Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translated by Nug-san http://7hitam.blogspot.com
Tidurnya benar-benar pulas.
Manisnya.
Aku sudah tidak tahan lagi, Onii-chan(Kakak).
Apa yang kulakukan?
Onii-chan!
Aku...
Cepat hentikan!
Tubuhku semakin bergairah.
Hentikan!
Tidak!
Mitsuki!
Apa yang kau lakukan?
Salah masuk kamar.
Apa bagusnya dia, sebaiknya kau berhenti.
Memangnya kenapa...
...dia 'kan kakakmu sendiri?
Tidak, dia bukan keluargaku.
Keluargaku hanya Ibu.
Terlebih lagi...
Jangan gunakan tubuhku tanpa izin, apalagi saat kakakku sedang tidur.
Maaf!
Karena saat Yuuya Onii-chan tidur, dia terlihat begitu manis.
Lagipula bukannya itu, meningkatkan kadar TST mu?
TST [Sabuk Kesucian].
Hebat, isinya tambah banyak.
Mitsuki.
Miyuri kau terlalu dekat.
Bagaimana kalau kita tambah lagi isinya?
Apa yang kau lakukan?
Jangan, Jangan!
Tunggu, jangan disitu!
Miyuri, jangan!
Jangan seperti ini!
Mitsuki, kau jelas ingin di puaskan.
Dadamu kecil, tapi sangat sensitif.
Dasar cerewet!
Katakan Yuuya Onii-chan mesum.
Dasar Bodoh!
Bagaimana kau tahu, jika kau sendiri belum coba?
Jangan di teruskan!
Lagi-lagi bilang begitu.
Sabuk Kesucian.
Dari abad pertengahan.
Sebuah alat yang di gunakan tentara, untuk menjaga kesucian seorang pasangannya.
Kalau begitu...
Translated by Nug-san http://7hitam.blogspot.com
Berawal dari sebulan yang lalu.
Di mana kuletakkan barang ini?
Letakkan di situ saja.
Baik.
Barang yang lain saya letakan di lantai dua.
Oh, terima kasih.
Baik.
Biar kubantu.
Tidak usah, aku bisa sendiri.
Semoga kau betah disini.
Ya, baiklah.
Ibu.
Apa?
Apa ini kamarku?
Iya.
Aku tidak mau di sini.
Memangnya kenapa, sih?
Tapi ini kan loteng!
Nanti juga terbiasa.
Jangan manja, deh!
Bagaimana kalau kita tukaran saja, biar aku yang di sini.
Tak usah repot-repot.
Aku juga sudah bosan dengan kamar itu.
Onii-chan sungguh hebat.
Aku akan ambil yang lain.
Kami pindah kesini karena ibuku menikah lagi.
Sudah mulai betah Mitsuki?
Iya.
Karena pernikahan ibu...
...nama belakangku berubah dari Akisaka menjadi Kanzaki.
Tak lama kemudian ibu naik jabatan bersama Kanzaki-san.
...dan pergi meniggalkanku bersama, pria yang belum begitu kukenal.
Kau tak sarapan pagi, Mitsuki?
Aku biasa makan roti setiap pagi.
Kenapa?
Tidak.
Kalau cuma berdua jadi canggung...
Ini.
Minggu depan kita akan ulangan pertama...
...kalian belajar sungguh-sungguh, ya.
Bercanda, kok.
Lama-lama saya benar-benar seperti guru, kan.
Ibu Guru!
Bu guru magang disini saja terus!
Benar.
Terima kasih.
Hari ini cukup sampai di sini.
Berdiri!
Beri hormat.
Kanzaki-san...
Kau lihat tidak konser ini.
Tidak.
Kenapa kau tahu aku suka DDE?
Karena aku dengar saat kau memutar lagu mereka.
Syukurlah...
...tak ada yang suka mereka di sekolah ini.
Sudah dengar lagu baru mereka?
...bagus banget, kan.
Sudah...
...wah, bagus banget, deh!
Kau sudah beli tiket konsernya belum?
Aku kehabisan.
Aku juga...
...aku juga selalu kehabisan.
Memang susah mendapatkannya,
Bener tuh,
...bagaimana caraku mendapatkan, ya?
Mitsuki!
Mitsuki!
Ambilah!
Kau menjatuhkannya di teras.
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Terimakasih.
Hanya 200 yen.
Silakan dipilih.
Selamat datang.
Oh, Toko kue doki-doki...
Lalu, dia'pun muncul...
Aku malas pulang ke rumah.
Bukannya bagus?
Kau sedang bimbang.
Kanzaki Mitsuki.
Ya?
Kau terkejut melihatku, kan?
Yuu-kun, Mitsuki-chan sudah sadar!
Mitsuki!
Kau baik-baik saja?
Kau terjatuh dari jembatan, ingat?
Ya, sepertinya begitu.
Bagus.
Yuki-nee(Kak Yuki) lah yang membawamu, dan memanggilkan ambulan.
Begitu, ya?
Yuki-nee?
Yuu-kun, kau belum cerita padanya?
Kami adalah teman semasa kecil.
Begitu, ya?
Maaf, aku harus pergi.
Terima kasih.
Dah!
Panas, ya?
Buar kubuka jendelanya.
Mitsuki!
Kau kenapa?
Kau merasa tidak sehat?
Akhirnya kita bisa bertemu.
Yuuya Onii-chan.
Onii-chan...aku mau...
Mitsuki, kau kenapa?
Apa kepalamu terbentur?
Kepalaku tidak apa-apa, aku sehat-sehat saja.
Kenapa kau bertingkah aneh?
Aneh apanya?
Kau ingin melihatnya?
Jreeeng...!
Onii-chan!
Apa yang terjadi?
Onii-chan, aku sudah tak tahan...
Tidak!
Mitsuki!
Mitsuki!
Tidak!
Aku ini kenapa, sih?
Seperti bukan diriku lagi.
Ini apa sih ?
Pasti ada kesalahan.
Apa itu berarti?
Saat di rumah sakit...
Kau tak lagi dirimu sendiri.
Tentu saja.
Karena itu tadi, ulahku.
Hei...
Namaku Kotobuki Hiyori...
...aku adalah hantu.
Aku bisa melayang!
Apa... apa.
Eh, aku dimana?
Enaknya...
...punya tubuh lagi.
Tapi dada ini terlalu kecil.
Tapi lumayan juga.
Roti doki-doki.
Mitsuki!
Yuuya onii-chan.
Kau bagaimana? Baik-baik saja?
Yuuya onii-chan.
Tutup dulu kancing bajumu!
Aku selalu ingin bertemu denganmu.
Kenapa Mitsuki?
Kau baik-baik saja?
Kau demam?
Panas.
Kau demam dan menggigil!
Sangat mengerikan!
Gadis itu!
Gadis?
Begitu ya?
Kau licik!
Kita akan ke rumah sakit untuk periksa.
Atau kupanggilkan ambulan?
Apa kau baik-baik saja?
...satu...dua ayo berdiri!
Mitsuki!
Aku sudah tak tahan!
Jangan begini!
Onii-chan!
Sakit!
Tidak!
Berhasil...berhasil...berhasil.
Sangat cepat terisi.
Isinya cepat penuh, mengagumkan!
Kau ini sebenarnya mahkluk apa?
Apa maksudnya semua ini?
Bagaimana rasanya? Beritahu aku, ya?
Aku tak merasakan apa-apa!
Tapi kau masih bisa bersuara seperti itu.
Kumohon pergilah!
Aku juga tak mau.
Tapi agak rumit untuk dijelasan.
Gerbang dimensi!
Bawalah kami ke tempat itu.
Tidak mungkin.
Apa mungkin?
Aku...
Aku sudah mati?
Sekarang, kau belum mati.
Belum...
Hanya aku yang mati.
Aku adalah korban kecelakaan di persimpangan itu.
Jadi Kanzaki Mitsuki, aku punya penawaran untukmu.
Jujur, aku melihatmu dalam kebingungan.
Dari kejauhan, hidupmu tampak sangat membosankan.
kau tak bisa mengubahnya begitu saja.
Jadi, aku biarkan kau membantuku.
Apa yang kau bilang, aku tak mengerti.
Yuuya onii-chan tersayang!
Aku tak akan tenang sebelum, aku menyatakan perasaanku ini.
Apa kau teman "orang itu"?
Aku tidak tahu.
Karena tak ada kenangan.
Yang kuingat hanya Yuuya onii-chan yang kucintai.
Apa ini?
Singkatnya, jika kau bisa mewujudkan permitaanku itu aku baru bisa masuk surga.
Jadi, tolong pinjami aku.
Pinjam apa?
Tubuhmu.
Onii-chan!
Aku tidak mau!
Aku tak akan memaksa.
Namun, jika aku tak bisa masuk surga,
...maka TST itu tak akan bisa lepas.
Itu juga aku tidak mau.
Lagipula, tak peduli apa yang akan terjadi. Aku akan jatuh ke neraka juga.
Neraka yang di bawah itu?
Iya!
Jadi, apa yang harus kulakukan?
Kalau itu sih... mungkin kencan... atau ciuman... atau yang mesum-mesum
Gak mau... gak mau... gak mau...
Itu tak masuk akal!
Lagipula tadi isi TST sudah hampir penuh.
Itu 'sih belum cukup.
Satu kali terisi penuh cuma satu anak tangga baru yang muncul.
Ini sampai mana?
Disana!
Maaf, aku salah masuk.
Ayo... ayo... ayo!
Permainan yang buruk.
Kau jangan hanya duduk saja, seharusnya kau ikut.
Kenapa? 'Gak bisa bermain basket?
Basket atau 'pun olahraga lainnya aku tidak terlalu suka.
Hari ini serahkan saja padaku.
Aku ini jago olahraga, lho.
Apa yang kau lakukan? Jangan pakai tubuhku, ini tak adil.
Aku tak mau pakai baju ini!
Mitsuki jadi sangat hebat,
...juga cepat.
Kanzaki.
...dia itu adikmu, kan?
Tak cuma manis.
Tapi juga jago nge-dunk.
Mitsuki,
...kau benar-benar hebat!
...keren...keren.
Benarkah?
Terima kasih.
Duh... Tukar tukar!
Mitsuki-san!
Aku bisa mengerti kau sangat haus.
Tapi bajumu jadi basah.
Sudahlah, ayo.
Ibu Guru, mungkin dia sedikit demam, aku akan membawanya ke klinik.
Aku tahu.
Kau tidak apa-apa?
Mitsuki.
Jika kau butuh bantuan, bicaralah!
Kita akan jalani bersama.
Aku tahu, terima kasih.
Apa yang terjadi, Mitsuki?
Oh tidak! Jangan sekarang!
Aku benar-benar merasa tidak enak badan.
Kalau begitu, aku harus membopongmu.
Sial!
Aku tak bisa menahannya lagi.
Baiklah.
Pelan-pelan saja.
Sepatunya Onii-chan.
Terima kasih.
Aku akan menghubungi guru.
Hebat!
Bisa dekat dengan Yuuya onii-chan.
Hei, ada apa?
Cepatlah, tak bisa di tunda.
Apa maksudmu?
Sulit di utarakan.
Aku sudah tak bisa menahannya!
Aku sedang sekarat.
Jangan!
Lepaskan saja.
Apa yang kau lakukan?
Buka saja.
Kalau begini nanti di toilet jadi lebih mudah.
Tidak mungkin.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Pakai ini, untuk menampungnya.
Apa tak ada yang lain?
Sepertinya cuma ini.
Ayo cepatlah!
Ini yang kau butuhkan, kan?
Cepat!
Mitsuki, ibu guru tidak...
Jangan dilihat!
Selamat sore!
Oh...Selamat sore!
Mari kita pulang.
Permisi.
Selamat sore!
Buku apa ini?
Dia memakai sabuk kesucian.
Astaga... latihan.
Fokus... bersihkan pikiran.
Tunggu nona.
Pernah lihat dimana ya?
Ada apa ya?
Dulu kita pernah ketemu dimana ya?
Dulu?
Dia 'kan sering lewat sini.
Jadi agak familiar, kan?
Astaga.
Nenek sudah pikun ya?
Belakangan dia selalu seperti ini.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Tolong beri aku roti Doki-doki satu!
...yang enak.
Aku sudah tidak bisa menikah lagi.
Terlalu berlebihan.
Sekarang bagaimana ini?
Aku ingin sekali kembali, jadi siswi SMA yang normal.
Setiap hari seperti mimpi buruk, sejak ada dirimu.
Lagi-lagi, jagan bilang begitu...
Bukannya kau senang saat bisa bermesraan dengan kakakmu?
Bagaimana mungkin itu terjadi?
TST itu apa?
Itu sih, Tei...Sou...Tai
Sabuk kesucian(Teisoutai/TST)?
Jangan menambah buruk keadaan.
Kau belum merasakannya.
Bagaimana bisa?
Miyuri.
Sudah tidak tahan ya?
Mi...Miyuri.
Bayangkan saja, kau melakukan ini, dengan kakakmu.
Jangan...seperti itu.
Bayangkan yang kau hisap ini milik Yuuya Onii-chan.
Setelah itu di sini.
Hei, sabuknya menghilang.
Sungguh, akhirnya.
Tapi, aku masih belum menghilang.
Tapi kenapa?
Kembali lagi.
Jadi begitu ya.
Bagaimana?
TST hilang di toilet dan akan hilang bila rangsangannya sama.
Perasaan yang tak tertahankan.
Mitsuki kau genit.
Aku bukan gadis lugu lagi.
Untuk bisa saling mencintai dan, berbagi pengalaman.
Aku marah.
Kau mau apa?
Kenapa malu, kau juga selalu begini?
Tunggu.
Mizuki, kau terlihat mengerikan.
Miyuri... Kita sudah terlalu jauh.
Tunggu.
Tunggu.
Kenapa Hiyuri?
Kurang puas?
Mitsuki, kau berani melakukannya?
Apa?
Enak sekali.
Enak?
Kalau begitu Hiyori, lebih keras ya.
Hiyori, enak?
Bagaimana dengan di sini?
Jangan takut, nikmati saja.
Bagaimana?
Yang ini?
Ini?
Di sini.
Hiyori....
...sudah cukup.
Enak 'kan?
Hiyori...
Hiyori...
Apa sih Hiyori?
Tapi... Mitsuki bisa jadi seagresif itu.
Aku jadi merasa bersalah...
Ini semua agar kau cepat masuk surga.
Tak masuk akal, ada hantu ingin mandi.
Tentu saja ada.
Sebelum jadi hantu, aku hanyalah seorang gadis.
Konyol sekali.
Yah, aku akan keluar duluan.
Hiyori, sepertinya pintu ini macet.
Tak bisa di buka.
Kenapa ya?
Coba tarik dengan kuat.
Ada apa? Pintunya macet?
Ya.
Kemarin aku juga hampir terkunci.
Kenapa tidak bilang dari tadi?
Maaf... Biar kubantu dan membukanya dari sini.
Sekarang aku akan dorong untuk membukanya.
Jangan mengintip, ya?
Tentu saja tidak!
Aku akan buka sekarang.
Apa yang terjadi?
Onii-chan.
Kau mau apa?
Kau mau apa?
Tidak, tidak jangan!
Kita berdua adalah kakak adik, kita tak boleh melakukannya.
Mitsuki!
Kata ibumu, kau pernah tak naik kelas waktu SD.
Itu karena aku sering bolos.
Aku juga pernah tidak naik kelas waktu SD.
Waktu itu badanku kurang sehat.
Hari ini di klinik sekolah...
Aku ingin minta maaf.
Itu juga bukan salahmu.
Aku...
...tidak mengerti caranya bergaul dengan perempuan dalam keluarga.
Aku masih TK saat Ibu meninggal.
Jadi?
Maaf kalau aku sering membuatmu marah.
Tidak masalah.
Ini adalah diriku yang normal
Aku...
Awalnya berjalan normal saja namun,
...setelah Ayah meninggal,
...dalam sebuah kecelakaan mobil.
Banyak kenangan tentang Ayah.
Ibuku sebenarnya tak sehat,
...dan lama dirawat di rumah sakit.
Itu kenangan tentang Ibuku.
Ayah sibuk bekerja,
...hingga aku merasa sangat kesepian.
Sekarang aku senang punya anggota keluarga yang baru.
Kalau aku sudah sering merasa seperti ini.
Aku benar-benar tak suka.
Ibuku.
Tiba-tiba pria itu merubahnya sifat Ibu.
Menurutku tidak seperti itu.
Memangnya tau apa kau soal dia?
Memang ada beberapa sifat yang baik.
Namun, tidak semuanya.
Jadi?
Aku tidak bisa berharap apa-apa.
Jangan bertingkah seperti orang kesepian.
Ayahku bukan orang seperti itu.
Lalu seperti apa?
Kenapa meninggalkan kita berdua di sini?
Itu karena pekerjaan.
Dasar orang tua.
Hanya mementingkan keinginan mereka sendiri.
Kalau sudah bosan juga nanti akan berpisah...
...akhirnya kita tidak jadi kakak adik lagi.
Aku sih tidak keberatan jadi kakakmu sampai kapanpun.
Walaupun ayahku dan ibumu berpisah walau bagaimanapun...
Sudahlah.
Cukup dengan kata-kata manisnya.
Lagipula aku tidak pernah percaya arti kata keluarga.
Keluarga sejati itu...
Saudara itu...
Apapun yang terjadi mereka selalu bisa mengerti perasaan satu sama lain...
Aku hanya ingin jadi seorang kakak, yang baik untukmu.
Hanya itu yang ingin kukatakan.
Apa ada orang di luar?
Kami terkurung di dalam.
Seseorang di luar sana!
Siapapun yang ada di luar, tolong kami.
Di kamar mandi tadi ada apa?
Tak ada apa-apa.
Sungguh?
Iya.
Pasti ada apa-apa?
Sudah kubilang tidak ada apa-apa.
Sungguh?
Tidak.
Ada apa, sih?
Tidak ada apa-apa.
Katakan padaku.
Beritahu aku.
Katakan padaku, aku sungguh tidak tahu.
Sebenarnya telah terjadi sesuatu, kan?
Tidak ada apa-apa.
Hiyori.
Ada apa Mitsuki?
Apa menurutmu ada orang yang bisa saling mengerti walaupun tidak punya hubungan darah?
Aku tidak tahu.
Nu g- sa n 7hi tam .blo gs pot .c om
Tunggu dulu...
Onii-chan!
Begitu ya...
Selamat pagi Mitsuki.
Pagi ini cuacanya bagus 'kan?
Karena mitsuki aku bangun dengan penuh semangat.
Ayo kita makan bersama.
Aku makan roti saja.
Tenagamu tidak akan terisi jika tidak makan nasi.
Tak cocok denganku?
Tidak!
Berhenti dulu!
Kau lupa memakai celanamu?
Hah? Aduh bagaimana ini?
Sudah terlambat untuk kembali.
Gimana kalau beli di toko?
Benar juga, ayo.
Mitsuki!
Ini ketinggalan.
Mitsuki...Mitsuki!
Mitsuki!
Mitsuki tunggu aku.
Pergi sana!
Mitsuki!
Oh...
Mitsuki!
Aku mengerti kau suka musik metal tapi bukanya itu sudah berlebihan?
Apa?
Celana dalammu!
Aku merasa tak keberatan.
Aku juga tidak keberatan kau terobsesi dengan sesuatu.
Tapi...
Tapi demi kepentingan diri sendiri.
Bagaimanapun pakaian dalammu...
Dasar bodoh!
Awas, berbahaya!
Lepaskan aku!
Tunggu, dasar bodoh!
Disini rawan kecelakaan.
Hati-hati, dong!
Maaf.
Waktu aku kecil ada orang yang meninggal disini.
Siapa?
Siapa namanya?
Orangnya seperti apa?
Apa namanya Hiyori?
Kotobuki Hiyori?
Itu sudah lama sekali, sih.
Kau melupakan sesuatu sepenting itu?
Dasar ceroboh.
Kejadian itu terjadi waktu aku masih kecil.
Mungkin sebelum masuk SD.
Namanya memang kenapa...
Apa ini yang dinamakan cosplay?
Onii-chan.
Pakaian dalam khusus.
Permisi.
Ya.
Ini.
Yuu-kun?
Apa yang kau lakukan di tempat ini?
Yuki-nee sendiri sedang apa?
Aku hanya melihat-lihat.
Itu bukan lihat-lihat lagi namanya!
Oh, aku lupa pakai baju.
Tapi...
Hadiah ulang tahun untuk adikmu?
Pakaian dalam itu terlalu aneh.
Sebenarnya bukan begitu.
Adikku bertingkah aneh akhir-akhir ini.
Yuu-kun...
Sudah lama kau tidak ke rumahmu.
Kau berani bilang itu, ya?
Memangnya kenapa?
Anggap saja kita lagi kencan.
Apa maksudmu?
Apa?
Itu guru magang yang payudaranya besar, kan?
Bagaimana ini?
Aku tidak tahu dan tidak tertarik.
Yang benar saja.
Seorang Guru bahkan berani merayu kakakmu.
Jadi hari ini, kita bahas materi ini.
Siapa kau?
Ini dia si payudara besar, yang berani merayu Yuuya Onii-chan.
Jangan!
Ayo tunjukkan... payudaramu!
Guru magang seharusnya tidak bersikap seperti itu.
Jangan!
Dasar wanita penggoda!
Enaknya!
Sampai begitu kau memikirkannya!
Kau jahat juga, ya?
Aku bisa lihat, lho. Isi pikiranmu.
Kau bisa melakukannya?
Karena aku hantu?
Astaga, jangan lakukan lagi.
Kau melanggar privasiku.
Maaf!
Tapi...itu namanya cemburu!
Apa mungkin kau mencintai Onii-chan?
Kau jangan macam-macam!
Nah, iya kan?
Bukan begitu!
Kau mencintainya!
Bukan!
Iya, sudah jelas.
Bukan!
Kau masih pura-pura.
Bukan begitu!
Kau tak bisa membohongiku,
...seperti itu.
Dasar bodoh!
Mitsuki!
Apa ini?
Hadiah ulang tahunmu.
Kau tahu ulang tahunku?
Yuki-nee membantuku memilihnya.
Ternyata begitu, ya?
Kenapa?
Tidak.
Apa yang kulakukan?
Aku tidak kerasukan Hiyori, 'kan?
Akhirnya terjadi juga.
Perjalanan wisata yang tabu.
Akhirnya kami berdua akan melalui malam penuh dosa sebagai kakak beradik.
Selamat Datang.
...lalu malam ini kami berdua minum kopi.
Ada apa?
Tidak.
Wah, padahal kukira kita bisa berduaan bersama Yuuya Onii-chan.
Oh tidak!
Biar kubantu angkat barangmu.
Yuu-kun tidak perlu repot-repot.
Tapi, ini berat, lho.
Tak masalah.
Kalau begitu, tolong ya.
Barang bawaanmu berat juga.
Sudah kubilang.
Terima kasih.
Kenapa Yuuya Onii-chan perhatian sekali dengan wanita berdada besar itu?
Bagaimana lagi.
Dia yang menang undian wisata, dan Terserah dia mau mengajak siapa.
Tapi bukan berarti ini bisa jadi kencan mereka berdua.
Biarlah.
Benar-benar tempat yang bagus.
Kelihatannya lezat.
Demi kesehatan, aku akan makan tuna.
Tadi aku ke pemandian campuran tapi malah tidak ada orang sama sekali.
Itu karena para wanita takut kalau nanti kau intip saat mandi.
Hei, ini apa?
Daging atau ikan?
Aku belum tahu...
...rasanya sangat berlemak.
...cuma itu yang kutau.
Berlemak?
Ini terong, 'kan?
Ya, terong.
Asin...
...rasanya enak.
Yuu-kun.
Ada nasi di pipimu.
Ibu Guru kami juga mau dong!
Dasar genit...
...makan pelan-pelan.
Tidak adil, masa cuma Yuuya?
Maaf, aku mau ke kamar mandi.
Aku tak mengerti pikiran Mitsuki.
Wanita benar-benar rumit.
Eh, Yuu-kun.
Oh, Yuki-nee? Sedang apa disini?
Katanya tidak ada yang mandi di pemandian campuran...
...jadi aku kira tidak ada yang mandi disini.
Jadi ini pemandian campuran ya?
Ya!
Nu g- sa n 7hi tam .blo gs pot .c om
Yuu-kun!
Iya?
Jadi canggung ya?
Padahal sewaktu kecil, kita sering mandi bersama.
Setelah dewasa jadi malu, rasanya lucu sekali ya?
Yuu-kun?
Waktu magangku sudah hampir berakhir.
Setelah itu... mungkin kita tidak bisa bertemu lagi.
Yuu-kun.
Ya?
Sebenarnya...
Sebenarnya...
Yuu-kun.
Yuu-kun.
Sebenarnya...
Aku...
Aku.
Mitsuki!
Ini tak seperti yang kau pikirkan!
Dia terlihat marah.
Yuu-kun.
Maaf Yuki-nee.
Yuu-kun.
Maaf, ya?
Mitsuki tunggu!
Itu tak seperti yang kau pikirkan.
Tak usah pedulikan aku! Aku baik-baik saja.
Tunggu!
Maaf!
Jangan melihatku dengan, pandangan mesum seperti itu!
Mesum? aku tak seperti itu.
Lakukan saja sesukamu, aku tak peduli.
Kenapa kau marah seperti itu?
Mitsuki!
Kau baik-baik saja?
Ayo, naiklah!
Aku akan antar kau ke kamar.
Aku baik-baik saja.
Kemarilah.
Aku baik-baik saja. Aku hanya mau tidur.
Pegangan.
Tapi?
Mitsuki.
Besok setelah pergi dari sini, kita pergi ke akuaruim yuk!
Mitsuki!
Apa?
Hari ini boleh tidak aku menggantikanmu untuk berkencan dengan Yuuya onii-chan?
Kenapa?
Tak boleh?
Aku sangat ingin melihat akuarium raksasa,
...dan aku suka ikan.
Bukannya kau benci dengan Yuuya onii-chan?
Memangnya kenapa kalau benci?
Lagipula kita kan selalu bersama, 'kan?
Jadi masih ada kesempatan, 'kan?
Pintunya sudah semakin dekat!
Semua berkat usahamu.
Jadi kumohon.
Aku ingin tinggalkan dunia ini, dengan sebuah kenangan manis.
Kalau bisa kencan bersama Yuuya onii-chan...
...mungkin karena kesenangan itu, aku bisa masuk surga.
Itu apa?
Ikan aneh, itu apa?
Apa namanya ikan aneh itu?
Itu namanya ikan sarden.
Ikan Sarden?
Itu dia!
Itu juga sarden?
Itu apa ya?
Kecil.
Itu? Itu?
Itu juga sarden.
Sarden kecil, Aku kurang tahu.
Menakjubkan!
Aku...
Ini menakjubkan!
Sangat besar.
Mungkin enak kalau di makan.
Apa boleh dimakan?
Jangan.
Benar-benar hebat.
Mereka selalu bersama.
Menakjubkan!
Mereka mungkin keluarga.
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Kau dari mana saja sayang? Semua mencarimu.
Sampai sekarang, aku masih merindukan kasih sayang Ibu.
Hiyori, tunggu!
Hiyori, tunggu dong!
Hiyori?
Tunggu, maafkan aku.
Maaf!
Aku minta maaf untuk itu.
Hiyori!
Tubuhmu sekarang milikku!
Sebagai gantinya kau saja yang jadi hantu!
....selamanya dalam kegelapan dan melayang.
Tunggu.
Aku cuma bercanda, jangan begitu!
Itu bukan lelucon!
Onii-chan menganggapmu adik yang aneh, bukannya lebih baik...
...dia punya adik yang seperti aku.
Kau tahu, 'kan?
Aku sangat berharap bisa kencan dengannya.
Kembalilkan padaku.
Aku sudah tidak tahan denganmu...
Terserah aku mau apa.
Keluarlah dari tubuhku.
Tidak.
Kembalikan padaku.
Kembalikan.
Aku juga... mencoba jadi lebih baik bersamanya.
Kau berisik sekali!
Sekarang tubuhmu dan, kakakmu adalah milikku!
Mitsuki!
Tunggu disitu!
Tunggu.
Onii-chan!
Bagaimana ini? Aku tak bisa berenang.
Bukannya kau ahli dalam olahraga?
Ini tak akan berhasil.
Aku ingin menyelamatkan kakakku.
Kau bisa berenang?
Tidak bisa!
Onii-chan!
Onii-chan!
Kau tak apa-apa?
Cepat, pegang tanganku!
Onii-chan!
Cepat!
Berdiri!
Berdirilah!
Kau tidak apa-apa, Mizuki?
Apa kau terluka?
Tidak apa-apa, kok. Onii-chan!
Mitsuki!
Bagaimana kondisimu?
Badanmu panas.
Kau tidak apa-apa?
Mitsuki!
Maaf! Biar kulepas, bajumu basah.
Mitsuki, bagaimana kondisimu?
Onii-chan?
Ada apa?
Onii-chan!
Onii-chan!
Kau selalu baik padaku, tapi aku malah bersikap dingin padamu, maaf ya.
Sikapku sering berubah-rubah, tapi sekarang tidak akan kuulangi.
Aku akan jadi adik yang baik. Adik yang ideal untukmu
Hei!
Menjadi adik yang akan selalu bersamamu.
Apa yang kau lakukan?
Berhenti!
Jadi...
kumohon...
Peluk aku!
Peluk aku!
Kumohon?
Hei, Mitsuki.
Ayolah Mitsuki.
Hentikan!
Cukup!
Hei, hentikan!
Jangan!
Jangan!
Mitsuki!
Jangan!
Jangan!
Aneh? dimana aku?
Terima kasih.
Kau putri Akisaka-san, 'kan?
Eh!
Ah, benar!
Kurasa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya!
Bagaimana kabar Ayahmu?
Kau kenal Ayahku?
Ya, sudah lama aku mengenalnya, ayahmu sering sekali membantuku ketika aku kesulitan.
Waktu berlalu dengan cepat. Sekarang kau sudah dewasa.
Ini! namanya roti doki-doki.
Lihat!
Ikan sarden. /Mereka teman atau keluarga?
Keluarga.
Lalu, jangan-jangan Hiyori itu...
Benar!
Aku adalah kau!
Ini?
Onii-chan!
Buat aku terangsang!
Sebentar lagi... sebentar lagi juga lepas.
Walaupun itu memalukan.
Tubuh Mitsuki... sekarang sudah siap.
Ayahmu tewas dalam kecelakaan mobil demi menyelamatkanmu.
Ibumu mengisi kekosongan hatinya dengan mencari pria lain
Tapi hatimu yang kosong tak pernah terisi kembali.
Anak kecil hanya butuh perhatian dan kasih sayang orang tuanya.
Kau terjebak dalam kehidupan, yang penuh emosi kala itu.
Dan, aku lahir dari perasaan kesepianmu itu.
Perjuanganmu sudah cukup, sekarang kehadiramu sudah tidak kubutuhkan lagi.
Karena permohonanku hanya akan terwujud jika aku terus bersama Onii-chan.
Kau salah!
Ya 'kan, Hiyori? Tak mungkin seperti itu.
Kenapa?
Keinginanku juga keinginanmu.
Untuk mendapatkan cinta, 'kan?
Tapi?
Apa berhubungan fisik itu cinta?
Tentu saja.
Jadi...
Mungkin saja cara seperti itu...
...pada akhirnya hanya akan melukai perasaan Onii-chan.
Kalau belum dicoba mana mungkin kau tau.
Aku tau... aku tau karena dia rela melakukan apapun demi diriku.
Aku dan kakak sudah saling mencintai.
Ini bukan hal sepele tau! Hidup kita dipertaruhkan disini.
Aku tak akan membiarkan kakak terluka.
Karena aku sayang Onii-chan.
Tak akan biarkan dia merasakan sakit.
Sudah terlambat, ucapkan selamat tinggal!
Hiyori...
Untuk terakhir kalinya, biar aku sampaikan padanya.
Aku juga menyayangimu Hiyori.
Apa yang kaukatakan?
Terima kasih telah membebaskanku, dari rasa sepi yang membelenggu.
Terima kasih.
Ini salah!
Mitsuki, bukan begini caranya.
Tidak perlu berhubungan sampai seperti ini.
Seiring waktu berjalan, kita pasti bisa saling percaya.
Kita pasti bisa jadi keluarga yang harmonis.
Aku kira begitu.
Kenapa kau begitu baik pada Mitsuki?
Padahal aku yang ingin selalu bermesraan dengan Onii-chan.
Siapa kau?
Padahal mitsuki selalu membencimu.
Kau terlalu baik hati.
Semoga kalian berbahagia.
Tidak!
Jadi kau percaya yang kuceritakan tadi?
Ya, aku percaya.
Tapi kenapa aku lupa bagaimana Ayahku meninggal?
Mungkin karena waktu itu kau masih syok.
Lalu... apa mungkin... orang yang kau lihat saat kecelakaan dulu.
Astaga!
Sungguh mengerikan!
Ada kecelakaan, ada orang ditabrak mobil!
Kau baik-baik saja?
Jadi... Waktu itu kita sudah pernah... bertemu.
Kalau begitu, hati-hati di jalan, ya!
Karena kau adalah kakakku.
Translated by Nug-san http://7hitam.blogspot.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.