Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DR. ROMANTIC SEASON 3
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH KARYA FIKSI
AREA TENGAH ZEE KOREA-JEPANG, DAEHWATOE, LAUT TIMUR, WAKTU TERKINI 23.18
PENJAGA PANTAI
Ada apa?
Ada kapal mencurigakan di radar.
Operator, laporkan deteksi.
Radar satu, melaporkan deteksi.
Menuju 30 derajat, sejauh 3.000 km.
Kapal sepertinya tidak bergerak.
Mencoba menghubungi target kecil.
- Cari sinyal kapal itu. - Ya, Pak.
Menghubungi kapal yang tak bergerak.
Ini kapal Penjaga Pantai P-3008.
Kau dengar?
Ini Penjaga Pantai Korea. Kapal menuju 30 derajat.
Kau mendengarku? Ganti.
Ini Penjaga Pantai Korea. Kapal menuju 30 derajat.
Kau mendengarku? Ganti.
Ini Penjaga Pantai Korea. Kapal menuju 30 derajat.
Kau mendengarku? Ganti.
Ini Penjaga Pantai Korea. Kapal menuju 30 derajat.
Kau mendengarku? Ganti.
Tidak ada respons.
Ini Kapten 3008.
Kami menemukan kapal mencurigakan. Tolong berikan informasi.
Berikan izin untuk inspeksi juga.
Setelah menanyai Angkatan Laut, tidak ada informasi.
Memberikan izin untuk inspeksi.
Kepala, lakukan inspeksinya. Kumpulkan tim inspeksi.
Ya, Pak.
Tim Satu, periksa ruang kemudi.
Tim Dua, periksa dek dan ruang mesin.
Mungkin akan ada penyergapan, waspadalah.
Jika mereka menembak,
langsung balas dan ambil kendali. Mengerti?
- Ya, Pak! - Ya, Pak!
Bergerak.
Lumba-lumba Satu, ini Kapal Alpha.
Alpha, ini Lumba-lumba Satu.
Periksa kondisi kapal dan laporkan kembali jika bisa naik.
Sedang memeriksa.
Alpha, ini Lumba-lumba Satu.
Kapal tak menunjukkan perlawanan. Tak ada halangan untuk naik.
Bisa naik dengan jumlah dan peralatan kami. Menunggu perintah.
Kapten, haruskah kita naik dan ambil kendali?
Ya, naik. Ambil kendali.
Lumba-lumba, ketua tim inspeksi, naik dan ambil kendali.
Naik. Kami akan mengambil kendali.
Jatuhkan senjatamu. Angkat tangan.
Di mana kami?
Dari mana asalmu?
Kami Penjaga Pantai Korea.
Dari mana asalmu?
Tolong kami.
Kami dari Korea Utara.
Kemacetan lalu lintas menuju Seoul...
Hari ini, enam perwakilan dari Korea Utara...
EPISODE 1
menyeberangi DMZ demi menghadiri konferensi...
Suhu di Seoul dan area sekitarnya mencapai empat derajat,
tapi Gwangju...
Lagu ini diminta oleh salah satu pendengar kami.
Kami akan kembali dengan bagian ketiga setelah lagu ini.
Kapan dokter lainnya datang?
Mereka akan segera datang. Tolong tunggu
sebentar lagi.
Kau dengar itu?
Mereka sudah datang.
WAKTU TERKINI, PUKUL 00.08.
P-3008, kami kembali. Laporkan status cuaca saat ini.
PENJAGA PANTAI
Apa ini?
Mereka anak-anak.
Mereka tim yang menyelamatkan nyawa mantan Menteri Pertahanan Ryu Woongil.
Letnan Ko Eunho.
Halo, kami dari Rumah Sakit Doldam.
Aku dokter UGD Jung Insu.
Dia dokter bedah Seo Woojin.
Lalu dia praktisi perawat Park Euntak.
Kami akan periksa pasiennya dahulu. Kami dengar ada suara tembakan.
- Sebelum itu, tanda tangani formulir ini. - Apa?
Mulai saat ini, semua yang terjadi di kapal ini sangat rahasia.
Kalian hanya boleh menanyakan
sesedikit mungkin informasi yang berguna untuk perawatan pasien.
Jika tidak patuh,
kalian bisa diadili secara militer atas pelanggaran hukum keamanan nasional.
Keamanan nasional...
Sudah? Bisa kami temui pasiennya sekarang?
Lewat sini.
Di mana Master Kim?
Eunjae pergi mencarinya. Kita akan segera mendengar kabarnya.
Tunggu, Euntak.
Kau tahu,
ada tiga hal yang tidak pernah kulakukan setelah matahari terbenam.
Salah satunya menyetir di malam hari.
Apa ini masuk akal sekarang?
Aku bahkan tidak menyetir di jalan delapan lajur di Seoul saat malam hari.
Tapi sekarang selarut ini,
bahkan di jalan tidak beraspal yang bergelombang ini?
- Ya ampun. - Astaga.
Kau sedang apa, Dokter Jang? Belum bisa hubungi Master Kim?
Aku terus menelepon, tapi dia tidak menjawab.
Astaga, Master Kim. Tolong angkat.
Dunia ini sepi dan melankolis
Terkadang, kau juga butuh teman
Bahkan jika kau pergi
Ke tempat yang jauh
Lewat sini.
Kau boleh masuk.
Bagaimana organ vital pasien?
Apa? Ya...
Tekanan darah 100 per 70, detak jantung 120.
Kehilangan darah?
Dia sudah kehilangan banyak darah saat aku tiba di sini.
Aku tidak yakin...
Kami akan mengambil alih mulai sekarang. Mundur.
Baiklah.
Mundur.
Pak? Kau bisa mendengarku?
Dia dalam kondisi stupor.
Sejak kapan dia hilang kesadaran?
Aku juga kurang tahu soal itu. Dia sudah begini saat aku tiba di sini.
Tolong ambilkan gunting.
Mari periksa punggungnya.
Satu, dua, tiga.
Tidak ada luka keluar. Artinya kedua peluru masih di dalam.
Mari lihat USG-nya.
Dia mengalami hemoperitoneum parah.
Cedera lever, ya?
Ya, sepertinya begitu.
Tapi ada terlalu banyak darah, bahkan sampai ke limpa.
Benar, bukan? Bisa saja ada pendarahan lagi.
Bisakah kita lakukan anestesi umum?
Di sini, di ruang perawatan?
Itu mungkin sulit. Kami tak punya ahli anestesi...
Dokter Jung, kau bisa berikan obat penenang?
Bisakah kita membawanya ke rumah sakit?
Kurasa dia tidak akan bertahan.
Dia kehilangan banyak darah, tapi kondisinya buruk secara keseluruhan.
Selain itu, dia mungkin...
Kenapa? Ada apa?
Ada masalah lain?
Ada kemungkinan cedera IVC.
Di mana ruang perawatannya? Mari lihat peralatanmu dahulu.
Di sini.
Di sini satu-satunya tempat kalian bisa mengobati pasien
di kapal ini.
SEO WOOJIN
Dokter Seo Woojin menelepon.
- Jawablah. - Baiklah.
SEO WOOJIN
- Ini. - Hei.
Hei, Eunjae. Bagaimana? Master Kim sudah ketemu?
Aku belum tahu. Dia bahkan tidak menjawab telepon.
Kau belum menemukannya?
Cha Eunjae!
Karena itu aku juga sudah berusaha!
Tapi aku tidak bisa menemukannya.
Kami sudah mengelilingi area ini selama satu jam.
Tunggu, di sana!
Di mana? Dia di sini?
- Di sana. - Di mana?
Kau menemukannya? Kau sudah menemukan Master Kim?
Jangan ditutup. Sial.
Master!
Astaga, Master Kim! Kau di sini dari tadi?
Kenapa tidak menjawab teleponmu?
Kau tahu berapa kali aku meneleponmu?
Hei, aku sedang berlibur.
Kau tidak tahu itu?
Tentu saja aku tahu.
Aku tahu,
tapi ada pasien luka tembak.
Ada panggilan darurat dari Penjaga Pantai.
Untuk saat ini, Dokter Seo Woojin, Insu,
dan Euntak sudah pergi ke lokasi.
Tapi kondisi pasien tampaknya parah.
Hei, berikan ponselmu.
- Ini. - Baiklah.
Hei, Woojin. Bagaimana situasinya?
Seorang pria paruh baya tidak dikenal.
Dia mendapat tiga luka tembak.
Salah satunya mengenai pleksus brakialis kiri,
tidak ada luka keluar untuk dua lainnya. Peluru masih bersarang di dalam.
Kami menduga ada cedera lever,
jadi, berencana membedahnya dan menghentikan pendarahan.
Lalu kenapa tidak melakukannya?
Tapi,
ada juga kemungkinan cedera IVC.
Berapa banyak darah yang hilang?
Dia diselamatkan saat sudah kehilangan banyak darah.
Kami tak yakin...
Seharusnya
sekitar 800 cc.
Sejak pertama ditembak,
dia kehilangan sekitar 800 sampai 1.000 cc.
Sejak sekitar sepuluh menit setelah tertembak,
dia dalam kondisi stupor.
Siapa itu?
Orang yang bersama pasien.
Pasiennya sangat kekurangan gizi.
Secara keseluruhan, kondisinya tidak baik.
Entah berapa lama lagi dia bisa bertahan dalam kondisi ini.
Tolong selamatkan dia.
Dia ayahku.
Kami kabur...
Kami kabur dan mempertaruhkan nyawa untuk bertahan hidup.
Tolong selamatkan dia, Dokter.
Bedah dia sekarang!
Bedah dia dan temukan titik pendarahannya!
Kau akan datang?
Bertahanlah selama 30 menit!
Mengerti?
Baik, Pak.
BAB 1
BREAK LINE: BATAS AIR TIBA-TIBA MAKIN DALAM
NEGOSIASI UNTUK PERDAMAIAN DI SEMENANJUNG KOREA DIMULAI
Dia terlambat.
Sepertinya dia tidak akan datang.
Sudah kubilang itu tidak akan mudah.
Kita membicarakan pusat layanan trauma
di Provinsi Gangwon, bahkan bukan Seoul.
Dokter Bu Yongju juga ada di sana.
Tidak akan mudah.
Bagaimana? Haruskah aku menelepon Dokter Oh lagi?
Jika dia tidak datang setelah membuat janji,
artinya dia tidak tertarik.
Tetap saja, aku akan menelepon sekali lagi...
Lupakan saja. Tidak perlu.
Ayo pergi.
Bukankah itu Dokter Cha Jinman?
Kau benar.
Aku pergi menemuinya baru-baru ini.
Sebenarnya, RS Shinseong berusaha merekrutnya.
Dia berencana meninggalkan posisinya?
Astaga, tapi dia tidak akan menerimanya.
Semua rumah sakit besar di Seoul berjuang untuk merekrutnya.
Aku salah satunya, dan masih begitu.
Selalu ada variabel yang berperan.
Di mana ada kemauan, pasti ada jalan.
Kau sungguh akan menemuinya?
Permisi, Pak.
Senang bertemu denganmu di sini.
Operasi? Di sini?
Ada peluru bersarang di tubuhnya dan dia kehilangan banyak darah.
Mereka akan melakukan operasi darurat untuk menghentikan pendarahan.
Mereka bilang ada lebih banyak orang yang akan datang membantu.
Ada banyak darah di peritoneum,
jadi, kita membedah tanpa tahu pasti lokasi lukanya.
Jika benar cedera IVC, begitu dibedah, kondisi organ vitalnya akan menurun.
Kau dokter bedah TKV?
Ya, tapi aku mendaftar militer begitu lulus ujian.
Aku tidak punya banyak pengalaman.
Punya pengalaman operasi umum atau gabungan?
Aku pernah menangani cedera aorta perut, cedera diafragma,
dan kasus invasi pembuluh kanker.
Akan ada lebih banyak darah daripada dugaanmu.
Jangan bingung dan ikuti saja saat aku meminta bantuan.
Ya, aku akan berusaha maksimal.
- Insu. - Ya. Kondisi pasien stabil.
Pisau bedah.
Bovie.
Hei, tekanan darahnya turun.
- Gunting klem. - Baik.
Kain kasa.
Kain kasa!
Kain kasa.
Gagal jantung. PEA.
Mulai kompresi dada.
Gagal jantung...
Naik ke sana sekarang!
Baik, Pak!
Gunting klem.
Bovie.
Ikat.
- Baiklah. Potong. - Potong.
- Potong. - Potong.
Tidak ada yang bisa menggantikanmu. Bertahanlah.
Baik, Pak!
Kain kasa.
- Ruang medisnya di sini. - Baiklah.
Kudengar ada pasien lain.
Apa?
Dia batuk-batuk, kondisinya tidak baik.
Konjungtivanya pucat, aku juga mendengar rales dan mengi.
Kau pasti salah.
Pasien luka tembak satu-satunya orang di kapal ini yang membutuhkan
perawatan medis darurat.
Letnan.
Nona, kau baik-baik saja?
Apa yang kau lakukan? Masuklah.
Tapi aku dokter bedah umum.
- Lalu? - Ya, Pak.
Astaga, kau ini...
Di mana kapten kapalnya?
Kapten ada di anjungan.
Lari ke sana dan beri tahu dia
kita harus menaikkan helikopternya.
Begitu perawatan darurat selesai, mereka harus dibawa ke rumah sakit.
Tunggu, tapi itu bukan...
Pergi dan laporkan sekarang! Jika tidak, akan ada orang mati di sini!
Cha Eunjae, bagaimana kondisinya?
Tekanan darah dan detak jantungnya baik, tapi saturasi oksigen 93 persen.
Sepertinya dia mengalami sakit dada di sisi kanan.
Dispnea karena hemoptisis parah.
Bisakah kau mengendalikannya?
Ya, akan kucoba.
Baiklah. Hei, Jang Donghwa.
- Ya? - Bantu Dokter Cha.
Operasi daruratnya bagaimana?
Kapalnya terlalu kecil, kita semua tidak muat di ruangan itu.
Nanti kupanggil jika kau dibutuhkan. Tetaplah di sini.
Beri dia 10 liter reservoir oksigen.
Baik.
Master!
Hei.
Sudah berapa lama kalian melakukan CPR?
- Sepuluh menit. - Begitukah?
Mari periksa ritme jantungnya.
PEA. Lanjutkan kompresi.
Baik, sudah sejauh mana?
Kami sedang menjahit di atas lokasi luka.
Baik, potong.
- Pengisap. - Pengisap.
Ikat.
- Potong. - Potong.
Sudah selesai.
Bagus. Euntak, irigasi.
Baiklah.
Kurasa kau mengikatnya dengan baik.
Pendarahannya tampak terkendali.
Dokter Jung?
Ya. Kami akan memeriksa ritmenya.
ROSC.
Detak jantung kembali.
Kami terburu-buru menjahitnya karena dia mengalami gagal jantung.
Tapi aliran balik venanya tidak sebanyak yang diharapkan.
Kita harus bagaimana?
Letaknya di atas vena ginjal.
Jika menunda terlalu lama, kita juga akan kehilangan ginjalnya.
Sekitar sepertiga levernya juga rusak.
Ini sekakmat.
Bahkan aku bisa tahu tanpa pengalaman langsung.
Pasien ini akan segera...
meninggal.
Kita akan mengabaikan lokasi luka.
Ganti posisi.
Apa maksudnya?
Pakai kateter?
Tidak, kita pakai selang endotrakeal. Yang terbesar.
Baik.
Semua orang mengerti maksud perkataannya?
Pisau nomor 11.
Tancapkan di samping dengan balon kateter dahulu.
Letakkan sisi tanpa selang ke arah jantung dan pasang di tempatnya.
Begitu kumasukkan selang ini, segera ikat. Kau siap?
- Ya, Pak. - Mari kita mulai.
Baiklah.
Baiklah, ikat sisi ini.
Di sana, potong.
Lalu sisi kanan.
Ikat.
- Potong. - Potong.
Aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.
Euntak.
Tidak mungkin. Apa itu akan berhasil?
Berhasil, Dokter.
Pasiennya bertahan.
- Organ vitalnya juga stabil. - Baiklah.
Tutupi dengan kertas film dahulu,
mari pindahkan dia ke Rumah Sakit Doldam.
Kita akan langsung melakukan operasi kedua. Bersiaplah.
Baik.
Itu tidak mungkin.
Selama 18 jam ke depan, pasien ini dilarang meninggalkan kapal.
Apa?
Dokter Cha, darah terus naik ke selang.
Ada berapa banyak selang terkecil?
Ada dua tabung 4,5 mm.
Beri aku satu.
Bukankah itu terlalu dalam?
Lagi.
Gunakan 3 cc untuk setiap balon.
Kau bisa melakukan itu, bukan?
Dokter bedah umum bisa mengurus balon kateter.
Kain kasa.
Sisi ini berdarah.
Kau memasukkan itu ke paru-parunya?
Ya, satu selang dalam di salah satu paru-paru.
Yang satunya diletakkan di atas.
Itu menjaga pernapasan dari paru-paru yang tidak berdarah.
Jika menjadi dokter bedah TKV,
kau akan tahu betapa sensasional dan fantastisnya perawatan ini.
Baiklah.
Akan bagus jika ada selang lumen ganda, tapi kita tidak punya.
Sudah 98 persen. Bagus.
Sedot kedua sisi dan gunakan setengah kekuatan dengan kantong Ambu.
Kau bisa melakukan itu, bukan?
Kenapa kau terus menanyakan itu?
Ada banyak dokter residen yang bahkan tidak tahu cara melakukan ini.
Aku bisa melakukannya.
Lenganmu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Pelurunya hanya menggoresku.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
Siapa namamu?
Kita tidak punya waktu untuk ini, Kapten.
Jika kami tidak bertindak dan segera mengoperasi, pasien akan mati.
Perintah dari atas sama seriusnya dengan nyawa manusia.
Pasien itu akan tetap di kapal ini sampai pukul 18.00 besok.
Sebagai orang mati?
Kau bilang dia sudah melewati krisis.
Jika terus begini,
dia akan terus menghadapi lebih banyak krisis.
Dia akan terus mengalami gagal jantung
dan melakukan CPR tidak akan berpengaruh banyak.
Kudengar kau dokter berbakat.
Jika tidak bisa mengoperasi tepat waktu,
berbakat atau tidak, itu tidak penting.
Kau pasti sudah tahu sekarang,
tapi orang-orang itu
adalah pembelot dari Korea Utara.
Ya, lalu?
Kau tahu ada konferensi di Seoul, bukan?
Lalu kenapa?
Proses untuk membahas kebijakan perdamaian di semenanjung Korea
sedang diadakan di Seoul.
Jika timbul masalah pembelot Korea Utara,
menurutmu apa yang akan terjadi?
Haruskah seorang dokter mempertimbangkan semua itu?
Intinya, ada situasi politik yang sedang dihadapi negara.
Bahkan di medan perang, sudah sewajarnya jika kita merawat yang terluka,
dari pihak mana pun mereka berasal.
Selain itu,
mereka rela mempertaruhkan nyawa dan pergi ke selatan demi bertahan hidup.
Mereka bahkan hanya warga sipil.
Membahas omong kosong keadaan politik pada situasi ini,
bukankah itu curang?
Jaga ucapanmu.
Aku hanya ingin kita tetap fokus pada pekerjaan kita!
Kapten.
Kau dan aku bekerja keras siang dan malam
agar kita bisa menyelamatkan nyawa orang.
Lantas, kita harus menyelamatkan nyawa pria itu dahulu.
Situasi politik itu urusan para politikus.
Bukankah begitu?
Benar, bukan?
Ya, ini Kapten.
Baik, Pak.
Ya... Tolong beri kami perintah.
Baik.
Aku baru saja bicara dengan atasan.
Sampai perwakilan Korea Utara kembali ke Pyongyang,
orang-orang itu tidak boleh masuk ke wilayah Korea Selatan.
Sial...
Namun,
semua itu
di level resmi.
Lalu bagaimana dengan level tidak resmi?
Kita bisa berbuat sejauh apa?
Sifku sudah lama berakhir.
Silakan pulang.
Kau bercanda? Bagaimana aku bisa turun dari kapal ini?
Maka dari itu...
Inilah yang dimaksud dengan berada di satu kapal yang sama, Dokter Jang.
Hanya karena ingin pergi, bukan berarti kau bisa pergi sendirian.
Bagaimana bilangnya, ya? Kita berbagi takdir yang sama?
Aku ingin hidup sebagai individu tanpa takdir.
Kurasa bahkan Master Kim tidak bisa membereskan ini...
Helikopter akan lepas landas dalam lima menit.
Kalian bisa bersiap pergi, para dokter.
Kau mengirim kami kembali?
Lalu pasiennya? Bagaimana keputusannya?
Dia akan dipindahkan bersama kalian.
Kau mau membawanya ke mana?
Kami akan memindahkannya ke rumah sakit. Kau juga harus dirawat.
Jadi, kau akan membawa kami ke Korea Selatan?
Menyelamatkan nyawa lebih penting.
Jangan khawatir.
Kita akan pergi ke Rumah Sakit Doldam.
Itu sebuah tempat...
Rumah sakit yang sangat bagus di Jeongseon.
Kita akan segera tiba di sana.
Lihatlah.
PENJAGA PANTAI KOREA
RUMAH SAKIT DOLDAM
RUMAH SAKIT DOLDAM, PUSAT MEDIS DARURAT
Di mana semua orang? Tunggu...
Ke arah mana...
Astaga.
HARAPAN, CINTA, PELAYANAN
Sial. Kenapa aku dipanggil terburu-buru?
Hei, ada situasi mendadak apa ini?
Pasien luka tembak?
Master Kim bahkan tidak ada di sini. Apa-apaan...
Master Kim juga dalam perjalanan.
Master Kim? Tapi dia sedang berlibur.
Sepertinya Dokter Seo Woojin tiba-tiba meneleponnya.
Dokter Cha pergi mencarinya sendiri.
Ada yang butuh kafein?
Aku tidak usah.
Aku mau dua seloki kopi dengan dua sendok krim dan gula.
Astaga, Dokter Seo itu. Maksudku,
Master Kim hampir tidak bisa berlibur setelah bertahun-tahun,
tapi mereka selalu saja mengganggunya.
Ada pasien luka tembak.
Dia tidak punya pilihan dalam situasi darurat seperti ini.
Omong-omong, pasien luka tembak itu akan dibawa ke sini bersama Master Kim.
Kita juga harus menyusun rencana.
Rencana apa?
Secara resmi,
pasien ini adalah seseorang
yang tak boleh berada di Korea Selatan sampai pukul 18.00 besok.
Selain jumlah staf minimum untuk operasi,
orang lain tidak boleh tahu.
Sampai pukul 18.00 besok,
pastikan informasi ini tidak bocor.
Itulah syarat pemindahan pasien ini.
Apa-apaan...
Bagaimana mungkin?
Kau tahu sebanyak apa staf yang datang dan pergi dari Rumah Sakit Doldam.
Maka itu, kita harus memakai tempat
yang bisa dirahasiakan dan pasien dirawat dengan jumlah staf sesedikit mungkin.
Beritanya jangan sampai bocor.
Itulah maksudku, Bu Oh. Di rumah sakit sekecil ini,
di mana kita bisa merawat pasien
tanpa diketahui siapa pun dengan staf sesedikit mungkin?
Ada satu tempat.
Tidak mungkin, Bu Oh.
Mungkinkah...
Benar.
Pusat layanan trauma.
Mari kita buka untuk saat ini.
RUMAH SAKIT DOLDAM
PUSAT MEDIS DARURAT
PUSAT LAYANAN TRAUMA RUMAH SAKIT DOLDAM
Itu tidak boleh, Bu Oh.
Kita bahkan belum dapat izin untuk perampungan gedung!
Bukankah aku sudah memintamu bergegas?
Bangunannya sudah lama selesai.
Tapi sudah berbulan-bulan kau belum mendapat izin.
Kita mendapatkan dana dari pemerintah.
Prosesnya rumit, itu saja.
Kudengar penanggungjawabnya orang baru.
Itu dia maksudku. Karena penanggungjawabnya orang baru,
kita tidak tahu kapan dia akan datang.
Mana bisa menaruh pasien di sana?
Kita tidak bisa melakukan ini, Bu Oh.
Ini sama saja seperti menghancurkan seluruh proyek di akhir.
Secara resmi, sampai pukul 18.00 besok,
kita tidak menerima pasien.
Kita belum melakukan apa pun secara resmi, jadi, kenapa itu menjadi masalah?
Ayolah, jangan bilang begitu!
Kenapa kau juga seperti ini?
Jika ada masalah dan kita tidak bisa memakai pusat layanan trauma bagus itu,
kau mau bertanggung jawab?
Master Kim membawa pasien dengan helikopter saat ini.
Pokoknya, jangan di sana. Kita tidak bisa mengobatinya di sana!
Kita bisa apa lagi? Sepertinya mereka sudah tiba.
Mari bersiap, Semuanya.
Tunggu, tidak...
Yang benar saja!
Bu Oh!
WAKTU TERKINI, PUKUL 03.09
Haruskah aku mendarat di landasan helikopter di atap?
Tidak, kami belum mendapat izin untuk perampungan gedung.
Di belakang gedung, ada landasan helikopter lain.
Mari mendarat di sana.
Baik.
Bravo 517. Bravo 518 akan mendarat lebih dahulu.
Bravo 517, bersiap di udara.
PUSAT LAYANAN TRAUMA RUMAH SAKIT DOLDAM
RUANG OPERASI
AREA OBSERVASI INTENSIF
RUANG PERAWATAN TRAUMA
Di sini. Kemarilah.
Dokter Nam menunggu di Ruang Operasi Satu.
Baiklah. Kita pindahkan pasien ke Ruang Satu.
Perawat.
Lakukan tes lab operasi dahulu dan siapkan banyak kantong darah.
Begitu memulai anestesi, kita akan memulai operasinya.
- Baik, Dokter. - Akan kusiapkan semuanya.
Bu Oh, akan ada pasien lagi.
Aku sudah dikabari. Kasus bedah TKV, 'kan? Aku akan menyiapkan semuanya.
Jadi, begini cara kita membuka tempat ini.
Dokter Jung!
Hei.
Lewat sini.
- Dokter Jang. - Ya?
Bersiaplah dan segera ke Ruang Operasi Satu, cepat.
- Sekarang? - Cepat, ini mendesak.
Sial!
Dia pasien hemoptisis parah.
Dia batuk-batuk dan dadanya sakit.
- Ekokardiogramnya bagaimana? - Akan dilakukan.
Bisa lakukan pindai CT di sini?
Kita punya semuanya.
Jadi, bisa lakukan tes dahak dan tes lab praoperasi juga?
Kenapa tidak sekalian tanya kita bisa teleportasi ke sini atau tidak?
Dokter Jang, lakukan tes dahak dan tes lab praoperasi...
Dokter Jang. Ke mana dia?
Dokter Seo memanggilnya ke ruang operasi.
Nona Choi, mari lakukan tes dahak dan jalankan tes lab praoperasi.
- Baik, Bu. - Jang Donghwa sudah gila.
Dia mengeluh soal bekerja lembur di depan pasien,
dia bahkan tidak menghormati seniornya.
Kurasa kau juga tidak terlalu menghormatiku, Dokter Cha.
Tetap saja, aku tidak seburuk itu.
Bu Oh, bisa minta rontgen dada portabel?
Baik, Dokter.
RUANG PERAWATAN TRAUMA
Kau di sini, Master Kim.
Hei, Bu Oh.
Kau bahkan tak bisa istirahat di liburan yang sudah lama kau nantikan.
Kurasa itu sudah menjadi takdirku.
Omong-omong, kau membuat Pak Jang membuka pintu.
PUSAT LAYANAN TRAUMA RUMAH SAKIT DOLDAM
Ini tak benar.
Ini tak mungkin.
Tapi dari mana asal para pasien ini?
Mereka pembelot Korea Utara.
Karena konferensi antara Selatan-Utara dilaksanakan di Seoul sekarang,
mereka berusaha merahasiakan ini.
Tetap saja, kita tidak bisa menahan mereka di kapal itu
tanpa mengoperasi mereka.
Aku membawa mereka kemari secara tidak resmi.
Begitu rupanya.
Nyawa ayah anak kecil itu berakhir di kapal.
BERAKHIR: MENINGGAL
Fisik anak itu sepertinya tidak terluka,
tapi dia terlalu pendiam.
Aku akan mengawasi baik-baik.
Baiklah.
Baiklah, mari kita mulai.
Mari lakukan itu, Master Kim.
UNIT PERAWATAN INTENSIF
RUANG OPERASI
Perawat.
Bisa tolong panggil Dokter Jang Donghwa?
Baik, Dokter.
PERAWATAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DOLDAM
Akhirnya, ini operasi pertama kita di Pusat Layanan Trauma RS Doldam.
Tapi ini tidak resmi.
- Dokter Seo Woojin. - Ya, Dokter?
Dia pasien pertama pusat layanan trauma kita.
Selamatkan dia bagaimanapun caranya, ya?
Tentu saja.
Baiklah. Organ vital pasien stabil.
Benar. Mari kita mulai.
Pisau bedah.
Bovie.
PUSAT LAYANAN TRAUMA RUMAH SAKIT DOLDAM
Maaf memintamu bertemu di sini.
Tidak apa-apa. Tidak butuh waktu lama untuk ke sini.
Jadi, bagaimana rasanya...
tinggal di pedesaan?
Tidak ada bedanya menyelamatkan nyawa di Seoul atau di tempat lain.
Aku hanya melakukan yang terbaik untuk para pasienku.
Kau seperti telah mendapatkan pencerahan.
Begini...
Aku mendengar rumor kau akan pindah ke rumah sakit lain. Apa itu benar?
Kenapa kau bertanya?
Sebenarnya, Rumah Sakit Doldam baru saja membangun pusat layanan trauma.
Sudah ada Bu Yongju di sana.
Aku tahu kalian berdua alumni Universitas Keosan.
Bahwa kalian berdua adalah rival.
Aku tidak yakin soal rival.
Aku dokter bedah TKV dan dia dokter bedah umum.
Jika bekerja di rumah sakit kami, kau akan sangat membantu.
Omong-omong, Dokter Park,
kenapa kau pergi ke sana?
Aku ingin menguji diriku.
Master Kim bisa melakukannya, jadi, kenapa aku tidak bisa?
Tapi suatu hari, aku sadar,
dan mendapati diriku di sini.
Kau terbawa perasaan.
Bisa dibilang,
rasa hormatku kepada Dokter Bu Yongju cukup berperan.
Omong-omong, terima kasih sudah meluangkan waktu untukku.
Jika ada waktu, mampirlah ke rumah sakit kapan-kapan.
RUMAH SAKIT DOLDAM DIREKTUR PARK MINGUK
Bagaimana kalau hari ini?
Apa?
Kebetulan aku libur hari ini.
Bagaimana organ vital dan urinenya?
Tekanan darahnya tetap di 100 per 70.
Lalu urinenya 70 sampai 80 cc per jam, itu bagus.
Jujur saja, kukira dia takkan selamat.
Kau bekerja dengan baik.
Aku tidak tahu kau bahkan mengurus cedera IVC juga.
Aku tidak akan bisa melakukannya tanpamu.
Sana tidurlah.
Kita harus mengawasinya sampai petang ini dengan staf sesedikit mungkin.
Mari bergantian dan menghemat energi kita.
Kau belum mendengar kabar dari Dokter Jang Donghwa?
Belum, kurasa dia pulang.
Aku akan tetap di sini. Pergi dan beristirahatlah.
Baik, aku segera kembali setelah mandi.
Di mana kau sekarang?
DI MANA KAU SEKARANG?
Kapan kau kembali?
KAPAN KAU KEMBALI?
Aku merindukanmu.
Euntak.
Ya, Dokter Cha?
Di mana Seo Woojin?
Dia baru mau tidur.
Kami akan bergantian mengawasi pasien sampai petang ini.
Kalau Jang Donghwa? Sedang apa dia?
Kurasa dia pulang...
Berandal kecil itu. Sudah kuduga.
Apa yang Seo Woojin lakukan? Dia seharusnya menjadi mentornya.
Dia akan membiarkan anak itu berbuat sesukanya?
Dia pasti akan mengurusnya.
Yang benar saja.
Omong-omong, kau sudah selesai pindahan?
Kudengar dari Dokter Eom kau pindah akhir pekan kemarin.
Ya, begitulah.
Kapan kau akan mengadakan pesta rumah baru?
Aku sangat penasaran seperti apa rumahmu.
Rumahku kecil.
Aku juga belum tinggal di sana.
Kurasa butuh waktu untuk mengaturnya.
Aku permisi, ya.
Dia seharusnya menikah saja.
Maksudku, Dokter Cha dan Dokter Seo.
Sudah tiga tahun lebih hubungan mereka jalan di tempat.
Tidak ada kemajuan dan akhirnya menjadi canggung.
Menjalin hubungan jangka panjang tidak selalu bagus.
Mereka pasti akan mengurusnya.
Bagaimana kabar Areum?
Dia baik-baik saja?
Ya, aku yakin begitu.
Apa ini?
Pasangan ini juga agak canggung.
AKU MERINDUKANMU...
Astaga...
Baiklah.
Di mana dia?
Tunggu...
Kau sedang apa?
Aku tak bisa menemukanmu, jadi...
Apa? Kau sudah merindukanku?
Operasinya pasti berjalan lancar tadi. Sepertinya suasana hatimu sedang baik.
Aku berhasil mengoperasi cedera IVC.
Apa? Cedera IVC yang sangat sulit itu?
Astaga, selamat, Dokter Seo Woojin.
Hanya itu?
Memang kau mau apa lagi?
Bir? Atau anggur?
Sesuatu seperti ini.
Astaga, Dokter Seo! Apa-apaan kau siang bolong begini?
Euntak menyuruhmu tidur, tapi kau malah menggodaku?
Bukankah ini alasan kita tinggal bersama?
Benar. Akan kujelaskan sekali lagi, dengarkan baik-baik.
Alasan kita memutuskan tinggal bersama adalah, pertama,
untuk mengurangi pengeluaran karena kita sudah menghabiskan
banyak uang sewa bulanan selama tiga tahun terakhir.
- Itu alasan pertama. - Lalu?
Kita berdua sangat sibuk,
merepotkan pergi ke kota setiap akhir pekan untuk berkencan.
Jadi, menghemat waktu dan jarak agar lebih efisien adalah alasan kedua.
Begitukah?
Jadi, mari berhenti bercanda dan keluarkan barang-barang kita, Dokter Seo Woojin.
Di mana memo yang kuberikan sebelum kita pindah?
Kau ingat itu, bukan? Aku memasak, kau mencuci piring.
Daur ulang, aku. Sampah makanan, kau.
Ruang tamu dan kamar tidur, aku. Kamar mandi dan halaman, kau.
Sesuai kesepakatan. Tanpa protes. Mengerti?
Aku punya pertanyaan, Dokter Cha.
Lalu kapan kita bisa berciuman?
Soal itu...
Kapan pun suasananya tepat.
Lalu kapan kita tidur?
Itu juga
saat kau lelah.
Sesuaikan dengan waktumu sendiri.
"Dengan waktuku sendiri?"
Tentu saja, sendiri. Bagaimana lagi?
Apa? Kau membayangkan apa?
Hal serupa yang baru saja kau bayangkan.
Astaga. Dokter Seo!
Kau akan selalu membuat semuanya menjadi adegan dewasa?
Tentu saja.
Hei!
Tidak.
Dokter Seo!
Ada banyak dus yang harus dibongkar!
- Pergilah. - Baiklah.
- Baik! - Tunggu!
Hei, tunggu! Baik, tunggu.
Tunggu sebentar.
- Tidak, tunggu... - Tidak ada tunggu-tunggu.
Kita harus apa sekarang?
Astaga, dasar berandal.
Seo Woojin dan Cha Eunjae belum datang?
Mereka berdua libur pagi ini. Mereka akan datang bekerja di sore hari.
Ada pasien luka tembak di pangkalan militer semalam.
Mereka dipanggil dan bekerja semalaman.
Di mana pasien luka tembak itu?
Entahlah. Mungkin rumah sakit militer?
Aku juga tidak tahu.
Apa?
Tunggu...
Baiklah...
PUSAT LAYANAN TRAUMA
PUSAT LAYANAN TRAUMA
Dokter Yang?
Sedang apa kau di sana?
Sepertinya
aku melihat orang di dalam sana.
Aku penasaran ada apa.
Kukira pusat layanan trauma belum dibuka.
Benar, bukan?
Kenapa ada banyak sekali
yang harus disiapkan dan diperiksa untuk mendapatkan izin perampungan gedung?
Karena tidak bisa melakukannya sendiri,
aku meminta bantuan beberapa orang untuk mengurusnya.
Maukah kau membantuku juga?
Masih banyak yang harus dilakukan.
Astaga.
Aku agak sibuk sekarang.
Ada banyak tulisan ilmiah yang harus kubaca.
Tidak bisakah kau meluangkan waktu?
Jangan sekarang.
Mungkin lain kali.
Sampai jumpa.
Astaga.
Aneh.
Pasti ada sesuatu.
Pak Koo.
Mereka dari Badan Intelijen Nasional.
Apa ada yang sakit?
Ini pasti sakit.
Kau mau makan sesuatu?
Kau suka makan apa?
Bisa beri tahu kami alasanmu kemari?
RUMAH SAKIT DOLDAM
Pusat layanan trauma di sebelah sini.
DIREKTUR PARK MINGUK
Ya, Direktur Park?
Di mana kau sekarang?
Sekarang? Aku sedang keluar sebentar.
Ada keperluan apa?
Astaga!
Sedang apa kau di sini?
Begini, aku...
Aku baru mau keluar sebentar!
Ada apa lagi kali ini?
Katakan.
Dokter Kim.
Hei.
Bagaimana pasiennya?
Sejauh ini stabil.
Urinenya juga keluar dengan lancar.
Kau sudah minum obat?
Tak pernah lewat sehari pun.
Jika ingin lama di pekerjaan ini, aku harus minum obat tepat waktu.
Terima kasih sudah datang padahal kau sedang liburan.
Sebenarnya kau pasti bisa tanpa aku.
Kau harus mengurus hal-hal yang bisa kau lakukan sendiri, Dokter Seo.
Aku masih harus banyak belajar, Master.
Selain itu, jika ada kau,
aku merasa operasiku lebih baik.
Aku juga merasa lebih percaya diri.
Astaga, Seo Woojin.
Kini kau pandai menyanjung.
Dari mana kau belajar mengatakan hal itu?
Aku tidak menyanjungmu. Memang benar begitu.
Baiklah.
Itu yang sebenarnya, Pak.
Astaga, baiklah. Aku mengerti.
Master Kim!
Master Kim!
Kau tahu apa yang terjadi sekarang?
Saat ini...
Direktur Park.
- Kau sudah datang. - Master Kim.
- Ya? - Situasi apa ini?
Aku hendak menjelaskan saat kau tiba di sini.
Ayo ke ruanganmu sekarang.
Apa yang terjadi?
Aku menawarinya posisi di sini.
Dia ingin melihat-lihat pusat layanan trauma dahulu.
Benar juga.
Karena itulah dia di sini.
Sudah lama tidak bertemu.
Lama tidak bertemu, Eunjae.
Ayah.
DR. ROMANTIC SEASON 3
- Gagal jantung PEA. - Kau...
tidak menerima pasien di sini, 'kan?
Orang-orang itu pasien yang sakit parah.
Kau mau mengirim orang-orang sekarat ini ke mana?
Jangan bergerak!
Jika bergerak...
Operasi?
Bagaimanapun dunia berjalan,
mari jaga "dunia dan kedamaian" untuk kita, Direktur Park.
Omong kosongmu masih sama.
Mati kau!
Mereka sedang mengoperasi!
Kau akan menemukannya hanya dengan indra perabamu?
Jika tak percaya diri,
akankah aku memulai pertarungan ini?
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.