All language subtitles for I See You Episode 1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Selera makanku hilang!

Inilah yang kau dapat dari rumah sakit umum.

Bukankah kau sendiri yang ingin berhemat?

Siapa yang tahu akan seperti ini!

Makanan sial!

Kamar-kamarnya payah!

Dan atmosfirnya

membuatku takut.

Hei.

Harusnya kau lebih khawatir bila tertular.

- Maaf. - Ya?

Jika kau butuh bantuan,

tekan saja tombol di sebelah ranjangmu.

Jadi, ada lagi yang bisa kulakukan untukmu?

Tidak ada.

Kami tak melakukan apa-apa.

Mungkin pasien sebelah kami yang tekan tombol mereka.

Pasien apa, Pak?

Tolong jangan mainkan tirainya juga.

Biarkan ditarik ke belakang.

Jika tak ada apa-apa, aku permisi.

Dan jika kau perlu memanggil perawat,

tombolmu di sini.

Lalu siapa yang batuk?

Hei! Jangan memanggilnya!

Aku tak melakukan!

Mungkin kamar sebelah.

Keributan itu mungkin dari kamar sebelah.

Apa?

Rumah sakit ini sudah cukup tua, kau tahu.

Rel-nya mungkin sudah bengkok,

jadi tirainya bergeser sendiri.

Jangan khawatir.

Rel sial.

Tidur saja. Kau sudah selesai, bukan?

Kalau begitu akan kusingkirkan.

Apa?

Apa?

Apa ini?

Ada apa?

Ini?

Tak ada apa-apa.

Astaga, Sayang.

Apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh dari ranjang.

Turunlah.

Ada sesuatu di bawah ranjang.

Di bawah ranjang?

Kenapa, Kau?

Sejak kejadian mengerikan tadi malam,

itu membuat kita percaya bahwa,

Rumah Sakit Karunarak ini mungkin punya

semacam energi misterius yang tersembunyi,

seperti kabar angin yang mereka bicarakan.

Karena itu acara kami,

mengundang tamu spesial untuk buktikan kabar angin itu.

Dia ahli dalam membuktikan keberadaan roh-roh,

dan bisa melihat apa yang tak bisa dilihat orang biasa.

Dia akan ungkap kebenaran untuk kita semua hari ini.

Akan kuperkenalkan kalian pada…

Berhenti!

Nona, kau melangkahi frame-nya.

Kau tak lihat kami sedang membuat film?

Itu benar, Kau.

Tolong minggir.

Sekarang ini juga, kumohon.

Maaf.

Sekarang apa?

Persempit frame-nya.

Siap? Lima, empat, tiga, dua, mulai!

Mari kita sambut…

Tuan Ken, Pencari Hantu!

Halo.

Halo.

Halo, para pemirsa.

Suatu kehormatan bagiku jadi bagian dari acara ini.

Suatu kehormatan juga bagi kami ada kau di sini.

Astaga! Aku tahu itu!

Baru saja sampai dan sudah lihat satu hantu.

Berdiri di sudut seperti itu,

dia pasti hantu!

Maaf.

Maaf.

Nona.

Bisakah kau dengar aku?

Dia punya bayangan!

Ya, aku bisa mendengarmu.

Halo, aku Pairin.

Memperhatikan dirimu sendiri di cermin sana?

Kau pikir kau akan masuk TV, bukan?

Aku lihat apa yang kau lakukan di sana.

Berpura-pura tak melihat kamera.

Kau licik.

Tak seperti itu…

Tak apa. Aku hanya bercanda.

Namaku Joice.

Aku bekerja di bagian Arsip Medis.

Sudah hampir waktunya rapat.

Lebih baik kita bergegas.

Karena jika kau terlambat di hari pertama,

pengawasmu tak akan senang.

Dan mendapat peringatan.

Cermin-cermin dan alat-alat riasan wajah

harus disingkirkan.

Pengawasmu sudah pasti tak menyukai itu.

Ayo pergi.

Maaf.

Lihat itu.

Berantakan sekali.

Itu hanya kabar angin,

dan mereka menganggapnya serius akan hal itu.

Apa?

Jangan bilang kau juga tak memikirkannya?

Tak masalah.

Aku sudah lama sekali berada di sini,

dan tak pernah melihat apapun.

Mereka semua berlebihan.

Kupikir itu hanya

hal-hal yang tak masuk akal.

Permisi,

apa ada yang bisa tunjukkan kru acara di sini,

dan bisa diwawancarai?

Ya, aku bisa.

Tanyakan saja padaku apa yang perlu kau tahu.

Baik.

Beri aku waktu sebentar.

Aku sudah siap.

Joice.

Bagaimana dengan jadwal rapatnya?

New!

New, kemarilah.

Lewat sini.

Ya?

Ini Pairin, perawat baru.

Hari ini hari pertamanya.

Bisa kau bantu dia melapor dengan...?

Tentu saja.

Yah. Riasan wajahmu…

Apa yang kau katakan?

Aku perlu menambah riasan wajahku?

Beri aku waktu sebentar.

Biar aku menyegarkan diri sebentar.

Hai.

Aku New.

Dan kau adalah

Pairin, bukan?

Hei! Sebentar.

Tak perlu melakukan itu.

Usia kita sama.

Aku baru saja mulai beberapa bulan yang lalu di sini.

Mari kita berteman.

Baiklah.

Hei, Direktur ada di sini.

Joice, lihat.

Tolong per media satu perwakilan.

Jadi, ini Direkturnya?

Dan jika kau ingin merekam film atas apapun,

tolong lakukan hanya di area yang ditunjuk.

Jangan mengganggu para pasien.

Mari kita wawancarai Direkturnya.

Bagus. Lihat itu.

Biasanya di sini sepi.

Tapi sejak Pairin tiba,

banyak sekali pengunjungnya.

Kurasa kau akan cocok berada di sini.

Mari berharap begitu.

Astaga.

Lihat apa yang terjadi.

Kau tak bisa mengurusnya sendiri.

Lihat keributan yang kau sebabkan.

Sebelah sana,

adalah Nona Chan.

Kau duduk di sini dulu.

Beritahu aku.

Apa yang terjadi?

Aku sungguh tak tahu, Nyonya.

Saat mereka memanggilku dan aku pergi ke ruangan,

semuanya baik-baik saja.

Tapi kemudian mereka tiba-tiba berteriak,

mereka bilang melihat hantu wanita,

dengan rambut panjang sebahu,

dan bermata besar.

Jadi ada hantu perawatkah?

Cermin…

Lepaskan! Dilarang!

Nona Chan tak suka itu.

Akan kubiasakan kalau begitu.

Khem.

Mengapa tak kau nyalakan lampu-lampunya?

Kau merasa panas atau apa?

Aku hanya sedikit gugup, Nyonya.

Aku tak akan biarkan ini terjadi lagi.

Dia bukan hantu.

Apa dia pikir aku gila?

Mulai saat ini,

kau akan bekerja di sif pagi denganku.

Ya, Nyonya.

Dan kau, apa ini hari pertamamu?

Ya, Nyonya.

Kau di bagian kamar jenazah untuk sif malam hari ini.

Pertanyaan apapun yang perlu kalian tanyakan,

tanyakan saja pada New dan Khem.

Dan untuk tugas-tugas kita malam ini,

akan kuberitahu lagi pada rapat sore ini.

Lanjutkan dengan tanggung jawab kalian mulai saat ini.

Terutama atas situasi yang hiruk pikuk hari ini,

penting agar media tak mengganggu kita,

dan terutama bagi para pasien.

Mengerti?

Ya, Nyonya.

(Rumah Sakit Karunarak)

Nona Chan memang seperti itu.

Jika kau tak membuat masalah...

atau tak lakukan kesalahan,

berarti tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dan…

Bagaimana dengan perawat lainnya?

Khem, bukan?

Apa dia…

Jangan khawatirkan tentang dia.

Dia baik sekali.

Saat pertama kali aku bekerja di sini,

dia bahkan ajarkan aku bagaimana menghadapi Nona Chan.

- Sungguhkah? - Ya.

Kau tahu,

saat kau melihat Nona Chan,

atau saat bicara dengannya,

jangan tatap langsung ke matanya.

Tundukkan kepalamu sekitar 25 derajat.

Sekarang cobalah.

Seperti ini?

Semacam itu.

Nomor dua.

Saat kau bicara padanya atau dia menyuruhmu,

jawab saja ‘ya’, ‘baik’, ‘aku mengerti’.

Setujui saja apapun yang dia katakan.

Mengerti?

Ya.

Bagus sekali!

Kau sungguh belajar dengan cepat.

Ayo. Akan kutunjukkan tempat lainnya.

Ini Department Pediatrics (Kesehatan anak-anak).

Kasus yang serius saat ini hanya

penyakit mata yang menular.

Tetap di sini, Sayang.

Untuk ruang operasi,

yang mereka lakukan adalah praktek.

Agar mereka tak lupa.

Sejak ada rumah sakit baru buka di sekitar sini,

tak banyak pasien yang memilih datang kemari.

Berikutnya kita pergi ke IGD.

Ruangannya masih berantakan.

Mari lihat ruang-ruang lainnya saja.

Aku sudah diskusikan poin-poin utamanya,

dan memberi wawancara penuh untuk surat kabar.

Dan untuk media televisi,

akan kupersingkat dan seksama.

Maukah kau beritahu kami apa yang terjadi tadi malam?

Atas peristiwa tadi malam,

kuminta kalian semua bersikap adil pada rumah sakit kami.

Itu hanya kabar angin yang disebar orang melalui internet.

Tapi para pasien yang mengalaminya tadi malam,

berkeyakinan kuat bahwa itu benar.

Atau menurutmu,

mereka mengarang semua itu?

Itulah yang mereka sebut "fallacy" (pemikiran yang salah).

Terutama mereka yang dalam kondisi lemah,

kemungkinan terbesarnya adalah salah paham.

Biar aku wakilkan,

untuk bicara pada para staf dan pasien di rumah sakit ini.

Rumah Sakit ini didirikan dari uang para pembayar pajak.

Tolong jangan hancurkan kredibilitas kami

dengan cerita yang tak rasional seperti ini.

Jika kau menganggap demikian,

ijinkan aku menyelidiki peristiwa itu.

Kelihatannya tak terlalu sering digunakan, bukan?

Kadang-kadang.

Sejak banyak sekali cerita tentang hantu belakangan ini,

orang-orang takut untuk datang.

Apa kau takut?

Tidak.

Pairin.

Tak ada apa-apa.

Aku sudah sering kali sif di raung jenazah,

dan tak pernah lihat apapun.

tetap di sini.

Biarkan aku masuk jika kita bisa tetap masuk.

Mereka tiba-tiba berteriak,

mengatakan mereka melihat hantu,

dengan rambut panjang sebahu dan bermata besar.

Mungkinkah itu hantu pasien?

Apa dia

hantunya?

Itu bagus.

Boleh kupinjam?

Aku bisa bernafas jauh lebih baik sekarang.

Kau sudah tak menggunakannya lagi?

Kipasnya?

Tidak lagi!

Kali ini sungguhan?

Kau tak menggunakannya lagi? Kipasnya?

Hei.

Ada apa? Kau gemetar.

Apa kau sakit?

Hai.

Hai, New.

Mungkin kau perlu periksa suhu badan temanmu.

Dia terlihat

tidak sehat.

Apa maksudmu?

Apa kau mengganggunya?

Tidak.

Pairin, ini Dokter Men. Dia dokter di sini.

Dokter, ini Pairin. Dia perawat baru.

Hari ini, hari pertamanya.

Aku mengerti.

Halo.

Halo.

Maaf jika aku mengejutkanmu.

New, aku baru saja selesaikan sif-ku.

Kurasa aku akan pulang ke rumah.

Apa kau melakukan dua sif yang sama lagi?

Tentu saja.

Baiklah.

Sampai jumpa malam ini kalau begitu.

Sampai jumpa.

Halo, Dok.

Hei, Men. Kau tak terburu-buru, bukan?

- Tidak. - Direktur, ingin aku segera selesaikan kasusku.

Aku kewalahan.

Aku bisa membantumu, Pak.

Apa ini karena para reporter?

Kurasa begitu. Mungkin dia tak ingin para reporter

mulai menyebarkan kabar angin lagi.

Baiklah.

Hei, kalau begitu…

Jika kau tak punya pekerjaan lagi,

maukah kau membantuku?

Akan kutraktir kudapan untukmu.

Silakan, Pairin.

Dia memintamu dengan sopan.

Ayo.

Kau sedang mengandung dua bulan, sekarang?

Ya.

Kau demam. Sudah berapa lama kau demam?

Sudah dua minggu ini.

Sebelumnya demam itu datang dan pergi.

Aku periksa ke rumah sakit setempat minggu lalu.

Mereka bilang tak ada masalah,

dan memberi obat padaku.

Lalu aku merasa lebih baik.

Tapi aku merasa lelah belakangan ini.

Coba kulihat tenggorokanmu.

Tolong buka lebih lebar.

Apa mereka menguji campak Jerman di sana?

Mereka mengujinya.

Hasilnya negatif.

Bukan ruam juga.

Bisa kau lepaskan jaketmu?

Biar kulihat lenganmu.

Sepertinya getah beningmu membengkak.

Coba kulihat jaketnya.

Kau memelihara kucing?

Tidak sesungguhnya.

Ada seekor kucing liar di sekitarku yang kuberi makan.

Tapi sepertinya dia menyelinap ke rumahku belakangan ini.

Sekarang ada bulu kucing di mana-mana.

Tapi kau tak pernah memelihara sebelumnya, bukan?

Tidak pernah.

Berapa lama ini berlangsung?

Sekitar satu bulan sekarang.

Apa ada masalah, Dokter?

Tidak ada.

Aku hanya mengira mungkin kau tertular dari kucing.

Tapi untuk memastikannya,

kau harus lakukan tes serum darah.

Jangan khawatir.

Ini bisa disembuhkan.

Tapi kau tak bisa sembuh dalam waktu lama.

Ini bisa membahayakan calon bayimu.

Biar aku bicara dengan dokter yang menanganimu dulu.

Baiklah.

Kau pikir ini Toksoplasma?

Silakan lihat, Pak.

Ini satu dari seratus ribu kasus yang ada.

Kau jenius.

Jangan memilih untuk spesialisasi dalam ginekolog,

atau aku akan kehilangan pekerjaan.

Aku tak sehebat itu, Pak.

Kopi?

Para dokter di sini sangat ramah.

Tidak seperti di tempat saat aku pelatihan dulu.

Satu-satunya yang bisa kau jadikan lelucon adalah Dokter. Men.

Dia sangat rendah hati.

Bukan hanya karena dia tak pernah memaki para perawat,

kadang para perawat yang perlu memakinya.

Melihatnya seperti ini,

sesungguhnya dia teratas di kelasnya.

Mengungguli segalanya,

tapi tak ada petunjuk apapun tentangnya.

Kenapa begitu?

Semua orang di kelasnya,

sudah memilih spesialisasi mereka.

Hanya dia satu-satunya yang tak memilih.

Dia masih tak yakin spesialisasi apa yang dia inginkan.

Dia mungkin terlalu cerdas untuk melihat hal-hal itu.

New. Nona Chan ingin bertemu denganmu,

dan perawat baru.

Bantu kami keluar.

Baik. Ayo kita pergi, Pairin.

Dan ini peralatan yang telah disiapkan

- Tuan Ken untuk perburuan hantu hari ini. - Ya.

Bisakah kau jelaskan bagaimana cara kerja alata-alat ini?

Ini disebut mesin perasa "energi-dingin."

Atau yang sederhananya kau sebut energi "hantu."

Kau tahu, saat orang-orang meninggal,

masih ada energi yang tetap hidup di sekitarnya.

Itulah roh.

Mereka bisa melakukan segala yang dilakukan orang,

tergantung bagaimana padatnya energi mereka itu.

Tapi tak ada roh yang bisa sembunyi dariku,

karena aku punya penemu gambaran ini.

Dan itu sebabnya aku dijuluki "Ken, pencari hantu."

Bisa kau tunjukkan pada kami bagaimana caranya?

Tentu saja. Mari kita cari energi dingin

di rumah sakit ini.

Jika ada energi dingin muncul, alatnya akan

- bergetar! - Alatnya bergetar!

Alatnya bergetar!

- Aku melihatnya! - Apa yang kau lihat?

- Tentu saja hantu! - Hantu!

Apa mesinmu rusak?

Bisakah dibedakan antara hantu dengan malaikat?

Bukan kau.

Dia di belakangmu!

Dia bergerak!

- Ikuti aku! - Permisi!

Kau tak bisa pergi kemanapun yang kau inginkan seperti ini!

Maaf.

Nona.

Apa benar ada hantu, menghantui ruangan ini?

Sesungguhnya tak ada.

Jangan khawatir, Nona.

Kasihan Direktur.

Harusnya kita tak biarkan pencari hantu itu masuk.

Fokus saja pada tugas-tugasmu.

Kode Biru, Nona Chan.

Ada seorang dokter terkena serangan jantung di IGD.

Tidak.

New, ikutlah denganku.

Bisakah kau tangani hal ini, Pairin?

Ya.

Ya. Sudah pasti di sini.

Astaga, energinya semakin kuat, sangat kuat.

Pak, kau tak diijinkan di sini.

Tolong tunggu hingga kupindahkan pasiennya keluar.

Tidak!

Berhenti!

Jangan ganggu pasiennya.

Semuanya tolong tinggalkan ruangan sekarang!

- Ayo kita pergi. - Hei!

Kau bilang tak ada apa-apa!

Dia baru saja bilang ada hantu di sini!

Sungguh tak ada apa-apa. Ayo.

Bisa kau lihat apa yang dia lihat?

Tuan.

Kau sungguh bisa lihat hantu-hantu dengan alat itu?

Ya.

Mereka adalah energi dingin.

Dimanapun roh-roh berada,

suhu disekitarnya akan turun di bawah normal.

Kau membuatku merinding!

Itu dia. Sebelah sini!

Sudah pasti!

- Hantunya sangat besar? - Hantunya sangat besar!

Di mana dia, Tuan Ken?

Energinya sangat padat.

Ini buruk sekali.

Kita harus segera keluar dari sini.

Saat kita bicara energinya makin membesar dan membesar.

Tak ada yang tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Ini buruk sekali. Kupikir…

Hei, jangan!

kita perlu mengevakuasi gedung ini.

Energi bahkan terbentuk dengan massa yang makin besar.

Aku tak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya!

Apa yang kau lakukan di sana, Nona?

Lekas bantu mengevaluasi gedung ini secepatnya!

Ini sangat membahayakan!

Hei.

Apa kalian dengar sesuatu?

Maaf, aku sedikit agak gugup.

Itu cukup.

Tak ada yang melihat apa yang kau lihat.

Aku berdiri di mana kau katakan energi itu berada.

Aku bahkan tak merasakan apapun.

Dan akan kuulangi itu,

tak ada hantu di sini.

Jika benar ada hantu-hantu yang menghantui tempat ini,

semua orang akan ketakutan.

Dan rumah sakit ini sudah tak ada lagi hari ini.

Tolong pertimbangkan pasien di sini.

Kami minta kerjasamamu.

Energinya berpindah.

Energinya berpindah!

Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, teman-teman.

Hati-hati.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Semuanya hati-hati.

Energi dingin?

Bagaimana bisa begitu?

Begitu saja?

Berhenti. Buang-buang waktu. Ayo kita pergi.

Ayo kita pergi.

Tunggu. Sebentar.

Teman-teman, kita akan…

Tak ada apa-apa sekarang.

Kau tetap tak pergi?

Normalnya, mesinku tak berlaku seperti itu.

Ada apa dengan alat itu hari ini? Itu dia!

Masih ada energi dingin di sini. Kau lihat?

- Tentu saja ada. - Ya.

Di sana dingin.

Tidak, bukan itu. Di sini, lihat.

Dia bergerak.

Energi dingin bergerak ke sebelah sini.

Nona!

Kau dengar aku, Nona? Nona…

Kumohon pergilah. Aku harus kerjakan tugasku!

Tekanan darahnya turun hingga 60/40.

- Kau ingin suntikkan adrenalin lebih banyak? - Tidak.

Oksigen di darahnya tetap rendah.

Hanya tersisa 70 hingga 80 persen.

Tekanan jantungnya 20 tekanan per menit.

- Apa yang kau lakukan? - Yang tak berkepentingan pergilah!

Terus kau tekan, dia tak akan jadi lebih baik!

Ambilkan kantung plastik.

Tolong Ambu-nya.

Bagaimana kau bisa diagnosa kondisi ini sebagai perampasan?

Tutupi mulut dan hidungnya dengan kantung.

Dia mengalami sindrom "hiperventilasi"

karena terlalu banyak oksigen di tubuhnya.

kita harus biarkan dia hembuskan karbon dioksidanya.

Tolong Ambu-nya.

Tarik nafas dalam.

Apa yang harus kita lakukan, Dok.?

Tarik nafas.

Apa yang harus kita lakukan, Dok.?

Dokter.

Terima kasih telah membantuku.

Tak ada kemajuan, Dok.

Apa kau periksa arsip medisnya?

Obat apa yang dia minum?

Ada catatan dia meminum Propranalol.

Bersiap untuk siapkan alat pacu jantung.

Siapkan tekanan 60 denyut per menit.

Pairin.

Tolong ambilkan obat darurat dan ikut aku ke IGD sekarang.

Denyutnya makin kuat.

Bagus, Dok. Men.

Ini hal yang aneh, dengan catatan seperti ini.

Harusnya dia mendapat perawatan sejak lama.

Kami juga tidak tahu.

Mungkin kau mau tanya langsung saat dia datang.

Pairin, bantulah Khem di sebelah sana.

Pairin!

Ada apa denganmu?

Pairin.

Pairin.

(Disutradarai oleh Prin Keeratiratanalak)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.