Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 9]
Kamu sibuk?
Hari ini libur.
Qin Xiaonan baik-baik saja?
Dia bilang
merindukanmu.
Kuberi tahu kamu, bagus sekali.
Memancing di tempat itu.
Kakak Chen, mau memancing?
Ayo sama-sama.
Tidak.
Oke, ayo.
Tempat itu...
Tunggu.
Ada apa?
Mau pergi memancing?
Mau.
Boleh juga.
Tidak pergi juga boleh.
Pergilah.
Ini Imlek,
jarang bisa liburan.
Tidak jarang.
Aku sudah lama melewati libur musim dingin.
Kusuruh kamu pergi, ya pergi saja.
Laki-laki harus lebih banyak bergerak.
Ayo.
Setelah memancing, bawa dia makan makanan enak.
Tidak masalah.
Serahkan pada kami.
Pulanglah agak malam.
Oke.
Ayo.
Kakak Chen.
Sudah berdiri setengah jam di sini.
Tidak dingin?
Aku sudah sampai.
Bawa masuk.
Mau kuperiksa mobilmu.
Turunlah.
Aku yang menyetir.
[Bengkel Lu Zheng]
Nona,
apa mobil yang menabrak waktu itu sudah diperbaiki?
Sudah, terima kasih.
Agak keluar jalur.
Suara bising juga sangat kuat.
Air soda.
Nanti akan kuperiksa
tekanan ban.
Memperbaiki posisi ban,
lalu lihat rodanya.
Saat memanaskan mobil di pagi hari,
apa gemetarnya terlalu kuat?
Lumayan.
Apa maksudnya lumayan?
Bukan kamu yang mengendarai mobil.
Biasanya aku jarang mengemudi,
sering dinas.
Memangnya ada masalah?
Masalah katup penutup.
Sering lewat di jalan tol,
nanti juga baik sendiri.
Lumayan pandai menipu orang.
Menipu kamu apa?
Tahun lalu aku ditipu orang
memperbaiki posisi ban.
Apa belum diperbaiki?
Bukan orang lain membohongimu,
Yang punya mobil tak ahli.
Oke.
Pokoknya kuserahkan padamu.
Di mana Qin Xiaonan?
Pergi memancing.
Bukankah dia bilang merindukanku?
Kenapa pergi memancing?
Temperamen anak kecil.
Gampang lupa setelah selesai bicara.
Kapan dia kembali?
Aku juga membawakan
banyak makanan enak untuknya.
Tidak tahu.
Sepertinya cukup malam.
Apa ini?
Kunci pas.
Kalau yang itu?
Itu...
Kunci soket.
Untuk apa?
Untuk baut
sekrup hub.
Ini untuk ban.
Masuklah.
Bukankah mau periksa mobil?
Nanti sore saja.
Di bengkel terlalu dingin.
Masuklah untuk menghangatkan badan.
Baiklah.
[Kantor Keuangan]
Halo.
Putramu membawa seorang wanita
ke bengkel.
Ditinggali anak kecil jadi berantakan.
Jadi aku membereskannya.
Dulu rumahmu lebih berantakan.
Aku ingat pertama kali
datang ke sini,
juga ada setumpuk kertas ujian.
Sekarang mendengar kata kertas ujian
masih ketakutan.
Takut saat SMA.
Apa kamu mengerti?
Tentu saja mengerti.
Soal yang begitu mudah.
Aku ingat soal matematika
kita saat itu.
Ditulis guru sendiri,
dicetak sendiri.
Setiap kali selesai,
tangan di sini selalu ada warna biru.
Tidak bisa dibersihkan.
Benarkah?
Kertas ujian sekolahku
dibeli di depan sekolah.
Guru kami itu hemat.
Selalu ditulis sendiri.
Aku ingat
guru matematika kami
sudah berusia 60 tahun
saat mengajar kami.
Entah bagaimana keadaannya sekarang,
Apa dia baik-baik saja.
Terakhir kali di pom bensin,
pertama kali melihatmu,
aku tidak berani mengakuinya.
Penampilanmu masih seperti itu.
Tiba-tiba sudah dewasa.
Pintu tidak tertutup.
Lu...
Aku...
buru-buru pulang
untuk bertemu Bibi Gui Xiao.
Tidak boleh hanya ada satu ikan.
Harus ada sayur.
Benar.
Pergi beli sayur.
Baiklah.
Halo, Anda mencari Lu Chen?
Kamu...
Aku temannya.
Teman sekelas yang dulu.
Bibi, Anda adalah...
Aku ibu Lu Chen.
Halo, Bibi.
Di mana Lu Chen?
Dia pergi membeli sayur.
Dia akan segera kembali.
Meninggalkanmu sendirian di sini,
dia pergi membeli sayur.
Anda duduk dulu.
Aku tunggu di luar.
Tidak perlu.
Kamu duduk saja.
Kenapa kamu tidak duduk?
Siapa namamu?
Gui Xiao.
Gui dari kata kembali, Xiao dari kata fajar.
Bibi, kubantu.
Tidak perlu.
Kamu adalah tamu.
Kamu duduk saja.
Bibi, silakan sibuk dulu,
Aku mau keluar menelepon.
Nona.
Dingin, tidak?
Lumayan, tidak dingin.
Ayo.
Masuklah, duduk di dalam.
Tidak mengganggu Anda, 'kan?
Aku sedang menantikan
ada orang yang bisa mengobrol denganku.
Duduk di sana, lebih hangat.
Mau minum teh?
Tidak perlu, terima kasih.
Kamu kenal Lu Chen karena memperbaiki mobil?
Bukan, kami adalah teman sekolah.
Teman SMP.
Lu Chen datang?
Banyak sekali beli sayurnya.
Ada tamu di rumah?
Pesan yang besar.
Baiklah.
Juga udang sungai itu.
Mau setengah kilo.
Dua hari ini,
udang ini mahal.
Sudah Tahun Baru Imlek, 'kan?
Aku beli stok barang juga mahal.
Harganya naik.
Mau bagaimana lagi.
- Tidak masalah, timbang saja. - Bukannya Bibi menipumu.
Baiklah.
Berikan aku satu lagi.
Pilih yang terbaik.
Bibi.
Mau pergi?
Setelah mengganti seprai dan selimut, aku harus pergi.
Anak ini juga tidak senang melihatku.
Jika kamu bisa,
ikut dia ke rumah
untuk makan bersama.
Dan anak itu,
datanglah bersama.
Aku akan memberitahunya saat dia sudah kembali.
Aku pergi dulu.
Hati-hati di jalan.
Kenapa keluar?
Tadi ibumu datang.
Aku lihat dia sedikit tidak senang.
Aku takut aku salah bicara,
jadi keluar sebentar.
Apa kamu marah?
Tidak.
Ibumu sangat baik.
Dia juga menyuruhku dan Qin Xiaonan
makan di rumahmu.
Kita pergi?
Mau pergi?
Beli begitu banyak bahan,
sayang jika tidak makan.
Masuklah.
Kalau tidak pergi,
apa perlu menjelaskan padanya?
Aku lihat dia
sangat ingin kamu pulang.
Tidak apa-apa.
Aku akan memberitahunya nanti.
Kakak Chen,
di dalam ada orang yang membuat masalah.
Ini tidak bisa diselesaikan.
Tunggu di sini.
Jangan sentuh kantongnya.
Air di atasnya kotor.
Tidak bersih.
Harus beri penjelasan pada kami.
Kamu jangan panik.
Panggil bos kalian keluar.
Kamu tunggu di sini.
Aku mau lihat keadaan di dalam.
Apa lihat-lihat?
Cepat perbaiki.
Kenapa beli dua ekor ikan besar?
Bukankah ada seekor ikan graskap kecil?
Paman Lu bilang,
khawatir kamu ingin makan ikan besar,
tapi tidak ada.
Sini.
Paman.
Anda bisa bantu kami
ambilkan sebaskom air panas?
Oke, kalian masuk dulu.
Aku ambilkan air untuk kalian.
Baik, terima kasih.
Maaf sudah merepotkan.
Nona, kamu terlalu sungkan.
Kamu temani aku mengobrol, aku senang.
Kelak seringlah datang.
Kelak dia pasti sering datang.
Aku pergi dulu.
Lanjutkan urusan Anda.
Cuci tangan.
Adik ipar.
Hai Dong?
Akhirnya aku bertemu denganmu.
Aku dengar dari Meng Xiaoshan tentangmu,
kudengar Lu Chen bicara tentangmu.
Di mana pun aku tidak bertemu denganmu.
Kapan kamu datang?
Pagi.
Jam 10 lebih.
Lu Chen menyembunyikanmu, malah tidak memberitahuku.
Kalau dia memberitahuku,
aku akan segera ke sini.
Tunggu sebentar.
Di luar ada beberapa pembuat masalah
membuat masalah di sana.
Aku pergi memeriksanya dulu.
Aku bawa keluar airnya untukmu.
Baiklah.
Bantu aku aku bawa ini.
Baiklah.
Malam nanti tidak pergi, 'kan?
Tinggallah makan di sini.
Tidak pergi.
Malam ini tinggal di rumah Meng Xiaoshan.
Baguslah kalau begitu.
Tadi ikan ini melompat keluar.
Aku dan Qin Xiaonan
memasukkannya kembali, jadi kotor.
Ayo.
Kita masak.
Bagaimana? Masalah di bengkel?
Tidak masalah.
Apa pekerjaanku?
Begitu gugup langsung lupa.
Pergilah,
kerjakan latihan soal.
Kalau kita tidak pergi,
bukankah kita harus
bicara sendiri pada ibumu?
Tidak perlu.
Aku akan memberitahunya sendiri.
Mau makan apa?
Ikan apa ini?
Ikan siniperca chuatsi.
Ikan siniperca chuatsi sangat mahal.
Semahal apa seekor ikan?
Mau dimasak apa?
Ikan asam manis.
Masih pilih-pilih makanan seperti waktu kecil,
juga tidak merepotkan.
Kak Hai Dong,
Jika ada waktu, makanlah.
Kak Hai Dong,
akhir-akhir ini bisnismu berjalan sangat besar.
Jangan lupakan kami juga.
Pergi sana.
Cepat pergi.
Lain kali jangan melakukan kesalahan lagi.
Hai Dong,
belikan aku sebungkus tapioka.
Baiklah.
[Fuyuan]
Apa yang kamu lakukan di depan restoran?
Mau mengembalikan uang?
Bukan, aku beli tapioka.
Siapa yang bisa menyuruhmu?
Kakak Chen, siapa lagi?
Dia mau masak?
Melayani siapa?
Adikmu, Gui Xiao.
Gadis itu sudah kembali.
Bantu aku sampaikan padanya.
Nanti malam rumah tidak aku kunci.
Di tempat orang tuaku.
Baiklah.
Aku masuk dulu.
Aku sangat sibuk.
Ayo.
Cobalah, asin tidak?
Tidak asin.
Sangat segar.
Menyebalkan.
Bagaimana kamu melakukannya?
Langsung terbuka.
Pelan-pelan.
Jangan sampai terluka.
Aku punya kakak sepupu.
Dia adalah polisi khusus.
Dia juga pernah berlatih
membelah batu bata dengan tangan kosong.
Apa kamu bisa membelah batu bata dengan tangan kosong?
Tidak pernah berlatih.
Tidak mahir dalam ini.
Tapi aku dulu
pernah membawa seorang anggota tim
yang menyukai hal ini.
Memotong tumpukan secara vertikal.
Kemungkinan
bisa membelah puluhan.
Bagus sekali.
Bagus sekali.
Hanya menunggumu saja.
Aku sudah membeli barangnya.
Arak dan emosi
juga sudah kusiapkan.
Aku hanya menunggu makananmu.
Biarkan aku menangis dengan baik.
Aku masak dulu.
Aku tadi bertemu ibunya.
Memangnya ibunya Lu Chen bisa datang?
Kemungkinan besar, bibi sepupu
dari kantor keuangan yang memanggilnya kemari.
Aku dengar ibuku bilang,
saat Lu Chen berusia tiga tahun,
dia dihukum berdiri dan dimarahi oleh ayahnya.
Saat Imlek,
hanya karena Lu Chen
salah bicara,
dia berdiri di samping meja makan
sepanjang malam.
Saat ibunya Lu Chen ingin pergi melihat Lu Chen,
bibi sepupunya tidak mengizinkannya.
Ayahnya Lu Chen,
dulu sedikit lebih mementingkan pria daripada wanita.
Begitu mabuk, langsung memukul kakaknya.
Hasilnya,
Lu Chen sengaja memprovokasi ayahnya
dan berkali-kali menyelamatkan kakaknya.
Sekarang akhirnya sudah dewasa.
Tidak mudah.
Oh, ya.
Kalian berdua mau berbaikan?
Tidak.
Kami teman biasa.
Teman biasa?
Kalian berdua harus baik-baik saja.
Kalau kalian berdua baik-baik saja,
aku merasa puas.
Aku sudah mengantarnya pulang.
Berikan lebih banyak air padanya.
Malam nanti lebih perhatikan dia.
Tenang saja.
Adik Ipar.
Naiklah ke mobil.
Kita berkumpul lagi lain hari.
Gui Xiao.
Aku Hai Jianfeng.
Apa kamu masih ingat aku?
Yang benar saja.
Bukan, itu…
dua hari yang lalu saat aku di Dalian,
mereka bilang ada reuni teman sekolah.
Aku cukup menyesal tidak bertemu denganmu.
Kamu itu...
Hai Jianfeng.
Tidak boleh memikirkan Gui Xiao lagi.
Sekarang dia adalah istri Kakak Chen.
Bicara sembarangan apa kamu, Kak?
Aku bertemu teman lama,
jadi aku merasa senang, aku...
Sudahlah.
Aku beri tahu kamu, ya.
Adikku ini
sejak hari pertama kelas satu SMP
sudah menyukai istrimu.
Tapi tidak berani mengatakannya.
Sekarang bahkan ada
satu foto Gui Xiao
di atas tempat tidur.
Dia memajangnya sejak lulus hingga sekarang.
Kakakku asal bicara.
Itu... Gui... Gui Xiao.
Kamu dan Kakak Chen sangat baik.
Sangat tidak mudah.
Sa... sangat bagus.
Siapa yang tidak pernah diam-diam menyukai seseorang, 'kan?
Jika Lu Chen tidak kembali,
mungkin kamu punya kesempatan.
Kak, kamu...
Baiklah.
Aku tidak bicara lagi.
Kenapa minum begitu banyak?
Ibu.
Gui Xiao, aku perkenalkan padamu.
Ini adik perempuanku.
Ini ibuku.
Kami masuk dulu.
- Baik. - Cepat, pulanglah.
Berjalan tanpa peduli.
Sudahlah.
Mana fotonya?
Coba aku lihat.
Kakak Chen.
Kakakku mabuk,
jadi asal bicara.
Sudah sedari dulu tidak kupajang...
Aku akan mengambilnya sekarang.
Aku ambilkan untukmu sekarang.
Tung... tunggu aku.
Tidak perlu.
Cukup bagus.
Bahkan aku tidak punya foto ini.
Terima kasih sudah menyimpannya untukku.
Tidak apa-apa.
Kalau begitu, kami pergi dulu.
Pulanglah.
Waktu itu aku sangat kecil.
Kenapa dia punya fotomu?
Entahlah.
Aku ingat foto ini
difoto oleh guru.
Mungkin dia memintanya dari guru.
Dia cukup perhatian.
Jika bukan karena kamu datang ke Qining,
aku tidak akan kembali sekarang.
Waktu itu saat ke Qining,
meskipun aku tidak kehilangan mobil,
aku tetap akan menemuimu.
Dua tahun lalu, aku meminta nomor teleponmu
dari Huang Ting.
Aku bahkan bisa menyebutkan nomornya secara terbalik.
Coba sebutkan.
Sekarang aku sudah lupa.
Kamu langsung lupa begitu melihatku?
Telepon aku sebelum tidur.
Aku pergi dulu.
Aku khawatir kamu tinggal di bengkel.
Di sana ada banyak orang yang melihat.
Kalau dilihat-lihat,
Lu Chen cukup pengertian.
Dia benar-benar mengantarmu kemari.
Kamu ini tidak terlalu berbeda
dengan pacaran saat masih kecil.
Tidak rela berpisah.
Melihat lebih lama
bagaikan menghasilkan lebih banyak uang.
Hari ini orang tuaku tidak ada di rumah.
Hanya kita berdua.
Hari ini aku bertemu ibunya.
Dia sama sekali tidak mirip dengan Lu Chen.
Aku tidak mengenalinya.
Orang tua mereka sulit diajak bergaul.
Bahkan orang cerdas sepertiku
malas menghadapinya.
Kamu ini
kelak lebih baik jarang bertemu mereka.
Setelah mengantar Hai Dong pulang,
apa kalian sudah bicara?
Belum.
Semua rintangan juga sudah dibersihkan untuk kalian.
Segera lakukan apa yang ingin kalian lakukan.
Pelan-pelan saja.
♫Hai, hari ini hari apa?♫
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
Halo.
Aku menyesal.
Aku seharusnya bersamamu lebih lama.
♫Hai, hari ini hari apa?♫
Setelah kamu pulang,
kita belum mengobrol dengan baik.
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
Kamu ingin melihatku?
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
Aku belum pergi.
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
Tapi sekarang Meng Xiaoshan sudah tidur,
♫Pacaran sedang populer♫
aku juga tidak bisa keluar.
Hari ini anjing ada di kamar.
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
Kamar tamu ada di bagian belakang lantai dua?
Benar.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
Aku ingat halaman belakang rumah ini
sudah terjual.
♫Lagu cinta sedang populer♫
Rumah baru akan dibangun di sana.
Benar, 'kan?
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
Entahlah.
Meng Xiaoshan tidak pernah memberitahuku
tentang tetangganya.
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
Ada apa?
♫Aku yakin kamu bisa♫
Tunggu sebentar.
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
Kamu sudah lihat?
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
Sudah.
Kamu tidak takut ketahuan orang?
Kenapa? Kamu jatuh?
Ada yang datang.
Aku pergi dulu.
Tidurlah lebih awal.
Paman Lu.
Kukira malam ini
kamu tidak pulang untuk tidur.
Kalau tidak pulang, aku tinggal di mana?
Apa terbiasa tinggal di sini?
Rindu rumah, tidak?
Aku sudah datang ke sini berhari-hari,
kenapa kamu baru bertanya malam ini?
Bibi Gui Xiao.
Paman.
Apa yang ingin kamu tanyakan?
Tidurlah.
Bibi Gui Xiao milikmu
belakangan ini sedang melakukan apa?
Aku tidak sempat bertanya.
Apakah kamu tahu apa pekerjaannya?
Apa ada yang salah dengan pekerjaannya?
Apakah melanggar undang-undang kalian?
Tidak.
Aku hanya ingin tahu.
Kamu langsung tanyakan pada Bibi Gui Xiao saja.
Sekarang jam 2 dini hari.
Bagaimana aku bisa bertanya?
Tanyakan besok saja.
Aku juga tidak yakin.
Sepertinya dia melakukan investasi.
Mengambil uang dan mencari proyek di mana-mana,
juga bilang pada rekan kerjanya bahwa itu investasi.
Investasi pendidikan...
pendidikan...
dan energi baru.
Sepertinya begitu.
Tidurlah.
Tanganmu.
Bangun.
Kamu sudah terlambat.
Jangan berisik.
Aku mengantuk.
Lu Chen
menjemputmu ke sekolah.
Aku mau...
pesawatku pukul 12.
Biarkan aku tidur sampai pukul delapan.
Untuk apa membohongimu?
Lu Chen kalian sudah membelikan sarapan.
Pagi.
Aku belikan untukmu.
Toko yang dibuka oleh Bibi
di gerbang sekolah dulu.
Rasa lama.
Masih hangat.
Kamu sudah makan?
Tadi aku sudah makan di bengkel.
Tidak sempat makan di jalan.
Aku akan segera kembali ke unit.
Ada misi rahasia.
Beberapa hari ini aku tidak bisa melihat ponsel.
Sifat pekerjaanku agak istimewa,
jadi sering tidak bisa menemukanku.
Aku juga tidak bisa menjelaskan apa-apa.
Aku beri tahu kamu lebih dulu
agar kamu tidak terlalu banyak berpikir.
Kalau begitu,
aku pergi dulu.
Masih belum pergi?
Kepulangan kali ini,
kamu sangat sibuk.
Setelah kamu pulang dari dinas,
kita bicarakan baik-baik.
Bicarakan apa?
Pekerjaanmu,
pekerjaanku,
situasi dasar keluargaku,
dan juga rencana
pemindahan kembali kembali,
kondisi gaji,
serta aset pribadiku.
Dulu saat sekolah,
aku tidak banyak memberitahukan hal ini padamu.
Aku ingin memberitahukan semuanya dengan jelas kali ini.
Kamu sangat penuh pertimbangan.
Ini memang harus dibicarakan dengan jelas.
Tentu saja.
Jika kalian hanya
ingin berpacaran,
itu tidak perlu.
Tidak perlu diberitahukan.
Mempertahankan sedikit kemisteriusan
juga cukup bagus.
Kamu cepat pergi kerja.
Setelah makan, aku juga akan pergi.
Baik.
Kita bicarakan nanti.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Apa ayahmu tahu Lu Chen sudah pulang?
Aku tidak ingin memberi tahu ayahku.
[Hongrun Chenghua]
Aku kira
kamu langsung menungguku di bandara.
Aku lihat masih ada sedikit waktu,
jadi aku kembali untuk rapat mingguan dulu.
Kalian berdua, katakan padaku
proyek kalian belakangan ini.
Berikan ringkasan rapat mingguan padaku.
Kamu katakan dulu.
Aku akan mengatakannya satu per satu.
Baik.
Mereka bersikeras bahwa pemegang saham
harus memiliki hak veto.
Aku bilang pada mereka
aku tidak bisa memutuskan ini.
Harus menunggu bos dari kedua sisi
untuk membicarakannya langsung.
Kamu buat janji
untuk rapat via telepon dengan Direktur Wu.
Setelah sekretaris mengonfirmasi,
beritahukan pada pihak lain via surel,
lalu kirimkan salinan untukku dan Direktur Wu.
Dan juga, mereka merasa
batas dasar saham 13%
terlalu rendah.
Mereka meminta penambahan modal dalam rasio yang sama.
Masalah ini
sudah menjadi persoalan selama dua minggu.
Begini saja.
Kamu hapus klausul
tidak boleh menambahkan modal pada kontrak,
lalu bicarakan lagi dengan mereka.
Baik.
Batas dasar yang kuberikan padamu
memang bisa mambahkan klausul
penambahan modal dalam kontrak.
Tapi, tidak boleh menetapkan persyaratan khusus.
Seperti rasio yang sama.
Perkataan seperti ini jangan sampai
muncul di dalam kontrak.
Ingat.
Batas dasar
harus ditarik setidaknya selama lebih dari tiga putaran
baru bisa ditunjukkan.
Baik.
Aku ajari kamu.
Setiap kali tidak bisa menariknya lagi,
katakan saja,
aku juga tidak bisa membuat keputusan.
Tunggu, aku akan bertanya pada bosku.
Kemudian, jawab keesokan harinya.
Jika tidak bisa menanganinya, katakan saja.
Bosku sangat sulit dihadapi.
Sangat sulit mengajaknya bicara.
Aku akan berusaha membujuknya lagi.
Benar.
Semuanya lemparkan padaku saja.
Bos
adalah orang yang melindungi kalian.
Tenang saja.
Meskipun bicara buruk tentangku di belakang,
aku tidak akan mempermasalahkannya.
Ayah.
Aku di bandara.
Ayahku ada di sini.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.