All language subtitles for Rampant, 2018.1080p.FHDRip.H264.AAC-NonDRM-id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Sudah ketemu!

Kau ini... Jangan-jangan dirasuki roh jahat.

Kenapa ya? Aku merasa haus sekali.

Kalau haus ya minum air.

Ayah anakku...

Kau kenapa?

-= R.A.M.P.A.N.T =-

-= Tiga hari yang lalu =-

Arquebus.

Tidak perlu menunggu talinya habis terbakar.

Tinggal nyalakan apinya, tarik pelatuknya dan dor!

Dengan begitu, menaklukkan sebuah kota adalah hal yang gampang.

Bubuk mesiunya?

Harap tunggu tiga atau empat hari lagi.

Batas waktunya sampai besok.

Terlalu mendesak.

Besok batas waktunya. Kami juga tidak punya banyak waktu.

Kapten!

Bunuhlah aku! Cepat!

Bertahanlah sampai malam ini.

Kenapa dengan orang ini?

Ini manusia atau binatang?

Untuk saat ini masih manusia.

Entah kalau besok. Ada kemungkinan berubah menjadi setan malam.

Setan malam?

Yang pasti lusa kapal kami akan berlayar.

Pulang dan pastikan dengan jelas. Besok adalah batas waktu transaksi.

Ada 30 peti dengan total 600 senapan.

Mereka mau barter dengan 10 peti perak.

Bagi batalyon bersenjata kerajaan, ini sudah sangat memadai.

Pertama-tama, sapu bersih dulu pasukan Dinasti Qing yang menduduki markas misi. [Dinasti Qing - dalam hal ini Tiongkok]

Setelah itu baru masuk ke istana.

Di mana kapal barat ini?

Saat ini sedang berlabuh di Pulau Yeongjong.

Panggil Park Jongsa ke sini!

Siap!

Ternyata benar kata orang bahwa di bawah cahaya lampu itu gelap.

Di dalam istana berkumpul segerombolan pemberontak.

Do Chong-gwan... [Chonggwan - semacam kepala petugas]

Barang seperti ini dari mana asalnya?

Partai Jemulpo menolak buka mulut karena itu belum diketahui...

...asalnya dari mana dan ada berapa jumlahnya.

Bahkan moncong senjata ini menghadap ke arah mana pun belum diketahui.

Kurang ajar!

Apa yang terjadi jika ini adalah sebuah pemberontakan terhadap Dinasti Qing?

Jika Kaisar sampai tahu, entah apa konsekuensinya.

Bagaimana sebaiknya?

Ini sudah jelas adalah sebuah pemberontakan terhadap Jeonha dan Kekaisaran. [Jeonha - Yang Mulia]

Mereka yang terlibat harus diinterogasi secara mendalam.

Dan harus ditangani dengan kejahatan pemberontakan.

Benar... Ini adalah pemberontakan terhadapku.

Segera persiapkan aulanya!

Aku secara pribadi akan menginterogasi kawanan pemberontak ini!

Jendral...

Aku mengerti kesetiaanmu.

Tapi kenapa sampai membuat keputusan seperti ini?

Beritahu siapa dalang di balik semua ini.

Keinginan untuk memperbaiki negara ini adalah dalang yang berada di balikku.

Bunuh saja aku!

Ini orang...

- Daegam! - Abeoji!

Tolong serahkan ini kepada Ganglim.

Jangan begitu, Jeoha. [Jeoha - panggilan terhadap putra mahkota]

Jeonha tidak akan berhenti begitu saja.

Tidak boleh!

Jika Anda bersikeras untuk ke sana...

...bunuhlah hamba sebelum Anda ke sana.

Jeonha, mereka bukan pemberontak.

Tolong bebaskan mereka.

Pulanglah! Di sini bukan tempat bagimu untuk memunculkan diri.

Jeonha, mereka berniat untuk mempersenjatai pasukan dengan musket (senapan lontak).

Berkonspirasi.

Jika ini bukan pemberontakan, lantas seperti apa baru dinamakan pemberontakan?

Mereka hanya berniat mengusir pasukan Dinasti Qing.

Dan membangkitkan Joseon.

Diam!

Jeonha sudah diinformasikan beberapa kali.

Tapi Jeonha sama sekali tidak mengindahkan.

Tidakkah Jeonha mempertimbangkan rakyatmu

dan hanya percaya dengan fitnah yang dilontarkan oleh pejabat istana?

Kusuruh kau tutup mulut!

Jika hal ini dinamakan pemberontakan...

Ini adalah pemberontakan!

Melayani Dinasti Ming atau melayani Dinasti Qing...

...adalah hal yang diputuskan olehku sebagai Jeonha.

Mau itu membuat negara membaik ataupun memburuk,

ini juga hal yang diputuskan olehku.

Tapi kau... Melanggar keinginanku!

Memaksakan kehendakmu.

Inilah yang dinamakan pemberontakan.

Kalau begitu orang yang berada di belakang layar pemberontakan ini...

...adalah Soja Lee Yeong. [Soja - sebutan pangeran terhadap dirinya saat percakapan dengan raja]

Orang yang merencanakan semua ini bukanlah mereka.

Tapi putra mahkota Joseon. Putra dari Abamama.

Keturunan dari pemberontak, Lee Yeong.

Pelaku utama dari pemberontakan ini mengaku atas kesalahannya.

Dan berharap supaya Jeonha menghentikan pembunuhan yang tidak masuk akal ini.

Dengan setulus hati kumohon.

- Jeoha! - Jeoha!

Jeoha!

Jeoha!

Jeoha-nim!

Jeoha!

Jeoha!

Jeoha!

Aku akan segera kembali. Sampai ketemu di Ibukota.

Di Joseon... wanita-wanita cantik bertebaran di mana-mana, ya 'kan?

Tolong dijaga harga dirimu, Mama.

Setelah masuk ke istana, kata-kata tidak sopan seperti ini tolong jangan diucapkan.

Sialan!

Sumpah serapah yang digunakan oleh pelayan juga sama.

Baru juga menginjakkan kaki di tanah Joseon, kenapa kata-kata tidak senonoh ini sudah keluar dari mulutmu?

Tolong sebelum ucapan itu keluar dari mulutmu, dikaji dulu di dalam otakmu---

Sebelum main tangan, tolong diinformasikan dulu.

Hanya dengan begitu, hubungan baik baru bisa terjalin antara kau dan aku.

Apa ini?

Satu orang pun tidak ada yang menyambut?

Kampret-kampret ini, Mama sudah tiba.

Akan hamba kasih mereka pelajaran nanti.

Dasar kampret!

Apa ini? Habis perang ya?

Iya nih! Jangan-jangan bajak laut Jepang lagi?

Orang seperti Anda yang memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi kenapa malah...

Sebelah sini!

Kau tahu jalan?

Anu, saya juga baru kali ini ke Jemul-po.

Memang benar ini arah menuju ibukota.

Tapi pemerintahnya di mana ya?

Setidaknya harus ada pejalan kaki yang bisa ditanya.

Tapi ini kok sama sekali tidak ada orang?

Anjing atau kucing pun tidak kelihatan.

Bahkan tikus pun tidak kelihatan.

Kalau seperti begini...

Mama!

Jangan-jangan kena wabah?

Bagaimana pun juga...

Kenapa sampai membakar orang?

Mama...

Karena itu tenda isolasi telah dipasang untuk mencegah orang keluar masuk Jemul-po.

Wajah orang-orang yang menduduki kantor pemerintahan telah dikirim ke kantor-kantor.

Orang yang dicap sebagai pemberontak segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Bagi mereka yang memberi perlindungan terhadap tertuduh ganjarannya adalah hukuman pancung, hamba memberi perintah seperti itu.

Memberi perintah?

Menyampaikan perintah ini.

Lalu?

Ganglim Daegun telah tiba di Jemul-po. [Daegun - pangeran yang tidak memiliki hak atas takhta]

Lancang!

Bila saatnya sudah tepat, kau akan menerima surat perintah.

Orang yang tidak pernah ikut serta dalam upacara pengorbanan di kuil leluhur...

Begitu mendengar berita kematian saudaranya

langsung buru-buru kembali.

Apa yang akan terjadi dengan negeri ini.

Kemakmuran seperti apa yang kuharapkan?

Jika anakku kujadikan penghalang di depanku?

Karena inikah aku menjadi raja?

Tidak apa-apa.

Kesalahan bukan pada dirimu Jeonha.

Hanya saja yang kukhawatirkan adalah...

Rumor yang tiada henti-hentinya baik di dalam ataupun di luar istana.

Akankah kembalinya Ganglim Daegun membawa masalah bagimu?

Rumor seperti apa?

Kabarnya di kuil di mana para selir sembahyang ditembukan adanya benda-benda jahat.

Badan burung yang kepalanya dipotong.

Dan bukankah burung adalah makhluk suci yang menyandang nama Jeonha?

Pemberontakan terjadi di dalam dan luar istana sepertinya?

Kesalahan apa yang sudah kuperbuat?

Boleh saya coba ramal?

-= "Fei" [Pemusnahan] =-

Mama!

Mama!

Tidak apa-apa, Wonson

Bukankah masih ada ibu?

Mama, gawat kali ini!

Begitu cepat langit sudah gelap.

Bagaimana baiknya?

Coba pergi cari makanan.

Lapar aku.

Oh, makanan... makanan.

Aku juga lapar.

Kalau mau cari ya sama-sama.

Permisi, ada orang?

Di sini... ada orang?

Ada orangnya? Dijawab dong!

Juragan?

Juragan, aku sedang dalam perjalanan menuju ke istana.

Adakah makanan yang bisa dimakan?

Juragan, barusan aku dengar ada suara.

Bisa tolong...

Ini...

Juragan?

Ini bisa di...?

Daegam?

Aku di sini.

Sesuai instruksi Anda untuk memberitahu Jeonha.

Gyeong Bin sudah dikurung di bagian Timur istana.

Jeonha memberi perintah, sebelum dia mengakui kesalahannya,

dia sama sekali tidak boleh diberi makanan apapun.

Diperkirakan tidak akan bisa bertahan lebih dari tiga hari.

Bagus!

Tidak apa-apa begitu?

Di perutnya sedang mengandung cucu pertama.

Cucu pertama apa?

Tidak lebih dari bibit pemberontak.

Bagaimana dengan Ganglim Daegun?

Entah dia pulang ke istana dengan perasaan seperti apa.

Ganglim tidak akan pernah bisa masuk ke istana.

Maaf?

Jangankan wanita cantik, tapi ini seekor semut pun tidak kelihatan.

Kekacauan sipil macam apa ini?

Hha--Hha--Hantu...

Hantu palamu!

Pasukan penjaga! Pasukan penjaga sudah tiba.

Pasukan penjaga!

Kami mendapat perintah untuk menjemput Daegun-mama pulang.

Datangnya sungguh telat sekali.

Maaf, beritanya sampai ke kami terlambat.

Perlu bawa begitu banyak orang hanya untuk menjemputku seorang?

Kerusuhan sipil menimbulkan rasa was-was dalam hati.

Kerusuhan sipil ini adalah perbuatan kalian, 'kan?

Si mata satu, si Tangan kail, dan si Bekas pisau.

Kalian ini pasukan penjaga?

Mama! Jangan diambil hati.

Sebaiknya kita segera berangkat.

- Ada hantu. - Kudaku mana?

Kalau memang datang menjemputku, seharusnya ada kuda, 'kan?

Rencananya hanya kalian saja yang menunggang kuda?

Mama!

Pembunuh ya?

Yang membunuh sekaligus menguburkan itu?

Serang!

Mama!

Mama!

Sudah gila ya?

Jangan buang-buang waktu!

Mereka sudah mencium bau amis darah.

Cepat pergi!

Cepat!

Anda mau apa?

Mama, kenapa dia dibawa serta?

Aduh...

Mau buat apa?

Kalian siapa?

Makhluk apa ini?

Silakan ikut kami.

Yagwi ini sangat sensitif akan bunyi. [Yagwi - setan malam]

Yagwi?

Makhluk tadi langsung menggigitnya tanpa aba-aba.

Hampir saja aku juga...

Apa yang kau lakukan? Setidaknya kau tanyakan dulu siapa dalangnya.

Sudah hamba peringatkan Anda untuk jangan bersuara.

Lancang! Kau tahu siapa ini?

Beliau adalah...

Ganglim Daegun.

Betul! Tahu dari mana kau?

Mama...

Sudah kubilang beliau adalah Daegun.

Tahu dari mana kalau aku itu siapa.

Dan tahu dari mana kalau aku sedang dalam perjalanan pulang ke istana?

Kalian juga pembunuh yang datang untuk menghabisi nyawaku?

Atau... pemberontak yang membangkitkan kerusuhan sipil?

Tolong singkirkan pedangnya.

Kami bukan pembunuh, juga bukan pemberontak.

Kami hanyalah rakyat biasa yang menanti-nantikan kepulanganmu.

Hamba adalah orang kepercayaan almarhum Sowon Seja.

Park Eul Ryeong.

Jongsagwan yang bersaksi jika Hyeongnim bersalah? [Jongsagwan - Asisten Komandan Garda Gerbang]

Yagwi memakan daging manusia dan meminum darah manusia.

Jika ingin membunuh mereka

harus melalui hatinya dan memotong kepalanya.

Mayat mereka harus dibakar menjadi abu.

Karena jika dibiarkan begitu saja, ada kemungkinan mereka akan bangkit lagi.

Cerita hantu seperti apa ini?

Mayat-mayat yang dibakar tadi

bukan dibakar karena wabah?

Yagwi adalah wabah.

Tidak ada bedanya dengan wabah. Mereka yang digigit yagwi akan berubah menjadi yagwi.

Dan yagwi ini akan menggigit manusia.

Ada orang yang transformasi?

Orang-orang ini adalah penduduk di sekitar sini.

Orang tua, saudara laki-laki dan perempuan beserta anak-anak mereka....

Proses transisi mungkin sedang berlangsung dan ada kemungkinan memakan waktu seharian.

Tapi tidak ada pengecualian.

Bagaimana dengan para pejabat pemerintah itu?

Dikarenakan yagwi...

...semuanya sudah melarikan diri.

Dan para penduduk demi menghindari yagwi yang akan gentayangan begitu malam tiba berkumpul semuanya di sini.

Kurang ajar...

Daegun-mama tolong selamatkan ibuku.

Tolong selamatkan ibuku.

Dol...

Mama... Daegun-mama.

Warga yang tangan dan kakinya digigit oleh yagwi,

jika dipotong kaki dan tangannya sebelum darah mengalir sampai ke jantungnya

ada kemungkinan bisa menghentikan infeksinya.

Masih belum berubah menjadi yagwi. Karena itulah terpaksa mereka dikurung di sini.

Ibu, makanlah sedikit.

Makanlah. Dengan adanya asupan makanan baru bisa bertahan hidup.

Yeobo, aku sangat haus.

Berikan aku daging.

Tolong berikan aku daging.

Ada tindakan apa dari istana?

Tenda isolasi sudah dipasang dan akses keluar masuk dihentikan.

Tidak bisa keluar juga tidak bisa masuk.

Kalau begitu mereka harus dikasih tahu.

Hanya dengan cara demikian mereka bisa mengirim pasukan ke sini.

Tidak ada gunanya.

Di istana tidak akan ada yang mau mendengarkan kami.

Tolong selamatkan aku, Seja Jeoha.

Hei! Apa ini?

Aku bukan Seja.

Seja Jeoha.

Tolong selamatkan kami, Seja Jeoha.

Orang-orang ini...

Begitu Anda kembali ke istana, Anda akan bisa menjadi Seja, bukan? [Seja - pangeran yang berhak atas takhta]

Apa?

Harapan satu-satunya yang tertinggal adalah Anda, Daegun.

Hentikan bencana ini dan selamatkan rakyat.

Bukankah ini adalah keinginan dari almarhum Seja?

Bukan.

Kalian salah orang.

Aku tidak berniat menjadi Seja dan juga tidak memiliki hak untuk itu.

Apalagi menjadi raja kalian.

- Daegun! - Cukup!

Punya hak apa kalian memintaku untuk menjadi Seja?

Tidak ada bedanya dengan bandit.

Jika kalian berani mencoba sekali lagi, awas kubunuh kalian semua.

Daegun!

Kita menggantungkan harapan kita pada orang yang seperti ini?

Namo Amitabha.

Sudah busuk.

Bahan makanan yang tersisa tinggal berapa?

Dua karung kentang

dan beberapa berley. Itu sudah semuanya.

Bagikan semuanya!

Baik.

Dendeng.

Mama...

Kalau tahu begitu, semua bahan makanan yang ada di kapal dibawa semua ke sini.

Begitu banyaknya makanan Dinasti Qing.

Ikan kering Dinasti Qing, panekuk Dinasti Qing, bakmi Dinasti Qing.

- Pangsit Dinasti Qing. - Arak Dinasti Qing.

Wanita cantik Dinasti Qing.

Anda itu sungguh...

Di saat seperti ini masih bisa kepikiran.

Iya juga, kau mana bisa mengerti.

Maaf.

Mama, haruskah kembali ke istana?

Meskipun yagwi itu menjadi sebuah masalah,

tapi istana mungkin tidak mengharapkan kepulangan Anda, Mama.

Coba lihat para pembunuh yang mengerikan tadi.

Pokoknya harus kembali ke istana.

Gyeong Bin Mama harus dibawa ke Dinasti Qing.

Kenapa lagi-lagi Gyeong Bin mama yang dibawa-bawa?

Mama, tolong sebelum buka mulut pikirkan apa yang akan dikatakan.

Gyeong Bin itu adalah isteri dari Hyeongnim mu.

Sesuka apapun Anda terhadap wanita cantik,

terhadap Gyeong Bin mana boleh--

Ini adalah pesan wasiat Hyeongnim yang memintaku membawa Gyeong Bin Mama ke Dinasti Qing.

Kenapa tidak ngomong dari tadi?

Sudah dikubur?

Anu... mendadak kami diserang oleh sekelompok makhluk seperti mayat hidup.

Mayat hidup?

Jangan diungkit lagi. Manusia bukan, binatang juga bukan.

Tinggal saya yang berhasil menyelamatkan diri.

Semua saudaraku tewas di tangan mereka.

Daegun bagaimana?

Sudah mati.

Yakin?

Kulihat dengan mata kepalaku sendiri.

Tubuh dicabik-cabik oleh makhluk seperti mayat hidup itu dan darah berceceran di mana-mana.

Daegam-nim, sudah saatnya Anda memberiku sisa dari imbalan yang sepantasnya kudapatkan.

Kau digigit?

Oleh kawanan mayat hidup itu?

Iya, karena itu langsung kupenggal kepalanya.

Ikut aku!

Naeuri, setelah kupikir-pikir sepertinya imbalan yang kudapat tidak memadai.

Berikan yang lebih banyak lagi supaya saya bisa mengadakan upacara berkabung untuk saudara-saudaraku.

Bukalah!

Perak yang akan kuberikan padamu ada di dalam sini semuanya.

Tidak kelihatan apapun.

Naeuri! Naeuri! Naeuri!

Sepertinya orang-orang di Jemul-po sangat tidak terkendali.

Tidak lama lagi akan segera tersebar hingga ke ibukota.

Masih belum saatnya?

Undang Seo Yeong ke mari!

Maaf?

Daegam...

Ini saya Bok Sil.

Saya khawatir jika telah menyusahkanmu.

Beraninya saya meragukanmu.

Daegam, ada urusan apa Anda memintaku datang ke sini?

Daegam?

Mau memporak-porandakan?

Sedang apa pagi-pagi buta begini?

Harus pergi mencari makanan.

Bagaimana dengan yakgwi?

Yakgwi tidak tahan sinar matahari. Mereka hanya beraksi di malam hari.

Di siang hari mereka bersembunyi di dalam rumah ataupun di area pegunungan.

Kalau begitu apa yang harus ditakutkan? Cari mereka di siang hari dan babat habis semuanya.

Saat malam tiba, kemungkinan yang akan mati terbunuh adalah kita.

Melihatmu di pagi hari, ternyata kau adalah seorang wanita yang cantik.

Pernah ke Dinasti Qing?

Sepertinya belum pernah.

Bagaimana? Ingin ke sana?

Di Dinasti Qing...

Sandang dan pangan semua tercukupi. Joseon sama sekali tidak bisa dibandingkan.

Di saat seperti ini masih bisa berbicara seperti ini?

Aigoo, justru di saat seperti ini harus berbicara begitu.

Jujur saja... ini adalah Dinasti Qing?

Buat apa berjuang hidup mati di sini?

Kedinginan dan kelaparan. Ditambah banyak yakgwi di mana-mana.

Penderitaan tiada batas. Di belakang adalah pantai.

Bagaimana? Aku bisa membawamu ke Dinasti Qing.

Di depanmu adalah sebuah jalan yang bertaburan dengan bunga.

Mengerti?

Negara sudah kacau begitu, kenapa dari tadi membicarakan Dinasti Qing?

Anda orang Dinasti Qing?

Mengagetkan saja. Kenapa teriak-teriak?

Sebenarnya boleh dibilang aku ini adalah orang Dinasti Qing.

Walaupun aku lahir di Joseon, tapi aku besar di Dinasti Qing.

Bahasa di sana juga jauh lebih mudah.

Sungguh rendahan.

Kenapa orang seperti begini yang menjadi Daegun Joseon?

Apa?

- Mama! - Sungguh menyedihkan.

- Mama! - Lagipula bahasa mandarin sangat tidak cocok denganmu.

Bukankah Anda mau kembali ke istana?

Mana mungkin tidak cocok?

Dan, apa katamu tadi? Rendah?

Betul! Kata "rendah" dari tinggi sedang rendah.

Rendah.

Yang artinya rendahan.

- Ada masalah besar! - Beraninya kau...

Naeuri, ada masalah besar!

Sebaiknya segera kembali ke istana, kemudian di istana...

Sungguh melelahkan.

Deok Hee! Deok Hee!

Dol! Dol!

Sepertinya ada hal yang membahagiakan.

Nafsu makan pulih, dan rona wajahnya juga membaik.

Mungkin sudah lama tidak menggerakkan tubuh ini.

Sekujur badan dialiri darah yang terasa hangat.

Penuh enerji.

Tadi malam dalam mimpi ada bidadari yang datang ke kamarku.

Kulit seputih porselen dan rambut sehalus sutera.

Mengitari tubuhku.

Bertemu dengan bidadari dalam mimpi sepertinya sebuah pertanda baik.

Iya kah?

Yang mengitarimu bukanlah bidadari.

Tapi aku.

Tolong aku.

Bicara apa perempuan ini?

Cc--Cepat bunuh perempuan ini!

Cepat bunuh dia!

Di sampingku tersembunyi banyak sekali konspirator.

Termasuk perempuan satu ini.

Semuanya memiliki niat buruk.

Selama ini selalu mengincar nyawaku.

Bunuh dia!

Bunuh mereka semua!

Cari dan usut dengan jelas semua musuh terselubung yang berada di dalam istana!

Bunuh semuanya!

Hamba melihatmu walaupun sendirian tapi cara berpakaiannya masih bagus.

Aigoo, coba lihat postur tubuh ini.

Daegun...

Jika Anda sudah tiba di istana, tolong kirim pasukan ke Jemul-po.

Jika dibiarkan begitu terus, entah berapa hari kami bisa bertahan.

Tidak hanya Jemul-po.

Dalam waktu singkat,

Makhluk-makhluk itu akan berhasil melacak bau darah manusia dan menerobos tenda isolasi.

Dengan begitu yakgwi akan merajalela di seluruh negeri Joseon.

Baik.

Aku akan kembali ke istana dan menjelaskan semua ini pada Jeonha.

Kami juga akan ikut bersamamu.

Ha?

Ke mana? Istana?

Kenapa? Kenapa? Ke sana buat apa?

Karena hamba tidak bisa mempercayai omongan Daegun.

Benar tidaknya pasukan akan dikerahkan,

hamba harus memastikannya dengan mata kepala sendiri.

Jangan-jangan Anda membuat keputusan untuk tidak melakukan apapun terhadap mereka yang telah mati di depan matamu.

Hei kalian ini... Semakin lama semakin lancang!

Daegun...

Sekalipun sekarang hari masih siang, tapi perjalanan Anda berdua meninggalkan Jemul-po tidak luput dari bahaya.

Tolong izinkan kami mengawal Anda berdua kembali ke istana.

Tidak, tidak.

Baik, ikutlah denganku.

Tapi jika aku berhasil membawa prajurit ke sini,

kau akan ikut aku kembali ke Dinasti Qing?

Ya sudah kalau tidak mau.

Aku ikut, ikut.

Kalian semua cobalah bertahan melewati malam ini.

Begitu esok tiba, prajurit akan segera menuju ke sini.

Jangan khawatir.

Ini adalah janji Daegun. Kalian boleh berlega hati.

Janji apaan? Suka-suka sendiri.

Jika begini terus matahari akan segera terbenam.

Cepat ikut aku!

-= Yanghwajin =-

Hamba penjaga Yanghwajin, Do Hyeong Soo.

Aku adalah Ganglim Daegun.

Hamba tahu.

Saat Daegun berangkat ke Dinasti Qing, hamba bertugas mengawal.

Anda sungguh sudah kembali, Daegun?

Anda pernah berjanji sambil berurai air mata dan berkata

Anda pasti akan kembali.

Kapan aku?

Anu, yang pasti...

Siapkan perahunya, aku mau kembali ke istana.

Baik.

Tapi, mereka tidak boleh menyeberangi sungai.

Kenapa?

Penduduk di sekitar desa Jemul-po tidak diizinkan masuk ke ibukota.

Ini adalah perintah dari istana.

Makaya aku tanya kenapa mereka tidak diizinkan menyeberangi sungai.

Karena epidemi yang melanda Jemul-po.

Sepertinya kalian masih belum mengetahui perihal yakgwi.

Aigoo, mau dijelaskan sepertinya mubazir air ludahku.

Singkatnya mereka tidak terjangkit wabah.

Siapkan perahunya!

Ini adalah perintah dari istana, Daegun.

Cuma sekedar perintah. Aku akan meminta Jeonha mengeluarkan perintah lagi. Segera persiapkan perahunya!

Tidak bisa.

Kalau begitu kenapa kau tidak mencegatku?

Aku juga makan dan tinggal bersama mereka. Bisa saja aku juga terjangkit wabah.

Mama.

Karena aku sudah berjanji pada mereka.

Betapa memalukannya.

Setidaknya aku juga seorang Daegun.

Mereka sekarang tidak bisa kembali ke Jemul-po.

Begitu matahari terbenam dan mereka belum tiba di Jemul-po,

mereka akan dimangsa hidup-hidup oleh yakgwi.

Keempat sisi Jemul-po dipenuhi oleh yakgwi.

Gentayangan di mana-mana, darah berhamburan. Makhluk yakgwi itu.

Kau tidak percaya?

Kau tidak percaya, 'kan?

Sialan!

Kalau itu aku, aku juga tidak akan percaya.

Ini adalah perintah.

Ah, ini...

Dasar otak batu!

Kenapa bisa ada orang seperti ini?

Ah, dasar!

Anda kenapa begitu?

Aku akan kembali ke istana sendiri.

Kalian tunggu di sini.

Hak Soo, kau juga.

Ha?

Mama!

Sesampainya Anda di istana, harus waspada terhadap Yukpanseo.

Sudah pasti mereka tidak akan begitu saja mengerahkan pasukan untukmu Daegun.

Aku sama sekali tidak tertarik pada sampah-sampah seperti itu.

Aku akan bernegosiasi langsung dengan Jeonha.

Yang mengirim pembunuh untuk membunuh Daegun juga perbuatan mereka.

Memfitnah orang-orang di bawah Seja sebagai pemberontak.

Orang yang mencelakakan Seja juga mereka.

Apa maksudmu dengan ini?

Maksudmu Hyeongnim bukan mati bunuh diri?

Jeoha tidak punya pilihan lain.

Demi menyelamatkan nyawa mereka yang mengabdi menjadi bawahannya,

dan kelangsungan hidup keluarga mereka.

Di hadapan mereka Jeoha menyerahkan nyawanya sendiri.

Siapa mereka?

Yukpanseo yang dipimpin oleh penasihat militer Kim Ja Joon. [Yukpanseo - enam peradilan]

Bakar!

Yang hamba dengar matanya tiba-tiba melotot dan taringnya keluar.

Bukankah kejadian ini sama persis seperti rumor yang tersebar di ibukota?

Hari ini kita tidak akan membicarakan masalah wabah.

Utusan dari Dinasti Qing akan segera berkunjung ke sini.

Semua lapisan harus mempersiapkan upacara penyambutan dan pastikan tidak ada kesalahan!

Ada yang salah dengan bagian utama.

Yakin akan bisa bertemu dengan utusan dari Dinasti Qing?

Butuh adanya titah raja untuk hal itu.

Sekalipun ada perubahan besar, harus terlebih dahulu menerima titah dari raja.

Ada laporan dari mata-mata.

Katanya penduduk desa Jemul-po

meminta perahu di Yanghwajin.

Dan menimbulkan kerusuhan.

Penduduk desa Jemul-po?

Bukankah mereka adalah orang-orang yang terjangkit wabah?

Untuk hal ini belum bisa dipastikan.

Tapi menurut kabar, di antara mereka

terdapat dalang kerusuhan sipil, Park Eul Ryeong.

- Park Eul Ryeong? - Kenapa orang ini bisa...

Ganglim Daegun masih hidup.

Dan kembali bersama-sama dengan mereka.

Baiklah.

Kau terlihat sehat tanpa kurang sesuatu apapun.

Terjadi banyak hal.

Dalam perjalanan pulang ke istana, diserang oleh gerombolan pembunuh.

Yakgwi merajalela di Jemul-po.

Hampir saja Ananda mati dimangsa hidup-hidup oleh yakgwi. [Yakgwi - setan malam]

Yakgwi?

Anda tidak tahu?

Makhluk-makhluk itu tidak ada bedanya dengan binatang. Mereka memangsa manusia dan meminum darah.

Mata akan jadi berubah.

Dan akan tumbuh gigi taring keluar.

Jika sampai digigit oleh mereka, manusia akan berubah menjadi yakgwi.

Saat ini seluruh Jemul-po dipenuhi dengan yakgwi.

Tapi Jeonha malah sama sekali tidak tahu?

Hamba mendengar kabar burung jika para pemberontak Jemul-po

yang menyebarkan desas-desus yang menakutkan.

Ini bukan kabar burung tapi kenyataan.

Pengkhianat yang berniat untuk memicu kekacauan sipil

selalu saja menyebarkan desas-desus yang akan menimbulkan keresahan.

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

Jangan ditunda-tunda lagi, Jeonha.

Jika mereka sampai menyeberangi tenda isolasi, berarti mereka sudah dekat dengan ibukota.

Saya juga memohon supaya Jeonha secepatnya mengirim pasukan ke Jemul-po untuk membasmi tuntas yakgwi.

Bagaimana menurutmu, Byeongpan? [Byeongban - penasihat militer]

Meminta supaya titah raja diturunkan untuk mengirim pasukan.

Kau Byeongpan?

Iya.

Di bawah satu orang, di atas puluhan ribu orang. [Kiasan yang melukiskan posisi yang sangat tinggi]

Ketua Yukpanseo.

Aku kembali dalam keadaan hidup kau pasti sangat kaget.

Jeonha...

Soja memohon supaya diturunkan titah untuk mengirim pasukan. [Soja - sebutan pangeran saat berbicara dengan ayahnya]

Soja yang akan memimpin pasukan tersebut menuju ke Jemul-po.

Baik, seperti itu saja.

Entah itu wabah ataupun pemberontak,

kau ke sana dan basmi semuanya hingga tuntas.

Tidak bisa begitu, Jeonha.

Jeonha sudah menurunkan titahnya.

Dan kau bilang tidak boleh?

Sambil lalu...

Kenapa kau kembali?

Karena apa yang terjadi atas diri Seja?

Jadi karena meninggalnya hyeong-mu kau bergegas kembali?

Jika saatnya telah tiba, aku secara otomatis akan menurunkan titah.

Aku juga kesulitan untuk mengembalikan pikiran raja yang sedang tidak menentu. Karena hal ini aku mengorbankan nyawaku.

Tolong selamatkan Seja-bin beserta anak dalam kandungannya. [Sejabin - selir putra mahkota]

Dan kembali ke Dinasti Qing.

Lancang!

Saya menerima surat wasiat dari Hyeongnim.

Datang ke sini untuk menjemput Seja-bin. [Sejabin - selir putra mahkota]

Soja sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadi seorang Seja.

Jangan khawatir karena ranjang naga akan selamanya menjadi milik Abamama.

Saya hanya berharap Anda menjadi Raja Joseon.

Panjang umur dan hidup selama ribuan tahun.

Kau juga sedang menyalahkanku?

Kau juga merasa jika akulah yang telah membunuh Hyeongmu?

Dia adalah putraku.

Hatiku hancur karena rasa sedih dan kesakitan.

Ditambah...

Aku...

Aku...

...terhadap hyeongmu...

...sama sekali tidak melakukan apapn.

Keluarlah!

Sama sekali tidak melakukan apapun...

...adalah dosamu Jeonha.

Kalian semua keluarlah.

Hari ini kita...

...akan mengacaukan seluruh dunia.

Mama, aku adalah Ganglim Daegun.

Besok akan ada kapal dagang dari Dinasti Qing.

Tolong persiapkan dirimu.

Saya telah menerima perintah militer untuk maju menuju Jemul-po.

Aku tidak akan pergi.

Aku tidak boleh pergi.

Aku tidak boleh pergi dengan membawa kemarahan seperti ini.

Ini adalah wasiat dari Hyeongnim.

Hingga akhir hayatnya, Hyeongnim

tidak henti-hentinya mengkhawatirkan keselamatan Mama dan Wonson. [Wonson - anak pertama dari putra sulung]

Keselamatan dirimu lebih utama.

Hanya dengan demikian baru bisa ada rencana ke depannya.

Jika aku ke Dinasti Qing,

siapa yang akan memberi penghiburan di saat terjadi ketidak-adilan dan kebencian?

Ada satu hal yang bisa kujanjikan padamu.

Sekembalinya aku dari Jemul-po,

aku akan menghukum mereka yang telah membunuh Hyeongnim.

Sekalipun aku harus meninggalkan istana ini,

aku akan membunuh musuh-musuhku.

Cheong...

Aku pernah bersumpah untuk membangun kembali Joseon.

Tapi niat ini tidak menyentuh Tuhan.

Rakyat sangat menderita.

Aku juga kesulitan untuk mengembalikan pikiran raja yang sedang tidak menentu.

Karena hal ini aku mengorbankan nyawaku.

Di dalam istana ada pejabat yang korupsi.

Jika kau yang memiliki kemauan keras menjadi seorang Seja, akankah ada perubahan?

Aku memohon padamu, Cheong.

Dan juga memintamu

tolong selamatkan Seja-bin beserta Wonson.

Dan kembali ke Dinasti Qing.

Karena itu, apa kataku?

Lebih baik hidup bersama Seja-bin di Dinasti Qing.

Meninggalkan selirnya yang cantik beserta anaknya.

Apa ini? Apa?

Mama!

Mama!

Mama!

Ada apa?

Bukankah kau kusuruh tunggu di Yanghwajin?

Park Jongsa beserta anak buahnya semua ditangkap dan dibawa ke istana.

Apa?

Belakangan baru ketahuan

Jika Park Jongsa sudah distempel sebagai kepala pemberontak.

Apa kataku, 'kan?

Tidak ada untungnya berbaur dengannya.

Jeonha menarik perintah militernya.

Kenapa penduduk desa Jemul-po ditangkap?

Anda belum tahu?

Park Jongsa beserta anak buahnya yang mengikuti Daegun...

semuanya adalah pemberontak yang menimbulkan kericuhan sipil di Jemul-po.

Mereka demi menyelamatkan rakyat yang ditelantarkan oleh pejabat

berjuang melawan yakgwi.

Pemberontak?

Yakgwi?

Tidak ada yang namanya yakgwi.

Tidak lebih dari penyakit rabies.

Kenapa bisa tidak ada yakgwi?

Di dalam istana saja ada begitu banyak yakgwi.

Apa bedanya kalian dengan yakgwi?

Daegun!

Sekalipun Anda adalah seorang pangeran,

mana boleh bicara sembarangan tentang pejabat sipil dan militer istana?

Anda harus bertanggung-jawab.

Aigoo, dasar pengacau.

Pengacau?

Daegun!

Sebentar lagi istana akan menyambut kedatangan utusan Dinasti Qing.

Jeonha memberi perintah Gyeongbin untuk ikut bersama mereka.

Para menteri juga jangan buang-buang waktu!

Daegun juga diwajibkan untuk hadir.

Jangan keliru dan berpikir jika kali ini kau juga akan mendapatkan apa yang kau inginkan, Byeongpan.

Aku dan Sowon Seja berbeda.

Hyeongnim memiliki sesuatu yang ingin dia lindungi.

Tapi aku tidak.

Kenapa Anda mau kembali?

Anda meninggalkan tanah Joseon ini karena benci pada negara dan orang-tua.

Apa yang bisa dilakukan sekarang?

Sekarang masih belum terlambat.

Sebaiknya Anda pergi dengan tenang.

Jika demikian,

hamba akan mengampuni nyawamu.

Daegam meminta hamba untuk menyampaikan

Terjadi kerusuhan di aula kemarin pagi.

Seorang selir hugung yang terjangkit rabies melukai badan Jeonha. [hugung - bagian belakang istana tempat tinggal para selir]

Semenjak itu wajah Jeonha terlihat kurang segar.

Kedua matanya memerah.

Sangat mirip dengan gejala wabah yang diisukan.

Sangat mengkhawatirkan.

Saya membawa Titah Kaisar yang diturunkan oleh Kaisar Dinasti Qing.

Upeti yang diberikan sangat tidak memadai.

Di mana ketulusanmu?

Jangan mengingkari perjanjian dengan Kaisar Dinasti Qing.

Dinasti Qing sangat dermawan dan murah hati.

Berikut bunyi titah kaisar.

Di mana tabib istana?

Tabib! Di mana tabib?

Ya?

Aku mendengar kabar jika kesehatan Jeonha kurang baik. Bagaimana kondisi beliau?

Entah selir tersebut menderita penyakit rabies atau tidak.

Pagi ini waktu sarapan mendadak kumat dan menyerang...

...badan Jeonha.

Dia gigit?

Iya.

Penyakitnya boleh dibilang tidak serius.

Setelah diberi Uhwang kondisinya sudah membaik. [Uhwang - batu empedu kering sapi]

Mama! Mama!

Anda mau ke mana ini, Mama?

Wisma Buyong.

Sudah petang. Matahari juga sudah mulai terbenam.

Sama-sama dong, Mama!

Mama!

Kau tunggu di sini!

Mama! Mama!

Tunggu! Tunggu!

Ini... ini adalah jimat yang diberikan oleh seorang peramal padaku.

Sudah! Kau pakai saja sendiri.

Mama!

Barang ini akan melindungi Mama dari yakgwi.

Harus dijaga baik-baik ya!

Dan juga, kita sudah saling janji ya.

Hanya Gyeong-bin Mama yang akan dibawa keluar ya.

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Hari ini ada tamu agung berkunjung dari Dinasti Qing.

Hamba ingin menyumbangkan sebuah puisi untuk menyambut kedatanganmu.

Bulan masih belum bersinar dari balik gunung.

Embun yang membeku berjatuhan di atas kayu.

Ke manakah aku akan pulang di saat malam menjelang.

Anjing menggonggong di lorong yang dalam.

Yang Mulia ingin mencicipi arak.

Sudah tentu harus diisi hingga penuh.

Bersulang!

Jeonha!

Jeonha!

Jeonha!

Jeonha!

Abamama.

Ini adalah pemberontakan!

Tidak bisa ditolerir, Byeongpan!

Jeonha menderita penyakit.

Telah berubah menjadi yakgwi.

Aku percaya semua sudah mendengar isu tentang yakgwi.

Coba silakan diceritakan, Daegun.

Perihal yakgwi sepertinya Anda tahu jelas.

Ini adalah yakgwi?

Atau manusia?

Terhadap insiden hari ini, sudah pasti Kaisar tidak akan tinggal diam.

Tolong sampaikan kepada Kaisar.

Tuanku!

Joseon yang kemarin sudah tidak ada lagi.

Hari ini Ja Joon mendirikan negara ini dan tidak akan tunduk pada Dinasti Qing.

Tuanku!

Cepat! Sebelah sini!

Mama...

Kau baik-baik saja?

Pegang aku erat-erat!

Jangan sampai lepas!

Baik.

Mama!

Antar dia ke Chuguk-jang!

Baik.

Tolong izinkan aku bertemu dengan Ganglim Daegun.

Dengan demikian aku akan menceritakan semuanya sesuai dengan kebenaran.

Lanjutkan!

Hentikan!

Daegun.

Yakgwi merajalela di dalam istana.

Mama!

Yakgwi!

Sudah seharusnya kau mendengar desas-desus tentang yakgwi.

Semua ini adalah fakta.

Orang ini bukanlah manusia, tapi yakgwi.

Segera kumpukan semua pasukan penjaga istana!

Jika yakgwi ini tidak berhasil dihentikan,

berakhir sudah istana ini.

Tapi...

Tanpa adanya perintah...

Abamama sudah meninggal.

Daegun...

Pos-pos pemeriksaan harus ditempatkan mulai dari gerbang istana untuk pencekalan.

Jika yakgwi sampai lolos keluar dari istana

ibukota akan hancur secar keseluruhan.

Tempatkan pasukan di sekitar tembok kota di gerbang Utara!

Jangan sampai ada satupun yakgwi yang berhasil lolos melewati gerbang.

Baik.

Orang-orang berada di mana?

Dikurung di atas atap.

Cepat tutup gerbangnya! Tutup gerbang!

Makhluk apa itu?

Wabah! Wabah!

Makhluk apa sebenarnya itu?

Blokir pintunya!

Siap!

Sebelah sini.

Bebaskan mereka semua!

Orabeonim!

Kalian semua baik-baik saja?

Cepat bebaskan mereka semua!

Baik!

Ini adalah rekan saya sewaktu menjalani latihan di ibukota. Namanya Park Hyeon.

Dia bisa dipercaya.

Karuniakan kematian untukku, Daegun.

Awasi gerbangnya dengan seksama!

Jangan sampai ada satupun yakgwi yang sampai lolos melalui gerbang!

Mengerti?

Siap!

Yakgwi-yakgwi ini...

Bermula dari kapal-kapal yang berlayar di lautan jauh.

Hamba yang memberitahu Byeongpan jika ada kapal yang berlabuh dari lautan jauh.

Saya menyaksikan kematian isteriku tanpa bisa melakukan apapun.

Saya tidak sanggup berdiam diri lagi.

Apa katanya?

Sebelum kedatangan bencana yang jauh lebih besar,

kepalanya harus dipenggal.

Kalau begitu...

Kim Ja Joon sudah lama tahu?

Baik itu kapal dari lautan jauh ataupun yakgwi.

Sudah selesai semuanya.

Lagipula...

Sekarang inilah awal yang nyata.

Entah itu ada ratusan atau ribuan yakgwi, sama sekali bukan masalah.

Istana dipenuhi dengan roket dan mesiu.

Begitu hari terang, kumpulkan semua pasukan militer pusat.

Yakgwi akan bisa dibasmi sampai tuntas.

Semua orang sudah mati.

Entah itu raja atau Seja.

Semua keturunan raja sudah mati.

Kalau begitu,

siapa yang akan membangun negara yang baru?

Omong-kosong apa ini?

Bukankah ini yang namanya pemberontakan?

Ini bukan pemberontakan, tapi awal dari sebuah era yang baru.

Semenjak kapan negeri ini menjadi milik keluarga Lee?

Para menteri juga tiada hentinya mengungkit masalah reformasi.

Jika tidak mencari perubahan, Joseon akan hancur.

Tapi yang berbaring di atas ranjang naga tetap sama.

Apa yang bisa diubah?

Sekaranglah saat di mana waktu sudah matang.

Setelah meratakan tempat ini,

Aku, Kim Ja Joon akan mendirikan sebuah negara yang baru.

Dan kalian adalah bapak pendiri bangsa baru ini.

Mungkin...

Ganglim Daegun masih hidup?

Bagaimana pun juga...

monarki ini hanyalah milik anggota keluarga dari Dinasti Lee.

Legitimasi Joseon baru...

Dae--Daegam!

Aku bukan sedang bertanya kepada kalian benar atau salah.

Sekaranglah saatnya.

Aku yang akan membuat keputusan.

Kalian ambil keputusan secepatnya.

Mau mengabdi padaku...

atau mati bersama dengan Dinasti Lee Joseon yang sudah hancur.

Masuk ke liang kubur bersama.

Mari kita hadang sisi kiri bersama!

Gerbang tengah!

Fokus pada gerbang tengah!

Jangan sampai mundur!

Mereka yang menyerah dan melawan akan mendapat ganjaran.

Mama!

Mama!

Hak Soo Seonsaeng! Cepat ke sini!

Mama!

Berhasil diblokir! Berhasil diblokir!

Bagaimana baiknya?

Sebentar lagi akan rubuh! Sebentar lagi rubuh!

Buka jendela itu!

Baik.

Tarik sama-sama!

Lekas!

Cepat! Cepat!

Cepat keluar!

Orabeonim!

Cepat, Daegun!

Cepat! Cepat!

Cepat! Cepat!

Park Jongsa!

Park Jongsa!

Anda tidak apa-apa?

Akhirnya era baru akan segera dimulai.

Di istana ada sekitar 200 pasukan penjaga.

Jika pertempuran berjalan dengan lancar, seharusnya lebih dari 100.

Yakgwi yang masih tersisa, begitu matahari terbit basmi semuanya.

Menteri, segera menuju ke Yanghwajin dan kumpulkan semua pasukan penjaga.

Baik, Byeongpan. [Byeongpan - Penasihat Militer]

- Ah, maksudku Jeonha. - Iya.

Jang Byeolgam, bawa pasukan bersenjata dan geledah seluruh istana! [Byeolgam - pejabat tingkat rendah]

Cari Ganglim dan Gyeong-bin!

Mereka itu keras.

Pasti masih hidup.

Siapa lagi yang tergigit?

Tanganmu.

Byeongpan.

Diskusi tentang memulai era baru sepertinya harus diulang lagi dari awal.

Siapa gerangan yang akan menjadi pemilik baru negeri ini...

Kau tunggu saja.

Selama tangan yang digigit dipotong, tidak akan berubah menjadi yakgwi.

Apa lagi yang kau inginkan?

Bagaimana pun juga kau tidak akan bisa melarikan diri dari maut.

Daegam...

Daegam...

Jika terlahir kembali...

tolong jangan terlahir menjadi raja.

Sudah ketemu?

Masih belum.

Dengan situasi seperti itu, harusnya tipis harapan untuk bertahan hidup.

Kalau bukan mati, ya digigit yakgwi.

Cari sampai ketemu!

Entah itu mayatnya atau yakgwi.

Semalam ada sekitar 500 yakgwi.

Malam ini akan datang lebih banyak lagi.

Secepatnya bawa pasukan penjaga ke sini!

Penggallah kepala hamba.

Satu-satunya orang yang bisa memimpin pasukan hanyalah kau.

Secepatnya ke Yanghwajin dan panggil pasukan ke sini!

Kalian antar Geum Wi Jang ke Yanghwajin!

Jika di tengah jalan Geum Wi Jang berubah menjadi yakgwi,

kalian penggal kepalanya.

Melihat yakgwi dengan mata kepala sendiri, mereka baru akan percaya.

Boleh? Geum Wi Jang?

Iya.

Daegun...

Sekalipun Geum Wi Jang tiba dengan selamat di Yanghwajin, masalah akan tetap ada.

Sulit bagi pasukan untuk tiba di istana sebelum matahari terbenam.

Kumpulkan semua pasukan yang masih hidup!

Kita juga tinggalkan istana.

Daegun.

Jika yakgwi menyerang istana di malam hari,

seluruh ibukota akan hancur.

Kalau begitu... itu sudah menjadi takdir Joseon.

Ada cara lain?

Aku tidak boleh meninggalkan istana.

Tidak, aku tidak akan meninggalkan istana.

Mama...

Meninggalkan istana demi keselamatan diri sendiri?

Kalau begitu apa bedanya Daegun dengan raja sebelumnya?

Aku bukan raja.

Jika itu Seja Jeoha, pasti beliau tidak akan berbuat seperti ini.

Hyeongnim sudah meninggal!

Aku tidak menyuruhmu menjadi raja.

Aku hanya memintamu menolong mereka yang tidak bersalah.

Harus cari jalan.

Itu adalah tanggung-jawab Daegun.

Jika semua yakgwi dimusnahkan...

Kau akan ke Dinasti Qing?

Peti mesiu semua sudah dipindahkan ke dalam istana?

Iya.

Kalau begitu...

Caranya hanya ada satu.

Serangan api.

Atur perangkap untuk memancing musuh, kemudian serang dengan api.

Park Jongsa...

Pindahkan genderang besar yang ada di gerbang Timur ke Injeong-jeon. [Injeong-jeon: ruang konferensi raja/pejabat]

Ayo cepat!

Siap!

Pimpin pasukan istana untuk memindahkan kayu bakar dan tempatkan di sekeliling Injeong-jeon.

Orang-orang istana pindahkan guci minyak dapur istana dan tuangkan semuanya ke Injeong-jeon.

Supaya api mudah dinyalakan.

Sisanya blokir gerbang di keempat sisi jangan sampai yakgwi lolos.

Bagian dinding juga dipersiapkan untuk dibakar.

Karena selama pembakaran, harus bisa menahan musuh.

Sesuatu yang baru dan kuperjuangkan dengan susah payah...

Jangan lupa...

Mulai sekarang...

Aku adalah raja Joseon.

Sebelah sini.

Kalian berjaga-jaga di sini.

Mama!

Jimat.

Jimatnya di mana?

Harus hati-hati ya.

Kalian bertanggung-jawab atas barel bubuk mesiu.

Hamba akan periksa sebelah dalam.

Berikan padaku saja.

Dae Gil!

Aigoo...

Aduh... duh...

Mama!

Park Hyeon!

Park Hyeon!

Bakar sini.

Mama-nim! Mama!

Daegun!

Cepat!

Mama! Mama!

Kau cepat keluar! Cepat!

Mama, cepat keluar! Mama!

Mama!

Mama.

Hak Soo Ajeossi di mana?

Mama!

Mama!

- Daegun! - Hak Soo!

Mama!

Mama!

Mama...

Pergilah...

Cepat.

Jangan!

Sudah terlambat.

Demi negara.

Jimat... jimatnya harus selalu dibawa.

Kotoran anjing yang ada di jalanan...

hati-hati jangan sampai terinjak.

Hak Soo! Hak Soo!

Mama...

Hak Soo!

Hak Soo!

Hak Soo!

Jangan!

Tidak!

Hak soo!

Hak Soo!

Langit sudah mulai gelap. Ayo cepat!

Ini adalah yang terakhir.

Mama!

Tolong minggir!

Pindahkan ke dalam!

Man Bo! Man Bo Ajeossi!

Man Bo Ajeossi!

Kalian masuk dulu ke dalam!

Aku hanya bisa sampai di sini.

Tidak boleh masuk ke dalam.

Cepat masuk!

Cepat!

Gyeong Bin-mama!

- Mama! - Melayanimu, Mama.

Aku ingin mati sebagai manusia.

Kumohon, Seunim. [Seunim - biksu taoisme]

Ajeossi!

Ajeossi!

Man Bo Ajeossi...

Jangan lagi...

...engkau reinkarnasi ke dunia ini.

Namo Amitabha.

Man Bo Ajeossi!

Ajeossi!

Malam akan segera tiba.

Matahari tidak akan bersinar lagi.

Bawalah Gyeongbin-mama dan tinggalkan istana.

Biar hamba di sini untuk menyalakan api.

Aku mau di sini.

Biar aku saja.

Kalian semua... keluarlah.

Biar aku yang di sini.

Kalian bawa Gyeongbin-mama

dan pergilah ke Yanghwajin.

Tidak bisa.

Daegun Anda harus tetap hidup.

Siapa bilang aku akan mati?

Begitu selesai menyalakan api aku akan segera menyusul.

Biar semua yakgwi mati terbakar.

Aku digigit.

Karena posisinya dekat dengan jantung,

diperkiarakan aku akan berubah dalam waktu satu jam.

Sialan!

Namo Amitabha.

Setelah Injeong-jeon terbakar habis, masih bisa bertahan sebentar.

Orabeonim!

Aku tidak apa-apa, Deok Hee.

Semua orang pasti akan mati sekali.

Anda akan ke Dinasti Qing?

Hamba percaya Anda pasti akan kembali.

Anda harus kembali.

Percaya Anda pasti akan membangun istana ini dan Joseon ini.

Sudah kubilang aku tidak bersedia. Kenapa aku harus?

Sepanjang perjalanan Anda bilang tidak bersedia, tapi pada akhirnya Anda ada di sini juga.

Aku ke sini bukan untuk menjadi raja.

Karena aku merasa kasihan pada kalian.

Karena itulah aku datang.

Tidak ada orang yang mengasihani kami.

Tidak ada orang yang bersedia menolong kami.

Tidak ada orang yang sudi mendengarkan kami.

Tapi Daegun, Anda melakukan semua itu.

Bukankah itu perbuatan seorang raja?

Hamba...

...akhirnya bertemu dengan orang yang sejatinya adalah raja.

Mati pun tidak ada penyesalan.

Bangsat.

Orabeonim...

Orabeonim...

Kau juga keluar!

Lima belas menit kemudian aku akan menabuh genderang.

Daegun!

Daegun!

Daegun, mau ke mana?

Mama, jalanlah dulu.

Aku akan membakar Injeong-jeon. Aku akan segera menyusul.

Daegun!

Biar Soseung yang pergi.

Ini adalah masalahku.

Dan kau...

...jangan menunggu siapapun.

Tidak ada orang yang akan datang menolongmu.

Kalian harus menolong diri sendiri.

Mendirikan negara ini sendiri.

Mengangkat raja baru sendiri.

Sialan!

Ya ampun.

Kembalilah, Daegun.

Dengan adanya raja baru ada rakyat.

Sebentar.

Deok Hee!

Sialan!

Jangan begitu.

Joseon sudah runtuh.

Mati kau!

Keturunan dinasti yang sudah runtuh.

Siap!

Tembak!

Park Jongsa...

Kau lihat?

Rakyat sudah tiba.

Kau bilang dengan adanya raja maka ada rakyat.

Kau salah.

Dengan adanya rakyat maka ada raja.

Maaf.

Aku datang terlambat.

Kapan tiba?

Coba lihat!

Sudah datang!

Daegun-mama sudah datang!

Daegun-mama datang!

Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com ~

~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.