All language subtitles for BlacKkKlansman.2018.1080p.720p.Blu-Ray.GECKOS

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Manual Translation by chandler479 Instagram: @zulfikarr479 - Salam dari XII IPA 1, SMAN 12 Makassar -

Apa kalian melihat Dr. Meade?

Dr. Meade!

Oh, bisakah kalian membantuku menemukan Dr. Meade?

Oh...

Tuhan, tolong kami.

Tuhan, selamatkan Konfederasi!

Halo, kawan-kawan Amerika-ku.

Mereka mengatakan kita mungkin kalah dalam pertempuran

tapi kita belum kalah dalam perang.

Ya, kawan-kawan, kita telah diserang.

Kalian mungkin telah membaca ini di surat kabar kalian

atau menontonnya di berita malam.

Itu benar.

Kita hidup di masa yang ditandai oleh tersebarnya

integrasi dan amalgamasi.

Keputusan Brown.

Ah-ah-ah!

Keputusan Brown,

dipaksakan kepada kita oleh boneka-boneka Yahudi

di bawah Mahkamah Agung AS,

yang memaksa anak-anak kulit putih untuk bersekolah

bersama dengan ras rendahan,

adalah paku terakhir untuk peti mati hitam....

Adalah paku terakhir untuk peti mati hitam

menuju Amerika menjadi sebagai bangsa campuran.

Kita memiliki cara hidup yang hebat. Kita...

Ma-ma-ma-ma-ma!

Kita memiliki jalan hidup yang hebat.

Kita memiliki jalan hidup yang hebat.

Kita memiliki jalan hidup yang hebat

sampai Pasukan Kulit Hitam Martin Luther

dan tentara-tentara Komunis mereka

memulai serangan atas tuntutan hak-hak sipil mereka

yang menentang nilai-nilai Protestan yang suci ini.

Apa kalian benar-benar ingin anak kulit putih kesayangan kalian

Insiden bersejarah dari sidang legislatif pertama di bawah Era Rekonstruksi.

bersekolah bersama para negro?

Mereka monyet-monyet pembohong dan menjijikkan,

tak akan berhenti sampai mereka mendapatkan kesetaraan dengan warga kulit putih.

- Oh, Tuhan. - Pemerkosa, pembunuh,

yang mengidamkan tubuh perawan...

- Apakah "perawan murni"? - Ya.

Pemerkosa, pembunuh,

yang mengidamkan tubuh perawan suci dan segar dari wanita kulit putih.

"Menjauhlah atau aku akan melompat!"

Mereka predator yang mengerikan!

Dan dengan taktik busuk para Negro itu, di bawah penjagaan

orang-orang Yahudi berpangkat tinggi yang haus darah dan harta,

mereka mengerahkan pasukan predator jahanam di luar...

Apa yang benar? "Penghasut jaha..."

- "Penghasut." - Tuhan, saksikan ini! Tuhan!

Mereka mengerahkan pasukan penghasut jahanam di luar utara

bertekad untuk menjatuhkan kekuasaan ras kulit putih

yang telah diutus oleh Tuhan dan diilhami secara alkitabiah.

Ini adalah konspirasi Yahudi tingkat internasional.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Tuhan memberkati anda juga, pak.

Film ini berdasarkan kisah nyata. Benar-benar nyata.

Manual Translation by chandler479

Bergabunglah bersama KEPOLISIAN COLORADO SPRINGS Minoritas dipersilahkan melamar

DEPARTEMEN KEPOLISIAN COLORADO SPRINGS

Kenapa kau tidak ikut Perang Vietnam?

Saya berkuliah, pak.

Bagaimana pendapatmu mengenai Vietnam?

Saya punya pendapat yang beragam, pak.

Apa kau menyebut dirimu sebagai seorang buaya darat?

- Tidak, pak. - Sering ke klub malam?

- Tidak, pak. - Apa kau minum-minum?

Hanya pada waktu tertentu, pak.

Pernah mengonsumsi obat-obatan?

Hanya yang diresepkan oleh dokterku, pak.

Yah, ini cukup langka

bagi seorang pemuda yang berjiwa bebas sepertimu.

Uh, ya, pak.

Tapi ayahku seorang tentara,

dan orangtuaku, mereka membesarkanku dengan didikan yang benar.

Bagaimana caramu bergaul dengan orang lain, secara umumnya?

Pak, jika mereka memperlakukanku dengan baik, aku juga akan seperti itu.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku dibesarkan dengan didikan yang benar, jadi...

Maksudku, apa kau pernah punya pikiran negatif...

Apa yang akan kau lakukan jika seorang polisi memanggilmu nigger?

Atau yang lebih buruk.

Apakah itu akan terjadi, pak?

Sial...

Belum pernah ada polisi kulit hitam di kota ini.

Sekarang, jika kami mengangkatmu sebagai anggota, pada dasarnya kau akan

menjadi Jackie Robinson-nya Kepolisian Colorado Springs.

Dan jika kau tahu betul sejarahnya Jackie Robinson,

kau pasti tahu bahwa dia harus menerima banyak, uh, uh, protes

dari rekan setimmnya, fans baseball,

tim lain dan pihak wartawan.

Saya tahu kisah Jackie Roosevelt Robinson, pak.

Bagus. Jadi, mengetahui itu, jika seseorang memanggilmu nigger,

apakah kau dapat menahan dirimu?

Jika harus begitu, maka baiklah, pak.

Ya, aku bisa menerimanya.

Nak... walikota, kepala polisi dan aku

merasa bahwa kaulah yang akan mengubah banyak hal di sini.

Kepala Bridges akan menjadi pelindungmu di sini.

Aku akan mendukungmu.

Tapi aku tak bisa membantu banyak.

Beban ini akan selalu melekat dalam dirimu

dan dalam dirimu sendiri.

Terima kasih atas kesempatannya, tuan-tuan.

- Wow. Cybill Shepherd. - Ya.

Aku naksir dia di film The Last Picture Show.

Aku belum pernah menontonnya.

Aku tak suka film hitam putih.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Kurasa dia aktris yang sangat bagus.

Oh, ayolah. Aku tahu kau mau "itunya".

Aku mencari si kulit hitam.

Kau dipanggil.

Berikan aku catatan kriminal untuk si kulit hitam ini,

Maurice Smalls.

Sekalian, cari lagi,

Tippy Birdsong.

T-I-P-P-Y.

Ada yang bisa kubantu?

Bisa bicara sebentar?

Duduklah.

Sersan Trapp, Kepala Bridges,

aku langsung saja.

Aku ingin menjadi detektif penyamaran.

Apa, seperti Polisi Narkoba?

Divisi manapun bisa, pak.

Kau baru saja bergabung di sini, nak.

Kurasa aku bisa berguna di sana.

- Benarkah? - Aku masih muda.

Ini kesempatan yang tepat untukku.

Cocok untuk energiku.

Kau merasa dirimu hebat, ya?

Aku akan melakukan apa saja.

Ditambah lagi, aku benci ruang berkas.

Yah...

kurasa ruang berkas adalah tempat yang cocok untuk memulainya, nak.

Pak, apa anda ingin aku agar cukur rambut?

Aku bahkan bisa mencukur rambut alaminya.

Tidak, tidak. Biarkan saja.

Aku suka penampilanmu.

Aku ingin catatan kriminal si kulit hitam itu.

Kau tuli?

Kubilang aku ingin berkas si kulit hitam itu.

- Tak ada kulit hitam di sini. - Permisi?

Kubilang tak ada kulit hitam di sini.

Yang ada hanya manusia.

Kau berikan aku namanya, akan kucarikan berkasnya.

Banyak yang bilang kau orang yang cerdas,

tapi kau bukan apa-apa melainkan kentut dingin.

Namanya Steven Wilson.

Apakah sudah cukup sopan bagimu,

Opsir Kulit Hitam?

♪ Oh, happy day ♪

♪ Oh, happy day ♪

- ♪ Oh, happy day ♪ - ♪ Oh, happy day ♪

♪ When Jesus washed ♪

♪ When Jesus washed ♪

- ♪ Oh, when he washed ♪ - ♪ When Jesus washed ♪

♪ When Jesus washed ♪

- ♪ When Jesus washed ♪ - ♪ He washed my sins away ♪

♪ Oh, happy day ♪

♪ Oh, happy day ♪

♪ Oh, happy day... ♪

- Halo. - Ini Kepala Polisi Bridges.

Kau masih tidur?

Uh, ya, pak.

Um, aku kerja lembur semalaman.

Aku berubah pikiran.

Cepatlah ke sini.

Aku punya tugas untukmu.

Tepat jam 12:00.

Divisi narkotika.

- Ya, pak. - Kenakan pakaian santai.

Terima kasih.

♪ He washed my sins away ♪

♪ Oh, happy day. ♪

Terlambat?

Jimmy, anak baru itu terlambat.

Kau telat, nak.

Maafkan aku. Tak akan kuulangi lagi.

Waktu kita terbatas, jadi langsung saja.

Si radikal kulit hitam Stokely Carmichael,

akan membacakan pidato di Bell's Nightingale.

- Yep. - Carmichael adalah mantan

pejabat penting di Partai Black Panther.

Dan sejauh yang kuketahui, Direktur FBI J. Edgar Hoover

sebelum meninggal pernah mengatakan bahwa kaum Black Panther

adalah ancaman dalam negeri terbesar

bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Pelawak Carmichael ini,

entah mantan Panther atau bukan, mereka bilang

dia adalah pembicara yang sangat baik,

jadi kami tak ingin si Carmichael ini

meracuni pikiran para warga kulit hitam yang baik

di sini di Colorado Springs dan mencuci otak mereka.

Ron, tugasmu adalah pergi ke tempat pidato malam ini,

berbaur bersama kelompok pemberontak ini

dan memantau reaksi penonton terhadap pidato Carmichael.

Kau siap?

Sangat siap.

Aku belum siap.

Ada kemungkinan benda ini bisa rusak?

Oh, tentu saja.

Jadi bagaimana?

Tetaplah pada rencana.

Yaitu?

Improvisasi.

- Seperti jazz. - Seperti bebop.

Ini bukan aksi tembak-menembak.

Kita hanya menyamar dan mengamati. Itu saja.

Dan bagaimana jika seseorang menawarkanmu ganja?

- Maksdudmu linting ganja? - Ya.

Mary Jane.

Maaf.

Kawanku,

aku sudah teler sepanjang hidupku. Apa kau mengerti?

- Sangat mengerti. - Itu baru kawan.

Dan bagaimana jika seseorang mengacungkan pistol kepadamu?

Apakah itu akan terjadi?

- Laras pistol di wajahmu. - Sial.

Jari di pelatuk. Apa selanjutnya?

Kawan, turunkan pistol itu dari wajahku.

Damai, cinta dan semangat.

Pistol masih di depan wajahmu.

Aku mendinginkan keadaan... berbicara dengan tenang, tegas.

Mencari jalan keluar dari sana secepat mungkin.

Tenang saja. Kami akan ada diluar untuk mendengarkan.

- Oke. - Mengerti?

Aku mengerti.

Aku akan pergi.

Ini dia.

- Kita perlu mengambil tindakan. - Aku tak percaya dia di sini.

Aku punya banyak pertanyaan untuknya.

- Tapi... - Um...

Apa kabar, uh...

Bagaimana kabarmu malam ini, saudariku?

Ada yang bisa kami bantu?

Aku baik-baik saja, saudaraku.

Apa? Kita tidak mengenalnya.

Apa? Hakeem, kenapa kau menyeretku?

Ini akan menjadi malam yang luar biasa.

Memang.

Apa kau pernah mendengar Saudara Kwame berbicara sebelumnya?

Siapa?

Uh, Kwame Ture.

Oh, uh, uh... yah, sebenarnya belum, tapi...

- Oke. - Aku baru tahu dia mengubah namanya.

Uh, ya, setelah dia pindah ke Afrika.

- Hmm. - Dia mengambil namanya

dari Kwame Nkrumah dari Ghana

dan gurunya, Sékou Touré dari Guinea,

untuk menghormati mereka.

- Itu hebat. - Mm-hmm.

Bagaimana dia bisa sampai ke Colorado Springs?

Ya, ya. Himpunan Mahasiswa Kulit Hitam dari Universitas Colorado

- mengundangnya. - Oh, aku mengerti.

- Aku mengerti. - Mm-hmm.

Apa kau, uh... apa kau juga anggota himpunan?

Aku ketuanya.

Benarkah? Aku sekarang berbicara dengan ketuanya?

Benar.

Tepat, saudari.

- Aku membeli tiketnya. - Mm-hmm.

Karena aku berbicara dengan ketuanya, boleh aku melewati antrian?

Tak boleh memotong antrian.

Masuklah lewat belakang.

Sampai jumpa di dalam?

Sampai jumpa di dalam, saudaraku.

- Ny. Ketua. - Benar sekali.

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Himpunan Mahasiswa Kulit Hitam Universitas Colorado

merasa terhormat untuk mengundang sang pelopor revolusioner

memperjuangkan hak-hak warga kulit hitam di seluruh dunia.

Mari kita perlihatkan rasa cinta kita

kepada satu-satunya, saudara dengan sebuah harapan

- yang melekat padanya. - Benar, benar.

Mari beri tepuk tangan yang meriah, teman-temanku, untuk Kwame Ture.

Terima kasih, Saudari Patrice.

- Terima kasih - Dan juga Himpunan Mahasiswa.

Aku ingin berterima kasih kepada kalian,

saudara saudari yang terkasih,

karena sudah datang malam ini.

Oke!

Tapi aku datang malam ini untuk memberitahu kalian

bahwa sekarang waktunya

bagi kalian untuk berhenti melarikan diri dari takdir kalian sebagai kulit hitam.

Boom-shaka-laka!

Waktunya untuk berhenti melarikan diri dari takdir kalian sebagai kulit hitam.

Kalian mahasiswa, bukan?

- Benar sekali. - Itu benar.

Kalian harus berpikir.

Sudah saatnya bagi kalian untuk memahami bahwa kalian,

sebagai manusia terpelajar yang berkembang di negeri ini,

bahwa kalian harus menegaskan pesona kita sebagai warga kulit hitam.

- Oke! - Itu baru Semangat Kulit Hitam.

Biarkan aku bertanya sesuatu...

apakah kecantikan seseorang dinilai dari hidungnya yang mancung?

- Tidak! - Bibir yang tipis?

Tidak!

Kulit yang putih?

- Uh-uh. - Tidak!

- Tentu saja tidak. - Tentu saja tidak!

Karena kalian semua tak akan bisa memiliki itu.

Tidak. Oke.

Bibir kita tebal.

- Ya. - Ya, benar!

Hidung kita besar.

- Rambut kita kribo. - Ya!

Kita adalah kulit hitam, dan kita cantik apa adanya!

- Ya! - Boom-shaka-laka!

Kalian lihat,

kita ingin menjadi seperti layaknya orang kulit putih

yang menindas kita di negeri ini.

- Tidak! - Dan karena membenci kita,

dan karena kita malu akan warisan budaya Afrika kita,

kita kemudian membenci diri kita sendiri.

Kalian tidak menyimakku baik-baik.

Kami mendengarmu.

Kalian tahu Tarzan, kan?

Tarzan. Aku akan jujur.

Saat aku masih kecil, aku sering pergi ke pertunjukan Sabtu

dan menonton Tarzan sepanjang hari.

- Oke. - Ya, ya.

Dan Tarzan kulit putih itu dulu sering menghajar pribumi kulit hitam.

Mmm. Mm-hmm.

Dan aku akan duduk di sana, meneriakkan, "Habisi para jahanam itu!"

"Habisi para biadab itu."

"Bunuh mereka."

"Bunuh mereka! Bunuh mereka! Bunuh mereka!"

Tapi yang sebenarnya kuteriakkan adalah: "Bunuh aku."

Itu benar.

Seolah-olah ada seorang bocah Yahudi melihat para tentara Nazi

membawa orang-orang Yahudi ke kamp konsentrasi

dan dia menyemangati mereka.

Hari ini, aku ingin para kepala suku tadi untuk mengalahkan Tarzan

dan mengirim pantat putihnya kembali ke gua Eropa.

- Boom-shaka-laka! - Benar sekali.

Benar sekali.

Tapi itu butuh waktu.

Butuh waktu untuk terbebas dari kebohongan

dan akibat yang ditimbulkan bagi warga kulit hitam yang tidak berdosa.

- Oke. - Butuh waktu untuk menolak

kebohongan yang paling penting:

bahwa warga kulit hitam tak bisa melakukan hal yang sama

- dengan yang dilakukan warga kulit putih... - Itu tidak benar.

...kecuali warga kulit putih menolong mereka.

Pikirkan baik-baik.

Semangat Kulit Hitam juga berarti bahwa kita harus bersatu.

Kita harus bersatu, dan kita harus mengusahakan

untuk membentuk landasan melawan rasisme.

- Oke! - Ya. Ya.

Untuk melawan para penindas kita.

Sebagian besar para Negro di seluruh negara ini,

mereka hidup dalam perasaan was-was dan terpenjara.

Dan mereka harus menanggung penindasan

dan keadaan mereka, karena dan hanya karena

- mereka kulit hitam dan tidak berdaya. - Mikir. Mikir.

Dan sekarang...

sekarang kita ditembak mati seperti anjing di jalanan

oleh para polisi kulit putih yang rasis.

Teriakkan kebenaran.

Kubilang kita ditembak mati

di jalanan oleh polisi kulit putih yang rasis.

Persetan dengan polisi.

Kita tak boleh lagi menanggung

penindasan seperti ini tanpa balasan yang setimpal.

Tentu tidak!

Tidak lagi.

Perang di Vietnam sana,

bukan hanya ilegal; tapi juga tidak bermoral.

- Itu benar. - Pikirkan itu.

Dan kau tahu apa yang kukatakan kepada mereka?

Tentu saja... kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

Tentu saja, kita tak akan pergi!

- Tentu saja, kita tak akan pergi! - Kita tak akan pergi!

Lebih baik aku menyaksikan saudara kita

membantai polisi rasis itu daripada membantai warga Vietnam.

Aku juga.

Karena setidaknya,

jika dia membunuh polisi rasis, dia melakukannya karena suatu alasan:

karena mereka menembak warga kulit hitam...

- Itu benar. - ...di belakang mereka,

di jalanan ini, di sini di negara ini.

- Mereka membantai kaum kita seperti anjing! - Boom-shaka-laka!

Di sini!

Di sini!

Aku ingin undur diri dari kalian, dalam penutupan

karena kutahu ini sudah larut malam dan kalian semua harus pergi berpesta.

Maafkan aku, teman-teman.

- Um... - Kami mencintaimu!

Aku tutup acara ini, saudara saudari, dengan kalimat berikut:

Jika bukan untuk diriku sendiri,

siapa lagi?

Jika hanya sendirian, bakal jadi apa diriku?

- Benar. - Dengar itu.

- Jika bukan sekarang, kapan lagi? - Kapan?

Dan jika bukan kalian, siapa lagi?

Siapa? Siapa?

Siapa? Siapa?

Kita memerlukan kasih yang abadi

sesama kulit hitam, dimanapun kita berada.

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat!

"Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat."

Kata-kata yang memukau.

Pidato yang luar biasa, Saudara Kwame.

- Terima kasih banyak. - Terima kasih.

Terima kasih, saudaraku. Aku menghargainya.

Saudaraku...

aku ingin bertanya.

Apa kau benar-benar berpikir

perang antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih

tak dapat dihindari?

Biar kukatakan padamu.

Persiapkan dirimu, saudaraku.

Bersiaplah, karena revolusi akan segera datang.

Ambil pistol dan persenjatai dirimu, karena percayalah padaku, revolusi akan tiba.

- Terima kasih telah datang malam ini. - Tuhan memberkatimu.

Kau terlihat hebat di panggung itu tadi.

- Terima kasih, saudaraku. - Baiklah.

Entah apa rencanamu selanjutnya,

tapi mungkin aku bisa mentraktirmu minum?

Uh, aku, uh... Aku harus memastikan Saudara Kwame

- pulang dengan selamat... - Apa?!

...dan dia sampai ke hotelnya dengan aman.

Aku paham.

Tapi, kau tahu, um, jika belum terlambat,

mungkin kita bisa bertemu di Red Lantern?

Kau tahu tempatnya?

Mm-hmm.

Kalau begitu sampai jumpa di sana.

Baiklah. Ya.

Bagus.

Seluruh kekuatan untuk semua orang.

Hei. Apa kabar?

- Maaf aku terlambat. - Hei.

Kau takkan percaya apa yang terjadi.

Kau mau minum apa?

Saudara Pope, pesan 7 dan 7.

Polisi babi itu memberhentikan kami.

Apa tadi?

Aku tak mau melihat apa-apa

kecuali pantat hitam dan siku hitam.

Lebarkan bahu kalian!

Jadi kau orang pentingnya Black Panther, ya?

Kudengar kau ada di kota, Stokely.

Namaku Kwame Ture.

Aku tak peduli siapa namamu!

Pelacur hitam, kau bawa anggota Black Panther ini

keluar dari Colorado Springs sebelum pagi, mengerti?

- Atau kalian semua akan dipenjara - Kami dilahirkan di penjara.

- Oh... - Jangan sentuh aku!

- Jangan sentuh dia! - Jauhkan tanganmu dariku!

- Lepaskan tanganmu darinya! - Lepaskan tanganmu!

Jauhkan tanganmu darinya!

Lepaskan tanganmu darinya!

Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku!

- Tunggu! - Lepaskan dia, kawan?

Kau tahu siapa nama polisinya?

Seharusnya aku tahu, tapi...

semuanya begitu menakutkan,

- jadi aku tak tahu. - Oh.

Ayolah.

- Mari kita berdansa. Ikuti aku. - Mmm...

Ayolah. Ayo, ayo, ayo.

♪ To turn back now ♪

♪ I believe, I believe, I believe I'm falling in love ♪

♪ It's too late to turn back now ♪

♪ I believe, I believe I believe I'm falling in love ♪

♪ I found myself phoning her ♪

♪ At least ten times a day ♪

♪ You know, it's so unusual ♪

♪ For me to carry on this way ♪

♪ I tell you, I can't sleep at night ♪

♪ Sleep at night ♪

- ♪ Wanting to hold her tight ♪ - ♪ Hold her tight ♪

♪ I've tried so hard to convince myself ♪

♪ That this feeling just can't be right ♪

♪ And I'm telling you ♪

♪ It's too late to turn back now ♪

♪ I believe, I believe, I believe I'm falling in love ♪

♪ It's too late to turn back now ♪

♪ I believe, I believe, I believe I'm falling in love ♪

♪ It's too late ♪

- ♪ To turn back now ♪ - ♪ Mmm, baby ♪

♪ I believe, I believe, I believe I'm falling in love ♪

♪ It's too late to turn back now, I tell you ♪

♪ I believe, I believe, I believe I'm falling in love ♪

- ♪ Oh, I wouldn't mind it... ♪ - Apa?

Tidak.

- Ayo, kau tahu itu kan. - Uh-huh.

♪ But I hate to think that I'm in love alone ♪

♪ And nothing that I can do ♪

♪ Oh, it's too late to turn back now ♪

♪ I believe, I believe, I believe ♪

♪ I'm falling in love... ♪

Seperti apa suasananya?

Orang-orang meneriakkan setiap kalimat.

Seperti gereja Baptis saat Natal di minggu pagi.

- Huh. - Mm-hmm.

Sepertinya dia sangat emosi.

Tapi aku tak merasa warga kulit hitam sudah siap untuk memulai revolusi, pak.

Apa yang membuatmu mengatakan itu?

Tak seorang pun di sana yang menyorakkan itu.

Asalnya bukan dari kerumunan. Semua orang sudah tenang.

Biar aku luruskan.

Dia mengatakan kepada para kulit hitam agar bersiap-siap untuk perang ras.

Bahwa mereka harus mempersenjatai diri mereka dan membunuh polisi.

Maksudku, bagaimana dengan itu?

Ya, memang dia mengatakan itu, tapi, pak, kurasa dia hanya bicara saja, anda mengerti kan?

Retorika.

Itu yang saya pikirkan juga.

- Jimmy? - Seperti yang temanku katakan.

Baiklah, syukurlah Carmichael sudah pergi dari Colorado Springs.

- Kwame Ture. - Apa?

Dia mengubah namanya dari Stokely Carmichael menjadi Kwame Ture.

Aku tak peduli kalau dia mengubah namanya, Muhammad Ali.

Oke? Dia masih berbahaya.

Apa kalian mendengar cerita Patrice?

Tidak.

Tentang bagaimana polisi di sini memberhentikan dia dan Ture?

Patrice... dia dari Himpunan Mahasiswa Kulit hitam,

himpunan yang mengundang Ture ke sini?

Kwame Ture. Benar, pak.

Kau jadi begitu akrab dengannya, ya?

Tidak, aku hanya melakukan tugasku, pak. Penyamaran.

Mari kita pastikan kalau komitmenmu bukan cuma di mulut saja.

Saya tidak akan pernah membahayakan sebuah kasus, pak.

Dia tak tahu apa yang dia lakukan.

Kau masih baru.

Kalian duduklah saja.

Ron, ikutlah denganku.

Ron, aku memindahkanmu ke divisi Intelijen.

Apa yang akan kulakukan di sana?

Intelijen.

Untuk penilaianku yang lebih baik.

Lima, empat, tiga, dua, satu.

Masuk pak Eko!

Departemen kepolisian.

Dia lagi makan siang.

Permisi? Ya, ya.

Anda mengubungi Ku Klux Klan bagian Colorado Springs.

Silakan tinggalkan pesan.

Dan Tuhan memberkati Amerika yang putih.

Halo. Di sini Ron Stallworth menelepon.

Aku melihat iklanmu di Harian Colorado Springs.

Aku tertarik untuk menerima beberapa ajaran darimu.

Nomor teleponku 103-9994.

Aku sangat menantikan agar kau membalas panggilanku.

Ya, siapa ini?

Namaku Ron Stallworth.

Di sini Walter yang membalas panggilanmu.

Dari Organisasi.

Organisasi?

Itu benar.

Kami menghargai ketertarikanmu.

Apa ceritamu?

Karena kau bertanya begitu...

Karena kau bertanya begitu, aku benci para negro.

- Aku benci Yahudi. - Huh?

Juga orang Latin dan Irlandia.

Juga orang Italia dan Cina.

Tapi sungguh, aku benar-benar membenci tikus-tikus negro sialan itu.

Dan juga orang lain yang tidak memiliki

darah Aryan putih dan murni yang mengalir melalui pembuluh darah mereka.

Saudariku, Pamela,

dia baru-baru ini didekati oleh salah satu kulit hitam itu.

Begitukah?

Ya.

Setiap kali aku memikirkan monyet hitam itu

menaruh tangan hitam menjijikkannya

kepada tubuh putihnya yang semurni salju...

Maksudku, benar-benar suci, Walter.

Dia orang suci. Dia malaikat.

Itu membuatku mual.

Kau adalah tipe orang yang kami cari.

Dengar, kapan kita bisa bertemu?

Bagaimana kalau Jumat malam setelah aku bekerja?

Kita sepakat, kawan.

Kami akan segera menghubungimu dengan detailnya.

Jaga dirimu.

Tuhan memberkati Amerika yang putih.

Apa kau baru saja menggunakan nama aslimu?

Oh, bangsat.

Ya, dasar amatir sialan.

Itu nama aslimu, kan? Bukan...

Ron Stallworth, bukan? Benar, kan, bukankah itu

- nama aslinya? - Aku tak percaya dia mengatakan namanya.

Yah, semoga berhasil, Ron, bersama teman-teman rasismu.

Mereka ingin kau bergabung dengan Klan?

Mereka ingin bertemu denganku dulu.

- Mereka ingin menemuimu? - Mm-hmm.

Ya, mungkin sebaiknya kau tidak boleh pergi ke pertemuan itu.

Ide yang bagus, Sersan.

Kau bajingan gila, huh?

Kita harus pergi ke divisi Narkotika,

artinya kita harus berurusan dengan Pak Bridges.

Ya, aku tak bisa mengirim anggota.

Aku sudah memeriksa di daftar, Pak, dan sepertinya anda bisa mengirim mereka.

Sersan Trapp, Ron berbicara kepada pria di telepon.

Oke, ketika mereka mendengar suara salah satu anggotaku,

mereka akan tahu perbedaannya.

Bagaimana bisa, Pak?

Apa aku harus mengejanya untukmu?

Mereka akan tahu perbedaan antara cara bicara kulit putih dan Negro.

Bagaimana sebenarnya cara bicaranya orang kulit hitam?

Oke, Ron, apa yang menurutku Pak Kepala ingin katakan adalah,

Jika kau tidak keberatan, biar aku saja yang bicara.

- Terima kasih, Sersan. - Tentu.

Kau tahu yang kumaksud.

Pak, beberapa dari kita bisa berbahasa Inggris biasa.

Yang lainnya berbahasa Inggris ala kulit hitam.

Ron Stallworth di sini kebetulan fasih dengan keduanya.

Oke, Ron, jadi bagaimana caramu untuk melakukan penyelidikan ini?

Aku sudah mendapatkan kontak dan menjalin keakraban dengan anggota Klan di telepon.

Aku akan melanjutkan penyelidikan itu, tapi aku membutuhkan seorang opsir lagi...

kejutan, kejutan, seorang opsir kulit putih...

untuk menyamar sebagai diriku saat mereka bertemu langsung.

Lihat, ini yang kumaksud sebenarnya.

Pak, Ron Stallworth hitam di telepon,

Ron Stallworth putih saat bertemu langsung,

jadi nantinya ada Ron Stallworth gabungan.

- Kau bisa melakukan itu? - Kuyakin kita bisa.

Dengan opsir kulit putih yang tepat, kita bisa melakukan apa saja.

Jika ada sesuatu yang terjadi dengan salah satu anggotaku,

tak akan ada lagi dua Ron Stallworth.

Tak akan ada satupun.

Kau terlambat.

Maaf. Takkan kuulangi lagi.

Sepertinya aku sudah pernah mendengar kalimat itu sebelumnya.

Jimmy, kapan terakhir kali mereka mengizinkan anggota baru untuk memimpin penyelidikan?

Oh, itu benar... belum pernah.

Oke, baiklah, mari kita lanjutkan.

Mari, uh... mari kita lanjutkan ke profil kita.

Oke. Ron Stallworth.

Aku bekerja di pabrik grosir.

- Di mana tempatnya? - Pueblo.

- Seperti apa pulang perginya? - Jimmy, syukurlah kau bertanya.

Lurus di jalan raya antar negara bagian.

- Berjam-jam lamanya. - Perjalanan yang jauh.

Apa yang kita dengarkan?

Radio KWYD, Rohani Kristen di pagi hari,

meskipun sinyal radio mulai terputus saat mendekati Pueblo.

Saat perjalanan kembali, aku ingin ganti ke 102.7 FM untuk mendengarkan Allman Brothers.

Hanya saja aku harus menggantinya lagi kalau ada musiknya David Bowie terdengar.

Aku suka Bowie.

Maksudku, siapa yang tidak suka, kan?

Ingatlah, kalian harus menyimpan seluruh informasi yang kalian bagikan kepada mereka

supaya aku bisa menjadi Ron Stallworth kulit putih.

Jimmy, aku selalu ingin menjadi kulit hitam.

Pahlawan hidupku semuanya kulit hitam.

Willie Mays.

Tangkapan yang bagus.

Wilt sang Stilt.

Mencetak seratus poin dalam satu pertandingan.

Tapi kau tahu siapa favoritku?

O.J.

- Gaya Heisman! - Whew!

- Sang Juice! - Aku suka O.J.

Orenthal James Simpson.

- Pasti kau tak tahu kepanjangannya. - Tentu saja aku tahu.

Kami sebagai warga Negro menghargai kecintaan kalian,

tapi jangan sampai kalian beneran jatuh cinta dengan mereka.

Bagi kalian, pasti Osmond, kan?

Hei, aku suka Marie Osmond.

Kau boleh menyukai kaum kami, tapi aku tak boleh menyukai kaum kalian?

- Jimmy, apakah itu terdengar adil? - Tidak bagiku.

Ayo lanjutkan pembahasan. Siapa yang akan kau temui?

Walter... Breachway.

Bertemanlah dengannya. Semoga kita diundang kembali.

Lihat dirimu.

Oke. Masih ada lagi, pak?

Aku yang akan menelpon Klan.

Kau yang menemui mereka secara langsung.

Dan?

Dan kau harus mencoba untuk bersuara seperti suaraku.

Oh, astaga.

Baiklah. Ini.

Aku juga?

Ya. Kau juga Jimmy.

- Sang raja musik soul (James Brown). - Itu benar.

Kau mau jadi kulit hitam, inilah kesempatanmu.

"Lihat aku."

"Ada yang mengatakan kita punya banyak kebencian."

"Ada yang mengatakan kita begitu kasar"

"Lihat aku."

"Ada yang mengatakan kita punya banyak kebencian."

- "Ada... - Ayo, ayo.

Ini perkara hidup dan mati. Ayo.

- Oh, iyakah? - Lanjutkan saja.

Ada yang mengatakan kita begitu kasar. Kasar!

- Kau ingin melakukan ini sekarang? - Iya, sekarang.

Demi kita semua, tolong lakukan saja.

"Ada yang mengatakan kita begitu kasar."

Biarkan saja mengalir apa adanya.

- Aku mengalir. - Oke. "Kita tidak boleh berhenti berjuang

sebelum mendapatkan yang kita inginkan."

"Kita tidak boleh berhenti berjuang...

sebelum mendapatkan yang kita inginkan."

"Kita telah di-buked, dan kita telah dicemooh."

- "Kita telah di-bu... - "Buked." Katakan itu.

- Apa artinya "buked"? - Diremehkan.

Kau telah diremehkan, Flip.

- Kau. - Kenapa dia tidak bilang begitu saja?

"Kita telah di-buked, dan kita telah dicemooh."

Harus lebih nge-jreng lagi, dari...

"Kita telah diperlakukan buruk, digosipi orang-orang."

"Kita telah di-buked, dan kita telah dicemooh."

- Baiklah, keluarkan semuanya. - "Kita telah diperlakukan buruk, digosipi orang-orang."

"Sama seperti kau dilahirkan,

tapi sama seperti yang dibutuhkan."

"Sama seperti kau dilahirkan,

tapi sama seperti yang dibutuhkan."

Dua bola mata menjadi sepasang mata. Huh!

Dua bola mata menjadi sepasang mata.

Huh!

Huh!

- Huh! - Huh!

- Huh! Huh! - Huh!

"Kawan, kita tak boleh berhenti sebelum kita mendapatkan bagian kita."

"Kawan, kita tak boleh berhenti sebelum kita mendapatkan bagian kita."

Tata bahasanya tidak masuk akal, tapi tak apalah.

"Katakan dengan keras."

"Kulitku hitam, dan aku bangga."

Katakan demi O.J., Jimmy. Kau juga.

"Katakan dengan keras. Kulitku hitam, dan aku bangga."

"Katakan dengan keras."

"Kulitku hitam, dan aku bangga."

- Bagus sekali. Itu dia. - Huh!

Aku menaruh harapan padamu.

Lepas kalung Yahudi itu dari lehermu.

Jimmy, ini bukan kalung Yahudi.

Ini Bintang Daud.

Baiklah.

Flip, kau orang Yahudi?

Mana kutahu. Benarkah?

Ron Stallworth?

Itu aku.

- Kau pasti Walter. - Namaku Felix.

Aku seharusnya bertemu Walter Breachway.

Perubahan rencana, bung.

Kau harus naik truk denganku.

- Oke, bagaimana kalau aku mengikutimu... - Tak bisa.

Kau ikut denganku.

Demi keamanan.

Aku akan mengantarmu kembali.

Ayo ikuti mereka.

♪ Boarded the Greyhound ♪

♪ Alabama bound ♪

♪ I don't stop... ♪

Kau memihak ras kulit putih, Ron?

Oh, tentu saja.

Selalu ada masalah dengan para Negro lokal ini.

Ah, sejak Perang Sipil, para negro selalu membuat masalah.

Walter mengatakan sesuatu mengenai saudarimu.

Itu membuatku jijik.

Apa yang mereka bilang? Mereka bilang akan ke mana?

Selain itu, aku juga, sobatku,

aku sedang mencari Klan.

Kau barusan bilang apa?

- Sobatku? - Tidak, sebelum itu.

Klan?

Jangan sebut "Klan."

Namanya "Organisasi"

Organisasi ini sejauh ini berhasil untuk tetap tersembunyi karena suatu alasan.

Jangan sebut kata itu lagi.

Kau mengerti?

Hei, aku sangat mengerti.

Benar. Baiklah.

Organisasi.

Lihatlah ini.

Kau tak akan percaya ini.

Apa?

Ada yang mengikuti kita.

- Ron, dia melihat kita. Mundur. - Sial!

Ayo bersiap.

Lihat di bawahmu.

- Ya. - Apa?

Ambil itu.

Isi senjata itu.

Masukkan dua peluru.

Ayo cepat isi.

Ayo cepat isi.

Jangan macam-macam dengan kami.

Organisasi.

Tidak secepat itu, kawan.

Awas saja kalian.

♪ Freedom ride. ♪

♪ We are... ♪

Mmm.

Ron, syukurlah kau sampai.

Walter Breachway, ketua cabang.

Ron Stallworth. Terima kasih telah mengundangku.

Tentu saja. Aku sangat terkesan dengan percakapan kita di telepon.

Kurasa kau punya banyak ide yang cemerlang demi keberlangsungan organisasi ini.

Ucapanku serius di telepon.

Kau tahu, aku juga sering terlibat perseteruan dengan para negro itu.

Karena itulah, aku bergabung dengan Organisasi.

- Benarkah? - Oh, ini adalah penyelamat hidupku.

Jadi, aku, uh...

ditembak dan dilukai oleh beberapa negro.

Kemudian istriku diperkosa dengan kejamnya oleh mereka.

- Ya Tuhan. - Itu benar, dan tak satupun dari mereka yang masuk penjara.

Huh.

Biar kukatakan ini.

Mereka mulai mengambil alih.

Ampun, itu semua yang kau tonton di pagi hari.

Negro mulai menjual sabun.

Negro menjual sikat gigi.

Negro menjual mobil.

Di manapun kau berada,

selalu ada negro, negro, negro.

Ya, belum lama ini mereka tumben tidak muncul di TV.

Kau lupa Paman Ben and Tante Jemima.

Oh, sial.

Aku agak menyukai para negro itu.

Roti dan panekuk.

Hei, omong-omong, namaku Ivanhoe,

Hei. Ron.

Hei, yang akan kau dapatkan adalah bagaimana cara bersikap kepada mereka.

Sekarang, jaga omonganmu. Ya.

Jangan bilang ini. Jangan bilang itu.

Bersikaplah dengan baik.

Mereka bahkan tak berwarna lagi.

Negro. Kulit Hitam.

- Afro-Amerika. - Ya, persetan.

Panggil saja mereka negro. Seperti biasanya.

- Negro. - Negro.

Itu ide yang bagus.

Aku sudah mengatakan itu selama bertahun-tahun.

Kau bukan satu-satunya.

Senang melihat kalian mengerti.

Jadi, apa saja yang kalian lakukan di organisasi ini?

Yang kami lakukan?

Kami, uh, membakar salib

dan berdemo dan sebagainya supaya orang-orang tidak macam-macam dengan kami.

Aku lelah dengan para negro yang suka cari masalah denganku.

Maka kau datang di tempat yang tepat.

Tak ada yang berani macam-macam dengan kami.

Sekarang, seberapa banyak yang kau ketahui mengenai sejarah organisasi ini?

Hanya sedikit. Aku bisa tahu lebih banyak lagi.

Kami akan mengajarimu.

Oke, fix. Tahun ini bakalan menjadi tahun yang besar bagi kita.

Kenapa bisa?

- Boom! - Baiklah.

Kita akan membakar petasan, kan?

Oke, oke, Ivanhoe, tutup saja mulutmu.

Ivan, tutup mulutmu.

- Gak jadi dibakar. - Baiklah, baiklah.

Sudah cukup. Tutup mulutmu.

Maafkan dia. Dia minum terlalu banyak.

Dia tak tahu yang dia bicarakan.

Hanya ingin meluruskan,

Organisasi ini benar-benar tanpa kekerasan.

Oh, tanpa kekerasan seperti negro itu,

negro koit itu, si Hitam Martin Luther.

Ya, kami mengerti.

Ron? Kau tidak keberatan ikut denganku?

Ya, kemana?

Apa kau menyamar atau sebagainya?

- Kau terlalu banyak bertanya. - Baiklah.

Bersikaplah dengan ramah.

Kita adalah keluarga. Oke?

Ayo pergi.

Selamat. Kau memenuhi syarat.

Bagaimana kalau kita pergi dan memulai proses keanggotaan?

- Itu saja? - Itu saja.

Uh, duduklah.

Silakan isi formulir ini.

Kirim ke markas besar.

Setelah mereka memberikanmu kartu anggota,

kau akan bisa berpartisipasi dalam semua kegiatan kami.

"Alcoa" sudah tak sabar.

Aku suka iklannya.

Biaya keanggotaan: $10 pertahun, dan $15 biaya cabang.

Jubah dan tudung tidak termasuk.

Itu tambahan.

Karena inflasi.

Entah bagaimana caranya aku akan berterima kasih.

Ini sangat berarti bagiku.

Dengan senang hati.

Kau bukan Yahudi, kan? Orang Yahudi yang menyalib Yesus.

Kau mencoba menghinaku?

Jaga-jaga.

Tentu saja aku bukan Yahudi.

Baiklah, dengar, kita memang harus menanyakannya, itu saja.

Tapi dia bukan Yahudi, oke? Sudah puas?

Baunya seperti Yahudi bagiku.

Berhentilah main-main.

Aku lurus.

Apanya yang lurus?

Baiklah, kalian berdua, beri dia ruang.

Astaga. Biarkan dia bernapas.

Ron, biar kutraktir bir.

- Oke. - Ayo.

Maafkan mereka. Terkadang mereka terlalu ramah.

Mereka hanya bersemangat.

Ya.

Kau suka bir apa?

Coors, kalau ada.

Itu sangat menarik.

Bukan persis Beverly Hillbillies.

Mereka menyukaimu.

Kecuali si Felix itu.

Lain kali, jangan terlalu membuntutinya.

Jaraknya harus dua mobil dibelakang.

Menurutmu dia melihat wajahku dengan jelas?

Mungkin.

Kau dapat formulirnya?

Mereka ingin kau bergabung.

Secara teknis, mereka ingin kau untuk bergabung.

Ya.

Ya, mereka ingin seorang kulit hitam bergabung dengan Ku Klux Klan.

Itu hal yang mustahil.

Dobel sukses.

Kita siap!

Tenanglah, kawan. Tenanglah.

Dan tepatnya berapa banyak yang harus kita khawatirkan terhadap mereka?

Kita harus menggalinya lebih dalam lagi.

Salah satu anggota membahas rencana untuk kemungkinan serangan mendatang, jadi...

Aku belum begitu percaya.

Mereka hanya suka menyombongkan diri.

Serangan seperti apa?

Uh, Ivan...

Ivanhoe mengatakan "boom," menyebutkan sesuatu mengenai petasan.

Tapi secara pribadi, aku tak begitu percaya.

Aku bahkan ragu kalau mereka mahir.

Bagaimanapun, saat ini, kami ingin dukungan penuh

dari kepolisian mengenai perkara ini, Sersan.

Mari kita lanjutkan penyelidikan.

Mari kita coba mencari tahu apakah mereka mampu melakukan apa saja.

Oke.

- Terima kasih, Sarge. - Sama-sama.

Saat kami mengantar Saudara Kwame ke bandara,

dia mengatakan padaku bahwa gerakan Semangat Kulit Hitam

membutuhkan wanita kuat sepertiku untuk memimpin perjuangan

melawan penindasan kapitalis

dan para babi-babi politik yang melakukan penindasan itu.

Kata-katanya hampir membuat seluruh mimpi buruk para babi itu menjadi nyata.

♪ And there's a girl in this harbor town ♪

♪ And she works layin' whiskey down... ♪

Ada apa?

Apa maksudmu?

Ada apa?

Aku tak terlalu suka kata itu.

Kata apa?

"Babi."

Terus kau memanggil mereka dengan sebutan apa?

Aparat.

Polisi.

Opsir.

Sekelompok polisi rasis dengan kekuasaan yang berlimpah.

Jadi menurutmu semua polisi itu rasis?

Butuh satu peluru saja untuk menembak saudara saudari kita yang tak bersalah.

Hmm.

Mengapa kau datang ke acara pidato Saudara Kwame?

- Dia memiliki gagasan yang bagus. - Mm-hmm.

Aku tak setuju dengan semuanya, tapi jelas dia orang yang cerdas,

tentunya layak untuk didengarkan.

Apa kau mendukung pembebasan warga kulit hitam?

Apa kita harus selalu membahas politik?

Apa lagi yang terpenting?

Apa kau bahkan pernah beristirahat?

Tidak. Ini pekerjaan seumur hidup.

Saudari Angela Davis, wanita yang paling budiman,

bisakah kita menghabiskan saja waktu yang menyenangkan ini bersama?

Dan apa pekerjaanmu?

Saudari Kathleen Cleaver, aku tak punya.

Apa kau seorang babi?

Maaf?

Apa kau seorang babi?

Maksudmu polisi?

Apa kau seorang polisi?

Tidak.

Aku sedang berusaha.

Tapi yang terpenting, aku seorang kulit hitam

yang ingin lebih mengenal diri wanita yang kuat, cerdas dan rupawan ini.

Yang kulihat di depan mataku ini.

♪ But he had always told the truth ♪

♪ Lord, he was an honest man... ♪

Kau tahu kan?

Tentu saja.

Itu yang kumaksud. Kekuasaan untuk rakyat.

Seluruh kekuatan untuk seluruh rakyat.

- Itu benar. - Memang benar.

- Di sini Walter. - Ini Ron.

Ini Ron?

Maaf, suaramu beda saat di telepon.

Uh...

Alergiku... alergiku kambuh lagi.

Aku juga sering begitu.

Dengar, aku ingin bilang kalau

kemarin sangat menyenangkan bercakap-cakap denganmu.

Kurasa para anggota lain benar-benar menyukaimu.

Aku merasa terhormat.

Jika kau kosong di hari Sabtu, mengapa kau tidak mampir ke rumahnya Felix.

Kau bisa bertemu dengan seluruh anggota, kan?

- Kedengarannya menyenangkan. - Sampai jumpa di sana.

Aku punya teman.

Dia bergabung dengan kelompok-kelompok ini.

Dia bilang mereka sudah mulai menjauh dari gaya rasis yang penuh kekerasan.

Jadi, itulah jualan Duke sekarang.

Mereka mulai menjadi mainstream.

- Duke? - David Duke.

Pemimpin Agung Klan saat ini.

Tapi dia selalu mengenakan setelan tiga bagian,

belum pernah terlihat memakai jubah atau tudung di hadapan publik,

dan sekarang dia menjabat sebagai "direktur nasional".

Jadi jelas, dia dapat jabatan yang lebih tinggi lagi.

- Unsur politis? Bagaimana bisa? - Ya.

Kurasa itu cara lain untuk menyebarkan kebencian.

- Lanjutkan. - Pikirkan ini.

Tindakan afirmatif, imigrasi, tindakan kriminal, reformasi perpajakan.

Dia mengatakan tidak ada lagi orang yang ingin disebut fanatik.

Kurasa Archie Bunker membuatnya menjadi tak terlalu keren.

Jadi pendapatku adalah, meski dengan seluruh masalah ini,

setiap hari warga Amerika bisa menerimanya,

mendukungnya, hingga akhirnya, suatu hari,

dia mendapatkan seseorang di Gedung Putih yang bisa mewujudkan impiannya.

Sersan...

Ayolah.

Rakyat Amerika tak akan pernah memilih seseorang seperti David Duke

menjadi Presiden Amerika Serikat.

Mengingat dirimu sebagai kulit hitam, perkataanmu ini cukup naif.

Mengapa kamu tidak sadar?

Ron, hai.

Aku Connie, istrinya Felix.

Senang bertemu denganmu.

Oh!

- Kau ingin masuk? - Tentu.

- Apa kau keberatan kalau aku merokok di dalam? - Oh, sama sekali tidak.

Kukatakan kepada kalian, perang akan segera datang.

Mereka semua di dalam.

Anggap saja rumah sendiri.

Sudah waktunya kita melakukan serangan.

Kita harus memastikan bahwa semuanya...

Hei, kawan.

- Halo. Hei, kawan. - Selamat datang.

Semuanya, perkenalkan ini Ron.

- Tn. Stallworth. - Baiklah.

Dia Mike.

Yang di belakang itu namanya Scott.

Dia Jesup.

Ron, mengapa kamu tidak duduk saja.

Maaf mengganggu kalian,

tapi aku membawa biskuit dan saus keju.

Kau mau?

- Terima kasih, sayang. - Terima kasih

- Walter? - Buatlah mereka mengingat

siapa kita dan apa yang kita perjuangkan.

Kita adalah Organisasi.

- Kita harus... - Oh, oh, oh! Aku membaca berita di Koran "Gazette"

bahwa negro Carmichael ini menggelar pertemuan

dan ada juga mahasiswi negro ini

dari Himpunan Para Monyet itu menyerang para polisi.

Maksudku, gadis ini berbahaya.

Dia seperti si komunis itu, Angela Davis.

Dan aku hanya... kurasa kita harus menutup mulutnya.

Ini.

Aku memotong artikelnya.

Itu sudah cukup.

Aku mencintaimu, sayang.

Suatu hari nanti,

kau akan membutuhkan bantuan dariku.

Tunggu dan lihat saja.

Dan aku akan berada di sini.

Mengapa kita tidak, uh... lanjutkan saja pembahasan ini.

Mari kita membahas soal pembakaran salib selanjutnya,

di mana, Ron, kau akan beruntung untuk hadir

jika kartu keanggotaanmu datang tepat waktu.

Ini akan menjadi kehormatan luar biasa.

- Semoga kita tidak dibuntuti lagi. - Ya.

Baca ini.

"Jumat malam minggu lalu,

Himpunan Mahasiswa Kulit Hitam Universitas Colorado..."

Hei, Ron.

Aku ingin memperlihatkan sesuatu.

"...pidato kontroversial yang menampilkan Stokely Carmichael

di klub malam Bell's Nightingale."

"Himpunan Mahasiswa Kulit Hitam."

"Mahasiswa Kulit Hitam..." Kalimat ini enak di telingamu?

Kedengarannya malah aneh bagiku.

Lihat ini.

Wow.

Ini benar-benar mengagumkan.

Ini favoritku.

Ukuran 12.

Aku menyebut ini Pembasmi Yahudi.

Aku menyebutnya Remington Model 1900.

Memang benar.

Oke.

Apa kita hampir selesai?

Kita masih punya banyak item di, uh...

Belum saatnya.

Kita harus memastikan tak ada benih Yahudi di dalam dirinya.

Baiklah, sekarang kau sudah cukup menghina.

Oke? Kita bicara soal seseorang yang akan menjadi saudara kita dalam beberapa bulan ke depan.

Memangnya kau melihat simbol Bintang Daud di lehernya?

Apakah kelihatan kopiah Yahudi di kepala Ron? Hmm?

Hanya berjaga-jaga.

Rumahku, peraturanku.

Lewat sini.

Ke mana kita pergi lagi?

Aku ingin memperlihatkanmu sesuatu.

Sok berani.

Itu tak perlu dilakukan, Felix.

Ini sebabnya kita kehilangan anggota.

Kau harus menjalani tes alat uji kebohongan.

- Duduklah. - Apa ini?

Apakah ini ruang kerjamu?

Apakah di sini tempatmu membuat lilin dan kap lampu?

Tidak, kau harus menjalani tes alat uji kebohongan ini.

Buka pintunya.

Ini omong kosong yang payah.

Payah atau tidak, kau harus tetap menjalani tes pendeteksi Yahudi ini.

- Duduklah - Oke, Felix.

Karena rasa hormat kepada Organisasi ini,

aku akan memainkan omong kosong detektif ini denganmu,

tapi aku bukan Yahudi.

Duduk saja.

Tanya siapa saja.

Mereka akan bilang aku adalah pria yang ramah.

Masalahnya, aku hanya ramah dengan teman-temanku.

Aku tidak ramah pada orang Yahudi.

Apalagi sama orang Negro.

- Aku juga? - Kau tahu yang kupikirkan?

- Kau lagi berpikir? - Oh, ya, aku sedang berpikir.

Apa yang kau pikirkan?

Peristiwa Holokaus ini...

tidak pernah terjadi.

Itulah konspirasi Yahudi terbesar yang pernah ada.

Delapan juta orang Yahudi tewas?

Kamp Konsentrasi?

Semua itu tak pernah terjadi.

Mana buktinya?

Apa kau lagi teler?

Aku tidak pernah teler.

Aku hanya mabuk.

Karena aku akan mengatakan bahwa Holokaus adalah hal terindah yang pernah kulihat.

Itu hanya masuk akal bagiku.

Kau menampung seluruh ras lintah

yang harus kau singkirkan.

Jadi, apa yang kau lakukan? Kau tidak memberi makan mereka,

kau membakar tubuh mereka, menyingkirkan mereka.

Ini seperti menyiangi akar untuk orang-orang yang lebih baik.

Apa kau menonton filmnya?

Itu hoax.

Para Yahudi yang mengendalikan Hollywood.

Astaga.

Biar kulihat kontolmu.

Kau ingin menembakku? Singkirkan pistol itu.

Kudengar-dengar kalian para Yahudi melakukan suatu hal yang konyol dengan kontol kalian.

Suatu adat Yahudi yang aneh.

Apa kontolmu disunat?

Oh, jadi ini alasannya?

Kau ingin melihat kontol Yahudi besarku,

dasar homo sialan.

Siapa yang kau panggil homo sialan, dasar Yahudi sialan?

Sekarang, ikat itu di lenganmu.

Taruh di lenganmu!

- Felix! - Connie, apa yang terjadi?

Felix! Felix!

- Connie! Connie, apa yang terjadi? - Felix! Felix!

- Connie! - Ada kulit hitam di pekarangan hijau kita!

Felix!

Aku datang, sayang!

- Sial, sial. - Felix!

Habisi bajingan itu!

Ya, pergilah dari sini, dasar negro bangsat!

Jendelanya pecah, kawan.

Kau masih mau aku menjalani tes pendeteksi Yahudi?

Semuanya masuk ke dalam rumah!

Masuk ke dalam sekarang!

- Sial. - Connie, kau baik-baik saja?

Tak apa kan? Masuk ke dalam.

Itu sebabnya kita harus menjadi lebih kuat.

Ini omong kosong!

Masuklah ke dalam, sayang.

Itulah yang ingin kukatakan kepada kalian semua.

Kita butuh lebih banyak senjata.

Pendeteksi kebohongan?

Tembakan pistol?

Apa kalian bercanda?

Semuanya menjadi kacau.

Kalian ini kerjanya main-main saja.

Kau mengacaukan semuanya. Kau mengacaukan semuanya.

Aku akan didamprat sama Pak Kepala.

Semuanya hancur berantakan!

- Itu lucu? - Tidak, pak.

Karena jika Bridges mendengar ini sedikit saja,

maka seluruh penyelidikan ini akan dibubarkan.

Ya, itu lucu.

Dan aku akan menjadi petugas penyeberangan untuk bocah sekolahan

di pinggiran kumuh Five Points!

Maksudku, apakah beliau akan mendengar soal ini, Sersan?

Brengsek.

Mendengar soal apa?

Hei, kawan.

Charles, bisa beri kami waktu lima menit?

Tentu.

Aku tak mau mengatakan ini kepada Trapp,

tapi si kulit putih miskin itu mengacungkan pistol ke wajahku,

dan dia tinggal sedikit lagi untuk menarik pelatuknya.

- Dan dia tak melakukannya. - Tapi bisa saja.

Dan kemudian aku bakalan mati.

Demi apa?

Menghentikan para bajingan itu ber-cosplay ria?

- Flip, ini penyamaran. - Aku tak mau mempertaruhkan hidupku

hanya untuk menghalangi para kulit putih itu menyalakan tongkat api.

Ini adalah pekerjaan kita. Apa masalahmu?

Itu masalahku.

Bagimu, ini usaha pembasmian.

Bagiku, ini pekerjaan.

Ini bukan masalah pribadi, dan seharusnya takkan begitu.

Kenapa kau tidak terima saja pekerjaan ini?

Kenapa harus aku?

Karena kau orang Yahudi, kawan.

Orang-orang yang terpilih.

Kau telah memenuhi syarat WASP.

White Anglo-Saxon Protestant (Protestan Anglo-Saxon Kulit Putih)

Mmm. Itu yang dilakukan para warga kulit hitam yang berkulit terang.

Mereka dianggap sebagai kulit putih.

Ujaran kebencian yang kau dengar dari Klan itu...

tidakkah itu membuatmu kesal?

Tentu aku kesal.

Terus kenapa kau bertingkah seolah-olah kau tidak punya kulit, kawan?

Orang baru, itu urusanku.

Itu urusan kita.

Sekarang, aku akan mendapatkanmu kartu keanggotaanmu

agar kau bisa pergi ke acara pembakaran salib

dan menggali informasi lebih dalam lagi mengenai mereka.

Benar, kawan?

Bangunlah, pria kulit putih. Negro ingin

Maaf. Maafkan aku. Biar aku...

Para Yahudi menginginkan uangmu, dan ini...

Maaf, dengan siapa saya berbicara?

Di sini Ron Stallworth menghubungi dari Colorado Springs, Colorado.

Bagaimana kabar anda hari ini, Pak?

Saya baik-baik saja. Terima kasih. Uh, ada yang bisa saya bantu?

Saya sangat ingin berpartisipasi dalam acara kehormatan di kota ini,

tapi saya tak bisa sebelum mendapatkan kartu anggotaku.

Tentu saja saya bisa membantumu.

Baguslah. Um, dengan siapa saya berbicara?

Namaku David Duke.

Apakah anda baru saja mengatakan David Duke?

Sepertinya begitu.

Pemimpin Agung Ku Klux Klan?

David Duke yang itu?

Ya, sang Pemimpin Agung dan direktur nasional, ya.

Direktur nasional juga, ya?

Ya, benar sekali.

Itu luar biasa.

Aku merasa terhormat berbicara kepada anda, pak.

Aku tak takut untuk mengatakannya.

Aku menganggapmu sebagai pahlawan sejati kulit putih Amerika.

Memangnya ada yang lain?

Tidak, pak.

Aku senang berbincang dengan warga kulit putih sejati Amerika.

Amin.

Sepertinya kaum kita semakin sedikit di luar sana akhir-akhir ini.

- Mmm. - Mmm.

Sekarang, mengenai kartu anggota itu...

Ya, Ron, aku mengerti situasinya.

Uh, kita ada masalah administrasi di sini.

Ini menyebabkan menumpuknya pekerjaan.

Begini saja, aku akan memastikannya sendiri

bahwa kartu keanggotaanmu telah diproses,

disetujui dan dikirim hari ini.

Bagaimana menurutmu?

Terima kasih, pak.

Aku tak bisa mengungkapkan betapa berartinya ini bagiku.

Ron, sudahlah. Dengan senang hati.

Uh, semoga kita bisa bertemu secara langsung suatu hari nanti, dan, uh...

yah, Tuhan memberkati Amerika yang putih.

- Tuhan memberkati Amerika yang putih, pak. - Oke, jaga dirimu.

Permisi.

Hati-hati saat berjalan.

Nanti kau bisa terluka, kawan.

Polisi yang memberhentikan Kwame Ture di jalan malam itu...

apakah Landers?

Darimana kau tahu?

Aku bisa menciumnya dari jauh.

Memangnya kau punya alat pendeteksi penciuman?

Sudah lama dia menjadi polisi jahat.

- Ya? - Ya.

Beberapa tahun yang lalu, dia menembak mati seorang bocah kulit hitam.

- Astaga. - Dia bilang bocah itu punya senjata, tapi...

kelihatannya tidak begitu.

Mengapa kalian membiarkan ini?

Kau ingin jadi orang yang mengusirnya?

Kau mau ke tempatnya Landers sekarang?

Karena kita adalah keluarga.

Dan jika benar ataupun salah, kita tetap bersama.

Itu mengingatkanku pada kelompok itu.

- Tepat sasaran, Ron. - Ooh.

Kalian pernah dengar soal bar Hide N Seek ini?

Jadi, ada bar yang awalnya cukup bagus

kemudian berubah menjadi bar homo menjijikkan dalam waktu semalam.

Akhir-akhir ini sudah banyak homo berkeliaran.

Mereka mencoba menjajah.

Kau tahu, awalnya mereka mendapatkan bar mereka sendiri,

kemudian mereka menginginkan perlakuan yang sama.

Lupakan homo-homo itu.

Orang-orang itu dilatih tentara?

Kebanyakan dari kita, ya.

Dilatih oleh Fort Carson.

Astaga, kuharap ada scope di senjata ini.

Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya.

Steve dan Jerry?

Ya, siapa mereka?

Itu rahasia.

Hei, Ron. Aku ingin lihat yang bisa kau lakukan dengan pistolku.

Baiklah.

Ya, mungkin lain kali kau akan bisa menembak negro itu.

Ooh.

50 dolar?

- Sepakat. - Kuterima taruhanmu.

Sial, bagaimana kalau 10 dolar?

Oh! Bajingan!

Baiklah, di mana uangku?

Dari mana kau belajar menembak seperti itu?

Lumayan. Sialan.

Ayahku membelikanku pistol mainan saat aku masih kecil, dan...

sejak itu aku jadi suka menembak.

Itu pistol mainan yang sakti.

- Dia bisa menembak. - Baiklah, ayo pergi.

Kemas semuanya.

Ron Stallworth, brengsek.

Hei, Walter.

Hei, aku lebih baik dibandingkan yang dulu, kan?

- Aku lebih baik (gooder) daripada yang dulu. - Kau jelas menjadi lebih baik,

tapi kurasa "gooder" bukanlah kata yang benar,

tapi kemampuanmu jelas meningkat.

Dan Bernie Casey.

Ooh, Bernie Casey.

Dia memang kuat.

Tapi Cleopatra Jones bukan main lagi.

Sudah saatnya ada wanita yang kuat seperti itu.

Tamara Dobson pernah memerankan seorang polwan, kan?

Itu genre blaxploitation,

di mana itu hanya khayalan.

Di dunia nyata tidak seperti itu.

Tak ada yang namanya Cleopatra Jones atau Coffy.

Apa, kau tak suka Pam Grier?

Dia cantik layaknya anggur merah dan dua kali lebih subur.

Pam Grier hanya berakting,

tapi di dunia nyata, para polisi yang membantai kulit hitam.

Bagaimana jika ada seorang polisi yang mencoba mengubah itu?

Dari dalam?

Ya, dari dalam.

Kau tak bisa mengubah sesuatu dari dalam.

Ini sistem yang rasis.

Kau menyerah begitu saja?

Tidak. Kita memperjuangkan hak-hak warga kulit hitam...

- pembebasan warga kulit hitam. - Benar, benar.

Jadi, kau tak bisa mengubahnya dari dalam?

Tidak bisa. Pria kulit putih tak akan menyerahkan jabatannya yang tertinggi tanpa usaha keras.

Apa yang Du Bois katakan mengenai kesadaran ganda?

Kepribadian ganda? Satu orang Amerika, satunya lagi orang Negro?

Dua pribadi sempurna yang bermusuhan dalam satu tubuh berkulit hitam.

Itu berat, Patrice.

Rasanya seperti...

hidup sebagai dua orang yang berbeda.

Tapi kau tak harus seperti itu.

Kita seharusnya tidak berperang di dalam diri kita.

Kita harusnya menjadi kulit hitam saja.

Kita belum sampai di sana.

Aku lelah menunggu.

Aku ingin bertanya serius padamu.

- Oh, ya? Apa? - Sangat serius.

Uh-huh.

Shaft atau Super Fly?

- Apa? - Pilih satu.

Aku memilih seorang detektif swasta (Shaft) daripada seorang germo (Super Fly).

Baiklah.

Ron O'Neal (Super Fly) atau Richard Roundtree (Shaft)?

Richard Roundtree. Germo bukanlah pahlawan.

Ron O'Neal bukanlah seorang germo,

meskipun dia memerankan karakter itu.

Film itu meracuni otak kaum kita.

Astaga, itu hanya film. Santai saja.

Aku tak bisa santai.

Dasar pemberi harapan palsu.

Siapa yang kau panggil PHP, dasar PHP?

Aku memanggilmu PHP.

Tamara Roundhouse akan datang.

- PHP. - Segera datang...

- Akan segera datang.... - Pergi dari sini!

Dasar PHP.

♪ Oh, great Googamooga ♪

♪ Can't you hear me talkin' to you? ♪

♪ Just a ball of confusion ♪

Aku salah alamat.

♪ That's what the world is today... ♪

Maaf mengganggumu, pak.

Selamat malam.

♪ Tension everywhere, unemployment rising fast ♪

♪ The Beatles' new record's a gas, and the only... ♪

Halo?

Hei.

Maaf, harus bekerja lembur.

Bagaimana kabar kalian?

Ada bir untukmu, Tn. Stallworth.

- Terima kasih. - Kau punya kembaran.

Apa?

Kau punya kembaran.

Kembaran apa?

Kembaran yang kembar.

Dan kembaranmu seorang negro.

Aku mencari di buku telepon.

Aku akhirnya pergi ke "tempatnya".

Aku menemukan seorang negro di sana.

Nomorku tidak terdaftar.

Alamat apa yang kau datangi?

Melewati Bluestem Lane.

Bluestem Lane? Tidak, aku tinggal di 21st Street.

Sudah kubilang, kan? Tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Jadi, kau tidak kenal negro itu?

Oh, baru ingat, itu si negro yang suka cari masalah itu.

Kau benar.

Kukira kau membicarakan orang lain.

Tidak.

1813 South 21st Street.

Mampirlah kapan saja. Aku punya bir.

Dan kau tahu?

si pelacur Himpunan Mahasiswi yang tukang nyolot itu

yang muncul di koran mengeluhkan soal pelayanan polisi...

dia ada di sana.

Pelacur sialan itu?

Aku ingin segera membungkam bibir hitamnya itu untuk selama-lamanya.

Hei, jangan bilang begitu.

Tidak sampai bibirnya ada di kepala kontolku.

Bisa kita bermain poker sekarang?

Sudah selesai?

Ron Stallworth, kau meng... kau menghibur diriku.

Lebih menghibur daripada

negro satu mata itu, Sammy Davis Jr.

Aku akan bilang begitu.

Mereka bisa menari. Mereka bisa menari.

Akan kuberi mereka itu.

Akan kuberikan semuanya.

Kami punya tentara yang aktif dari Fort Carson.

Kita memeriksanya di Divisi Investigasi Kriminal.

Dua pria misterius, Steve dan Jerry.

Mereka adalah tentara mencurigakan yang kuceritakan padamu.

Anggota Klan lama.

Gerombolannya Felix.

Temanmu.

Klan Baru Walter.

Walter seorang jenderal tanpa pasukan.

Gerombolannya Felix lebih kuat daripada Walter.

Oh. Tentu saja, ada istrinya Felix, Connie.

Rasanya gila kau sudah berbicara dengan David Duke.

"DAVID DUKE DAN MASA DEPAN KKK YANG CEMERLANG."

Oh, sekarang kita juga dapat kartu ini,

Ronny boy, kukatakan padamu, kita sudah siap, sayang.

Ini saatnya.

- Astaga. - Ya.

"Ron Stallworth, anggota dengan reputasi yang baik di tahun ini."

Kesatria dari Ku Klux Klan."

Itulah kita. Stallworth Bersaudara.

Ya, kau tak punya psikopat, Felix,

yang memperhatikanmu, menanyakan tempat tinggalmu.

Asalku memang Yahudi namun aku tak dibesarkan begitu.

Itu bukan bagian dari hidupku.

Aku tidak pernah...

berpikir banyak tentang menjadi seorang Yahudi.

Tak ada orang Yahudi di sekitarku.

Kau tahu, aku juga tidak pergi ke Bar Mitzvah.

Aku tidak pergi ke Bar Mitzvah.

Aku hanya bocah kulit putih biasa.

Dan sekarang aku berada di ruang bawah tanah menyangkal itu semua.

Aku tak pernah begitu memikirkannya.

Dan sekarang aku memikirkannya terus-menerus.

Mengenai...

adat dan warisan.

Apakah itu berlalu?

Yah, kemudian... kemudian sudah lewat.

Aku tak mau ini.

- Sepertinya mereka mengawasi kita. - Aku tak tahu.

Aku tertidur. AKu tak tahu.

Aku tak tahu apa yang harusnya kita lakukan.

KALIAN BISA TIDUR NYENYAK MALAM INI MENGETAHUI BAHWA KLAN TELAH BANGKIT

Ini omonng-kosong.

Dimana kau temukan ini?

Tertempel di kaca mobilku,

tapi semuanya tersebar di lingkungan sekitar juga.

Ini sungguhan?

Kelihatannya sungguhan.

Intimidasi?

Jelas, ini tentang Himpunan Mahasiswa Kulit Hitam dan dirimu.

- Aku? - Kau telah blak-blakan

mengenai insiden dengan polisi

saat Saudara Kwame ada di sini.

Jadi, selanjutnya, mereka akan membakar salib di depan rumahku?

Baiklah, mereka hanya ingin membungkammu.

Intimidasi, seperti yang kau katakan. Taktik menakuti.

Jika kau tidak takut, maka mereka tak dapat apa-apa.

Tapi tetaplah buka mata kalian. Tenang saja, oke?

Itu masalahnya selama ini.

Kita selalu bersikap terlalu tenang.

Benar-benar terlalu tenang.

Mungkin kita harus melapor ke polisi.

Bagaimana kita tahu ini bukan kerjasama antara polisi

dan KKK yang kemudian menyebarkan pamflet-pamflet ini.

Aku ingin bertanya... Kami permisi.

- Aku ingin bertanya padamu. - Permisi untuk apa?

"Tenang." Kau ingin aku tenang? Aku akan tenang.

Dan itu juga perlindungan terhadap Kepolisian Colorado Springs,

yang di mana itu bagus.

Ya.

Ya, kau rendam kayu ke minyak tanah dan...

menyalakan api di korek.

Ini semacam memberi waktu agar kau minggir sebelum salibnya terbakar.

Ya.

Pasti cukup menarik.

Oh, ya, memang.

Itu bagus.

Benar-benar api unggun.

Kau bisa melihatnya dari bermil-mil jauhnya, kau tahu?

Jarak penglihatan yang baik, seperti yang dikatakan Walter.

Menakuti para Yahudi, dan...

membuat para negro semakin cemas.

Oh, lihat itu. Sial, ada satu lagi.

Polisi... polisi berpatroli malam ini, ya.

Kerja bagus. Kirim mereka lagi.

Kebanyakan dari kalian adalah Tentara?

Uh, kami punya beberapa.

Kami... kami ada anggota yang aktif bertugas, ya.

Aku baru saja menyelesaikan tur keduaku di Vietnam.

- Serius? - Ya.

Kawanku.

Hei, Ron, apa kau tahu C-4?

Karena kau ikut perang dan sebagainya?

Pastinya untuk meledakkan sesuatu.

...program berani untuk mencintai warga kulit putih,

adat istiadat dan kemerdekaan kulit putih.

Program ini juga berani mengekspos

- supremasi Yahudi... - Mereka datang.

Kavaleri datang.

...dan pembentukan perbankan kriminal.

Para bankir kriminal ini, Fed

pembentukannya adalah...

Mereka secara nasional menyucikan rakyat kita,

bukan hanya di Amerika Serikat.

Bukan hanya di Amerika Serikat saja.

Satu... satu-satunya hal

yang kita dengar hari ini dari para politikus...

Kalian semua, pembakaran salib dibatalkan.

Terlalu banyak polisi, brengsek.

"Benar, terima kasih, warga kulit hitam.

Aku cinta warga kulit hitam."

setiap politikus... setiap politikus

harus berbicara dan bertekuk lutut

kepada para penguasa sejati masyarakat kita dan mengatakan,

"Aku ingin berterima kasih kepada warga Yahudi.

Aku cinta warga Yahudi."

Dan: "Orang Yahudi akan selalu menjadi teman kita,

tak peduli apa yang mereka lakukan,

tak peduli bagaimana mereka menghancurkan negara kita.

Ini hanya luar biasa.

Kau tahu, kita hanya mencintai para Yahudi."

Dan tak ada senator atau anggota kongres

yang berani berdiri dan berkata, "Aku cinta warga kulit putih.

Aku cinta warisan budaya kulit putih.

"Aku cinta kaumku, dan aku cinta adat istiadat yang diciptakan sejak di Eropa.

Dan aku cinta peradaban Barat dan Kristen yang agung ini.

Aku ingin melihat kecintaan itu dipertahankan.

Aku ingin melihat kecintaan itu semakin ditingkatkan."

Banyak yang bilang aku membenci para Negro, tapi sebenarnya tidak begitu.

Dan Organisasi juga tidak membenci mereka.

Mereka hanya ingin bersama dengan kaum-kaum mereka.

Itulah yang akan dikatakan Pinky.

Pinky tidak keberatan akan segregasi sedikit pun.

Dia hanya ingin bersama kaumnya sendiri.

Kedengarannya dia sudah seperti Ibu bagimu.

Kau pernah menonton film Gone with the Wind?

Pinky seperti Hattie McDaniel bagiku.

Dia menang Oscar atas perannya.

Kau tahu kan, Aktris Pendukung Terbaik, jadi...

Kau adalah Scarlett, dan dia adalah Mammy (Ibu).

Itu benar.

- Benar. - Itu lucu.

Saat dia meninggal, kita seperti...

kita seperti kehilangan seorang anggota keluarga.

Negro yang baik dan lucu.

Dalam artian itu, mereka layaknya anjing yang baik.

Dia sangat dekat denganmu, dan saat kau kehilangan mereka,

itu membuatmu patah hati.

Itu perkataan yang baik, Ron.

- Aku kenal seorang negro. - Benarkah?

Ya, Negro itu tinggal di seberang jalan.

Saat itu aku berumur sekitar...

enam atau tujuh tahun.

Dia dipanggil Butter Biscuit.

Kenapa dia dijuluki seperti itu?

Dia menyukai biskuit mentega ibunya. (Butter Biscuit)

Yum, yum.

Aku dan Butter Biscuit sering bermain bersama setiap hari.

Suatu hari, ayahku pulang lebih awal dari tempat kerja.

Dia bilang aku tak boleh bermain dengan bocah itu lagi

karena aku berkulit putih

dan Butter Biscuit adalah negro.

Itu sangat lucu.

Kedengarannya ayahmu seperti pria yang hebat.

Dia seorang warga Amerika sejati.

Mengajarkanku apa yang benar.

Ini sebabnya kami membutuhkan orang-orang seperti kau dan aku

menjabat dalam pemerintahan... untuk memajukan kembali negeri ini.

Amin.

Bagi Amerika untuk meraih kesuksesannya kembali.

Tentu saja.

Astaga, kuharap kita bisa berbincang secara langsung.

Akan tiba saatnya, temanku.

Pada saatnya nanti, aku akan datang ke Colorado Springs

untuk melihat upacara penerimaaanmu.

Anda datang ke Colorado Springs, pak?

Aku akan datang.

Tentu saja.

Baiklah, aku membawakan materi yang kau minta.

Jadi kau tinggal memindahkannya seperti ini untuk melihat gambarnya.

Setelah kau mencobanya, mungkin kau akan bisa menguasainya.

- Oke? Kau mengerti? - Terima kasih.

Oke, aku ada di sana jika kau butuh sesuatu.

Oke. Terima kasih.

Terima kasih sudah menghubungiku.

Dengar, kurasa

kita butuh pemimpin yang baru.

Seseorang yang dapat menyatukan para anggota.

Aku hanya merasa kita tak memerlukan pemungutan suara.

Felix pasti akan senang jika terpilih, tapi...

aku tak akan membiarkan itu terjadi.

Dia bajingan gila.

Dia selalu lepas kendali.

Tidak, kita butuh seseorang yang pandai berbicara, seseorang...

seseorang yang menunjukkan kualitas dirinya sebagai pemimpin.

Dan kurasa kaulah orangnya.

Aku harus mempertimbangkannya.

Ayahku, dia sakit, dan dia tinggal di El Paso.

Aku tak tahu apakah aku bisa mengurus keduanya.

Aku turut bersedih.

Pikirkan saja dulu.

Kau pria yang cerdas dan tekun,

dan aku tak meragukan kemampuanmu.

Kurasa sudah waktunya untuk para anggota muda yang memegang kendali.

Dengan ide-ide yang lebih segar.

Karena itulah, aku memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai ketua kalian.

Tapi aku ingin merekomendasikan seseorang.

Tn. Ron Stallworth sebagai pemimpin di wilayah ini.

Kita baru saja berkenalan.

Dia baru saja menjadi anggota.

Aku ingin bertanya.

Adakah orang di sini yang bersedia mempertaruhkan nyawanya demi Ron?

Aku memilih Ron.

Kau tahu siapa lagi yang memilih Ron?

Tn. Duke.

Dengar, ini suatu kehormatan, tapi aku tak bisa menerimanya.

Masalahnya, yang kalian butuhkan

adalah pemimpin yang selalu ada untuk anggotanya.

Selalu ada sepanjang hari.

Ayahku sakit. Aku baru mengetahuinya.

Jadi aku akan bolak-balik antara di sini dan Dallas.

El Paso, Flip, El Paso!

Kukira tempatnya El Paso.

Memangnya aku bilang apa?

- Dallas. - Kota yang mana, Ron?

Tentukan segera.

Dallas adalah tempat singgahku.

El Paso adalah tempat ayahku berada.

Dallas, itu, uh... di situlah mereka membunuh pecinta negro itu, John F. Kennedy.

Dari mana kau tahu itu?

Aku bisa membaca.

Kami akan berdoa untuk kesehatan ayahmu.

Ini orangnya.

Hei, Ron, aku tak biasa berbagi cerita kepada orang lain, tapi...

Aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu.

Aku juga sudah tak sabar, Ron.

Apa kau pernah berpikir seandainya yang menelponmu adalah seorang negro yang sok pintar,

yang berpura-pura sebagai kulit putih?

Tidak. Aku selalu tahu ketika aku berbicara dengan seorang Negro.

Bagaimana bisa?

Misalnya dirimu, Ron.

Aku?

Ya.

Maksudku, aku bisa tahu kalau kau adalah...

pria kulit putih yang suci

dari caramu mengucapkan kata-kata tertentu.

Kau bisa memberi contoh kata-nya?

Ya, misalnya kata...

uh, "are" (adalah).

Ras suci seperti kau dan aku akan mengucapkannya dengan benar. "Are".

Sementara Negro mengucapkannya seperti "are-uh."

Apa kau pernah memperhatikannya?

Seperti, "Are-uh... (Apakah)

kau akan menggoreng...

ayam krispi itu, saudara Negro-ku?"

Maaf.

Wow.

Kau benar-benar kulit putih.

Terima kasih sudah mengajariku.

Andai saja kau tidak membahas ini,

mungkin aku tak akan pernah mengetahui perbedaan

antara cara bicara kita dan cara bicara Negro.

Bagus, bagus.

Ya.

Aku ingin melanjutkan bincang-bincang kita saat di Colorado Springs nanti.

Di sini sangat indah, pak.

Kota yang diberkati.

Itu juga yang kudengar, Ron.

Aku ingin bertemu denganmu, dan, uh...

kita akan bicara nanti.

Tuhan memberkati Amerika yang putih.

Datang kembali.

- Oh, Tuhan. - Siapa yang kau kasih jari tengah?

Halo?

Ini Felix.

Apa waktunya tidak tepat?

Tidak, tidak sama sekali.

Aku baru saja selesai makan.

Rapat... di rumahku sekarang.

Ron, segeralah ke sini.

Dan jangan bilang-bilang sama Walter.

Selamat datang di surga yang dijanjikan.

Sekitar satu minggu lagi,

kita akan menyambut Tn. David Duke di kota ini.

- Oh, oh, ya. - Mm-hmm.

Senjata kalian sudah siap?

Sudah siap.

Amin.

Mana senjatamu, Ron?

Kau tahu, aku tak terlalu sering membawanya.

"Tidak membawanya".

Tidak, itu...

Pinjam saja punyaku.

Tidak akan terjadi lagi.

Kami membutuhkan bantuanmu di hari Minggu nanti.

Mengapa? Ada apa di hari Minggu?

Perang akan segera datang kepada kita.

Yah, baguslah.

Sepertinya kita mendapatkan satu prajurit lagi.

Pastikan saja saat di Hari-H,

kau harus membawa "teman" barumu bersamamu.

Dan, Ron,

kau harus memberi nama senjatamu.

Ini namanya Betsey.

- Jangan acungkan senjatanya padaku. Astaga. - Maafkan aku.

Jangan acungkan lagi senjatamu pada siapapun.

Aku tahu yang kulakukan. Aku tahu cara menggunakan benda ini.

- Sayang. - Mm-hmm?

Apa kau pernah berubah pikiran?

Tentang apa?

Membunuh mereka.

Jangan pernah berpikir dua kali untuk membunuh negro.

Kau tak bisa mengubahnya kembali.

Mereka yang pertama dari banyak negro

- yang harus dibunuh, sayang. - Aku tahu. Ini hanya...

semakin menjadi kenyataan.

Aku selalu mengira kalau semua itu hanya mimpi belaka.

Aku tahu.

Ini sangat indah.

Kita membersihkan negara ini

dari ras simpanse yang miskin dan terbelakang.

Pertama-tama orang kulit hitam.

Selanjutnya nanti orang Yahudi.

Kita bisa bebas, kita bisa bebas.

Terima Kasih Tuhan Yang Maha Kuasa,

kita bisa terbebas dari negro-negro itu.

Aku suka saat kau mengatakannya, sayang.

Kita sudah merencanakan untuk membunuh para negro ini

selama bertahun-tahun lamanya, dan sekarang ini akan menjadi kenyataan.

Hmm.

Ayahku selalu mengatakan bahwa

akan datang hal-hal baik bagi mereka yang sabar menunggu.

Mmm!

Terima kasih telah membawaku ke dalam hidupmu.

Karena mencintaiku seperti yang kau lakukan.

Karena memberiku tujuan, dan jalan hidup.

Ini akan menjadi Pesta Teh Boston yang baru.

Oh...

Tn. Stallworth.

Senang bertemu denganmu.

Nama anggota Klan?

Tentang apakah ini?

Dua nama dalam daftarmu bekerja di NORAD. (Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara)

Dua pria misterius itu, Steve dan Jerry?

Nama asli mereka adalah Harry Dricks dan Kevin Nelson.

Dua badut dengan izin keamanan tertinggi.

Para anggota Klan ini bertanggung jawab karena memantau privasi kita.

Kau berjasa pada negeri ini.

Kami telah mengikuti penyelidikanmu.

Hebat sekali.

Kemarin malam, Fort Carson melaporkan beberapa bahan peledak C-4 menghilang dari gudang senjata mereka.

- Tak ada tersangka. - Klan?

Tunggu, KKK dan Tentara Amerika Serikat?

Kau tak akan melihat ini di berita karena alasan tertentu, tapi...

kurasa ini mungkin menarik perhatianmu.

Jika anda mengetahui adanya kemungkinan serangan,

aku ingin tahu kapan.

Kau yang lebih tahu. Penyelidikanmu luar biasa.

Tapi apakah anda atau FBI bisa membantu?

Pak?

FBI?

Biro Investigasi Federal?

Anggap saja kita tak pernah berbicara.

Kau boleh membenciku sepuasnya, oke?

Tapi berjanjilah kau tak akan pergi ke demonstrasi itu.

Aku akan pergi. Kami pun begitu.

Apa yang kau bicarakan?

Aku tak bisa menjelaskannya secara rinci,

tapi hari ini Klan merencanakan aksi serangan.

Kalau begitu kita harus memberi tahu orang-orang.

Itu bukan pilihan.

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ada apa denganmu?

Tidak ada orang lain yang tahu saat ini adalah investigasi yang aktif.

Investigasi yang aktif?

Dan bagaimana kau bisa tahu?

Apa kau polisi?

Bukan.

Terus siapa kau sebenarnya?

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ungawa, Semangat Kulit Hitam! Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Kau ingin duduk?

Tidak. Aku berdiri saja.

Ungawa, Semangat Kulit Hitam! Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Aku seorang detektif yang menyamar.

Aku menyelidiki Klan.

KKK?

Ron Stallworth, kau berbohong padaku.

Apakah itu bahkan nama aslimu?

Ron Stallworth adalah nama depan dan nama belakangku.

Dengar, ini bukan waktunya bertengkar, Patrice.

Aku menjalankan amanahku sebagai ketua Himpunan dengan serius.

Memangnya kau akan dapat apa?

Kau bisa duduk di tengah jalan raya Nevada,

membakar hidup-hidup dirimu, tapi KKK masih akan tetap ada di kota ini.

Setidaknya aku akan melakukan sesuatu, tidak sepertimu.

- Tidak sepertiku? - Ya.

Jangan berpikir, hanya karena aku tidak mengenakan baret hitam

atau jaket kulit hitam, kacamata hitam Ray-Ban,

meneriakkan, "Bunuh Kulit Putih,"

aku menjadi tidak peduli dengan kaumku.

Di malam pidato Saudara Kwame,

apa kau menyamar pada saat itu?

Itu tidak adil.

- Kau harus mengerti... - Jawab saja pertanyaannya.

Apakah kamu menyamar di malam kita bertemu?

Ya atau tidak?

Ron Stallworth, apa kau mendukung revolusi dan pembebasan warga kulit hitam?

Aku seorang detektif penyamaran untuk Kepolisian Colorado Springs.

Itulah pekerjaanku. Itulah kenyataannya.

Para budak negro juga bilang bahwa mereka punya pekerjaan.

Kau membuatku muak.

Saudaraku, kau harus bangkit.

Ungawa, Semangat Kulit Hitam! Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Apa kau bercanda?

Jangan lewati batas itu.

Ini adalah penyelidikan, bukan hubungan asmara.

Aku benci untuk memberitahunya.

Bagus sekali.

- Apakah Patrice benar-benar dalam bahaya? - Mungkin.

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Ungawa, Semangat Kulit Hitam!

Semuanya batal.

Yep.

Kau akan segera mengetahuinya.

Apa?

Felix baru saja mengatakan bahwa aksi demo itu dibatalkan.

Mengapa?

Bisa jadi karena ancaman pembunuhan.

Tidak, mereka sudah terbiasa dengan itu.

Dan mereka tidak menyebutkan soal bahan peledak?

Tidak.

Persetan.

Kita akan menangkap mereka atas tuduhan kepemilikan senjata

dan menghentikan mereka melakukan sesuatu seperti itu.

Lalu apa? Kau tahu kan, itu cuma pelanggaran ringan.

- Kemudian mereka akan bebas. - Aku punya tugas khusus untuk Ron.

Ron sudah mempunyai tugas.

Ya, apa lagi yang lebih penting daripada mencegah aksi serangan, pak?

Kita memiliki laporan adanya ancaman terhadap nyawa David Duke.

Jadi, Ron, aku memberimu tugas untuk mengawal David Duke dengan ketat.

Apa?

Dengan segala hormat, pak, kurasa ini bukanlah

keputusan yang bijaksana, meningat situasinya.

Siapa peduli?

Duke membutuhkan perlindungan.

Tidak ada anggota lain yang tersedia.

Waktunya bertindak.

Kesampingkan perbedaan politik kalian.

Pak, masalahnya bukan itu, dan anda tahu betul.

David Duke dan Ron sudah berbicara di telepon selama beberapa kali.

Jika dia mengenali suaranya...

Jika-jika... jika ada anggota Klan yang mengenalinya,

itu akan membahayakan seluruh penyelidikan kami.

- Ini terlalu berbahaya. - Koreksi jika aku salah,

tapi bukankah kau pernah bilang kalau kau menguasai

bahasa Inggris biasa dan bahasa Inggris kulit hitam?

Kau ingat itu?

Jawab beliau.

Oh, tutup mulutmu, Landers.

Kau tahu, kau sudah berusaha untuk menyabotaseku sejak hari pertama.

Kenapa kau begitu marah, nak?

- Hei, Ron! - Hei, Ron, ayolah.

- Ron, Ron, tidak! Ron! - Hiraukan saja dia.

- Oke, oke, baiklah. - Ayo..

- Ayo, ayo, ayo. - Mundurlah.

- Ron, whoa, whoa! - Apa-apaan itu?

Awas saja kau, Landers.

Isap kontol sana!

Kau membiarkannya memancingmu dengan mudah?

Kau tak ada apa-apanya di hadapan David Duke.

Pertama-tama, target utamanya.

Felix bilang kau yang akan melakukannya.

Jadi yang harus kau lakukan

adalah menaruh tas itu mau itu di teras depan,

teras belakang ataupun dekat jalanan.

Itu bukan masalah.

Selama itu di dekat bangunannya, kau bisa menaruhnya di mana saja.

Sudah kumasukkan cukup banyak C-4 dalam situ untuk meledakkan semuanya.

Berhati-hatilah.

- Kau mengerti? - Aku mengerti.

Kau hanya tinggal menaruhnya... Hei, sayang.

Kau mendengarkan? Yang tinggal kau lakukan

saat kau menaruh bom itu adalah menekan tombolnya.

Tekan tombolnya.

Itu saja.

Kau mengerti?

Si pelacur dari Himpunan Mahasiswa itu

akan mengundang para tetua kulit hitam untuk menjadi pembicara.

Tempat itu harus segera dibom.

Jadi, Saudara Walker, mereka hanya tinggal puing-puing.

Dan jadilah negro-negro panggang.

Dan bagaimana jika rencana itu tidak berhasil?

Rencana B.

Kau bisa menanganinya, sayang?

Kau bisa mengandalkanku.

Aku sudah menunggu saat-saat ini.

Oh, semanis permen.

Ah, lihatlah dua sejoli ini.

Boleh aku pegang C-4 nya?

Tidak boleh.

Kau akan meledakkan kita semua sebelum waktunya.

- Apa-apaan si kulit hitam ini...? - Bersama dengan

- David Duke yang agung. - Lihat orang ini.

Bagaimana bisa dia jadi polisi?

Pengawal Keamanan Tn. Duke.

- Apa? - Persetan orang ini.

Tn. Duke. Saya seorang detektif dari Kepolisian Colorado Springs.

Saya di sini untuk mengawal anda.

Maaf, apa... apa kita pernah bertemu sebelumnya?

Tidak. Anda harus tahu bahwa ada beberapa ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadamu.

Ada apa di luar sini?

Katanya hidupku terancam,

dan dialah seorang detektif

yang mereka tugaskan sebagai pengawalku.

Tn. Duke, saya tidak setuju dengan filosofi anda.

Meski begitu, aku seorang profesional,

jadi aku akan melakukan apapun sesuai dengan kemampuanku

untuk memastikan anda tetap aman.

Oke, aku menghargai profesionalismemu.

Silahkan, pak.

Terima kasih.

- Silahkan lewat sini, pak. - Walt.

- Saudara. - Pak.

Bagaimana kabarmu?

Maaf karena keamanan yang ketat ini.

Harus ekstra hati-hati.

Ya, aku tahu. Kita punya kekuatan...

Hei, kawan-kawan.

Ya, seperti yang kau katakan,

uh, minggu lalu di telepon, uh...

Tn. Duke.

aku ingin memperkenalkan rekrutan terbaru kita,

Ron Stallworth.

Ron Stallworth, senang akhirnya bisa bertemu denganmu secara langsung.

Sama. Aku juga.

Ini saudara kita, Jesse.

- Namaku Jesse. - Hei, Jesse.

- Ron. - Uh, Ron, ya.

- Aku sudah banyak mendengar tentang dirimu. - Oh, oke.

Aku tak sadar betapa gugupnya aku jadinya.

Oh!

Oh, tak apa-apa.

Siapa dia?

Uh, itu polisi yang ditugaskan untuk mengawal Tn. Duke.

Dia benar-benar menjijikkan, bukan?

Para hadirin...

sudah waktunya.

- Ron, ikutlah denganku. - Baiklah.

Ah-ah-ah-ah.

Ayo. Ayo.

Kau tetap di sini.

Kau dengar aku?

Ah...

Ya Tuhan, Amerika bakalan diterpa bencana.

Saat itu hari musim semi yang indah di Waco, Texas.

15 Mei 1916.

Jesse Washington...

...adalah temanku.

Dia berumur 17.

Sedangkan aku berumur 18.

Kami memandang Jesse dan memanggilnya 'lambat'.

Sekarang ini,

kalian akan menyebutnya sebagai 'keterbelakangan mental'.

Mereka mengatakan bahwa Jesse...

memperkosa dan membunuh seorang wanita kulit putih

bernama Lucy Fryer.

Mereka menempatkan Jesse di pengadilan,

dan dia divonis bersalah oleh para dewan juri berkulit putih

setelah mereka berunding hanya selama empat menit.

Saudara-saudara seimanku,

Penerima Penghargaan Nobel,

salah satu pencipta transistor

dan juga sahabat baikku,

Dr. William Shockley,

di mana terobosan karya ilmiahnya

bermanfaat di era komputer ini,

telah membuktikan, melalui penelitiannya dengan eugenika,

bahwa setiap orang di sini, telah mengalir di pembuluh darah kita,

gen-gen dari ras unggul.

Itu sudah fakta.

Itu fakta. Sudah tidak bisa diperdebatkan.

Hari ini, kita merayakan kebenaran itu.

Lepas topeng, naikkan tudung kalian.

Aku sedang bekerja di seberang jalan di tempat penyemir sepatu.

Dan setelah divonis,

kerumunan massa menangkap Jesse,

menaruh rantai di lehernya dan...

...menyeretnya keluar dari gedung pengadilan.

Oh, Tuhan.

Aku tahu aku harus bersembunyi.

Lewat sana.

Hati-hati, kawan.

Baiklah.

Di tempat penyemir sepatu itu, terdapat jendela di loteng mereka.

Dan aku bisa melihat para kerumunan itu.

Mereka menggiring Jesse di sepanjang jalanan.

Mereka menusuk dan memukulinya.

Dan akhirnya, dengan berlumuran darah,

mereka mengikatnya di jalanan...

...dan memotong biji zakar-nya.

Oh Tuhan...

berikan kami pria kulit putih yang sejati.

Organisasi ini menginginkan pikiran yang kuat,

hati yang hebat, keimanan yang benar,

tangan-tangan yang bersih dan siap.

Pria yang memiliki kehormatan.

Pria yang tak akan berdusta.

Pria yang bisa berdiri di depan panggung demagog

dan tak terpengaruh rayuan palsu dengan tanpa kedipan mata sekalipun.

Ya Tuhan, berikan kami pria sejati.

Pria pemberani yang tidak kabur dari tugas.

Pria yang dapat diandalkan, pria yang berbudi luhur.

Maka kesalahan akan diperbaiki, dan kebenaran akan menguasai Bumi.

Tuhan, berikan kami pria kulit putih sejati.

Ron Stallworth.

Berdirilah.

Maju ke depan.

Para polisi dan pejabat pemerintahan

berada di luar sana untuk menyaksikannya.

Mereka memotong jari-jarinya.

Dan menyiram minyak tanah ke seluruh tubuhnya.

Mereka menyalakan api unggun

kemudian menangkatnya dan menurunkannya

di atas api yang membara ini

berulang dan berulang dan berulang kali.

Ron Stallworth,

apakah kau seorang warga Amerika berkulit putih, non-Yahudi?

Ya.

Ya... Apa?

Ya, aku seorang warga Amerika

berkulit putih dan non-Yahudi.

Apakah kau mendukung pemerintahan orang kulit putih

- di negara ini? - Ya.

Ron Stallworth, apakah kau bersedia mengabdikan hidupmu

untuk perlindungan, kelestarian

dan kemajuan bagi ras kulit putih

dalam pikiran, raga,

- dan jiwa? - Ya.

Duduklah.

Walikota memiliki seorang fotografer bernama Gildersleeve.

Dia datang dan mengambil foto-foto dari kejadian itu.

Foto-foto itu kemudian dijual dalam bentuk kartu pos.

Lepaskan tudungmu.

Mereka menaruh tubuh Jesse yang hangus ke dalam kantung mayat.

Lepaskan tudungmu.

Menyeretnya sepanjang jalanan kota.

Lepaskan tudungmu.

Mereka menjual jasadnya.

Lepaskan tudungmu.

Sebagai suvenir.

Lepaskan tudungmu.

Banyak warga kulit putih yang baik namun mereka hanya berdiri di sana

layaknya Pawai Hari Kemerdekaan.

Mereka bahkan membiarkan siswa-siswi keluar sekolah

pada jam makan siang.

Lepaskan tudungmu.

Dan yang bisa kulakukan...

hanyalah menonton dan berharap

agar mereka tidak menemukanku.

Masuklah.

Sambutlah saudara seiman kalian

yang telah dibaptiskan oleh sang cahaya.

- Silakan. - Oh, Tuhan!

Beri mereka tepuk tangan yang meriah!

Salah satu alasan mengapa mereka melakukan hal itu kepada Jesse

karena sebuah film

berjudul Birth of a Nation. (1915)

Dirilis setahun sebelumnya,

dan film itu sangat dahsyat

sehingga Ku Klux Klan menjadi terlahir kembali.

Oh, Tuhan. Oh, ya Tuhan.

Oh, ya Tuhan. Tidak!

Tidak!

Oh, lihat orang itu!

Oh, dia menjijikkan. Oh!

Oh, wanita yang malang itu!

Jangan lakukan itu! Oh!

- Mengapa? - Tidak.

Tidak. Oh!

Itulah cerdasnya wanita kulit putih!

Oh!

Sekarang ini, orang-orang akan menyebut film semacam itu

sebagai film blockbuster.

Semua orang menontonnya.

Itu menjijikkan.

Bahkan Presiden Amerika Serikat saat itu,

Woodrow Wilson, menontonnya di Gedung Putih.

Dan dia mengatakan bahwa film itu

merupakan "sejarah yang ditulis dengan kilat."

Apa... apa yang sebenarnya...

"Negro-negro merdeka dari Utara itu benar-benar gila."

Oh, lihat bocah kulit hitam itu.

Lihat, lighat. Mereka akan menakuti bocah-bocah itu.

Pergi dari situ!

- Minggir. Minggir. - Pergi dari situ!

Sang inspirasi!

Usir mereka dari sini!

- Tangkap mereka! - Ayo!

Cepat tangkap mereka!

- "Persidangan." - Hei!

- Kirim dia ke neraka! - Seret dia!

Seret dia!

Bersalah!

Bawa dia ke atas kuda itu.

Naikkan dia! Naikkan dia!

Ya!

Semangat Kulit Putih! Semangat Kulit Putih! Semangat Kulit Putih!

Semangat Kulit Putih! Semangat Kulit Putih! Semangat Kulit Putih!

Itulah sebabnya kita berada di sini hari ini.

Atas nama Semangat Kulit Hitam.

- Ya. - Semangat Kulit Hitam. Semangat Kulit Hitam.

Semangat Kulit Hitam! Semangat Kulit Hitam!

Semangat Kulit Hitam! Semangat Kulit Hitam! Semangat Kulit Hitam!

Semangat Kulit Hitam.

Semangat Kulit Hitam.

Semangat Kulit Hitam...

Tolong bantu aku...

lihatlah di sekitar kalian.

Benar sekali. Lihatlah di sekeliling kalian.

Hari ini, kita memiliki hak istimewa...

untuk berada di antara pria kulit putih.

Dan wanita kulit putih.

Seperti diri kalian.

Pejuang yang sejati.

Untuk Amerika yang sejati.

Amerika, di mana nenek moyang kita berjuang dan mengorbankan nyawanya.

Ras putih Amerika sejati.

Kekuatan yang kemudian menyebabkan lahirnya warisan budaya AS Selatan.

Dan aku ingin berterima kasih kepada kalian.

Yesus Kristus.

Aku ingin berterima kasih kepada kalian

karena tidak menomorduakan negara ini.

Itu benar.

- Dahulukan Amerika. - Dahulukan Amerika.

Dahulukan Amerika.

Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika!

Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika!

Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika!

Dahulukan Amerika!

Dahulukan Amerika! Dahulukan Amerika!

Dahulukan Amerika!

Bukankah ini omong kosong?

Andai saja aku tahu dari awal kalau ini pertemuan Klan,

aku tak mau datang ke sini.

Bangsat.

Benar, benar.

Baiklah, sekarang, kapan kalian akan mengundangku ke Louisiana? Hmm?

- Kami tentu dengan senang hati akan mengundangmu. - Mmm.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Maksudku, kerjamu sangat bagus di wilayah ini, tapi...

Aku bisa melakukan pekerjaan yang hebat di tingkat nasional.

Permisi.

Walter, boleh kan?

Jaga perilakumu.

Tn. Duke, aku hanya ingin mengatakan bahwa betapa...

terhormatnya istriku, Connie, dan diriku sendiri

karena berada di hadapan anda.

Siapa namamu, kawan?

Felix.

Felix, dengan senang hati.

Kami ingin sekali mengajak anda keluar untuk makan malam kapan-kapan.

Kami orang Colorado bisa memasak sebaik wanita Cajun di kota anda.

Baiklah, Connie.

Kami sedang dalam jadwal yang ketat di sini,

tapi sayangnya kalian membuat kesalahan. Lain kali aku berada di kota ini,

- tolong ingatkan saja aku, oke? - Oh.

Oh, aku melihat Susie.

Aku akan kembali sebentar lagi.

Hei.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

- Apa ini istrimu? - Yep.

- Hei. Ron. Bagaimana kabarmu? - Hai.

Senang bertemu denganmu.

Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

Senang bertemu denganmu, Felix.

- Semoga malammu menyenangkan. - Oh, terima kasih.

Dahu... Dahulukan Amerika.

Hey, Ron, bagaimana kabarmu?

- Aku baik-baik saja. - Bagus.

- Dia polisi. - Siapa?

- Orang itu. - Ron?

- Bukan, orang itu. - Ron seorang polisi?

Nama aslinya Phillip, tapi nama panggilannya Flip.

- Siapa Phillip? - Siapa Ron? Itu Phillip.

- Siapa yang kau bicarakan? - Orang itu.

Dialah polisi yang mengirimku ke penjara sialan itu

karena perampokan bersenjata.

Nama aslinya Phillip. Phillip Zimmerman.

- Siapa namanya? - Phillip Zimmerman.

Berapa kali aku harus memberitahumu?

Bukankah itu nama untuk orang Yahudi?

Itu belum pasti.

Orang Yahudi sering mengubah nama mereka menjadi nama non-Yahudi.

Maksudku, mereka yang membunuh Yesus, kan?

Ron Stallworth adalah orang Yahudi.

Bisa jadi lebih buruk.

Bagaimana bisa?

Bisa jadi dia seorang negro.

Ya.

Mereka membangun ini dari...

Uh, semuanya mulai larut.

Itu bukan air, kau tahu.

Dia seorang negro.

Siapa?

Polisi yang mengawal Duke.

Zimmerman menggunakan namanya.

Kurasa aku bisa gunakan kain lap.

Haruskah kita memberitahu Pemimpin Agung?

Tidak, tidak, tidak. Belum saatnya.

Akan kucari waktu yang tepat.

Oke.

Yahudi sialan.

Ya, aku tahu. Kita memiliki masa depan yang cerah di Amerika.

Aku sangat senang bisa ke sini.

- Dengan banyaknya wilayah... - Itulah yang harus...

- kita kerjaakan. - Uh, permisi, tuan-tuan.

Hai.

Uh, Tn. Duke...

Aku ingin minta tolong.

Tak ada yang akan percaya padaku

bahwa aku adalah pengawal pribadimu hari ini.

Apa kau bersedia berfoto Polaroid bersamaku?

Tergantung. Apakah kacamata hitammu bisa dilepas?

Oh, ya, pak, bisa-bisa.

- Oke. - Ini dia.

Hei, Jesse. Ayo lakukan. Semua akan baik-baik saja.

- Oh. - Ya, ya, ya.

- Siapa yang, uh... - Oh, si...

- Uh, siapa namanya? - Uh, Ron.

- Uh, Stallworth. - Ron. Ron, pak.

Bisakah anda memotret kami?

Baiklah, jangan menyentuhku.

Bagus.

- Baiklah. - Baiklah.

Terima kasih banyak. Terima kasih.

Ini dia. Satu.

Dua. Tiga.

Astaga!

Apa yang baru saja kau lakukan, nak?

Maksudku...

apa yang tadi kau lakukan?

Pak, jika kau menyentuhku, aku akan menangkapmu

karena menyerang anggota polisi.

Bisa diganjar hukuman lima tahun penjara.

Coba saja. Buktikan kalau aku hanya bercanda.

Mengapa kamu tidak mampir saja ke Louisiana kapan-kapan?

Lihat bagaimana cara kami bercanda.

Nak, lebih baik kau keluar dari sini sekarang juga.

Mm-hmm.

Dahulukan Amerika.

Permisi.

Boleh aku? Terima kasih.

- Kau siap? - Sekarang?

Jangan gugup.

- Baiklah. - Aku akan pergi.

- Ingat apa yang kita bicarakan. - Oke.

Kemarilah.

Sekarang lakukan tugasmu.

- Oke. - Lakukan dengan baik.

Permisi.

Permisi.

Perhatian, bagi semua unit.

Awasi truk coklat dengan stiker bemper "bangga jadi kulit putih".

Nomor kendaraannya: KE4108.

Aku membunuh tikus besar ini di halaman belakang kami.

Dan aku benar-benar mulai menyukai

hal itu untuk pertama kalinya.

Aku tidak bercanda, tiga hari kemudian,

Gadis Pramuka cilik ini datang ke rumah kami...

Ron, hmm?

Aku yakin kau mengenal temanku.

Siapa temanmu?

Hei.

Tidak, maaf, sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya.

Ron Stallworth.

Ya? Sudah lama sekali, bukan?

- Lama sekali? - Ya.

Tidak, maafkan aku. Kurasa aku tidak mengingatmu.

Apakah kalian satu sekolah?

Tidak. Aku belajar di sekolah swasta.

Leavenworth, Kansas.

Bukankah di situ juga tempatnya penjara federal?

Sebenarnya memang di situ.

Kau pasti tahu sesuatu.

- Bukankah begitu, Flip? - Flip?

Permisi, tuan-tuan.

Ada panggilan telepon darurat

di lorong utama untuk Felix Kendrickson.

Aku akan segera kembali, Flip.

Halo?

Felix.

Astaga, ada polisi di mana-mana.

Ada yang memberitahu mereka.

Oh, Tuhan, ada lagi!

Tenanglah, sayang.

Kita sudah merencanakannya, oke?

Kita akan lanjutkan ke rencana B, oke?

Oke, oke, oke,

Oke, oke, oke, rencana B.

Baiklah, sayang?

Kau bisa melakukannya.

Aku akan segera ke sana.

Baiklah.

Ingat ketika kau pernah bilang,

"suatu hari nanti, kau akan membutuhkan bantuanku" ?

Inilah saat yang tepat, sayang.

Aku mencintaimu.

A-Aku mencintaimu.

Aku bisa mengembalikan kejayaan Amerika.

- Oh, ya. - Kita butuh pengacara,

kita butuh dokter, dan kita butuh...

Permisi, Tn. Duke.

Ayo.

Pembicara yang baik. Dia pembicara yang baik.

Anda harus memaafkannya, Tn. Duke. Aku minta maaf.

Apa itu tadi?

Kenapa dia terus memanggilmu Flip?

Kami berada di penjara bersama.

Bertahun-tahun lamanya.

Uh, itu hanya lelucon semata.

Kuharap semuanya baik-baik saja.

Ya, tapi kurasa dia mungkin telah melanggar pembebasan bersyaratnya.

Aku ingin ke toilet dulu.

Hei, di mana Patrice?

Patrice dan Odetta mengantar Tn. Turner kembali ke hotelnya.

Minggir. Minggir.

Kemerdekaan. Dia berani mengungkapkan

fakta bahwa ini bukan hanya sebuah negara...

Bukan negara kulit putih yang rasis.

Ini adalah negara yang rasis.

Memang negara yang rasis.

Ini adalah negara rasis anti-kulit putih.

Sial.

Tapi ini sangat penting.

Lain kali, kita harus merekrut lebih banyak saudari lagi.

Kita perlu mendengar cerita mereka.

- Yep. - Kita harus mulai melakukan ini setiap minggu.

Aku akan menghubungimu dan melihat siapa yang bisa kurekrut.

Ya.

Kepolisian Colorado. Jangan bergerak.

Kubilang berhenti, sialan!

Tidak! Tolong aku!

Tolong aku!

Tolong aku! Kumohon tolong aku!

Berhenti. Berhenti.

- Di mana kau menaruh bom itu? - Tidak!

Kau menyakitiku!

Di mana bomnya? Di mana kau menaruhnya?

- Lepaskan aku. Lepaskan. - Di mana?

- Lepaskan aku! - Diamlah. Diam.

- Tetaplah diam. - Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan!

- Di mana bomnya? - Jangan bergerak!

Lepaskan dia, atau aku akan menembakmu.

- Whoa. - Lepaskan dia.

Oke. Baiklah.

- Tetap tenang. - Aku sedang menyamar.

- Dia punya senjata! - Aku polisi!

- Dia menyentuhku. - Dia teroris.

Negro itu menyerangku.

Dia mencoba memperkosaku. Tangkap dia.

- Aku polisi yang menyamar! - Perlihatkan lencanamu.

- Ada di sakuku, oke? - Apa lagi yang kalian tunggu?

- Perlihatkan lencanamu. - Ada di sakuku. Tenanglah.

Negro itu menyerangku. Dia mencoba untuk memperkosaku.

- Tangkap dia. Tangkap dia! - Aku polisi!

- Apa yang kalian lakukan? - Berbaringlah ke tanah!

Ya! Pukul dia!

Ketika kalian memikirkan fakta

bahwa warga Amerika mayoritas 85% kulit putih,

bahwa negara Amerika dibentuk secara khusus oleh orang kulit putih

yang menulis Deklarasi Kemerdekaan

dan orang yang berjuang untuk kemerdekaan kita, merupakan dasar

dari peradaban kita dan kebudayaan kita

dan penganut Kekristenan Barat,

itu berarti bahwa Gereja Kristen yang tumbuh di dunia kita

merupakan fenomena kulit putih Eropa.

Keindahan yang luar biasa

dari, uh. orang-orang Eropa.

Tapi sekarang ini, kata "putih" menjadi kata umpatan.

Ron!

...anti-kulit putih..

Patrice!

Patrice!

Hei! Hei!

- Minggir. Minggir! - Siapa kau?

Kami polisi yang menyamar, goblok.

Si kulit hitam itu polisi?

Berikan kuncimu.

Oh, Tuhan, Felix...

Kau terlambat.

- Felix! - Patrice, apa kau baik-baik saja?

Patrice.

Felix.

♪ We had white horses... ♪

Grup kita sendiri, Ron dan P.

- Mmm, aku tak tahu itu. - Pergi tur.

Kau tahu, mereka bilang jika ada dua Afro yang menjalin asmara,

- mereka... Itu pertanda yang baik. - Siapa yang bilang begitu?

Aku membacanya di suatu tempat.

Katakan padaku, dari mana kau mendapatkan ini?

- Aku dikasih seseorang di acara Soul Train - Mm-hmm.

- Benarkah? - Dan kurasa, aku ingin membawamu ke sana.

- Aku akan membawamu ke California. - Kau tidak kenal Don Cornelius.

Dia sepupuku dari keluarga tanteku.

- Benarkah? - Dia sepupuku, ya.

- Jadi aku... jadi aku dapat akses masuk. - Ya?

- Siapa nama sepupumu? - Whoa, whoa, whoa.

Siapa wanita cantik ini, Ron?

Kau tidak bilang-bilang padaku.

Baiklah, tenanglah. Tenang.

Oh...

Kau tidak mengingatku, ya?

Uh...

Saudara Kwame?

Stokely Carmichael?

Oh, ya, ya.

Kau terlihat cantik malam itu, tapi sekarang kau malah makin cantik.

Seberapa sering kau berbuat begitu kepada wanita kulit hitam?

Berbuat apa?

Memberhentikan kami tanpa alasan. Mengganggu kami.

Menaruh tanganmu di tubuh wanita dengan dalih untuk mencari barang bukti.

Kau terus-terusan menghina kami.

Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.

Sudah kubilang padamu, dia cuma mau ambil kesempatan.

Dan pada akhirnya, ngebacot tapi tak berarti apa-apa.

Biar kuberitahu kalian.

Aku telah mengawasi kaum-kaum kalian di kota ini selama bertahun-tahun.

Apa yang kuperbuat pada pacarmu malam itu,

aku bisa melakukannya padamu kapan saja dan di mana saja.

Itu hak prerogatifku.

Aku bahkan bisa menghabisi pantat hitammu

dengan sesuka hatiku, dan takkan ada upaya hukum yang bisa dilakukan.

Kuharap kalian berdua yang diledakkan,

dan bukannya warga-warga kulit putih yang baik itu. Mengerti?

Oh, aku mengerti

- Apa kau mengerti, Patrice? - Mmm, ya.

Aku benar-benar mengerti.

Jimmy, apa kau mengerti?

Oh, ya, aku mengerti.

Flip, apa kau mengerti?

- Oh, ya, aku mengerti. - Pak Kepala!

- Apakah anda mengerti? - Oh, aku sangat, sangat mengerti.

Kau ditangkap.

- Apa? - Bawa dia keluar dari sini.

- Ayo berdiri. - Apa kalian sudah gila?

Ayo pergi. Kebrutalan polisi, pelecehan seksual...

- Terima kasih banyak. - Ayo jalan.

- Katakan itu kepada hakim. - Bagaimana dengan hak-hakku?

Kekuasaan untuk seluruh rakyat.

Semuanya berkat diriku. Halo.

Ya, aku memakainya selama tugas. Halo.

Untuk pekerjaan perekaman.

- Bekerja setiap saat. - Mik tersembunyi.

Kerja bagus, semuanya.

♪ And glory ♪

♪ The people would sing ♪

Stallworth!

♪ Ooh ♪

♪ What a lucky man he was... ♪

Ronny!

Lima. Empat. Tiga.

Dua. Satu.

Masuk pak Eko!

- Lihat siapa yang datang. - Terima kasih, terima kasih.

Ini dia orangnya! Bintang utama di menit ini.

Bukannya maksudmu "di jam ini," Flip?

Kena kau.

Ah, Jimmy.

Aksi Polaroid yang kau lakukan,

saat kau menaruh tanganmu di bahu mereka,

Sumpah demi Tuhan, aku hampir panik.

Sudah kubilang, Ron selalu siap sedia.

- Siap sedia adalah khas-nya Ron. - Ini dia orangnya!

Inilah dia si bajingan gila ini!

Kemarilah ke sini.

Kau. Kau, kau, kau, kau.

- Kerja yang bagus. - Tidak, kerja kita yang bagus.

Ya, pak kepala memanggil kita ke ruangannya sekarang.

- Ayo. Silakan, kau duluan. - Tidak, kau duluan.

- Ayolah. - Kaulah bintang utamanya.

Entah bagaimana caraku memuji kalian atas apa yang telah kalian capai.

Apa kalian sadar bahwa belum ada satupun aksi pembakaran salib

selama kalian terlibat dalam penyelidikan ini?

Kami sangat sadar, Pak.

Tetapi semua hal baik nyatanya harus berakhir.

Apa maksudnya?

- Pemotongan anggaran. - Pemotongan anggaran?

Dan kapan itu terjadi? Kemarin malam?

Kuharap aku punya pilihan, tapi sayangnya tanganku terikat

dengan inflasi ini.

Di samping itu, sudah tidak ada lagi laporan adanya ancaman.

Sepertinya kerja kita terlalu bagus.

Itu akan selalu diingat oleh kita semua.

Dan sekarang...

Aku ingin kau, Ron Stallworth,

untuk menghancurkan semua barang bukti penyelidikan ini.

Apa?

Kami lebih senang agar publik

takkan pernah mengetahui tentang penyelidikan ini.

Uh-huh.

Hentikan seluruh kontak dengan Ku Klux Klan,

berlaku mulai sekarang.

Itu juga berlaku untukmu, Flip.

Ini benar-benar omong kosong.

Benar-benar menyebalkan.

Baiklah, Pak.

Alasan saja.

- Curang. - Hei, Ron.

Ambillah cuti seminggu.

Ajak pacarmu, Patrice, pergi berlibur.

Nikmatilah hidupmu. Kau sudah bekerja keras.

Saat kau kembali, mungkin kita bisa membahas

mengenai penugasan yang baru, Ron.

Bagaimana kalau Divisi Narkotika?

Tn. Duke, aku sangat menyesal kita tidak sempat

menghabiskan waktu berbincang bersama.

Peristiwa ini sangat...

...sangat disayangkan.

Padahal aku baru saja berkenalan dengan para saudara kita yang heroik ini.

"Heroik."

Ya.

Dan anggota lain pun sangat terguncang sampai ke akar-akarnya.

- Oh. - Ya.

Dan Connie benar-benar malang, bukan?

Maksudku, dia bukan hanya kehilangan suaminya, tapi...

Connie yang malang.

Dia sedang ditahan sekarang.

Ya Tuhan.

Dan kemudian ada detektif negro itu.

Pada dasarnya...

Tutup mulut kalian. Diam. Diam. Diam. Diam.

Para kulit hitam sialan itu.

Mereka tahu betul cara merusak perayaan.

Astaga, coba katakan itu lagi.

Para kulit hitam... sialan itu

tahu betul cara merusak perayaan.

Boleh aku bertanya sesuatu, pak?

Silakan.

Detektif negro itu, apakah anda...

apakah anda tahu namanya?

Tidak. Kurasa aku tidak...

Apakah anda yakin anda tidak tahu siapa dia?

Apakah anda benar-benar yakin?

Karena sang negro, kulit hitam, kulit gelap itu,

muka ancur, setan, Sambo kelinci hutan, kelamin hitam,

Detektif lonceng angin Mississippi...

- Lonceng angin? - ...detektif...

dialah Ron Stallworth, dasar kau rasis, kulit putih bangsat,

miskin, menjijikkan, bajingan dengan kontol yang cupu!

Oh! Oh!

Aku akan ada di sini setiap hari.

Ron Stallworth,

Ksatria Ku Klux Klan.

Apa yang kau lakukan?

Tak ada.

Aku akan selesai.

Apakah kau sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu kepada KKK?

Jelas sudah.

Apakah kau sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu

kepada Departemen Kepolisian Colorado Springs?

Jelas tidak.

Sejujurnya, Patrice, aku selalu ingin menjadi polisi,

dan aku masih mendukung atas pembebasan kaum kita.

Hati kecilku berkata aku tak boleh tidur bersama musuh.

Musuh?

Tidak, aku pria kulit hitam yang menyelamatkan hidupmu.

- Kau memang benar. - Benar.

Dan aku berterima kasih untuk itu, tapi...

aku tak bisa melakukan ini.

Kurasa kita harus... kita harus bicara.

Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.

Kubilang tidak ap...

Darah dan tanah! Darah dan tanah!

Darah dan tanah!

Darah dan tanah! Darah dan tanah!

Darah dan tanah!

Orang Yahudi tidak akan menggantikan kita!

Orang Yahudi tidak akan menggantikan kita!

Orang Yahudi tidak akan menggantikan kita!

Orang Yahudi tidak akan menggantikan kita!

Nyawa kulit putih berarti! Nyawa kulit putih berarti!

Nyawa kulit putih berarti!

Nyawa kulit hitam berarti! Nyawa kulit hitam berarti!

Nyawa kulit hitam berarti!

Apa-apaan, kawan?

Ada kelompok di satu sisi yang sangat buruk,

dan ada juga kelompok di sisi lain

yang juga sangat kejam.

Nazi, enyahlah!

Tidak semua dari orang-orang itu

adalah neo-Nazi, percayalah padaku.

Tak semua orang-orang itu merupakan supremasis kulit putih.

Anda juga memiliki orang-orang yang sangat baik hati.

Karena saya yakin hari ini di Charlottesville,

bahwa ini adalah langkah pertama menuju terwujudnya realisasi

yang selama ini disinggung oleh Trump

di awal kampanye-nya, di mana...

Ini adalah langkah pertama untuk mengembalikan kejayaan Amerika.

- Jalanan siapa !? - Jalanan kita !

Jalanan siapa !?

Jalanan kita !

- Jalanan siapa !? - Jalanan kita !

Astaga! Astaga!

Aku harus melompat keluar dari jalan.

Aku sendiri hampir tertabrak oleh mobil itu.

Ada orang-orang tak sadarkan diri yang tergeletak di tanah sekarang.

Oh, Tuhan! Kami tertabrak mobil!

Dan ada seorang wanita, uh, terbaring di tanah, yang sulit bernapas,

dan, uh, kami akhirnya hendak membawanya, namun dia meninggal.

Ini kotaku! Kami tidak menginginkan bajingan seperti mereka berada di sini!

TAK ADA TEMPAT UNTUK KEBENCIAN!

Disutradarai oleh SPIKE LEE

Manual Translation by chandler479 Instagram: @zulfikarr479 - Salam dari XII IPA 1, SMAN 12 Makassar -

♪ Oh, Mary, don't you moan ♪

♪ Oh, moan ♪

♪ Yeah-yeah ♪

♪ Oh, yeah, he'll be home soon ♪

♪ Oh, Mary, don't you weep ♪

♪ Oh, Mother, don't you moan... ♪

♪ Yeah ♪

♪ He'll be home soon ♪

♪ Oh ♪

♪ Oh, Mary, yeah ♪

♪ Oh, yeah ♪

♪ Oh, Mother ♪

♪ Don't you moan ♪

♪ Yeah ♪

♪ He'll be home ♪

♪ Soon... ♪

♪ Oh, Mary, don't you weep ♪

♪ Oh, Mother, don't you moan... ♪

♪ Mmm, Mary ♪

♪ Mmm, Mary ♪

♪ Oh, Mary... ♪

♪ Mother, don't you moan... ♪

♪ I got a bad, bad feeling, baby ♪

♪ He ain't coming home, no ♪

♪ I guess you know me well ♪

♪ I don't like winter ♪

♪ But I seem to get a motherfuckin' kick ♪

♪ Out of doing you cold ♪

♪ Yeah, yeah-yeah ♪

♪ Mama, don't you moan, no ♪

♪ Got a bad, bad feeling ♪

♪ Your man ain't coming home ♪

♪ Yeah ♪

♪ Guess you know me well ♪

♪ I don't like no snow ♪

♪ No winter ♪

♪ No cold ♪

♪ But, Mary, yeah ♪

♪ Girl, you know I like your ♪

♪ Shh, yeah ♪

♪ I got a bad, bad feeling ♪

♪ That your man ain't coming home ♪

♪ Yeah ♪

♪ Oh, Mother ♪

♪ Girl ♪

♪ You cooked the greatest omelets ♪

♪ In the world... ♪

♪ Mary ♪

♪ Mary, don't you moan ♪

♪ Yeah ♪

♪ I got that bad, bad feeling ♪

♪ Your man ain't coming home ♪

♪ Yeah ♪

♪ Home ♪

♪ Oh, Mother, don't you moan. ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.