Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Indonesia by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Episode 2"
Bagaimana kabar Malaikat Pelindung-ku, ya?
Gawat, Kapten.
Bajak laut menyerbu.
Di laut yang tenang ini...
...aku tidak bisa menjadi kapten yang cakap.
"Top Star Yoo Baek"
Hei, bajingan!
Bedebah tidak tahu diri!
Aku akan membunuhmu!
Beraninya kau macam-macam denganku!
Tunggu aku disana!
Apa itu?
Kau sudah gila, ya?
Apa kepalamu terbuat dari kapak?
Kau tidak sedang memotong kayu.
Bagaimana kau bisa membelah ini menjadi dua?
Hei! Jika aku tidak...
...menghadangnya dengan ini...
...bukankah kepalaku yang akan pecah?
Jika bukan karena ini, kepalamu yang isinya...
...hanya sikap kasar itu akan pecah.
Selain itu, kau pria yang tidak tahu bagaimana menghargai makanan.
Aku tidak peduli apa yang kau lakukan!
Apa?
Tidak hanya memukul kepala. Kau bisa membunuhku.
Kau bisa membunuhku.
Bukannya meminta maaf,
kau malah melegalkan tindakan kekerasanmu?
Yang benar saja. Aku ingin membunuhmu?
Tindakan kekerasan?
Aku benar-benar ingin memukulmu lagi.
Oh, kau datang ke sini karena ingin membunuhku?
Baiklah, aku menerimanya.
Ini semua barang bukti.
Jangan disentuh.
Aku akan melaporkan ini ke kantor polisi.
Hei, bagaimana ya?
Tidak ada kantor polisi di sini.
Ah, jadi kau tidak tahu betapa kuatnya hukum itu.
Seperti monyet liar.
Melompat ke atas dan ke bawah, ya?
Baiklah.
Aku akan kembali ke Seoul dan melaporkanmu.
Tunggu disini.
Aku akan menunggu disini.
Aku akan menantikannya.
Astaga, Top Star.
Hari ini bukan jadwal kedatangan kapal.
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku bisa mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Aku bisa mewujudkannya.
Aku sungguh minta maaf.
Aku terlalu tua.
Aku tidak tahu benda apa itu.
Aku malah menggunakannya untuk mengeringkan ikan.
Ini bukan karena Nenek.
Ini karena seseorang yang membawa senjata pembunuh.
Apa ini? Kau masih disini?
Kau belum pergi?
Aku menantikannya.
Ya, nantikan saja.
Aku akan membuatmu mendapat ganjaran yang tak pernah kau bayangkan.
- Enyahlah! Enyahlah! - Kang-Soon.
Kenapa kau mengusirnya?
Aku tidak mau melihatnya lagi.
Nenek tidak dengar apa yang dia katakan padaku?
Ya, Dong-Choon.
Ibumu baik-baik saja disini,
jadi jaga dirimu baik-baik.
- Ya? - Berikan. Biarkan aku bicara sebentar.
Aigoo, bersabarlah.
Aku tahu.
Masih ada yang ingin kau bicarakan?
Silakan lanjutkan.
Sekarang ginseng terhembus angin laut jadi
rasanya manis.
Ibu sudah membungkusnya untuk selama sebulan.
Jangan lupa untuk memakannya setiap hari.
- Paham? - Dong-Choon, jangan lupa memakannya, ya?
Yang benar saja.
Dong-Choon, Ayahmu ingin gantian berbicara.
Hei, Dong-Choon...
Aku ingin berbicara dengannya sebentar.
Ini aku, Park Dong-Choon.
Segera sampaikan ini kepada Pak Seo Il.
Jika Pak Seo Il tidak segera mengirimkan kapal,
aku akan menuntutnya dan memenjarakannya.
Kenapa kau melakukannya?
Kau bilang "kenapa"? "Kenapa"?
Beraninya dia mengurungku di tempat ini!
Hanya karena wanita bodoh bernama Oh Kang-Soon...,
...dahiku hampir terbelah jadi dua, tahu?!
Jangan mengatakan omong kosong lagi.
Kirim kapal kesini...
...hari ini!
Itu hampir menjadi masalah besar.
Oh Kang-Soon, Si kepala besi, juga bisa menangkap babi hutan.
Babi hutan?
Sayang.
Tengkorak babi hutan itu hancur.
Kau juga melihatnya, 'kan?
Itu pembunuhan.
Benar.
Tapi, Top Star...
Bagaimana kau bisa mengirim kapal kesini?
Hanya aku yang bisa melakukannya.
Aku bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Aku bisa mewujudkannya.
Yang benar saja.
Apa yang dilakukan Dong-Choon?
Aku bisa dipenjara.
Astaga, ini membuatku stres.
Perutku juga sakit.
Pak.
Hei, bagaimana?
Apa kau mendapatkan kapal?
Sulit mendapatkan kapal.
Setelah makan siang...
Aku bisa mendapatkannya hari ini.
Benarkah?
Kalau begitu, cari tempat aman yang tidak diketahui oleh siapa pun.
Apa Anda ingin mengirim Yoo Baek ke sana?
Tidak, aku ingin bersembunyi.
Meskipun aku lebih tua...
Aku sangat takut padanya.
Begitu, ya.
Aku ingin memberitahu Anda sebuah rahasia.
Nam Jo mengendarai mobil Yoo Baek.
Nam Jo belum mengembalikan mobilnya?
- Ya. - Dia benar-benar ingin aku dipenjara.
Ya, namaku Nam Jo.
Nam Jo adalah biang masalah.
Nam Jo sekarang tinggal di korea.
Yoo Baek adalah penindas.
"Pak Seo Il"
- Ya, aku orang nomor satu... - Kau sudah gila, ya?
Kudengar kau berpergian dengan memakai mobilnya Yoo Baek!
Apa maksudmu?
Aku sudah mengembalikannya.
Jangan berbohong, Bedebah!
Kau dimana sekarang? Sepertinya kau sedang ada di dalam mobil.
Kau memakai mobilnya Yoo Baek?
Aku sedang membaca naskah di rumah.
Aku ada syuting drama besok.
Kau tidak berbohong, 'kan? Lakukan dengan baik.
Jika kau punya waktu, lihat akting Yoo Baek, dan pelajari dengan baik.
I know. Stopped! Stopped!.
Aku mendengar nama Yoo Baek seharian ini.
Itu sangat menjengkelkan.
Ya, lihat saja. Aku bisa mendapat uang lebih banyak daripada Yoo Baek.
Sangat menjijikkan, kejam, memalukan.
Aku sangat ingin mengumpatmu!
Yoo Baek benar-benar penindas.
Penindas hatiku ada disini.
Kenapa kau baru datang sekarang?
Membiarkan Yoo Ra menunggu lama.
Oh, terlalu.
Apa maksudmu?
Kita sudah seperti satu bayangan.
Dari sana, aku menginjak pedal gas.
Lalu, terbang kesini.
Sungguh.
Astaga.
Haruskah kita pergi sekarang?
Ya.
Top Star.
Kudengar kau akan pergi.
Hati-hati dijalan, ya.
Berkunjunglah kesini lagi.
Kami akan merindukanmu.
Ah, aku benar-benar ingin minum kopi.
"Toserba"
Permisi.
"Letakkan uangnya disini"
"Jangan lupa menuliskannya disini!"
Ini toko atau apa?
Tidak ada kopi atau air mineral.
Ini punyaku.
Ini punyaku.
Kau siapa?
Putra pemilik toko ini?
Bukan.
Aku puntranya Park Kwok, Park Dong-Man.
Dong-Man atau apapun itu, aku tidak mau tahu.
Jika bukan putra pemilik toko ini, kenapa itu semua punyamu?
Karena orang yang minum jus di pulau ini...
...hanya aku.
Karena hanya aku yang minum jus di toko ini.
Kau murid peringkat terakhir, 'kan?
Sepertinya kau masih belum memahami ekonomi pasar.
Yang pertama membayar adalah pemilik sebenarnya.
Yang benar saja.
Aku bukan murid peringkat terakhir.
Aku peringkat pertama.
Berapa banyak murid yang ada di sekolah?
Satu orang.
Berarti kau peringkat terakhir.
Bukan, aku peringkat pertama.
Lalu siapa lagi murid yang ada di bawahmu?
Tidak ada.
Benar.
Kau memang murid peringkat terakhir.
Sudah kubilang aku bukan murid peringkat terakhir.
Astaga, Dong-Man, ada apa denganmu?
Ajusshi ini bilang kalau aku murid peringkat terakhir.
Dan mengambil jusku juga.
Apa-apaan ini? Kau bilang mau pergi ke Seoul?
Bisa-bisanya kau menggertak anak-anak disini?
Anak kecil itu bilang kalau semua yang ada disini adalah miliknya.
Itu punya Dong-Man. Cepat kembalikan padanya.
Apa?
Urusi urusanmu sendiri.
Apa urusannya denganmu?
Jelas ini urusanku.
Toko ini milikku.
Benarkah?
Pantas saja.
Semua barang di sini sangat murahan karena suatu alasan.
Apa?
Dong-Man.
Jangan meniru sikap kurang ajar Ajusshi itu, ya?
Paham?
Tunggu aku.
Oppa akan segera menyusul.
Hati-hati. Jangan sampai ketahuan, ya.
Apa itu?
Bagaimana bisa ada kue di sini?
Ah, bau.
Apa? Ini sudah basi.
Hei, Reporter Choi.
Ya?
Menurutmu orang itu sangat mencurigakan?
Mirip dengan aktor?
Benar.
Wanita yang memakai masker...
...juga keluar dari mobil itu.
Skandal cinta merah muda.
Bukankah itu mobilnya Yoo Baek?
Benar.
Ya, 1529.
Benar, 'kan?
Bikin kaget saja.
Daebak.
Ini berita eksklusif.
Segera hubungi Sekretaris.
Baik.
Bagaimana?
Apa aku terlihat seperti orang yang sakit parah?
Tidak.
Sepertinya make-upnya terlalu tebal.
Gawat.
Aku harus terlihat sakit parah.
Yoo Baek akan kasihan padaku.
Jika Anda bersedia,
aku bisa merontokkan satu atau dua gigi Anda.
Kau gila? Kau ingin dipenjara?
Hyung.
Sepertinya aku benar-benar sampah.
Benar, kau memang sampah.
Kau memang sampah.
Aku mendapat masalah besar.
Hei, aku tidak punya waktu untuk membereskan kekacauan.
Beresken sendiri masalahmu.
Masalah ini memalukanku.
Tapi masalah ini menjadi kutukan bagi Yoo Baek.
Apa maksudmu?
"Yoo Baek terlihat berada di restoran"
"Siapa wanita muda yang bersama Yoo Baek?"
"Yoo Baek ada di restoran, dan mobil sportnya juga ada disana"
Mari kita luruskan.
Kau bilang sedang membaca naskah di rumah.
Mengendarai mobil Yoo Baek ke hotel.
Para wartawan itu melihat mobil Yoo Baek.
Kemudian mereka menggangmu sebagai Yoo Baek.
Benar.
Lalu siapa wanita ini?
Yoo Ra.
Yoo Ra?
Apa kalian akan syuting acara TV atau berkencan?
Kau sudah tidak waras?
Kemarilah, Bedebah.
Tunggu.
Astaga.
Dasar bedebah.
Bukan itu yang paling penting.
Kau akan mati hari ini.
Aku memang salah.
Yoo Baek.
Kapal.
Hei, cepat suruh kapalnya putar balik!
Baik.
Cepatlah.
Ya.
Kapan kapalnya sampai?
Tes, tes. Ada informasi penting.
Top Star ada di dermaga.
Kapten baru saja menelepon.
Dia bilang kalau kapal tidak bisa datang hari ini.
Jadi, cepatlah kembali ke rumahnya Kang-Soon.
Sekian.
Yang benar saja!
Heol.
Heol.
Heol.
Suara apa itu?
Heol.
Aku haus.
Kang-Soon.
Aku minta dua bungkus tepung, ya.
Baiklah, aku akan segera mengantarnya.
Nenek, aku pulang.
Ah Shun, kau kenapa?
Apa kau lapar?
Bagaimana kami bisa lupa memberi makan Ah Shun?
Kang-Soon, Dimana adonannya?
Nenek tunggu saja di dalam.
Aku akan membelinya.
Apa itu?
Dia tidak punya tujuan lain selain rumahku.
Mari kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan.
Kapten yang tahu jalannya hanya ada satu.
Dia sedang bepergian ke luar negeri.
Apa?
Hanya ada satu kapten di laut.
Apa itu masuk akal?
Dia benar.
Perjalanan ke pulau ini sangat berbahaya.
Tidak semua orang bisa datang.
Kalau begitu, tidak ada...
...cara lain untuk pergi dari sini?
Tidak ada.
Hanya bisa dengan naik kapal ke Pulau Mupu sebelum pergi ke Pulau Jongju.
Pak Seo Il.
Hanya itu yang bisa kau katakan dengan meneleponku?
Maafkan aku, Yoo Baek-nim.
Kapten bilang kalau dia pulang dua minggu lagi.
Bisakah kau tinggal di sana selama dua minggu?
Yang benar saja, Hyung!
Dua minggu?
Setelah dua minggu, aku akan kembali ke Seoul dan mencarimu.
Kau tidak jadi pergi?
Ya.
Sepertinya kamar itu kosong.
Untuk menghemat energi dan menjaga lingkungan, bisakah aku tinggal disini selama beberapa hari?
Jadi, kau tidak pergi ke rumah Kang Soon?
Ya.
Aku tidak ingin hidup dengan senjata manusia.
Aku takut nyawaku akan terancam.
Aku tidak akan memperlakukan Anda dengan buruk soal biaya akomodasi.
Tenang saja.
Kami mengendarai perahu mengelilingi laut.
Jadi tidak masalah...
Tidak bisa!
Kau sudah gila?
Kamar ini tidak boleh digunakan.
Kamar itu disiapkan untuk orang lain.
Pemilik kamar yang asli tidak akan kembali jika di pakai orang lain.
Atta. Hei, apa maksudmu?
Kau percaya dengan kata-kata takhayul itu.
Aku sangat percaya.
Top Star.
Aku sungguh minta maaf.
Tolong mengerti, ya.
Baiklah.
Apa ada rumah lain yang punya kamar kosong?
Tes. Tes. Kita akan membahas soal tempat tinggal Si Top Star.
Penduduk desa di undang ke rumah kepala desa.
Bawa kemari makanannya.
Disini ada keong dan ikan laut.
Makanlah yang banyak.
Terima kasih.
Makanannya sudah siap. Dagingnya banyak.
Sudah lama sekali aku tidak sibuk begini.
Bukankah kita akan membahas soal tempat tinggalku?
Bagaimana Anda bisa tiba-tiba mengadakan pesta?
Atta. Sabarlah.
Tidak mudah mengumpulkan semua orang.
Top Star.
Bukankah lebih bagus mengadakan pesta penyambutanmu?
Tunggu semua orang datang.
Nikmatilah waktumu.
Sabarlah menunggu.
Ini pertemuan sangat mendadak.
Baik.
Halo.
Apa aku terlambat?
Omo. Bukankah ini dokter kita?
Silahkan duduk.
Ya.
Omo, Top Star-ssi.
Itu.
Apa?
Apa itu?
Maksudku, aku akan duduk di sini.
Omo. Aigoo. Aigoo.
Aigoo.
Dokter kami memang komedian sejati.
Komedian.
Lucu, 'kan?
Ya.
Makanlah yang banyak. Apa yang kau lakukan?
Subtitle Indonesia by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Ajusshi, bantu aku membuka tutupnya.
Atta. Aku hampir lupa.
Bagaimana aku bisa melupakan gingseng yang luar biasa ini?
Kudengar kau adalah bosnya Dong-Choon kami.
Aku secara khusus mempersiapkan ini untukmu selama 20 tahun ini.
Silahkan diminum.
Tidak, terima kasih.
Aku hanya minum anggur bersih yang disaring melalui sistem sterilisasi.
Aku orang yang gampang curiga.
Tidak, tidak, tidak.
Ini gingseng yang sangat bagus.
Aku minum ini dan...
...Dong-Choon kami lahir saat aku berusia lima puluh.
Lee Hyang-Ki.
Apa yang harus kita lakukan?
Kita harus minum ini hari ini.
Apa kau ingin memiliki anak ketiga?
Ada apa denganmu?
Berhentilah minum-minum.
Apa lagi yang harus dikatakan tentang minuman alkohol?
Kami mengagumi tingkat kesuburannya.
Kesuburan apanya?
Ini cinta, cinta.
Ini cinta.
Ya, itu cinta.
Dokter.
Itu cinta.
Bau sekali.
Omo. Lama tidak bertemu.
Tapi, apa kau Dong-Choon atau Ma-Dol?
Bukan keduanya.
Top Star.
Aku tiba-tiba lupa.
Tapi kenapa aku di sini?
Bukankah Anda ingin ke kamar mandi?
Benar.
Aku berkata, kandung kemih ini terasa seperti akan meledak.
Aigoo.
Aku tidak mau pergi.
Ayo pergi, ya?
Ayo pergi.
Kepalamu biasanya tidak keras.
Itu salahmu memukulnya dengan kepalamu.
Cepat minta maaf padanya.
Maka dia akan bisa mengerti.
Dia duluan yang mengajak berkelahi.
Omo, cucuku. Turuti saja perkataan Nenek, ya?
Cepatlah.
Cepatlah.
Betapa baiknya dirimu.
Aku bilang aku tidak mau pergi.
Top Star kita ada disini.
Cepat masuk.
Astaga. Kemarilah.
Bibi, duduklah.
Ayo makan sesuatu yang enak.
Makanlah yang lebih banyak.
Tentu saja.
Top Star, ini sangat lezat.
Apa yang ingin kau makan?
Tidak, terima kasih.
Apa maksudmu? Kau selalu...
...merasa kelaparan di rumah kami.
Kau kelaparan?
Astaga, bukankah kau andal dalam memasak?
Selama dia memasak, tangannya seperti mengeluarkan bunga keemasan.
- Kimchi buatannya adalah yang terbaik. - Tentu saja.
Kau mengejekku.
Apa maksudmu? Itu semua benar.
Astaga, Top Star. Ketika aku melihatmu...
Kau mengingatkanku pada pria tua yang sudah meninggal.
Apa?
Pria tua yang sudah meninggal itu tampan.
Wajanya yang besar terlihat sangat tampan.
Aigoo, Kakak. Wajah tampan apa maksudmu?
Pantatnya juga bisa terlihat indah...
...saat dipegang.
Apa maksudmu?
Kau pintar mengatakan omong kosong seperti sapi yang bersuara.
Omo. Bagaimana aku bisa disamakan dengan sapi?
Tapi aku masih sangat ingat...
...dengan pantat pria tua itu.
Aku yang lebih tahu karena aku mengenalnya lebih lama.
Apa gunanya mengenalnya untuk waktu yang lama? Orang yang sering menemuinya adalah aku.
Kau tidak pernah sopan pada yang lebih tua darimu.
Ketika para orangtua berbicara, kau selalu membantah mereka.
Itu semua masa lalu.
Apa yang kau katakan terlalu berlebihan.
Kau dan aku sama-sama tidak memiliki anak dan tidak menikah.
Itu karena kau membuatku khawatir.
Jika aku terlahir cantik, aku pasti bisa melahirkan anak.
Kakak, jika kau cantik, kenapa kau tidak melahirkan satu anakpun?
Mulai lagi. Mulai lagi.
Sudah berapa lama dia meninggal? Bagaimana kalian masih melakukan ini?
Itu seperti pertengkaran anjing dan kucing.
Dengarkan. Dengarkan, semuanya. Mohon perhatiannya.
Kita berkumpul di sini bukan untuk hal lain.
Top Star bilang dia ingin tinggal di rumah orang lain.
Jadi kita harus membahas masalah ini.
Meskipun aku kepala desa, aku tidak bisa membuat keputusan tanpa musyawarah.
Kuharap semua orang akan membahasnya dan menghubungi semua orang.
Maka aku akan bertanya langsung.
Seseorang yang bisa menyediakan kamar untuk Top Star.
Silakan angkat tangan kalian.
Angkat tangan kalian.
Angkat tangan kalian.
Atta. Angkat tangan kalian.
Omo, ini luar biasa. Apa kalian sungguh tidak mau?
Omo. Omo. Ada apa ini?
Angkat tangan kalian.
Aigoo.
Angkat tangan!
Hei, tunggu sebentar.
Apa yang kau lakukan?
- Hei! - Silakan dimakan.
Intinya, semua masalah sudah selesai.
Tepuk tangan.
Jadi, sekarang kita mulai bermain.
Baik.
Hyang-Ki, kemari.
Beri tepuk tangan.
โช Di malam musim gugur, bulan tinggi, sepi, tidak bernyanyi. โช
โช Mari minum semangkuk anggur beras. โช
โช Tidak, tidak. โช
โช Hujan seperti drum di malam hari.โช
โช Bersuara tanpa akhir. โช
Berhenti.
Berhenti.
Apa yang ingin kau lakukan sekarang? Siapa bilang aku akan pergi ke rumahmu?
Ayolah.
Diamlah dan ikuti aku saja.
Kau ingin tidur di jalan?
Aku belum menerima permintaan maaf.
Kapan aku bilang kalau aku memaafkanmu?
Astaga. Baiklah.
Aku akui aku salah sudah melakukan itu.
Jangan marah, ya.
Oh, "itu" apa? Apa?
Astaga. "Itu" apa?
"Itu" apa maksudmu?
Menurutmu "itu" apa?
Bertanyalah dengan benar. Yang benar saja.
Apa maksudmu "itu"? Jelaskan!
Itu...
Itu...
Itu...
Aku minta maaf sudah merusak papan selancarmu.
Diterima.
Diterima apanya!
Apa dia sedang mandi?
Kau sedang apa?
Astaga.
Sepertinya mengintip sudah menjadi kebiasaanmu.
Siapa bilang aku kesini untuk mengintip?
Ini. Aku kesini untuk memberimu air.
Ngomong-ngomong, kenapa kau selalu bicara banmal denganku?
Kau bahkan selalu bicara banmal denganku. Apa maksudmu?
Dan bicara formal hanya untuk orang yang dihormati.
Perhatikan cara bicaramu dulu.
Apa Oh Kang-Soon adalah orang yang pantas aku hormati?
Tidak, bukan itu maksudku.
Pergilah.
"Pergilah."
Ketika aku membuka pintu, semua nyamuk terbang.
Apa kau sedang menatapku?
Apa aku sangat tampan?
Sungguh luar biasa.
Begini...
Biarkan aku memegangnya sekali saja.
Baiklah, jika kau berpikir begitu...
Peganglah.
Oh, luar biasa.
Sikat gigi?
Ini bisa menyikat ke semua sisi, ya?
Benar, 'kan?
Ini pertama kalianya aku melihat sikat gigi seperti ini.
Aku akan memberikannya kepadamu. Apa kau ingin mencobanya?
Benarkah?
Astaga, ini nyaman sekali.
Baiklah.
Yang benar saja.
Aku ada di hotel. Aku akan membawanya ke rumah Yoo Baek.
Jangan khawatir.
Ya.
Kau siapa? Berhenti!
Hei, kau siapa?
Ada apa ini? Siapa pria itu?
Kau sedang apa?
Astaga. Atta.
Tempat apa ini?
Ini kamarku.
Bisa-bisanya kau masuk tanpa izin?
Omong kosong apa itu?
Kau mungkin sudah lama tinggal di pulau ini,
jadi tidak mengerti status dan pengaruh sosialku.
Hanya dengan nama dan wajahku, aku bisa pergi ke mana saja.
Bukannya di samping wanita sepertimu.
Ya, ya. Kau sangat sombong.
Wow, sejak kapan benda-benda ini ada?
Semuanya benda antik.
Ada gitar. Kau bisa memainkan gitar?
Tidak. Bagaiamana denganmu? Kau bisa memainkan gitar?
Tentu saja.
Tapi aku takut kau semakin terpesona padaku.
Atta. Dasar sombong.
Tipe idealku adalah...
Orang itu? Penyanyi Yonglu?
Benar, Juan Yonglu Oppa.
Bahkan mata orang bisa begitu kuno.
Kenapa semuanya Juan Yonglu?
Kudengar penyanyi favorit ibuku adalah Juan Yonglu Oppa.
Orang-orang bilang mataku menurun ibuku.
Apa kau tahu berapa usianya?
Pernahkah kau mendengar lagu-lagu baru?
Aku mendengarnya karena ibu dan ayah memutarnya saat aku masih kecil.
Mereka mengumpulkan kase-kaset itu.
Jadi, dimana ayah dan ibumu?
Tinggal di tempat lain?
Setelah aku berumur dua tahun, mereka pergi memancing di laut.
Mereka tidak pernah kembali sejak saat itu.
Omo. Kenapa ekspresimu begitu? Kau kasihan padaku?
Jangan khawatir. Aku tidak masalah.
Aku masih punya Nenek.
Dan Yong Lu Oppa?
Ya.
Ini lagu favoritku.
Biarkan aku mendengarnya.
Atta.
Robot apa itu?
Kau tidak tahu? Itu anak Taekwondo.
Bagaimana bisa kau tidak tahu itu?
Ini adalah malaikat pelindung yang menjagaku.
Pelindungmu? Itu malaikat pelindungmu.
Aigoo, apa katamu?
Yang benar saja.
Apa ini?
Ah, mungkin aku tertidur disini.
- Apa yang terjadi? - Hei! Kau sengaja memukulku, ya?
Kau sengaja memukulku!
Apa? Jika kau tidak melakukan hal tidak baik,
aku tidak akan memukulmu.
Apa maksudmu?
Astaga. Kenapa kau tidur di sebelahku?
Harusnya kau membangunkanku jika aku tertidur.
Mungkin aku juga langsung tertidur.
Temuilah Nenek.
Sejujurnya, pria seksi sepertiku...
...apa mungkin akan tidur di sampingmu?
Hei.
Tunggu sebentar.
Astaga.
Penyakitmu itu tidak akan bisa disembuhkan.
Kau sudah sakit parah.
Kau tahu orang seperti apa aku ini?
Hanya aku yang bisa membantumu bertemu Jung Yong Lu.
Sungguh? Kalau begitu, bantu aku bertemu dengannya, ya?
Tentu saja. Jika kau ingin bertemu dengannya, aku akan membantumu.
Kau tahu dia orang seperti apa?
Apa itu? Kau sedang menyombongkan diri?
Yang benar saja.
Lihat ombaknya.
Aku teringat dengan putraku yang pergi ke laut.
Berdoalah agar kita bisa berdamai dengan ombak.
Jadi akan aku putarkan lagu ini.
Jika kau memberitahuku cara membuatnya, aku akan membuatkannya untukmu.
Tidak perlu.
Mulai sekarang, aku akan membuat makananku sendiri.
Atta.
Itu tomat kecil dan Amerika...
Plumeria Amerika.
Ya, kau bisa memakannya?
Ketika aku berperan menjadi ninja di film,
aku menjaga agar tidak memiliki lemak tubuh.
Ini kesempatan baik untuk mengenang masa lalu.
Nenek tidak perlu mengkhawatirkannya.
Top Star-ssi hanya makan makanan sehat...
...agar dia bisa panjang umur.
Oh ya, apa ada pantai yang bisa digunakan untuk berenang?
Di sebelah sana.
Di sebelah mana?
Ya.
Papan selancarmu juga sudah direkatkan di sana.
Ya.
Apa itu bisa mengapung di air?
Top Star, apa kau akan menangkap ikan?
Kau tidak membutuhkan ini?
Kau tidak membutuhkan ini juga?
Kami juga punya ini.
Ini baju selancar.
Apa itu?
Dia terlihat seperti gadis kecil yang cantik.
Dia sangat tampan.
Tempat seluncur apa ini?
Masih bisa mengapung.
Omo. Lihatlah ini.
Masih ada sashimi di tengah malam gini?
Pasti terasa renyah.
Ditambah mentimun renyah dan daun sage harum.
Kemudian ditambah cumi-cumi segar dan potongan daging sashimi.
Masukkan daging putih.
Tuangkan saus manis dan asam.
Dicampur dan di aduk-aduk.
Setelah itu, tambah minyak kedalamnya.
Sangat harum.
Kau sedang apa?
Kenapa? Kau lapar, 'kan?
Lupakan. Aku tidak mau memakannya.
Tamu memerlukan malam yang tenang untuk tdiur.
Bukankah itu kewajiban dan tanggung jawab pemilik rumah?
Bukannya aku mau bersikap baik padamu!
Gagal?
Ya, gagal.
Astaga, bagaimana bisa?
โช Lembut dan lembut โช
โช Angin musim gugur bertiup lembut. โช
โช Daun maple berterbangan โช
โช Daun ginkgo berterbangan โช
โช Lembut dan lembut. โช
โช Angin musim gugur bertiup lembut โช
โช Daun maple berterbangan โช
โช Daun ginkgo berterbangan โช
โช Lembut dan lembut โช
โช Angin musim gugur bertiup lembut โช
โช Daun maple berterbangan โช
โช Daun ginkgo berterbangan โช
โช Lembut dan lembut โช
Bagaimana kau bisa membuat suaramu menjadi begitu indah?
Oh, Pak Guru. Halo.
Dong-Man, ya?
Jari tangan Dong-Man tergores buku.
Dong-Man,
perlihatkan tanganmu.
Astaga.
Tidak apa-apa. Itu akan segera sembuh.
Luka...
...suatu hari pasti akan sembuh.
Terima kasih.
Sama-sama.
Apa ada yang ingin kau katakan?
Pak Guru.
Apa yang kau lakukan?
Pak Guru Kang.
Ada juga luka yang tidak sembuh.
Pengecut.
Kau kenapa? Apa kau sakit?
Tidak.
Wajahmu sangat pucat.
Apa karena kau tidak makan?
Aku baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Apa yang terjadi?
Bagaimana ini?
Karen tidak makan,
dia kelaparan setiap hari.
Pasti itu sebabnya.
Sepertinya dia tidak bisa tidur nyenyak juga.
Tidak bisa tidur?
Ini adalah obat tidur.
Sepertinya insomnianya sudah sangat serius.
Kurang makan dan minum obat.
Sangat menyedihkan.
Memberinya makanan nutrisi akan membantunya untuk pulih.
Jangan khawatir.
Terima kasih, Dokter.
Sama-sama.
Sungguh tidak sadar diri.
Hati-hati di jalan.
Kau mau pergi ke laut?
Ya, aku harus menangkap sesuatu.
Benar.
Nenek harus memasakkan sesuatu untuk Top Star.
Tapi dia tidak ingin makan.
Kang-Soon.
Ya?
- Oppa. - Oppa.
Yoo Baek, kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?
Yoo Baek, sadarlah.
Masukkan ke dalam air dan jangan lupa untuk memeriksanya.
Hei.
Ada apa?
Kita harus bicara.
Cepat masuk.
Semua orang tiba-tiba mecurigakan. Lepaskan.
Atta, mari kita bicarakan dulu.
Lepaskan!
Hei, tunggu sebentar.
Tunggu sebentar.
- Apa yang Anda lakukan? - Astaga.
Apa yang Anda masukkan ke dalam?
Begini...
Kudengar orang-orang di Seoul suka makan Ramyeon.
Yoo Baek.
- Atta, Nenek. Nenek mendapatkannya? - Ya.
Kami tidak mau...
...kau pingsan lagi.
Jadi aku ingin membuatkan makanan untukmu.
Aku tidak pernah melewatkan bumbu apapun dalam hidupku.
Kupikir aku harus memasak sesuatu yang tidak pernah kumakan.
Berikan saja padaku.
Apa?
Aku ingin makan nasi.
Apa kau serius?
Kau ingin makan?
Top Star.
Mari makan.
Astaga, syukurlah.
Kau sangat tampan.
Aku memang tampan.
Benar.
Kau memang tampan.
Sangat tampan.
Kau tidak suka itu?
Tidak.
Bolehkah aku memakan cekernya?
Tentu saja.
Sangat enak, 'kan?
Nenek, Anda juga harus makan.
Makanlah ini juga.
Sedang apa kau?
Ah, aku sedang menyiapkan air mandi.
Air mandi?
Ya, untuk mendapatkan suhu panas yang pas, kita harus mengaduknya untuk waktu yang lama.
Repot sekali untuk mandi saja.
Tapi anak muda zaman sekarang memang sangat merepotkan.
Bukankah kalian semua tinggal disini untuk bisa hidup tenang?
Pernahkah kau berpikir untuk pergi dari sini?
Aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkan nenekku.
Ah, ini adalah obat antibakteri.
Ini adalah layanan khusus Kang-Soon.
Jangan terlalu tersentuh.
Masuklah dan bersenang-senanglah sekarang.
Aku bukan Kimchi.
Kenapa kau ingin aku merendam tubuhku di baskom plastik ini?
Astaga, kenapa tidak? Ini menyenangkan.
Ketika aku sakit, aku merendam seluruh tubuhku.
Gunakan handuk kasar agar sel kulit mati rontok.
Badanmu akan seperti mi...
Aku mengerti. Keluar.
Atta.
Cepat keluar.
Aku keluar.
Apa ini?
Omo.
Omo.
Apa ini?
Omo.
Ini pola harimau. Ini pertama kalinya aku melihat celana dalam seperti ini.
Hei, bagaimana kau bisa memegang celana dalam pria?
Aku menyelamatkanmu.
Yang benar saja.
Hei.
Ini konyol.
Bangun.
Pergilah ke baptisan pagi ini.
Omo, omo. Semuanya, apa yang sedang terjadi?
Harta dan kebanggan pulang ini,
Choi Ma-Dol sudah kembali.
Hei, Oh Kang...
Ma-Dol Oppa.
Kang-Soon.
Oppa.
Hati-hati.
Omo, Omo. Kang-Soon.
Hormat.
Subtitle Indonesia by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Top Star Yoo Baek - Episode selanjutnya"
Bagaimana kabarmu, Istriku?
Kau sudah berpenghasilan.
Kau juga harus memiliki istri, agar Ayah bisa menggendong cucu.
Maka akan lahir gadis yang penuh semangat juga.
Kang-Soon, kau bilang akan menikahi Oppa setelah tumbuh tinggi.
Sekarang sudah waktunya.
Apa itu? Pria itu benar-benar...
"Kebanggaan Pulau! Selamat datang Kapten Termuda, Choi Ma-Dol!"
Acara perjamuan semakin membosan.
Bagaimana kalau kita buktikan kita laki-laki sejati atau bukan?
Apa?
Jangan khawatir.
Pokoknya, Top Star itu hanya pria yang baik.
Intinya, Top Star itu seperti anak yang diasingkan.
Kenapa kau tiba-tiba ingin berdandan?
Siapa yang ingin kau temui?
Itu...
Siapa yang kau cari?
Astaga, aku mengenalnya dengan baik. Aku sudah seperti kakaknya.
Kupikir aku sangat mengenal orang lain.
Itu adalah sikap berpuas diri.
Terkadang manusia juga...
...akan menunjukkan sisi mereka yang berbeda.
Ada apa denganmu?
Kau tidak pernah bilang ingin menikah denganku? Apa itu perubahan hati?
Jangan bercanda!
Aku tidak bercanda.
Kau gila? Kau ingin mati?
Kenapa kau selalu marah?
Aku begini karena kau!
Kau bukan orang yang akan mengkhawatirkanku.
Kau ingin memastikannya?
Oh Kang-Soon.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.