Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
Sudah setahun sejak Gunung Akerneset longsor di Geiranger.
yang menyebabkan gelombang tsunami 80 meter.
248 jiwa melayang akibat kejadian itu.
Kita telah mendengar kisah-kisah perjuangan hidup dan keberanian mereka.
Kejadian itu memberi kita tanda tanya besar,
bagaimana mencegah kejadian yang sama terulang lagi.
Minggu ini, Komisi Gerainger akan menyampaikan laporannya.
Kepala peneliti di Norsar, Johannes Lanberg. Selamat datang.
Bagaimana perasaanmu sebagai peneliti,
saat mencari jawaban atas kejadian itu?
Saat kekuatan alam menyerang, ia menyerang tanpa ampun.
Sayangnya, tak ada yang bisa memprediksi
kapan tepatnya, atau dimana gempa bumi akan terjadi.
Khususnya seperti gempa yang menjadi penyebab tsunami di Geiranger.
Jika dilihat secara umum, apakah tempat itu layak dihuni, atau bagaimana?
Itu pertanyaan sulit.
Namun tak ada guna jika hidup selalu dalam ketakutan.
Sebab kita tak bisa mengendalikan alam. Sementara kita hidup di tengah alam.
Lanberg, kita tidak sendirian di sini. Kami mengundang seseorang,
yang mengalami langsung kejadian itu.
Permirsa. Sebelum itu, kita lihat yang ini dulu.
Semoga berhasil.
Siapapun yang berada di Gerainger tanggal 6 Mei tahun lalu
dapat berterima kasih pada satu orang yang selamat hari ini.
Selamat datang ahli Geologis, Kristian Eikjord.
P e n e r j e m a h : x t a l p l a n e t
3 TAHUN SETELAH KECELAKAAN
GERAINGER 310 KM DARI IBUKOTA OSLO
Hai.
Hai.
Maaf, aku telat.
Kau sudah lupa aku? / Lupa? Kau gila? Tidak, aku...,
Senang bertemu.
Boleh kubantu? / Ya.
Kau mungkin lapar. / Agak.
Aku lama tak belanja. Tapi...,
Omelet? / Ya.
Omelet dan biskuit? / Pasti enak.
Bagaimana keadaan rumah?
Kau sudah punya pacar?
Belum.
Kau punya? / Aku? Tidak.
Kau rindu ibu?
Ya, terkadang.
Apa itu artinya perasaanmu sudah lebih baikan sekarang?
Mungkin.
Aku tak apa-apa lagi sekarang.
Ayolah.
Julia, ayo keluar.
Apa ini?
Hanya sesuatu yang sedang kuhadapi.
Apa?
Kita akan terlambat. Ayo, kita harus turun.
Aku tak mengerti semua ini. / Mustahil kau mengerti.
Sudah banyak korban berjatuhan di sini.
Sepengetahuan kita. Sepengetahuan kita...,
Kau sudah menyelamatkan Ibu dan Sondre. Kau sudah menyelamatkan aku.
Ayo. Kita harus turun.
Selamat pagi. Aku sudah buat sarapan.
Roti biskuit dengan keju kuning dan lada.
Kopi kemarin juga sudah kupanaskan.
Aku juga sudah mandi.
Kurasa sebaiknya kau segera berangkat.
Begitukah? Mengapa? / Kau sudah gadis sekarang.
Kau tahu kalau aku tak bisa menerima tamu sekarang.
Bukankah seharusnya aku pergi hari Kamis?
Kurasa ini yang terbaik untukmu. Kau harus pulang.
Aku sudah pesan tiket. / Ayo. Kita segera berkemas.
TEROWONGAN OSLO 29 KM DARI IBUKOTA OSLO
Penyebab kecelakaan masih belum jelas.
Laporan dari polisi yang telah kami terima
menyatakan jika ada dua korban jiwa dalam kecelakaan itu.
Terowongan Oslofjord kini ditutup untuk kedua arah.
Masih belum jelas kapan akan dibuka kembali.
Ada 32 terowongan bawah laut di Norwegia
yang bahkan lebih terjal dari terowongan Oslo.
Banyak yang mengkritik betapa terjalnya terowongan-terowongan itu.
Kami telah menerima data identifikasi kedua korban.
Keduanya adalah Inga Hansen dan Konrad Linblom. Keluarga mereka telah dihubungi.
Linblom bekerja sebagai Geologis di Norsar.
Ia sebenarnya tidak terlibat dalam pembangunan terowongan.
Reporter kami, Mats Andersen, berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu.
Terowongan Oslofjord telah di...,
Konrad Norsar 3 Panggilan tak terjawab.
Kami tidak bisa masuk ke terowongan, tapi polisi telah memberi informasi
kedua korban meninggal akibat tertimpa serpihan dari atas.
NORSAR IBUKOTA OSLO
Kristian!
Hai.
Hai. / Senang bertemu.
Dengan janggutmu itu, aku hampir tak mengenalimu.
Kopi? / Ya. Terima kasih kalau ada.
Inggrid, salinannya sudah ada? / Ya. Terima kasih.
Aku sudah lakukan semua yang kau suruh.
Tidak ada keraguan data? / Tidak ada.
Aku tak menjelekkan Konrad. Dia pria baik.
Tapi dia terkadang...,
Dia terkadang bertindak jauh dengan teori-teori anehnya.
Belum pernah kita memiliki data sedetail seperti sekarang.
Begitu detailnya, yang sebelumnya hanya bisa kita impikan.
Coba lihat skala 3,8 di Bergen tahun lalu. / Kita lihat.
Lihatlah.
Hanya ini titik guncangan yang ada?
Titik kuning adalah getaran buatan manusia.
Akibat alat berat, konstruksi dan semacamnya. Sedangkan titik merah adalah gempa alami.
Inilah data guncangan Norwegia.
Jika terjadi sesuatu, ada Inggrid di sini yang mengawasinya.
Kami mengawasi Geiranger.
Jadi, Kristian, kita tak bisa melakukan pengukuran sebelum itu terjadi.
Halo?
Halo? / Masuk.
Hai.
Namaku Kristian Eikjord. Aku bekerja dengan Konrad.
Ya.
Kau pasti tahu dia sudah tewas.
Tentu saja. Kau keluarganya?
Konrad ayahku. Almarhum ayahku.
Aku turut berduka.
Jadi kalian bekerja bersama? / Ya, tepatnya..., Ya.
Konrad itu temanku. Dia sering menghubungiku.
Kukira ayah tak punya teman.
Mungkin lebih ke rekan kerja daripada teman.
Aku tertarik dengan pekerjaannya. Aku ingin melihat catatannya dan...,
Silakan melihat-lihat ruang kerjanya. Aku mau menemui agen pemakaman.
Tak apa? / Ya. Tak masalah.
Terima kasih.
Halo. Ini Marit. Rumah kayu.
Di sebelah rumah besar berwarna kuning. Ya, baik. Tapi aku di sini.
Sial!
Hai, Kristian.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa titik kuning itu bukan titik merah?
Bagaimana kita bisa tahu jika guncangan itu disebabkan oleh manusia bukan gempa alami?
Seperti kubilang, itu getaran akibat pekerjaan konstruksi.
Ya, tapi bagaimana kita tahu? / Perusahaan proyek yang melaporkan.
Mereka melaporkan getaran itu? / Mereka melaporkan ada proyek.
Jadi mereka wajib melaporkan selama masa kontrak?
Ya, secara prinsip.
Apa ada proyek konstruksi di terowongan Oslofjord?
Hubungi kontraktor. / Kristian, tenangkan dirimu.
Aku mohon. Bantu aku sekali ini. Setelah ini Aku tak akan mengganggumu lagi.
Jika tak ada pekerjaan konstruksi pada hari itu...,
lalu getaran apa itu?
Baiklah, aku akan tanyakan mereka, ya? / Terima kasih.
Hai, Sondre. / Hai, Ayah.
Kenalkanlah, ini Mia, pacarku.
Hai. / Hai.
Senang bertemu di sini. / Aku memang tinggal di sini.
Tentu saja.
Jadi, kalian berencana keluar? / Ya, kami mau ke bioskop.
Kalau begitu, nanti kita ngobrol lagi. / Ya.
Senang bertemu.
Hai. / Hai.
Kau rapi sekali. / Terima kasih.
Ini darimu.
Mana Julia? / Dia sudah tidur.
Miliknya ketinggalan.
Besok dia ikut ujian Opera.
Apa? Dia penyanyi?
Penari Balet.
Kau boleh datang melihatnya.
Kau punya waktu? / Tentu.
Dia pasti sangat senang.
Aku menyesal telah bertindak bodoh pada Julia di Geiranger kemarin.
Kau tahu kalau aku sedang dalam keadaan tak nyaman.
Kedengaran sangat nyaman tidur terlentang dan mencoba beristirahat dengan tenang.
Kau harus mencobanya. Itu menyenangkan.
Idun?
Apa yang ingin kuucapkan sekarang bakal kedengaran tak masuk akal.
Aku harap kau tidak takut.
Baik, ini memang sudah tua. Tapi seminggu ini sudah dua kali.
Kelihatannya tak masalah.
Agak panas. Tolong pegang.
Bisa sorotkan senternya? Halo?
Bisa sorotkan senternya, Kristian?
Apa yang akan kita lakukan?
Idun, tak apa-apa.
Aku tak apa-apa.
Aku paham mengapa kau menjauhiku. Yang ingin kucoba adalah...,
Kristian. Bukan aku yang menjauhimu. Kau yang menjauhi kami.
Hai. / Hai. Menyenangkan bisa bertemu.
Ibu? Kapan Ayah datang?
Aku tak tahu kapan. Tapi dia tahu acaranya akan dimulai.
Ayah akan datang dan menontonmu.
Kau senang? / Semoga berhasil.
Halo? / Aku di sini.
Apa yang kau lakukan? / Ayahmu mengerjakan sesuatu yang penting.
Aku hampir membuang semuanya.
Kau pernah merasakan sesuatu bakal terjadi, namun kau tak tahu apa itu?
Aku besar bersama ayah yang selalu punya perasaan itu.
Dia tak bisa melewati bebatuan tanpa membawa sampelnya ke rumah.
Kau sudah baca itu?
Tapi dia salah.
Ya. Dia mungkin salah saat itu.
Tapi dia benar bahwa ada gempa yang terjadi di Oslo hari ini.
Mungkin memang tak sebesar pada tahun 1904. Anggap saja skala 6.
Atau 8. Itu bukan dua kali lebih kuat,
Itu jutaan kali lebih kuat. Ribuan orang akan mati.
Aku harus pergi. Sudah temukan apa yang kau cari?
Kau bisa bawa jika mau. / Kau pasti sulit mendengarnya.
Tapi ada sesuatu yang lebih penting daripada seorang puteri.
Seorang putera. Keluarga.
Baik.
Apapun itu, aku harus bergegas.
Aku harus memilih lagu untuk diputar di pemakaman ayah.
Karena dia sedang melakukan sesuatu yang penting di terowongan Oslofjord.
Kau tahu kenapa aku menduga dia di sana?
Tidak. Karena dia akan menyelamatkanmu.
Kau dan banyak orang lainnya.
Aku ingin melihat terowongan itu.
Aku tak mau ke sana.
Kau tak penasaran, apa yang dilakukannya di sana?
Ini penting.
Jalan.
Kenapa kita tidak pergi saja?
Tunggu.
Tolong pegang.
Bisa sorot senternya?
Kristian! / Tunggu.
Hai, Idun. / Hai. Kau ada dimana?
Maafkan aku. Aku terlambat datang.
Aku tadi sedang menuju ke sana, namun ada sesuatu yang membuatku tertunda.
Begitu? Apa kau jauh? / Aku...,
Kristian? Kau mendengarku? Halo?
Halo? Kau mendengar aku sedang bicara?
Aku mendengarmu. / Kau mau datang atu tidak?
Kami sedang menuju ke sana. / Apa?
Halo? Idun?
Kau mendengarku, Idun?
Julia!
Julia!
Idun?
Kristian...,
Kau melihat Julia? / Kurasa dia di atasa sana.
Jangan masuk kemari! / Julia!
Kau lihat puteriku? / Kau harus keluar!
Aku mencari anakku! Dia ikut menari.
Dengar, kau tak boleh masuk kemari. Semuanya harus keluar.
Tak aman di sini. Kau harus keluar.
Julia?
Kau tak apa-apa?
Gadisku. Ayo. Kita harus keluar.
Mana ayah? / Dia tak bisa datang.
Kita harus keluar. Ayo, nak. Tak apa-apa.
Kita keluar bersama.
Ayo. Bagus sekali.
Halo, Idun? / Kami pulang sekarang. Datang ke rumah saja.
Aku akan segera ke rumah. / Baik.
Johannes. Kejadian tak biasa, ya? / Apa yang kau lakukan di sini?
Kau ditugaskan ke sana? Tadi gempa bumi, bukan?
Memang ada pergerakan. Itu yang sedang kami cari tahu.
Pergerakan?
Kau lihat apa yang terjadi sekarang?
Izinkan aku melakukan tugaskku.
Hai.
Itu bebatuan Oslo.
Kau tahu Konrad melakukan apa di terowongan? Dia mengambil sampel batu.
Ini sampel yang tak sempat dia ambil.
Sebentar.
Kristian, batu itu tak membuktikan apapun.
Kita tahu dari dulu jika bebatuan di terowongan Oslofjord memang rapuh.
Longsornya bebatuan di terowongan Oslofjord bukan berarti karena gempa bumi.
Peristiwa itu hanya longsoran batu yang biasa terjadi di terowongan.
John, titik kuning itu. Titik getarannya tepat di lokasi konstruksi.
Getaran alami bumi terkamuflase oleh getaran buatan dari konstruksi.
Lihat.
Lihat tembok itu. Ini bukan kamuflase atau semacamnya.
Ini hanya kegagalan struktur.
Pergerakan yang tercatat hanya saat gedung operanya runtuh.
Jika memang ada gempa, kita semua takkan ada di sini.
Seluruh bangunan di sini terbuat dari tanah liat. Itu seperti jeli makanan anak-anak.
Sedikit saja retakan di sudut, seluruh struktur ikut runtuh.
Kau lihat listrik padam berkali-kali. Ada juga...,
Ada ribuan penyebab listrik padam.
Aku tahu kau sedang dalam masa sulit.
Tak bisa kubayangkan kau mengalami sendiri musibah itu.
Namun bukan berarti ada musibah di setiap tempat dirimu berada.
Jadi bisa tolong pergi saja?
Kristian, mau kemana?
Pulang.
,... banyak penyebab kegagalan struktur.
Karena itulah kami mencoba menyelidiki dengan seksama.
Sungguh menegangkan bagi orang-orang yang saat itu berkumpul di gedung Opera...,
Kau darimana? Mengapa tidak menyusul kami pulang?
Maaf.
Aku minta maaf.
Aku sudah di sini sekarang.
Mengapa kau datang kemari?
Mengapa? Apa yang kau cari?
Aku belum tahu pasti.
Oh, Tuhan. Aku mencari bencana disemua tempat...,
Kami merindukanmu.
Tak bisakah dirimu setidaknya mencoba menjadi seorang ayah?
Idun, kau tidak mengerti. / Apa yang tidak kumengerti?
Apa yang tidak kumengerti? Aku juga mengalami bencana itu.
Kau melakukan apa yang sudah seharusnya. Kristian, kau menyelamatkan banyak orang.
Keluargamu selamat. Nasib kita beruntung.
Kita semua berkumpul bersama.
Jadi komputermu mencatat listrik padam di Opera pukul 20:05:18?
Dan runtuhnya gedung Opera terjadi beberapa detik setelahnya, 20:05:30?
Baiklah, terima kasih sudah menelepon.
Bisa munculkan data pergerakan di gedung Opera kemarin?
Tercatat pukul 20:04:57.
Ya.
Ah, sial. Aku menginjak genangan air.
Baik. Ya. Aku menuju ke sana sekarang. Akan kulihat.
Sepatuku basah.
Hai.
Hai juga.
Kau sudah siap dengan ini, Ayah? Kita berkumpul lagi bersama?
Kuharap begitu.
Jadi kau sudah bertekad? / Kuharap begitu.
Baiklah kalau begitu.
Hai. / Hai.
Hai. / Hai.
Kau mau kemana? / Aku mau ke kampus.
Sekarang? / Ya.
Kau mau sarapan? / Tidak usah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kau dan ibu sudah baikan sekarang?
Jujur saja, aku tak tahu.
Hai. / Hai. Aku mau menunjukkan sesuatu.
Ya, memang begitulah. Ada pekerjaan konstruksi dimana-mana.
Di seluruh wilayah Oslo. Tak ada yang perlu dikuatirkan.
Kami selalu mengawasi dengan cermat. Terimakasih.
John? Lihat ini.
Seperti semacam sistem.
Sistem peringatan.
Gas.
Ada semacam gas yang membunuh tikus-tikus itu. / Gas?
Ada semacam kebocoran.
Kebocoran apa maksudmu?
Gas beracun bocor melalui celah retakan pegunungan.
Danau Nyos di Kamerun, tahun 1986.
Gas? Bukankah gempa bumi yang kau kuatirkan saat ini?
Ya, memang itu yang kukuatirkan.
Dan kekuatiranku terjadi.
Segera berpakaian sekarang.
Nausea adalah proses psikologi yang...,
Kencangkan sabukmu. / Kita akan menjemput ibu? / Jawablah!
Apa? Katakan saja, Idun.
Aku tak tahu harus bilang apa.
Bukankah dia pergi liburan musim semi? Apa dia sudah normal sekarang?
Saat ini sudah.
Ya? Kenapa dia masih bertingkah aneh?
Hei. Kau akan baik-baik saja.
Teruslah menyetir! Terobos saja.
Kultur terpencil di Inggris dan Norwegia...,
Kau lagi? / Maaf.
Baca saja jika memang penting. Sampai dimana tadi?
APA KAU DI DALAM GEDUNG? KELUAR SEGERA!
Ada apa? / Tak ada.
Mengapa kita mengebut? / Layanan Emergensi.
Aku meletakkan empat bom di universitas.
Akan meledak 10 menit lagi. / Di universitas? / Ya, di universitas!
Belok ke kiri di sana! / Tak bisa. / Ke kiri!
Ayah, tunggu.
Aku akan kembali. / Jangan pergi.
Aku akan kembali segera. Aku janji. Aku cuma menjemput ibu.
Kau tunggu di sini bersama Marit. Kau mau janji?
Marit. Tolong jaga Julia. / Ayah!
Benar sekali. Hai.
Aku akan melihatnya. Bisa kutelepon kembali?
Idun Oakland. Aku harus bicara padanya. Akan ada bencana.
Dimana dia? / Idun? / Idun.
Kurasa dia di lantai 34. / 34?
Lantai 34. / Sialan!
Liftnya ada di sebelah sana.
Hai, Kristian.
Kau belum melihat layarnya? Kau akan melihat hal yang luar biasa.
Jika kita tidak bersiap..., / Kami sudah...,
Hubungi yang berwenang. Nyalakan alaram peringatan.
Kita harus bicara nanti. / Tak ada lagi kata nanti.
Hubungi seluruh petugas berwenang. Nyalakan alaram bencana. John?
,...metaphora adalah faktanya, proses penuaan adalah...,
Mia, kita harus keluar sekarang. Aku punya firasat buruk.
Kita tunggu sebentar.
Mungkin kita akan keluar sekarang?
Sudah mati. Kita lanjut. Metaphora adalah cara binatang untuk berburu...,
Pergilah, aku sedang mengantar barang. / Bisa kau cari tempat lain?
Aku bisa pindah sendiri.
Julia?
Julia?
Julia!
Tunggu sebentar.
Hai. / Kau harus ikut. Semuanya harus keluar.
Akan ada gempa! / Kristian, sudah cukup.
Kita tak bisa berada di sini. Tempat ini akan runtuh! Ayo.
Kristian, sudah cukup. Kau bisa tenang?
Jika memang ada gempa, pasti sudah ada peringatan sebelumnya.
Tak ada yang akan memberi peringatan. Ayo!
Aku ikut denganmu. Setelah ini kita duduk minum kopi dan bicara, ya?
Maaf semuanya.
Maaf, tapi kita semua harus keluar!
Kau tahu apa hukuman bagi orang yang menyalakan alaram palsu?
Julia!
Kau sudah menekan alaram kebakaran. Lift ini secara otomatis akan turun ke lantai dasar.
Mengapa Julia ke sini?
Transformasi antar sesama..., / Ayo, kita keluar dari sini.
Apa? / Kau! Sudah cukup denganmu.
Tadi alaramnya menyala, bukankah semuanya harus keluar? / Alarmnya sudah mati.
Duduklah, atau keluar saja.
Kalian harus ikut denganku. / Duduk, atau keluar saja.
Semuanya keluarlah dengan tenang.
Tenang dan berjalanlah ke tangga.
Semuanya harus keluar.
Tak ada sinyal?
Halo?
John?
Tiarap!
Julia!
Idun.
Idun! Idun?
Kau tak apa-apa?
Lihat aku.
Lihat aku. Kau tak apa-apa?
Katakan sesuatu! Kumohon!
Idun!
Julia!
Hei , kau bisa mendengarku? Kau tak apa-apa, Julia?
Kau bisa bantu menariknya? Ayo kau pegang tangannya.
Hitungan ketiga. Kita tarik bersama.
Satu, dua, tiga!
Tarik!
Julia! Julia!
Kita akan bisa melalui semua ini. Kita lalui bersama-sama.
Kita berdua.
Ada pintu terbuka di bawah sana.
Kau tak apa-apa?
Pegang ini. Tekan sekuatnya.
Julia, lari ke sana! Lari ke sana! Lari!
Pegangan.
Tidak!
Raih sesuatu!
Julia!
Idun! Ayo kemari!
Idun?
Kau bisa bergerak?
Gempa ini belum selesai, jadi kita harus segera pergi dari sini.
Pertama, kita harus turun ke pintu itu.
Lalu kita bisa ambil Julia.
Baik. / Tidak.
Idun?
Idun? Ayo naik. Aku akan melemparkan tali ini ke arahmu.
Kau bisa melakukannya. Aku akan menyambutmu.
Julia menunggu di atas sana. Ayo naik.
Ayo. Berusahalah.
Ya. Begitu.
Bagus sekali.
Akan kulemparkan padamu. Tangkaplah.
Akan kulemparkan sekarang.
Pegang yang kuat. Aku akan menyambutmu. Ayo.
Pegang yang kuat.
Kau harus memanjat sedikit lagi. Aku akan meraihmu.
Kristian... , / Ayolah!
Ayolah.
Aku tak bisa.
Kumohon! Kau bisa!
Aku mencintaimu.
Jangan bilang begitu, kumohon.
Tinggal sedikit lagi.
Kau harus mencari Julia. / Idun! Tidak!
Ayo naiklah! Sedikit lagi! Aku akan meraihmu!
Kau dengar kataku?
Beberapa senti lagi. Lalu aku akan menarikmu, dengar?
Sedikit lagi.
Ya! Ayo!
Tolong!
Tolong!
Marit? / Kami di bawah sini!
Julia! / Ayah!
Dia di sini! Tolong!
Aku datang!
Ayah!
Kukira aku akan kehilanganmu.
Lihat aku.
Mana Ibu?
Mana Ibu?
Maafkan aku.
Kau tak boleh pergi lagi.
Lihat aku. Aku ada di sini. Aku janji tak pergi lagi.
P e n e r j e m a h : x t a l p l a n e t
Terima kasih.
Sekarang dengarkan aku.
Kita harus pergi jauh dari sini, ya?
Ayo.
Tidak! / Julia!
Julia!
Julia!
Ayah!
Julia!
Ayah!
Ayah! / Julia! Jangan bergerak dulu!
Julia! Jangan bergerak.
Marit! / Aku datang! / Turunlah!
Ayah!
Marit!
Marit!
Aku ingin kau meraih Julia. / Baiklah.
Aku akan mengayunkan dia. Kau siap?
Julia, aku akan mengayunkanmu. Kuhitung sampai tiga.
Satu, dua...,
tiga.
Julia, lepaskan tangan ayah.
Aku memegangmu, Julia.
Lepaskan pegangan tanganmu.
Julia, lepaskan pegangan tangan ayah. / Lepaskanlah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.