All language subtitles for Virgin Am I

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- dia ngobrol sama aku di FB. - Kau itu jangan salah.

Dia seorang pemerkosa, penggila seks, penggila wanita dan penculik.

Tapi dia sangat tampan di foto.

Itu hanya foto. Jangan kau lihat. Itu palsu.

Aku tidak peduli, aku sudah tak tahan.

Kau ini bodoh. Ada aku.

Jadi, kau harus sabar. aku akan ke sana. Aku punya cara baru, lho.

Aku harus pergi. SeIamat tinggaI.

Pat..

Pat..

Oke. Selesai.

Silakan pergi.

Kita tak boleh berbicara seks setiap hari. Itu sangat intim. membuat diriku pusing.

Jangan pernah bicara lagi!

Aku..

Cinta...

Kamu.

Aku mencintaimu. Kalian mengerti? Ini harus sering diucapkan.

Aku mencintaimu!

Pintar.

Si bodoh.

Kau disana.

Apakah kau disana lagi?

Benarkah kau tahu mereka sudah disini?

Lihat dia cantik sekali.

Dia benar-benar cantik sekali.

Halo?

Hai apa yang kau punya?

Kau tahu?

- Kau bisa membukanya? - Ya aku tahu.

Apakah mungkin kau punya semuanya disana?

Baiklah aku mengerti.

Bagaimana?

Kau tahu mereka disana?

Apa yang mereka ketahui?

Jangan dicincang, potong saja dengan kunai.

- kau tidak tahu. - Benarkah kau seperti itu?

- Omong-omong - Tak perlu lagi.

Mengapa kau seperti itu?

Tidak.

Lepaskan!

Aku hanya bercanda.

Tolong!

Tolong!

Aku sudah memegangmu.

Kau menyelamatkanku.

Tak apa.

Sudah keWajibanku untuk menolongmu.

Aku sudah tak kuat lagi berenang.

Tunggu... tunggu.....

Satu... dua ....tiga....

Senyum!

Kalian tahu?

Kemaluanku sebesar ini.

Sebesar itu!

- Hebat sekali. - Terima kasih.

- Terima kasih banyak. - Kau sangat tampan sekali.

Lama sekali, kemana saja kau?

Aku sudah kelaparan.

Apakah kau sudah tidak sayang lagi kepadaku?

Ini!

Aku tidak mau.

Maafkan aku.

Kau marah?

Iya.

Bibi, minta mie dua mangkuk.

Jangan pedas ya.

Siapa yang mau bayar kau makan?

Kau tidak punya uang?

Tidak ada.

Lalu siapa yang akan membayar?

Aku tak mau bayar.

Jangan begitu, aku lapar sekali.

Aku tak perduli, biar kau mati kelaparan.

Tolonglah, pinjamkan aku uang.

Sedikit saja.

Aku tak perduli.

Biar kau tahu rasa.

Nanti aku ganti.

Tolong... aku lapar sekali.

Untuk kali ini saja.

Atung kau baWa pesanan nenek, Nak?

Nenek seudah kelaparan.

Sudah.. sudah.

Hallo,

ini aku..

[BERSORAK]

Test... test!

Aku akan baWakan satu lagu istimeWa.

Untuk seorang yang sangat istimeWa.

Berikan tepuk tangan untuknya.

Dan dia adalah calon istriku di masa depan.

Bohongan.

Aku kaget sekaIi.

Dan ini merupakan lagu yang sangat istimeWa.

Dia yang mau menyanyikannya.

Ipat kau mau ikut bernyanyi?

Siapa yang setuju?

Ipat?

-Ambil! - Iya.

Dasar kau menyebalkan.

Bersulang.

[MUSIK BERMAIN]

Kau pintar sekali bernyanyi.

Siapa yang mau minum lagi?

Mimun... minum...

Sampai mabuk... sampai mabuk....

Cium...cium....

Kau menggangu saja!

Cium... cium...

Apakah kau menyukainya?

Jangan mati dalam keadaan perawan, kau tahu.

Ipat kau masih peraWan.

Ipat.. kau peraWan.

Kau masih peraWan.

Aku tak tahu kau masih peraWan.

Bukan salahku.

- Dia masih peraWan. - Dia masih peraWan.

PeraWan! PeraWan!

Minumlah untuk kesahatan.

Dan untuk kesejahteran selamanya.

Ada apa dengan kau ini?

Aku tak tahu harus berbuat apa denganmu?

kalau kau punya masalah ceritakan saja?

sudah jangan perdulikan dia, kita makan saja.

Aku sudah lapar sekali.

Mereka sudah datang.

Selamat datang semuanya.

Terima kasih sekali, jangan repot-repot.

SiIahkan duduk, jangan malu-malu.

Kami baru saja mulai makan malam.

anak-anak yang baik sekali.

Kau meraWat mereka dengan baik sekali.

Hanya itu yang bisa aku lakukan

Silahkan duduk dan silahkan makan terlebih dahulu.

- SeIamat maIam. - SeIamat maIam.

hai, sobat apa kabar?

Ini!

Ikut aku cepat!

- ada apa? - Tak ada apa-apa

Kau jangan berbohong kepadaku.

Tidak.

Apa yang kau bicarakan?

Aku tak mengerti.

Aku tidak tahu.

Baik, kau temui mereka dulu.

Nanti aku menyusul.

Badanku bau sekali, bau sekali.

Diamlah!

Kau jangan bercanda.

Maafkan aku.

Aku tidak bermaksud begitu.

Aku mencintaimu.

Aku menyangimu sayang.

Dia sangat ganteng sekaIi,

Aku ingin sekali punya kekasih seperti itu.

Aku sangat ingin bercinta dengannya.

[MUSIK BERMAIN]

Terima kasih banyak sayang.

-Aku tak ingin kalian pergi. - Kami harus pulang.

- Samapi jumpa. - Terima kasih, sapai jumpa.

Kau harus percaya kepadaku kau merupakan gadis yang sangat istimeWa.

- terima kasih, - sampai jumpa, selamat malam.

Iyom... bangunlah!

bangunlah!

Ayo cepat!

Oh tampan sekali.

Aku mau.

Tidak. Tidak.

Tidak. Tidak boleh.

[SUARA PINTU DIKETOK]

- Siapa? - Ini paman.

Paman?

Biarkan aku masuk.

Coba baca ini.

Hah, Oh aku lupa aku tidak bisa membaca.

Apa katanya?

Hei.

Jangan disentuh. Nanti rusak.

Oh benar aku orangnya.

Aku kembali.

Aku melupakan dompetku.

FiIm ini bagus sekali.

Aku memang hebat. Hei, peran kalian sederhana.

Tak perlu menghafal dialog, biarkan semuanya mengalir.

- Mari kita menonton bersama. - Ya.

- tutup mata.!! - Ya.

- Sekalipun. - Ya.

Ya, apanya, dasar pemalas cepat kerja.!!

- Mulai. - Baik.

[MUSIK BERMAIN]

Bagus.

Cium dia sekarang.

Oh.

Hah?

Apa yang terjadi?

Berhenti!

Luntang kau tidak apa-apa?

- Maaf. - Kenapa begini?

Kau memang tak berguna, menekan tombol saja tidak becus.

Lebih baik kau pulang sekarang, pakai rok saja.

Luntang maaf, kita ulangi lagi, Mulai Iagi!.

[RADIO] Dia tampan sekaIi, dia mirip sekali dengan Mario.

Dia pintar menari dan bernyanyi, oh benar-benar pria idamanku.

Dia tidak ada tandingannya.

Apa? Dia milikku. Takkan kubiarkan kau memilikinya.

[LAGU BERMAIN DI RADIO]

- Ibu, - Hei Pat. Kenapa kau menelepon ibu?.

Apa kabarmu? Sudah lama kita tak bicara.

Apakah kau sudah menikah, ibu punya calon untukmu.

- Dia punya mobil dan rumah. - Aku sedang masak, sampai jumpa.

Sayang, kemarilah.

Ada apa? Kau nakal.

- Layani aku. - Makan dulu sosis ini.

Aku tidak mau, masakanmu tidak enak.

Aku lihat duIu.

Lupakan saja.

Sayang, kemari.

Ada apa?

Kenapa kau terkejut begitu?.

Aku sedang membuat sebuah film yang akan mengguncang dunia.

Benarkah? Itu yang kau katakan pada Waktu peluncuran film gagal yang terakhir.

Saat ini sutradara Yu akan meluncurkan film berjudul Madu Beracun di bangkok besok sore.

Setelah film erotis itu banyak anak mudah terpengaruh.

Terutama para Wanita yang ingin melepaskan keperaWanan mereka.

Hei film itu.

Sayang, aku mau menontonnya.

Aku pakai apa? Sayang.

Kau ikut aku.

- Tiketnya dapat dibeli di supermarket terdekat. - Cantik tapi dungu.

Jangan sentuh.

[MENGGERAM]

- Sayang kau sudah gila. - Dia kucing yang malang.

Kami kembali Iagi, bersama aku yang cantik.

[TANPA SUARA] Nenek sihir.

Jangan kemana-mana.

Tuhan, bantu aku.

Tolong buat puyom bergairah padaku.

Tolonglah.

Aku tahu, benda itu.

Aku dapat ide, terima kasih Tuhan. [SUARA PINTU DIKETOK]

Sayang.

Dia lagi. [SUARA PINTU DIKETOK]

Oh ya, Poyum.

Jangan peluk, dia milikku.

[PAT MENANGIS] Jangan menangis Pat.

Pat.

BaWa minumannya kemari.

- Benarkah kau tidak mau membeli sepatu itu? - Aku tidak punya uang.

Tapi, oh kau.

- Apa kabar? - Kau mau ikut denganku?

- Tidak mau. - ToIonglah.

- Oke. - Oke.

Sampai jumpa.

Tunggu dulu, baWa gitar ini.!!!

- Kau cantik. - Terima kasih.

- Kita mau kemana. - Lihat saja.

- Aku punya permintaan. - Oh katakan saja.

Tinggikan nadanya sedikit.

Coba Iagi.

Lihat kan, suaranya bagus.

- Jangan. - Tidak apa, hidungmu lucu.

- Sudah saatnya makan siang. - Baiklah.

- Coba tekan kunci G. - Begini.

Oh tanganmu mulus sekaIi.

[BERSIN]

- Apa kabar kakak? - Baik.

Oh, kalian bermain sendirian ya?

Kalau bermain gitar aku jagonya.

- Aku mau bicara. - Apa?

- Apakah kau mau mengajakku ke hotel? - Itu rahasia.

Oh begitu, kalau kau melakukan hal aneh, aku akan teriak.

Apakah kau pikir aku begitu?

Oh kalian laki-laki sama saja.

Melakukan hal aneh apa?

Aku tidak mengerti.

Kau tahu hal yang aku suka darimu kau itu benar-benar bodoh.

Sama sekaIi tidak mengerti hubungan pria dan Wanita.

Benarkah, aku bodoh? Kalau kau?

[BERSIN]

TiaW.

Dia menjijikan.

- Oh ya. - Ini anggur merah.

Apakah kau ingin pergi kesana?

Benarkah?

Aku setuju.

Mengapa kau tidak begitu enak?

Apa yang kau lakukan disini?

Apa yang akan kau katakan dengan mereka semua?

Tidak.

Tetapi, kau tahu apa yang terjadi?

Aku tidak disini.

Apa yang kau atur lagi disana?

Jika kau disini, kau tidak mungkin berada disini.

Biarkan mereka disini, aku tidak ada disana.

Meskipun kau tidak ada disana?

Siapa yang ada disana?

Oh, kurasa mereka benar-benar mengganggu?

Mungkin apakah seseorang sudah ada disini?

Apa yang terjadi?

Tidak.

Tunggu sebentar.

Mengapa kau benar-benar seperti ini?

Seperti apa?

Apakah kau sudah ada disini?

Hei! Kau berbohong, kau berbohong.

Apakah kau bisa disini?

kau tahu yang ada lagi?

Menurutmu tentang apa?

Mereka tak setuju lagi padamu?

Apa yang mereka tahu lagi disana?

Meskipun kau tahu, mereka sudah tidak ada lagi.

Apa, kau tidak tahu lagi?

Apakah kau tak mengerti maksudku disini?

Aku tahu, ide yang bagus.

Aku...

Apakah kau tahu beberapa hal disana?

Benarkah?

Selamat datang di Thailand.

Tanah atas senyuman.

Hei kau bisa kemari.

Apa yang mereka tahu, ini merupakan acara berita yang hebat.

Disini banyak diceritakan beberapa hal.

Jadi kau tahu kita semua sudah disini?

Dan kau seharusnya tahu apa yang bisa kau lihat lagi disini.

Apakah kau mungkin tahu beberapa hal yang harus diselesaikan disana?

Apakah kau mengetahui beberapa hal disana?

Ini adalah laporan,

Apakah benar dia sudah tidak ada disini lagi?

Kau Tak perlu tahu lagi mereka disana?

Mungkin mereka tahu beberapa lagi disana.

Kau tahu mereka sudah tak perlu lagi berkata yang aneh?

Benar sekali.

Kau tahu mereka disini?

Aku tidak ada lagi.

Dan kau pasti tahu?

Kau orang yang aneh itu?

Apa yang kau ketahui tentang mereka disana?

Selamat datang, bagiamana harimu?

Aku akan berada disana.

Jadi kau tidak perlu lagi disana?

Mengapa kau ada disana?

Tidak perlu kau katakan lagi?

Aku tidak akan datang.

Apakah kau sudah ada disana lagi?

Jadi kau sudah datang kesini?

Oh, aku tahu juga.

Jadi aku tahu mereka disini?

Apa yang kau siapkan semuanya?

Meskipun kau tidak tahu lagi disini?

Akankah semuanya berhasil lagi disini?

Meskipun kau tidak mengerti aku disini, apakah kau setuju?

Kau boleh tahu semuanya disini.

- Oke? - Apakah kau tahu?

Mengapa kau disini?

- Kau tahu? - Tidak, tidak tahu

Ya.

Apakah kau sudah ada disini lagi?

Um..

Apa yang kau ketahui lagi?

Benar begitu?

Benarkah? - Tidak.

Apa yang mereka setujui?

Benar

Aku sudah siap disana.

Siapa yang pergi denganmu?

Bukan urusanmu.

Siapakah yang harus ada disana?

Kau akan senang jika pergi ke tempat ini.

Benarkah begitu?

Sampai?

Sampai kau berada disini lagi?

Oh, apa yang kau ketahui lagi?

Mengapa kau seperti ini?

Kau percaya atau tidak?

Mungkin kau tidak ada lagi.

Apa yang kau harapkan?

Kau tahu tidak?

Benarkah?

Apakah kau tidak perlu Iagi disini?

Apakah kau tahu mereka sudah ada disini?

Benarkah?

Hei tunggu disana.

Sampai kau disana Iag?

Apakah kau mungkin bodoh melakukan itu?

Benar?

Lihat ini, lihat. - Bodoh!

- Kau tahu? - ya, mungkin.

- Mungkin kau tahu kau kesana? - Tidak aku tidak mengerti.

Apakah kau sudah dibaWa kesana oleh mereka?

Apa yang membuatmu senang?

Aku seseorang disana.

Apakah kau sudah setuju denganku?

Semuanya sudah bersalah.

Apakah kau tahu kita semua sudah disini? Aku tidak yakin dengan mereka.

Tidakkah kau mengerti?

Aku tidak suka pilih-pilih,

Apa yang harus kau lakukan lagi disini?

Ada apa?

Hei kau.

Apakah mereka sudah disini?

Sekarang kau sudah serius padaku?

Mungkin mereka sudah tidak ada.

Tetapi apa kau tidak setuju dengan mereka?

Kau tahu mereka tak sengaja melakukan itu?

Apa yang membuatmu setuju dengan mereka?

Kau sudah siap?

Hei.

Mulai.

Kelihatannya dia sudah lelah.

Oh.

Cut!

Orang ini bodoh sekaIi.

Mengapa kau cepat sekaIi keluar?

kasihan sang Wanita belum puas.

Tetapi kau hebat.

Mulailah!

Oh permisi.

Mungkin aku harus pergi, kumohon kalian pergilah.

ia punya seorang teman disana.

Hei minggirlah, aku tidak ingin kau disana.

Ada apa?

- kau ketakutan? - Tidak.

Kau tahu disana?

[SEMUA BERSERU]

Mengapa dia sangat bersemangat?

Kemarilah.

Ada yang bisa kau lakukan?

Apakah kau tahu mereka sangat setuju?

[SEMUA BERSERU]

kau setuju?

Apa yang bisa kau perbuat?

Mengapa kau tidak suka padaku?

Tidak ada yang perlu kau ketahui?

Datanglah kesana.

Mengapa mereka disana?

Tunggu, tunggu.

Biarkan aku berpikir.

Kau sudah tahu?

- Kami pesan 2 porsi. - Baik.

Ada yang ingin aku bicarakan.

Bicaralah.

Dia malu-malu.

Ayo jangan seperti banci.

Kalian tak usah ikut campur.

Dia pria sejati.

Memangnya seperti kalian kumpulan pria homo.

Biar.

Kau takut pada mereka?

Tampang mereka sangat seram.

Kau ini pria atau bukan?

- Tentu saja pria. - Yakin?

- Ini pesanannya. - Terima kasih.

Terima kasih.

- Ayo kita makan. - Setuju.

- Apa? - Itu artinya oke.

Bagaimana rasanya?

Terima kasih.

Sampai sini saja aku mengantarmu.

Tak masalah, sudah malam, kau pulanglah.

Besok aku pasti datang lagi.

- Tapi kau tak ada acara, kan? - Kalau untukmu aku pasti selalu sediakan Waktu.

Baiklah kalau begitu.

Sampai jumpa besok.

Sampai besok!

Baiklah.

Sampai jumpa!

Hei sedang ngelamunin apa?

Brengsek.

Pasti sedang pikirkan pacarnya.

Bagaimana kalau malam ini kita pergi?

Boleh.

- Ayo kita pergi. - Eh bodoh kau di rumah saja.

Hei tunggu aku!

[MENYANYI]

Hei, benci aku.

Giliranku yang nyanyi sekarang.

Apa?

Sayang.

Lepaskan tanganmu.

Kau mau melakukannya?

Boleh saja, tapi apa kau yakin?

Ya Tuhan, aku sudah tak peraWan lagi.

Seksi sekali, aku tak tahan.

Mengapa tak di angkat?

Kau?

Bagaimana semalam?

- Hampir berhasil. - Oke, semoga sukses.

Sebentar, ada telepon.

JaWab saja.

Hei, mengapa kau senang sekali?

Halo, apa kabar sayang?

Baik.

Kau tahu aku sayang padamu.

- Oh manisnya. - Kapan kita bisa ketemu?

Aku sudah rindu.

Sungguh, aku tak bohong.

Kau sedang apa?

Baik, selamat tidur.

Mimpi indah.

Sampai ketemu nanti.

Boleh aku coba es krim mu?

Astaga!

Apa-apaan?

Apa dia sudah giIa?

Aku sebarkan ke yang lainnya.

Astaga.

Godain kita dong!

Hei kau mau apa?

Aku tidak ikut-ikutan.

Aku tidak tahu apa-apa.

Apa kabar semuanya?

- HaIo semuanya! - HaIo juga.

- Apa kabarmu? - Baik, ibu bagaimana?

- Ibu sedang sakit? - Tidak, aku sehat.

- Aku pergi dulu. - Baiklah, hati-hati di jalan.

Kejutan!

Kau suka boneka, kan?

Boneka apa itu?

Kemana saja kau selama ini?

Aku sibuk kerja.

Benarkah?

Ibu, ada yang perlu di bantu?

Tunggu sebentar.

Mengapa hari ini semua orang aneh melihatku?

Ibu....

Ada apa?

Ibu?

Ibu.

Apa yang telah kau lakukan?

Kau membuat malu!

JaWab pertanyaan ibu.

JaWab!

Apa salah ibu?

Semua yang kau minta sudah aku berikan.

Tapi...

apa itu masih tidak cukup!

Kau masak dua piring buat aku satu, kan?

Terima kasih.

Siapa yang suruh kau makan?

Mengapa kau menangis?

Apa pedulimu?

- Ada masalah apa? - Jangan ganggu aku!

Aku pulang dulu.

Ada apa?

Kau tak cocok seperti itu.

Apa kau tak ada perasaan padaku?

Aku selama ini suka padamu.

Tapi kau terus aja mengacuhkan aku, kau tak perhatian padaku .

Tunggu!

Apa lagi?

Kau tak pernah bilang padaku.

Aku mana tahu.

[THAILAND FOOD]

Belum selesai?

Kok lama sekaIi?

Sshh...

Kau tak bisa sabar apa?

Aku sedang berusaha.

Kau ini kerja dari tadi pagi...

- Susah sekali karena ini siang hari. - Kau banyak alasan dari tadi.

Kau harus mengerti.

- Oh, jadi begitu... - Begini, biar aku jelaskan...

Apa lagi?

Apa kau tak mau lagi?

Karena kau sepertinya tak mau lagi.

Jangan Iupa untuk menyaksikan ini.

Ini karena mungkin aku juga yang tidak mau...

Aku sudah menunggumu dari tadi. Cepat datang.

Sedang jalan.

Halo semuanya, sekarang kami akan menyiarkan pertunjukkan yang akan tampil habis ini.

Jangan sampai keleWatan, Pokoknya ini seru banget pokoknya!

Kami akan istirahat sejenak.

Aku senang sekali.

Kenapa senang?

Jangan lupa menyaksikan fiIm ini, Jangan lupa.

Aduh, aku tak bisa. Padahal mau.

Ya ampun, sayang sekali, padahal bagus banget.

Hei, kau harus menonton ini.

- Oh, ya? - Ya, ini filmnya bagus sekali.

- Kau tahu dimana? - Disini, nanti jam 6.

Jangan sampai keleWatan.

Ayo, ayo, biar kuantar.

- Tidak, tidak. Aku bisa sendiri. - Tak perlu sungkan.

Tak usah malu. Aku senang bila ada orang secantik kau.

Bagaimana?

Masuk saja.

Hei!

Akhirnya.

Bagaimana kabarmu?

Aku baik-baik saja. Baru mau telepon kalian.

Ibu kost.

- Apa Kabar? - Sudah ngobrol didalam saja.

Kenapa keringatan begini?

- Oh ini. - Tadi.

Itu karena tadi.

Ibu, permisi.

Ayo.

Jangan lama.

Kami pergi.

Tunggu.

Permisi.

Apa kabar semua?

- Kalian sehat? - Sehat.

Halo, halo.

- Sehat? - Sehat.

Lihat apa yang aku baWa.

Lihat, lihat. Manisnya.

Kenapa kau bertengkar? Apa?

Tunggu,

Makan saja.

Diam!

Kalian tak bisa diam?

Sudah malam begini, mau kemana?

Hati-hati.

Jangan ke tempat yang tak benar.

Kau mau kemana?

Apa?

- Ini bisa. - Bisa aja. - Oh.

TOlong yang itu juga. Ini juga.

Sudah sampai.

- Hei, lihat. - Ada apa?

- Kau tak apa? - Coba lihat ini.

Semua siap?

-Aku mau ini. -Aku, aku!

Jangan berebut.

Jangan macam-macam.

Coba lihat ini.

- Dasar, mereka itu. - Memang.

Kau haus?

Tidak, simpan saja.

- Kenapa ka umarah? - Hmm.

Dia marah padaku.

[MUSIJ DRUM BERMAIN]

Siap-siap.

Kau tak marah lagi padaku? Kenapa?

Kenapa memukul? Sakit tahu.

- Ayo menari. - Oh, maaf.

Pergi saja ke dia.

Kenapa kau ini?

Ada apa?

Kenapa?

Kau tak apa?

Apa kabarmu?

Ayo kita muIai latihan.

Tersenyumlah.

Aku tak suka melihat kau sedih.

Aku sudah memikirkannya.

Aku harus menerima.

Kalau tidak...

Aku akan terus begini.

Aku tak akan bahagia.

Ini bisa jadi sesuatu nantinya.

Aku bisa cari coWok lain.

Kau bantu aku, ya?

[BUNYI BEL SEKOLAH]

Sampai jumpa.

Hati-hati di jaIan.

- Selamat siang. - Selamat siang. Sampai jumpa besok.

- Ayo, kami duluan, ya? - Ya, sampai besok.

Aku sudah menunggumu, ayo, ikut aku.

Lepaskan aku.

Aku tak suka seperti ini.

Hei.

Masuk, masuk.

Aku sudah bilang apa.

Tolong jaga dia.

Jangan sampai dia keluyuran, ya?

Baiklah.

Aku akan menjaganya dengan baik.

Kalau kau ada kesulitan, beritahu aku ya.

Kau tak apa?

Aku baik-baik saja.

Apa yang harus aku lakukan?

Apa aku harus mengejarnya?

Apa dia tak akan membenciku?

Tak mungkin.

Dia pasti akan senang.

Semoga begitu, aku takut.

[PINTU DIKETUK]

Buka!

Ini aku, aku mau bicara.

Pulang saja!

Aku tak mau!

Dia tak akan pulang. Sudah bicara saja.

Kenapa jadi begini?

Kau mau apa?

Ini mirip kau. Ini untukmu.

Lihat dia lihat dia lihat dia.

Aku lihat.

- Lalu? - Dia mau kamu.

- Boleh saja, tapi janji dulu. - Janji.

Ini sudah malam.

Sudah.

Aku mencintaimu.

Aku juga.

Tapi kau jangan begitu lagi.

Aku tak suka kau begitu.

- Janji. - Benar?

Aku janji akan dekat kamu terus.

Sedekat apa?

Aku percaya!

Lupakan saja.

- Kau mau pergi? - Tidak, aku ingin kabur saja.

Kau tidak boleh.

Kenapa tidak boleh? Kau bukan polisi disini.

Aku tidak harus mematuhimu.

Pengyang. Kau ini..

Masa tidak boleh?

[DOA]

Apa kau serius?

Tentu saja.

Hei..

SeIamat uIang tahun.

Epan.. Ini hadiah untukmu.

Tunggu.

Kenapa kita disini?

Ingin pesan apa?

Lihat, sangat tampan.

Pasang dibelakangku!

Cepatlah! Aku harus ke sana.

Kau sangat tampan.

Kau benar hebat sekali.

Kau ini..

Aku pergi dari sini.

Moe.

Boleh aku memelukmu?

Astaga.

Kau benar2 sangat tampan.

Bayar ini.

Moe.

Moe.

Moe.

Kau kenapa?

Kau kenapa?

Kau..

Apa itu benar?

- Ya. - Aku ambil itu.

- 2 itu. - Hai.

Aku minta maaf.

Tidak perlu. Tinggalkan aku sendiri.

Nam..

Apa yg kau maksud? Kenapa begini?

Aku tak peduIi! Pergilah!

Nam..

Aku menyayangimu!

Aku menyayangimu!

Aku tak mau kehilanganmu.

Apa yang kau pikirkan?

Kau hanya seorang egois.

Aku tidak membutuhkanmu! Mengerti?

Tunggu aku.

Kenapa ada itu?

Kau itu.

Dia membenciku sekarang.

Aku tidak tahu bagaimana lagi.

Untuk dia memaafkanku.

Kenapa ada video mastrubasi-ku disana?

Itu salah kau sendiri lakukan itu. Kau itu tak tahu diri.

- Apa yang kau maksud? - Kau itu!

- Itu sudah terjadi. Lupakan saja. - Ini masalah hati.

Jika aku jadi kau, aku akan bunuh diri.

Kau tidak membantu sama sekali.

Kau itu sama sekali bodoh.

Aku putus asa.

Apa kau punya ide keren?

Seperti apa?

Aku tidak tahu, kau pikirkan itu.

Sesuatu yg keren. Hebat. Dan dia menyukaiku.

Jadi dia memaafkan aku.

- Aku tahu. - Apa?

Kau harus merelakannya.

Apa kau yakin?

Apa itu bisa?

Aku ini tidak ingin. Tapi bicara? Dia marah padaku.

bagaimana aku bisa bicara padanya.

- Ada apa? - Halo, ini aku.

Wang, ada apa?

Aku ingin tanya.

Tanya apa?

Aku kacau.

Aku butuh bantuanmu.

Mati saja.

Tolong aku.

Aku benar-benar minta pertolonganmu.

Mengapa kau masih meminta pertolonganku.

Oke, bagaimana kau tahu mereka disana?

Berapa lama lagi kau akan sampai disini?

Apakah kau sudah setuju Iagi?

Apa?

Mengapa kau biIang itu?

Mau memperkosaku ya?

Kau suka padaku?

Tidak, aku seorang gay juga punya selera.

Kau yakin?

Kau masih tidak percaya?

Jangan pergi.

Liao.

Aku tidak ingin memperkosamu.

Liauo.

Apa yang kau lakukan terhadapnya?

Kumohon jadilah orang normal.

Tunggu sebentar.

Hei.

Hei.

Kalian harus berkonsentrasi.

- Mengapa kau disini? - Ya.

Apa kabarmu?

Kau sudah normal?

Kenapa? Tidak ada yang dengar.

Mengapa kau masih belum normal juga?

Hei.

Jangan menangis.

Bersabarlah.

Hei.

Kumohon jangan menangis, nanti kuberi permen.

Aku maunya mobil meWah.

Tidak mungkin, tidak mungkin.

Aku benci seperti ini.

Dimana ya dildoku?

Dimana ya dildoku?

Cipet, kau kenapa?

Mengapa Wajahmu jelek sekali seperti kerbau.

Jangan cari-cari kesempatan.

Kau bisa saja.

Lebih baik kau bantu aku carikan dildoku,

Aku membutuhkannya.

Untuk apa kau menggunakan barang itu?

Kumohon jangan gunakan alat itu lagi, kau bisa memanggilku.

Kapanpun dimanapun aku siap melayanimu.

- Tidak! - Mengapa?

Memang aku kurang tampan? Kurang menarik? Kurang jantan? Kurang tahan lama?

Mengapa Cipet?

[MENANGIS] Dia menyebalkan!

Sudahlah jangan sedih!

aduh!

Hei kenalan dong! - GAk mau!

- Aku kangen padamu - aku juga

Inilah dia bintang dan modeI keren kami akan WaWancarai dia

oh Iihat itu kekasihmu!

[ORANG BICARA DI TV]

kau lihat caranya seperti ini Nah!

Lalu begini Heh!

[MENGGERAM] Mengerti?

Lalu kau lakukan ini...

hei hah!

ayo kemari!

aku akan tangkap kau!

bagus sekali ya!

[TERTAWA]

Dia cocok sekali!

Hei!

kemari kau!

Ada apa ini? bagus tambah seru ya!

Kau bodoh ya!? [TERTAWA]

ayolah ikut aku!

kenapa kau begitu! - Sialan!

hei apa ini!

kau jangan melakukan itu!

jangan sentuh aku!

pergi kau!

aku tak suka!

Ini bagus..

Kurasa ini sangat bagus..

kau tahu itu tak benar!

ayolah! - Kau itu menyebaIkan!

kau tahu aku sayang padamu!?

cinta tanpa harta tak bisa sayang!

kau yakin bisa bahagiakan aku!?

aku kan suka makan babi!

kau harus dukung aku !

kau tak tahu aku tak suka babi?

apa!?

kau tahu aku sangat sayang padamu!

maaf aku sibuk..

kau kok tak dengarkan aku!

bagaimana bisa!?

ayolah kita bercinta..

kita damai saja..

kau yakin?

aku sayang sekali

ini tak mudah bagiku!

kalau kau mau berubah aku baru mau.

dasar!

[SUARA TELEPON]

halo..

Hah!?

aku tak bisa sekarang!

kau senang sekarang?

ini menyebalkan!

kau tahu ini berat!

kau tak tahu apa? sampai jumpa!

kau bisa jadi pria sejati?

kurasa ya..

kau sedang dimana? - Aku merindukanmu

Kau tak apa nak?

kau tahu ini tak mudah.

bagaimana dengan kaWanmu?

kau tahu ini tak mudah kan?

aku tak tahu!

aku sebenarnya sayang kakak..

tidak bisa aku pusing..

bagaiman ini bisa terjadi.

aku sudah lama tak ungkapkan ini.

tak bisa..

kenapa?

aku tak cinta.

kau tak suka aku?

ini tak mudah bukan aku tak suka!

aku berusaha bisa!

kau harus sadar itu!

kurasa ini tak mudah! - Masa sih!?

lupakan saja!

kenapa begitu?

kau tak mengerti juga ya?

[MUSIK BERMAIN]

[MUSIK TERUS BERMAIN]

kau tahu bagaimana ini? ini tak benar!

Hei kau kemarilah!

kemarilah..

Sudah jangan ganggu!

Ya ampun Pat!

kau tak apa?

kenapa?

coba aku lihat!

giginya rusak ya?

kau bisa obati dia? kurasa parah.

Sudahlah pat ayo bangun! - Kenapa?

kau itu bagaimana!

memangnya mudah!

bunda kau harus kasih kesempatan!

aku akan cari jalan!

sakit? - Ini sangat konyol!

aku tak suka ini! - kalau tak suka pergi saja!

kau pikir mudah? kalau tak mau cari saja orang lain!

ini sangat konyol!

kau jangan macam macam!

aku akan angkat giginya daripada busuk terus!

jadi begitu ya kau pikir itu maumu!

yang benar?

kau tahu aku punya dua alternatif..

kau tahu aku akan lakukan ini dengan benar!

kau mau coba!?

jangan main main kau!

kau mau aku pukul pakai kursi!?

kau itu Wanita tak tahu apa apa! payah!

kau kok tega sih!

Kau tahu aku orang tega lho!

kalau mau kita bercinta..

kurasa kau sangat cantik...

kau suka!?

kurasa bisa sih..

tapi aku sedih dulu..

[MENGERANG KESAKITAN]

lihat berdarah! - Biarkan saja

Aku akan hapus. - Kok bisa keluar darah sih!?

makanya kau jangan ganggu! aku jadi tidak konsentrasi!

kau tak apa!?

sudah selesai!

aku tak apa kok ibu..

meludah kesana!

ayo sini!

oke?

lihat gigimu sudah keren!~

Coba lihat! tamabalannya pasti kuat!

kau sehat! bagus!

ini dia..

kurasa ini bagus,

kau suka ini kan!?

mah!

kemarilah sayang!

aku tahu meamng sakit kok..

kau akan sembuh ya..

[MUSIK BERMAIN]

Pijat disini tuh apaan tuh!?

kau lihat mereka pasti cocok - [GADIS MENJERIT]

kau mau bercinta ya!?

apa apaan sih!

kau mau gaya apa!?

jangan!z

ih Jorok!

aku tak mau!

buka bajumu!

lepaskan aku!

Sini!

tolong aku mau di perkosa!

kau mau kemana, ada laut tuh! - Pergi kau sialan!

mama papa!

aku mau diperkosa nih!

[TERTAWA]

mama papamu takkan bantu!

Jangan! tak mau!

Lepaskan!

Kau tidak akan lepas.

Tolong aku!

Kau brengsek!

Lepaskan aku!

Tidak!

Diam!

Lepaskan aku!

Sekarang mau apa?

Aku tidak ingin!

Kau brengsek!

Apa yang kau lakukan?

Bagaimana memangnya? Apa kau tidak ingin?

Apa yang terjadi padamu?

Apa kau selalu seperti itu?

Aku tak mengenalmu.

Sejak kapan kau jadi aneh seperti itu?

Siapa yang aneh?

Aku tidak aneh.

Kau yang terIihat aneh.

Apa kau tidak bisa lihat itu?

Aku tahu.

Tapi aku tidak ingin tahu.

Itu lucu, kan?

Dasar!

Kau memang pria brengsek!

Bodoh!

Aku akan membununmu!

- Dasar pria bodoh! - Minggir!

Apa yang kau lakukan?

Sekarang sudah Waktunya pulang.

Oh.

Apa ada yang tertinggal?

Aku pikir tidak ada.

Itu yang aku pikirkan.

Jadi sedang apa kau sebenarnya disini?

Apa kau rindu padaku?

kalau begitu ini surat cinta untukmu.

Siapa yang buat surat cinta ini?

Aku yang buat.

Kapan kau membuatnya?

Kemarin sore.

Apa buktinya?

Saat aku menulisnya,

tidak ada orang di rumah.

Aku tidak bertanya ada orang apa tidak.

Hei, aku hanya bercanda.

Kenapa kau serius sekali, ayolah, ayolah.

Apa itu membuatmu kaget?

Kau kelihatan kaget.

Benarkah?

Apa yang terjadi?

Apa kau sangat takut kehilanganku?

Aku tidak akan kemana-mana.

Benarkan?

Benarkan?

Kau bodoh!

Alay!

Kau memang seperti Alay.

Aku tidak seperti itu.

Kau seperti Alay.

Kau tidak seperti itu.

Lihat saja gaya-mu.

Kau memang Alay.

Berikan lagunya, berikan lagunya.

Kau tahu seperti apa rasanya.

Ayo.

Aku yakin kalian semua sudah tak sabar menunggu lagi.

Tunjukan sekarang juga, aku sudah tak tahan lagi, tunjukan pestanya sekarang juga.

Ini adalah Radio yang mempersembahkan lagu cinta pada kalian yang sedang galau.

Tak usah ragu lagi, silahkan telepon kami.

Ayolah.

Apa benar dia homo, aku tidak yakin.

Terima kasih, telah memperhatikanku.

Apa yang membuatmu seperti itu?

Biar aku lihat apa yang sebenarnya terjadi.

Dia selalu menangis seperti itu tanpa alasan yang jelas.

Akupun bingung apa yang terjadi sebenarnya.

Aku selalu ingin tahu yang sebenarnya.

Itu sungguh aneh.

Sampai jumpa.

Apa kau sudah siap?

Ya, aku sudah siap.

Apa kau sungguh sudah siap?

Baiklah.

Hallo, pengunjung, tes, tes.

Apa kabar semuanya?

Tidak perlu serepot itu.

Aku tak peduli siapa kalian.

[BERNYANYI]

Apa tampang-ku sudah tampan?

Pasti aku telihat sangat tampan.

Benarkan?

Itu membuatku bingung.

Aku bahkan tak tahu apa yang sebenarnya kau rasakan.

Itu sungguh bagus.

Itu yang membuat-ku bahagia.

Kau mengerti itu?

Kau bodoh, kau keparat, kau maniak!

Jangan kembali, atau tak ku bayar.

Itu film yang aku buat untuk membuat kalian semua bahagia.

Aku berharap kalian semua menyukainya.

Bagaimana pendapatmu tentang film ini?

Kau diam saja seperti tidak punya suara, buat apa aku membayarmu?

Maaf.

Ayo cepat bicara.

Baik, apa kabar kalian semua?

Apa kalian semua senang menontonnya?

Aku harap demikian.

Apa kau mengerti yang satu itu?

Aku pikir tidak akan ada yang mengerti itu.

- Rom. - Cipet apa yang sedang kau lakukan disini?

Apa kau suka buah ini, aku belikan untukmu.

Apa kau sedang bersedih?

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Aku sangat bahagia.

Bagaimana keadaanmu?

Apa kau bahagia juga?

Karena...

Apa kau ingin buah?

Apa kau ingin buah ini?

Ya, aku mau.

Kalau begitu ambil ini.!!!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.