Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
MAU NONTON Film / Drama Tv / Tv series & Live Tv Manca Negara pada Televisi kesayangan kalian?
Beli TVBOX SVICLOUD sekarang juga, sekali beli pakai selamanya TANPA BIAYA TAMBAHAN
Instagram: @svicloud.id Tokopedia: ednjis store Shopee: ednjis_store
Ya.
Kau mau pakai tanda terima?
Tidak, terima kasih. Tapi terima kasih banyak,
dan Selamat Natal.
Ya.
Oh, baiklah.
Oh, ya, ada coconut bars? (coklat rasa kelapa)
Coconut bars.
Kuhitung yang itu.
Kita hitung dulu.
Dan bagaimana dengan buah?
Apel, pisang, apa saja?
Cemilan buah?
Jus sepuluh persen.
Aku akan beli 3.
Oh. Oh ya.
Ini untuk orang dewasa,
tapi menurutku anak-anak juga akan suka, bukan begitu?
Ya, tentu, mereka akan suka.
Semua orang suka buku mewarnai.
Mereka pasti suka itu.
terjemahan broth3rmax
Baiklah, kalian berdua tetap di sini. Ibu akan cari dia.
Keren banget.
Apa?
Pesawat itu.
Tak percaya kita akan terbang dengan pesawat itu.
Hey, kamu!
Butuh bantuan, Santa?
Tak mau kalau ini bukan Ny. Clause.
Apa anak-anak bergembira?
Ben senang. Andai aku bisa terbang bersamamu.
Ya, aku juga.
Tapi ini akan memberimu waktu tenang
untuk menyelesaikan presentasimu.
Benar.
Kau jadi sibuk ngurus anak-anak sekarang.
Kau tahu, kuyakin dia akan membawa makanan cepat saji.
Untuk di pesawat dan untuk di pondok.
Jadi itu sebabnya aku harus ikut.
Memastikan kau memeriksakan gula darahmu.
Ya, aku sudah baca semua buku yang mungkin bisa kubaca
tentang mengasuh keluarga campuran.
Dan aku rangkum menjadi matriks perilaku empat poin.
Belum pernah kulihat rencana yang tak bisa dilanggar sama anak-anak.
Empat hari dari sekarang,
saat kau menyusulku dan anak-anak di pondok,
mereka akan mohon padamu untuk mengatakan "ya".
Bahkan Sam?
Khususnya Sam.
Oh, dan bagaimana dengan ayahku?
Oh, dia dengan menyesal akan mengakui kalau aku akan jadi menantu yang baik.
Oh, jadi kau sembunyikan cincin di sini
dan jadwal rumit yang memberitahumu kapan kita akan bertunangan?
Ada urutan kejadian yang ideal.
Makan malam keluarga jam 5:45 malam Natal dan...
Kuharap kau bisa santai dan mengenal anak-anak.
Mungkin agak spontan.
Oh, spontanitas ada di matriks.
Kau tiba di Malam Natal, membuka hadiah,
dan lalu mungkin, mungkin saja, ada sebuah cincin.
Apakah begitu?
Kudengar ayahmu mendirikan tenda sekitar satu mil dari pondok
untuk menjauhkanku dari putrinya.
Ya, sikapnya sangat manis.
Maksudku, aku memberitahu dia kalau aku memeriksa latar belakangmu
setelah kencan kedua kita, tapi...
Langkah yang cerdas.
Aku akan panggil anak-anak.
Jason!
Hey, sobat.
Kau siap berpetualang?
Ibu bilang tak boleh berpetualang.
Oh, baiklah. Kau boleh bawa shotgun.
Shotgun!
Pesawat ini kecil 'kan?
Yang 747 ada di bengkel.
Jangan khawatir, dia sangat aman.
Boleh aku menerbangkannya? / Tidak.
Nanti saat kau berusia 16 tahun, tentu boleh.
Kenapa kita tak berkendara pakai mobil saja?
Jason menjanjikan penerbangan pada Ben.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pesawat ini sangat aman.
Kalau ada sesuatu yang aman, kau tak perlu selalu membahasnya.
Kuletakkan dimana ini?
Kau tak harus melakukan ini, tahu.
Pergi ke pondoknya kakek.
Aku ingin bersama kalian selama Natal.
Tak ada sinyal telpon, bahkan tak ada telepon rumah.
Aku membawa sebuah buku. / Kita akan hidup seperti binatang.
Kudengar ada listrik dan air mengalir.
Begitu juga awan guntur tapi kau tak akan tinggal di dalamnya.
Terima kasih atas peringatannya, nak.
Ibu baruan mengirim SMS dari tempat terakhir mereka mendapat sinyal.
Mereka akan tiba di pondok sekitar satu jam lagi.
Baguslah. Kita akan menyusul mereka.
Cuaca cerah sampai ke jalur pendaratan.
Glukometernya Ben. Sam akan membantu.
Baiklah, tak masalah.
Mari kita berdoa sebelum kita pergi.
Tuhan Bapa, kami terbang mendekat denganmu.
Awasilah kami dan jagalah kami tetap aman di tangan-Mu.
Amin. / Amin.
Ben.
Dah, Bu.
Kau yakin tak apa mengejutkan keluargamu seperti ini?
Satu-satunya yang lebih disukai ayahku dari kejutan
adalah lelucon yang mengerikan.
Selain itu, inilah kesempatanmu untuk bisa mendapatkan persetujuannya.
Dah. / Dah.
Baiklah, teman-teman. Ini bakalan seru.
Penerbangan tiga jam.
Banyak waktu untuk bisa saling mengenal.
Baiklah, kita siap?
Aye-aye, kapten.
Co-pilot Ben, periksa daftarnya.
Altimeter? / Siap.
Gyro arah. / Siap.
Radius instrumen?
Diperiksa dan siap.
Sabuk pengaman dan pengikat bahu?
Terpasang.
Kau aman untuk lepas landas, kapten.
Penumpang Sam.
Lebih kayak sandera.
terjemahan broth3rmax
Legacy Peak ada di sana.
Kita sudah lebih dari setengah jalan menuju pondok.
Mantap, sungai apa itu?
Itu... / Aku barusan lihat seekor serigala.
Kau tak lihat.
Ya lihat.
Kita cukup tinggi untuk bisa lihat.
Apa kita bisa lebih mendekat ke gunung itu?
Ini diluar rencana penerbangan, Ben.
Itu bukan ide yang bagus.
Ayolah, memang bakal terjadi hal buruk apa?
Tolonglah, Jason. Kumohon.
Dan selain itu, kurasa aku co-pilotnya.
Spontanitas. Oke, sobat.
Serigala itu tadi sekitar... di sana.
Itu seekor rusa.
Ada seekor serigala. Tadinya.
Kita bisa lebih mendekat lagi. Lihat ada apa lagi di luar sana.
Oh, itu dia masuk ke hutan.
Kayaknya cuma kamu yang pernah melihatnya.
Ada serigala di daerah itu.
Ben, lihat, ada sekawanan besar burung.
Jason, apa yang terjadi? / Serangan burung.
Tekanan oli menurun. Kita kepanasan.
Aku harus turunkan.
Berikan petanya.
Mayday, mayday, mayday.
3-27 November, Juliet Kilo.
Kami mau melakukan pendaratan darurat.
Kami sepuluh mil barat barat-laut dari Legacy Peak.
Menuju dua-sembilan-dua.
Radionya mati.
Ada tempat terbuka di sini yang bisa untuk mendarat.
Pegangan, anak-anak. Pegangan.
Terima kasih, Yesus.
Kurang lebih ini yang kuduga saat aku naik pesawat.
Ben? Ben, kamu tak apa-apa?
Rasanya pergelangan tanganku tergores.
Tidak, tidak, tidak.
Kenapa?
Sepertinya radio kita tak kebal sama burung.
Kau bisa perbaiki?
Semoga saja.
Yang benar saja.
Ponselku rusak.
Saluran udara masuk tersumbat.
Benar. / Kayaknya ada kebocoran minyak.
Ben, aku menemukan kotak P3K. Coba kuperiksa pergelangan tanganmu.
Baik.
Oh, maaf.
Harusnya kuberitahu tempatnya.
Pengasuh yang baik akan memeriksa yang cedera.
Jangan khawatir. Aku bersertifikat Palang Merah.
Apa boleh terbang dengan kaca depan retak?
Nanti terasa dingin, tapi...
itu lebih mending ketimbang jalan kaki. / Ini mungkin sakit.
Pondok mungkin sejauh tiga hari jalan kaki dari sini.
Oh, maaf.
Atau mungkin di sini.
Sini. Perban pergelangan tanganmu, oke?
Tak perlu perbaikan lama-lama,
tapi cukup lama.
Sempurna.
Bagaimana cara memakai ini? / Dibalutkan saja.
Kalau semua lancar saat kunyalakan, kalian naiklah. Kita akan berangkat.
Baiklah.
Sudah kubilang.
Yah, itu pertanda tak bagus.
Kau bisa memperbaikinya?
Kalau kita berada di hanggar, aku bisa perbaiki.
Apa yang akan kita lakukan?
Ben, mana jaketmu?
Di mobil ibu. Mengapa?
Kita tak akan bisa pulang.
Baiklah, kita perlu bicara.
Pertemuan keluarga.
Ben, sudahlah.
Apa?
Itulah sebutannya saat kami di rumah. Pertemuan keluarga.
Begini perjanjiannya. Jadi, kita perlu persiapan,
supaya penyelamat bisa menemukan kita.
Buat tempat berteduh, nyalakan api, jatah makanan kita.
Dan lain-lain.
Berapa lama?
Kakek nenekmu,
mereka tak mengharapkan kita datang seawal ini.
Skenario kasus terbaiknya,
mereka mulai mencari kita dalam empat hari lagi,
dan menemukan kita di hari keenam.
Jadi, mereka bahkan tak tahu bakal mencari kita.
Dengar, aku akan menyiapkan kalian berdua,
mendaki ke pos penjaga untuk meminta bantuan.
Mendaki sendirian dan cepat,
aku akan kembali sekitar satu setengah hari.
Saat aku mengasuh si kembar tiga Thompson,
kau tak boleh meninggalkan mereka sendirian di ruang tamu.
Bagaimana kalau ada hewan liar? Bagaimana kalau apinya padam?
Bagaimana kalau ada pembunuh berantai?
Jangan khawatir, Sam. Pembunuh berantai itu urusan kota.
Di luar sini akan ada pembunuh berkapak.
Diam!
Dengar, jika kita membuat rencana dan menaatinya,
semuanya akan baik-baik saja.
Kubilang jangan tinggalkan kami sendirian disini dan kau tak mau dengar.
Aku mendengarkan.
Tapi tetap bersama di sini bukanlah rencana terbaik.
Sam, kenapa kau tak mencarikan kayu kering?
Ben dan aku, kami bisa menyortir persediaan.
Tadi katamu kau tidak mendengarkan
dan sekarang kau menyuruhku ke hutan sendirian?
Baik. Aku yang akan nyari kayu.
Dan saat aku kembali, aku akan menyortir persediaan.
Bagus.
Maksudku, aku bisa ambilkan... / Tidak!
Senter. Baguslah.
Mungkin ada pesawat lagi di salah satu hadiah itu.
Ada banyak sekali.
Ya. Dia berniat menyuap kita.
Yah, itu berhasil.
Kompas.
Coba kulihat.
Pisau. / Keren.
Ini bukan miliknya. Ini milik orang bernama Matt.
Dan mungkin hari ulang tahunnya, 3-17.
17? Coba kulihat.
"Yang terkasih."
Itu ayat Alkitab, jenius.
Ini pasti dari ayahnya.
Kau tak boleh mengambil itu, itu miliknya.
Milikku sekarang.
Bagaimana kalau dia akan memberikannya padaku sebagai hadiah Natal?
Ya, baiklah. / Ooh, dan aku bisa buat tombak pakai ini.
Ben, kembalikan itu! Kau tak boleh baca itu.
Itu barang pribadi. / Oh, ayolah, Sam.
Bagaimana kalau ada daftar hadiah kita?
Ini seperti daftar untuk semua yang ada di sini.
Daftar cek pesawat, jadwal Natal,
cara menyesuaikan warna kaus kaki.
Semua yang harus dilakukan, semua yang perlu diingat.
Aneh sekali. Oh, yang ini daftar tentang kita.
Rencana untuk Ben dan Sam.
Apa tulisannya?
Kita lihat.
Dapatkan kepercayaan melalui waktu bersama.
Belikan mereka hadiah untuk menunjukkan kasih sayang.
Buatlah mereka menginginkan pertunangan ini.
Tunggu. / Hey!
Apa ini?
Berikan itu.
Apa kau dan ibu akan menikah?
Tidak, maksudku...
Ya. Itu rencananya.
Kau melamar dia pada hari Natal. Dalam empat hari?
Apa kau membaca buku catatanku?
Kau harus membuat kami menyukaimu lebih dulu.
Maksudku, Ben sudah menyukaiku.
Benar.
Jadi, sepanjang perjalanan ini, sikap pria sok baik itu, untuk mengenal kami,
itu semua bagian dari daftar cek-mu?
Bukan seperti itu.
Apa 'terhubung dengan anak-anak' ada dalam daftar cek-mu atau tidak?
Sam, berikan cincinnya.
Tidak. Kau belum siap untuk ini.
Kumohon. Itu cincin ibuku.
Bagaimana kau bisa mendapatkannya kembali ini dari Jessica?
Siapa jessica?
Bukan siapa-siapa. / Tunangannya.
Apa? / Mantan tunangan.
Kami sudah putus bertahun-tahun lalu.
Ibu cerita semuanya padaku.
Dia memutuskannya pada hari pernikahan.
Itu sangat tidak keren.
Yang benar sebaliknya.
Dia yang memutuskan hubungan denganku.
Mengapa?
Masalahnya rumit. / Karena anak-anak bukan bagian dari rencanamu.
Benar 'kan?
Semacam itu. Maksudku, itu bagian dari rencana.
Ben! Tunggu!
Memang...
Aku akan simpan ini.
Kau boleh memilikinya saat sudah kembali dari pos penjaga.
Dengan begitu kau memang ada alasan
untuk kembali pada kami.
Beli TVBOX SVICLOUD sekarang juga, sekali beli pakai selamanya tanpa biaya tambahan
Instagram: @svicloud.id Tokopedia: ednjis store Shopee: ednjis_store
Bapa,
aku butuh bantuan-Mu.
Aku berusaha merencanakan perjalanan yang sempurna.
Dan ingin kuberikan pada anak-anak ini adalah sesuatu yang tak pernah kumiliki.
Sepertinya semuanya terjadi bersamaan.
Tapi sebaliknya...
Sam, disini aku sudah berusaha.
Kau belum mencapai level pengasuh yang kompeten.
Apalagi pengganti ayah.
Tak ada yang akan membawamu ke level itu.
Aku tak berniat menggantikan siapapun.
Aku mengerti bagaimana perasaanmu.
Kau tak tahu bagaimana perasaanku.
Usiaku 12 tahun saat Ibu membuka pintu itu
untuk 2 orang asing berseragam.
Bahkan aku tak sempat mengucapkan selamat tinggal.
Atau mengatakan aku mencintainya.
Atau mengucapkan terima kasih karena telah menjadi ayah yang hebat.
Dan sekarang...
Dan sekarang,
aku harus menjaga Ibu.
Dan aku harus menjaga Ben.
Memastikan tak ada yang menyakiti mereka lagi.
Bagaimana denganmu?
Siapa yang menjagamu, Sam?
Aku.
Aku sendiri.
Ayo bangun, pekemah.
Baiklah, anak-anak. Aku sudah memikirkan.
Kalau kita tetap di sini, bisa berminggu-minggu
sampai ada orang menemukan kita.
Itu terlalu lama.
Jadi, kau mau meninggalkan kami?
Tidak.
Sebenarnya, kamu benar, Sam. Kita akan pergi bersama.
Apa ada kopi?
Di pos penjaga? Ya.
Ada seteko kopi berumur tiga hari yang begitu kental,
itu yang akan menjemputmu dan membawamu pulang.
Untuk apa itu?
Barangkali ada orang menemukan pesawat itu,
mereka akan tahu kemana kita pergi.
Kemarilah.
Oke.
Jadi, kita sedikit menuruni gunung hari ini
lalu kita jalan kaki melewati hutan di sini. Paham?
Dan malam ini, kita akan sampai di Legacy Lake.
Lalu, kita akan berkemah di sana dan mengikuti sungai ini
sampai pos penjaga.
Sampai di sana besok sore.
Benda ini kuno. 1990?
Apa orang tahu cara membuat peta?
Baiklah, itu stasiun penjaganya 'kan?
Dan pondoknya, kurang lebih disini.
Dan kita akan sampai sini, kurasa.
Artinya apa, Ben? Jalan yang mana?
Lewat sini.
Ya benar.
Jadi, tinggal semalam lagi di alam bebas.
Ya, tak begitu buruk.
Kita akan istirahat lebih awal malam ini, memancing di danau,
lalu membuat tempat berlindung. / Mantul.
Tapi pertama-tama, saatnya buka hadiah.
Ayo. / Tak mungkin.
Ya! Oh, ya!
Nih, buka ini.
Kereta luncur? Mustahil.
Ya.
Ibumu bilang ada bukit kereta luncur
dekat pondok.
Dan, kita bisa bawa persediaan kita di dalamnya.
Lagi.
Bilang terima kasih.
Terima kasih. Lagi.
Baiklah, biar kakakmu membuka hadiahnya.
Ibumu bilang kau suka pergi memancing.
Ya. Terima kasih. / Oh ya. Dia suka memancing.
Dia sering pergi dengan ayah kami.
Ibumu tak menyebutkan itu.
Dan ini harusnya untuk malam Natal.
Aku juga punya satu hadiah untuk ibumu.
Jaket! Dan aku memang membutuhkannya.
Tim Wild?
Itu nama belakangnya.
Aku suka. Terima kasih.
Kurasa yang kupakai mungkin lebih hangat.
Untuk mendaki. / Ya.
Ya, tentu.
Tentu saja.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Mau Nonton Film / Drama Tv / Tv series & Live Tv Manca Negara pada Televisi kesayangan kalian?
Beli TVBOX SVICLOUD sekarang juga, sekali beli pakai selamanya tanpa biaya tambahan
Instagram: @svicloud.id Tokopedia: ednjis store Shopee: ednjis_store
Bagaimana ada jalan di tempat yang jauh dari mana-mana ini?
Ini permainan mencari jejak. Banyak satwa liar lewat sini.
Seperti jalan raya hewan?
Betul.
Seperti misal, lihat ini.
Apa itu jejak kaki?
Rusa.
Bagaimana dengan yang ini?
Ini anjing, kurasa.
Maksudmu serigala.
Tak mungkin seekor anjing berada sejauh ini.
Anjingnya kakek berkeliaran ke mana-mana.
Tak pernah ke tempat yang semestinya. Itu sebabnya dia diberi nama Jonah.
Jejak anjing dan serigala pada dasarnya sama.
Meskipun kita bertemu sekawanan serigala,
mereka tak akan tertarik pada kita.
Mereka suka rusa besar yang enak.
Bukan dua anak kurus
dan seorang pria muda yang sangat berotot sepertiku.
Selain itu, kali ini kita akan sampai di pos penjaga besok. Ayo.
TVBOX SVICLOUD | IG: @svicloud.id Toped: ednjis store | Shopee: ednjis_store
Hey, aku ada sesuatu untukmu.
Apa?
Menjengkelkan.
Kalian, kemari.
Astaga. / Tunggu.
Kau percaya itu?
Yang lebih besar, rusa betina, itulah induknya.
Dua yang kecil, salah satunya anak betina,
dan yang ada benjolan kecil di kepalanya, itu anak jantan.
Apa kita akan memakannya?
Sobat!
Kita tak butuh daging rusa dalam beberapa jam ke depan.
Jadi, mana rusa jantannya?
Jantan tak tinggal bersama anak rusa.
Tak ada ayah?
Itu menyedihkan.
Mereka akan baik-baik saja, Ben.
Rusa betina tahu bagaimana menjaga mereka tetap aman.
Pasti.
Dia tahu yang harus dilakukan.
Itu dia.
Cantik sekali.
Sam, kami akan membuatkan lubang di es,
supaya kau bisa menangkapkan kami ikan.
Ben, kau dan aku akan mendirikan tempat berlindung.
Baiklah.
Aku bisa urus kemahnya. Kalian carilah ikan.
Tentu.
Tak masalah.
Sepertinya ini tempat yang bagus.
Ya.
Jangan bilang ibumu kita bertualang.
Ini...
ambisius.
Aku bisa coba sebentar.
Oke.
Tak mungkin! Lihat.
Bagus.
Bagus.
Terima kasih sudah membantu.
Tak masalah.
Hey, kalian, ada apa?
Siapa yang pegangi alat pancingnya?
Aku tak tahu. Aku bosan.
Tidak.
Aku dapat.
Bagus. Bagus.
Sam, ayo cepat. Aku menangkap ikan!
Pegang talimu kuat-kuat.
Ayo.
Pegang talimu kuat-kuat.
Lihat, itu dia. / Aku melihatnya.
Cantiknya.
Bagus sekali, Ben.
Baiklah, ayo bawa balik ke perkemahan.
Bahkan ada tempat tidurnya.
Semoga bisa menghangatkan kita.
Aku suka ini. Kita tinggal di sini saja.
Sebenarnya, aku lapar. Ayo bersihkan ikan itu.
Ben, berikan pisau yang kau temukan. / Baik.
Pisau? Pisau apa?
Pisau ini.
Dari mana kau menemukan itu?
Di mana kau mendapatkan pisau ini?
Di pesawat.
Maksudku, di mana lagi?
Dengar, kalian tak boleh mengambil barang orang lain begitu saja.
Ngerti?
Tak boleh!
Dasar anak-anak.
Tak sangka akan begitu.
Yang benar saja, Jason.
Pisau itu,
adalah hadiah ketika aku tumbuh dewasa.
Hanya itu... satu-satunya benda
yang kumiliki sejak saat itu.
Cincin ibuku dan pisau itu.
Jadi, apa ini?
"Apa ini," katanya.
Masa kanak-kanak kalian telah dirampas. Dirampas, kataku.
Kayak panci atau apalah.
Hey, apa masalahnya?
Membeli cokelat batangan isi almond?
Anu, aku tak tahu yang kalian mau.
Jadi, kubeli saja salah satunya.
Kau beli kelima-limanya.
Bagaimana dengan buah?
Atau cuma permen dan dendeng?
Cemilan buah?
Itu jus sepuluh persen.
Sirup jagung bukanlah buah.
Apa yang terjadi?
Ini popcorn (berondong jagung).
Popcorn tanpa microwave?
Ini liburan terbaik.
Serius.
MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax
Kau mau tahu sesuatu yang seru?
Apa?
Aku mencemaskan yang harus kubawa minggu ini,
sehingga aku beli buku mewarnai. Krayon, Mr. Prepared (tn. siap).
Beneran! Untuk Ben?
Ben, kamu, aku.
Kuambil semua yang dekat.
Aku tak percaya padamu.
Serahkan itu sekarang.
Oh, tak ada ponsel yang mengubah seorang wanita.
Hey, kalian mau lihat sesuatu yang keren yang diajarkan oleh pendeta mudaku?
Tentu.
Sam, berikan krayon yang paling tak kamu sukai.
Ini dia.
Pilihan bagus.
Seperti ini.
Kita mulai.
Panaskan sedikit.
Paskan di lilinnya.
Oh, kau membuat korek api tahan air.
Betul sekali.
Kubilang sama pendeta mudaku,
Aku berkata, "Mengapa tak beli saja yang tahan air?"
Dia bilang, 'Mengapa beli kalau kau bisa membuatnya sendiri?'
Oke, itu pasti serigala.
Jangan khawatir.
Mereka tak akan mendekati api.
Kuingin cerita bagaimana aku mendapatkan pisauku.
Gini, ibuku meninggal saat aku masih kecil, ya?
Jadi, ibumu yang memberimu pisau?
Bukan. / Biarkan dia bercerita.
Ketika ayahku pergi, mereka mengirimku ke panti asuhan.
Jadi, keluarga asuhmu yang memberimu pisau?
Bukan, aku...
Aku tak tinggal lama di sana. Mungkin 3 minggu.
Aku ini anak yang menyusahkan.
Aku bisa bangun malam-malam dan teriak-teriak.
Yah, aku berakting.
Dan mereka tak tahu aku mesti diapakan.
Mereka orang-orang baik.
Berapa banyak rumah asuh yang kau tinggali?
Entahlah. Mungkin 20.
Tunggu, apa ini masih membahas pisau?
Ben!
Jadi, saat usiaku 17 tahun,
wanita ini menerimaku dan dia membawaku ke gerejanya.
Pendeta muda mendengar ceritaku.
Kubilang padanya kalau aku tak punya ayah. Tak sepenuhnya ya.
2 minggu kemudian, dia memberiku pisau itu.
Membacakanku ayat-ayat Alkitab tentang bagaimana Tuhan menjaga anak yatim.
Dan ayat itu,
"Ini adalah Putraku terkasih yang sangat kusukai."
Pendeta muda mengatakan...
Tuhan selalu menjagaku.
Dan dia adalah ayahku
ketika tak ada orang lain.
Itu pertama kalinya aku benar-benar merasa memiliki seorang ayah.
Dalam waktu sebentar.
Maaf aku telah mengambil pisaumu.
Tak apa. Kau memang tak tahu.
Maaf aku telah membentakmu.
Kita hampir sampai, teman-teman.
Itu dia, teman-teman. / Kita sampai.
Stasiun penjaga.
Bukankah mestinya ada tanda-tanda kehidupan?
Kayak, asap, mobil, orang?
POS 214
Aku tak percaya.
Hey, Jason.
Tunggu, beri aku waktu sebentar.
[YANG HARUS DILAKUKAN SEKARANG]
[HAL YANG HARUS DIINGAT: "Tuhan selalu menjagaku"]
Ya sudah, kita berpencar. Carilah sesuatu yang berguna.
Peta, makanan, radio, apa saja.
Cabe kalengan dan nanas kalengan.
Aku menemukan ini.
Sam, ada yang berguna?
Surat ini. Ditutup karena pemotongan anggaran.
Oh, ya. Dan ini.
Lamanya pendakian 2 hari lagi dari sini ke pondoknya kakek-nenekmu.
Itupun kalau kita paksakan, tapi dengan kunci ini...
Oh, Sam! Ya! Ini luar biasa. Kau berhasil.
Oh, ya ampun.
Kayak barang antik.
Oh, Benjamin,
kami orangtua suka menyebut ini sebagai vintage (benda kuno).
Turunlah.
Apa yang kau lakukan?
Tak ada bensin.
Benjamin, berikan kaleng bensinnya.
Sam, bisakah kau ambilkan corong itu?
Apa yang kau lakukan? / Harus diisi bensin.
Bahan bakar lama teroksidasi.
Jadi bergetah.
Jadi, kalu kita tuangkan melalui kain ini,
bisa menyaring sebagian getahnya.
Keren.
Oh. Ayolah sayang. Ya, ya.
Bagus.
Sudah.
Coba kuncinya.
Kunci, periksa.
Nyalakan! Nyalakan!
Kendaraan tua ini, akan dinyalakan.
Jadi, tak berfungsi?
Tunggu.
Apa?
Karburatornya rusak.
Aku bisa bersih ini dan menyalakan benda ini
dalam beberapa jam.
Beberapa jam? / Ya.
Apa kau serius?
Kita bisa pergi ke pondok besok pagi. / Oh, Tuhan. Ya.
Lihat itu? Karburator bersih.
Sekarang tinggal kita pasang di tempatnya saat kita cabut.
Hey, kenapa kau selalu bawa-bawa daftar itu?
Kayak, terus dibawa?
Wanita yang kuceritakan padamu,
ibu angkat terakhirku,
dia mengajariku kalau aku susah mengingat
karena aku terlalu banyak beban.
Jadi,
katanya kalau kubuat daftar,
hal-hal besar itu dipecah jadi potongan kecil-kecil,
itu bisa membantu, tahu?
Misal, potongan mana harus ke mana.
Dan seterusnya.
Ya, tapi kenapa aku dan Sam ada di buku catatanmu?
Apa kami cuma kauanggap sepotong?
Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja...
Yah, aku tidak... Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu dan Sam.
Itu saja.
Tapi aku tak mau jadi bagian dari mesin, tahu?
Rasanya tak benar.
Ben! Makanan sudah siap.
Mengapa kau tak makan dulu?
Aku akan menyelesaikan ini.
Makannya apa?
Cabai anget-anget kuku dan nanas dingin.
Kesukaanku.
Sam!
Jason, serigala!
Hey!
Kalian tetap di dalam!
Ayo.
Serigala itu tidak bisa masuk, kan? Ya?
Apa yang akan kita lakukan? / Lihatlah apakah serigala itu masih ada.
Serigala itu baru saja pergi ke pojokan itu.
Jason, kami akan menyebrang ke sana!
Tidak, tunggu. ATV-nya hampir selesai.
Posnya terbakar!
Apa? Tidak, tidak, tidak, tidak.
Ke belakangku.
Ayo.
Naik! Naik! Naik!
Ben, naik.
Mundur! Pergi! Pergi! Pergi kau!
Ben, tidak. / Kita harus pergi. Ayo, Jason.
Perhatikan ini.
Ben, ayolah. Kau tak tahu cara mengemudikan benda ini.
Baiklah, Ben, lihat. Hati-hati dengan batu-batu itu.
Baik.
Kurasa kita sudah meninggalkan dia.
Hey, Ben! Ben, kau harus pelan-pelan, ya? Pegang rem.
Aku tak tahu maksudnya. / Hati-hati.
Tetap perhatikan jalan, ngerti?
Ini sangat keren.
Ibu bakal melarangku mengemudi.
Ya, karena dia orangtua yang bertanggung jawab.
Kau tak bertanggungjawab atas diriku, Sam.
Aku juga bisa pegang remnya, jenius. / Sam, tunggu!
Sam!
Sam!
Sam!
Ayo.
Sam!
Kita butuh ranting kering.
Cari ranting, ujung pinus, apa saja.
Kita harus menghangatkanmu.
Aku mendapat kayu.
Disini.
Koreknya basah.
Pakai yang tahan air.
Apa?
Korek Krayon.
Oh, ya.
Ayo. Ayo.
Ya!
Aku butuh ponselmu.
Tidak ada sinyal. / Berikan ponselmu sekarang!
Tunggu, tunggu!
Sarung tangan.
Berikan korek apinya.
Apa? / Korek.
Pertama, keringkan korek api di rambutmu.
Aku melihatnya di TikTok. Mestinya, itu bisa berhasil.
Kau berhasil. Ya!
Dan terus tetap nyalakan.
Baiklah. / Aku akan cari ranting lagi.
TVBOX SVICLOUD | IG: @svicloud.id Toped: ednjis store | Shopee: ednjis_store
Ben, kau tak apa-apa?
Ya.
Menurutmu Sam baik-baik saja?
Dia sedang tidur. Dia tetap hangat.
Bagus.
Aku tahu ini masalah besar,
tapi kira-kira apa aku bisa pinjam pisaumu?
Aku ingin membuat tombak.
Ben, ada banyak tanggung jawab saat memegang pisau.
Akulah yang menyalakan api untuk Sam.
Aku tahu, sobat. Dan itu bagus.
Tapi aku agak takut memberimu pisau
sebelum kutahu kau bisa berhati-hati.
Bukankah daftar-cek konyolmu tertulis sesuatu tentang
bagaimana cara belajar saling percaya?
Dengar, aku capek
dan kita harus cari makanan besok pagi.
Jadi bagaimana kalau kita mulai dengan sesuatu yang kecil?
Bisakah aku mempercayaimu untuk berjaga-jaga selama satu jam?
Tentu bisa.
Jason. Jason.
Beri aku waktu sebentar.
Aku akan menyusuri sungai ini sebentar.
Barangkali aku bisa menemukan makanan untuk Sam.
Aku tak akan pergi jauh.
Oke.
Ini pisauku, Ben.
Kau tak boleh mengemudikan ATV, Ben.
Ben, jangan hancurkan ponselku pakai batu.
Saat aku kembali bawa makanan, sebaiknya aku mendengar ucapan terima kasih, Ben.
Hey, Ben, mungkin kau yang harus memimpin
selama sisa perjalanan menuju pondok.
Jejak.
Kau dengar itu?
Dimana Ben?
Ben?
Ben? Ben?
Senternya hilang.
Ben!
Pakai jaketmu. / Baik.
Ayo cari dia. / Baik.
Ya.
Jadi, perkemahan tadi itu...
lewat sini.
Ben!
Jason, jejak.
Dia tak mungkin pergi jauh.
Maksudku, berapa lama aku tertidur? Satu jam? Mungkin dua jam?
Benjamin Joseph Free, jangan main-main!
Ayo.
Sam! Jason!
Kalian disana?
Tunggu, sobat.
Ben!
Sepertinya dia melewati pepohonan ini.
Dia sempat berhenti di sini.
Oh Tuhan! Benjamin!
Sam, di sini. Lihat.
Dia mungkin melepasnya.
Dia gampang gerah dan bodoh.
Kita akan menemukannya, Sam.
Jangan bohong.
Aku janji.
Tentu, "ayah akan pulang dari tugasnya".
Mengapa orang dewasa mengira kami tak tahu saat kalian bohong?
Dengar, aku janji. Aku tak akan berhenti sampai kita menemukannya.
Dia tak pakai mantel. Gula darahnya rendah.
Dia mungkin pingsan.
Kalau kita bisa menemukannya,
kemungkinan besar hanya mayatnya, Jason.
Dengar, Sam. Kita jangan berhenti mencari.
Ngerti?
Kita jangan menyerah.
Hey, nanti bagaimana kata ibumu?
Nanti bagaimana kata ibuku?
Apa itu alasan kau mencari?
Kau takut ibuku akan putus denganmu
kalau kau kehilangan adikku?
Aku sungguh menyesal telah mengacaukan daftar cekmu yang sempurna.
Inilah yang kubayangkan tentang rencana konyolmu itu.
Saat ini, yang terpenting adalah kita temukan adikmu.
Bukan daftar-cek,
bukan cincinnya.
Dan bukan apakah aku akan menikahi ibumu atau tidak, ngerti?
Kita harus menemukan Ben.
Sekarang ayo.
Ben!
Kami datang, sobat. Ben!
Ben!
Ben, kami datang, sobat.
Ini sudah kelamaan. Dia sudah tertimbun salju.
Dengar, kita cari sebisanya.
Sam!
Apa kau dengar itu?
Apa? / Dengar.
Sam, kamu disana?
Lewat sini.
Hai.
Hai? Cuma itu yang ingin kau katakan?
Kau membuatku ketakutan. Jangan begitu lagi.
Hey! / Oh Tuhan.
Oh, tidak, pisaumu.
Ben, waktunya disuntik.
Glukometerku, rusak.
Gulamu jelas rendah. Kau butuh glukogen.
Jason...
kapan terakhir kau ketemu ayahmu?
Ben! / Apa?
Tidak apa-apa.
Ketika ibuku meninggal,
dia berjalan keluar.
Dia bilang dia tak ingin lagi bertemu aku.
Mungkin usiaku sekitar 8 tahun.
Ayah kami meninggal saat aku 8 tahun. Sam berusia 12 tahun.
Kata ibumu...
dia bilang ayahmu adalah pria yang sangat luar biasa.
Andai aku punya ayah seperti itu.
Mengapa kau tak menginginkan anak?
Kau takut.
Sepanjang hidupku, aku diberitahu kalau aku tak cocok punya anak.
Ayahku, adalah sederetan keluarga asuh.
Jessica, ketika dia...
dia membatalkan pertunangan.
Aku selalu bertanya-tanya apakah diriku memiliki yang dibutuhkan.
Ayah kami adalah ayah yang sangat baik.
Dia tak selalu jadi penyelamat, tapi dia hadir.
Dia tidak sempurna, tapi...
dia mencintai kami.
Jason, seorang ayah yang baik melakukan yang dia bisa...
meski itu dirasa kurang.
Apa?! / Waktunya bangun.
Apa? Apa yang terjadi?
Ayo, waktunya sarapan.
Baiklah, pejamkan matamu.
Pejamkan mata?
Pejamkan saja.
Tetap di situ.
Oke.
Selamat Malam Natal.
Kenapa dengan kaus kakinya?
Ini stoking.
Masing-masing satu.
Sam bilang aku tak boleh membuka hadiahku sampai kau bangun.
Ya, aku simpan salah satu kelapa itu.
Nemu di ranselku pagi tadi.
Kelapa jauh lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Terima kasih.
Ya.
Ayo.
Ayo ambil.
Aku tahu kau dan keluargamu tidak tidak membuka hadiah sampai Hari Natal.
Tapi di keluarga kami, kami buka hadiah di Malam Natal.
Oh Tuhan!
Jangan terlalu cengeng padaku.
Tapi aku melihatmu membuangnya ke sungai.
Kau melihatku membuang kotaknya ke sungai.
Dan...
sarapan sudah siap.
Apelnya, cukup asam. Masih ada beberapa yang tergantung di pohon.
Maaf, aku tahu kau tak suka warna kuning, tapi Ben ngotot milih yang merah.
Ini tak enak.
Tupaipun tak mau ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan pagi ini?
Menurut buku catatanmu?
Mari kita lihat.
Aku telah merencanakan pancake, telur, dan bacon (babi asap),
dengan asumsi kakek-nenek kalian membolehkanku memasak.
Ah, aku suka pancake. Dan bacon.
Telurnya juga enak.
Oh, dan kuyakin Nenek akan membuatkan kue.
Aku sangat menyukai kue-kuenya.
Terima kasih.
Tadi malam kau bilang menurutmu aku belum siap
menjadi bagian dari keluarga ini.
Ini sangat berarti.
Pelajaran kepengasuhan nomor satu,
anak-anak tak selalu sungguh-sungguh dengan ucapannya saat badai salju
ketika mereka marah dan adiknya hilang.
Jadi, apa ada rencana atau matriks garis besar lima-poin?
Anggap saja kita tetap bersama dan lihat apa yang terjadi. Bagaimana?
Aku suka itu.
Tak masalah bagiku.
Pertama, mari kita mulai dengan doa.
Bapa yang paling pengasih, terima kasih.
Bantulah kami menemukan jalan...
dan terima kasih telah menjaga Ben disaat aku tak bisa.
Amin.
Amin.
Kaukah ini, njing?
Oh. Hey.
Astaga, Jonah. Ini anjingnya Kakek.
Jonah, kenapa denganmu, njing?
Sepertinya dia habis berkelahi.
Mereka mengikuti kita.
Mereka pasti memang memburu kita jika sudah sampai sejauh ini.
Apa yang akan kita lakukan?
Kita tak mungkin jauh dari pondok kalau Jonah ada di sini.
Tak apa, Jonah.
Dengar, ayo ambil barang-barang kita, cepat berangkat. Ayo.
Ayo, njing, ayo.
Jason, apa yang kita lakukan sekarang?
Menyebrang disini.
Begitu. Ya begitu. Tetap fokus.
Maju selangkah demi selangkah.
Begitu, tenang. Dan tetap fokus. Tenang. Awas.
Ben!
Jason, tolong!
Ben, aku memegangimu.
Ayo.
Kau tak apa?
Pelan. Ya.
Ayo.
Ayo.
Aku memegangimu.
Jonah, mau kemana?
Kita mendaki. Kita akan persingkat waktu.
Serigala itu pasti mengambil jalan yang berbeda. / Aku tak bisa memanjat itu.
Kau pasti bisa.
Baiklah, tinggalkan saja barangnya. Ayo.
Sam, ayo.
Bagus, Sam.
Ben, pastikan pegangan erat.
Ya, pak.
Aku memegangimu.
Begitu, ya begitu.
Begitu.
Bagus.
Itu menghemat waktu, betul?
Beberapa menit, mungkin. Kita harus terus bergerak. Ayo.
Lewati kayu ini.
Jason, kita harus bergegas.
Pondok kakekmu ada di punggung bukit tepat di belakang yang ini.
Apa yang kau lakukan?
Aku akan tetap di sini dan menghadang serigala itu.
Kalian anak-anak harus lari, paham? Cepat.
Jason, kau tidak mengerti ya?
Kita tetap bersama, apapun yang terjadi.
Dengar, kalian anak-anak harus lari, ngerti? Sekarang pergilah.
Cepat, ke belakang batu ini, paham?
Tuhan Bapa, jagalah keselamatan anak-anak ini.
Aku telah berusaha sebisaku.
Aku bisa melihat mereka.
Ayo, lebih mendekat lagi.
Mereka tahu kita ingin mereka terus mendekat.
Ayo.
Ben! / Ayo. Di sana.
Hey, di sini!
Ya!
Jason!
Jason! Jason, hati-hati.
Samantha, Ben, ayo.
Kakek. / Jonah!
Apa yang kalian bertiga lakukan di sini?
Kami ingin ke sini dan memberi kejutan padamu.
Wah tenyata aku terkejut.
Oh, kau sudah bangun.
Teh pucuk pinus.
Rasanya tak enak.
Ya. Tak ada yang menyukainya.
Terima kasih.
Nenek yang membuat ini.
Bagaimana kau menemukan kami jauh-jauh ke sini?
Jonah muncul. Tak memberiku kesempatan.
Terus menggonggong, merintih, melolong.
Dia tak pernah diam di tempat yang seharusnya.
Tapi saat anjing itu ada sesuatu yang penting untuk dikatakan,
kau tahu itu.
Dengan datangnya badai dan lain-lian, aku membawa perbekalan.
Aku senang sudah membawanya.
Kurasa kami harus membiarkanmu istirahat sebelum kita meneruskan perjalanan.
Apa kau mau?
Ya, bolehkah?
Aku tak percaya kau mau mengalahkan serigala itu dengan tangan kosong.
Aku harus melindungi anak-anak. / Jonah!
Sudah kubilang kau harus ada rencana untuk putriku dan anak-anaknya.
Ya, pak.
Kalau semuanya setuju dengan itu.
Aku merasa seolah aku membuat rencana untuk diriku sendiri
terlalu lama sampai sekarang.
Kau tahu, aku sudah ragu padamu.
Noelle menceritakan kisahmu padaku.
Gadis itu memang memiliki cara untuk melihat orang dengan benar.
Pak, sejujurnya, aku tak tahu apakah aku siap.
Boleh aku bergabung?
Boleh.
Nak, seorang ayah... Seorang ayah berdiri di tengah-tengah.
Anak-anak di satu sisi, serigala di sisi lain.
Dia mengatakan apapun yang datang, jangan sampai mendekati anak-anak itu.
Dia tidak harus menang, tapi dia harus berdiri di sana.
Memberikan nyawanya jika itu yang terjadi.
Aku melihatmu melakukannya hari ini.
Aku akan mengacaukan.
Oh, tentu kau akan begitu.
Tapi tahu tidak? Kau akan menjadi keluarga, nak.
Aku akan berada di sini untuk memberimu nasihat kebapakan saat kau butuh.
Mau tidak mau.
Salju sudah reda.
Kita harus bawa anak-anak itu dan pulang.
Bisa beri aku waktu sebentar? / Ya, pak.
Membuat rencana baru untuk meyakinkan Ibu agar menikah denganmu?
Tidak.
Sebenarnya, aku lagi membuat daftar yang berbeda.
Ada beberapa hal yang perlu kukatakan.
Pada kalian berdua.
Ben, mulai dari kamu.
Dengar, aku tahu aku makan lebih banyak kue ketimbang orang lain.
Tapi aku menyalahkan masalah gula darahku.
Ben, aku suka caramu melakukan apapun yang terlintas di benakmu.
Kau baik hati dan bersedia membantu meskipun itu membuatmu kesulitan.
Aku suka caramu menjaga kakakmu.
Dan aku seorang sopir ATV yang luar biasa.
Dan... kuingin kamu memiliki ini.
Tapi itu pisau spesialmu.
Ada sebuah cerita di dalam Alkitab.
Langit terbuka, dan suara dari surga,
Tuhan sang Bapa berkata, 'Ini putraku,
putraku tercinta.'
Ini terjadi sebelum Yesus melakukan sesuatu.
Dia belum menyembuhkan siapapun. Tak ada keajaiban.
Belum mati demi dosa siapapun.
Dan Tuhan berkata, 'Aku mencintainya karena dia sebenarnya.
"Bukan karena yang telah dia lakukan."
Pisau ini, ini adalah pengingat...
apapun yang terjadi...
aku mencintaimu karena kau adalah Ben.
Sam, aku suka caramu mengatakan jujur...
meskipun itu menyakitkan.
Aku suka betapa protektifnya dirimu terhadap ibu dan adikmu.
Ada begitu banyak kehidupan dalam dirimu.
Kau memberiku hadiah Natal terbaik.
Kau tak akan jadi bagian dari proyek
atau daftar-cek buatku.
Aku hanya ingin ada dalam hidupmu.
Tak peduli apapun yang terjadi.
Ayo, Jonah.
Pidato yang bagus. Tapi kau lupa sesuatu. / Oh, ya, apa itu?
Ayo, Jonah.
Di mana "pisau putri"ku tercinta?
Pelajaran kepengasuhan nomor dua,
jangan pilih kasih sama anak-anak.
Aku akan memberimu pisau.
Sebentar lagi usiaku 16 tahun.
Kau bisa mengecatnya di sisi mobil baru
yang kau dan Ibu belikan untukku.
Dan aku butuh pancing baru kalau kita akan pergi memancing.
Baiklah, ayo, anak-anak. Ayo jalan.
Hari mulai gelap.
Tunggu sebentar.
Aku ada satu tes kebapakan lagi
untuk memastikan kau benar-benar siap.
Baiklah, mari kita dengarkan.
Bagaimana tanganku bisa seperti pai lemon?
Apa? / Bagaimana tanganku bisa seperti pai lemon?
Aku tak tahu.
Ada cincin yang kupakai.
Kakek, jangan bercanda lagi.
Kue Meringue. Cincinku. Ada meringue di atasnya.
Lelucon bapak-bapak adalah keterampilan utama yang harus dikembangkan oleh ayah manapun.
Aku punya semua bukunya di pondok.
Ayo berangkat, pasukan.
Ayo.
Kau memang harus berhenti dengan lelucon itu.
Pondoknya sudah di depan itu.
Jason.
Ayo, Jonah. Ibu!
Ibu!
Apa yang kalian semua lakukan di cuaca dingin begini?
Kau masih bawa cincinnya?
Menurutmu apa yang akan dia katakan?
Ayo kita dengar sendiri.
broth3rmax, 07 Maret 2023
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 07 Maret 2023
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax
MAU NONTON Film / Drama Tv / Tv series & Live Tv Manca Negara pada Televisi kesayangan kalian?
Beli TVBOX SVICLOUD sekarang juga, sekali beli pakai selamanya TANPA BIAYA TAMBAHAN
Instagram: @svicloud.id Tokopedia: ednjis store Shopee: ednjis_store
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.