Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
Meskipun aku tahu kita hanya pura-pura,
tapi saat memberi penghormatan,
perasaanku menjadi aneh.
Rasanya seperti menjadi bagian dari keluarga.
Apa kamu juga merasa begitu?
Tidak ada yang berubah hanya karena memberi penghormatan.
Aku bukan bagian dari keluarga ini.
Lalu mengapa kamu sangat gugup?
Tanganmu gemetar saat memberi penghormatan.
Aku?
Sama sekali tidak.
Bukankah kamu yang terlalu mendalami peran sebagai menantu?
Jangan salah paham.
Kita bukan pasangan asli.
Kamu benar. Sangat melegakan bahwa...
...kita bukan pasangan asli.
Apa maksudmu bukan asli?
Kalian tidak asli?
Apanya yang tidak asli?
Lalu apa kalau bukan asli?
Apakah itu artinya kalian palsu?
Apanya yang palsu?
Apa maksudnya asli dan palsu?
Jelaskan pada kami sekarang juga.
Nama panggilan bayi kami.
Kami sedang membahas itu.
Apa? Nama panggilan bayi?
Karena aku ingin menamainya Jinjja, Yeon-Doo tidak setuju.
Kita tidak akan menamainya Jinjja seperti kata asli.
Ada banyak nama lain yang lebih bagus.
Tapi aku suka nama itu.
Bukankah anak itu membuat kita semua benar-benar menjadi keluarga.
Memang unik. Ini pertama kalinya aku mendengar nama seperti itu.
Itu terdengar kuno. Aku tidak akan memberi nama itu.
Seperti kamu akan melahirkan saja.
Nama Chaltteok kita paling bagus.
Jangan pakai nama Chaltteok.
Itu membuatku kesal.
Setelah berpikir, sepertinya Jinjja juga nama yang bagus.
Benar, 'kan? Semakin didengar semakin bagus.
Sudah ku bilang itu nama yang bagus.
Suamiku.
Segeralah jemput aku.
Aku sudah muak diperlakukan buruk oleh anak-anakku.
Nenek jangan menangis. Ada aku dan Soo-Jung.
Aku sudah hidup terlalu lama.
Aku sudah tidak mau melihat mereka lagi.
Mengapa ayah membuat nenek menangis hanya karena Tae-Kyung?
Nenek, apa yang harus kita lakukan...
...jika ayah terus membela Tae-Kyung?
Apa?
Kita diam dan lihat saja.
Sejauh mana ia akan bertindak.
Akhirnya kamu ikut dalam peringatan kematian kakek.
Ayah merasa sangat bahagia.
Ayah akan berusaha untuk membujuk nenek.
Nenek tidak akan merubah pikirannya dengan mudah.
Jangan memaksakan dirimu.
Namun berkat Yeon-Doo, aku dapat menyelesaikan satu hal.
Besok ikutlah dengan ayah.
Ayah akan mengajakmu ke perusahaan.
Lalu ayo kita pergi makan.
- Tidak perlu seperti... - Adik ipar,
Ayah mengajakmu dengan tujuan baik.
Di saat seperti itu, kamu hanya perlu bilang iya.
Baiklah.
Aku akan pergi bersama Yeon-Doo.
Kakak ipar, apakah kamu merasa tidak sehat?
Apa urusannya denganmu?
Kakak ipar?
Siapa yang menyuruhmu memanggilku begitu?
Hanya karena kamu bergabung dalam peringatan kematian ayah,
kamu pikir kamu berhasil?
Tidak.
Aku masih tidak percaya padamu.
Banyak hal mencurigakan darimu.
Ji-Myung.
Mengapa kamu seperti itu? Ia sudah bekerja keras sepanjang hari.
Apakah kamu sekarang lebih membela menantumu?
Katanya aku putrimu.
Apa ada ibu yang membela menantunya dibanding putrinya?
Ji-Myung!
Ibu, maafkan aku. Ji-Myung sedang sensitif.
- Ayo keluar. - Kamu kenapa? Memangnya aku salah?
Ibu, apakah ibu baik-baik saja?
Ya, tidak apa-apa.
Yeon-Doo, pergilah untuk istirahat.
Bayimu juga harus istirahat.
Jinjja...
...kita bertemu nanti lagi, ya.
Mengapa kamu menyalahkan ibu.
Cari udara segar dan tenangkanlah dirimu.
Tidak usah pura-pura khawatir.
Aku mengkhawatirkan bayimu bukan kamu.
Tidak baik untuknya jika kamu marah.
Tidak usah pura-pura peduli seperti ini anakmu. Ini anakku.
Lagipula kita sekarang orang asing.
Aku merasa sangat lega karena besok masa pertimbagan berakhir.
Masa pertimbangan?
Kamu saja?
Aku juga merasa lega. Karena aku yang lebih dulu minta cerai.
Cerai?
Apa-apaan?
Kamu sengaja mengikuti kami?
Kamu mendengar percakapan kita, kan?
Aku...
...bukannya aku ingin mendengar.
Kamu mendengar sejauh apa?
Jawablah dengan jujur.
Kalian berdua...
...akan segera bercerai.
Kamu tidak mendengar yang lain?
Mengapa teleponnya terus mati?
Apakah ia sadar besok ia berulang tahun?
Yeon-Doo pasti sangat sibuk sehingga ia tidak ingat ulang tahunnya.
Nah, ini jeon teri.
Dia tinggal terpisah dari keluarga mereka jadi mengapa sibuk?
Tapi, kenapa kamu membuat jeon teri?
Makan saja tanpa perlu banyak tanya.
Oh iya, kakak.
Haruskah kita membuat kejutan ulang tahun untuk Yeon-Doo di toko baru kita?
Sepertinya menyenangkan.
Kita akan mengejutkan bibi?
Menyenangkan sekali. Kita harus melakukannya.
Kejutan ulang tahun?
Aku tidak akan membiarkanmu jika kamu bicara sembarangan.
Jika ada yang tahu, aku akan menganggap itu salahmu.
Kami akan memberitahu mereka sendiri setelah masa pertimbangan berakhir.
Rahasiakan ini dari Tae-Kyung juga.
Tolonglah.
Apa yang sedang kamu pikirkan?
Bukan apa-apa.
Tapi mengapa kamu menghindari mataku.
Siapa yang menghindarimu?
Omong-omong, nama macam apa itu Jinjja?
Ganti saja kalau tidak suka.
Para orangtua sudah mengetahuinya. Kita tidak bisa menggantinya sekarang.
Untung saja tadi kita tidak tertangkap.
Untung saja kakakku yang sensitif tidak menangkapnya.
Aku tidak tahu bagaimana Kak Hyun-Woo bisa tinggal bersama wanita itu.
Bagaimana hubungan mereka berdua?
Apa mereka sering bertengkar?
Tentu mereka bertengkar. Karena terlalu saling mencintai.
Apa?
Kamu tahu kenapa ada nama Gong di nama Klinik Kandungan Gong?
Saat Kak Hyun-Woo membuka klinik, dia menamainya dengan nama Kak Ji-Myung.
Pria yang hanya memikirkan satu wanita dalam hidupnya.
Ini pertama kali aku melihatnya.
Oh, begitu ya.
Besok Presdir akan mentraktir kita makan.
Datanglah ke klinik agar kita berangkat bersama.
Kamu memanggilnya Presdir bukan ayah?
Aku istirahat dulu.
Aku lelah karena mengikuti acara peringatan berkat seseorang.
Aduh.
Hal yang ingin diceritakan untuk bayi yang akan lahir?
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
- Aduh. - Astaga.
- Kalian lelah? - Ya.
Kita harus sehat,
agar bisa belajar dengan baik.
Silakan berolahraga dengan bebas.
Aduh.
Aku suka sekolah tapi aku tidak suka senam.
Sarapan yang dimakan langsung turun semua.
Aku lupa memakai popok celana.
- Aku jadi tidak bisa senam dengan benar. - Mengapa kamu bisa melupakan itu?
Kamu harusnya bersiap untuk sekolah dengan teliti.
Kak, di mana tas mu?
Astaga! Aku melupakan tasku!
Aduh bagaimana ini?
Aku akan dimarahi oleh kepala sekolah.
Apakah orang itu adalah kepala sekolah?
- Ada apa? - Namanya Jang-Ho?
Lalu?
Halo, Pak Bos.
Sepertinya rumor itu benar.
- Rumor apa? - Kamu tidak tahu?
Masa lalu tersembunyi dari Kepala Sekolah.
Gangster yang menguasai daerah Busan.
Ia mendirikan sekolah ini dengan hasil uang tumpah darah.
Bukan itu. Kepala sekolah terkenal di Daejeon karena tariannya.
Ia mendirikan sekolah ini dengan tangisan para wanita.
Apa itu?
Dia dulu adalah seniman musik jenius yang menguasai musik pop.
- Hanya dengan bermain gitar... - Hentikan omong kosong ini.
Bagaimana orang seperti dia bisa menjadi gangster, penari, dan seniman?
Dia hanya....
...lulusan universitas bagus.
Lalu bagaimana dengan orang tadi?
Mereka seperti gangster.
Mengapa kamu diam saja.
Aku akan jelaskan sekali lagi.
Istrimu menyerahkan kontrak ini pada kami...
...untuk syarat pelunasan hutang.
Tapi pembeliannya...
...ternyata atas namamu.
Agar kamu tidak mengatakan hal lain, kami ingin membuat perjajian.
Tolong kerja samanya agar kami bisa merubah nama dan mendapat uang.
Kembalikan. Kamu harusnya mengembalikannya pada pemiliknya.
Apa yang kamu katakan? Ini milik kami.
Mengapa itu jadi milikmu?
Aku tak tahu berapa utang istriku tapi akan aku bayar semua.
Kamu memakai pakaian jelek dari uang nenek-nenek itu.
Bagaimana kamu bisa membayar hutang?
Kontraknya! Apakah orang tua ini sudah gila?
- Kamu ingin cepat mati? - Aku tak takut mati.
Aku tak takut dengan uang.
Orang-orang sepertimulah yang paling menjijikan.
Apa katamu? Menjijikan?
Kami akan bertindak menjijikan.
- Jangan usik sekolah. Pukul saja aku! - Minggir!
Kalau tidak mau mati, enyahlah!
Lepaskan tangan kotormu itu!
Ayo kita bersihkan!
Berhentilah.
Masuklah ke kelas.
Bukankah kalian ke sekolah untuk belajar?
Kamu baik-baik saja? Sepertinya mereka preman.
Preman atau bukan aku tidak minta bantuan.
Bantuan yang tidak diminta itu beban.
Masuklah ke kelas.
Kamu tak bisa bilang terima kasih.
Maaf karena aku melewati batas.
Apa maksudnya?
Kontraknya dirobek?
Kontrak itu sangat berharga.
Aku mengambilnya sebagai jaminan atas hidup putriku.
Selesaikan! Kalian yang selesaikan!
Ini salah kalian karena kalian pergi ke orang itu.
Bagaimana ini? Haruskah aku pergi ke Nyonya Besar?
Ibu, ada apa?
Se-Jin...
...ini buruk.
Orang itu merobek kontraknya.
Aku menjual apartemen untuk membayar hutangku.
Tapi kontraknya sudah dirobek-robek.
Apa maksudmu utang?
Ibu punya utang lagi?
Itu bukanlah yang terpenting sekarang.
Aku harus pergi ke agen real estate.
Ibu, katakan berapa lagi?
Berapa jumlahnya sampai Ibu tidak bilang padaku?
Tidak terlalu banyak...
...agak banyak.
- Aku memasukan dana dan aku dirampok... - Aku tidak mau dengar!
Aku muak dengan semua alasanmu.
Se-Jin...
...Se-Jin,
Se-Jin dengarkanlah perkataan Ibu.
Ibu bisa menyelesaikan masalah ini.
Tolong diamlah!
Aku ingin mati saja.
Bagaimana jika kamu pindah ke kantor Amerika?
Jika kamu mau aku akan mendukungmu.
Bayi tabung?
Bukankah kalian pasangan suami istri?
Itu benar.
Kami sudah mendaftarkan pernikahan secara sah.
Menurut hasil tes, kalian tidak memiliki masalah apa pun untuk kehamilan.
Tapi kalian tetap ingin melakukan bayi tabung?
Ya, kami ingin punya anak tanpa tidur bersama.
Sebentar.
Aku kurang paham.
Mengapa dua orang yang sehat memilih cara yang mahal dan menyakitkan?
Aku tidak ingin tidur bersama istriku.
Untuk itu...
...aku punya pasangan lain.
- Ya? - Aku juga tidak mencintai suamiku.
Aku punya pacar.
Kalau begitu, kenapa menikah?
Tidak, kenapa kalian ingin punya anak?
Kami ingin membuat keluarga yang tidak akan retak.
Bertengkar dilakukan dengan pacar saja.
Dengan suamiku, aku ingin membuat keluarga yang damai.
Keluarga yang lebih memikirkan perasaan anak-anak daripada perasaan kami pribadi.
Baiklah.
Itu disebut Co-parenting.
Co-parenting?
Tidak perlu mencintai pasanganmu tapi membesarkan anak bersama.
Itu berarti perawatan anak bersama tanpa hubungan suami istri?
Apa itu masuk akal?
Bagaimana bisa membesarkan anak dengan orang yang tidak ingin berhubungan?
- Itu ada di mana-mana. - Apa?
Pasangan yang membesarkan anak tanpa hubungan suami istri.
Lagi pula banyak keluarga yang tidak seperti itu.
Tapi suami istri tidur terpisah.
Itu berbeda.
Mereka tetap membuat anak dengan cinta.
Dibuat dengan cinta atau bayi tabung.
Akhirnya, sisanya hanya tujuan untuk membesarkan anak itu bersama.
Apa bedanya?
Ada banyak pasangan yang bercerai karena tak punya anak.
Itulah yang akan terjadi.
Lalu apa maksudnya dari awal akan membesarkan anak tanpa cinta?
Ada banyak pasangan yang bertengkar di depan anaknya meskipun saling mencintai.
Maksudnya adalah fokus merawat anak...
...tanpa perasaan yang membuat tidak nyaman.
Lalu apa yang kamu katakan pada mereka?
Aku belum memberi jawaban pasti.
Karena ini mirip seperti kehamilan dengan donor sel reproduksi,
bukankah kita harus mendengarkan pendapat komite?
Ya?
Dokter, istri Anda datang ke klinik.
Istriku?
Bukan, istri Dokter Gong.
Baiklah.
Kamu sudah tiba?
Wah, ini adalah wanita yang berhasil mencuri hati Dokter Gong.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Waktu itu kenapa kamu melakukan itu?
Apa?
Kamu datang ke sini dan meminta Dokter Gong untuk menyingkirkan bayi itu.
Hal seperti itu pernah terjadi?
Waktu itu aku cukup marah.
Aku melarikan diri begitu aku mendengar bahwa aku punya anak.
Lalu kamu menyuruh Dokter Gong untuk menyingkirkan anaknya sendiri?
Pertengkaran pasangan memang kejam.
Kalian biasanya juga bertengkar seperti itu?
Kita memang terkadang seperti itu, bukan?
Tunggu di sini. Aku akan berganti baju.
Aku tidak percaya. Dokter Gong adalah orang yang sebaik itu?
Menggelikan.
"Tunggu di sini. Aku akan berganti baju."
Mengapa kamu menyentuh rambutku tanpa peringatan?
Apakah aku menyentuhnya karena aku ingin?
Apa kamu akan menilai semua tindakan yang kulakukan?
Apa kamu mau kita ketahuan sekarang?
Siapa yang mau ketahuan?
Meskipun kita berakting, kita harus tetap sesuai batas.
Mengapa kamu menyentuh rambutku tanpa peringatan?
Apakah aku menyentuhnya karena aku ingin?
Apa kamu akan menilai semua tindakan yang kulakukan?
Apa kamu mau kita ketahuan sekarang?
Siapa yang mau ketahuan?
Meskipun kita berakting, kita harus tetap sesuai batas.
Kalian tidak masuk?
Kalian tidak mengadakan upacara pernikahan?
Itu bukanlah urusanmu.
Kalian juga tidak memakai cincin pasangan.
Haruskah aku memberikannya sebagai hadiah?
- Apa? - Memangnya kenapa?
Kita bukan orang asing.
Kalau saja kamu tidak muncul,
aku dan Tae-Kyung sudah menjadi suami istri.
Aku bisa menjadi mantan istri...
...yang peduli pada keluarga baru mantan suaminya.
Berhentilah Kepala Jang.
Yeon-Doo, apakah kamu tahu?
Bahwa dulu aku dan Tae-Kyung,
saling menyukai?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu! Turun sebentar!
Tidak mau.
Apa-apaan ini. Lepaskan!
Naiklah dahulu.
- Halo? - Ini aku. Apa kalian sudah sampai?
Ya, Ayah.
Kami sudah hampir sampai.
Ada apa denganmu?
Kamu...
- ...apa maksudmu melakukan itu? - Kenapa?
Kamu dulu menyukaiku, kan?
Oh, tentang aku juga menyukaimu?
Itu memang fakta.
Apa?
Kubilang dulu aku pernah menyukaimu.
Kamu ini kenapa?
Kamu pikir aku percaya ucapanmu itu?
Kenapa kamu harus berbohong padaku seperti itu?
Ternyata tak ada pengaruhnya, ya?
Aku berniat menggoyahkan hubungan kalian.
Jadi aku sedikit main-main denganmu.
Kamu ini benar-benar gila.
Menurutmu aku masih bisa waras?
Pikirkanlah apa yang telah dilakukan wanita itu padaku.
Aku kehilangan semua yang kuinginkan gara-gara Oh Yeon-Doo.
Itu bukan kesalahannya tapi kesalahanmu sendiri.
Sepertinya kamu berusaha untuk mendapatkan sesuatu...
...lewat kebohongan konyol tadi.
Kamu yang mengajakku menikah.
Dan kamu sendiri yang membatalkannya.
Apakah kamu tak merasa bersalah padaku?
Dulu aku merasa bersalah.
Tapi sekarang tidak.
Terima kasih.
Karena kamu telah meringankan beban pikiranku.
Sudah lama menunggu, ya?
Ayo masuk.
Baik.
Presdir ada di dalam, 'kan?
Ada, Bu.
Aku Kepala Jang.
Sepertinya Bapak kecewa karena aku bukan orang yang Bapak tunggu.
Bukan begitu.
Hanya saja aku punya janji lain hari ini.
Aku akan memberitahu dengan cepat lalu pergi.
Aku akan pindah ke kantor cabang di Amerika.
Aku ingin mendapatkan dukungan penuh dari Presdir.
Aku akan langsung pergi dan ingin segera beradaptasi di sana.
Baiklah. Itu keputusan yang bagus.
Kamu bisa segera pergi.
Omong-omong, Kepala Jang...
...apakah sesuatu terjadi padamu?
Se-Jin, ada apa?
Di luar ada Tae-Kyung dan Oh Yeon-Doo.
Bagaimana bisa mereka saling berpegangan tangan dan tertawa,
tanpa rasa malu ketika berada di depanku?
Tae-Kyung bahkan marah di hadapan Oh Yeon-Doo.
Aku tak tahu apa salahku.
Aku akan pamit sekarang.
Pemandangan apa ini?
Kenapa mereka muncul di kantor?
Pak Presdir.
Aku tadinya ingin mengajakmu makan bersama karena sedang tidak ada jadwal resmi.
Apa yang membawamu kemari?
Presdir mengundangku untuk makan bersama.
Begitukah? Baguslah.
- Presdir, bolehkah aku ikut serta? - Sebaiknya tak usah.
Ada yang ingin kusampaikan pada mereka. Kamu ikut lain kali saja.
Baik, Pak.
Silakan nikmati makan siang Bapak.
Apakah kamu merasa kurang nyaman saat bertemu Kepala Jang?
Karena hanya bertemu sebentar, jadi tidak apa-apa.
Aku sudah memutuskan untuk memindahkan Kepala Jang ke kantor cabang Amerika.
Tetapi...
...aku merasa iba karena raut mukanya tampak sedih.
Dia adalah orang yang terluka karena kita.
Marilah kita menaruh perhatian padanya sampai dia pergi.
Makanan di sini sangat enak, ya.
Kamu ini pandai memuji.
Padahal kamu sedang sulit makan karena mual di pagi hari.
Maafkan aku.
Aku agak sulit memakan makanan lain yang tidak dibuat oleh Ibu.
Tidak apa-apa.
Yeon-Doo.
Jinjja adalah cucu pertamaku.
Iya.
Aku sudah tidak sabar menunggu kehadirannya.
Beritahu aku jika kamu butuh sesuatu.
Akan kuberikan semuanya.
Baik.
Tae-Kyung? Ada apa dengannya?
Aku tak tahu bagaimana dia bisa kembali ke perusahaan.
Ayah memanggil Tae-Kyung untuk makan siang bersama.
Dia berkata bahwa ada yang ingin dibicarakannya lalu mengusirku.
Dia bahkan tidak pernah mau tahu tentang perusahaan.
Ada apa ya?
Dia diakui sebagai anak saat upacara peringatan.
Oh Yeon-Doo. Dia lebih mencurigakan.
Kita tak tahu pengaruh apa yang diberikan pada Tae-Kyung di belakang sana.
- Pergilah. Aku sibuk. - Ji-Myung...
...meski kita bertengkar jika ada kesempatan,
tetapi di hadapan Tae-Kyung, kita ada di pihak yang sama.
Aku tak bisa tinggal diam melihat orang baru mendepak orang lama.
Paham? Aku pergi dulu.
Perhatikanlah.
Sepertinya...
...kita telah menyebabkan kekacauan besar.
Aku merasa tidak enak karena orang tuamu menganggap Jinjja sebagai cucunya.
Dari tadi kamu kenapa?
Apakah karena pertemuanmu dengan Kepala Jang?
Kenapa kamu menanyakannya?
Memangnya aku pernah bertanya-tanya tentang Kim Joon-Ha?
Apa katamu?
Kenapa kamu mengungkit-ungkit orang itu?
Kita hanya sebatas pasangan bisnis saja.
Tak perlu tahu privasi satu sama lain,
juga tak ada kewajiban untuk saling menaruh perasaan.
Tentang perasaanmu, urus saja sendiri.
Meski terus mengatakan hal yang sama, kamu selalu membuatku kesal.
Hei. Ada apa denganmu? Lepaskan.
Aku akan melaporkannya sebagai pelecehan seksual.
Dia itu siapa?
Bagaimana bisa dia mirip dengan Jay?
Yesus. Budha. Allah. Semoga lolos.
Terlepas dari keunggulan Anda,
karena calon yang diterima jumlahnya terbatas...
...gagal.
Ada apa?
Suaramu parau. Gagal lagi, ya?
Katakanlah ada perlu apa?
Gantikanlah jadwal kerja paruh waktuku di minimarket.
Akan kubayar dua kali lipat.
Dua kali lipat?
Oke. Setuju.
Jadi namanu Oh Dong-Wook?
Apa ini?
Bagaimana bisa kamu tahu namaku?
Apakah itu penting?
Dasar bocah itu.
Kenapa kamu sampai menyelidiki identitasku segala?
Penguntit, ya?
Apakah kamu pernah melihat penguntit secantik ini?
Kamu tinggal di mana? Bagaimana dengan keluargamu?
Dia makin-makin...
Tolong jawab yang satu ini.
Apakah kamu punya kembaran?
Apa?
Kamu mirip sekali dengan mantan pacarku.
Cobalah tanya ibumu. Pastikan bahwa tak ada rahasia kelahiranmu.
Rahasia kelahiran?
Ada-ada saja.
Biar kuperjelas.
Aku tidak ada ketertarikan pada wanita.
Apalagi pada orang gila sepertimu.
Aku juga tidak tertarik denganmu.
Ini hanya karena kamu sangat mirip dengan Jay.
Aku sama sekali tak paham dengan ucapanmu.
Aku adalah seorang ayah.
Apa katamu?
Aku adalah ayah dari gadis berusia tujuh tahun.
Jadi hentikanlah.
Kalau kamu ayahnya mungkin aku neneknya.
Tak perlu memaksakan diri. Siapa juga yang tertarik dengan bocah sepertimu?
Jika tak percaya akan kutunjukan foto Jay.
Halo. Apakah ini 112?
- Di sini ada seorang penguntit. - Hei. Kamu gila, ya?
Aku ada di minimarket perempatan. Mohon segera datang ke sini.
Sial.
Hei!
Jika kamu muncul di hadapanku sekali lagi,
kamu akan masuk penjara.
Oh Dong-Wook, apa yang kamu bicarakan?
Tak ada apa-apa, Paman. Kututup teleponnya.
Aku harus menghajar Cheol-Soo.
Aku membayarnya dua kali. Puas, 'kan?
Tapi tetap saja. Apakah kamu menjual temanmu dengan uang?
Mau bagaimana lagi? Dia membayarku 10 kali lipat.
- Aku harus menjual jiwaku. - Apa?
Dia memberikan uang sebanyak ini hanya agar aku datang?
Dia cantik dan kaya.
Sepertinya dia tertarik padamu. Cobalah menemuinya sekali.
Diam.
Aku tak akan berpacaran sampai Soo-Gyeom menikah.
- Aku akan berpacaran setelahnya. - Apa?
Jadi kamu tak akan pacaran sampai usiamu hampir lima puluh tahun?
Siapa yang mau menemui paman tua?
Yang ada tubuhmu jadi lembek.
Bagaimana bisa orang sepertimu memahami kehidupan seorang ayah?
Meski begitu, para wanita kabur saat mereka tahu bahwa aku memiliki anak.
Aku pergi dulu.
Bocah yang malang.
Aku mau cerai.
Aku sudah menandatanganinya. Kamu juga.
Aku sudah tak tahan lagi hidup dengan orang sepertimu.
Sudah kubilang kembalikan kontraknya.
Kenapa harus menyerahkan apartemen orang lain ke tangan rentenir?
Siapa bilang itu apartemen milik orang lain?
Se-Jin yang telah memeras darah dan keringatnya.
Jika itu adalah hasil keringat dan darah Se-Jin,
lantas boleh digunakan untuk membayar utangmu?
Apa? Lantas bagaimana?
Kamu hanya akan pergi ke tempat orang tua pergi.
Bahkan negara harus melakukan investasi atau hal lain demi menyelamatkan ekonomi.
Kalau begitu apakah kamu mendapatkan uang?
Keserakahan akan menjadi keserakahan lain dan menyebabkan utang.
Apa masalahnya jika tidak kubayar?
Kapan kamu pernah memikirkan aku dan Se-Jin?
Kamu berpura-pura menjadi orang baik di luar sana.
Tapi kamu tak pernah melakukan apa-apa untuk kami.
Hentikan omong kosongmu.
Sebenarnya berapa jumlah utangnya?
Kalau kamu tahu lalu mau apa?
Kamu mau menangkapnya dan membayarkannya kembali?
Jangan ganggu sekolahnya.
Presdir Gong meminjamkan tempatnya dengan niat yang sangat baik.
Astaga, kamu tampak hebat.
Kenapa tidak memohon pada Presdir Gong yang telah meminjamkanmu uang?
Kalau menurut anak muda, kamu adalah pecundang.
Pecundang dalam hidup.
Keluar dari sini. Keluarlah dari rumahku.
Astaga. Se-Jin.
Kalian tak perlu mengkhawatirkanku.
Jika ingin bercerai, lakukanlah.
Aku akan segera pergi dan pindah ke kantor cabang di Amerika.
Apa? Amerika?
Astaga.
Sepertinya dia tak akan kembali selamanya.
Apa yang harus kulakukan?
Perihal pengakuan cintaku?
Itu memang fakta.
Apa?
Kubilang aku dulu pernah menyukaimu.
- Kamu akan pindah ke Amerika? - Ya.
Aku ingin mengembalikan kunci duplikat pada Nyonya Lee.
Aku juga akan pergi menemui Nenek.
Sebaiknya kapan aku ke sana?
Datanglah besok malam.
Baiklah. Sampai jumpa.
Sepertinya dia dicampakkan Tae-Kyung,
dan diusir ke Amerika.
Kita juga harus berhati-hati. Dengan Tae-Kyung.
Apa maksud ucapan kalian?
Sepertinya Ayah merasa sangat senang,
karena Tae-Kyung menghadiri upacara peringatan kematian Kakek.
Hari ini Ayah memanggilnya ke kantor.
Apa?
Entah kenapa aku masih kesal mengingat kelakuannya saat membungkuk.
Nenek.
Nenek tak berpikir bahwa Ayah berpikiran aneh, 'kan?
Mungkinkah dia akan menyerahkan saham perusahaan pada cucu pertamanya?
Ibu.
Aku akan masuk dengan Ji-Myung.
Kamu tak perlu masuk. Istirahatlah.
Aku akan naik dulu.
Apakah Hyun-Woo tidak pulang hari ini?
Dia akan pulang terlambat.
Sepertinya akhir-ahkir ini ada banyak hal yang harus diurus di rumah sakit.
Apa? Tidak bisa begitu.
Kenapa?
Bayi yang ada di dalam perutmu adalah anakku juga.
Aku tak bisa membesarkan anakku tanpa kehadiran ayahnya.
Pengacara Cho?
Ya. Halo.
Kamu tahu bahwa besok adalah tanggal konfirmasi, kan?
Jika kedua belah pihak hadir,
dan menyampaikan niat untuk bercerai, maka perceraian akan dikonfirmasi.
- Jangan sampai terlambat... - Sudah tidur?
Aku akan menghubungimu lagi.
Ada apa?
Karena akhir-akhir ini wajah Hyun-Woo terlihat lesu,
jadi aku membawakannya suplemen.
Tolong berikan langsung padanya. Aku juga sibuk.
Baiklah. Aku tak berpikir sampai ke situ.
Omong-omong, Ji-Myung...
...apakah terjadi sesuatu antaramu dan Hyun-Woo?
Kenapa menanyakan hal itu?
Aku hanya sedikit mengkhawatirkannya.
Dia jadi sering keluar. Dan kamu...
...juga sering gelisah, 'kan?
Apakah kalian bertengkar?
- Jika ada masalah, ceritakan padaku... - Meski terlambat,
apakah kamu masih ingin menjadi seorang ibu?
Kalau tidak, maka jangan campuri urusan rumah tangga kami.
Aku minta maaf jika sudah melewati batas.
Selamat malam.
Halo.
Apakah kamu memberitahu ibu mertuamu tentang sesuatu yang kamu curi itu?
Apa?
Aku tidak melakukannya, Kak.
Tetapi kenapa kamu meneleponku begini?
Apa?
Aku tak pernah mengatakan dan tak pernah berniat mengatakannya.
Tetapi tak ada alasan bagiku untuk tidak mengatakannya.
Tolong bersikap sopan jika ingin meminta bantuan.
Akan kututup teleponnya, Kak.
Siapa itu?
Kamu berbicara dengan Ji-Myung?
Ada apa denganmu?
Untuk apa menanyakan itu?
Katamu kita tak perlu membicarakan hal pribadi.
Apa katamu?
Oh Yeon-Doo.
Apa yang sebenarnya kamu lakukan di rumah ini?
Kemarin kakak ipar, hari ini Ji-Myung.
Kenapa selalu terlibat masalah dan merepotkan orang lain?
Jangan berdalih.
Kamu sendiri sudah marah sejak bertemu Kepala Jang.
Kenapa membicarakan hal itu lagi?
Hubunganku dan dirinya sudah selesai.
Tetapi sama sekali tak terlihat begitu.
Omong-omong, aku akan bertanya.
Kamu tak memanfaatkanku untuk melampiaskan perasaanmu, 'kan?
Apa maksudmu?
Kalau dilihat-lihat sepertinya Kepala Jang bukanlah orang yang mudah ditebak.
Jika ada sesuatu yang rumit di antara kalian,
katakanlah padaku sekarang.
Kenapa aku harus menceritakannya padamu?
Aku tak ingin menjadi orang bodoh di antara hubungan kalian,
tanpa tahu apa-apa.
Tak ada hal seperti itu. Jadi berhentilah bertanya.
Masih belum terlambat.
Beritahu aku sekarang jika kamu masih ingin kembali padanya.
Apa?
Hidup bersama dengan orang lain di satu tempat,
benar-benar sulit.
Memang benar.
Aturan yang kamu buat memang tepat.
Kita harus memandang satu sama lain sebagai orang yang tak kasat mata.
Aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi orang yang tak punya eksistensi.
Ya, Ibu.
Menantu Gong.
Mendengar suaramu saja aku merasa senang.
Yeon-Doo baik-baik saja, 'kan?
Ya. Tentu saja.
Dia dalam keadaan baik.
Syukurlah.
Apakah kamu tahu bahwa besok adalah hari ulang tahunnya?
Ulang tahun?
Ya, benar.
Bagaimana jika kita mengadakan pesta kejutan untuknya,
di restoran kami agar tidak mengganggu yang lain?
Bisakah kamu membawanya tanpa sepengetahuannya?
Baiklah. Aku akan memeriksa jadwal di rumah sakit,
dan akan kuhubungi lagi besok.
Baik.
Apa katanya? Dia akan datang?
Dia akan memberitahu lagi besok.
Apakah mereka bertengkar?
Suaranya agak aneh.
Ini sudah malam. Mungkin dia lelah.
Begitukah?
Besok kita akan bertemu Yeon-Doo.
Karena paman dan bibiku akan datang,
haruskah kita merekam video saat pesta dan mengunggahnya ke YouTube?
Sebaiknya jangan.
Akhir-akhir ini penontonnya sepi dan komentarnya buruk.
Itu benar. Sekarang berhentilah menonton YouTube.
Kita kumpulkan uang untuk beli peralatan.
Tidak mau. Aku ingin menjadi influencer.
Aku akan menghasilkan banyak uang.
Kita cari uangnya nanti saja. Kalian tidurlah.
Astaga. Baiklah.
Ayo kita tidur.
Menyebalkan.
Suami Anda tampaknya tidak hadir.
Tak bisakah meneleponnya?
Mohon maaf.
Aku tak bisa menghubunginya.
Jika masih tidak bisa dihubungi,
silakan datang pada tanggal konfirmasi kedua.
Baik.
Terima kasih, Dokter.
Saya tidak akan bertemu dokter lagi, kan?
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada seseorang.
Untungnya, keadaan selaput lendir rahim baik-baik saja,
dan keseimbangan hormon sudah pulih,
semangat, ya!
Baik.
Saya akan menemui Direktur sebentar.
Direktur sedang keluar sebentar.
Silakan masuk dan tunggu.
Istriku
Bibi rupanya.
- Ha... - Kamu orang macam apa?
Aku sudah bilang, selesaikan mulai dari perceraian dulu.
Tak peduli seberapa rumit pikiranmu,
jika tak datang pada tanggal konfirmasi...
Cerai?
Apa maksudnya ini?
Co-Parenting?
Itu berarti perawatan anak bersama tanpa hubungan suami istri?
Banyak pasangan yang cerai karena tak punya anak.
Itulah yang akan terjadi.
Lalu apa maksudnya dari awal akan membesarkan anak tanpa cinta?
HP-ku...
Apa? Apa yang dikatakan Ji-Myung?
Cerai.
Kamu pasti salah paham.
Aku mendengarnya dengan jelas.
Bibi menelepon Paman,
"Selesaikan perceraian dulu,
hari ini tanggal konfirmasi" katanya.
Apa maksudnya ini?
Aku pikir mereka hidup baik-baik saja, tiba-tiba bercerai?
Anak kedua sedang sensitif belakangan ini.
- Aku tak menyangka ini akan terjadi... - Terdengar seperti hal yang memalukan!
Tidak,
mereka tak mengatakan apa pun pada orang tua yang tinggal bersamanya?
Lancang sekali!
Dari mana mereka belajar seperti itu?
Tolong jangan katakan aku yang beri tahu.
Aku takut Bibi akan membuat keributan.
Baiklah.
Panggil ayahmu dan anak tertua.
Apa? Cerai?
Ji-Myung?
Benar, sayang.
Nenek marah besar karena mereka lancang.
Ayah tak mungkin membiarkannya.
Bibi sekarang dalam masalah besar.
Kalau Ayah sudah marah, sulit untuk dipromosikan.
Pastinya.
Itu benar-benar lampu hijau untuk kita.
Cepat bawa Ayah ke sini.
Baiklah, aku akan segera datang.
Kenapa tiba-tiba datang rezeki nomplok?
Chaltteok, kamu membantu Ayah ya?
Mengapa tak datang?
Mengapa tak terima teleponnya?
Mengapa kamu suka mempersulit keadaan?
Soal anak,
aku sudah bilang cerai dulu, baru selesaikan!
Aku ingin mengatakan sesuatu.
Tapi jangan di sini.
Ayo pergi.
Kak.
Ada apa dengan wajahmu?
Apa kalian berdua, ada masalah?
Apa?
Apa istrimu mengatakan sesuatu?
Kenapa membicarakan Yeon-Doo lagi?
Bukan apa-apa.
Sampai nanti.
Ayo.
Apa?
Kita sama saja dengan pasangan bisnis.
Tentang perasaanmu, urus saja sendiri.
Sebenarnya apa yang kamu lakukan di rumah ini?
Kemarin Kakak Iparku, hari ini Kakakku.
Mengapa aku harus mengatakan hal seperti itu pada Oh Yeon-Doo?
Apa kemarin aku terlalu berlebihan?
Maaf soal kemarin.
Ayo siapkan pesta ulang tahun di toko kami.
Nanti kamu datang jam berapa, menantu Gong?
Co-Parenting?
Sebenarnya agak beda,
tapi jangan bercerai,
dan dengan mengasuh anak kita bersama,
aku mengajakmu hidup menjadi partner mengasuh anak.
Hanya jadi partner asuh anak saja?
Apa maksudnya itu?
Kamu bilang tak mau mengasuh anak tanpa ibu kan?
Aku juga.
Jadi?
Sekarang kamu baru bilang tak ingin cerai?
Kalau kita percaya diri mengasuh anak tanpa bertengkar.
Hanya benar-benar bekerja sama, mengasuh anak bersama secara menyeluruh.
Rekan asuh, tak menginginkan perhatian atau kasih sayang satu sama lain.
Memangnya itu masuk akal?
Mengapa tidak?
Jika kita berpikir sebagai sebatas rekan,
kita bisa fokus mengasuh anak saja tanpa menguras emosi, 'kan?
Tanpa hubungan sebagai suami-istri?
Menganggap satu sama lain sebagai orang lain?
Cukup ganti satu kasur menjadi dua kasur.
Aku...
...bisa saja mempunyai orang lain.
Aku tak peduli.
Selama kamu setia mengasuh anak.
Ini...
...kesimpulan terbaik yang aku pikirkan tentang mengasuh anak.
Sebagai pria dan wanita,
dan sebagai suami-istri, hubungan kita berakhir,
dan hidup hanya sebagai orang tua?
Benar.
Meski kita gagal menjadi pasangan,
mungkin berbeda dalam menjadi orang tua, 'kan?
Bagaimana kalau aku menolak?
Mau tak mau, aku harus menuntut hak asuh orang tua.
Aku takkan menyerah sampai akhir.
Kamu orang yang mengerikan, rupanya.
Selama kamu setuju, hal itu tak akan terjadi.
Pertama-tama, kita coba dulu.
Kalau tetap tak bisa, saat itu...
...belum terlambat untuk bercerai.
Ya, Ayah.
Kami datang terburu-buru karena dipanggil.
Ada masalah apa?
Kalianlah yang membuat masalah.
Apa maksudnya bercerai? Tak masuk akal.
Bagaimana Nenek tahu tentang itu?
Dari mana Nenek mendengar itu?
Siapa yang membicarakannya?
Apa pentingnya itu?
Apa masuk akal kalian memutuskan sendiri urusan penting,
tanpa mendiskusikan apa pun dulu?
Maafkan kami, Nek.
Nenek.
Sampai mereka bisa memutuskan cerai,
betapa banyaknya yang harus dikhawatirkan?
Orang yang paling menderita di sini,
adalah Ji-Myung dan Saudara Ipar Cha.
Katakan!
Apa kalian akan bercerai?
Apa kalian benar-benar akan jadi orang asing satu sama lain?
- Nenek, itu... - Kami,
tidak akan bercerai.
Apa lagi ini maksudnya?
Kalian jadi bercerai atau tidak?
Aku...
...hamil.
- Sayang. - Apa?
Tidak, kamu sekarang bilang hamil?
Hamil?
Apa maksudnya itu?
Tidak mungkin.
Orang yang mau bercerai bagaimana tiba-tiba hamil?
Benar, 'kan, Saudara Ipar Cha?
Itu benar.
Dia sudah hamil tiga minggu.
Kami bertengkar hebat sampai ingin cerai,
tapi kami tidak akan bercerai.
Tak usah khawatir.
Astaga.
Anakku.
Apa kamu dengar, sekarang?
Ji-Myung mempunyai anak!
Benar. Aku juga bingung.
Bagus, Ji-Myung! Benar-benar bagus!
Hidup satu ruangan dengan orang lain,
benar-benar sulit.
Apa yang terjadi?
Apa kamu yang bilang? Kalau kami akan bercerai?
Kenapa kamu begitu lagi? Aku tak pernah mengatakan hal itu.
Kalau bukan kamu,
bagaimana bisa anggota keluarga bisa tahu soal perceraian kami?
Hari ini aku tak bergerak satu langkah pun dari sini.
Aku tak bertemu dengan siapa pun.
Kamu mau aku mempercayai itu?
Apa kamu...
...pernah mengunjungi Kakak Ipar?
Tidak.
Itu benar-benar bukan aku. Mengapa aku memberi tahukan hal itu?
Siapa yang tahu soal itu.
Entah apa untungnya masuk ke rumah ini,
entah mengapa melakukan hal ini,
katakan fakta sebenarnya.
Kepada siapa kamu ceritakan?
Sayang, hentikan.
Kita harus menangkap anak seperti ini dari awal!
Anggota keluargaku memperlakukanku dengan sangat lembut.
Kenapa kamu begini padaku?
Apa yang aku lakukan begitu salah?
Kamu mau terus memutar kata-kata?
Di rumah ini tak ada yang percaya padamu selain Ibu mertuamu!
Kamu hanyalah tamu tak diundang!
- Tamu tak diundang? - Kamu tak tahu?
Cepat katakan.
Tak mau katakan?
Ya, benar.
Aku yang melakukannya.
Aku...
...mengatakan pada anggota keluarga bahwa kalian akan bercerai.
Puas?
Sudah kuduga akan begini.
Aku sudah tahu itu perbuatanmu!
Adik Ipar!
Bagaimana kamu menjaga istrimu?
Baru beberapa hari sejak dia masuk rumah,
sudah membuat ribut di keluarga.
Minta maaf padanya.
- Apa? - Aku bilang minta maaf pada Yeon-Doo.
Untuk apa aku minta maaf?
Setelah apa yang istrimu perbuat kepada kami?
Yeon-Doo bahkan tak berkata apa pun kepadaku.
Dia bukan orang yang bermulut ember tanpa sebab.
Aku tahu itu.
Kamu senang tahu soal itu?
Kalau begitu ini ulah siapa? Tidak ada orang selain dia.
Itu bukan urusan kami.
Kakak sendiri yang harus cari tahu.
Dia bukan tamu yang tak diundang, jangan jahat kepadanya.
Jaga perkataanmu padanya, dan jangan muncul tiba-tiba.
Kamu benar-benar sudah gila ya?
Kamu sangat menyukai istrimu?
Sayang, ayo pergi dulu.
Maafkan kami. Aku pergi.
Apa ini cukup untuk nutrisi wanita hamil?
Apa urusannya denganmu?
Kita sudah putuskan untuk hidup seperti tak ada satu sama lain.
Biarkan saja piring kotornya.
Aku akan cuci nanti.
Maafkan aku.
Aku sudah membuatmu menderita.
Aku satu-satunya orang di rumah ini yang kamu kenal,
tapi aku malah tak berguna, kejam padamu.
Mengapa...
...tiba-tiba begini?
Aku tak mempunyai hubungan apa pun dengan Kepala Jang.
Aku pernah menyukainya sesaat waktu masih kecil.
Hanya itu saja.
Aku tak nyaman terus berhubungan dengannya.
Aku jadi kesal padamu,
tanpa alasan jelas.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku mengerti.
Lain kali,
jangan begitu lagi!
Ya.
Bersiaplah untuk pergi.
Sebagai permintaan maaf, aku belikan makan malam yang enak.
Bersiaplah!
Aku akan makan banyak makanan yang sangat mahal!
Ibu yang salah.
Jangan pergi, Se-Jin.
Ibu tidak akan berhutang lagi.
Kamu benar-benar akan terus seperti ini?
Aku akan menelepon sekarang,
agar tidak mengirimmu ke Amerika!
Terserah saja.
Aku akan menghilang tanpa memberi tahu ke mana aku pergi.
Se-Jin!
Pergilah.
Sekarang kita,
mau pergi ke mana?
Kamu akan tahu saat masuk.
Masuklah dulu.
Ya.
Ya, Ibu?
Kami ke luar sebentar.
Restoran macam apa ini?
Apa sudah tutup?
Yeon-Doo, Selamat Ulang Tahun!
♪ Selamat ulang tahun ♪
♪ Selamat ulang tahun ♪
♪ Pada Yeon-Doo yang tersayang ♪
♪ Selamat ulang tahun ♪
Bibi, selamat ulang tahun!
Yeon-Doo, kamu tak tahu hari ini hari ulang tahunmu, 'kan?
Kak, ini toko kami. Bagus, 'kan?
Apa yang kalian semua lakukan?
Aku terkejut.
Yeon-Doo!
Anakmu baik-baik saja, kan?
Ibu.
Selamat ulang tahun.
Tiup lilinnya, Yeon-Doo.
Ayo tiup bersama semuanya.
Paman.
Apa itu hadiahnya Bibi?
Bukan.
Paman beli hadiah untuk Soo-Gyeom.
Benarkah?
Aku senang!
Apa itu?
Aku sudah dengar dari Presdir.
Kamu dipindahkan ke cabang Amerika.
Ya, Nyonya Lee.
Aku akan pergi dulu untuk sekarang.
Ini semua karena anakmu yang membanggakan.
Apa anak itu terjebak di paviliun?
Dia pergi keluar bersama Yeon-Doo.
Sangat bagus mereka masih bisa berbahagia.
Ayo masuk.
Sepertinya para anggota keluarga ada di kamar semua ya?
Rumah terlihat sepi.
Ada banyak yang terjadi hari ini.
Ji-Myung hamil.
Oh, ya?
Hal yang bagus.
Selamat, Nyonya Besar.
Aku takkan khawatir kalau kamu yang datang ke rumah ini.
Aku tak suka hal-hal yang ada di paviliun.
Itu semua sudah berlalu.
Meski saya pergi ke Amerika,
aku akan berkabar sesekali.
Baiklah, terima kasih.
Ini pembayaran apartemen yang disepakati dengan Ibumu.
Aku memanggilmu karena ini.
Entah kamu yang pakai,
atau kamu berikan pada Ibumu, terserah padamu.
Sampai akhir,
aku menerima bantuan dari Nyonya.
Aku akan terima dengan berterima kasih.
Kunci paviliun.
Ini.
Wah!
Ini, luar biasa!
Ini yang aku inginkan!
Aku memohon pada Ayah untuk membelikannya.
Itu terlalu mahal untuk kantong Ayah.
Terima kasih, Kakak Ipar.
Sedang apa? Kamu harus berterima kasih.
Paman, terima kasih.
Aku benar-benar berterima kasih.
Tak perlu berterima kasih.
Karena Soo-Gyeom suka,
aku merasa lebih senang.
Imutnya.
Benar-benar imut.
Oh iya,
aku putuskan nama panggilan bayiku Jinjja.
Benarkah?
Namanya Jinjja?
Bagus sekali.
Jinjja benar-benar bagus.
Jinjja,
ini nenek dari pihak Ibu! Aku sangat rindu padamu!
Jinjja,
kami rindu padamu!
Cari pekerjaan. Cari rumah untuk tinggal sendiri.
Cari rumah,
untuk tinggal sendiri.
Kalau sudah tiga bulan,
selesai?
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
The Real Has Come!
Jinjja,
Ibu akhir-akhir ini makan,
makan, makan, dan makan lagi!
Enak sekali!
Sebenarnya apa yang kamu lakukan?
Bukan apa-apa.
Yeon-Doo sepertinya memakannya.
- Tae-Kyung! - Kenapa?
Pertama kali lihat Bungeoppang? [Kue Bentuk Ikan Mas]
Itu?
Salah memeriksa waktu, jadinya gagal.
- Dalam tiga bulan... - Apa?
Tidak banyak wanita yang tetap menjadi pacar Tae-Kyung lebih dari tiga bulan.
Menjadi menantu, dan menjadi suami,
aku tak tahan lagi.
Hubungan yang rumit ini,
tak cocok denganku!
The Real Has Come!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.