Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jelas pasien mengalami sindrom "hiperventilasi"
dari stres akibat perilaku Tn. Ken di ruangan.
Kita sedang pertimbangkan untuk menindak Tn. Ken,
karena melanggar peraturan rumah sakit,
dan menyalahi hak pasien.
Kita harus perbaiki reputasi,
dan mengembalikan kepercayaan rumah sakit.
Sains bisa membuktikan apa pun.
Hantu tidak nyata.
Setelah insiden ini,
Tn. Ken juga telah memberi pernyataan dan bersikeras bahwa,
dia bisa merasakan energi di sana.
Seperti kalian semua tahu,
bagaimana rumor hantu di rumah sakit ini,
telah menyebabkan kita rugi.
Aku paham bahwa di tempat seperti ini,
bisa membuat kita membayangkan hal-hal.
Tapi kita harus fokus.
Aku mohon kerjasama kalian semua.
Mulai sekarang,
tak ada pembicaraan soal hantu atau arwah.
Karena akan membuat reputasi buruk di rumah sakit kita.
Hanya itu yang kuminta dari kalian.
Mulai sekarang semua harus tahu,
apa yang terjadi kemarin,
tidak boleh terjadi sama sekali.
Jika kita bisa fokus mengatasi
masalah situasi di kamar pasien,
dan di ruang gawat darurat.
New.
Tolong bantu awasi,
tugas apa saja yang ada hari ini,
dan bimbing Pairin.
Baik, Bu.
Pairin, tangani kasus Tn. Korkiat gantikan Meow.
Dan kau, Meow, jangan lupa itu,
kau punya tugas jaga besok pagi.
Baik, Bu.
New.
Kau jaga Dokter M.
Rawat dia dengan baik, ya?
Tentu, Bu.
Kenapa senyum?
Halo?
Ada apa, Pairin?
Aku di luar.
Dokter M memintaku membawakan buku.
Banyak sekali,
jadi butuh waktu lebih lama dari yang kukira.
Buku apa?
Kuberitahu nanti.
Aku juga membeli beberapa efek personal untuknya.
Baik, sampai jumpa.
Aku mencari ke mana-mana untuk mendapatkan semua ini.
Ini berat sekali.
Lenganku sakit.
Direktur juga memintaku berjanji,
untuk tidak beritahu siapa-siapa soal ini.
(Kehidupan Setelah Mati)
Tidak mudah menyelundupkannya ke sini.
Nn. Chan hampir memergokiku.
Sejak kapan kau mulai tertarik dengan ini?
Baru saja.
Saat di toko buku tadi,
sales-nya terus-terusan menanyaiku.
Mungkin dia kira aku tertarik dengan sihir hitam.
Itu sebabnya aku memintamu membelikannya.
Kau tampak jauh lebih baik.
Jauh lebih segar.
Kau menakuti semua orang kemarin, kau tahu.
Kita semua mencemaskanmu.
Tak hanya buku-buku ini,
- Aku juga membawakanmu... - Hei.
Ada perawat baru di sini, 'kan?
Kau tahu dari mana?
Nah...
Aku bicara dengan Direktur Manop beberapa waktu lalu
soal menambah perawat.
Kau bisa panggilkan perawat baru itu untukku?
Tentu.
Dan...
Bagus.
Kau tampak lebih baik.
Ya, Pak.
Dokter Men dan aku sudah membahas kasusmu dengan Dokter Withit.
Aku mencemaskanmu.
Mungkin sebaiknya kita tanya Dokter Withit soal kondisimu?
Dokter M, kau mungkin sudah tahu
bahwa detak jantungmu tak beraturan.
Ya, aku tahu.
Kupikir begitu.
Aku tahu kau sadar betul dengan kondisimu.
Ini pertama kalinya kau bereaksi seperti ini?
Ya.
Kau beruntung Dokter Men di sana,
dan memakai alat pacu jantung untuk menyelamatkanmu.
Kusarankan kau segera berobat,
sebelum terjadi komplikasi.
Aku akan berobat, jika sudah siap.
Kenapa kau tidak siap?
Kau tak perlu cemas soal pekerjaan.
Dan kondisi ini tak sulit diobati di jaman sekarang.
Kau akan sembuh dalam seminggu.
Kau lihat, sekarang aku
sedang mengurus kasus Tn. Kokiat.
Seminggu terlalu lama untuk ini.
Aku harus perhatikan dia baik-baik,
dan kupikir tak ada yang mengerti masalahnya sebaik aku.
Apa kau yakin
bahwa tak ada alasan lain?
Hanya itu masalahnya, Pak.
Kalau begitu kau bisa ambil cuti sakit.
Aku akan minta Dokter Men,
menangani kasus Tn. Kokiat sementara itu.
Dan agar kau tenang,
tolong saling memberi saran.
- Baik. - Dokter Men.
Ya, Pak.
Beritahu pendapatmu soal hepatitis Tn. Kokiat,
menurutmu dia di stadium apa?
Hei, jangan buru-buru, Dokter M.
Aku baru saja memberinya arahan singkat.
Baiklah, dari yang kupelajari tentangnya,
dia kemungkinan di stadium 1 atau 2.
Tapi melihat usia Tn. Kokiat, kurasa
hasil tes darahnya mungkin akan menunjukkan stadium 4,
hepatitis kronis, seperti sudah kau prediksi.
Apa pun yang kau lakukan, tolong informasikan aku sebelumnya.
Tentu.
Jika semua berjalan sesuai,
aku tak akan mengganggumu, Pak.
(Rumah Sakit Karunarak)
Kau harus selalu meditasi seperti ini?
Ini tugas resmi bersama kita yang pertama.
Aku juga akan memeriksa Paman Kor.
Kalau begitu...
Ayo kita masuk sama-sama?
Baik.
Waktunya minum obat, Pak.
Nona.
Saat kita terpisah dari yang kita cintai,
antara yang tinggal,
dan yang pergi,
menurutmu siapa yang lebih menderita?
Dokter.
Dokter.
Jangan terlalu banyak berpikir.
Tidak akan ada yang ke mana-mana.
Aku tidak bilang mau ke mana-mana.
Yang kubicarakan tadi,
adalah Meow.
Suster Meow?
Benar.
Aku baru tahu bahwa,
jadwalnya dipindah.
Itu membuatku terkejut.
Dan...
Maksudmu dengan yang kau cintai?
Aku tidak sungguh-sungguh.
Aku hanya berpikir dia manis.
Tapi kupikir dia tergila-gila padaku.
Dia hanya tak berani mengatakannya.
Tak perlu cemas, Pak.
Dia hanya pindah tugas.
Benar.
Kau tampak agak asing.
Namaku Pairin.
Aku baru kerja di sini.
Kau pikir bisa menangani ini?
Perawat tanpa berpengalaman,
kau tampak seperti salah tempat di sini.
Maaf.
Aku hanya sedikit gugup.
Ya. Itu pasti.
Aku punya efek itu terhadap lawan jenis.
Mereka semua gugup di dekatku.
Baik.
Dan apa yang kau lakukan di belakangnya? Mengawasinya?
Aku ditugaskan menangani kasusmu selama ini,
karena Dokter M sedang tidak sehat.
Kau menggantikan dokterku yang menyebalkan itu?
Itu kabar bagus.
Aku sudah bosan dengan Dokter menyebalkan itu sejak lama.
Siapa namamu?
Kau boleh memanggilku Dokter Men.
Kau boleh memanggilku Paman Kor seperti para perawat di sini.
Hanya jangan memanggilku dengan nama lengkapku,
seperti Dokter menyebalkan itu.
"Jangan lakukan ini, Tn. Korkiat."
"Kau harus lakukan ini, Tn. Korkiat."
Itu sangat menyebalkan.
Omong-omong,
Dokter M ahli di bidangnya.
Seperti yang kulihat dari catatanmu,
kondisimu jauh lebih meningkat,
dibanding saat kau masuk pertama kali.
Baiklah.
Sekarang mari kita pasang IV-mu.
Minum obatmu dan istirahat yang banyak.
Setelah kuterima hasil tes darahmu,
akan kuberitahu apa yang kita lakukan selanjutnya.
Baik.
Ini obatmu.
Perbanyak istirahat,
agar kau cepat sembuh.
Baik.
Tidak usah.
Tangan mungilmu yang cantik akan kotor.
Aku bisa mengatasinya.
Tidak apa-apa.
Jadi, kita pergi agar kau bisa istirahat.
Sampai jumpa.
Ada apa?
Pak...
Pak?
Hei, usiaku tak begitu jauh lebih tua darimu.
Kau boleh memanggilku Dokter Men.
Aku baru lihat obatnya terbungkus tisu toilet.
Tampaknya dia tidak meminum obatnya.
Semuanya?
Hanya yang biru.
Aku mengerti.
Tidak apa. Akan kuawasi.
Kau yakin?
Kita tidak tahu sejak kapan dia tidak meminumnya.
- Nah... - Dokter Men.
Tolong periksa satu pasien.
Dia tampak tidak sehat.
Tentu, bawa aku menemuinya.
Jangan khawatir.
Kita bicara nanti.
Pasien mana?
Yang tua yang darahnya terinfeksi.
Kemarin dia baik-baik saja.
Dokter M?
Dokter M.
Dokter M.
Kau masih di sini?
Kau tidak ingin makan dulu?
Menurutku kau setidaknya makan sedikit.
Agar kau cepat pulih.
Bagaimana dengan perawat baru yang kuminta untuk kau bawa?
Sudah?
Akan kuberitahu saat aku melihatnya.
Kau tidak mau makan sedikit pun?
Jika aku makan, kau akan berhenti mengomeliku?
Kalau begitu bawakan aku pulpen dan kertas.
Ini.
Ayam tanpa kulit.
Babi tanpa lemak.
Ditumis dengan bawang putih juga boleh.
Tanpa bumbu.
Kaldu bening apa saja dengan babi tanah,
tanpa daun bawang.
Daging sapi tanpa kulit...
Babi tanpa tulang?
Ikan.
Ikan tanpa tulang, ataupun kulit.
Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Lihat?
Makannya pemilih seperti anak kecil.
Aku akan bawa ini ke dapur,
dan lihat apa mereka bisa memasak ini untuknya.
Kurasa tidak.
Dapur tentunya akan mengeluh,
dia makannya sangat pemilih.
Baiklah.
Aku hanya ingin selera makannya naik,
supaya dia bisa cepat sembuh.
Kupikir kau terlalu peduli padanya.
Ada hal yang perlu kutahu?
Hentikan itu!
Tidak ada apa-apa.
Aku hanya
tidak ingin dia tertekan.
Belakangan ini,
dia banyak membaca buku
tentang kehidupan setelah mati.
Atau dia sudah menyesuaikan diri dengan kemungkinan kematiannya?
Pairin.
Aku hampir lupa.
Dokter M ingin menemuimu.
- Aku? - Ya.
Kalian di sini rupanya.
Hai Dokter Men.
Ini.
Ini untukmu. Sedikit hadiah selamat datang.
Ada juga untuk New.
Terima kasih, Dokter.
- Ini. - Rasa Teh Hijau.
Ini, coba dulu,
sebagai tuan rumah pesta ini.
Baiklah.
Buka lebar.
Itu cukup.
Hei, Dokter!
Itu bagian paling enak!
Benarkah?
Kau yang menyuruhku.
Omong-omong apa yang kau lakukan di sini?
Kenapa tidak keluar dengan dokter lainnya?
Dengan orang-orang itu?
Mereka membosankan.
Aku lebih suka bersama kalian.
Tentu.
Tapi kita harus menemui Doktor M.
- Apa? - Ya.
Aku tidak bisa pergi denganmu, New.
Apa?
Dokter Men dan aku
harus memeriksa beberapa pasien,
terutama Paman Kor.
Benar, 'kan, Dokter?
Ya?
Ya.
Ini, Dokter.
Ambil sebelum kau makan makananmu.
Kau sudah makan setengahnya.
Izinkan aku makan dulu.
(Korkiat Saetang)
Dokter.
Kupikir bisa menunggu sampai besok.
Biarkan dia istirahat.
Lihat dia.
Dia tidur seperti malaikat.
Ayo. Bangunkan dia.
Kau sendiri bilang kau mencemaskannya.
Cepat, lakukan.
Jika ini sesuatu yang serius.
Paman Kor.
Dokter ke sini untuk memeriksamu.
Paman Kor.
Dokter!
Dia tidak ada.
Dia mungkin di sekitar sini.
Ayo.
Paman Kor!
Apa kau di sini?
- Dokter! - Paman Kor.
Dokter! Tenang!
Ini zona tenang.
Hanya ada kita berdua di sini.
Tak akan ada yang terganggu.
Paman Kor.
Main-main seperti ini,
semua gadis-gadis akan pergi jika kau tak keluar.
Dokter!
Apa yang kau lakukan?
Aku serius.
Aku juga serius.
Percaya padaku.
Dia pasienku, aku mengenalnya dengan baik.
Paman Kor.
Apa kau di sini?
Dokter mencemaskanmu.
Paman Kor.
Perawat di sini bahkan lebih mencemaskanmu.
Jika kau keluar sekarang,
Nona Pairin bilang akan menyanyi untukmu.
Apa itu?
Menari juga?
Astaga, Dokter!
Ayo.
Untuk mencari Paman Kor, kita harus bermain dengan jalan ini.
Jika kau pergi dengan jalanmu,
kupikir kita sebaiknya berpencar.
Pikiranku tidak fokus.
Baik.
Mari kita lakukan.
Aku akan ke lantai dasar lalu ke atas.
Kau mulai dari atas sini lalu turun ke bawah.
- Setuju? - Setuju.
(Kamar Pria)
Paman Kor?
Paman Kor.
Apa kau di sini?
Paman.
Paman Kor...
Apa kau di sini?
Baiklah.
Sepertinya tak ada siapa-siapa di sini.
Kalau begitu sebaiknya pergi.
New, tolong bantu aku.
Aku tak bisa lakukan ini sendiri.
Tentu.
Kau lari dari apa?
Aku...
Maaf, salah kamar.
Tidak salah.
Bagus kau datang.
Kau selalu gugup begini.
Itu sebabnya kau tak tahu
jika pasien kena ayan atau apa.
Aku tahu, Pak.
Jika itu ayan, maka tangannya tidak akan kejang
seperti saat mengalami "hiperventilasi."
Itu artinya kau masih ingat apa yang kukatakan.
Kapan kau mengatakannya, Pak?
Ini pertama kalinya kita bertemu.
Bagaimana jika kuberitahu kalau,
kita pernah bertemu sebelumnya?
Bagaimana mungkin?
Jangan lupa,
kau di ruang gawat darurat waktu itu.
Tidak.
Aku tidak ke ruang gawat darurat.
Aku di kamar pasien denganmu.
Aku bahkan melihatmu mengusir Pencari Hantu itu.
Tidak mungkin. Aku di sana sendirian.
Aku yang memberitahumu soal kejangnya, aku ingat.
Tapi, aku yang
memasang masker oksigen untukmu di ruang gawat darurat.
Omong-omong...
Aku permisi dulu.
Aku harus memeriksa pasien lain.
Selamat tinggal.
Hei, tunggu dulu!
Itu pasti karena kejadian kemarin.
Pairin.
Tepat waktu.
Kau bisa bantu Khem merias jenazah?
Sejak berita itu keluar,
tak ada perias yang mau datang.
Tapi...
Aku sedang mencari Paman...
Jika dia tidak mau,
maka tidak usah.
Pergilah, New.
Aku bisa lakukan sendiri.
Baik, akan kulakukan.
Ayo.
Kita perlu rapikan kamar mayatnya.
Itu sebabnya kita harus melakukannya di sini,
setelah itu membawanya ke kamar mayat.
Khem, aku harus pergi.
New, tunggu. Tunggu aku.
Ini riasan wajahnya.
Jangan dirias terlalu kaku.
Sedikit lipstik juga boleh.
Ada masalah?
Tidak.
Baik, aku akan lanjut
menghubungi keluarga jenazah.
Seseorang akan datang untuk menjemput jenazah.
Tunggu dia juga, setuju?
Ayo, New.
Sampai jumpa.
Aku mohon maaf jika,
tubuhku menakutimu.
Nona.
Kau bisa melihatku, 'kan?
Aku hanya ingin agar kau membantuku.
Aku mohon?
Kau bisa membantuku?
Jangan terlalu dekat!
Aku bisa mendengarmu, kau ingin apa?
Aku ingin kau beritahu istriku bahwa,
tetangga kami Ying,
berutang padaku 3.500 baht.
Dia tidak tahu soal ini.
Kenapa kau tak masuk ke mimpinya dan katakan sendiri?
Hei, kau.
Yang baru mati tidak tahu,
caranya masuk ke mimpi orang lain.
Kau bisa melihatku, 'kan?
Hei!
Ya!
Sial.
Jika kau melihatku, maka katakan saja.
Hei!
Apa?
Tidak semua hantu tersesat, kau tahu.
Kau tahu cara membuktikan mereka,
tapi itu hanya bekerja untuk mereka
yang tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Hantu yang tahu,
mereka bisa
muncul di bayangan,
atau
membuat rambut mereka bergerak seperti ini.
Mudah sekali.
Dan pria ini, dia baru saja mati.
Jadi dia belum bisa mengendalikan dirinya,
dan muncul di sana sini seperti ini.
Dan satu lagi,
dia masih mencemaskan sesuatu.
Jika kau berjanji untuk membantunya,
dia mungkin akan melepaskanmu.
Baik.
Akan kuberitahu dia untukmu.
Terima kasih.
Kemampuan yang sia-sia,
yang kau lakukan hanya sembunyi.
Kupikir kau seharusnya,
lebih berusaha untuk memahami hantu.
Tapi untuk saat ini,
bisa kau berdiri dan bicara denganku?
- Hei! - Astaga!
Aku Chaba.
Senang bertemu denganmu.
Hei.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Kau tahu kalau kau bisa melihat hantu,
kenapa kau masih memilih profesi ini?
Aku senang menjadi perawat.
Senang menjadi perawat?
Itu
tampak cocok untukmu.
Kalau begitu aku sebaiknya pergi.
Paman yang kau cari,
ada di aula utama,
lantai bawah.
Ya!
Paman Kor!
Paman Kor!
Jangan sampai lengah!
Hook kiri!
Paman Kor, tenang sedikit.
Baik.
Bagus.
Itu cukup.
Cukup untuk sekarang,
kau masih belum sehat.
Ayo, Dokter Men.
Ini cuma makanan ringan!
Ada apa ini?
Kenapa tidak bilang padaku kau sudah menemukannya?
Dan kenapa tidak menyuruhnya istirahat?
- Dia tidak meminum obatnya... - Hei...
Tunggu.
Tenanglah.
Duduklah.
Dengar,
aku ke sini untuk mencari Paman Kor, 'kan?
Dan aku menemukannya sedang nonton TV di sini.
- Dan... - Tahan!
Aku sudah menegurnya seperti yang kau lakukan padaku.
Tapi dia memberitahu alasannya.
Dan itu
cukup bisa diterima.
Alasan apa?
Obat yang tidak dia minum,
membuatnya merasa ngantuk.
Dia takut terlalu ngantuk
untuk nonton pertandingan tinju.
Dan bagaimana itu bisa diterima?
Biar kuselesaikan.
Pertandingan ini sangat penting baginya.
Benarkah.
Kau lihat petinju di TV itu?
Pria itu,
adalah putranya.
Benarkah.
Ayo.
Jangan khawatir.
Saat aku sampai di sini,
aku sudah mengecek kondisi fisiknya.
Kujamin,
dia tidak akan kenapa-kenapa.
Mungkin dia terhibur melihat pertandingannya.
Dan jangan beritahu siapa pun soal ini.
Orang yang akan kena masalah,
bisa jadi Paman Kor.
Aku janji.
Bagus!
Paman!
Ayo.
Tak akan ada kesempatan lain!
Tidak, terima kasih.
Baik.
Mendekat, cukup!
Di mana dia?
Seharusnya di sini.
Kau teruskan ini, dia tidak akan membaik!
Cepat ambil kantong plastik.
Dia mengalami sindrom "hiperventilasi"
karena terlalu banyak oksigen di tubuh.
Dokter.
Terima kasih atas bantuanmu.
Tidak ada!
Bisa kau periksa apa masalahnya?
Baik, Pak.
Seluruh sistemnya mati.
Kurasa semua rekamannya hilang.
Biar kulihat.
(Disutradarai oleh Prin Keeratiratanalak)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.