Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
LIBIA DISTRIK SEBHA
PERS
Ayo. Cepat.
Ayo. Kemari.
Fethi, ayo pergi.
Apa itu si jurnalis?
Kemari!
Lewat sini.
Omar, beri dia air dan suruh dia diam.
Cepat.
Anjing Kotor. Masuk ke selmu.
Ini kamarmu.
Ayo. Kita harus mulai merekam dengan kamera.
- Tenang. Aku akan urus kamera. - Aku urus tamu.
Sonia?
Sonia Gautier?
Sut.
Tenang. Aku kemari untukmu.
Baik, kami akan memberimu minum.
Ini, air.
Berdiri.
Tapi jangan lupa. Lewat sini atau sana, jangan berhenti.
Jangan pergi. Akan kuberikan 2.000 dinar.
Berhenti! Kembali!
Si jurnalis. Di mana dia?
Nyalakan alarm!
Ayo, Semua!
Tidak, dikirimu!
Cari...
Cepat!
Ali...
Ikut denganku.
Itu dia.
Di mana kau?
Jatuhkan senjatamu.
Jatuhkan senjatamu, atau dia mati.
Terima kasih.
- Halo? - Pak Menteri, ini Kruger.
Nyalakan TV-mu. Aku akan tiba sepuluh menit lagi.
Sejauh ini, kita tahu ledakan terjadi sekitar pukul 23.00,
di kamar Hotel Étoile, di jantung distrik delapan.
Menurut kesaksian pertama,
ledakan ini terkait dengan operasi yang dilakukan oleh RAID.
Mereka berusaha melumpuhkan jaringan teroris yang akan menyerang.
Para penyidik tak tahu apakah ledakan itu
terjadi sebelum atau selama penyerangan, tetapi tampaknya ada beberapa korban jiwa.
Sebelumnya, petugas damkar tampak mengeluarkan jasad dari reruntuhan.
Matthieu, kita kembali beberapa menit lagi.
Kami baru menerima siaran pers pertama dari Kementerian Dalam Negeri.
Foto tersangka pelaku percobaan serangan ini.
Namanya Moktar Al Tayeb.
Jika melihat pria ini, laporkanlah ke pihak berwajib.
Hati-hati, dia bersenjata dan berbahaya.
Kita harus siarkan foto lain.
Ya, benar.
Yang kurang bersih, kurang simpatik.
Tentu, kami akan segera menyelesaikan masalah ini.
...gerakan Islam Mesir.
Seharusnya saya katakan lebih awal.
Saya ingin minta maaf sekali lagi, Pak Presiden.
Beberapa operasi konsesi minyak di selatan negara...
Apa yang terjadi?
- Terima kasih, Hervé. Kami baru tahu... - Dia tak sendirian.
...tewas dalam operasi,
termasuk istrinya, Imane Al Tayeb.
Kau kerja di intelijen, 'kan?
Kau sadar menempatkanku pada posisi apa?
Tak ada yang tahu dia ada di wilayah nasional.
Semua departemen akan mengawasiku.
Kita harus temukan dia, secepatnya.
Dia mengontak Victor.
- Pastore? - Ya.
Mereka mungkin akan bertelepon atau bertemu.
Bisa kuutus anak buahku ke sana saat itu terjadi.
Tunggu.
Ini mendesak, dan kau
ingin menyusupkan orang ke keluarga Pastore?
Ini bukan gembala dari kampung.
Polisi narkoba coba itu tiga tahun lalu. Berbulan-bulan.
Mereka biarkan seorang pria mati.
Aku punya orang yang kita butuhkan.
Aku bisa segera memasukkannya ke tim Pastore.
Kau ingat Adam Franco?
Dia bekerja untuk kita 20 tahun ini.
Baik.
Aku mau tidur.
SERANGAN DI HOTEL ÉTOILE
Ini aku.
Perintahkan dia.
TUNISIA SFAX
Seluruh satuan polisi di Île-de-France dikerahkan
untuk menemukan tersangka pelaku serangan ini.
Komisaris Kepolisian Paris baru saja menyatakan keadaan darurat
untuk memfasilitasi penyelidikan.
Sementara di Libia,
kami masih belum mendengar kabar dari rekan kami, Sonia Gautier.
Reporter dan pelapor hebat
yang disandera selama beberapa pekan
oleh kelompok bersenjata di wilayah Fezzan Utara.
Pihak teroris menuntut agar 15 saudara seperjuangan mereka
dibebaskan oleh pemerintah Prancis.
Negosiasinya berjalan lancar
sebelum tiba-tiba terhenti beberapa hari lalu.
Sonia Gautier akan melapor kepada ONU bulan depan
sebagai penyelidikan intervensi negara-negara Barat
di wilayah dunia ini.
PERS
SOLEIL1990 BARU SAJA LOG MASUK
SOLEIL1990 MEMBUAT OBROLAN GIM DENGANMU
GABUNG
OBROLAN GIM
Hei, Kawan. Apa kabar?
Baik, apa kabar?
Kau sedang daring, tetapi aku tak ada waktu, harus pergi.
Kita bicara besok selesai aku kerja, sekitar pukul 16.00.
Baik.
Bagaimana jika main di rumahku? Sudah lama tidak.
Rumahmu?
Ya.
Baik, begitu saja.
PASPOR
REPUBLIK PRANCIS NAMA BELAKANG: HAMON
PRANCIS SEINE SAINT-DENIS
Mokacino krim dengan kepingan cokelat.
Bukankah kau akan berhenti minum kopi?
Aku membuat teh. Biar kutuangkan.
Kau tahu soal Hotel Étoile?
Ya, kulihat di berita. Siapa dia?
Moktar Al Tayeb, panglima perang Sudan.
Dia sekutu Prancis sebelum berganti kubu belasan tahun lalu.
Sejak itu, dia menjadi radikal.
Kini, dia berhubungan dengan ISIS di Afrika Timur.
Kami tahu dia ada di Prancis.
Kami menghentikan salah satu serangannya, tetapi dia berhasil kabur.
Kami yakin dia akan segera coba lagi.
Sejak kapan kau mengelola operasi di Prancis?
Sejak kapan kau bertanya?
Intinya, kau yang dapat. Dia target barumu.
Semua detailnya ada di sini.
Itu tak akan mudah. Dia pintar.
Dia bisa berhati-hati.
Kami sudah cari dia selama lima tahun, di Sudan, Mesir.
Dia tak meninggalkan jejak.
Setelah serangan itu, dia mengontak kenalan lamanya,
Victor Pastore.
Mereka berbisnis narkoba selama 15 tahun.
Mereka jadi sangat akrab. Victor bahkan ayah baptis putrinya.
Kita tahu dia membantunya bersembunyi.
Kau akan menyusup ke organisasinya.
Dekati Victor agar dia bisa memercayaimu.
Ini caramu menemukan Al Tayeb.
Dia punya banyak anak buah, bukan tentara.
Kecuali mantan tentara Albania yang mengawalnya.
Lumpuhkan dia jika ingin dapat perhatian.
Agen rahasia terakhir berakhir buruk. Hati-hati.
Selebihnya kuserahkan kepadamu.
Akan kuakhiri dengan dia.
Dia setia kepada Victor. Dia menyediakan tenaga kerjanya.
Dia tiket masukmu. Lalu lakukan saja tugasmu.
Ada bala bantuan?
Tim rahasia kecil.
Cisko dan Mona yang melindungimu.
Metode sama dengan Chad.
Identitasku yang mana? Tak kutemukan di sini.
Di situlah menariknya.
Kita butuh latar belakang legendaris agar kau bisa segera menyusup.
Victor akan waspada.
Itu penyamaran terbaik, 'kan?
Dijon, penjara,
legiun, lalu kau tinggal di Afrika, dan kau baru saja kembali.
Jangan terlalu dipikirkan. Kau sudah hafal semua ini.
Kapan "segera menyusup" itu?
Besok.
Tehmu belum matang.
Bagus, kau tepat waktu.
Ikut aku.
Diam dan lakukan perintahku.
Jadi, Karim, kau kembali ke asalmu?
Benar.
- Kau baik? - Ya. Kau?
Aku baik.
Siapa dia? Aku tak kenal.
Adam. Jacques menyarankanku datang untuk berjaga-jaga.
Untuk apa?
Kalau-kalau aku butuh orang bodoh untuk menggantikanku?
Asalkan dibayar mahal...
Asalkan dibayar mahal.
Tuan-Tuan, senjata, ponsel, KTP.
Ini, ambil lembar informasi.
Tulis alamat, nomor telepon,
ukuran sepatu, pakaian, dan golongan darahmu.
Jangan asal menulis golongan darahmu.
Tak ada perubahan sejak musim dingin ini?
- Tidak ada. - Menulis bukan keahlianmu.
Aku akan menemui Vic.
Ayo ikuti aku, kukenalkan kau kepada tim.
Hei, Hélène. Kau seharusnya di kampus, 'kan?
Baru ada kelas empat jam lagi. Aku belajar di sini.
Kau kenal Karim dan...
Siapa namamu tadi?
Adam.
Baik, cara kerja di sini mudah.
Lakukan perintah, kau digaji, dan semuanya senang.
Victor tak suka penjilat atau mulut besar.
Saat dia bicara, dengarkan. Itu saja.
Hati-hati, ini bocor.
- Kita harus memperbaikinya. - Hei, Paman Youss!
Paman Youss, lihat aku bisa apa.
- Joe, ini kali kedua! - Kau lihat?
Aku mau tidur!
Keluar dari sana!
Karim, kau ingat Manu.
Kini, dia yang patroli di lingkungan ini. Kau akan bekerja dengannya.
Adam, sementara, kau di vila. Ada banyak yang harus dilakukan.
Orang-Orang Bodoh! Adam, ini para orang bodoh.
Ini pukul 14.10, sudah waktunya kalian tak di sini.
Ya.
JB, mengapa kau tak di atap?
Tidak, Youss, aku tak bisa hari ini.
Punggungku sakit sekali.
Mengapa tertawa? Sumpah itu benar. Aku bahkan tak bisa mengikat sepatuku.
Manu, bawa anak baru ini ke lokasi konstruksi.
- Aku akan kotor. - Jangan banyak alasan.
JB, Karim, ayo temui pria lainnya di distrik ke-13 Paris.
Kita bertemu 15 menit lagi di depan mobil.
Hei, dasar kau jalang kecil.
Tenang, ini untuk alasan medis. Pinggangku sakit.
Testisku juga sakit.
- Tidak bisa lebih lagi? - Tidak bisa.
Empat puluh ribu, itu tawaran bagus.
Benarkah?
Jacques ingin bertemu.
Masuklah.
Terima kasih, Françoise.
Aku mau tanya apa boleh pulang lebih awal hari ini. Putraku mampir akhir pekan ini.
Jadi, aku ingin cuti beberapa hari.
Waktunya sangat tak tepat.
Aku tahu,
tetapi tahun ini berat karena perceraian.
Penting bagiku lakukan ini sekarang.
Itu sebabnya kubawakan dua orang.
Kau sudah kenal Karim.
Lalu, Adam, kau akan suka dia.
Sepuluh tahun di legiun, baru kembali dari Afrika. Dia brutal.
Apa kata Youssef?
Kau setuju, dia setuju.
Baiklah.
Terima kasih.
Jadi, kembali ke Milord.
Ayo mulai. Aku tak mau menghabiskan seharian di atas sana.
Aku tak mau terkena sengatan bahang.
Apa Jacques jelaskan alasanmu di sini?
Tampaknya Victor mencemaskan keselamatannya.
Hei!
Apa maksudmu?
Kau tersinggung?
Kasar.
Tenang.
Ya.
Karena aku bertanggung jawab atas keselamatannya.
Pantas saja.
Ada apa denganmu? Mau mati?
Ya?
Hei!
Kau pikir kau di mana?
- Maaf, Pak Pastore. - Ini rumahku.
Bukan zaman koboi. Paham?
Pergilah jalan-jalan. Kembalilah setelah kau tenang.
Tunggu, harusnya aku dengan Bogdan. Kini, bagaimana?
Ajak dia denganmu.
Beri tahu dia soal Amet.
Bawa Bogdan masuk.
Yang benar saja...
Baiklah, Kawan. Bangun.
Sudah kulakukan yang kau minta.
Kau baik, Nak?
Ayah!
Jadi, siapa Amet?
Jalang kecil yang berkeliaran di Aulnay.
Dia pamer karena punya darah Chechnya dan pasukan.
Pikirnya dia pemilik tempat ini.
Dia mengeklaim banyak bagian wilayah kita. Sekarang usai.
Dua pekan lalu, ada perkelahian dengan senjata dan semacamnya.
Ya, kulihat mobilnya.
Mereka bisa menembakmu dari belakang tanpa peduli.
Mereka pun bersenjata lengkap.
Baik.
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Menemui bankir.
Jangan potong komisiku. Baiklah.
Biar dia kirim orangnya. Aku tak peduli. Apa?
Kau selalu begitu.
Ya. Mari lakukan itu saja.
Sampai jumpa. Terima kasih.
Pee Wee.
Ada apa? Duduklah.
Mau teh? Kopi? Tisane? Kau tampak tegang.
Kami mau ambil denah, lalu pergi.
Baiklah.
Ada kemunduran dengan denahnya, tetapi tak apa.
Kemunduran apa?
Kemarin, katamu sudah siap.
Ya, tetapi sejak itu, ada kemunduran.
Meski begitu, jangan khawatir. Dalam lima hari, kesempatan emas.
Sesuatu yang lebih baik untuk harga yang sama. Victor akan senang.
Tidak, kau tak paham.
Aku mau mengambil denah untuk besok
dan pergi dengan denah untuk besok.
Kau yang tak paham.
Tidak ada denah.
Apa? Baiklah.
Kalau sekarang? Masih belum ada?
Kau serius? Mengeluarkan pistol di rumahku?
Apa masalahnya?
Baik, akan kuberi tahu masalahnya.
Aku punya utang.
Utang yang sangat besar.
Aku harus menyerah.
Itu bukan masalah besar.
Aku tak peduli dengan utangmu.
Kini, punya siapa yang lebih besar?
Aku tak akan pergi tanpa denah.
Maka kau tak akan pergi.
Kau akan bagaimana?
Bagaimana?
- Kau mematahkan lenganku! - Di mana denahnya?
- Itu pergelangan tanganmu. - Kau patahkan pergelangan tanganku!
- Di mana denahnya? - Di sini, di meja. Lepaskan aku.
Aduh!
Aduh! Ada di sini.
- Lihat? Tak sulit, 'kan? - Kau mematahkan lenganku.
Hubungi teman-temanmu, dan bilang kau akan bayar mereka lima hari lagi.
Ya, akan kulakukan.
Kau punya masalah.
Sial.
PRANCIS DI BAWAH BAYANG-BAYANG TERORISME
- Kita kehabisan bakon. - Sial.
Ada info soal pria yang mereka kunjungi sore ini.
Dipenjara beberapa kali karena penadahan, terlibat perampokan, perampokan massal.
Dia kelas teri. Tak terkait Moktar atau teroris lain.
Baik, lupakan saja.
Ponsel Victor.
NOMOR TAK DIKENAL PANGGILAN MASUK
- Halo? - Halo, Kawan.
Tunggu.
Pengacak sinyal sialan.
Halo?
Halo, Kawan.
Halo, Kawan.
Halo, Kawan.
Halo, Kawan.
MENJALANKAN ANALISIS ANALISIS SELESAI
Itu dia.
Pasang penyadap di kantornya untuk dengar percakapan mereka.
REFERENSI GRAFIK VOKAL
Ya, tetapi mengapa? Apa kata dokter?
WARTEL BABEL
- Halo. - Halo.
Dia aman.
Asalamualaikum, Saudaraku.
Alaikum salam, Yacine.
Aku turut berdukacita.
Kami mulai proses sesuai perintahmu, tetapi banyak yang harus dipindahkan.
Orang Mesir bersedia bekerja sama.
Sekarang, dia ingin uang.
Meski begitu, aku menjaminmu.
Dia bisa menunggu pembayarannya.
Terima kasih. Kau sungguh saudaraku.
Kau memecahkan gendang telingaku.
Telinga kananku jadi aneh.
Hei, Sofiane. Ini Adam.
- Rupanya kau. - Apa kabar, Michelle?
- Kukira kau lebih kekar. - Jangan khawatir, dia keren.
Bogdan juga cari gara-gara.
Dia tak akan datang.
- Maaf terlambat. - Apa yang terjadi?
- Apa kabar, Mimi? - Baik. Kau?
Semoga malammu baik.
Terima kasih, kau juga.
Selamat malam.
Hei, apa kabar? Camel, dua gelas wiski.
- Dua puluh menit. - Silakan.
Untuk semua nyalimu.
Ayo. Cepat.
- Segelas lagi. - Baik.
Lumayan, 'kan?
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam...
Kita akan bersenang-senang malam ini.
Jangan terlalu memikirkan perbuatan Victor tadi.
Dia agak gugup. Jangan mendendam.
- Apa karena Amet atau hal lain? - Ya, Amet dan banyak hal lainnya.
Hei, Pee Wee! Apa kabar?
- Baik, apa kabar? - Baik.
...yang akan kembali 30 menit lagi! Selamat, Sayang.
Sara, maukah kau bekerja dengan klien sungguhan?
Kumohon.
- Kau baik? - Ya, sangat baik. Bagaimana denganmu?
Ayo, Sayang. Bersiaplah.
Taruh penismu di mana pun selain di sini. Milik pribadi. Satu jari pun jangan.
Akan kuambil minuman. Kau habiskan ini.
Kau bodoh sekali. Cari tahu dahulu.
Teman-Teman, tak bisa.
Serius? Kami kemari bukan untuk mengacau.
- Kami mau tiduri gadis cantik. - Tak bisa. Victor tak mau kalian di sini.
Ada apa denganmu? Kau mau persen?
- Apa? - Aku akan menidurimu.
- Hei, jangan ganggu mereka. - Ada apa denganmu?
- Pergi dari sini. - Apa-apaan?
Jangan dorong dia!
Camel, minum lagi.
Hei, Sofiane dipukuli anak buah Amet.
Ayo, cepat!
MILORD
Terima kasih atas bantuanmu tadi.
Tentu saja.
Ini bukan apa-apa. Jangan khawatir.
Tolong antar putraku ke sekolah.
Sofiane biasanya mengantar usai sif malam.
- Baik. - Kau punya mobil?
Ya, aku parkir di depan.
Kau baik sekali. Simpan ini.
Terus tekan.
Otot putih juga disebut otot halus,
dan otot merah sebagai otot lurik.
Otot merah adalah otot
yang bergantung pada saraf dan...
- Sere... - Sistem serebrospinal.
Otot putih bergantung pada sistem saraf otonom.
Sistem saraf otonom...
- Aku punya yang kau minta. - Sial.
Ada perkelahian di Milord semalam.
Sungguh?
Soso dipukuli orang-orang lingkungan itu.
Janusz dan timnya. Dia di rumah sakit.
Giginya patah dan rahangnya retak.
Mereka sangat menyebalkan!
- Ini harus ditangani. - Sudah.
PEMBUNUHAN BERENCANA
Mereka dihajar habis-habisan.
Katakan.
Anak baru itu, Adam.
Dia membantai mereka.
Aku tak lihat videonya, tetapi tampaknya pukulannya seperti Tyson Fury.
Kau mau aku bagaimana?
Mereka ingin meniduri para gadisku sebelum kau mulai kontes penismu.
Kontes penis? Mereka menembaki anak buahku bulan lalu!
Mereka tak terlibat.
Mereka orang yang sama. Mereka bekerja untuk Amet.
Aku tak mau melihat para bajingan ini mendekati kelab malam kita. Paham?
Janusz dan teman-temannya tak peduli bentrokan kalian.
Mereka tipe yang habiskan 5.000 euro per malam.
Itu harga gigi Sofiane bagiku.
Kau selalu mengutamakan bisnis.
Kini, kau suruh anak buahmu menolak klien? Tanpa sepengetahuanku!
Kau sadar kau menempatkanku di posisi sulit?
- Biar kuingatkan kau butuh uang. - Jangan mulai!
Apa maumu?
Usiamu bukan lima tahun lagi, Jonathan. Sampai kapan aku harus menciummu?
Pergilah.
- Kau mengamati anak baru itu? - Ya.
- Lalu? - Kemarilah, Sayang. Jangan khawatir.
- Lalu? - Sofiane sakit pagi ini.
Akan ada yang mengantarmu ke sekolah. Namanya Adam. Dia baik.
- Lalu? - Dia juga bisa menjaga sikap!
- Aku lelah, mau tidur. - Aku belum selesai.
- Sudah. - Pelankan suaramu!
Kau bisa atur anak buahmu,
tetapi aku bukan bonekamu. Tanpa para gadis, sekarang,
kau tak akan dapat uang. Jadi, ubah sikapmu.
Natalya! Hei!
Kembali!
Kau harus belajar berkelahi.
Ikut aku.
Kakakku selalu bilang cuma orang bodoh yang berkelahi,
tetapi aku tak setuju.
Teman sekolahku akan diam jika aku bisa berkelahi.
Ya.
Omong-omong, apa kau akan datang ke ulang tahunku besok?
Akan ada banyak hadiah, dan kita akan berpesta.
Kau bahkan bisa bermain Wii dengan kami. Luar biasa.
Aku lebih suka PS4.
Namun, kau tak bisa main Mario Kart di PS4, atau Zelda.
Meski agak sulit dipahami, tetapi yang terbaik adalah Mario Kart.
Gim multipemain.
Serius?
Di mana Sofiane?
Di rumah sakit.
- Joe, kuantar kau ke sekolah. - Tidak, kami sedang bicara.
- Natalya bilang... - Natalya makin ceroboh.
- Siapa namamu? - Ayo.
- Adam. - Sampai besok di ulang tahunku, Adam.
- Ayolah. - Dah.
AKU BELUM DENGAR KABARMU. SEMUA BAIK?
LOGAN_MORNIER PUKUL 09.04
WAKTUNYA LEVEL 2
AKAN ADA PENYADAP DAN PELACAK GPS. LAKUKAN TUGASMU!
Halo. Adam Franco?
VICTOR INGIN MENEMUIMU. YOUSS
Masuk.
Duduklah.
Pertama, aku ingin berterima kasih untuk semalam di kelab.
Kata mereka kau hebat.
Kau membayarku untuk ini.
Soal itu.
Kemarin, kau bekerja gratis. Begitu pula hari ini.
Karena aku harus membayar tes Bogdan. Kau hampir menghancurkan laringnya.
Biar kujelaskan satu hal.
Jika kau mau tetap di sini, jangan pernah pukul saudaramu lagi.
Paham?
BERKAS INVESTIGASI
Sejak kemarin, namamu ada di pikiranku.
Adam Franco.
Awalnya, kupikir...
"Tak mungkin dia."
Seberapa besar kemungkinan kau ada di sini, duduk di depanku?
Berapa kali kau ditembak?
- Lima. - Lima. Jarak dekat.
Pasti meninggalkan bekas, 'kan?
Benar, 'kan?
Benarkah saat kau membidik polisi, senapanmu tak terisi?
Pada usia 15 tahun.
Butuh nyali untuk itu.
Selamat datang di keluarga kami.
Kau tak rindu Afrika?
- Tidak, sudah kulihat semua. - Dari mana saja?
Aku sering bepergian. Kongo Belgia, Mali, Tunisia.
- Aku juga pernah ke Sudan. - Sudan? Aku tak asing dengan negara ini.
Negara indah sebelum perang.
Benar.
Amerika Selatan. Sebagai tentara legiun, kau pasti tahu tempatnya.
Orang lokal tak semanis rum mereka.
Benar sekali.
Ibu putriku orang Brasil.
Aku mengerti Amet coba menyakitimu.
Aku bisa melindungimu.
Bogdan bertanggung jawab atas keselamatanku.
Kau sudah di sini sejak kemarin.
Untuk saat ini, kau menggantikan Sofiane.
Setidaknya malam ini. Dia tak bisa kerja usai dipukuli.
Artinya kau akan menjemput bocah itu dari sekolah pukul 16.00.
Lalu, dia harus les judo. Tasnya ada di kamarnya.
Putrimu tak senang aku mengantarnya.
Mungkin pilih orang lain.
Putriku menyebalkan seperti istriku.
Aku tak butuh sopir untuk si kecil,
tetapi pengawal.
Baik.
Pergilah beristirahat.
Terima kasih minumannya.
PENYIMPANAN PRODUK MUDAH TERBAKAR DILARANG MEROKOK
Terima kasih banyak sudah setuju.
Kutepati janjiku.
Kuharap kau juga.
Sudah jelas soal risikonya?
Kau akan bagaimana andai jadi aku?
Sama sepertimu.
Makanya aku menerima.
Jangan menarik perhatian dan bersiaplah selagi timku mengurus persiapan terakhir.
Semoga Allah membimbing tanganmu, Saudaraku.
BERKAS INVESTIGASI
ANAK HILANG RAPHAËL FRANCO
Mat dihukum.
Masa?
- Ya, dia melempar... - Hei, Lila.
Kenapa bicara dengan si bodoh ini?
Apa kau tahu bedanya seks oral dan tangan?
Tak tahu?
Tanyalah ibu pelacurmu.
Ayo, berdiri.
Sudah jelas kau takut sekarang.
Siapa dia?
Aduh! Hidungku!
- Aku tahu tempat tinggalmu. - Dia mematahkan hidungku!
Ayo, Joe.
Kurasa kita akan mengambil kelas berkelahi bersama.
Dia mematahkannya, aku akan mengadu!
- Kau sungguh tahu di mana rumahnya? - Tidak.
Kenapa kemari? Aku yang jemput dia.
Joe, ikut denganku.
- Tidak! - Dia ada kelas judo.
Barang-barangnya ada di kursi belakang.
BERKAS INVESTIGASI
- Tak terlalu ketat, 'kan? - Sedikit, tetapi tak apa.
Permisi.
Sampai besok, Adam.
Sampai besok.
Jangan lupa ulang tahunku.
NAMA DEPAN: ADAM
ATAS DASAR: PEMBUNUHAN
SATU SENAPAN GENTEL
ADAM FRANCO REMAJA PEMBUNUH JEAN LUC MEUNIER
REMAJA YANG MEMBUNUH MEUNIER DI PENGADILAN DIJON
KORBAN, JEAN-LUC MEUNIER, TAK SELAMAT
MEUNIER, ANGGOTA DEWAN UMUM
TERLIBAT KASUS PEDOFILIA
TERLIBAT PENCULIKAN, PEMBUNUHAN, DAN PEMERKOSAAN BEBERAPA ANAK
PEMBUNUHAN
PEMERKOSAAN BEBERAPA ANAK
ADAM FRANCO ADALAH SAUDARA SALAH SATU KORBAN MEUNIER
BALAS DENDAM YANG KEJAM
SETARA KECENDERUNGAN BUNUH DIRI
MILORD
Selamat malam, Tuan-Tuan.
Selamat malam.
Aku harus pergi. Acaraku 20 menit lagi.
Mungkin aku akan kembali nanti.
Kemarilah.
Permisi, aku akan segera kembali.
Ternyata kau benar. Aku juga dapat alamatnya.
Bagus.
Tolong ceritakan kisah lain.
Sayang, kau harus tidur.
Kita bangun pagi besok. Kita akan melihat Menara Eiffel.
Ayolah. Kumohon.
Baik.
"Di tengah sabana, ada Shanga."
Pintu! Jangan bergerak! Tiarap, Bu!
Imane!
Ibu!
Merunduk! Tiarap!
Sayang.
Tidak...
Assan.
Masyaallah.
Kapan kali terakhir kau salat?
Lepaskan perhiasanmu dan pergilah wudu.
Seharusnya kita bermain.
- Itu lucu. - Bu, kapan kita ke kebun binatang?
Entahlah, Joe. Hélène akan mengantarmu nanti.
Ibu tak ikut?
Sayang, kau tahu aku tak suka hewan meskipun aku menikahi Victor.
- Namun, kata Ibu ini akan jadi hariku. - Dengar, aku lelah.
Perlu bersantai. Kau punya semua yang kau mau.
Jangan bersikap seperti pangeran kecil.
SELAMAT ULANG TAHUN
Ini untukku?
Bukan. Mengapa?
Karena ini hari ulang tahunku.
Hari ini?
Terima kasih! Ini untuk mengajariku cara berkelahi.
Kau harus tetap waspada. Karena jika tidak, kena.
Kau memukul dan kembali.
Tanganmu tak boleh terlalu dekat. Jangan di wajahmu. Lihat?
Benar begitu. Sembunyikan ibu jari itu.
- Kami mau ke kebun binatang. Bisa antar? - Aku sopirmu, 'kan?
Selamat ulang tahun, Kawan.
Itu lebih baik.
Lihat siapa yang akan main dengan kita.
Bogdan. Dia akan hitung sampai 100, dan semuanya sembunyi.
- Ayo, cepat. - Satu, dua, tiga, empat...
Kau di sini.
Diam di sini, ada yang harus kita lakukan.
- Kau pasti suka ini. - Beri tahu aku.
Tidak, itu tak akan lucu. Kita berangkat satu jam lagi.
Joe mau ke kebun binatang.
- Jangan cemas, sudah kami urus. - Apa maksudmu?
Kau bukan sopirnya lagi. Itu maumu, 'kan?
Selamat datang di bisnis besar, Kawan.
Tak usah berterima kasih kepadaku.
MIKROFON 1 TERHUBUNG
Sudah siap.
Dia memasang penyadap kedua.
Aku akan pergi dengan...
Halo?
Sedang apa kau di sana?
Hei, keluar dari sana!
Pikirmu kau di mana?
Ayah terlalu berisik. Kami bermain petak umpet.
Jangan memanggilku begitu!
Berapa kali kubilang jangan bermain di sini?
Mengapa tak paham juga?
- Ya, tapi... - Maaf, Victor. Ini ide buruk.
Keluarlah.
Apa kau bodoh?
Ini tak akan terulang.
Apakah serius?
Tidak ada yang tahu.
Aku menemukanmu!
Aku menemukanmu!
Temui yang lain. Mereka menunggumu.
Hanya ada satu penyadap sekarang. Berfungsi?
Jauh dari telepon, tetapi harusnya berfungsi.
Sudah kubilang, 'kan? Dia memarahimu?
Sedikit.
Kau di sini. Aku mencarimu. Ayo!
Maaf, Kawan. Aku tak bisa ikut ke kebun binatang.
Ya, ini aku.
Mereka dalam perjalanan. Kau akan dapat uangmu dalam empat atau lima jam.
Tidak apa?
Ya, kita harus memulai operasinya.
Besok malam, itu akan siap.
Aku yakin.
OPERASI? BESOK
Aku akan mendoakanmu.
Semoga berhasil, Kawanku.
Aku tak punya pelacak di sini.
Franco ada di dalamnya?
Entahlah.
Sial, akan kuikuti mereka.
Manu, sekali lagi.
Masuk lewat pintu utama. Jika tak dibuka, kupakai lencana.
Begitu masuk, kulumpuhkan penjaga.
Para pelanggan akan kuseret ke kamar mandi.
Kubuat mereka berlutut dan takut.
Kujaga pintu depan. Kuperiksa waktu.
Aku ke konter nomor lima.
Kupukul wajah teller bank dengan popor.
"Angkat tangan! Aku mencari Olivier Lopez.
Dia punya sepuluh detik untuk buka pintu gerai
jika ingin putrinya ke sekolah Senin pagi."
Kuambil lencananya, kutaruh pegawai di bawah gerai,
berdiri di depan brankas bank, dan menunggu.
Kau tak merasa melupakan sesuatu?
Tidak, ada di sini, Pee Wee.
Aku tak akan melupakannya.
Berhenti membuatku stres.
Pertumbuhan ekonomi pesat...
- Untuk kesehatanmu, berolahragalah. - Kondisi di Carglass...
- Bagaimana denganmu? - Ini teori konspirasi...
- Aku menunggu di belakang setir. - ...mainkan kartu Putin.
- Siap berangkat. - Bukankah aneh jika...
Naikkan volumenya.
Moktar Al Tayeb, yang dikenal oleh polisi, menyiapkan serangan
di Prancis dalam kamar suite seharga 1.300 euro?
Bukankah aneh tidak ada yang melihat siapa pun...
- Lagi pula, selalu sama. - ...sebelum pukul 23.40,
lima belas menit setelah ledakan?
Dari mana informasi ini didapat? Ada penyelidikan sedang berlangsung.
Kuberi dia tiga hari sebelum semua polisi mengejarnya. Ini sempurna untuk kita.
Dia akan dihabisi seperti yang lainnya.
- Ada apa denganmu? - ...suatu kegagalan karena Moktar Al Tayeb
masih buron. Pendengar, terima kasih atas debat panas ini.
Putar musik.
...di acara baru.
Akan kutinggalkan Anda dengan...
Halo, Hadirin. Ini perampokan.
Semua akan baik-baik saja.
BANK DITUTUP UNTUK PEMELIHARAAN
- Aku memarkir di depan. - Baik.
Aku ingin Adam ikut dengan kita.
Sudah kubilang dia tak bisa.
- Aku tak suka jika seperti ini. - Seperti apa?
Semua orang bersikap seolah-olah aku tidak ada, tak di sini.
Adam bukan temanmu.
Meski baik kepadamu, dia hanya pegawai Ayah.
Ya, tetapi setidaknya dia memperhatikanku.
Jalan!
Apa kubilang? Apa?
Apa kubilang?
Mudah, Kawan. Kita berhasil, Kawan!
- Kerja bagus, Adam. Kau menunggu. - Biar kucium uangnya.
Ada berapa di sini?
- Setidaknya 300 ribu. - Ada 300, 400, 500!
Pee Wee, kau bisa beli mobil sungguhan dan berhenti menyewa.
Hentikan.
Apa kata taksinya? Tumpangan mahal, ya?
- Kurasa taksi itu tak suka uang. - Dia suka aroma pukulan.
Teman-Teman, cepatlah. Aku ingin pulang.
Pee Wee?
Beri aku pistol.
Keluarkan Pee Wee.
- Jaga Pee Wee, akan kulindungi. - Baik.
Kemarilah.
Cepat!
Sembunyi!
- Kau tak apa? - Ya.
- Adam, di belakangmu! - Aku tak apa.
Cari mobil.
Cepat!
Ayo.
Manu, punya magasin?
Ayo!
JB, cepat!
Ayo, menyala!
Apa itu?
Berengsek!
Teman-Teman, makin parah di sini.
Kubantu.
Ayo, Manu!
Aku berhasil.
Ayo, Kawan-Kawan.
Adam, masuk ke mobil!
Jalan!
Merunduk!
Sial.
Apa sudah berakhir?
Pasti para bedebah itu!
Pasti anak buah Amet.
Beberapa korban yang terluka adalah warga setempat,
termasuk dua orang dalam kondisi kritis.
Komisaris Kepolisian Paris membuat pernyataan beberapa menit lalu.
Dia tak mengecualikan kaitan antara penembakan ini dan serangan Hotel Étoile
yang mengguncang ibu kota pada Sabtu malam
karena Moktar Al Tayeb masih buron.
Dia berkata mungkin akan terjadi serangan teroris baru
di Île-de-France dalam beberapa hari ke depan.
- Beberapa prajurit dikerahkan... - Terima kasih.
...untuk mengamankan...
Ada apa?
Ini anak buahmu?
Ya, Pak.
Apa yang terjadi?
Apa kau memutuskan untuk mengubur kariermu dalam tiga hari?
Jika begitu, jalurmu sudah benar.
Anak buahku menyadap salah satu telepon Moktar.
Dia menyiapkan sesuatu
untuk besok.
Bajingan ini ingin balas dendam. Makanya dia tetap di sini.
- Ada lagi? - Tidak.
Franco akan menemukannya. Aku berjanji.
Aku ditelepon Khartoum pagi ini. Mereka mulai tak sabar.
Kita menjanjikan mereka jasad. Itu bagian dari kesepakatan.
Itu idemu untuk membawanya kemari dan membunuhnya.
Lalu, sekarang kita mungkin akan diserang di tanah Prancis?
Jika itu terungkap, mereka akan tahu keterlibatanmu dan aku.
Juga Sudan.
Ini hampir berakhir, Pak.
Sebaiknya begitu.
- Mereka mengikuti kalian? - Tidak, mereka menunggu kami.
Mereka tahu tujuan kami. Pasti ada yang mengadu.
Youssef, berikan jatah mereka.
Bogdan,
temui bankir itu dan buat dia bicara.
Ini. Berikan bagian Manu.
Baik, pergilah.
Kau harus berkemas dan pergi dengan Jonathan malam ini.
Apa maksudmu?
Aku sudah tahu, tidak lama lagi Victor juga tahu.
Pikirkan baik-baik sebelum menjawabku. Apa kau mengkhianatiku?
Apa? Tidak.
Bukankah setengahnya cukup untukmu?
Tentu saja. Apa maksudmu?
Penjaga pintumu, pria barumu.
Kau tak bilang dia akan ada di sana. Siapa dia?
Apa kau merekrut dari pasukan khusus sekarang?
Adam? Aku tak tahu. Dia anak buah baru Victor.
- Dia bukan bagian dari rencana. - Seharusnya mudah.
Kami ikuti, tabrak mobil mereka, lalu ambil uangnya,
tetapi anak buahmu menghabisi timku.
Bajingan itu membunuh dua sepupuku. Dia akan rasakan akibatnya.
Kau juga.
Kumohon, aku bersumpah tidak tahu.
Kumohon dengarkan aku.
Kau yang dengarkan aku.
Aku orang yang masuk akal, kau kenal aku.
Namun, saat aku tak dapat keinginanku atau apa yang dijanjikan,
sikapku menjadi tak terduga.
Ayah!
- Ayah! - Aku bisa melakukan hal bodoh.
Amet, apa yang kau lakukan?
Aku bosan sore ini, jadi, keluar mencari angin.
- Ke kebun binatang melihat kucing liar. - Hélène!
Aku bertemu anak-anakmu. Mereka menggemaskan, dirawat dengan baik.
Kujaga si kecil bersamaku. Aku tahu ini hari ulang tahunnya.
- Kami akan bersenang-senang. - Ibu!
Tolong jemput aku!
- Ibu akan segera ke sana, tenang. - Aku mau pulang.
Aku mau uangku, jadi, berikan kepadaku. Akan kutelepon Victor.
Kau pasti akan meyakinkannya,
- Atau akan kubuat hal yang akan disesali. - Ibu...
- Sial. - Tidak apa, biar aku saja.
Kalau begitu, kuserahkan kepadamu.
Dia pikir dia siapa?
Lima ratus ribu euro! Dia pikir bisa memerasku?
Bogdan, hubungi kontak di sana. Bawa ibunya, dia akan tahu rasa.
- Kau harus bayar, Victor, kumohon. - Tidak.
Tidak ada tebusan. Ini masalah prinsip.
- Jika diberikan, kita kehilangan respek. - Respek apa?
Kau pikir dia menghormatimu?
Dia mau mencuri darimu! Dia menculik putra kita!
Sudah cukup!
Victor.
Tak apa, Bos?
Jadi, begitu saja?
Putraku tak berharga sebab dia bukan darah dagingmu?
Kau menjijikkan.
Kau membuatku jijik!
Hati-hati, Natalya.
Mengapa? Apa yang akan kau lakukan?
- Natalya, tenang. - Jangan sentuh aku!
Dasar sampah! Kau ayah baptisnya!
Di mana Adam?
Ya, Manu?
Mereka merenggut Jonathan. Mereka menculiknya.
Apa maksudmu?
Amet ingin uang perampokan, Ayah tak mau berikan. Aku putus asa.
Adam?
Adam? Kau bisa mendengarku?
- Tak ada yang bisa kulakukan. - Dia akan dibunuh.
Ini ponselmu.
Buka bagasinya.
Apa yang kau lakukan?
LACAK MOBIL KARIM
Aku pergi. Awasi toko ini.
Pee Wee penghubung. Kemungkinan kontak.
Franco!
Franco pergi, entah mengapa.
Sial. Hélène hubungi dia lima menit lalu.
- Jonathan diculik. - Apa?
Oleh orang-orang tadi siang. Mereka ingin uang tebusan.
Dia ke selatan. Haruskah kuikuti?
Cisko?
- Cisko? - Ada kontak. Nanti kutelepon lagi.
Al Tayeb!
Tanganmu.
Berbalik.
Selangkah lagi.
Berhenti.
Assan.
Assan.
Assan!
Kita harus pergi sekarang, Sepupu.
Ayo, cepat. Ayo!
Sial.
- Apa ada heroin di sini? - Kau punya uang?
Ya.
Kau bau.
Pergilah. Di sana, di kiri.
Aku punya 50 euro.
Ada tempat yang bisa kudatangi? Di luar...
Di mana anak itu?
Di mana anak itu?
Lantai berapa?
Dia di lantai lima
dengan Amet.
Hei, panggil Janusz.
Bos ingin menemuinya.
Janusz? Kemarilah.
Janusz? Di mana kau?
- Amet ingin menemuimu. - Ya, aku datang.
Janusz, di mana kau?
Janusz?
Janusz?
Janusz?
Aku akan membunuhmu.
Sial!
Minggir. Entahlah, bawa orang kemari.
Ya, dia pria yang tadi.
Dia menembak semua orang!
Persetan kau!
Diam.
Akan kubuka pintunya.
- Adam! - Diam!
Hei, Adam!
Di mana Victor? Aku ingin bicara dengan Victor.
Dia tak tahu aku di sini.
Siapa kau?
Adam!
Aku mau pulang.
Jangan cemas, sudah berakhir.
Tunggu, kita akan bersepakat, antarpria.
Aku punya uang. Aku punya semua yang kau butuhkan.
Joe!
Anakku, kemarilah.
Anakku.
Semuanya baik-baik saja. Maafkan Ibu.
Ibu menyayangimu.
Adam?
Kau bisa mendengarku?
Adam?
Aku mengerti kau bersedia mati.
Aku mencari orang sepertimu.
Apa pendapatmu tentang menghapus semuanya?
Soal memulai kembali?
Kehidupan baru.
Identitas baru.
Keluarga baru.
Pikirkanlah.
Bawakan aku Al Tayeb.
Adam?
Kau tak apa?
Apa yang kau lakukan? Jangan bergerak.
Adam, kau harus istirahat. Kau hampir kehabisan darah. Kau dengar?
Aku tak akan membiarkanmu pergi.
Sungguh, kau bersikap konyol.
Kau sudah dapatkan adikmu. Sekarang tinggalkan aku.
KERETA METRO
JALAN JASMIN
Dia tak tahu apa-apa. Dia bukan pengadu.
Ya.
Aku yakin.
Kita punya masalah.
Pengadu itu salah satu dari kita.
Youssef, antar dia pulang.
Kau tampak kacau.
Bagaimana kau tahu tentang anak itu?
Pee Wee menyebutkan markas Amet.
Aku ke sana, aku beruntung.
Kau beruntung?
Kau bisa hubungi kami.
Kata Hélène kalian menolak pergi.
Aku tak butuh sopir. Kau di sini saja.
SEMUA KONTAK
Halo. Anda terhubung dengan kotak suara...
LAYANAN MULTIMEDIA
KAMERA PENGAWAS, KAMERA KASIR
KAMERA LUAR A - B
KAMERA GANG A, B, C, D
LAYANAN MULTIMEDIA
KONTAK DIKONFIRMASI. PENGIRIMAN DI BAWAH 24 JAM.
Keluar dari sana.
Tunjukkan tanganmu. Rentangkan tanganmu.
Berlutut. Jatuhkan senjatamu.
Perlahan.
Aku salah satu dari kalian.
Nomor seri 223-416.
Baik, akan kami periksa.
Nomor lencana 223-416?
Benar.
Pulanglah.
Terima kasih.
Halo. Anda terhubung dengan kotak suara...
- Ya. - Apa-apaan? Mengapa tidak ada yang jawab?
Vic gila. Dia suruh semua orang pulang.
Sudah lama aku tak melihatnya begini.
Apa yang terjadi?
Kubuat para gadis Milord bicara.
Kita tahu siapa pengadu soal perampokan itu.
Natalya.
Dia ingin setengah uangnya.
Dia sudah lama ingin pergi.
- Dia muak dengan Victor. - Dasar bodoh.
- Semoga saja suasana hati Victor baik. - Kurasa tidak.
Dia minum koktail.
Itu pertanda buruk.
Mau tahu hal lain?
- Adam adalah polisi. - Sudah kuduga.
Habisi. Panggil JB.
- Bertemu di depan rumahnya. - Oke.
Sial.
Aku mau ini diakhiri hari ini.
Anak buahku melihatnya. Hanya beberapa jam lagi.
Anak buahmu melihatnya?
Dia di depan rumahku semalam. Di depan jendelaku.
Hati-hati, Komandan. Kesabaranku menipis.
Aku mulai sedikit kesal.
Lihat apa yang dia tinggalkan.
Apa maunya?
Menakutiku.
Dia ingin merilis dokumen lama?
LEBIH SULIT MENUNGGU DARIPADA MENAHAN API
Aku menunjukmu sebagai kepala dua unit komando dari divisi Aksi.
Kau tak bisa bayangkan kerugianku.
Begitu petugasmu menemukan...
ADAM TERBONGKAR, CISKO HILANG
lokasi mereka, kirim mereka agar bisa membersihkan semuanya.
Semuanya.
Apa ucapanku jelas?
Aku tak mau dengar masalah ini lagi!
Dimengerti, Pak.
Entahlah, dia menyelamatkan nyawa kita saat perampokan.
Dia sedang menyamar. Dia mau menghancurkan kita.
Untuk apa?
Katakan, Youssef, untuk apa?
Aku tahu yang kulihat. Tutup mulut.
Akan kuhancurkan dia.
Maksudku, kita butuh rencana aksi yang bagus.
Kau tak ikut saat perampokan. Dia hebat.
Hebat apa? Kita bertiga.
Kita dekati, lumpuhkan dia, dan pergi dari sini.
Apa maunya?
Permisi, punya pemantik?
- Ini, Nona. - Terima kasih.
- Kau mau? - Tidak, terima kasih.
Aku berusaha berhenti.
Hei, Adam.
Aku tak sempat berpamitan kemarin
dan kita tak akan bertemu lagi.
Aku ingin berterima kasih atas semua yang kau lakukan. Aku tak akan lupa.
Kau menyelamatkan hidupku. Kau lakukan lebih daripada itu. Berkatmu...
Kau tak akan memahami apa yang bisa kau lakukan.
Aku ingin mengenalmu, tetapi waktunya tak tepat.
Maaf, aku tahu kau pasti bingung,
tetapi aku hanya ingin bilang bahwa kau pria baik.
Sampai jumpa, Kawan.
Apa yang terjadi?
Tiga orang mati di bawah. Penyamaranmu terbongkar.
Aku tak akan selamat.
Maafkan aku.
PENCARIAN SELESAI
NITROGEN CAIR
AMBULANS
Di area penalti. Aksi bagus dari Bennacer.
Sial.
Balasan yang bagus!
Semoga Allah merahmati
dan melindungi putriku.
Ya Allah, sembuhkan dia.
Ya Allah, sembuhkan dia.
Ya Allah, sembuhkan dia.
Berikan pistolmu.
Apa yang kau siapkan?
Kau bekerja untuk para bedebah ini?
Bagaimana kabar temanku Kruger?
Dia pasti sudah menjadi Jenderal AD sekarang
dengan semua yang dia curi dari negaraku.
Untuk apa uang itu?
Apa operasinya?
Apa operasinya?
Kalian berdua keluar! Keluar!
Hadap dinding.
Hadap dinding!
Adam, apa pun yang mereka katakan, itu salah.
Kami bukan teroris, tak berbahaya.
Berlutut, tangan di kepala!
- Apa yang kalian siapkan? - Tak ada. Untuk itu uangnya.
Untuk operasi gadis itu.
Siapa dia?
Putriku.
Tidak ada percobaan serangan di Hotel Étoile.
Dia mau dibunuh.
Apa yang kau lakukan di Prancis?
Aku diundang oleh menterimu
untuk membahas gencatan senjata di Sudan Selatan.
Semua orang berpikir itu keajaiban
saat kalian datang ke Sudan Selatan tahun 1980-an.
Prancis membantu kami meraih kebebasan,
dan itu berhasil.
Kami dapat kemerdekaan berkat kalian
dan darah rakyat kami.
Namun, lihat situasi kita hari ini.
Allah peringati kami, saat kita membuat perjanjian dengan iblis,
dia selalu kembali untuk menagihnya.
Ini kenyataan menyedihkan.
Tuanmu hanya tertarik pada satu hal.
Bukan demokrasi, bukan perdamaian. Bukan.
Satu-satunya kekayaan yang bisa kalian lihat di negara kami
adalah emas hitam kami.
Aku telah berjuang untuk satu hal,
dan hanya satu hal,
kebebasan rakyatku,
hak kami untuk memutuskan sendiri, tanah kami,
dan sumber daya kami.
Karena ini, hari ini, aku teroris,
padahal kemarin, aku sekutu?
Lalu, kalian mengundangku dalam penyamaran diplomatik
untuk membunuhku?
Kalian mau nyawaku?
Kalian mau nyawaku?
Ambil!
Kalian sudah mengambil semua yang kumiliki.
Negeriku, kehormatanku...
cinta sejatiku.
Kalian bahkan merenggutnya dariku.
Adam, operasinya sukses.
Dia akan hidup.
Aku hanya ingin berdoa dan berpamitan.
Kau bisa melakukan apa pun denganku setelah itu...
tetapi dia tak ada hubungannya.
Kemarilah.
Ayo!
Hei, Sayang.
Ayah datang untuk berpamitan.
Ayah sangat menyayangimu. Kau tak bisa membayangkannya.
Pria sepertimu yang menembaknya.
Bahkan mungkin kau.
Apa kau pelakunya?
Ayo!
Ayo.
Berhenti menembak.
Berhenti menembak! Ada gadis kecil!
Di sini!
Terus bergerak.
Tetap sembunyi!
Ada yang tertembak!
Awas!
Pee Wee.
Pee Wee!
Yang lain datang.
Ini belum berakhir. Siapkan semua yang kau butuhkan.
Berapa jumlah mereka?
Entahlah, empat atau lima. Mungkin lebih banyak di atap.
Setidaknya ada satu unit mengepung kita.
Habislah kita.
Kau harus memercayaiku, Pee Wee.
Lakukan semua yang kukatakan, ya?
Satu menit lagi, kau akan buka pintu ini,
lempar granat ini ke depan ambulans,
dan tembak tanpa henti, ya?
Mereka akan membidikmu, jadi, bersembunyilah.
- Aku tak bisa melakukan ini. - Hei, semua akan baik-baik saja.
Jangan lupa alasanmu di sini. Satu menit.
Sial.
Pee Wee, bersiaplah.
Sekarang!
Di bawah sana!
Dia masuk ke ambulans.
Pee Wee, ayo pergi.
Mereka akan datang dari belakang.
AMBULANS
Adam, cepat! Mereka ada di mana-mana!
Jalan!
POLISI
TERORIS? HUBUNGAN KOTOR MOKTAR AL TAYEB DAN MENTERI MARCONNET
POLISI
Maaf. Semoga berhasil.
Layanan perlindungan anak, halo?
Adikku dirawat di sana dua hari.
Aku ingin menghubunginya. Namanya Jonathan Pastore.
Kau punya kode akses?
- Apa? - Kode akses.
Itu diberikan kepadamu saat pendaftaran pengunjung.
Jika kau tak terdaftar, tolong hubungi kembali besok.
Seorang penasihat akan memindahkanmu ke departemen kunjungan. Sudah tutup.
Dia sendirian selama dua hari. Aku perlu bicara dengannya.
Aku mengerti, Nona, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan. Maaf.
Telepon lagi besok.
Semua akan baik-baik saja.
Terjemahan subtitle oleh Maulida Dwi Cahyani
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.