Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Delivery Man"
"Sponsor Produksi: Agensi Konten Kreatif Korea"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata"
"Semua karakter, organisasi dan peristiwa"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Itu bohong, bukan?
Kamu berbohong soal memberinya 20.000 dolar.
Bagaimana kamu tahu?
Aku mati
"Satu barang"
dari kecelakaan kerja.
Itu sebabnya aku diberi ruang VIP di rumah sakit.
Ada sesuatu yang sangat ingin kulakukan untuk istriku.
Kurasa itu sebabnya aku tidak bisa pergi.
Lalu kenapa kamu melakukan itu?
Karena aku tidak bisa membiarkannya menjual taksi ini.
Dia satu-satunya penyelamatku.
Apa pun yang terjadi,
ini harus berhasil.
Taksi hantu ini.
"Perhentian taksi"
Stasiun Gangnam, pintu keluar dua.
Suyu-dong, Persimpangan Gwangsan.
Tolong ke Daerim 1-dong, 39.
Aku akan mengantarmu ke sana dengan selamat.
Aku sudah membayar semuanya.
Nenek tidak perlu mengkhawatirkan uang lagi.
Lakukan semua yang Nenek inginkan.
Astaga.
Nenek bangga kepadamu.
Dia datang.
"Delivery Man"
"Episode dua"
Aku tidak bisa memberimu 20.000 dolar, tapi hanya 2.000 dolar.
Aku punya emas batangan yang kusembunyikan.
Aku meninggal di tempat kerja hanya satu bulan setelah menikah.
Aku kesal karena
aku tidak bisa memasang bak mandi di rumah kami.
Astaga.
So Yeon bekerja sambil berdiri seharian.
Tidak ada bak mandi meski dia ingin berendam.
Aku menjalani seluruh hidupku tanpa bak mandi.
Saat itu, tidak kupasang karena harganya mahal.
Namun, kini aku menyesalinya.
Menyedihkan sekali.
Bagaimana kalau membantunya saja?
Dasar penipu.
Nenekku dan aku terancam untuk hidup di jalanan, kamu tahu?
Kamu tahu apa yang kamu injak-injak?
Kamu tidak perlu sekejam itu.
So Yeon.
So Yeon.
So Yeon.
Kumohon. Sekali ini saja.
Terserah. Aku ditipu.
Kumohon.
So Yeon.
Ayolah.
Entahlah.
Park Gu Man, yang akan kita temui sekarang
menolak memberikan pernyataan karena dia berselingkuh
di motel, dan dia bahkan berbohong.
Kudengar dia menyebabkan kebingungan dalam penyelidikan.
Ini para sopir taksi dalam daftar tersangka
yang diambil dari riwayat panggilan dan pelacakan lokasi mereka.
Choi Geun Soo, Park Gu Man, dan Kim Jin Sook.
Lift naik.
Halo, aku Detektif Baek Tae Woo dari Kantor Polisi Dongpa.
Apa?
Kami di sini untuk menyelidiki ulang kasus 12 Juli tiga bulan lalu.
Pak Seo.
Kamu mau ke mana?
Dasar penipu.
Aku bodoh karena memercayai hantu.
Apa kujual saja taksi itu?
Pak Seo.
Namun, itu tidak 100 persen bohong.
Dia punya emas batangan.
Konstruksinya tidak akan lama.
Kamu akan untung jika menerima 2.000 dolar.
Tidak bisa sempurna pada percobaan pertama.
Semua akan membaik
seiring kamu melakukannya satu per satu.
"Satu-satunya taksi hantu."
Kamu menipuku dengan itu.
Kamu tahu berapa lama aku berpikir sebelum menjual taksi itu?
Kamu tahu apa arti taksi itu
bagiku?
Aku juga tadinya berpikir dia bisa memberimu uang.
Tetap saja, sayang sekali.
Dia meninggal hanya sebulan setelah menikah.
Nenek mengejutkanku. Aku meminta Nenek mengetuk.
Kamu bicara dengan siapa?
Apa?
Sebenarnya,
aku sedang menonton sesuatu di sini. Aku baru saja mematikannya.
Begitukah?
Kamu bisa lihat pipa toiletnya?
Airnya bocor lagi.
Baiklah. Aku akan memeriksanya.
Kenapa aku bersembunyi? Lagi pula, aku tidak terlihat.
Ibu, aku juga ingin punya bak mandi.
Ibu berjanji akan membelikanmu nanti.
Janji.
Benar.
Dia manis saat masih kecil.
Kini dia hanya memedulikan uang.
Kenapa dia tidak bisa membantunya?
Sepertinya dia tidak punya penghargaan untuk nilai bagus.
Namun, dia punya dua penghargaan untuk kehadiran sempurna.
Seo Young Min.
Semua orang punya nama.
Kenapa aku tidak ingat namaku?
Aku juga penasaran
apakah aku punya keluarga, teman,
atau kekasih.
Aku melarangnya datang.
Aku juga akan membuatnya membayar uang sewa.
Hantu sialan itu.
Aku selalu berhasil melakukan resusitasi.
Sensasi itu
saat kamu menyelamatkan orang.
Kenapa dokter Kim suka pamer?
Semua pria hidup dengan harga diri seperti itu.
Pak?
- Mari kita suntik dia dahulu. - Baiklah.
Maafkan aku.
Hei! Kamu bahkan tidak bisa melakukan ini dengan baik?
Kamu...
Ini tidak bisa diterima.
Jangan lakukan ini.
Kami bisa melaporkannya atas kekerasan.
Jangan lakukan ini.
Ikut aku.
"Pusat Medis Deahun"
Kamu belum terbiasa memasang infus, bukan?
Kita memakai jarum yang lebih tebal dibandingkan departemen lain,
seperti jarum ukuran 18 atau 20.
Jadi, pastikan kamu berlatih.
Baiklah.
Jika kamu tidak punya lengan untuk berlatih,
kamu bisa berlatih dengan lengan yang tampak tidak dipakai itu.
Ayo kembali bekerja.
Ini tidak benar.
Jangan jual mobilnya. Kumohon.
Aku sungguh tidak bisa melihatnya.
Sudah cukup menyedihkan aku mati.
Tidak bisakah kamu mengabulkan permintaanku?
Baiklah. Silakan jual taksi ini.
Jual saja!
"Mobil Bekas"
Bukankah ini jalan ke rumah Byung Chul?
Kamu sungguh punya emas batangan?
Tentu saja. Aku merahasiakannya.
Kamu menyimpan uang rahasia sebulan setelah menikah?
Bukankah kamu bilang sangat mencintai istrimu?
Itu...
Hampir sepuluh tahun sejak kami bertemu.
Aku tidak memberitahunya karena ingin memberinya hadiah istimewa.
Dia akan memakainya sebagai biaya hidup kami jika aku memberitahunya.
Bagaimana kamu akan membawanya?
Aku menyembunyikannya di ponsel yang pernah kupakai.
Aku bisa segera menemukannya.
Bagaimana caramu masuk ke rumah?
Informasi adalah kunci dalam hal seperti ini.
Kamu harus berpura-pura menjadi kenalan mereka.
Ceritakan tentang istrimu.
Dari kali pertama kalian bertemu, saat kalian kencan dan menikah.
Kamu pernah menjadi penipu?
Aku tidak ingat.
Bukan itu intinya sekarang.
Beri tahu kami.
Aku mengenal So Yeon
sudah sejak lama,
tapi aku tidak tahu akan menikahinya.
Bagaimana kalian bertemu?
Aku bertemu dengannya di panti asuhan.
Aku tidak pernah mengira akan mengencaninya.
Anak-anak di panti asuhan saling mengenal dengan baik.
Aku bekerja di kafe sambil melamar pekerjaan. Secara kebetulan.
Byung Chul.
Ini So Yeon. Dia akan bekerja dengan kita.
Tidak,
kami bertemu lagi karena takdir.
Kamu harus menutupnya.
Jangan lupa.
Apa tidak masalah jika aku bersamamu
saat kamu sakit dan sedih?
Selama sepuluh tahun sejak hari itu, sampai kami menikah,
kami berdua sangat saling menyayangi.
Namun...
Aku yang jahat.
Ini bukan salahmu.
Fokus saja pada apa yang akan kamu lakukan untuk istrimu.
Kamu bilang itu alasanmu masih di sini.
Ya.
Omong-omong, kenapa aku masih di sini?
Kampung halaman Kim Byung Chul adalah Ssangmun-dong.
Kamu juniornya di SMA.
Kim Sung Joo adalah temannya
dan kamu sepupu Kim Sung Joo.
Apa kita harus melakukan ini?
Lalu bagaimana kamu akan memasuki rumah itu?
Jika pria asing mengetuk pintu dan berkata,
"Aku datang untuk melakukan konstruksi."
"Selamat datang."
"Kenapa lama sekali?"
Menurutmu dia akan bilang begitu?
Permisi.
Siapa kamu?
Halo. Aku junior Byung Chul di SMA.
Astaga.
Teman SMA-nya adalah Kim Sung Joo.
Kim Sung Joo adalah sepupumu.
Kamu kenal Sung Joo, bukan?
Aku sepupunya.
Sebelum Byung Chul meninggal...
Siapa yang akan membuka pintu jika kamu mengatakannya seperti itu?
Semua salahmu jika ini berantakan. Kamu mengerti?
Siapa sangka ini akan sangat sulit?
Lakukan sesuatu.
Astaga.
Sepupu
Sung Joo?
Kenapa kamu kemari?
Kamu baik-baik saja?
Pak Seo. Kamu menangis?
Maafkan aku.
Byung Chul
memintaku memasang bak mandi di sini
sebelum dia meninggal.
Kudengar kamu ingin punya bak mandi.
Siapa yang menduga dia akan pergi begitu tiba-tiba?
Sopir kita berbakat.
Maukah kamu
masuk?
Kamu harus masuk ke kamar kecil untuk mengambil emas batangan.
Ini dapur, kamar mandi, dan kamar kecilnya di sini.
Untuk masuk ke kamar kecil,
kamu harus menjauh dari So Yeon.
Bagaimana caranya?
Kamu menyewa tempat ini, bukan?
Ya.
Bagaimana kalau aku memintanya mencari kontrak sewa?
Aku bisa bilang kepadanya aku harus memeriksa beberapa detail.
Itu ide bagus. Kamu pintar.
Di laci bawah lemari di kamar kecil,
aku menyimpan ponsel yang kupakai sebelumnya.
Jika kamu membuka bagian belakang ponselnya...
Kontrak sewa?
Ya.
Tunggu.
Kalau begitu, aku akan mengawasinya.
Ayo ke kamar kecil.
Ayolah.
Kenapa aku tidak bisa?
Itu ada di sini.
Buka yang di atasnya.
Baiklah.
Kita masih punya waktu.
- Dia menemukannya. - Sebentar lagi.
Di sana!
Dia benar-benar menemukannya!
Astaga.
"Perjanjian Sewa"
Tidak.
Dia keluar.
Kamu menemukannya?
"Perjanjian Sewa"
Aku bersyukur kamu datang berkunjung,
tapi aku tidak punya uang.
Aku dibayar di muka.
Dia membayar di muka?
Apa ini? Kenapa tidak ada di sini?
Aku yakin menaruhnya di sini!
Astaga.
Aku bodoh karena memercayai hantu.
Sebentar! Pak Seo.
AC. Aku menyembunyikannya di dalam AC.
Kalau-kalau dia membuang ponselku, kukeluarkan dan kutaruh di sini.
Dia benar-benar menemukannya!
Kita mendapatkannya.
Emas batangan.
"Standar Emas Korea"
Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.
Kontraknya juga tampak bagus.
Aku akan memasangkanmu bak mandi yang indah.
Kamu menemukannya, bukan?
Halo?
Kompensasinya sudah diproses?
Baiklah.
Permisi.
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Aku baik-baik saja.
Apa ini?
Kenapa dia baik-baik saja?
Mungkin karena dia bersamaku.
Kamu pria yang romantis.
So Yeon.
Kamu baik-baik saja?
Tidak bisa begini.
Pak Seo. Kita harus segera membawanya masuk.
So Yeon, aku akan membantumu masuk.
Terima kasih.
"Pusat Medis Deahun"
Pak Seo.
Kamu bisa melakukan ini tanpa aku, bukan?
Baiklah, sampai nanti.
Kenapa aku tidak bisa masuk?
"Tim Kekerasan dan Kejahatan Satu"
Kita menuju ke rumah Kim Jin Sook yang sudah mati, bukan?
Ya. Kim Jin Sook adalah tersangka utama
berdasarkan laporan kartu kredit Kang Ji Hyun.
Namun, dia mati pada hari itu, jadi, dia dianggap tidak berkaitan.
Kamu pergi ke pemakaman dan memeriksanya sendiri, bukan?
Ya, Pak.
Ayo.
- Duduklah. - Terima kasih.
Omong-omong,
melihatmu di sini setelah sekian lama,
kamu sudah menangkap pelaku tabrak lari yang membunuh menantuku?
Maafkan aku.
Astaga, bedebah sialan itu.
Dia harus dihukum selama bertahun-tahun.
Lalu kenapa kalian di sini?
Pada hari kecelakaan Nona Kim Jin Sook,
kami dengar taksi itu diparkir di dekat Apartemen Morso.
Siapa yang mengemudikan taksi itu pulang?
Setelah kami pulang dari pemakaman,
mobil itu diparkir di halaman depan.
Jadi, kupikir kamu membawanya pulang
setelah selesai menyelidiki.
- Hubungi tim Tabrak Lari. - Baik, Pak.
Anda bilang cucu Anda mengambil alih taksi itu, bukan?
Benar.
Cucuku melalui banyak hal karena itu.
Dia bahkan berhenti belajar.
Apa ada yang aneh dengan taksi itu?
Ada yang aneh?
Cucuku mengatakan sesuatu tentang itu.
Tunggu sebentar.
Hei, Young Min.
Hei, Nenek.
Pada hari kecelakaan ibumu,
apa yang kamu bilang hilang dari taksi?
Kamera dasbor.
Kenapa, Nenek? Apa polisi datang ke rumah?
Suruh mereka bergegas.
Apa yang mereka lakukan, belum menangkap pelakunya sampai sekarang?
Nenek, nanti kutelepon lagi. Sampai jumpa.
Kamera dasbornya.
Karena itu, detektif yang bertugas saat itu
bilang akan sulit menangkap pelakunya.
Jika kamu tidak suka kopi, akan kubuatkan yang lain.
Pak, pelaku tabrak lari juga bilang mereka tidak tahu soal itu.
Kamera dasbornya hilang...
Orang yang mengambil kamera dasbor yang hilang...
Dia pasti pelakunya.
Mari kita periksa kamera pengawas.
Seoul 20B 8255.
Mari mulai dari sana.
Mari alihkan fokus kita ke pergerakan taksi.
Taksi milik mendiang Kim Jin Sook?
Kita pasti melewatkan sesuatu dari kamera pengawas
di dekat rumah Kang Ji Hyun pada hari kejadian.
Mari kita periksa lagi.
- Cepat minta datanya. - Baik, Pak.
"Rekaman kamera pengawas, 12 April, pukul 23.00, Ditemukan oleh ayah"
"Keuangan"
Kompensasimu untuk kecelakaan di tempat kerja
ditetapkan sebesar 300.000 dolar.
Itu
akhirnya diproses.
Astaga. Byung Chul.
Byung Chul! Ibumu datang!
Astaga. Byung Chul.
Sayang!
- Ibu di sini. - Sayang.
Astaga, Byung Chul!
Astaga, Byung Chul-ku.
Astaga, sayangku. Byung Chul.
Aku harus bagaimana? Byung Chul...
Tunggu. Kukira kamu yatim piatu.
Aku tidak punya ibu.
Dia meninggalkanku saat kecil. Aku bahkan tidak mengingatnya.
Permisi, tapi boleh kulihat KTP atau dokumenmu?
Kami dengar Byung Chul tidak punya orang tua.
- Ya, ini dia. - Terima kasih.
"KTP, Kim Hyun Mi"
Astaga.
Bagaimana ini bisa terjadi?
"Anak-anak: Kim Byung Chul, meninggal"
Bagaimana ini bisa terjadi kepada Byung Chul-ku?
Ini semua salahku!
Ini karena aku meninggalkan anak kecil itu.
Astaga, Byung Chul! Byung Chul-ku sayang.
Astaga, anakku yang malang.
Kenapa Ibu datang sekarang?
Ibu menelantarkannya saat dia masih kecil.
Tidak. Bukan begitu.
Aku tidak menelantarkannya.
Aku di penjara saat itu.
Di penjara?
Aku pergi ke pedesaan untuk menangkap orang-orang
yang mencuri uang Byung Chul dan aku...
"Rekening deposito dan penarikan, Cintaku untuk Byung Chul"
Apa ini?
Ini cintaku.
Seorang ibu yang meninggalkan putranya
tidak punya apa pun yang ingin dia makan
atau lakukan sendiri.
Aku merasa sangat bersalah.
Aku merasa sangat bersalah setiap kali merasa seperti itu,
aku menaruh semua uangku di rekening ini.
Itu...
"Kim Hyun Mi, Bank Joosung"
Aku memberikan itu kepada ibuku saat masih kecil.
Benarkah itu Ibu?
Aku berniat memberimu sebanyak mungkin
saat kalian menikah dan punya anak.
Bagaimana bisa dia mati sia-sia seperti ini?
Astaga, Byung Chul! Anakku.
Anakku yang malang. Apa yang harus kulakukan?
Byung Chul-ku yang malang. Apa yang harus kulakukan?
Maafkan ibu.
Maafkan ibu, Byung Chul.
Jadi, begitu?
Astaga, ini sangat menyebalkan.
Kenapa aku tidak bisa menjauh dari taksi ini?
Namun, ini menarik.
Pak Seo!
Apa yang terjadi?
"Pusat Medis Deahun"
Siapa itu?
Aku terlambat mendapat kabar, jadi, aku langsung ke rumah sakit.
Aku bahkan belum pernah ke rumah abu Byung Chul.
Kamu tidak mau ikut denganku?
Ayo pergi bersama.
Ya.
Pak Seo. Katakan kamu akan mengantar mereka.
So Yeon, aku akan mengantarmu.
Ibu kandungnya? Astaga.
Tunggu. Jadi, dia tidak menelantarkannya?
Aku tidak tahu dia punya kisah sedih.
"Rekening deposito dan penarikan, Cintaku untuk Byung Chul"
Akan menyenangkan jika dia datang
saat Byung Chul masih hidup.
Aku tidak pernah melihat Byung Chul makan kiwi dalam hidupnya.
Apa maksudmu?
Byung Chul dahulu suka kiwi.
Aku alergi kiwi.
Astaga.
Aku kasihan kepadamu.
Jika baru sebulan sejak kalian menikah,
kalian pasti mendaftarkan pernikahan kalian belum lama ini.
Kami masih
belum mendaftarkan pernikahan kami.
Kenapa belum?
Karena langganan apartemen.
Kami ingin memperpanjang periode tunjangan
untuk pengantin baru.
Kamu bahkan belum mendaftarkan pernikahanmu.
Kamu masih muda. Kamu harus memulai awal yang baru.
Aku tidak tahu sekarang.
Aku merasa Byung Chul masih akan pulang di malam hari.
Aku sangat merindukannya. Sulit untuk menahannya.
Aku menyingkirkan semua pakaiannya
dan barang-barangnya.
Ya, Pak Kim.
Apa?
Ibu Byung Chul akan mendapatkan semua kompensasi?
Apa maksudnya, So Yeon?
Dia menelepon rumah sakit.
Dia bilang kami belum mendaftarkan pernikahan kami.
Asuransi pribadi, kompensasi kecelakaan di tempat kerja,
dan kompensasi perusahaan harus diberikan ke kerabat sah terdekat.
Namun, uang yang diberikan pemerintah
juga mengakui pernikahan terbuka.
Tunggu. Apa itu tadi?
Kenapa aku tahu?
Ibu menelepon rumah sakit?
Kenapa kamu tidak mendaftarkan pernikahanmu lebih awal?
Apa?
Aku mengalami masalah keuangan.
Rasanya seperti Byung Chul memberiku hadiah terakhir.
Jangan khawatir.
Setelah semuanya beres, aku juga akan memberimu banyak uang.
Sayang, ayo.
Jika dia mau melakukan ini, seharusnya dia tidak datang!
Astaga, kamu sangat menghayati peranmu.
Apa kisah penjara itu benar?
Hyun Mi dan aku teman satu sel.
Aku mendengar kisah sedih itu bertahun-tahun sampai aku muak.
Omong-omong, kamu tahu berapa nilai proyek ini.
Beraninya kamu mengoceh seperti itu?
Jika ini berantakan, tamatlah riwayat kita.
Ingat itu.
Kita sudah sampai, So Yeon.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan.
Terima kasih.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Wanita yang dia cintai 10 tahun tidak mendapat sepeser pun,
tapi ibu yang meninggalkan putranya mengambil semua uangnya.
Astaga, apa ini masuk akal?
"Silakan hubungi nomor di bawah"
Apa itu?
"Mencari saksi"
Omong-omong,
apa menurutmu wanita itu benar-benar ibu kandungnya?
Maksudmu dia penipu?
Kenapa?
Dia bahkan membawa buku tabungan dengan uang tabungannya sejak kecil.
Aku juga punya alergi kiwi.
Saat aku kesakitan karena itu, ibuku dahulu sangat khawatir.
Orang tua tidak pernah lupa anak mereka sakit
atau makanan apa yang tidak bisa mereka makan.
Mereka tidak bisa melupakannya.
Selain itu,
seseorang yang kehilangan anggota keluarga tidak suka kompensasi itu.
Rasanya seperti kamu dibayar untuk hidup orang yang kamu cintai.
Aku mengalami masalah keuangan.
Rasanya seperti Byung Chul memberiku hadiah terakhir.
Kamu tidak bisa mengatakan hal seperti itu.
Serta pikirkanlah. Buku tabungan itu.
Jika kamu beri 30.000 dolar, dapat 300.000 dolar, itu untung besar.
Kamu benar.
Omong-omong, kamu pasti sangat dekat dengan ibumu.
Apa?
Itu sebabnya kamu bisa menangkap detail kecil semacam itu.
Aku tidak melihat ibumu.
Dia sudah meninggal.
Dalam kecelakaan tabrak lari motor.
Itu sebabnya kamu memasang spanduk itu.
Ini sudah tiga bulan,
tapi polisi bahkan belum menentukan tersangka.
Aku yakin kamu akan menemukan pelakunya.
Pasti.
Kalau begitu, bagaimana jika kita menyelidiki
kasus ini?
Kita bisa menenangkan jiwa mereka yang menjadi korban.
So Ri, bisa carikan aku alamat dari rumah sakit?
Seorang ibu palsu berpura-pura menjadi ibu sungguhan.
Jika ibu kandungnya tidak terlibat,
itu artinya
dia risiko nomor satu.
Dia harus menutupi kejahatannya.
Namun, semua kejahatan
meninggalkan jejak.
Namun, bagaimana aku tahu ini?
Benar, bukan?
Itu buku tentang penyelidikan kejahatan.
Mungkin aku suka menyelidiki buku.
Benar.
Kurasa begitu.
Ini menarik.
Kurasa tidak ada orang di sini.
"Kim Byung Chul, lahir 21 Agustus 1986"
Tunggu sebentar.
Sepertinya sudah dirampok.
Benar.
Pak Seo, ambil itu.
Mungkinkah dia...
Ibu kandung Byung Chul?
Aku tidak bisa membayangkan wajahnya.
Namun,
bekas luka itu.
"Panti Asuhan Langit Cerah"
Ibuku punya bekas luka di tangannya.
Bu.
Ini mungkin menyinggungmu,
tapi aku terus mencurigai ibu Byung Chul.
Apa maksudmu?
Ibu macam apa yang membawa makanan yang tidak bisa dimakan anaknya?
Byung Chul alergi kiwi.
Serta
aku juga ingat apa yang kudengar saat minum dengannya.
Dia bilang, dalam perjalanan ke panti asuhan,
dia ingat melihat bekas luka di tangan ibunya.
Benarkah?
Namun, tangannya...
Tertutup sarung tangan, jadi, kamu tidak bisa memeriksanya.
Jika...
Jika dia bukan ibu kandungnya,
Byung Chul tidak akan ingin kamu menyerah semudah itu.
Dia benar, So Yeon.
Bahkan ibu kandungnya tidak pantas menerima uang itu
karena menelantarkannya.
Namun, ibu palsu?
Itu tidak adil.
Jika itu benar,
aku senang Byung Chul tidak di sini.
Aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya dia jika melalui ini.
So Yeon.
Mari kita cari tahu apa yang bisa kita lakukan
untuk Byung Chul.
Katamu kamu kenal kepala tim keuangan rumah sakit.
Ya.
Ada cara
kita bisa memastikan bekas luka dan identitasnya.
Bagaimana?
"Pusat Medis Deahun"
"Bantuan Pemeriksaan Medis"
Kenapa kalian semua kemari?
"Keuangan"
Ini mendadak sekali.
Kami hanya butuh tanda tangan. Siapa yang meminta sidik jari zaman ini?
Maafkan aku, Bu.
Hanya ini sangat mendesak. Aku butuh sidik jari Anda.
"Korban: Kim Byung Chul"
"Penerima: Kim Hyun Mi, Ibu"
"Tanda tangan"
Dia punya bekas luka.
Namun, ada di tangan kirinya.
Dia memegang tanganku dengan tangan kanannya.
Dokumennya akan siap dengan cap jempol Anda.
Ada apa denganmu?
Seseorang harus tanda tangan dengan cap jempol kanan.
Benar, bukan?
Ya. Tolong gunakan ibu jari kanan Anda.
Baiklah.
Bu.
Apa yang harus kita lakukan?
Tidak ada sidik jari.
Aku sudah bekerja keras seumur hidupku
sampai kehilangan sidik jariku.
Sungguh hidup yang menyedihkan.
Kita tidak bisa memastikannya seperti ini.
Situasi apa ini?
Perasaanku saja atau ini aneh?
Jangan bilang kamu yang menyuruhnya.
Kamu mau mendapatkan
sidik jariku dan membandingkannya dengan KTP-ku?
Tidak, itu...
Apa ini karena uang?
Itukah alasanmu melakukan ini?
Apa hubunganmu dengannya?
Kalian selalu bersama.
Kamu sudah menemukan pria baru
tidak lama setelah suamimu meninggal?
Apa maksud Anda?
Menurutmu apa maksudku?
Kalian berdua bekerja sama untuk menjebakku!
Ya.
Aku agak curiga.
Setidaknya aku
ingin memeriksanya.
Kenapa kamu
tidak meminta tes DNA?
Kamu sudah mengkremasinya dan membersihkan barang-barangnya.
Jadi, kamu tidak punya DNA-nya lagi, bukan?
Bu, saat Anda tidak sadarkan diri,
hasil tes darah Anda positif untuk kehamilan.
Apa?
Anda hamil.
Sudah tiga bulan. Anda tidak tahu?
Pastikan untuk beristirahat,
dan berkonsultasi dengan ginekolog sebelum Anda pergi.
Namun, aku subfertil.
Mereka bilang aku tidak akan bisa punya anak.
Sama seperti kemalangan yang datang tanpa peringatan,
keajaiban juga bisa terjadi saat Anda tidak menduganya.
Jika aku hamil, bukankah aku akan bisa
melakukan tes DNA dengan gen janinnya?
Tidak.
Sesuai Hukum Bioetika, tes pada janin
dilarang di Korea.
Kamu harus meminta laboratorium di luar negeri,
tapi itu bisa berisiko bagi janinnya.
Ini memengaruhi anakmu, jadi...
Kalau begitu, aku tidak mau.
Hei!
Apa hubungan kalian?
Hamil?
Maksudmu itu anak Byung Chul?
Apa yang kalian rencanakan?
Itu bukan anak Byung Chul, bukan?
- Kamu mau ke mana? - Jangan melangkah lagi.
Aku tahu Anda palsu.
Aku akan mengungkap kebenarannya.
Omong kosong apa ini?
Aku Kim Hyun Mi.
Aku ibu Byung Chul!
Aku tidak butuh kompensasi.
Aku juga tidak mau berurusan dengannya.
Aku tidak bisa membahayakan anakku.
Apa ini akhirnya?
Fakta bahwa dia punya bekas luka di kedua tangan
membuktikan bahwa dia palsu.
Seorang penipu mampu melakukan apa pun.
Benarkah tidak ada yang bisa kita lakukan?
Dalam dua hari, penipu itu akan mengambil semua uangnya.
Kita harus
terus melakukan pekerjaan kita.
- Apa? - Byung Chul meminta kita
untuk merenovasi bak mandi.
Setidaknya ada yang bisa kita lakukan untuknya.
Aku senang memilikimu.
Kenapa?
Siapa yang mau mendengarkan cerita kami dan membantu kami?
Kamu bilang melakukannya demi uang,
tapi aku tetap berterima kasih.
Omong-omong,
kenapa kamu ada di kamarku sekarang?
Tidak tahu.
Kurasa kita cukup dekat.
Kita bukan teman daring.
Kita membuka pintu ke rumah dan kamar kita.
Membuka apa?
Pergi dari sini.
Baiklah.
Masuklah.
Satu orang akan memasang bak mandi, dan satu lagi akan melepasnya.
Kami akan tepat dan cepat,
jadi, kamu bisa mengandalkan kami.
Aku pernah bekerja di industri desain interior.
Siapa sangka lisensi itu bisa berguna?
Berhenti bicara. Masuklah.
- Halo. - Hai.
Ke mana aku harus membawanya?
- Ke sana. - Baiklah.
Berikan kepadaku.
- Kamu tidak perlu melakukan ini. - Harus.
Aku hanya menepati janjiku.
Kamu mau kopi?
Aku akan mengambilnya sendiri.
Ini akan berisik, jadi, kamu bisa menunggu di luar.
Permisi.
Aku akan membantu.
Astaga, ini berat.
Byung Chul.
Kamu tidak sedih keadaan menjadi seperti ini?
Jika So Yeon mendapatkan uang itu,
dia bisa pindah ke rumah yang lebih baik.
Namun, ada kalian semua di sini yang membantunya.
Aku sangat bersyukur.
"S-Biogene"
Kamu mendaftar untuk ini?
Ada apa?
Kamu sudah mendaftar untuk ini di rumah sakit?
Pak Seo.
Pak Seo! Kemari dan lihatlah ini.
Sayang, kamu hebat.
Ayo pergi dari sini setelah kita mendapatkan uang ini.
Apa aku
akan mendapatkan gelang emas baru?
Tentu saja! Harganya tidak seberapa
dibandingkan dengan uang yang akan kita dapatkan.
Baiklah.
Anda bisa
tanda tangan di sini.
"Formulir Penerimaan Kompensasi"
"Pusat Medis Deahun"
Sebelum menandatanganinya, lihat ini.
Apa ini?
Kamu datang untuk mengambil uangku?
Kita akan bicara setelah Anda melihatnya.
"Hasil Tes DNA"
"S-Biogene, Hasil Tes DNA"
Tes DNA Anda menunjukkan
bahwa Anda bukan ibu kandung mendiang Kim Byung Chul
karena 98,23 persen tidak cocok.
Karena itu, Anda tidak berhak menerima kompensasi ini.
Kompensasi ini akan diberikan kepada istrinya, Park So Yeon,
setelah tes yang tepat setelah dia melahirkan anaknya.
Bagaimana kamu menguji itu tanpa gennya?
Dia mendaftar untuk kartu DNA sebelum kematiannya.
- Jadi, kami menggunakan itu. - Apa?
Lalu, dari mana kamu mendapatkan DNA-ku?
Coba tebak?
Rambut yang Anda cabut saat itu.
Anda masih menyebut diri Anda manusia?
Bagaimana Anda bisa mengenalnya?
Di mana ibu kandung Byung Chul?
Anda tahu di mana dia, bukan?
Beraninya kamu menuduhku melakukan penipuan.
Aku akan melaporkan Anda ke polisi.
Aku harus memenjarakan Anda atas penipuan.
Anda tidak akan bisa lolos dari ini.
Baiklah. Hubungi polisi.
Laporkan aku ke polisi dan lakukan semuanya!
Kamu ingin memerasku dengan selembar kertas?
Lakukan saja!
Sayang, ayo pergi.
Hubungi polisi!
Kalian...
Tunggu. Ke mana mereka pergi?
Berhenti!
Pergi!
Anda baik-baik saja, Bu?
"Pusat Medis Deahun"
Aku sudah melaporkan mereka ke polisi.
Mereka ingin aku ke kantor polisi besok untuk melaporkan kasus ini.
Itu bagus.
Aku akan mengambil mobil. Tolong tunggu di sini.
Baiklah.
"Pusat Medis Deahun"
Ini berita bagus.
Pasti ini alasan Byung Chul tinggal di dunia ini.
Aku ingin menemukan alasanku suatu hari nanti.
Maksudku, alasanku masih di sini setelah mati.
Kita pasti pernah bertemu
karena suatu alasan, bukan?
Bukankah kita seperti rekan terbaik di dunia saat ini?
Momen seperti ini pantas mendapat tos.
Tidak ada yang berhasil dalam hidupku.
- Kamu baik-baik saja? - Ya.
Kenapa...
Kenapa kamu punya
ikat rambut mendiang ibuku?
"Delivery Man"
Kamu bilang taksi ini milik ibumu, bukan?
Serta aku punya ikat rambut ibumu.
Aku tidak akan pernah lolos dari taksi ini.
Taksi dan hantu. Taksi berhantu.
Aku bisa menyelesaikan masalahmu.
Kamu ingin dia pergi agar kamu dapat penumpang,
berhenti melihat hantu, dan menghasilkan uang!
Pak Seo, aku tidak enak badan.
Halo?
Gangneung?
Chuncheon?
Kenapa aku harus peduli?
Lagi pula, aku sudah muak dengan hantu itu.
Baguslah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.