Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DI SERIAL INI ADALAH FIKSI.
PARA AKTOR ANAK SYUTING DIDAMPINGI WALI MEREKA.
Dahulu kala, tempat ini terasa menakutkan
sekaligus nyaman.
Jika diingat lagi, itu sungguh menyedihkan.
Mengapa kau masih tinggal di tempat seperti ini?
Apa karena sesuatu seperti penyesalan dan penebusan?
Apa akhirnya ini membebaskanmu dari rasa bersalah?
Aku tak pernah mengerti mengapa kau mengubur
dan membuat menara batu untuk mereka.
Apa kau tidak merasa dicurangi?
Mereka yang mengurung kita di sini seolah kita anjing liar
dan bicara kepada kita seolah ini pantas untuk kita dapatkan…
Bukankah mereka hina?
Ini bukan salah kita, Van.
Kita hanya melakukan yang harus kita lakukan.
Aku tidak seperti dirimu,
yang asal membunuh orang tak berdosa hanya karena kau kelaparan.
Kau benar.
Jika diingat lagi, dulu kau cukup pintar.
Fakta bahwa kita hanya perlu membunuh satu orang untuk pergi dari tempat ini…
Kau sudah mengetahuinya.
Diam.
Jadi, kali ini…
kapan kau akan membunuhnya?
Kau pikir apa alasanku selama ini hanya mengawasimu?
Karena aku telah menggenggam kepastian.
Kepastian yang tak terbantahkan bahwa kau pasti membunuhnya lagi.
Belum terlambat untuk jujur dan mengakui bahwa kau takut kepadanya.
Bukankah itu alasanmu mengirim iblis nafsu alih-alih bertindak sendiri?
Jadi, bagaimana perasaanmu…
saat Wonjeong menyegelmu?
Yang ada di tempat itu hanya kekosongan dan ketiadaan.
Aku tak bisa merasakan waktu, derita, bahkan memikirkan isi kepalaku.
Tempat itu hanya tempat kosong.
Jika kau tak bisa membunuhnya, di sanalah kita akan berakhir.
Bagaimana menurutmu, Saudaraku?
Aku tidak tertarik terjerumus ke tempat seperti itu.
Darah dari iblis nafsu sama-sama mengaliri dirimu dan diriku.
Darah kita takkan bisa suci lagi.
Jika tak bisa dibuat suci lagi, berarti harus dibuang. Semudah itu.
Sepertinya kau berniat menghalangiku lagi.
Aku tak bisa membiarkan saudaraku merasakan kekosongan lagi.
Biar aku yang membuang darahmu.
Apa kau baik-baik saja? Kau seperti baru saja terluka parah.
- Bagaimana denganmu? - Tak apa, tidak seperti seseorang.
Itu makhluk apa?
Dia seperti hantu atau bayangan.
Dia tampak berbeda dari iblis nafsu yang kita hadapi sejauh ini.
Dia monster yang membuat seseorang bunuh diri…
Namanya Gunsunsae, arwah jahat yang sudah lama ada di Jeju.
Arwah itu tak pernah seganas ini, tapi tampaknya iblis nafsu menguasainya.
Sama seperti Benjulle.
Bagaimana cara kita membunuhnya?
Mari kita ke sana bersama.
Kau tak bisa menyelamatkan orang sendirian.
Aku ke sana bukan untuk menolong orang. Aku tak tertarik kepada hal seperti itu.
Apa?
Aku bisa merasakan energi Gusunsae. Aku hanya merasa harus mengurusnya.
- Ayo ke sana bersama-sama. - Tidak.
Lakukan apa yang harus kau lakukan. Lindungi Won Mi-ho.
Itu sudah cukup.
Su-jin…
Maafkan aku.
Maafkan aku, Su-jin.
Su-jin!
Su-jin…
JANGAN DIBUKA, AWAS API
Apa-apaan…
Nona.
Nona!
Su-jin.
Su-jin!
Nona.
Paman.
Kau tidak boleh di luar.
Mari kita segera ke dalam.
Su-jin ada di sana.
Aku harus menghampiri Su-jin.
Nyaris saja.
Kau tidak apa-apa?
Hei!
Hei, tunggu dulu.
Hei, tunggu!
Maaf, tapi aku tak punya banyak waktu.
Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
Seberapa percaya kau kepada Kepala Pelayan Chang?
Apa kau mau kutunjukkan kebenaran tentang dirinya?
Menurutmu apa yang akan terjadi kepada Won Mi-ho
begitu ingatannya sebagai Wonjeong pulih?
Lagipula dia hanyalah cangkang.
Tidak usah kau pikirkan, apa pun yang terjadi.
Yang kita butuhkan adalah Wonjeong, 'kan?
Pater Chang, apa kau mendampinginya seumur hidupmu dengan pemikiran itu?
Aku hanya menjalankan misi dari Tuhan. Bagiku, tak ada alasan selain itu.
Nona.
Nona!
Kau lihat itu? Aku benar, 'kan?
Nona…
Beri tahu aku.
Katakan bahwa itu tidak benar
dan bahwa kau tidak pernah menipuku.
Katakan bahwa kau mendekatiku bukan untuk mengubahku menjadi Wonjeong.
Pater Peter…
Itu adalah nama asliku.
Aku pengusir iblis, sama seperti Johan.
Dari semua pendeta yang menerima misi sebelumnya,
hanya aku yang selamat.
Jadi…
Misi yang kau bicarakan…
Misi kami adalah melindungi Tamra dari iblis nafsu.
Setelah aku selamat sendirian,
melindungimu, yang memiliki kekuatan sebagai Wonjeong,
telah menjadi misiku.
Bagaimana bisa kau…
Bagaimana bisa kau melakukan ini kepadaku…
Tidakkah kau merasa kasihan?
Tidakkah kau merasa bersalah telah mengulurkan tangan kepadaku?
Maafkan aku, tapi…
Keluar.
- Nona! - Keluar dari rumahku sekarang juga.
Menyingkirlah dari hadapanku sekarang juga!
Won Mi-ho!
Mereka semua mati karenamu.
Semua orang menipuku karenamu.
Hidupku benar-benar hancur karenamu.
Bukankah aku sudah memintamu untuk melindungi Won Mi-ho?
Ada seseorang yang benar-benar butuh diselamatkan.
Jika kau punya waktu untuk berbicara, cari Gusunsae.
Won Mi-ho.
Won Mi-ho.
Ke mana Won Mi-ho pergi?
Jika cawan untuk jiwamu tiada, riwayatmu juga berakhir, Wonjeong.
Mungkin akan lebih baik jika seperti itu.
Sekarang…
mari akhiri di sini.
Wonjeong.
Wonjeong!
Ini hukumanku kepada kalian.
Jongryeong!
Aku harus mendengarnya sendiri dari Wonjeong.
Van…
Tidak apa.
Nona, kau satu-satunya keluargaku dan kehidupanku.
Jadi…
aku ingin melindungimu.
Pater.
Mengapa kau memakai jubah…
Tak ada lagi yang bisa kulakukan.
Hingga sekarang, kukira aku melindungi Nona.
Namun, aku tak bisa lagi mendampinginya seperti ini.
Apa yang kau bicarakan…
Pater Johan, tolong lindungi Nona, meski aku takkan ada di sini.
- Pater… - Aku harus pergi ke Keuskupan
dan mengambil sesuatu.
Pater Chang.
Kupercayakan Nona kepadamu hingga saat itu tiba.
Aku…
bertemu Wonjeong.
Itu bukan salahmu.
Saat itu kau hanya mencoba melindunginya, 'kan?
Aku tak bisa melindunginya.
Aku…
Akulah yang mengakhiri hidupnya.
Untuk waktu yang lama…
kau telah menunggu sendirian, 'kan?
Janji itu…
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maaf karena aku bukan dirinya.
Aku tidak bisa menciptakan Perisai.
Aku pun tak bisa menyelamatkanmu.
Maafkan aku.
- Meski ingatannya telah kembali… - Jangan menangis.
Kekuatannya belum kembali.
Apa dia hanya cangkang?
Karena makhluk yang tak lebih dari cangkang itu…
hingga sekarang, aku…
Gungtan.
Demi melindungi cangkang rapuh itu,
kau rela menjadi manusia yang menjijikkan dan lemah?
Hentikan.
Hari itu benar-benar menyiksa semua pihak.
- Mulai sekarang… - Kau lancang!
Kau tak lebih dari sekadar cangkang.
Menyedihkan sekali melihatmu kesusahan.
Karena aku manusia.
Aku putus asa karena aku manusia yang rapuh.
Aku harus menyelamatkannya agar aku bisa hidup juga.
Kak Mi-ho.
Kak Mi-ho!
Pria berbaju hitam…
bukan Van.
Apa kau baik-baik saja?
Terima kasih.
Kukira kau tidak akan bangun lagi.
Won Mi-ho…
- Ya? - Ini…
Maafkan aku.
Apa kau sudah menyusui bayimu hari ini?
Kau harus banyak makan agar bisa menghasilkan ASI.
Bagaimana keadaanmu?
Sebelumnya kau bisa pulih dengan cepat, tapi sepertinya sekarang melambat.
Rasanya kita seperti sedang berkemah, 'kan?
Apa yang sedang kau pikirkan?
Aku hanya merasa ini menyenangkan.
Katakan yang sejujurnya.
Otakmu juga cedera, 'kan?
Baiklah, anggap saja otakku cedera.
Jangan, anggap saja tidak.
Ada sesuatu yang sudah lama ingin kuketahui.
Maksudku adalah tempat menara tumpukan batu berada.
Ya.
Seharusnya kau tinggal di tempat yang lebih nyaman.
Mengapa kau tinggal di sana?
Tempat itu nyaman bagiku.
Itu adalah rumahku yang memiliki kenangan buruk dan baik.
Apa menara batu itu sudah ada sejak zaman dahulu?
Aku mulai menumpuk batu itu sejak lama sekali.
Itu banyak sekali. Kau melakukannya sendiri?
Saat itu, hanya itu cara yang terpikir olehku untuk menebus dosaku.
Asap itu…
Jika…
semua iblis nafsu sudah tidak ada, lantas apa yang ingin kau lakukan?
Yah…
aku belum pernah tinggal di dunia yang seperti itu, jadi, aku tak tahu.
Jika itu yang terjadi, mari kita perbarui kontrak kita.
Bagaimana menurutmu?
Menjadi pelindung adalah keahlianmu, jadi, gunakan kemampuan itu
untuk melindungi sesuatu yang langka, berharga, dan indah.
Kau paham maksudku.
Sesuatu yang berharga berada lebih dekat dari dugaanmu.
Kurasa kaulah yang mengalami cedera otak.
Mari kita diam saja tanpa bicara.
Ini nyaman.
Ya, 'kan?
Kau bilang ingin diam saja, bagaimana jika kau juga berhenti bicara?
Kau semakin ahli bicara.
Paman, bagaimana rencanamu? Apa Nn. Won Mi-ho sudah mati?
Kehidupan kalian akan usai begitu tujuanku terpenuhi.
Penerjemah: Carissa Fadina Permata
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.