Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh Hanafi. A [Rhune1988]
Dengarkan baik-baik.
Jackie dan Alan dulunya adalah teman dekat, tetapi mereka berselisih karena Laura.
Jackie meninggalkan band dan memulai karir sebagai pemburu harta karun,
dengan menyebut dirinya sebagai Asian Hawk.
Apa hubungannya dengan 3 potongan terakhir Zirah Dewa?
Pedang suci yang baru-baru ini disiapkan untuk lelang
dicuri olehnya dari suku di Afrika.
Jika dia bisa mendapatkan pedang itu maka dia juga bisa mendapatkan 2 potong sisanya.
Kalau begitu kita sewa dia untuk mendapatkan potongan lainnya.
Bodoh, biarkan dia melanjutkannya.
Kita bisa sewa dia untuk melakukan itu, tapi kita tidak perlu membayarnya.
Apa maksudmu?
Laura sekarang menjadi seorang perancang busana terkenal.
Dia akan pergi ke peragaan busana di Paris.
Dia memang pacar Alan, tapi Jackie masih peduli dengannya.
Bawa Laura padaku.
Sekarang bintang utama lelang telah hadir.
Ini adalah pedang suci yang terkenal.
Tawaran awalnya adalah 30,000 dolar, tawaran berikutnya bertambah 5,000 dolar.
Sekarang saya nyatakan lelang dibuka.
35,000 dolar, 40,000 dolar, 45,000 dolar.
- Ada tawaran lebih tinggi dari 45,000 dolar? - 50,000 dolar.
- 55,000 dolar. - 60,000 dolar.
65,000 dolar.
Ada tawaran lebih tinggi dari 65,000 dolar?
Kelihatannya kita masih dalam tahap pemanasan.
Ada tawaran lebih tinggi dari 65,000 dolar?
70,000 dolar.
Ada tawaran lebih tinggi dari 70,000 dolar?
75,000 dolar, 75,000 dolar.
100,000 dolar.
Nona disana menawar 100,000 dolar.
Ada tawaran lebih tinggi dari 100,000 dolar?
Siapa yang berani menawar lebih dari 100,000 dolar? Tawaran sudah mencapai 100,000 dolar.
105,000 dolar.
Saya tawar 150,000 dolar.
Nona yang disana menawar sebanyak 150,000 dolar. Ada tawaran lebih tinggi dari 150,000 dolar?
150,000 dolar sudah mendekati harga asli dari pedang suci ini.
Ada tawaran lebih tinggi dari 150,000 dolar?
Ada tawaran?
Saya tawar 300,000 dolar.
Tawaran yang luar biasa! Tuan yang disana sepertinya akan memenangkannya.
300,000 dolar tidak dapat dipungkiri memang tawaran yang luar biasa.
Kita lihat apakah ada yang berani menaikkan tawarannya.
Ada tawaran lebih tinggi dari 300,000 dolar?
Ada tawaran lebih tinggi dari 300,000 dolar?
300,000 dolar, dalam hitungan satu.
300,000 dolar, dalam hitungan dua.
Saya tawar 400,000 dolar.
400,000 dolar!
Dengan bangga saya umumkan tawaran tertinggi adalah 400,000 dolar.
Kau berharil memenangkannya.
Kau sudah berusaha untuk mendapatkan harga yang baik.
Iya.
Mobil yang bagus.
- Izinkan aku memberi tumpangan padamu. - Baiklah.
Berhenti.
Ada apa?
Mobilnya memang bagus, tapi anginnya terlalu kencang.
Lebih baik aku pakai mobilku sendiri.
Aku bisa mengemudi dengan pelan.
Jalan!
Terima kasih.
Tolong, kamar 206.
Tuan Chen, ada pesan untuk anda.
Terima kasih.
Banyak sekali.
Tolong hubungi aku. Ini sangat mendesak.
Tolong aku! Aku mohon, hubungi telepon selulerku.
Aku sudah memesan tiket pesawat.
Aku sedang mencari tempat duduk. Tunggu aku.
Aku terbang ketempatmu untuk meminta bantuan.
Aku menunggumu di bandara. Jangan pergi kemana-mana.
Kemana saja kau? Aku menunggumu di lobi. Ini masalah penting.
Segeralah datang. Hanya kau yang bisa membantuku.
Jackie.
Laura diculik? Mereka minta tebusan berapa?
Kalau hanya soal uang, aku tidak perlu minta bantuanmu.
Kalau uang tidak bisa, berarti aku juga tidak bisa.
Aku ini bukan sukarelawan.
Mereka menginginkan Zirah Dewa sebagai tebusan.
Zirah Dewa?
Kau bilang itu setara dengan banyak uang.
Aku tadi baru saja menjual pedang suci.
Segera beli lagi untukku.
Zirah Dewa terdiri dari 5 potongan
tapi keberadaannya yang aku tahu hanya tiga.
Dimana?
Dua sudah terjual di pelelangan. Yang satunya terjual kepada seorang wanita.
Kalau begitu kau bisa mengambilnya lagi.
Kenapa aku harus membantumu?
Pertanyaan konyol. Kau tidak peduli dengan Laura?
Jangan memanfaatkan perasaaku.
Bagaimana dengan perasaan kita berdua?
Bagaimana dengan perasaan kita?
Apa? Kita besar bersama.
Kita membentuk band bersama dan menyukai wanita yang sama.
Kita sudah seperti saudara.
Apa kau tidak ingat? Kau selalu saja menggangguku.
Kau bilang suaraku jelek.
Saat aku kencan dengan Laura, kau mencuri celanaku.
Kau tidak malu?
Kau masih membenciku karena kau kehilangan Laura.
Aku tidak kehilangan dia, tapi aku tidak mau hal ini mempengaruhi persahabatan kita.
Jadi, kau merasa masih ada persahabatan diantara kita.
Memang ada, tapi tidak sekarang.
Jadi kau merasa menderita karena dia.
Seharusnya aku tidak datang menemuimu.
Aku akan cari cara lain untuk menolongnya. Semoga dia masih hidup.
Apa kau sudah menghabiskan ginseng Amerika yang aku berikan padamu?
- Iya, dua tahun yang lalu. - Aku suka perangko yang kau kirimkan padaku.
Aku datang buru-buru, aku tidak banyak bawa barang.
Aku hanya sempat membawa selai kacang kesukaanmu.
Masih baru.
Lupakan bahwa aku pernah datang.
- Aku tahu aku keras kepala. - Tidak.
Aku keras kepala.
Iya, kau keras kepala. Sudahlah, tidak usah berdepat lagi.
- Bagaimana caramu untuk menolong Laura? - Aku tidak yakin aku bisa.
Kenapa?
Kau mungkin tidak tahu, tapi aku lebih menghargai persahabatan kita.
Aku tidak ingin kehilanganmu karena Laura.
Selamat tinggal.
Tunggu!
Bagaimana cara kita menghubungi penculik Laura?
Mereka memberikan peta padaku.
Mereka ingin aku membawa tiga potongan Zirah Dewa
ke sebuah kota kecil untuk kita tukarkan dengan Laura.
Ayo coba kita pinjam dua potongan dari orang itu
lalu langsung menemui wanita yang membeli pedang itu.
Kau tahu apa artinya?
Aku rasa...
Bilang saja kalau tidak tahu.
Apa tidak ada bel?
Rumahnya ada disana.
Berhenti.
Tenang.
Bagaimana sekarang?
Apa? Aku takut.
Maafkan saya. Silahkan, ikut saya.
Sekarang aku tahu apa arti tulisan itu.
Orang bodohpun pasti tahu.
Pemilik rumah ini pasti benci dengan rusa.
Berburu rusa adalah hobi Orang Eropa.
Jangan takut. Dia diikat. Silahkan ikut saya.
Jadi kalian membutuhkan potongan zirah ini untuk mencegah bencana dunia?
Tidak seserius itu.
Kenyataannya kami membutuhkannya untuk penebusan pacarku
atau dia akan dibunuh oleh mereka. Bukankah itu cukup serius?
Bagiku, semua kehidupan sama pentingnya...
atau tidak penting.
Jika aku meminjamkan pada kalian untuk menolongnya, aku bisa saja menyumbangkan semua hartaku
untuk menolong orang kelaparan yang tak terhitung di Afrika.
Akan segera aku kembalikan padamu setelah kami menyelamatkannya.
Apa kau bisa menjaminnya?
Iya, pasti.
Tapi aku tidak punya alasan percaya padamu.
Aku yang akan membayarnya.
Kenapa aku harus tertarik dengan uangmu?
Jangan berkecil hati.
Maukah kalian melihat barang-barang antik milikku?
Aku tidak tertarik dengan barang antik.
Aku sangat tertarik dengan barang antik.
Berarti kita berdua sama.
Silahkan ikut aku.
Luar biasa!
Ini kelihatan seperti museum kecil.
Nyatanya, museum dari seluruh dunia meminjam koleksiku untuk dipamerkan.
Keamanannya pasti sangat ketat.
Aku punya lima puluh ekor anjing dan tiga ekor macan tutul.
Mereka yang menjauhkan para pengganggu.
Kenapa aku harus membutuhkan penjaga?
Perlihatkan dua potongan Zirah Dewa milikmu.
Ada disana.
Kau tidak boleh meletakkan barang berharga begitu saja!
Bagiku, itu hanyalah barang-barang bersejarah.
Tapi tidak semua orang sependapat denganku.
Darimana asal mula benda ini?
Apa ada kaitannya dengan penculikan pacarku?
Duduklah...
Dikatakan sebelum kelahiran Kristus...
Kejahatan merajalela.
Dewa sejati yang membela keadilan
mengobarkan perang suci melawan kejahatan tersebut.
Akhirnya tentu saja sang Dewa sejati menang.
Persentajaan yang mereka gunakan disebut sebagai Zirah Dewa.
Baru-baru ini sekte sesat mulai bangkit kembali.
Mereka percaya dengan menghancurkan Zirah Dewa
agama yang dibawa oleh Dewa akan lenyap
lalu mereka akan berjaya dan menguasai dunia.
Itu benar-benar diluar akal sehat.
Agama hanya ada ketika keimanan ada.
Ketika agama membawa kedamaian, kebahagiaan dan
kesejahteraan itulah namanya kebenaran sejati.
Jadi siapa yang menculik pacarku?
Maaf, aku tidak bisa menjawabnya.
Sekarang sudah malam.
Hawk, aku tidak menyangka kau datang berkunjung.
Tapi aku harus menghadiri sebuah acara.
Tinggallah disini beberapa hari dan biarkan aku menjamu kalian.
Tidak perlu...
Ini tempat yang sangat indah yang pernah aku lihat. Dengan senang hati kami akan tinggal disini.
Bagus, baiklah kalau begitu. Katakan saja pada pelayanku jika kalian butuh sesuatu.
Tolong layani kedua tamuku dengan baik malam ini.
Anggap saja rumah kalian sendiri.
Silahkan, ikut saya.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kita barus saja selesai makan malam.
Kenapa kau malah memesan banyak sekali steak?
Itu untuk anjing dan macan tutul.
Apa maksudmu?
Hawk selalu mengambil, tanpa perlu minta izin kepada pemiliknya.
Apa? Kau ingin aku mencuri?
Seperti katanya, tidak ada penjaganya.
Kita ini tamunya.
Dia bilang anggap saja seperti rumah sendiri.
Jadi kau mencuri dirumahmu sendiri?
- Kau ingin melihat Laura terbunuh? - tentu saja tidak.
Kau ingin dia terbunuh oleh orang lain karena kau tidak bisa mendapatkan cintanya.
Dasar licik.
Apa? Aku bilang jangan mencuri. Bukan tidak mau membantumu.
Kapan kau akan melakukan sesuatu?
Kita hidup seperti raja. Apa kau tidak pernah memikirkan Laura?
Jangan pikir aku merasa lebih baik. Tapi mencuri tidak akan berhasil.
Bukankah pantas dicoba?
Kau kelihatan sangat bodoh. Kau pikir bisa mengambilnya begitu saja?
Apapun yang dia minta aku siap meminjam Zirah Dewa darinya.
Kenapa tidak curi saja dan kembalikan nanti? Bukankah itu lebih gampang?
Aku bilang tidak, aku tidak mau membantu dan aku juga tidak mau mencuri!
Baik, aku menyerah. Aku tidak benar-benar mengenalmu sampai sekarang!
Selamat malam!
Tuan ingin bertemu dengan anda.
Silahkan.
Diam.
- Kau tidak apa-apa? - Aku hampir saja jadi santapan anjing.
Jangan takut.
Mereka tidak akan menyerang tanpa perintah dariku atau putriku.
Lakukan sesuatu.
Cepat. Keluar!
Kau rupanya.
Dia adalah putriku, May.
Kami bertemu di pelelangan.
Jadi kalian sudah saling kenal. Itu lebih baik.
Aku menemukan ini.
- Diakah orang yang kau bicarakan? - Iya.
Jadi dia orang yang bersaing denganmu untuk membeli kembali pedang miliknya sendiri?
Kalau aku tahu dia adalah putrimu aku tidak akan melakukannya.
Jadi kalian berdua bersaing.
Dan ayah sudah menganggap kalian sebagai tamu.
Dia melakukannya demi menolong pacarnya.
Aku bersumpah akan mengembalikannya padamu setelah berhasil menyelamatkan pacarku.
- Apa itu? - Yang pasti itu bukan mobil es krim.
- Biarkan polisi masuk. - Baik, tuan.
Aku ingin membiarkan kalian, tapi polisi...
Kau sudah menangkap kami. Lakukan sesukamu!
Apa kau punya hak untuk bicara?
Tidak, tapi kau punya.
Dengan cara apa kalian bisa membantuku?
Ayo, bersikap baiklah padanya.
Apa kau menginginkan Zirah Dewa?
- Pergilah dan urus polisi diluar. - Baik, tuan.
Zirah Dewa terdiri dari lima bagian. Para penculik itu hanya meminta tiga.
- Jadi mereka pasti memiliki dua sisanya. - Kau memang pintar.
Itu sesuai dengan informasi yang aku dapat.
Jika kau meminjamkan milikmu, aku jamin pasti akan kembali
dan aku akan mengambil sisa yang lainnya untuk melengkapi satu set Zirah.
Sepakat.
Tapi dengan satu syarat.
Aku ikut dengan kalian.
Tidak masalah.
Apa dua orang pria tidak bisa menjaga satu orang wanita?
Baiklah. Kalian harus jamin dia bisa pulang dengan selamat tanpa terluka.
Aku hanya bisa jamin dia pulang dengan selamat tapi tidak tanpa terluka.
Kita lihat saja nanti.
Splendid.
Apa itu?
Kau tidak akan suka.
Biar aku coba.
Silahkan saja.
Tidak ada gunanya khawatir.
Kau tidak akan bertemu dengan penculiknya sampai besok.
Aku ikut dengan kalian.
Kenapa melihatku seperti itu? Kau pikir wanita tidak bisa apa-apa.
Tahun lalu aku juara kedua di pertandingan menembak wanita se Eropa.
Kalian akan aman bersamaku.
Hanya ada dua wanita yang ikut pertandingan itu.
Apa ini?
Mentega China.
Rasanya aneh.
Bisa berubah jadi keju kalau disimpan terlalu lama.
- Jackie, itu sudah basi. - Aku tahu.
- Lalu kenapa kau memakanya? - Aku pakai mentega biasa.
Apa mereka memberikan petunjuk khusus padamu?
Tidak, mereka hanya mengatakan untuk datang kekota dengan membawa zirah didalam tas hitam.
Mereka mengatakan aku harus datang sendirian.
Kalau begitu aku tidak bisa menemanimu.
Aku akan mengawasi kalian.
Aku akan bersiap diposisi.
Kau kelihatan bersemangat.
Dia menarik juga.
Kau berani memperataruhkan nyawa Laura dengan barang palsu.
Takutnya kalau membawa yang asli malah akan dicuri.
Jangan serahkan sampai kita tahu bahwa Laura sudah aman. Ayo.
Pergilah sendiri. Aku akan mengawasi.
- Jangan lihat-lihat wanita, paham. - Tidak akan.
Nona, agama kami punya banyak keunggulan.
Akan aku pertimbangkan.
- Apa kau percaya pada Sang Pencipta? - Apa? Aku tidak punya keyakinan.
Percayalah maka orang ini akan selamat.
Laura.
Lain kali ingat untuk bayar tagihannya.
Baiklah.
Zirah Dewa?
Ada disini.
Tapi aku ingin tahu kalau dia aman.
Ini palsu.
Temanku yang membawanya, tapi kalau...
Jangan tembak dulu!
Ayo sini.
Jackie, berhenti berkelahi. Kemarilah. Disini aman.
Menjauhlah, disitu berbahaya.
Berbahaya? Ayo sini. Tembak dia, tembak.
Dia berbahaya.
Ayo.
- Ayo pergi. - Tidak, kita harus interogasi mereka.
Pergilah...
Merea dua orang China itu.
Ayo.
- Kau tidak jadi menginterogasi mereka. - Kau saja.
Sudah aku bilang bawa yang asli. Apa yang akan terjadi pada Laura sekarang?
Berhenti bicara. Itu sama sekali tidak akan membantunya.
Sekarang aku bahkan tidak bisa bicara!
Bagaimana cara kita menemukan Laura?
Seseorang akan memberitahukannya pada kita.
Hati-hati!
Awas!
Minggir!
Lihat diatas.
Duduk.
Mereka semakin dekat. Lakukan sesuatu.
- Apa itu? - Pegangan.
Tabrak dia...
Mereka datang.
Bagus, kita sudah jauh dari mereka.
- Mau apa mereka? - Mau menabrak kita.
Bagaimana sekarang?
Pegangan yang erat.
Erat?
Apa yang kau lakukan?
Kendaraan ini sesak.
Ini dirancang hanya untukku saja.
Selamat tinggal!
Silahkan duduk.
Birnya tiga.
Baik, segera diantar.
Apa? Kau mengajak kami minum bir?
Lain kali tanya kami mau pesan apa. Tidak semua orang suka minum bir.
Aku memesan tiga gelas bir hanya untukku sendiri.
900 dinar untuk tiga gelas bir.
- Ambil kembaliannya. - Terima kasih.
Ambil kembaliannya. Aku ingin menanyakan sesuatu.
Jawabanku harganya sangat mahal.
Berapa?
100 dolar untuk setiap pertanyaan.
Biasanya kemanapun aku pergi aku selalu bertanya.
Aku bertanya ini dan itu.
Akan aku jawab semua pertanyaannya.
Aku lihat beberapa orang berjubah di alun-alun.
Siapa mereka?
Para murid dari misionaris di dekat sini.
- Dimana aku bisa menemukan mereka? - Di atas bukit.
Tidak begitu cara menghabiskan uang.
Apa saja kegiatan mereka yang lainnya?
Mereka turun gunung setiap awal bulan untuk mengambil persediaan
dan membawa para gadis bersama mereka.
Gadis seperti apa?
Jangan dijawab. Ayo pergi.
- Apa kau tahu apa maksudnya tadi? - Sudah pasti, pelacur.
Kami sudah menghabiskan 100 dolar lebih.
Beritahu kami rute menuju keatas sana.
Maaf, aku tidak tahu.
Terima kasih.
- Kami akan datang lagi bulan depan. - Terima kasih. Selamat tinggal.
Ayo cepat.
Jangan.
- Kenapa kau disini? - Aku seorang pelacur.
Itu berbahaya. Apa yang akan kau lakukan setelah sampai disana?
Jangan khawatir. Kemungkinan terburuk paling kita bisa mati.
Tidak perlu sampai mati. Aku perlihatkan bagaimana caranya menjadi pelacur.
Senang sekali bertemu kalian. Ayo turun.
Ayo turun... turunlah...
- Hati-hati. - Terima kasih.
Hati-hati.
Silahkan lewat sini.
Ayo naik.
Semoga Dewa memberkati.
Berdasarkan laporan terbaru kita, lebih dari 3000 murid baru bergabung dengan kita.
Masuklah...
Suruh mereka masuk. Kali ini kita membawa lebih banyak.
Iya.
Itu artinya banyak yang percaya dengan agama kita.
Bagus...
Bagaimana dengan hasil panen?
Bunga poppy menghasilkan 3,600kg opium.
Dan bisa segera dikirimkan.
Aku capek.
Tangga tinggi ini melelahkan sekali.
Teruskan saja. Tidak usah bicara macam-macam.
Ayo cepat.
Kita juga membuat 2,500kg morfin,
700kg heroin
dan 300kg kokain.
Selain untuk kita gunakan sendiri, semua akan diekspor untuk keuangan
ataupun untuk tujuan kita.
Obat penenang baru yang kita teliti sudah berhasil dibuat.
Pak kepala, Asian Hawk dan Alan ada disini.
Agen dari banyak negara tertarik dengan itu.
- Kita harus memproduksinya secara massal. - Kau yang ambil alih.
Saat tanaman di lereng bukit mulai berproduksi
kita bisa mencukupi kebutuhan kita...
Saudara, apa laporanmu bisa dipercepat?
Laporan selesai.
Saudaraku, setelah 30 hari bekerja keras, sekali lagi hari ini adalah festival bagi kita.
Para Dewi sudah datang.
Kita harus bersyukur kepada Dewa kita.
Wahai Sang Maha Pencipta.
Terima kasih sudah menciptakan kami didunia ini
karena sudah menciptakan matahari, bulan dan bintang untuk menyinari hidup kami.
Terima kasih sudah menciptakan binatang, tanaman, segalanya
untuk melindungi kami dari kelaparan...
kesehatan dan juga sudah menciptakan sakit.
Kami juga berterima kasih sudah menciptakan dua jenis kelamin
agar kami bisa mendapatkan kenikmatan.
Terima kasih, Dewa atas rahmatmu.
Saat bersenang-senang dimulai.
Tenang!
Selamat menikmati.
May tertangkap.
Tidak usah dipikirkan. Ayo.
- Kita harus bersikap biasa. - Benar.
Biarkan saja dia mencoba jadi seorang pelacur.
Hantikan.
Apa kau tahu dimana Laura?
Jangan selalu memikirkannya.
Kau sendiri tidak memikirkan May. Sekarang...
Tidak apa-apa. Dia sekarang...
Sedang melakukan apa yang dia bisa.
Wanita memang merepotkan.
Kau itu yang merepotkan.
- Mau apa kau? - Aku akan mengusir roh jahat darimu.
Roh jahat? Aku tidak punya roh jahat.
Sekarang beritahukan pada Llama.
Bahwa Asian Hawk ada disini.
Biarkan mereka melakukan apapun. Jangan hentikan mereka. Mengerti?
Bisa bertahan berapa lama?
Tiga hari.
Selama waktu itu dia akan berada dalam kendaliku.
Bagus.
Sumpah setia sampai mati kepada Ketua.
Aku bersumpah sampai mati...
Kau harus pergi bersama Alan untuk mengambil tiga potongan Zirah Dewa.
Aku harus mengambil...
Suntikkan pada Asian Hawk untuk membuat dia setia pada kita.
Suntikkan pada Asian Hawk untuk membuat dia setia pada kita.
Mari minum untuk pertemuan kita.
Jangan minum terlalu banyak, itu sangat kuat.
Apa kau takut mabuk?
Aku tidak takut dengan anggur kuat.
Hebat, bukan? Jangan buang waktu lagi.
Apa yang kau lakukan? Aku sudah membayarmu.
Aku mau bicara.
Tidak ada yang perlu dibicarakan.
Kau memang pelacur paling cantik.
- Apa yang kau lakukan? - Aku ingin memberikanmu lebih banyak anggur.
- Siapa kau? - Aku seorang pelacur.
- Bukan, kau gadis baik-baik. - Bukan, aku seorang pelacur.
Apa yang ingin kau lakukan? Siapa kau sebenarnya?
Aku sungguh seorang pelacur, percayalah.
Ada apa?
Pak Kepala bilang gadis itu seorang mata-mata. Tidak usah dipikirkan.
- Kau janji mau membawakan aku anggur. - Iya, segera aku bawakan.
Sekarang apa?
- Tanyakan jalannya pada seseorang. - Apa?
- Tanya dia. - Siapa?
Buddha memberkati.
Ternyata mudah.
Dia mengikuti kita. Tetap tenang.
Jangan tertawa.
Dimana gadis China itu?
- Siapa? - Gadis China.
Dibawah, didalam ruangan yang dijaga.
- Apa yang kau lakukan? - Tugasmu?
Aku bertangung jawab mengawasi gudang, pembuangan sampah, kandang dan ruang bawah tanah.
Ayo kita bicarakan diranjang.
Bangun, jangan tidur. Aku tidak bisa pergi kalau kau tidur.
Bangun.
Kau mabuk ternyata.
Aku hanya bisa menghadapi dua orang.
Lalu yang satunya lagi? Kau ingin aku membujuknya?
Tanganku masih sakit.
Terserahlah.
Angkat jubahmu.
Ini untukmu.
Kekerasan? Aku menyanyi di Konser Perdamaian.
Kekerasan itu menjijikkan.
Terserahlah. Aku akan bereskan dua orang.
Jangan bicarakan soal ini saat kau pulang ke Hong Kong.
Tutup pintunya.
Hanya orang bodoh yang bergantung padamu.
Aku tidak memintamu datang tanpa apa-apa.
Dia memukulku.
Aku tidak tahu kalau ternyata itu kau.
Mereka... Apa kau baik-baik saja?
- Apa yang ingin kau ketahui? - Aku berharap kau tidak apa-apa.
Lihat, siapa tahu ada kunci.
Lihat siapa yang punya kuncinya?
Kau punya kuncinya.
Wanita terkadang hebat juga.
Bantu aku mengikat mereka.
Laura...
Aku kesulitan mencarimu kemana-mana, Laura.
Laura, itu Jackie.
Kau tidak apa-apa? Kau membuatku takut.
Aku takut.
Jangan takut. Aku akan segera membawamu keluar dari sini.
Mungkin dia mengalami shock.
Kita bicarakan nanti setelah keluar dari sini.
Segera bawa dia keluar dari sini.
Ayo cepat.
Dah...
Sampai jumpa lagi.
Terima kasih.
Besok penerbangan paling awal.
Malam ini kita bermalam disini.
Baiklah.
Lagipula, kondisi Laura sedang tidak baik untuk bepergian.
Besok pasti dia sudah tidak apa-apa.
Anggap saja rumah sendiri.
Kami masih harus menepati janji pada ayahmu.
Apa?
- Apa? - Tidak apa-apa. Tidurlah lebih cepat.
Akan aku pikirkan apa yang bisa aku lakukan.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Aku akan mengantarkan mereka.
Aku sangat berterima kasih.
Tidak usah dipikirkan.
Tidak aku sangka semudah ini.
Tentu saja, bersama denganku. Aku ini pembawa keberuntungan.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Selamat malam.
Ayo.
Aku akan mengantar mereka ke bandara Frankfurt untuk penerbangan ke Hong Kong
sebelum kembali lagi.
Apa itu perlu?
Aku harus menepati janji tapi lebih dari itu, aku memang ingin melakukannya.
Mau bermain-main jadi pelacur lagi?
Maaf. Selamat malam.
Kau ingin melihat Zirah Dewa sekarang?
Bagaimana kalau besok saja?
Aku sangat ingin melihatnya.
Baiklah...
Akan aku perlihatkan.
Kau kenapa?
- Kau bertingkah seakan-akan Laura akan diculik lagi. - Bukan apa-apa.
Lalu kenapa kau kesini?
Memangnya aku tidak boleh kesini?
Pergi dan temanilah Laura.
Dia tidak akan melakukan apa-apa.
Jadi kau datang menemuiku? Kau mau apa?
Maaf, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya.
Ada apa?
Apa kau tidak merasa aneh dengan kondisi Laura?
Itu hal yang wajar karena dia sekap begitu lama.
Bagiku dia terlihat aneh.
Dia itu memang sudah tidak muda lagi.
Dia ingin melihat Zirah Dewa sekarang. Bukankah itu mencurigakan?
Kau itu yang mencurigakan. Dia memang selalu ingin tahu.
Karena itulah dia diculik. Biarkan dia melihatnya.
Pinjam saja pada May.
Dia tadi baru saja menamparku.
Menamparmu?
Kenapa? Ceritakanlah.
Kau yakin ingin meminjamnya? Ayo, tapi kau yang harus bicara padanya.
Ketuk pintunya.
Tidak ada jawaban. Dia pasti sedang mandi atau ganti baju.
Kalau begitu kita masuk saja.
May.
- Dia tidak ada. - Tunggu sampai dia kembali.
Laura sedang menunggu. Aku akan perlihatkan padanya dan segera mengembalikannya.
Cepatlah.
Jackie, kenapa kau didepan kamarku?
Aku...
Kau berdiri didepan kamarku saat aku tidak ada. Kau mau apa?
Kau coba mengambil Zirah Dewa?
Tidak.
Cepat pergi.
Aku benci pengganggu ataupun orang yang tidak menghargai privasi orang lain.
Dengar.
Aku ingin minta maaf.
Aku tahu aku salah.
Benar begitu?
Tidak.
- Apa? - Aku mengerti aku harus jaga kata-kataku.
- Lalu? - Lalu?
lalu apa lagi?
Kenapa kau tidak menciumku?
Aku ingin, tapi...
Ada apa?
Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu.
Memperlihatkan sesuatu?
Tapi tidak bisa diperlihatkan disini.
Lalu dimana?
Ayo kekamarku. Ayo, ikut denganku sekarang.
Kenapa memperlihatkannya dikamarmu?
Nanti aku beritahu disana.
Aku pikir kau ingin memperlihatkan sesuatu padaku.
Memperlihatkan?
Aku ingin memperlihatkan beberapa foto anak-anak padamu.
Laura.
Inikah yang ingin kau perlihatkan?
May, dengarkan aku.
- Sedang apa kau disini? - Menunggumu.
Aku ingin bertemu denganmu.
Untuk apa?
Kau tidak tahu aku merindukanmu?
Jangan, Laura, jangan!
Jangan sampai Alan melihat ini.
Jangan sebut dia.
Laura, jangan.
Tunggu sebentar.
Jackie.
- Apa Laura ada disini? - Tidak.
- Bukannya dia ada dikamar? - Tidak.
- Ada orang ya? - Tidak.
Tidak?
Dasar pembohong.
Siapa itu?
May.
Jangan malu begitu.
Aku tidak ingin membuatnya malu.
Ayo kita keluar dan biarkan saja dia.
Baiklah.
Aku segera kembali.
Sejak kapan kalian?
Baru saja.
Jujur saja, tamparan itu memang pantas untukmu.
Pantas?
- Kamar mandimu? - Kamar mandiku terhubung dengan kamarnya.
Pura-pura saja kau tidak tahu saat dia keluar.
Kau dikamarnya, kau pasti sudah melihatnya.
- Aku tidak lihat apa-apa. - Jangan pura-pura.
Tidak perlu dilihat aku juga sudah tahu.
- Jadi kau tidak keberatan? - Tidak, sekarang sudah berbeda.
Itu membuat kami jadi lebih dekat.
Jadi kalian lebih dari sekedar teman, kalian saling berbagi.
- Benar, kami lebih dari sekedar teman. - Iya!
Teman.
Kalian benar-benar menjijikkan.
Kau menduhku yang tidak-tidak lagi?
Kelihatannya dia sangat terkejut.
Aku tidak melakukan apa-apa.
Biar aku yang bicara padanya.
Tidak usah. Coba lihat siapa tahu laura sudah kembali.
- Aku punya caraku sendiri. - Sudahlah.
May itu gadis baik.
- Aku tahu. - Dia cocok denganmu.
Sudah sana...
Sana.
Kau lagi?
Aku sudah mengatur pasangan untuk bercinta.
- Apa kau bilang? - Bukan kau.
Kenapa kau berkemas?
Aku tidak mau melihatmu lagi. Aku mau pergi.
- Apa yang kau lakukan? - Membantumu berkemas.
May...
Kamar ini terhubung satu sama lain? Tidak masuk akal.
Laura.
Ada apa, Jackie?
Alan dan Laura pergi membawa Zirah Dewa.
Kenapa bisa?
Aku harus kesana.
Bagaimana denganku?
Kau bantu aku menyiapkan sesuatu.
Ada apa dengan anjing-anjing itu?
Ayo periksa.
Tenanglah.
Kuang Sheng. (Kuang Sheng: Snookums/panggilan sayang)
Jangan takut.
Tidak apa-apa. Aku akan menolongmu.
- Kau tadi memanggilnya apa? - Kuang Sheng.
- Hanya dia yang memanggilku seperti itu. - Menjijikkan.
Kenapa kau lama sekali?
- Apa kau tidak tahu apa yang kau lakukan? - Aku tahu, tapi kami tidak bisa menahannya.
Untung saja kami berdua tidak apa-apa.
Aku percaya padamu.
Kalau tidak, mana mungkin dia memanggilku Kuang Sheng.
Menjijikkan. Bagaimana caranya kita keluar?
Laura dan aku akan melarikan diri. Kau coba saja melarikan diri sendiri.
- Kau yakin aku bisa melakukannya? - Aku berjanji hanya untuk membawa Laura keluar -
bukan kau.
Luar biasa, Kuang Sheng.
Jadi sekarang kau punya kesempatan untuk menyombongkan diri.
Dia selalu menuduhku karena sudah mengambil cintanya.
Kau memang hebat, aku tidak bisa keluar dari sini.
- Pergilah dan jaga Laura baik-baik. - Kau tidak perlu mengatakan hal itu padaku.
- Ayo kita pergi sebelum terlambat. - Kita tidak boleh meninggalkannya.
Laura, lupakan aku, aku memang sial.
Semoga kalian berdua beruntung.
Kenapa kau tidak menolongnya?
Sejak kecil aku punya keinginan - untuk menolong semua orang seperti yang dilakukan Yesus.
Saat aku dewasa, aku sadar bahwa seseorang memiliki kekuatan yang terbatas.
Kalau dia ikut, kita semua tidak akan bisa melarikan diri.
Benar, Laura, jangan egois.
Kung fu Jackie itu terbatas.
Jika dia juga menolongku maka kita semua akan tertangkap.
Tinggalkan aku, ikutlah dengan dia.
Tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain melihat kalian berdua bebas dan bahagia.
Sekarang pergilah.
Alan, kau begitu baik padaku. Aku tidak salah memilihmu.
Kau pergilah, aku putuskan untuk tetap disini.
Kata-katamu itu sama sekali tidak ada artinya.
Aku selalu bertanya-tanya kenapa aku bisa kehilangan Laura.
Sekarang aku sudah paham caramu.
Apapun yang terjadi, aku akan menolongmu.
Seperti kataku, kau orang paling berani.
Tapi wanita mudah terbuai dengan kata-kata manis.
- Aku harus berterima kasih padamu. - Tidak perlu. Aku tidak menolongmu dengan gratis.
Mereka meminta uang tebusan lima juta dolar.
- Paling tidak berikan setengahnya padaku. - Jangan begitu, seperti bukan dirimu saja.
Dia selalu bersikap seperti orang baik. Jadi aku terpaksa bersikap seperti penjahat.
Kau menggodaku?
Aku tidak takut.
Ingat, waspada.
Aku tahu. Ada-ada saja.
Tidak apa-apa.
Arah ini sepertinya aman.
Kalau begitu kau kearah sana.
Tidak ada bedanya.
Setelah ini kita berpisah. Aku akan mengurus para penjaga.
- Kau bagaimana? - Aku?
Lupakan aku, aku memang sial.
Tidak perlu pikirkan dia, dia tidak akan pernah berubah.
Yang ada dipikirannya hanyalah Zirah Dewa.
Setelah naik jangan tendang tangganya.
- Kenapa memberikan ini padaku? - Untuk membuat kopi.
- Pisau? Aku tidak suka kekerasan. - Pakai saja untuk bunuh diri.
Hati-hati, jalannya gelap.
Jangan khawatir.
Aku sudah biasa. Aku dibesarkan dipedesaan.
Lampur, batu dan kolam...
Ayo buka.
Tolong aku, Jackie...
Berani bicara, akan aku tusuk kau sampai mati.
Diam!
Kenapa dia ada disini?
- Cari yang seorang lagi. - Baik.
Tangkap dia.
Ayo keluar.
Aku tidak akan melawan. Jangan tarik. Jangan tarik aku...
Baik, kalian yang memancingku.
Celanaku melorot.
Jangan main-main lagi.
- Bawa Laura. - Tahan mereka disini.
- Cepat pergi. - Butuh bantuan?
tidak.
Lanjutkan...
Jackie, hati-hati!
- Aku harus segera pergi. - Pergi sana.
- Kuang Sheng! - Ayo cepat!
Selamat tinggal.
- Kejar mereka! - Baik!
Ayo.
Matikan apinya.
Tunggu, kita bertemu lagi.
Sebelah sana.
Berikan padaku.
Terbanglah...
Berikan padaku.
Menunduk!
Ada pintu dibelakangmu, cepat pergi. Jangan kembali lagi.
Tidak akan.
Saat hitungan ketiga, cepat lari. Siap, satu, dua, tiga.
Cepat pergi.
Laki-laki?
Ayo cepat.
Berpencar.
Jackie, kami benar-benar akan pergi. Hati-hati.
Disana, kejar dia.
Jangan lari.
Ada sesuatu yang tidak kau ketahui.
Aku tidak bodoh.
Siapa kau?
Tangkap dia!
- Pergilah dan tutup semua pintu keluar! - Baik.
Jadi kau adalah Asian Hawk?
Iya.
Disini adalah Eropa.
Bagi mata elang, tidak ada bedanya.
Mencuri satu potongan Zirah Dewa?
Bukan satu potong, tapi semuanya. Aku akan mengambilnya kalau kau tidak keberatan.
Apa yang membuat berani datang kemari dan mempertaruhkan nyawa?
Aku selalu mematuhi perintah Dewa-ku.
Dia menyediakan tumpangan dan penginapa untukku.
Aku tidak pernah bilang tidak padanya.
Apa nama agamamu?
Siapa nama Dewa-mu?
Agamaku adalah kekuatan.
Nama Dewa-ku adalah Uang.
Sekarang korbankanlah dirimu untuk uang.
Kau pasti akan mati.
Karena mereka semua wanita aku akan santai saja menghadapi mereka.
Jadi penyembah uang juga memiliki hati.
Mereka tidak memiliki perasaan.
Yang mereka tahu adalah jika seseorang menentang kami,
mereka akan membunuhnya.
Mempertaruhkan nyawa masih lebih baik darimu yang mencuci otak orang banyak.
Kau menyebabkan begitu banyak pertikaian dan pembunuhan. Untuk apa?
Kau hanya membuat kekacauan bagi dunia.
Jika tidak ada yang keberatan, aku akan mengambilnya.
Tidak ada yang keberatan? Jika kami semua memukuli, kau akan tamat.
Kau tid bisa menakutiku.
- Potong tubuhnya jadi dua bagian untuk persembahan. - Baik.
Dia menggertak.
Coba saja.
- Tangkap dia. - Baik.
Sudah aku duga kau hanya menggertak.
Kali ini aku akan memberikan kesempatan padamu. Yang berikutnya akan aku ledakkan.
Yang terburuk kita akan mati bersama.
Kami sudah siap untuk berkorban untuk Dewa. Bukan begitu?
Iya.
Kita lihat sehebat apa dirimu.
Kenapa rela berkorban untuk hal yang tidak penting?
Aku hanya ingin mengambil beberapa benda.
Asap kuning, disana.
- Terbangkan kesana. - Bantu aku.
Terbang lebih dekat.
Dia datang.
Jackie, bagaimana keadaanmu?
- Kau tidak apa-apa? - Aku tidak apa-apa. Pertahankan kecepatannya.
Hati-hati!
Diterjemahkan oleh Hanafi. A [Rhune1988] Barabai [H.S.T/Kal-Sel] 29/01/20
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.