kartunya diretas.
Minta bank merilis kartu baru. Khim masih di Inggris semester ini.
Baik.
Sayang sekali Khim tidak bisa pulang tepat waktu.
Kudengar Paman meminta Tantai mengajak Khim berlibur di Skotlandia.
Ya, kenapa?
Aku penasaran kenapa Bibi Oon minta cuti pulang.
Apa itu kebetulan? Atau Khim mencari kesempatan?
Jangan ikut campur.
Baik.
Tas ini juga bisa dibawa saat jamuan malam.
- Lihat? Begini. - Kamu sedang apa?
Merek tas besar meminta ulasanku, Paman Seen.
Prim yang pertama mencoba tas ini.
Dia yang pertama dikirimi.
Tas apa pun yg dijinjingnya, menarik minat pembeli.
Lakukan yang menghasilkan uang. Jangan hanya untuk pengakuan.
Prom.
Kamu bikin kesal pamanmu? Adikmu kena dampratnya.
Hanya penasaran apa rencananya.
Paman mendadak mencarikan Khim pria, aneh atau tidak?
Pria? Pria mana, Prom?
Paman biasanya terlalu protektif.
Tantai, putra pemilik bank.
Tantai dan Saikhim?
Jadi, mungkin, Paman sedang mengumpulkan modal.
Apa pendapat Ibu?
Jika dia memanfaatkan putrinya, proyek ini pasti sangat istimewa.
Gadis manja seperti Khim? Dia bukan tipe Tan.
Paman melebih-lebihkannya.
Benar sekali. Jika kamu yang dijodohkan, masuk akal.
Seen salah melangkah kali ini.
Aku tidak mengerti.
Kenapa Paman selalu mengkritik dan membandingkanku dengan Saikhim?
Dia culun. Siapa yang mengidolakannya?
Kurasa kamu harus menunjukkan pada pamanmu betapa pecundangnya putrinya.
Dia tampak polos, tapi merampas semuanya dari kita.
Andai ayahmu masih hidup, gadis itu tidak akan pernah mewarisi ini.
Akan kubuktikan.
Aku punya sesuatu yang hebat.
Paman Seen meremehkanku separah dia melebih-lebihkan Khim.
Saikhim murid yang baik, tapi tidak lebih dari itu.
Jika bukan putri orang penting, dia tidak akan diakui di dunia ini.
Kamu benar.
Di mana buku sketsaku?
Pasti tertinggal di rumah pria itu.
Aku yakin pacarmu tidak pergi ke mana pun.
Karena itu, kopernya ditinggal. Dia kabur dengan pria lain.
Dia selingkuh!
Berengsek!
Nona?
Di mana Saikhim?
Entah Khim sudah pergi atau belum.
Khim?
Dia pasti menemui pembimbingnya untuk presentasinya.
Jadi, bagaimana sekarang? Kamu...
Kamu mau tunggu di sini?
Atau mau titip pesan saja?
Kamu siapa?
Astaga, maaf. Aku lupa memperkenalkan diri.
Kamu mau duduk dulu?
Aku teman Saikhim dari Thailand.
Namaku...
AYO BELAJAR PARI MANTA
Aku Manta.
Aku ke sini hanya untuk berlibur, jadi, aku menumpang di apartemen Khim.
Lalu namamu...
Aku Tantai.
Aku mahasiswa pascasarjana, tapi di atas Khim.
Astaga! Kamu orangnya.
Ternyata.
Pernah dengar tentangku?
Tentu saja.
Saikhim menceritakan kepadaku
bahwa kalian kuliah di sini bersama.
Kamu mau minum? Biar kuambilkan.
Bagaimana ini?
Gla!
Gla.
Mereka menikah hari ini.
Yamsom meninggalkanmu untuk menikah.
Saat bersamamu, namanya Yamsom.
Saat bersama pria kaya ini, namanya Noeysod.
Artinya dia punya jati diri rahasia.
Dia berpura-pura naik pesawat menjadi orang asing bagimu.
Dia tidak hanya bermuka dua.
Dia seperti punya dua tubuh yang bertukar kehidupan.
Omong kosong gila apa ini?
Hidup ini sungguh berat. Ayo kita datangi mereka!
KITTIPOB & KANHA
Ada sedikit masalah, Pak.
Kartu kredit Nona Khim kemungkinan bukan diretas.
Itu digesek langsung untuk membeli di Thailand.
Bagaimana bisa? Khim belum pulang.
Kemungkinan
Nona Khim di Thailand, Pak.
Selagi Bibi Oonruean cuti, Nona Khim mungkin pulang
ke Thailand lebih cepat dari jadwal.
Biar saya suruh orang mencarinya.
Telepon Tantai.
Apa kamu mau teh?
- Bukankah ada Bibi Oon? - Bibi Oon pulang.
- Ponakannya ditahbiskan. - Bagaimana kamu kenal Saikhim?
Dan sejak kapan?
SMA.
Kamu kuliah?
Ya, di Silpakorn.
Kamu sudah akrab sekali dengan Khim?
Kami kenal sejak SMA.
Benarkah itu?
Dia tidak punya teman bernama Manta.
Kukirim polisi ke sana sekarang.
Di mana Saikhim sekarang?
Kuharap ini bukan penculikan.
Namanya Lita.
Datang dengan visa kunjungan.
Baru beberapa hari di sini.
Di mana Saikhim sekarang?
Dia di Thailand.
Dia bilang mau pulang.
Jadi, Saikhim di rumahmu semalam?
Kami berdua hanya ingin bepergian.
Bertukar kehidupan.
Kami tidak macam-macam.
Jika hanya ingin bepergian, kenapa kamu membohongi keluarganya?
Jika Saikhim meminta izin Bapak, Bapak tak akan memberikannya.
Benar, 'kan?
Hei. Lita.
Akhirnya menelepon juga.
Khim, seluruh keluargamu tahu
bahwa kamu di Thailand.
Kartu kreditmu hilang, 'kan? Pulanglah sekarang. Kacau semuanya.
Pokoknya, jangan diam saja, ya?
- Aku tahu. - Aku sangat peduli padamu.
Ingat. Aku mencari tahu untukmu.
Lewat mana?
Lewat sini.
Hei.
Itu dia.
Kamu percaya padaku sekarang?
Foto pranikah mereka di mana-mana.
Ini pernikahan besar.
Pacarmu jelas mata duitan.
Dia tidak menghargaimu.
Pasti kamu dianggap bodoh sampai dia selingkuh begini,
sementara kamu dibutakan cinta.
Hei. Lihat.
Hei.
Itu keterlaluan.
Dia menganggapmu tidak berharga. Jangan diam saja, Gla.
Hei.
Boleh kuambil barangku dari rumah pacarmu?
Barangku ketinggalan di rumahnya.
Bolehkah kuambil?
Sudah tidak ada.
Apa maksudmu? Tentu saja ada.
Calon istriku dan rumahnya sudah tidak ada!
Tidak ada lagi.
Jadi, siapa pacarku?
Aku bahkan tidak tahu namanya!
Hei, Gla.
Yang kutahu dia jahat.
Jalang.
Tamak.
Memalukan.
- Di mana dia? Cari dia. - Gla.
- Gla. - Ada apa?
- Gla. - Tenanglah dulu.
Tenang?
Mau memancingku juga?
Kubilang, panggil pengantinnya.
Panggil pengantin wanita jika tidak mau tempat ini hancur.
Tidak dengar? Cepat.
Apa itu pacarmu?
Ya. Dia kabur untuk menikahi pria ini.
Puas sekarang?
- Aku bodoh. - Gla.
- Gla. - Aku tidak mengenalnya.
- Ayolah, Gla. - Begitulah dia menipuku. Lepaskan.
Katakan aku pantas untuk itu.
Hei.
Gla.
Hei.
- Cukup. - Cukup katamu?
Hentikan.
Hei!
Jangan pukul dia. Dia hanya mau mengambil kembali miliknya.
Dengar.
Kumohon pergilah.
Jangan buat masalah di sini.
Aku tahu
bahwa kamu orang baik.
Hei, awas!
Kamu hanya sedang dibutakan emosi.
Hei.
Dengar.
Ada masa-masa lebih sulit,
tapi kamu sanggup melaluinya.
Apa gunanya itu jika kamu melukai orang?
Yang tidak membunuh kita...
membuat kita lebih kuat.
Percayalah.
Ayo pergi.
Aku sudah sampai. Apa rias pengantin di lantai empat?
Aku menuju ke sana.
Siapa itu?
Aku sudah sampai. Apa rias pengantin di lantai empat?
Aku menuju ke sana.
Kurasa aku tahu
kenapa Saikhim pulang.
Saikhim memakai aplikasi kencan dan berencana bertemu teman obrolannya.
Aku mengontak kantor itu.
Mereka bersedia memberi daftar teman obrolannya.
Ini dia.
Ini adalah para pria yang akan Saikhim temui.
Bukankah aneh bahwa Pak Sansern tidak mengetahui ini?
Ini pria itu.
Apa Ayah masih di sini?
Kamu akan dimarahi habis-habisan.
- Ayah? - Dari mana saja kamu?
Aku menginap di rumah teman, Ayah.
Sejak kapan kamu membohongi Ayah?
Aku hanya ingin mencoba hidup dengan cara berbeda.
Dengan tidur dengan para pria?
Aku tidak begitu!
Aku pulang bukan untuk berkencan, sumpah.
Bisakah kamu bersumpah kamu tidak kenal mereka?
Bisa kamu bersumpah?
Kenapa kamu tidak bertanggung jawab?
Ayah tidak mengerti.
Lihatlah dirimu.
Kamu bau alkohol.
Beraninya kamu mengajak pria untuk mengacau.
Kenapa?
Ayah bahkan tidak bertanya apa yang kualami.
Apa salahku sampai Ayah berpikir aku seperti berandalan?
Andai kamu tidak seliar ibumu...
kamu tidak akan berani menentang Ayah seperti ini.
Kamu tahu betul
Ayah paling benci wanita seperti ibumu.
Tapi aku bukan Ibu.
Jangan berani membantah.
Ayah tidak sayang aku lagi?
Patuh kalau mau disayangi.
Aku selalu harus menuruti Ayah.
Karena itu aku tertekan.
Saat ingin melakukan keinginanku,
Ayah tidak setuju.
Aku tidak pernah melewati batas.
Aku sudah mencoba segalanya agar Ayah tidak cemas.
Tapi Ayah tetap tidak memercayaiku.
Aku tidak selamanya bisa menjadi putri Ayah yang baik.
Gla!
Kamu bilang mau pergi, tapi ternyata di sini.
Pintar kamu, ya?
Kenapa kamu takut?
Hei. Kamu ini siapa?
Aku pacar pengantinmu.
Itu tidak benar.
Terakhir kali dia naik pesawat, dia bersamaku sebagai pacarku.
Kali ini, dia naik pesawat,
dan berganti menjadi pengantinmu.
Apa maksudmu?
Dia sengaja menipu kita berdua.
- Kenapa membuatku menunggu? - Siapa yang menunggu?
Aku yang menunggumu untuk punya masa depan.
Aku bertahan karena kasihan padamu.
Tanpa aku, hidupmu masih susah!
Tunggu sebentar.
Hei. Jangan bilang kalian pacaran selama ini?
Aku selalu ingin memutuskannya, tapi tidak kulakukan
karena berarti aku jahat lagi.
Bilang saja kamu cinta uangnya.
Bisakah kamu merawatku seperti dia?
Pergi. Keluar.
Baiklah. Aku akan pergi.
Ini hadiah perpisahan.
- Sayang. - Ingat bahwa kamu mencurinya dariku!
Berengsek.
Hei, Gla, awas!
Jangan macam-macam dengan sobatku!
- Sayang? - Gla, ayo pergi.
- Cepat. - Sayang?
Khem.
Gla, lewat sana.
- Berhenti! - Hei!
Hei.
- Biarkan aku ikut. - Tidak!
Itu jasku.
Nona Khim!
Kamu bisa menyetir, tidak?
Aku hanya ingin hidup dengan cara berbeda.
Dengan tidur dengan para pria?
Kenapa kamu tidak bertanggung jawab?
Kenapa mengebut?
Stop.
Andai kamu tidak seliar ibumu,
kamu tidak akan berani menentang Ayah seperti ini.
Hei.
Ada motor!
Awas!
Orang bisa celaka!
Bisa kamu bersumpah?
- Kamu tak apa? - Jangan membantah.
Hei!
Trotoar!
Sudah. Di sini saja.
Maafkan aku.
Jika tak bisa, kenapa menyetir?
Aku...
Aku hanya ingin kabur.
Kabur atau bikin kita celaka?
Apa kamu terluka?
Hatiku.
Menyesal kubiarkan anak bengal menyetir.
Maafkan aku.
Aku bisa membayar perbaikannya.
Kamu sanggup membelinya? Kamu tahu berapa harganya?
Akan kubayar perbaikannya.
Bicara itu mudah.
Bagaimana kamu bisa membelinya? Bagaimana?
Bisa kuusahakan.
Bisa beri aku waktu?
Di bengkel, ya.
Aku...
Beri aku waktu untuk mencari uang.
Tidak usah.
Jangan repot-repot cari uang.
Ambil barangmu dari rumahku. Pergilah. Terserah ke mana.
Bangun, Saikhim.
Ayo mengulang pelajaranmu.
Latihan ini belum selesai.
Kenapa salah terus?
Apa sudah benar?
Mana tanganmu? Ini agar kamu ingat.
Nona Khim, besok libur.
- Mau jalan-jalan? - Aku ingin ke taman hiburan.
Ayo beri salam pada Ayah.
Ulangi. Tekuk lututmu dengan baik.
Ada guru seni datang besok.
Ada kelas balet malamnya.
Pagi, menunggang kuda, seperti biasa,
malam les piano.
Setelah les bahasa Inggris hari ini, kamu mulai les bahasa Prancis.
Kamu terlalu berbakat untuk membiarkan kesalahan ini.
Ayah tidak mau kamu ke sekolah campur.
Semester depan, kamu ke sekolah putri.
Bersiaplah studi di Inggris.
Ayah sudah pilihkan sekolah. Pasti kamu suka.
Isi formulirnya.
Ini Nona Saikhim.
- Ada apa? - Ayah?
Bisakah Ayah memercayaiku sekali saja?
Jika Ayah membantuku kali ini,
aku akan segera pulang kepada Ayah.
Membantumu apa?
Buktikan kepadaku
bahwa Ayah masih peduli padaku.
Jika benar-benar menyayangiku,
bisakah Ayah mengirimku satu juta baht?
Apa penipu menyuruhmu melakukan ini?
Selidiki ini.
Cari tahu siapa pria itu.
Aku tidak mau ada satu pun fotonya di rumah ini.
Hei, Cantik.
Mau ikut?
Ke mana?
Hei!
Jangan pukul dia. Dia hanya mau mengambil kembali miliknya.
Berapa?
Berapa? Apa? Apa maksudmu?
Apa ini cukup?
- Kemari. - Hei!
Kami sudah sepakat. Apa masalahmu?
Kamu bayar berapa?
Kamu pikir semua orang bisa dibeli?
Kamu ini siapa?
Rasakan ini!
Jangan pukul dia. Aku mengajaknya.
Begitu, ya...
Rupanya kamu memang pelacur.
Kamu pekerjanya.
Sedangkan kamu,
hanya germo yang tak berguna.
Dua sampah.
Pasangan sempurna.
Sampah.
Sudah kubilang jangan cari uang. Kenapa kamu merendahkan dirimu untukku?
Puluhan, ratusan, atau jutaan baht tidak sebanding dengan itu.
Jangan sampai dia kembali. Ayo.
Ayah, percayalah kepadaku.
Aku berjanji,
aku akan segera pulang kepada Ayah.
Kamu memang kacau.
Jangan menawar dengan Ayah.
Jadi, Ayah memang menyerah atasku.
Jadi,
aku memang tidak lebih berharga daripada uang itu, 'kan?
Jika Ayah masih peduli padaku,
buktikan dengan mengirimkan uang itu malam ini, mengerti?
KONTAK FAVORIT
SAIKHIM
Bu?
Cukup untuk hari ini. Biar saya ajak pulang.
Baik, Pak.
Hei!
SANSERN
Sudah saya temukan. Namanya Gaogla Chayodom, Pak.
Alamatnya juga ada.
Haruskah saya jemput Nona Saikhim?
Tidak perlu.
Aku ingin mengujinya.
Antara aku
dan pria itu,
siapa yang Saikhim pilih?
Tinggalkan kuncinya, lalu pergi.
Aku belum punya uang untuk perbaikan mobilmu.
Boleh aku berutang dulu?
- Tapi aku berjanji... - Kubilang tidak usah.
Apa kamu sanggup beli?
Dengar, aku memang tidak berharga.
Bahkan mobilmu lebih berharga daripadaku.
Sikapmu itu membuatmu tidak dihargai.
Jika hanya terus mencari teman kencan, kamu tidak akan bahagia.
Bahkan yang lama pacaran sepertiku
tidak saling mengenal.
Apalagi jika belum kenal.
Tidak ada yang tulus. Berhentilah mencari!
Aku tidak mengharapkan cinta orang lain.
Bahkan ayahku tidak mencintaiku.
Orang bilang orang tua mencintai kita
tanpa kita minta.
Mungkin itu tidak selalu benar.
Apa maksudmu?
Jika kita mencintai seseorang, tapi harus berusaha keras,
itu tidak adil, 'kan?
Jika kita selalu berusaha baik,
lalu suatu kali kita gagal,
kenapa kita tidak bisa saling memaafkan?
Mungkin ini bukan cinta.
Dia lebih peduli uang daripada aku.
Kurasa aku benar-benar tidak berharga.
Hei.
Kamu suka, 'kan?
Aku pernah lihat.
Merasa lebih baik?
Maaf aku berlebihan.
Tak apa.
Boleh jika itu membantumu.
Kita tidak kenal, buat apa malu?
Segar rupanya.
Karena perbuatan baik kita sia-sia, kita minum saja untuk melupakan ini.
Jika kita minum,
apa kita bisa melupakannya?
Setidaknya hari sial ini cepat berlalu.
Pelan-pelan. Sedikit-sedikit.
Sedikit-sedikit.
Maafkan aku.
Kalau sudah ada uang, kamu kuperbaiki.
Cepat sembuh.
Juga,
maafkan aku.
Maafkan aku.
Hei. Kamu sedang apa?
Apa kamu terluka?
Kamu... Sini.
Tunggu. Aku akan memplestermu.
Kutempel di bagian yang sakit.
Lihat.
Aku sudah memplester lukamu.
Biarkan di situ.
Itu akan menyembuhkan sakit hatimu.
Apa masih sakit?
Tidak. Tapi aku lapar.
Tidak ada makanan.
Kita akan kelaparan.
Tidak akan.
- Kita tidak akan kelaparan. - Apa?
Kita bisa bertahan untuk saat ini.
Roti canai yang kamu bayar.
Ambillah.
Kebaikan yang kita berikan pada orang lain
suatu hari
akan kembali kepada kita.
Kamu orang baik.
Kamu tidak akan pernah kelaparan.
Aku orang baik? Kenapa berpikir begitu?
Kemarilah.
Ayo.
Penjual canai itu memberitahuku
bahwa kamu dulu hidup susah.
Sesudah kamu punya uang, kamu berbagi dengan orang lain,
jadi, kamu membayar banyak untuk canai
agar siapa pun yang lapar bisa ambil gratis.
Mereka akan tahu bahwa ada seseorang yang peduli dengan kesulitan mereka.
Saat mendengar itu,
aku sangat terkesan.
Hatimu terbuat dari emas.
Apa? Hati emas? Itu bukan apa-apa.
Tidak hanya itu.
Ada lagi?
Kamu menyelamatkan hidupku dua kali.
Jadi, kamu menyelamatkanku?
Tidak.
Aku tahu
saat orang terkasih melukai kita,
rasanya sakit sekali.
Jangan buat masalah di sini.
Aku tahu
bahwa kamu orang baik.
Kamu hanya sedang dibutakan emosi.
Ada masa-masa lebih sulit,
tapi kamu sanggup melaluinya.
Apa gunanya itu jika kamu melukai orang?
Yang tidak membunuh kita
membuat kita lebih kuat.
Suatu hari, mantanmu akan sadar
dia sudah kehilangan orang baik dalam hidupnya.
Kamu hanya kehilangan orang yang kamu cintai.
Tapi dia kehilangan orang yang mencintainya.
Dia yang akan menyesal.
Enak sekali.
Habiskan.
Kita bagi saja.
Kelaparan bersama, berpesta bersama.
Makanlah. Jangan kelaparan.
Hidupmu lebih berharga daripada mobil itu.
Jangan bandingkan itu dengan hidupmu.
Jangan korbankan dirimu untuk hal tak berguna lagi.
Mengerti?
Jangan biarkan siapa pun membuatmu merasa tidak berharga.
Jangan menangis.
Siapa pun yang membuatmu menangis, dia pastilah sangat kejam.
Awas!
Jika dia orang yang baik, kenapa dia pernah dipenjara?
Siapa yang Ayah maksud?
Astaga.
Polisi menuduhku membujuk dan melecehkanmu.
Jadi, kamu mau menggangguku?
Hei!
EPISODE SELANJUTNYA
Apa bagusnya dia sampai kamu tidak bisa menolak?
Apa salah Ayah hingga sikapmu seperti ini?
Saikhim tidak tahu aku mengikutinya.
Dia bisa mati, Ayah!
Suruh Prom berhenti!
Saat dia mempermalukan Ayah, kamu tidak peduli.
Terjemahan subtitle oleh S. Punkas
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.