Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
SNAG atau SNAGGING - Penangkapan ikan ilegal yang gunakan kail berduri, jadi ikan tak perlu mengambil umpan dengan mulutnya. Juga dikenal sebagai FOUL HOOKING.
SAAT ITU
Bisa pesan bir, tolong?
Bir.
Yang besar. Tolong.
Bir.
Yang besar.
Ya.
Tambah lagi.
Aku tak mengerti bahasa Inggris, gringo.
Tambah lagi.
Aku bukan gringo. Gringo orang Amerika.
Tidak bisa bahasa Inggris.
Tidak, aku tak bisa bahasa Spanyol.
Aku tak mengerti apa yang kau bilang.
Tidak, terima kasih. Aku tidak minum miras.
Selamat datang.
Aku tidak minum miras. Terima kasih.
- Tequila. - Aku tahu itu.
Terima kasih.
Tidak menghormati.
Persetan.
Kenapa tidak? Lagipula aku sudah mati.
Satu tequila.
Baik!
Kau mengerti itu.
Bersulang.
Bersulang.
Halo.
Aku biasanya tidak menerima telepon di sini.
Sudah kuduga ada yang tak beres.
Ya. Kurus sekali...
Rambutnya pirang dengan mata biru.
Dia kelihatan sekarat?
Orang biasanya mampir di sini dalam perjalanan ke Grim Reaper.
Ya...
Bos.
Terserah kau.
Baiklah.
- Subtitle by RhainDesign -
- Halo. - Ayo. Lanjutkan.
Kau bisa bahasa Inggris?
Sedikit.
Minggir, teman-teman.
Sampai jumpa.
Sialan, nona!
Aku Valentina Ventura De La Cruz-Santana.
Kurasa kau kenal siapa ibuku.
IBUNYA
Kau menyentuh orang ini sekali lagi...
Kau akan tahu. Mengerti?
Tapi ibumu memerintahkan kami membunuhnya.
Dia baru saja menelepon.
Kurasa kau tak mengerti.
Kau melihat ibuku di sini? Tidak, kan?
Jadi aku yang buat perintah di sini.
Singkirkan senjatamu...
Tak ada yang perlu terluka.
Mengerti?
Maaf.
Kau suka berkelahi... Orang kulit putih?
Aku tak bisa bahasa Spanyol.
Tukang bikin onar.
SAAT INI
Jika ada masalahmu datang kembali
menyerangmu dan melibatkan putriku...
kurasa kita berdua tahu bagaimana itu berakhir.
Hei, gringo! Kau sudah datang.
- Aku kerja disini. - Meragukan.
- Baiklah. Kau mau aku di mana? - Di belakang limusinku.
Kau bajingan nakal, kau tahu itu?
Jaga pintunya, el gringo.
Gringo orang Amerika, Javi.
Jadi?
Jadi, aku dari mana?
Austria?
Inggris?
Australia. Aku cuma bercanda. Santai.
Kau cuma cari tempat
atau sebenarnya satpam?
- Tergantung. - Pada?
Pada saat Javi memberiku bir.
Tunjukkan contoh yang baik di sini.
Harus menyenangkan karyawan.
Ya, kau orang yang menyenangkan.
Ya.
Tuan menyenangkan, sepertinya kau tepat waktu.
- Kau bilang apa? - Apa maumu?
Sialan.
Baik.
Santai.
Jangan ludahi ini.
- Hai! - Ibu!
Baiklah.
Terjadi lagi.
Aku tahu, tapi aku suka saat dia mengatasi ini.
SAAT ITU
Sialan, Hector!
Tidurlah.
Oke, semuanya, begini...
Sebentar lagi, Hector ini akan bangun.
Dia akan menyadari ada senjata yang ditodongkan ke kepalanya.
Saat itulah aku menahannya di bawah todongan senjata,
mengambil tas yang membuatku ke sini,
perlahan, dia dan aku akan menuju pintu. Paham?
Hai. Selamat pagi.
Ayo bangun.
Ambil tasnya.
Terima kasih.
Kalian sepertinya mengerti bahasa Inggris dengan sangat baik,
jadi tak perlu kujelaskan
apa yang terjadi jika ada gerakan tiba-tiba.
Tasnya, tolong.
Oke. Ayo pergi!
- Jackpot, sayang! Lihat. - Berapa?
Banyak.
Sayang, kau berdarah.
Kau berdarah.
Sayang, aku tak mengerti kau ngomong apa.
Maaf.
Belajarlah bahasa Spanyol
orang Australia bermata biru.
Aku tak mau melihatmu mati.
Kepalaku, bung!
Untuk apa itu?
Kalian mabuk tequila.
Apa gunanya datang ke Meksiko?
Budaya. Pemandangan indah.
- Ya? - Ya.
- Sialan kau. - Sialan!
Sampai jumpa homo...
Sampai jumpa homo!
Sayang, bangun.
Bangun. Sayang!
Sayang?
Bangun.
Sayang, bangun!
Kita harus pergi! Sekarang!
Sekarang!
Kita harus bergerak!
Cepat, sayang.
Sayang, tetap berbaring.
Bagus.
Jangan bergerak.
Orang kulit putih.
Kau masih hidup.
Kepalaku.
Menyakitkan.
Membosankan disini, papi. Kita butuh musik.
Bisa ganti lagunya?
Yang benar saja. Itu lagu bahasa kalian.
Javi.
Santai.
- Lebih baik? - Ya.
Hai, bagaimana penghasilan kita?
Lumayan untuk hari Selasa.
Bagaimana pekerjaanku?
Satpam mendapatkan tip?
Berapa tip yang dia dapat?
Pembeli bir.
Terima kasih.
Terus usir bocah itu
sebelum mereka cukup mabuk untuk memberi tip, papi.
Karena itu aku di sini.
Siapa yang menaruh ini?
Bukan aku.
Tidak. Jangan menyalahkan aku.
Tujuanmu berada di sini untuk mencegah masalah.
Itulah yang kulakukan. Aku mencegah masalah.
Beda tipis, bajingan. Cukup minum, dan mereka beri
uang banyak, hijau, dan indah saat pulang. Jika mereka terlalu mabuk...
Kau menyimak? Ini tentang kau.
Terima kasih. Mereka mengacaukan barku dengan
kau gunakan mereka untuk mengepel lantai.
Jadi penjaga, dan pembersih.
Bagaimana kau bisa salah?
Kau sangat cerewet, jalang.
Ini barku, jalang.
Satu untukmu.
Dan satu untukku.
Satu untukmu.
Untuk kita.
Itu dia. Bajingan.
Awas kepalanya.
Dia sangat berat.
Kau tak apa?
Tak apa?
Ya, papi, tak apa.
Sampai jumpa besok.
Tidak jika aku melihatmu.
Tidak jika melihat apa?
Pertama. Tidak jika melihat...
Ini seperti... kau tahu apa...
Lupakan.
Selamat malam, papi.
Lihat, dia ngiler.
Jorok.
Pria yang malang.
Selamat tidur teman.
Lihat tempat ini...
Jorok. Baunya menjijikkan.
Sangat memalukan.
Ayo pergi.
Kau terdengar lucu untuk seorang gringo.
Itu karena aku bukan gringo.
Sudah kuberitahu itu, Bu.
Benar. Ibu lupa.
Kau jalan jauh ke Meksiko. Kenapa? Kenapa Meksiko?
Ya. Aku tahu kenapa Meksiko.
Tapi kenapa tinggal di sini, bersama putriku?
Kurasa Amerika lebih cocok untukmu.
Tanah harapan dan impian.
Itu alasan kalain datang ke sana sejak awal, bukan?
Ke sanalah semua orang pergi saat kabur dari sesuatu.
Dan kau?
Kau terlihat seperti gringo yang selalu kabur dari sesuatu.
Entah kenapa.
Sekali lagi, bukan gringo.
Bukan itu intinya, orang kulit putih.
Kau meninggalkan Australia karena kau kabur.
Keluarga berantakan?
Mungkin, tapi tidak, bukan itu.
Untuk mencari jati diri, atau mungkin kabur dari diri sendiri.
Tapi kemanapun kau pergi, disitulah kau.
Itu agak klise.
Kemanapun kau pergi, disitulah kau.
Kedengarannya lebih bagus dalam bahasa Spanyol, benar?
Semuanya terdengar lebih bagus dalam bahasa Spanyol.
Kau pindah ke Amerika untuk menemukan impian Amerika.
Tapi, kau akhirnya bekerja sebagai pengedar narkoba
untuk kartel narkoba Meksiko.
Dan... itu dia,
duduk di hadapanmu lagi.
Tapi...
Kau sudah hindari peluruku.
Orang mana pun yang bisa selamat dari peluruku...
bisa menjaga putriku.
Dengan segala hormat, putrimu yang menjagaku.
Itu romantis. Ya.
Ya.
Meski begitu, jika ada masalah
yang kembali menyerangmu
dan melibatkan putriku...
Kurasa kita berdua tahu bagaimana akhirnya itu?
Baiklah.
Lepaskan.
Baiklah. Hentikan.
- Kau menyerah? - Ya, aku menyerah. .
Hei, Marco.
Senang bertemu lagi, bung.
- Kau baik? - Aku baik. Kau?
- Ya. - Baiklah.
- Miras? - Satu-satunya obat, sobat.
Satu-satunya obat.
Bersulang.
Jadi, terakhir kali melihatmu, kau disewa untuk membunuhku.
- Tidak. - Ya.
Kau yang disewa untuk membunuhku.
Ya. Aku tahu itu sesuatu.
Itu juga sesuatu.
Kau kelihatan lebih baik.
Javi menyebutnya... tunawisma elit.
Menyia-nyiakan lagi di Margaritaville.
Aku tak menyia-nyiakan apa pun, sobat.
Akhirnya kutemukan tempat yang bisa membuat bahagia.
Ya.
Ya.
Mengingatkanku akan sesuatu yang hilang.
Ini caraku untuk tetap dekat.
Jadi bagaimana kau menemukanku, Marco?
Ada masalah datang.
Baiklah, sok tahu.
Aku tahu di mana kau berada selama ini.
Masalahnya, sekarang semua orang tahu.
Karena kau banyak ngomong.
Itu bukan gayaku, saudara. Kau mengenalku.
Ya, aku tahu.
Dia masih hidup.
- Apa? - Valentina.
- Jangan begitu. - Valentina masih hidup.
- Marco. - Dia masih hidup. Aku melihatnya.
- Marco, jangan macam-macam. - Kemari.
Tidak. Bagaimana?
Kau pergi terlalu cepat.
Aku melihatnya.
Ibunya menahannya di kompleks
seperti gadis yang dikelilingi oleh naga.
Kubawa kau padanya.
Kau kembali bekerja untuk Victoria?
Jalang itu mau aku mati sepertimu.
Mungkin tak sebanyak kau.
Dan aku punya teman.
Punya teman.
Kau bilang sudah melihatnya.
Apa untungnya bagimu?
Kehormatanku. Loyalitasku. Penghargaanku.
Dan?
Tujuh puluh lima ribu.
- Itu dia. - Memang.
Apakah aku terlihat seperti punya 75 ribu?
Tidak?
- Tidak. - Tidak.
Tapi kau punya.
Kau mencuri dari Victoria dan kabur.
Bagaimana kau bisa habiskan uang sebanyak itu tanpa diketahui?
Masa-masa sulit, saudara.
Begitu kau menemukan kekasihmu.
Aku akan segera pergi.
Dan kita impas. Sepakat?
Kuharap kau siap untuk menggali.
Apa?
Itu lima gigi emas.
Belajar menggunakan benang gigi.
Kumohon. Aku tak mengerti apa yang kau katakan.
Kubilang terlalu banyak gigimu yang berlubang, gringo.
Anggap ini cabut gigi gratis.
Hei, bukankah ini cara kita bertemu?
Nasibmu terlihat lebih suram.
Orang ini bukan petarung, sayang.
Aku tak berpikir yang satu ini akan lolos.
Dan dia pasti tidak akan jatuh cinta
dengan gadis Meksiko yang cantik.
Tak ada yang suka
sek gila, kan, sayang?
Kau orang romantis yang putus asa, Nak.
Tapi ingat
kalau kau bisa saja mengalami seperti
bajingan malang ini.
Aku tak terlalu takut jika kau bicara bahasa Inggris.
Kumohon.
Kau harus takut.
Kau berada di akhir perjalanan terpanjang
dan terburuk dalam hidupmu.
Tolong.
Ayo, sayang.
Kau teninggalkan aku disini begitu saja?
Jalan saja, sampai kau tak bisa lagi berjalan.
Tolong!
Tolong jangan. Tidak!
Tidak.
Kumohon! Tidak.
Tidak!
Tidak!
SI KEMBAR
Kau bisa baca bahasa Spanyol?
Biar kucoba.
Saciar La Sed.
Kau mengerti?
Tidak.
Jadi suatu hari aku mengajaknya kencan,
kami mulai saling merasa lebih nyaman.
Kuputuskan mengajaknya menonton film horor.
Mulai menurunkan ego. Kau mengerti maksudku.
Jika ada bagian menyeramkan, dia mengulurkan tangan,
meraih lenganku, menyandarkan kepalanya di pundakku.
Dengan ketakutan tiga atau empat kali,
sandaran tangan itu naik, lenganku melewati bahunya.
Kau tahu yang terjadi selanjutnya.
Tapi dia bilang dia tak suka menonton film horor.
Atau, dia belum pernah ngompol di celana saat masih kecil.
Dia tak menyukainya. Sempurna.
Aku bisa jadi pahlawan.
"Jangan khawatir. Kau aman bersamaku. Aku menjagamu, sayang."
Sony dan Cher.
Dia menyukaiku. merasa nyaman denganku. Dia mempercayaiku.
Jadi kami pergi. Aku bernasib sial.
Ketakutan pertama, dia mencakarku begitu parah hingga aku berdarah.
Ketakukatan ke dua, dia menggigit bahuku dengan mulutnya.
Ketakutan terakhir, lenganku akhirnya melingkari bahunya.
Dia sangat ketakutan, bagian belakang kepalanya terangkat
dan menghantam tepat di rahangku.
Gigiku masih goyang.
Apa yang lucu?
Kurasa gadis itu target yang gampang.
Apa maksudmu?
Taruh laba-laba di ranjangnya
atau di tubuhnya, atau di tempat seperti laci atau semacamnya...
tinggalkan pesan rahasia, bunyinya, "Apakah pintumu tidak terkunci?"
Kemudian jangan menanggapi, berhari-hari.
Dia akan sangat ketakutan. Dan dia jatuh ke pelukanmu.
Pahlawan, makin kuat.
Kenapa aku tak pikirkan itu?
Selamat datang, gringo. Mau pesan apa?
Tolong, dua bir.
Lihat itu? Dia bahkan bisa bahasa ibumu.
Dua bir. Akan kubawakan.
- Bisa buka kasbon? - Kami tak melayani kasbon.
Aku sangat haus.
Buka kasbon? Bisa. Tak masalah.
- Kak. Ada apa?
Kau tahu aturanmu, "Jika melihat sesuatu, katakan sesuatu"?
Kulihat sesuatu.
Seperti hantu?
Tidak.
Orang itu?
Apa yang kau lakukan?
Klik, klik. Bang, bang.
Mereka punya senjata, jalang.
Kenapa beritahu aku? Kita punya satpam.
Aku tau. Tapi dia tak ada di sini.
Ya, sedikit lebih dalam.
Sedikit lagi.
- Halo? - Hai. Kau sibuk?
Tidak, aku bisa ngobrol. Ada apa?
Bisa datang lebih awal?
Tidak, aku sibuk.
Apa yang kau lakukan?
- Kau butuh sesuatu, Javi? - Itu...
Kau sangat ahli dalam pekerjaanmu sebagai satpam.
Kau satpam terbaik. Aku merasa aman saat kau ada di sini.
Javi, ada apa?
Jangan panik, tapi ada dua orang.
Keduanya bersenjata.
- Di bar? - Ya.
- Mereka merampok? - Tidak, mereka mau buka kasbon.
Kita melayani itu?
Tidak, tapi saat kulihat pistolnya,
Aku berhenti memperhatikan.
Baiklah, Javi. Kau dengar dengan sangat hati-hati.
- Kau parkir di belakang? - Selalu.
- Kau dengan Jackie? - Tentu, papi.
Kalian harus keluar dan masuk ke dalam mobil.
- Limusin. - Limusin.
Keluar dan masuk limusin dan kemari jemput aku. Paham?
- Siapa yang akan jaga bar? - Sekarang, Javi!
- Kami dalam masalah? - Kujelaskan nanti.
Kutunggu di sini. Jangan menarik terlalu banyak perhatian.
"Jangan menarik terlalu banyak perhatian."
Minta itu.
Apa... Hei!
- Kita harus pergi. - Kenapa kita harus pergi?
Aku akan pergi.
Hai, kau ngapain?
- Menggali. - Kenapa?
- Demi uang. - Uangnya ada di sini.
Ya, uangnya ada di lemari.
Kenapa aku menggali?
Karena menyenangkan melihatmu berkeringat, Marco.
- Brengsek! - Jangan berdebat. Kita harus pergi.
- "Jangan berdebat." - Kita harus pergi sekarang.
Menggali lubang yang tidak kita butuhkan.
Apa ini?
MALAIKAT MAUT
Kurasa kita sudah lama menunggu.
Ya, karena tak ada yang menyukaimu.
- Mereka menghilang. - Aku tahu, dasar bodoh.
- Apa yang kulakukan? - Kau biarkan mereka pergi.
Kau mau buka kasbon.
Apa hubungannya?
Masuk ke mobil, Duncan.
Kau bercanda?
Ada yang mau bilang apa yang terjadi?
Hai, aku Marco.
Hai, aku Jackie.
Jabat tangan yang bagus.
Sekarang, ada yang bisa beritahu apa yang terjadi?
Orang-orang di bar.
- Bersenjata. - Mereka mencariku.
Siapa pun di sekitarku tak aman sampai aku mencari tahu.
Cari tahu apa?
Makin sedikit kau tahu, makin baik.
Ini mulai terdengar
seperti dunia bawah tanah yang benar-benar gelap, papi.
Tunggu. Ini dunia bawah tanah yang benar-benar gelap...
Aku akan mati? Aku pengemudinya?
- Javi... - Tunggu. Orang-orang itu.
- Si rambut pirang. - Apa?
Orang kulit putih di barku yang kata Javi bersenjata.
Tunggu sebentar. Mereka gringo?
Bukan juga yang terlihat tangguh.
Javi, kau tahu apa itu gringo, kan?
Papi, orang kulit putih dari Amerika.
- Dan mereka kulit putih? - Kulitnya bintik-bintik.
Apa yang terjadi, Marco?
Aku tak tahu. Mungkin wanita tua itu mau melakukan diversifikasi.
Kita harus menghentikannya.
Hai.
Silahkan di isi.
Tentu.
- Ada lagi, gringo? - Ya.
Bisa lepaskan tanganmu dari senapan
dan berikan aku bensin seharga seribu peso.
Dan sebungkus rokok.
Selamat datang.
Brengsek!
- Maaf, Paman. - Lagi?
Bersihkan itu.
Sebelum aku benar-benar marah.
Miguel!
Ya, Paman.
Bawa jergennya.
Maaf, Paman.
Tak berguna.
Maaf soal senapannya.
Aku tak ingat kita pernah saling kenal.
Kau tak pernah pernah mengabari kami.
Kupikir tiga tahun sudah cukup lama.
Kudengar kau sudah mati.
Kemudian kudengar belum, tapi kau bisa mati.
Aku senang kau masih hidup.
Ya, kau mengenalku. Aku masih hidup selagi aku masih mampu.
Kalau begitu aku tahu siapa kau dan sejarahmu...
Aku sudah pergi.
- Dan sekarang? - Aku kembali.
Kau tahu apa yang terjadi padaku jika membantumu?
Aku tahu.
Aku selesai dengan semua itu. Aku bersih. Kujalankan bisnis.
Aku punya keluarga. Aku bahagia.
Aku tahu itu.
Tapi, aku tak akan ada di sini jika bukan karenamu.
Aku akan membantumu.
Tapi setelah kau sudah pergi jauh...
Kuberi waktu waktu 30 menit sebelum aku menelepon.
Valentina masih hidup, Ramon.
Ikut aku.
KEMUDIAN
Lebih aman jika kau belajar bahasa Spanyol.
Aku sudah tahu bahasa Spanyol.
- Kurasa tidak. - Tidak, aku tahu.
Sabtu...
Sembilan...
Itu angka.
Apa?
Itu kata yang buruk.
Kau sering ngomong seperti itu.
Aku tahu tapi...
- Coba lagi. - Baik.
Di mana ini...
Perpustakaan?
Hentikan. Tidak.
Hentikan. Ikuti aku.
- Baik. - Ulangi bersamaku.
Baik.
Valentina...
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Ya?
Lumayan.
Aku punya sebuah rahasia.
Kau punya rahasia?
Ya...
Aku setengah jalan melalui Rosetta Stone.
Siapa Rosetta Stone?
- Apa? - Siapa dia?
Kenapa kau tertawa?
Siapa dia?
- Itu dari buku. - Dari buku?
- Buku. - Ya. Aku belajar bahasa Spanyol.
Aku belum belajar sampai situ.
Menurutku kau perlu bergaul dengan lebih banyak orang Meksiko.
Pakai Buku. Sayangku. Untuk belajar bahasa Spanyol?
Serius?
Kau orang kulit putih. Kau tahu itu.
Tapi aku akan mengajarimu.
- Ya? - Ya.
Sudah pensiun, ya?
Ini jaminan. Ini semuanya.
Sudah tiga tahun tak tersentuh.
Harusnya masih berfungsi.
Ini semuanya.
Keluarlah dan angkat tangan!
Kami sudah mengepungmu!
Jangan lihat aku. Aku bersamamu.
Apa-apaan ini?
Lihat di sini.
Dikepung?
Kenapa kau bilang di kepung?
Itu yang seharusnya kau katakan.
Harus bilang apa, penjinak bom?
- Itu tak penting. - Kalian diam!
Brengsek, Konfrontasi dengan Bandit Meksiko di pom bensinku sendiri.
Pak, kami tak bermaksud mengganggu.
Jika kau bisa diam dan membuang senjatamu,
kami akan membawa ketiga orang ini dan pergi.
Tiga orang? Kenapa kau membawanya?
Marco Antonio Benitez dicari di empat negara berbeda.
Bukan mereka, bodoh. Dia!
Orang ini dicari karena membantu dua buronan kabur.
Miguel? Dia bahkan tak bisa mengepel lantai.
- Tunggu, siapa? - Marvin, siapa itu?
- Siapa? - Orang yang kau todong pistol.
Ini Javi.
Itu bukan Javi, bodoh.
Aku Miguel.
Halo. Aku Javi.
Brengsek!
Kalian benar-benar payah dalam hal ini.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Aku tak tahu yang harus kita lakukan...
Kita akan mati.
Semuanya baik-baik saja? Kau tak apa?
- Ya. - Kalian harus pergi.
Kalian pergi!
- Bagaimana denganmu? - Jangan khawatirkan aku.
Kau tak bersalah atas kematiannya.
- Lindungi kami. - Ayo cepat!
Masuk!
Ayo!
- Paman. - Tak apa.
Tak apa.
Lindungi...
Harta kita.
Paman.
Aku mau istirahat.
Kau benar-benar penakut.
Beraninya kau.
Dia yang dibicarakan semua orang?
Sialan ini berbeda.
- Ini menyakitkan. - Mau pakai pisau?
- Cepat saja. - Tenang, saudara.
Sialan, tato akan menjadi milikmu selamanya.
- Kau sudah punya tato. - Tapi aku selalu mabuk saat di tato.
Kau mau bir?
Ya.
Sayang sekali. Aku sudah selesai.
- Kelihatannya cukup bagus. - Sebenarnya. Ya.
Kurasa kita selamanya sekarang.
Ya.
Sepertinya kau terjebak denganku.
Aku tak tahu soal itu karena...
Kau masih harus membuktikan padaku kalau kau pantas.
Sungguh?
Kau tahu, kau berharga.
Apa-apaan itu tadi?
Itu penyergapan. Ada yang memberi tahu dia.
Ramon banyak masalah, tapi dia bukan penghianat.
Siapa dia?
Victoria Ventura De La Cruz-Santana.
- Apa? - Kurasa kau pernah mendengarnya.
Ya. Semua pernah mendengar tentang dia.
- Bagaimana kau mengenalnya? - Aku cuma kenal.
- Bagaimana? - Seolah aku sangat akrab, Javi!
Maaf.
Aku tak bermaksud untuk semua ini.
Aku bagus di sana, bukan?
Ya. Kau melakukannya dengan baik.
Apa kubilang! Jangan macam-macam dengan Javier Manuel!
Oke.
- Haruskah aku mengemudi? - Tidak.
Kau yakin? Baiklah.
Apa ini? Di mana kita?
Peternakan sapi tua kakekku.
Ini di luar jangkauan. Tak ada yang menemukan kita di sini.
Di mana kakekmu?
- Di Surga. - Maaf.
Lagipula dia orang tua yang kejam.
Persetan dia kalau begitu.
Ada listrik?
Ini butuh generator.
Bisa dinyalakan?
Sebentar. Aku baru saja masuk.
Bisa kutempatkan barangku?
Tempatkan barang. Taruh di gudang belakang.
Aku tak ke sana dengan sepatu ini.
Kutemani.
Jean-Pierre.
Aku menginjak tai anjingku sendiri hari ini.
Aku tahu anjing kecilku tak akan pernah buang air
di tempatku berjalan dengan sengaja.
Jadi kenapa aku menginjak tai? Ada orang yang mengurus itu?
Dia tak melakukan tugasnya, bos.
Dia tak mengerjakan tugasnya sama sekali.
Bunuh dia.
Anjing kecilku. Aku merindukan wajahnya.
Dia anak anjing yang lucu, bos?
Paling menggemaskan.
Kudengar kau menginjak tai.
Bertelanjang kaki. Parah.
Kau punya sesuatu untukku?
- Tak perlu kau hitung. - Aku tahu.
Kau ingat ketika kita pertama kali bertemu?
Ya, tentu.
Sayang sekali. Dia cantik.
Sangat cantik, bos.
Aku tak mau ada yang selamat. Tapi kau selamat.
Aku menelepon ke bar, barku.
Tepat di luar perbatasan untuk mencegatmu...
Itu bar yang kasar.
Aku beruntung Valentina ada di sana.
SANGAT BERUNTUNG
Dia mencampuri urusanku.
- Dia banyak tahu. - Dia putrimu.
Satu-satunya alasan dia masih hidup.
Kebetulan dia ada di sana?
Mungkin, tapi kurasa tidak.
Saat datang padamu,
menurutku bukan kebetulan.
Kau di tikam malam ini.
Brengsek!
Tidak apa-apa.
Pasti tak ada yang meleset untuk organ vital karena apa?
Hampir.
Orang lain mungkin akan kehabisan darah,
tapi kau tidak.
Kau bisa menembaknya.
Kau bisa meledakkannya.
Brengsek.
Tapi dia tak akan mati.
Maaf, mengecewakanmu.
Kau akan menghancurkan hati putrimu.
Pistol ini membuat putriku kehilangan ayahnya.
Kau pikir aku tak bisa bunuh pengedar narkoba
yang sudah jadi duri di sisiku?
Aku bukan pengedar narkoba lagi.
Kenapa begitu?
Karena aku sulit dibunuh.
Kau akan kehilangan orang terbaikmu,
yang berarti kau akan kehilangan uangmu.
Kualitas terbaik.
Aku merasa kau agak sombong.
Kurasa kaugunakan putriku sebagai tameng.
Menurutmu, seperti apa hidupmu jika kuputuskan
memisahkan kalian berdua?
Aku akan nikahi Valentina, bahkan jika itu membunuhku.
Aku lebih suka menikah dengan restumu.
Sudah kutunjukkan kesetiaanku
kubuktikan kalau akan kulakukan apa saja untuk putrimu.
Masih ada satu kesepakatan tersisa pada kesepakatan kita.
Kuharap kesepakatan itu masih berlaku.
Demi kita semua.
- Mengancam? - Tidak.
Aku tak akan pernah mengancammu.
Bagaimanapun, kita keluarga.
Banyak senjata.
Akan butuh itu.
Pasti banyak melakukan kesalahan.
Aku cumaa pernah buat satu kesalahan.
Aku jatuh cinta dengan putri orang yang sangat berbahaya.
Jatuh cinta, itu tak terdengar sebuah kesalahan.
Itu bukan kesalahannya.
Kesalahannya karena percaya ibunya.
Victoria?
Dia mengambil semuanya dariku.
Aku akan pergi dengan Marco besok pagi.
Kau dan Jackie tinggal di sini dan istirahat sebentar.
Aku akan ikut sekarang.
Ya.
Di hari lain, aku cuma akan berada di bar,
mengantarkan bir untuk orang yang tak mau kukenal,
yang tak mau mengenalku.
Tapi hari ini, aku ikut dalam pelarian dengan temanku.
Demi sahabatku.
Demi menyelamatkan cinta dalam hidupnya.
Sialan... itu romantis.
Javi, ini bukan...
Aku pengemudi pelarian!
Papi, Aku akan jadi orang itu.
Aku tak pernah bisa jadi orang itu.
Jadi kau terjebak denganku.
Dan aku mau ambil yang besar.
Kita harus pergi malam ini.
Itu sudah diatur.
Kau kira ini yang terakhir?
Berapa banyak senjata yang kau bawa?
Pergi berperang.
Tidak.
Sudah kuduga ada yang tak beres di sini.
Dia punya pasukan. Kenapa kau pergi sendirian?
- Karena dia sedang mengujiku. - Dan jika kau gagal?
Aku lelah berlari, Valentina.
Jika kita lari, dia akan mencari kita.
Jika dia tak mencari kita, kita akan tetap berlari.
Dia tak akan melepasku.
- Kesepakatan adalah kesepakatan. - Dan ibuku pembohong.
Akan kuakukan apapun untuk membuat kita tetap bersama.
Valentina...
kita tak punya pilihan lain di sini.
Jika ini berhasil...
katanya dia sendiri yang akan mengantarmu ke altar.
Jika gagal?
- Ini seperti gergaji mesin. - Tarik lebih kuat.
Aku tahu. Aku sudah pakai itu untuk...
hal-hal lain.
Aku bukan penebang pohon.
Mungkin bensinnya habis.
Apa?
Sepertinya kau tahu banyak soal generator.
Aku punya bar jelek di kota kecil.
Listriknya selalu mati.
Baiklah.
Sialan!
Jadi... siapa wanita di pom bensin itu?
Aku tak tahu.
Berapa lama kalian saling kenal?
Dia? Kami dulu bekerja sama.
- Kerja apa? - Ini dan itu.
Sebagian besar?
Sebagian besar.
Jadi apa yang terjadi?
Bos kami...
Victoria. Ya. Dia membencinya.
Dia benci semua orang yang kerja untuknya, sejujurnya.
Menghukum kami untuk hal-hal bodoh.
Menyuruh kami membersihkan tai anjingnya.
Hal-hal seperti itu.
Tapi dia tidak.
Dia yang terbaik. Mengerikan.
Juga... sulit dibunuh. Seperti kecoa.
Wanita itu benci dia.
Dia menginginkannya mati?
Sejak pertama bertemu. Ya.
Kenapa tidak dia bunuh?
Ada yang melindunginya.
Putrinya. Valentina.
Valentina mencintainya. Dan dia juga.
Saling cinta?
Dia tidak tahu Valentina masih hidup.
Dan dia tak tahu masih hidup sampai aku muncul.
Jadi...
Kenapa kau muncul?
Aku berutang padanya.
Maksudku datang untuk uang, tapi aku berutang padanya.
Kau tahu tugas bersihkan tai anjing?
Giliranku suatu hari, dan kubilang, "Tidak, persetan.
Aku bukan kacung.
Aku pembunuh bayaran profesional.
Seperti yang bisa kau bayangkan, itu tak cocok dengannya.
Siapa yang dia kirim mengejarku?
Satu-satunya orang yang mampu melakukannya.
Masalahnya, dia tak muncul.
Dia ambil uangnya, bawa putrinya dan mereka kabur.
Parahnya lagi aku bersedia melakukannya.
Aku ambil uang dan menembak kepalanya jika dia menyuruhku.
Karena itu aku muncul.
Aku selamat karena dia memiliki kehormatan.
Dan kehormatan adalah sesuatu yang kau perjuangkan.
Mau coba generator sekali lagi?
Ya, aku mau.
Kau menyalakannya?
Itu bukan generator.
Sial. Bagaimana mereka temukan kita?
Kita harus pergi!
Apa-apaan?
Sialan.
Dia menemukan kita.
Kau terlihat cantik, putriku.
Ngapain ibu di sini?
Marco!
Javi!
Menurutmu ibu akan melewatkan pernikahan putri ibu?
Tidak, Valentina.
Cuma ada satu target yang belum pernah ibu capai.
Kumohon pada ibu.
Ibu, tolong.
Aku mencintainya.
Bagaimana pepatah itu...
Orang sombong akan jatuh.
Tidak, Bu. Tidak!
Valentina!
- Kau siap jadi orang itu, Javi? - Ya.
Siapa kau?
Sialan.
Papi?
Papi?
Javi.
Tidak. Kau tak apa.
- Papi. - Kau tak apa.
Kau tak apa, sobat.
Ya, tak apa.
Aku harus jadi orang itu.
Aku harus jadi orang itu.
Kau adalah orang itu.
Ya.
Kau adalah orang itu.
Aku orang itu.
Aku orang itu.
Tidak.
Tidak.
- Subtitle by RhainDesign -
Tidak! Hentikan! Tidak!
Tidak.
Sayang.
Terima kasih
karena membuatku
sangat bahagia.
Aku mencintaimu.
Tidak.
Aku tidak tahu.
Tidak.
Baik.
Ya.
Aku akan periksa apakah dia masih hidup.
Sudah terlalu lama.
Kau tak mau bicara?
Aku mengerti. Tak apa.
Mungkin kau mendengarkan.
Kau sungguh berpikir bisa kembali padanya?
Kau sungguh berpikir akan kubiarkan itu terjadi?
Kau mangsa besarku. Dan siapa pun yang mengenalku tahu
Aku selalu menangkap mangsaku.
Tapi kau menolak untuk mati.
Jadi mangsaku lepas.
Siapa yang menangkap mangsaku? Putriku semata wayang.
Satu-satunya orang yang kucintai di dunia ini selain diriku sendiri.
Bisa kau bayangkan teka-teki moral yang menempatkanku di dalamnya.
Ada banyak hal di dunia ini yang tak bisa kau kendalikan.
Kehidupan. Kematian. Dan cinta.
Kau jatuh cinta dengan orang yang salah.
Itu bukan salahmu.
Tidak. Salahmu.
Kau seharusnya mati pada hari aku menemukanmu.
Tapi kau curang. Kau kabur.
Karena kau curang, putriku jadi korban.
Sialan.
Ini seperti Romeo dan Juliet.
Dan kita berdua tahu bagaimana itu berakhir.
Aku mau membunuhmu sejak lama.
Tapi apa yang akan dipikirkan putriku jika kulakukan itu?
Aku memang membuat perintah yang membuat putriku terbunuh.
Tapi keajaiban, itu terjadi.
Beberapa orang dapat kesempatan kedua dan aku dapat kesempan.
Akan kupastikan kau tak pernah mendapatkan kesempatan.
Kau tak akan pernah memeluknya lagi.
Atau anakmu.
Anakku?
Apa?
Kau tidak tahu.
Kenapa kau tak lepaskan kami saja?
Kami begitu dekat dengan kehidupan baru.
Hidup baru?
Kehidupan putriku sempurna sebelum kau masuk ke dalamnya.
Dia tak pernah butuh apapun darimu
Dia tak akan pernah lagi, begitu pula cucuku.
Semua orang di sekitarmu mati, kecuali kau.
Inilah saatnya bagi semua orang di sekitarmu menerima remisi.
Ada apa?
Tidak.
Tolong, kumohon.
Tolong jangan suruh aku melakukan itu.
Kau bilang aku cuma mengawasinya.
Kumohon.
Siapa itu, Bu?
Tidak ada, sayang.
Cuma bisnis.
Aku tak mau melakukan ini.
Tapi aku berutang padanya. Hutang banyak.
Kau tahu bagaimana rasanya berhutang.
Mungkin nanti, aku akan ada di posisimu, tapi tidak hari ini.
Maafkan aku.
Selamat tidur.
Selamat tidur, kawan.
Aku suka dis ini.
Di sinilah aku merasa bahagia.
Duduk di sebelahmu.
Ada apa?
Entah apa yang akan terjadi.
Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Dua dunia yang bertabrakan.
Untuk sebuah alasan.
Alasan apa?
Agar kita bisa membangun dunia baru.
Yang lebih baik.
Jika gagal?
Jika kita menginginkannya, itu akan terjadi.
Aku menginginkannya.
Aku juga.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Sekarang aku menjagamu.
Jika ada masalahmu
datang kembali menyerangmu dan melibatkan putriku...
kurasa kita berdua tahu bagaimana itu berakhir.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.