All language subtitles for A Man Called Otto 2022 1080p WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Selamat datang di toko. Kau seorang Busy Beaver?

Aku bukan seorang Busy Beaver.

TALI

Kau Pelanggan Beaver?

Bergabunglah untuk diskon.

Kau akan mendapatkan penawaran terbaik kami.

Jangan lupa:

Jika butuh bantuan, panggil Beaver.

Bisa kubantu, Pak?

Kau pikir aku tak tahu cara memotong tali?

Biasanya kami yang memotongnya.

Kau pikir aku akan terluka dan darahku berceceran lalu menuntutmu?

Tidak.

Maka, aku tak butuh bantuanmu.

Selamat berbelanja.

Aku seorang Busy Beaver.

Bodoh.

Sudah dapat semua yang kau perlukan?

Ya.

Bagus.

Mari kita lihat.

Totalnya $3,47.

Kau menghitung talinya 6 kaki.

Satu yard harganya 99 sen.

Aku tidak beli 2 yard. Aku beli 5 kaki.

Kami tidak menghitungnya berdasarkan kaki, tapi yard.

99 sen per yard berarti 33 sen per kaki, dikali 5, totalnya $1,65.

Kau menagihku $1,98.

Kau pintar matematika.

Aku tahu, tapi komputernya tidak bisa mengikuti perhitunganmu.

Komputer macam apa yang tidak bisa matematika sederhana?

-Boleh aku bicara dengan manajermu? -Dia makan siang.

Makan siang. Zaman sekarang orang hanya peduli makan siang.

-Ada yang lain? -Kalau asisten manajer?

-Ya, aku mau bicara dengannya. -Baik.

Hei, Taylor?

Taylor? Ke kasir depan.

Ada apa?

Hei, Taylor.

Ini asisten manajer? Berapa usianya?

Kau tidak sekolah?

Apa?

Aku punya uang receh.

Biar kubayar 33 sen itu untukmu.

Pak, aku tak mau 33 sen. Ini bukan soal 33 sen.

Masalahnya aku beli tali 5 kaki karena aku mau tali 5 kaki.

Aku tak perlu membayar tali 6 kaki jika aku tak menginginkannya.

Kau mau tali satu kaki lagi?

Terulang lagi.

Seberapa sulitnya?

Jika Tidak Tinggal Di Sini Jangan Buang Apa Pun Di Sini!

Sepedanya di sini.

Hei! Apa-apaan ini?

Itu punyaku.

-Tempatnya di rak sepeda. -Aku hanya pergi sebentar.

Kali berikut, akan kukunci di tempat barang hilang.

Dasar pria tua pengomel.

Ya ampun.

IZIN PARKIR PENGHUNI Birchwood Estates

Jangan di kaca spion.

Hei, Otto!

Baiklah.

Hei!

Awas kalau anjingmu itu pipis di halamanku lagi.

-Aku tahu kau pelakunya. -Abaikan dia, Prince.

Dia pria tua yang jahat. Dia tak tahu siapa pelakunya.

Salah satu dari kalian.

Dan suruh pacarmu untuk berhenti meregangkan pahanya di tempat umum.

Kelihatan seperti pesenam Rumania berusia 14 tahun.

Pergi. Enyahlah.

Pergi.

BAGIAN TEKNIK

Ini dia orang yang sudah ditunggu.

Ada apa ini?

Kue pensiun. Terserah kau mau sebut apa.

Untuk Otto NIKMATILAH

"Nikmatilah." Melakukan apa?

Nikmatilah sisa hidupmu. Kami ingin...

Merayakan?

Ya! Tidak. Memberimu pesta perpisahan yang baik.

"Baik."

Ayolah, Otto.

Kau yang ingin berhenti.

Kau dapat paket pesangon yang bagus.

Kau mengeluarkanku dari bagian Operasi. Kau memotong jam kerjaku.

Kau mengangkat Terry, yang kulatih, jadi penyeliaku.

Terry, yang tak tahu ini tahun berapa tanpa ponselnya.

Maka, kuambil paket pesangonnya.

Maaf kau merasa begitu.

Kita semua menyesuaikan diri setelah merger.

Tapi kau pegawai yang baik selama tahunan, maka...

Benar. Sangat bisa diandalkan.

Kami akan merindukan jadwalmu.

Untuk Otto!

-Untuk Otto! -Untuk Otto!

Nah, Otto. Mau sepotong wajahmu?

Siapa yang lapar?

BUKAN JALAN UMUM KHUSUS MOBIL BERIZIN - DILARANG PARKIR

Lihat itu. Tidak.

Hei, tunggu!

Tidak. Kau tak boleh di jalan ini tanpa izin.

Aku tidak parkir. Hanya mengantar paket.

Rambunya tidak membahas soal paket, bukan?

Tulisannya "izin" dan kau tak punya itu.

Ini bukan jalan umum.

Selamat siang, Pak.

Setiap kali kau kemari

salah satu penghuni tak bisa parkir di depan rumahnya!

Yang lain tidak begitu. Orang yang naik truk putih.

Kenapa yang cokelat yang selalu begini?

Aku tidak bermaksud rasialis!

Halo.

-Hai. Maaf, kau dengar? -Ya.

-Ini Susan. -Susan siapa?

Ada berita baik tentang asuransi kesehatanmu.

Tidak. Robot!

Aku harus bicara dengan siapa agar nomor ini diputus?

Layanan Akun.

Bisa hubungkan aku atau aku perlu tekan nomor?

Aku sudah mendengarkan musik itu selama tujuh menit.

Maaf, Tn. Anderson.

Matikan listrik di kediaman ini.

-Kau pindah rumah? -Tidak, aku membatalkan akun.

A-N-D-E-R-S-O-N.

Kenapa tak bisa kembalikan danaku untuk enam hari itu?

O-T-T-O.

Oh, kebijakan.

Kebijakanku adalah jika aku mau bayar gas selama enam hari,

maka aku akan menggunakan gas selama enam hari.

Berarti kita sudah selesai.

Bodoh.

Baik.

Terus. Berhenti. Terus.

Baik. Berhenti.

Mundur. Hati-hati, kau terhalang. Gunakan Force.

Bagus. Tidak, kau naik trotoar.

Baik.

Mundur.

Mundur.

Berhenti.

Sial.

Apa yang dia lakukan?

Ya! Tepat! Itu yang kukatakan.

Kau tak boleh mengemudi kemari.

Aku tak mengemudi. Apa aku mengemudi? Tidak.

Kau tak boleh membawa mobil ke jalan ini tanpa izin.

Kami punya izin parkir. Ini. Lihat?

Kenapa ada di sakumu?

Aku pengemudinya.

Kami menyewa rumah. Ya.

Di 206.

Bukan berarti

kau bisa parkir mundur di depan pintumu.

Tidak. Aku sedang parkir sejajar.

Sejajar dengan apa?

Usahaku tidak terlalu baik, bukan?

Akan kucoba lagi.

Astaga.

Baik.

Bagus!

Mundur terus.

Mundur lagi.

Aku bisa.

-Arah lain, tapi ke sana dahulu. -Mudah.

Tepat.

-Perlahan. -Bagus.

Tidak. Apa? Tidak!

Tidak! Berhenti!

Berhenti! Keluar dari mobil.

-Keluar dari mobil. -Maaf.

Bagaimana kau bisa hidup sampai sekarang

tanpa mengetahui cara mundur?

Anjing dengan satu kaki depan dan katarak bisa parkir lebih baik darimu.

Transmisi otomatis, pantas. Berikan kuncinya.

Ada di tempat gelas.

Menyalakannya pakai tombol.

Aku tahu.

Apa itu?

Itu radar.

Kereta gandengnya terlalu dekat mobil itu.

Karena itu bunyi terus. Namun...

Baiklah.

Halo.

Halo.

Siapa namamu?

Otto.

Otto?

Otto. O-T-T-O.

Aku Abbie, O-T-T-O.

Aku Luna.

Senang berkenalan.

Itu bagus.

Dia berhasil dengan sekali coba.

-Sempurna! -Terima kasih, Pak.

Orang yang perlu radar untuk mundur seharusnya tak boleh mengemudi mobil.

Mereka tak boleh menggunakan radio.

Itu kataku.

Taruh izinmu di kaca spion.

Bukan di sakumu!

-Baik. -Mengerti.

-Dah! Terima kasih. -Terima kasih, Pak. Kau hebat.

Bodoh.

Kalian sudah siap?

Baik.

Baiklah.

Bawa barang-barangmu.

Ayo, Anak-anak.

Bawa barangmu, Nak.

Berapa ruang rak yang tersisa?

Tiga rak.

-Ada berapa kotak buku? -Tujuh atau delapan.

"Akan kubuat rak buku lagi."

Akan kubuat rak buku lagi.

-Hai. -Hei.

Hai. Otto, bukan? Ya?

Otto.

Ya, itu kataku. Salah? Aku bilang...

Tidak penting kau bilang apa. Otto. O-T-T-O.

-Otto. -Otto.

Otto. Dibaca dari depan atau dari belakang sama saja.

-Otto. -Namanya Otto, Mari.

Aku jarang dengar nama itu.

Aku sering.

Jika mengganggu, kami bisa kembali nanti.

Kalian mau apa?

Kubawakan makanan.

Kenapa?

Karena kau terlihat lapar.

Karena itu kami cocok.

Dia senang memasak, aku senang makan apa saja.

Omong-omong, kami...

Kami ingin berkenalan

karena kita akan bertetangga, jadi...

-Baiklah. -Baik. Dah.

Namaku Marisol.

Aku Tommy.

Otto.

Kau selalu tidak ramah seperti ini?

Aku ramah.

-Kau agak tidak ramah. -Aku ramah.

-Sedikit. -Tidak.

Tidak? Baiklah, tidak.

Tidak. Kau ramah.

Setiap kata-katamu bagaikan pelukan hangat. Sungguh.

Nikmatilah.

Apa ini?

Hati-hati salsa-nya.

Itu pollo con mole. Enak sekali.

Masakan Meksiko. Aku orang Meksiko.

Aku lahir di El Salvador karena ayahku orang sana.

Namun, ibuku orang Meksiko, maka pertama kami ke Meksiko, lalu...

Kau?

Aku konsultan TI.

Aku dari Anaheim.

-Oh, dari Anaheim. -Anaheim, ya.

Ya. El Paso.

Baiklah, aku ada urusan.

Permisi, Pak Otto.

Kau punya kunci Alvin untuk kupinjam?

Maksudmu kunci Allen.

Bukan, kunci Alvin.

-Kunci Allen. -Kunci Allen.

Kunci "Allen", bukan? Kunci Allen.

Alvin.

Sepanjang pagi, "Kunci Alvin".

Kunci Alvin, percayalah.

Semua orang yang kukenal menyebutnya kunci Alvin.

Semua orang yang kau kenal salah.

-Mau periksa di Google? -Astaga.

Periksalah. Wikipediale. Wikipediale.

Berikan ponselmu.

Ini ponselku. Gunakan ponselmu.

Perlu ukuran berapa?

Ukuran biasa.

Bawa semuanya.

-Terima kasih. -Terima kasih.

Kami pergi karena kau ada urusan...

Kau mau apa?

Bukankah dia cantik, Nak?

Itulah mesin Chevy.

Bisa diandalkan.

Tidak seperti dunia ini.

Ayah, ini Otto.

Cukup, Sayang.

KARANGAN BUNGA SEGAR $8 dapat 2

$8 dapat dua?

Mungkin aku perlu menabrak diriku dengan mobil.

Itu pasti berhasil.

Kutemukan bunga kesukaanmu.

Merah muda.

Ada penawaran khusus.

Diobral. $8 dapat dua.

Maaf aku baru sempat membawanya.

Aku jadi lupa.

Gara-gara tetangga baru.

Suaminya bodoh.

Tidak tahu bedanya kunci Allen dengan salah satu Chipmunks.

Mereka penyewa.

Tidak berkomitmen pada apa pun.

Aku tahu. Mungkin mereka belum mampu beli rumah.

Bagaimana nasib mereka ketika pengusaha properti

merubuhkan rumah mereka

untuk membangun apartemen murahan lagi?

Itu akan terjadi. Kujamin.

Mereka mengemudi di dekat pagar, melindas rumput.

Dye & Merika.

Orang bodoh mana yang memilih nama itu untuk perusahaan properti.

Kedengarannya seperti "Amerika sekarat".

Memang terdengar begitu.

Bahkan sulit membeli sekrup gantung yang layak lagi.

Atau tali dengan hitungan kaki.

Semuanya kacau saat kau tak di rumah.

Berikutnya.

Kuduga kau mengidap kardiomiopati hipertrofi,

dan itu pembesaran genetika dari...

Aku tahu.

Ayahku mengidapnya.

Kemungkinan besar hidupmu akan panjang,

tapi prospek militermu berakhir di sini.

Berikutnya.

Satu tiket ke Pittsburgh.

Totalnya $1,10.

Terima kasih.

Permisi.

Hei, bukumu jatuh!

Nona, bukumu jatuh! Hei!

Itu punyaku?

Apa?

Ya.

Kulihat bukumu jatuh, maka...

Terima kasih.

Aku sudah membacanya separuh. Aku ingin tahu akhirnya.

Silakan.

Duduklah bersamaku.

Aku Sonya.

Aku Otto. Itu nama ayahku.

Aku dalam perjalanan mengunjungi ayahku.

Aku pergi setiap Kamis.

Kau sering naik kereta ini?

Tidak, aku ke kota untuk pemeriksaan fisik militer.

Ya ampun.

Pasti sulit tidak mengetahui apa yang akan kau hadapi.

Kapan kau berangkat?

Aku tidak...

Tidak untuk sementara.

Perlihatkan tiket.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kau salah kereta.

Ini tiket untuk ke timur.

Aku pasti...

Aku akan turun di stasiun berikut.

Berapa harganya?

$1,75.

Satu.

Ini. Aku punya uang kecil.

Terima kasih.

Silakan. Terima kasih.

Sisa 25 sen.

Ini koin 1964.

Perak murni.

Simpanlah. Itu bawa keberuntungan.

Ya, benar.

TERIMA KASIH. MAKANANNYA MENARIK.

Hei, Otto! Agak terlambat untuk meronda pagimu, bukan?

Tidak.

Tidak? Kau tidak pergi kerja?

Tidak.

Oh. Baguslah. Mau ikut makan siang?

Makan siang.

Ya.

Tidak.

Kami makan tenderloin, siapa tahu kau berubah pikiran!

Tidak.

Hei, permisi.

Ternyata kau.

Ini jalan pribadi, dan gerbang ini untuk menjaga arus lalu lintas.

Bukan agar kau bisa lewati lalu merusak rumput.

Baik. Aku ketahuan. Aku dari Dye & Merika.

Aku akan minta tukang kebun memperbaikinya untukmu.

Rumputnya akan seperti baru. Bahkan lebih baik. Selamat pagi.

Peraturan harus dipatuhi.

Aku tahu rencana kalian.

Baik, Pak Anderson. Terserah kau saja.

Teruslah mengawasi lingkungan.

Enyahlah, Pengacau Kecil!

Ayo. Ya.

Enyahlah!

Lempar satu batu lagi, aku akan tendang

anjing kecilmu itu melewati atap.

Aku tidak melempari rumahmu. Kucing itu mencakar Prince.

Akan kubunuh kucing itu.

Tidak boleh.

Kenapa? Itu kucing liar.

Mungkin penuh beragam penyakit.

Kau juga, kemungkinan besar. Aku tak melemparimu batu.

Andy.

Kenapa?

Kau dengar kata-katanya?

Aku pernah cerita caranya bicara kepadaku.

Pergilah selagi kau bisa.

Aku bukan temanmu.

Dye & Merika akan memindahkan semua orang tua di sini ke panti jompo.

Lebih cepat lebih baik!

Halo.

Apa lagi?

Aku mau kembalikan kuncinya.

Ada perabotan yang bonusnya kunci ini.

Selamat.

Kubuatkan salpores de arroz.

Maksudmu ayam dan mole?

Bukan. Ini kue El Salvador. Kesukaan ayahku, jadi...

Enak. Kau pasti suka.

Karena aku yang buat.

Otto, kau punya tangga yang bisa kupinjam?

Jendela kami macet.

Kenapa butuh tangga?

Jendelanya di atas sana.

Tidak bisa dibuka.

Kau mau coba membukanya dari luar?

Ya. Benar.

Biar kuambil mantelku.

Baik. Terima kasih.

Aku suka tangannya melambai.

Pasang lengannya.

-Bagus. -Anita.

Otto, maaf mengganggu, tapi pemanas kami tidak menyala.

Bisa kau periksa?

Coba buang udara radiatormu.

Bagaimana caranya?

Dengan membuang udara radiator.

Otto. Jangan kasar.

Aku tidak kasar.

Terkadang sulit menebak Otto.

Ya.

Kami baru pindah ke 206.

-Aku Marisol. -Aku Tommy.

-Selamat datang. -Senang berkenalan.

Aku Anita.

Suamiku, Reuben, yang biasanya mengurus pemanas.

Namun, kami tahu kelak dia tak bisa lagi

mengurus hal-hal di rumah.

Mungkin Reuben perlu memikirkan itu sebelum dia melakukan kudeta.

Itu sudah lama sekali.

Kudeta?

Itu salah paham.

Itu kudeta.

Otto, kau bisa bocorkan udara radiator untuk Anita?

Tidak. Karena bukan dibocorkan.

Tapi dibuang.

-Lihat rampa ini. -Itu punya Sonya.

-Kita butuh ini untuk kereta gandeng. -Taruh.

Taruh! Siapa bilang kau boleh menyentuhnya?

-Maaf, Otto. -Kalian semua, pergilah.

Bawa tangganya dan pergi. Kalian semua.

-Baik. -Terima kasih.

-Terima kasih. -Awas.

Baiklah.

-Terima kasih. -Terima kasih.

Tidak. Kenapa kau di sini?

Bagaimana kau bisa masuk?

Ayo. Pergilah! Enyah.

Tidak, keluar. Keluar.

Ayo, pergilah.

Hei.

Lepaskan!

Lepaskan.

Jika kau mencakarku, kugigit kau.

Rasakan.

Kucing bodoh.

-Hai, Otto! -Hai, Otto!

O-T-T-O.

Otto.

Aku meminjamkan selang Agustus lalu.

Jika kau kembalikan, akan kubuang udara radiatormu.

Masuklah.

Tetangga barumu sepertinya ramah, bukan?

Ramah.

Kau akan segera punya tetangga baru lagi.

Orang-orang properti bilang...

Reuben dan aku harus pindah.

Itu omong kosong.

Kau pemilik rumah ini, bukan mereka.

Itu yang kubilang.

Mereka bicara dengan anak kami, Chris.

Katanya aku tak bisa lagi mengurus Reuben,

dan Reuben butuh tempat untuk dirawat secara khusus.

Dan aku harus pindah ke rumah jompo.

Chris tahu apa? Dia bodoh. Sejak dahulu.

Mereka tak bisa memaksamu.

Dia tahu kita di sini?

Tentu.

Jangan tertipu olehnya.

Dia masih di situ.

Biar kucarikan selangmu.

Seluruh lingkungan jadi kacau belakangan ini.

Mereka tak lagi punya asosiasi pemilik rumah.

Tidak ada lagi yang mengurus lingkungan.

Tidak seperti kita.

Biar jelas, aku masih belum memaafkanmu.

Aku hanya tak menyadari kesehatanmu menurun begitu cepat.

Sekarang...

mereka merusak semua yang kita kerjakan dengan susah payah.

Aku belum pergi, tapi mereka sudah coba menyingkirkan kita.

Aku tidak akan di sini untuk melihat itu terjadi.

Aku akan pergi.

Selamanya.

Siap untuk makan siang?

-Kubuat jagung krim kesukaanmu. -Terima kasih.

Terima kasih, Otto. Maaf aku lama mengembalikannya.

Mau ikut makan siang?

Anita memasak tenderloin.

Tidak, ada banyak pekerjaan.

Reuben, apa yang kau lakukan?

-Lepaskan. -Apa yang kau lakukan?

-Lepaskan. -Reuben.

-Lepas... -Apa yang kau lakukan?

...kan.

Astaga.

Cobalah membukanya dari dalam.

Ini lebih tinggi dari dugaanku.

Aku agak pusing, Sayang.

Tampaknya kita harus naik kereta berikut.

Otto.

Itu nama ayahmu.

Kau ingat.

Kau harus kembali ke pusat militer?

Tidak, aku ingin mengganti uangmu untuk tiket kereta.

Bukankah lebih baik jika kau mengajakku makan malam?

Mari.

Ya, mari masuk.

Kau...

...terlambat 15 menit.

Benarkah?

Hal apa yang membuatmu tertarik?

Membuatku tertarik...

Apa minatmu?

Mesin-mesin.

Aku senang pelajari cara kerjanya.

Aku senang pelajari cara kerjanya.

Apa fungsi dari setiap bagian agar mobil berjalan lancar.

Itu lebih rumit dari yang orang pikir.

Karburator harus mencampur gas dan udara dengan kombinasi yang tepat,

lalu busi harus menyalakan perpaduan itu,

yang menggerakkan piston dan penghubung dan poros...

Di mana kau belajar tentang mobil?

Dari ayahku.

Hanya itu yang kami bicarakan. Dia ayah yang baik.

Bisa diandalkan.

Dia meninggal.

Dua bulan lalu.

Mendadak.

Aku turut berduka.

Kalau ibumu?

Aku tak terlalu ingat.

Aku hanya ingat seperti apa rasanya setelah dia tiada.

Kenapa tak pesan hidangan utama?

Aku makan di rumah.

Kenapa?

Agar kau bisa pesan yang kau mau.

Aku membohongimu.

Maafkan aku.

Aku tidak di militer. Aku tidak lulus tes fisik.

Jika diterima, aku akan punya pekerjaan dan itulah yang kuharapkan. Namun...

...aku tidak punya.

Aku tak tahu harus berbuat apa.

Aku pergi saja.

Otto!

Otto!

Tunggu.

Apa? Apa maumu?

-Kenapa kau di sini? -Kau kenapa di sini?

-Aku mencarimu. -Kau menemukanku.

Bisa antar aku ke rumah sakit?

Tommy jatuh dari tangga, dan ambulans membawanya pergi.

Kau bisa naik pemanggang impor yang kau sebut mobil.

Aku tak punya SIM.

-Berapa usiamu? -Tiga puluh.

Kau tak punya SIM?

Aku punya izin mengemudi.

Aku hanya tidak sampai tahap berikut.

Memang ada berapa tahap?

Kumohon!

Fokus!

Dengarkan!

Tommy di rumah sakit, dan dia sedang sekarat.

Kau akan mengantarku ke rumah sakit, atau aku harus naik bus?

-Aku akan mengantarmu. -Terima kasih.

Sesulit itukah?

Mau ke mana?

Jemput anak-anak!

Anak-anak?

RUMAH SAKIT DUQUESNE

Angkat aku!

Pukulan di mana-mana. Tidak!

Pukul, pukul, pukul!

Boneka-boneka itu.

Mereka semacam pahlawan super?

Luchador adalah pegulat. Ya.

-Pegulat... -Aku menemukan buku Tn. Beruang!

Begitu?

Dia ingin kau membaca untuknya.

Tepat.

"Kau Di Situ, Beruang Kecil?

'Kau Di Situ, Beruang Kecil?' kata Tn. Beruang.

'Di manakah Beruang Kecilku?'"

Bicaralah seperti beruang.

Beruang tak bisa bicara.

Beruang ini bisa.

"'Di manakah Beruang Kecilku?'"

'Apa kau di sana, Beruang Kecil, di atas pohon itu?'"

Bukan, itu burung hantu!

"'Tak ada siapa pun di sini kecuali si kecil dan aku.'

'Kau di sana, Beruang Kecil, jauh di bawah tanah?'"

Aku bukan Beruang Kecil.

Aku Beppo!

Hai, Beppo!

-Mau lihat sulap? -Ya!

Aku sedang membaca untuk mereka.

"Aku sedang membaca untuk mereka," Tn. Beruang mengomel.

Boleh pinjam koin, Tn. Beruang?

Ya. Ayolah.

Kumohon.

Ya!

Kembalikan nanti.

Pasti.

Dia tak punya kostum. Itu punya rumah sakit.

Dia harus menggantinya.

Beppo artinya kebahagiaan. Dia sukarelawan di sini.

Otto. Apa yang kau lakukan?

Tidak ada.

Kakek Otto memukul badut.

-Tidak. -Kau memukulnya.

Kakek Pegulat!

Pegulat!

Itu salah si badut.

Ke mana koinnya?

Ini dia.

Tiuplah.

Wah! Ini dia!

Bagaimana caranya?

Itu sulap.

Terima kasih.

Semoga harimu menyenangkan!

-Dah! -Dah, Beppo!

Terima kasih.

Tunggu.

Ini bukan koinku.

Itu dari telingamu, Pak, jadi itu masalahmu.

Tidak, ini bukan koinku.

"Tidak. Ini bukan koinmu."

Dengar. Aku memberimu koin dan kataku kembalikan nanti.

-Mau satu dolar? -Kau menukar koinku.

-Trik sulap. -Kau memberiku koin ini.

Otto dapat masalah?

-Itu hanya koin. -Tidak.

-Kau lihat tembaganya? -Dia tidak memanggil polisi.

-Kembalikan koin 1964 punyaku! -Tenanglah.

-Di mana? Kau menyimpannya. -Tolong aku, Pak Polisi.

-129. Ada masalah dengan badut. -Di mana?

Lepaskan badutnya! Pak!

Nah! 1964.

Di mana mainanku?

Di ranselmu.

Kantong mana? Ada banyak kantong.

Kenapa?

Ayahku suka tersenyum seperti itu.

Aku tidak tersenyum.

Tepat.

Kau tidak boleh kasar dengan badut.

-Apakah Kunci Alvin akan ikut? -Lihat!

-Hei, semua! -Ibu, itu dia!

Bawa mobilnya ke sana agar kita bisa jemput dia.

Otto!

-Terima kasih sudah antar kami. -Dah, Kakek Pegulat.

-Terima kasih, Otto. -Selamat malam.

-Dah! -Terima kasih, Otto.

Dah.

Baiklah, anak-anak.

-Ayo. -Ayo.

Lihat kaki baru Ayah! Seperti kaki robot.

Otto!

Astaga, apakah dia mati?

Tidak, mungkin sedang tidur.

Otto. Tidak. Kumohon. Tolong kucing itu.

Kenapa tidak kau saja?

Karena aku hamil. Aku tak bisa dekat kucing karena takut terkena tokso.

Dia bisa ke situ. Dia bisa keluar sendiri.

Kenapa kau begitu?

Aku tidak tahu kucing.

Hei, Kawan. Ada apa?

Jimmy. Ada...

Oh, tidak!

Kita harus menghangatkan tubuhmu!

Ya. Hati-hati.

Oh, tidak.

Aku menjagamu.

-Dia dingin sekali. -Astaga.

Bawa ke mana?

Tidak. Tokso. Otto.

Ayo. Aku membawamu.

Otto. Buka pintunya.

Tenanglah, Kawan.

-Kau akan baik saja. -Kasihan kucing ini.

Baiklah. Kau akan baik-baik saja.

-Salju mengotori lantaiku. -Maaf.

Astaga, di sini dingin sekali.

Bagaimana kalau yang ini?

-Tidak. -Kumohon...

Jangan sentuh mantel itu. Biarkan di sini.

-Bisa ambilkan selimut? -Untuk kucing?

Biar aku saja.

Kau sedang apa?

Panas tubuh sangat manjur. Aku punya banyak panas dan tubuh.

Aku akan menyalakan oven.

Jangan taruh kucing itu di ovenku.

Aku ingin rumah ini lebih hangat.

Mejamu rendah sekali. Beli di mana?

Aku membuatnya. Untuk Sonya. Istriku.

Dia juga pendek?

Sonya sudah meninggal.

Dia pandai memasak, bukan?

Dahulu aku sering makan di sini.

Maafkan aku.

Kau bisa pergi sekarang? Aku ada urusan.

Senang bertemu denganmu, seperti biasa.

Siapa yang akan mengurus kucing ini?

Kau.

Baiklah.

Tanya aku dengan benar.

Dan juga bagus.

Aku lapar.

Selamat JURUSAN TEKNIK 1978

Coba lihat.

Universitas Teknik

"Dewan Regensi dengan ini menyatakan bahwa Otto Anderson,

telah memenuhi semua persyaratan untuk Gelar Sarjana Teknik..."

Apa kau pernah...

...ingin menikah?

-Karena jika pernah... -Lihat aku.

Tanya aku dengan benar.

Maukah kau...

Maukah kau menikahiku?

Ya.

Ya!

Ya.

Ya.

Ya! Ya!

Astaga!

Hubungi 911.

Dia jatuh!

-Tolong dia! -Cepat rekam.

Ya ampun.

-Siapa mau menolongnya? -Dia jatuh.

Angkat dia dari rel. Tolong dia.

Hei! Kau bisa bergerak?

Kau harus bergerak! Ayo! Bangunlah!

Tolong aku.

Ayo.

Rekam.

Cepat rekam.

Aku merekamnya.

Perbesar di wajahnya.

Ceritakan kejadiannya.

Kami mau ke museum...

Lihat aku.

Beri salam.

Tarik napas, Otto.

Pegang tanganku.

Pegang tanganku.

Pegang tanganku sekarang!

Kau gila? Kau bisa mati.

Kau menyelamatkan nyawanya, Pak.

Dia menyelamatkan nyawa orang itu.

Luar biasa.

-Terserah. Ikuti kami. -Ikuti kami.

Kau ingin membuatku mati terkejut?

Lihat ini.

Abbie ingin menggambar tetangga barunya.

Dia ingin kau menerimanya.

Itu kau.

Dia selalu mewarnaimu.

Apa maksudmu, "selalu"?

Aku punya ide bagus.

Kau bisa mengajariku mengemudi.

Tidak.

Tidak.

Aku tak punya waktu untuk itu.

Tenang, aku akan bayar bensin dan lainnya.

Kalian di sini. Aku mencari kalian ke mana-mana.

Hai, Jimmy. Kau sedang apa?

-Kucingnya di situ? -Ya.

Astaga! Tenanglah.

Dia tidak suka begini.

Biarkan dia keluar.

Baik. Maaf, Kawan.

Apa yang kau lakukan? Mengajaknya jalan-jalan?

Aku harus mengembalikannya. Aku lupa bahwa aku alergi.

Maka...

-Oh, Jimmy. -Ya.

Aku sudah coba pakai oatmeal, tapi tidak menolong.

Ikut aku. Tommy punya resep tahun lalu.

-Dia menemukan sarang tawon. -Kau yakin?

-Aku tak mau merepotkan. -Tak apa. Jangan digaruk.

Aku ingin garuk sedikit.

Hei, kucingnya bagaimana?

Dia milikmu sekarang, Otto.

Sayangi dia.

Masuk ke dus.

Masuk ke dus.

Masuk ke dus.

Maaf aku baru datang.

Ternyata lebih sulit dari dugaanku untuk...

Dia pindah ke rumah kita.

Aku punya seekor kucing.

Akan kupikirkan nasib kucing ini.

Lalu aku akan menemuimu, Sonya. Janji.

Aku merindukanmu.

Tidak.

Kau tak boleh di ranjangku.

Ini ranjangmu.

Kau lebih suka tidur di luar, kembali di salju?

Itu bisa diatur.

Kau akan jadi ayah terbaik bagi anak-anak kita.

Hei!

Apa?

Untuk ini kau menggunakan sepedamu?

Ya. Itu pekerjaanku.

Jadi pelayan restoran dan mengisi bensin, itu pekerjaan.

Aku juga kerja malam di kedai piza dan akhir pekan di toko barang bekas.

Kau Pak Anderson, bukan?

Kau suka datang untuk presentasi di sekolah.

Kapan?

Bu Anderson adalah guruku.

Dia orang pertama yang tidak menganggapku aneh.

Karena aku seorang transgender.

Dia orang pertama yang memanggil nama baruku.

Dia membuat guru-guru lain berbuat sama.

Itu sangat menolongku di sekolah.

Aku takkan meninggalkannya lagi di sini.

Hei.

Siapa namamu?

-Malcolm. -Malcolm.

Otto.

Senang berkenalan, Otto.

Hei!

Otto! Ada kabar baik.

Andy mengajariku mengemudi.

Salah jalan.

-Terima kasih. -Tentu.

-Baiklah. -Baik.

-Dah. -Dah.

Parkir!

Kau masih di transmisi drive. Itu otomatis.

Kau masih di transmisi drive. Kau harus pindahkan ke parkir.

Ke mana?

Dah!

-Tolong! -Aku datang!

Menyelamatkan Tuan Putri!

Baik. Aku datang!

Otto!

Otto datang! Ibuku membuat salpores.

Hei, Otto. Masuklah.

Aku tak tahan melihat orang bodoh mengajar orang bodoh mengemudi.

Kau. Pakai mantelmu. Waktunya belajar.

Apa?

Kau akan mengajariku? Sungguh?

Otto, terima kasih!

Terima kasih.

Tunggu sebentar!

Kau baik sekali, Otto. Terima kasih.

Aku pernah mengajarinya sekali.

Anak-anak.

Dah, Otto!

-Ibu akan belajar mengemudi. -Jaga dirimu.

-Dah, Ibu! -Dah, Sayang.

Selamat bersenang-senang!

Dah, Ibu!

Baiklah.

Tidak ada orang dewasa. Ayo!

Otto, bisa gunakan mobil kami?

Aku hanya pernah mengemudi otomatis.

Tidak.

Aku mengajarimu mengemudi. Masuk.

Kita mendekati lampu merah. Kau harus berhenti.

Aku harus injak kopling?

Injak kopling, lalu injak rem.

-Injak rem atau kopling? -Injak terus koplingnya.

Injak rem, lalu injak kopling.

Kopling dan rem. Sekarang rem.

Rem. Rem.

Jangan berteriak.

Aku tidak berteriak.

Aku sudah injak kopling!

Kita akan berhenti...

Injak kopling, dan rem. Rem. Rem. Rem.

Mobilnya berhenti. Jangan menabrak mobil itu! Rem!

Ya. Baik, lepaskan.

Astaga.

Rem.

Kopling dan rem.

Aku payah.

-Aku payah. -Kau sedang belajar.

Aku hampir menabrak mobil. Sedekat ini.

Tidak masalah. Itu hibrida.

Itu hibrida, baiklah.

-Di sini sudah pas. -Aku dekat sekali.

-Tak masalah. -Perlu aku mundur?

Tunggu lampu hijau.

Ini dia. Injak koplingnya.

Injak gas sedikit.

Perlahan lepaskan kop...

Hijau!

Injak kopling, pindah ke... Kau tak perlu memutar kuncinya.

-Jalan! -Tekan...

-Astaga. -Injak...

Lepaskan kopling perlahan, lalu injak gas.

Aku tak bisa.

-Itu saja. -Aku tak bisa.

Tidak, Otto. Otto, jangan.

Apa? Sial.

Kau kenapa?

Dia sedang belajar.

Kau pernah belajar mobil?

Santai saja, Pak Tua.

Hei.

Jangan bicara sembarangan! Kurang ajar!

Jika kau klakson sekali lagi,

kau akan menyesalinya. Paham?

Mengerti?

Sial.

Dengarkan aku.

Kau telah melahirkan dua anak. Sebentar lagi tiga.

Kau kemari dari negara yang jauh sekali.

Kau belajar bahasa baru,

kau dapat pendidikan dan suami yang bodoh

dan kau mengurus keluargamu.

Kau takkan kesulitan belajar mengemudi.

Dunia ini penuh orang bodoh

yang bisa mengemudi,

dan kau tidak bodoh.

Jadi...

Kopling.

Transmisi.

Gas.

Jalan.

Bagus.

Bagus.

Itu ada tempat. Menepi, parkir sejajar,

dan mundur sampai bumper itu sejajar dengan kaca spion samping.

Luruskan.

Mundur sampai naik trotoar.

-Sedikit lagi. -Ya, sedikit lagi.

Berhenti.

Netral.

Rem.

Kunci.

Sudah?

Sudah.

Kita tepat waktu.

Sudah.

Ini adalah semla.

Kue sus Swedia.

Agak berantakan.

Mari kita coba.

Dengan jarimu.

Tahu dari mana tempat ini?

Ini tempat favorit Sonya.

Kami suka kemari setiap Sabtu pukul 13.00.

Lalu? Apa?

Pulang pukul 14.00.

Lalu aku mencuci dan menggosok mobil,

dia memberi nilai tugas murid-muridnya, memasak, dan membaca seharian.

Buku apa?

Buku-bukunya.

Kucoba membacanya, tetapi...

Aku...

Aku tak tertarik dengan buku.

Teman-temannya bilang kami bagai siang dan malam.

Hidupku hitam putih sebelum bertemu Sonya.

Dialah warnanya.

Aku pasti akan menyukainya.

Dia menakjubkan.

Dia membujuk sekolah untuk memulai program

untuk anak-anak yang butuh bantuan.

Banyak anak bermasalah di rumah, atau gangguan kecemasan sosial.

Setelah bertemu dengan Sonya, mereka bisa membawakan Shakespeare.

Aku bertemu salah satu muridnya...

...tempo hari.

Anak bernama Malcolm.

-Kau perlu tambah krim. -Baiklah.

Saat pertama pindah, kami semua akur.

Sungguh istimewa.

Selamat datang.

-Aku Sonya. -Aku Anita.

Sonya dan Anita teman baik.

Aku punya kunci Allen...

Reuben dan aku banyak kemiripan.

Pelan-pelan!

Dalam banyak hal.

Bodoh.

Namun, orang bisa berubah.

Atau mereka tidak berubah.

Banyak hal terjadi. Hubungan jadi renggang.

Mereka menutup diri. Mudah tersinggung.

Entah kenapa.

Mungkin pembangunan membuat orang jadi gila.

Dahulu ada hutan di bukit itu.

Itu sebabnya dinamakan Hutan Birch.

Mereka membangun gedung dan apartemen, menebang semua pohon birch.

Mereka tak menyadari perbuatan mereka sampai kami beri tahu,

Reuben dan aku.

Ini sebelum kudeta?

Ya. Dahulu aku dan Reuben berteman.

Setelah itu, kami hanya melihat perbedaan.

Beberapa tahun kemudian, putra mereka, Chris, bekerja di Jepang,

dan sejak itu dia belum mengunjungi mereka.

Reuben dan dia tidak akur.

Saat itulah kuputuskan untuk berdamai.

Reuben.

Hei.

Sonya memberiku ini beberapa waktu lalu.

Belum ada alasan untuk membukanya.

Kupikir kita bisa mulai dari awal.

Mau lihat mobil baruku?

Tentu.

Ini model baru.

Baru keluar.

Ini dia.

Toyota?

Kau membeli Toyota.

Celica GT konvertibel.

Otomatis lima kecepatan.

Kau harus mengikuti perubahan.

Otto!

Entah apa yang salah dengan Reuben, tapi saat itulah kami tak lagi berteman.

Seorang pria harus punya pendirian.

Meski itu sebuah F-O-R-D.

Kau dan Sonya pernah berpikir untuk punya anak?

Pukul 14.00.

Baiklah.

Ya.

Aku ingin minta tolong untuk malam ini.

Aku dan Tommy jarang punya waktu untuk pergi makan malam

sebelum aku melahirkan.

Aku tak mau mengantar kalian berkencan.

Bukan. Kami akan naik taksi.

Lalu kau butuh apa?

Ibu, aku tak mengambilnya! Untuk apa?

Ya, pasti kau! Kembalikan!

-Tangkap aku! -Anak-anak, tolonglah.

Belajarlah untuk berbagi.

Aku ragu.

Tidak. Jangan begitu. Pasti menyenangkan.

Jika kau ingat, Abbie harus tidur pukul 21.00.

Kau bisa?

Kode untuk alarm 4491.

Kupasang ke "Aktif".

Kau memperhatikan?

Kalau mau keluar, tekan saja tombol ini,

alarmnya akan mati.

Aku akan di sini.

Baiklah.

Untuk berjaga-jaga.

-Jangan nakal dengan Kakek Otto. -Baik!

Tidak ada susu cokelat.

Ganti dengan sirup. Jangan terlalu banyak. Nanti dia tak bisa tidur.

Beri aku susu.

Apa itu?

Itu mesin cuci piring yang tidak berguna.

Ayah ingin membuangnya keluar jendela,

tapi kata Ibu, Ayah tak boleh lagi membuka jendela.

Kepala.

Cabeza.

-Cabeza. -Cabeza.

Bagus.

Mata.

Ojos.

-Ojos. -Ojos.

Bagus.

Lengan. Brazo.

Lengan. Brazo.

Bagus.

Kurasa ini bukan ide bagus.

Kenapa?

Karena tak ada yang menang melawan pegulat.

Kakek Pegulat!

Kakek Pegulat!

Tolong aku.

Tunggu, dia yang mulai.

-Siap? -Gosok dan pukul!

Gosok dan pukul! Pukul! Pukulan karate!

Tenang sekali.

Hei, Anak-anak.

Hai.

Hai.

Dia sudah tidur.

Bagaimana?

Baik.

Kau hebat malam ini, Otto.

Kau boleh menepuk punggungmu.

-Terima kasih, Otto. -Ya.

Keluar sekarang.

Selamat malam.

Baiklah.

Bagaimana dia bisa memasangnya?

-Hai, Otto. -Malcolm.

Kau tidak dengar rantaimu berderak saat kau ganti gigi?

-Sepedaku sudah usang. -Jangan salahkan sepedamu.

Kau perlu menyetel derailleur-nya.

-Apanya? -Derailleur-nya perlu disetel.

Permisi.

-Hai, aku Shari Kenzie. -Hai.

Aku jurnalis media sosial.

Aku mencari Otto Anderson.

Kau yakin mau mencarinya?

Luar biasa. Ini menakjubkan.

Rawat dengan benar agar nyaman digunakan.

Ini. Simpanlah kuncinya.

Terima kasih, Otto.

Aku tak percaya aku menolongmu melempar sampah ke halaman orang.

Dua pekerjaan tidak cukup?

Aku menabung untuk beli mobil.

-Sungguh? -Ya.

Mobil apa?

Volkswagen.

Nona, kau menghalangi garasi.

Pak Anderson? Namaku Shari Kenzie.

Aku jurnalis media sosial, dan aku...

Apa itu?

Aku punya serial daring berjudul Pahlawan Sehari-hari.

Tindakanmu tempo hari di stasiun kereta adalah luar biasa.

Kau menyelamatkan nyawanya.

Kau salah orang.

Tidak. Aku sudah menonton videonya berulang kali.

-Itu kau. -Video?

Kau belum lihat?

Seorang komuter merekamnya dengan ponsel lalu diposting.

Ada yang mengenalimu. Begitu caraku melacakmu.

Sudah ditonton sejuta kali.

Sejuta? Sejuta.

Kenapa orang selalu suka ikut campur?

Karena kisah sepertimu memberi inspirasi.

Aku ingin bicara denganmu sebentar...

Tidak, aku punya banyak urusan.

Aku merekam pesan video dari orang yang kau selamatkan.

Kau harus melihatnya.

-Otto! Hai! -Tunggu.

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Siap untuk mengajariku mengemudi lagi?

-Waktunya kurang tepat. -Tidak?

Halo? Aku masih di sini!

-Aku tidak mengurungmu. -Halo?

Putar kenopnya, buka pintunya.

Kau pernah membuka pintu, bukan?

Bodoh.

Otto! Ini Aku.

Dia sudah pergi.

Bagus. Aku belum selesai meronda.

"Jurnalis media sosial"?

Apa artinya itu?

Orang yang mengarahkan kamera ke dirinya sendiri.

Kau menghadapinya dengan baik.

Mengurungnya di garasimu.

Itu strategi yang bagus.

Bagus.

Otto, kau sudah banyak bantu kami.

-Aku ingin memberimu sesuatu. -Aku tak butuh apa pun.

Kurasa kau suka makanan enak. Terkadang. Benar?

-Kue itu... -Apa? "Salporanz"?

Itu lumayan.

Aku juga berpikir...

aku bisa bantu membersihkan rumahmu dan ruang depanmu

mengemas sepatu dan mantel Sonya.

Tidak perlu.

Namun, itu akan menolongmu pulih dari deritamu.

Aku tidak mau pulih.

Dia akan selalu bersamamu.

Namun, kau masih di sini.

Cukup.

Ketika ayahku meninggal, ibuku berhenti menjalani hidupnya.

-Dia tidak hidup seperti biasa... -Diam!

-Hentikan. -Baik! Jangan membentakku.

Kenapa orang selalu ikut campur?

Bodoh.

Selalu menggangguku.

Semakin banyak bicara, semakin aku lupa suaranya.

Aku tak mau melupakan Sonya.

Dia segalanya.

Tidak ada apa-apa sebelum dia dan setelah dia!

Ada aku.

Kurang ajar!

Tidak.

Berhenti! Hentikan mobil itu!

Kau biarkan gerbangnya terbuka, bukan?

Hanya kau yang peduli.

Aku ingin orang mengikuti aturan.

Aku tahu semua tentang dirimu.

Ada berkas tentang dirimu di kantor. Setebal ini.

Aku tahu tentang istrimu. Kau menyalahkan semua orang...

Diam.

Jangan bicara lagi.

Tenang, Otto. Aku tak ingin membuatmu gusar,

tapi sebaiknya jangan tinggal sendirian.

Kami tahu tentang dirimu lebih dari yang kau sadari, jadi...

Jagalah jantungmu.

Kau tahu apa tentang jantungku?

Kau tahu apa tentang jantungku?

Jangan ikut campur!

Otto.

Otto, ada apa? Kau baik-baik saja?

Kalau mau bantu aku, tutup gerbang itu.

Otto.

Otto.

Otto.

Mari kita bicarakan, Otto.

Otto.

Mari kita bicarakan, Otto.

Otto.

Otto.

Terima kasih.

Kau tampan memakainya.

-Tidak. -Ayolah.

Sayang, kau tampan sekali.

Berikan tanganmu.

Bayinya menendang.

Aku segera kembali.

Sonya!

Sonya!

Sonya!

Hai.

Akhirnya kau bangun.

Cukup, Sayang.

Kau marah. Aku tahu.

Dan sedih.

Aku juga.

Namun, kita harus terus menjalani hidup.

Apa lagi sekarang?

Malcolm.

Maaf. Aku tak bermaksud...

Aku takkan menembakmu.

Suara apa itu?

Generator meledak dan listriknya padam.

Ada apa? Udaranya dingin.

Apa aku bisa tidur di sofamu malam ini?

Ini bukan hotel.

Bukan. Maaf.

Kenapa kau tak bisa pulang?

Ayahku mengusirku.

Kau bisa tidur di sofa.

Jangan ke ruang makan. Langit-langit perlu diperbaiki.

Di atas, di ruang belajar Sonya.

Kenapa dia mengusirmu?

Karena sekarang kau Malcolm?

Ya, karena aku Malcolm.

Karena aku berpakaian begini.

Aku banyak membaca. Aku tak suka olahraga. Ada banyak hal.

Dia malu aku transgender.

Maka dia orang bodoh.

Kau tidur di sini.

Jangan sentuh apa pun.

Baik.

Wah.

Selamat pagi.

Listrik masih padam maka kumasak telur-telur terakhir

selagi masih bagus.

Semoga kau tak keberatan.

Aku mau meronda.

Mau minum kopi dahulu?

Ya.

Silakan.

Mau telur?

Tentu.

Baiklah.

Kaleng itu...

...buang di sini.

Gantung itu.

Hei, Otto! Kau sedang meronda.

Boleh bergabung? Aku masih perlu berolahraga.

Baiklah.

-Aku Jimmy. -Malcolm.

-Senang berkenalan. -Terima kasih.

Ya.

Ya.

Otto, mungkin kau bisa pelan-pelan karena detak jantungku naik.

Ya.

Otto, kau tahu mereka memindahkan Reuben ke panti jompo sore ini?

Siapa?

Orang-orang Dye & Merika.

Astaga.

Mereka berhasil membujuk Anita untuk menjual rumahnya.

Tidak, mereka buat kesepakatan dengan Chris.

-Chris? Dia tak bisa begitu. -Ya, dia bisa.

Setelah Dye & Merika tahu Anita mengidap Parkinson

mereka melacak Chris dan...

-Parkinson? -Ya.

Tahun lalu Chris membujuk Anita untuk memberinya surat kuasa

siapa tahu kondisinya memburuk.

Maka, Dye & Merika buat kesepakatan dengan Chris untuk membeli rumahnya.

Kurang ajar.

Anita tahu dia mengidap Parkinson tahun lalu?

Itu tidak benar.

Dia pasti beri tahu Sonya. Sonya pasti beri tahu aku.

Anita dan Reuben tak ingin kau dan Sonya mengetahuinya.

Kata mereka kau sudah cukup banyak kesulitan.

Mereka bilang begitu?

Aku perlu melihat semua yang kau dapat dari Dye & Merika.

Pemberitahuan surat. Ada salinan surat kuasanya?

Tahu dari mana?

-Ada? -Ya.

-Ambil. -Ya.

Dan semua berkas tentang kondisimu dan Reuben.

Jimmy yang beri tahu?

Bisa ambilkan sekarang?

Ya.

Aku bersikap bodoh.

Aku begitu sibuk dengan masalahku sampai tidak lagi peduli orang lain.

Kupikir mereka tak peduli aku.

Teman tak boleh begitu.

Maka...

Tak mudah mengatakan ini setelah sekian lama.

Maafkan aku.

Aku akan membereskan ini.

Aku perlu pinjam teleponmu.

Kenapa tak gunakan teleponmu?

Punyaku sedang terputus saat ini.

Kenapa?

Tidak penting. Aku perlu pinjam teleponmu.

Kau tahu?

Tidak.

-Tidak? -Tidak.

Kau tak mau bilang kenapa teleponmu diputus?

Kau tak mau bilang kenapa ingin pinjam teleponku?

Kau tak mau bilang apa yang terjadi denganmu kemarin?

Lalu kau masuk dan tak mau membuka pintu?

Kau membuatku takut, Otto.

Kau tahu berapa lama aku di luar?

Aku tak tahu andai terjadi sesuatu kepadamu.

Atau akan terjadi sesuatu kepadamu.

Maaf jika aku salah bicara tentang mantel Sonya.

Namun, aku hanya ingin membantumu.

Dan kau membiarkanku di luar.

Jadi, tidak. Kau tak boleh pinjam teleponku.

Kau pikir hidupmu sulit karena semua orang bodoh

maka kau harus mengerjakan semuanya sendirian?

Benar?

Coba tebak?

Kau tak bisa.

Tak ada yang bisa.

Seharusnya kau senang

jika ada orang ingin membantumu melewati masa-masa sulit.

Walau mereka orang bodoh.

Jadi...

Orang-orang properti itu...

ingin memaksa Anita dan Reuben keluar dari rumah mereka.

Itu alasanku perlu pinjam teleponmu.

Baiklah. Ayo.

Kami tak pernah berlibur.

Sonya sedang hamil enam bulan.

Dia ingin melakukan sesuatu yang istimewa sebelum melahirkan.

Maka, kami pergi ke Niagara Falls.

Dalam perjalanan pulang, bus kami kecelakaan.

Kabel remnya dilaporkan bermasalah,

tetapi perusahaannya tidak perbaiki.

Sonya lumpuh dan...

...kami kehilangan putra kami.

Setelah tiga bulan, akhirnya dia bisa pulang.

Namun, mereka membangun apartemen baru

pusat komunitas dan jalan setapak,

semuanya tak dirancang untuk orang berkursi roda.

Para pembangun bisa mengubah rancangannya.

Namun, saat itu belum ada hukumnya, dan mereka tak peduli.

Hanya aku.

Aku peduli.

-Tempat untuk orang seperti istrimu. -Aku marah sekali.

Apa maksudmu? Orang seperti istriku?

-Apa maksudmu? -Lepaskan!

Saat itulah aku diberhentikan sebagai kepala asosiasi pemilik rumah.

Aku ingin menghabisi mereka semua.

Pembangun, makelar, perusahaan bus, sopirnya.

Aku takkan melupakan semua itu...

...kalau bukan untuk Sonya.

Kata Sonya kami harus tetap menjalani hidup.

Itulah yang kulakukan.

Aku hidup untuk Sonya.

Dia meninggal enam bulan lalu.

Kanker.

Aku ingin menyusulnya.

Karena itu aku memutuskan teleponku.

Namun, kini aku berpikir dia ingin aku terus menjalani hidup.

Dan ada yang harus kukerjakan.

Kau membuang waktumu, Otto.

Ini sudah disepakati. Reuben ikut kami.

Jika kau menghalangi, kau akan ditangkap.

Aku tak berbuat apa-apa.

Jangan mendekat.

Kau tak boleh membawa suamiku.

Anita, kumohon. Ini demi kebaikanmu.

Kau hanya ingin mengambil propertiku.

Aku mau Reuben

di sini seumur hidupnya...

DIVISI PELAYANAN LANSIA

...bersamaku di rumah kami.

Siapa yang akan mengurus Reuben setelah kau tidak ada?

Siapa yang akan mengurusmu? Otto?

Kondisi Otto juga tidak baik. Benar, Otto?

Aku akan urus mereka.

Apa yang kau lakukan?

Matikan.

Anita dan Reuben bagaikan keluargaku.

Aku akan urus mereka selama diperlukan.

Mereka bukan keluargamu.

Anak mereka, Chris, bilang mereka tak cukup sehat untuk hidup berdua,

maka kami akan...

Permisi.

Kapan kali terakhir Chris bertemu orang tuanya?

Dia tinggal di Jepang. Mereka tak bertemu selama 10 tahun.

Chris tak tahu kondisi orang tuanya,

kecuali dari kata-katamu.

Siapa kau?

Namaku Shari Kenzie.

Jurnalis media sosial.

Kita sedang siaran langsung.

Baiklah.

Matikan kameranya. Kau tak boleh merekam ini.

Ini trotoar umum.

Kau beri tahu putra Anita, Chris, bahwa dia mengidap Parkinson, tapi Anita...

...tak pernah beri tahu siapa pun.

Dari mana kau tahu?

Aku harus periksa berkasnya.

Pak Anderson adalah pahlawan di sini.

Katanya kau juga tahu perincian

tentang catatan kesehatan pribadinya.

Bagaimana kau dan perusahaanmu

dapat akses ilegal untuk catatan medis para lansia ini?

Baik, ayo.

Sudah cukup.

Senang berkenalan.

Habis kau!

Singkirkan kamera itu.

Selamat tinggal.

-Kita berhasil! -Oh, kita berhasil!

Dah, terima kasih!

Aku mengunggah kisah

Anita dan Chris satu jam lalu.

Sudah ada banyak orang berkata

Dye & Merika memaksa mereka keluar dari rumahnya.

-Itu mudah. -Selamat tinggal.

Jika kau punya kisah,

ceritakan kepadaku di Shari_Kenzie.

Aku merekamnya.

Kau lupa menutup gerbang!

Kau lihat? Mereka menyerah begitu saja.

Pada masa kita, setidaknya mereka ada perlawanan.

Mereka belum menyingkirkan kita.

Ya.

Terasa menyenangkan, bukan?

Tetangga yang baik, apakah sudah tidak ada lagi?

Aku bersama saksi mata Anita dan Jimmy untuk mengetahui lebih lanjut.

Jimmy, katamu Anita dan Reuben bagaikan keluargamu.

Apa maksudmu?

Aku makan malam di rumah mereka hampir setiap malam.

Aku tahu kau menunggu apa. Kau siap untuk makan siang, bukan?

Aku tahu kau mau apa.

Ini dia.

Kau baru pindah kemari. Bagaimana pendapatmu?

Luar biasa.

Dan keluargamu, punya orang-orang yang...

Ya.

Otto?

Otto!

Telepon ambulans!

Bu Mendes? Kau boleh menemuinya.

Ya.

Halo, Kakek Otto.

Bu Mendes?

Aku Dr. Ellis.

Pak Anderson menulis bahwa kau kerabat terdekatnya.

Ya. Itu benar.

Pamanmu hampir tak tertolong. Dia pernah beri tahu kondisinya?

Tidak.

Namanya kardiomiopati hipertrofi.

Intinya, jantungnya terlalu besar.

Terlalu besar?

Baiklah.

Maafkan aku.

Kau sulit untuk mati, kau tahu itu?

Otto, sudah waktunya.

Kurasa sudah waktunya.

Sudah waktunya.

Aku dokter jantung. Biar kupanggilkan dokter kandungan.

Lakukan sesuatu. Sudah waktunya!

Anak lelaki!

Siap?

Ayo berfoto!

Berfoto.

Siap? Semua katakan, "Marco".

Satu, dua, tiga.

Marco!

Otto!

Hei, Otto. Masuklah.

Semuanya, ini teman kami Otto.

Hai, Otto!

Hei, Otto.

Maaf, ini mengenai mobil-mobil di depan?

Tidak, kubawakan sesuatu.

Otto.

Otto.

Aku baru mengecatnya.

Aku suka.

Itu untuk anakmu.

Terima kasih. Tolong gendong dia sebentar.

-Kenapa? -Aku mau tunjukkan ke Tommy.

Gendong dia. Oh, dia akan menangis.

Aku segera kembali, Sayang.

Tomaso?

Halo.

Perlu kukembalikan ke mulutnya?

Nah.

Ya.

Baiklah.

Aku Kakek Otto.

Mengerti?

Biar kutunjukkan caranya.

Kau tak perlu berbuat apa-apa.

Mudah.

Kepalamu yang kecil...

Sekarang kita lakukan...

...ini.

Sonya, ini Abbie dan Luna, dan mereka punya sesuatu untukmu.

-Hai, Sonya. -Hai, Sonya.

Itu Marco kecil yang baru saja lahir.

Itu Marisol, Tommy. Aku pernah cerita tentang mereka.

Katakan, "Halo, Sonya".

Dia suka bunga merah muda, Anak-anak. Pilihan yang tepat.

Aku juga suka merah muda.

Kau lihat itu?

-Siap? -Ya.

Baiklah.

Tidak.

Tidak.

Ayolah, Otto.

Untuk Marisol

Malcolm, periksa olinya. Periksalah.

Kelihatannya bagaimana?

Kelihatannya bagus, bukan?

Jika menurutmu begitu.

-Baik. -Sudah.

Baik, ini manualnya.

Ini surat-suratnya.

Dan kuncinya.

Ini mobilmu.

Kau bercanda?

Tidak.

Apa?

Otto!

Terima kasih.

-Astaga. -Aku menyelamatkanmu dari Volkswagen.

Aku punya mobil!

-Ini mobilmu! -Kau serius?

Otto? Kau membeli truk!

Astaga!

Mau jalan-jalan?

-Kita jalan-jalan? -Trukmu bagus, Otto.

Hati-hati.

Aku suka mobilmu, Otto.

Benarkah? Tunggu sampai kau melihatnya melaju.

Luas sekali.

Bagaikan truk besar pegulat Otto.

Kau punya buku komik?

Bisa kita makan kue sus Swedia?

Inilah hidup.

Baiklah.

Siapa yang siap untuk sarapan?

Baiklah. Ini dia.

Siap?

-Aku tak percaya Marco sudah tiga tahun. -Kau sudah besar.

Biar aku saja.

Sayang?

Otto belum membersihkan trotoarnya.

Jaga adikmu.

Ambil kunci.

Otto?

Otto.

Otto.

Otto.

Ya.

Marisol.

Marisol,

jika kau membaca ini, jangan khawatir.

Aku tidak berbuat bodoh.

Ternyata punya jantung yang besar tidaklah baik.

Dokter sudah bilang kelak aku akan mati karenanya,

maka aku menulis ini untuk berjaga-jaga, itu saja.

Kucing itu makan tuna dua kali sehari,

dan suka buang air sendirian.

Tolong hormati itu.

Aku minta pemakaman.

Kami mengenangmu hari ini...

Namun, jangan berlebihan.

...saudara kita Otto.

Hanya untuk mengenang saja.

Bagi orang-orang yang tahu akan upayaku.

Pahlawan lokal

dan teman yang baik sedang dikenang hari ini.

Otto Anderson.

Jimmy, mau beri pendapat tentang Otto?

Ya.

Otto, kami menyayangimu. Untuk menghormatimu,

Malcolm dan aku menggantikanmu meronda

setiap makan siang dan hari kerja.

Kau sangat berpengaruh.

Kakek Istirahat dengan tenang

Pengacaraku akan memberimu akses ke rekening bank milikku.

Aku tak pernah memboroskan uangku,

jadi kau akan punya cukup untuk biaya sekolah anak-anak.

Bagaimana caranya?

DONASI KRISIS ANAK MUDA

Terserah kau mau apakan sisanya.

Anjing pintar.

Kue itu untuk anjing?

Anjing kecilku.

Untuk Otto.

Rumah, dan seluruh isinya, untukmu,

selama kau berjanji takkan menjualnya kepada perusahaan properti itu.

Dan kumohon, Marisol...

Tommy.

...jangan biarkan Tommy mengendarai Chevy itu.

Ayo.

Atau siapa pun juga.

Aku hanya percayakan kepadamu.

Karena kau bukan orang bodoh.

Kakek Otto.

Jika kau atau orang yang kau kenal dalam kesulitan atau krisis, bantuan tersedia.

dukungan emosional dan krisis tanpa biaya

Bertindaklah untuk dirimu dan hadirlah untuk orang lain.

Diterjemahkan oleh: Nazaret Setiabudi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.