All language subtitles for Waltair Veerayya 2k23 WebRip 1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bahkan sebelum aku belajar berjalan,

ibuku akan beri tahu orang lain, kelak namaku akan ada di poster film.

Ayahku membimbingku menuju tujuan itu untuk mewujudkan impian ibuku.

Aku memberi hormat kepada mereka dengan cinta. Bobby Kolli.

BINTANG BESAR

MAREDUMILLI ANDHRA PRADESH

Satu target lagi.

Satu target lagi.

Ibu!

MARKAS RAW NEW DELHI

Apa? Pendaratan darurat?

Kalian tak apa?

Kami baik, Pak.

Apa Solomon aman?

Solomon aman, Pak.

Baik, jangan khawatir. Kami akan melacak lokasimu.

Lakukan satu hal.

Tahan dia di pos polisi yang terdekat malam ini.

Akan kukirim tim bantuan besok pagi.

Hati-hati. Dia monster.

Apa ada pos polisi di dekat sini?

- Selamat pensiun, Pak Murthy. - Terima kasih, Pak.

- Pak Murthy. - Terima kasih.

Kami semua berusaha menghindari tugas jaga malam,

tetapi kau bersikeras jaga malam.

Mengapa kau sangat menyukai pekerjaan ini?

Aku akan jujur sebab ini hari terakhirku.

Silakan.

Dengkuran istriku lebih membuatku takut daripada tugas ini, Pak.

Diamlah. Dari AKBP.

- Pak? - Ada pesawat jatuh di desamu.

Pesawat jatuh?

Beberapa petugas RAW membawa penjahat internasional.

Tahan dia di kurungan malam ini.

Kurasa mereka tiba, Pak.

POS POLISI MAREDUMILLI

Pak, AKBP sudah hubungi.

Aku AKP Seethapathi.

Silakan masuk.

RUMAH MEMANGGIL

Mengapa kau meneleponku berulang kali, Sayang?

Aku sibuk bekerja.

Ayah, Ibu terpeleset saat turun tangga dan kepalanya cedera.

- Kami akan membawanya ke rumah sakit. - Apa? Aku akan ke sana. Jangan khawatir.

Ada apa, Pak?

Istriku jatuh dari tangga. Aku harus ke rumah sakit.

Pak Murthy, bisa jaga pos selama tiga jam?

Aku sudah bertugas selama 30 tahun. Tiga jam lagi tak masalah.

- Pergilah, Pak. - Terima kasih banyak, Pak Murthy.

Makan ini.

Sudahkah kau bersumpah bersedia mati saat bertugas?

Tak hanya aku. Semua yang bergabung dengan kepolisian mengambil sumpah itu.

Makanlah.

Apa pos ini punya generator?

Mengapa butuh generator padahal listrik menyala?

Sepertinya sekringnya mati. Periksalah.

Siap, Pak.

Waspada! Ayo, Semuanya.

Taruh rak di depan pintu.

Hei! Berhenti!

Selama aku masih hidup, tidak akan kubiarkan siapa pun kabur dari pos ini.

Jalan!

Aku sudah bertugas selama 30 tahun. Tiga jam lagi tak masalah.

Pergilah.

KANTOR PUSAT KEPOLISIAN

BIRO PENGENDALIAN NARKOTIKA

Solomon Caesar tinggal di Malaysia sekarang.

Dia yang memimpin mafia narkoba di sana.

Jika kau menugaskan tim khusus untukku, aku akan ke Malaysia,

menangkapnya, dan membawanya kembali ke India.

Kita harus menggantungnya di depan anggota keluarga mendiang petugas.

Kau pernah mengecewakanku dan membuat kekacauan besar.

Kau butuh tim khusus sekarang? Kau diskors.

Lihat. Kau hanya polisi jujur yang tidak pernah menerima suap.

Jangan sok pahlawan. Pergilah.

- Kakak Ipar... - Sayang!

Astaga! Balraju.

Kapan kau kemari? Apa kabarmu?

Kau banyak minum. Ada apa denganmu, Kakak Ipar?

Jika kau terus minum seperti ini, memikirkan mendiang kolegamu,

bagaimana kami?

Harus berapa lama lagi?

Sampai keadilan ditegakkan.

Aku tahu siapa yang membunuh rekan-rekanku.

Aku tahu tempat tinggalnya...

tetapi tak bisa menangkapnya.

Jika ada yang bisa menangkapnya dan membawanya ke sini,

aku akan menghentikan semua ini.

Kakak Ipar...

Tenang saja, aku akan menangkap pria yang kau inginkan.

Karena itulah aku mendatangimu.

Aku tidak bisa melihat kakak ipar dan adikku menderita.

Aku siap membayar yang kau minta, tetapi tolong...

Anggap saja beres.

Pak!

Guru itu menolak menandatangani dokumen!

Hei, Guru! Mengapa kau ingin macam-macam dengan Pedda Reddy?

Jika kau serahkan tanahmu kepadanya, dia akan membangun pusat perbelanjaan.

Jika tidak, kau akan dicincang.

- Halo! - Bosku ingin bicara denganmu.

- Siapa? - Bos Waltair...

Sinyalnya buruk di sini.

- Waltair? - Waltair...

Bicaralah! Waltair?

Waltair Veerayya!

Pak!

Pak, sinyal di sini lemah.

Pak, tunggu sebentar.

Tunggu sebentar, Pak.

Tidak ada sinyal.

Pak...

Mengapa tidak ada sinyal?

Ada sinyal di sini.

Silakan bicara, Pak.

Lepaskan!

- Melepaskan hidupku? - Tidak.

Lepaskan guru sekolah yang kau sandera.

Akan kulepaskan, Pak.

Aku bersumpah, Pak. Aku tak tahu dia kenalanmu.

Ini dokumenmu, Pak.

Aku membuat kesalahan. Aku tak tahu kau dari Jalaripeta.

Jika Reddy mengganggumu lagi, akan kuhajar dia.

Antar Guru ke rumahnya.

Pak, kau sendiri pria keren. Mengapa sangat takut padanya?

Dialah awal epitome gaya.

Das akan membereskannya, Kakak Ipar.

Aku kini tahu siapa bos sebenarnya, yang paling ditakuti preman seperti Das.

Dia menyelamatkan kenalannya hanya dengan satu panggilan telepon.

Mengapa tak datangi dia?

Ke mana mencarinya?

Kau dengar dia.

Namanya Waltair Veerayya, dan dia tinggal di Jalaripeta.

JALARIPETA VIZAG

Mengapa mereka datang selarut ini?

Ada apa, Pak?

Di mana Pak Veerayya?

- Ada apa, Pak? - Ada masalah.

Geng berbahaya dari Bangladesh mendarat di sini untuk menyelundupkan narkoba.

Mereka juga memiliki riwayat membunuh banyak penjaga pantai

yang mencoba menghentikan mereka.

Mereka telah menangkap empat penjaga pantai sekarang.

Kita harus menolong penjaga sebelum mereka meninggalkan perairan teritorial India.

Sulit menggunakan helikopter untuk operasi pertolongan dalam badai ini.

Makanya kami datang untuk meminta bantuan Veerayya.

Ada apa, Berengsek?

Hei, Bodoh!

Satu pasukan akan datang untuk menghajarmu.

Pasukan macam apa?

Angkatan Darat? Angkatan Laut?

Angkatan Udara?

Pasukan apa maksudmu?

Pasukan besar!

Siapa dia?

Raja lautan.

Pria yang menguasai Teluk Bengal.

Api yang membara! Dia pria sejati!

Momok kejahatan, dia matahari membara!

Dia datang dengan kapal kecil! Dia bahkan tak bisa naik ke sini.

Siap, Bos.

Dia saudara Poseidon! Dia penghancur semua kekuatan jahat!

Dia seperti Pandit Wasista Yang bermeditasi di tengah kemarahan!

Dia spesialis pemenggal Kepala kekuatan jahat!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Ketinggiannya hebat.

Mau bermain?

Jika aku naik perahu dan berlayar, ombaknya akan pasang!

Begitukah?

Jika ada badai, ombaknya pasti akan naik.

Begitu aku mulai bekerja, kepalamu akan terbang bersama ketinggian ombak.

Lihat saja nanti.

Ayo.

Aku datang.

Mengapa Pak Veerayya menolak bergabung untuk pesta dan meminta kita kemari?

Mungkin dia mengadakan pesta khusus. Lihat saja nanti.

Selamat datang di pesta terbesar Pesta Bos

Angkat sarungmu, ikat kemejamu

Ikat syal di lehermu

Bos datang

Nyalakan lampu

Ganti warnanya

Naikkan volumenya

Bos datang

DJ Veerayya

Pesta di gedung klub biasa saja

Biasa saja

Pesta rumah bukan hal baru

Bukan hal baru

Pesta pantai tidak begitu seru

Tidak begitu seru

Pesta kapal pesiar tidak begitu menarik

Tidak begitu menarik

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta menghebohkan

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta menggemparkan

DJ Veerayya

Ambil botolnya

Pegang gelasnya

Tuangkan minuman

Bos datang, memompa kita semua!

Pesta di hotel tidak sepanas itu!

Tidak sepanas itu!

Pesta jalanan sangat konyol

Sangat konyol

Pesta di teras tidak punya privasi

Tidak punya privasi

Pesta griya tawang sangat mahal

Sangat mahal

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta menghebohkan

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta mendebarkan

Kau ambil drumnya

Kau ambil tongkatnya

Kau mainkan trompetnya

Bos datang, dia memompanya

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta menggelegar

Di mana pestanya, Bos?

Naiklah ke kapalku Tekan DJ untuk pesta menggelegar

DJ Veerayya

PENGADILAN TINGGI TINGKAT DISTRIK VISAKHAPATNAM

Kasus nomor 84 garis miring B, Negara melawan Waltair Veerayya.

Yang Mulia, klien saya, Veerayya, telah melakukan semua yang dia bisa

untuk membawa saksi.

Jika Anda memberi kami waktu dua pekan...

Jika Anda memberi kami waktu empat pekan,

kami akan membawa saksi ke sidang berikutnya.

Ini bukan kali pertama Anda membuat permintaan seperti itu.

Berapa banyak lagi penundaan yang Anda mau?

Yang Mulia, maaf saya terlambat hadir.

Mengapa Anda dikerumuni para penjaga pintu bak pahlawan laga muncul di acara publik?

Saya bisa bilang apa, Yang Mulia?

Saya menerima ancaman kematian karena melakukan pekerjaanku.

Siapa yang mengancam Anda?

Siapa lagi? Geng Veerayya.

Mereka melecehkan saya dalam bahasa nonparlementer, Yang Mulia.

- Kapan aku melecehkanmu? - Kau suruh anak buahmu melakukannya.

Pak Veerayya, apa Anda mengancam jaksa penuntut umum?

Pak Murthy!

Hakim Terhormat!

Saya tak mengancamnya.

Saya hanya sedikit memperingatinya.

Kami nelayan, Pak. Kami berlayar menangkap ikan.

Kami tidak tahu hal lain.

- Benar, bukan? - Ya!

Tolong jangan memercayainya, Yang Mulia. Mereka penipu yang menyamar jadi nelayan.

Kasus ini kali pertama didengar empat tahun lalu.

Tidak ada kemajuan sedikit pun sejak itu.

Alih-alih menunda kasus dan membuang waktu sidang ini,

dengan rendah hati saya meminta pengadilan membatalkan kasus ini.

Terima kasih.

Baiklah.

Ini perilaku baik.

Hei, Berengsek!

- Akan kucekik kau... - Veerayya, tenanglah.

Tenang!

Pengacara Pembela, sidang berikutnya akan diadakan pada sesi sore.

Sidang akan ditunda hanya jika jaksa setuju.

Jika tidak, saya akan menutup kasus ini.

Sidang ditunda untuk makan siang.

Dia setuju menunda sidang, tetapi dia ingin imbalan.

Berapa yang dia mau?

Dua, lima.

- Dolar, kirim dari ponselmu. - Baik. 25,000 rupe.

Jaksa menginginkan 2,5 juta, bukan 25,000 rupe.

- Dua setengah juta? - Ya.

- Berengsek... - Tolong hentikan dia.

Lintah darat! Berengsek! Kuhajar kau!

Veerayya!

Kau ingin memenangkan kasus ini, tidak?

Dari mana aku bisa tiba-tiba mendapatkan dua setengah juta?

Bos, beberapa orang kaya datang mencarimu.

Mereka menunggumu di kedai teh.

Orang kaya raya!

Jadi, aku harus ke Malaysia dan membawa Salman Khan itu ke sini.

Bukan Salman Khan atau Shah Rukh Khan. Namanya Solomon Caesar.

Itu tidak penting.

Apa ini?

Kami akan menangkapnya.

Berapa biayanya?

Akan kuberi tahu setelah membahasnya dengan penasihat keuanganku.

Silakan bahas.

Akan kami bahas asal kami diberi privasi.

Ikut aku.

- Baik, Bos. - Ayo.

Kita harus ke luar negeri. Kita akan melepaskan pendapatan tetap.

Termasuk semua pengeluaran kita, kita tagih mereka satu setengah juta.

Satu setengah juta?

Kemarilah.

Biayanya dua, lima.

- Kalian tadi membahas 1,5 juta. - Kau menguping?

Mengapa aku harus menuruti ucapannya?

Dia penasihat keuanganmu.

Aku hanya ingin tahu berapa aku bisa menagihmu.

Aku ragu mereka orang yang tepat untuk pekerjaan itu.

Dua setengah terlalu mahal.

Mari cari geng lain yang bisa melakukannya.

Kakak Ipar...

Ini uang muka setengah juta.

Luar biasa!

- Hei, Akuntan. - Ya?

Berikan setengah juta ini kepada Jaksa,

dan katakan akan kita bayar sisanya dalam sepuluh hari.

Baik.

Kalian lihat apa? Pergi dan atur perjalanan kami.

Baik.

KEBERANGKATAN INTERNASIONAL

Pengumuman terakhir sudah selesai, tetapi para nelayan belum tiba.

Mereka bukannya pergi piknik. Mereka profesional.

- Mereka punya rencana sendiri. - Baiklah.

Astaga! Lihat di sana.

Gengnya di sini. Di mana ketua gengnya?

Ini geng Veerayya.

Permisi!

Ya!

Aku datang, Bos.

Luar biasa.

Bagus.

Cukup. Coba kulihat.

- Lihat betapa hebatnya foto-foto ini! - Luar biasa.

- Orang-orang akan iri padamu. - Ayo.

Gadis asing!

Memotret lagi?

Mengapa kau berhenti tiap kali melihat gadis?

Aku tak bisa. Tinggalkan aku.

Dia kabur!

- Kau mau ke mana? - Aku takut...

Tinggalkan aku. Aku tak bisa naik pesawat.

Lepaskan aku, Kawan-Kawan. Jantungku berdebar kencang.

Veerayya, ada apa?

Kau bertingkah seperti anak kecil. Omong kosong apa ini?

Tunggu.

Veerayya, apa masalahnya?

Aku takut ketinggian sejak kecil.

Memikirkan terbang saja membuatku berdebar.

Veerayya, apa kau menderita vertigo?

Apa itu vertigo? Demam virus?

Itu seperti fobia.

Pengidap vertigo takut melihat ke bawah dari ketinggian.

Kau meminta orang seperti itu untuk menculik mafia.

- Ambil kembali uangnya. - Hentikan.

Apa tidak ada obatnya?

Ada. Aku meminumnya, tetapi tak mujarab.

Mengapa tak tambah dosisnya?

Pak Balraju ingin aku menambah dosisnya.

- Di mana? - Ini.

- Ini obatmu? - Ini tonik penambah nyaliku.

- Kini kepercayaan diriku kembali. - Ya.

Ayo.

Obatnya bekerja.

Bos, tanya mereka soal itu.

Aku suka memastikan sesuatu sebelum memulai pekerjaanku.

Akhirnya! Kakak iparku sudah menantikan momen ini.

Pak Seethapathi.

Apa di sini ada roti lapis seperti di Bangkok?

Bukan hanya roti lapis, ada piza, burger, dan semuanya.

Kakak Ipar, dia tidak meminta roti lapis yang bisa dimakan.

- Dia meminta pijatan roti lapis. - Kau benar.

Mengapa kau sangat terkejut?

Anak-anak menyukainya. Kami memercayaimu untuk mengurus kami.

Apa ini? Kita harus mengurus mereka?

Mereka harus fokus ke pekerjaan.

HOTEL CAESAR

Hebat!

Astaga!

Kita harus menghargai Pak Seethapathi karena memesan motel bagus.

Kau benar. Luar biasa.

Mereka tidak tahu perbedaan antara hotel dan motel.

Kau menempatkan mereka di hotel bintang tujuh. Apa perlu?

Itu perlu.

Hotel ini milik Solomon Caesar.

Akan mudah merencanakan langkah kita untuk melawannya asal kita tetap di sini.

Begitu, ya.

Ini kartu akses kamarmu, Pak.

- Aku? - Ya, Pak.

Kau bisa bahasa Telugu! Kau orang Telugu?

- Ya, Pak. Aku dari Guntur. - Guntur!

Orang Guntur bisa tinggal di mana saja. Bisa berkuasa di mana saja.

Terima kasih, Pak.

Kamarku di lantai dasar, bukan?

Tidak, Pak.

Di lantai 15.

Pemandangannya menakjubkan. Ada pemandangan kota yang indah.

Di atas? Kamarku?

- Mari berjabat tangan. - Dengan senang hati.

Berengsek!

- Akan kucabik-cabik kau. - Veerayya...

Aku sudah beri tahu mereka soal masalahmu.

Begitu? Namun, mereka tetap memberiku kamar di lantai 15?

- Pak... - Akan kupatahkan tanganmu.

Hanya kamar di lantai 15 yang tersedia sekarang. Harap maklum.

Apa ini? Aku tak akan menginap di motel ini.

- Ayo. - Veerayya...

Kita harus menginap di sini.

- Kau saja menginap di sini. - Tolong dengarkan...

Permisi.

Tamparan di pipiku ini

Sangat memesona

Pipi halusmu ini

Sangat lembut seperti bunga yang mekar

Tamparan di pipiku ini...

- Halo. - Halo.

Aku Athidhi, manajer humas tamu.

Aku mengerti masalahmu.

Biar kupegang tanganmu.

- Ayo. - Turuti perintahnya.

Ayo.

Kau orang Telugu?

Ya, aku dari Hyderabad.

Hebat. Orang dari Hyderabad bisa mencari nafkah di mana saja.

Bisa berkuasa di mana saja.

Kita pergi?

Ayo.

- Mari ikut. - Pergilah.

Ayo. Jangan khawatir.

- Tolong lepaskan aku. - Cepat.

Mengapa mendorongku?

Mengapa melihat ke sana?

Lihat aku.

Tatap mataku.

Tatap mataku.

Aku merasa malu.

Kumohon.

Dia memanjakan matanya.

Jika langit berubah menjadi wanita Dia akan mirip denganmu...

Hei, jangan dihentikan. Lagunya pas denganku.

Biarkan saja.

Tatap mataku.

Jika bahagia berubah menjadi gembira Itu akan merangkum suasana hatiku...

Kita sudah tiba di lantai kita.

Lagunya juga sudah berakhir.

Alangkah bagusnya jika bisa naik beberapa lantai lagi.

Akan kutunjukkan kamar kalian. Ayo.

Syukurlah dia tak minta naik lift lagi.

- Itu ide bagus. - Ayo.

Buka pintunya.

Astaga!

Hebat!

Ini ruang bersamamu.

Ini kamar tidurmu.

- Lalu, ini ruang tamumu... - Nona...

Lalu, ini ruang tamumu. Pemandangan yang terbaik.

Apa aku bisa melihatmu dari sana tiap hari?

Apa?

Mana mungkin itu pemandangan terbaik, jika aku tidak bisa melihatmu di sana?

Bagus sekali!

- Selamat menikmati. - Tentu.

- Ayo, akan kutunjukkan kamar kalian. - Nona Athidhi...

- Halo, Nona. - Ya?

Kau telah mengantarku naik. Siapa yang akan mengantarku turun?

Telepon saja, dan aku akan datang.

Berikan nomor teleponmu.

Kau bisa menelepon resepsionis.

Aku tidak tahan lagi. Nona, ayo.

Terima kasih.

Ayo.

- Dia pencemburu! - Benar.

Kami akan mengurusnya.

HOTEL CAESAR

Hei, di mana bosmu?

Permainanmu sudah berakhir, Bodoh!

- Di mana bosmu? - Dia di kamarnya.

- Permainanku sudah berakhir. - Tak mungkin.

- Pak... - Halo.

Nona Athidhi, ini tamu istimewamu.

Astaga!

Ya, Pak. Ada yang bisa kubantu?

Aku sangat lapar. Bisakah kau naik dan membawaku ke bawah?

Ya, aku segera ke sana.

Dia datang.

Kita membayar untuk hiburan dia di sini. Apa ini?

Kita keluar banyak uang untuk membawanya ke sini, tetapi dia sibuk merayu wanita.

Ada apa?

Mereka bersenang-senang dengan uang kita.

Aku tidak tahan lagi.

- Apa yang ingin kau lakukan? - Aku juga mau senang-senang.

Kami punya paket spesial di sini. Jika mau, kami pasti akan mengubahnya.

- Ambil foto sekarang. - Itu dia.

- Ambil menara kembar juga. - Luar biasa, Bos.

Ini luar biasa.

- Orang-orang menjijikkan. - Ayo berswafoto.

Siap?

- Itu dia. - Sudut atasnya luar biasa.

- Unggah ke Instagram. - Apa yang harus kutulis?

Aku menikmati Malaysia.

Apa ini?

Jangan panik. Kurasa dia memanggil seseorang ke sini.

Biarkan dia datang.

Kurasa itu dia.

Dia datang.

Dia terlihat seperti simpanse.

Ambil helmnya, Sayang.

Dia botak, Kakak Ipar.

Hai!

- Bos! - Hei, Mani!

Salam, Bos!

- Apa kabar? - Baik, Bos.

- Semua baik-baik saja? - Ya, Bos.

Hei, Pak...

- Ini Mani. Dia teman penjaraku. - Hai.

Dia mengatakannya serasa teman sekelasnya.

Bos, kau di Malaysia untuk kali pertama.

Mari bersenang-senang.

- Mari nikmati! - Itu yang mereka lakukan sejauh ini.

Kini mereka ingin bahas pekerjaan. Jangan merusaknya.

- Mereka klienku. - Begitu!

- Apa pekerjaannya, Bos? - Tidak sulit.

Kita harus menangkap seseorang di sini dan membawanya kembali ke India.

Kau tidak perlu datang sejauh ini.

Seharusnya kau meneleponku, dan aku akan mengirimnya ke India.

- Aku terluka, Bos. - Dia sangat menyayangiku.

Aku membuat ekspresi wajah sekarang.

Astaga! Kau kehilangan pesonamu. Jaga wajahmu tetap normal.

Omong-omong, Bos. Siapa nama orang itu?

Solomon.

- Solomon? - Ya.

Siapa nama lengkapnya?

Solomon Caesar.

Apa? Solomon Caesar?

Sayang, segera pesan tiket pesawat mereka ke India.

- Kita kirim mereka kembali. - Baik, Sayang.

- Ada apa ini? - Bos, akan kuberi tahu.

Ayo, Bos.

Apa kau tahu siapa yang akan kau culik?

Kau tahu siapa kakaknya?

Michael Caesar.

Bandar narkoba Malaysia.

Jangan panik. Katakan apa masalahnya.

Biar kuberi tahu tentang sebuah insiden

agar kau mengerti bagaimana reaksinya jika ada yang menyerang adiknya.

Tiga tahun lalu,

Velappan Karuppan adalah bos tiada tanding dari kartel narkoba Malaysia.

Adik iparnya, Velayudhan, awalnya menangani seluruh bisnis.

Untuk menghancurkan kerajaan narkobanya,

petugas narkoba yang baru diangkat, Khazir,

menciptakan rintangan untuk Karuppan.

Dengan memanfaatkan situasi itu,

Solomon dan Michael mulai beroperasi di area yang dikendalikan Karuppan.

Saat Karuppan mengetahuinya,

dia menculik Solomon

dan beri tahu kakaknya, Michael Caesar, untuk membayar denda 50 juta rupe.

Sepertinya dia sangat sayang adiknya. Dia membawa uangnya.

Kau pikir bisa kembali hidup-hidup dengan adikmu asal membayar uang itu?

Alasan kami menyuruhmu membawa uang bukan untuk menutup kerugian kami,

tetapi untuk membunuh kalian berdua.

Kakak Ipar!

Karuppan!

Ini kepala petugas narkoba yang membuatmu pusing.

Khazir.

Kau mendenda kami 50 juta rupe karena kami berbisnis di daerahmu,

tetapi kau kehilangan 100 juta rupe karena pria ini.

Kurasa kepala ini lebih berharga bagimu.

Karena ini kali pertama kita bertemu, ini hadiah kecil dariku.

Sekarang kau mengetahui kekuatanku. Biar kutawarkan kesepakatan.

Kau hanya bos kartel lokal di Malaysia.

Aku akan menyuplai narkobanya. Kita bisa menguasai dunia.

Kita bisa menyuplai kokaina dalam skala global.

Kesepakatannya bagus?

Kesepakatannya bagus.

Namun, dengan satu syarat.

Aku ingin hadiah balasan.

Apa maumu?

Aku mau ambil nyawa orang yang menumpahkan darah adikku.

Kau mau membunuhku?

- Karuppan? - Kakak Ipar, dia mau membunuhku!

- Kau mau membunuhku? - Karuppan...

- Katakan saja, Kakak Ipar. - Karuppan!

- Ambil saja. - Kau mau membunuhku...

Sejak hari itu, Michael memasok narkoba.

Lalu, Karuppan menjualnya di pasar internasional.

Mereka mengembangkan bisnis bersama,

tetapi tujuan Michael adalah menggantikan Karuppan

dan memasuki pasar internasional sendiri.

Kini Michael di Rusia untuk membuat kesepakatan besar.

Bos, tolong tinggalkan Malaysia sebelum dia kembali.

Aku tidak pernah kembali ke pantai tanpa menangkap ikan.

Setelah berjanji kepada mereka,

siapa pun pria ini, aku akan menangkapnya dan menyerahkannya kepada mereka.

Bersiaplah, Kawan-Kawan.

Seperti biasa, Solomon akan mengunjungi kasino Jumat ini.

Beberapa kepiting akan turun dari jok belakang.

- Kepiting? - Itu pasti bahasa kode mereka.

Lanjutkan, Veerayya.

Kakap Putih akan turun lebih dahulu dari mobil ini.

Lalu, Hiu akan turun.

Itu terdengar seperti rencana untuk menjual ikan, bukan menculik pria.

Ini merusak suasana hati dan semangatku.

Orang-orang tidak punya akal sehat.

Jika kukatakan sesuatu, mereka terluka dan kesal.

Jika diganggu di tiap tahap, aku akan kehilangan minatku dan itu ta...

Bos... Tolong tenang!

- Tenanglah. - Aku muak.

Maafkan aku.

Maaf, Veerayya.

- Apa tadi kataku? - Hiu turun dari mobil.

Sekarang, Kakap Putih akan mengikuti Hiu ke kasino.

Jika Kakap Putih masuk, akan sulit untuk menculik Hiu.

Jadi, kita harus menghentikan Kakap Putih.

Hanya kalian yang bisa menghentikan Kakap Putih.

Baik.

Hei, berhenti!

Bagaimana kau bisa menjadi polisi?

Jika menghentikannya begitu saja, dia akan menembakmu mati.

- Kau butuh rencana yang tepat. - Baik, sekali lagi.

Ini hotel mewah atau hotel murah?

- Tidak ada air panas di kamarku. - Akan kami cek.

Abdullah, periksa.

Hubungi pemilik hotel.

- Mohon... - Hei, ada apa ini?

Siapa kau? Tukang leding?

Ini hotel mewah atau hotel murah?

Tidak ada air dingin di kamarku. Panggil pemiliknya sekarang!

Kami mengalihkan perhatian Kakap Putih.

Ikan Emas dan Ikan Kepala Batu akan memasuki kasino dan duduk.

Tidak lama lagi, Hiu akan memasuki kasino.

Dia akan datang ke meja langganannya dan memesan minuman spesial.

Kau akan memesan yang sama.

Mengapa kau langsung menenggaknya?

Aku tak bisa mengendalikan diri karena itu scotch.

Sial! Tukar peran kalian.

Cukup mengasihani diri sendiri. Mulailah bekerja.

Aku menang!

Akan kugelar pesta untuk kalian semua.

- Semuanya boleh datang. - Bagus!

Cukup.

Setelah mengonsumsi miras berobat, Hiu akan merasa gelisah.

Perutnya akan mulai bertingkah.

Dia akan ke toilet.

Di toilet...

AWAS LANTAI BASAH

Hei, tak bisa menunggu?

Kau menginjaknya. Kau sudah buta?

Aku sedang bersih-bersih. Mengapa tak ke toilet lain?

Mengapa kau menatap...

Mengapa membentaknya? Ini bukan toilet umum.

Ini hotelnya. Tunjukkan respek.

Maaf, ayo coba lagi.

Kecantikanmu...

Pak, tolong jangan kemari.

Lantainya kotor. Toilet lounge sangat bersih, Pak.

- Silakan ke sana, Pak. - Hei...

Apa peranmu dalam rencana ini?

Kau hanya memandori?

Lihat di sana.

Ini rencana besarku.

Ingat satu hal, Kawan-Kawan.

Besok, jika ada yang tidak mengikuti rencana kita...

aku akan memotongnya dan menjadikannya sup.

- Tidak ada air panas di kamarku. - Akan kami cek.

Toilet lounge sangat bersih, Pak.

Pak, bolaku!

Terima kasih, Pak.

Vaishu!

Sayang!

Kau...

Vaishnavi!

Vaishnavi!

Ayo.

Kakak Ipar...

Veerayya...

Mengapa Ibu sangat kesal sejak melihat pria itu di hotel?

Bukan apa-apa, Sayang. Tidurlah.

- Cukup, Bos. - Hei!

Tolong jangan ganggu aku.

- Ibu, katakan. - Ibu sudah menyuruhmu tidur.

Astaga!

Mengapa melampiaskan kemarahanmu kepada gadis kecil?

Maaf, Ayah.

Aku kurang enak badan.

Tolong antar Vaishnavi tidur.

Ayo, Sayang. Ayo tidur.

Dia merusak rencana kita. Sekarang dia menikmati minuman.

Apa yang terjadi, Veerayya? Siapa wanita itu?

- Mengapa kau sedih? - Mungkin itu cinta lamanya.

Itu pasti menyebabkan ledakan perasaan dalam dirinya.

Dia sudah seperti adikku, Berengsek!

Jika mengomong kosong tentangnya, aku akan menggorokmu.

Tolong tenanglah.

Dia sudah seperti adikku.

Ya!

Ikut aku.

Ini rumah Solomon, Kakak Ipar.

Aku takut melihat keamanan di sini.

Kau membawaku kemari dalam kemarahan karena Veerayya meneriakimu.

Menurutmu kita bisa meninjau tempat ini?

Kita tak bisa menjalankan operasi ini tanpa Veerayya.

Seolah-olah Veerayya ahli dalam menjalankan operasi ini.

Veerayya mungkin seorang gembong di Vizag,

tetapi kutemukan gembong lokal di sini.

Namanya Thilakaratna.

Apa yang dia lihat?

Benar, dia punya sepasang mata berkuasa.

Dia bisa melihat ke dua arah sekaligus.

Jika kita memberinya info Solomon, dia akan mengurusnya.

Diam! Dia datang.

- Malinga, ikuti mobilnya. - Baik, Pak.

Hati-hati, ya?

Haruskah kita panggil Veerayya untuk berjaga-jaga?

Kau ingin merusak rencana?

Malinga, hentikan mobilnya.

Kau akan... Malinga!

Malinga!

Apa dia mau tanda tangan Solomon?

Sepertinya dia bekerja untuk Solomon.

Kita tamat.

Kau membicarakan pria bernama Thilakaratna. Telepon dia.

Dia tak menjawab teleponnya.

Kakak Ipar, maaf. Tolong hubungi Veerayya.

Sudah kubilang!

Hei, turun.

Letakkan ponselnya dan keluar dari mobil.

Dia tidak mengangkat ponselnya.

Siapa yang mengirimmu ke sini?

Kami tak paham ucapanmu, Pak.

- Telugu? - Ya, Pak.

Sebenarnya kami suka mobilmu. Kami mengikutimu untuk tahu harganya, Pak.

Berapa harga jalanannya, Pak Solomon?

Dengan asuransi.

Jadi, kau mengikutiku karena suka mobilku?

Tepat.

Kalian tidak tahu siapa aku?

Kami tidak mengenalmu, Pak.

Bubuk apa ini, Pak Solomon?

Apa itu glukosa?

Mungkin garam. Bagaimana, Kakak Ipar?

Kau sudah memanggilnya Pak Solomon.

Jangan berlebihan. Diam.

Hei! Akan kuberi dua pilihan.

Pertama, akan kucari tahu siapa kalian, lalu kubunuh.

Dua.

Akan kubunuh kalian, lalu cari tahu siapa kalian.

Pak, kedua pilihan itu akan membuat kami terbunuh.

Pilihanku biasanya seperti itu.

Pak, tolong jangan sakiti kami. Kami tidak bersalah.

Pak, aku akan memberitahumu semua yang terjadi sejauh ini.

Beri tahu dia, Kakak Ipar, atau dia akan membunuh kita.

- Beri tahu dia. - Bicara!

Pak, aku dari Hyderabad. Dia kakak iparku...

Bunuh saja.

Tembak mati mereka!

Mengapa dia berkeliaran di sini?

Apa dia bekerja sama dengan pria ini?

Sudah kubilang aku akan bicara dengan Solomon dan bersepakat dengannya.

Mengapa tak sabar?

Kau pikir aku akan mengambil keuntungan?

Kuhajar kau.

- Siapa dia? - Namanya Veeru.

Dia datang dari India. Bisnisnya sama dengan kita.

Dia ingin menyuplai obat untuk kita. Dia membawa sampel.

Aku sudah memeriksanya. Kualitasnya bagus.

- Sudah kubilang, 'kan? - Apa katamu?

Aku menyuruh kalian memasak dan mengemas kokaina.

Lalu, aku akan memasarkan produknya.

- Veeru... - Bicaralah, Pak.

Aku tak pernah dengar namanya di pasar.

- Apa maksudmu? - Abdullah.

Hei, tunggu sebentar.

Ambil foto sekarang.

Ali, aku akan mengirimkan foto sekarang.

Periksa latar belakangnya di basis data kriminalmu.

Kita harus saling percaya dalam bisnis ini.

Kita tidak boleh ada di sini jika mereka tidak memercayai kita. Ayo.

Itu lebih baik.

Baik. Kami akan mundur.

Tunggu beberapa menit.

Setelah dikonfirmasi...

akan kuputuskan ke mana harus mengirimmu.

Dia baik. Dia akan kirim kita kembali.

MENCARI...

Dia beli sampel itu dari pasar. Nyawa kita dalam bahaya.

IDENTITAS COCOK KECOCOKAN DITEMUKAN

- Bos. - Ada apa?

Dia penyelundup berbahaya.

Dia dipenjara karena menjual kokaina setara 250 juta rupe.

Dia penjahat paling terkenal di basis data kami.

Jadi, namamu ada di riwayat.

Bagus!

Solomon...

Bukan namaku yang ada dalam riwayat...

tetapi banyak riwayat dalam namaku.

Hubungi aku jika kau pikir bisa memercayaiku.

Aku menginap di hotelmu.

Nomor kamarku 154.

Sampai jumpa.

Ayo, Teman-Teman.

Jangan memeriksa latar belakangnya lagi.

Dia pria yang mandiri.

Dia juga membantu banyak orang menjadi terkenal. Mengerti?

Jika kalian bertindak bodoh lagi, akan kubenturkan kepala kalian ke dinding.

- Anak ini tak mendengarkanku, Veerayya. - Aku bersyukur dia menyelamatkan kita,

tetapi dia membohongi orang itu dan mengacaukannya.

Apa gunanya? Solomon menyuruhnya pergi.

- Kutendang kau! - Veerayya.

Aku sudah memasang perangkap untuknya saat dia coba membuat kesepakatan besar.

Butuh waktu menangkap ikan besar, bukan?

Si bodoh ini selalu panik.

Permisi.

Ya?

Ini ikan emasku.

Permisi.

Direktur kami, Solomon Caesar, mengundangmu ke pesta pribadinya.

Begitu? Terima kasih.

Selamat menikmati.

- Baik, Sayang. - Sampai nanti, dah.

Hei, Solomon!

Veeru.

Terima kasih.

Pesta ini luar biasa.

Veeru, bisakah kau mengirim banyak simpanan sekaligus?

Kau meragukannya?

Ya.

Dengan satu syarat.

Anak buahku akan datang ke India dan memeriksa kualitas produkmu.

Sepakat?

Baik.

Mengapa dia membuat kesepakatan bisnis dengannya?

Kalau begitu, ikutlah denganku ke India.

Kakak Ipar...

Aku harus ke India?

- Mustahil. - Mengapa?

Kau takut India?

Aku tidak takut pada India.

India takut padaku.

Beberapa bulan lalu,

pada suatu malam, aku ditahan di pos polisi kecil di India.

Kubantai semua orang yang ada di pos polisi malam itu.

Kakak Ipar, tenanglah.

Lupakan saja.

Nikmati pestaku.

Nikmati!

Ada apa, Pak Seethapathi?

Kau ada di pestanya. Berhenti menatapnya seperti itu.

- Kendalikan emosimu. - Dia benar.

Kita dikelilingi anak buahnya. Mereka bisa menembak mati kita.

Aku tidak peduli apa pun.

Jika punya pistol, aku akan menembaknya dari jarak dekat.

Kendalikan dirimu.

Astaga!

Apa ini, Kawan-Kawan?

Mengapa kalian membawanya seperti mengambil kepiting dari lumpur?

Dia adalah jantungku.

Rekan tersayang!

Jangan takut saat aku di sini untuk ikut campur.

Veeru.

Mereka tak boleh pergi dari sini hidup-hidup.

Diam!

Ayo, Kawan-Kawan. Pak Solomon di sana.

Jangan ampuni siapa pun. Bunuh mereka semua.

Veeru, lepaskan penutup kepalaku.

Hei, hentikan! Beraninya kau menculik Solomon.

Ayo! Mari bertarung.

Bagus!

Sial!

Lepaskan aku. Mereka kemari.

Lepaskan tanganku. Pergilah.

Anak buah Solomon datang. Ayo, Kawan-Kawan.

Lepaskan topengku.

Lepaskan penutup kepalaku!

Lepaskan penutup kepalaku.

Ayo.

Kau merusak seluruh rencana kami.

Siapa kau?

Seharusnya aku yang bertanya, Nona.

Jika kuberi tahu mereka bahwa kau yang menyerang mereka,

kalian semua pasti sudah mati sekarang.

Mengapa kalian menyerang Solomon?

Kami RAW.

Kami juga.

- Bagaimana? - Ya.

Polisi ini memberi hormat kepadanya.

Mereka pasti orang berkuasa.

Kami berupaya menangkap Solomon, tetapi dia bunuh petugas kami dan kabur.

Dia membunuh rekan-rekanmu di pos polisiku, Bu.

Aku AKP di sana.

Selain para petugasmu, dia membunuh semua rekan polisiku.

Aku ingin membawanya kembali ke India dengan cara apa pun.

Jadi, aku meminta bantuan Veerayya karena tak punya pilihan lain.

Apa kalian bodoh?

Ini kerajaannya.

Tidak mudah membawanya pergi dari sini.

Dengarkan aku, kemasi barang-barang kalian dan segera pergi.

Apa? Kami harus pergi?

Kesepakatanku bernilai dua setengah juta rupe.

Akan kudapatkan uangnya asalkan membawa dia kembali ke India.

Aku akan memberimu 25,000 rupe.

Bagikan di antara kalian dan diamlah.

Beraninya kau!

Kau tahu sedang bicara dengan siapa?

Astaga!

Itu Solomon Caesar.

Kalian semua pergilah. Bubar.

Simpan di sana.

Veeru, Sobatku.

Kau pria pemberani.

Kau juga pemberani.

Silakan duduk.

Kau lihat wajah mereka?

Itu mustahil. Mereka semua memakai topeng.

Kau belum menangkap mereka?

Kami sudah memeriksa semua rumah sakit.

Tidak ada yang dirawat karena cedera peluru.

Kurasa mereka sangat terlatih.

Seberapa pun terlatihnya mereka...

mereka tak bisa kabur dariku, Abdullah.

Lupakan saja.

Sobat...

aku ingin memberimu sesuatu.

Mintalah apa pun, akan kuberikan.

Kau tak bisa memberikannya.

Coba saja.

Kau tak akan memberikannya. Aku tahu itu.

- Jadi, aku tidak akan meminta. - Katakan saja apa maumu.

Mau ke India?

Maukah kau datang ke India bersamaku?

Apa?

Popularitasku akan meningkat asalkan kau ke India bersamaku.

Hanya dengan begitu, orang-orang akan tahu aku berbisnis

dengan orang besar seperti Solomon Caesar.

Itu akan meningkatkan profilku. Itu akan luar biasa.

Baik.

Aku akan ke India.

Solomon, tidak.

Hanya untukmu.

Selamat, Kakak Ipar. Bagus, Pak.

- Kau bisa menyekanya, Pak. - Cucilah di kamar mandi, Pak.

Lewat sini, Pak. Di sisi kanan.

Di sisi kanan.

Kita lolos.

Sial!

Solomon, kamar mandi itu untuk penggunaan pribadiku.

Tidak apa. Kita berteman sekarang.

Solomon, kau sudah selesai?

Lap tanganmu.

Ayo.

Ayo pergi sekarang.

Kurasa keran airnya.

Tak dimatikan dengan benar.

Ayo.

Veeru...

Pak?

Maaf, Pak.

Ini ruang pribadimu?

Ya, Solomon. Kau benar.

Dia manajer hotelku.

Aku merayunya.

Kau pria nakal, Bung.

Aku tak akan merusaknya.

- Nikmatilah, Bung. - Terima kasih.

Veeru, kau luar biasa.

Kau dengan mudah mencapai sesuatu yang kami pikir mustahil.

Terima kasih.

Kau sulit dipercaya.

Jika kau Sita, akulah Rama-mu

Jika kau Radha, akulah Kresna-mu

Jika kau Layla, akulah Majnun-mu

Jika kau Juliet, akulah Romeo-mu

Ayo, jatuh cinta

Keanggunan dan senyummu Akan menjadi kombinasi hebat

Ayo, jatuh cinta

Keanggunan dan senyummu Akan menjadi kombinasi hebat

Jika kau lagu, aku nadanya

Jika kau kata, aku maknanya

Jika kau hujan, aku awannya

Jika kau vina, aku senarnya

Ayo, jatuh cinta

Keanggunanmu dan senyumanku Akan menjadi kombinasi hebat

Ayo jatuh cinta

Keanggunan dan senyumanmu Akan menjadi kombinasi hebat

Jika kau merpati, aku jalakmu

Jika kau ratu, aku rajamu

Jika kau pahlawan, aku pahlawanmu

Jika kau Sridevi...

Lalu, aku apa?

Aku Chiranjeevi-nya!

Ayo jatuh cinta

Keanggunan dan senyummu Akan menjadi kombinasi hebat

Apa kau sudah tahu siapa penyerang adikku?

Bos, kurasa mereka meninggalkan kota setelah menyerang kita.

Hei, Bodoh!

Mereka datang bukan untuk membunuh adikku, tetapi untuk menangkapnya.

Mereka tidak kabur.

Sebuah geng datang dari India.

Mereka menginap di hotel kita.

Apa?

Dengarkan baik-baik.

Veerayya, sidang terakhir akan segera berlangsung.

Kasus akan ditutup jika kau tidak ada di sini.

Cepatlah kembali.

Veeru...

Bosku ingin segera bertemu denganmu.

Dewa Subrahmanya, tolong selamatkan kami.

Tolong jaga kami.

Kau pikir aku bodoh, Veeru?

Apa mudah menculikku?

Ada banyak rencana jahat di belakangku oleh orang-orang yang kupercaya.

Aku tak bisa merasakannya saat itu.

Habislah kita semua.

John!

Astaga!

Manajer humas tamuku yang menjalin hubungan denganmu.

Mereka yang menyerangku di pesta.

Rencana mereka gagal berkat campur tanganmu.

Veeru, kami hanya berusaha menemukan pria yang tertembak...

tetapi kakakku sangat cerdas dalam berpikir.

Untuk berjaga-jaga...

Untuk berjaga-jaga,

seandainya rencana mereka berhasil...

bagaimana mereka akan membawaku kembali ke India?

Aku fokus pada segala kemungkinan.

Lalu, aku tahu rencana mereka.

Mereka sudah menyewa pesawat sewaan

untuk membawaku bersama mereka.

Kakakku mendapatkan detail pemesanan mereka.

Aku menyadap semua ponsel mereka.

Aku juga tahu mereka agen RAW India.

Apa kau penasaran mengapa aku belum membunuh mereka?

Kami menemukan hal menarik dalam percakapan mereka.

Kejutan besar!

Abdullah.

Haruskah kukirim bala bantuan untuk memastikan rencananya

tidak gagal seperti sebelumnya?

Tidak perlu, Pak. Kami bertemu geng di sini.

Aku sangat yakin dengan kemampuan ketua geng.

Kali ini, mempelai pria akan datang ke India untuk bulan madunya.

Veeru, kau tahu siapa yang dipanggil mempelai pria?

Aku.

Bulan madu, maksudnya membawaku ke India.

Itu saja?

- Veeru... - Bos!

Kakakmu sedang melakukan panggilan video.

Beri tahu kami siapa ketua geng itu.

Jangan bilang kau tak akan ungkap namanya apa pun yang kami lakukan.

Jangan buat kami bosan dengan dialog itu. Katakan sesuatu yang baru.

- Enyahlah! - Tentu.

Solomon...

Kau juga.

Solomon? Apa yang terjadi?

Ketua

Ketua geng

Dia seperti petir

Dia tak akan pernah menyerah

Dia ketua geng

Ketua

Ketua geng

Cepat seperti pesawat tempur Berputar seperti badai

Satu-satunya ketua geng

Veeru!

VEERAYYA

Namanya bukan Veeru.

Namanya Veerayya.

Ya, Veerayya.

Aku Waltair Veerayya.

Aku ketua geng yang kau cari.

Kau datang untukku?

Apa ada keraguan?

Dia umpanku.

Kau mangsaku!

Apa maksudmu, Veerayya?

Ya.

Aku tak menjadi bagian dari ceritamu.

Kalian semua telah menjadi bagian dari kisahku.

Aku kemari hanya untuk mendapatkannya.

Pikirmu aku akan membiarkanmu andai kau ke luar negeri?

Aku tidak akan membiarkanmu lolos.

Kau akan datang untuk mengubur adikmu asal kubunuh dia.

Dia akan datang.

Dia akan datang untuk melihatmu mati di tanganku.

Aku pasti akan datang ke sana asal kau mati.

Ayo!

Entah laut bergolak atau tenang,

Veerayya akan selalu berekspedisi memancing.

Jika aku memukulnya dengan dayung, bahkan paus pun harus jatuh ke jaringku.

Kau akan segera diseret kembali ke India.

Untuk menjaga semangatmu sampai saat itu,

kau bisa terus melihat namaku terukir di dadamu.

Berengsek!

Hei, bereskan itu!

Api membara!

Dia pria sejati!

Dia meriam yang membakar musuh

Dia bisa mengakhiri perang Dalam waktu singkat

Dia fenomena satu orang

Juga penjelajah kesepian

Suaranya membuat musuh-musuhnya merinding

Dialah sumber dari semua kekuatan

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Bos?

Ada pria mengejarku.

Aku menuntunnya ke karnaval. Panggil anak buah.

Baik.

Dia memburu binatang buas

Dialah api yang membakar Untuk menghukum orang jahat

Dia telah mengonsumsi racun Untuk melindungi orang lain dari bahaya

Dialah trisula yang menantang iblis

Dia membunyikan lonceng kematian Untuk para penjahat

Dia duduk di atas dahan tinggi Bagai merpati merah

Dialah puncak gunung tinggi Yang tak akan pernah bisa ditaklukkan

Dia berdiri tegak di antara para pria

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Dia hujan bola api dari langit

Dia hujan bola api dari langit

Dia kekuatan tak terbatas

Dia kekuatan tak terbatas

Bagai prajurit tak terkalahkan Dia merebut wilayah

Bagai prajurit tak terkalahkan Dia merebut wilayah

Bak prajurit tangguh Dia melompat ke medan perang

Bak prajurit tangguh Dia melompat ke medan perang

Dia memiliki kualitas Dewa Siwa!

Dia membunyikan lonceng kematian!

Seethapathi!

Kematiannya mengakhiri kisahmu.

Veerayya!

Ceritaku dimulai dengan kematiannya.

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

HISTERIA MEMUAT...

Kau akan datang untuk mengubur adikmu asal kubunuh dia.

Ceritaku dimulai dengan kematiannya.

4 TAHUN LALU KADAPA

- Bunyi apa itu? - Apa yang terjadi?

GAYA MAHARAJA RAVITEJA

Untuk kali pertama, aku melihat harimau membawa domba.

Ada apa, AKP?

Apa kau kemari untuk berlutut dan memohon agar kubatalkan pemindahanmu?

Perintah pemindahan baru akan berlaku satu jam lagi.

Aku menerima keluhan terhadapmu.

Aku datang untuk menyelidikinya.

Pria mana yang berani mengeluhkanku?

Seorang pria?

Bukan, tetapi perempuan.

- Perempuan? - Ya.

Saat si kecil mencoba menyarap dengan induknya,

anak buahmu menculik induknya.

Aku menerima keluhan.

Tidak ada yang berani mempertanyakan kami bahkan saat membantai orang bagai domba.

Baiklah, aku membantai induknya untuk makan siang kami.

Tunggu sebentar. Aku akan makan dagingnya dan memberimu tulang.

Kukira ini kasus penculikan, tetapi ternyata pembunuhan.

Hei, kambing itu hanya dalih. Bunuh dia.

Belum cukup?

Pak, aku tak makan daging. Aku vegetarian.

Kau makan banyak kari domba.

Kau yang berikutnya akan dihajar habis-habisan. Lari.

Kau harus tanggung jawab pada pemerintah untuk peluru yang kau pakai.

Hei, mengapa kau ribut sekali?

Kau masih tidak memahamiku.

Aku tidak peduli apa kata orang.

Pak...

Ada apa?

Kau mau ke mana lagi?

Tampaknya harimau mengamuk di Vizag

karena tidak ada pemburu.

Selanjutnya, aku ke sana.

Hei! Ini bukan lagu keren!

Ini lagu yang sangat keren!

Hei, curahkan isi hatimu!

Bergembiralah dan bersenang-senang

Saat bos masuk pesta dengan gerakannya

Ini akan menyenangkan

Lupakan liriknya Menari saja mengikuti irama!

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Berputar saja dan menarilah

Biarkan bergema di kota

Datang, sapa, dan beri hormat Ini tempat kami

Bersiul dan naikkan desibelnya

Lupakan liriknya Menari saja mengikuti irama!

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Dia berputar dan berputar seperti ular!

Ini semua berkatmu, Saudari!

- Mengapa dia kemari? Ayo, pergi. - Bos...

Hei!

Apa?

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Ayo, Sayang!

Ayo, Sayang!

Tolong sekali lagi

Ayo! Mari menari dengan lagu ceria ini!

Kau bisa mendengar nada dering ini Di mana pun kau berada

Rock and roll

Seluruh wilayah berada di bawah kendalimu

Lupakan liriknya Menari saja mengikuti irama!

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Jangan berhenti menari, histeria memuat...

Beraninya kau memukul orang kami!

Minggir!

Tahan mereka.

- Hei! - Veerayya...

Paman, beraninya dia kemari dan menyerang rakyatku!

Mereka bukan dari wilayahmu. Mereka orang luar.

Tenanglah.

Aku kemari bukan untuk menari. Aku di sini untuk memberi peringatan.

Ada kasus narkoba terhadap orang-orang ini.

Aku datang untuk menangkap mereka.

- Siapa dia? - Ajun komisaris polisi yang baru.

Semuanya, dengar!

Semua penjahat dan preman di area ini

harus melapor ke pos polisiku besok.

Kalian mengerti?

- Aku? - Ya!

Kau juga harus datang.

- Paman, dia memanggilku ke kantornya. - Datang saja ke sana sekali.

Bos, mengapa kau tunduk pada orang ini?

Jangan tunduk pada siapa pun.

Aku akan mengurus orang ini di depan ayahnya.

Pak Sathyamurthy...

Turunlah, Pak. Mari kita minum.

Datanglah, turun dari langit ke bumi...

Hei! Jangan mencampur soda.

Ayah meminumnya tanpa campuran.

Karena inilah lever ayah bisa rusak dan meninggal.

Nak, ayah mohon. Tolong taruh karangan bunga baru di sekitar foto ayah.

Yang ini bau.

Ayah, jangan dilepas. Aku akan membeli yang baru untuk Sankranti berikutnya.

Baiklah.

Ayo, bersulang!

Makanlah.

Kau memasak semua makanan lezat ini?

Tidak, istriku yang membuatnya.

Kau sudah menikah?

Di mana menantu ayah?

Vanajakshi, kemarilah. Ayah mertuamu ingin bertemu denganmu.

Minta restunya.

- Dia datang. - Ayo, Sayang.

- Akan kuhajar dengan sepatuku. - Aku ayahmu!

Itu sebabnya aku memaafkan Ayah.

Ayah menikah dua kali.

Jadi, tidak ada yang mau memberiku izin menikahi putrinya.

Ayo, sekali lagi.

Ayahku tersayang...

Apa Ibu benar-benar meninggal,

atau Ayah bunuh?

Hei, untuk apa ayah membunuhnya?

Ibumu sangat berarti bagi ayah.

Dia meninggalkanmu dalam pengasuhan ayah dan meninggal.

Ayah tidak pulih dari kehilangan itu selama sebulan.

Itu sebabnya Ayah menikahi kasir, Saroja, sebulan setelah kematian Ibu

dan menyambutnya di rumah ini?

Mengapa mengatakannya seperti itu?

Ayah ke pasar swalayan untuk membeli susu bayimu.

Lalu, kau mulai menangis mencari ibumu.

Saroja, yang menjadi kasir di sana, memeluk dan menghiburmu.

Saat itulah ayah sadar kau butuh seorang ibu.

Meski tidak menginginkannya, ayah harus menikahinya demi dirimu.

Ayah, jika kau enggan menikahinya,

mengapa dia bisa hamil tiga bulan setelahnya?

Karena ayah butuh teman bermain.

Jadi, demi aku, Ayah membawa ibu tiri dan memberiku adik.

Ayah tidak melakukan apa pun demi kebahagiaan Ayah sendiri!

Tidak, Nak.

Ayah bukan pria biasa, tetapi pria yang sangat rela berkorban.

Dia mabuk berat sekarang.

- Aku akan pergi sekarang. - Hei, letakkan.

Beri tahu aku.

Jika Ayah sungguh menyayangiku,

mengapa aku di sekolah negeri, tetapi adikku ke sekolah swasta?

Mereka tak menginginkanmu karena kau tak begitu cerdas.

Maksud Ayah, aku bodoh?

- Ayah tidak bermaksud begitu. - Hentikan!

Berkat Ayah, adik tiriku, yang adalah putra bungsu Ayah,

telah menjadi polisi.

Kini dia memperingatiku bahwa dia akan menembakku sampai mati.

- Adikmu seorang polisi? - Ya.

Aku tahu dia akan mencapai sesuatu yang besar suatu hari nanti.

Pegang rokokku. Aku harus bicara dengan ibuku.

Ibuku sayang, Thalupulamma, lihat kasihnya untuk putranya yang lain?

Pria ini...

Hei, itu rokokku. Berikan padaku.

Merokok berbahaya bagi kesehatan.

Namun, jika ada yang macam-macam denganku, itu akan berbahaya bagi nyawanya.

Sampaikan itu kepada putra bungsu Ayah.

- Dia tak bisa melihat Ayah. - Mengapa tidak?

Dia pria baik, bukan pemabuk sepertimu.

Apa maksud Ayah?

Aku pemabuk?

Dasar berengsek! Beraninya menyebutku pemabuk!

- Akan kupatahkan... - Tidak!

Ayah?

Ayah kembali ke dalam?

PABRIK ES THALUPULAMMA TALLI

Kaala.

Veerayya telah menjadikanmu penanggung jawab pabrik esnya,

tetapi kita telah menggunakannya untuk menjalankan bisnis narkoba kita.

Tepat saat bisnis berada di puncak, AKP ini masuk ke TKP!

Aku sudah bertanya tentang dia.

Dia tak peduli dengan siapa pun.

Dia gila!

Jadi, haruskah kita duduk diam?

Sebelum dia mengincar kita, mari kita habisi dia.

Selama Veerayya memercayai kita...

dan kita terus menyimpan narkoba di balok es...

bahkan Dewa tak bisa menangkap kita.

KEPOLISIAN KOTA-1 VISAKHAPATNAM

- Paman, ada apa ini? - Diam!

Jangan suruh aku diam.

Dia memanggil kami kemari, tetapi dia bermain dengan bocah.

Apa AKP-mu tahu cara mengeja "tepat waktu"?

Kau bisa mengejanya?

Entahlah, tetapi aku datang tepat waktu.

Aku sudah memberimu pereda nyeri. Itu akan mereda.

Sagar, mereka baik-baik saja.

Mereka akan baik-baik saja dalam satu jam.

Lain kali berhati-hatilah memukul mereka.

Siapa dokter ini? Sepertinya dia suka kekerasan.

- Istri adikmu. - Apa?

Mengapa ayahnya membiarkannya menikahi pria ini?

Mereka menikah karena cinta.

Astaga!

- Apa dia dari kasta kita? - Tidak.

Dia gadis Tamil Malaysia.

Astaga!

Ibu, ayah, dan bocah Tamil.

Kedengarannya bagus.

Nithya, aku sering bilang kita punya kerabat di sini.

Pergi dan minta restunya.

Astaga! Itu dia!

Paman, kau tahu aku tak suka hal seperti itu.

Tidak apa, Bos.

Tidak apa.

- Berkati aku, Paman. - Dewa memberkatimu, Sayang.

Aku berlatih moonwalk.

- Itu bagus. Tampak sempurna. - Ya.

- Sampai jumpa, Paman. - Baiklah.

Bayinya menatapmu.

Aku pamannya.

Bocah itu bisa merasakannya meski ayahnya tidak memberitahunya.

Ini pamanmu.

- Dah. - Halo!

Bisa kita mulai?

Kami nelayan, Pak. Jangan mencurigai kami.

Kacamatamu berkilau. Apa mereknya?

Gocci.

Bukan Gocci, tetapi Gucci.

Arloji Apple, sandal Hush Puppies, dan kaus warna-warni.

Punyaku Rolex.

Ya, aku melihat Rolex itu.

Dari mana kau dapat uang untuk membeli merek eksotis itu?

Katakan kita membelinya daring dengan harga diskon.

- Daring? - Ya.

Kau pikir aku orang bodoh

yang tidak bisa membedakan antara pembelanja dan penyelundup?

Aku akan menghajar kalian semua.

Kau telah memanfaatkan pelabuhan dan laut terbuka

untuk membawa narkoba ke kota.

Itu sebabnya aku dipindahkan ke sini. Hentikan semua aktivitas kriminal ini,

atau aku harus menggunakan pistolku.

Narkoba? Di wilayahku?

Jika aku tahu siapa pun dari wilayahku yang menjajakan narkoba,

akan kubawa kepalanya ke pos polisi.

Apa maksudmu, Pak?

Kami membunuh ikan setiap hari untuk mencari nafkah.

Jadi, kami berdoa kepada Dewi Air untuk memaafkan kami.

Jangan mengecap kami sebagai penjahat, Pak.

Kau memberikan penampilan hebat seperti aktor pemenang penghargaan.

Jika kau berlebihan, aku akan mematahkan tulangmu.

Kau akan mematahkan tulangnya? Sungguh?

Kaala, minggir.

Biar kuberi tahu sekarang, aku akan berhenti menyelundupkan,

tetapi aku akan menghentikannya hanya saat jelata mampu beli miras asing

dengan harga lebih murah.

Aku akan menghentikan aktivitas ilegal

saat tiap murid miskin mendapat laptop dan iPad dengan tarif bersubsidi.

Aku akan melepaskan semua bisnisku

saat wanita kita bisa membeli tas Louis Vuitton dan Prada dengan murah.

Kami harus menyuap untuk makan, untuk tidur di ranjang...

Kami harus menyuap untuk hampir semua hal!

Kau ketua geng sejati.

Mengapa kau bicara soal menyuap?

Aku hanya bicara gamblang. Kau tidak suka?

Biar kuberi tahu sesuatu sekarang.

Menurutmu aku terlibat penyelundupan.

Menurutku aku terlibat layanan sosial.

Aku tak akan menghentikannya.

Histeria memuat.

Ya!

- Ayo. - Ayo.

Hei, Pak!

Putar wajahmu sedikit ke kiri.

Perahumu harus kembali ke pantai hanya dengan ikan dari laut.

Jika kulihat barang lain di dalamnya,

aku akan menghajar kalian.

Kau akan menghajar kami?

Banyak komisaris polisi sepertimu yang datang dan pergi,

tetapi Veerayya adalah penduduk lokal dan permanen di kota ini.

- Jangan gertak aku, atau kutembak kau. - Ayo, aku menantangmu, tembak aku.

Ayo, tembak aku.

- Tembak aku, Bung. - Veerayya, hentikan.

Selama ayah kalian masih hidup, dia ingin melihat kalian akur.

Kalian tidak perlu akrab,

tetapi berhenti bertengkar.

Veerayya, kau bisa pergi sekarang.

Katakan itu kepadanya.

Ini posnya. Pergilah.

Pelabuhan ini milikku.

Aku tidak akan mengampuninya jika dia menyentuhnya.

- Pergilah. - Baik.

Ayo, Kawan-Kawan.

Bahkan rumput hijau terbakar Jika diletakkan di antaranya

Bahkan rumput hijau terbakar...

Periksa dengan teliti.

Pak, tidak ada apa pun di sini, kecuali ikan.

Kau berharap menemukan bunga di kapal nelayan?

Kau bukan polisi pintar.

Saudaraku,

aku sudah mengirim barangnya di kapal kargo. Terimalah.

Bahkan rumput hijau pun terbakar Jika diletakkan di antaranya

Bahkan rumput hijau pun terbakar...

Dokter, kau hanya mengobati anak-anak? Bisakah mengobati pria seperti kami?

Jaga ucapanmu!

Aku tidak bicara denganmu. Mengapa kau begitu marah?

Astaga!

Kau tidak mau kami menggoda wanita di areamu, bukan?

Aku tidak mau kau menggoda wanita di area mana pun.

Masalah kita sudah cukup banyak, ayo pergi.

Dokter! Ini dari Veerayya.

Terima kasih.

Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua,

tetapi aku ingin melihat kalian akur.

Gadis ini berharga.

Sedangkan adikku bocah teng...

Tenang, Bos.

Aku tenang sekarang.

Halo, Pak.

Sudah kubilang.

Dia Inspektur Jenderal. Dia mentorku di departemen.

Dia salah satu petugas terbaikku.

Bos, AKP menyita truk kita yang berisi miras impor.

- Bocah teng... - Bos, kumohon.

Ayo kita lihat.

Ayo...

- Hei! - Apa?

Hentikan.

Veerayya kemari.

Sembunyikan semuanya.

Apa yang kau lakukan, Kaala?

Kesehatanmu akan terpengaruh jika kau terus bekerja lembur.

Kau memercayaiku dengan tanggung jawab besar.

Kau harus menjaga kesehatanmu. Ayo, mari kita minum.

- Bersulang! - Bersulang!

- Ada apa denganmu? - Ayah suka miras ini.

- Dewa Rama! - Ini rum.

Apa pun yang terjadi, ayahku masih menyayangiku.

Makanlah, Ayah.

Hei, dia terbang.

Jangan hentikan aku. Aku akan...

- Bos, tenanglah. - Hei, Kau...

Ayo.

Beraninya kau menjual narkoba.

Kau mau ke mana?

Pak!

Siapa yang memasok narkoba kepadamu?

Jawab aku.

Aku bersumpah, Pak.

Setiap minggu orang itu kemari untuk memasok persediaan.

Aku tak tahu seperti apa rupanya atau apa pekerjaannya.

Namun, di mana dia sekarang?

Aku tidak tahu, Pak.

Pak!

Hei...

Bukankah sudah kubilang kau harus datang sendiri untuk mengambil persediaan?

Dia saudara iparku.

Salam.

Dia tinggal di Hyderabad.

Dia ingin berbisnis denganmu.

Aku memercayainya.

Bukan kau, bos kami yang harus bisa memercayai dia.

Hei...

Ambil uangnya, berikan barangnya.

Itu operasi jebakan oleh Vikram Sagar. Lari dari sini.

Pak!

Maaf, Pak. Kita kehilangan mereka.

Kita tak kehilangan mereka.

Panggil anjing pemburu.

Semua pria di sini, lepaskan baju.

Mengapa, Pak?

Mengapa kau membantah?

Jika aku sampai harus bangun, aku juga akan melepas pakaian dalammu.

Lepaskan!

Hei, Kau! Majulah.

Haruskah aku memberitahumu secara terpisah?

Lepaskan bajumu.

Berhenti, Kaala!

Area ini di bawah kendaliku dan kendaraan itu juga milikku.

Turun.

- Govindh! - Pak.

Periksa nomor polisinya untuk surat tilang.

Tidak perlu. Biarkan dia duduk di sana.

Tanyakan apa masalahnya.

Tempo hari, ada pengedar narkoba melihat kami di pantai dan kabur.

Anjing polisi membawa kami ke sini.

- Saat dia kabur, adikmu... - Krishna!

Aku tak punya kakak.

Namun, aku punya banyak saudara.

Benar, bukan?

Saudara, lanjutkan.

Saat dia mencoba kabur, AKP mencakar dadanya.

Jika mereka melepas baju, kita akan tahu siapa pelakunya, 'kan?

Kumohon.

Saat mereka tak bisa menangkap pelakunya, orang tak bersalah seperti kita dituduh.

Lepaskan bajumu.

Lepaskan, Kaala.

Lepaskan.

Mengapa kau lama sekali? Lepaskan!

Lepas...

Lepaskan!

Hentikan. Mengapa kau membuatnya lebih buruk, Kaala? Lepas...

VEERAYYA

Kaala... Namaku ada di... Apa ini?

Kau menjaga kami seperti saudaramu meski kami orang asing.

Jadi, kutato namamu di dadaku.

Kau membuatku terharu.

Kau ingin menyakiti orang-orang tak berdosa.

Pak, kami menemukan bajunya di kanal ini.

Saudara, banyak barang terdampar di pantai, apa artinya itu milik kita?

Hei, diam!

Dia di sini.

Jika dia keluar, aku akan bersikap baik. Jika tidak, aku akan menahan semua orang.

Kurung kami, aku menantangmu!

Jika kau berani, coba saja.

- Mobilnya di sini. Ayo, pergi. - Ayo, Kawan.

- Polisi yang berkuasa... - Turun!

Kalian mungkin sangat rajin, tetapi Veerayya tak bersalah!

- Tak bersalah! - Tak bersalah!

Hanya diam tidak akan sukses, lepaskan bos kami!

- Lepaskan bos kami! - Lepaskan bos kami!

- Persetan dengan AKP! - Persetan dengan AKP!

- AKP... - Turun!

Lihat, ada Ashoka Chakra. Ini AKP Vikram.

Ini dia polisi hebat yang melawan Waltair Veerayya.

Hei, Bujji, begitu aku keluar, bokongmu akan meleleh.

Ada apa?

- Boleh aku berswafoto denganmu? - Ayo.

Terima kasih.

Tersenyumlah.

Pak, tak cukup hanya memenjarakan Veerayya.

Kau harus menanamkan rasa takut dalam dirinya.

Dia harus menangisi ayahnya karena pukulan kejammu.

Bangun.

Bagaimana aku bisa berakhir di sini?

Pukulan kejamnya membuatmu di sini.

Mengapa dia memukulku saat kubicarakan ayahmu?

Bangun.

Apa katamu?

Mengapa dia memukulku saat kubicarakan ayahmu?

Mengapa kalian memukulku karena membicarakan ayah kalian?

Kau belum paham? Ayah mereka sama.

Selamat Hari Ayah.

- AKP... - Turun!

Pak, aku baru dapat informasinya.

Mereka menemukan mayat pria yang kabur semalam di dekat Pantai Yarada.

Itu dia.

Orang-orang gelisah di luar.

Akan merepotkan jika media tahu. Segera bebaskan mereka.

Veerayya, kau boleh pergi.

- Ayo... - Tunggu.

AKP harus minta maaf karena memenjarakan orang tak bersalah.

- Dia harus minta maaf. - Ya.

Satu-satunya kata yang tak kusukai dalam bahasa Telugu adalah maaf.

Itu kata bahasa Inggris.

- Itu menjadi kata Telugu baru-baru ini. - Lalu, mengapa?

NANTIKAN KEPALA SHRI VIKRAM SAGAR IPS SEBAGAI PEMBICARA TAMU TOLAK NARKOBA

Hei, hati-hati!

Pemabuk, mengapa kau mengemudi seperti ini di jalan yang lebar?

- Aku sengaja. - Mengapa?

- Kukotori wajahnya karena kita dipenjara. - Siapa?

Kerjamu bagus. Bagus sekali.

Kau benar.

Berhenti.

- Baik, Bos. - Cepatlah.

Apa yang kau lakukan, Bos?

Tidak ada. Aku melempar lebih banyak lumpur ke wajahnya.

- Benarkah? Kalau begitu, kami juga ikut. - Hei, tidak boleh.

Aku bahkan tidak tahan melihat noda di wajahnya.

Bagaimana bisa kubiarkan ini? Akan kubunuh kalian semua.

Bunuh kami?

Jika sangat menyayanginya, mengapa kau melawannya?

Apa kita butuh alasan untuk bertengkar dengan adik tiri?

Saat aku kehilangan ibuku, ayahku menunjukkan kasih sayang kepadaku.

Ibunya tidak tahan dengan itu.

Makanya dia tak pernah mengizinkannya memanggilku kakak.

- Dia tak pernah memanggilmu kakak? - Tidak.

Dia pernah memanggilku sekali.

Saat itu, aku pasti setinggi ini.

Aku bermain kelereng di bawah pohon.

Dia memanjat pohon itu untuk mengambil layang-layang.

Veerayya!

- Hei, adikmu memanggilmu. - Kita lihat kapan dia memanggilku kakak.

Veerayya!

Veerayya!

Kakak!

Kakak!

Adikku!

Aku hampir jatuh, Kakak. Tolong aku.

Aku takut, Kak.

Cepat, Kak!

Kakak...

- Aku jatuh, Kak. - Aku datang, Dik.

Kakak...

Kakak!

Kakak!

Kakak!

- Kakak! - Adik...

Hati-hati!

Ibu Tiri, percayalah kepadaku.

Aku sungguh pingsan.

- Beri tahu dia... - Ibu Tiri, tolong jangan pergi.

Hentikan dramamu.

Jika sungguh memperlakukan seperti adikmu, mengapa kau tak membantunya?

Bukan begitu...

Dia merasa pusing, bukan?

Bahkan sekarang kau mengkhawatirkan putra sulungmu yang merasa pusing,

tetapi kau tidak peduli padanya yang mengalami patah tulang.

Aku tak bisa tinggal di tempat begini, ayo.

Adik, aku merasa sangat pusing.

Ibu Tiri, aku bersumpah atas nama ibuku.

Kau bersumpah atas nama mendiang ibumu, atau atas namaku karena kau mau aku mati?

Hei, diam.

Aku menikahimu agar kau bisa menjadi ibunya.

Jika kau bersikap seperti ibu tirinya, aku tidak akan menghentikanmu.

Ayo.

- Ibu Tiri, tolong jangan pergi. - Enyahlah.

Tolong beri tahu dia, Dik.

Ibu tiriku sudah biasa membentakku dan pergi dengan adik tiriku.

Dia sudah sering melakukannya, tetapi selalu kembali.

Namun, setelah itu, dia tak kembali.

Sejak itu, dia tumbuh tanpa ayah, dan aku tanpa ibu.

Veerayya, ayah di sini untukmu. Biarkan mereka pergi.

Setelah berusia 25 tahun, aku baru tahu bahwa masalahku disebut vertigo.

Aku menulis banyak surat tentang itu kepada adikku.

Aku mengirim banyak surat, tetapi tidak pernah dapat balasan.

Mengapa kalian tampak sangat muram?

Kau menangis, Bos.

Aku? Aku tidak pernah menangis. Tidak, aku...

Astaga, mataku berlinang air mata.

Apa pun itu, kasihku bertepuk sebelah tangan.

Itu dia.

Gawat, polisi datang.

Apa yang terjadi? Mengapa kalian kabur?

- Siapa itu? Ternyata dia. - Vikram, hentikan.

Vikram, bisakah kita antar dia pulang?

Dia sendirian.

Nithya!

Demi aku, Vikram, kumohon.

Lihat sarungku

Persetan dengan kerumunan

- Halo. - Ya. Siapa?

Lihat kemari.

Ya, katakan.

- Dari mana saja kau selarut ini? - Aku dari bioskop.

Di mana tiketnya?

Mereka membiarkanmu masuk setelah merobek tiketnya.

Suamimu bahkan tidak tahu itu. Pergilah.

Baiklah, masuk.

- Masuk! - Mengapa?

Baik.

Turun.

Kita sudah sampai di area kami, 'kan?

Terima kasih.

Adikku menurunkanku di sini. Ada yang melihatnya?

Aku yakin tidak ada yang lihat. Dasar pemabuk.

Ayah lihat itu?

Ayah akan turun hanya saat kubunyikan bel.

Adikku mengantarku pulang

Masa bodoh dengan mereka Yang tak melihatnya

- Hei, Yesu. - Pak!

Di mana balok esnya?

Aku mengantar pesanan ke sekolah.

Ada apa, Pak?

Mengapa kau mengirimnya ke sekolah?

Engkaulah penguasa pikiran semua orang

Penentu takdir India

Namamu membangkitkan Hati Punjab, Sindhu, Gujarat, dan Maratha

Dari Dravida dan Odisha dan Bengal

Bergema di bukit Vindhyas dan Himalaya

Berbaur dengan musik Yamuna dan Gangga Dinyanyikan oleh ombak Laut India

Kemenangan!

Kemenangan bagimu!

Jangan terburu-buru, pelan-pelan. Cukup untuk semuanya.

Cepat! Hati-hati, ayo!

Hei!

Sri!

Sri, Sayang!

Sri!

Bangun!

Apa alasan di balik kematian anak-anak itu? Apa yang terjadi?

Perawat, cepat ambil tabung oksigen.

Sagar, ini bukan keracunan makanan.

Ada jejak kokaina di tubuh anak-anak.

- Kokaina? - Ya. Itu dicampur dalam minuman mereka.

Karena dosis tinggi kokaina, anak-anak meninggal karena dehidrasi.

- Perawat, hati-hati. - Berapa banyak?

Nithya, berapa anak?

Dua puluh lima anak tewas.

Ini situasi yang sangat disayangkan.

Mereka yang bersalah harus dihukum.

Katakan apa yang kau campur di minuman itu.

Entahlah. Kami membeli es dari luar dan mencampurnya ke minuman, itu saja.

Es? Di mana kau membelinya?

Kami mendapatkannya dari pabrik es milik Veerayya, Pak.

Itu yang sebenarnya, Pak. Percayalah kepadaku.

POLISI

DISEGEL

Apa? Adikmu mengantarmu?

Ya. Aku bersumpah. Aku berkata jujur. Adikku mengantarku ke sini.

Bukankah sudah kubilang jangan mengganti merek minumanmu?

Kau melakukannya, dan kini, itu memberimu efek samping.

- Benar! - Katakan.

Balok es dikirim ke sekolah, dua puluh lima anak tewas.

Menurutmu begitu?

Hanya Kaala yang bisa memastikan kebenarannya.

Katakan padanya, Kaala.

Mengapa dia pergi?

Ada apa dengannya?

Vikram Sagar akan datang menangkap Veerayya.

Jangan ada di dekatnya.

Mengapa Kaala pergi seperti itu?

Hei, Kaala...

Ada apa, Paman? Mengapa datang dengan seluruh batalion?

Apa dia mengkhawatirkanku?

Mengapa kau sering datang?

Hei, mereka menemukan narkoba di pabrik esmu.

Apa maksudmu, Paman?

- Tidak. - Ya.

Dua puluh lima anak tewas karena es terkontaminasi dari pabrikmu.

Anak-anak tewas?

- Tidak, pasti ada kesalahan. - Mengapa kau bicara dengannya?

Kau mau masuk ke mobil, atau aku harus menyeretmu?

Mau kuseret...

- Polisi yang berkuasa... - Turun!

Jalan.

- Polisi yang berkuasa... - Turun!

Minggir!

Warga Vizag menuntut hukuman mati untuk Veerayya

yang bertanggung jawab atas kematian anak-anak.

Veerayya bertanggung jawab atas kematian anak-anak.

Jadi, mereka menuntut ingin menggantungnya.

Hei, Kaala...

Mereka menemukan narkoba di pabrik esmu.

Ini pabrik esmu, aku harus mengurusnya, 'kan?

VEERAYYA

Paman, apa kau menemukan sesuatu tentang Kaala?

Adikku terus memberitahuku, Paman.

Bahwa terjadi sesuatu di daerahku.

Aku pura-pura tuli.

Biar kutangkap dia, dan kubuat dia mengaku.

Aku tidak akan mengampuninya di mana pun dia berada.

Ini saatnya mengakhiri bisnis kita di India.

Aku akan ke Malaysia.

Buat pengaturannya.

Lalu, barang-barang kita?

Hei, kau pikir aku akan meninggalkan barang bernilai miliaran rupe?

Ada di ruang bukti, dan aku akan mengambilnya.

KANTOR KOMISARIS POLISI KOTA VISAKHAPATNAM

Dengan ini, polisi mengonfirmasi bahwa warga Jalaripeta

telah merampok narkoba yang disimpan polisi sebagai bukti.

Banyak yang bilang inilah contoh jelas kelalaian polisi.

Apa yang kalian lakukan?

Kalian datang untuk bilang Jalaripeta menghapus semua bukti?

Memalukan!

Fokus media nasional ada pada kita.

Kita tak bisa menghadirkan Veerayya di pengadilan tanpa bukti, Pak.

Dia akan bebas dengan mudah.

Kau benar.

Asalkan rakyat tak boleh kehilangan kepercayaan pada kita, ada satu pilihan.

Menemui Veerayya.

- Bagaimana, Vikram? - Apa yang akan kukatakan, Pak?

Dia bertanggung jawab atas kematian 25 anak.

Itu keputusanmu, Pak.

Karena Vikram saudara Veerayya,

aku akan menangani pertemuan ini.

- Siapa kau? - Diam!

Lepaskan topengnya.

Kaala! Kau?

Teganya kau menusuk saudara kita dari belakang.

Itu masalahmu? Akan kutusuk dia dari depan.

Apa kau tahu nilai barang yang diambil orang-orangmu? Miliaran rupe.

Katakan di mana barangnya.

Hei, di mana Vikram?

Paman, dia AKP. Tunjukkan rasa hormat.

Mengapa aku harus menghormatinya?

Apa dia ingin dapat medali karena melawan kakaknya sendiri?

- Di mana pistolku? Di mana? - Paman!

- Hei! - Jangan dikeluarkan.

Bagaimana jika dia tak peduli? Aku akan menyelamatkan Veerayya.

Paman!

Jangan buka pintunya. Tolong dengarkan aku.

Ada apa, Paman? Apa yang terjadi?

Jika kau di sini, lalu siapa yang ada di sana?

Apa maksudmu?

Ya, dia tahu kau tidak ada kaitannya dengan kasus ini.

Jadi, dia pergi menggantikanmu.

Selama aku di sini, bahkan Dewa Kematian tidak bisa menyentuh kakakku.

Jangan saling membunuh.

Katakan saja di mana barang-barangku. Aku akan mengambilnya dan pergi.

Hei! Bukan warga Jalaripeta yang mengambil barangmu dari ruang bukti,

tetapi aku.

Kupasang perangkap untuk menangkap tikus, tetapi lihat dirimu!

Pak, tolong bawa orang-orangku dari sini.

Aku akan lihat siapa yang akan melawanku.

Tidak ada pilihan. Kau harus antar kami ke tempat barang-barang kami. Bunuh dia!

Ayo, aku akan memainkan pukulan kematian di dada kalian.

Jangan hentikan aku, Paman. Adikku sendirian di sana. Aku harus pergi.

Mengapa kau di sini? Kurung dia!

Pak, beri aku 30 menit saja. Aku pasti akan kembali.

Kumohon.

Beri tahu dia, Paman. Pak, beri aku 30 menit.

AKP dalam bahaya, Pak.

Hei!

Dia akan mengatakan yang sebenarnya setelah aku menghabisimu.

Hei, Kaala!

Nilai barangku miliaran rupe. Hidupnya lebih berharga bagimu. Akan kubunuh dia...

Lehermu akan menyentuh tanah jika berani menyakitinya.

Apa yang masih kau pikirkan?

Hei, aku akan membunuhmu...

Dia salah satu petugas terbaikku.

Kau inspirasiku, Pak,

dan aku bangga.

Apa ini, Pak?

Benar sekali. Dia bergabung denganku karena gaji pemerintahannya tak cukup.

Vikram Sagar akan datang menangkap Veerayya. Jangan ada di dekatnya.

Satu berita mengejutkan, Pak. AKP Vikram Sagar ternyata penipu.

Apa?

Dia membunuh tim pengawal kita. Dia membiarkan kakaknya kabur.

Hentikan dia apa pun caranya. Bunuh dia jika perlu.

Tentu, Pak.

Pejabat...

Akan kubuat kata-kata terakhirmu menjadi pernyataan kematianmu.

Lalu, kasus atas kedua bersaudara itu akan makin kuat.

Kakak!

Kakak!

Adik!

- Adik! - Kakak...

Dia melarikan diri...

Jangan khawatir, aku akan mengurusnya.

Adik, ayo ke rumah sakit. Ayo.

- Jangan biarkan dia pergi, Kakak... - Tidak, aku tak akan membiarkannya pergi.

Adikku. Ayo, kita pergi.

Adikku...

Hati-hati!

Adikku, bertahanlah, kita hampir sampai.

Ini hari terakhirku. Aku bisa merasakannya.

Jangan bilang begitu.

Mereka bilang kau melihat kilasan seluruh hidupmu sebelum kematianmu.

Aku hanya bisa melihatmu. Hatiku dipenuhi kebahagiaan.

- Apa yang kau katakan? - Tolong ambilkan rokok.

Ibuku memberiku semua suratmu saat dia sekarat. Aku membacanya.

Aku mengerti perasaanmu, tetapi ada banyak salah ejaan.

Aku menjauhimu karena penyelidikan sedang berlangsung.

Aku ingin minum denganmu setelah semuanya berakhir.

Kita akan melakukan itu. Kita akan berbagi minuman.

Andai kurang dua tusukan, aku pasti sudah membunuhnya.

Adikku, jangan tutup matamu.

Bangun, jangan tutup matamu.

Jangan menangis. Itu tidak cocok untukmu.

Tersenyumlah, kumohon. Aku ingin melihatmu tersenyum.

Aku suka sekali senyumanmu sejak kecil.

Kakak, kau harus terus tersenyum sepanjang hidupmu.

Baik.

Adik?

Adik!

Adik. Hei.

Adik...

Adikku!

Telah terbukti bahwa AKP Vikram Sagar, yang tewas saat bertugas,

terlibat dengan mafia narkoba.

Untuk menyelamatkan kakaknya, Vikram Sagar menyerang sesama polisi

dan bertanggung jawab atas kematian beberapa orang.

Kepolisian memutuskan tak memberikan penghormatan...

...pada pemakaman Vikram Sagar

yang mempermalukan departemen kepolisian.

Vaishnavi!

Ayah...

Sayang, tidak apa-apa.

Ayah hanya bercanda.

Jika sesuatu terjadi kepada ayah, banyak polisi akan datang.

Ayah akan dibungkus bendera nasional, senjata ditembakkan, lalu diberi hormat.

Jika polisi tewas saat bertugas, dia diperlakukan sebagai pahlawan.

Di mana penghormatan dan persembahan?

Mengapa kau bicara begitu kepada anak kecil, Vikram?

Putriku juga harus tahu

suatu kehormatan bagi polisi untuk mati saat bertugas.

Di mana medali keberanianmu?

Di mana rasa hormatnya?

Apa kau sudah tiada?

Apa kau pergi meninggalkanku sendirian?

Apa kau sudah tiada?

Apa kau pergi meninggalkanku sendirian?

Tanganmu...

Suamiku jujur dan bertanggung jawab sampai napas terakhirnya...

tetapi dunia tak berpikir begitu.

Alih-alih melakukan pemakamannya dengan pengawal kehormatan,

dia dikremasi sebagai jasad telantar.

Kaulah alasannya!

Mengapa polisi belum datang untuk menemui ayahku?

Apa ayahku polisi jahat?

Tidak, yang terjadi adalah...

Berhenti. Jangan dekati putriku. Kami bahagia saat kau tidak ada.

Tolong jangan datang ke kehidupan kami lagi.

Difitnah, dihina...

Apa kau pergi dengan berat hati?

Kau menderita kekalahan Padahal seharusnya kau menang

Kau pergi di tengah permainan...

Pada saat itu, tidak ada yang ingin kukatakan kepadanya.

Aku juga tak punya bukti untuk membuktikan adikku tak bersalah.

Adik iparku dan keluarganya ke luar negeri karena tak sanggup hadapi kebencian warga.

Untuk membuktikan kejujurannya, aku mengajukan kasus ke pengadilan.

Untuk memenangkan kasus, Kaala harus ke pengadilan dan mengaku.

Aku sudah mencari di setiap sudut demi berita tentang dia.

- Kau kenal Kaala? - Tidak.

Kau datang padaku saat kucari Kaala dengan kalut.

Hanya dua hari tersisa untuk sidang terakhir di pengadilan.

Hingga saat itu, aku harus membawa Michael ke pengadilan dan membuatnya mengaku.

Adik iparku harus datang ke India dan hidup dengan bermartabat.

Putri dari adikku harus menyadari bahwa ayahnya memang pahlawan.

Bagaimana kita membawa Michael Caesar ke India dalam situasi ini, Veerayya?

Aku tidak akan membawanya...

Aku akan membuatnya memohon agar aku membawanya pergi dari sini.

Michael.

Aku memberimu 20 miliar rupe, percaya kau akan mengantar barangnya,

tetapi seseorang menyusup ke areamu dan membunuh adikmu.

Kau lupa tentang kesepakatanku saat mencoba memburunya.

Sampai Michael membunuh bedebah itu, dia tak akan menerima kesepakatan apa pun.

Itu sebabnya kukirim mereka ke lapangan.

Lalu, bagaimana dengan kesepakatanku?

Michael, mengapa kau memedulikannya untuk beri penjelasan?

Bunuh saudaranya, maka dia akan mengerti.

Aku mengorbankan adik iparku untuk bisnis ini.

Jika kesepakatan ini jadi bermasalah, aku akan membunuh sebanyak mungkin orang.

Pukul 10,00 besok, akan kau terima barangnya.

Pergilah.

Masukkan barang ke kontainer. Aku akan datang memeriksa.

Nyalakan mobilnya.

Ketua!

Ketua geng!

Dia seperti petir Dia tak akan pernah menyerah

Veerayya.

Sekeras apa pun kau menyiksaku,

aku tak akan memberitahumu detail kesepakatan Michael.

Abdullah.

Aku bertanya sekali lagi.

Akan kuberi tahu!

Athidhi tersayang.

Tidak aman bagimu untuk tinggal lama di negara ini.

Akan kugunakan kenalanku untuk mengirim kalian kembali ke India dengan kapal.

- Tolong pergilah. - Kumohon.

Aku tidak akan meninggalkanmu dalam situasi ini.

Aku siap ambil risiko apa pun untuk bawa Michael kembali ke India denganmu.

Bukan hanya dengan misinya, tetapi dia juga terhubung dengannya.

Hei, ayo, Bung

Betapa mahirnya dia berjalan

Ya.

Membuat tubuhku merinding

Kau benar.

Aku kehilangan kendali Hanya dengan melihatnya

Benar.

Aku bingung tak tahu harus mulai dari mana

Astaga!

Hei, Gadis, berjalanlah dengan anggun

Jangan menjeratku dengan kecantikanmu

Kau sangat cantik, aku sangat tak sabar

Halo, Bocah, jangan berhias di sini

Jangan masuki hatiku Dan nyalakan kembang api

Kau sangat tampan, aku sangat tak sabar

Betapa mahirnya dia berjalan

Ya.

Membuat tubuhku merinding

Kau benar.

Aku kehilangan kendali Hanya dengan melihatnya

Benar.

Aku bingung tak tahu harus mulai dari mana

Astaga.

Jangan pakai sari hijau dan menyihirku

Hingga mobil balapku makin laju Janganlah kemari

Jangan pakai kacamata hitam Dan berpura-pura tidak menatapku

Jangan sampai keglamoranku mengalir Ke wilayah yang belum terjamah

Jangan biarkan arus dalam diriku Menjadi kejam dengan kemari

Jangan lelehkan hatiku Dengan berjingkrak di sini

Kau sangat cantik, aku sangat tak sabar

Jangan berpose seperti James Bond

Lalu, menodongku dengan pistol bunga

Jangan mendekatiku Karena aku akan memberimu ciuman

Jangan gerakkan bibirmu di sekitar bibirku Atau tinggalkan celah antara pinggul kita

Jika denyut cintaku terangsang Itu kesalahanmu

Jangan kancingkan kemejamu Untuk aktifkan magnet jantan dalam dirimu

Seperti tanda plus dan minus Jangan korsleting dengan kemari.

Kau sangat cantik, aku sangat tak sabar

Kau juga sangat tampan Aku sangat tak sabar

Aku sangat bingung Tak tahu cara memulainya

Teman-Teman, Veerayya pasti tahu rute kita setelah menculik Abdullah.

Kita akan pergi dengan dua truk di rute yang sama dan menghabisinya.

Mani, ambil truk dengan barangnya dan ambil rute yang berbeda.

Ya, Bos.

Teman-Teman, ayo.

Veerayya, tebakanmu benar. Michael mengubah rencananya.

Ya, kontainernya pisah jalan.

- Kita harus mengambil alih ketiga truk. - Baik.

Ya!

- Apa dia di sini? - Tidak, Pak, ini gerbang tol.

Halo.

Hei, Kaala, apa kau menungguku?

Ya, aku menunggumu.

Kau mencoba merampok barangku.

Kau takut sekarang?

Takut? Barang dan trukmu ada di tanganku sekarang.

Hei! Barang itu untuk Karuppan.

Mau dibawa ke mana?

Aku akan mengirimmu dan barangmu ke tempat yang seharusnya.

Hei, Kaala. Tunggu sebentar.

Hei! Apa maksudmu?

Michael mengirim barangnya. Lihatlah.

Hei, Anbu.

Apa kau masih tersambung?

Ya, aku masih tersambung. Apa rencanamu?

A untuk apel.

B untuk bola.

C untuk kucing.

- D untuk... - D untuk dana. Apa lagi?

Untuk diganti

dengan 20 miliarmu. Ayo!

Robert, apa yang terjadi di luar?

Akan kuberi tahu.

Bos, ledakan bom besar.

Veerayya mengepung truk kita dengan geng besar.

Anak buah Veerayya ada di luar. Serang!

Tembak!

Tembak!

Tunggu.

Teman-Teman?

Veerayya!

Kau di sana atau tidak?

Aku di sini.

Hei.

Mengapa membawaku ke Karuppan?

Kau ingin menghancurkan kerajaanku dan memerintah Malaysia sendirian?

Ini rencanamu?

Hei, tunggu.

Jangan sampai ada yang lolos dari sini!

Bodoh, hentikan omong kosong ini.

Minggir!

Hei, Veerayya! Keluar dan beri tahu dia kebenarannya!

Apa sekarang kau menyadari nilai dari kebenaran, Kaala?

Hei, beri tahu Karuppan bahwa kau dalangnya, atau kutembak kau!

Tembak aku...

tetapi hanya aku yang punya rencana untuk mengawalmu ke tempat aman dari sini.

Maukah kau ikut denganku ke India dan mengaku di pengadilan?

Bagaimana menurutmu? Memangnya aku bodoh?

Katakanlah.

Maukah kau ikut?

Maukah kau ikut denganku atau mati di sini?

Hanya tersisa empat orang di pasukan berbayarmu.

Cepat putuskan.

Mereka datang berkelompok.

Di sana!

Hei, bawa aku pergi dari sini!

Apa kau akan mengaku di pengadilan?

Aku akan mengaku!

Jangan biarkan mereka kabur!

Jika dia mulai Akan ada ledakan di mana-mana

Jika mengkhianatinya, akan ada kehancuran Yang membara, berasap, dan menggebu

Dia pasukan perang yang kejam Tidak ada ampun

Bunyi kedatangannya seperti tsunami

Permusuhan dengan Veerayya Itu pertarungan sepihak

Bom atom adalah aliasnya

Maju saja!

Jika kau ke sini atau ke sana Dia akan memukulmu

Maju saja!

Dia akan menginjak remnya Setelah tengkorakmu pecah!

Maju saja!

Kemudi atau gigi, nekat dan tembak Dia akan melanggar semua aturan!

Maju saja!

Dia memberimu bahaya Dan jadikan tubuhmu sekaku mumi Mesir!

Ada ngarai besar di sini, dan kita tak bisa ke mana-mana.

Hei, mengapa kau melihat arloji? Kau mengatur waktu kematianku?

Mereka datang. Kumohon, Veerayya.

Ambil pistol dan tembak... Apa yang kau lakukan?

Ya. Luar biasa! Veerayya, luar biasa!

Ayo!

Turun sedikit.

Bawa dia kembali.

Veerayya, ayo!

Kita diserang!

- Turun sedikit! - Aku berangkat.

Tidak!

Veerayya!

Ayo, cepat!

Veerayya! Ayo!

- Dekati dia! - Ini berbahaya, Bu.

- Veerayya, ayo! - Tidak, dia tak bisa.

- Dia punya vertigo. Dia akan pingsan... - Diam!

Diam kau, Berengsek!

- Tolong mendekat! - Tidak, Bu.

Veerayya!

Kakak!

Pegang tanganku, Kakak!

Ayo, Kakak!

Jangan lihat ke bawah, Kakak!

Lihat aku saja, Kakak!

Ayo, Kak!

Ayo, Kak!

Ayo, Veerayya.

Ulurkan tanganmu.

Ayo!

Setelah mendengar argumen dalam kasus ini,

saya menghargai upaya Veerayya yang berjuang demi kehormatan adiknya,

yang adalah petugas polisi yang tulus.

Menutup kasus tanpa bertanya dengan benar

adalah cela bagi kepolisian.

Untuk memperbaiki ini,

saya perintahkan kepolisian mengubah kesalahan mereka

dengan memberikan penghormatan penuh kepada AKP Vikram Sagar.

Pengadilan menyesal Veerayya harus dipenjara

selama empat tahun padahal dia tak bersalah.

Veerayya, Anda bisa meminta kompensasi apa pun tanpa ragu.

Pak.

Dengan izinmu...

pengadilan menghukumku empat tahun penjara...

tetapi adikku memberiku hukuman seumur hidup dan mati di tanganku.

Wajahku jelek saat menangis.

Jadi, dia membuatku berjanji bahwa aku akan selalu tersenyum.

Demi menepati janjiku, aku menahan air mataku.

Aku sudah hidup selama bertahun-tahun sambil tersenyum, Pak.

Hanya aku yang tahu betapa menyakitkannya itu, Pak.

Adikku tidak melakukan kesalahan dan aku ingin membuktikannya, Pak.

Hari ini, itu terbukti...

tetapi masih ada satu permintaan lagi.

Kakak, anak-anak malang itu.

Keadilan harus ditegakkan kepada ibu yang kehilangan anaknya.

Jangan biarkan dia.

Dia harus dipenggal.

Aku harus melihatnya dari surga.

David!

Maafkan aku, Pak.

Aku tahu salah melakukannya di pengadilan, tetapi aku tak punya pilihan.

Kau bilang aku dipenjara padahal tidak bersalah.

Pertimbangkan semua kejahatanku dan hukum aku

usai menghitung waktuku di penjara, aku akan masuk dengan sukarela.

Vikram Sagar bergabung dengan kepolisian di usia yang sangat muda...

Parade, perhatian!

Angkat senjata!

Terima kasih, Paman.

- Kau membuat ayahku menjadi pahlawan. - Ini untukmu, Sayang.

Kuharap semua orang punya saudara seperti dia. Bobby-mu dan tim.

Api membara!

Dia pria sejati!

Dia menyelamatkan dunia

Dia matahari membara kedua

Dia saudara Poseidon!

Dia penghancur semua kekuatan jahat!

Dia seperti Pandit Wasista Yang bermeditasi di tengah kemarahan!

Dia spesialis pemenggal Kepala kekuatan jahat!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Veerayya!

Terjemahan subtitle oleh Maulida Dwi Cahyani

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.