Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tiga puluh miliar,
tak perlu presentasi.
Selama kau setuju, uangnya langsung kukirim.
Kudengar kau mengalami masa sulit...
dan itulah yang kau butuhkan.
Kau cepat.
Tanpa itu,
sulit untuk mengelola bisnis ini.
Tawaran itu...
sulit ditolak...
Tapi aku...
menolak.
Kalau penjualan tak mencapai 30 miliar won,
kau harus berhenti, itu yang kudengar.
Itu benar.
Tapi kau menolak?
Ya. Maafkan aku.
Kalau ini mengenai...
takut ketahuan orang-orang di industri,
kerjakan saja...
tanpa menyebutkan VC Group dan namamu.
Apa kau juga mengabaikanku?
Kami sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan...
dan agen bisnis pinjaman...
Pak.
Bukan itu alasannya.
Ini karena alasan pribadi.
Di mana kotaknya?
Direktur Go. Apa yang kau lakukan?
Apa lagi? Aku sedang berkemas.
Kenapa kau berkemas?
Untuk menepati janjiku.
Ya, tapi kenapa menolak pengiklan dan memilih pergi?
Karena aku yang terbaik.
Terkadang...
aku harus berhenti...
karena aku yang terbaik.
Direktur Go.
Posisimu terkait dengan kami.
Kami berhak mendengar...
alasanmu menolaknya.
Kalian tahu...
seperti apa rasanya kalau rentenir berkunjung ke rumah?
Saat orang tua berutang tanpa bisa melunasi,
kalian tahu situasi yang dialami anak-anak mereka?
- Buka pintunya! - Ibu.
Aku tahu kau di dalam.
Buka pintunya sekarang!
Sudah terbuka.
- Di mana ayahmu? - Di mana ibumu?
Kau tahu keberadaan mereka. Katakan sekarang.
Jawab aku.
Aku sangat...
mengetahuinya.
Ya.
Aku yang terbaik dalam hal ini.
Aku bisa membuat citra Human and Money positif...
dan membuat orang meminjam uang...
bahkan saat mereka tak membutuhkannya.
Tapi apa kalian berharap...
aku membuat orang mengalami derita yang sama?
Karena aku yang terbaik,
ada sesuatu yang tidak boleh kulakukan.
Tetap saja,
kau harus mengkhawatirkan dirimu dulu.
Ini hati nurani...
yang harus aku junjung sebagai manusia...
dan harga diriku sebagai agen periklanan.
Aku tak mau.
Biar kubantu.
"Hal-hal yang ingin kulakukan."
"Hal-hal yang tak boleh kulakukan."
"Hal-hal yang harus kulakukan."
"Jaksa Kim Wu-seok"
Ya, Jaksa Kim.
Aku mengirimkan sesuatu.
Ya, aku baru saja menerimanya.
"Catatan Dokter"
Bagaimana menurutmu?
Ini saatnya pelantang bertindak, kan?
Bukan itu reaksi yang kuharapkan.
Sama sekali tidak. Terima kasih.
Tapi...
Itu terlalu pribadi?
Di perusahaan konglomerat Korea yang konservatif,
orang yang minum obat psikiatri sesering dia makan...
adalah bosnya?
Bukankah dia tampak tidak stabil?
Kau benar.
Terima kasih atas informasinya.
Aku akan menantikan hasilnya.
"Direktur Choi Chang-su"
Dia terlambat.
Apa gunanya kalau permainan sudah berakhir?
Astaga.
"Catatan Dokter"
Aku sudah lama tidak ke rumah ini.
Tidak ada masalah.
Hubungan timbal balik...
harus jelas dalam kesepakatan ini.
Jadi, katakan apa yang kau inginkan.
Iklan yang ditangguhkan Wakil Presdir Kang Han-su,
tolong lanjutkan lagi.
Itu saja?
Kau akan tahu yang akan kuminta sebagai balasannya, Mun-ho.
Sudah 20 tahun sejak aku bekerja untukmu.
Kau pikir aku takkan tahu?
Itu keuntungan bagiku.
Aku akan menghargainya,
tapi kau yang rugi.
Apa hubunganmu dengan Go Ah-in?
Kenapa kau melakukan ini?
Apa kau hanya akan menonton...
jatuhnya perusahaan yang berkembang pesat?
Tidak. Aku tak akan membiarkannya.
Aku pun sama.
Aku ingin melihat...
sejauh apa Go Ah-in akan bertindak...
dan apa saja tindakannya.
Astaga, Mun-ho. Kau makin tua.
Kau pandai mendepak seseorang, bukan mendukung seseorang.
Ya.
Iklannya.
Lanjutkan semuanya sekarang.
Ini Go Ah-in.
Apa?
Ya, aku mengerti. Terima kasih.
Semua iklan yang ditangguhkan sudah dilanjutkan lagi.
Apa?
Itu berarti...
kenaikan penjualan 50 persen.
Apa yang terjadi?
Direktur Go. Kenapa kau berhenti?
Direktur Kang. Terima kasih.
Sudah kuduga kau akan melakukannya!
Aku?
Apa yang kulakukan?
Ini bukan ulahku.
Lantas siapa yang melanjutkan iklan yang ditangguhkan?
Hanya ada satu orang...
yang tahu semua urusan di perusahaan...
dan bisa membujuk Ayah atau Kakek.
"Kantor CEO"
Kau mau menemuiku?
Kita sering bertemu hari ini.
Kaukah orangnya?
Apa maksudmu?
Papan Baduk sudah tidak ada.
Sudah saatnya berhenti.
Apa kau...
menemui Ketua Utama?
Apa yang kau berikan padanya untuk menyelamatkanku?
Untuk mendapatkan keinginanku, aku memberikan keinginannya.
Kau tak perlu khawatir.
Aku hanya perlu melakukan yang biasa kulakukan sebelumnya.
Atau kau harus melakukan yang tak ingin kau lakukan?
Seseorang tak bisa hanya...
melakukan yang ingin dia lakukan.
Terima kasih banyak. Aku malu.
Kau tahu hal yang sangat memalukan?
Mengecewakanku.
Pastikan investasiku padamu tidak gagal.
Apa yang harus kulakukan?
Lakukan yang menurutmu benar.
Seperti yang kau lakukan hingga kini.
Bantu Han-na juga.
Baik, Pak.
Sekali lagi terima kasih.
Sudah waktunya.
Siapa?
Siapa yang berani membatalkan perintah Wakil Presdir?
Apa yang kau lakukan?
Apa dia gila?
Siapa lagi?
Salah satu dari mereka.
- Hei. Kau pikir... - CEO Jo...
menemui Ketua Utama.
CEO Jo?
Kenapa pria tua itu menemui Ketua Utama?
Kau pura-pura bodoh atau memang bodoh?
Apa?
CEO Jo mantan tangan kanannya. Dia sekretaris Ketua Utama.
Astaga. Itu cerita lama...
Orang tua bekerja dengan cara lama...
begitulah cara mengelola perusahaan besar.
Bagaimanapun, rencanamu gagal.
Cari cara lain.
Orang tua itu...
Kau pikir, apa yang kau lakukan?
Diam saja sampai kau pensiun.
Apa yang telah kau lakukan?
Duduklah.
CEO agensi khawatir dengan penjualan agensi.
Apa itu masalah?
Ini bukan hanya mengenai penjualan.
Ini mengenai orang yang akan menjadi CEO berikutnya...
antara Direktur Go dan aku!
Kenapa kau ikut campur dalam permainan ini?
Ini curang!
Kau menjadi lemah,
melihatmu bicara soal curang.
Maksudku, kau...
Dengar.
Omong-omong,
kalau ingin jadi CEO berikutnya, kau harus membuktikan dirimu.
Apa?
Penjualan Direktur Go meningkat 50 persen...
dalam enam bulan terakhir.
Kalau begitu, kau juga harus tunjukkan sesuatu.
Astaga.
Kenapa...
aku harus mengikuti perintahmu?
Kau pikir siapa dirimu sampai berani memerintahku...
Hei! Direktur Choi!
Atasanmu memerintahkanmu untuk meningkatkan penjualan,
tapi kau sebagai direktur menolak di hadapannya?
Waktumu sebulan.
Tingkatkan penjualan 30 miliar won.
Kau harus melakukannya untuk duduk di sini.
Maksudku...
- bagaimana aku... - Direktur Choi...
Aku akan mengajarimu...
cara VC Group menjadi perusahaan besar.
Keluar.
Keluar dan bawakan aku hasil!
Kau pikir itu masuk akal?
Kau melanggar janji karena Kang Han-na?
Begini...
Aku berjanji pada Han-na lebih dulu.
Aku berjanji padanya di depan teman-temanku.
Aku harus menjaga harga diriku.
Kau hanya peduli yang berpakaian lebih bagus...
atau yang lebih kurus.
Bukankah begitu?
Aku tahu kau kesal, tapi kau harus menjaga mulutmu.
Apa?
Agar kau bisa mengkritik ucapanku?
Kalau kau harus melawan Han-na, lakukan saja.
Jangan libatkan aku.
Karena kita akan menikah, kau harus terlibat!
Benar.
Orang bodoh yang bergaul dengannya tak akan tahu itu.
Apa katamu tadi?
Kau mendengarku.
Jangan berkhayal.
Kau bukan satu-satunya anak VC Group.
Terserah aku untuk memutuskan iklan perusahaanku.
Terserah padamu?
Bukankah karena Han-na?
Kapan kau akan menjauh darinya?
Benar juga.
Kau berusaha melakukannya dengan menikahiku.
Agar kau bisa mengalahkannya sekali saja.
Brengsek.
Kau sangat egois.
Kau bersikap seolah tahu segalanya,
tapi kau tak pernah peduli untuk menjaga mulut.
Bagaimana kau bisa bicara begitu pada tunanganmu?
Kalau kau bersikap baik sejak awal, aku tak akan bicara begini.
Jadilah seperti orang lain.
Seperti manusia.
Tentu.
Aku akan menerima nasihatmu.
"Seoksan Group, Kim Wu-bin"
Wakil Presdir Kang Han-su.
Kau minum-minum?
- Tentu saja. - Di mana?
Tempat yang sama?
Tentu saja.
Bagaimana aku bisa bergembira kalau terlalu diawasi?
Tunggu aku.
Aku akan ke sana.
Kau? Di sini?
Kenapa tiba-tiba?
Agar aku bisa hidup seperti manusia.
Akhirnya kau dewasa.
Cepatlah.
Selamat datang.
Ya. Kau harus kemari sekarang.
Ambil kesempatan saat kau memilikinya.
- Buat beberapa desain lalu pilih. - Ya.
Ada apa?
Buat presentasi.
Aku harus meningkatkan penjualan 30 miliar won bulan ini.
Mendadak sekali? Kenapa?
- Kau bisa urus hal-hal sepele. - Baiklah.
Kau bisa urus Wuseong Milk, Jeong-seok.
"Nama Bisnis, Wuseong Milk"
"Biaya Produksi, 20.000.000.000 Won"
Tagihannya tinggi kalau 20 miliar.
Konsumsi susu menurun drastis belakangan ini,
jadi, mereka ingin melakukan pemasaran agresif.
Itu karena harga susu naik...
dan konsumsi susu impor makin meningkat, kan?
Selesaikan masalah ini dulu...
Tidak perlu begitu. Pilih saja arah promosi penjualannya.
Direktur Yu, kita punya senjata rahasia,
jadi, jangan khawatir mengenai kalah presentasi.
Hei.
Aku hanya bilang kita harus lebih positif.
Ya, sudah beres?
Bukankah sudah jelas...
VC Planning menerima bantuan dari VC Group?
Tentu saja.
Ya. Baiklah.
Ya.
Begitu rupanya.
Astaga. Aku sangat lelah.
Pasti sulit bagimu untuk bekerja setelah sekian lama.
Kenapa mereka tiba-tiba menginginkan presentasi?
Direktur Go benar-benar meningkatkan penjualan, kan?
Itu karena CEO Jo meminta dia...
Astaga.
Kurasa kita akan bekerja lembur untuk sementara.
Astaga.
Aku sangat muak dan lelah bekerja lembur.
Karena mulai besok kita lembur, kenapa kita tidak pergi minum?
Tapi kita harus jaga kesehatan.
Sungguh?
Baiklah, kalau begitu.
Aku punya kartu perusahaan karena aku eksekutif,
tapi apa gunanya?
Tak ada yang bisa kuajak minum.
Pulang dan tidurlah lebih awal, Pak Kwon.
Kita mengadakan rapat pembukaan hari ini.
Sayang sekali kalau langsung pulang.
- Kau tahu tempat bagus? - Tentu saja.
Bagaimana? Mau kuantar ke sana?
Ayo.
Hei, bukankah dia Jo Yu-na?
Sedang apa dia di sini?
Dia bersikap seolah-olah dia lebih baik daripada siapa pun.
Dia ketahuan mengemudi saat mabuk, jadi, dia bersembunyi.
Dia butuh pijakan kalau dia ingin kembali.
Apa ketua VC Group akan membantunya?
Kurasa itu tergantung pada kemampuannya.
Apa terjadi hal buruk?
Yah...
Kau bisa memberitahuku.
Kau?
Lebih mudah membuka diri pada orang yang tak kau kenal.
Pak, aku ini...
pandai minum.
Kau pikir kenapa aku mengemudi sambil mabuk?
Selain itu...
aku tak bisa mengingat yang kudengar saat aku mabuk.
Siapa yang membuatmu kesal?
Orang-orang yang seharusnya...
menuruti...
perintahku.
Kalau begitu, kita pasti bertemu karena takdir.
Aku melakukan apa pun yang diperintahkan.
Aku hampir tak berhasil.
Kini aku hanya perlu mengembalikan yang kudapat dari Kang Han-su.
Kau bisa melupakan ucapan Ketua Utama.
- Apa maksudmu? - Dia menyuruhmu menjadi...
tekanan antara Han-su dan Han-na.
Ya.
Kau tak perlu mencemaskan itu...
karena aku memutuskan...
menjadi tekanan bagi mereka.
"Lampiran, Satu Foto"
"Tanpa Judul"
"Aku bisa tidur nyenyak sejak pindah."
Aku bisa tidur nyenyak sejak pindah kemari.
Aku merasa tak tahu malu, tapi ini bagus.
"Aku bisa tidur nyenyak sejak pindah."
"Aku merasa tak tahu malu, tapi ini bagus."
Aku senang setidaknya satu dari kita bisa tidur nyenyak.
Orang yang harus kujaga...
memberiku motivasi.
Aku ingin mengubahnya.
Berapa kali Ibu harus menolak?
Kenapa kau mengubah nama panggilanmu?
Anak-anak terus mengejek namaku.
Seperti apa?
Mereka terus memanggilku Anak Sapi (songaji).
Kenapa Song A-ji dipanggil Song A-ji dianggap mengejek?
Apa nama panggilanmu saat masih kecil?
Apa? Panggilanku Ikan Padi (songsari).
Begitu rupanya.
Hei, kau tahu nama panggilan Ibu saat seusiamu?
Ibu dipanggil Mendayung (jojeong) karena nama Ibu Jo Eun-jeong.
Ini.
Kau seharusnya diejek dengan namamu di usiamu.
Tapi itu bagus untukmu.
Mereka memanggilmu Song A-ji.
Kenapa dianggap nama panggilan?
Kenapa dianggap mengejek?
- Tapi tetap saja... - Lihat.
Itu A yang berarti "aku".
Ji artinya "mengenal".
A-ji.
Mengenal diri sendiri.
Kau tahu betapa pentingnya itu?
Bahkan Socrates mengatakan, "Kenali dirimu sendiri."
Artinya adalah...
Pokoknya, kau tak bisa mengubah namamu.
Itu nama terbaik dari Ibu, jadi, kenapa mengubahnya?
Aku tetap benci namaku, jadi, setidaknya ubah margaku.
Margamu? Untuk mengubahnya...
Hei, Suamiku.
Putra kita memaksaku menceraikanmu.
Kenapa kau mengatakan hal yang konyol pada anak?
Lihat, kan? Kau tak bisa ubah nama atau marga.
- Ibu pergi. - Astaga.
Selamat pagi.
Apa ada kabar baik?
Penjualan naik 50 persen.
Orang mungkin berpikir kau yang melakukannya.
Tentu saja, kita mencapainya bersama.
Alis, kuku, bulu hidung, dan jantung. Bersama-sama.
Karena kita sudah bekerja keras, mari makan siang enak nanti.
Boleh juga.
Punggungku sakit.
Karena aku selalu lembur, punggungku sakit.
Aku ingin hidup lama dan sehat di dunia yang indah ini.
- Selamat pagi. - Halo.
Kenapa kau berdiri?
Direktur Go membelikan ini untukku.
Karena aku berdiri sambil bekerja,
punggungku tak terlalu sakit dan aku bisa lebih fokus.
Astaga. Kau pintar sekali.
Bagus sekali.
Direktur Go ada di ruangannya?
"Direktur Go Ah-in"
Selamat.
Masalahnya sudah selesai berkat kau.
Jangan berterima kasih padaku. Ini sama-sama menguntungkan.
Kau benar.
Karena sama-sama menguntungkan, kau juga harus dapat timbal balik.
Apa?
Kau harus cari orang untuk bekerja untukmu.
Kau akan menemuinya sendiri untuk membujuknya?
Tidak.
Tidak ada gunanya aku menemuinya.
Kau harus menemuinya sendiri.
Dia tidak mau bekerja denganku, jadi, untuk apa aku melakukannya?
Kenapa kau mengatakan hal yang tidak kau inginkan?
Mengatakan hal seperti itu takkan membantumu di kantor.
Kalau tak ada yang ingin kau katakan, diam saja.
Kalau ada yang ingin kau katakan,
kau harus jelas menyampaikan yang kau inginkan...
pada orang lain.
Nada apa ini...
yang kedengaran seperti menceramahiku?
- Kedengarannya begitu? - Ya.
Kau benar. Aku menceramahimu.
Kenapa kau menceramahiku?
Karena aku sudah berjanji.
Pilihlah.
Kau mau mendengarkanku dan mendapatkan keinginanmu?
Atau kau ingin berlagak gengsi dan kehilangan keinginanmu?
Apa kau menganggap itu sebagai pilihan?
Sepertinya kau ingin aku menuruti perkataanmu.
Aku juga akan menjanjikan sesuatu padamu, Direktur Han-na.
Apa itu?
Aku takkan berbohong padamu atau memanfaatkanmu lagi...
dan aku akan mengajarimu semua yang bisa kuajarkan.
Lantas...
apa yang harus kulakukan?
Biarkan dia tahu itu bukan kelemahan.
Kelemahan apa?
Pak Park pergi karena dia berpikir...
dirinya adalah kelemahanmu,
jadi, dia takkan kembali, apa pun yang kau katakan.
Kalau begitu, aku harus memujinya...
lalu bilang dia yang terbaik dan aku membutuhkannya?
Menurutmu, itu persuasi? Bagiku itu menggoda.
Jangan marah.
Jangan menunjukkan emosimu.
Bicaralah dengan percaya diri.
Lalu bilang apa?
"Aku membutuhkanmu."
"Untuk mendapatkan keinginanku,
aku membutuhkanmu."
Tidak tertarik.
Apa? Kau bercanda?
Kenapa kau membuka pintu, tapi menutupnya lagi?
Bagaimana aku bisa membiarkan masuk...
orang yang menatapku seolah ingin membunuhku?
Buka.
Kenapa membuatku marah saat aku ingin bicara baik-baik?
Apa yang kau bawa?
Hadiah.
Ini es krim.
Cokelat mint, kan?
Ya.
Siapa yang bawa kesukaan sendiri saat berkunjung?
Aku sangat kesal hingga kupikir akan memakannya saat kita bicara.
Silakan.
Makan dan tenangkan dirimu.
Aku akan berterus terang.
Aku...
membutuhkanmu.
Aku juga akan berterus terang.
Aku...
tak butuh Kang Han-na.
Jangan marah saat kau bicara.
Bicaralah dengan tenang.
Mengerti?
Kau harus stabil.
Dengan begitu, dia bisa percaya dan kembali.
Kau bukan kelemahanku.
Aku akan mengakui aku membuat kesalahan.
Aku bersikap kekanak-kanakan, aku mengatakan...
akan mengubah dunia.
Aku belajar banyak kali ini juga.
Lupakan Kang Han-na...
di masa lalu...
Aku takkan berteriak lagi.
"Jangan bertingkah."
Apa kau yang memutuskan?
Kau sungguh tidak sopan. Sial.
Pak Park! Apa itu?
Seharusnya kau melupakannya saja.
Kenapa kau menggantung dan melihatnya?
Jangan tersenyum. Apa situasi ini tampak menarik?
Omong-omong,
bukankah kau bilang takkan berteriak lagi?
Park Yeong-wu, kau terus membuatku marah!
Tepat.
Kau harus bisa bekerja dengan tenang,
jadi, bagaimana bisa bekerja dengan orang yang membuatmu marah?
Kembalilah.
Kembali...
dan tetaplah di sisiku.
Kenapa?
Aku...
takut.
Seseorang mungkin menghakimiku,
seseorang mungkin mencoba menjatuhkanku,
atau mungkin seseorang...
Karena kau tidak ada,
kantor jadi sangat menakutkan.
Kembalilah bekerja.
Aku punya rencana.
Apa itu?
Apa?
Apa rencanamu?
Kau lihat.
Kau tak punya rencana, kan? Kau asal bicara.
Baiklah, tak ada rencana.
Moto keluarga Kang adalah katakan dan hadapi setelahnya.
Brengsek.
Si brengsek itu.
"Direktur Go Ah-in"
Kau tidak mengganti nomormu.
Tidak.
Apa kau sudah bertemu Han-na?
Dia baru saja pergi.
Apa dia bicara padamu dengan tenang?
Tidak mungkin.
Kenapa kau tak kembali bekerja?
Ada yang harus kau lakukan denganku.
Pekerjaan?
Aku, kau,
dan Direktur Kang Han-na.
Kita bertiga punya musuh yang sama sekarang.
Apa itu mungkin?
Apa aku terlihat seperti orang yang mencoba hal yang mustahil?
Kau bukan orang seperti itu.
Aku harus membalas budi.
Tentu saja.
Tak sopan kalau kau...
tidak membalas budi.
Sudah dulu, ya.
"Direktur Go Ah-in"
Ada lebih banyak sinergi...
daripada yang kuduga.
"Jangan bertingkah."
Apa aku harus mulai bertingkah?
Kita akan bisa menyelesaikan semua tunggakan gaji bulanan.
Bukannya orang tak minum susu, tapi mereka ingin susu impor.
Ya, salah satu alasan utama
penurunan penjualan adalah banyak yang lebih suka...
susu impor sterilisasi murah.
Seperti strategi asosiasi daging sapi Korea...
meningkatkan kualitas daging,
kita harus meningkatkan kualitas susu Korea?
Kesegaran adalah yang terpenting dalam susu.
Baiklah.
- Kembangkan karakter juga. - Karakter?
Belakangan ini,
orang membeli roti untuk mengumpulkan Stempel Stiker.
Mereka mendapatkan kartu untuk desain karakter mereka.
Kalau kita tak bisa membedakan produk kita,
kita harus menarik pelanggan dengan cara lain.
Baiklah.
Siapa yang mau kopi?
- Aku. - Aku.
Satu venti blond caramel...
double macchiato.
Cokelat mint...
cold brew dengan busa.
Ukuran tinggi.
Bukankah kopi dari warung kopi sudah cukup?
Mereka memalukan.
"Yu Jeong-seok"
Aku akan memesan lagi. Permisi.
Hei, Pengkhianat.
Apa? Kau di dekat kantor?
Direktur Yu.
Kau tampak sehat.
Kau terlihat cukup tampan...
untuk menjadi salah satu dari Lima Pengkhianat Eulsa.
Apa kau akan terus menggodaku?
Tidak, aku akan berhenti. Aku sudah cukup menggodamu.
Bagaimanapun, selamat.
Tidak ada yang lebih penting daripada mencari nafkah.
Hei, aku yang paling tahu.
Aku tahu rasanya kesulitan setelah perusahaanmu bangkrut.
Aku takut hari gajian pegawaiku.
Katakan. Aku sibuk.
Bukankah kau membuat proposal untuk Wuseong Milk?
Ya.
Jeong-min, batalkan proposalnya.
Kenapa?
Katakan sejujurnya. Apa kau merencanakan sesuatu?
Tentu saja ada.
Apa itu?
Pak Kwon, kau mengecewakanku.
Bukankah kau, Chang-su, dan aku satu tim?
Direktur Choi menyuruhku untuk merahasiakannya.
Aku bertanggung jawab atas proposal Wuseong Milk,
tapi aku tak punya informasi.
Benar.
Ini rahasia ya...
Perusahaan itu akan membantu kita.
Ada apa? Katakan.
Hentikan saja. Ini demi kebaikanmu.
Demi kebaikanku?
Astaga.
Entah dengan orang lain, tapi kau tak bisa begini padaku.
Setelah mendirikan agensi independen,
kau diperintah dan bangkrut.
Dari semua orang...
Apa pun yang kau rencanakan, lakukan sesukamu.
Aku yakin dengan proposal ini.
- Jeong-min, jangan keras kepala. - Hei.
Kau tahu sudah berapa lama aku tak menggaji karyawanku?
Kau tahu berapa pengeluaranku untuk proposal ini?
Aku akan melakukannya meski tak menang.
Terserah padamu.
Pak, kau baik-baik saja?
Pak Park, kenapa kau kemari?
Apa kau harus bertanya?
Aku sudah kembali.
Kau seperti orang yang baru pulang liburan.
Kau benar.
Kurasa aku menghabiskan liburanku tahun ini.
Ada apa denganmu?
Apa?
Kau tahu alasanku memperlakukanmu sebagai wakil ketua...
sambil merahasiakannya dari kakekmu?
Agar hubunganmu dengan Han-na lebih baik.
Apa kau akan membentaknya lagi...
hanya karena Pak Park kembali bekerja?
Tidak.
Aku mengerti maksudmu.
Pemenang harus bertindak layaknya pemenang.
Aku yang salah.
Kau akur dengan Seo-jeong?
Tetaplah bersikap baik padanya.
Kalau Ketua Wuwon Group merasa tersinggung,
kita akan kehilangan semuanya.
Baik.
Permisi.
Apa? Kenapa kau di sini?
Kau menyuruhku kembali bekerja.
Sikapmu seolah takkan kembali, Brengsek!
Kupikir itu tidak sopan.
Di depan siapa? Aku?
Bukan, orang lain.
Kau bilang punya rencana.
Tolong beri tahu aku.
Aku tidak punya.
Lalu siapa yang punya rencana?
Tidak, aku tidak punya rencana.
Aku berharap Direktur Go punya rencana.
Kalau begitu, buatlah sekarang.
Aku bukan mesin penjual otomatis yang membuat rencana.
Saat ini, sebaiknya menunggu dengan tenang.
Saat mereka pikir mereka menang dan sudah berakhir,
mereka pasti membuat kesalahan.
Bagaimana kalau sudah terlambat?
Alih-alih menyerang dengan ceroboh dan kalah telak,
lebih baik menghibur lawan dengan pura-pura mati.
Tunggu.
Mereka pasti akan membuat kesalahan.
Hanya tiga bulan.
Butuh waktu selama itu untuk menunjukkan...
kesegaran luar biasa...
dan nilai premium Wuseong Milk.
"Wuseong Milk"
"Terima kasih."
Sekian proposal kampanye kami.
Ya, itu dia.
Aku ingin mengajukan satu hal lagi.
"Kampanye Premium Wuseong Milk"
"Meluncurkan Tren Stempel Stiker 2023"
Ini disebut Stempel Stiker.
Seperti saat membeli roti demi Stempel Stiker,
kami ingin menciptakan tren...
orang membeli susu Wuseong untuk mengumpulkan Stempel Stiker.
Itu ide bagus.
Aku akan menjelaskan detailnya setelah presentasi.
Sekian presentasi kami. Terima kasih.
"Wuseong Milk"
Kalau begitu, terakhir, mau lihat yang disiapkan VC Planning?
"Jadwal Eksekusi Kampanye Kebiasaan Wuseong"
Berdasarkan kampanye yang agresif dan aktif,
kami berniat memikirkan kembali citra Wuseong Milk...
dan memperluas basis konsumen susu Korea.
"Hari Ini Juga, Kebiasaan Wuseong"
Sekian presentasi kami.
Ada pertanyaan?
- Kalau tidak... - Kami ingin membuat tawaran lain.
"Hari Ini Juga, Kebiasaan Wuseong"
"Tawaran VC Planning"
Tujuan iklan ini adalah...
peningkatan penjualan Wuseong Milk.
Apa itu benar?
Ya.
Kami, di VC Planning, takkan memberitahumu...
iklan ini mungkin akan meningkatkan penjualanmu.
Kami ingin menjanjikan peningkatan tertentu...
dalam angka penjualan.
Bagaimana mungkin?
Ini anak perusahaan VC Group.
Kalau VC Planning dan Wuseong Milk bekerja sama,
di semua kantin anak perusahaan VC,
kami akan menyediakan...
Wuseong Milk tiga kali makan sehari.
"J&M Planning"
Aku akan menjelaskan detailnya,
seperti jumlah kantin di VC Group...
dan jumlah orang yang mengonsumsinya...
setelah presentasi.
Proposalmu jauh lebih baik.
Jadi, tolong berikan proposalmu pada VC Planning.
Kami akan menjamin kesepakatan tahun depan.
Aku berasumsi kami akan memilih seperti itu.
"Wuseong Milk"
"Wuseong Milk"
Jeong-min...
Aku saja yang menyetir.
Maafkan aku.
Aku tahu mereka punya rencana, tapi kukira tak sebesar ini.
Hidup memang tidak mudah.
Orang lain mungkin tidak tahu, tapi kau tahu, kan?
Kau benar...
dan aku bodoh.
Untuk bertahan di Korea, kau tak boleh angkat kepalamu...
dan bekerja saja untuk orang yang berkuasa. Benar?
Jeong-min...
Hiduplah dengan baik.
"Yu Jeong-seok"
"Direktur Go Ah-in"
Hei, Ah-in.
Pergilah ke kantor Jeong-min sekarang juga.
Cepat.
- Kita pasti menang di Wuseong Milk. - Tentu saja.
Kita akan gajian bulan ini, kan?
Ini sudah tiga bulan.
Bu Choi tak bisa menggaji kita karena tak punya uang.
Kalau kita menang, dia akan segera membayar kita.
- Ya. Kita bisa! - Semangat!
Naik.
Pintu menutup.
"J&M Planning"
Sedang apa kau di sini?
Apa yang kau lakukan?
- Aku datang untuk menonton. - Apa?
Awalnya aku ingin menyombong.
Rumornya, kau tidak menang kesepakatan itu.
Sial.
Pergilah.
Kubilang pergi!
Karena kau,
aku tidak bisa mati.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Apa yang semua orang inginkan dariku?
Apa?
Tak ada yang bisa kau lakukan.
Tapi kalau kau akan mati,
mari pastikan kau melakukannya dengan keren.
Sial. Aku tidak bisa membuka ini.
Astaga.
Aku yakin ini akan membuatku tampak hebat.
Kubilang aku akan membeli minuman, bukan camilan.
Perusahaan besar...
memberikan proyek mereka ke agensi mereka sendiri.
Perusahaan yang tak punya agensi berpikir...
perusahaan besar sudah berkuasa dan stabil,
jadi, mereka hanya bekerja sama dengan agensi perusahaan besar.
Kalau perusahaan besar mencuri paksa...
beberapa proyek yang bisa kami dapatkan,
bagaimana perusahaan sepertiku bisa bertahan?
Industri periklanan Korea sudah berakhir.
Kau bisa apa? Itu masalah keberuntunganmu.
Tak ada orang tua yang menyuruh anaknya untuk bekerja di agensi.
Semua orang tua akan menyuruh anak mereka...
menjadi guru, karena itu stabil,
atau bekerja di bank setelah lulus.
Kenapa kau bekerja di agensi?
Kudengar gajinya besar...
dan kita bisa naik jabatan...
murni karena bakat di industri ini.
Bakat apanya. Siapa yang memberitahumu?
Kau tak menyesal?
Tak ada waktu untuk menyesal.
Aku hampir tak punya waktu...
untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan di depanku.
Astaga.
Bagaimana aku bisa hidup sekarang?
Jangan mencoba hidup dengan cara tertentu.
Hiduplah saja.
Pikirkan saja hari ini.
Jangan membuatku tertawa.
Kau hanya memikirkan hari esok.
Lihat tempat ini.
Astaga, aku tidak bisa membacanya.
"Dunia yang Menganggapmu Normal Kalau Kau Gila"
Astaga, nama yang gila.
Pastikan kau ke sana.
Aku akan memeriksanya.
Mengerti?
"Kedai Bibi"
Apa ini?
Bukankah dia di sini?
"Kami tutup untuk sementara."
"Go Ah-in"
Hei. Kau di depan toko?
Apa yang kau lakukan, Jeong-seok?
Kenapa kau kembali ke perusahaan?
Kau pasti sudah melihatnya.
Ada yang harus kulakukan,
jadi, aku menutup toko sebentar dan kemari.
Untuk apa?
Kau datang untuk apa?
Aku menerima sesuatu...
dan lupa mengembalikannya.
Di mana kau sekarang? Ayo bertemu dan bicara.
Ah-in.
Ya?
Aku akan tampil di TV hari ini.
Apa?
Aku akan masuk berita malam ini.
Tonton aku, ya.
Jeong-seok, apa maksudmu?
Di mana kau sekarang? Aku akan ke sana.
"Geser untuk mematikan."
Terima kasih. Semuanya lancar berkat kau.
Hei, santai saja.
Astaga.
Hei, soal CEO Jo.
Kenapa dia tiba-tiba sangat percaya diri?
Aku juga tidak tahu.
Dia pasti punya rencana dengan Ketua Utama.
Sangat mengejutkan mendengarnya.
Maksudmu ini sering terjadi?
Ya. Itu juga terjadi...
saat presentasi untuk Wuseong Milk hari ini.
Kami mengusulkan kalau VC Planning menang,
semua kantin di anak perusahaan VC Group...
akan menyajikan Wuseong Milk.
Dengan proposal itu,
kami memenangkan kesepakatan.
Sulit menolak kesepakatan itu sebagai pengiklan.
Itu benar.
Penjualan yang diberikan VC Group akan memenuhi target iklan mereka.
Kau benar.
Dalam situasi ini,
ide apa yang akan dibutuhkan...
dan kompetisi apa yang mungkin ada?
Kalau begitu,
aku tahu ini akan sulit dijawab,
tapi siapa di VC Planning...
yang bertanggung jawab atas rencana ini?
Aku.
Sebagai eksekutif produksi,
aku, Yu Jeong-seok,
dan kepala produksi, Direktur Choi Chang-su.
"Eksekutif VC Planning, Yu Jeong-seok"
Kami berdua bekerja sama dalam hal ini.
Akan lebih sulit bagimu untuk berada di sini.
Boleh kutanya alasanmu memutuskan untuk melakukannya?
Seperti Direktur Choi Chang-su dan aku,
yang tak berguna dalam industri ini...
harus segera disingkirkan.
Singkirkan yang tak berguna.
Hei! Tunggu saja!
Hei.
Bukan begitu.
Aku tak tahu apa-apa soal ini.
Apa ini alasanmu menyimpan rahasia dariku...
dan bergabung kembali dengan perusahaan?
"Kami tutup."
"Kami tutup untuk sementara."
Direktur Go.
Jangan percaya semua yang kau lihat dari luar.
Terkadang, untuk mencari tahu...
kita harus melihat umpan, bukan joran.
Kalau kau memanfaatkan dirimu sebagai umpan,
apa itu balas dendam?
Itu menyakiti diri sendiri.
Kenapa kau belum pulang?
Ada yang aneh.
Apa?
Aku ditelepon, katanya...
VC Constructions sudah memilih modelnya.
Dia merenungkan kesalahannya mengemudi sambil mabuk tahun lalu.
Tapi menggunakannya sebagai model...
Apa VC Constructions yang menelepon?
Menurutku ini aneh, jadi, aku menyelidikinya.
Kantor pusat menandatangani model...
lalu mereka memberi tahu VC Constructions.
Lihat ini.
Kau membuat kesalahan di waktu yang tepat.
Aku harus mulai membuat...
sang Pangeran jatuh dari kudanya.
Mari bergerak sekarang.
Cinta segitiga?
Kalau Ketua Wuwon menentangnya, tamatlah semuanya!
Aku akan mengurusnya.
Temui bos Jo Yu-na...
dan suruh dia mengatakan Go Ah-in memberinya gratifikasi.
Orang yang harus meninggalkan perusahaan...
harus disalahkan.
Kita harus mencari tahu.
Kau sudah menyiapkannya secara strategis,
jadi, sekarang saatnya berlagak menjadi wanita gila?
Jangan mencari cara.
Kalau kau berhasil,
orang lain akan menyebutnya cara yang benar.
Itu akan jadi pukulan besar karena publik menentang.
Opini publik...
Kenapa orang lain harus menentukan batasku?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.